Fadli robby amsriza/20040310084

THERAPY LEPTOSPIROSIS Pasien pulang
y y y

Doxycycline 100mg 2x1 (dewasa) selama 7-14 hari Doxycycline 2mg/kgbb 2x1 max 200mg/hr (anak ”8 th) selama 60 hari Amoxicillin 25-50 mg/kgbb 3x1 (ibu hamil)

Pasien mondok
y y y y

Penicillin 1.5 juta/6 jam selama 7 hari Doxycyclin 100mg 2x1 selama 7-14 hari Ceftriaxon 1g/24 jam selama 48-72 jam Cefotaxim 1g/6 jam selama 48-72 jam

Leptospirosis mempunyai dua fase penyakit yang khas. Fase pertama, leptospiremia, ditandai dengan adanya Leptospira dalam darah, cairan otak, dan sumsum tulang belakang. Fase ini berlangsung mendadak dengan gejala sakit kepala hebat serta nyeri otot paha, betis, dan pinggang. Penderita mengalami demam tinggi sampai menggigil, mual, muntah, dan diare. Fase kedua, fase imun, ditndai dengn peningkatan titer antibody. Dapat timbul demam disertai menggigil, nyeri otot, nyeri abdomen, terdapat perdrahan berup epistaksis, terdapt gejal kerusakan ginjal dan hati. Uremia, ikterik.

Elektif HD y Sindrom uremi y Hipertensi sulit terkontrol y Overload cairn y Persiapan opersi y Oliguri-anuri 3-5 hr y Keratin >8-12 mg% y CCT< 5ml/mnt Indikasi absolute
y y y y

Cito HD y Hiperkalemia y Edem pru y Asidosis metabolic berat y Overdosis obt y Perikrditis y koma

Hiperkalemi Asidosis metabolic tak teratasi Udem paru berat Perikrditis uremia

Indiksi relative
y y

Azotermia simtomtis berupa ensefalopati Toksin yang dapaat didialisis

Kontraindiksi relatif
y y

Hipotensi yng tak respon terhdap presor Sindrom otak organic

2008

Fadli robby amsriza/20040310084 PENGELOLAAN GGA Prinsip pengelolaannya di mulai dengan mengidentifikasi pasien yang berisiko GGA (sebagai tindak pencegahan), mengatasi penyakit penyebab GGA, mempertahankan hemoestatis; mempertahankan euvolemia, keseimbangan cairandan elektrolit, mencegah komplikasimetabolik seperti hiperkalemia, asidosis, hiperfosfatemia, mengevaluasi status nutrisi, kemudian mencegah infeksi dan selalu mengevaluasi obat obat yang di pakai. Pengelolaan medis GGA Pada GGA terdapat 2 masalah yang sering di dapatkan yang mengancam jiwa yaitu edema paru dan hiperkalemia. Edema paru Keadaan ini terjadi akibat ginjal tak dapat mensekresi urin, garam dalam jumlah yang cukup. Posisi pasien setengah duduk agar cairan dalam paru dapat didistribusi ke vaskular sistemik, di pasang oksigen, dan di berikan diuretik kuat (furosemid inj.). Hiperkalemia Mula-mula di berikan kalsium intravena (Ca glukonat) 10% sebanyak 10 ml yang dapat di ulangi sampai terjadi perubahan gelombang T. Belum jelas cara kerjanya, kadar kalium tak berubah, kerja obat ini pada jatung berfungsi untuk menstabilkan membran. Pengaruh obat ini hanya sekitar 20 -60 menit. Pemberian infus glukosa dan insulin (50 ml glukosa 50% dengan 10 U insulin kerja cepat) selama 15 menit dapat menurunkan kalium 1-2mEq/L dalam waktu 30-60 menit. Insulin bekerja dengan menstimulasi pompa N-K-ATPase pada otot skelet dan jantung, hati dan lemak, memasukkan kalium kedalam sel. Glukosa di tambahkan guna mencegah hipoglikemia. Obat golongan agonis beta seperti salbutamol intravena (0,5mg dalam 15 menit) atau inhalasi nebuliser (10 atau 20mg) dapat menurunkan 1mEq/L. Obat ini bekerja dengan mengaktivasi pompa Na-K-ATPase. Pemberian sodium bikarbonat walaupun dapat menurukan kalium tidak begitu di anjurkan oleh karena menambah jumlah natrium, dapat menimbulkan iritasi, menurunkan kadar kalsium sehingga dapat memicu kejang. Tetapi bermanfaatapbila ada asidosis atau hipotensi. Pemberian diuretik Pada GGA sering di berikan diuretik golongan loop yang sering bermanfaat pada keadaan tertentu. Pemberian diuretik furosemid mencegah reabsorpsi Na sehingga mengurangi metabolisme sel tubulus, selain itu juga di harapkan aliran urin dapat membersihkan endapan, silinder sehingga menghasilkan obstruksi, selain itu furosemid dapat mengurangi masa oliguri. Dosis yang di berikan amat bervariasi di mulai dengan dosis konvensional 40 mg intravena, kemudian apabila tidak ada respons kenaikan bertahap dengan dosis tinggi 200 mg setiap jam, selanjutnya infus 10-40 mg/jam. Pada tahap lebih lanjut apabila belum ada respons dapat di berikan furosemid dalam albumin yang di berikan secara intravena selama 30 menit dengan dosis yang sama atau bersama dengan HCT. Nutrisi Pada GGA kebutuhan nutrisi di sesuaikan dengan keadaan proses kataboliknya. GGA menyebabkan abnormalitas metabolisme yag amat kompleks, tidak hanya mengatur air, asambasa, elektrolit, tetapi juga asam amino/protein, karbohidrat, dan lemak. Dialisis atau Pengobatan Pengganti Ginjal Indikasi yang mutlak untuk dialisis adalah terdapatnya sindrom uremia dan terdapatnya kegawatan yang mengancam jiwa yaitu hipervolemia (edema paru), hiperkalemia, atau asidosis berat yang resisten terhadap pengobatan konservatif.

2008