Nama No .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NIM

: Wahyu Adi Putra 10 Juni 2010 : 05081006010

Program Studi Mata Kuliah

: Teknik Pertanian

Tugas Akhir Metodologi Ilmiah Tentang Filsafat Bentuk Paragraf
Pada abad ini ilmu merupakan bagian dari filsafat (Bakhtiar, 2009). Filsafat adalah cara manusia untuk memuaskan hatinya dengan akal (Wijono, 2006), sehingga manusia berani mati demi mempertahankan kepercayaannya (Tafsir, 1990). Itu suatu cinta kebenaran dari kebijaksanaan yang merupakan tujuan dari pembelajaran filsafat (Syafiie, 1995). Manusia memiliki dua pandangan yaitu memiliki rasa ingin tahu dan rasa ketidaktahuannya (Gallagher, 2001) dan penolak dugaan orang lain adalah sifat dari filsafat manusia (Alisjahbana, 1981) namun untuk memperoleh kebenaran, aliran filsafat memiliki metode dengan kekhasannya sendiri (Mustansyir, 2007). Salah satunya ilmu alam merupakan suatu jalan untuk memahami filsafat yang sebenarnya (Schlick, 2001). Keutamaan filsafat adalah ketidaksetujuan terhadap suatu bagian konsep teoritis yang merupakan dari akar penjabarannya (Bertens, 1999). Mencari pengertian filsafat tidak bisa dibuktikan dan dimengerti tanpa dasar yang mendalam (Bakker, 1992). Kritis terhadap suatu kenyataan merupakan pertanyaan yang terlontar dari pemikiran filsafat (Hamersa, 1983). Banyak cara yang berbeda untuk memahami filsafat seperti pada prinsip avaris modis benefit (Mustansyir & Munir, 2008) salah satunya filsafat yang mengintepretasikan diri ketatanan masyarakat merupakan hasil pemikiran dasar masalah-masalah manusia (Suseno,1992). Menunjukkan suatu persepsi yang jelas tentang suatu penjabaran dari filsafat merupakan keefektifan teori-teori filsafat itu (Danuri, 2004) Berfilsafat merupakan memikirkan sesuatu dengan teliti dan teratur serta memiliki arti berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku (Salman, 2000). Sumber pengetahuan filsafat adalah potongan dari beberapa ilmu dan kemudian disusun dengan sempurna untuk pandangan hidup (Praja, 2003). Tiga unsur utama yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain terhadap tiga alat dan tenaga pada manusia adalah

: Metodologi Ilmiah Kalimat Paraphrase
Manusia berani mati demi mempertahankan kepercayaannya (Tafsir, 1990) Cinta kebenaran dari kebijaksanaan yang merupakan tujuan dari pembelajaran filsafat (Syafiie, 1995) Manusia memiliki dua pandangan yaitu memiliki rasa ingin tahu dan rasa ketidaktahuannya (Gallagher, 2001) Pada abad ini ilmu merupakan bagian dari filsafat (Bakhtiar, 2009) Ilmu alam merupakan suatu jalan untuk memahami filsafat yang sebenarnya (Schlick, 2001) Filsafat tidak hanya bersubyek kemanusiaan saja, matematika dan ilmu pengetahuan merupakan sumber filsafat (Woodhouse, 2000) Untuk memperoleh kebenaran, aliran filsafat memiliki metode dengan kekhasannya sendiri (Mustansyir, 2007) Filsafat adalah cara manusia untuk memuaskan hatinya dengan akal (Wijono, 2006) Mencari pengertian filsafat tidak bisa dibuktikan dan dimengerti tanpa dasar yang mendalam (Bakker, 1992) Penolak dugaan orang lain adalah sifat dari filsafat manusia (Alisjahbana, 1981) Filsafat yang mengintepretasikan diri ketatanan masyarakat merupakan hasil pemikiran dasar masalah-masalah manusia (Suseno,1992) Kritis terhadap suatu kenyataan merupakan pertanyaan yang terlontar dari pemikiran filsafat (Hamersa, 1983) Banyak cara yang berbeda untuk memahami filsafat seperti pada prinsip avaris modis benefit (Mustansyir & Munir, 2008) Berfilsafat merupakan memikirkan sesuatu dengan teliti dan teratur serta memiliki arti berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku (Salman, 2000) Sumber pengetahuan filsafat adalah potongan dari beberapa ilmu dan kemudian disusun dengan sempurna untuk pandangan hidup (Praja, 2003) Tiga unsur utama yang memiliki keterkaitan satu dengan yang lain terhadap tiga alat dan tenaga pada manusia adalah ilmu, filsafat, dan agama (Achmadi, 2007) Untuk menciptakan kebahagiaan, manusia hatus memiliki tiga alat dan tenaga utama yaitu akal pikiran, rasa, dan keyakinan (Nasroen, 1967) Merefleksikan ilmu, filsafat, dan agama dalam kehidupan akan merasakan keuntungan darinya (Gie, 2004) Keutamaan filsafat adalah ketidaksetujuan terhadap suatu

Sejarah telah mempertontonkan adanya manusia yang berani mati untuk dan karena agama yang dianutnya ( Tafsir, 1990:6) Hal inilah yang diharapkan dari belajar filsafat yaitu kecintaan pada kebijaksanaan dalam arti cinta akan kebenaran (Syafiie, 1995:3) Sepintas tampak dua pandangan yang saling bertentangan mengenai manusia, disatu pihak rasa ingin tahu, lain pihak ketidaktahuan sebagai kodrat manusia (Gallagher, 2001:13) Perkembangan berikutnya filsafat tidak hanya dipandang sebagai sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri (Bakhtiar, 2009:3) Cara paling sederhana untuk menetapkan ciri paling hakiki filsafat adalah dengan menunjukkan hubungannya dengan ilmu alam (Schlick, 2001:1) Banyak juga yang mengasosiasikan filsafat dengan studi humaniora saja tanpa menyadari bahwa didalam matematika dan ilmu pengetahuan lainnya pun terkandung permasalahan filsafat (Woodhouse, 2000:13) Setiap aliran filsafat itu memilki kekhasannya sendiri, sesuai dengan metode yang dijalankan dalam rangka memperoleh kebenaran (Mustansyir, 2007:1) Filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yan memuaskan hati (Wijono, 2006:8) Filsafat pada umumnya mencari pengertian menurut akar dari dasar terdalam. Filsafat tidak sanggup mengandalkan apa-apa seakan-akan sudah terbukti (Bakker, 1992:18)) Filsafat manusia bersifat Voraussetzungslos, artinya aksioma manapun, prasangka atau prapendapat mana saja ditolak (Alisjahbana, 1981:19) Filsafat menunjukan pergulatan masalah-masalah dasar manusia, seakanakan membawa dirinya ketatanan masyarakat (Suseno, 1992:17) Filsafat cenderung mempertanyakan apa saja secara kritis seluruh realita (Hamersa, 1983:15) Filsafat bisa dimengerti dan dilakukan melalui banyak cara, sehingga berlaku prinsip avaris modis benefit, dapat berhasil melalui banyak cara yang berbeda (Mustansyir & Munir, 2008:5) Berfilsafat adalah berfikir dengan sadar yang mengandung pengertian secara teliti dan teratur sesuai dengan aturan-aturan dan hukum-hukum yang ada (Salam, 2000:60) Filsafat mengambil pengetahuan yang terpotong-potong dari berbagai ilmu, kemudian mengaturnya dalam pandangan hidup yang sempurna dan terpadu (Praja, 2003:13) Ilmu, filsafat, agama mempunyai hubungan yang terkait karena ketiganya tidak dapat berkembang apabila tidak ada tiga alat dan tenaga utama yang berada dalam diri manusia (Achmadi, 2007:17) Tiga alat dan tenaga utama manusia adalah akal pikiran, rasa, keyakinan, sehingga dengan ketiga hal tersebut manusia dapat mencapai kebahagian bagi dirinya (Nasroen, 1967:39) Ilmu, filsafat, agama baru dapat dirasakan faedahnya dalam kehidupan manusia apabila ketiganya merefleksikan dalam diri manusia (Gie, 2004:47) Filsafat itu semata-mata berisikan penolakan pada suatu yang pasti dalam

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful