BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang penjabaran teori-teori yang melandasi proses perencanaan, perancangan, dan pembuatan Skripsi ini. Bab ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai serba-serbi yang menjadi bahan pertimbangan dalam segenap tahapan pengerjaan Skripsi ini.

1.1. Konsep Sistem Informasi
Sistem adalah sekumpulan elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai sebuah tujuan (McLeod Jr., 2004. p. 9). Sistem dapat didefinisikan dengan dua pendekatan, yaitu berdasarkan pendekatan prosedur dan berdasarkan pendekatan komponen atau elemennya. Sistem dengan pendekatan prosedur adalah sekumpulan prosedur yang saling terhubung, untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sedangkan sistem dengan pendekatan komponen atau

elemennya adalah sekumpulan elemen yang saling terhubung dan berinteraksi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Tujuan

Mekanisme Pengendalian

Input

Transformasi

Output

Gambar 2.1 Bagian-bagian komponen dari suatu sistem yang dapat mengendalikan operasinya sendiri

1

2

Sumber : Management Information System (McLeod Jr., 2004. p. 10) Sistem mempunyai susunan dasar elemen-elemen sistem yang terlihat dalam Gambar 2.1 diatas. Sumberdaya input diubah menjadi sumberdaya output melalui suatu elemen transformasi. Suatu mekanisme pengendalian digunakan untuk memantau jalannya proses transformasi tersebut untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya. Suatu sistem memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut :

a.

Komponen Sistem (Components) yaitu bagian/elemen dari

sistem yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan.

b.

Batas Sistem (Boundary) adalah daerah yang membatasi

antara suatu sistem dengan lingkungannya atau dengan sistem yang lain sehingga sistem dapat dikatakan sebagai satu kesatuan.

c.
yang

Lingkungan Luar Sistem (Environments) yaitu segala sesuatu berada di luar sistem. Environment ini dapt bersifat

menguntungkan maupun merugikan sistem.

d.

Penghubung (Interface) yaitu suatu media yang dapat

menghubung-kan antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya sehingga dapat menjadi penyebab beberapa sub sistem tadi berinteraksi dan membentuk satu kesatuan.

e.

Masukan (Input) yaitu segala sesuatu yang dimasukkan ke

dalam sistem yang berasal dari llingkungannya.

f.

Pengolahan (Process) yaitu suatu bagian dari sistem yang

dapat mengubah masukan menjadi keluaran.

g.

Keluaran (Output) yaitu suatu hasil dari proses pengolahan

sistem yang dikeluarkan ke lingkungannya.

3

h.

Sasaran (Objective) yaitu sesuatu yang menjadi penyebab

mengapa sistem tersebut ada.

i.

Tujuan (Goal) yaitu bentuk-bentuk sasaran yang ingin dicapai

oleh sistem. Sedangkan informasi merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting bagi suatu perusahaan dan bermanfaat dalam setiap pengambilan keputusan. Selain itu informasi juga dapat didefinisikan sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya (McLeod Jr., 2004. p. 12). Informasi mempunyai sumber yaitu data. Data terdiri dari fakta-fakta dan angkaangka yang relatif tidak berarti bagi pemakai (McLeod Jr., 2004. p. 12). Data yang belum diolah menjadi sebuah informasi belum berguna sebagai pendukung pengambilan keputusan, meskipun mungkin terdapat beberapa pihak yang sudah mendapatkan keuntungan tanpa mengolah data tersebut terlebih dahulu.

1.1.1. Pengertian Sistem informasi
Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah sekumpulan elemen atau prosedur-prosedur kerja yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Di dalam

ensiklopedia bebas Wikipedia (2010) dijelaskan bahwa Sistem Informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi : operasi, instalasi, perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Pendapat lainnya dalam Wikipedia bahwa Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software,

4

brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan

(”Sistem Informasi”, 2010). Dari definisi-definisi yang telah disampaikan diatas

terdapat beberapa kata kunci yang dapat menjelaskan tentang sistem informasi, yaitu : ♦ Berbasis komputer dan sistem manusia/mesin Berbasis komputer, berarti komputer perancang dan harus

memahami informasi. -

pengetahuan

pemrosesan

Sistem manusia/mesin, berarti terdapat interaksi

antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai alat untuk memproses informasi. Terdapat proses manual yang harus dilakukan manusia dan terdapat proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu prosedur/manual sistem. ♦ Sistem basis data terintegrasi, berarti terdapat penggunaan data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah

manajemen database sistem. ♦ Mendukung operasi berarti informasi yang diperoleh dan dihasilkan untuk mendukung operasi organisasi.

1.1.2. Sistem informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi

5

beebrapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa (McLeod Jr., 2004, p. 259). Sistem informasi manajemen mempunyai tugas untuk mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data. Hal ini akan digunakan untuk menyajikan informasi kepada semua tingkatan manajemen yang berkaitan dengan fungsi manajemen dalam pengelolaan sumber daya. Sistem informasi manajemen secara umum dituangkan ke dalam bentuk laporan aktifitas manajerial yang mempunyai kepentingan tertentu dalam periode tertentu. McLeod (2004) membagi Sistem Informasi Manajemen menjadi dua jenis subsistem penghasil informasi, yaitu perangkat lunak pembuat laporan (report writing software), dan pembuatan model matematika (mathematical model). Model yang digunakan dalam pembuatan laporan Skripsi adalah perangkat lunak pembuat laporan. Perangkat lunak pembuat laporan merupakan program yang menghasilkan laporan, baik berupa laporan periodik (periodic report) maupun laporan khusus (special report). Laporan periodik disiapkan pada waktu tertentu sedangkan laporan khusus baru disiapkan jika suatu kejadian yang tidak biasa terjadi.

1.1.3. Proses Administrasi
Pada suatu perusahaan yang bergerak dalam usaha dagang memerlukan proses administrasi, untuk dapat menjalankan perusahaan dengan baik. Proses administrasi ini juga berbeda-beda pada setiap perusahaan tergantung dari kebijakan dan kebutuhan perusahaan sendiri. Secara garis

6

besarnya proses administrasi pada perusahaan dagang adalah sebagai berikut : 1. Pencatatan Transaksi dan Hutang Pencatatan transaksi dapat dibagi menjadi 4 bagian yaitu pencatatan transaksi pembelian, retur pembelian, dan penjualan. Pencatatan akan dilakukan setiap terjadi transaksi. Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui arus transaksi secara keseluruhan yang dilakukan oleh perusahaan dalam periode tertentu. Hal ini juga berguna dalam penyusunan laporanlaporan yang berkaitan dengan proses transaksi yang telah dilakukan. Pencatatan hutang akan dilakukan jika perusahaan membeli barang menggunakan kredit. Pencatatan hutang ini berguna untuk mengetahui posisi hutang perusahaan dan untuk memberikan peringatan kepada perusahaan jika hutang perusahaan akan sampai pada waktu jatuh temponya sudah dekat. 2. Pencatatan Stok, Mutasi, dan Stok Opname Pencatatan stok pada perusahaan dilakukan untuk mengontrol stok yang dimiliki dengan baik. Jika perusahaan mempunyai lebih dari satu tempat penyimpanan, maka perusahaan akan mencatat proses perpindahan barang (mutasi stok) yang terjadi dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Pencatatan proses perpindahan barang (mutasi stok) ini dilakukan untuk mengetahui arus perpindahan barang yang

7

terjadi. Proses terakhir yang dilakukan oleh perusahaan adalah stok opname. Perusahaan biasanya melakukan proses stok opname pada suatu priode waktu tertentu. Stok opname ini sendiri dilakukan untuk mengetahui selisih yang jelas antara stok yang tercatat pada pembukuan dengan kenyataan yang terjadi. Hal ini diperlukan karena dapat mempengaruhi laporan keuangan perusahaan jika terdapat selisih stok. Sistem pencatatan (administrasi) persediaan barang dibagi menjadi dua cara yaitu sistem perpetual dan sistem fisik/periodik. Sedangkan metode perhitungan/asumsi biaya dibagi menjadi 4 metode yaitu Identifikasi khusus, LIFO (Last In Last Out), FIFO (First In First Out), dan Rata-rata (Average). (Prijanto, 2010) Pada sistem perpetual, waktu event terjadi sangat diperhatikan dan jika dalam pembelian terdapat cost yang lain (biaya ongkos kirim, pajak dan lainnya) maka hal tersebut akan dimasukkan sebagai variabel yang akan mempengaruhi dalam perhitungan harga pokok penjualan. Sedangkan pada sistem fisik/periodik tidak memperhatikan waktu dan untuk perhitungan harga pokok penjualan dihitung berdasarkan perhitungan barang pada akhir periode. Pada penulisan skripsi ini sistem yang digunakan adalah perpetual FIFO. Contoh perhitungan perpetual FIFO dapat dilihat pada tabel berikut :

8

Tabel 2.1 Transaksi yang terjadi Tanggal 2/6/2010 6/6/2010 18/6/2010 Pembelian barang 20 buah @ Rp. 2.500,15 buah @ Rp. 2.000,Penjualan barang 15 buah @ Rp. 2.500,10 buah @ Rp. 2.000,-

30/6/2010 15 buah @ Rp. 3.000,Sumber : Hasil Olahan penulis, 2010

Tabel 2.2 Perhitungan perpetual FIFO Tanggal 2/6/2010 6/6/2010 Pembelian barang 20 buah @ Rp. 2.500,= Rp. 50.000,15 buah @ Rp. 2.000,= Rp. 30.000,Penjualan barang Sisa persediaan barang 20 buah @ Rp. 2.500,= Rp. 50.000,20 buah @ Rp. 2.500,= Rp. 50.000,- + 15 buah @ Rp. 2.000,= Rp. 30.000,------------------------- + Total = Rp. 80.000,5 buah @ Rp. 2.500,= Rp. 12.500,- + 5 buah @ Rp. 2.000,= Rp. 10.000,------------------------- + Total = Rp. 22.500,5 buah @ Rp. 2.500,= Rp. 12.500,- + 5 buah @ Rp. 2.000,= Rp. 10.000,- + 15 buah @ Rp. 3.000,= Rp. 45.000,------------------------- + Total = Rp. 67.500,-

18/6/2010 -

30/6/2010 15 buah @ Rp. 3.000,= Rp. 45.000,-

15 buah @ Rp. 2.500,= Rp. 37.500,- + 10 buah @ Rp. 2.000,= Rp. 20.000,------------------------- + Total = Rp. 57.500,-

Sumber : Hasil Olahan penulis, 2010

1.1.4. Laporan Akuntansi
Setelah setiap transaksi tercatat, kemudian akan dilakukan pelaporan keadaan keuangan perusahaan. Pada penulisan skripsi ini penulis menggunakan laporan keuangan laba rugi yang menyajikan pendapatan, beban perusahaan, dan akan diperoleh

9

laba atau rugi bersih yang didapat perusahaan untuk periode waktu tertentu. Contoh format laporan laba rugi perusahaan dapat dilihat sebagai berikut : Nama Perusahaan Laporan Laba Rugi Periode tertentu Pendapatan Penjualan Kurang : Retur Penjualan Penjualan Bersih xxxxx xxxxx xxxxx (xxxxx) xxxxx

Harga pokok penjualan Persediaan barang, awal periode xxxxx Pembelian xxxxx Kurang : Retur Pembelian xxxxx Diskon Pembelian xxxxx (xxxxx) Pembelian bersih xxxxx Tambah : Ongkos Kirim xxxxx Harga pokok pembelian xxxxx Harga pokok barang yang siap dijual xxxxx Persediaan barang, akhir periode (xxxxx) Total harga pokok penjualan Selisih stok opname Penerimaan lain-lain Laba kotor Beban operasi Beban 1 Beban 2 Total beban operasi Laba/Rugi bersih Gambar 2.2 Contoh Laporan Laba/Rugi Bersih Sumber : Hasil Olahan Penulis, 2010 xxxxx xxxxx

(xxxxx) xxxxx xxxxx xxxxx

(xxxxx) xxxxx

10

1.2. Jaringan Komputer 1.2.1. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas beberapa komputer dan perangkat jaringan utama yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer (http://id.wikipedia.org/wiki/ Jaringan_komputer, 2010). Selain arsitektur client-server, terdapat juga arsitektur peer-to-peer yaitu dimana setiap terminal/ komputer dapat bertindak sebagai client dan server secara sekaligus. Sedangkan penerapan arsitektur jaringan yang penulis gunakan dalam pembuatan skripsi ini adalah menggunakan jaringan multiterminal dengan arsitektur peer-to-peer. Suatu jaringan dapat disebut sebagai jaringan komputer jika terdapat ciri-ciri antara lain : 1) 2) Terdapat dua atau lebih perangkat komputer Komputer-komputer tersebut berhubungan

menggunakan protokol komunikasi melalui suatu media komunikasi 3) Komputer-komputer yang terhubung satu dengan yang

lainnya tersebut dapat saling berbagi informasi, program-

11

program, dan dapat mempergunakan perangkat keras atau perangkat lunak secara bersama-sama 4) Salah satu dari komputer dalam jaringan tersebut

berfungsi sebagai pemberi layanan (server) dan yang lain berfungsi sebagai penerima layanan (client) 5) Tujuan dari komunikasi antar komputer tersebut adalah

untuk mencapai tujuan yang sama. Jaringan komputer dapat diklasifikasikan menjadi 6 klasifikasi, yaitu : (Rusdi, 2007) a. b. c. d. e. f. PAN (Personal Area Network) LAN (Local Area Network) MAN (Metropolitan Area Network) WAN (Wide Area Network) Internet (Interconnected Network) IPN (Inter Planet Network)

1.2.2. Tujuan dan Manfaat Jaringan Komputer 1. Tujuan jaringan komputer (http://id.wikipedia.org/wiki/
Jaringan_ komputer, 2010)

 Membagi sumberdaya (seperti : berbagi pemakaian printer,
CPU, memory, harddisk).

 Komunikasi (seperti : web browsing, FTP).
2. Manfaat jaringan komputer (Rusdi, 2007)  Sumberdaya lebih efisien, yaitu dengan pemakaian sumberdaya secara bersama-sama, akan mendapatkan

12

hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data dan informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.  Media komunikasi, yaitu sebagai alat untuk berkomunikasi antar pemakai dalam jaringan komputer.

 Sharing resource, yaitu pemanfaatan seluruh program,
peralatan atau peripheral lainnya oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer.  Keamanan data, yaitu sistem jaringan komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data, dengan melakukan pengaturan dan pemberian hak akses kepada para pemakai.  Integrasi data, yaitu setiap pemakai dalam jaringan komputer dapat mengakses data yang diperlukan tanpa tergantung pada satu komputer saja.  Pengembangan dan pemeliharaan, yaitu dalam melakukan menambahan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya.

1.2.3. Jaringan Komputer dan aplikasi multiterminal
Pada pembuatan skripsi ini, penulis menggunakan

jaringan LAN (Local Area Network) dengan arsitektur peer-topeer. Dimana hanya satu terminal saja yang akan dijadikan sebagai pusat atau tempat penempatan database dan terminal

13

yang lain sebagai perantara untuk mengakses informasi/database yang berasal dari terminal pusat. Sedangkan topologi jaringan yang penulis gunakan adalah topologi bintang (star topology), karena mempunyai kelebihan dibandingkan dengan jenis topologi yang lainnya. Keuntungan topologi star antara lain : 1) mudah. 2) Merupakan bentuk topologi jaringan yang cukup Implementasi pada skala jaringan kecil lebih

aman untuk digunakan dengan akses ke setiap node (terminal) cukup cepat.

3)

Pada topologi ini komunikasi dilakukan melalui

sebuah node central yang berupa hub/switch yang berfungsi sebagai konsentrator. Sehingga traffic data yang dialirkan melalui suatu node akan diterima oleh node central dan kemudian akan diteruskan ke node tujuan. 4) Jika salah satu node (terminal) mengalami

kerusakan, tidak akan berpengaruh pada terminal yang lainnya. 5) Penambahan node (terminal) baru mudah.

Gambar 2.3 Topologi Star

14

Sumber : http://solocybercity.wordpress.com/2009/02/11/ Pemahaman-Jaringan-Komputer/

1.2.4. Komponen Jaringan
Suatu jaringan yang dibangun baik berbasis Microsoft Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau Workgroup berbasis Windows XP atau Windows Vista terdapat beberapa komponen yang merupakan kebutuhan wajib yang harus ada. Komponen-komponen yang dimaksud adalah hardware ataupun software untuk membangun jaringan tersebut. Komponen hardware (perangkat keras) dasar yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan, yaitu komputer server, komputer client, NIC, Hub/Switch, kabel UTP, Konektor (RJ-45 dan RJ-11), dan VDSL converter. Sedangkan jika jaringan yang akan dibuat adalah jaringan yang cukup besar dapat ditambahkan dengan repeater, gateway dan bridge. Sedangkan software jaringan yang harus dipersiapakan adalah sistem operasi (Linux, Windows), Browser (Internet Explorer, Mozilla Firefox, atau Opera), Program Aplikasi (pengolah data, kata, angka dan grafis), program internet sharing (sudah disediakan oleh Sistem Operasi). Diantara hardware jaringan yang paling umum yang menjadi dasar di dalam membangun sebuah jaringan komputer, sebagai berikut :

1. Server adalah komputer yang akan dijadikan sebagai
pengatur lalu lintas dan koneksi antar komputer dalam

15

jaringan. Server juga bertugas sebagai penyedia layanan yang diperlukan oleh client. 2. Client adalah komputer yang menggunakan fasilitas yang diberikan oleh server. Ketika client membutuhkan suatu service, maka client akan memintanya kepada server.

3. NIC (Network Interface Card) berupa papan elektronik
yang bisanya disebut sebagai kartu jaringan (network card), LAN card, atau ethernet card. NIC dipasang pada slot tambahan yang terdapat pada setiap komputer yang akan dihubungkan dalam jaringan. NIC dilihat dari jenis interfacenya umumnya terbagi dua yaitu PCI dan ISA. Beberapa NIC yang dikhususkan untuk pengguna laptop atau notebook disebut PCMCIA. Tugas-tugas dari NIC yaitu mempersiapkan data dari komputer agar dapat dikirim lewat ke media penghubung, mengirim data ke komputer lain yang terhubung ke jaringan, dan mengontrol aliran data antar komputer dan sistem perkabelan.

Gambar 2.4 Kartu Jaringan jenis Combo (kiri), biasa (tengah) Sumber : http://onecomputerguy.multiply.com/journal/item/49/ KOMPONEN_JARINGAN & http://solocybercity.wordpress.co m/ 2009/03/06/Komponen-Jaringan-Komputer/

16

4. Hub atau Concentrator Hub (concentrator) adalah perangkat jaringan yang berfungsi sebagai pusat konsentrator dari kabel, yang digunakan untuk menghubungkan segmen kabel agar dapat menjangkau jarak yang relatif jauh. Hub berfungsi untuk mengatur komunikasi data antar server dengan client dan juga untuk memperkuat sinyal.

Gambar 2.5 HUB Sumber : http://onecomputerguy.multiply.com/journal/item/49/ KOMPONEN_JARINGAN 5. Kabel Jaringan Terdapat beberapa jenis kabel standar yang digunakan untuk jaringan komputer. Akan tetapi pada pembangunan aplikasi skripsi ini penulis menggunakan jenis kabel Twisted Pair Cable. Kabel standard ini dibagi dua, yaitu UTP cable (Unshielded Twisted Pair) dan STP cable (Shielded Twister Pair).

Gambar 2.6 Twisted Pair Cable (UTP & STP)

17

Sumber : http://www.baqare.com/index.php/komponenjaringan-komputer

1.2.5. Pengalamatan TCP/IP dan Pengalokasian IP Address
IP Address merupakan pengenal yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. Pengalamatan IP berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam format www.xxx.yyy.zzz. Adapun format IP Address dapat berupa bentuk ”biner” (xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner) atau dengan bentuk empat bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik bentuk ini dikenal dengan ”dotted decimal” (xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu oktet/delapan bit). Sebelumnya dikenal cara-cara pembagian IP Address, dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni (Fauzul, 2008) : 1) Kelas A Format Bit pertama Panjang NetID Panjang HostID Byte pertama Jumlah Range IP Jumlah IP Dekripsi 2) Format : : : : : : : : : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh 0 8 bit 24 bit 0-127 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan) 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx 16.777.214 IP address pada setiap Kelas A Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar Kelas B 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh

:

18

Bit pertama : Panjang NetID : Panjang HostID : Byte pertama : Jumlah : Range IP : Jumlah IP : Deskripsi : 3) Kelas C Format : Bit pertama : Panjang NetID : Panjang HostID : Byte pertama : Jumlah : Range IP : Jumlah IP : Deskripsi : Kelas D Format Bit pertama Bit multicast Byte inisial Deskripsi 5) Kelas E Format Bit pertama Bit cadangan Byte inisial Deskripsi : : : : :

10 16 bit 16 bit 128-191 16.384 Kelas B 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx 65.532 IP Address pada setiap Kelas B Dialokasikan untuk jaringan yang berukuran besar dan sedang 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh 110 24 bit 8 bit 192-223 2.097.152 Kelas C 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx 254 IP Address pada setiap Kelas C Digunakan untuk jaringan berukuran kecil 1110mmmm.mmmmmmm.mmmmmmm. mmmmmmm 1110 28 bit 224-247 Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112) 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr 1111 28 bit 248-255 Dicadangkan untuk keperluan eksperimental.

4)

: : : : :

1.2.6. Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan menjadi sangat diperlukan dalam membangun suatu jaringan. Dalam suatu jaringan terdapat berbagai ancaman yang tidak bisa dihindarkan, baik itu ancaman fisik maupun logik yang secara langsung maupun tidak langsung. Ancaman-ancaman tersebut akan mengganggu kegiatan yang

19

sedang berlangsung dalam jaringan. Keamanan jaringan komputer betujuan untuk memberikan Availability/Ketersediaan, Reliability/ Kehandalan, dan Confidentiality/Kerahasiaan. Untuk mengaman-kan jaringan terdapat 2 cara yang bisa dilakukan :

1) Autentikasi Proses autentikasi ini dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan password atau dengan pengenal digital lainnya. Autentikasi bertujuan untuk mengetahui lokasi dari peralatan pada suatu simpul jaringan (data link layer dan network layer), mengenal sistem operasi yang terhubung ke jaringan (transport layer), mengetahui fungsi/proses yang sedang terjadi di suatu simpul jaringan (session dan presentation layer), dan mengenali user dan aplikasi yang digunakan (application layer). 2) Enkripsi Enkripsi adalah teknik pengkodean data yang berguna untuk menjaga data/file baik di dalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pemakai yang tidak dikehendaki. Enkripsi diperlukan untuk menjaga kerahasiaan data. Teknik enkripsi yang umum dikenal yaitu DES (Data Encription Standard) dan RSA (Rivest Shamir Adelman). Beberapa faktor penyebab resiko dalam suatu jaringan antara lain adalah kelemahan manusia (human error), kelemahan perangkat keras komputer, kelemahan sistem

20

operasi jaringan, dan kelemahan sistem jaringan komunikasi. Ancaman yang terjadi dalam jaringan bisa digolongkan kedalam 2 ancaman, yiatu Fisik dan Logik. Ancaman fisik dapat berupa pencurian perangkat keras komputer atau perangkat jaringan, kerusakan pada komputer dan perangkat komunikasi jaringan, wiretapping, dan bencana alam. Sedangkan ancaman yang bersifat logik berupa kerusakan pada sistem operasi atau aplikasi jaringan, terserang virus, dan terjadi sniffing, hacking, dan cracking. Dalam menanggulangi ancaman resiko jaringan, terdapat 3 hal yang dapat dilakukan, yaitu : 1) Identifikasi asset seperti perangkat keras,

perangkat lunak (sistem operasi dan aplikasi), perangkat jaringan dan komunikasi data, pengguna jaringan, dan lingkungan serta sarana pendukung lainnya.

2)

Penilaian terhadap segala bentuk ancaman (threat)

baik fisik maupun logik.

3)

Penilaian terhadap bagian yang berpotensi terkena

gangguan (vulnerability).

4)

Penilaian terhadap perlindungan yang efektif

(safeguard), seperti keamanan fasilitas fisik jaringan, keamanan perangkat lunak, keamanan pengguna jaringan, keamanan komunikasi data, dan keamanan lingkungan jaringan.

21

Kemudian

melakukan

analisis

terhadap

temuan-

temuan atau potensi gangguan keamanan jaringan yang ditemukan, lalu menjalankan safeguard / risk analysis tools.

1.3. Apotek 1.3.1. Definisi Apotek
Definisi apotek yang terdapat dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 068 tentang kewajiban menggunakan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan Pemerintah, yaitu : ”Apotek adalah fasilitas pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh apoteker” (http://www.depkes.go.id/downloads/HK.02.02_MENKES_068_I_ 2010.pdf, 2010). Di dalam Wikipedia (2010) diterangkan bahwa : Apotek adalah tempat menjual dan kadang membuat atau meramu obat. Kata Apotek berasal dari kata bahasa Yunani apotheca yang secara harfiah berarti ”penyimpanan”. Apotek secara khusus adalah tempat penjualan/pendistribusian obat-obatan, namun apotek secara umum dapat juga menjual barang/alat-alat yang berhubungan dengan kesehatan (http://id.wikipedia.org/ wiki/Apotek, 2010).

1.3.2. Pelayanan Apotek
Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, Apotek bekerja-sama dengan pihak perusahaan farmasi (perusahaan

22

obat-obatan) dan perusahaan lainnya untuk mendistribusikan obat-obatan dan atau alat-alat kesehatan maupun barang-barang yang berkaitan dengan kesehatan. Apotek dapat mendistribusikan jenis obat paten, obat generik, obat generik bermerek, obat esensial, obat jenis narkotika/psikotropika, dan atau barang/ peralatan yang bekaitan dengan kesehatan. Pengertian Obat dan Alat keshatan dijelaskan dalam Undang-Undang Negara Republik Indonesia No. 36 Tentang Kesehatan, sebagai berikut : Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi, untuk manusia (http://www.litbang.depkes.go.id/download/regulasi/UUBaru/UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan/ 1.UU36-09-Kesehatan.pdf, 2010). Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manusia, dan/atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh (http://www.litbang.depkes.go.id/download/regulasi/UUBaru/UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan/ 1.UU36-09-Kesehatan.pdf, 2010). Beberapa jenis pelayanan umum yang diberikan pada apotek adalah penjualan obat-obatan tanpa resep, penjualan obat-obatan dengan resep dokter, penjualan alat-alat kesehatan maupun barang-barang yang berkaitan dengan kesehatan. Selain terjadi transaksi pembelian dan penjualan, dibeberapa apotek

23

menengah ke atas juga terdapat dokter praktek dan juga melayani konsultasi kesehatan.

1.3.3. Struktur Organisasi dan Job Description
Seorang pemimpin dalam mengelola dan mengambil suatu keputusan bagi perusahaannya, memerlukan struktur organisasi dan job description yang jelas. Bagi seorang karyawan, dengan memahami struktur organisasi perusahaan, maka karyawan dapat mengetahui kedudukannya dalam perusahaan beserta apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. 1) Struktur Organisasi

Pemilik Sarana Apotek (PSA) Asisten Apoteker

Apoteker penglola Apotek (APA)

Petugas Gudang

Pembantu Asisten Apoteker

Kasir

Gambar 2.7 Struktur Organisasi Apotek Sumber : Sistem Apotek, Syifaie, 2010. Struktur organisasi apotek dapat dilihat pada gambar 2.7 diatas dan dapat dijelaskan sebagai berikut :

a) Apoteker Pengelola Apotek (APA) dan Pemilik Sarana
Apotek (PSA/Direktur Apotek) berkedudukan sejajar. APA menjalankan operasional apotek sehari-hari, sedangkan PSA menglola keuangan apotek. b) Asisten Apoteker (AA) bertugas membantu APA dalam hal obat-obatan.

24

c) Petugas gudang bertugas untuk mengurusi dan mengawasi stok obat-obatan. d) Pembantu Asisten Apoteker (PAA) bertugas membantu AA dalam pengambilan obat.

e) Kasir adalah salah seorang dari PAA yang bertugas
pada hari tersebut. Bagian kasir dipegang oleh satu orang saja dalam satu shift. f) Tenaga administrasi bertugas mengurusi bagian

keuangan hingga pembuatan laporan-laporan.

2) Job Description
Penjelasan mengenai job description dari struktur organisasi apotek pada gambar 2.7 diatas sebagai berikut : (Melyana, 2003; Syifaie, 2010) a) Apoteker Pengelola Apotek (APA) • • Memeriksa keabsahan resep. Bersama dengan PSA menentukan harga

penjualan.


Memberi harga pada obat. Melakukan validasi PO / SP dan

menandatanganinya.

Bila perlu mengadakan dialog dengan

penderita (KIE / Komunikasi Informasi dan Edukasi). • • Menyerahkan resep kepada kasir. Menyerahkan obat kepada penderita.

25

Membuat laporan mingguan, bulanan,

tahunan, dan laporan keuangan.

Membuat laporan untuk Dinas Kesehatan

setempat yang berkaitan dengan obat-obatan, misalnya laporan untuk obat psikotropika dan laporan obat narkotika. • Menandatangani surat referensi yang

dibutuhkan oleh karyawan.


Melakukan penelitian obat terakhir. Melakukan komunikasi dengan dokter penulis

resep, apabila diperlukan.

b) Pemilik sarana apotek (PSA) •
Bertanggung jawab terhadap kegiatan

operasional apotek sehari-hari, khususnya keuangan apotek. • • Mengawasi jalannya apotek. Menentukan kebijakan apotek dan memimpin

seluruh karyawan.

Membuat laporan mingguan, bulanan,

tahunan, dan laporan keuangan. • Bersama dengan APA, membuat laporan

bulanan dan tahunan serta laporan keuangan. • Melakukan pengelompokkan faktur,

melakukan persetujuan pelunasan hutang dan menandatangani Bilyet Giro.

26

Bersama dengan APA menentukan harga

penjualan. c) Asisten Apoteker (AA) • • Membuat pembukuan. Menerima faktur-faktur yang diterima dari

supplier, kemudian menyerahkannya pada PSA.


supplier. • • •

Menerima pesanan barang yang dikirim oleh

Menerima uang hasil penjualan dari kasir. Menangani program komputerisasi Askes. Menyediakan obat yang diracik dan

memberikan etiket pada obat tersebut.

Mengemas kembali obat-obatan yang sudah

siap untuk diberikan pada penderita. • Mengatur proses pnyerahan obat pada

penderita.


bius. •

Melakukan pencatatan tentang lalu lintas obat

Menyerahkan data pada APA guna membuat

laporan Narkotika/Psikotropika. d) Pembantu Asisten Apoteker (PAA) • Mengambil obat-obatan untuk diserahkan

kepada AA, hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi kekeliruan dalam hal pengambilan obat, karena oabt

27

yang telah diambil tersebut dapat dicek kembali oleh AA. • Menerima resep dari customer dan melayani

pesanan customer. • • Membantu menggerus dan mengemas obat. Mengambil obat-obat yang dipesan oleh

customer. • Mengurangi stok obat pada kartu stok barang. Menyerahkan obat yang dipesan oleh

customer setelah diberi etiket dan diperiksa oleh PAA. e) Kasir • tunai. • Memberi nomor pada resep dan kitir Menerima uang customer dari penjualan

pengambilan obat. • Meneruskan resep/pesanan obat pada

AA/bagian peracikan. • Mencatat persediaan, penerimaan kas,

hutang, piutang, pembelian, dan penjualan.

Membuat laporan harian dan menyerahkan

uang kepada asisten apoteker (AA).

1.3.4. Sistem Informasi Apotek
Salah satu fungsi komputer adalah sebagai alat pengolahan data secara elektronik yang mempunyai peranan

28

penting dalam membantu manajemen untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Salah satu masalah manajemen tersebut adalah menajemen administrasi aktifitas bisnis utama seperti pembelian, penjualan dan laporan keuangan. Sukses tidaknya suatu usaha ditentukan oleh bagaimana seorang pemimpin dalam mengatur usaha yang dikelolanya. Hal ini terlihat dalam kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil suatu keputusan. Pengambilan keputusan bukanlah hal yang mudah, karena dibalik sebuah keputusan akan terdapat resiko-resiko tertentu apabila keputusan yang diambil adalah merupakan keputusan yang salah atau kurang tepat. Untuk menjamin tepatnya keputusan-keputusan yang diambil oleh seorang pimpinan, maka keputusan-keputusannya harus berdasarkan data yang benar-benar dapat dipercaya (reliable), bukan data yang hanya berdasarkan perkiraan. Dalam hubungan inilah diperlukan suatu sistem pengolahan data yang lebih efisien serta dapat memberikan informasi yang lebih cepat kepada pimpinan untuk mengambil suatu keputusan. Dalam hubungannya dengan masalah-masalah pengambilan keputusan dan tersedianya data atau informasi, untuk itu maka suatu bidang usaha yang besar sifatnya memerlukan suatu bentuk sistem informasi yang dapat mengatasi masalah pendapat dalam pengambilan keputusan oleh manajemen dengan memasukkan unsur komputer sebagai alat dalam sistem tersebut.

29

Pentingnya peranan komputer di dalam sistem informasi, disebabkan besarnya volume data yang akan diolah maupun keanekaragaman bentuk data yang harus diolah pada suatu bidang usaha, sehingga untuk pekerjaan ini memerlukan waktu dan membutuhkan biaya yang cukup besar bila diolah secara sistem manual. Di samping itu, pengolahan data yang kompleks jika dikerjakan secara manual tidak dapat menjamin ketelitian atau kebenarannya. Masalah pendataan dan pengolahan data tersebut dapat dipecahkan atau diselesaikan dengan mudah dalam waktu singkat oleh komputer.

1.4. Flowchart
Menurut Oetomo (2002) Flowchart merupakan : “Metode untuk menggambarkan tahap-tahap pemecahan masalah dengan merepresentasikan simbol-simbol tertentu yang mudah dimengerti, mudah digunakan, dan standar.” (Oetomo, 2002, p126) Flowchart digunakan untuk menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana dengan menggunakan suatu simbol standar. Flowchart dikenal dalam lima model, yaitu document flowchart (FOD), sistem flowchart (FOS), flowchart skematik, program flowchart (FOP) dan flowchart proses. Untuk menggambarkan aliran dokumen pada sistem yang berjalan penulis menggunakan document flowchart. Untuk desain system alternatif, penulis menggunakan system flowchart. Kemudian pada desain program, penulis menggunakan program flowchart.

30

Document flowchart digunakan untuk mengilustrasikan arus dokumen dan informasi di antara bidang tanggung jawab dalam suatu organisasi (Romney, 2004, p193). Sistem flowchart menunjukkan hubungan antara input, pemrosesan, dan output dari suatu sistem informasi (Romney, 2004, p195). Simbol-simbol dalam System Flowchart dan Document Flowchart dikelompokkan menjadi empat yaitu simbol untuk input/output, simbol untuk proses, simbol untuk penyimpanan dan simbol untuk arus. Program flowchart digunakan untuk mengilustrasikan urutan proses logis yang dilaksanakan oleh komputer dalam menjalankan sebuuah program (Romney, 2004, p197). Simbol-simbol umum yang digunakan untuk menggambar bagan alir (flowchart) : Tabel 2.3 Simbol arus dalam Document dan System Flowchart Simbol Nama Arus dokumen / Proses Arus Data / Informasi Keterangan Arah pemrosesan atau arus dokumen; arus normal berada dibawah dan mengarah kekanan Arah/arus data/inpormasi; digunakan untuk memperlihatkan data yang di-copy dari satu dokumen ke dokumen yang lain Pengiriman data dari satu lokasi ke lokasi lainnya melalui jalur komunikasi

Communication link

Sumber : Romney, 2004, p. 199.

Tabel 2.4 Simbol pemrosesan dalam Document dan System Flowchart Simbol Nama Keterangan

31

Pemrosesan dengan Komputer Pemrosesan Manual / Tanpa bantuan komputer Proses pendukung

Fungsi pemrosesan yang dilaksanakan komputer Pelaksanaan pemrosesan yang dilaksanakan manual Fungsi pemrosesan yang dilaksanakan oleh peralatan lain selain komputer

Sumber : Romney, 2004, p. 198. Tabel 2.5 Simbol pemrosesan dalam Document dan System Flowchart Simbol Nama Dokumen / Laporan Keterangan Dokumen dapat dipersiapkan dengan tulisan tangan atau dicetak dengan komputer Digambar dengan menumpuk simbol dokumen dan mencetak nomor dibagian depan sudut kanan atas Fungsi input / output tanpa melihat perangkat yang digunakan Informasi yang ditampilkan oleh peralatan output on-line, seperti terminal, monitor, atau layar Memasukkan data melalui peralatan on-line, seperti terminal atau personal computer

Beberapa tembusan dari suatu dokumen Input / Output

Tampilan / Display

Pengetikan On-Line

Sumber : Romney, 2004, p. 198. Tabel 2.6 Simbol Penyimpanan dalam Document dan System Flowchart Simbol Nama Disk magnetis Keterangan Data disimpan secara permanen di dalam disk magnetis Data disimpan dalam pita magnetis Data disimpan di dalam disket

Pita Magnetis

Disket

32

File

File dokumen secara manual disimpan dan ditarik kembali; huruf yang ditulis di dalam simbol menunjukkan urutan pengaturan file secara D=Date, N=Numeris, A=Alfabetis

Sumber : Romney, 2004, p. 199. Tabel 2.7 Simbol Lain-lain dalam Document dan System Flowchart Simbol Nama On-page connector Keterangan Menghubungkan alur pemrosesan di satu halaman yang sama; penggunaan konektor ini akan menghindari garis-garis yang saling silang di satu halaman Satu penanda masuk dari, atau keluar ke halaman lain Titik awal, akhir, atau pemberhentian dalam suatu proses atau program Langkah pengambilan keputusan

Off-page connector

Terminal

Keputusan / Pilihan

Anotasi

Komentar deskriptif tambahan atau catatan penjelasan untuk klarifikasi

Sumber : Romney, 2004, p. 199. Dalam menggambar program flowchart, terdapat dua jenis metode, yaitu conceptual flowchart dan detail flowchart. Conceptual flowchart digunakan untuk menggambarkan alur dari suatu pemecahan masalah secara umum, sedangkan detail flowchart digunakan untuk menggambarkan alur dari suatu pemecahan masalah secara detail.

1.5. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) yang selanjutnya disingkat dengan DFD adalah representasi dari sebuah sistem secara grafis yang digambarkan dengan sejumlah simbol tertentu untuk menunjukkan perpindahan data

33

dalam proses-proses suatu sistem. DFD menunjukkan perpindahan dan perubahan data dalam suatu sistem dari input ke output. Meskipun disebut arus data, namun penekanan pada DFD lebih pada prosesnya. Informasi dan perubahannya dalam DFD ditunjukkan dengan cara hirarki dalam bentuk diagram level. DFD terdiri dari 2 bagian, yaitu Diagram Context dan diagram Rinci (DFD Levelled). Diagram context berfungsi untuk menggambarkan model lingkungan (hubungan antara entitas luar, masukan, dan keluaran sistem), yang direpresentasikan oleh lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. Beberapa hal yang perlu diprhatikan dalam penggambaran diagram context yaitu : (McLeod Jr., 2007, p433) 1. proses. 2. Memberikan label pada simbol proses Menggunakan hanya satu buah simbol

tersebut untuk menjelaskan sistem secara keseluruhan.

3.

Tidak memberikan penomoran pada

simbol proses yang hanya terdiri dari satu proses.

4.

Masukkan semua terminator (kelompok

pemakai) yang ada dalam sistem. Kelompok pemakai yang dimaksud adalah kelompok pemakai baik pihak internal maupun eksternal perusahaan, dan departemen yang terkait. (Oetomo, 2002)

5.
antara terminator dan sistem.

Perlihatkan semua data yang mengalir

Sedangkan diagram rinci (DFD Levelled) menggambarkan sistem sebagai jaringan kerja antara fungsi yng berhubungan satu sama lain

34

dengan aliran dan penyimpanan data dengan menunjukkan dari dan kemana data mengalir. Dalam DFD leveled akan terjadi penurunan level dimana penurunan level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut ke dalam spesifikasi yang jelas. Proses penurunan level hanya dilakukan jika perlu. Proses yang tidak dapat dirincikan/diturunkan lagi dikatakan sebagai primitif secara fungsional. Terdapat empat unsur dari DFD, yaitu : 1. Sumber dan tujuan data Simbol sumber dan tujuan dalam DFD mewakili sebuah organisasi atau individu yang mengirim atau menerima data yang dipergunakan atau dihasilkan sistem. Sebuah entitas dapat merupakan sumber dan tujuan. Sumber data (data source) dan tujuan data (data destination) diwakili oleh bujur sangkar (Romney, 2004, p. 186)

Gambar 2.8 Simbol Suber dan Tujuan data dalam DFD Sumber : Romney, 2004, p299 2. Arus data Arus data (data flow) mewakili arus data antara pemrosesan, penyimpanan, serta sumber dan tujuan data. Data yang melewati penyimpanan data, serta baik sumber atau tujuan data, harus bergerak melalui beberapa bentuk pemrosesan data atau melalui sebuah proses transformasi (Romney, 2004, p. 188)

35

Gambar 2.9 Simbol Arus Data dalam DFD Sumber : Romney, 2004, p299 3. Proses Proses mewakili transformasi data dari masukan (input) ke keluaran (output), bentuk masukan dan keluaran dapat berupa informasi atau data (Romney, 2004, p. 188)

Gambar 2.10 Simbol Proses transformasi dalam DFD Sumber : Romney, 2004, p299 4. Tempat penyimpanan data Tempat penyimpanan data (data store) adalah tempat menyimpan data baik secara permanen maupun temporer (Romney, 2004, p. 189). DFD tidak memperlihatkan penyimpanan data secara fisik (Disk dan Kertas) yang digunakan untuk menyimpan data. Seperti elemen-elemen DFD lainnya, nama penyimpanan data harus bersifat deskriptif.

Gambar 2.11 Simbol Simpanan Data dalam DFD Sumber : Romney, 2004, p187

36

1.6. Kamus Data
Kamus Data terdiri dari deskripsi seluruh elemen data, penyimpanan, dan arus data di dalam sebuah sistem (Romney, 2004, p. 189). Kamus data berfungsi untuk : (Oetomo, 2002, p. 118) 1. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam penggambaran dalam data flow diagram.

2. Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui
aliran, misalnya data alamat diurai menjadi nama jalan, nomor, kota, negara dan kode pos. 3. Menjelaskan spesifikasi nilai dan satuan yang relevan terhadap data yang mengalir dalam sistem tersebut. Sejumlah simbol yang digunakan dalam penggambaran kamus data ditunjukkan dalam tabel 10.1. Tabel 10.1 simbol-simbol dalam kamus data Simbol = + () {} [] ** | Uraian Terdiri atas, mendefinisikan, diuraikan menjadi, artinya Contoh : nama=sebutan+nama1+nama2+gelar1+gear2 Dan Optioonal (pilihan boleh ada atau boleh tidak) Contoh : alamat=alamat rumah+(alamat surat) Pengulangan Contoh : nama1={karakter_valid} Memilih salah satu dari sejumlah alternatif, seleksi Contoh : sebutan = [ Bapak|Ibu|yang Mulia] Komentar Contoh : *seminnar yang akan diikuti* Pemisah sejumlah alternatif pilihan antara simbil [ ]

Sumber : Oetomo, 2002, p. 118-119

37

Berikut ini contoh penggunaan kamus data untuk perancangan database seminar : 1. data_pembicara=kode_pembicara+nama+alamat+telepon+tangga l_lahir+honor+spesialisasi 2. kode_pembicara=level_pembicara+nomor_urut 3. nama=sebutan+nama1+nama2+gelar1+gelar2+gelar3 4. alamat=nama_jalan+nomor+kota+negara+kode_pos 5. telepon=telepon_rumah+ponsel 6. tanggal_lahir=*dd/mm/yyyy* 7. spesialisasi=0{karakter}15 Selanjutnya dari kamus data tersebut dapat disusun pemodelan, seperti : Formulir pendataan pembicara seminar : Kode pembicara : Nama Alamat Telepon Tanggal lahir Honor Spesialisasi : : : : : :

Sumber : Oetomo, 2002, p. 119

38

1.7. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) yang selanjutnya disingkat dengan ERD merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antar entity di dalam database sebagai entity dan relasi. ERD ditemukan oleh Peter Chen (1976) dalam buku Entity Relational Model-Toward a Unified of Data. Pada saat itu diagram hubungan entitas dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak yang juga merupakan modifikasi khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan entitas (http://id.wikipedia.org/wiki/Diagram_hubungan_entitas, 2010). ERD digunakan untuk merepresentasikan data object dalam database secara visual. Contoh ERD dapat dilihat pada gambar berikut ini :

Gambar 2.12 Contoh ERD - Chen Style Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Entity-relationship_model

39

Beberapa elemen yang sering kita temui dalam ERD, antara lain : 1. Entitas Entitas adalah suatu objek yang dapat didefinisikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam konteks sistem yang akan dibuat ((http://id.wikipedia.org/wiki/Diagram _hubungan_entitas, 2010). Sebuah entitas dapat berupa objek, tempat, orang, konsep atau aktivitas. Simbol entitas berupa kotak persegi panjang. Setiap kotak diberi nama, dan nama tersebut berupa kata benda. Simbol entitas dapat dilihat pada gambar berikut. employee Gambar 2.13 Entitas Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Entity-relationship_model 2. Atribut Atribut adalah karakteristik dari sebuah entitas. Setiap entitas boleh memiliki lebih dari satu atribut. Sebagai contoh, entitas Master_Barang mempunyai atribut Kode_brg, Nama_brg, Stok_brg, dan atribut lainnya.

ID
Gambar 2.14 Atribut Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Entity-relationship_model 3. Key Key dibagi menjadi 3 bagian menurut fungsinya, yaitu : a. Primary Key

40

Primary key merupakan salah satu minimal set atribut atau field. Primary key bersifat unique. Setiap candidate key mempunyai peluang untuk dapat menjadi primary key namun sebaliknya dipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entitas yang ada. Primary key tidak boleh sama untuk setiap record. b. Candidate Key

Candidate key merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang mengidentifikasi secara unik suatu kejadian. Spesifikasi dari entitas. c. Foreign Key

Foreign key merupakan satu atribut atau set atribut yang melengkapi satu hubungan yang menunjuk ke induknya. Foreign key ditempatkan pada entitas anak dan sama dengan primary key induk relasi.

4. Hubungan relasi (Relationship)
Relationship adalah penghubung antara suatu entitas dengan entitas yang lain. Untuk menghubungkan satu entitas dengan entitas yang lain digunakan entitas kunci (entity key), yaitu suatu atribut tertentu atau sekelompok atribut tertentu yang bersifat unik, sehingga dapat digunakan untuk membedakan suatu anggota entitas dengan anggota yang lain pada entitas yang sama. Selain itu harus ada pula yang disebut relationship key, yaitu suatu relationship yang digunakan untuk menyatakan hubungan antar entitas kunci. Relationship ini terbagi menjadi 2 jenis hubungan yaitu obligatory dan non-obligatory.

41

Obligatory adalah semua anggota dari suatu entity harus berpartisipasi atau mempunyai hubungan dengan entity yang lain. Non obligatory adalah tidak semua anggota harus mempunyai entity yang lain. Terdapat kemungkinan tiga jenis dasar hubungan antarentitas, tergantung dari kardinalitas maksimum yang berhubungan dengan setiap entitas (Romney, 2004, p. 144). 1. Hubungan satu-ke-satu (one-to-one relationship) (1:1) terjadi

saat kardinalitas maksimum untuk setiap entitas dalam hubungannya adalah 1. (Gambar Panel A) 2. Hubungan satu-ke-banyak (one-to-many relationship) (1:N)

terjadi saat kardinalitas maksimum untuk setiap entitas dalam hubungannya adalah 1 dan kardinalitas maksimum entitass lainnya dalam hubungan tersebut adalah N. (Gambar Panel B dan C)

3.

Hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many relationship)

(M:N) terjadi saat kardinalitas maksimum untuk kedua entitas dalam hubungannya adalah N. (Gambar Panel D) Panel A : Hubungan Satu-ke-Satu (One-to-One) (1:1) Penjualan (0,1) (1,1) Penerimaan Kas

Panel B : Hubungan Banyak-ke-Satu (One-to-Many) (1:N) (0,N) (1,1) Penerimaan Kas

Penjualan

42

Panel C : Hubungan Satu-ke-Banyak (One-to-Many) (1:N) (0,1) (1,N) Penerimaan Kas

Penjualan

Panel D : Hubungan Banyak-ke-Banyak (Many-to-Many) (M:N) (0,N) (1,N) Penerimaan Kas

Penjualan

Gambar 2.15 Hubungan antar entitas Sumber : Romney, 2004, p. 145

1.8. Normalisasi
Metode Normalisasi adalah suatu proses perancangan database untuk mendapatkan bentuk normal. Normalisasi berkaitan dengan suatu proses, sedangkan normal form berkaitan dengan output proses. Jika suatu relasi berada dalam bentuk normal, maka ia juga termasuk dalam bentuk normal tersebut didalamnya atau dibawahnya. Tujuan normalisasi adalah menyempurnakan struktur tabel dengan mengeliminasi adanya duplikasi informasi, memudahkan pengubahan struktur tabel, dan memperkecil pengaruh perubahan struktur database. Suatu relasi dikatakan sudah berada pada bentuk normalisasi tertentu bila memenuhi beberapa batasan tertentu pada tingkat tersebut. Tingkat normalisasi yang lebih tinggi di anggap lebih baik dari tingkat dibawahnya. Normalisasi yang akan digunakan pada sistem ini hanya sampai dengan tingkat 3 NF (Third Normal Form). Tingkatan-tingkatan normalisasi : 1. First Normal Form (1NF)

43

Suatu relasi dikatakan sudah berada pada 1NF jika dan hanya jika semua nilai atributnya adalah atomic (tunggal). 2. Second Normal Form (2NF)

Suatu relasi sudah berada pada 2NF, Jika dan hanya jika sudah berada pada 1NF dan setiap atribut yang bukan key, fully functional dependency (tergantung penuh) terhadap primary key. 3. Third Normal Form (3NF)

Suatu relasi sudah berada pada 3NF bila sudah berada dalam 2NF dan setiap atribut yang bukan key tidak dependent terhadap atribut lain (tidak transitif) kecuali terhadap primary key.

1.9. Pemrograman Database dengan Borland Delphi 7
Borland Delphi Enterprise versi 7.0 (Build 4.453) yang untuk selanjutnya disingkat dengan Delphi merupakan program aplikasi database yang berbasis Object Pascal dari Borland Software Corporation. Selain itu, Delphi juga memberikan fasilitas pembuatan aplikasi visual yang tidak kalah dengan Visual Basic ataupun bahasa-bahasa pemrograman visual sejenis. Untuk operasi database, Delphi mempunyai kemampuan untuk mengakses berbagai jenis data dengan menggunakan Borland Database Engine (BDE), ActiveX Data Objects(ADO), dbExpress, atau bisa juga menggunakan komponen Interbase. Akan tetapi, pada pembuatan skripsi ini penulis akan menggunakan third parties (komponen lain yang bukan bawaan Delphi) yaitu Zeos Component. Beberapa komponen yang paling sering digunakan dalam pembuatan program aplikasi database di Delphi, antara lain :

44

 Data Module (TData Module) adalah sebuah kelas pada Delphi
yang dikhususkan untuk menampung komponen-komponen nonvisual, umumnya adalah komponen-komponen milik palette Data Access, ADO, BDE, dan komponen-komponen yang digunakan untuk mengakses database. Untuk membuat Data Module, pilih main menu File|New|Data Module. Jika pada suatu form ingin mengakses Data Module, maka pada unit yang bersangkutan tambahkan Data Module (File|Use Unit).

 Komponen DBGrid (TDBGrid) digunakan untuk menampilkan
data dalam bentuk tabel.

 Komponen DBNavigator (TDBNavigator) digunakan untuk mendukung kemampuan navigasi dalam operasi tabel. Komponen ini berupa sekelompok tombol.

 Komponen DataSource (TDataSource) digunakan untuk
menghubung-kan komponen Tabel atau Query dengan komponen database visual (misalnya : DBGrid). Komponen ini mempunyai fungsi utama mengambil data dari tabel yang sudah didefinisikan pada komponen Table atau Query, atau StoredProc. Properti Dataset akan menghubungkan DataSource dengan Table atau Query yang ada.

1.10. Zeos Component versi 6.6.5 stable
Mengakses database SQL secara langsung merupakan hal yang sangat vital saat ini, karena SQL adalah bahasa database yang paling powerfull dalam hal pengaksesan database dan paling banyak digunakan oleh anggota komunitas programmer delphi di Indonesia bahkan di

45

seluruh dunia. Aplikasi-aplikasi database berbasis client-server yang dibuat saat ini tak lepas dari menggunakan SQL sebagai bahasa penghubungnya dengan database. Saat ini banyak komponen-komponen yang dijadikan standarisasi dalam mengakses database. Beberapa aplikasi pemrograman juga menggunakan API untuk mengakses database SQL, seperti ODBC, JDBC, dan ADO. Borland Delphi sendiri telah me-release komponen untuk mengakses database secara khusus yaitu Borland Database Engine (BDE). Akan tetapi pada kenyataannya penggunaan BDE ini sering terjadi kekurangan pada saat implementasi dan pemindahan aplikasi dan database ke komputer yang baru. Oleh karena itu, beberapa perusahaan maupun komunitas programmer merancang komponen-komponen yang sering disebut sebagai “BDE Alternatives” yang berfungsi lebih baik daripada BDE, antara lain :

 Komponen gratis dan open-source seperti Zeos Component dari
Zeoslib Development Team (http://zeos.firmos.at), LMD-Tools Special Edition dari LMD Innovative (http://www.lmd.de).

 Komponen berbayar seperti SuiPack Component dari Sunisoft
(http://www.sunisoft.com/suipack), Absolute Database for Delphi dari The Software development company ComponentAce (http://www. componentace.com). Zeos Component merupakan komponen Delphi yang digunakan untuk mengakses database server, seperti Microsoft SQL Server, MySQL, Firebird, Oracle, dan PostgreSQL. Zeos component merupakan komponen yang free dan juga open source, serta sangat powerfull dalam

46

hal mengakses database server. Zeos component sangat terkenal dan banyak digunakan oleh anggota komunitas programmer delphi Indonesia. Zeos component adalah komponen yang dibuat oleh komunitas open source Zeoslib Development Team yang bisa di akses pada website http://zeos.firmos.at.

1.11. PostgreSQL versi 8.4.0.1 1.11.1. Sejarah Awal PostgreSQL

PostgreSQL lahir dari kode Ingres, yang dikembangkan oleh University of California, Barkeley (1977-1985). Kode Ingres ini kemudian dikembangkan lagi menjadi database relational server oleh Relational Technologies/Ingres Corporation yang sukses secara komersial. Berawal dari kode Ingres ini, Michael Stonebraker memimpin sebuah tim pengembang untuk membangun sebuah object-relational database server yang di beri nama Postgres (1986-1994). Kemudian kode Postgres diambil oleh Illustra Information Technologies, untuk dikembangkan sebagai produk database komersial. Illustra akhirnya dimiliki oleh Informix dan diintegrasikan ke dalam Informix Universal Server (Sugiana, 2005). Pada tahun 1994-1995, dua orang mahasiswa lulusan Barkeley, yaitu Jolly Chen dan Andrew Yu, menambahkan kemampuan SQL pada Postgres. Hasil kerja proyek ini dinamakan Postgres95. Setelah selesai dari Barkeley, Jolly Chen melanjutkan me-maintenance Postgres95 melalui mailing list

47

(milis) yang cukup aktif dengan mengevaluasi bug-bug yang dilaporkan (Sugiana, 2005). Pada tahun 1996, sebuah tim dibentuk untuk persiapan penanganan lonjakan permintaan bagi database server yang bersifat open-source. Marc G. Fournier dari Toronto, Kanada, menyediakan sebuah server host baru dan langsung mengajukan diri sebagai pengelola milis yang baru tersebut. Sekitar seribu anggota milis yang di kelola oleh Jolly Chen, berpindah ke server host baru tersebut. Pada akhir tahun 1996, nama database server ”Postgres95” dihapuskan dan diganti dengan nama baru, yaitu PostgreSQL. Nama ini merefleksikan penghormatan kepada team Barkeley (Postgres) dan kemampuan SQL. Pada tahun yang sama di release PostgreSQL 6.0, dan didistribusikan kode sumber PostgreSQL lewat cvs (concurent version system). Dengan cvs ini, memungkinkan kode sumber PostgreSQL akan tetap up-todate dan bisa di download dan di kontribusikan setiap kode sumbernya oleh pengembang dunia setiap harinya (Sugiana, 2005). PosgreSQL versi 8.0 adalah PostgreSQL pertama yang bisa dioperasikan pada Microsoft Windows sebagai server, dimana PostgreSQL berjalan sebagai salah satu service windows server. Release PostgreSQL ini bisa dijalankan pada platform Windows 2000, Windows XP maupun Windows 2003. Pada

48

penulisan skripsi ini, penulis menggunakan PostgreSQL versi 8.4.0.1 yang di-release pada bulan Juli 2009.

1.11.2.

Fitur PostgreSQL

PostgreSQL mempunyai standar ANSI-SQL 92/99. Selain itu juga terdapat fitur-fitur antara lain : 1) Tipe data, seperti floating point, integer, character string, money, date/time dan tipe data binary, Geometri (diantaranya Points, Polygons, Circles, Line), tipe data jaringan (TCP/IP) untuk menyimpan data IP4, IP6 dan Mac Address (inet, cidr, macddr), array dan tipe data komposit serta konsep tipe data Object Identifiers (OIDS), Binary large object (gambar, suara, video). 2) Schema, yang memungkinkan database yang sama dapat digunakan oleh banyak user tanpa mengganggu satu sama lain. Selain itu untuk memudahkan mengorganisasikan database dalam suatu group tertentu. 3) Complex Queries, Foreign Keys, Triggers, Views, Transactional Integrity, Functions, Operator, Fungsi Agregat, hingga bahasa pprosedural (Procedural language) yang dapat ditulis menggunakan bahasa plpgsql atau bahasa C. Sebenarnya masih banyak fitur-fitur lain yang dimiliki postgreSQL, akan tetapi dalam penulisan skripsi ini fitur-fitur yang telah disebutkan diatas adalah fitur yang utama.

1.11.3. Kelebihan-kelebihan PostgreSQL (Datashow, 2009) 1) Resisten terhadap over-deployment (free of charge).

49

2) Support yang lebih baik, terpercaya dan stabil.
3) Menghemat biaya staffing.

4) Extensible (dapat diperluas, sourcecode included for
development). 5) Cross platform (lebih dari 34 platform termasuk Windows).

6) Desain database GUI dan administration tools (pgAdmin). 7) Didesain untuk environments high volume ( MVCC ). 1.11.4. Kelemahan-kelemahan PostgreSQL

Meskipun PostgreSQL telah banyak memberikan keuntungan, tetapi database system ini juga mempunyai beberapa kekurangan antara lain : (Datashow, 2009) 1. Belum mendukung selectable stored procedure seperti firebird

2. File physical database (table) nya berserakan 3. Konsep penyimpanan fisiknya satu objek = 1 atau lebih
file, bukan 1 database = 1 file 4. Tidak memiliki performa kecepatan yang tinggi dibanding dengan database yang lainnya.

1.11.5.

Security PostgreSQL
PostgreSQL mengauthentikasikan user dalam beberapa

metode, metode-metode berikut mensupport UNIX dan TCP/IP domain sockets :  Trust, koneksi user diizinkan tanpa

syarat/pertimbangan  Reject, koneksi user ditolak tanpa syarat/pertimbangan

50

Crypt, client akan meminta password untuk

mengauthentikasi user. Password dikirim dari client ke server dengan cara dienkripsi terlebih dahulu dengan crypt(3), lalu membandingkannya dengan password yang disimpan di dalam table pg_shadow, yaitu table yang memuat password para user. Jika cocok, maka koneksi diizinkan.  Password, client akan meminta password kepada user,

lalu password ini akan dikirim langsung ke server dan dicocokkan dengan table pg_shadow. Jika passwordnya cocok, maka mungkin akan diminta mengirimkan berkas password untuk dicocokkan kemudian.

1.11.6.

Konektivitas ke Database

PostgreSQL merupakan database server yang berarti diperlukan program client untuk menggunakannya. Karena bersifat client-server, diperlukan beberapa informasi bagi client agar terhubung dengan server, yaitu : (Sugiana, 2005)

 Host : Berupa nomor IP dimana database server berada.
 Port : Nomor port yang dibuka oleh Host tersebut, biasanya 5432.

 Database : Nama database yang akan digunakan.  Username : Nama user yang terdaftar di sistem
PostgreSQL.  Password : Kata kunci yang dimiliki oleh Username tersebut.

51

Untuk melakukan perubahan dan pengaksesan database, PostgreSQL menyediakan program psql berbasis command line (sama seperti mysql command line) dan PgAdmin III yang berbasis GUI. Langkah-langkah untuk koneksi database dengan PgAdmin III, sebagai berikut : 1) Buka PgAdmin III dengan cara, klik start > All Programs > PostgreSQL 8.4 > PgAdmin III.

Gambar 2.16 Layar utama pgAdmin III Sumber : The pgAdmin Development Team, 2009

2) Kemudian pada layar PgAdmin III, klik menu file Add
Server untuk menambah server jika belum ada dan isikan data-data yang diperlukan seperti : Nama server, Host server, Port, Maintenance DB (defaultnya template1), username dan Password.

52

Gambar 2.17 Membuat koneksi Server baru Sumber : The pgAdmin Development Team, 2009

3) Klik tombol OK untuk membuat koneksi server yang baru.
Jika semua sudah terisi dengan benar, maka akan terlihat seperti berikut.

Gambar 2.18 Koneksi ke Server Sumber : The pgAdmin Development Team, 2009

1.12. Database
Database pada dasarnya memiliki pengertian kumpulan data-data dan informasi yang terstruktur dalam suatu tabel dan relasi sehingga memudahkan dalam pengolahan data. Database ini digunakan

53

khususnya untuk arus informasi atau data dalam jumlah yang besar. Database di pakai untuk menyimpan data sehingga dapat dimanipulasi dengan mudah. Database yang baik harus tersusun dalam suatu struktur tertentu dan data yang ada terhubung dengan alur yang jelas dan tidak berbelitbelit sehingga memudahkan dalam pengaksesan dalam manajemen dari data yang ada pada database tersebut. Beberapa masalah yang muncul jika database tidak memenuhi syarat sebagai database yang baik, antara lain :

 Pengulangan Data (Redundancy Data), Pengolahan data secara
manual dan tidak adanya penamaan standar pada penamaan elemen-elemen data dapat mengakibatkan data yang sama disimpan pada database.

 Ketergantungan Data (Data Dependecy), Hal ini terjadi ketika
hubungan antar data tidak diatur secara benar dalam database. Akibat yang muncul adalah data yang seharusnya berubah ketika ada data baru masuk atau ketika ada perubahan data pada tabel yang lain, tidak berubah sesuai dengan apa yang diharapkan.

 Kepemilikan Data yang tersebar, Kesalahan dalam
pengelompokan data mengakibatkan data yang seharusnya mudah didapatkan akan menjadi berbelit-belit dalam pengaksesannya. Dampak yang muncul dari hal ini adalah suatu sistem yang tidak mampu memberikan informasi yang konsisten dan akurat.

54

1.13. Structured Query Language (SQL)
Structured Query Language (SQL) adalah suatu bahasa komputer yang melekat pada suatu Database Manajemen System (DBMS) dan digunakan untuk mengakses atau melakukan permintaan data dalam sebuah sistem database relational. Dalam penggunaannya SQL dikategorikan menjadi tiga sub perintah, yaitu : (Bunafit Nugroho, 2008)

1.13.1.

Data Definition Language (DDL)

Data Definition Language (DDL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka database. Ada tiga perintah yang termasuk dalam DDL, yaitu :

 CREATE : Perintah ini digunakan untuk membuat,
termasuk diantaranya membuat database baru, tabel baru, view baru, dan kolom.

 ALTER : Perintah ini digunakan untuk mengubah struktur
tabel yang telah dibuat. Pekerjaannya mencakup mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, maupun memberikan atribut pada kolom.

 DROP : Perintah ini digunakan untuk menghapus
database dan tabel.

1.13.2.

Data Manipulation Language (DML)

Data Manipulation Language (DML) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk memanipulasi data dalam database yang telah dibuat. Perintah DML ini terbagi menjadi 2 kategori query yaitu :

55

a. Action Query

SELECT : Perintah ini digunakan untuk mengambil

data atau menampilkan data dari satu tabel atau beberapa tabel dalam relasi.

INSERT : Perintah ini digunakan untuk menyisipkan

atau memasukkan data baru ke dalam tabel. Penggunaannya setelah database dan tabel dibuat.

UPDATE : Perintah ini digunakan untuk

memperbaharui data lama menjadi data terkini.

DELETE : Perintah ini digunakan untuk menghapus

data dari tabel. Biasanya data yang dihapus merupakan data yang sudah tidak diperlukan lagi. Pada saat penghapusan data, perintah yang telah dijalankan tidak dapat digagalkan, sehingga data yang telah hilang tidak dapat dikembalikan lagi. b. Selection Query

Klausa WHERE : Perintah ini digunakan untuk

menampilkan data dengan menempatkan suatu kondisi pada perintah SELECT untuk tujuan yang spesifik.

Klausa DISTINCT : Perintah ini digunakan untuk

menghilangkan data yang sama atau berulang-ulang dan hanya ditampilkan satu data saja.

Klausa Order By : Perintah ini digunakan untuk

mendefinisikan pengurutan hasil query berdasarkan suatu kolom tertentu.

56

Keyword AS : Perintah ini digunakan untuk

mengubah atau memanipulasi nama field atau kolom pada hasil output dari query. Secara default, hasil query menampilkan nama field yang bersangkutan. Tetapi dengan keyword AS, kita dapat mengubahnya.

Fungsi Agregate : Perintah ini dugunakan untuk

menghasilkan suatu nilai kembalian yang merupakan rangkuman tertentu. Beberapa fungsi agregate yang umum digunakan adalah AVG, SUM, MIN, MAX, COUNT. Fungsi AVG digunakan untuk mencari nilai rata-rata. Fungsi SUM digunakan untuk mencari jumlah nilai. Fungsi MIN digunakan untuk mencari nilai minimum. Fungsi MAX digunakan untuk mencari nilai maksimum. Fungsi COUNT digunakan untuk menghitung jumlah data yang terdeteksi.

1.13.3.

Data Control Language (DCL)

Data Control Language (DCL) merupakan sub bahasa SQL yang digunakan untuk melakukan pengontrolan data dan server databasenya. Perintah DCL, diantaranya :

 GRANT : Perintah ini digunakan untuk memberikan hak /
ijin akses oleh administrator (pemilik utama) server kepada user (pengguna biasa). Hak akses tersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menambah (INSERT), mengubah (UPDATE), menghapus (DELETE), dari hak khusus berkenaan dengan sistem databasenya.

57

 REVOKE : Perintah ini memiliki kegunaan terbalik dengan
GRAND, yaitu untuk menghilangkan atau mencabut hak akses yang telah diberikan kepada user oleh administrator.

1.14. Pemrograman Database Jaringan Multiterminal
Ada beberapa teknik pemrograman database yang dikenal, antara lain : (Owo Sugiana dan Sirojul Munir, 2005)

1. Pemrograman Stand Alone / Personal yaitu sistem
mengasumsikan hanya ada seorang pengguna saja yang terhubung ke database dan aplikasi hanya berjalan pada satu komputer saja.

2. Pemrogrman Multiuser yaitu ada beberapa user yang terhubung
dan menggunakan database secara bersama-sama.

3. Pemrograman Multihost yaitu ada beberapa komputer yang sudah
di-install suatu aplikasi database dan terhubung ke jaringan. Masingmasing program secara default akan mengacu ke database di komputer masing-masing (localhost). Agar terpadu, maka diperlukan penentuan sebuah server database pada setiap komputer kecuali komputer server. Agar tidak terjadi kesalahan identifikasi client maka diperlukan otentikasi seperti setiap orang harus memiliki username dan password, serta dibatasi hak akses ke tabel master.

4. Pemrograman Client-Server, konsep awalnya adalah sama seperti
multihost, akan tetapi pada Client-Server terdapat 2 jenis aplikasi yaitu aplikasi client untuk melakukan akses, permintaan, atau melaksanakan perintah dari server dan aplikasi server untuk mengatur jalur komunikasi antar terminal, mengatur terminal mana saja yang

58

diperbolehkan atau tidak mengakses database. Pada pemrograman client-server ini aplikasi maupun database harus ada pada sisi client maupun sisi server.

5. Pemrograman Multiterminal secara fisik mirip dengan multihost,
dimana ada beberapa komputer (terminal) yang terhubung ke jaringan. Program dan database cukup berada di komputer server saja. Kemudian dari terminal-terminal tersebut digunakan remote login dengan program ssh ke server untuk menjalankan program. Bila terminal menggunakan sistem operasi windows, maka bisa menggunakan program SecureCRT atau PuTTY. Menurut Agus Pribadi (2009) Pemrograman Multiterminal lebih cenderung pada aplikasi (obyek) nya, artinya obyek/aplikasi itu dapat dioperasikan hanya di satu host (terminal) namun secara jaringan dapat dioperasikan di lebih dari satu host (terminal). Satu obyek itu maksudnya adalah database, dalam kasus ini. Sedangkan aplikasi sebagai tool dapat terinstalasi di seluruh terminal (Agus Pribadi, 15 Desember, 2009). Jadi, dalam hal ini Pemrograman multiterminal adalah terdapat beberapa host (terminal) yang terhubung ke jaringan, dimana Database cukup berada di salah satu terminal saja, dan aplikasi bisa berada/terinstall di setiap terminal. Kemudian aplikasi yang terinstalasi pada terminal-terminal tersebut databasenya mengacu pada database yang berada pada terminal yang dikhususkan untuk database saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful