P. 1
KONTRAK KONSULTAN_versi 05 08 2010_

KONTRAK KONSULTAN_versi 05 08 2010_

|Views: 201|Likes:
Published by Website Admin

More info:

Published by: Website Admin on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) KERJA JASA KONSULTANSI

Disusun oleh : Ir. Nugroho Pudji Rahardjo (WKU Bid. Pranata DPN INKINDO)

Pengertian tentang Jasa Konsultansi menurut Undang-undang Republlik Indonesia Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi serta Keppres 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ; adalah layanan jasa keahlian profesional dalam berbagai bidang meliputi jasa perencanaan konstruksi, jasa pengawasan konstruksi dan jasa pelayanan profesi lainnya (non-konstruksi). Ruang lingkup layanan jasa perencanaan pekerjaan konstruksi dapat terdiri dari : survey, perencanaan umum, studi makro, studi mikro, studi kelayakan proyek, perencanaan teknik, operasi dan pemeliharaan, penelitian, sedangkan lingkup layanan jasa pengawasan pekerjaan konstruksi dapat terdiri dari jasa pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pengawasan keyakinan mutu dan ketepatan waktu dalam proses pekerjaan dan hasil pekerjaan konstruksi. Dalam pengembangan layanannya dapat pula untuk mencakup : manajemen proyek, manajemen konstruksi, penilaian tentang kualitas dan kuantitas dan biaya pekerjaan dan layanan jasa integrasi antara perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan yang meliputi rancang bangun hingga penyelenggaraan pekerjaan terima jadi (Turn Key Project). Sedangkan untuk jasa konsultansi non-konstruksi adalah layanan untuk jasa keahlian profesional dibidang non konstruksi dalam rangka mencapai sasaran tertentu yang keluarannya berbentuk piranti lunak yang disusun secara sistematis berdasarkan kerangka acuan kerja yang ditetapkan oleh pengguna jasa. Bidang non konstruksi ini misalnya : pertanian, keuangan, kesehatan, perikanan, telekomunikasi dan lain-lainnya. Surat Perjanjian (Kontrak) Kerja sebagai perikatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa konsultansi telah diatur khususnya untuk pengadaan barang/jasa pemerintah dalam UU No. 18 th. 1999 dan PP 28, 29 tahun 2000 serta Keppres 80

tahun 2003, sedangkan untuk dana dengan pinjaman luar negeri atau hibah diatur sesuai standard procurement masing-masing Lending Agency, seperti : World Bank, Asian Development Bank, JBIC, dan sebagainya, namun secara prinsip dasar tidak banyak berbeda satu dengan lainnya. Jenis-jenis Kontyrak Kerja Jasa Konsultansi dibedakan berdasarkan bentuk imbalan, jangka waktu pelaksanaan (untuk proyek pemerintah), jumlah pengguna barang/jasa. Jenis kontrak yang berdasarkan bentuk imbalan adalah : 1. Kontrak Lumpsum, yaitu kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa. 2. Kontrak Harga Satuan yaitu kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa. 3. Kontrak Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan yaitu kontrak pada bagian tertentu bersifat lumpsum dan bagian lainnya harga satuan dalam satu pekerjaan yang diperjanjikan. 4. Kontrak Terima Jadi (Turn Key) adalah : kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan (rancang bangun, perencanaan, pengadaan dan pelaksanaan terima jadi, penyelenggaraan pekerjaan terima jadi) dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh bangunan/konstruksi, peralatan, jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang ditetapkan.

5. Kontrak Persentase adalah kontrak pelaksanaan jasa konsultansi dibidang tertentu, dimana konsultan yang bersangkutan menerima imbalan jasa berdasarkan persentase tertentu dari nilai pekerjaan tersebut. Jenis Kontrak yang berdasarkan Jangka Waktu Pelaksanaan, dimana hal ini biasanya untuk proyek pemerintah (tergantung tahun anggaran), jenis kontrak ini terdiri dari : 1. Kontrak Tahun Tunggal adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa 1 (satu) tahun. 2. Kontrak Tahun Jamak adalah Kontrak pelaksanaan pekerjaan yang menyangkut dana anggaran untuk masa lebih dari 1 (satu) tahun.

Jenis Kontrak yang berdasarkan Jumlah Pengguna Jasa yaitu : 1. Kontrak Pengadaan Tunggal adalah kontrak antara satu unit kerja atau satu proyek dengan penyedia jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu. 2. Kontrak Pengadaan Bersama yaitu Kontrak antara beberapa unit kerja atau beberapa proyek dengan penyedia jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu dalam waktu tertentu sesuai kegiatan bersama yang jelas dari masing-masing unit kerja dan pendanaan bersama yang dituangkan dalam kesepakatan bersama. Struktur Biaya Kontrak Jasa Konsultansi Pada Kontrak Jasa Konsultansi struktur biayanya dapat digolongkan dalam 2 (dua) hal yaitu : - Biaya Langsung Personil (Remuneration) - Biaya Langsung Non Personil (Direct Reimbursable Cost).

1. Biaya Langsung Personil (Remuneration) Biaya untuk membayar tenaga ahli dan untuk membayar tenaga pendukung yang memberikan jasa konsultansi berdasarkan kebutuhan waktu keterlibatannya dan dapat diperhitungkan terhadap satuan Bulan, Minggu, Hari, Jam. Biaya Langsung Personil (BLP) yang dihitung berdasarkan komponen-komponen biaya sebagai berikut : - gaji dasar (basic salary) — gd - beban biaya sosial (social charge) — bbs - beban biaya umum (over head) —bbu - tunjangan penugasan — tp - keuntungan penyedia jasa — k Perhitungan Biaya Langsung (BLP) dilakukan dengan rumusan : BLP = gd + bbs + bbu + tp + k Untuk menentukan perbandingannya masing-masing komponen tersebut, menurut SE BAPPENAS dan DEPKEU No. 1203/D.II/03/2000 tgl. 17 Maret 2000
SE-38/ A / 2000

dibedakan antara Pelelangan Nasional dan Internasional dengan rumusan perbandingan sebagai berikut : Komponen BLP 1. Gaji Dasar (gd) 2. Beban Biaya Sosial 3. Beban Biaya Umum 4. Tunjangan Penugasan 5. Keuntungan Total Biaya Personil (sesuai Keppres 80 th 2003) Nasional 1 X gd (0,3 – 0,4) X gd (0,5 – 1,3) X gd (0,1 – 03) X gd 0,1 X (gd + bbs + bbu) (2,2 – 3,2) X gd Internasional 1 X gd (0,3 – 0,6) X gd (0,7 – 1,4) X gd (0,1 – 0,3) X gd 0,1 X (gd + bbs + bbu) (2,4 – 3,6) X gd

2. Biaya Langsung Non Personil (Direct Reimbursable Cost). Biaya ini adalah untuk mengganti biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh Konsultan untuk pengeluaran –pengeluaran yang sesungguhnya(at cost), meliputi antara lain :

-

Ticket penerbangan / pelayaran Kelebihan bagasi, bagasi yang tidak dibawa sendiri (un accomparned baggage) Temporary Lodging Perjalanan domestik Perlengkapan kantor Biaya Komunikasi (telepon, facsimile, internet) Biaya komputer (termasuk hardware, software, royalty program) Pembelian Peralatan Kantor Perlengkapan khusus Meninggalkan tempat tugas (temporary leave) Dokumen Perjalanan (*) Relokasi (storage allowance)*) Tunjangan Penempatan (*) Biaya perjalanan darat (dari kantor ke Bandar udara terdekat) Tunjangan harian (perdiem allowance) Tunjangan perumahan Biaya sewa kantor Biaya sewa kendaraan (roda 4 dan 2) Biaya pelaporan

(*) untuk tenaga ahli asing (expatriate) Sistem Pembayaran Prestasi Pekerjaan Jasa Konsultan Untuk sistem pembayaran prestasi pekerjaan jasa konsultan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) bagian yaitu : - kemajuan prestasi pekerjaan (termijn) - bulanan (time & unit price basic) dimana untuk sistem kontrak lumpsum, persentase, terima jadi, dipakai sistem pembayaran prestasi pekerjaan (termijn) dan untuk kontrak harga satuan, kontrak gabungan harga satuan dan lupmsum dipakai sistem pembayaran bulanan (time & unit price basic).

PRANATA-PRANATA POKOK DALAM KONTRAK DENGAN SUMBER DANA APBN/APBD I/ APBD II
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOM OR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA

PEMERINTAH.

Pasal 2 (Maksud dan Tujuan)
1) Maksud diberlakukannya Keputusan Presiden ini adalah untuk mengatur pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai dari APBN/APBD. 2) Tujuan diberlakukannya Keputusan Presiden ini adalah agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang sebagian atau seluruhnya dibiayai APBN/APBD dilaksanakan secara effisien, effektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.

Pasal 30 (Jenis-jenis Kontrak)
1) Kontrak Pengadaan barang/jasa dibedakan atas : a. Berdasarkan bentuk imbalan : 1. Lumpsum 2. Harga Satuan 3. Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan 4. Terima Jadi (turn key) 5. Persentase

2) Kontrak

Lumpsum

adalah

kontrak

pengadaan

barang/jasa

atas

penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa. Pasal 33 (Pembayaran Uang Muka dan Prestasi pekerjaan)
3) Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan sertifikat bulanan atau sistem termijn dengan memperhitungkan angsuran uang muka dan kewajiban pajak. Lampiran I Keppres 80/2003 BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN

PENYEDIA BARANG/JASA Butir A.1.f.5.e (HUBUNGAN ANTARA DAFT AR KUANTIT AS DAN HARGA SATUAN TERHADAP SISTEM KONTRAK LUMPSUM) e. Daftar kuantitas dan harga satuan setiap jenis/item pekerjaan untuk kontrak harga satuan diisi dengan lengkap kecuali ditentukan lain dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa. Sedangkan untuk kontrak lumpsum, bila diperlukan, daftar kuantitas dan harga hanya sebagai pelengkap. Daftar rincian kuantitas dan harga satuan dalam sistem kontrak lumpsum tidak dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran dan perhitungan prestasi kerja berkaitan dengan

persyaratan pembayaran.

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 43/PRT/M/2007 Tentang STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN JASA KONSULTAN Buku 7 BAB 1. Standar Dokumen Seleksi Nasional Pekerjaan Jasa Konsultansi (KONTRAK LUMPSUM) Instruksi Kepada Peserta Seleksi

C.2 Jenis Kontrak Kontrak Lumpsum yaitu kontrak pengadaan jasa konsultan atas

penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, tidak dinegosiasikan (kecuali untuk harga yang terlalu tinggi) dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia jasa. Pembayaran dikaitkan dengan output seperti : Laporan, gambar, daftar kuantitas (bill of quantities), dokumen lelang dan program piranti lunak.

Lampiran 7a. Bentuk Kontrak/Bentuk Surat Perjanjian Untuk Pekerjaan Jasa Konsultansi Berdasarkan Angsuran/Termijn (KONTRAK LUMPSUM)

PASAL 8 Pembayaran dilakukan dengan cara angsuran (termijn) dengan rincian sebagai berikut :

Termijn I

Rp…………………………..

Berdasarkan tanda terima dari Pemberi Kerja laporan yang

mengenai pendahuluan

disetujui (dapat diterima) Termijn II Rp…………………………… Berdasarkan tanda terima dari Pemberi Kerja

mengenai laporan antara yang disetujui (dapat

diterima) Termijn III Rp…………………………… Berdasarkan tanda terima dari Pemberi Kerja akhir (dapat

mengenai laporan yang disetujui

diterima)

BAB IV

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK

A. KETENTUAN UMUM 8. PEMBAYARAN 8.1.b. Angsuran/Termijn 1). Penyedia Jasa harus mengajukan perhitungan tagihan pembayaran secara angsuran selama jangka waktu pelaksanaan kontrak. Selang

waktu angsuran sesuai dengan ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 2). Perhitungan tagihan didasarkan pada hasil/pelaporan (laporan pendahuluan, laporan antara, laporan akhir/final) yang telah disetujui pejabat pembuat komitmen disertai dengan tanda bukti telah diterimanya penyerahan hasil/pelaporan 5). Pembayaran angsuran terakhir hanya dilakukan setelah penyerahan dan persetujuan laporan akhir.

BAB V SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 4. PEMBAYARAN 4.1.a Pembayaran dilakukan dengan cara angsuran (termijn) dengn rincian sebagai berikut. 1). Uang muka ………………………………………………… 2). Termijn I ……………….% (………..persen) setelah laporan pendahuluan (inception report) disetujui 3). Termijn II ……………….% (………..persen) setelah laporan antara (interim report) disetujui 4). Termijn III ……………….% (………..persen) setelah laporan akhir diterima.

PRINSIP-PRINSIP KONTRAK LUMPSUM 1. a. Pengertian tentang jenis-jenis kontrak sesuai pasal 30 Keppres 80 tahun 2003 terutama pengertian tentang kontrak Lumpsum ; Kontrak Lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga

yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa. b. Dan lampiran 1 Keppres 80 tahun 2003 BAB II A.1 tentang Evaluasi Penawaran, Daftar kuantitas dan harga satuan setiap jenis / item pekerjaan untuk kontrak harga satuan diisi dengan lengkap kecuali ditentukan lain dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa. Sedangkan untuk kontrak lumpsum, bila diperlukan, daftar kuantitas dan harga hanya sebagai pelengkap. Daftarrincian kuantitas dan harga satuan dalam system kontrak lupmsum tidak dapat dijadikan dasar untuk menggugurkan penawaran dan perhitungan prestasi kerja berkaitan dengan persyaratan pembayaran. c. Dan bab Ketentuan Khusus untuk Kontrak jasa Konsultansi tentang Pemeriksaan Keuangan, pemeriksaan Keuangan adalah ketentuan mengenai kewajiban penyedia jasa untuk merinci setipa biaya-biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan perjanjian, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan keuangan. Selain itu, dengan sepengetahuan penyedia jasa atau kuasanya, pengguna jasa dapat memeriksa dan menggandakan dokumen pengeluaran yang telah diaudit sampai 1 (satu) tahun setelah berakhirnya kontrak. Pada kasus kontrak lumpsum sering terjadi beda interpretasi tentang bukti biaya yang wajib disediakan oleh penyedia jasa akibat kurang dipahaminya 3 pasal/ayat tersebut diatas pada keppres 80 tahun 2003.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->