You are on page 1of 3

Tugas Bahasa Indonesia

Nama : Wenceslaus Harjanta . N . C . N .

N. I . M : 09220074.

Matkul : Bahasa Indonesia.

Tanggal : 2010.

*Contoh Ragam bahasa tulis :

1. Putri mengatakan bahwa kita harus pulang

2. Ayah sedang membaca koran

3. Saya bertempat tinggal di Bogor

1.Ragam Bahasa Hukum (UU) :
a.Contoh ( 1 paragraf ) :
Menurut Mahadi (1979:31), hukum mengandung aturan-aturan, konsepsi-konsepsi,
ukuran-ukuran yang telah ditetapkan oleh penguasa pembuat hukum untuk (a)
disampaikan kepada masyarakat (b) dipahami/disadari maksudnya, dan (c) dipatuhi.
Namun, kenyataannya sebagai sarana komunikasi, bahasa Indonesia di dalam dokumen-
dokumen hukum sulit dipahami oleh masyarakat awam. Pemakaian bahasa Indonesia
dalam bidang hukum masih perlu disempurnakan (Mahadi 1979:39). Banyak istilah
asing (Belanda atau Inggris) yang kurang dipahami maknanya dan belum konsisten,
diksinya belum tepat, kalimatnya panjang dan berbelit-belit (lihat Mahadi 1979).
b.Ciri-ciri :
1.Bahasa hukum Indonesia (BHI) adalah bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam
bidang hukum, yang mengingat fungsinya mempunyai karakteristik tersendiri; oleh
karena itu bahasa hukum Indonesia haruslah memenuhi syarat-syarat dan kadiah-
kaidah bahasa Indonesia.
2.Karakteristik bahasa hukum terletak pada kekhususan istilah, komposisi, serta
gayanya.
3.BHI sebagai bahasa Indonesia merupakan bahasa modern yang penggunaannya harus
tetap, terang, monosemantik, dan memenuhi syarat estetika.
4. Simposium melihat adanya kekurangsempurnaan di dalam bahasa hukum yang
sekarang dipergunakan, khususnya di dalam semantik kata, bentuk, dan komposisi
kalimat.

2. Ragam Bahasa Bidang IPTEK ( TI ) :
a.Contoh ( 1 paragraf ) :
Paling tidak ada dua unsur utama yang berpengaruh pada peningkatan produktivitas
tersebut, yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pengembangan
sumber daya manusia. Dengan penguasaan iptek dan sumberdaya yang andal, maka
kemampuan untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi dari sumber daya yang terbatas
akan semakin meningkat. Selain itu, kedua unsur tersebut tidak mengalami "depresiasi"
dan justru makin berkembang dengan bertambahnya waktu, sehingga memungkinkan
pembangunan yang berkesinambungan.
b.Ciri-ciri :
1.Konstelasi nilai-nilai dalam masyarakat atau bangsa dan komitmen masyarakat secara
keseluruhan yang menyalurkan motivasi untuk mendukung, menyakini, atau menerapkan
iptek dalam pelbagai derajat serta jenis penggunaannya.

2.Kemampuan sistem iptek nasional dalam menghasilkan dan memasarkan hasil-hasil
penelitiannya serta mendorong penerapannya secara efesien dan efektif dalam seluruh
bidang kehidupan.

3.Struktur lembaga-lembaga yang bergerak di bidang iptek yang menjembatani proses
kreatif dan inovatif para penelitinya.

3.Ragam Bahasa Jurnalistik :

a.Contoh (1 paragraf ) :

Bahasa Jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis
berita. Disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication,
disebut pula Newspaper Language), yakni bahasa yang digunakan dalam komunikasi
melalui media massa, baik komunikasi lisan (tutur) di media elektronik (radio dan TV)
maupun komunikasi tertulis (media cetak), dengan ciri khas singkat, padat, dan mudah
dipahami.
b.Ciri-cir :

Bahasa Jurnalistik memiliki dua ciri utama : komunikatif dan spesifik. Komunikatif
artinya langsung menjamah materi atau langsung ke pokok persoalan (straight to the
point), bermakna tunggal, tidak konotatif, tidak berbunga-bunga, tidak bertele-tele, dan
tanpa basa-basi. Spesifik artinya mempunyai gaya penulisan tersendiri, yakni
kalimatnya pendek-pendek, kata-katanya jelas, dan mudah dimengerti orang awam.

4.Ragam Bahasa Sastra :

a.Contoh ( 1 paragraf ) :
“Bagiku, dia bak sebuah Oasis!” akhirnya aku menemukan sebuah metafora yang
kuanggap paling tepat untuk melukiskan gadis yang menarik hatiku. Oasis itu bersumber
dari keteduhan sinar matanya. Sosoknya? Ia seanggun pohon-pohon kurma berbatang
kuning cemerlang, berdaun sehijau jamrud, dan berbuah lebat ranum. (Naning Pranoto,
Kisah Sebuah Oasis: 2003:12).

b.Ciri-ciri :
1.Ragam bahasa sastra banyak mengunakan kalimat yang tidak efektif.
2.Pengambaran yang sejels-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering
dipakai dalam ragam bahasa sastra. Hal ini dilakukan agar tercipta pencitraan di dalam
imajinasi pembaca.