You are on page 1of 41

BAB 7

DEPRESIASI

Perhitungan depresiasi diperlukan untuk menentukan aliran kas setelah pajak (pendapatan).
7.1 Konsep dan Terminologi Depresiasi

Depresiasi adalah penurunan dalam nilai fisik properti seiring dengan waktu dan penggunaannya. Dalam
konsep akuntansi, depresiasi adalah pemotongan tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak sehingga
pengaruh waktu dan penggunaan atas nilai aset dapat terwakili dalam laporan keuangan suatu
perusahaan. Depresiasi adalah biaya non-kas yang berpengaruh terhadap pajak pendapatan.
Properti yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Harus digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan.
2. Harus mempunyai umur manfaat tertentu, dan umurnya harus lebih lama dari setahun.

Departemen Teknik Kimia VII- 1


Universitas Indonesia
3. Merupakan sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/ kehancuran, usang, atau
mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya.
4. Bukan inventaris, persediaan atau stok penjualan, atau properti investasi.

Properti yang dapat didepresiasi dikelompokkan menjadi:


- nyata (tangible): dapat dilihat atau dipegang. Terdiri dari properti personal (personal property) seperti
mesin-mesin, kendaraan, peralatan, furnitur dan item-item yang sejenis; dan properti riil (real property)
seperti tanah dan segala sesuatu yang dikeluarkan dari atau tumbuh atau berdiri di atas tanah tersebut
- tidak nyata (intangible). Properti personal seperti hak cipta, paten atau franchise.

Departemen Teknik Kimia VII- 2


Universitas Indonesia
7.2 Definisi-Definisi

Basis, atau basis harga: biaya awal untuk mendapatkan aset (harga beli ditambah pajak), termasuk biaya
transportasi dan biaya lain sampai aset tersebut dapat digunakan sesuai fungsinya.
Basis (harga) yang disesuaikan: harga awal aset disesuaikan dengan kenaikan atau penurunan yang
diperkenankan. Misal: biaya perbaikan aset dengan umur manfaat lebih dari setahun meningkatkan
basis harga awal, dan kecelakanna atau kecurian menurunkan harga awal.
Nilai (harga) buku: nilai properti (aset) sesuai dengan laporan akuntansi, yang mewakili jumlah modal
yang masih diinvestasikan pada aset tersebut. Sama dengan harga awal (termasuk segala
penyesuaian) dikurangi dengan pengurangan karena depresiasi. Nilai buku suatu aset pada akhir
tahun ke-k dirumuskan dengan:
k
(Nilai buku )k = basis harga yang disesuaika n - ∑ (penguranga n depresiasi )
j =1

Harga pasar: nilai yang dibayar seorang pembeli kepada penjual aset dimana masing-masing
mendapatkan keuntungan dan bertindak tanpa paksaan.
Departemen Teknik Kimia VII- 3
Universitas Indonesia
Periode perolehan kembali (recovery period): jumlah tahun dimana basis (harga) suatu aset diperoleh
kembali melalui proses akuntansi. Disebut juga umur manfaat (klasik) atau kelas properti atau umur
kelas.
Tingkat perolehan kembali: persentase untuk setiap tahun periode perolehan kembali, yang digunakan
untuk menghitung pengurangan karena depresiasi tahunan.
Nilai sisa: perkiraan nilai aset pada akhir umur manfaatnya, merupakan harga jula suatu aset jika tidak
lagi digunakan untuk proses produksi oleh pemiliknya.
Umur manfaat: perkiraan periode waktu pemakaian aset (properti) dalam kegiatan produktif atau untuk
menghasilkan pendapatan.

Departemen Teknik Kimia VII- 4


Universitas Indonesia
7.3 Metode Perhitungan Depresiasi

Secara umum, metode perhitungan depresiasi dibagi dua, yaitu:


1. Metode klasik, terdiri dari:
a. Metode garis lurus (straight-line, SL)
b. Metode declining balance (DB)
c. Metode sum-of-the-years-digits (SYD)
2. Sistem perolehan biaya dipercepat termodifikasi (Modified Accelerated Cost Recovery System,
MACRS)

Departemen Teknik Kimia VII- 5


Universitas Indonesia
7.3.1 Metode Garis Lurus
Metode ini mengasumsikan bahwa aset terdepresiasi secara konstan setiap tahunnya selama umur
manfaatnya.
(B − SV N )
dk =
N

d k* = k d k untuk 1 ≤ k ≤ N

BVk = B − d k*

dimana: N = umur manfaat

B = basis harga, termasuk penyesuaian


dk = pengurangan depresiasi pada tahun ke k (1 ≤ k ≤ N)

BVk = nilai buku pada akhir tahun ke k


SVN = perkiraan nilai sisa pada akhir tahun ke N

d k* = depresiasi kumulatif selama tahun ke k

Departemen Teknik Kimia VII- 6


Universitas Indonesia
Contoh 1

Sebuah gergaji listrik untuk memotong kayu pada perusahaan furniture mempunyai basis harga $40,000
dan umur manfaat 10 tahun. Pada akhir umur manfaatnya diperkirakan alat tersebut tidak mempunyai nilai
sisa. Tentukan jumlah depresiasi tahunan menggunkan metode garis lurus. Tabelkan jumlah depresiasi
tahunan dan nilai buku alat tersebut pada setiap akhir tahun.

Penyelesaian:
Contoh perhitungan untuk tahun ke-5:
5($4,000 − 0 )
d 5* = = $2,000
10

$4,000 − 0
d5 = = $400
10
5($4,000 − 0)
BV5 = $4,000 − = $2,000
10

Departemen Teknik Kimia VII- 7


Universitas Indonesia
Tabulasi depresiasi dan nilai buku setiap tahunnya:
Akhir dk BVk
th. ke-k
0 - $4,000
1 $400 3,600
2 400 3,200
3 400 2,800
4 400 2,400
5 400 2,000
6 400 1,600
7 400 1,200
8 400 800
9 400 400
10 400 0

Departemen Teknik Kimia VII- 8


Universitas Indonesia
7.3.2 Metode Declining Balance
Disebut juga metode persentase konstan atau formula Matheson, dengan asumsi bahwa biaya
depresiasi tahunan adalah suatu persentase yang tetap dari nilai buku awal tahun. Rasio depresiasi
tersebut dilambangkan dengan R (0 ≤ R ≤ 1), dimana R = 2/N (jika digunakan 200% DB) atau R = 1.5/N
(jika digunakan 150% DB).
Persamaan- persamaan yang berlaku untuk metode DB:
d 1 = B (R )

d k = B (1 − R ) (R )
k −1

d k* = B[1 − (1 − R ) ]
k

BVk = B (1 − R )
k

BVN = B (1 − R )
N

Kelima persamaan tidak memuat term SV (nilai sisa).

Departemen Teknik Kimia VII- 9


Universitas Indonesia
Contoh 2

Kerjakan kembali contoh 1 dengan metode declining balance jika (a) R=2/N dan (b) R=1.5/N

Penyelesaian:
Contoh perhitungan untuk tahun ke-6.
(a) R= 2/N = 0.2
d 6 = $4,000(1 − 0.2 ) (0.2) = $262.14
5

[ ]
d 6* = $4,000 1 − (1 − 0.2) = $2,951.42
6

BV6 = $4,000(1 − 0.2) = $1,048.58


6

(b) R= 1.5/N = 0.15


d 6 = $4,000(1 − 0.5) (0.15) = $266.22
5

[ ]
d 6* = $4,000 1 − (1 − 0.15) = $2,491.40
6

Departemen Teknik Kimia VII- 10


Universitas Indonesia
BV6 = $4,000(1 − 0.15) = $1,508.60
6

Depresiasi dan nilai buku tahunan untuk R = 2/N = 0.2 diperlihatkan pada tabel berikut:
Akhir th. dk BVk
ke-k
0 - $4,000.00
1 $800.00 3,200.00
2 640.00 2,560.00
3 512.00 2,048.00
4 409.60 1,638.40
Akhir th. dk BVk
ke-k
5 327.68 1,310.72
6 262.14 1,048.58
7 209.72 838.86
8 167.77 671.09
9 134.22 536.87
10 107.37 429.50

Departemen Teknik Kimia VII- 11


Universitas Indonesia
7.3.3 Metode Sum-of-the-Years-Digits (SYD)
Digit yang digunakan pada metode SYD adalah sisa umur manfaat dari aset. Faktor depresiasi
adalah sisa umur aset dibagi dengan jumlah total digit. Contoh untuk aset dengan umur manfaat 5 tahun:
Tahun, k Sisa umur aset Faktor depresiasi SYD
1 5 5/15
2 4 4/15
3 3 3/15
4 2 2/15
5 1 1/15
Jumlah digit = 15

Persamaan umum untuk mencari biaya depresiasi tahunan:


⎡ 2(N − k + 1) ⎤
d k = (B − SVN ).⎢ ⎥
⎣ N (N + 1) ⎦

Departemen Teknik Kimia VII- 12


Universitas Indonesia
Nilai buku pada akhir tahun ke-k:
⎡ 2(B − SVN ) ⎤ ⎡ (B − SVN ) ⎤
BVk = B − ⎢
N ⎥k + ⎢ N (N + 1) ⎥k (k + 1)
⎣ ⎦ ⎣ ⎦
Depresiasi kumulatif pada tahun ke-k:
d k* = B − BV k

Contoh 3

Kerjakan kembali contoh 1 dengan metode SYD. Tabulasikan depresiasi tahunan dan nilai buku akhir
tahunnya.

Penyelesaian:
Contoh perhitungan untuk tahun ke-4:
⎡ 2(10 − 4 + 1) ⎤
d 4 = $4,000⎢ ⎥ = $509.09
⎣ 10(11 ) ⎦

Departemen Teknik Kimia VII- 13


Universitas Indonesia
⎡ 2($4,000) ⎤ ⎡ $4,000 ⎤
BV4 = $4,000 − ⎢ ⎥ ⋅ 4 + ⎢ 10(11) ⎥ ⋅ 4 ⋅ 5 = $1,527.27
⎣ 10 ⎦ ⎣ ⎦

d 4* = $4,000 − $1,527.27 = $2,472.73

Depresiasi dan nilai buku tahunan:


Akhir th. ke-k dk BVk
0 - $4,000.00
1 $727.27 3,272.73
2 654.55 2,618.18
3 581.82 2,036.36
4 509.09 1,527.27
5 436.36 1,090.91
6 363.36 727.27
7 290.91 436.36
8 218.18 218.18
9 145.45 72.73
10 72.73 0

Departemen Teknik Kimia VII- 14


Universitas Indonesia
7.1.4 Metode Declining Balance dengan Peralihan ke Garis Lurus
Karena metode declining balance tidak bisa mencapai nilai buku (BV) sama dengan nol dilakukan
peralihan ke metode garis lurus untuk mencapai nilai sisa nol (atau harga lain yang diinginkan). Peralihan
terjadi pada tahun dimana jumlah depresiasi dengan metode garis lurus lebih besar daripada metode
declining balance.
Untuk contoh 1 dengan metode DB yang dialihkan.
Tabel 7.1. Metode 200% declining balance dengan peralihan ke metode garis lurus.
(1) Metode depresiasi (4)
Thn,
Nilai buku awal (2) (3) Depresiasi yang
k
thn.a DB 200%b garis lurusc dipilihd
1 $4,000.00 $800.00 $400.00 $800.00
2 3,200.00 640.00 355.56 640.00
3 2,560.00 512.00 320.00 512.00
4 2,048.00 409.60 292.57 409.60
5 1,638.40 327.68 273.07 327.68
6 1,310.72 262.14 262.14 (alihkan) 262.14
7 1,048.58 209.72 262.14 262.14

Departemen Teknik Kimia VII- 15


Universitas Indonesia
8 786.44 167.77 262.14 262.14
9 524.30 134.22 262.14 262.14
10 262.16 107.37 262.14 262.14
$3.570.50
akolom 1 tahun ke-k dikurang kolom 4 tahun ke-k sama dengan kolom 1 tahun ke k+1
b200% (=2/N) dari kolom 1
ckolom 1 dibagi dengan sisa umur manfaat
dpilih jumlah yang lebih besar pada kolom 2 atau kolom 3.

7.1.5 Metode Unit Produksi


Metode unit produksi digunakan karena pertimbangan bahwa berkurangnya nilai aset terjadi terutama
oleh fungsi pemakaiannya. Laju depresiasi dihitung dengan:
B - SVN
Depresiasi per unit produksi=
(perkiraan umur dalam unit produksi )

Departemen Teknik Kimia VII- 16


Universitas Indonesia
Contoh 4

Sebuah peralatan digunakan untuk usaha dengan basis harga $50,000 dan diharapkan mempunyai nilai
sisa $10,000 jika diganti setelah digunakan selama 30,000 jam. Tentukan tingkat depresiasi per jam
penggunaan dan nilai buku setelah 10,000 jam operasi.

Penyelesaian:
$50,000 − $10,000
Depresiasi per unit produksi = = $1.33 per jam
30,000 jam

Setelah 10,000 jam,


$1.33
BV = $50,000 − (10,000 jam) = $36,700
jam

Departemen Teknik Kimia VII- 17


Universitas Indonesia
7.4 Sistem Perolehan Biaya Dipercepat Termodifikasi (MACRS)

Dengan sistem ini, didefinisikan bahwa aset tidak memiliki nilai sisa (SVN) dan perkiraan umur manfaat
tidak digunakan secara langsung dalam perhitungan jumlah depresiasi.
MACRS terdiri dari dua sistem:
1. Sistem depresiasi umum (GDS)
2. Sistem Depresiasi Alternatif (ADS), memberikan periode perolehan yang lebih panjang dan hanya
menggunakan metode depresiasi garis lurus. Digunakan untuk properti yang tidak dikenai pajak dan
yang digunakan di luar Amerika Serikat.
Informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menghitung depresiasi dengan MACRS adalah:
1. Basis harga (B)
2. Tanggal atau waktu saat properti atau aset mulai digunakan
3. Kelas properti dan periode perolehan.
4. Metode yang akan digunakan (ADS atau GDS)
5. Konvensi waktu yang diberlakukan (setengah tahun)
Departemen Teknik Kimia VII- 18
Universitas Indonesia
7.4.1. Kelas Properti dan Periode Perolehan
Dengan MACRS, properti tangible diklasifikasikan menjadi kelas-kelas. Setiap kelas ditentukan umur
kelas, perode perolehan GDS dan periode perolehan ADSnya. Umur kelas dan periode perolehan untuk
sistem MACRS diberikan pada tabel 7.2.

Tabel 7.2. Umur kelas dan periode perolehan untuk MACRS


Deskripsi aset yang digunakan Periode perolehan
Kelas aset Umur kelas
dalam usaha GDSb ADS
00.11 Furniture dan peralatan kantor 10 7 10
00.12 Sistem informasi, termasuk 6 5 5
komputer
00.22 Kendaraan bermotor, taksi 3 5 5
00.23 Bus 9 5 9
00.241 Truk ringan untuk kepentingan 4 5 5
umum
00.242 Truk berat untuk kepentingan umum 6 5 6

Departemen Teknik Kimia VII- 19


Universitas Indonesia
00.26 Unit-unit traktor untuk digunakan di 4 3 4
jalan
10.0 Pertambangan 10 7 10
13.2 Produksi minyak dan gas bumi 14 7 14
13.3 Pengilangan minyak bumi 16 10 16
15.0 Konstruksi 6 5 6
22.3 Pembuatan karpet 9 5 9
24.4 Pembuatan produk-produk kayu 10 7 10
28.0 Pembuatan bahan-bahan kimia dan 9.5 5 9.5
produk-produk sejenis
30.1 Pembuatan produk-produk karet 14 7 14
32.2 Pembuatan semen 20 15 20
34.0 Pembuatan produk-produk logam 12 7 12
36.0 Pembuatan komponen, produk dan 6 5 6
sistem elektronika
37.11 Pembuatan kendaraan bermotor 12 7 12
37.2 Pembuatan produk-produk angkasa 10 7 10
luar
48.12 Peralatan kantor sentral telepon 18 10 18
49.13 Pabrik produksi steam utilitas listrik 28 20 28
49.21 Fasilitas distribusi utilitas gas 35 20 35

Departemen Teknik Kimia VII- 20


Universitas Indonesia
bJuga merupakan kelas properti GDS.

Dengan metode GDS, informasi dasar tentang kelas properti dan periode perolehan adalah sebagai
berikut:
1. Properti personal tangible dimasukkan ke dalam salah satu dari enam kelas properti personal (properti
3-, 5-, 7-, 10-, 15- dan 20-tahun).. Kelas properti personal (tahun) sama dengan periode perolehan
GDS. Untuk properti yang tidak cocok dengan kelas-kelas yang ada, dimasukkan pada kelas properti 7-
tahun
2. Properti riil dimasukkan ke dalam dua kelas properti riil – properti riil non-residensial dan properti
penyewaan residensial.
3. Periode perolehan GDS adalah 39 tahun untuk properti riil non-residensial dan 27.5 tahun untuk
properti penyewaan residensial.

Informasi dasar untuk ADS:


1. Periode perolehan ADS diperlihatkan pada kolom terakhir Tabel 7.2.
Departemen Teknik Kimia VII- 21
Universitas Indonesia
2. untuk properti personal yang tidak cocok dengan kelas aset yang ada, didepresiasi menggunakan
periode perolehan 12- tahun ADS.
3. Periode perolehan ADS untuk properti riil non-residensial adalah 40 tahun.

7.4.2. Metode Depresiasi, konvensi Waktu dan Tingkat Perolehan


Metode-metode yang digunakan pada MACRS untuk menghitung depresiasi selama periode
perolehan dari suati aset adalah sebagai berikut:
1. Kelas properti personal GDS 3-, 5-, 7-, dan 10-tahun: metode 200% declining balance (DB) yang
dialihkan menjadi metode garis lurus (SL) jika metode ini memberikan pengurangan yang lebih besar.
2. Kelas properti personal GDS 15- dan 20-tahun: metode 150% DB, yang dialihkan menjadi metode SL
jika metode ini memberikan pengurangan yang lebih besar.
3. Kelas properti riil non-residensial dan penyewaan residensial: metode SL selama periode perolehan
yang tetap.

Departemen Teknik Kimia VII- 22


Universitas Indonesia
Tabel 7.3. Kelas properti GDS dan metode perhitungan depresiasi
Kelas Properti GDS dan
Umur Kelas Aturan Khusus
Metode Depresiasi
3-tahun, 200% DB dengan peralihan 4 tahun atau kurangTermasuk pacuan kuda. Tidak termasuk mobil dan
ke SL truk ringan
5-tahun, 200% DB dengan peralihan Lebih dari 4 tahun Termasuk mobil dan truk ringan, peraltan manufaktur
ke SL semikonduktor, peralatan teknologi canggih
(berkualitas), peralatan pengatur kantor sentral
dengan basis komputer, fasilitas tenaga terbarui dan
biomassa, properti penelitian dan pengembangan.
7-tahun, 200% DB dengan peralihan 10 tahun sampai Termasuk struktur pertanian dan hortikultura satu
ke SL kurang dari 16 tahun kegunaan dan jalan kendaraan dan properti yang
tidak ditetapkan sebagai kelas properti.
10-tahun, 200% DB dengan peralihan 16 tahun sampai Tidak ada
ke SL kurang dari 20 tahun
15-tahun, 150% DB dengan peralihan 20 tahun sampai Termasuk pabrik pengolahan limbah buangan, pabrik
ke SL kurang dari 25 tahun distribusi telepon, peralatan untuk suara dua arah dan
komunikasi data
20-tahun, 150% DB dengan peralihan 25 tahun atau lebih Tidak termasuk properti riil dengan 27.5 tahun atau
ke SL lebih. Termasuk limbah buangan kota.
27.5-tahun, SL Propeti penyewaan residensial
39-tahun, SL Properti riil non-residensial

Departemen Teknik Kimia VII- 23


Universitas Indonesia
Konvensi setengah tahun digunakan dalam perhitungan depresiasi MACRS, artinya semua aset yang
digunakan selama tahun tersebut diperlakukan seolah-olah penggunaanyannya dimulai pada pertengahan
tahun, dan diberlakukan depresiasi setengsh tahun.Jika aset dijual atau tidak lagi dipergunakan sebelum
periode perolehan penuhnya dicapai, hanya setengah dari depresiasi normal yang dapat diambil pada saat
itu.
Jika aset dijual atau tidak lagi digunakan pada tahun N+1, nilai buku akhir dari aset adalah nol, dan tingkat
perolehannya untuk setiap kelas properti GDS diberikan pada Tabel 7.4.

Departemen Teknik Kimia VII- 24


Universitas Indonesia
Tabel 7.4. Tingkat Perolehan (rk) Untuk 6 Kelas properti personal GDS
Periode Perolehan (Kelas Properti)
Tahun
3-tahuna 5-tahuna 7-tahuna 10-tahuna 15-tahunb 20-tahunb
1 0.3333 0.2000 0.1429 0.1000 0.0500 0.0375
2 0.4445 0.3200 0.2449 0.1800 0.0950 0.0722
3 0.1481 0.1920 0.1749 0.1440 0.0855 0.0668
4 0.0741 0.1152 0.1249 0.1152 0.0770 0.0618
5 0.1152 0.0893 0.0922 0.0693 0.0571
6 0.0576 0.0892 0.0737 0.0623 0.0528
7 0.0893 0.0655 0.0590 0.0489
8 0.0446 0.0655 0.0590 0.0452
9 0.0656 0.0591 0.0447
10 0.0655 0.0590 0.0447
11 0.0328 0.0591 0.0446
12 0.0590 0.0446
13 0.0591 0.0446
14 0.0590 0.0446
15 0.0591 0.0446
16 0.0295 0.0446
17 0.0446

Departemen Teknik Kimia VII- 25


Universitas Indonesia
18 0.0446
19 0.0446
20 0.0446
21 0.0223
aDitentukan dengan menerapkan metode 200% DB (dengan peralihan ke metode SL) pada periode
perolehan dengan konvensi setengah tahun diterapkan pada setengah tahun pertama dan tahun terakhir.
Laju pada setiap periode jumlahnya harus 1.000
bDitentukan dengan menerapkan metode 150% DB (dengan peralihan ke metode SL) dan dibulatkan

dalam empat angka penting.

Departemen Teknik Kimia VII- 26


Universitas Indonesia
Depresiasi GDS atau
ADS?
GDS ADS

Tentukan kelas properti; sama Tentukan periode perolehan:


dgn periode perolehan properti Tabel 7.2, properti personal
personal:
-Tabel 7.2 (deskripsi aset)
- Tabel 7.3 (umur kelas)
Hitung jumlah depresiasi:
Basis harga aset
SL =
Periode perolehan
Tentukan tingkat perolehan:
Tabel 7.4, properti personal

Hitung pengurangan depresiasi:


Hitung depresiasi pada tahun ke- - d1 = 0.5 (jumlah SL)
k (dk) dengan mengalikan basis - d2 s/d dN = jumlah SL
harga aset dengan tingkat - dN+1 = 0.5 (jumlah SL)
perolehannya.

Gambar 7.1. Diagram alir untuk menghitung pengurangan depresiasi dengan MACRS

Departemen Teknik Kimia VII- 27


Universitas Indonesia
Contoh 5

Pada bulan Mei 1996, sebuah perusahaan menjual peralatan komputer, yang digunakan dalam usahanya,
yang mempunyai nilai buku saat itu sebesar $25,000. Sebuah sistem komputer baru yang lebih cepat
diperoleh dengan harga pasar $400,000. Karena penjual menerima komputer lama sebagai tukar tambah,
kesepakatan disetujui sehingga pembayaran untuk sistem komputer baru menjadi $325,000.
a. Termasuk kelas properti apakah sistem komputer baru?
b. Berapa besar depresiasi yang dapat dikurangkan setiap tahun berdasarkan umur kelasnya (mengacu
pada Gambar 7.1)?
Penyelesaian:
a. Sistem komputer baru masuk ke dalam kelas 00.12 dan mempunyai umur kelas 6 tahun (Tabel 7.2).
Oleh karena itu, kelas properti GDS dan periode perolehannya adalah 5 tahun.
b. Basis biaya = biaya kas aktual + nilai buku tukar tambah
= $325,000 + $25,000 = $350,000

Departemen Teknik Kimia VII- 28


Universitas Indonesia
Tingkat perolehan GDS (rk) untuk periode perolehan 5 tahun diambil dari Tabel 7.4. Pengurangan
depresiasi (dk) dirumuskan sebagai:
dk = rk . B, 1 ≤ k ≤ N +1

Tahun Pengurangan depresiasi


1996 0.20 x $350,000 = $ 70,000
1997 0.32 x $350,000 = 112,000
1998 0.192 x $350,000 = 67,200
1999 0.1152 x $350,000 = 40,320
2000 0.1152 x $350,000 = 40,320
2001 0.0576 x $350,000 = 20,160
Total = $ 350,000

Departemen Teknik Kimia VII- 29


Universitas Indonesia
Contoh 6

Sebuah perusahaan membeli dan menggunakan sebuah peralatan pembuat semikonduktor. Basis biaya
untuk peralatan tersebut adalah $100,000. Tentukan:
a. biaya depresiasi yang dikenakan pada tahun keempat
b. nilai buku peralatan pada tahun keempat
c. depresiasi kumulatif sepanjang tahun ketiga
d. nilai buku pada akhir tahun kelima jika peralatan dijual pada tahun tersebut.
Penyelesaian:
Tabel 7.2 → umur kelas: 6 tahun, periode perolehan: 5 tahun
Tabel 7.4 → tingkat perolehan
a. Pengurangan depresiasi pada tahun keempat (d4) = 0.1152 x $100,000 = $11,520
b. Nilai buku pada akhir tahun keempat (BV4) = basis - biaya depresiasi tahun 1 sampai tahun 4
BV4 = $100,000 - $100,000(0.20 + 0.32 + 0.192 + 0.1152)

Departemen Teknik Kimia VII- 30


Universitas Indonesia
= $17,280
c. Akumulasi depresiasi sampai tahun ketiga (d3*) adalah penjumlahan depresiasi tahun satu sampai
tahun ketiga
d3* = d1 + d2 + d3 = $100,000 (0.20 + 0.32 + 0.192) = $71,200
d. Jika peralatan dijual sebelum tahun keenam, maka pengurangan depresiasi yang dapat dikenakan
hanya sebesar: (0.5)(0.1152)($100,000) = $5,760, sehingga nilai buku pada akhir tahun ke-5 adalah
BV4 - $5,760 = $11,520

7.5. Depresiasi Menyeluruh


Akan dihitung depresiasi suatu aset dengan berbagai metode. Perhatikan perbedaan dalam cara
menghitung dan jumlah depresiasi tahunan untuk masing-masing metode. Selanjutnya dibandingkan PW
dari jumlah depresiasi dengan metode depresiasi yang dipilih jika MARR 10%. Metode depresiasi yang
menghasilkan PW lebih besar lebih disukai oleh perusahaan yang menginginkan pengurangan PW atas
pajak pendapatannya.

Departemen Teknik Kimia VII- 31


Universitas Indonesia
Contoh 7

Perusahaan bus Yellow Bird telah memutuskan untuk membeli bus baru seharga $85,000 dengan cara
tukar tambah dengan bus lama. Bus lama mempunyai nilai buku $10,000 pada saat tukar tambah. Bus
baru akan digunakan selama 10 tahun sebelum akhirnya dijual. Diperkirakan nilai sisa pada saat tersebut
adalah $5,000.
Basis biaya = $85,000 + $10,000 = $95,000
Kelas aset: 00.23, umur kelas: 9 tahun

Penyelesaian:
METODE GARIS LURUS
$95,000 − $5,000
dk = = $10,000 untuk k = 1 sampai 9
9 tahun

Departemen Teknik Kimia VII- 32


Universitas Indonesia
Metode garis lurus
Tahun, k dk BVk
0 - $ 95,000 Perhatikan bahwa
1 $10,000 85,000 - depresiasi tidak dberlakukan
2 10,000 75,000 setelah tahun ke-9 karena umur
3 10,000 65,000 kelas 9 tahun
4 10,000 55,000 - nilai buku akhir adalah nilai sisa
5 10,000 45,000 yang diperkirakan
6 10,000 35,000
7 10,000 25,000
8 10,000 15,000
9 10,000 5,000

METODE DECLINING BALANCE


Digunakan persamaan 200%-declining balance.
R = 2/9 = 0.2222
d1 = $95,000(0.2222) = $21,111

Departemen Teknik Kimia VII- 33


Universitas Indonesia
d5 = $95,000(1 - 0.2222)5-1(0.2222) = $7,726
BV5 = $95,000 (1 - 0.2222)5 = $27,040

Metode 200% declining balance


Tahun, dk BVk
k
0 - $ 95,000
1 $21,111 73,889
2 16,420 57,469
3 12,771 44,698
4 9,932 34,765
5 7,726 27,040
6 6,009 21,031
7 4,674 16,357
8 3,635 12,722
9 2,827 9,895

Departemen Teknik Kimia VII- 34


Universitas Indonesia
METODE SYD
Untuk umur kelas 9 tahun, jumlah depresiasi SYD adalah sebagai berikut:

Faktor depr. dk
Tahun,k Sisa umur aset BVk
SYD (B - SVk)
0 - - - $95,000
1 9 9/45 $18,000 77,000
2 8 8/45 16,000 61,000
3 7 7/45 14,000 47,000
4 6 6/45 12,000 35,000
5 5 5/45 10,000 25,000
6 4 4/45 8,000 17,000
7 3 3/45 6,000 11,000
8 2 2/45 4,000 7,000
9 1 1/45 2,000 5,000
Jumlah = 45

⎡ 2(9 − 5 + 1) ⎤
d 5 = ($95,000 − $5,000 )⎢ ⎥ = $10,000
⎣ 9(9 + 1) ⎦

Departemen Teknik Kimia VII- 35


Universitas Indonesia
2($95,000 − $5,000 ) ( )( )
BV5 = $95,000 − (5) + $95,000 − $5,000 5 5 + 1 = $25,000
9 9(9 + 1)

METODE DECLINING BALANCE DENGAN PENGALIHAN KE METODE GARIS LURUS


Metode 200% declining balance (R = 2/N). Pengalihan dilakukan untuk meyakinkan jumlah nilai sisa
$5,000 pada akhir tahun ke-9.
Nilai buku Garis lurus Depresiasi yang
Tahun,k 200% DB
awal tahun (BV9= $5,000) dipilih
1 $95,000 $21,111 $10,000 $21,111
2 73,889 16,420 8,611 16,420
3 57,469 12,771 7,496 12,771
4 44,698 9,933 6,616 9,933
5 34,765 7,726 5,953 7,726
6 27,040 6,009 5,510 6,009
7 21,031 4,674 5,344 5,344a
8 15,687 3,635 5,344 5,344
9 10,344 2,827 5,344 5,344
aPengalihan dilakukan pada tahun ke-7

Departemen Teknik Kimia VII- 36


Universitas Indonesia
METODE MACRS DENGAN KONVENSI SETENGAH TAHUN
Soal diubah dengan menjual bus pada tahun ke-5 (a) dan tahun ke-6 (b)
a. Bus dijual pada tahun ke-5
Tahun,k Faktor dk BVk
0 - - $95,000
1 0.2000 $19,000 76,000
2 0.3200 30,400 45,600
3 0.1920 18,240 27,360
4 0.1152 10,944 16,416
5 0.0576 5,472 10,944

b. Bus dijual pada tahun ke-6


Tahun,k Faktor dk BVk Perhatikan bahwa jika bus dijual
0 - - $95,000 pada tahun ke-5 sebelum periode
1 0.2000 $19,000 76,000 perolehan berakhir, nilai
2 0.3200 30,400 45,600 depresiasi hanya setengah dari
3 0.1920 18,240 27,360
normal. Depresiasi pada tahun-
4 0.1152 10,944 16,416
5 0.1152 10,944 5,472 tahun lain tidak berubah.
6 0.0576 5,472 0.00

Departemen Teknik Kimia VII- 37


Universitas Indonesia
7.6. Deplesi
Deplesi adalah pengurangan nilai yang terjadi atas sumber daya alam, seperti pertambangan, sumur
minyak dan gas bumi, kehutanan, dan lain-lain. Sejalan dengan ekstraksi dan penjualan sumber daya,
cadangan akan menurun dan nilai properti akan terus berkurang.
Pada depresiasi, properti dapat diganti dengan properti yang serupa jika properti tersebut sudah
terdepresiasi penuh (nilainya sudah habis). Hal ini tidak memunginkan pada deplesi. Pada depresiasi,
jumlah yang dibebankan untuk biaya depresiasi diinvestasikan pada peralatan baru sehingga operasi
dapat dilanjutkan tanpa batas. Pada deplesijumlah yang dibebankan untuk biaya deplesi tidak dapat
digunakan untuk mengganti sumber daya alam, akibatnya perusahaan akan menutup usahanya sedikit
demi sedikit sejalan dengan operasi normalnya. Oleh karena itu, pembayaran terhadap pemilik dilakukan
dalam 2 bagian: (1) keuntungan yang diperoleh dan (2) bagian dari modal pemilik yang dikembalikan,
dalam bentuk deplesi.

Departemen Teknik Kimia VII- 38


Universitas Indonesia
Metode perhitungan deplesi:
1. Metode biaya:
Satuan deplesi ditentukan dengan membagi basis harga dengan jumlah satuan tersisa yang masih
dapat ditambang atau dipanen. Pengurangan deplesi dihitung sebagai hasil perkalian antara jumlah
satuan terjual pada tahun tersebut dengan satuan deplesi dalam dolar. Diterapkan untuk semua tipe
properti yang dikenai deplesi dan lebih umum digunakan.

2. Metode persentase
Deplesi dihitung sebagai suatu persentase dari pendapatan kotor, asalkan jumlah yang dibebankan
tidak melebihi 50% dari pendapatan bersih (100% untuk properti gas dan minyak) sebelum
pengurangan deplesi. Digunakan untuk hampir semua tipe tambang logam, deposit geotermal, dan
tambang batubara, tapi tidak untuk sumber hutan.
Jika metode persentase diterapkan untuk suatu properti, beban deplesi harus dihitung dengan kedua
metode. Beban yang lebih besar dapat digunakan untuk mengurangi basis properti.

Departemen Teknik Kimia VII- 39


Universitas Indonesia
Contoh 8

PT. Tali Tambang baru-baru ini membeli sebidang tanah yang mengandung bijih logam dengan harga
$2,000,000. Cadangan yang dapat diperoleh di tambang diperkirkan 500,000 ton.
a. Jika 75,000 ton bijih ditambang selama tahun pertama dan 50,000 ton dijual, berapa beban deplesi
untuk tahun pertama?
b. Seandainya pada akhir tahun pertama cadangan dievaluasi kembali dan diketahui hanya 400,000 ton.
Jika 50,000 ton tambahan dijual pada tahun kedua, berapa beban deplesi untuk tahun kedua?
Penyelesaian:
a. Satuan deplesi = $2,000,000/500,000 ton = $4.00 per ton.
Beban deplesi tahun 1 = 50,000 ton ($4.00/ton) = $200,000
b. Basis biaya pada akhir tahun kedua = $2,000,000 - $200,000 = $1,800,000.
Satuan deplesi = $1,800,000/400,000 ton = $4.50/ton
Beban deplesi tahun 2 = 50,000 ton ($4.50/ton) = $225,000

Departemen Teknik Kimia VII- 40


Universitas Indonesia
Hitung persen deplesi (% Hitung 50% pendapatan
x pendapatan kotor) kena pajak tanpa deplesi

Pilih nilai terkecil


sebagai
persentase
deplesi

Pilih nilai yang


Hitung deplesi biaya lebih besar
(berdasarkan satuan sebagai beban
deplesi yang sesuai) deplesi

Gambar 7.2. Diagram alir logika untuk menentukan metode deplesi yang digunakan.

Departemen Teknik Kimia VII- 41


Universitas Indonesia