P. 1
Pendidikan anti Korupsi

Pendidikan anti Korupsi

|Views: 176|Likes:
Published by wawawtea
Pendidikan anti Korupsi
Pendidikan anti Korupsi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: wawawtea on Aug 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

original

PENDIDIKAN ANTIKORUPSI (Suatu Pengantar

)
Dr. Arnie Fajar

Kementerian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kegiatan Pembinaan Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepribadian 2010

TUJUAN KEMERDEKAAN
MELINDUNGI SEGENAP BANGSA DAN SELURUH « Ÿ MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA MASYARAKAT YANG AMAN, DAMAI & TENTERAM MENGGERAKAN LAHIRNYA KETERTIBAN DUNIA

MASYARAKAT MADANI

Sistem; Hajat hidup; Kualitas masyarakat

SUPRA & INFRA STRUKTUR
SUPRA STRUKTUR INFRA STRUKTUR PERUNDANG-UNDANGAN EKSEKUTIF, LEGISLATIF, YUDIKATIF & TNI LEMBAGA PENDIDIKAN LEMBAGA POLITIK & KEMASYARAKATAN

LANDASAN IDIIL LANDASAN KONSTITUSIONAL LANDASAN OPERASIONAL TATA KELEMBAGAAN NEGARA

GOOD GOVERNANCE

PENEGAKAN HUKUM & PEMBERANTASAN KORUPSI
a. Membangun sistem pemerintahan dan kenegaraan yang melahirkan masyarakat Madani: 1) Lahir good governance dalam organisasi pemerintahan 2) Lahir good corporate governance di sektor swasta 3) Tumbuh good civil society governance dalam masyarakat

1. Pendekatan Preventif

b. Pembaharuan Tata Kelola Pemerintahan: 1) Perampingan instansi pemerintah dan lembaga negara 2) Perbaikan manajemen pemerintahan, meliputi: SDM; Keuangan; IT; dan Pengelolaan aset negara

2. Pendekatan Represif a. Tindakan represif yang berdampak terhadap proses pencegahan, dimulai dari aparat penegak hukum, lembaga pelayanan publik dan lembaga yang mendatangkan pemasukan bagi negara b. Tindakan represif yang menimbulkan efek jera c. Tindakan represif yang menimbulkan efek diteran terhadap masyarakat luas d. Penjatuhan hukuman yang berat, meliputi: Hukuman mati Hukuman badan Hukuman kerja bakti Hukuman denda Uung pengganti Hukuman ganti kerugian keuangan egara/perekonomian negara Hukuman masyarakat

INDEKS PERSEPSI KORUPSI 10 NEGARA ASEAN TAHUN 2009
NO NEGARA IPK

1

Myanmar

1.4

2

Laos

2.0

3

Kamboja

2.0

4

Philifina

2.4
Sumber :Tranparansi International Indonesia (TII), 2009

Indek Korupsi: 0 = PalingVietnam Korup 5 10 = Paling Bersih

2,7

6

Data Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia (Hasil Survei Tranparancy International ) Tahun 2004 2005 2006 2008 2009 IPK 2.0 2.2 2.4 2.6 2.8 Urutan 137 dari 146 negara 140 dari 159 negara 130 dari 163 negara 126 dari 180 negara 111 dari 180 negara Meningkat 0.2 Meningkat 0.2 Meningkat 0.2 Keterangan

Indek Korupsi: 0 = Paling Korup 10 = Paling Bersih

y Walaupun IPK korupsi di Indonesia mengalami peningkatan (membaik), Indonesia tetap dipersepsikan sebagai negara terkorup di Asia, disusul Thailand. Sementara itu, Singapura dianggap sebagai negara paling bebas dari korupsi alias terbersih mengenai korupsi. y Corruption Perception Index/Indeks Persepsi Korupsi (IPK) bukan hanya merupakan gambaran tentang tingkat korupsi yang terjadi di Indonesia, tetapi juga merupakan gambaran buruknya pelayanan publik.

INDEKS SUAP 15 INSTITUSI PUBLIK

No 1 2 3 4 5 6 7

Institusi Polisi Bea Cukai Imigrasi DLLAJR Pemda BPN Pelindo

% 48 41 34 33 33 32 30

(Survei TI Indonesia Tahun 2008)

INDEKS SUAP 15 INSTITUSI PUBLIK

No 8 9 10 11 12 13 14 15
10

Institusi Pengadilan Dephumkam Angkasa Pura Pajak Daerah Depkes Pajak Nasional BPOM MUI

% 30 21 21 17 15 14 14 10

(Survei TI Indonesia Tahun 2008)

‡ Meski pengadilan tidak termasuk dalam lima besar insitusi publik yang indeks suapnya besar, angka spektakuler nilai transaksi suap di institusi tersebut justru hampir 50 kali lipat dibanding institusi lainnya yakni sebesar Rp.102.412.000. Sementara nilai transaksi kepolisian hanya Rp. 2.273.000 dan Bea Cukai hanya Rp. 3.272.000. ‡ Hal itu memberi gambaran mengenai buruknya situasi suap-menyuap di institusi penegak hukum tersebut. ‡ Seluruh responden bahkan meminta supaya institusi hukum (pengadilan dan kejaksaan) diprioritaskan dalam upaya pemberantasan korupsi, kemudian disusul polisi dan legislatif.
11

(Survei TI Indonesia Tahun 2008)

KOTA TERBERSIH HINGGA TERKORUP
10 Kota Terbersih dari korupsi:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
12

Kota Yogyakarta Palangkaraya Banda Aceh Jambi Mataram Surakarta Tasikmalaya Banjarmasin Samarinda Pangkal Pinang

Skor 6.43 6.10 5.87 5.57 5.41 5.35 5.12 5.11 5.03 5.03
05/26/10

10 Kota Terkorup:
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
13

Kota Kupang Tegal Manokwari Kendari Purwokerto Pekanbaru Padang Sidempuan Bandung Pontianak Cirebon

Skor 2.7 3.32 3.39 3.43 3.54 3.55 3.66 3.67 3.81 3.82
05/26/10

DELAPAN ARENA KORUPSI
Menurut Presiden SBY:
1. Pendapatan negara 2. Pos anggaran pada APBN dan APBD 3. Kemungkinan kolusi antara penguasa dan pengusaha 4. Bisnis pejabat keluarga pada proyek di APBN/APBD 5. Pengadaan barang dan jasa 6. Penerimaan pajak dan bea cukai 7. Pendaftaran pegawai, TNI/Polri 8. Pengurusan izin.
(Sumber: Kompas, 9-12-2008)

15

10 POLA KORUPSI
1. Pengurusan izin yang panjang dan berbelit-belit; 2. Kolusi-korupsi melalui pembayaran Pajak; 3. Kewenangan pejabat eselon untuk memutuskan proyekproyek investasi pemerintah; 4. Korupsi pada birokrasi 5. Korupsi pemanfaatan tanah negara
16

6. Izin investasi-investasi asing berskala besar; 7. Izin eksplorasi hutan milik negara atau tanah negara yang kaya mineral; 8. Mekanisme penjualan aset-aset negara; 9. Privatisasi BUMN dan regulasi industri; 10. Monopoli ekspor, impor, atau kegiatan ekonomi lainnya.
17

PENGERTIAN KORUPSI
Pada prinsipnya korupsi merupakan suatu tindakan memperkaya diri, kelompok, atau orang lain dengan cara menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya yang karena tindakannya menyebabkan kerugian bagi negara atau masyarakat umum. Pasal 2 ayat 1 UU No. 31/1999: Korupsi adalah setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
18

KORUPSI DAN KEKUASAAN
Lord Acton: ´ power tends to corrupt, «. absolut power corrupt absolutely«µ (Kekuasaan cenderung untuk menyimpang, «semakin lama seseorang berkuasa, maka penyimpangan yang dilakukannya akan semakin menjadi-jadi)

19

JENIS-JENIS KORUPSI
y Korupsi karena kebutuhan (needy corruption). Penghasilan lebih kecil daripada kebutuhan. y Korupsi karena keserakahan (greedy corruption).Walaupun sudah hidup berkecukupan, tetapi tidak puas dengan apa yang telah dimiliki dan didapatkan. y Korupsi karena kesempatan (opportunity corruption). Adanya kesempatan mendorong melakukan.
20

PENYEBAB KORUPSI
1. Aspek Individu
a. b. c. d. e. f. g. Sifat Tamak corruption by greed Moral yang kurang kuat tidak tahan godaan; Penghasilan yang kurang memadai corruption by need; kebutuhan hidup yang mendesak corruption by need; Gaya hidup yang konsumtif corruption by greed Malas atau tidak mau kerja Ajaran agama yang kurang diterapkan Imtaq

1. Aspek Organisasi
a. Kurangnya keteladanan pemimpin b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar; c. Tidak memadainya sistem akuntabilitas yang benar di lingkungan instansi; d. Kelemahan sistem pengendalian manajemen; e. Manajemen cenderung menutupi kasus korupsi dalam organisasi

1. Aspek Tempat Individu dan organisasi
a. b. c. d. Masyarakat ´toleran: terhadap perilaku korupsi; Masyarakat kurang menyadari sebagai korban utama korupsi; Masyarakat kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi; Kelemahan dalam peraturan perundang-undangan.

PENYEBAB KORUPSI
Menurut Sarlito W. Sarwono:
1. Dorongan dari dalam diri sendiri (seperti keinginan, hasrat, kehendak, dan lain-lain); 2. Rangsangan dari luar (sepeti dorongan keluarga (?), teman, adanya kesempatan, kurang kontrol, dan lain-lain);

Menurut Andi Hamzah:
1. 2. 3. 4. 5. Gaji lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan ; Latar belakang budaya; Manajemen yang kurang baik, Kontrol yang kurang efektif dan efisien; Modernisasi pengembangan korupsi (cara-cara baru korupsi)

JENIS-JENIS KORUPSI
1. 2. 3. 4. 5. 6. Korupsi terkait dengan kerugian keuangan negara; Korupsi terkait dengan suap menyuap; Korupsi yang berkaitan dengan penggelapan dalam jabatan; Korupsi yang terkait dengan perbuatan pemerasan Korupsi yang terkait dengan perbuatan curang; Korupsi yang terkait dengan benturan kepentingan dalam pengadaan; 7. Korupsi yang berkaitan dengan gratifikasi; 8. Tindak pidana lain yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

HUKUM YANG BISA DIBELI

PERLAKUAN TERHADAP KORUPTOR DI CINA

Koruptor dihukum mati

Dialektika

Perlukah hukuman mati diterapkan di Indonesia bagi koruptor?

CIRI-CIRI KORUPSI
1. Biasanya melibatkan lebih dari satu orang (korupsi berjamaah) Hidayat Nurwahid; Otonomi Daerah Otonomi Korupsi 1. Pelaku tidak terbatas pada oknum pegawai pemerintah, tetapi juga pegawai swasta; 2. Sering menggunakan bahasa sumir untuk menerima uang sogok, seprti; uang kopi, uang rokok, uang pulsa, uang administrasi, uang dengar, uang semir, uang pelancar, uang jalan. Bentuknya bisa dalam bentuk uang, kendaraan, voucher, fasilitas, bahkan wanita. 3. Umumnya bersifat rahasia, kecuali sudah membudaya. Setujukah korupsi disebut budaya? 1. Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik yang selalu tidak berupa uang. 2. Mengandung unsur penipuan yang biasanya ada pada badan publik atau masyarakat umum.
29

AKIBAT KORUPSI
1. Pemerintah yang kurang atau tidak dipercaya lagi oleh masyarakat 2. Tersendatnya kegiatan pembangunan masyarakat karena uangnya banyak disalahgunakan 3. Melahirkan kemiskinan, karena dana pembangunan yang harusnya untuk meningkatkan kesejahteraan, justru masuk ke kantong oknum atau segelintir orang dan dipakai untuk kepentingan pribadi
30

1. High cost economy, karena pengurusan segala sesuatu jika ingin lancar harus membayar sejumlah uang kepada oknum aparat; 2. Larinya investasi ke luar negeri. Perizinan yang mahal lama dan harus menggunakan uang pelicin, ditambah dengan setoran-setoran kepada oknum pejabat dan preman menyebabkan investor tidak berminat menanamkan modalnya di Indonesia dan lebih memilih negeri yang lebih mudah dalam izin investasi 3. Sedikitnya investasi menyebabkan sulitnya lapangan pekerjaan dan tingginya angka pengangguran yang berpotensi meningkatkan angka kriminalitas
31

KORUPSI DAN POTRET KEMISKINAN

32

PEMBERANTASAN DAN PENCEGAHAN KORUPSI
Landasan Hukum Pemberantasan Korupsi:
1. UU Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dari KKN; 2. UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; 3. UU No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; 4. UU No. 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; 5. UU No. 15 tahun 2002 tentang Pencucian Uang; 6. PP Tentang Tata Cara Pelaksanaan Peranserta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
33

PEMERINTAHAN YANG BERSIH (GOOD GOVERNANCE)
Pemerintahan yang baik (good governance) : pemerintahan yang mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas, akuntabilitas, transparansi, pelayanan prima, demokrasi, efisiensi, efektivitas, supremasi hukum, dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat. (PP No. 101 Tahun 2000)

34

PERANG TERHADAP KORUPSI
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 9 Desember 2004 mencanangkan Gerakan Pemberantasan Korupsi dengan menandatangani Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.

35

PRAHARA KPK

Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar divonos 18 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam pembunuhan Nasruddin Zulkarnaen. Atas vonis tersebut, Antasari Azhar menyatakan banding.

Antasari Azhar

Nasruddin Zulkarnaen Motif pembunuhan Nasruddin diduga berkaitan dengan statusnya sebagai tersangka sekaligus saksi korupsi yang diduga melibatkan pejabat negara.

Dugaan lain kasus pembunuhan Nasruddin adalah masalah cinta segitiga antara Antasari, Nasruddin, dan seorang perempuan bernama Rani

Rani Juliani

(

PERMASALAHAN DALAM PENGUNGKAPAN KASUS KORUPSI
1. Sulitnya menemukan bukti adanya persekongkolan para pelaku korupsi dan semakin canggihnya modus korupsi. 2. Perlindungan saksi dan korban para saksi dan korban tidak mau melapor karena takut diintimidasi dan dilaporkan balik. 3. Pembuktian terbalik belum dilaksanakan dalam pengungkapan kasus korupsi.

SULITNYA MENCARI BARANG BUKTI
y Untuk mengantisipasi masalah ini, maka Presiden menerbitkan Keppres No. 8/2006 jo. Keppres 80/2003 Ttg Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa
1. 2. 3. 4. Pengadaan barang dan jasa di atas 50 juta harus ditenderkan/ lelang. Pengadaan barang harus diumumkan di media cetak yang memiliki tiras nasional yang ditetapkan oleh Menkominfo dan Gubernur. Mereka yang terlibat lelang harus memiliki sertifikat Para pejabat yang dilibatkan dalam lelang harus menandatangani fakta integritas tidak melakukan KKN.

PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN
y UU No. 13/2006 Ttg Perlindungan Saksi dan Korban
1. Hak-hak Saksi dan Korban
a. Memperoleh perlidungan atas keamanan pribadi, keluarga, dan harta bendanya, serta bebas dari ancaman yang berkenaan dengan kesaksian yang akan, sedang, atau telah diberikan. Ikut serta dalam proses memilih dan menentukan bentuk perlindungan dan dukungan keamanan. Memberikan keterangan tanpa tekanan Mendapat penerjemah Bebas dari pertanyaan menjerat

b. c. d. e.

Hak-hak saksi dan korban (lanjutan) a. Mendapatkan informasi mengenai perkembangan kasus. b. Medapatkan informasi mengenai putusan pengadilan. c. Mengetahui dalam hal terpidana dibebaskan. d. Mendapat identitas baru. e. Mendapatkan kediaman baru. f. Memperoleh penggantian biaya transportasi sesuai dengan kebutuhan. g. Mendapatkan nasihat hukum. h. Memperoleh bantuan biaya hidup sementara sampai batas waktu perlindungan berakhir Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bertugas untuk melindungi saksi dan korban dari berbagai ancaman dan intimidasi yang mungkin muncul.

PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

Agus Condro Agus Condro Mantan Anggota DPR dari FPDI-P melaporkan kepada KPK tentang adanya suap dalam pemilihan Deputi Gubernur BI di DPR. Sebagai pelapor, dia berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum.

PEMBUKTIAN TERBALIK
y Ps. 37 UU No. 31/1999 Ttg PembuktianTerbalik:
1. Terdakwa mempunyai hak untuk membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi; 2. Dalam hal terdakwa dapat membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi, maka keterangan tersebut dipergunaka sebagai hal yang menguntungkan baginya; 3. Terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak, dan harta benda setiap orang atau korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan.

PEMBUKTIAN TERBALIK (LANJUTAN)
1. Dalam hal terdakwa tidak dapat membuktikan tentang kekayaan yang tidak seimbang dengan penghasilannya atau sumber penambah kekayaannya, maka keterangan tersebut dapat digunakan untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi. 2. Dalam keadaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4), penuntut umum tetap berkewajiban untuk membuktikan dakwaannya.

y Pembuktian terbalik yang dianut di Indonesia menganut pembuktian terbalik yang TERBATAS karena kalaupun terdakwa dapat membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana korupsi, penuntut umum masih tetap berkewajiban untuk membuktikan dakwaannya.

PERANG GLOBAL MELAWAN KORUPSI
y Ratifikasi Konvensi PBB Anti Korupsi; United Nations Convention Againts Corruption (UNCAC), Tahun 2003. y UNCAC menuntut setiap anggota PBB untuk mereformasi setiap peraturan/kebijakan yang menyangkut pelayanan publik, termasuk di dalamnya ketentuan-ketentuan yang menyangkut masalah-masalah perekrutan dan penggajian, seluruhnya harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab.

y Indonesia ikut meratifikasi UNCAC dengan UU No. 7/2006. y UNCAC juga menjadi aturan hukum terhadap ekstradisi para buronan koruptor yang lari ke luar negeri. Misalnya buronan koruptor Indonesia yang lari ke Singapura atau Cina.

UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI
1. Peningkatan Imtaq;

2. Budaya malu; 3. Sosialisasi antikorupsi 4. Pembinaan Pendidikan anti korupsi; 5. Membangun sistem yang antisipatif terhadap perilaku korupsi; 6. Menunjuk atau memilih pemimpin atau pelaksana kegiatan yang jujur, amanah, dan bertanggung jawab; 7. Transparansi dan akuntabilitas dalam pembuatan, penggunaan, dan pelaporan anggaran; 8. Pengawasan dalam pelaksanaan kegiatan / proyek dan penggunaan anggaran;

47

STRATEGI PERCEPATAN ANTI KORUPSI

1. Tekad yang kuat; 2. Konsep pemberantasan korupsi yang jelas; 3. Keberanian untuk menindak pelaku korupsi dengan segala konsekuensinya; 4. Perbaikan kesejahteraan pegawai; 5. Perbaikan kecakapan manajerial.

Mari mulai saat ini:

say no to corrupt
untuk eksistensi Indonesia tercinta «
49 Setditjenmandik@arfdoc-09 05/26/10

KANTIN KEJUJURAN
To help protect your privacy, PowerPoint prevented this external picture from being automatically downloaded. To download and display this picture, click Options in the Message Bar, and then click Enable external content.

KOMITMEN
Marilah kita menanamkan nilai anti-korupsi:

‡ ‡ ‡ ‡
51

Mulai dari: diri sendiri saat ini hal yang kecil lingkungan paling kecil

Terima Kasih

52

53

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->