P. 1
BAB III

BAB III

|Views: 5|Likes:

More info:

Published by: Aan Safwandi EmoTicore on Aug 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2010

pdf

text

original

BAB III HASIL TEMUAN PPL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Temuan Dalam PPL 1.

Dalam Kegiatan Pembelajaran Guru sebagai pendidik harus mempunyai tiga tahapan penting dalam mengajar, yakni adanya pembukaan, kegiatan inti dan penutup, ketiga tahap tersebut harus dimanfaatkan oleh guru sebaik mungkin untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih hidup. Berikut hasil observasi penulis terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru bidang studi. A. Pembukaan Ketika masuk kelas yang dikerjakan guru adalah memberi salam, mengamati manajemen, dan kondisi kelas, mengabsensi siswa. Guru membuka pelajaran dengan cara mengulang sedikit tentang pelajaran minggu lalu, apersepsi, dan memotivasi siswa. Guru membuka pelajaran tersebut sesuai dengan materi yang disajikan. Tahap ini berlangsung selama 10 menit. Perhatian siswa terhadap guru sangat antusias. B. Kegiatan Inti Guru menyajikan materi pokok pelajaran dengan baik dan benar serta mengikuti prosedur mengajar. Selama proses belajar berlangsung guru bertanya kepada siswa sebanyak lima kali. Siswa yang dapat kesempatan menjawab pertanyaan guru sebanyak empat orang. Guru mengatasi siswa yang mengganggu di kelas dengan cara meminta siswa tersebut maju ke depan untuk mengerjakan soal. Secara umum perhatian siswa selama proses belajar mengajar tergolong antusias. Proses belajar mengajar tersebut berlangsung selama 2 x 45 menit yakni 2 jam pelajaran. C. Penutup Guru mengakhiri pelajaran dengan Tanya jawab, penugasan dan evaluasi. Guru menilai siswa dengan cara mengumpulkan tugas yang diberikan perkelompok

9

dengan mengandalkan kecepatan dan ketepatan siswa dalam mengerjakan tugas tersebut. Kegiatan penutup berlangsung selama sepuluh menit. 2. Dalam Kegiatan Non Mengajar Dalam kegiatan non mengajar penulis mendapat tugas menjadi piket pengganti, penulis berkewajiban menyapu perpustakaan serta menyusun dan merapikan buku, hal ini dilakukan penulis dan praktikkan lainnya secara bergiliran, dalam kegiatan ini penulis menyadari adanya tanggung jawab yang penuh untuk turut menjaga lingkungan sekolah, hal tersebut juga merupakan upaya yang bagus untuk memberi contoh yang baik pada siswa-siswi yang ada di sekolah SMA Negeri 1 Makmur. B. Pembahasan Salah satu tugas utama dari seorang guru adalah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, guru diharapkan dapat berinteraksi dengan siswanya dengan baik dengan demikian terciptalah keadaan belajar mengajar yang baik pula. Di dalam kelas guru berusaha agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan efektif. Untuk menyampaikan materi guru menggunakan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut. Adapun kurikulum yang digunakan di sekolahnya itu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Setelah mengadakan kegiatan belajar mengajar, guru melihat sejauh manakah kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan dengan mengadakan evaluasi. Apabila hasilnya kurang baik maka guru menjelaskan kembali materi yang kurang dipahami tersebut. Bagi siswa yang tidak mengikuti proses pembelajaran, guru menegur, membimbing dan menasehati mereka. Dengan demikian proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan hasil yang diperoleh dapat seperti yang diharapkan. C. Analisis Kasus dan Pemecahannya Berdasarkan hasil observasi maupun saat melakukan praktik mengajar tidak terlepas dari kasus-kasus yang dimiliki oleh setiap siswa. Untuk mengatasi kasus

9

tersebut guru melakukan wawancara dan bimbingan pada siswa yang bermasalah tersebut. Dengan demikian proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Berdasarkan pengamatan yang penulis amati selama praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Makmur, maka penulis menemukan beberapa kasus diantaranya ada anak yang suka ribut di kelas, suka menggangu teman, dan tidak serius dalam belajar. Disini menulis mengangkat satu diantaranya kasus tersebut yang paling menonjol dan memerlukan perhatian yang serius dari pihak guru. Untuk menganalisa siswa yang berkasus diperlukan observasi, wawancara guru kelas dan melakukan pendekatan dengan siswa itu sendiri. Observasi yang dilakukan untuk mengamati sikap dan tingkah laku siswa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Berdasarkan analisa di atas, maka cara pemecahan masalah yang dihadapi siswa yang bermasalah adalah siswa harus diberikan perhatian, guru melakukan pendekatan secara pelan-pelan, siswa diberi motivasi dan pendekatan yang dapat menuju kea rah yang lebih baik, kerja sama antara orang tua siswa dan guru di sekolah.

9

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa program praktik pengalaman lapangan (PPL) berlangsung di SMA Negeri 1 Makmur yang dimulai pada tanggal 12 Oktober sampai dengan 9 Januari 2010. tujuan yang diharapkan setelah praktik pengalaman lapangan (PPL) adalah agar mahasiswa dapat melatih kemampuan dan penerapan secara langsung ilmu yang pernah di dapat selama kuliah di universitas almuslim. Guru sebagai pendidik harus mempunyai tiga tahapan penting dalam mengajar, yaitu adanya pembukaan, kegiatan inti dan penutup. Salah satu tugas utama dari seorang guru adalah menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar. Untuk menyampaikan materi guru menggunakan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Adapun kurikuklum yang digunakan di sekolah yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) B. Saran Berdasarkan uraian di atas, telah dijelaskan oleh penulis bahwa SMA Negeri 1 Makmur sudah sangat memenuhi standar pendidikan, keberadaan segala sesuatu hampir tidak ada celah, penulis tidak berani untu berkometar tetapi mengingat hal itu harus penulis lakukan maka penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut : 1. Untuk Guru, penulis menyarankan menggunakan metode yang cocok pada saat mengajar, khususnya pada pelajaran bahasa Indonesia. Kemajuan belajar siswa sudah cukup tinggi namun guru tidak berusaha untuk memotivasi siswa hingga mereka menjadi lalai dan kurang senang belajar, sebaiknya guru melakukan metode-metode yang dapat memotivasi siswa dalam belajar, sehingga mereka dapat lebih giat dan tidak merasa cepat bosan. 2. Kepada siswa, penulis menyarankan untuk lebih giat dan rajin dalam menekuni ilmu pengetahuan, mendengar penjelasan guru dengan baik dan mengikuti materi dengan keseluruhan.

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->