Definisi Business Intelligent Business Intelligence (BI) merupakan sistem dan aplikasi yang berfungsi untuk mengubah data-data

dalam suatu perusahaan atau organisasi (data operasional, data transaksional, atau data lainnya) ke dalam bentuk pengetahuan. Aplikasi ini melakukan analisis data-data di masa lampau, menganalisisnya dan kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk mendukung keputusan dan perencanaan organisasi.

Salah satu perusahaan yang membutuhkan Business Intelligent ialah perusahaan transportasi khususya pada pelayanan jasa armada taksi dikarenakan persaingan yang ketat antar perusahaan terlebih pada saat ini membutuhkan cara untuk meningkatkan competitive advantage nya. Perusahaan taksi yang paling bersaing saat ini ialah Putra Group dengan Blue Bird Group. Jika dilihat dari market share bisnis jasa pelayanan taksi di Indonesia ini, maka yang masih menjadi top leader nya ialah Blue Bird Group, dan challenger nya ialah Putra Group, dan follower nya ialah Express Taksi. Putra Group sebagai salah satu perusahaan taksi yang cukup besar di Indonesia. Dengan motto´Aman dan Terpercaya´, sebelumnya beroperasi dengan nama Taksi CITRA yang mulai beroperasi sejak 1995 menggunakan jenis kendaraan Sedan Proton Saga 1300cc. Hingga tahun 1997 Jumlah kendaraan mencapai 1000 unit. Karena pergantian pemegang saham dan pertimbangan pasar, Taksi CITRA kemudian berubah nama menjadi Taksi PUTRA pada awal tahun 2001. Sampai dengan saat ini armada kendaraan yang dimiliki Perusahaan Taksi Putra Group lebih dari 2.500 ken daraan. Sejak awal pendirian konsep pengoperasian taksi menggunakan system owner operator yaitu sistem pengelolaan yang memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk memiliki kendaraan taksinya dalam kurun waktu tertentu melalui mekanisme setoran harian. Dengan demikian pola hubungan antara perusahaan dan pengemudi merupakan pola kemitraan yang diatur dalam tata tertib pengoperasian taksi. Pilihan atas sistem pengelolaan ini dilandasi semangat berbagi dengan memberi kesempatan kepada pengemudi untuk turut dalam proses peningkatan kesejahteraan, karena sistem ini dapat menjamin peningkatan kesejahteraan pengemudi setelah masa cicilan selesai.Dengan sistem owner operator, motivasi kerja dan rasa memiliki pengemudi atas armada taksinya akan tinggi, sehingga para pelanggan akan senantiasa memperoleh pelayanan terbaik.

Dengan Business Intelligent akan pengetahuan yang

dapat

membantu

Putra Group

mendapatkan

jelas mengenai BI pesaing juga

mengenai faktor-faktor yang

Risiko ini akan terjadi jika pembangunan BI tersebut tidak direncanakan secara cermat. Upaya memaksimalkan kinerja organisasi merupakan hal yang prioritas saat ini. Organisasi jelas mampu mengidentifikasikan. Untuk mencapai kinerja yang maksimal.mempengaruhi kinerja organisasi sehingga dapat membantu organisasi dalam pengambilan keputusan serta sekaligus juga meningkatkan dapat membantu keunggulannya (competitive suatu organisasi dalam advantage). waktu. yaitu BLUE BIRD GROUP sebagai leader di . menjelaskan. pembangunan BI juga memiliki risiko yang cukup besar untuk mengalami kegagalan (tidak sesuai dengan kebutuhan organisasi). Di sisi lain. menganalisis Business Intelligent perubahan tren yang terjadi sehingga akan membantu organisasi menentukan strategi yang diperlukan dalam mengantisipasi perubahan tren tersebut. organisasi tersebut harus mampu melakukan : o Komunikasi yang jelas mengenai strategi dan tujuan organisasi o Meningkatkan budaya akuntabilitas o Menyediakan dan meningkatkan akses data dan informasi sesuai dengan kebutuhan o Meningkatkan partisipasi sebanyak-banyaknya pihak yang terkait BI dapat dimanfaatkan suatu organisasi dalam mencapai hal-hal di atas. yang secara dan mengimplementasikan strateginya akan mampu berkembang dan berkompetisi lebih baik. Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana faktor-faktor yang menjadi penentu suksesnya implementasi Business Intelligent di suatu organisasi bisnis pesaing PUTRA GROUP. maupun sumber daya manusia. baik itu berupa dana. menurut beberapa hasil studi dan riset. Bahkan BI dapat dijadikan dasar dalam melakukan pengawasan karena BI juga dapat memberikan : Informasi dini (alert) jika terjadi penyimpangan antara kinerja dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya o Menyediakan laporan ter-otomasi (automated-feedback) o Memonitor secara real-time Key Performance Index (KPI) Upaya implementasi BI memerlukan investasi sumber daya organisasi yang relatif cukup besar.

bisnis transportasi khususnya armada taksi agar dapat memberikan suatu rekomendasi untuk perusahaan PUTRA GROUP agar mampu meningkatkan competitive advantage perusahaan? Manfaat Business Intelligence Bagi Perusahaan Beberapa manfaat yang bisa didapatkan bila suatu perusahaan mengimplementasikan BI adalah sebagai berikut : a. . Meningkatkan nilai data dan informasi organisasi Melalui pembangunan BI. Informasi-informasi yang dulunya tidak dicakupkan sebagai salah satu faktor pengambilan keputusan (terisolasi) dapat dengan mudah dilakukan 'connect and combine' dengan menggunakan BI. namun dapat juga berdasarkan kecepatan pelaksanaan suatu layanan. Sebaliknya. c. maka seluruh data dan informasi dapat diintegrasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan dasar pengambilan keputusan yang lengkap. Dengan demikian akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. BI hanya menambahkan layanan pada sistem-sistem tersebut sehingga data dan informasi yang sudah ada dapat menghasilkan informasi yang komprehensif dan memiliki kegunaan yang lebih baik. BI dapat dengan mudah menunjukkan capaian KPI suatu organisasi dengan mudah. Memudahkan pemantauan kinerja perusahaan Dalam mengukur kinerja suatu organisasi seringkali dipergunakan ukuran yang disebut Key Performance Indicator (KPI). KPI tidak melulu diukur dengan satuan uang. cepat dan tepat. b. Meningkatkan nilai investasi TI yang sudah ada BI tidak perlu/harus mengubah atau menggantikan sistem informasi yang sudah digunakan sebelumnya. Data dan informasi yang dihasilkan pun juga menjadi lebih mudah diakses dan lebih mudah untuk dimengerti (friendly-users infos).

Kondisi tersebut antara lain ditunjukkan dengan adanya rendahnya konsistensi dukungan pimpinan terhadap proyek BI itu sendiri dan rendahnya tingkat kerjasama antar. Menciptakan karyawan yang memiliki akses informasi yang baik (well- informed workers) Dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari. Meningkatkan efisiensi biaya BI dapat meningkatkan efisiensi karena mempermudah seseorang dalam melakukan pekerjaan : hemat waktu dan mudah pemanfaatannya. Dengan demikian training-training yang bisanya sering dilakukan dengan biaya yang cukup besar. Waktu yang dibutuhkan untuk mencari data dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan menjadi semakin singkat dan cara untuk mendapatkannya pun tidak memerlukan pengetahuan (training) yang rumit. tenaga) yang relatif cukup besar. kurang jelasnya kebutuhan informasi yang ingin didapatkan dari pengembangan BI juga berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan. BI mempermudah seluruh level pegawai dalam mengakses data dan informasi yang diperlukan sehingga membantu membuat suatu keputusan.d. Faktor-faktor tersebut adalah : a. Selain hal di atas. e. Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kegagalan Implementasi Business Intelligence beberapa faktor yang harus dihindari agar implementasi BI di suatu organisasi berjalan sukses. waktu. Perencanaan yang kurang matang Implementasi BI tidak mungkin berhasil tanpa perencanaan yang matang. Sebelum dilaksanakan perusahaan yang bersangkutan harus mampu . Jika kondisi seperti ini tercapai. seluruh level dari suatu organisasi (mulai dari pegawai/bawahan sampai dengan pimpinan) selalu berkaitan dan/atau akses data dan informasi. Hal ini sangat penting diperhatikan karena upaya implementasi BI biasanya akan membutuhkan sumber daya (dana.bagian di organisasi dalam upaya mewujudkan BI. dapat dihemat sedimikian rupa. maka misi dan strategi organisasi yang sudah d itetapkan dapat dengan lebih mudah terlaksana serta terpantau tingkat pencapaiannya.

serta profil pemakainya juga menjadi informasi yang penting. Kebutuhan infrasruktur seperti server diakomodasikan karena akan terus berkembang menyesuaikan banyaknya data yang akan disimpan.mendefinisikan informasi apa saja yang dibutuhkan. Data yang tidak/kurang baik akan menghasilkan informasi yang kurang baik dalam pengambilan keputusan (garbage in = garbage out concept) c. Pengadaan sistem BI yang one-stop shoping Sampai dengan saat ini. dan dimana sajakah data-data tersebut dikelola. Kesemuanya harus jelas terlebih dahulu sebelum dimulainya pengembangan BI. Perubahan yang terjadi di organisasi pun juga membutuhkan antisipasi pada sistem BI yang dipakai. Kurangnya mengantisipasi terhadap perubahan di organisasi Sistem BI beserta implementasinya seringkali mengalami perubahan kebutuhan dan organisasi patut mengantisipasi hal tersebut. belum ada sistem BI yang siap pakai (fit) untuk semua jenis organisasi yang membutuhkannya. Untuk itu pengadaan BI di suatu organisasi memerlukan suatu proses sekadar pembelian sistem penyempurnaan yang yang sekali beli berkelanjutan dan bukan hanya tanpa harus dapat digunakan seterusnya dan jaringan juga penyempurnaan. Pihak outsourcing (vendor) BI tidak mungkin mengetahui . Untuk itu organisasi harus memperhitungkan sumber daya yang dibutuhkan. data-data apa saja yang perlu dianalisis. d. Selain itu pemahaman yang jelas tentang tujuan dan strategi organisasi. Kualitas data yang tidak/kurang baik BI tidak akan dapat digunakan dengan baik jika data yang akan dianalisis merupakan data yang tidak/kurang baik kualitasnya. Kemudian. e. sejarah perkembangannya. b. siapa sajakah yang terkait dengan kebutuhan analisis tersebut dan yang bagaimana bentuk informasi diharapkan. Pengembangan BI hanya mengandalkan tenaga outsourcing Faktor paling krusial pada pengembangan BI di suatu organisasi adalah kejelasan bagaimana proses kerja organisasi yang bersangkutan dan dimana datadata dan informasi organisasi disimpan atau dikelola.

informasi yang lengkap dan detail mengenai hal-hal tersebut dengan sendirinya tanpa bantuan dari pegawai organisasi yang bersangkutan. Pada pendekatan ini. terdapat 3 (tiga) pendekatan yang bisa digunakan . Top-down Approach Pendekatan top-down sangat tepat bagi suatu organisasi yang akan membangun BI dimana pada waktu yang bersamaan organisasi tersebut juga sedang melakukan perubahan proses kerja (bussiness process re-engineering) secara menyeluruh di seluruh aspek organisasi. Pendekatan Implementasi Business Intelligence Dalam membangun dan mengimplementasikan BI di suatu organisasi. Masing-masing dari pendekatan tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. kerangka data warehouse secara menyeluruh (enterprise data warehouse) harus disusun terlebih. baru kemudian diikuti oleh data warehouse departemental (data mart). B. Pihak outsourcing BI hanya sistem dan bertindak sebagai tenaga yang membantu membuat sistem. Bottom-up Approach . dimana pilihan dari strategi tersebut berdasarkan kondisi dan kebutuhan organisasi yang akan membangun BI. bukan gabungan dari berbagai data mart (data parsial) y y Penyimpanan data menjadi terpusat Kontrol informasi dapat dilakukan secara tersentralisasi Adapun kelemahan pendekatan ini yang harus diantisiapasi adalah : y y y y Waktu implementasi lebih lama Risiko kegagalan relatif tinggi karena kerumitannya Membutuhkan biaya yang relatif besar. Pendekatan tersebut adalah sebagai berikut : A. tapi bentuk kebutuhan apa saja yang diperlukan hanya organisasilah yang mengetahui dengan baik. Kelebihan dari pendekatan ini adalah : y y Pembangunan BI langsung mencakup data seluruh organisasi Kerangka BI akan lebih terstruktur.

pengembangan BI di suatu organisasi akan dimulai dengan perencanaan dan pendefinisian arsitektur kebutuhan data warehouse organisasi secara keseluruhan (standardisasi). Teknologi Informasi 3.Kebalikan dengan pendekatan sebelumnya. Practical Approach Pendekatan ini mengkombinasikan ke-dua pendekatan sebelumnya untuk mendapatkan kelebihannya. dalam pendekatan bottom-up BI yang akan disusun justru dari tingkat departemental (departemental data warehouse) baru kemudian diintegrasikan menjadi data warehouse organisasi secara keseluruhan. Dalam pendekatan ini. Tiga komponen tersebut adalah: 1. Pendekatan ini sangat tepat bagi kebutuhan suatu organisasi yang memprioritaskan pembangunan BI di suatu departemen terlebih dahulu. People . dimana data mart yang penting dapat dijadwalkan lebih awal y Memungkinkan anggota tim proyek untuk belajar dengan baik Adapun kelemahan pendekatan ini yang harus diantisiapasi adalah : y y Tiap data mart merupakan departmental-view Memungkinkan terjadinya duplikasi data di setiap data mart di masing-masing departemen y y Data tidak konsisten dan data sulit direkonsiliasi Terdapat banyak interface yang sulit dikelola C. ada tiga komponen yang harus diperhatikan supaya system tersebut bisa berjalan dengan baik dan sukses. Kemudian setelah sukses di departemen tersebut akan dilanjtukan ke departemen lainnya. Baru kemudian akan dilakukan serangkaian pembuatan BI pada tiap departemen yang membutuhkan. Kelebihan dari pendekatan ini adalah : y y y Implementasi lebih mudah untuk dikelola dan lebih cepat memperlihatkan hasil Risiko kegagalan relatif lebih kecil Bersifat incremental. Dalam pengimpelentasian Business Intelligence. Bisnis proses 2.

Aplikasi business intelligence diperlukan perusahaan untuk mengumpulkan. menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu penggunanya mengambil keputusan bisnis secara akurat. ERP dan Business Intelligence mempunyai keterkaitan. yakni SAP NetWeaver Business Intelligent (SAP NetWeaver BI). Ini merupakan suatu solusi yang mengolah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan keputusan perusahaan dan proses bisnis sehingga mampu memberikan gambaran lengkap dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari para pengguna. ERP merupakan suatu perangkat lunak yang didesain untuk memadukan proses bisnis yang ada. kemampuan untuk melakukan perencanaan dan simulasi. Di samping itu.yaitu merupakan tools IT dan manajemen dalam membantu pencanaan dan kebijakan perusahaan didalam mengambil keputusan. Konsultan yang andal memahami bahwa pendekatan dari bottom up untuk mengimplementasikan business intelligent akan membutuhkan waktu yang panjang. menyimpan. proses implementasi secara hirarki dan dengan dukungan tenaga-tenaga konsultan yang professional dan berkualitas juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan proses implementasi. Solusi ini disediakan melalui teknologi portal enterprise dan menyediakan kepada para penggunanya suatu infrastruktur andal. pengunaan database perusahaan untuk menghasilkan informasi yang valid. SAP (System Application and Product) adalah software ERP (Enterprise Resources Planning). professional TI dan manajemen senior. serta fungsionalitas data-warehousing. ERP merupakan sistem yang menintegrasikan seluruh sistem yang ada dalam suatu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang benar dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Semua modul dalam aplikasi SAP dapat diintegrasikan secara terpadu antara satu dengan lainnya serta memungkinkan ketersediaan data yang akurat dan aktual. peralatan yang komprehensif. . SAP terdiri dari serangkaian modul aplikasi yang mampu mendukung semua transaksi perusahaan. Proses implementasi Business Intelligent di Blue Bird Group dapat berjalan dengan baik karena garis besar cakupan proyek dan indicator kinerja kunci perusahaan sangat jelas.Penerapan Business Intelligent Pada Blue Bird Group Perusahaan transportasi blue bird berhasil mengimplemantasikan solusi Business Intelligent (BI). serta merupakan software yang diimplementasikan untuk mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan operasional secara lebih efisien dan efektif.

pihaknya berkeinginan memiliki suatu solusi BI yang memberikan fungsionalitas menyeluruh dan terbaik. Proses implementasi dilakukan oleh Hermis consulting. . yang membantu perusahaan mengonsolidasikan operasional yang terdiri dari 28 cabang perusahaan. Disamping itu. Melalui implementasi solusi tersebut. perlu terdata dengan baik. kendaraan yang beroperasi dan yang dalam perawatan. Blue Bird Group mengimplementasikan SAP Business Suite.Sedangkan metode top down merupakan metode yang tepat untuk mengimplementasikan Business Intelligent. serta menghasilkan tindakan-tindakan yang strategis dan bisnis yang solid. Blue Bird Berhasil Implementasikan Solusi MySAP Bunisess Suite Kelompok usaha Blue Bird hari ini mengumumkan rampungnya pengimplementasian solusi peranti lunak SAP dalam sistem Teknologi Informasi mereka. lanjut Noni. solusi MySAP Business Suite dimanfaatkan Blue Bird untuk menangani semua itu. solusi harus mampu mengintegrasikan data dari berbagai perusahaan dan mentransformasikan ke dalam bentuk yang dapat dipraktekan. SAP NetWeaver BI ³GO Live´. Blue Bird Group membutuhkan suatu sistem yang mampu mengelola laporan-laporan yang dihasilkan SAP Business Suite guna menjadi informasi akurat yang dapat diakses secara cepat dan tepat untuk proses pembuatan keputusan. sampai konsumsi bahan bakar. informasi bisnis yang tepat waktu untuk mendorong proses pembuatan keputusan. 2. Sebagai perusahaan transportasi yang armadanya mencapai lebih dari 15. lebih dari 70 pool. Setelah itu. CO Profitability Analysis (CO PA) Plant Maintenance (PM). Blue Bird selanjutnya menginstall SAP NetWeaver BI sebagai suatu solusi yang membantu perusahaan untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari sistem SAP-nya. Mengingat pertumbuhan bisnis kian kompleks. Dengan tujuan integrasi dan akurasi data. Blue Bird memerlukan solusi TI yang handal untuk memantau banyak hal dalam operasionalnya sehari-harinya. serta di saat yang bersamaan juga menyediakan fitur-fitur bagi kebutuhan spesifik industri. Blue Bird Group mengimplementasikan SAP Netweaver BI untuk modul-modul Financial Accounting (FI). Pada fase pertama. dan modul yang dirancang khusus yang dinamakan ³Taximeter System´ dari legacy VB sistem perusahaan.000 kendaraan. Controlling (CO). Order pelanggan.

penumpang juga merasa lebih terlindungi jika menggunakan Blue Bird. Dapat dibayangkan hanya dengan mengklik sebuah tombol. MDT mirip seperti pager. ama berkualitas n. Pada saat ini 50% lebih mobil-mobil Blue Bird sudah dilengkapi dengan teknologi global positioning system (GPS) yang dapat memantau keberadaan mobil di jalan raya. Salah satu strategi yang digunakan Blue Bird di dalam memelihara loyalitas pelanggannya ialah dengan menyediakan credit voucher yang tidak hanya untuk korporat saja. Dengannya. sales & distribution. Sampai saat ini masih sedikit perusahaan taksi lainnya yang menggunakan GPS dikarenakan biayanya sangat tinggi dan harga GPS per unit mobil adalah Rp 15 juta. Implementasi mySAP Business Suite tersebut meliputi fungsi keuangan. yakni Driver Management dan Operation & Reservation Management agar bias disatukan dengan sistem mereka yang berbasiskan Visual Basic. Dengan alat ini mobil dapat dilacak di manapun keberadaannya. Pada saat ini Blue Bird memiliki pelanggan korporat lebih dari 650 perusahaan. Pihak manajemen merencanakan semua taksi Blue Bird akan dilengkapi dengan sistem GPS. Pelanggan yang loyal pada Blue Bird dengan program ini akan dapat menggunakan taksi dengan harga diskon. tambah banyak pemakaian per bulan. maka makin besar pula diskonnya. melainkan karena nyaman. Selain memudahkan para pengemudi . Blue Bird dapat memonitor banyak informasi penting secara mudah dan tepat waktu. Ini tentu meningkatkan efisiensi perusahaan.Teknologi GPS dan MDT Blue Bird Blue Bird Group merintis penggunaan MDT (Mobile Data Transfer) dan GPS sebagai instrument pelengkap di taksinya. Implementasi SAP dapat membawa perubahan besar bagi perusahaan ini.MySAP Business Suite merupakan solusi peranti lunak dengan fungsi luas. Di samping itu. dimana setiap informasi yang terkait dengan pengemudi akan tampil dilayarnya. controlling. Data tersebut akan tersedia sesuai dengan informasi yang diperlukan oleh jajaran management untuk membuat keputusan secara cepat. maka dapat melihat visibilitas di seluruh operasional perusahaan. Selama ini banyak masyarakat yang mengenal Blue Bird memang bukan karena tarifnya yang murah. Jadi. MDT juga merupakan alat penangkap order dalam radius 3-4 km untuk setiap order yang dilelang via data komputer. namun juga untuk perorangan. besarannya bervariasi antara 5%-15%. material management dan fleet management. Pihaknya juga hendak menyediakan tabel diskon tertentu. . SAP secara khusus mengembangkan dua fungsi lain untuk Blue Bird. 3. sehingga tidak ada istilah lagi pengemudi berebut order atau spekulasi posisi taksi yang terlalu jauh dari tempat jemput konsumen.

Rekomendasi Bagi Putra Group Penerapan Business Intelligent pada Blue Bird Group ini perlu diimplementasikan juga pada perusahaan Putra Group untuk dapat meningkatkan competitive advantage perusahaan. para pengemudi inilah yang akan berhadapan langsung dengan penumpang / customer. Selain berfungsi utama sebagai driver. Sistem ERP perlu diterapkan di Putra Group (karena tidak ada informasi bahwa Putra Group menggunakan ERP) seperti SAP NetWeaver Business Intelligent (SAP NetWeaver BI) dan MySAP Business Suite untuk memantau banyak hal dalam operasionalnya sehari-harinya. Order pelanggan. Sehingga tidak heran bila masyarakat mengenal Blue Bird karena para pengemudinya yang baik dan jujur. Untuk menjamin hal tersebut. karena mau tidak mau. Sebagai langkah akhir. pengemudi juga menjalankan fungsi sebagai customer service dan sales force. pelatihan bagi para pengemudi mengenai pentingnya layanan pun terus digencarkan guna memberikan yang terbaik bagi pelanggan. Hal ini terbukti berhasil pada Blue Bird Group yang selalu menjadi leader market bisnis di bidang pelayanan taksi ini dengan mengimplementasikan business intelligent yang baik. pihak Blue Bird sering menggunakan mistery shopper atau penumpang yang diminta untuk menguji sopir. Basis usaha Blue Bird terletak pada jasa transportasi. kendaraan yang . Seiring dengan itu. Dari para pengemudi inilah image Blue Bird dibangun. Secara langsung yang menjadi penggerak utama usaha ini adalah para pengemudi-nya.dan lain sebagainya. Para pengemudi di Blue Bird dilatih secara khusus dalam berbagai tahapan training. yang dapat dilakukan Blue Bird untuk mempertahankan adalah dengan meningkatkan kualitas layanan yang aman dan nyaman. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Putra Group sebagai rekomendasi untuk meningkatkan competitive advantage perusahaan : 1. khususnya adalah taksi dan alat angkutan / kendaraan.

kecepatan. . 2. Disamping itu. dan sebagainya. Perlu dilakukan strategi dalam bentuk penawaran harga murah. d lain an sebagainya. perusahaan juga dapat memilih strategi untuk pasar yang lebih focus (niche market). Penggunaan teknologi Global Positioning System (GPS) dan Mobile Data Transfer (MDT) perlu juga untuk diimplementasikan perusahaan agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada pelanggan dan juga untuk kemudahan di bagi para pengemudinya. 3. fleksibilitas. perlu terdata dengan baik. Solusi ini dimanfaatkan Blue Bird untuk menangani semua itu. Dengan tujuan integrasi dan akurasi data. dan diferensiasi non harga.beroperasi dan yang dalam perawatan. sampai konsumsi bahan bakar. layanan. seperti kualitas. Dan juga Putra Group perlu memasuki segmen pasar yang baru untuk dapat meningkatkan market share nya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful