Hukum Perdata Pemilikan TPI

Pertanyaan :

Sebagai seorang yang awam hukum, ingin bertanya mengenai permasalahan yang dihadapi TPI di mana klaim ini muncul seiring dengan pencabutan gugatan PT MNC Tbk terhadap Direktur Jendral Administrasi Hukum Umum Kementrian Hukum dan HAM awal Agustus. Apakah pencabutan gugatan itu dianggap sebagai bukti penerimaan dan pemahaman yang mendalam atas keabsahan formil dan materi? Dan kenapa Surat keputusan TPI yang keluar sejak tahun 2005 seterusnya dianggap tidak pernah ada? Mohon jawabannya dan terima kasih.
Jawaban :
1. Menurut Kuasa Hukum MNC, Andi Simangunsong, pencabutan gugatan PT MNC Tbk di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta terhadap Surat Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM tertanggal 8 Juni 2010 karena menurut penjelasan dari pihak Kemenkumham dalam jawaban gugatan dari MNC bahwa surat tersebut bukan surat keputusan, melainkan hanya surat korespondensi biasa. Dari penjelasan ini, pihak MNC beranggapan bahwa pihak-pihak lain tak boleh memposisikan surat itu sebagai surat keputusan yang bersifat mengikat. Hal ini dapat Anda baca dalam artikel ini.

Jadi, pencabutan gugatan tersebut karena pihak MNC beranggapan bahwa surat itu tidak bersifat mengikat, melainkan hanya surat korespondensi biasa.

Dirjen AHU sendiri, sebagaimana bisa dibaca dalam artikel ini memberikan tanggapan, bahwa Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM tertanggal 21 Maret 2005 yang mengesahkan akta TPI versi Kubu MNC telah batal demi hukum, sehingga dianggap tak pernah dibuat atau tidak pernah ada sehingga tidak memiliki akibat hukum. Menurut Dirjen AHU, SK tersebut cacat hukum karena ada prosedur secara administrasi negara yang tak dilalui. Dengan demikian, SK Menkumham itu batal demi hukum, tidak perlu diterbitkan SK baru untuk membatalkan akta tersebut.

Tabel: Status dua surat yang dikeluarkan Kemenkumham terkait sengketa kepemilikan saham TPI Surat Isi Status

Surat Keputusan Menkumham Mengesahkan akta RUPSLB TPI yangBatal demi hukum, karena penerbitan No. C-07564.HT.01.04.TH.2005 dibuat pada tanggal 18 Maret 2005. surat tersebut tidak melalui prosedur tertanggal 21 Maret 2005 administrasi negara yang benar sehingga surat itu cacat hukum. Surat Dirjen AHU No. Pemberitahuan perihal adanya Surat korespondensi biasa, bukan AHU.2.AH.03.04-114A yang pencabutan Surat Keputusan surat keputusan yang menjadi objek ditandatangani Plh. Direktur Menkumham No. Cperkara tata usaha negara. Perdata Rike Amavita kepada 07564.HT.01.04.TH.2005 tentang Harry Ponto, kuasa hukum Siti Pengesahan Akta TPI Nomor 16 tanggal Hardianti Rukmana 18 Maret 2005.

2.

Kami tidak tahu apa yang Anda maksud dengan “surat keputusan TPI” dalam pertanyaan. Yang kami tahu, Dirjen AHU Kemenkumham mengatakan kepada media massa bahwa SK Menhukham yang berisi pengesahan akta notaris tentang hasil RUPS Luar Biasa TPI tanggal 18 Maret 2005 cacat hukum, sehingga batal demi hukum dan dianggap tidak pernah ada.

03. 114 di hadapan notaris Buntario Tigris Darmawa. sebagaimana kami himpun dari berbagai sumber: Tabel: Kronologi sengketa kepemilikan saham TPI Tanggal 23 Agustus 2002 Keterangan Siti Hardianti Rukmana dan Hary Tanoe melalui PT Berkah Karya Bersama menandatangani investment agreement. Direktur Perdata. dengan kompensasi 75% saham TPI Siti Hardianti Rukmana dan PT Berkah Karya Bersama menandatangani addendum surat kuasa pengalihan 75% saham TPI pada PT Berkah Karya Bersama Februari 2003 20 Desember 2004 Siti Hardianti Rukmana melayangkan surat kepada PT Berkah Karya Bersama meminta kembali 75% saham TPI yang sudah dipindahtangankan dan Siti Hardianti Rukmanat menjanjikan akan melakukan due dilligence (uji tuntas) untuk membayar kompensasi gantinya.01.04. Keluar Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM No.HT.03. berdasarkan surat dari Plh. Demikian penjelasan yang kami sarikan dari berbagai pemberitaan.2.com. sehingga dianggap tak pernah dibuat atau tidak pernah ada. C07564.2.01.04-114A MNC ajukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan surat dari Plh. 18 Maret 2005 21 Maret 2005 8 Juni 2010 Dirjen AHU keluarkan surat bernomor AHU. Dirjen AHU menyatakan bahwa SK Menteri Hukum dan HAM No. . Semoga dapat dipahami. Sementara. PT Berkah Karya Bersama selenggarakan RUPSLB yang menyebabkan perubahan dewan direksi TPI dan perubahan komposisi kepemilikan saham.2005 tertanggal 21 Maret 2005 tertanggal 21 Maret 2005 yang mengesahkan akta TPI versi Kubu MNC telah batal demi hukum.TH. Itu hanya surat biasa yang berisi saran yang diterbitkan oleh Plh Direktur Perdata. 23 Juni 2010 Juli 2010 5 Agustus 2010 12 Agustus 2010 24 Agustus 2010 Diolah dari berbagai sumber.TH.04-114A yang ditandatangani oleh Plh. RUPSLB ini dituangkan dalam Akta No. Siti Hardianti Rukmanat gelar RUPS TPI yang mengubah susunan dewan direksi TPI. Hary Tanoe layangkan surat pemanggilan RUPSLB kepada seluruh pemegang saham TPI untuk membahas opsi-opsi tersebut dalam rapat yang dijadwalkan pada 18 Maret 2005. Direktur Perdata bernomor AHU. Direktur Perdata ke PTUN Jakarta.04. khususnya dari situs www.Berikut kronologi sengketa kepemilikan saham TPI.04. C07564. yang menyatakan surat yang digugat tersebut bukan objek tata usaha negara berupa surat keputusan.TH. Kuasa hukum MNC mencabut gugatan pembatalan surat Plh. 8 Maret 2005 10 Maret 2005 17 Maret 2005 Menurut Hary Tanoe. Dirjen AHU memasukkan jawaban di PTUN atas gugatan pembatalan surat dari Plh. Hary Tanoe akan membayarkan sebagian utang Siti Hardianti Rukmanat. Direktur Perdata Rike Amavita kepada Harry Ponto.01.2005 tertanggal 21 Maret 2005 yang mengesahkan akta RUPSLB TPI yang dibuat pada tanggal 18 Maret 2005. Surat ini berisi pemberitahuan perihal adanya pencabutan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM No.HT.HT. C07564.AH.2005 tentang Pengesahan Akta TPI Nomor 16 tanggal 18 Maret 2005.AH. akta RUPSLB yang diselenggarakan Siti Hardianti Rukmana tanggal 17 Maret 2005 tidak pernah mendapat pengesahan dari Depkumham. Siti Hardianti Rukmana dan pemegang saham lainnya melakukan RUPSLB merombak jajaran direksi dan dewan komisaris TPI. pihaknya menyampaikan 3 opsi detil mekanisme pembayaran kepada Siti Hardianti Rukmana. Direktur Perdata Rike Amavita kepada Harry Ponto.hukumonline.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful