P. 1
Kumpulan Semua Teori

Kumpulan Semua Teori

|Views: 8,885|Likes:
Published by Gee Dion

More info:

Published by: Gee Dion on Sep 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1Latar Belakang
  • 1.2Tujuan
  • 1.3Modul-Modul
  • 2.1 Pengetian Tata Letak Pabrik
  • 2.2 Asembly Chart
  • 2.3 Operation Proces Chart (OPC)
  • 2.4 Bill Of Material
  • 2.5 Analisis Produk
  • 2.6 Tipe- Tipe Produk
  • 2.7Tipe- Tipe Proses
  • 2.9 Proses Produksi
  • 2.11 Pengertian Dan Fungsi Gudang
  • 2.12 Prinsif- Prinsif Perencanaan Gudang Bahan
  • 2.13 Perencanaan kebutuhan Luas Mesin dan Operator SKM
  • 2.14 Perkantoran (Office)
  • 3.6 BAB VI FINAL LAY OUT
  • 3.7 BAB VII PENUTUP
  • 4.1 Perhitungan Target Produksi
  • 4.2 Jumlah Hari Kerja
  • 4.3 Work Sheet
  • 4.4.1 Mesin Potong Plat
  • 4.4.2Mesin Lipat Plat
  • 4.4.3 Mesin Gerinda Potong
  • 4.4.4 Gunting
  • 4.4.5 Mesin Punch
  • 4.4.6 Mesin Gerinda (Tegak dan Tangan)
  • 4.4.7 Mesin Bending Plat
  • 4.4.8 Mesin Bending Profil
  • 4.4.9 Mesin Press
  • 4.4.10 Mesin Driil
  • 4.4.11 Mesin Tapping
  • 4.4.12 Mesin Jahit
  • 4.4.13 Perlubangan
  • 4.4.14 Mesin Las
  • 4.4.15 Mesin Kompresor
  • 4.5 Kebutuhan Mesin
  • 4.6 Rekapitulasi Kebutuhan Material, Mesin dan Operator
  • 4.7 Perencanaan Gudang
  • 4.8 Multi Product Process Chart (MPPC)
  • 4.9 Struktur Organisasi
  • 6.1.1 Activity Relationship Chart (ARC)
  • 6.1.2 Work Sheet
  • 6.1.3 Block Template
  • 6.1.4 Total Space Requiremen Sheet
  • 6.1.5 Block Lay-Out
  • 6.1.6 Area Alocation Diagram (AAD )
  • 7.1 Kesimpulan
  • 7.2 Saran

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Semakin pesatnya kemajuan teknologi saat ini tidak bias dilihat dari aspek kecil saja, tetapi kita harus melihat beberapa faktor pendukung lainnya seperti penyusunan layout yang teratur, secara sekilas mata penyusunan layout memang para engineering sangatlah perlu, ini tidak bisa dipungkiri karena berhasilnya suatu usaha tidak lain hanya karena penyusunan layout lantai produksi yang menjadi faktor utama. Perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi sangat mendukung pelaksanaan kegiatan pembangunan di segala bidang di Indonesia pada saat ini, salah satunya adalah pembangunan di bidang industri. Peningkatan pertumbuhan pembangunan di sektor industri akan menimbulkan persaingan diantara perusahaan industri yang menuntut perusahaan tersebut untuk menigkatkan kemampuan produksinya sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan serta mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat. Tata letak pabrik merupakan kajian yang terfocus pada pengaturan unsur – unsur fisik sebuah pengaturan fasilitas pabrik yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas Pabrik yang dalam istilah asing nya dikenal dengan factory atau plant yaitu setiap tempat dimana factor- factor seperti : Manusia, Mesin dan Peralatan (fasilitas) Produksi lainnya seperti : Material, Energi, Uang (Modal/ Kapital), Informasi, Sumber daya alam / SDA (Tanah, Air, Mineral) yang dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk atau jasa secara efektif dan efisien dan aman. Istilah pabrik ini sering diartikan dengan industri. Meski industri memeliki pengertianyang lebih luas. Pabrik pada dasarnya merupakan salah satu jenis industri yang akan menghasilkan produk jadi seperti yang dijumpai pada industri manufaktur.

1

Keputusan pendirian dan pengembangan pabrik bagi perusahaan merupakan bagian level strategis, keputusan berarti akan melibatkan banyak pihak yang meliputi aspek teknis dan teknologi, aspek pasar dan pemasaran, aspek ekonomis dan aspek sosial. Permasalahan yang muncul diawali letak lokasi pabrik dan dilanjutkan persoalan rancangan fasilitas pabrik. Pada perusahaan manufaktur, perencanaan fasilitas meliputi penentuan cara mendukung kegiatan produksi, dalam kasus bandar udara, perencanaan fasilitas meliputi penentuan cara mendukukung kegiatan interface antara penumpang dan pesawat udara. Hal yang sama pula dalam perancangan sebuah pabrik kita harus melihat utilitas atau aliran produksi yang terjadi didalam perancangan suatu tata letak yang bagus. Dari kelima modul yang akan dipraktekkan pada kesempatan ini tentunya saling mempunyai keterkaitan antara modul yang satu dengan modul yang lainnya.Dengan demikian mahasiswa lebih mengenal lebih jauh inti dari perencanaan tata letak fasilitas pabrik ini. Pada praktikum modul I mahasiswa melakukan praktikum awal yaitu pengolahan data pada program visio dengan melakukan pemetaan kerja melalaui peta Operation Process Chart (OPC ) dan Asembly Chart ( AC ). Selanjutnya pada modul II dilakukan penentuan target produksi, dan diolah pada tabel input-output. Sekaligus penentuan jumlah mesin, material,dan operator.Setelah modul II selesai baru dilanjutkan lagi pada modul III, dimana pada modul III ini yang dibahas adalah mencari dimensi tempat penyimpanan atau gudang B.O ( bahan baku ) dan Gudang MFG ( produk jadi ). Didalam table B.O dicari berapa kebutuhan material perhari, perminggu dan perbulan. Serta dimensi rak tempat penyimpanan material. Sama halnya dengan gudang MFG, selanjutnya adalah penentuan SKM ( stasiun kerja mandri ), departemen, lay out kantor, gudang, dll. Ini semua dilakukan pada modul IV. Dan yang terakhir adalah Modul V membuat layout pabrik secara keseluruhan. Dengan keterkaitan semua modul yang telah dijelaskan diatas maka dapat dirancang layout pabrik yang lebih efektif dan efisien.Dan mampu berdaya saing pada dunia industri lainnya.

2

1.2 Tujuan Adapun tujuan dari kelompok penulis dalam penulisan laporan tata letak fasilitas pabrik ini antara lain : 1. Membuat assembly Chart (peta rakitan) dan Operation proses chart serta Multi product process chart untuk mengetahui aliran operasi setiap stasiun kerja. 2. Mengetahui dan memahami serta mampu memperkirakan produk yang menjadi objek praktikum serta proses produksi yang dilalui melalui data dasar yang diperoleh. 3. Menghitung output dan input setiap komponen untuk masing- masing operasi. 4. Menghitung jumlah material dan barang habis pakai yang dibutuhkan untuk memenuhi target produksi. 5. Menentukan jumlah mesin, peralatan / alat bantu yang dibutuhkan. 6. Ingin mengetahui luas penggudangan bahan baku (GBO) lantai produksi dan gudang bahan jadi. 7. Menentuan luas mesin dan operator setiap stasiun kerja. 1.3 Modul-Modul Modul I Identifikasi Produk Dan Data Pendukung Menata Tata Letak pabrik dan menangani pemindahan bahan merupakan salah satu kegiatan rekayasawan industri yang tertua. Kegiatan menata letak merupakan kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan berhubungan erat dengan industri manufaktur, yang pengambaran hasil rancangannya dikenal sebagai tataletak pabrik, tataletak yang baik selalu melibatkan tatacara pemindahan bahan di pabrik, sehinga kemudian disebut tataletak pabrik dan pemindahan bahan. Ilmu tataletak fasilitas pabrik merupakan salah satu disiplin ilmu teknik industri yang mempunyai arti penggambaran hasil perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan industri manufaktur, fasilitas didefenisikan sebagi bangunan dimana pekerja, material, dan mesin secara bersama menghasilkan produk tangible atau jasa (sevice).

3

Disini kami dari kelompok I yaitu hanya membuat aliran OPC dan aliran Assembly Chart, tujuannya agar kita mengetahui aliran proses setiap stasiun kerja. Contoh kasus untuk operation process chart (peta proses operasi).
39. PLAT PENOMPANG DUDUKAN

30. PLAT DUDUKAN

60.S

0-5

Diukur (Meja Ukur)

60.s

0-1

Diukur (Meja Ukur)

50.s 2,3 %

0-6

Dipotong (M. Potong Palat)

50.s 2,3 %

O-2

Dipotong (M. Potong Palat)

45.s 2,6 %

0-7

Di Press (M.Press)

45.s 2,6 %

0-3

Di Punch (M. Punch)

45.s 0-11

Di Las (M. Las)

45.s 2,6 %

0-4

Di Press (M. Press)

Keterangan gambar : untuk pengerjaan plat dudukan langkah- langkah 0-16 (M. Las) yang dilakuakan yaitu : 1. Pengukuran pada mesin ukur 2. Pemotongan pada mesin potong 3. Dipunch dilakukan pada mesin punch 4. Dipress dilakuakn pada mesin press. Dan pengerjaan untuk plat penompang dudukan dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Pengukuran dilakukan pada meja pengukuran 2. Pemotongan dilakukan pada mesin potong 3. Press dilakukan pada mesin press dan 4. Dilas dilakukan pada mesin las, dan kedua komponen ini digabungkan untuk melakukan perakitan 2 komponen.

130.s

Di Las

Plat dudukan per

4

Setelah itu perakitan plat penompang dudukan per dengan baut plat dudukan. Tahap awal yaitu perakitan plat penompang dudukan dengan plat penompang. jumlah tersebut dikonversikan kedalam satuan unit produksi persatuan jam.A 36 Plat penopang 31 Plat dudukan Per 33 Keterangan gambar : Baut plat dudukan 1. Untuk menghitung kebutuhan material untuk masing.Contoh kasus untuk pengerjaan Assembly Chart maka dapat dilihat seperti dibawah ini : 30 Plat dudukan 39 Plat penopang dudukan S7. 3. Modul II Perencanaan Kebutuhan 2. maka akan didapat sub assembly perakitan. Baru plat dudukan dirakit dengan hasil rakitan langkah awal dan langkah kedua. Serta dari sub assembly perakitan nantinya akan didapat assembly (perakitan akhir).masing komponen dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : 5 .1 Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Perencanaan kebutuhan bahan baku / material untuk memproduksi suatu produk atu dilakukan berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan. 2.

keselamatan. karakteristik mesin. misalnya mesin yang sama dapat melaksanakan proses yang sangat berbeda. secara umum dalam mempermudah perancangan proses produksi.faktor yang terkait dengan mekanisme dan pengopersian.gambar teknik akan digunakan dalam perancangan proses produksi. kita perlu memperhatikan faktor. faktor mekanis misalnya keandalan.Kebutuhan material = Input x Jumlah item Unit Per Bahan dasar Untuk menghitung jumlah input pada masing. 1996. Klasifikasi proses menurut jenis atau peralatan yang digunakan dapat membantu perancangan proses. % Scrap = Dimensi yang tidak dipakai x 100 % Dimensi Awal Ok.masing proses dapat digunakan rumus sebagai berikut ( Tampkins. Dalam merancang proses. Scrap matematis persen scrap dapat dituliskan dalam persamaan berikut : Rangan produk yang telah direpresentasikan dalam bentuk gambar. perancangan proses umumnya menggunakan konsep proses satuan. tetapi klasifisi yang sembarangan dapat menyesatkan.1 = Output operasi k-1 6 . kebutuhan tenaga kerja. hal 53 ) Ik = ( Ok – 1 ) ( 1 – Pk ) Keterangan : Ik Pk = Input Operasi k = Persen Scrap kualitas operation k Scrap merupakan material sisa yang ditimbulkan dalam proses manufaktur atau banyaknya material baku yang terbuang dalam satuan dimensi luas (bukan volume material yang terbuang). secara khusus alasan penggunaan proses satuan antara lain. faktor pengoperasian misalnya efisiensi. derajat mekanisasi.

dan ini ukurannya bervariasi sesuai dengan ukuran bahan yang sebenarnya sebelum pengerjaan pada stasiun kerja masing. 1996.Perhitungan jumlah kebutuhan material. 7 .1 Perencanaan Kebutuhan Mesin Jumlah mesin yang dibutuhkan tergantung pada rencana produksi. yaitu gudang bahan baku dan gudang bahan jadi. hal 54) F = ∑ SQ HER Dimana : F S Q E H R = jumlah mesin yang dibutuhkan per shift (unit) = waktu proses per operasi per komponen (jam) = output per operasi per shift (unit / jam) = efisiensi = jumlah waktu mesin tersedia per jam = Reabiliti mesin. Serta gudang bahan jadi yaitu merancang sebuah rak bahan tempat produk yang sudah dirakit sesuai dengan spesifikasi setiap ukuran yang sudah ditentukan. 2.masing. Perhitungan jumlah mesin dapat mengggunakan rumus sebagai berikut : (Tompkins. Bab III Penentuan Luas Gudang Bahan Pada perhitungan luas gudang bahan terdiri dari 2 jenis penggudangan. target produksi yang telah ditentukan. dengan menggunakan bantuan tabel dibawah ini. Komp No komp operasi Scrap input output item Item x Mesin/ output alat Jumlah input yang dibutuhkan dari setiap komponen untuk setiap item dapat dihitung dengan rumus = input x item. Gudang bahan baku yaitu tempat dimana kita meletakkan bahan awal dengan ukuran bahan sebelum melakukan pengerjaan awal. dan waktu produksi yang dibutuhkan. kapasitas produksi.

setelah mengetahui panjang mesin maka kita harus mengetahui panjang bahan (material) yang ingin di lakukan pada proses pengerjaan. serta kita harus memperhitungkan panjang dan tempat bahan jadi sebelum proses selanjutnya berlangsung dan kelonggarankelonggaran lainnya.Modul IV Penentuan Luas Mesin Dan Operator Untuk perhitungan luas mesin dan operator pertama kita harus mengetahui panjang dan lebar masing. BAB II 8 . dan juga kelonggaran operator dalam melakukan aktivitas.aktivitas dalam melakukan pekerjaan.masing mesin.

rekayasa fasilitas tidak merancanga bangunan itu menjadi bagian rekayasa arsitektur. seluruh kegiatan melihat masukan dan keluaran. setidaknya itulah yang biasa dikatakan orang beberapa tahun terakhir ini. Sejalan dengan meluasnya pandangan rekayasawan industri ke arah kegiatan fasilitas fisik. dan sering kali fasilitas seperti itu dapat dan harus direncanakan dan dirancang mengikuti prinsip dan aturan yang hanpir sama dengan yang digunakan dalam tata letak pabrik. restoran. rekayasawan menjadi paham bahwa hampir semua kegiatan yang mempunyai arti akan menuntun fasilitas fisik. atau perlengkapan lain. toko. mesin.TINJAUAN PUSTAKA 2. dia mulai menggunakan metodologi dalam rancangan tadi bagi tiap fasilitas fisik. dan tata letak pabrik yang baik selalu melibatkan tata cara pemindahan bahan di pabrik. rumah. atau pabrik. sementara kegiatan yang dibutuhkan berlangsung untuk mencapai keluaran yang diinginkan. yaitu kegiatan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industry manufacturing. melalui sarana yang ada. rumah sakit. Proses tadi dapat disebut sebagai produksi (kegiatan produktif) dan seringkali membutuhkan sejumlah tempat kerja. maka.1 Pengetian Tata Letak Pabrik Salah satu kegiatan rekayasa industri yang tertua adalah menata letak pabrik dan menangani pemindahan bahan. kantor. Meskipun demikian. Tujuan utama secara keseluruhan adalah mempertimbangkan masukanmasukan yang tepat. sehingga kemudian disebut tata letak pabrik dan pemindahan bahan. sehingga perancangan fasilitas merupakan satu istilah yang penting bagi penyusunan unsur fisik untuk penggudanga. sekarang ini. yang menggambarkan hasil rancangan dikenal sebagai tata letak pabrik. 9 . dan merancang susunan yang dapat menyangkilkan perpindahan masukan tadi. yang dilalui masukan (bahan) ketika masukan ini diproses menjadi keluaran. untuk mengurangi kesalahpahaman.

Standar pengerjaan dari asembly chart adalah sebagai berikut [APPLEE. aliran barang. Sumber daya alam / SDA (Tanah. tanah. 2. Uang (Modal/ Kapital).tempatkan lingkaran berdia meter 6mm pada bagian ujungnya. dan lintasan produksi bagi proses perakitan tentukan operasi terakir dalam produksi atau dalam rakitan suatu produk. Istilah pabrik ini sering diartikan dengan industri. merancang.2 Asembly Chart Asembly chart merupakan gambaran grafis yang menunjukan urutan aliran komponen dan rakitan bagian kedalam rakitan suatu produk.Rekayasa racangan fasilitas adalah mengalisis. Meski industri memeliki pengertianyang lebih luas. Pabrik pada dasarnya merupakan salah satu jenis industri yang akan menghasilkan produk jadi seperti yang dijumpai pada industri manufaktur. tunjukan setiap komponen (nama nomor komponen. aliran informasi. Operasi terahir yang menujukan rakitan suatu produk digambarkan dengan lingkaran berdiameter 12 mm dan harus dituliskan operasi tersebut di sebelah kanan dari lingkaran tersebut.hal139]: 1) Dengan menggunakan senarai komponen dan dokumen barang atau yang sejenis. dan aman.Mesin dan Peralatan (fasilitas) Produksi lainnya seperti : Material. ekonomi. dan sebagainya) yang dirakit pada proses tersebut. membentuk konsep. dan tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan usaha secara sangkil. Air. yaitu satu susunan fasilitas fisik (perlengkapan. dan sarana lain) untuk mengoptimalkan hubungan antara petugas pelaksana. jumlah. 10 .1990. Pabrik yang dalam istilah asing nya dikenal dengan factory atau plant yaitu setiap tempat dimana factor factor seperti : Manusia. rancangan ini umumnya digambarkan sebagai rencana lantai. Mineral) yang dikelola bersama-sama dalam suatu sistem produksi guna menghasilkan suatu produk atau jasa secara efektif dan efisien dan aman. dan mewujudkan system bagi pembuatan barang atau jasa. bangunan. Energi. 2) Gambar garis mendatar dari lingkaran kearah kiri. Informasi.

11 . garis yang menunjukan komponen mandiri harus ditarik kesebelah kiri dan di kiri dengan lingkaran berdiameter 6 mm. 4) Jika operasi rakitan terakir dan komponen-komponennya selesai dicatat. komponen yang terdaftar disebelah kiri diberi nomor urut dari atas ke bawah. 5) Periksa kembali peta tersebut untuk meyakinkan bahwa seluruh komponen telah tercantum.1990. Jika semua operasi rakitan dan pemeriksaan pada bagiaan utama sudah masuk. komponenkomponen yang dibeli dalam keadaan jadi digambarkan dengan garis pendek ke kiri.maka buat garis tadi sebagian dan akhiri dengan lingkaran berdiameter 9 mm. catat operasi rakitan. dalam urutan terbalik gambarkan garis mendatar pada bagian kanan atas peta kekanan untuk menuliskan bahan baku. masukkan lingkaran 12 mm yang menunjuka opersi rakitan sebelum operasi rakitan yang telah ddigambarkan pada langkah 2 dan 3. 2. gambarkan garis tegak pendek dari lingkaran 9 mm ke atas.karena itu perlu dibuat dengan menggunakan operation proces chart (OPC) dimana peta ini memperluas peta rakitan dengan menambahkan setiap operasi kedalam gambaran grafis dari pola aliran pertama yang telah dikembangkan. lanjutkan k operasi fablikasi.hal 141]: 1. jika peta akan digunakan sebagai dasar bagi sebuah jalur rakitan bagian yang mempunyai komponen paling banyak sebaiknya dipilih pertama kali. Standar pengerjaan dari OPC adalah sebagai berikut [Apple. Pilih komponen pertama yang akan digambarkan. mulai dari sudut kanan kertas. urain tentang bahan langsung dicatat pada garis tersebut yang dapat dibuat selengkap lengkapnya. 2. masukan nomor-nomor opersi rakitan dan rakitan bagian kedalam lingkaran (jika perlu).3) Jika yang dihadapi adalah rakitan bagian.3 Operation Proces Chart (OPC) Asembly Chart (peta rakitan) belum menjelaskan lebih teperinci mengenai urutan produksi yng dilalui oleh suatu produk.

4 Bill Of Material Bill of material memberikan data tentang komponen-komponen yang membangun suatu produkm.5 Analisis Produk Pabrik merupakan kumpulan berbagai sumber daya seperti mesin. persoalan tata letak pabrik bukan 12 . masukan nomor operasi dari lintasan produksi tersebut. energi.A dkk. 6. produk jadi menjadi titik awal proses perancangan. 2.3. Periksa peta dengan dokumen barang dan lintasan produksi untuk menjamin agar tidak ada bagian atau operasi yang luput. 5.gambar garis mendatar jauh kekiri. 4.lain yang dikonvermasikan menjadi produk jadi. hingga metode kerja merupakan bagian penting lain yang perlu diperhatikan. kemudian kebijakan tipe produk. untuk operasi dan segi 4 untuk pemeriksaan dalam urutan terbalik ke arah atas. dalam perencanaan tata letak pabrik.J. dan lain. 2.tunjukan engan lingkaran 12 mm. bahan baku. 8. waktu penyelesaai pekerjaan dll.1996] 1. informasi yang dapat diperoleh dari bill of material adalah:[Tompkinks. 2. Kesebelah kanan dri lambang operasi. buat urain operasi. 6. baik komponen yang dibuat dan dibeli harus tercantum di dalam peta. Nomor komponen Nama komponen Dimensi komponen Jumlah komponen per produk Jenis material Make or buy komponen Struktur produk Level masing-masing komponen. 4. 3. 5. Cirikan komponen terakir pada opersi tersebut. tipe produksi. Lanjut sampai semua komponen terselesaikan di petakan. 7. Rakitan bagian di gambarkan sedemikian rupa seperti cara pada peta rakitan 7.

Perusahaan umumnya menjaga ketersediaan bahan baku. Harga yang ditawarkan cukup bersaing.6 Tipe. make to order ( produk untuk pesanan). Contoh produk tipenya adalah pesawat terbang atau kapal laut. assembly to order ( perakitan untuk perakitaan). ukuran. contoh tipenya adalah produk makanan.Tipe Produk Produk positioning atau penempatan produk yang dikenal dalam industri manufacturing adalah make to stock ( produk untuk stock). pasar umumnya menginginkan pengiriman dalam penyediaan yang segera mungkin (immediately). produk. Pelanggan tidak mengizinkan adanya keterlambatan. Contoh tipe ini dapat diterapkan pada produk furniture. Make to stock merupakan tipe produksi yang menjaga persediaan produk jadi melalui penyimpanan sejumlah produk di gudang.sekadar masalah optimasi. dan engineering to order ( rekayasa untuk pesanan). Assemble to order merupakan produk hasil rakitan komponen. baik dari segi mutu maupun karakteristik produk lainnya.produk pada tipe ini mengadopsi pada prinsif. Produk yang dihasilkan beragam dan bermutu tinggi. tipe ditujukan untuk pasar yang akan mengiginkan produk. tetapi rangkaian kegiatan merancang yang kompleks dan tidak selalu berlangsung secara lurus. Produk. dan rupa. produk yang dibuat merupakan rancangan pelanggan dengan jumlah kuantitas yang kecil. Make to order dan engineering to order merupakan tipe produksi yang melakukan pengilangan berdasarkan pesanan pelanggan. bukan bahan jadi.rupa lainnya. Dalam kaitannya dengan perancangan tata letak yang akan diterapkan. Variasi produk hanya dari segi warna. Pasarnya mengizinkan waktu ancang yang panjang.produk yang dihasilkan merupakan kombinasi komponenkomponen baku dan komponen hasil perancangan yang dibutuhkan. Pabrik seperti tipe produk seperti demikian membutuhkan kemampuan kemampuan teknis yang khusus. 2.komponen baku yang tersebut. keempat tipe sangat tergantung pada pasar yang akan diisi oleh perusahaan.prinsif modularitas.produk standar. Sub assembly memiliki waktu ancang yang pendek. 13 .

2.Tipe Proses kegiatan di pabrik memiliki beberapa tipe yaitu flow shop. Langkah awal kerangka berpikir yang dibangun adalah konteks stategis manufacturing. mahir. dan mandiri serta jumlah pesanan kecil dan tunggal. Ketiga tipe proses akan terkait pula dengan tipe tata letak yang akan digunakan. yaitu continious flow yang terdapat pada produk cair. ketersediaan sumber daya terkoordinasi. Meringkas keterkaitan antara tipe produk. perkakas. Terakhir. job shop dan fixed sama site atau proyek. Contoh pabrik pupuk. serta keterampilan pekerjaan tinggi. Job shop merupakan pengorganisasian peralatan yang sama fungsinya. Contohnya pada pabrik pembuatan pesawat terbang atau kapal laut. contoh : pabrik pembuatan soft drink. Dedicated repetitive flow merupakan tipe proses yang menggunakan fasilitas yang sama.7 Tipe. kita mudah menentukan tipe tata letak pabrik yang akan diterapkan. dan pekerjaanya bergerak ke lokasi dimana produk dipabrikasi.cirinya antara lain antara lain pekerja terlatih. Tipe fixed site adalah proses untuk kegiatan proyek yang bahan baku. sekalipun ada variasi. bubuk. Tipe demikian memiliki ciri. Flow shop merupakan tipe proses yang didasarkan pada urutan produksi atau pengilangan. 14 . sehingga aliran pekerjaan dari departemen ke departemen menggunakan tipe operasi berbeda. atau logam dasar. informasi job dan shop terperinci. Tipe demikian dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. misalnya warna.ciri seperti mesin yang digunakan multi purpose. jenis produk banyak membutuhkan perencanaan terperinci. dan tipe tata letak pabrik berdasarkan tabel. cirri. tipe proses. Batch flow adalah tipe proses untuk dua atau lebih jenis produk yang dibuat dengan fasilitas yang sama. misalnya lintasan perakitan pembuatan mobil. mixed model reparative flow merupakan kombinasi dedicated dan batch.

mixed letak Make to stock / continious. assemble to order batch model / / job tata shop. Keterkaitan Tipe Produk. Tipe Proses.Tabel 1. dedicated revetitive / tata letak produk Engineering to Order / Fixed Site / tata letak posisi tetap Kecil Sedang Jumlah Produksi Besar flow. make to stock. Model Make to order Engineering to order Sedang Make to stock Assembly to order Tipe Produk Tipe tata Letak Tata letak produk Tata letak produk Tata letak produk dan seluler Tata letak produk dan seluler Tata letak proses dan seluler Tata letak posisi tetap Tata letak posisi tetap Sedikit proses dan seluler 2.8 Rancangan Produk 15 . dan Tipe Tata Letak Tipe proses Flow Shop Continious Dedicated Repertitive Batch Mixed Repetitive Job Shop Fixed Site Banyak Make to order / job shop atau tata letak proses Make to order.

yaitu : 1. 3. tipe proses. Jumlah total permitaan pasar dan modal yang dibutuhkan. 6. tujuannya adalah mengendalikan kualitas dan mengelola siklus hidup produk. faktor ini masih terkait dengan kegiatan pengendalian kualitas yang akan diterapkan. Penentuan laju produksi akan menjadi kapasitas rancangan pabrik. langkah selanjutnya adalah memperkirakan modal yang diperlukan untuk merealisasikannya.Rancangan produk melibatkan penentuan produk dan jumlah yang akan diproduksi. analisis terhadap rancangan produk bertujuan mengetahui berberap factor perting. Dalam rancangan produk bagi pendirian pabrik baru maupun pengembangan produk bagi pabrik yang telah beroperasi. Umur yang diharapkan terkait dengan umur setiap produk. pemilihan tipe tata letak ditunjukkan untuk perencanaan kebutuhan sumber daya. 4. pengilangan. dan tipe tata letak yang akan ditetapkan. Keputusan terhadap produk yang akan diproduksi secara umum ditentukan oleh manajemen puncak berdasarkan masukan dari pemasaran. terkait dengan tipe proses yang akan diterapkan berdasarkan jumlah variasi dan jumlah produk dari setiap variasi produk. Kebijakan penempatan produk akan menetukan tipe proses dan memudahkan pemilihan tipe tata letak yang sesuai. 5. Laju produk. 2. dan keungan dengan memperhatikan kinerja ekonomis. Rancangan produk akan menentukan tipe produk. perusahaan perlu memperkirakan permintaan yang akan dipenuhi berdasarkan hasil penelitian pasar yang telah dilakukan. Dalam hal ini. tetunya itu tingkat kemampuan pabrik yang akan dirancang untuk memenuhi tingkat permintaan produk yang telah ditetapkan. Daya tahan produk terkait dengan karakteristik produk. perusahaan harus memastikan ada berapa variansi produk yang akan dipasarkan oleh perusahaan beserta perkiraan jumlahnya. Stabilitas produk. Berdasarkan jumlah total permintaan yang telah diketahui atau ditetapka. kita dapat melihatnya pada grafik antara variasi produk dan jumlah yang diproduksi. 16 . Cara produksi. yaitu tingkat kepekaan produk terhadap perubahan perilaku pasar yang akan mempengaruhi perilaku konsumen pula.

Perkiraan hanya jual terkait dengan pemenuhan aspek kepuasan pelanggan. kita perlu memahami bahwa tidak semua komponen pembentukan produk jadi harus diproduksi sendiri. gambar perspektif diuraikan dalam Perancangan proses perlu didukung informasi tentang produk secara terperinci. sedangkan komponen yang dibeli adalah bought out item. dikenal dengan analisis buat atau beli ( make or buy analysis).7. 8. Proses penentuaan komponen. Derajat pembakuan terkait dengan kemungkinan penerapan modularitas produk. khusunya yang berkaitan dengan bahan baku atau komponen yang membentuk produk jadi. yaitu pemamfaatan produk oleh konsumen. selanjutnya. bentuk gambar terurai. pertimbangan ekonomis menjadi alasan utama perlu tidaknya memproduksi sendiri. teknik analisis demikian terbagi kedalam dua bagian. yaitu : pertanyaan primer dan pertanyaan skunder. tujuannya adalah produk yang diproduksi oleh pabrik dapat memenuhi fungsi utama sesuai kebutuhan pelanggan. apakah harus dibuat sendiri atau di beli. 17 . 9. Rancangan produk yang telah didefenitif selanjutnya direpresentasikan dalam gambar teknik. pemisahan tipe komponen dinyatakan dalam bill of material (BOM) memberikan informasi cukup tentang spesifikasi bahan yang akan dibutuhkan dalam proses produksi. gambar awal ini produk adalah gambar perspektif produk dalam bentuk tiga dimensi. Fungsi produk. Keputusan membuat atau membeli komponen merupakan keputusan yang dilakukan pada tingkat manajemen puncak karena keputusan bersifat strategis. BOM akan memperlihatkan tingkat (level) setiap rakitan ataupun komponen di struktur produk. kemudian pembakuan bertujuan dapat menjaga kualitas produk. Komponen yang diproduksi sendiri di dalam pabrik dikenal dengan istilah manufacturing item.

2. karakteristik mesin. factor pengoperasian misalnya efisiensi. Klasifikasi proses menurut jenis atau peralatan yang digunakan dapat membantu perancangan proses. secara khusus alasan penggunaan proses satuan antara lain : 1. kompleksitas proses produksi sulit diatasi apabila tidak dipetakan secara terstruktur.2. Perencanaan kebutuhan sumber daya pabrik sangat memerlukan beberapa peta kerja dasar yang umum digunakan dalam kajian teknik industri. kebutuhan tenaga kerja. secara umum adalam mempermudah perancangan proses produksi. Proses satuan mempermudah perbandingan antara proses karena karakteristik biaya dapat dibandingakan tanpa kesulitan. keselamatan. Proses satuan memudahkan sintesis proses baru. 4. derajat mekanisasi. faktor mekanis misalnya keandalan. Proses satuan menawarkan dasar yang lebih mudah untuk mengatur informasi proses yang terperinci. 3. misalnya mesin yang sama dapat melaksanakan proses yang sangat berbeda.9 Proses Produksi Rangan produk yang telah direpresentasikan dalam bentuk gambargambar teknik akan digunakan dalam perancangan proses produksi. kita perlu memperhatikan faktor. perancangan proses umumnya menggunakan konsep proses satuan. Dalam merancang proses. Pemamfaatan proses satuan dalam perencanaan adalah penentuan jenis proses dan jenis mesin yang diperlukan. 18 . Kegiatan proses produksi tentunya memerlukan proses perencanaan dan pengendalian. Proses satuan lebih mudah dalam menentukan apa yang harus dilakukan pada bahan untuk mengubahnya.faktor yang terkait dengan mekanisme dan pengopersian. tetapi klasifisi yang sembarangan dapat menyesatkan. penggunaan peta kerja bertujuan memberikan informasi dan memberikan informasi dan memberikan kemudahan dan analisis.

Rencanakan pemindahan bahan ketempat kerja yang tepat dan efisien. proses produksi. 6. 3. penyimpanan. Paduan umum untuk menentukan stasiun kerja mandiri adalah : 1. alat ukur. Rencanakan tiap daerah kerja dalam kaitan yang tepat dengan operasi sebelum dan sesudahnya. Rencanakan agar perkakas. perancangan didalam stasiun kerja mandiri ditentukan pula oleh berbagai faktor. 5. 19 . Tentukan barang atau kegiatan yang akan mengisi tempa kerja: seperti mesin. Pengaturan stasiun kerja mandiri yang efisien serta menggunakan luas lantai yang optimal dan sesuai dengan pola aliran material dan mempermudah proses pengerjaan produk secara keseluruhan. dan pengiriman. 4. 2. dan pemindahan bahan. dan kendali mesin diletakkan didekat an didepan operator.10 Prosedur Perancangan Stasiun Kerja Mandiri Stasiun kerja mandiri mempunyai sistem sendiri seperti halnya pabrik. 3. Rencanakan penempatan bahan ditempat kerja agar dapat diambil dalam urutan gerakan yang paling efisien. misalkan dari kiri kekanan atau dari depan kebelakang. meja dan tempat penumpukan material. berdasarkan aliran bahan ketika melewati tempat kerja.2. bahan. Tentukan aliran bahan dalam stasiun kerja dan sesuaikan dengan kegiatan sepanjang lintasan pabrik atau departemen.300 % luas total ke 4 area tergantung pada struktur bangunan fasilitas. Langkah umum merancang stasiun kerja mandiri adalah: 1. terutama faktor ergonomic dan studi gerak. Sediakan ruang yang cukup pada tempat kerja untuk penyerahan. dimana ada tempat penerimaan. Tentukan arah aliran yang diinginkan. Selain ke empat faktor diatas kita memerlukan pula adanya allowance atau kelonggaran yang bekisar antara 150 % . Buatlah sketsa dasar peralatan utama pada stasiun kerja di posisi terdekat yang diinginkan. Rencanakan penyerahan bahan lansung ketempat pemakaian. Selain perancangan stasiun kerja mandiri terhadap letaknya dalam pabrik keseluruhan. 2. 4.

apakah perusahaan akan menggunakan gudang untuk komersial atau lebih baik digunakan sendiri. penyimpanan di lakukan dalam batas waktu yang lama maupun bats waktu yang pendek sesuai kebutuhan konsumen. Menjaga persediaan yang digunakan sebagai penyeimbang dan penyangga (buffer) dari variasi antara penjadwalan produksi dan permintaan. 2. gudang digunakan untuk pelayanan beberapa konsumen yang berbeda-beda dan secara umum. gudang sebagai penyimpanan produk jadi mempunyai beberapa misi atau tugas. c.11 Pengertian Dan Fungsi Gudang Gudang dapat di definisikan sebagai tempat yang di bebani tugas untuk menyimpan barang yang akan dipergunakan dalam produksi sampai barang diminta sesuai dengan jadwal produksi. Pilihlah peralatan yang tepat sesuai dengan tempat penerimaan dan penerimaan yang dialokasikan. Selanjutnya. gudang mempunyai beberapa misi. mempunyai tenaga kerja yang cukup serta perlengkapan. gudang berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang dan untuk menentukan langkah selanjutnya suatu perusahaan. 20 .Sejak dulu. Gudang sebagai penyaluran dalam sebuah daerah pasanan dengan jarak transportasi terpendek dan untuk memberikan jawaban cepat akan permintaan pelanggan. Keuntungan yang di peroleh dari komersial gudang adalah keluwesan (flexibility) dan manajemen yang profesional. 9. yaitu : a. Memberikan kelonggaran (allowance) yang dibutuhkan didalam dan sekitar tempat kerja untuk pelaksanaan yang tepat. Gudang digunakan sebagai tempat akumulasi dan menguatkan produk dalam kegiatan produksi dan pendistribusian. 8. Dalam jaringan distribusi pamasaran. Dalam perdagangan. Kemudian. dengan jarak penyimpanan untuk tujuan kepuasan konsumen atau pengguna. b.7. Memberikan kelonggaran untuk bagian mesin yang bergerak melebihi panjang mesin sendiri.

Picking the order (pemilihan pesanan) e. Penyimpanan Barang Setengah Jadi Dalam industri manufaktur. Umumnya. kita sering menemui bahwa benda kerja harus melalui beberapa macam operasi dalam pengerjaannya. Storing (penyimpanan) f. Dispatching ke penyimpanan d. yaitu : 1. sehingga perusahaan dapat menghemat biaya gudang karena tidak memerlukan bangunan khusus untuk itu. barang atau material harus menunggu sampai mesin atau operator berikutnya siapa mengerjakannya. Assembling the order (perakitan pesanan) g. Pada suatu pabrik. Maintaining record (perawatan produk). 2.Gudang sebagai tempat penyimpanan produk untuk memenuhi permintaan pelanggan secara cepat mempunyai beberapa fungsi di antara penerimaan dan pengiriman produk. kita dapat membedakan macam gudang menurut karakteristik material yang akan disimpan. Akibatnya. Lokasi gudang umumnya berada di dalam bangunan pabrik. Receiving (penerimaan) dan shipping (pengiriman) b. Dispatching the shipment i. 21 . Gudang demikian disebut pula stockroom karena fungsinya memang menyimpan stok untuk kebutuhan tertentu. Prosedur demikian sering pula harus terhenti karena dari satu operasi berikutnya waktu pengerjaan yang dibutuhkan tidaklah sama. Identifying and shorting (pengidentifikasian dan penyaringan) c. Packaging (pengepakan) h. yaitu : bahan berjumlah kecil dan barang berjumlah banyak. kebanyakan gudang perusahaan berada dalam ruangan. Penyimpanan Bahan Baku Gudang akan menyimpan setiap material yang dibutuhkan atau digunakan untuk proses produksi. Fungsi-fungsi pokok gudang sebagai berikut : a. Ada dua macam barang setengah jadi (work in process storage).

Salvage Dalam sebagian proses produksi. seperti : lingkarang.lain. perawatan. Selain ketiga macam gudang di atas.3. Penyimpanan komponen jadi Gudanfg untuk menyimpan komponen yang siap dirakit. Gudang demikian biasa diletakkan berdekatan dengan area perakitan atau bisa pula di tempatkan secara terpisah di dalam penyimpanan barang setengah jadi. kubus dan lain. 3. Akibatnya. persegi . ada pula beberapa macam gudang lainnya yang perlu di ketahui : 1. sehingga kualitas produksi di perbaiki. dan penyimpanan barang kebutuhan kantor. dan bentuk gudang ini tergantung pada variasi yang berbeda. Buangan dan limbah Gudang digunakan untuk menyimpan material atau komponen yang salah dikerjakan dan sudah tidak bisa diperbaiki. barang memerlukan pengerjaan kembali untuk perbaikan. Penyimpanan Produk Jadi Gudang demikian kadang-kadang disebut pula gudang dengan fungsi menyimpan produk-produk yang telah selesai dikerjakan. ada kemungkinan beberapa benda kerja akan salah di kerjakan. 22 . Benda kerja yang tidak bisa diperbaiki akan menjadi scrap atau buamgan yang diletakkan di lokasi tersendiri. Penyimpanan Bagi Pemasok Gudang penyimpanan barang nonproduktif dan akan digunakan untuk pengerjaan pengepakan. 4.beda. Oleh karena itu. 2. perusahaan memerlukan suatu area guna menyimpan benda kerja yang salah sebelum diproses kembali. Didalam penggudangan ini ada produk yang tahan lama dan sebaliknya.

pelabelan harga (cross docking) dan pengisian (reprelishement). kita perlu memahami bahwa elemen. Pada kasus perbaikan sistem pergudangan.12 Prinsif.Prinsif Perencanaan Gudang Bahan Kelancaran aktivitas produksi sebuah pabrik secara umum dipengaruhi oleh ketersediaan suku cadang. dan pengiriman. Tujuan penyimpanan dan fungsi.barang dari dalam dan luar gudang.barang. langkah strategis yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi sumber. Sistem penyimpanan dibentuk dari elemen. Tata letak penyimpan merupakan bagian sistem bagian sistem pergudangan yang terdiri atas bermacam aktivitas. peralatan. pengiriman dan beberapa kegiatan tambahan lainnya seperti prapengemasan.elemen kegiatan penyimpan merupakan salah satu bagian proses mendapatkan barang. dan proteksi. penyimpanan. accessibility. dengan demikian. penyortiran (packing). Kebutuhan pelanggan pada penyimpanan dan fungsi. Maka. peralatan. aktivitas pokok dalam operasi gudang adalah penerimaan. perusahaan dapat melakukan perbaikan dengan efisiensi dan efektif. penyimpanan (order picking).2. operator. berikutnya adalah uraian sebuah studi kasus evaluasi sistem penyimpanan pada gudang suku cadang yang memiliki jenis dan jumlah barang cukup banyak. Sistem pergudangan terkesan sebagai sistem sederhana karena operasi penyimpanan hanya didominasi kegiatan utamanya.fungsi gudang adalah kemampuan mendapatkan barang yang diinginkan dengan cepat dan barang dalam kondisi yang baik. Maksud dan tujuan 23 . dan personalia.fungsi gudang antara lain adalah maksimalisasi utilisasi sumber daya seiring dengan pemenuhan elemen. yaitu menyimpan barang. adapun beberapa kegiatan yang terdapat di banyak gudang adalah penerimaan (put away).elemen yaitu : sparce. pemindahan bahan.kaidah ergonomis sebagai dasar penyesuaian rencana perbaikan sistem penyimpanan. Masalah esensial yang perlu disesuaikan dalam penataan sistem penyimpanan yang lebih terfoku. Tujuannya adalah penilaian terhadap tata letak penyimpanan berdasarkan kaidah. Sumber daya penyimpanan dan gudang adalah luas lantai.sumber yang kurang efisien. manfaat penilaian ergonomi adalah perumusan yang lebih menyeru terhadap rencana perbaikaan sistem penyimpanan.elemen keputusan pelanggan atau maksimalisasi pelayanan pelanggan dengan kendala ketersediaan sumber daya.

dan setelah diproses.sumber ketidak efisienan sebagai dasar perencanaan perbaikan. Hal demikian ditunjukkan dengan temuan bahwa barang yang tidak aktif dan frekuensi pengambilan dan penerimaan yang tinggi. Luas ruang gerak operator. Perbedaannya adalah menggambarkan banyak proses membuat produk atau komponen.barang dalam 3 kategori frekuensi.13 Perencanaan kebutuhan Luas Mesin dan Operator SKM Stasiun kerja mandiri yang dihasilkan selanjutnya dikonversikan dalam kebutuhan luas lantai. Kegunaan peta demikian sama dengan operasi proses chart. sedang. Peta terdiri atas beberapa kolom. Luas penumpukan bahan yang akan diproses. Sedangkan baris menunjukkan jenis mesin yang dibutuhkan untuk proses yang diperlukan. Sarat utam dalam perencanaan luas lantai adalah pembakuan system kerja dalam perancangan stasiun kerja mandiri. serta luas untuk kegiatan pemindahan bahan luas pokok dan kemudian 24 .12 Multi Product Process Chart Peta ini merupakan bentuk kusus operasi process chart. tetapi informasi tambahan yang diperoleh bagi pembaca adalah keterkaitan setiap jenis mesin dengan jenis-jenis komponen atau produk yang akan dibuat. pentingnya studi dilakukan karena gudang suku cadang belum pernah melakukan evaluasi secara teknis dan ergonomis. Kolom menunjukkan jenis produk atau komponen yang akan dibuat. Efektivitas pencapaian objektif tata letak dipengaruhi beberapa prisif. Prinsif popularitas barang saat ini belum diterapkan dengan baik dalam penataan barang di lantai penyimpanan. 2.studi adalah menilai kondisi tata letak penyimpanan yang digunakan saat ini untuk mengetahui sumber. Komponen komponen yang harus diperhatikan dalam perencanaan kebutuhan luas lantai adalah Luas mesin. Aplikasi prinsif popuralitas dapat dilakukan dengan menata barang. kita harus memastikan setiap kerja elah baku. 2. dan rendah belum terindentifikasi dan dirancang sebagaimana mestinya. Prinsif popularitas akan terkait dengan jarak perpindahan barang yang mempengaruhi service level. Apabila sistem kerja belum baku makan luas lantai yang dibutuhkan menjadi tidak absih.

menentukan luas araea yang di perlukan. segala prosedur yang harus di tempuh pada hakekatnya tidak jauh berbeda dengan perencanaan produksi. Dalam perencanaan tata letak untuk perkantoran ini. 2.kelonggaran merupakan selisih antara kebutuhan luas lantai dan total luas terpakai dibagi kebutuhan luas lantai. Untuk industri besar.14 Perkantoran (Office) Ruangan untuk kantor ini dirasakan sangat penting untuk suatu indutri. yaitu menganalisa macam pekerjaan yang berlangsung. Dalam perencanaan tata letak kantor ini maka pengaturan letak masing-masing departemen/bagian/seksi akan banyak dipengaruhi oleh struktur organisasi (termasuk di sisni pertimbangan jumlah karyawan untuk masing-masing bagian tersebut) dan tingkatan hirarki yang sesuai dengan job discription yang berlaku. dan menganalisa derajat hubungan antara masing-masing aktivitas bagian dari kantor tersebut (dalam hal ini analisis activity relationship umum dilaksanakan). Penentuan kelonggaran dengan cara penetapan demikian lebih tepat untuk menentukan kebutuhan area yang besar seperti parkiratau fasilitas pendukung lainnya dilokasi pabrik.ditambahkan Allowance yang bertujuan mendukung kelancaran kegiatan produksi. Suatu industri paling tidak harus menyediakan sejumlah area untuk kantor dari departemen-departemen berikut ini : • • • • • • Plant Manager Production Manager Supervisors & Foreman Production control Quality control Plant Engineering 25 . general atau administration office bisa diletakkan di depan sedangkan kantor untuk melayani pabrik secara langsung umumnya akan diletakkan berdekatan atau di dalam area produksi dalam pabrik. sehingga untuk itu perlu di sediakan area khusus. memperhatikan segala fasilitas kerja yang di butuhkan. Umumnya lokasi untuk perkantoran ini di depan bangunan pabrik guna mempermudah orang luar (tamu) berkunjung.

filling cabinet. Gedung yang sama sekali terpisah dengan area pabrik yaitu lokasi berada pada tempat/kota atau wilayah yang berbeda. Security Drafting Personel R&D Tata letak perkantoran yang baik seharusnya di awali dengan penetapan fungsi dan metode kerja yang di harapkan dari departemen tersebut. kursi. dan fasilitas/peralatan kantor lainnya. corider. Tentu saja dalam hal ini juga harus dipertimbangkan kelonggaran (allowance) untuk memudahkan orang dengan 26 . Gedung yang terpisah dengan departemen manufacturing / produksi akan tetapi masih dalam area pabrik.• • • • • • • • • • • • Sales Accounting Purchasing Industrial Engineering Shipping Drafting Receiving Methods Eng. maka harus terlebih dahulu diperhitungkan luas area masing-masing fasilitas-fasilitas yang diperluakan seperti meja. dan hubungan anatar masing-masing fungsi atau tugas yang ada. Alternatif penempatan tentu saja akan tergantung pada situasi dan kondisi maupun fasilitas-fasilitas yang di miliki oleh industri itu sendiri. Selanjutnya perkantoran ini bisa pula diletakkan pada : • • • Bangunan untuk aktivitas manufacturing / produksi. personalia yang di tugaskan untuk melaksanakan masing-masing fungsi. Untuk penentuan luas area yang diperlukan dalam sebuah kantor.

Diletakkan dalam ruangan-ruangan yang terkotak-kotak dengan batasan yang jelas sesuai dengan fungsi dan hirarki masing-masing. Untuk jalan lintasan (aisles) yang diperlukan dalam ruang kantor ini sangat bergantung pada : • • Kepadatan arus lalu lintas orang yang melewati.leluasa bergerak. Prinsip jarak perpindahan bahan yang paling minimal. Perpindahan jarak yang seminimal mungkin. Aliran kerja berlangsung secara lancar melalui pabrik. and any other considerations in way that result in the best compromise” Prinsip ini menyatakan bahwa tata letak pabrik adalah merupakan integrasi secara total dari seluruh elemen produksi yang ada menjadi satu unit operasi yang besar. Prinsip integrasi secara total ”That layout is wich integrates the men. 27 . Semua area yang ada dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Pengaturan tata letak harus cukup fleksibel. Arah gerakan pintu pada saat dibuka (kedalam atau keluar) Didalam pengaturan fasilitas-fasilitas perkantoran ada dua alternatif yang biasa dilaksanakan yaitu : 1. 2. Berdasarkan aspek dasar. materials. dan keuntungan-keuntungan yang bisa didapatkan dalam tata letak babrik yang terencanakan dengan baik. b. tujuan. maka bisa disimpulkan enam tujuan dasar dalam tata letak pabrik. Diletakkan sekaligus dalam suatu ruangan yang besar tanpa ada dinding penbatas yang permanen. Tujuan-tujuan tersebut juga dinyatakan sebagai prinsip dasar dari proses perencanaan tata letak pabrik yang selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Kepuasan kerja dan rasa aman dari pekerja dijaga sebaik-baiknya. machinery supporting activities. yaitu sebagai berikut : • • • • • • Integrasi secara menyeluruh dari semua faktor yang mempengaruhi proses produksi.

kesimpangsiuran. bahan baku. kemacetan (congestion) dan sedapat mungkin material bergerak terus tanpa ada interupsi. Prinsip ini merupakan kelengkapan dari jarak perpindahan bahan yang seminimal mungkin yang telah disebutkan pada butir ( b) tersebut di atas. atau mesin juga terjadi dalam salah satu arah dari tiga sumbu yaitu sumbu x. Ide dasar dari prinsip aliran kerja ini adalah aliran konstan dengan minimum interupsi. d.”Other things being equal. Dalam proses pemindahan bahan dari satu operasi ke operasi yang lain. than layout is best that arranges the work area for each operations or process in the same order or sequance that forms. mesun dan paralatan penunjangproses produksi lainnya. Economy is obtained by using effectifely all available space – both vertical and horizontal – ”. or assembles the materials”. Hal ini bisa dilaksanakan dengan cara mencoba menerapkan operasi yang berikutnya sedekat mungkin dengan operasi yang sebelumnya. Prinsip pemanfaatan ruangan. Dengan demikian dalam merencanakan tata letak kita juga seharusnya mempertimbangkan faktor dimensi ruangan ini. yang mana kita tidak bisa menghindarinya secara keseluruhan. waktu dapat di hemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan tersebut. gerakan memotong (cross-movement). c. bahan. 28 . Mereka ini memiliki dimensi tiga yaitu aspek volume (cubic space) dan tidak hanya sekedar aspek luas (floor space). Perlu diingat bahwa aliran proses yang baik tidaklah berarti harus selalu dalam lintasan garis lurus. sumbu y atau sumbu z. than layout is best that permits the material to move the minimum distance between operations” Hampir setiap proses yang terjadi dalam suatu industri mencakup beberapa gerakan perpindahan dari material. Pada dasarnya tata letak adalah suatu pengaturan ruangan yaitu pengaturan ruangan yang akan di pakai oleh manusia. Dosamping itu gerakan-gerakan dari orang. dan kemacetan. Dengan prinsip ini di usahakan untuk menghindari adanya gerakan balik (back-tracking). Prinsip aliran dari suatu proses kerja ”Other things being equal. treats. Banyak layout pabrik yang baik menggunakan bentuk aliran bahan secara zig-zag ataupun melingkar.

tahap yang perlu dilalui dalam teknik konvensional terdiri atas 3 bagian: tahap analisis tingkat hubungan atau kedekatan. ”Other things being equal. Tahap. Namun bukan berarti kita tidak dapat menggunakan teknik – teknik demikian untuk menyelesaikan masalah kecil seperti tata letak mesin. Kepuasan kerja bagi seseorang adalah sangat besar artinya. peralatan produksi. Selanjutnya masalah keselamatan kerja adalah juga merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam perencanaan tata letak pabrik. Dengan membuat suasana kerja yang menyenangkan dan memuaskan.Teknik konvensional merupakan teknik – teknik yang lebih tepat untuk perancangan tata letak pabrik secara keseluruhan. Paling tidak hal ini akan memberikan moral karja yang lebih baik dan mengurangi ongkos produksi. waktu pengiriman barang dan sebagainya yang akhirnya juga membawa akibat kearah pengaturan kembali layout yang ada. Untuk ini kondisi ekonomi akan bisa di capai apabila tata letak yang ada di rencanakan cukup fleksibel untuk di adakan penyesuaian/pengaturan kembali (relayout) dan/atau suatu layout yang baru dapat dibuat dengan cepat dan murah. komunikasi dan transportasi bergerak dengan cepat yang mana hal ini akan mengakibatkan dunia industri harus ikut berpacu untuk mengimbanginya.perencanaan kebutuhan 29 . Prinsip – fleksibilitas ”Other thing being equal.e. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa perubahan terjadi pada disain produk. Perancangan tata – tata letak pabrik pada teknik konvensional dilakukan dengan menggunakan pendekatan – pendekatan kualitatif. maka secara otomatis akan banyak keuntungan yang akan bisa diperoleh. Suatu layout tidak dapat di katakan baik apabila akhirnya justru membahayakan keselamatan orang yang bekerja di dalamnya. Kompleksitas persoalan tata – tata letak pabrik mendorong cara – cara kualitatif dilakukan dengan harapan akan memudahkan penyelesaian rancangan. Prinsip ini sangat berarti dalam abad dimana riset ilmiah. that layout is best which makes works satisfying and safe for workers”. that layout is best that can be adjusted and rearanged at minimum cost and inconvenience”. f. Hal ini bisa dikatakan sebagai dasar utama untuk mencapai tujuan.

2. Mengidentifikasi aktifitas yang telah didevenisikan sebagai fasilitasfasilitas pabrik. Menyiapkan Blok Template sejumlah fasilitas yang akan dirancang tataletaknya. 9. Memberikan penilaian berdasarkan system penilaian yang telah disepakati.luas lantai. Membuat Area Allocating Diagram (AAD) sebagai tata letak ahir rancangan. 5. ada tiga bagian yang utama teknik konfensional perancangan tata letak pabrik yang dirinci sebagaiberikut : 1. Menyiapkan Area Template berdasarkan kebutuhan luas lantai setiap fasilitas. 4. 8. 30 .Sebagai mana yang sudah dijelaskan sebelumnya. 6. dan tata letak ahir. Menyusun Activity Relationship Diagram (ARD) berdasarkan tingkat hubungan. 7.karena pendekatan kualitatif membutuhkan tingkat subjektif lebih dominan. Merangkum hasil penilaian ARC kedalam Work Sheet.teknik konfensinal tidak menggunakan formulasi mate-matis yang rumit sehingga kita mudah memahaminya. Menyiapkan lembaran Activity Relationship Chart (ARC) dan mengisinya dengan nama-nama fasilitas yang telah ditetapkan pda langkah 1. 3. Namun pada sisi lain persaratan utama dalam menerapkan teknik ini adalah pengalaman perancang. Merumuskan alas an-alasan yang dapat dijadikan dasar bahwa fasilitasfasilitas dapat didekatkan atau harus dijauhkan .

dan langkah akhir yang kami buat dari kelompok III yaitu membuat layout lantai produksi.1 Latar Belakang Adapun yang latar belakang penulis pada penyusunan laporan ini yaitu pentingnya mahasiswa mengetahui dan fasilitas penunjang lainnya yang sering terjadi pada perusahaan.lain.efektifkan seluruh aktivitas yang sering terjadi pad perusahaan.3 Modul-modul Modul yang kami lalui dalam praktikum ini terdiri dari 4 antara lain : modul I identifikasi produk dan data pendukung.BAB III SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN Adapun sistematikan penulisan laporan praktikum tata letak fasilitas pabrik ini yaitu mengikuti sistematika penulisan laporan seperti yang terlihat dibawah ini : BAB I PENDAHULUAN 1.teori yang kami buat ini yaitu hasil rangkuman dari beberapat nara sumber yang sangat erat hubungan nya dengan fasilitas pabrik. 31 . 1.2 Tujuan Adapun tujuan dari dibuatnya pada peraktikum penentuan fasilitas tata letak pabrik ini yaitu agar senantiasa mahasiswa dapat menganalisis dan meng efisiensikan dan meng. Dan bagaimana menciptakan sebuah produk itu efisien dan efektif. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Adapun teori. 1.bahan melalui media massa seperti internet dan lain. modul III penentuan luas gudang bahan baku dan modul IV yaitu penentuan luas mesin dan operator. modul I perencanaan kebutuhan. dan ini dan ditambah lagi dari bahan.

BAB III SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN Adapun tahap.masing kelompok 4. BAB IV PENGUMPULAN DATA Adapun data yang kami peroleh setiap kelompok ditentukan oleh dosen yang bersangkutan.masing bab.7 Perencanaan Gudang 32 . target produksi yang telah ditentukan. dan ini harus melalui tahap.4 Kebutuhan Material Perencanaan kebutuhan bahan baku / material untuk memproduksi suatu produk atau dilakuakan berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan. mesin dan operator itu adalah hasil rangkuman dari jumlah target produksi setiap masing. 4. 4. dengan tujuan agar lebih mudah dan cepat dipahami. Mesin dan Operator Hasil rekapitulasi kebutuhan material. BAB V PENGOLAHAN DATA 4.3 Kebutuhan Input-Output Perencanaan kebutuhan bahan baku / material untuk memproduksi suatu produk uatu dilakuakan berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan.langkah melalui susunan masing.6 Rekapitulasi Kebutuhan Material.5 Kebutuhan Mesin Jumlah mesin yang dibutuhkan tergantung pada rencana produksi. 4.tahap yang kami lalui dalam penyusunan laporan ini yaitu memuat langkah.1 Operation Process Chart (OPC) Peta proses operasi adalah peta yang menggambarkan urutan operasi yang dilalui suatu produk 4.2 Assembly Chart (AC) Assembly Chart adalah Grafik urutan-urutan Komponen dan rakitan bagian kedalam rakitan suatu produk yang menunjukkan keterkaitan antar komponen.tahap penyelesaian laporan sesuai dengan sistematika yang telah dibuat. 4.

dimana seluruh hasil analisis yang diperoleh pada bab sebelumnya di gambarkan dalam bentuk lay out pada bab ini.1 Kesimpulan Kesimpulan menjelaskan butir-butir temuan (hasil bahasan) yang disajikan secara singkat dan jelas. perusahaan.7 BAB VII PENUTUP 7. 7.lain. sehingga terlihat susunannya dalam bentuk sebuah pabrik. 3. Saran 33 .referensi pada buku tata letak pabrik dan media massa seperti internet dan lain. ataupun modul praktikum.BO) dan gudang bahan jadi (G.6 BAB VI FINAL LAY OUT Tahap-tahap yang dilalui dalam merancang Lay Out akhir. 3.2 Saran Saran-saran merupakan himbauan kepada instansi terkait maupun praktikum berikutnya yang berdasarkan pada hasil temuan yang bertujuan untuk dapat memberikan konstribusi yang sangat berarti bagi sebaiknya selaras dengan topik DAFTAR PUSTAKA Adapun daftar pustaka yang kami buat ini yaitu berasal dari referensi. Perbedaannya adalah menggambarkan banyak proses membuat produk atau komponen 4. 4.8 Multi Product Process Chart (MPPC) Peta merupakan bentuk kusus operasi process chart. TECHNIcAL GLOBAL ini terdiri dari 25 orang.Pada dasarnya gudang yang dirancang ini terdiri dari 2 jenis yaitu gudang bahan baku (G.MFG).9 Struktur Organisasi Adapun jumlah personil yang kami buat pada struktur organisasi PT.

disini kami telah dibagi beberapa kelompok dan sudah ditentukan sendiri data. Jadi semakin banyak target produksi yang kita dapatkan.3 Work Sheet Work Sheet adalah tabel fatokan untuk melihat semua aliran proses pada perhitungan operation process chart. 4.2 Jumlah Hari Kerja Adapun jumlah hari kerja yang kami perhitungkan perbulan dan perminggunya yaitu telah ditentukan oleh dosen yang bersangkutan. yaitu jumlah hari kerja perbulannya yaitu sebanyak 25 hari dan jumlah hari kerja perminggunya yaitu sebanyak 6 hari perminggu. Pada prinsifnya apabila tenaga kerja sudah merasa aman dan sehat dalam bekerja maka walapun jumlah harinya terus di tambah tenaga kerja tetap merasa aman dan dapat bekerja sesuai dengan standar yang sudah ditargetkan.data pendukung lainnya untuk proses pengerjaan lebih lanjut.1 Perhitungan Target Produksi Adapun data awal pada pengolahan peraktikum tata letak fasilitas pabrik yang kami dapatkan untuk tahap pengolahan data data. data yang didapat antara lain • Target Produksi = 3892 unit Setelah didapat target produksi yang sudah diberikan oleh dosen yang bersangkutan maka data mentah / data awal inilah yang menjadi patokan kita dalam pengerjaan lebih lanjut.BAB IV PENGUMPULAN DATA 4. maka semakin banyak pula hasil output yang kita dapatkan perbulannya. 4. jadi setiap kelompok sebelum memulai 34 . ini sudah distandarkan supaya pekerjaan dapat bekerja secara optimal dan menjaga agar tenaga kerja nantinya dapat beroperasi dengan baik.

4. 4. Ukuran mesin ini bukanlah rekayasa melainkan ukuran yang sebenarnya yang langsung dibuat dari produsenya / pabrik langsung.masukkan saja.masing mesin. ini telah ditentukan oleh ukuran mesin yang telah distandarkan. dan juga ditentukan ukuran pergerakan operator. dan didalam work sheet ini sudah tercantung nomor komponen setiap stasiun kerja.1 Mesin Potong Plat • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =295 cm =220 cm =170 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • Jumlah operator Untuk mesin potong plat ini dibutuhkan2 orang operator.mesin dan operator yaitu dapat dilihat dibawah ini : 4.4 Spesifikas Mesin Adapun perhitungan spesifikasi mesin yang kami rencanakan yaitu dengan memperlihatkan ukuran dari masing. adapun spesifikasi ukuran mesin. Dan setiap kelompok hanya memasuk.hal ini disebabkan dimensi beendas 35 .1 org untuk mengpersikan mesin dan 1 org lagi untuk memegang dan memposisikan benda kerja.praktikum tata letak fasilitas pabrik ini berfatokan pada work sheet ini.

2 Mesin Lipat Plat • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator 36 =140 cm =100 cm =140 cm . Posisi operator untuk 2 org operator pada mesin potong plat dapat dilihat pada skema berikut : meja • Cara kerja mesin Mesin ini di operasikan secara manual tanpa pemokraman numerik sumber tenaga pengerak mesin ini adalah listrik.lebih kurang 200 mm)dan ada yang keluar dari areah depan kembali (untuk material yang ukuran nya kecil dari 200 mm) • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin ini digunakan unuk memotong plat dengan ketebalan 1-10 mm dan panjang maksimal 250 cm.untuk mengerakan mata phat potong digunakan sistem hidrolik.baru kemudian di potong.material yang telah selesai di proses ad yang keluar dari belakang mesin (untuk ukuran yang besar.4. Alat bantu yang digunakan adalah penyanggah dari kayu dan alat bantu untuk ukura material tertentu.kerja yang cukup besar yaitu 2400 mm X 1400 mm X 10 mm dan tidak bisa dipegang oleh 1 org operator. Material masuk dari arah depan da kemuian di ukeur sesuai engan spesifikasi yang di butuh kan. 4.

meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • Jumlah operator Untuk mesin lipat plat ini hanya di butuhkan 1 org operator. • Deskripsi singkat tetang mesin Mesin lipat plat ini berfunggsi untuk melipat plat dengan ketebalan 1-10 mm dan panjang maks 120 cm. 4.3 Mesin Gerinda Potong • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • grinda potong .karen dimensi benda kerjanya hanya 505 mm X 150 mm X 10 mm • Cara kerja mesin Mesin ini di operasi kan secara manual tanpa pemokraman numerik dan tanpa tenaga penggerak. =115 cm =56 cm =48 cm Posisi operator pada stasiun kerja pemotongan dengan mesin 37 .4. Untuk ukuran plat yang akan di proses pada mesin in yaitu 505 X 150 X 10 mm tidak diperlukan alat bantu.

panjang 100 cm.lebar 100 cm.4. 4. • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin ini digunakan untuk memotong material yang berbentuk profil. • Cara kerja mesin Mesin ini di operaskan secara manual dengan menggunakan listrk sebagai tenaga pengerak.dalam pengoperasianya mesin grinda potong ini dipegang oleh operator dan bisas di bawa berpindah tempat (portable).4 Gunting • Dimensi o Gunting kawat : 100cm. meja • Jumlah opertor Untuk mesin grinda potong ini hanya dibutuhkan 1 rg operator yang bertugas mengoperasikan mesin.meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir pada stsiun kerja pemotongan dengan mesin grinda potong.tinggi 38 .alat bantu yang digunakan adalah ragum untuk menjepit atau memegasng benda kerja.

lebar 100 cm.5 Mesin Punch • Dimensi : panjang Lebar Tinggi =100 cm =40 cm =200 cm 39 .4. • Cara kerja Operator memegang gunting dengan jari tangannya dan kemudian mengunting benda kerja. 4.terpal dan busa sedang kan gunting kertasdi gunakan untuk mengunting ketas karton. • Diskripsi sinngkat tentang mesin Gunting kawat digunakan untuk menggunting kawat dengan diameter 2 mm.gunting kain bisa di gunakan untuk mengunting kulit.lebar 100 cm.tinggi 100 o Gunting kertas : panjang 100 cm.o Gunting kain cm : panjang 200 cm.tinggi 100 cm • Posisi operator pada stasiun kerja pemotongan dengan gunting meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir pada stasiun kerja pemotongan dengan gunting. meja Jumlah operator Untuk mengunting benda kerja hanya di butuhkan 1 org operator.

benda kerja diletakan di bawah pahat kemudian operator mengoperasikan mesin sehingga di peroleh benda kerja sesuai dengan tekstur mata pahat yang digunakan.seperti dapat dilihat pada skema berikut: meja • Jumlah operator Untuk mengoperasikan mesinpunch ini hanya dibutuhkan 1 org operator. • Cara kerja mesin Mesin punch ini mengunakan pahat yg ujungnya tumpul.6 Mesin Gerinda (Tegak dan Tangan) • Dimensi Gerinda tegak : panjang Lebar 40 =88 cm =58 cm . 4.4.• Posisi operator meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir Penumpukan akhir benda kerja yang di bolong dibawah dan yang tidak di bolong di tumpuk di samping. • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin ini digunakan untuk membentuk benda kerja sesuai dengan tekstur mata pahat yang digunkan selain itu mesin punch bisa digunakan untuk membolong benda kerja.

Tinggi Gerinda tangan : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator Gerinda tegak =100 cm =54 cm =28 cm =14 cm meja Gerinda tangan meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir Gerinda tegak meja Gerinda tangan meja • Jumlah operator 41 .

4. • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin digunakan untuk menghaluskan permukaan benda kerja akibat pemotongan dan lain –lain.Operator yang dibutuhkanuntuk menghaluskan benda kerja adalah 1orang. • Cara kerja mesin Grinda tegak :benda kerja bergerak Grinda tangan :mesin grinda bergerak menghaluskan bnda kerja 4.7 Mesin Bending Plat • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =224 cm =147 cm =106 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • Jumlah operator Operator yang di butuhkan untuk melengkungkan plat adalah 1 org dengan panjang lebih kurang 100 cm • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin digunakan untuk menengkuk material berbentuk plat . 42 .

8 Mesin Bending Profil • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =90 cm =75 cm =80 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • Jumlah operator Operator yang dibutuhkan pada mesin bending profil 1 org.mesin ini memiliki 2 buah rol yang berfungsi sebagai penekuk benda kerja • Cara kerja mesin 43 .4. • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin ini digunakan untuk menekuk material bentuk profil.material kluar dari sisi yang lain tempat awal memasukan material. 4.• Cara kerja mesin Material dimasukan ke mesin dan operator mengoperasikan mesin.

kemudian mesin di hidupkan dengan menggunakan motor.untuk menekuk mesin.kemudian salah satu rol yang memiliki tuas di tarik sehingga terbentuk tekukan sebagai hasil dari proses pemesinan.mesin memiliki 2 buah rol. 4.untuk menekukan benda kerja (berupa besi profil).tetapi manual (di atur sendiri oleh operator). 44 .4.Benda kerja dimasukan dari depan mesin. Cara kerja mesin Di posisikan pada dudukan benda kerja.9 Mesin Press • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =200 cm =100 cm =100 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • Jumlah operator Operator yang di butuhkan pada mesin pres 1 orang kecuali untuk material yang terlalu panjang • • Deskripsi singkat tentang mesin Mesin ini digunakan untuk mendatarkan.

10 Mesin Driil • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =90 cm =110 cm =170 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • • Jumlah operator Operator yang dibutuhkan pada mesin drill 1 org Deskripsikan singkat tentag mesin Mesin ini menggunakan alat bantu stanjek berukuran 35 X 35 X 90.diameter lubang hasil drill sesuai dengan ukuran mata pahat yang akan digunakan. 45 .4. Mesin ini bisa digunakan untuk membuat ulir dalam dengan diameter tertentu sesuai dengan diameter mata pahat yang digunakan • Cara kerja mesin Material di masukan ke ragum.4.kemudian mesin melubangi material.

4.11 Mesin Tapping • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =30 cm =2 cm =4 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • • Jumlah operator Operator yang dibutuhkan pada mesin taping 1 org Deskripsi singkat tentang mesin Taping digunakan untuk membuat ulir dalam.4.lalu diputar kembali 90 derajat berlawanan arah jarum jam.4.pembentuka uluir dilakukan dengan melakukan gerakan memutar gagang(alat bantu cekam)270 derajat searah jarum jam.kemudian pahat di posisikan tepat pada lubang yang akan dibuat ulir dalam nya.4.alat ini menggunakan semacam alat bantu utuk mencekam alat yang di gunakan untuk membuat ulir.12 Mesin Jahit 46 . • Cara kerja mesin Material yang akan di-tap diletakan di depan operator menggunakan ragum.

kain atau kulit siap di jahit.kain.4.5 cm Dengan diameter pelubangan kain 47 . • Cara kerja mesin Benda kerja (kain.dengan menekan pedal jahitan.atau kulit)diatur posisinya di mesin jahit.13 Perlubangan • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =100 cm =100 cm =100 cm =2.• Dimensi : panjang Lebar Tinggi =120 cm =45 cm =100 cm • Posisi operator meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • • Jumlah operator Oaerator yang dibutuhkan pada mesin jahit adalah 1 org. Deskripsi singkat tentang mesin Mesin jahit digunakan untuk menjahit material yang terbuat dari kulit. 4.lalu kain itu di jepit pada spatu mesin jahit.

14 Mesin Las • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =48 cm =33 cm =34 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir 48 . Deskripsi singkat tentang mesin Menggunakan alat bantu berupa alat ukur Cara kerja mesin Benda kerja di letakan diatas alat pelubang kain.4.lalu alat di berikan tekanan. 4.meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir meja • • • Jumlah operator Operator yang dibutuhkan pada mesin pelubang kan 1 org. sehinggakain ber lubang.

4. Deskripsi singkat tentang mesin Mesin ini digunakan untuk penyambungan atau memotong kompone.meja • • Jumlah operator Operator yasng dibutuhkan pada mesin las 1 org.15 Mesin Kompresor • Dimensi : panjang Lebar Tinggi • Posisi operator =116 cm =75 cm =42 cm meja • Penumpukan awal dan penumpukan akhir Pada mesin kompresor ini penumpukan awal dan akhir sama karena benda kerja atau komponen yang akan di cat di kerjakan pada tempat pertama diletakan.4.karbit akan meleleh sehingga ke 2 komponen menjadi ter sambung.hal ini dimaksudkan agar proses pengecatan tidak terganggu da hasil pengecatan tetap dalam keadaan baik • Jumlah operator Operator yang dibutuhkan pada mesin kompresor 1 org 49 . • Cara kerja mesin Benda kerja di atur posisinya kemudian karbit di tempatkan di dekat komponen yang akan di sambung atau di las.

• Deskripsi singkat tentang mesin Mesin kompresor pada pembutan kursi roda digunakan sebagai alat untuk mencat yang mengunakan tenaga angin. 50 . • Cara kerja mesin Cat diadukkan kedalam tabung kompresor.lalu cat disemprot pada benda kerja dengan memanfaatkan tekanan angin dari kompresor tersebut.

51 .

52 .

53 .

54 .

55 .

56 .

57 .

58 .

59 .

60 .

61 .

62 .

Dari perhitungan yang kami lakukan pada praktikum tata letak fasilitas pabrik ini kami dari kelompok III mendapat jumlah stasiun kerja sebanyak 32 unit. jumlah tersebut dikonversikan kedalam satuan unit.masing kelompok. Setelah hasil pengabungan satu komponen di beri nama sub assmbly (perakitan sementara). 4.BAB V PENGOLAHAN DATA 4.2 Assembly Chart (Aliran Perakitan) Assembly Chart adalah Grafik urutan-urutan Komponen dan rakitan bagian kedalam rakitan suatu produk yang menunjukkan keterkaitan antar komponen.aliran pengerjaan biar lebih jelas dan lebih terperinci. Pada penggambaran aliran perakitan (assembly chart) ini kami dari kelompok III mendapat sebanyak 7 sub assembly dan setelah sub assembly baru dilakukan proses perakitan (assembly). Dan melihat rakitan. semakin banyak target produksi maka jumlah hasil target outputnya 63 . setelah itu baru ke assembly (perakitan).3 Kebutuhan Input-Output Perencanaan kebutuhan bahan baku / material untuk memproduksi suatu produk uatu dilakuakan berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan.1 Operation Process Chart (OPC) Peta proses operasi (Operation Process Chart) adalah peta yang menggambarkan urutan operasi yang dilalui suatu produk. 4. Jumlah input – output itu berasal dari jumlah target produksi yang diberikan terhadap masing. Dan juga pada peta proses operasi ini kita dapat melihat seluruh aktivitas perstasiun kerja guna melihat pengerjaan setiap aliran prosesnya. jadi setiap komponen digabungkan.rakitan awal sebelum perakitan. Peta operasi proses ini harus dibuat sedetail mungkin agar setiap aliran. yang dapat pula digambarkan dengan gambar teruntai. Peta proses oprasi memperluas peta rakitan dengan menambahkan setiap operasi kedalam gambaran grafik pola aliran pertama yang yang telah dikembangkan.

masing komponen dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : Kebutuhan material = Input x Jumlah item Unit Per Bahan dasar Untuk menghitung jumlah input pada masing.akan lebih banyak. 1996. Output = 3892 unit 25 x 6 (hari) Maka didapat output perbulannya dari kelompok III mendapat sebanyak = 934. dan dibagikan kedalam jumlah hari kerja perbulannya dikalikan dengan jumlah jam kerjanya perhari. jumlah tersebut dikonversikan kedalam satuan unit. maka hasil itulah yang dijadikan sebagai target output produksinya.1 = Output operasi k-1 64 . Jadi didapat persamaan sebagai berikut : Output = Target Produksi Jumlah Hari kerja Perbulan x Jumlah Jam Kerja perhari Dari persamaan rumus diatas maka didapat jumlah output perbulannya didapat yaitu sebesar.08 unit / jam.4 Kebutuhan Material Perencanaan kebutuhan bahan baku / material untuk memproduksi suatu produk atau dilakuakan berdasarkan target produksi yang ditetapkan perusahaan. 4.masing proses dapat digunakan rumus sebagai berikut ( Tampkins. Dan dapat dilihat persamaan rumus dibawah ini : Untuk menghitung kebutuhan material untuk masing. hal 53 ) Ik = ( Ok – 1 ) ( 1 – Pk ) Keterangan : Ik = Input Operasi k Pk = Persen Scrap kualitas operation k Ok.

Contoh kasus perhitungan kebutuhan material : Jika ukuran sebuah bahan dasar sebuah plat dudukan per denga spesifikasi sebagai berikut : panjang : 48 mm. dan tinggi 1 mm. dan didapat jumlah input x item sebesar : 990.48. lebar : 96 mm. maka totalnya (n) yaitu sebesar 4608 mm.652 dan dibulatkan sebanyak 5 unit. 65 . lebar : 4 mm dan tinggi 1 dan dimensi bahan jadi panjang : 500 mm.5055 maka dihitung dengan persamaan rumus sebagia berikut : Kebutuhan Material = Input x Jumlah item Unit Per Bahan dasar Kebutuhan Material = 4608 99. maka didapatkan pesen scrapnya yaitu sebesar 0.5055 Maka didapat kebutuhan material untuk bahan dasar plat dudukan sebanyak 4. Jika dimensi bahan plat dudukan dengan ukuran dimensi bahan dasar panjang : 3 mm. Scrap merupakan material sisa yang ditimbulkan dalam proses manufactur atau banyaknya material baku yang terbuang dalam satuan dimensi luas (bukan volume material yang terbuang). lebar : 500 mm dan tinggi : 1 mm. Untuk melihat % sekrapnya dapat dilihat persamaan rumus sebagai berikut : % Scrap = Dimensi yang tidak dipakai x 100 % Dimensi Awal Contoh kasus : pekerjan bahan plat dudukan.0048 % . maka akan didapat % scrap adalah sebagai berikut : % Scrap = Dimensi yang tidak dipakai x 100 % Dimensi Awal % Scrap = 12 x 100 % 250000 % Scrap = 0.

68 unit. target produksi yang telah ditentukan. 1996.masing stasiun kerja.5 Kebutuhan Mesin Jumlah mesin yang dibutuhkan tergantung pada rencana produksi. Kebutuhan mesin ini ditentukan oleh berapa lama waktunya proses setiap masing.90. hal 54) F = ∑ SQ HER Dimana : F = jumlah mesin yang dibutuhkan per shift (unit) S = waktu proses per operasi per komponen (jam) Q = output per operasi per shift (unit / jam) E = efisiensi H = jumlah waktu mesin tersedia per jam R = Reabiliti mesin. kebutuhan mesin sangat erat sekali hubungannya dengan kebutuhan material setiap kelompok yang sudah ditentukan. maka didapat persamaan sebagai berikut : Perhitungan jumlah mesin dapat mengggunakan rumus sebagai berikut : (Tompkins.95 x 0. Jika komponen plat dudukan untuk mesin dikerjakan dengan total kuantitatif / jam 606. 66 . Reability : 0. dan total kuantitatif / jam : 101 shiff / hari.95. jumlah waktu mesin tersedia / jam : 6 maka akan didapat jumlah mesin aktual dengan perhitungan dibawah ini : F = ∑ SQ HER Jadi F = 110 (0. kapasitas produksi. dan dibulatkan jumlah mesin menjadi 20 unit. dan waktu produksi yang dibutuhkan. Maka total stasiun kerja itu yang dimasukkan terhadap jumlah kebutuhan mesin aktual.90 x 6) Maka akan didapat jumlah mesin teoritis sebanyak 19.4. efisiensi mesin : 0. Contoh kasus : pengerjaan stasiun kerja pengukuran pada mesin ukur.

6 Rekapitulasi Kebutuhan Material. perhitungan mesin diambil dari nilai hasil perkalian input x item x waktu pengerjaan setiap stasiun kerja masing.4. Data yang diperoleh untuk kebutuhan mesin dan operator itu di ambil dari hasil sub total dari perhitungan mesin setiap stasiun kerja. 67 .masing. jadi dari hasil itu dimasukkan kedalam jumlah input x item maka akan didapatkan kebutuhan material. mesin dan operator itu adalah hasil rangkuman dari jumlah target produksi setiap masing. Mesin dan Operator Hasil rekapitulasi kebutuhan material.masing kelompok.

Tabel Kebutuhan Material Aktual No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Nama Komponen Plat dudukan Plat penompang dudukan Besi penompang Plat dudukan per Plat cangkang Plat sambungan sand tangan kanan Plat sambungan sandaran tangan kiri Kulit samping alas duduk Kulit atas alas duduk Kawat alas duduk Busa alas duduk Rangka sandaran punggung Lempeng pengatur Plat sandaran punggung Plat penyambung sandaran punggung Kulit samping sandaran punggung Kulit atas sandaran punggung Kawat sandaran punggung Busa sandaran punggung Kawat pengunci Besi sandaran tangan kanan Besi sandaran tangan kiri Busa sandaran tangan kanan Busa sandaran tangan kiri Kulit samping sandaran tangan kiri sebelah kanan Kulit samping sandaran tangan kanan sebelah kanan Kulit samping sandaran tangan kanan sebelah kiri Kulit samping sandaran tangan kiri sebelah kiri Kulit atas sandaran tangan kanan Kulit atas sandaran tangan kiri Bis sandaran tangan kanan Bis sandaran tangan kiri Besi rangka bawah Besi jari-jari Besi pengatur tinggi Kebutuhan Material (unit/jam) 1 5 1 5 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 68 .Tabel 2.

Tabel 3. Tabel Mesin Dan Operator No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Nama Mesin Meja Ukur Mesin Potong Plat Mesin Pemotong Kulit Mesin Potong Profil Mesin Potong Kain (Gunting) Mesin Pemotong Kawat Mesin Punck Mesin Press Meja Lipat / Tekuk Plat Mesin Gerinda Mesin Drill Mesin compresor (cat) Mesin Bending Profil Mesin Jahid Mesin Tekuk Meja Perakitan 1 Meja Perakitan 2 Meja Perakitan 3 Meja Perakitan 4 Meja Perakitan 5 Meja Perakitan 6 Meja Perakitan 7 Meja Perakitan 8 Meja Perakitan 9 Total Kebutuhan Operator Per Mesin 1 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Jumlah Mesin Aktual (Unit) 20 4 1 3 5 1 1 3 1 7 3 6 1 4 7 4 2 2 1 1 1 1 1 Total Operator Per Mesin 20 8 1 6 5 1 1 3 1 7 3 6 1 4 7 4 2 2 1 1 1 1 1 76 69 .

adapun rancangan ukuran panjang. lebar dan tinggi gudang bahan baku yang kami buat . dan fasilitas masing. lebar dan tingginya setelah melakukan perakitan. Peta terdiri atas beberapa kolom.aliran stasiun kerja pada setiap sk. Dan MPPC ini digunakan untuk melihat aliran setiap stasiun kerja. 4. dan diperkirakan keseluruhan panjang.MFG). adapun tujuan dibuatnya MPPC yaitu agar diketahui semua aliran. dan masing. Dan gudangan bahan jadi untuk penggudangan harus diperkirakan panjang material yang harus disimpan apakah sesuai atau tidak nantinya. dan diperhitungkan jumlah material yang tersimpan nantinya pada gudang bahan yang kita rencanakan. Pada dasarnya gudang yang dirancang ini terdiri dari 2 jenis yaitu gudang bahan baku (G.masing. TECHNICAL GLOBAL ini terdiri dari 25 orang.8 Multi Product Process Chart (MPPC) Peta merupakan bentuk kusus operasi process chart. sejak dulu.4.masing. 4.9 Struktur Organisasi Adapun jumlah personil yang kami buat pada struktur organisasi PT. Adapun jumlah personil dan fasilitas ini ditentukan atas tingkatan pekerjaan yang sudah ditentukan oleh luas areanya masing. Kolom menunjukkan jenis produk atau komponen yang akan dibuat.7 Perencanaan Gudang Gudang dapat di definisikan sebagai tempat yang di bebani tugas untuk menyimpan barang yang akan dipergunakan dalam produksi sampai barang diminta sesuai dengan jadwal produksi. dan ini tergantung terhadap perkiraan panjang material setiap komponen masing.masing ditentukan oleh kebutuhan setiap personil. apakah perusahaan akan menggunakan gudang untuk komersial atau lebih baik digunakan sendiri. gudang berfungsi sebagai buffer atau penyeimbang dan untuk menentukan langkah selanjutnya suatu perusahaan.BO) dan gudang bahan jadi (G. Dan pada pengolahan yang kami buat ini MMPC yang paling terpanjang yaitu lempeng pengatur tinggi yaitu sebanyak 8 aliran proses.masing individu mempunyai tugas tersendiri. Perbedaannya adalah menggambarkan banyak proses membuat produk atau komponen. 70 .

serta manajer langsung yang menyampaikan kepada Direktur.kepala bagian cabang.kepala bagian yang langsung memberikan informasi tentang kejadian dan pelaksanaan tehadap manajer.Dan pada dasarnya semua pertanggung jawaban terletak pada kepala. 71 . dari bagian cabang yang memberikan tugas dan pekerjaan. wakil dan sekretarisnya. Jadi pada dasarnya seluruh aktivitas yang lebih mengetahui seluk beluk perusahaan yaitu kepala.

BAB VI FINAL LAY-OUT
6.1 Esensi Teknik konvensional Perancangan tata – tata letak pabrik pada teknik konvensional dilakukan dengan menggunakan pendekatan – pendekatan kualitatif. Kompleksitas persoalan tata – tata letak pabrik mendorong cara – cara kualitatif dilakukan dengan harapan akan memudahkan penyelesaian rancangan. Teknik konvensional merupakan teknik – teknik yang lebih tepat untuk perancangan tata letak pabrik secara keseluruhan. Namun bukan berarti kita tidak dapat menggunakan teknik – teknik demikian untuk menyelesaikan masalah kecil seperti tata letak mesin. Tahap- tahap yang perlu dilalui dalam teknik konvensional terdiri atas 3 bagian yaitu a. Tahap analisis tingkat hubungan atau kedekatan b. Perencanaan kebutuhan luas lantai, dan c. Tata letak ahir, teknik konfensinal tidak menggunakan formulasi matematis. Namun pada sisi lain persaratan utama dalam menerapkan teknik ini adalah pengalaman perancang.karena pendekatan kualitatif membutuhkan tingkat subjektif lebih dominan.Sebagai mana yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada tiga bagian yang utama teknik konfensional perancangan tata letak pabrik yang dirinci sebagaiberikut : • Mengidentifikasi aktifitas yang telah didevenisikan sebagai fasilitasfasilitas pabrik. • Menyiapkan lembaran Activity Relationship Chart (ARC) dan mengisinya dengan nama-nama fasilitas yang telah ditetapkan pda langkah 1. • Merumuskan alas an-alasan yang dapat dijadikan dasar bahwa fasilitasfasilitas dapat didekatkan atau harus dijauhkan. • Memberikan penilaian berdasarkan system penilaian yang telah disepakati. • Merangkum hasil penilaian ARC kedalam Work Sheet.

72

• Menyiapkan Blok Template sejumlah fasilitas yang akan dirancang tataletaknya. • Menyusun Activity Relationship Diagram (ARD) berdasarkan tingkat hubungan. • Menyiapkan Area Template berdasarkan kebutuhan luas lantai setiap fasilitas. • Membuat Area Allocating Diagram (AAD) sebagai tata letak ahir rancangan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam pengerjaan Final Layout adalah sebagai berikut : 6.1.1 Activity Relationship Chart (ARC) Langkah awal yang dilakukan tim perancang adalah menganalisis tingkat hubungan dengan menggunakan ARC. Agar proses penilaian tingkat hubungan menghasilkan penilaian yang baik maka harus dirumuskan alas an-alasan tingkat hubungan antar pusat kegiatan sebagai berikut :
Tabel 4. Activity Relationship Chart (ARC)

Kode 1 2 3 4 5

Alasan Tingkat Hubungan Urutan Alran Bahan Membutuhkan Area yang sama Intensitas Hubungan dokumen dan Personalia yang sama Debu dan Bising Bau dan Kotor

Tabel 5. Sistem penilaian Activity Relationship chart (ARC)

Lambang A E I O U X

Keterangan Mutlak perlu berdekatan Sangat penting berdekatan Penting berdekatan Tidak ada masalah Perlu berjauhan Mutlak berjauhan

Gambar 13. Activity Relationship Chart (ARC)

73

ACTIVITY RELATIONSHIP CHART (ARC) TINGKAT HUBUNGAN

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

FASILITAS

GUDANG BAHAN BAKU 1 2 (GBO) U A 3 GUDANG BAHAN JADI 4 1,2,3 (GMPG) A 0 5 1,2,3 O U 6 PABRIK O O O U U O RUMAH SAKIT O U E O O U KANTIN E U O 1,2 O U MASJID U U O O E U KANTOR 1,2 O U U U O U PDAM 5 E U 6 PEMADAN KEBAKARAN 1,2 O 7 U 8 PENGOLAHAN LIMBAH 9 10

7 U 8 O 9

10 E U 1,2 E 1 1,2 2 O 3 4

Ket : A : Mutlak Berdekatan E : Sangat Penting Berdekatan I : Penting Berdekatan O : Tidak Masalah Setelah pengisian ARC, selanjutnya adalah merepatitulasi hasil penilaian U : Perlu dijauhkan X : Harus Dijauhkan

kedalam work

sheet. Tidak ada perhitungan dalam pengisian work sheet.

Kegunaan work sheet adalah memudahkan perancangan untuk mengetahui tingkat hubungan sebuah pusat kegiatan atau fasilitas satu dengan yang lainnya. Hasil rekapitulasi dalam bentuk work sheet sebagai beriku.

74

6.1.2 Work Sheet Selanjutnya Merekapitulasi hasil penilaian kedalam Work Sheet. Kegunaannya adalah untuk memudahkan perancang untuk mengetahui tingkat hubungan sebuah pusat kegiatan atau fasilitas 1 dengan yang lainya. Hasil WorkSheet Sebagai berikut :
Table 6. tabel Work Sheet

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Fasilitas Gudang B.O Gudang G.MFG Pabrik Rumah Sakit Kantin Masjid Kantor PDAM Pemadam Kebakaran Pengolahan Limbah A 3 3 1,2 E 9,10 5 4,6 8 9 2,8 2

Tingkat Hubungan I O U 4,6,9 2,5,8,10 1 4,5,7,8 1 1 4,5,8,10 6,7,9 1,2,3,6,9 7,8,10 2,3,7,8,9,1 1 0 1,4,9 2,5,9 2,3,5,10 1,4,6,7 3,8 2,3,7,10 1,3,4,6,8,10 1,4,7 3,5,10 1,4,5,6,7,8, 9

X -

6.1.3 Block Template Langkah selanjutnya memppersiapkan Block Template. Yang merupakan Template yang berisi pusat kegiatan dan tingkat hubungan antar setiap pusat

75

Tujuannya adalah perancang dengan mudah mengidentifikasi keterkaitan setiap fasilitas.7. 9 I E 8 U 1. Tabel Block Template A O 4.7 9 A O 3.1.7.6.4.5.6. Data yang diperoleh dari perencanaan luas lantai 76 .9 1 X A O 4.kegiatan.8.9 7 I 1 E U 7.6.9 O 2.3.9 I 1 E U 6.9 O 2.10 I 8 X E U 1.7 I A O 1. 9 4 X E A U 2.5.6.8.8 2 X A O 4.8.5.8.9. 8 U 3.10 8 I 5 X X A X A E U 1 I 4.3.2. Block Template merupakan rekapitulasi derajat kepentingan antar fasilitas yang dimasukkan dalam sebuah block yang mewakili sebuah fasilitas.4. Tabel 7.10 3 X A O 1.10 5 I X E 9.8 10 E 2.8.4.3.10 A 6 U 1 O 1.9 I 6.10 O 2.4.7.3.8.5.3.10 I E 2 U 1.5.5.3. 6 X E U 2.7.4.7.4 Total Space Requiremen Sheet Selanjutnya data yang diperlukan adalah kebutuhan luas lantai setiap pusat kegiatan atau fasilitas.6.

MFG Pabrik Rumah Sakit Kantin Masjid Kantor PDAM Pemadam Kebakaran Pengolahan Limbah Dimensi (mxm) 5x3 6x6 15 x 10 10 x 10 10 x 10 7x6 7 x 10 4x4 4x4 5x5 Luas (m2) 15 36 150 100 100 42 70 16 16 25 Kebutuhan Modul (4x4) 1 2 5 5 5 3 3 1 1 1 6. sehingga proses kegiatan yang harus berdekatan atau berjauhan dapat dirancang secara 77 .1. bentuk empat persegi digunakan untuk proses penataan atau tata letak ahir. dengan menggunakan Block Template. Untuk permasalahan pembuatan layout lantai produksi atau layout akhir yang menjadi pedoman utama kita yaitu membuat tabel Total Space Ruquivement Sheet. adapun dimensi untuk kebutuhan modul diperkirakan ukuran 4 x 4 m. Tabel 8. yang kami buat ini dalam perancangan layout dapat dilihat pada tabel 8 dibawah ini. Perancang sangat memperhatikan tingkat hubungan setiap kegiatan. Tabel Total Space Requiremen Sheet No Fasilitas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Gudang B. Kebutuhan luas lantai produksi dan layout akhir merupakan total kebutuhan tiap tempat kerja mandiri. Penggunaan Block Template bertujuan memudahkan pengendalian proses perancangan layout akhir khususnya.5 Block Lay-Out Langkah selanjutnya merupakan langkah kritis yaitu perancangan Block layout. kemudian hasil perancangan disebut Activity Relationship Diagram (ARD).O Gudang G. Perancang merekapitulasi kebutuhan luas lantai dalam Total Space Requiremen Sheet . Umumnya perancangan memilih bentuk departemen empat persegi walaupun mungkin menggunakan bentuk unik lainya. Tempat kerja mandiri berkumpul membuat sebuah departemen.termasuk telah mengakomodasi kelonggaran (allowance) untuk kebutuhan kelancaran kegiatan.

10 3 X A O 1. Activity Relationsip Diagaram (ARD) yang diperoleh menjadi dasar perancangan tata letak ahir pabrik.9 6 X 78 . Adapun Block Template yang kami rencanakan dapat dilihat pada gambar dibawah ini : Tabel 9.4. Jumlah modul yang dibutuhkan telah dihitung dalam tabel Total Space Requirement Sheet.5. Tabel Block Layout A O 1. ukuran fasilitas berdasarkan skala dalam bentuk modul – modul. Activity Relationsip Diagaram (ARD) yang telah diperoleh sudah mencerminkan rancangan tata letak ahir.6. Peracang akan mengkonfersikannya kedalam bentuk skala dengan menggunakan Area Template. untuk mendapatkan tata letak ahir pabrik perancangan memerlukan ukuran-ukuran nyata setiap fasilitas.konsisten. Biasanya ukuran modul yang digunakan adalah 4 x 4 .6.2.9 4 X A O 4.9 1 X A O 4.3.8.

10 5 X X A X A E U 1 I 4.7.10 I E 9.3.9 7 I 1 E U 7.1.5.3. Pada AAD.3. AAD memberikan pula kemungkinan penyesuaian tata letak apabila hasil ARD masih kurang tepat.6.8 2 I 1 E U 6.7 I A O 1.7 9 A O 3.E U 2.8.4.9.8.8. pusat kegiatan yang harus berjauhan tidak dibenarkan menjadi berdekatan atau sebaliknya.9 O 2.9 I E 8 U 1. perancang memperoleh pula bentuk umum aliran bahan yang akan berlaku.3. AAD merupakan gambaran tata letak akhir.5.6 Area Alocation Diagram (AAD ) Area Alocation Diagram (AAD) pada prinsipnya merupakan area tempelate yang disusun berdasarkan ARD.7. AAD akan memperlihatkan formasi akhir tata letak pabrik yang akan di bangun.7 .9 O 2.5.1 Kesimpulan Adapun hasil kesimpulan kelompok penulis setelah melakukan praktikum tata letak fasilitas ini adalah sebagai berikut : 79 .4.6.5.8 10 E 2.7.8.3.10 8 I 5 X A O 2.6.1 0 A U 1 O 4.4. penyesuaian tidak boleh melanggar tingkat hubungan yang telah ditetapkan. 6 X E U 2. Artinya. BAB VII PENUTUP 7. 8 U 3.10 I E 2 U 1.10 I 8 X E U 1. yang memiliki tingkat hubungan berdekatan tidak dibenarkan berjauhan.4.7. namun setiap pusat kegiatan belum berisi fasilitas. Namun.9 I 6.5.8.

605 meter jadi didapat luas keseluruhan yaitu sebesar 4453. 80 . Total jumlah mesin yang kami butuhkan sebanyak 80 unit dan jumlah operator sebanyak 87 orang.308 m dan lebar 51.92 m2.08 unit / jam. Jumlah kebutuhan material bahan baku yaitu sebanyak 43 unit / jam. 2.TECHNICAL GLOBAL ini dengan perincian panjang 86. J. ITB. Boston. dengan tujuan agar hasil layout akhirnya mendapatkan hasil yang spesifik / akurat.M : Tata Letak Pemindahan Bahan : Edisi Ketiga. Jumlah personil struktur organisasi PT.1. Heragu. 7. 1990. Luas layout keseluruhan PT. Apple. Jumlah target output produksi perbulannya yaitu sebesar 934. 5. 2. Facities Design.2 Saran Adapun saran dari kelompok penulis dalam menyelesaikan laporan praktikum tata letak fasilitas pabrik ini antara lain : 1. 1997. DAFTAR PUSTAKA 1. Pada peraktikum Tata Letak Fasilitas Pabrik ini alangkah baiknya kita menggunakan metode Final Layout. Pada penyusunan layout akhir tentang penyusunan mesin kita lebih menggunakan Metode Hollier data from to chart dengan tujuan agar pengaturan urutan mesin dan efisiensi dalam proses perhitungan.TECHNICAL GLOBAL adalah sebanyak 114 orang. 3. 4. Bandung. 2. Sunderesh. PWS Publishing Company.

A.A.1084.H. M.A. White. USA. Facilities Planning. 4. Tompkins. J. 1996. 2004. Jhon Wiley & Sons Inc. E.3. J. 81 . Tanchoco. “Simulation Based Layout Planning Of A Production Plant”.A / Bozer Y. J. Trevino J. 1079. Scond Edition. Frazella. Altinklininc.M. Procending Of the 2004 Winter Simulation Conference.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->