BAB 2 GAMBARAN UMUM HIV/AIDS dan TRIPS

Institusi perekonomian dan perdagangan internasional memang dibentuk dengan tujuan untuk menjamin aktivitas perekonomian dan perdagangan yang sehat. Namun dalam prakteknya, beberapa institusi tersebut cenderung kurang maksimal dalam menciptakan perekonomian dan perdagangan yang sehat. Salah satunya adalah WTO (World Trade Organization) yang merupakan institusi internasional yang mangatur dan mengawasi perdagangan internasional. Meskipun beranggotakan hampir seluruh negara di dunia, baik Negara Berkembang maupun Negara Maju, WTO dianggap kurang dapat mengakomodasi kepentingan semua anggotanya secara seimbang. Kerena WTO dianggap cenderung dominan memihak kepentingan Negara Maju saja. Dan kepentingan Negara Berkembang justru terabaikan dan menjadi pihak yang dirugikan. Hal itu pula yang terlihat dalam implementasi salah satu peraturan perdagangan WTO, yaitu TRIPS (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights). TRIPs merupakan badan WTO yang mengatur pemberlakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam perdagangan. Salah satunya adalah peraturan yang mengatur mengenai pemberlakuan HAKI pada barang-barang hasil inovasi teknologi termasuk obat-obatan. Namun implementasi peraturan tersebut tampaknya justru membawa suatu dampak negatif bagi perdagangan obat-obatan yang penting (essential medicines) bagi kesehatan. Salah satu jenis essential medicines tersebut adalah obat-obatan bagi penyakit HIV/AIDS. Karena HIV/AIDS merupakan salah satu epidemi berbahaya di dunia. Anggapan tersebut semakin kuat setelah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyatakan bahwa ancaman HIV/AIDS lebih berbahaya daripada ancaman yang

22

23

diakibatkan oleh perang25. Hal ini tentu saja dipicu oleh tingginya angka kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini. Tingkat persebaran penyakit yang luas juga menjadi alasan penyakit ini masuk dalam kategori epidemi yang berbahaya. Oleh karena itu, upaya penanganan HIV/AIDS dirasa sangat penting dilakukan. Dan salah satu penanganan yang penting dilakukan adalah melalui pengobatan. Namun upaya penanganan tersebut mengalami kendala yang diakibatkan oleh terhambatnya akses obat-obatan HIV/AIDS akibat dari implementasi aturan perdagangan obat-obatan yang diberlakukan dalam TRIPs. Dalam sub bab berikut akan dibahas lebih rinci mengenai gambaran sekilas HIV/AIDS dan penanganannya. Utamanya penanganan yang berkenaan dengan pengobatan. Selanjutnya juga dibahas mengenai TRIPs sebagai badan WTO yang mengatur mengenai mekanisme penerapan Hak Atas Kekayaan Intelektual dalam perdagangan internasional termasuk obat-obatan. 2.1 Gambaran Umum HIV/AIDS dan Penanganannya Berbagai macam penyakit muncul seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Berbagai macam penyakit tersebut muncul akibat dari pola hidup yang dianut manusia. Salah satunya adalah HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome). 2.1.1 HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome) Sebagai Masalah Public Health HIV adalah suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1981. Virus ini sifatnya menghancurkan dan melemahkan fungsi sel-sel darah putih yang berperan sebagai sistem kekebalan tubuh. Bila sel-sel darah putih telah melemah berakibat tubuh akan mudah terinfeksi dan terserang berbagai macam penyakit. Saat itulah, tahapan infeksi HIV telah meningkat dalam tahapan infeksi AIDS. Pada tahapan
25

UNAIDS, HIV and Security. Diakses dari http://www.unaids.org/en/Issues/Impact_HIV/HIV_and_security.asp pada tanggal 3 Februari 2008

Untuk penyakit oportunistik pertama yang . Berikut adalah beberapa penyakit yang biasanya menyerang penderita HIV/AIDS : Tabel 2 Daftar Penyakit Oportunistik yang biasanya Menyerang Penderita HIV/AIDS Early disease Tuberculosis of the lung Bacterial pneumonia Shingles (Herpes zoster) Bacterial skin infections Acute diarrhoea Acute sinusitis Late disease Disseminated tuberculosis Slim disease (chronic diarrhoea with wasting) Recurrent bacterial pneumonia Recurrent invasive salmonella septicaemia Fungal meningitis and disseminated fungal disease Oral and oesophageal candida (thrush) Kaposi’s sarcoma Herpes simplex and herpes zoster Sumber : UNAIDS 1998 Jadi HIV/AIDS dapat memudahkan penderita terserang berbagai penyakit. Penyakit yang biasanya menyerang penderita HIV/AIDS ini yang sering disebut dengan istilah penyakit oportunistik.24 AIDS inilah. biasanya penderita mudah terserang berbagai penyakit.

virus juga terdapat di dalam air mata. Virus ini pertama kali ditemukan pada penderita penyakit sarkoma Kaposi (sejenis kanker yang jarang terjadi) dan pneumonia pneumokista (sejenis pneumonia yang hanya terjadi pada penderita gangguan sistem kekebalan) yang merupakan kalangan homoseksual26. Sedangkan penyakit lanjutan yang biasanya menyerang antara lain penyakit TBC yang telah menyebar. demam. Penyakit-penyakit inilah yang biasanya menyebabkan kelumpuhan sistem kekebalan penderita HIV/AIDS sehingga menyebabkan kematian. cairan alat kelamin. bukan penderita hemoflia dan tidak menerima tranfusi darah. dan lain-lain. penderita hemofilia. Akibatnya mereka tidak dapat mengerjakan pekerjaannya ataupun melakukan kegiatan sehari-hari. infeksi kulit. penyakit ini juga menjangkiti kalangan heteroseksual yang bukan pengguna obat-obatan terlarang.spiritia. Diakses dari http://www. 26 Yayasan Spiritia.or. Dan beberapa waktu kemudian. penderita juga cenderung akan kekurangan energi. Dasar HIV/AIDS. Herpes (ruam saraf). pembengkakan kelenjar getah bening.php? artno=1001 pada tanggal 12 november 2008 . Dan lama kelamaan penyakit ini juga ditemui pada mereka para pengguna obat-obatan terlarang jenis suntik. HIV/AIDS merupakan salah satu epidemi yang memiliki tingkat persebaran yang cepat. cairan serebrospinal dan air susu ibu. dan penerima tranfusi darah. diare akut. Sedangkan dalam konsentrasi lebih kecil. dan sinusitis akut. Pneumonia (Radang Selaput Otak) yang diakibatkan oleh bakteri. berat badan akan menurun.Selain menyebabkan mudahnya penderita terserang penyakit. Berikut adalah tabel yang menunjukkan jumlah total penderita HIV/AIDS yang dirinci berdasarkan gender dan usia di tahun 2007. diare. pneumonia yang bersifat kambuhan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui darah.25 biasanya menjangkiti penderita HIV/AIDS antara lain penyakit TBC. Oleh sebab itu penyakit ini menjadi sulit untuk dideteksi pola penyebarannya.id/art/bacaart. air kemih dan air ludah. Dari data yang dikeluarkan oleh UNAIDS pada tahun 2007. dan anemia.2 juta jiwa. diare yang kronis. jumlah penderita HIV/AIDS secara global mencapai 33.

4 juta jiwa pada tahun 2007.9–16.6–36.org/home/index.stinet.5 million [2. Dr.2–33. angka persebarannya pun terus bertambah.mil/oai/oai tanggal 13 Maret 2008. sebanyak 15. Dari tahun ke tahun.1 million] Adults 30. HIV/AIDS as a Security Issue.dtic. USAWC STRATEGY RESEARCH PROJECT.6 million] Children under 15 years 2. Diperkirakan setiap harinya.crisisgroup.2 million [30. Angka ini lebih besar jika dibandingkan dengan epidemi lainnya. Bahkan menurut Direktur UNAIDS. Persebaran epidemi ini telah merata di seluruh kawasan dunia. Diakses pada http://www. Dan HIV/AIDS paling banyak menyerang anakanak sebanyak 2. AIDS and National Security.26 Tabel 3 Jumlah Penderita HIV/AIDS di Dunia Tahun 2007 Number of people living with HIV in 2007 Total 33. Sedangkan angka kematian yang diakibatkan oleh epidemi ini mencapai 22 juta jiwa sejak kemunculannya. Berikut daftar jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh kawasan dunia dari tahun 2001-2007 : 27 Crisis Group. Peter Piot.6 million] Death by HIV/AIDS since 1980’s 22 million [20-25 million] Sumber dari : AIDS Epidemic Update: Desember 2007 Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa HIV/AIDS paling banyak menyerang orang dewasa.5 juta jiwa penduduk dunia. 28 Lieutenant Colonel David S. Baldwin.000 kasus HIV/AIDS baru muncul.6 million] Women 15. HIV/AIDS merupakan epidemi yang paling besar dalam sejarah peradaban manusia28.4 million [13. yang proporsinya sepadan antara laki-laki dan perempuan yaitu 15.8 million [28. Pada tahun 2020. .cfm?l=1&id=1831 pada tanggal 3 Februari 2008.2–2. UNAIDS memperkirakan angka penderita HIV/AIDS akan mencapai 68 juta jiwa27. Diakses dari http://www.

5 juta (2001) Asia Timur 800.000 (2007) 300.5 juta (2007) 20.000 (2001) Asia Selatan dan Tenggara 4 juta (2007) 3.9 juta (2001) Afrika Utara dan Tengah 380.000 (2007) .27 Tabel 4 Penyebaran Jumlah Penderita HIV/AIDS di Dunia Kawasan Sub Sahara Afrika Jumlah penderita (jiwa) 22.

Lee Nah Hsu.1 juta (2001) Sumber : UNAIDS Annual Report 2007 Dari total keseluruhan angka penderita HIV/AIDS.000 (2007) 620. 29 Dikutip dari pidato Koffi Anan pada pembukaan sidang dewan keamanan PBB tanggal 11 Agustus 1999.000 (2001) Asia Tengah dan Eropa Timur 1. Menurut hasil penelitian dari PBB. Diakses dari http:/www.000 (2007) 190.hivmobilitysea. dan Karibia.000 (2001) Amerika Utara 1.8% per tahun di Afrika.pdf pada tanggal 11 agustus 2008. HIV/AIDS telah membunuh manusia 10 kali lebih banyak dari perang atau konflik di Afrika29. UNDP South East Asia HIV and Development Project.6 juta (2007) 630. Amerika Latin. . berada di kawasan Afrika.000 (2001) Oceania 75.000 (2001) Amerika Latin 1. 90% persebaran penderita HIV/AIDS berada di Negara Berkembang terutama di kawasan Sub Sahara Afrika.3 juta (2001) Karibia 230.000 (2001) Eropa Barat dan Tengah 760.3 juta (2007) 1.org/e-library/documents/200122HIVSubvertsNationalSecurity. Dan 2/3 dari total keseluruhan penderita HIV/AIDS di dunia. Tidak mengherankan bila sejumlah Negara di Afrika menganggap HIV/AIDS sebagai ancaman besar bagi keamanan nasionalnya.6 juta (2007) 1. HIV Subverts National Security. Bahkan tingkat persebaran penyakit ini telah mencapai 38.000 (2007) 26.28 420.

keluarga. Karena HIV/AIDS dapat menghancurkan komponen bangsa dari tingkat yang terendah yaitu individu. komunitas. Berikut adalah bagan pengaruh HIV/AIDS terhadap keamanan nasional suatu negara: Gambar 1 Dampak HIV/AIDS terhadap Keamanan Nasional . institusi ekonomi dan sosial-politik serta militer.29 HIV/AIDS telah menjadi salah satu ancaman besar terhadap keamanan nasional di beberapa negara.

di beberapa negara Afrika mengalami penurunan GDP sebesar 8 %.30 Sumber : Plos Medicine Munculnya epidemi HIV/AIDS di suatu negara mengakibatkan kegiatan-kegiatan ekonomi. antara lain30: Aspek Ekonomi: • HIV/AIDS mengurangi tingkat pertumbuhan ekonomi negara Diperkirakan di beberapa negara sub sahara afrika. politik dan sosial di dalam negara menjadi terhambat karena kurangnya sumber daya manusia yang sehat di dalam negara. Bahkan diperkirakan di tahun 2010. . Diakses dari www.2 % tiap tahun karena HIV/AIDS mengurangi kinerja maupun sumber daya manusia di suatu negara.aidsconsortium. tingkat pertumbuhan ekonomi negara mengalami penurunan sebesar 0. Impact of HIV.htm pada tanggal 29 Desember 2007. • 30 HIV/AIDS menyebabkan kemiskinan AIDS Consortium.uk/publicationspages/index. Berikut adalah dampak negatif yang diakibatkan oleh HIV/AIDS yang mencakup berbagai aspek dalam kehidupan.5-1.org.

Dan diperkirakan di tahun 2010.2 juta anak-anak kehilangan orang tuanya akibat mengidap HIV/AIDS. Aspek Militer • HIV/AIDS cenderung lebih banyak diidap oleh militer daripada pihak sipil di beberapa negara khususnya Afrika . jumlah anak yatim akan bertambah dua kali lipat akibat HIV/AIDS. Akibatnya konflik internal menjadi puncak kemarahan rakyat akibat HIV/AIDS yang tiap harinya membunuh puluhan orang. HIV/AIDS telah menyebabkan 13. Dari data yang dikeluarkan oleh UNAIDS di Afrika tahun 1997. 38% dari pegawai pemerintahan meninggal akibat HIV/AIDS. Aspek Politik • HIV/AIDS melemahkan legitimasi politik pemerintah Hal ini disebabkan oleh banyaknya sumber daya manusia yang bekerja dalam pemerintahan meninggal akibat HIV/AIDS di beberapa negara. Aspek Sosial : • HIV/AIDS menyebabkan bertambahnya anak yatim piatu. • HIV/AIDS memunculkan pergolakan politik di beberapa negara Pergolakan politik biasanya disebabkan oleh ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja dan kapabilitas negara dalam menangani wabah HIV/AIDS yang telah memporak-porandakan negara.31 Penurunan pendapatan perkapita negara menyebabkan naiknya angka kemiskinan sebanyak 5 % di beberapa negara Afrika karena epidemi HIV/AIDS menyebabkan masyarakat tidak mampu bekerja. sejak munculnya HIV/AIDS pertama kalinya. Dari data yang diperoleh.

Berikut daftar prosentase militer yang terinfeksi HIV/AIDS pasca bergabung dalam peacekeeping operation di beberapa negara Afrika. yang perlu untuk ditangani bersama. HIV/AIDS juga mengancam militer asing yang bertugas sebagai peacekeeping operation di beberapa negara.32 Hal ini memperlemah kekuatan dan kapabilitas militer negara karena sumber daya manusia menjadi berkurang. Maka. Bahkan kepedulian PBB terhadap isu HIV/AIDS ini diwujudkan dengan membentuk UNAIDS guna menangani masalah HIV/AIDS secara global. epidemi ini menjadi salah satu kategori masalah kesehatan publik (public health). 2. PBB dengan tegas menyatakan bahwa masalah HIV/AIDS merupakan ancaman global yang membahayakan keamanan hidup manusia (Human Security). Selain militer lokal.2 Penanganan HIV/AIDS . 1999 Estimated HIV prevalence (Percent) 40-60 40-60 15-30 10-25 10-20 10-20 10 Karena dampak dan penyebaran epidemi ini bersifat global dan hampir dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di dunia.1. Tabel 5 Jumlah Penyebaran HIV/AIDS pada Kelompok Militer (Bekas Anggota Humanitarian Intervention) di Negara-Negara Afrika Country Angola Democratic Republic of Congo Tanzania Congo Cote D’Ivoire Nigeria Eritrea Sumber : DIA/AFMIC.

000. . Salah satu penyebabnya adalah belum ditemukannya obat penyembuh ataupun vaksin pencegah bagi penyakit ini.globalissues. Diakses dari http://www. Pengobatan ARV dengan dua lini tersebut yaitu : • First Line Treatment adalah Pengobatan tahap pertama yang ditujukan bagi penderita awal HIV/AIDS. hampir 21 juta orang diperkirakan telah meninggal akibat penyakit ini31.org/health/aids/?p=1 pada tanggal 12 Desember 2007. AIDS Around The World. Meskipun telah diupayakan pengobatan untuk menghambat laju perkembangan virus. Tingkat kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini cenderung tinggi. Sejak pertama kali muncul di tahun 1980.33 HIV/AIDS merupakan salah satu epidemi paling mematikan dalam sejarah manusia. Saat ini pengobatan ARV mulai berkembang dengan mulai ditemukannya pengobatan ARV dengan dua lini. Biaya yang biasanya dibutuhkan berkisar antara US$ 1000.US $640 per tahun • Second Line Treatment adalah pengobatan tahap kedua yang ditujukan bagi penderita HIV/AIDS yang sudah resisten terhadap first line treatment. Pada awal kemunculannya. Upaya yang dilakukan guna menghambat laju perkembangan virus dilakukan dengan pengobatan antiretroviral (ARV). ARV ditemukan dan dipasarkan pertama kali pada tahun 1987 di Amerika Serikat.US$ 2000 per tahun. 31 Anup Shah. Pengobatan ini terdiri dari jenis obat-obatan seperti TDF (Tenovir Disoproxil Fumarate) atau ABC (Abacavir) +ddI (Didanosine) +LPV/r (Liponavir/Ritonavir) atau SQV/r (Saquinavir) atau NFV (Nelfinavir). harga satu jenis obat yaitu AZT mencapai US$ 10. Biaya normal yang biasanya diperlukan bagi penderita biasanya berkisar antara US $ 160. Pengobatan ini terdiri dari jenis obat-obatan seperti d4T atau ZDV (Stavudine)+3TC (Lamivudine) +NVP (Nevirapine) atau EFV (Efavirenz).

Penerapan biaya paten ini sangat merugikan penderita HIV/AIDS. Hal ini disebabkan oleh harga obat-obatan HIV/AIDS yang dijual dengan harga lebih tinggi dari harga idealnya.ppt-the politics of patent tanggal 12 Maret 2008. Tingginya harga diduga merupakan efek yang ditimbulkan dari penerapan biaya paten pada harga jual obat. tidak memberikan aturan yang jelas mengenai besarnya paten. Edukasi tersebut mencakup : • • Edukasi mengenai seks yang sehat Edukasi mengenai bahaya narkoba Bahkan beberapa kalangan percaya bahwa edukasi merupakan salah satu langkah utama yang dapat dilakukan guna menghambat persebaran penyakit ini. Vol.who. 32 WHO. Hal ini disebabkan oleh kapabilitas negara berkembang yang cenderung rendah dalam menangani masalah kesehatan. mengingat mekanisme yang mengatur paten. Diakses pada http://healthtech. 33 Postnote Journal. Diakses dari http://www. Namun kesemua upaya baik itu pengobatan maupun pencegahan sangat sulit dilakukan di negara-negara Berkembang.html pada tanggal 10 Oktober 2008.210. dari total penderita HIV/AIDS yang tinggal di negara berkembang hanya seperlima bagian yang mampu mengperdagangan obat-obatan HIV/AIDS33.December 2003. yaitu WTO.who.int/tbs/tbs2003/06-pg. . HIV/AIDS in Developing Countries. Akibatnya muncul praktek monopoli harga obat-obatan termasuk pada obat-obatan HIV/AIDS. Upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS dilakukan dengan edukasi kepada seluruh elemen masyarakat.int/3by5/about/initiative/en/index.34 Upaya penanganan HIV/AIDS melalui ARV memiliki tujuan berikut32 : 1) Menurunkan angka kematian dan kesakitan 2) Mengurangi laju penularan HIV/AIDS di masyarakat 3) Peningkatan kualitas hidup ODHA( Orang Dengan HIV/AIDS) 4) Memulihkan dan memeliharan fungsi kekebalan tubuh 5) Menekan replikasi virus secara maksimal dan secara terus menerus Selain upaya pengobatan. About The 3 by 5 Initative. upaya pencegahan penyebaran epidemi ini juga menjadi bagian yang penting dalam penanganan HIV/AIDS. WHO memperkirakan.

35 2. negara-negara Uni Eropa dan Jepang mengusulkan perlunya dibentuk suatu badan . membuat Negara-negara Maju yang memiliki dominasi dalam penemuan-penemuan teknologi dan inovasi. Namun selama WIPO terbentuk. 2. pengaturan mengenai pemberlakuan HAKI diatur oleh salah satu badan bentukan PBB yang dikenal dengan nama WIPO (World Intellectual Property Organization). merasa perlu untuk membentuk suatu institusi yang mampu mengatur penegakan HAKI dalam perdagangan internasional. Akibatnya masalah HAKI kerap memicu perselisihan dalam perdagangan internasional. Sehingga aplikasi perlindungan dan pelaksanaan HAKI bervariasi di seluruh dunia. Ketidakpuasan terhadap kinerja WIPO. bersamaan dengan pembentukan WTO yang merupakan bentuk baru dari GATT. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab perbedaan sikap masing-masing negara dalam menyikapi masalah HAKI.2 TRIPs dan Mekanismenya dalam Perdagangan Obat Salah satu badan WTO yang dibentuk saat pertama kali WTO resmi didirikan pada tahun 1995 adalah TRIPs (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights).1 TRIPs (Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) TRIPs merupakan salah satu badan WTO yang mengatur masalah HAKI dalam perdagangan internasional. Oleh sebab itu. negara-negara seperti Amerika Serikat.2. Sebelum terbentuknya TRIPs. Pada sub bab ini akan diuraikan secara lebih rinci mengenai TRIPs itu sendiri dan mekanismenya yang menyangkut masalah public health. yang sudah berdiri sejak tahun 1967. Badan ini pertama kali terbentuk saat diadakannya pertemuan GATT sekaligus pembentukan WTO di Uruguay (Uruguay Round) pada tahun 1995. TRIPs menjadi salah satu institusi internasional yang menimbulkan kontroversi akibat dari implementasi mekanismenya yang mengatur pemberlakuan HAKI dalam perdagangan internasional. badan ini tidak mampu memiliki kekuatan memaksa kepada Negara anggotanya untuk menerapkan persetujuan-persetujuan WIPO ke dalam legislasi nasional masing-masing negara.

35 . Namun perlindungan HAKI ini juga diharapkan mampu mendorong inovasi dan alih teknologi. pemberlakuan prinsip ini dimaksudkan untuk memberikan hak bagi para pencipta atau penemu untuk melarang orang lain membuat salinan tanpa seijinnya.36 yang mengatur pelaksanaan HAKI dalam WTO agar pelanggaran terhadap HAKI dapat ditindak dengan tegas. Dalam TRIPs. yang mencakup : 1) Hak cipta (copyrights) 34 Departemen Luar Negeri RI. Persetujuan ini terdiri dari 7 bab dan 73 pasal. yang mencakup lima hal antara lain34 : • Prinsip-prinsip dasar sistem perdagangan dan persetujuan bidang HAKI WTO menganut prinsip dasar yaitu prinsip non diskriminasi. Bentuk-bentuk perlindungan yang dilakukan oleh TRIPs ini tercantum dalam bab 2 dari TRIPs Agreement. 2005. Hlm. Sekilas WTO (edisi ketiga). Prinsip dasar tersebut diimplementasikan ke dalam tiga prinsip dasar TRIPs yang diatur dalam bab 1 dari TRIPs Agreement. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. Prinsip non diskriminasi mencakup prinsip yang memberikan perlakuan sama baik itu pada pihak nasional dan asing (national treatment) dan kepada semua mitra dagang anggota WTO (most favoured nation). yang mengandung pengertian perlindungan hak yang sama bagi penemu maupun pengguna dalam memperoleh keuntungan dari hasil penemuan (sama-sama diuntungkan). maka dibentuklah TRIPs beserta persetujuan yang mengatur pemberlakuan HAKI (Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights) bagi seluruh anggota WTO. Sedangkan prinsip dasar TRIPs yang ketiga adalah prinsip balanced protection. Hal ini bertujuan untuk mendorong perkembangan teknologi baru. demi meningkatkan kesejahteraan sosial maupun ekonomi masyarakat dunia • Perlindungan yang cukup terhadap HAKI Perlindungan yang diberikan TRIPs bertujuan untuk lebih meningkatkan standar proteksi HAKI dibanding perlindungan yang diberikan oleh konvensikonvensi WIPO sebelumnya. Sebagai upaya untuk membentuk satu kesepahaman.

Obyek perlindungan paten harus bersifat penemuan baru dan dapat diterapkan dalam skala industri. Pembahasan mengenai perlindungan ini tercantum dalam pasal 22-24. Biasanya masa berlaku hak cipta ini berlaku minimum 50 tahun. penggunaan. Bahkan dalam TRIPs juga diatur mengenai perlindungan tambahan bagi merek yang telah dikenal luas dalam suatu negara. 4) Indikasi geografis (geographical indication) Indikasi geografis adalah penggunaan nama tempat untuk mengidentifikasi suatu produk dan karakteristiknya. Pasal dalam TRIPs yang mengatur perlindungan hak cipta ini tercantum dalam pasal 9-14. 3) Merek dagang (trademark) TRIPs juga berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap merek-merek barang maupun jasa yang diperdagangkan. 2) Paten (patent) Perlindungan paten merupakan suatu perlindungan yang diperuntukkan bagi produk dan proses di semua bidang pengembangan teknologi dan inovasi. Pasal yang membahas mengenai perlindungan ini tercantum dalam pasal 15-21. Misalnya pada produk anggur dan minuman keras. Perlindungan paten menyangkut produksi. 5) Desain industri (industrial design) Perlindungan terhadap desain industri ini dimaksudkan untuk melarang munculnya produksi dan penjualan desain industri yang dimiliki oleh pihak lain selama masa perlindungan. 6) Tata letak sirkuit terpadu (integrated circuits layout design) . Perlindungan tersebut bertujuan untuk melindungi hak pencipta atau pemilik temuan dari orang lain yang ingin membuat salinannya. dan kompilasi data melalui hak cipta (copyrights). Pembahasan tercantum dalam pasal 25-26.37 Persetujuan TRIPs mengatur mengenai perlindungan terhadap penciptaan karya ekspresi. program komputer. Pasal yang memuat mengenai paten dibahas dalam pasal 27-35. Jangka waktu perlindungan minimun 7 tahun dan dapat diperbaharui. distribusi. Perlindungan terhadap paten produk maupun proses teknologi dibatasi hingga 20 tahun. Masa perlindungan bagi desain industri ini dibatasi hingga 10 tahun.

Pemberian hak bagi masyarakat untuk meminta badan peradilan melakukan peninjauan terhadap keputusan administratif dari perlindungan HAKI suatu produk tertentu atau menindak kasus pelanggaran perlindungan HAKI. Salah satu alasan ketidakefektifannya adalah tidak dicantumkannya aturan yang membahas mengenai waktu perlindungannya. 7) Informasi tertutup (undisclosed information) dan rahasia dagang (trade secrets) Karena keduanya memiliki nilai komersiil. Oleh sebab itu. . perlindungan ini belum secara efektif berlaku. injuctions (penetapan). penyelesaian sengketa dalam TRIPs pun berlaku hal yang sama sama. Penyelesaian sengketa tersebut mencakup cara memperoleh bukti. TRIPs melandaskan asas perlindungan HAKI ini pada Washington Treaty pada tahun 1989. • Penyelesaian sengketa Seperti halnya dengan penyelesaian dalam badan WTO lainnya. Pembahasannya dicantumkan dalam pasal 35-38. maka diperlukan perlindungan untuk menghindari pelanggaran kerahasiaan dan tindakan lain yang bertentangan dengan kejujuran praktik dagang. Penyelesaian sengketa dalam TRIPs diatur dalam bab 4 dan 5 TRIPs Agreement. pengambilan tindakan-tindakan sementara. kerugian dan penalti-penalti yang biasanya dikenakan kepada negara anggota yang dianggap melakukan pelanggaran terhadap ketentuan TRIPs. dalam perjanjian TRIPs diatur mengenai batas minimal perlindungan tata letak sirkuit terpadu yaitu minimal 10 tahun. Perlindungan ini diatur dalam pasal 39.38 Desain tata letak sirkuit terpadu merupakan salah satu HAKI yang dilindungi sejak WIPO berdiri. Dalam pasal tersebut selain mewajibkan negara-negara anggota untuk mengimplementasikan persetujuan TRIPs pada peraturan nasional juga mencakup perlindungan terhadap implementasi pemberian jangka waktu perlindungan HAKI yang tidak masuk akal. • Penegakan hukum bidang HAKI Penegakan hukum terhadap pelanggaran HAKI diatur dalam bab 3 dari TRIPs Agreement. Namun sejak disahkannya persetujuan ini.

Akibatnya besarnya biaya paten yang 35 John R Thomas. negara tersebut diwajibkan menerima aplikasi paten sejak pemberlakuan TRIPs Agreement secara resmi.39 • Pengaturan khusus yang diberlakukan selama periode transisi Pada pengaturan khusus yang diberlakukan selama periode transisi pemberlakuan TRIPs Agreement. . Salah satu permasalahan yang dianggap cukup besar adalah mengenai permasalahan implementasi mekanisme TRIPs yang berkaitan dengan paten. berbagai masalah muncul menyangkut implementasi mekanisme TRIPs pada perdagangan internasional. pengaturan khusus pada masa transisi pemberlakuan TRIPs Agreement juga mengatur aturan khusus bagi suatu negara berkembang yang tidak memberikan perlindungan paten pada suatu bidang teknologi sebelum pemberlakuan TRIPs. Sedangkan bagi negara-negara berkembang diberikan waktu 5 tahun.org/press_releases/02/031402_HGAP_ALAN_PP_IPR. Dalam aturan tersebut menyebutkan bila ada suatu Negara Berkembang yang belum memberikan perlindungan paten terhadap suatu bidang teknologi. maka TRIPs akan memberikan waktu 10 tahun untuk menerapkannya. Pasca pemberlakuan TRIPs atau dimulainya masa transisi. Selain itu. Pengaturan ini dimuat dalam bab 6 pada TRIPs Agreement. Diakses dari www. walaupun tidak harus segera memberikan perlindungan paten. Persyaratan tersebut adalah hak pemasaran yang bersifat eksklusif selama lima tahun atau sampai produk tersebut memperoleh paten. Negara-Negara Maju diberikan waktu 1 tahun untuk menata kembali peraturan dan praktik hukum yang berlaku di negara-negara tersebut agar sesuai dengan TRIPs Agreement. Selain itu diatur juga mengenai pesyaratan bagi negara yang mengijinkan pemasaran produk farmasi atau pertanian yang belum dipatenkan pada masa transisi. Patents and the TRIPS Agreement: Issues and Options.pdf pada tanggal 12 Desember 2007. HIV/AIDS Drugs. Namun bagi produk kimia farmasi maupun kimia pertanian. Permasalahan yang muncul terkait dengan masalah ketidaktentuan besarnya biaya royalti yang harus dibebankan oleh penemu pada barang-barang penemuannya ataupun pada ijin lisensi patennya35.healthgap.

Hal ini bertujuan untuk menghindari praktek monopoli pada perdagangan barang-barang yang menyangkut kebutuhan kesehatan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari ketidakjelasan mekanisme yang ditetapkan oleh TRIPs mengenai perlindungan paten khususnya mengenai mekanisme TRIPs yang mengatur besarnya biaya paten yang harus dibebankan kepada konsumen dalam harga pokok penjualan barang. obat-obatan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Akibatnya perdagangan masyarakat terutama masyarakat di Negara-negara Berkembang untuk memperoleh obat-obatan tersebut mengalami hambatan oleh adanya kenaikan harga. Sehingga memunculkan praktek monopoli harga pada sejumlah produk hasil teknologi termasuk pada obat-obatan.40 dibebankan pada barang hasil penemuan dapat bervariasi. Akibatnya masyarakat dengan kapabilitas yang rendah mengalami kesulitan dalam mengakses obat-obatan. koalisi negara-negara berkembang dalam forum WTO melakukan protes terhadap mekanisme TRIPs yang memberi peluang munculnya praktek monopoli harga oleh sejumlah produsen farmasi dari sejumlah Negara Maju. Permasalahan yang muncul itulah yang kemudian menjadi pendorong ditambahkannya mekanisme TRIPs yang berkaitan dengan masalah public health pada TRIPs Agreement. Akibatnya sejumlah produk obat-obatan mengalami peningkatan harga yang cukup tajam. Salah satu jenis obat-obatan yang mengalami peningkatan harga cukup tajam adalah jenis obat-obatan bagi penyakit-penyakit epidemi. . Permasalahan tersebut paling dominan dirasakan dalam pemberlakuan aturan paten terhadap produk-produk hasil teknologi khususnya pada obat-obatan. Padahal seperti diketahui. Untuk mengatasi masalah ini.2. 2. Praktek monopoli tersebut pada akhirnya berdampak pada tingginya harga obat-obatan di pasaran.2 Mekanisme TRIPs yang Berkaitan dengan Masalah Public Health Masa transisi pemberlakuan TRIPs merupakan awal dimulainya permasalahan dalam implementasi TRIPs Agreement.

htm pada tanggal 12 Oktober 2008. Diakses dari http://www. Diakses dari http://www. TRIPs and Medicines. Kebijakan tersebut merupakan wujud dukungan terhadap hak setiap negara anggota WTO dalam melindungi kesehatan masyarakatnya. in this connection. Karena salah satu Negara Maju yaitu Amerika Serikat menolak deklarasi tersebut meskipun 143 negara anggota telah menyetujuinya37.ht ml pada tanggal 13 Meret 2008. yang berbunyi : “We stress the importance we attach to implementation and interpretation of the Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS Agreement) in a manner supportive of public health. by promoting both access to existing medicines and research and development into new medicines and.wto. are adopting a separate declaration.oxfamamerica.41 Protes dari negara-negara berkembang terhadap mekanisme TRIPs menyangkut perdagangan obat-obatan baru membuahkan hasil pada KTM WTO IV di Doha.”36 Paragraf tersebut menjelaskan bahwa TRIPs mendukung upaya pencapaian bidang kesehatan masyarakat. Qatar pada tanggal 14 November 2001. paragraf di atas baru disepakati oleh Dewan TRIPs dengan dikeluarkannya Declaration on the TRIPs Agreement and Public Health di Jenewa (sebelum KTM di Cancun) pada tanggal 30 Agustus 2003. Declaration On The TRIPS Agreement And Public Health. Awal respon WTO terhadap masalah itu dituangkan dalam paragraph 17 pada Doha Declaration. Selanjutnya. Pada pertemuan tersebut akhirnya disepakati mengenai pembaruan mekanisme TRIPs yang mengatur mengenai pemberlakuan paten bagi produk-produk yang berkaitan dengan masalah public health. Dalam deklarasi yang berisi tujuh pasal tersebut disepakati mengenai kebijakan baru yang memberikan kelonggaran bagi negara Berkembang dalam mengperdagangan obat-obatan bagi masyarakatnya.org/english/tratop_e/devel_e/d1who_e. . 37 Oxfam America.org/whatwedo/issues_we_work_on/trade/news_publications/trips/art5388. baik melalui kemudahan dalam perdagangan obat-obatan maupun dukungan dalam penelitian dan pengembangan untuk penemuan obat-obatan baru (R&D). Kebijakan tersebut diringkas sebagai berikut : 36 WTO.

. Tubercolosis. The Doha Declaration.org/whatwedo/issues_we_work_on/trade/news_publications/trips/art5389. 3) Jaminan bagi masing-masing negara anggota untuk menentukan keadaan darurat atau krisis kesehatan di negaranya misalnya yang berhubungan dengan epidemi HIV/AIDS.oxfamamerica. Selain itu kebijakan ini hanya berlaku hingga tahun 200538.42 1) Kewajiban bagi tiap negara anggota TRIPs untuk mengintepretasikan tiap pasal dalam Declaration on the TRIPs Agreement and Public Health ke dalam legislasi masing-masing. • Compulsory licensing yaitu kebijakan yang mengijinkan sebuah negara yang dalam jangka waktu sementara. Diakses dari http://www. Berikut adalah kriteria kondisi yang harus dimiliki suatu negara bila ingin menggunakan dua kebijakan tersebut : • 38 Kondisi darurat negara akibat suatu epidemi Oxfam America. Namun kebijakan ini hanya diperuntukkan bagi negara yang tidak punya kapabilitas dalam memproduksi obat-obatan secara generik. 2) Jaminan untuk menggunakan kebijakan compulsory licensing dan parallel import pada keadaan-keadaan darurat bagi Negara-negara anggota TRIPs yang tidak memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengembangkan produk-produk farmasi yaitu obat-obatan.ht ml pada tanggal 13 Maret 2008. Malaria dan Epidemi lainnya. memproduksi versi generik dari suatu paten obat tertentu bagi kebutuhan domestiknya sebelum masa kadaluarsa paten tanpa perlu melakukan negosiasi dengan pemegang paten namun tetap diwajibkan membayar ini kompensasi kepada pemegang lisensi. Kebijakan diimplementasikan dalam TRIPs pada pasal 31 • Parallel Import yaitu kebijakan yang mengijinkan sebuah negara melakukan impor obat-obatan dari negara lain yang memiliki harga obat-obatan lebih rendah daripada harga obat-obatan yang dijual di negaranya.

Portugis.html pada tanggal 20 November 2008. Karena produsen obat pasti adalah sebuah perusahaan swasta atau negara yang tetap mencari keuntungan walaupun kecil. Namun menurut seorang analis dari Third World Network. Dimana perusahaan tersebut menjual 39 Gavin Yamey. Antara lain Australia. Perancis.2/yamey. Denmark. Tujuan deklarasi tampaknya justru akan membatasi pelaksanaan kebijakan tersebut. Jerman. Selandia Baru. mengatakan bahwa dalam draft deklarasi tersebut tetap terdapat keterbatasan yang menghambat ruang bagi masyarakat Negara Berkembang untuk mengperdagangan obat-obatan. Kanada. biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah produk generik dapat turun hingga 70% dari harga produk yang bermerk39. Irlandia. Finlandia. Antara lain :  Limitasi tujuan deklarasi tersebut yang menyebutkan bahwa kebijakan tersebut dugunakan untuk melindungi kesehatan publik dan bukan sebagai sebuah alat untuk mengejar keuntungan komersiil. Norwegia. 5) Bentuk kebijakan fleksibel yang diberikan TRIPs tidak berlaku bagi negaranegara Maju. Jepang. Yunani. dan tidak dapat diganggu gugat. Swedia. .icaap. Swiss. Dikumandangkannya deklarasi tersebut sedikit memberi kemenangan bagi negara-negara berkembang yang mengalami kesulitan dalam memenuhi perdagangan kesehatan bagi masyarakatnya akibat tingginya harga obat-obatan dari produsen aslinya. Dengan mengeluarkan kebijakan compulsory licensing. globalization. Inggris dan Amerika Serikat. Luksemburg. Belanda.org/content/v5. Cecilia Oh. Belgia. Italia. Spanyol. Diakses dari http://www. The Most Neglected Disease.43 • Bersifat non komersiil (tidak diperdagangkan di luar wilayah negaranya) 4) Jaminan bagi masing-masing negara anggota untuk mengimplementasikan TRIPs Agreement ke dalam legislasi masing-masing negara sesuai dengan prinsip Most Favoured Nations dan national treatment. Austria. Eslandia.

Akibatnya masing-masing negara anggota TRIPs berhak menilai mengenai layak dan tidaknya kebijakan tersebut dugunakan negara lain. . Tidak mengherankan bila ketentuan tersebut memungkinkan munculnya berbagai konflik perdagangan di sejumlah negara berkembang antara Perusahaan Farmasi Negara Maju. Dan bukan karena mereka bersifat non-profit. Sedangkan kepentingan Negara Maju dan perusahaan farmasi tentu saja adalah keuntungan finansial.  Diperbolehkannya hak untuk menentang (Right of challenge) oleh negara anggota TRIPs terhadap negara anggota lainnya yang menggunakan kebijakan tersebut. Karena masing-masing negara tentu saja menginginkan tercapainya kepentingannya. Negara berkembang yang berkeinginan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan rakyatnya yang terancam sebagai upaya jangka panjang untuk melindungi keamanan negara dari ancaman epidemi HIV/AIDS.44 harga obat-obatan dengan harga murah karena mereka cenderung kompetitif dan efisien. Pemerintah Negara Berkembang dan Home Country perusahaan Farmasi tersebut.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.