LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP

1

BAB I PENDAHULUAN

I.1

Latar Belakang Di satu sisi masih terdapat kesenjangan antara dunia pendidikan,

khususnya dari kalangan Perguruan Tinggi dengan dunia kerja yang sebenarnya. Kenyataan yang kita temui saat ini adalah para sarjana lulusan Perguruan Tinggi hanya sebagai sumber daya yang siap latih, bukan siap pakai. Penyebab utamanya adalah ketertinggalan Perguruan Tinggi terhadap perkembangan teknologi dan informasi yang ada di dunia luar. Oleh karena itu perlu diadakan kuliah lapangan yang dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia kerja khususnya dalam bidang Hidrologi. Kuliah lapangan ini dapat memudahkan mahasiswa untuk mengetahui implementasi dari teori dan konsep yang telah diajarkan selama ini di perkuliahan. Hal ini merupakan salah satu faktor penting dalam pekerjaan teknik sipil di lapangan. Dengan kuliah lapangan diharapkan mahasiswa dapat menambah pengalaman serta membuka cakrawala pandang yang lebih lu yang tidak as didapatkan di bangku kuliah.

I.2

Dasar Pemikiran Dasar pemikiran dari pelaksanaan kuliah lapangan ini antara lain adalah

sebagai berikut :  Pentingnya pemahaman dan pengalaman dalam dunia nyata tentang penerapan disiplin ilmu Hidrologi yang telah dipelajari di bangku kuliah.  Pentingnya bersosialisasi dalam kehidupan masyarakat, karena kuliah lapangan merupakan salah satu cara bersosialisasi dalam lingkungan yang lebih heterogen.  Pelaksanaan kuliah lapangan merupakan persyaratan kelulusan mahasiswa dalam mata kuliah Hidrologi.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
2

I.3

Tujuan Kuliah Lapangan Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kuliah lapangan ini

adalah sebagai berikut :  Untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan atau implementasi dari ilmu atau teori yang selama ini diperoleh dalam mata kuliah Hidrologi khususunya mengenai Waduk dan Dam.  Untuk memperoleh tambahan pengetahuan dan pengalaman yang akan membuka cakrawala berpikir yang lebih luas mengenai disiplin ilmu Hidrologi yang ditekuni selama ini.

I.4

Rumusan Masalah Dalam Kuliah Lapangan ini, kelompok kami mendapatkan beberapa tugas

yang menjadi rumusan masalah dari Laporan ini mengenai Dam Lengkong dan Waduk Wonorejo, antara lain:

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1

Perum Jasa Tirta I (www.jasatirta1.co.id) Perusahaan melaksanakan kegiatan-kegiatan usaha di sungai Kali Brantas

beserta 40 anak-anak sungainya, serta di wilayah sungai Bengawan Solo yang merupakan penambahan Wilayah Kerja sesuai dengan KEPPRES No. 129 tahun 2000 tanggal 14 September 2000.

Daerah pengaliran yang masuk wilayah kerja pada wilayah sungai Brantas meliputi : Panjang No Nama Sungai Sungai (km) 1 2 3 K. Brantas K. Amprong K. Lesti 320.00 31.70 69.50 21 22 23 K. Badak K. Serinjing K. Konto No Nama Sungai Panjang Sungai (km) 20.00 35.50 86.20

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
4

4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

K. Metro K. Lahor K. Bambang K. Lekso K. Semut K. Jari K. Putih K. Ewuh K. Dawir K. Parit Agung K. Parit Raya K. Ngrowo K. Ngasinan K. Tawing K. Tugu K. Bodeng K. Song

39.20 27.40 20.60 18.80 21.40 12.50 19.20 18.90 47.40 54.80 15.60 10.80 32.10 15.00 18.00 20.00 21.50

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40

K. Kedak K. Widas K. Kedungsuko K. Ulo K. Kuncir K. Bening K. Beng K. Watudakon K. Brankal K. Sadar K. Kambing K. Porong K. Marmoyo K. Surabaya K. Kedurus K. Wonokromo K. Mas

14.10 129.00 23.80 12.60 52.70 9.00 20.00 24.10 53.50 26.20 13.00 62.50 43.50 39.70 13.20 12.30 13.20

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
5

Daerah pengaliran yang masuk wilayah kerja pada wilayah sungai Bengawan Solo meliputi : Panjang No Nama Sungai Sungai (km) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Bengawan Solo Tirtomoyo Keduwang Walikan Dengkeng Blora Ceper Ujung Lohgede Siwaluh Grompol Tempuran 300,00 55,00 45,50 43,00 67,00 5,50 7,00 13,00 2,00 10,50 7,00 4,00 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. Gambiran Madiun Ketegan Cemer Catur Brangkal Gandong Kukur Jungke Ketonggo Tinil Floodway Plangwot No Nama Sungai Panjang Sungai (km) 10,00 300,00 14,00 6,00 16,40 15,60 23,00 6,00 12,00 5,00 6,00 12,50

II.2

Pengembangan Daerah Kali Brantas Kali Brantas mempunyai Daerah Pengaliran Sungai ( DPS ) seluas 12.000

km2 atau 25% dari luas Jawa Timur. Total panjang sungai 320 km, mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Jumlah curah hujan rata-rata mencapai 2000 mm/tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan. Potensi air permukaan pertahun rata-rata 12 milyar m3. Kapasitas waduk yang ada hanya dapat memanfaatkan potensi tersebut sekitar 2,6 - 3,0 milyar m3/tahun. Penduduk yang tinggal di Wilayah Kali Brantas mencapai 13,70 juta orang (1994) atau 43,2 % dari penduduk Jawa Timur dan mempunyai kepadatan rata rata 989 orang/km2 atau 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan rata -rata Jawa Timur. Kali Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional yang me mberi kontribusi lebih besar 30 % dari stok pangan Nasional. Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
6

dilakukan

dengan

pendekatan

yang

terencana,

terpadu,

menyeluruh,

berkesinambungan dan berwawasan lingkungan serta dengan sistem pengelolaan yang terpadu dengan berlandaskan pengertian bahwa basin itu merupakan satu kesatuan wilayah (One River, One Plan, One Integrated Management). Pelaksanaan pengembangan ini berdasar kepada suatu Rencana Induk (Master Plan) Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas yang ditinjau kembali pada setiap jangka waktu kurang lebih 10 tahun sekali, yakni : 1. Rencana Induk I (tahun 1961), yang dititikberatkan kepada pengendalian banjir dengan membuat waduk -waduk besar sebagai penampung hujan di daerah hulu dan memperbaiki kapasitas pengaliran sungai di hilir. Disamping itu, waduk-waduk yang dibangun dapat dimanfaatkan pula untuk suplai air irigasi dan pembangkit tenaga listrik. 2. Rencana Induk II (tahun 1973), yang dititikberatkan kepada penyediaan air irigasi guna menunjang swasembada pa ngan disamping juga untuk pengendalian banjir maupun pemanfaatan potensi air untuk tenaga listrik dan pariwisata. 3. Rencana Induk III (tahun 1985), yang dititikberatkan kepada pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum dan industri , terutama untuk kota Surabaya dan sekitarnya sampai tahun 2000. 4. Rencana Induk III (tahun 1985), yang dititikberatkan kepada pemenuhan kebutuhan air baku untuk air minum dan industri , terutama untuk kota Surabaya dan sekitarnya sampai tahun 2000. 5. Rencana Induk IV (tahun 1997; dalam pelaksanaan), yang

dititikberatkan pada konservasi dan pengelolaan terpadu sumber daya air guna meningkatkan kelestariannya dan mengoptimumkan

penggunaannya.

No 1 2 3

Nama Bendung Gunungsari Batu Bendung Gerak Jatimlerek Bendung Gerak Mrican

No 8 9 10

Nama Bendungan Lahor Bendungan Selorejo Bendungan Sengguruh

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
7

4 5 6 7

Bendung Karet Menturus Bendung Lengkong Baru Bendung Lodoyo Bendung Bening

11 12 13

Bendungan Sutami Bendungan Wlingi Bendungan Wonorejo

II.3

Pengelolaan Daerah Sungai Bengawan Solo WS Bengawan Solo terbentang dari arah barat daya di pantai selatan

Propinsi Jawa Tengah ke arah timur laut di pantai utara Jawa Timur, dan berbatasan dengan WS Progo-Opak-Oyo di sebelah barat, WS Jratunseluna di sebelah barat laut, Laut Jawa di sebelah utara, WS Brantas di sebelah timur dan Lautan Indonesia di sebelah selatan serta melewati 9 Kabupaten/Kotamadya di Jawa Tengah dan 11 Kabupaten/Kotamadya di Jawa Timur, dengan jumlah penduduk diperkirakan telah mencapai 15 juta jiwa (1995). Sungai terbesar da lam WS Bengawan Solo adalah Sungai Bengawan Solo dengan panjang sungai sekitar 600 km mengalir di dua propinsi yaitu Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Jawa Timur dengan luas daerah pengaliran sebesar 16.000 km2, yang merupakan DPS terbesar dan utama. Dalam kurun waktu 30 tahun, pembangunan prasarana pengairan di wilayah sungai Bengawan Solo telah mencapai tingkat

pengembangan yang cukup jauh. Hal ini ditandai antara lain telah selesainya bangunan-bangunan pengairan yang sudah dan sedang dibangun berupa bendungan, bendung, tanggul, jaringan irigasi dan lain sebagainya. Investasi untuk mencapai tingkat pengembangan ini telah menelan biaya yang cukup besar. Bangunan-bangunan tersebut berfungsi sebagai pengendali banjir, Pembangkit Listrik Tenaga Air, penyediaan air untuk pertanian, industri, air minum, perikanan dan lain-lain. Prasarana Pengairan yang selesai dan dalam pembangunan antara lain : , a. Bendungan Serbagunan Wonogiri (selesai 1981) dengan tampungan sebesar 735 juta m3, berfungsi sebagai penyimpan air untuk keperluan irigasi, pertanian, pembangkitan tenaga listrik dan sekaligus pengendali banjir. b. Bendungan-bendungan pemasok air irigasi yaitu Nawangan, Parang joho, Songputri, Nekuk, Gondang dan Pondok.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
8

c. Dam penahan sedimen dan groundsill di DPS Ben gawan Solo bagian Hulu 27 unit, di sub DPS Kali Madiun dan DPS Pacitan (Kali Grindulu) 37 unit. d. Pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi Wonogiri, Nawangan, Parangjoho, Songputri, Nekuk, Gondang, Hulu Saluran Induk Colo Timur, Pompa di Bengawan Solo Hilir. e. Perbaikan sungai Bengawan Solo Hulu dan anak -anak sungainya dan Kali Madiun untuk mengendalikan banjir rencana masing -masing 10 tahunan dan 5 tahunan. f. Pembangunan bendung karet Tirtonadi di Surakarta, Bendung Karet Jati, Kori, Gombal, Celeng, Sungkur, Bringin, Pulo dan Jejeruk di daerah Madiun serta Bendung Karet Kali Lamong. g. Perbaikan sungai Bengawan Solo Hilir yaitu perbaikan sungai Bengawan Solo dari Babat sampai Kali Mireng untuk melindungi daerah produksi pangan di Bengawan Jero seluas + 40 ha., saluran pengelak banjir (flood way) Plangwot Sedayu lawas dengan kapasitas 600 m3/detik. Total dana yang diinvestasikan oleh Pemerintah dalam Pengembangan WS Bengawan Solo sampai dengan tahun 1999 adalah sebesar ± Rp 1 triliun (APBN + BLN). Manfaat yang diperoleh Dengan selesainya pembangunan prasarana pengairan di WS Bengawan Solo, telah memberikan manfaat sebagai berikut : a.Pengendalian banjir untuk periode ulang 10 tahunan dan 5 tahunan. b.Penyediaan air irigasi untuk Daerah Irigasi seluas 43.174 Ha. c.Pembangkit enersi listrik sebesar 57,365 juta KWh/th. d.Penyediaan air baku air minum sebesar ± 4,2 juta m3/tahun e.Penyediaan air baku untuk industri sebesar ± 54,3 juta m3/tahun. f.Perikanan waduk dengan sistem tebar bebas. g.Potensi Pariwisata dan Olah Raga air (Waduk Wonogiri).

Bangunan prasarana pengairan di WS Bengawan Solo, antara lain : No. 1. 2. 3. Nama Bangunan Bendungan Wonogiri Bendung Colo Bendung Karet Jati Nama Sungai Bengawan Solo Bengawan Solo Madiun

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
9

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Bendung Karet Sedayu Lawas Bendung Delimas Bendung Juranggantung Bendung Kalongan Bendung Delingan Bendung Dilem Bendung Catur Bendung Brangkal Bendung Junke Bendung Karet Jejeruk Bendung Gayung

Floodway Plangwot Sedayulawas Ceper Lohgede Siwaluh Tempuran Cemer Catur Brangkal Junke Gandong Tinil

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
10

BAB III METODE SURVEY

III.1

Data yang Diperlukan

a. Dimensi dan jumlah pintu gerak DAM Lengkong Baru, Mojokerto serta debit yang dikeluarkan. b. Info tentang alat ukur kecepatan angin (tipe alat, data yang dihasilkan, fungsi dan perumusan alat) pada Bendungan Wonorejo, Tulungagung.

III.2

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuliah lapangan atau

tinjauan langsung ke lapangan Dimensi, jumlah pintu gerak DAM Lengkong . Baru, Mojokerto dan debit yang dikeluarkan, serta info tentang alat ukur kecepatan angin (tipe alat, data yang dihasilkan, fungsi dan perumusan alat) pada Bendungan Wonorejo, Tulungagung didapatkan dengan cara bertanya secara langsung kepada pengurus Perum Jasa Tirta I dan studi pustaka (internet, dsb) Adapun pembagian data tersebut menurut sifatnya adalah sebagai berikut : a. Data Kualitatif Data-data yang tidak berupa angka. Misalnya, dokumentasi kuliah lapangan, slide power point dan brosur dari Perum Jasa Tirta I. b. Data Kuantitatif Data-data yang berupa angka. Semua data yang diperlukan dalam penyusunan laporan seperti dimensi, jumlah pintu dan debit yang dikeluarkan pada DAM Lengkong Baru, Mojokerto merupakan data kuantitatif.

III.3

Waktu dan Pelaksanaan Kuliah Lapangan Kuliah Lapangan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2010. Pertama,

mengunjungi DAM Lengkong Baru, Mojokerto. Berikutnya mengunjungi Bendungan Wonorejo, Tulungagung Kuliah Lapangan ini diikuti oleh semua . kelas Hidrologi, Jurusan Teknik Sipil, FTSP-ITS.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
11

BAB IV DAM LENGKONG BARU

IV.1

Dam Lengkong Baru (Mojokerto) Bendung Lengkong Baru terletak di akhir kali Brantas sebelum masuk ke

kali Porong di desa Lengkong (±5 km di sebelah timur kota Mojokerto) kecamatan Magersari, kota Mojokerto. Bendung ini merupakan bendung gerak yang dibangun untuk menggantikan bendung Lengkong Lama yang sudah ada sejak tahun 1857 yang kondisi pintu-pintunya sudah tidak berfungsi lagi. Bendung Lengkong Lama ini sudah dibongkar.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
12

Di sisi kiri sungai Brantas, di hulu bendung Lengkong Baru terdapat 2 buah saluran, yaitu Voor Kanaal I dan Voor Kanaal II yang memasok air DAM Kepajaran untuk selanjutnya dibagikan ke Porong Kanaal dan Ma ngetan Kanaal (ke irigasi Delta Brantas) dank e saluran irigasi Kemlaten). Di sisi kanan sungai K. Brantas di hulu bendung Lengkong Baru juga terdapat sebuah pintu air yang memasok air ke saluran irigasi Jatikulon. Semua bangunan tersebut

pengoperasiannya saling terkait untuk dapat menge ndalikan, mengatur dan memasok air kali Brantas ke bagian hilir, daerah irigasi delta Brantas ini terkenal kesuburannya.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
13

Bendung Lengkong Baru sudah dicanangkan sejak 1961, yaitu pada rencana Induk Pengembangan Wilayah Sungai Kali Brantas yang pertama . Pelaksanaan pengembangan Bendung Lengkong Baru dimulai pada bulan Juli 1970 dan diselesaikan pada bulan Nopember 1974. Pekerjaan sipildilaksanakan secara swakelola oleh proyek Brantas, sedangkan pekerjaan hidromekanis (metal works) diborongkan kepada kontraktor Jepang (Toyo Menka Takada Kiko

J.V.A) mulai dari perencanaan sampai terpasang dengan baik. Bertindak sebagai supervise di lapangan adalah Nippon Koei Co.Ltd.

IV.2

Data-Data Mengenai DAM Lengkong Baru

DAM Lengkong Baru memiliki beberapa manfaat, antara lain :
1.

Menyediakan air irigasi untuk daerah irigasi Delta Brantas seluas 22.947 ha (th. 2010) melalui dua saluran utama yaitu : Saluran Porong dan Saluran Mangetan

2.

Sebagai pintu pembagi air atau pengatur pemberian air ke kali Surabaya, kali Porong dan saluran-saluran irigasi Jatikulon, Kemlaten, Porong Kanaal, Mangetan Kanaal untuk air baku, air minum, air industri, air irigasi dan air penggelontor sungai (maintenance flow)

3.

Pengendalian banjir di Delta Brantas dan membebaskan genangan daerah pertanian seluas 7000 ha

4.

Pariwisata dan perikanan darat

Bendung Utama
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Tipe pelimpah berpintu (gated weir) Panjang bendung (termasuk beton blok) Lebar (termasuk apron) Tinggi mercu ambang Tinggi puncak pilar Elevasi puncak menara pintu air Elevasi mercu weir Muka Air Rendah Muka Air Tinggi : 151.00 m : 30.5 m : 13.00 m : 20.00 m : El. 25.95 m : El. 13.00 m : El. 17.80 m : El. 17.90 m

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
14

10. 11. 12.

Muka Air Banjir di hulu Muka Air Banjir di hilir Debit banjir rencana

: El. 19.20 m : El. 19.00 m : 1450 m3/det

Pintu Air
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Tipe Jumlah pintu Ukuran tinggi Ukuran lebar Berat pintu Tinggi angkat

: Pintu roda tetap / fixed wheel gate : 8 buah ( 1 dengan flap gate / pintu pelimpah) : 5.00 m : 11.1 m : 20 ton : 7.30 m

Flap Gate berdimensi : tinggi 1 m dan lebar 8 m

DAM Lengkong Baru memiliki 7 buah fixed wheel gate (pintu roda tetap) dan 1 buah flap gate (pintu pelimpah). Pintu pelimpah merupakan pintu dengan sistem klep dimana daun pintu bersifat fleksible. Pada saat muka air di hulu (upstream) lebih tinggi daripada muka air di hilir (downstream) maka secara otomatis pintu membuka. Pintu ini baik untuk digunakan daerah pasang surut cukup besar yang berpotensi mengganggu pencucian air masam pada musim hujan.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
15

Stop Log 1. Tipe Stop Log baja 2. Jumlah 3. Lebar x Tinggi 4. Tinggi tekanan air 5. Tinggi operasi 6. Sistem kedap air 7. Sistem operasi : 1 set (5 balok) : 11.10 m x 5.00 m : depan 4.90 m dan belakang 0.00 m : sistem beban air seimbang depan belakang : kedap air 3 sisi karet di belakang : gerakan naik turun dengan listrik dikendalikan lokal dan gerakan horizontal dioperasikan manual 8. Tipe hoist 9. Kecepatan hoist 10. Tinggi angkat : digerakkan secara elektrik : 0.6 m/menit : maks. 12 m

11. Korosi yang diizinkan : 1 mm untuk bagian yang terkena air

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
16

BAB V BENDUNGAN WONOREJO

V. 1

Bendungan Wonorejo (Tulungagung) Bendungan Wonorejo terletak di Desa Wonorejo Kecamatan Pagerwojo

Kabupaten Tulungagung. Lokasi bendungan berada pada Kali Gondang. ± 400 m di hilir pertemuan antara Kali Bodeng dengan Kali Wangi. Hulu Kali Gondang berada di selatan Gunung Wilis.

Pembangunan bendungan Wonorejo dilaksanakan dari tahun 1994 sampai tahun 2000. Pelaksana pembangunan adalah KPPT JO. (Kajima Coorporation, Pembangunan Perumahan, Teguh Raksa Jaya Joint Operation) untuk bangunan sipil dan CV. Bintang Kadiri untuk jaringan listrik. Pekerjaan konstruksi baja oleh Amarta Sakai ± JO. Pengawasan dilakukan oleh Nippon Koei Co.Ltd, PT.Indra Karya, PT. Yodya Karya, PT. Bhakti Wredhatama dan PT. Wiratman and Associates (NIWY) serta proyek Brantas. Bendungan ini diresmikan pada tanggal 21 Juni 2001 oleh Wakil Presiden RI saat itu, Ibu Megawati Soekarnoputri. Jumlah dana/biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan proyek ini meliputi dana APBN sebesar Rp 77,000 M dan dana dari BLN (OECF) ¥ 18,465 M dari APBN.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
17

V.2

Data-Data Mengenai Bendungan Wonorejo Bendungan wonorejo memiliki beberapa manfaat, antara lain :

1. Penyediaan air baku untuk industri dan rumah tangga bagi Kota Surabaya dan sekitarnya sebesar 8,02 M3/detik 2. Mengendalikan banjir Kali Gondang di hilir bendungan Wonorejo 3. Tambahan tenaga listrik 6,020 MW 4. Perikanan darat, dan pariwisata 5. Sambil memanfaatkan air yang keluar lewat Hollow Jet Valve dipasang juga PLTA Mini Hidro sebesar 2 x 118 kW yang bisa dikonsumsi untuk keperluan di dalam lokasi bendungan Wonorejo sendiri

Waduk 1. Daerah Aliran 2. Debit rata-rata tahunan 3. Luas waduk 4. Muka air tinggi (MAT) 5. Muka air rendah (MAR) : 126.3 km2 termasuk kali Song : 8.1 m3/det atau 225,000,000 m3/tahun : 3.85 km2 pada MAT : El. 183 m : El. 141 m

6. Muka air rata-rata untuk pembangkit listrik : El. 173 m 7. Operasi muka air minimum untuk pembangkit listrik : El. 153 m 8. Banjir rencana 1000 tahun 9. Muka air banjir 10. Kapasitas waduk kotor 11. Kapasitas waduk efektif 12. Beban melayang : 820 m3/det : El. 185 m : 122,000,000 m3 : 106,000,000 m3 : 1 mm/tahun

Bendungan Utama 1. Tipe 2. Vol. Timbunan 3. Tinggi 4. Panjang 5. Luas Genangan : Timbunan batu dengan inti kedap air : 6.15 juta m3 : 100 m (elevasi puncak 188 m) : 545 m : 3.85 km2

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP : 122 juta m3
18

6. Daya Tampung

Bendungan Pelimpah 1. Tipe pelimpah bebas tak berpintu, saluran terbuka dengan stilling basin horizontal. 2. Panjang Saluran 3. Lebar : 456.56 m :8 16 m

Alat Pengukur Cuaca (khususnya kecepatan angin) Wind velocity adalah suatu besaran vektor tiga dimensi dengan fluktuasi acak dalam skala kecil di atmosfer dan dalam waktu yang bersamaan mengikuti pergerakan udara dalam skala yang lebih besar. Pengamatan angin permukaan umumnya dijabarkan dalam vektor dua dimensi mela dua parameter, yaitu; arah lui dan kecepatan (mazzarella, 1972, wmo no.8). Umumnya pengamatan angin permukaan (e.g. Horizontal wind speed) adalah rata-rata pengamatan selama periode 10 s/d 60 menit, sesuai dengan kebutuhan forecast. Climatological statistics biasanya memerlukan data rata-rata pengamatan untuk setiap jam, rata-rata periode siang hari dan periode malam hari. Untuk laporan synoptic, pengamatan dilakukan dalam rata -rata 10 menit. Kebutuhan penerbangan (aeronautical applications) justru membutuh kan rata-rata pengamatan yang lebih singkat, yaitu rata -rata setiap 1 menit, untuk mengetahui fluktuasi angin turbulensi dan gusty. Pengamatan wind speed dilaporkan dalam 0.5 m/s atau dalam satuan lain seperti: knots, km/jam, mil/jam atau satuan kecepatan lainnya yang relevan. Beberapa macam alat ukur angin : 1. Cup counter dan wind vane anemometer 2. Ultrasonic anemometer 3. Pressure tube anemometer 4. Hot wire anemometer 5. Karman vortex devices 6. Lidar (light detection and ranging) 7. Sodar (sonic detection and ranging)

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
19

8. Radar (radio detection and ranging)

Cup Counter Dan Wind Vane Anemometer (Alat Pengukur Arah Dan Kecepatan Angin)

Sistem Optocoupler Diameter =10cm 1 putaran=10 hole 1m =10 putaran. 1m =100 hole.

1 hole = 1 pulse maka, 1m = 100 pulse 1m/s = 100 pulse/s

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
20

Wind Vane Anemometer

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
21

Instalasi Anemometer

1. Letaknya harus bebas hambatan, idealnya berjarak 10x dari tinggi hambatan. 2. Ketinggian Anemometer = 10 meter 3. Tiang harus kuat dan diberi pijakan untuk dinaiki. 4. Penahan tiang diberi pondasi dan labrang àsalah satu labrang menghadap utara
0 dari tiang anemometer dan antar labrang membentuk sudut 120 .

5. Bila sensor WS dan WD terpisah, maka kedudukannya menghadap Utara selatan. 6. Bila menggunakan Solar Cell, dipasang menghadap selatan dengan sudut 10300 7. Untuk proteksi dipasang Lighting Protector, sourge protektor dan line protector. 8. Bila dipasang tersendiri maka harus diberi pagar

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
22

Ultrasonic Anemometer

Anemometer ini menggunakan gelomb ang ultrasonic untuk mendeteksi pergerakan partikel di udara (diasumsikan sebagai angin). Alat ini dapat mengukur pergerakan udara vertikal (3 dimensi), namun bila terjadi hujan lebat maka partikel yang dideteksi akan tercampur dengan kecepatan jatuh air hujan/presipitasi. Alat ini menggunakan dua/tiga pasang tranduser piezoelektrik yang bekerja pada frekuensi Resonansi 40 atau 250 kHz (frek. Ultrasonic). Asas pengukuran alat pengukur parameter angin ini didasarkan pada perbedaan waktu transit (ITTD- inverse transit time difference).

Pressure Tube Anemometer Anemometer ini menggunakan prinsip tekanan udara dalam tabung yang besarnya dipengaruhi oleh hembusan angin.Wind vane digunakan untuk mengarahkan tabung agar selalu menghadap kearah datangnya angin seh ingga udara dapat masuk dan merubah tekanan didalam tabung.Perubahan tekanan dalam tabung kemudian dihubungkan dengan alat indikator atau pena recorder.

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

LAPORAN KULIAH LAPANGAN HIDROLOGI 2ND GROUP
23

Hot Wire Anemometer Anemometer ini menggunakan prinsip flow meter dengan kawat platinum tipis. Pemanas listrik digunakan untuk menciptakan temperatur konstan pada kawat platinum yang diletakan dalam tabung. Jika udara melewati tabung maka kawat akan mengalami pendinginan, sehingga memerlukan ekstra energi agar membuatnya tetap pada temperatur konstan. Besa rnya energi ekstra kemudian dihitung dan dikonversi menjadi kecepatan angin. Kelemahan alat ini adalah mudah rusak dan sangat sensitif terhadap komposisi dan temperatur udara, sehingga harus ditangani dengan sangat hati hati. -

08-005 WINDA , 08-006 FAYUMI , 08-017 FIFIN , 08-025 HELDA , 08-065 FRIDA 08-072 SANDI , 08-093 FARAY , 08-095 NATRYA , 08-120 RIZQY , 08-137 REZA

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful