BAGIAN I 1 MEMULAI BERWIRAUSAHA MENGENAL KEWIRAUSAHAAN Banyak orang beranggapan bahwa kewirausahaan adalah identik dengan usaha mikro

atau kecil. Tidaklah demikian, wirausaha menciptakan usaha dengan cara pandang kewirausahaan, artinya mengejar peluang yang ditandai dengan praktek inovasi dan bertumbuh dengan profitabilitas sebagai sasaran utamanya. Sedangkan usaha kecil dilain pihak adalah organisasi yang dimiliki, dioperasikan dan dibiayai secara independent, mempunyai kurang dari 100 karyawan dan tidak harus terlibat dalam praktek bisnis baru atau inovasi. Agar menjadi kewirausahaan, usaha mikro/kecil harus inovatif dan mencari peluang baru. Banyak perusahan kecil dalam perkembangannya selalu kecil dan terus mengecil yang pada akhirnya terlibas oleh perubahan lingkungan bisnis. Memang tidak salah ketika seseorang atau sekelompok orang yang berjuluk wirausaha memulai usahan bisnisnya dalam skala kecil, namun mereka selalu mengejar pertumbuhan. Sehingga walaupun bisnis kecil, tapi bukan kecil kecilan dan asal asalan, melainkan berkonsep, unik dan dikelola secara profesional. Beberapa bukti empiris telah menunjukkan, salah satunya adalah hasil penelitian dari David Mc Clelland bahwa kesejahteraan penduduk di suatu negara dipengaruhi oleh perkembangan ekonominya. Sementara itu perkembangan ekonomi ditentukan oleh sejauhmana penduduk negara tersebut mempunyai spirit kewirausahaan. Realitas memang menunjukkan kerancuan istilah kewirausahaan (entrepreneurship) yang selalu dikonotasikan dengan berwirausaha (entrepreneurial) atau wirausaha (entrepreneur) bahkan intraprenership. Oleh karenanya, perlu dipertegas ketiga istilah tersebut. Entrepreneurship adalah proses penciptaan sesuatu atau yang baru (kreasi baru) atau mengadakan suatu perubahan atas yang lama dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
1

Hanif mauludin Korespondensi:hanif@stie-mce.ac.id Hanif73.wordpress.com

1

individu atau masyarakat. Wirausaha atau disebut entrepreneur adalah orang yang melakukan tindakan tersebut dengan menciptakan suatu gagasan dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan. Sosok entrepreneur sukses misalnya bill gates (Microsoft), Cak man (bakso kota) dan masih banyak lagi pengusaha sukses lainnya. Sedangkan intrapreneur atau juga sering disebut corporate entrpreneurship adalah membangun dan mempertahankan spirit kewirausahaan dalam suatu perusahaan. Salah satu contoh perusahaan yang tergolong intrapreneur adalah Produsen jamu PT Sido muncul yang selalu kreatif dan inovatif mengembangkan produk bahkan disaat kondisi perekonomian sedang mengalami krisis. Dan tercatat sebagai perusahaan yang sukses membukukan pertumbuhan ketika banyak perusahaan lain gulung tikar. Dengan demikian sangatlah relavan ketika kewirausahaan dapat dilakukan individu baik di dalam organisasi maupun di luar organisasi, untuk dijadikan sebagai bekal dalam menjalankan praktek bisnis menuju pertumbuhan, inovatif dan berdaya saing tinggi. Kewirausahaan merupakan suatu fenomena yang terkenal dewasa ini dan akan menjadi tatanan baru dalam kehidupan bermasyarakat. Aktivitas kewirausahaan khususnya sektor riil yang bergerak dalam usaha mikro/kecil dan menengah (UMKM) telah mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan, baik pada masa krisis, pasca krisis dan sampai masa recovery. Pemerintah pun tertarik dengan kewirausahaan khususnya sektor riil (UMKM) sehingga mencanangkan 2005 sebagai Micro Year. Kewirausahaan pada hakekatnya sudah tertanam dan berkembang dalam kehidupan masyarakat secara luas. Berkembang dari konsep yang sangat tradisional menuju konsep yang modern. Dalam kontek modern, kewirausahaan memerlukan pendidikan dan pembelajaran. Melalui pendidikan dan pembelajaran inilah diharapkan individu atau kelompok memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan usaha/kegiatan bisnis secara mandiri dan profesional. Pendidikan/pembelajaran dan sosialisasi kewirausahaan bagi setiap individu atau kelompok masyarakat sangat penting dilakukan oleh semua pihak. Secara mikro, pendidikan/pembelajaran dan sosialisasi

2

kewirausahaan akan dapat membentuk seseorang mempunyai jiwa mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap fihak lain, dan memberikan solusi “terbaik” bagi masalah pengangguran. Secara makro, pendidikan/pembelajaran dan sosialisasi kewirausahaan dapat menciptakan wirausaha yang bermutu, tangguh dan beretika sehingga dapat menunjang pertumbuhan usaha. Apakah kewirausahaan Kewirausahaan merupakan proses yang dialami oleh individu atau sekelompok orang guna mengambil resiko waktu dan uang dalam mengejar peluang untuk menciptakan nilai dan pertumbuhan melalui inovasi “tanpa melihat sumber daya yang sekarang mereka kuasai”. Bisa juga dikatakan suatu proses untuk membentuk jiwa wirausaha dan jiwa mandiri bagi seseorang dalam memanfaatkan potensi diri yang dimiliki guna menghasilkan sesuatu bermanfaat dan bernilai bagi dirinya. Entrepreneurship didefinisikan sebagai proses penciptaan sesuatu atau yang baru (kreasi baru) atau mengadakan suatu perubahan atas yang lama dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan individu atau masyarakat. Dari pengertian itu bisa kita tarik beberapa kata kunci penting yaitu: (1) menemukan peluang, (2) adanya inovasi, (3) adanya pertumbuhan, dan (4) meningkatkan kesejahteraan. Dengan demikian Kewirausahaan adalah suatu proses di mana individu – baik secara mandiri atau dalam organisasi – secara aktif memanfaatkan peluang-peluang untuk melakukan halhal baru atau melakukan hal-hal yang sudah pernah dilakukan dengan cara baru dan lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan. Terdapat tiga elemen dasar yang menjadi ciri khas sikap kewirausahaan. Tiga elemen dasar tersebut adalah: kebebasan berpikir, motivasi untukberubah dan tindakan. 1. Kebebasan berpikir Salah satu elemen pokok sikap kewirausahaan adalah kemampuan untuk berpikir bebas. Hal ini berarti seseorang mampu berpikir mandiri tanpa terikat pada kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai

3

yang dianut masyarakat. Berpikir bebas juga suatu kemampuan melihat lingkungan dengan pandangan terbuka dan menerima gagasan-gasan baru. Kebebasan berpikir erat kaitannya dengan berpikir kreatif dan mencari peluang-peluang. Kebebasan berpikir adalah kemampuan „berpikir ke luar batas‟. Dalam praktek, wujud kebebasan berpikir adalah seperti yang pernah dikatakan oleh seorang wirausaha: “Jika semua orang menuju satu arah, saya akan mencari arah sebaliknya”. Orang dan organisasi yang berpikiran bebas tidak terkurung oleh batas-batas yang diciptakan orang atau organisasi lain. Mereka selalu bertanya kepada diri mereka sendiri: mengapa mereka melakukannya dengan cara itu dan mengapa saya tidak melakukannya dengan cara lain? 2. Motivasi untuk berubah Orang dan organisasi dengan sikap kewirausahaan memiliki modal keyakinan bahwa mereka sendiri mampu mengubah „lingkungan‟. Mereka percaya bahwa mereka dapat menentukan sendiri arah ke mana mereka harus pergi. Pada umumnya, mereka merasa bahwa mereka adalah mesin perubahan (internal locus of control). Keyakinan bahwa kehidupan (pekerjaan, organisasi) bisa „diciptakan‟, akan membuat seseorang atau suatu organisasi tidak menunggu sampai orang atau organisasi lain memberitahu mereka apa yang harus mereka perbuat. Pilihan diambil secara aktif dan tidak secara pasif. Mereka akan sengaja menetapkan tujuan-tujuan mereka sendiri dan mampu menentukan pilihan untuk mencapai tujuan itu. Karena seseorang yakin bahwa pilihannya benar, dia akan juga merasa bertanggungjawab untuk mencapai sasaran itu dan bekerja keras untuk itu. Persyaratan yang paling penting untuk mengubah perilaku pribadi adalah motivasi. Jika seseorang memiliki motivasi untuk mengubah sikapnya, maka dia akan mampu membuat perubahan ini. 3. Tindakan Elemen ketiga sikap kewirausahaan adalah tindakannya itu sendiri. Meskipun sebenarnya tidak perlu disebut, pada tahap inilah

4

seringkali proses kewirausahaan berhenti. Tanpa tindakan yang kongkrit seseorang tidak bisa berbicara tentang kewirausahaan. Oleh karena itu kemampuan mengambil tindakan dan mengimplementasikan perubahan yang dikehendaki sebagai elemen dasar sikap kewirausahaan. Tabel 1: Elemen-elemen sikap kewirausahaan Kebebasan berpikir Motiasi untuk berubah  Melihat ke depan,  Waspada antisipatif  Optimis  Cepat melihat  Bertekad untuk peluang menjadi  kreatif ,Luwes,  agen perubahan fleksibel  Positif menghadapi  Mandiri tidak tantangan terikat  Terbuka terhadap gagasan-gagasan baru

tindakan  Tegas dalam mengambil keputusan  Berani menanggung risiko  Dorongan untuk mencapai tujuan  ulet  Inisiatif  Kemampuan meyakinkan orang lain  Antusias

MENGENAL WIRAUSAHA Siapa Wirausaha Individu atau kelompok yang menjalankan praktek kewirausahaan dapat disebut sebagai wirausaha. Wirausaha adalah seseorang atau kelompok yang memanfaatkan potensi dirinya guna membaca lingkungan usaha, mengindentifikasi dan memanfaatkan peluang usaha, memobilisasi sumber daya yang ada serta mampu melaksanakan tindakan terhadap perubahan lingkungan serta peluang usaha yang ada. Jadi wirausaha itu bukan hanya seseorang yang bekerja secara mandiri saja (swasta) akan tetapi setiap orang yang dapat atau mampu untuk memenuhi kriteria seperti tersebut. Tidak hanya bekerja keras, wirausaha juga harus bisa bekerja cerdas, bukan hanya di cita-citakan, bukan hanya sekedar niat tetapi

5

melakukan dengan semangat dan kecerdikan. Jeli membaca dan memanfaatkan kesempatan atau peluang usaha-pun belum cukup tanpa dibarengi keberanian mengambil atau menghadapi resiko. Wirausaha sukses selalu mempunyai pandangan kedepan dan berjiwa besar menghadapi kenyataan. Meskipun istilah wirausaha biasanya dipakai untuk menggambarkan seseorang yang mempekerjakan diri sendiri, menjadi seorang wirausaha tidak sekedar pekerjaan atau karir, melainkan merupakan suatu gaya (pilihan) hidup. Dalam usaha kecil wirausaha sendiri sangat menentukan keberhasilan usaha itu. Keberhasilan bisnis sangat bergantung pada pemilik bisnis. Dia harus fleksibel dan imaginatif, mampu membuat rencana, berani menanggung risiko, mengambil keputusan dan mengimplementasikan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Dia harus bersedia bekerja dalam kondisi konflik, perubahan dan ketidak-pastian. Sebelum membuka usaha, penting artinya menganalisis kekuatan-kekuatan dan kelemahankelemahan Anda sendiri sehingga Anda dapat memanfaatkan kekuatankekuatan Anda dan mengimbangi kelemahan-kelemahan Anda. Karakteristik Wirausaha Seorang wirausaha berbeda dengan orang lain karena dia memiliki beberapa karakteristik yang disebut bakat pribadi atau kualitas pribadi. Berikut ini adalah bakat-bakat atau sifat-sifat seorang wirausaha 1. Berani mengambil risiko Seorang wirausaha menyukai tantangan tapi tidak berjudi. Dia menghindari situasi situasi risiko rendah dan risiko tinggi. Oleh karena itu dia adalah pengambil risiko yang moderat. 2. Percaya diri Dia mempunyai pemikiran yang jelas dan pengetahuan yang relevan untuk mencapai tujuan-tujuannya. Optimis Seorang wirausaha

6

menunjukkan sikap positif terhadap peluang-peluang yang dilihatnya di lingkungan sekitarnya.

3. Keinginan kuat untuk berprestasi Seorang wirausaha sangat menginginkan kesuksesan dalam persaingan. Dia berusaha menyelesaikan tugas-tugas yang menantang dan menetapkan standarstandar mutu yang tinggi. Dia juga menyadari kekuatan-kekuatan dan kelemahankelemahannya. 4. Menginginkan kemandirian dan kebebasan Keinginan untuk mandiri adalah sifat yang mendorong seseorang untuk membuka usaha mandiri. Wirausaha bertanggungjawab penuh atas tindakannya. Wirausaha ingin menjadi majikan untuk dirinya. Seorang wirausaha suka mempengaruhi orang lain dan memimpin mereka untuk melaksanakan gagasan-gagasannya. 5. Kreatif Wirausaha mau melakukan perubahan dan menyesuaikan diri dengan situasi bisnis yang berubah. Mereka berusaha mencari ideide dan pengetahuan baru untuk memperbaiki produk dan prosesnya. Mereka juga pemburu informasi. 6. Memandang ke depan Seorang wirausaha memiliki visi besar dan mampu melihat peluangpeluang di lingkungannya yang tidak dilihat orang lain. Seorang wirausaha beorientasi kemasa depan, dia selalu siap menghadapi pemasalahan-permasalahan yang cenderung dihadapi oleh bisnisnya. 7. Ulet dan pekerja keras Seorang wirausaha mengejar tujuan-tujuannya dengan kemampuan maksimumnya. Keterlibatannya bulat. Dia bekerja sangat keras untuk mencapai tujuan-tujuannya. Dia tidak bisa hidup dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak selesai.

7

8. Tanggungjawab pribadi atas tindakan-tindakannya Seorang wirausaha bertanggungjawab secara pribadi atas jalan hidupnya. Baginya keberhasilan adalah hasil dari daya-upaya probadi, bukan keberuntungan atau nasib. Dia memimpin dan mengusahakan sesuatu terjadi sementara orang lain melihat dan mengikuti. Dia memiliki ide dan tindakan yang asli serta mengambil inisiatif. 9. Kemampuan membujuk dan memotivasi Seorang wirausaha bisa berbicara dengan cara yang memotivasi orang lain. Semua orang yang ditemuinya akan melakukan sebisa mereka untuk membantunya karena mereka mau berbuat demikian. Seorang wirausaha dapat mempengaruhi dan menginspirasi orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi karakteristik wirausaha Manusia tidak lahir dengan sikap atau karakteristik tertentu, mereka belajar berperilaku dengan cara tertentu. Oleh karena itu sangat mungkin untuk mengubah perilaku seseorang, meskipun sikap kewirausahaan berbeda untuk masing-masing individu karena pengaruh bakat kewirausahaan dan faktor-faktor lingkungan. Karakteristik atau sikap wirausaha dapat dipengaruhi oleh beberapa hal berikut: 1. Lingkungan keluarga dan masa kecil Beberapa penelitian yang berusaha mengungkap mengenai pengaruh lingkungan keluarga terhadap pembentukan semangat berwirausaha. Penelitian bertopik urutan kelahiran menemukan bahwa anak dengan urutan kelahiran pertama lebih memilih untuk berwirausaha. Namun, penelitian ini perlu dikaji lebih lanjut. Selanjutnya pengaruh pekerjaan orang tua terhadap pertumbuhan semangat kewirausahaan ternyata memiliki pengaruh yang signifikan.

8

2. Pendidikan Faktor pendidikan juga tak kalah memainkan penting dalam penumbuhan semangat kewirausahaan. Pendidikan tidak hanya mempengaruhi seseorang untuk melanjutkan usahanya namun juga membantu dalam mengatasi masalah dalam menjalankan usahanya. 3. Nilai-nilai Personal Faktor selanjutnya adalah nilai-nilai personal yang akan mewarnai usaha yang dikembangkan seorang wirausaha. Nilai personal akan membedakan dirinya dengan pengusaha lain terutama dalam menjalin hubungan dengan pelanggan, suplier, dan pihak-pihak lain, serta cara dalam mengatur organisasinya. 4. Pengalaman Kerja Pengalaman kerja tidak sekedar menjadi salah satu hal yang menyebabkan seseorang untuk menjadi seorang entrepreneur. Pengalaman ketidakpuasan dalam bekerja juga turut menjadi salah satu pendorong dalam mengembangkan usaha baru. Keahlian yang dibutuhkan wirausaha Wirausaha memerlukan keahlian didalam menjalankan aktivitasnya. Keahlian itu bisa berbentuk Keahlian teknik, keahlian manajemen bisnis serta keahlian secara personal. Secara teknis ia mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan lingkungannya (stock/stake holder), memonitor lingkungan, peka teknologi, kompetensi dibidangnya namun adaptif terhadap perubahan. Secara manajemen, wirausaha dapat menetapkan tujuan dan perencanaan, membuat keputusan, faham pemasaran dan keuangan serta akuntansi, membuat jaringan/koneksi, dan mengadakan pengawasan. Secara personal wirausaha harus disiplin, pengendalian diri, inovatif, kemampuan mengelola perubahan serta waspada dalam tindakan. Wirausaha dan Peluang Inovasi

9

Suatu kenyataan yang tidak terelakkan ketika memulai sebuah usaha (enterpreneruial) adalah bagaimana melihat peluang dan memutuskan untuk mengambil peluang tersebut. Pada dasarnya, peluang itu ada di sekitar kita, tetapi seringkali tidak terlihat, tertutup. Tertutup oleh mata hati kita. Kecemasan, keraguan, ketidakpercayaan atau dikatakan sistem belief yang ada pada diri kita, sehingga sumber daya tidak terlihat secara baik. Mengapa hal ini terjadi? Karena kita merasa tidak mempunyai „apa-apa‟ sehingga sumber daya yang ada dalam diri kita atau di sekeliling „kita‟ tidak terlihat. Peter Drucker mengatakan bahwa ada 7 aspek yang dapat dijadikan sumber peluang untuk berinovasi. 1. Yang tidak terduga Di dunia ini, banyak hal yang merupakan sumber peluang yang tidak terduga. Hal ini mengisyaratkan bahwa walaupun manusia dapat merencanakan dengan sebaik baiknya, maka kemungkinan „terjadi‟ sesuatu di luar skenario bisa terjadi. Yang tidak terduga merupakan lokus control di luar diri kita. 2. Ketidakselarasan Ketidakselarasan antara harapan konsumen dengan produk/ jasa. Tidakselarasan internal dalam ritme logika proses. Ketidakselarasan adalah suatu rentang/ gap antara yang seharusnya dengan yang terjadi. Dalam berwirausaha banyak sekali situasi yang menunjukkan ketidakselarasan. 3. Inovasi berdasarkan kebutuhan proses Inovasi di sini menyempurnakan proses yang sudah ada, menggantikan satu mata rantai proses yang lemah, atau merancang kembali proses yang lama yang sudah ada. 4. Perubahan struktur industri/ struktur pasar Oleh karena waktu menjadi sangat berharga, maka konsep one stop service menjadi strategi bisnis yang banyak dilakukan oleh pelaku pasar.

10

5. Perubahan demografi Perubahan demografi didefinisikan sebagai perubahan penduduk dalam jumlah, struktur umur, komposisi, jenis pekerjaan, status penghasilan, status pendidikan – merupakan sumber peluang yang paling mudah diramalkan. 6. Perubahan persepsi Perubahan persepsi merupakan sumber peluang inovasi. Dengan meningkatnya sebagian daya beli masyarakat maka persoalan makan bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan „dasar‟ saja namun juga harapan-harapan 7. Pengetahuan yang baru Beberapa perusahaan dengan devisi penelitian dan pengembangan, secara terus menerus mengembangkan produk/ layanan yang baru. Pengembangan berdasarkan riset ini membutuhkan waktu lama dan biasa yang besar.

11

MEMULAI BERWIRAUSAHA Mengembangkan ide bisnis Ide bisnis yang baik sangat diperlukan, atau bahkan merupakan prasyarat untuk usaha bisnis yang sukses. Namun demikian, ide bisnis yang baik biasanya tidak begitu saja muncul pada pengusaha. Ide bisnis lebih merupakan hasil dari kerja keras dan upaya dari pengusaha untuk membangkitkan, mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang. Ide bisnis adalah respon satu atau sejumlah orang, atau suatu organisasi untuk memecahkan masalah yang diidentifikasi atau untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan di suatu lingkungan (pasar, masyarakat, dsbnya). Mencari ide bisnis yang baik adalah langkah pertama untuk mengubah keinginan dan kreativitas pengusaha menjadi peluang bisnis. Perlu diperhatikan, walaupun ide bisnis merupakan prasyarat, ide bisnis hanyalah suatu alat. Betapapun bagusnya ide tidak cukup untuk kesuksesan kalau tidak dikembangkan dan diubah menjadi peluang bisnis yang layak. Banyak alasan mengapa wirausaha perlu membangkitkan ide bisnis. Berikut adalah beberapa di antaranya: 1. Sebagai motor penggerak bisnis Ide dalam bisnis ibarat ruh dalam kehidupan. Idelah yang menggerakkan semua potensi sumberdaya untuk dikerahkan dalam upaya mewujudkan tujuan bisnis yang hendak dicapai. 2. Untuk merespon kebutuhan pasar. Pada dasarnya pasar terdiri atas pelanggan yang ingin agar kebutuhan dan keinginannya dipenuhi. Imbalan akan diperoleh orang atau perusahaan yang dapat memenuhi kebutuhan ini. Perubahan mode dan kebutuhan membuka peluang bagi wirausaha untuk merespon permintaan itu dengan ide, produk dan jasa baru.

12

3. Agar tetap memimpin persaingan. jika anda tidak muncul dengan ide, produk dan jasa baru, pesaing anda akan berbuat demikian. Tantangannya adalah untuk berbeda atau lebih baik dari yang lain. 4. Memanfaatkan teknologi Teknologi telah menjadi alat kompetitif yang utama di pasar dewasa ini, dengan laju perubahan yang memaksa banyak perusahaan untuk berinovasi. 5. Karena siklus hidup produk. Semua produk mempunyai umur terbatas. Seperti tampak dari bagan siklus hidup produk, bahkan produk-produk baru pun akhirnya akan ketinggalan zaman atau kuno. Dengan demikian, dibutuhkan perencanaan untuk produk baru dan pertumbuhannya. Kemajuan dan pertumbuhan perusahaan bergantung kepada kemampuannya memperkenalkan produk baru dan mengelola pertumbuhannya. 6. Menyebar risiko dan menerima kegagalan. Terkait dengan konsep siklus hidup produk adalah fakta bahwa produk mempunyai masa. Dari perkenalan sampai kejenuhan kemudian konsumen mulai bosan dan akhirnya produk harus keluar dari pasar. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menyebar risikonya dengan terus-menerus membangkitkan ide-ide baru. Sumber-sumber ide bisnis Salah satu masalah yang sering di temui dalam memulai berwirausaha adalah belum ditemukannya ide bisnis. Ide bisnis memang harus di temukan dengan cara cara ekplorasi. Terdapat beberapa pendekatan didalam menemukan ide bisnis antara lain: 1. Pendidikan dan pelatihan Banyak lahir pengusaha baru setelah melalui fase pendidikan dan pelatihan. Seorang mahasiswa jurusan animasi bahkan sebelum

13

lulus kuliah telah sukses mendirikan bisnis advertising. Juga seorang mahasiswa jurusan ekonomi juga sukses sebagai pengusaha sapi perah karena terinspirasi oleh pejelasan dosennya. Demikianlah pendidikan, ia membawa pengetahuan dan pemahaman sehingga menjadi agen perubahan. 2. Hobi/minat Hobi adalah kegiatan favorit di waktu luang atau suatu pekerjaan yang disukai. Banyak orang, dalam melakukan hobi atau minat, berhasil mendirikan bisnis. Sebagai contoh, jika Anda suka bermain komputer, memasak, menyukai musik, perjalanan, olahraga atau pertunjukan, Anda dapat mengembangkannya menjadi sebuah bisnis. Misalnya, jika Anda menyukai pariwisata, pertunjukan dan/atau penyambutan tamu, Anda mungkin berminat terjun ke bisnis pariwisata – salah satu industri terbesar di dunia. 3. Keterampilan dan pengalaman pribadi Lebih dari separuh ide bisnis yang sukses berasal dari pengalaman bekerja di kantor/tempat bekerja, misalnya, seorang montir yang mempunyai pengalaman kerja di bengkel besar yang akhirnya membuka bisnis reparasi mobil atau bisnis berjualan mobil bekas. Jadi, latar belakang pengusaha memainkan peranan penting dalam keputusan memasuki bisnis serta jenis bisnis yang akan mereka ciptakan. Keterampilan dan pengalaman Anda merupakan sumberdaya yang paling penting, tidak hanya untuk membangkitkan ide tetapi juga untuk memanfaatkannya. 4. Lingkungan keluarga Tidak sedikit pengusaha yang memulai usahanya karena pengaruh keluarga. Biasanya bisnis perorangan semacam ini bersifat turunan dan hal ini bisa menjad media inspirasi yang baik untuk menemukan ide bisnis.

14

5. Waralaba Waralaba (franchising) adalah suatu tatanan di mana produsen atau distributor tunggal dari suatu merek dagang, produk atau jasa, memberikan hak ekslusif untuk distribusi lokal kepada pengecer independent dengan imbalan pembayaran royalti dan kepatuhan terhadap prosedur operasi yang sudah dibakukan. Waralaba memiliki beberapa bentuk, tetapi satu bentuk yang menarik adalah jenis yang menawarkan nama, citra, cara untuk melakukan bisnis dan prosedur operasi. 6. Survei pelanggan Inti dari suatu ide bisnis baru seharusnya adalah memuaskan pelanggan. Kebutuhan dan keinginan dari pelanggan, yang merupakan alasan munculnya suatu produk atau jasa, dapat kita pastikan melalui suatu survei. Survei dapat kita lakukan secara tidak formal atau secara formal melalui percakapan dengan orang lain biasanya menggunakan daftar pertanyaan, atau melalui wawancara atau melalui observasi. 7. Curah pendapat Curah pendapat (brainstorming) adalah suatu teknik untuk pemecahan masalah secara kreatif. Disamping untuk membangkitkan ide, tujuannya adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin ide. Curah pendapat biasanya dimulai dengan suatu pertanyaan atau pernyataan masalah. Sebagai contoh, anda dapat bertanya “Produk dan jasa apa yang sekarang dibutuhkan di rumah tetapi belum tersedia?. Setiap ide dapat menghasilkan satu tambahan ide atau lebih, sehingga jumlah ide akan banyak. Ketika anda menggunakan metode ini, anda harus mengikuti empat aturan berikut: • Jangan mengkritik atau menilai ide orang lain • Biarkan ide terlontar secara bebas – ide yang tampaknya liar dan tidak masuk akal agar diterima dengan baik • Jumlah ide harus cukup banyak – semakin banyak ide, semakin baik

15

• Gabungkan dan kembangkan ide-ide dari orang lain Selanjutnya semua ide, walaupun tidak logis atau tidak masuk akal, harus dicatat. 8. Menggunakan Peta peluang bisnis

Jagungkedelaikacang- dll

Abon-dendeng-dll Tepung tulang Produk daging olahan Industri kulit

Industri pakan ternak pembibitan Penggemukan

SAPI

Sapi Perahan Aneka kerajinan Keju, susu dll
Dengan alat bantu peluang bisnis kita bisa melakukan pemetaan terhadap berbagai kemungkinan diversifikasi usaha.

16

BAGIAN II MENILAI KELAYAKAN USAHA Studi Kelayakan Bisnis Setiap perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis ataupun ingin membuka usaha baru memerlukan Studi kelayakan bisnis untuk menilai kelayakannya. Studi kelayakan yang juga disebut feasibility study merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan. Studi kelayakan bisnis atau sering pula disebut dengan studi kelayakan proyek adalah suatu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu proyek itu dilaksanakan. Maksud layak (atau tidak layak) disini adalah perkiraan bahwa proyek akan dapat (atau tidak dapat) menghasilkan keuntungan yang layak bila telah dioperasionalkan. Lebih lanjut, studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. Mempelajari secara mendalam artinya meneliti secara sungguh-sungguh data dan informasi yang ada, kemudian diukur, dihitung dan dianalisis hasil penelitian tersebut dengan menggunakan metode-metode tertentu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebelum melakukan proyek bisnis perlu dilakukan studi kelayakan bisnis untuk menilai apakah bisnis/proyek tersebut layak atau tidak untuk dijalankan, berapa keuntungan yang akan diperoleh serta untuk menganalisa kemungkinan-kemungkinan yang terjadi seiring berjalannya bisnis/proyek tersebut. Arti penting dan tujuan studi kelayakan bisnis Pada dasarnya tujuan dilakukanya studi kelyakan bisnis adalah menghindari keterlanjuran penanaman modal pada kegiatan yang ternyata tidak menguntungkan. Lebih jelasnya, ada 5 tujuan dilakukannya studi kelayakan bisnis. 1). Menghindari resiko kerugian. Studi kelayakan berfungsi untuk mengindari resiko kerugian keuangan dimasa datang yang penuh ketidakpastian.Kondisi ini

17

ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau terjadi tanpa diramalkan.Dalam hal ini, fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan resiko yang tidak diinginkan, baik resiko yang dapat dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. 2). Memudahkan perencanaan. Ramalan yang akan terjadi di masa datang dapat mempermudah dalam melakukan perencanaan. Perencanaan tersebut meliputi: a). Berapa jumlah dana yang diperlukan, b). Kapan usaha akan dijalankan, c). Dimana lokasi usaha akan dibangun, d). Siapa yang akan melaksanakan, e). Bagaimana cara melaksanakannya, f). Berapa besar keuntungan yang akan diperoleh, g). Dan bagaimana cara mengawasinya jika terjadi penyimpangan. Dengan adanya perencanaaan yang baik, maka suatu usaha akan mempunyai jadwal pelaksanaan usaha yang baik pula, yaitu mulai dari usaha tersebut dijalankan sampai pada waktu tertentu. 3) Memudahkan pelaksanaan pekerjaan Berbagai rencana yang disusun akan memudahkan dalam pelaksanaan usaha.Rencana yang sudah disusun akan dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap usaha, sehingga suatu pekerjaan dapat dilakukan secara sistematis dan dapat tepat sasaran serta sesuai rencana. 4) Memudahkan pengawasan Pelaksanaan usaha yang sesuai rencana akan memudahkan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha.Pengawasan ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan dari rencana yang telah disusun.Selain itu, pelaksanaan usaha dapat dilakukan secara sungguh – sungguh, karena ada yang mengawasi. 5) Memudahkan pengendalian Adanya pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan dapat terdeteksi terjadinya suatu penyimpangan sehingga dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut.Tujuan dari

18

pengendalian ini adalah untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng agar tujuan perusahaan dapat tercapai. Selain alasan – alasan tersebut, tujuan dilakukannya studi kelayakan bisnis adalah guna mencari jalan keluar atas berbagai faktor, resiko dan hambatan yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang agar dapat diminimalkan, dihindari atau mungkin juga dihilangkan. Hambatan – hambatan tersebut umumnya disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: a). Kesalahan perencanaan. b). Kesalahan dalam menaksir pasar yang tersedia. c). Kesalahan dalam memperkirakan teknologi yang tepat. d). Kesalahan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja. e). Pelaksanaan proyek tidak dapat dikendalikan. f). Faktor lingkungan (ekonomi, sosial, politik) yang berubah. g). Sebab-sebab di luar dugaan. Dari penjelasan diatas, maka dapat dilihat bahwa peranan dan fungsi dari studi kelayakan bisnis adalah penting adanya, selain sebagai sarana dalam pengambilan keputusan berinvestasi, apakah menolak atau menerima rencana investasi bisnis kita, tetapi juga berguna dalam menunjang rencana investasi suatu bisnis/proyek agar dapat terhindar dari berbagai faktor atau hambatan – hambatan yang dapat mengancam bisnis kita saat ini ataupun di masa yang akan datang. Manfaat Studi Kelayakan Bisnis Berbagai manfaat dapat diperoleh dari studi kelayakan bisnis yang mana tidak hanya berfungsi sebagai alat atau sarana dalam pengambilan keputusan suatu rencana bisnis atau proyek saja, tetapi juga berperan penting bagi pihak – pihak tertentu yang memerlukan laporan atas hasil dari penilaian suatu studi rencana bisnis/proyek itu sendiri guna mendukung aktivitas ataupun usaha mereka nantinya. Studi kelayakan bisnis memberikan manfaat terhadap pihak–pihak yang membutuhkannya seperti: 1). Pihak Perbankan atau Lembaga Keuangan Lainnya

19

Laporan studi kelayakan bisnis dapat memudahkan pihak debitur/bank dalam mengkaji ulang dan mempertimbangkan sisisisi lain studi kelayakan bisnis yang telah dibuat, seperti bonafiditas dan tersedianya agunan yang dimiliki perusahaan. 2). Pihak Investor/Penanam Modal Dengan adanya laporan studi kelayakan maka investor dapat mengetahui jaminan keselamatan dari modal yang ditanam. 3). Pihak Manajemen Perusahaan Sebagai leade, manajemen perusahaan juga memerlukan studi kelayakan bisnis untuk mengetahui berapa besarnya dana yang dibutuhkan, berapa besarnya dana yang dialokasikan dari modal sendiri dan juga rencana pendanaan dari investor maupun kreditor. 4). Pihak Pemerintah dan Masyarakat Perusahaan yang akan berdiri harus memperhatikan kebijakan – kebijkan yang ditetapkan oleh pemerintah agar dapat diperioritaskan untuk dibantu oleh pemerintah. 5). Bagi Tujuan Pembangunan Ekonomi Penyusunan studi kelayakan bisnis perlu dianalisis manfaat yang akan didapat dan biaya yang ditimbulkan proyek terhadap perekonomian nasional, karena sedapat mungkin proyek dibuat demi tercapainya tujuan-tujuan nasional. Tahapan Studi Kelayakan Bisnis Dalam melaksanakan studi kelayakan bisnis, ada beberapa tahapan studi yang dikerjakan. Tahapan – tahapan tersebut meliputi: a. Penemuan Ide Proyek Agar dapat menghasilkan ide proyek yang dapat menghasilkan produk laku untuk dijual dan menguntungkan, diperlukan adanya penelitian yang terorganisasi dengan baik serta dukungan sumber daya yang memadai.Jika ide proyek lebih dari satu, dipilih dengan memperhatikan: ide proyek sesuai dengan minat, pengambil keputusan mampu melibatkan diri dalam hal-hal yang sifatnya teknis, Keyakinan akan kemampuan proyek menghasilkan laba.

20

b. Tahap Penelitian Setelah ide proyek terpilih, dilakukan penelitian yang lebih mendalam dengan metode ilmiah meliputi: mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis dan menginterpretasikan hasil pengolahan data, menyimpulkan hasil dan membuat laporan hasil. c. Tahap Evaluasi Proyek Bisnis Evaluasi yaitu membandingkan sesuatu dengan satu atau lebih standar atau kriteria yang bersifat kuantitatif atau kualitatif. Ada 3 macam evaluasi: mengevaluasi usaha proyek yang akan didirikan, mengevaluasi proyek yang akan dibangun dan mengevaluasi bisnis yang sudah dioperasionalkan secara rutin. Dalam evaluasi bisnis yang akan dibandingkan adalah seluruh ongkos yang akan ditimbulkan oleh usulan bisnis serta manfaat atau benefit yang akan diperkirakan akan diperoleh. d. Tahap Pengurutan Usulan yang Layak Jika terdapat lebih dari satu usulan rencana bisnis yang dianggap layak, perlu dilakukan pemilihan rencana bisnis yang mempunyai skor tertinggi jika dibanding usulan lain berdasar kriteria penilaian yang telah ditentukan. e. Tahap Rencana Pelaksanaan Proyek Bisnis Setelah rencana bisnis dipilih perlu dibuat rencana kerja pelaksanaan pembangunan proyek mulai dari penentuan jenis pekerjaan, jumlah dan kualifikasi tenaga perencana, ketersediaan dana dan sumber daya lain serta kesiapan manajemen. f. Tahap Pelaksanaan Proyek Bisnis Dalam realisasi pembangunan proyek, diperlukan adanya manajemen proyek.Setelah proyek selesai dikerjakan tahap selanjutnya adalah melaksanakan operasional bisnis secara rutin. Agar selalu bekerja secara efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan laba perusahaan, dalam operasional perlu kajian-

21

kajian untuk mengevaluasi bisnis pemasaran, produksi dan operasi.

dari

fungsi

keuangan,

4. Aspek kajian Dalam penjelasan sebelumnya telah dibahas tentang tahapan– tahapan dalam melakukan studi kelayakan bisnis.Dan dalam sesi kali ini akan dibahas secara lebih mendalam tentang aspek – aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat analisis studi kelayakan dari suatu rencana proyek/usaha. Terdapat enam aspek dalam studi kelayakan bisnis yang perlu diteliti, yaitu: a. Aspek pasar dan pemasaran. b. Aspek teknis dan teknologi. c. Aspek manajemen. d. Aspek yuridis. e. Aspek lingkungan (politik, ekonomi, sosial). f. Aspek finansial. Meskipun demikian, tidak semua aspek–aspek tersebut diatas wajib untuk dianalisis. Terdapat beberapa aspek–aspek utama saja yang dianggap paling penting dalam menilai kelayakan suatu usulan proyek/bisnis. Aspek – aspek utama tersebut meliputi, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen, serta aspek finansial/keuangan. Alasan mengapa hanya empat aspek saja yang penting untuk dianalisis adalah karena analisis mengenai aspek lingkungan sosial dan yuridis lebih cocok diterapkan untuk unit usaha/perusahaan–perusahaan yang ketika berdiri nantinya memberikan dampak negatif yang cukup besar bagi masyarakat sekitarnya, seperti dampak polusi dan hal–hal lain yang kiranya meresahkan masyarakat sekitarnya. Sebagai akibatnya, kemungkinan besar usulan proyek tersebut kurang bisa diterima oleh lingkungan masyarakat sekitarnya. Pada dasarnya, analisis mengenai aspek lingkungan dilakukan guna melihat sejauh mana lingkungan luar tersebut memberikan peluang sekaligus ancaman bagi rencana bisnis. Oleh karena itu analisis mengenai aspek

22

lingkungan sosial baik itu sosial masyarakat, ekonomi maupun politik perlu dilakukan. Kaitan antara analisis aspek sosial dengan aspek yuridis adalah, tentang perizinan usulan proyek tersebut. Jika dilihat dari aspek lingkungan sosialnya usulan proyek tersebut dianggap memungkinkan untuk didirikan maka secara tidak langsung penanganan mengenai masalah perizinan usahanya pun akan lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu, analisis mengenai aspek yuridis juga perlu dilakukan untuk melihat apakah usulan proyek yang akan didirikan telah sesuai dengan peraturan hukum yang ada atau tidak. Bagi perusahaan atau unit usaha yang kiranya tidak memberikan dampak negatif yang besar terhadap masyarakat sekitarnya, maka analisis terhadap kedua aspek tersebut tidaklah terlalu material untuk dilakukan.Selain membutuhkan waktu yang banyak, analisis terhadap kedua aspek tersebut juga memerlukan biaya yang besar pula. Karena, semakin banyak aspek – aspek yang dianalisis dalam studi kelayakan bisnis, maka semakin besar pula dana dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya. Intensitas Studi Kelayakan Faktor yang mempengaruhi intensitas studi kelayakan (mendalam mencakup berbagai aspek yang terpengaruh, hanya beberapa aspek saja, atau hanya bersifat informal): 1. Besarnya dana yang ditanamkan (semakin besar jumlah dana semakin mendalam studi dilakukan, bandingkan: proyek pembangunan pabrik perakitan mobil dan proyek membuka dealer mobil) 2. Tingkat ketidakpastian proyek (semakin sulit memperkirakan penghasilan penjualan, biaya, aliran kas, dll, makin hati-hati studi dilakukan) 3. Kompleksitas elemen-elemen yang mempengaruhi proyek (setiap proyek dipengaruhi dan mempengaruhi faktor lain. Semakin kompleks faktor yang mempengaruhi proyek semakin hati-hati studi dikerjakan).

23

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN Dalam rangka menilai kelayakan usaha, aspek pasar dan pemasaran merupakan salah satu aspek yang harus dianalisis oleh setiap pengusaha. Aspek ini sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat berkembang, tetap seperti saat berdirinya atau bahkan menjurus bangkrut. Didalam aspek pasar, telaah mengenai (1) permintaan dan (2) penawaran merupakan inti permasalahan yang harus dijawab Beberapa pertimbangan dalam penetapan kebijakan-kebijakan penting dan pengembangan strategi perusahaan untuk meraih pasar serta menciptakan keuntungan bertumpu pada keduanya hal tersebut. Mempelajari permintaan pasar merupakan pendekatan harus yang dilakukan karena ditinjau dari sisi pandang usaha, permintaan dapat diartikan kebutuhan pasar. Sedangkan penawaran dapat dikatakan sebagai respon atas munculnya permintaan. Dengan adanya pertemuan antara permintaan dan penawaran inilah akan melahirkan pasar. “Pasar” inilah sebuah nama yang meramaikan dunia bisnis, pengusaha akan selalu sibuk mencari, menemukan bahkan menciptakan pasar. Pasar yang kita kenal sebagai pertemuan antara permintaan dan penawaran suatu jenis produk atau jasa, sehingga tercapai suatu kesepakatan dalam transaksi termasuk unsur keseimbangan harga. Pasar bukan hanya dibatasi oleh bertatap muka antara pembeli dan penjual secara langsung namun lebih dari itu pasar saat ini (era teknologi informasi) merupakan suatu jaringan komunikasi yang bisa mempertemukan kedua pihak sehingga memungkinkan terjadinya transaksi, bahkan secara elektronik. Beberapa pertanyaan dasar dalam Aspek Pasar dan Pemasaran Terdapat beberapa pernyataan dasar yang harus dijawab oleh pengusaha sebelum mengembangkan ide/gagasan atau menjalankan rencana bisnisnya, yaitu:

24

1. Berapa ukuran atau cakupan pasar potensial (market space) yang tersedia? 2. Berapa kemungkinan pasar efektif/pangsa pasar (market share) yang mampu diserap 3. Bagaimana rencana strategi pemasaran yang tepat memasuki pasar potensial dan untuk mengambil serta mengembangkan pangsa pasar. Banyak sebab munculnya peluang investasi atau bisnis misalnya: karena permintaan yang tidak mampu dipenuhi penawaran (kapasitas), karena perubahan selera dan gaya hidup manusia, karena kemajuan teknologi, bahkan karena krisis ekonomi bisa melahirkan peluang bisnis. Tuhan yang Maha Pemurah dan Maha Kaya senantiasa menciptakan peluang-peluang, manusia hanya berusaha menemukan peluang tersebut. Manusia selalu mempunyai keinginan dan tentu mempunyai harapan. Harapan ini sebenarnya adalah bagian dari sifat manusia “kebanyakan” yang berkecenderungan tidak selalu bisa merasa puas atas apa yang telah mereka peroleh. Dari kondisi alami inilah sebenarnya akan lahir cikal bakal permintaan dan penawaran yang selanjutnya akan menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Perhatikan Fragmen berikut ini hubungan antara kebutuhan-harapan-peluang bisnis: Faktor yang dapat mempengaruhi besarnya permintaan pasar Adapun secara konseptual berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besarnya permintaan pasar. Faktor tersebut dapat kita bedakan secara makro dan secara mikro. 1. a. b. c. Secara makro, berupa: Jumlah penyebaran dan perkembangan penduduk Pendapatan nasional dan perkapita penduduk Pola konsumsi dan selera masyarakat

25

d. Kebijaksanaan pemerintah dan negara konsumen lain e. Permintaan konsumen dari negara lain 2. a. b. c. d. e. Secara mikro, berupa: Persaingan antara usaha sejenis Persaingan dengan produk substitusi Biaya pemasaran Daur hidup produk Strategi pemasaran

Mengukur Potensi Pasar dan Permintaan Terdapat tiga pertanyaan dalam bahasan kali ini yaitu: (1) apakah konsep utama dalam pengukuran dan peramalan, (2) bagaimana permintaan saat ini dapat diestimasi, (3) bagaimana permintaan dimasa yang akan datang dapat diestimasi. Pemasar sering menyebut istilah (1) pasar potensial, adalah sekumpulan konsumen yang menyatakan minat dalam tingkat yang memadai untuk suatu penawaran. (2) pasar yang tersedia, adalah kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses pada penawaran pasar tertentu. (3) pasar yang tersedia yang memenuhi syarat, adalah kumpulan konsumen yang mempunyai minat, penghasilan dan akses dan kualifikasi pada penawaran pasar tertentu. (4) pasar yang dilayani juga disebut pasar sasaran, adalah bagian pasar tersedia yang memenuhi syarat yang diputuskan akan dilayani oleh perusahaan, dan (5)pasar yang tertembus, adalah kumpulan konsumen yang telah membeli produk yang bersangkutan. Definisi definisi tersebut akan berguna bagi pengusaha untuk lebih mengenal karakteristik permintaan. Kesimpulannya, pasar adalah kumpulan pembeli aktual dan pembeli potensial dari suatu produk. Ukuran pasar tergantung pada jumlah pembeli yang mungkin ada pada suatu penawaran pasar tertentu. Pembeli potensial harus memiliki tiga ciri: minat, penghasilan dan akses (daya jangkau).

26

Permintaan pasar pada dasarnya menunjukkan besarnya kuantitas permintaan konsumen atas produk atau jasa. Permintaan disebut juga dengan demand adalah jumlah barang yang tersedia dibeli oleh para pembeli pada pasar tertentu dan pada waktu tertentu. Permintaan atas produk berdasarkan definisi tentang pasar diatas intinya dapat dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu: (1) permintaan potensial, adalah permintaan menurut perkiraan akan menjadi permintaan efektif pada masa yang akan datang. Permintaan potensial dimungkinkan menjadi permintaan efektif jika kekuatan pasar potensialnya bertambah besar. Upaya yang dilakukan untuk memperbesar biasanya dengan mencari pasar baru atau secara alamiah berharap dari perubahan positif secara demografi. maupun secara geografi. Permintaan potensial akan membentuk pasar potensial (market space). (2) permintaan efektif, adalah keinginan untuk membeli suatu produk atau jasa yang di hubungkan dengan kemampuan untuk membayar. Dalam hal ini juga berarti jumlah produk atau jasa yang diminta dengan harga yang normal. Permintaan efektif sangat terkait dengan usaha segmentasi pasar. Permintaan efektif akan membentuk pangsa pasar (market share) Dengan mengetahui besarnya permintaan efektif terhadap suatu produk maka dapat di tentukan apakah usaha yang akan memproduksi produk tersebut masih memiliki peluang untuk dilanjutkan atau tidak. Selanjutnya apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan dan dibiayai. Lebih lanjut dengan mengetahui pangsa pasar kegiatan peramalan akan menjadi lebih mudah dan pada akhirnya membantu keakuratan dalam analisa aspek teknis, manajemen, dan keuangan. Meramalkan Potensi Pasar dan Permintaan Untuk mengetahui besarnya potensi pasar maupun permintaan atas suatu jenis produk bisa digunakan beberapa formulasi berikut ini:

27

Model 1 Analisis Permintaan Efektif
2

PE = P + (I-E) + ∆ S PE = Volume permintaan efektif P = Volume produksi total dari usaha-usaha sejenis I = Volume impor produk yang sama dari Negara lain E = Volume ekspor untuk produk yang sama ∆S = Selisih dari sediaan awal dan akhir Contoh Aplikasi Misalnya dalam tahun 2000, produksi beras secara nasional adalah 10 juta ton, kemudian impor dari Negara lain 7 juta ton, sementara itu ekspor ke negara lain 1 juta ton. Jika pada awal tahun 2000 persediaan beras nasional 0,5 juta ton dan p[ersediaan akhir tahun 2000 adalah 0,7 ton, maka besarnya volume permintaan efektif beras pada tahun 2000 yaitu: PE = 10 juta + ( 7 juta – 1 juta) + (0,5 juta -0,7 juta) = 15,8 juta ton.

Jika permintaan efektif tersebut dikonsumsi oleh 145 juta penduduk Indonesia, maka setiap orang rata-rata mengkonsumsi 0,3 kg beras perhari. Selanjutnya untuk memperoleh gambaran permintaan beras pada tahun 2001, jika diasumsikan dengan tingkat pertumbuhan penduduk 2% pertahun, maka permintaan efektif sekitar: 1,02 x 145 juta x 0,3 x 365 hari = 16,2 juta ton. Dengan asumsi bahwa persediaan beras pada akhir tahun 2001 sama dengan tahun yaitu 0,7 ton kemudian ekspor dan impor sama dengan tahun 2000 maka volume beras yang harus diproduksi oleh para petani di Indonesia adalah:

Formulasi ini sangat cocok untuk produk dengan jumlah atau besarannya relative mudah diketahui dari sumber resmi pemerintah, misalnya kebutuhan pokok minyak, beras, dll.
2

28

P = 16,2 juta – (7 juta – 1 juta) – (0,5 juta – 0,7 juta) = 10,2 juta ton Namun apabila pemerintah menetapkan kebijakan pencanangan swasembada beras hingga impor beras ditiadakan maka petani harus bisa memproduksi 17,2 juta ton dalam tahun 2001. Kalau petani mampu memproduksi 20 juta ton beras maka pemerintah harus bisa mengekspor beras sejumlah: 20 juta – 17,2 juta + 1 juta = 3,8 juta ton dengan anggapan cadangan sediaan akhir tahun tetap 0,7 ton. Dengan ditemukannya jumlah volume permintaan efektif (PE) dan volume produksi total (P) dalam contoh kasus tersebut maka bisa diprediksi luas lahan sawah yang diperlukan, jumlah tenaga petani demikian juga sarana dan prasarana meliputi pupuk dan bibit termasuk besaran dana atau modal pinjaman yang diperlukan petani. Model 2 Proyeksi Volume Penjualan Manfaat memproyeksikan volume penjualan adalah untuk menentukan proyeksi volume produksi yang pada akhirnya digunakan untuk menentukan proyeksi arus kas dan laba rugi perusahaan. Metode untuk menyusun proyeksi volume permintaan yang umum digunakan adalah proyeksi kecenderungan permintaan. Pemggunaan metode ini didasarkan atas kondisi historical dari permintaan produk beberapa tahun sebelumnya secara deret waktu, kemudian dengan cara least square analysis, deretan angka tersebut diekstrapolasikan secara garis lurus untuk mengetahui perkiraan proyeksi permintaan pada masa mendatang. Yang perlu di ingat bahwa pada saat memproyeksikan, jangan sampai proyeksi waktunya melebihi umur ekonomis aktiva tetap investasi. Jika proyeksi melebihi umur ekonomis maka perlu diperhitungkan biaya pengeluaran untuk penggantian aktiva tetap investasi tersebut.

29

Metode least square yang dimaksud dapat diformulasikan sebagai berikut: Y = a + bx Secara sederhana koefisien koefisien tersebut diperoleh dengan cara: A = Y/n ; b = Jumlah XY/x2 Contoh aplikasi Permintaan kelapa sawit (dalam satuan ton)
Tahun permintaan (Y) 2001 10 2002 25 2003 31 2004 28 2005 33 2006 40 n=6 167 x -5 -3 -1 1 3 5 0 xy -50 -75 -31 28 99 200 171 x2 25 9 1 1 9 25 70

a 27.833 b 2.4429 2007 27.83 + 2.44 (7) 44.93333 ton

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, proyeksi permintaan untuk tahun 2007 dapat diperkirakan sebanyak 44,9 ton. Namun demikian perhitungan dengan pendekatan kuantitatif tersebut bukanlah harga pasti, tingkat keakuratannya sangat tergantung dari kualitas data dan asumsi yang mendasarinya. Semakain cateris paribus dapat dipertahankan hasil ramalan tersebut memang dapat diandalkan. Akan tetapi hal itu sulit ditemui, oleh karena itu disamping meramalkan dengan pendekatan kuantitatif, beberapa parameter kualitatif juga harus diperhatikan. Terdapat beberapa teknik kualitatif yang bisa digunakan didalam mencarai informasi seputar ramalan permintaan misalnya survey minat membeli, pendapat tenaga penjual dan agen, pendapat para ahli.

30

Model 3 Metode rasio rantai Yakni metode yang menghitung permintaan efektif dengan cara membagi komponen –komponen yang lebih kecil dari suatu mata rantai urutan dari variable yang berpengaruh terhadap permintaan produk yang bersangkutan. Contoh aplikasi untuk produk makanan kaleng Z. Jumlah penduduk keseluruhan yang berpotensi menggunakan produk Z x % Permintaan Untuk penghasilan perkapita yang dikonsumsi x % makanan kaleng Z = rata-rata penghasilan perkapita yang dikonsumsikan untuk makanan dan minuman x % rata-rata penghasilan yang dikonsumsikan untuk makanan kaleng Z . Model Alternatif lainnya Terkadang untuk usaha yang baru berdiri atau jenis investasi tertentu, karena minimnya data dan informasi maka meramalkan potensi pasarnya menjadi lebih sulit. Untuk kasus yang seperti itu prosedur peramalan permintaan dan pengukuran potensi pasarnya bisa digunakan pendekatan secara kualitatif berdasarkan asumsi asumsi tertentu. Asumsi yang dimaksud bisa bersumber dari pendapat orang yang berpengalaman atau advise konsultan bisnis. Metode ini kadang disebut metode pendapat. Juga bisa digunakan metode test/eksperimen dan metode survey atau segmentasi.

Masih berlanjut.....................................................

31

Daftar Bacaan Drucker, Peter F. , Innovation and Entrepreneur Hisrich,R.D., Peters, M.P., dan Shepherd, D.A. 2005. Entrepreneurship. Sixth Edition. New York: McGraw-Hill Marioti, Steve and Towle, Tony, Entrepreneurship: How to start and operate a Small business, 2006, 10th edition, The National Foundation for Teaching Enterpreneurship, Inc (NFTN), New York. Bank Indonesia, “Analisi kredit usaha kecil dan mikro”, Semarang 2003 Philip kotler, Manajemen Pemasran: analisism pernecanaan, implemetasi dan pengendalian,1994.

32

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful