SKENARIO III BLOK IV Saat menjadi probandus praktikum dermatome, AMI dapat merasakan adanya stimulus rasa nyeri

, rasa suhu, rasa raba pada seluruh tubuhnya. Berdasarkan hasil praktikum tersebut, ia berasumsi bahwa seluruh sensibilitasnya tidak ada gangguan. Benarkah asumsi AMI tersebut ? KLARIFIKASI ISTILAH 1. Probandus 2. Praktikum 3. Dermatome 4. Stimulus 5. Asumsi 6. Nyeri 7. Sensibilitas : Orang yang melakukan percobaan : bagian dari pengajaran agar siswa mendapat kesempatan untuk : suatu area kulit yang difersyarafi oleh sebuah saraf spinal dan : setiap agen, tindakan/ pengaruh yang menghasilkan reaksi : anggapan / dugaan dari suatu pikiran : sensasi yang memperingatkann adanya potensi cedera dan : kelemahan dalam merasakan

menguji dalam keadaan nyata apa yang sudah di dapat dalam teori merupakan satu segmen medulla spinalis fungsional / tropic pada reseptor atau jaringan yang peka

kesiapan untuk menghindari / mengatasinya

IDENTIFIKASI MASALAH 1. Saat menjadi probandus praktikum dermatome, Ami dapat merasakan adanya stimulus : • • • rasa nyeri, rasa suhu, rasa raba, pada seluruh tubuhnya

2. Berdasarkan hasil praktikum tersebut, ia berasumsi bahwa seluruh sensibilitasnya tidak ada gangguan.

TABEL IDENTIFIKASI MASALAH OBSERVED EXPECTED 1.Saat menjadi probandus SESUAI praktikum dermatome, AMI dapat merasakan adanya stimulus : 1. rasa nyeri, 2. rasa suhu, 3. rasa raba, pada seluruh tubuhnya 2. Berdasarkan hasil SESUAI bahwa sensibilitasnya CONCERNED -

praktikum tersebut, ia berasumsi seluruh

tidak ada gangguan.

ANALISIS MASALAH I. • EPIDERMIS Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) : 1. Stratum Korneum 2. Stratum Lusidum 3. Stratum Granulosum Bagaimana anatomi kulit ? STRUKTUR

4. Stratum Spinosum 5. Stratum Basale (Stratum Germinativum) DERMIS Dermis terdiri dari dua lapisan :

Lapisan papiler;

Lapisan retikuler; SUBKUTIS

PEMBULUH DARAH a. arteri : A. intramuscularis, A. subfascialis, A. intraseptalis. b. Vena : V. intramuscularis, V. subfascialis, V.intraseptalis.

bagian-bagian dermatome

`

Gambaran Penting yang Ditemukan pada Sindrom Radix Cervicalis dan Lumbosacralis Cedera Nyeri Dermatome Otot yang dipersarafi Kelemahan Gerakan Refleks Radix C5 C6 C7 C8 Sisi lateral bagian atas Deltoideus dan biceps Abduksi bahu, fleksi siku lengan Sisi lateral bawah lengan Jari tengah Sisi bawah medial brachii bagian Extensor carpi radialis Ekstensor longus dan brevis Triceps brachii

yang

terganggu Biseps

pergelangan Brachioradialis

tangan dan Ekstensi siku dan fleksi Trisep Tidak ada

flexor carpi radialis pergelangan tangan lengan Flexor digitorum Fleksi jari tangan superficialis dan

L1 L2 L3

Lipat paha Bagian

profundus Iliopsoas anterior Iliopsoas,

Fleksi panggul sartorius, Fleksi panggul,

Kremaster aduksi Kremaster

tungkai atas Sisi medial lutut

adductor coxae panggul Iliopsoas, sartorius, Fleksi panggul, ekstensi Patella quadriceps femoris, lutut, aduksi panggul Patella adductor coxae Tibialis anterior, Inversi kaki, ekstensi lutut jari-jari

L4 L5

Sisi medial betis Sisi bawah lateral dan

quadriceps femoris tungkai Extensor hallucis longus, Ekstensi dorsum extensor digitorum dorsofleksi longus Gastrocnemius, soleus

kaki, Tidak ada

pergelangan

S1

pedis Pinggir lateral kaki

kaki Plantarfleksi pergelangan Tendon kaki Achilles

S2

Bagian posterior paha

( Ankle jerk ) Flexor digitorum longus, Plantarfleksi pergelangan Tidak ada flexor hallucis kaki, fleksi jari kaki

Cabang-Cabang Pleksus Brachialis dan Distribusinya Cabang-Cabang Pleksus Lumbalis dan Sacralis serta Distribusinya Cabang-Cabang Distribusi Cabang-Cabang Distribusi Radix N. femoralis ( L2, L3, L4 C5 ) M. illiacus, m. pectineus, m. sartorius, m. quadriceps N. dorsalis scapulae ( ) M. rhomboideus minor, rhombodeus major, m. N. thoracalis longus ( C5, C6, C7 ) Truncus superior N. suprascapularis ( C5, C6 ) Saraf ke m. subclavius ( C5, C6 ) Fasciculus Lateralis L3, L4 ) N. obturatorius ( L2, N. Pectoralis lateralis ( C5, C6, C7 ) N. Musculocutaneus ( C5, C6, C7 ) femoris,scapulaen. cutaneus femoris medialis dan levator kulit, M. seratus anterior intermedius, n. saphenus menuju sisi medial tungkai, sisi supraspinatus dan m. infraspinatus kaki, ramus M. medial kaki sampai ke ibu jari M. subclavia articulares untuk sendi coxae dan sendi lutut. M. pectineus, M. adductor longus, M. adductor M. Pectoralis major brevis, M. adductor magnus ( bagian adductor ), M. M. Coracobracialis, M. Biceps Brachii, M. gracilis, kulit, sisi medial paha, ramus articulares Brachialis; mempersarafi kulit sepanjang tepi untuk sendi coxae dan sendi lutut. lateral lengan bawah ketika menjadi N. Cutaneus Antebrachii Lateralis M. biceps femoris ( caput brevis ), kulit, n. cutaneus M. Subscapularis surae lateralis, dorsi communicans surae lateralis, M. Latissimus ramus M. Subscapularis dan M. Teres major sisi lateral kaki, dan jari kelingking M. Deltoideus dan M. Teres minor ; N. Cutaneus M. peroneus longus dan brevis, kulit, betis, dan brachii lateralis superior mempersarafi setengah dorsum pedis. M. tibialis anterior, M. Deltoideus kulit bagian bawah M. extensor hallucis longus, M. M. Triseps brachii, M. M. peroneus tertius, M. extensor digitorum longus,Anconeus, sebagian M. Brachialis, M. Brachioradialis, M. Extensor carpi extensor digitorum brevis, kulit, celah antara jari radialis; melalui pertama dan kedua,ramus profundus N. radialis ramus articulares untuk sendi N. tibialis mampersarafi otot-otot extensor lengan bawah : M. tibio fibularis, tumut, kaki. M. semitendinosus, M. biceps femoris ( caput longus Supinator, M. Extensor carpi radialis brevis, M. ), M. membranosus, M.M. Extensor digitorum, M. Extensor carpi ulnaris, adductor magnus ( bagian hamstring digiti minimi, M. Extensor indicis, M. Extensor ), M. gastrocnemius, M. soleus, M. plantaris, M. popliteus, M. M. Extensor pollicis Abductor pollicis longos, tibialis posterior, M. fleksor digitorum longus, M. flexor hallucis longus, longus, M. Extensor pollicis brevis; kulit, N, kulit, sisi brachii lateralisramus articulares untuk Cutaneus medial tumit, inferior, N. Cutaneus N. plantaris medialis articulatio coxae, sendi lutut, sendi tumit. antebrachii brachii dorsalis, dan N. Cutaneus M. abductor hallucis, M. digitorum brevis, M. flexor dorsalis; kulit di atas sisi lateral dorsum manus dan hallucis brevis, mm. lumbricales, kulit, sisi medial permukaan dorsal 3,5 jari lateral; cabang-cabang telapak kaki, cabang articular sendi-sendi kaki. articular untuk sendi siku, pergelangan tangan dan M. flexor acesoriuss, M. abductor digiti minimi, M. tangan.

N. ischiadicus ( L4, L5, S1, S2, S3 ) Fasciculus dorsalis N. peroneus communis N. Subscapularis superior ( C5, C6 ) N. Thoracodorsalis ( C6, C7, C8 ) N. Subscapularis inferior ( C5, C6 ) N. Axillaris ( C5, C5 ) N. peroneus superficialis N. peroneus profundus N. Radialis ( C5, C6, C7, C8, T1 )

N. plantaris lateralis Fasciculus medialis N. Pectoralis medialis ( C8, T1 ) N. Cutaneus brachii madialis bergabung dengan N. ( C8, T1, T2 ) N. Cutaneus antebrachii medialis ( C8, T1 ) N. Ulnaris

flexor digiti minimi brevis, M. lumbricalis ( II, III, m. Pectoralis major dan minor IV )m. adductor lengan atas semua mm. interossei; Kulit sisi medial hallucias, Intercosto-brachialis dari N. Intercostalis II kulit dan sisi lateral telapak kaki. Kulit sisi medial lengan bawah M. Flexor carpi ulnaris dan setengah sisi medial M.

II. •

Bagaimana histology pada kulit? EPIDERMIS epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk terdiri atas 5 lapisan 1. stratum basale / stratum germinatium 2. stratum spinosum 3. stratum granulosum 4. stratum lusidum 5. stratum korneum 6. stratum disjungtum sel epidermis : • • • • • keratinosit melanosit sel langerhans sel merker DERMIS (KORIUM) Lapisan tebal jar.ikat atas(epidermis) & jar.ikat bawah(hipodermis) Lapisan tebal bervariasi

HISTOLOGI KULIT

Struktur dermis terdiri dari 2: 1. stratum papilaris - tipis dan longgar - seluler - mengandung lengkung kapilar 2. stratum retikular - padat dari pada lapisan papiler -terdiri dari serat-serat kolagen

III.

Bagaimana fisiologi kulit?

Fisiologi kulit berdasarkan fungsinya:

Fungsi sebagai proteksi

Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis atau mekanis,misalnya tekanan,gesekan,tarikan;gangguan kimiawi misalnya zat-zat kimia yang bersifat iritan ex: lisol,karbol,asam dan alkali kuat lainnya.

Fungsi sebgai absorpsi

Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air,larutan dan benda padat,tetapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap .begitupun larutan lemak. • Fungsi eksresi

Kelenjar-kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau sisa metabolisme dalam tubuh berupa Nacl,urea,asam urat,dan ammonia • Fungsi persepsi

Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis • Fungsi pengaturan suhu tubuh

Kulit melakukan peranan ini dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan(otot berkontraksi) pembuluh darah kulit • Fungsi pembentukan pigmen

Sel pembentuk pigmen (melanosit) terletak di lapisan basal dan sel ini berasl dari rigi saraf • Fungsi pembentukan vit,D

Dimungkinkan dengan mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari.

IV.

Bagaimana rangsangan reseptor pada? Reseptor Nyeri dan Rangsangannya Reseptor nyeri merupakan ujung saraf bebas. Reseptor ini tersebar luas pada

permukaaan

superfisial kulit dan

juga dijaringan

dalam tertentu,

misalnya

periosteum,dinding arteri, permukaan sendi, dan falk serta tentoriumtempurung kepala. Sebagian besar jaringan dalam lainnya hanya sedikit sekali dipersyarafi oleh ujung syaraf rasa nyeri; namun, setiap kerusakan jaringan yang luas dapat bergabung sehingga pada kebanyakan daerah tersebut akan timbul tipe rasa nyeri pegal yang lambat dan kronik. Tiga jenis stimulus yang merangsang reseptor rasa nyeri-mekanis,suhu,kimiawi. Rasa nyeri dapat dirasakan melalui berbagai jenis ransangan. Semua ini di kelompokan sebagai ransang nyeri mekanis, suhu dan kimiawi. Pada umunnya, nyeri cepat diperoleh melalui ransangan jenis mekanis atau suhu, sedangkan nyeri lambat dapat diperoleh melalui ketiga jenis tersebut. Beberapa zat kimia yang meransang jenis nyeri kimiawi adalah bradikinin, serotonin, histamin, ion kalium,asam, asetikolin dan enzim proteolitik. Sifat nonadaptasi reseptor rasa nyeri. Berbeda dengan kebanyakan reseptor sensorik tubuh lainnya, reseptor rasa nyeri sedikit sekali beradaptasi dan kadang tidak beradaptasi sama sekali. Ternyata, pada beberapa kondisi, eksitasi serabut rasa nyeri menjadi semakin bertambah secara progresif, terutama pada rasa nyeri berlangsung terus menerus. Keadaan ini akan meningkatkan sensitivitas reseptor rasa nyeri dan disebut hiperalgesia. Kecepatan kerusakan jaringan seagaistimulus rasa nyeri Pada umumnya nyeri akan terasa bilaseseorang menerima panas dengan suhu di atas 45°C. jaringan akan seluruhnya rusak jika suhu menetap di atas nilaiini. Oleh karena itu, jelaslahsekarang bahwa rasa nyeri yang disebabkan oleh panas sangat erat hubungannya dengan kecepatan kerusakan dari jaringan yang terjadi dan tidak berhubungan dengan kerusakan total yang telah terjadi.

Intensitas rasa nyeri juga berhubungan erat dengan kecepatan kerusakan jaringan yang disebabkan oleh pengaruh lain selain panas,seperti infeksi bakteri, iskemia jaringan, kontusio jaringan dan sebaginya. Makna khusus dari stimulus kimiawi penyebab nyeri selama kerusakan jaringan. Satu zat kimia yang terlihat mengakibatkan rasa nyeri lebih hebat daripada yang lain adalah bradikinin. Banyak peneliti menduga bahwa, bradikinin mungkin merupakan zat yang bertanggunggung jawab terhadap penyebab rasa nyeri yang diikuti kerusakan jaringan. Juga, intensitas nyeri dirasakan berkorelasi dengan peningkatan konsentrasi ion kalium setempat atau peningkatan enzim proteolitik yang dapat secara langsung menyerang ujung-ujung saraf dan menimbulkan rasa nyeri dengan cara meembuat membrane saraf tersebut lebih permeable terhadap ion-ion. Iskemia jaringan sebagai penyebab rasa nyeri. Bila aliran darh yang menuju jaringan terhambat, dalamwaktu beberapa menit saja jaringan sering menjadi terasa nyeri sekali. Bila metabolisme makin cepat, rasa nyeri yang timbul akan semakin cepat pula. Salah satu penyebab rasa nyeri pada keadaan iskemia adalah terkumpulnya sejumlah besar asam laktat dalam jaringan( metabolism tanpa oksigen ). Mungkin juga ada bahan-bahan kimia lainnya seperti bradikinin dan enzim proteolitik yang terbentuk dalam jaringan akibat kerusakan sel dan bila bahan-bahan ini selain asam laktat akan merangsang ujung serabut saraf nyeri. Spasme otot sebagai penyebab rasa nyeri. Rasa nyeri ini mungkin sebagian disebabkan secara langsung oleh spasme otot karena terangsangnya reseptor nyeri yang bersifat mekanosensitif, namun mungkin juga rasa nyeri ini secara tidak langsung disebabkan oleh pengaruh spasme otot yang menekan pembuluh darah dan menyebabkan iskemia. Spasme otot ini juga meningkatkan kecepatan metabolism dalam jaringan otot sehingga relative memperberat keadaan iskemia,keadaan ini merupakan kondisi yang ideal untuk pelepasan bahan kimiawi pemicu timbulnya rasa nyeri.

Reseptor suhu dan perangsangannya Reseptor dingin dan reseptor dingin terletak tepet di bawah kulit,yakni pada titiktitik yang berbeda dan terpisah-pisah. Pada sebagian daerah tubuh jumlah titikdingin

kira-kira 3 sampai 10 kali titik hangat dan pada berbagai daerah tubuh jumlah reseptor bervariasi, 15 sampai 25 titik dingin per sentimeter persegi pada bibir, 3 sampai5 titik dingin pada jari-jari, dan kurang dari satu titik dingin per sentimeter persegi pada daerah permukaan badan yang luas. Ujung saraf tipe Aδ yang bermielin,khusus dan kecil bercabang beberapa kali, ujungnya menembus kepermukaan dasar sel-sel epidermis basal. Sinyal dari reseptorreseptor ini akan di jalarkan melalui serabut saraf tipe Aδ yang berkecapatan lebih dari 20 meter per detik. Sebagian sensasi dingin juga di jalarkan melalui serabut sara tipe C, yang diduga merupakan ujung serabut saraf bebas yang munginjuga berfungsi sebagai reseptor dingin. Mekanisme perangsangan reseptor suhu Ada anggapan bahwa reseptor hangat dan dingin di rangsang oleh perubahan kecepatan metabolismenya dan dari kenyataan terlihat bahwa untuk setiap perubahan suhu 10°C akan memengaruhi kecepatan reaksi kimia intrasel seanyak dua kali lipat. Dengan kata lain,deteksi suhu mungkin bukan hasil dari fisik panas atau dingin pada ujung-ujung saraf secara langsung tetapi dari perangsangan kimia pada ujung serabut saraf yang telah dimodifikasi oleh suhu. V. stimulus? • jaras nyeri dan suhu impuls nyeri di transmisikan ke arah medulla spinalis( serabut-serabut penghantar cepat delta A dan serabut lambat tipe C ). Akson-akson yang masuk ke dalam medulla spinalis dari ganglion radix posterior langsung menuju columna grisea posterior dan terbagi menjadi cabang ascendns dan desecndens. Cabang tersebut berjalan ke medulla spinalis dan membentuk tractus posterolaterallissauer. Selanjutnya akson-akson neuron tingkat kedua menyilang secara oblik menuju sisi kontra lateral di substansia grisea anterior dan commissural alba dalam satu segmen medulla spinalis, naik di dalam columna alba kontralateral sebagai teractus spinothalamicus lateralis. Bagaimana mekanisme sehingga bisa merasakan adanya

Tractus spinothalamicus lateralis terletak di medial tractus spinocerebellaris anterior. Ketika tractus spinotalamicus lateralis naik melalui medulla spinalis, terjadi penambahan serabut-serabut baru di aspek anteromedial tractus ini sehingga di dalam segmen cervicalis atas medulla spinalis serabut-serabut sacralis terletak di lateral dan segmen cervicalis di medial. Serabut-serabut yang membawa sensasi nyeri terletak sedikit anterior dari serabut-serabut yang membawa sensasi suhu. Ketika tractus spinothalamicus lateralis naik melalui medulla oblongata. Tractus ini terletak dekat permukaan lateral dan diantara nucleus olivarius inferior dan nucleus tractus spinalis nervus trigeminus. Tractus spinothalamicus lateralis, tractus spinothalamicus anterior, tractus spinotetialis, membentuk lemnicus spinalis. Lemnicus spinalis terus berjalan ke atas melalui bagian posterior pons. Di dalam mesencephalon, lemnicus terletak dalam tegmentun di lateral lemnicus medialis. Banyak serabut tractus spinothalamicus lateralis berakhir dan bersinaps dengan neuron tingkat ketiga di dalam nucleus ventroposterolateralis thalami. Akson-akson neuron tingkat ketiga di dalam nucleus ventroposterolateral thalami berjalan melalui crus posterius capsula interna dan corona radiate untuk mencapai area somesthesia di gyrus paracentralis posteriorortex cerebri.

Sistem sensorik menyilang

Medula Spinalis

Reseptor – kortek sensorik à 3 tingkatan neuron Memiliki pola dasar : 1. Sistem sensorik menyilang 2. Neuron tk pertama berada di ganglion akar dorsal 3. Badan sel neuron tk 2 di kornu posterior M.S / inti homolog M.O 4. Neuron tk 3 di talamus merelay impuls ke korteks

jaras raba dan tekanan ringan( kasar ) akson-akson memasuki medulla spinalis melalui ganglion radix posterior dan

menuju ujung columna grisea posterior, kemudian terbagi dua menjadi cabang asendens dan descendns. Cabang-cabang ini berjalan sejauh satu atau dua segmen medulla spinalis dan memberikan kontribusi pada tractus posterolateral lissauer. Serabut neuron tingkat pertama ini di duga berakhir dengan bersinaps pada sel-sel di dalam kelompok substantia gelatinosa columna grisea posterior. Akson-akson neuron tingkat kedua menyilang sangat oblik ke sisi kontralateral di substantia grisea anterior dan comisura alba dalam beberapa segmen medulla spinalis, dan naik di dalam columna alba anterolatral sisi kontralateral sebagai tractus spinothalamicus anterior. Saat tractus spinothalamius anterior naik melalui medulla spinalis terjadi penambahan serabut-serabut baru pada sisi aspek medial tractus ini sehingga pada segmen cervicalis atas medulla spinalis serabut sacralis terletak paling lateral dan segmen cervical paling medilal. Ketika tractus spinothalamicus anterior naik melalui medulla oblongata tractus ini di ikuti oleh tractus spinothalamicus lateralis dan tractus spinotectialis yang secara bersama-sama membentuk lemniscus spinalis. Lemnisus spinalis terus naik ke bagian posterior pons,serta tegmentum medulla spinalis dan serabut-serabut tratus spinothalamicus anterior berakhir dan membentuk sinaps dengan neuron ttingkat ketiga di nucleus ventroposterolateral thalami. Rasa raba dan tekan diyakini dapat di apresiasikan di sini. Selanjutnya, akson-akson neuron tingkat ketiga pada nucleus ventroposterolateral thalami berjalan melalui crus posterior capsula interna dan corona radiate untuk menapai area somestesia di gyrus postcentralis cortex cerebri. Setengah bagian kontralateral tubuh diwakili secara terbalik, yaitu dengan tangan dan mulut terletak pada bagian inferior, seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Kesadaran mengenai apresiasi sensasi raba dan tekan bergantung pada aktivitas ortex cerebri. Sensasi hanya dapat ditentukan lokasinya secara kasar dan intensitasnya hanya dapat sedikit dibedakan.

VI.

Apa saja jenis-jenis sensibilitas ?

Jenis-jenis sensibilitas 1. Superfisial ( eksteroseptif ) • Rasa raba • Rasa nyeri • Rasa suhu 2. Dalam ( propioseptif ) • Rasa gerak • Rasa sikap • Rasa getar • Rasa tekan dalam • Rasa nyeri dalam otot 3. Viseral ( introseptif )

Gangguan sensibilitas Siringomielia Keadaan ini disebabkan oleh gangguan pekembangan dalam pembentukan canalis centralis, paling sering mengenai batang otak dan daerah cervikal medulla spinalis.gejala dan tanda seabagai berikut : 1. Hilangnya sensasi nyeri dan suhu pada dermatom kedua sisi tubuh yang berhubungan dengan segmen medulla spinalis yang terkena. Pasien sering mengeluhkan cidera terbbakar pada jari yang tidak sengaja. 2. Deskriminasi traktil, sensasi getar dan sensasi propioseptif normal.

Jenis-jenis stimulus 1. Mekanoreseptor Tipe ini memberikan respon impuls saraf terhadap perubahan mekanik Seperti raba, tekanan ( termasuk tekanan darah ), getaran dan regangan. 2. Thermoreseptor Tipe ini memberikan respon terhadap perubahan suhu ; beberapa reseptor memberikan respon terhadap dingin dan sebagian terhadap panas 3. Nosiseptor Tipe ini memberikan respon terhadap stimulus yang menyebabkan kerusakan pada jaringan Seperti terbakar, dinginnya ektrem, tekanan yang berlebihan ataupun inflamasi. 4. Kemoreseptor Tipe ini memberikan respon terhadap perubahan kimiawi yang berhubungan dengan rasa kecap dan penghidu serta kosentrasi oksigen dan karbon dioksida di dalam darah 5. Photoreseptor seperti retina mata yang merespon terhadap energi cahaya.

VII.

Dimana pusat sensibilitas? Saraf ini umumnya diketahui bahwa impuls nyeri cepat langsung naik menuju nucleus ventrolateralis thalami kemudian di teruskan ke kortex cerebri. Sebagian besar

serabut nyeri-lambat di tractus spinothalamicus lateralis berakhir pada formation reticularis yang akan mengaktifkan seluruh system saraf. Daerah ini merupakan area otak yang lebih rendah yang menimbulkan kesadaran pada individu mengenai nyeri tipe kronis, nausea dan nyeri yang sangat hebat. Hasil penelitian membuktikan bahwa gyrus postcentralis, gyrus cinguli dan gyrus insula di yakini merupakan tempat yang berfungsi untuk menerima dan menginterpretasikan informasi nosiseptor.Gyrus postentralis berfungsi menginterpretasikan nyeri yang berhubungn dengan pengalaman masa lalu, gyrus cinguli berperan menginterpretasikan aspek emosional nyeri, sadangkan gyrus insula berfungsi menginterpretasikan rangsangan nyeri dari organorgan dalam tubuh dan menimbulkan respon otonom. Penerimaan informasi nyeri oleh susunan saraf pusat pertama kali diatur oleh susunan saraf pusat di atur oleh cornu grisea posterior medulla spinalis dan di tempat lain ditingkat yang lebih tinggi.

VIII.

Bagaimana cara memeriksa sensibilitas ? Sistem sensibilitas
o

Eksteroseptif : terdiri atas rasa nyeri, rasa suhu dan rasa raba.

Rasa nyeri bisa dibangkitkan dengan berbagai cara, misalnya dengan menusuk menggunakan jarum, memukul dengan benda tumpul, merangsang dengan api atau hawa yang sangat dingin dan juga dengan berbagai larutan kimia. Rasa suhu diperiksa dengan menggunakan tabung reaksi yang diisi dengan air es untuk rasa dingin, dan untuk rasa panas dengan air panas. Penderita disuruh mengatakan dingin atau panas bila dirangsang dengan tabung reaksi yang berisi air dingin atau air panas. Untuk memeriksa rasa dingin dapat digunakan air yang bersuhu sekitar 10-20 °C, dan untuk yang panas bersuhu 40-50 °C. Suhu yang kurang dari 5 °C dan yang lebih tinggi dari 50 °C dapat menimbulkan rasa-nyeri. Rasa raba dapat dirangsang dengan menggunakan sepotong kapas, kertas atau kain dan ujungnya diusahakan sekecil mungkin. Hindarkan adanya tekanan atau

pembangkitan rasa nyeri. Periksa seluruh tubuh dan bandingkan bagian-bagian yang simetris.

o

Proprioseptif : rasa raba dalam (rasa gerak, rasa posisi/sikap, rasa getar dan rasa tekanan)

Rasa gerak : pegang ujung jari jempol kaki pasien dengan jari telunjuk dan jempol jari tangan pemeriksa dan gerakkan keatas kebawah maupun kesamping kanan dan kiri, kemudian pasien diminta untuk menjawab posisi ibu jari jempol nya berada diatas atau dibawah atau disamping kanan/kiri. Rasa sikap : Tempatkan salah satu lengan/tungkai pasien pada suatu posisi tertentu, kemudian suruh pasien untuk menghalangi pada lengan dan tungkai. Perintahkan untuk menyentuh dengan ujung ujung telunjuk kanan, ujung jari kelingking kiri dsb. Rasa getar : Garpu tala digetarkan dulu/diketuk pada meja atau benda keras lalu letakkan diatas ujung ibu jari kaki pasien dan mintalah pasien menjawab untuk merasakan ada getaran atau tidak dari garputala tersebut.

o

Diskriminatif : daya untuk mengenal bentuk/ukuran; daya untuk mengenal /mengetahui berat sesuatu benda dsb.

Rasa gramestesia : untuk mengenal angka, aksara, bentuk yang digoreskan diatas kulit pasien, misalnya ditelapak tangan pasien. Rasa barognosia : untuk mengenal berat suatu benda. Rasa topognosia : untuk mengenal tempat pada tubuhnya yang disentuh pasien.

KERANGKA KONSEP

( AMI menjadi Probandus praktikum Dermatome)

Jenis-jenis

Anatomi

Merasakan stimulus(kulit)

histologi

fisiologi Cara pemeriksaaan Sensibilitas

pusat

Jenis

Superfisial (eksteroseptif)

Dalam (profioseptif)

Visceral (introseptif)

Rasa raba Rasa nyeri Rasa suhu

Rasa gerak Rasa sikap Rasa getar • Rasa tekanan dalam • Rasa nyeri dalam otot

Learning Issues What I know

What I don’t know Gangguan sensibilitas

What I have to prove Mekanisme sehingga merasakan adanya stimulus

How will I learn • Text book • Kuliah Pakar • Internet • Website

Dermatom kulit Anatomi kulit Histology kulit Jenis-jenis sensibilitas Jenis-jenis stimulus Cara pemeriksaan stimulus Mekanisme rasa nyeri,raba, dan suhu

  

HIPOTESIS Asumsi Ami belum benar, karena ami belum melakukan keseluruhan pemeriksaan sensibilitas.

SINTESIS ANATOMI KULIT Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong. Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat. EPIDERMIS Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu. Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) : 1. Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti. 2. Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis. 3. Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans. 4. Stratum Spinosum. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk

mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans. 5. Stratum Basale (Stratum Germinativum). Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit. Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans).

DERMIS Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm. Dermis terdiri dari dua lapisan :
• •

Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang. Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat. kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan

Serabut-serabut

bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput.

Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis. Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi SUBKUTIS Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi. Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.

PEMBULUH DARAH c. arteri : A. intramuscularis, A. subfascialis, A. intraseptalis. d. Vena : V. intramuscularis, V. subfascialis, V.intraseptalis.

HISTOLOGI KULIT Epidermis Epitel berlapis gepeng dengan lapisan tanduk terdiri 5 lapisan : 1. Stratum basale Terdiri atas satu lapis sel di atas lamina basalis dan melekat pada dermis di bawahnya. sel-selnya kuboid atau kolumnar rendah. Intinya besar. Pada mikrofag

elektron, terdapat kompleks golgi kecil, sedikit mitokondria dan profil retikulum endoplasma dalam matriks sitoplasma yang kaya ribosom. 2. Stratum spinosum Terdiri dari sel poligonal teratur Punya jembatan antar sel seperti duri ( spina ) 3. Stratum granulosum Terdiri dari 3-5 lapis sel gepeng Sitoplasmanya banyak granula ( granula keratohialin ) 4. Stratum lusidum Terdapat lapisan tipis yaitu zona eosinofilik antara stratum granuloum dan stratum korneum. Terdiri dari 4-6 lapis sel gepeng, padat tidak berinti. Mempunyai zat eleidin. 5. Stratum korneum Terdiri dari lapisan sel gepeng, selnya tidak berinti, elektin berubah menjadi keratin, massanya sangat eosinopilik dari lamel berombak, sel-sel tidak jelas 6. Stratum disjunctum Paling superfisial, pelepasan sel tanduk disebut disjunctum Dermis ( korium ) • Lapisan tebal jaringan ikat. Atas Bawah • : epidermis : hipodermis

Lapisan tebal bervariasi, misalnya kelopak mata 0.5 mm, perut 1-2 mm

Terdiri dari folikel rambut, glandula sudorifera, glandula sebacea, otot polos, otot lurik ( wajah )

Struktur dermis terdiri dari : 1. Stratum papilaris Lebih tipis, longgar dan lebih seluler, mengandung lebih banyak lengkung kapiler 2. Stratum retikularis Lebih padat dari pada lapisan papiler, terdiri serat-serat kolagen yang disebut garis langer. Otot polos pada dermis ( M. Arektor pili )

Jaras nyeri Stimulus nyeri Spinalis Resptor (kulit) Ujung saraf bebas Impuls nyeri Medula Ujung Serabut penghantar-cepat δtipe A Ganglion radix posterior

columna Gricea Posterior Oblik menuju alba kontralateral

Tractus posterolateral Lissauer

Menyilang secara

sisikontralateral substantia gricea anterior dan Comissura Alba(dalam Terletak di medial Tractus Spinocerebellaris anterior naik

satu segmen med.Spinalis) (Tractus Spinotalamicus lateralis) naik di dalam columna melalui medulla oblongata pons tractus spinothalamicus lateralis,tractus spinothalamicus melalui bagian posterior

anterior dan spinotetalis membentuk lemniscus spinalis

serabut spinothalamicus lateralis brakhir dan bersinaps dengan nuron tingkat crus posterior capsula interna dan corona radiate untuk mncapai area

ketiga di dalam nucleus ventroposterolateralis thalami( terjadi apresiasi sensasi nyeri dan suhu ) Jaras Suhu Stimulus nyeri Spinalis Resptor (kulit) Ujung saraf bebas Impuls nyeri Medula Ujung Serabut penghantar-cepat δtipe A Ganglion radix posterior somesthesia di gyrus paracentralis posterior cortexcerebri.

olumna GriceaPosterior

Tactus posterolateral Lissauer

Menyilang secara Oblik

menuju kontralateral

sisikontralatral substantia gricea anterior dan Comissura Alba(dalam satu Terletak di medial Tractus Spinocerebellaris anterior naik melalui

segmen med.Spinalis) (Tractus Spinotalamicus lateralis) naik di dalam columna alba medulla oblongata tractus spinothalamicus lateralis,tractus spinothalamicus anterior melalui bagian posterior pons

dan spinotetalis membentuk lemniscus spinalis

serabut spinothalamicus lateralis brakhir dan bersinaps dengan nuron tingkat ketiga di dalam nucleus ventroposterolateralis thalami( terjadi apresiasi sensasi nyeri dan suhu ) crus posterior capsula interna dan corona radiate untuk mncapai area somesthesia di gyrus paracentralis posterior cortexcerebri

JARAS RABA Stimulus nyeri Spinalis menuju kontralateral Resptor (kulit) Ujung saraf bebas Impuls nyeri Medula Ujung Seraut penghantar-cepat δtipe A sisi kontralateral Ganglion radix posterior

Columna Gricea Posterior

Tactus posterolateral Lissauer

Menyilang sangat Oblik comissura alba sisi

Substantia gricea anterior dan

Tractus spinothalamicus anterior naik dalam columna alba anterolateral Medulla Oblongata Tractus Spinotectalis membentuk Lemniscus Spinalis

diikuti Tractus Spinothalamicus Lateralis dan naik ke bagian posterior pons crus Gyrus Postcentralis cortex Nucleus ventroposterolateral Thalami

serabut Spinothalmicus anterior cerebri( apresiasi raba dan tekan)

Posteriorapsula Interna dan Corona Radiata

Tulang belakang

DAFTAR PUSTAKA Snell,Richard S.2006.Neuroanatomi Klinis untuk Mahasiswa Kedokteran.Jakarta:EGC Guyton,Arthur.C2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta:EGC Bloom W,Fowchet.2002.Buku Ajar Histologi.Jakarta:EGC