[2010

]
Dari 2009

VETERINER ACTIVITY
Sebuah Catatan Kecil
[Aktivitas Pembelajaran – Diskusi Tutorial – Panduan Menyusun Laporan Tutorial – Tentang Praktikum – Lambang UGM, Pakailah Yang Benar - Lampiran]

[PROLOGUE]
Assalamua’laikum wr. wb. “Proses pembelajaran dalam sistem blok ini mengharuskan mahasiswanya untuk mampu mengelaborasi tujuan pembelajaran dengan usahanya sendiri. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk belajar mandiri dengan menggunakan sumber pembelajarn yang bervariasi, mulai dari buku wajib, jurnal, internet, dan sumber lainnya. Perkuliahan akan diberikan oleh dosen dan pakar untuk memperkaya pengetahuan mahasiswa yang relevan dengan setiap subjek yang dibahas. Blok juga menyajikan aktifitas praktikum di laboratorium, sesuai kebutuhan.” Begitulah petikan kata pengantar pada buku blok mahasiswa yang ditulis oleh Dekan Fakultas. Dengan sistem pembelajaran blok, mahasiswa harus lebih aktif. Pada blok 1, mahasiswa baru akan diperkenalkan kepada metode-metode pembelajaran melalui pengkajian kasus-kasus nyata kedokteran hewan, sehingga mahasiswa menjadi terlatih dan menguasai teknik pembelajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Sistem ini mengedepankan pendekatan PBL dan SCL, apa itu? Seiring berjalannya blok 1, kalian pasti akan tahu. Namun seperti kebijakan-kebijakan pada umumnya, sistem blok ini pun ada prokontra dan belum berjalan sebagaimana mestinya, sehingga terkadang terjadi kekacauan. Misalnya jadwal yang bertabrakan, administrasi yang kacau, sistem penilaian yang tidak transparan, dan mahasiswa yang mengeluh karena hampir tidak mempunyai waktu luang . Catatan ini masih terlalu aneh dari sempurna, ditulis tanpa persiapan yang matang dan hanya berdasarkan pengalaman satu-dua orang mahasiswa saja, dan sebagian lagi mengutip dari sumber lain. Dengan disusunnya “Catatan Kecil” ini, semoga dapat bermanfaat dan bisa mengetahui bagaimana aktivitas mahasiswa di kedokteran hewan. Viva Veteriner! Wassalamu’alaikum wr. wb.

-2-

AKTIVITAS PEMBELAJARAN
Rangkaian aktifitas pembelajaran berikut ini disiapkan mengarahkan mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran blok: 1. untuk

Diskusi kelompok dengan pendampingan tutor Dijadwalkan 2 kali dalam seminggu, umumnya hari Senin dan Kamis. Jika tutor tidak hadir karena suatu halangan tertentu, kelompok mahasiswa yang bersangkutan harus memberi tahu bagian akademik sesegera mungkin. Agar dapat mencapai tujuan pembelajaran, metode “tujuhlangkah” atau seven jumps akan digunakan dalam diskusi kelompok. Diskusi hari pertama meliputi langkah 1-5, sedangkan langkah sisanya dilakukan pada diskusi hari kedua. Metode seven jumps meliputi: Langkah 1. : Membaca skenario; Memahami istilah-istilah dalam skenario. Langkah 2. : Menentukan kata kunci; Menentukan permasalahan. Langkah 3. : Menganalisis permasalahan. Langkah 4. : Menata permasalahan-permasalahan dan membuat hipotesis. Langkah 5. : Menentukan tujuan pembelajaran (learning objective). Langkah 6. : Mengumpulkan informasi baru. Langkah 7. : Membahas informasi baru yang diperoleh; Menata semua informasi baru yang diperoleh untuk menjawab permasalahan dalam skenario. Dalam diskusi, pertanyaan dasar yang harus digarisbawahi adalah: Apa yang ingin kita ketahui? Apa yang sudah kita ketahui? Apa lagi yang kita harapkan untuk diketahui? Lebih lengkapnya mengenai diskusi tutorial akan dibahas di topik berikutnya.

2.

Diskusi kelompok tanpa pendampingan tutor Sesuai kebutuhan kelompok, mahasiswa dapat menyelenggarakan pertemuan tanpa kehadiran tutor. Tujuan diskusi tanpa tutor bervariasi, misalnya, mengidentifikasi pertanyaan teoritis, identifikasi tujuan pembelajaran kelompok, memastikan behwa kelompok telah mengumpulkan informasi yang diperlukan, dan mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan praktis. Praktikum Diselenggarakan oleh Bagian untuk memperkaya pemahaman mahasiswa tentang konsep yang didiskusikan terkait dengan pengembangan ilmu. Latihan untuk meningkatkan ketrampilan yang dibutuhkan seorang dokter hewan (misal komunikasi dengan klien, ketrampilan klinik, dsb.) juga diberikan secara intensif.

3.

-3-

4.

Konsultasi Ahli Diselenggarakan sendiri oleh kelompok-kelompok mahasiswa berdasarkan kebutuhan. Sebaiknya ketua kelompok membuat janji terlebih dahulu dengan pakar yang bersangkutan. Kuliah Pengantar dan Kuliah Pakar Sebagai perbandingan dengan kurikulum kedokteran hewan konvensional, yang biasanya berbasis perkuliahan, jumlah perkuliahan dalam kurikulum PBL dikurangi dengan tujuan untuk menambah waktu belajar mandiri. Perkuliahan diselenggarakan sesuai dengan topik-topik dalam blok. Untuk mengefektifkan perkuliahan, kelompok diskusi direkomen-dasikan untuk mempersiapkan daftar pertanyaan yang tidak dapat dijawab dalam diskusi kelompok. Perkuliahan dalam PBL harus digunakan untuk mengklarifikasi dan mengidentifikasi isu-isu pembelajaran yang sudah di-identifikasi, sehingga dengan demikian menjadi interaktif. Belajar Mandiri Sebagai pembelajar dewasa, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan cara belajar mandiri, suatu jenis ketrampilan yang penting untuk pengembangan pribadi dan karir di masa depan. Ketrampilan ini meliputi kemampuan menemukan interes pribadi, mencari lebih banyak informasi dari berbagai sumber pembelajaran, menentukan cara belajar yang sesuai, dan mengidentifikasi kebutuhan belajar selanjutnya. Mahasiswa tidak akan pernah merasa cukup hanya belajar dari catatan kuliah atau buku teks. Be lajar mandiri merupakan ciri terpenting dari pendekatan PBL, dan pada tahap tertentu, belajar akan menjadi perjalanan tanpa ujung/batas. Diskusi Kelas Tujuan diskusi ini adalah untuk sharing dan membadingkan proses pembelajaran diantara kelompok untuk menghindari adanya kelompok yang “tersesat”. Tidak ada aturan baku dalam diskusi kelas ini dan memang tidak ditujukan untuk memberi “kuliah”. Semua kelompok boleh mengajukan isu tertentu untuk didiskusikan, dan fasilitator atau panel dosen akan memimpin diskusi dan menjawab pertanyaan. Diskusi ini diselenggarakan setiap 2 minggu, dan untuk memulai diskusi, beberapa kelompok diminta untuk mempresentasikan kemajuan belajar mereka.

5.

6.

7.

-4-

DISKUSI TUTORIAL
Dalam diskusi tutorial, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: Sebaiknya datang tepat waktu (jangan terlambat) ke tika masuk kelas tutorial, karena kita bisa ketinggalan apa yang didiskusikan. Selain itu datang terlambat akan mengurangi nilai tutorial kita. Pemilihan Ketua, Penulis, dan Sekretaris diskusi diadakan setiap minggu secara bergiliran. Masing-masing mempunyai kewajiban yang sama seperti anggota diskusi yang lain, tetapi mempunyai tugas tambahan yaitu: Ketua : Memimpin jalannya diskusi dan menyimpulkan permasalahan Penulis : Menuliskan pendapat dan materi diskusi di papan tulis Sekretaris : Mencatat pendapat dan materi diskusi di buku catatan khusus yang disediakan Diskusi tutorial hari pertama: Sehari sebelumnya kita dianjurkan mencari sumber belajar sesuai materi diskusi. Lihatlah buku blok kalian. Kita dilarang membawa catatan dalam bentuk apapun dalam diskusi hari pertama. Diskusi tutorial hari kedua: Mendiskusikan hasil dari belajar mandiri dan laporan individu mengenai tujuan pembelajaran. Boleh membawa fotokopi laporan masing-masing, buku referensi, atau catatan lain. Dosen tutor tidak boleh ikut berdiskusi atau memberi materi. Tutor hanya sebagai pembimbing dan pemantau jalannya tutorial/diskusi.

-

-

Panduan mengenai Seven Jumps dalam tutorial: 1. Membaca skenario; Memahami istilah-istilah dalam skenario. Langkah pertama setelah pembukaan diskusi dan berdoa adalah pembacaan skenario oleh salah seorang anggota diskusi. Perhatikan kutipan skenario berikut: “Awal musim hujan tak hanya rawan penyakit flu bagi manusia tapi juga rawan sejumlah penyakit yang menyerang hewan ternak seperti sapi. Organ yang paling riskan adalah gastrium, yang pada sapi bisa mengalami tympani atau bloat keracunan yang bisa merenggut nyawanya. Angka kematian sapi akibat dua penyakit tersebut....” Lalu mahasiswa mengajukan istilah/kata sulit yang terdapat di dalam skenario (misalnya yang digaris bawah dalam kutipan di atas) untuk kemudian dicari artinya dengan berdiskusi dengan dipimpin oleh ketua. Jika belum mantap, bisa dicari lagi pada saat belajar mandiri.

-5-

2.

Menentukan kata kunci; Menentukan permasalahan Setelah memahami isi skenario, kita menentukan kata-kata kunci (keywords) yang akan digunakan sebagai dasar permasalahan. Kata kunci terdapat di dalam skenario. Lalu permasalahan diajukan unuk dibahas bersama. Permasalahan disusun dalam bentuk kalimat tanya, dan diurutkan sesuai hierarkinya. Menganalisis permasalahan Permasalahan didiskusikan dan dianalisis satu per satu. Setiap pendapat harus dihargai karena kita sama-sama belajar. Dan jangan takut salah. Jika permasalahan belum terjawab, dapat dimasukkan dalam Learning Objective dan dicari pada saat belajar mandiri. Menata permasalahan-permasalahan dan membuat hipotesis Permasalahan yang telah didiskusikan dirangkum dan dirangkai menjadi satu kesatuan. Kemudian dibuat suatu bagan atau diagram untuk mendapatkan kesimpulan. Menentukan tujuan pembelajaran (learning objective) Tujuan pembelajaran disusun sesuai kebutuhan dan dibahas dalam laporan individu. Disusun dalam bentuk kalimat tanya. Mengumpulkan informasi baru. Langkah ini dilakukan pada waktu-waktu antara tutorial pertama dan kedua. Gunakanlah untuk menyusun laporan tutorial (laporan individu) menurut tujuan pembelajaran kelompok kalian. Membahas informasi baru yang diperoleh; Menata semua informasi baru yang diperoleh untuk menjawab permasalahan dalam skenario. Langkah terakhir ini dilakukan pada tutorial kedua. Informasi baru yang telah kita dapat dipresentasikan dalam diskusi. Dimulai dengan membahas satu per satu tujuan pembelajaran yang telah kita kumpulkan, dan saling bertukar informasi. Jika ada sesuatu yang belum dipahami, bisa ditanyakan dalam kuliah pakar.

3.

4.

5.

6.

7.

PANDUAN MENYUSUN LAPORAN TUTORIAL
Dalam penulisan laporan tutorial yang ‘senantiasa’ kita kerjakan setiap minggu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan : Bentuk laporan tutorial bisa ditulis tangan (dengan jelas dan rapi) atau diketik, menggunakan kertas kuarto (A4), tetapi menurut pengalaman kami, semua mahasiswa mengerjakan dengan diketik di komputer . Jumlah halaman sebaiknya sekitar 10 lembar saja, untuk menghemat dan mengurangi beban.

-6-

-

Ukuran margin (tepi) kertas : atas, kanan, dan bawah = 3 cm; kiri = 4 cm Jenis font jangan yang aneh-aneh, ukuran standar biasanya 12pt atau 11pt. Kerjakan sesuai panduan berikut 

Panduan 1 : Halaman cover/sampul Bagian atas sampul dituliskan judul skenario, unit pembelajaran, dan blok sekarang. Kemudian dibawahnya dicantumkan lambang UGM yang benar seperti dibawah ini (ukuran ± 6,5 cm x 6,5 cm):

Gambar: Logo UGM hitam putih yang benar Dibawah logo, dituliskan nama, NIM, dan kelompok tutorial Di bagian bawah, tuliskan : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2010 Jangan cantumkan nomor halaman di halaman sampul  Selengkapnya, dapat melihat ContohLaporan.docx pada CD yang tersedia.

-

Panduan 2 : Mari Menulis Setelah membuat halaman sampul, letakkan kursor diakhir halaman dan pilih menu INSERT  PAGE BREAK  untuk membuat halaman baru Halaman baru ini kita sebut halaman 1 (sampul = halaman 0) Pertama-tama kita menuliskan poin-poin tujuan pembelajaran (learning objective=LO) yang akan kita bahas. Mulailah dengan membahas LO yang pertama. Setiap memulai membahas LO, berilah judul, ubah kalimat tanya pada poin LO dengan kalimat biasa (bukan kalimat tanya)

-7-

-

Atur sebaik mungkin format dan bahasa yang digunakan untuk menulis agar mudah dipahami oleh pembaca, misalnya dosen tutor. Tampilan laporan secara keseluruhan hendaknya rapi dan sederhana. Untuk gambar boleh berwarna, tetapi grayscale juga tidak apa-apa. Isi laporan harus sesuai dengan LO masing-masing kelompok.

Panduan 3 : Aturan Aturan atau gaya penulisan yang benar mempunyai banyak versi, kami hanya memberikan aturan yang menurut sebagian besar orang baik dan benar  Setiap sub judul dibedakan dengan isi materi dengan dicetak tebal (bold). Setiap kata-kata selain Bahasa Indonesia, dicetak miring (italic). Isi laporan ditulis dengan line spacing 1,5. Setiap awal paragraf diformat agak menjorok ke kanan (1 cm). PENTING : dosen tutor menuntut kita untuk mencantumkan sumber referensi (sitasi) di setiap materi yang kita tulis, dan mencantumkan daftar pustaka di akhir laporan. Lebih lanjut, lihat contoh pada CD yang tersedia. Untuk gambar dan tabel, juga wajib disertakan sitasi referensi yang kita gunakan. Beberapa dosen tidak menyukai kalau materi laporan kita ambil dari internet, khususnya blog dan wikipedia yang pengarangnya tidak jelas. Jangan copy paste laporan dari teman atau siapapun. Untuk aturan penulisan daftar pustaka, terdapat banyak sekali versi. Pada Ms.Word telah disediakan berbagai style template penulisan daftar pustaka, silakan dimanfaatkan (lihat tutorial REFERENCES.pptx pada CD yang tersedia) atau menggunakan aturan berikut : Penulisan daftar pustaka menggunakan line spacing 1 (single) Antar tiap pustaka menggunakan line spacing 1,5 Daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad nama pengarang. Berikut ini contoh penulisan daftar pustaka, bisa diadaptasi untuk membuat daftar pustaka milik kalian sendiri  Untuk sumber internet Gerich, J. E., et. al., 2010. Renal Gluconeogenesis. American Diabetes Association. Diakses Tanggal 30 Juni 2010 dari http://care. diabetesjournals.org Untuk sumber buku Guyton, A. C., & Hall, J. E., 2006. Textbook of Medical Physiology. Philadelphia: Elsevier Saunders

-8-

TENTANG PRAKTIKUM
Praktikum diselenggarakan di sela-sela aktivitas tutorial dan kuliah dosen, biasanya masing-masing Bagian sudah mempunyai jadwal untuk melakukan praktikum di laboratorium. Ada praktikum pengenalan yang dijadwalkan khusus pada blok 1. Lalu di awal tiap blok ada asistensi yang menjelaskan tentang apa saja yang dipraktikum-kan, manfaatkan sebaik mungkin. Beberapa Lab seperti Makroanatomi, Mikroanatomi, Fisiologi, Biokimia, dll memiliki “asisten” yang bertugas untuk membimbing jalannya praktikum. Kita bisa bertanya kepada para asisten jika ada sesuatu yang belum dimengerti. Umumnya setiap laboratorium mengharuskan kepada praktikan untuk memakai jas lab dan peralatan wajib lainnya, kecuali lab mikroanatomi yang tidak mengharuskan memakai jas lab. Karena kita memakai sistem blok dan student center learning, maka sebelum praktikum kita wajib mengetahui dan memahami materi yang akan dipraktekkan. Biasanya ada semacam pretest untuk menguji kepahaman kita tentang materi praktikum yang dilaksanakan pada saat awal praktikum. Jika nilai kita kurang dari batas tuntas, maka kita tidak akan boleh mengikuti praktikum hari itu dan wajib mengikuti acara inhal, atau tugas tambahan. Acara inhal dilaksanakan dengan jadwal khusus di luar jadwal biasa dan harus membayar sejumlah uang untuk acara praktikum ekstra tersebut. Ingin merasakan inhal? Tunggu sajalah . Kemudian jika berhasil menyelesaikan praktikum dengan selamat, kita akan disuruh membuat laporan praktikum, aturan tiap-tiap Bagian pun berbeda-beda. Pada akhir blok, biasanya ada responsi, yaitu ujian akhir praktikum, berupa tes tertulis dan pengamatan. Berikut ini Laboratorium yang menyelenggarakan praktikum di tahun pertama: Bagian Anatomi (Makroanatomi dan Mikroanatomi) Bagian Fisiologi Bagian Parasitologi Bagian Biokimia Bagian Patologi

-9-

LAMBANG UGM, PAKAILAH YANG BENAR
Bagi UGM lambang adalah simbol dari identitas diri, ia juga sebuah “Trade Mark” secara umum dapat dikatakan bahwa dari lambang di dalamnya tertulis/tercermin watak, jiwa, kehidupan serta dinamika institusi yang bersangkutan. Tetapi lebih dari itu lambang UGM dibuat berdasarkan keinginan luhur dan mengandung arti yang mendalam, seperti tertulis di official site ugm :

Pusat lambang. Ia berupa surya atau matahari yang berlubang dan memancarkan sinar dalam bentuk lima kesatuan kumpulan sinar. Setiap kesatuan kumpulan sinar terdiri dari sembilan belas sorot sinar. Warna surya dan sinar, kuning emas; Dua lingkaran di tengah-tengah matahari. Lingkaran bagian dalam memuat huruf-huruf menyembul berbunyi GADJAH MADA. Lingkaran bagian luar memuat tulisan UNIVERSITAS pada bagian atasnya dan tulisan UNIVERSITAS pada bagian bawahnya. Kedua bentuk lingkaran ini bersusun, sehingga mirip surya kembar. Sedangkan lima kesatuan kumpulan sinar surya berbentuk Kartika atau Bintang Segi lima; Lima songkok. Pada lambang dilindungi oleh lima songkok bewarna putih, yaitu topi kebesaran panglima. Di antara songkok-songkok tersebut terdapat lima tombak bewarna kuning.

Sepucuk surat dari Prof. Dr. Ir. Mochammad Adnan (waktu menjabat Rektor UGM), tertanggal 31 Oktober 1993, meminta kepada seluruh sivitas akademika UGM agar melakukan pembetulan terhadap pembentukan lambang UGM, baik pada kop surat, kalender, buku panduan, sampul buku dan vandel. Menurut Prof. Adnan, sering kali terjadi kekeliruan pembuatan lambang UGM, terutama pembuatan kesatuan kumpulan sinar surya yang seharusnya setiap kesatuan berjumlah 19 sorot sinar (sebagai lambang angka kelahiran UGM), sering dibuat kurang dari 19. Mengapa kesalahan ini perlu diperbaiki Jawabnya, karena lambang adalah simbol dari identitas diri. Ia juga sebuah "Trade Mark". Ia dibuat berdasarkan keinginan luhur dan karena itu mengandung arti yang mendalam.Tidak berlebihan kiranya bila lambang UGM memiliki makna yang sangat mulia. -10-

Berikut ini untuk lambang hitam putih yang benar & baku (biasanya untuk thesis):

Berikut ini untuk lambang hitam putih yang salah / tidak baku:

DAFTAR PUSTAKA Anonim. (2009). Buku Tutorial Mahasiswa : Blok 3 Sistem Pencernaan. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada. Anonim. (2010). Makna Lambang UGM. Diakses www.ugm.ac.id/content.php?page=0&display=4 dari: http://

Ferry. (2008). Lambang UGM, Pakailah yang Baku. : Diakses dari : http://ferryts.staff.ugm.ac.id/index.php/2008/10/ 17/lambangugm-pakailah-yang-baku/

-11-

LAMPIRAN

Contoh halaman sampul laporan tutorial :

-12-

Contoh halaman isi laporan tutorial :

-13-

Contoh halaman Daftar Pustaka :

-14-

Lengkapi Koleksimu :
1. 2. 3. 4. 5. CD Materi Blok 1 (ready stock) DVD Materi Blok 1-6 (coming soon) Stiker... Pin... Mug

Hubungi dealer terdekat 

-15-

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful