Kencur memiliki prospek pasar cukup baik, sebagai bahan baku berbagai industri.

Daftar Isi
Varietas Unggul Kencur Biogas untuk Generator Listrik Skala Rumah Tangga Arachis Perenial Bukan Sekedar Pakan Ternak Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Masih Berpotensi Dikembangkan Peran Lembaga Mediator dalam Membantu Penyediaan Modal Usaha Tani Konservasi Lahan Pasang Surut dengan Teknologi Tradisional "Tepulikampar" Marigold Perangkap Tungau pada Krisan Kefir, Susu Fermentasi dengan Rasa Menyegarkan PTT, Andalan Peningkatan Produksi Padi Nasional Nilam Toleran Kekeringan Puslitbang Peternakan versus Direktorat Jenderal Peternakan Tahun 2007: Target Produksi Beras Naik 5% 1 3 4 6 8 10 11 12 14 15 17 19

Varietas Unggul Kencur
Seleksi dan pengujian beberapa nomor unggul kencur menghasilkan tiga varietas unggul yaitu Galesia-1, Galesia-2, dan Galesia-3. Galesia-1 mempunyai rimpang besar dan responsif terhadap pemupukan. Galesia-2 memiliki bobot rimpang dan kadar minyak atsiri tinggi, sedangkan Galesia-3 hasil rimpangnya cukup tinggi. Hasil ketiga varietas unggul baru tersebut stabil di lokasi spesifik.

encur (Kaempferia galanga L.) memiliki prospek pasar cukup baik karena merupakan bahan baku berbagai industri seperti obat tradisional, kosmetik, obat herbal terstandar, saus rokok, bumbu, bahan makanan, serta untuk minuman penyegar. Peningkatan pemakaian

K

simplisia kencur untuk berbagai industri di dalam negeri mendorong perluasan areal tanam di beberapa sentra produksi di Jawa serta pembukaan areal baru di luar Jawa, antara lain di Kalimantan Selatan. T anaman kencur dapat tumbuh secara optimal pada daerah dengan

1

Kencur jenis ini mengandung minyak atsiri tinggi.05 t/ha. terpilih nomor-nomor harapan dengan potensi produksi tinggi dan mutu rimpang baik. sehingga berpotensi dikembangkan untuk memperoleh produksi rimpang tinggi dengan kadar minyak atsiri yang tinggi pula. Oleh karena itu. kencur berimpang kecil umumnya mutunya lebih tinggi daripada kencur berimpang besar. Penyunting Pelaksana: Endang Setyorini. pati. Alamat Penyunting: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian. Telepon: (0251) 321746. Selain minyak atsiri. Jalan Ir. Juanda No. Agar rimpang berkembang optimal. Jawa Tengah. Erizal Jamal. Djazuli. Sulusi Prabawati. Faksimile: 62-251-326561. B.644 ha. Ashari. 2 . Galesia-2. mutu rimpang juga ditentukan oleh kadar pati dan kadar sari. Rendahnya produktivitas disebabkan petani belum menerapkan teknik budi daya anjuran berdasar standar prosedur operasional (SPO) serta masih menggunakan bibit sembarangan. serta intensitas cahaya 100% sampai tingkat naungan 25-30%. Dari hasil seleksi terhadap populasi kencur di sentra produksi. Di Kabupaten Subang dan Sumedang. diperoleh tiga varietas yaitu Galesia-1.824 ton dengan luas areal tanam 3. Namun kencur berimpang kecil memiliki kandungan minyak atsiri lebih tinggi daripada kencur berimpang besar. sedangkan di Jawa T engah dan Jawa Timur. kencur berdaun lebar memiliki produktivitas tinggi. dan jasa serta berita-berita aktual tentang kegiatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. iklim A. yaitu berdaun lebar dan berdaun sempit. Produksi dan Mutu Rimpang Produksi serta mutu rimpang (kadar minyak atsiri dan kadar sari) varietas Galesia-2 dan Galesia-3 cukup tinggi. dalam perakitan varietas unggul kencur.Hamparan kebun kencur varietas Galesia-3 yang memiliki mutu rimpang cukup tinggi. Jumlah halaman naskah maksimum 6 halaman ketik 2 spasi. Pardal. dan C (Schmid dan Ferguson). sedangkan kencur berimpang kecil hanya 6-8 t/ha. Meskipun penyebaran benih kencur terus berlangsung. Warta tersedia dalam bentuk elektronis yang dapat diakses secara on-line pada http://www.id Redaksi menerima artikel tentang hasil penelitian serta tinjauan. Kencur berdaun lebar biasanya memiliki rimpang yang besar.500-4.pustaka-deptan. sedangkan kencur berdaun sempit berimpang kecil. Wiwik Hartatik. Bogor 16122. sedangkan untuk Galesia-1 sedikit lebih rendah (T abel 1). dan Galesia-3. sekitar 12-16 t/ha. Dengan demikian. Mutu simplisia bahan baku obat ditentukan pula oleh persentase komponen bahan aktif tertentu yang terkandung di dalam simplisia dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh Materia Medika Indonesia (MMI) atau standar perdagangan lainnya. suhu udara 25-30oC. Sofyan Iskandar. Penampilan Rimpang Diameter rimpang varietas Galesia1 cukup besar. kencur dapat dikelompokkan ke dalam dua tipe. Kencur berdaun lebar banyak dibudidayakan di Jawa Barat terutama di daerah Bogor. Bambang Drajat. sosial ekonomi. dan kadar sari perlu diperhatikan. Saptowo J. E-mail:pustaka@pustaka-deptan. selain berproduksi tinggi. banyak dibudidayakan kencur berimpang kecil serta warna kulitnya lebih gelap. hingga kini belum ada standar mutu benih kencur yang berasal dari varietas yang sudah dilepas. 635/SK/DITJEN PPG/ STT/1979. dan Jawa Timur baru mencapai 19. atau produktivitas rata-rata 6. dan curah hujan 2. Tanda Terbit: No. Secara botanis.go. Tim Penyunting: Bambang Setiabudi Sankarto. tanaman membutuhkan tanah yang gembur (tekstur lempung berpasir) dengan drainase yang baik. lebih dari 2 cm. ataupun gagasan berdasarkan hasil penelitian terdahulu dalam bidang teknik. mutu rimpang terutama kadar minyak atsiri. Selain rimpangnya besar. Pengarah: Mei Rochjat D. Hermanto. Mutu rimpang varietas Galesia-2 dan Galesia-3 melebihi standar Materia Medika Indonesia. Setelah dilakukan pengujian di beberapa daerah.. M. opini. petani umumnya menanam kencur berdaun sempit. Prasetyo Nugroho. H. rekayasa. Dyah Pitaloka.go.000 mm/tahun.id. Artikel disajikan dalam bentuk ilmiah populer. ketinggian 50-600 m dpl. Suhardi. Usep Pahing Sumantri. Selain dalam bentuk tercetak. Produksi kencur di tiga provinsi produsen utama di Indonesia yaitu Jawa Barat. Meskipun produksi rimpangnya kurang Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian diterbitkan enam kali dalam setahun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 20.

kadar sari larut dalam air 22. 2.00±1.42-5. kadar minyak atsiri 2.89±1.28 Kadar sari larut air (%) 23.30 4.15%.net Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol.9-22. Potensi hasil dan mutu rimpang tiga varietas unggul baru kencur. Di Boyolali dengan jenis tanah asosiasi Latosol-Grumosol. Varietas Galesia-1 Galesia-2 Galesia-3 Potensi hasil (t/ha) 9. Daerah Adaptasi Varietas Galesia-1 mempunyai diameter rimpang terbesar (2.5%. dan kadar sari larut dalam alkohol 4.04 21. kadar minyak atsiri tinggi (6.24 4. Sumedang.1±3. Di Citayam Bogor dengan jenis tanah Latosol dan tipe iklim A. memerlukan waktu lebih dari 2 tahun.322.7 t/ha).7 kali daripada klon lokal Boyolali.5 kali dibandingkan klon lokal.36±1.7±3. Berdasarkan hasil ini. No. hasil Galesia-1 lebih tinggi 1.57-6.4 t/ha).11 4.19% (Otih Rostiana dan Muhamad Djazuli).09 cm).56-5.03±2.7±6. Cijeruk dan lokasi asalnya Sumedang dengan rata-rata produksi rimpang 52 g/rumpun (setara dengan 10.8%.7±15. hasil rimpang Galesia-1 lebih tinggi 1. Sumedang.64%). Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Jalan Tentara Pelajar No.3-23.15 stabil.6 ngan lokasi peng55. 2007 .92%. Varietas ini juga responsif terhadap pemupukan sehingga produksi rimpang masih bisa ditingkatkan 1. Galesia-1 sangat potensial untuk dikembangkan sebagai varietas unggul.1 49. 29.52±3.35±3.63 5. dan kadar sari larut dalam alkohol 2. dan Sukamulya (Sukabumi). tipe iklim C. dan kadar sari larut dalam alkohol 3.79 11. kadar minyak atsiri 2.14% (melebihi standar Materia Medika Indonesia).4%.6 g/rumpun (setara dengan 10.7±1.42 ujian di Cileungsi.4±0. Varietas Galesia-3 beradaptasi secara speKadar pati sifik pada ling(%) kungan tumbuh yang sama de55.2±11. kadar sari larut dalam air 20.90 Kadar minyak atsiri (%) 3. dan Sukamulya dengan rata-rata produksi rimpang 53.7±0.015 Kadar sari larut alkohol (%) 3. kadar sari larut dalam air 23. Galesia-1 responsif terhadap pemupukan. Ketidakstabilan produksi rimpang kemungkinan disebabkan klon tersebut lambat beradaptasi.03 22.38±1.7-2 kali dari rata-rata bobot rimpang aktual 48 g/rumpun (setara dengan 9.08-3. Varietas Galesia-2 beradaptasi secara spesifik pada lingkungan tumbuh yang sama dengan lokasi penanaman di Cijeruk.6 t/ha).52 10.78 5.64% (melebihi standar Materia Medika Indonesia). 3 Bogor 16111 T elepon : (0251) 321879 327010 Faksimile: (0251) 32701 E-mail : balittro@telkom.Tabel 1. serta stabil di empat lokasi peng- ujian yaitu Cileungsi dan Cijeruk (Bogor).