You are on page 1of 67

Archangel -1-

Chapter 1. The beginning

Hari ini sungguh hari melelahkan dalam masa-masa ini. Hari ini
mereka baru saja pindah rumah untuk melupakan masa lalu. Namanya adalah
Cliff Cross seorang anak laki-laki berumur 13 tahun kelas 2 SMP. Orang tua
Cliff sedang pergi bertamasya ke Afrika waktu itu, tetapi saat di perjalanan,
pesawat orang tua Cliff mengalami kecelakaan di laut merah pada saat itu
Cliff berumur 11 tahun. Setelah ditemukan, tidak ada yang tersisa dari
bangkai pesawat yang dinaiki oleh orang tua Cliff. Dan dari kotak hitam
pesawat itu ditemukan suara aneh selain suara sang pilot, yaitu suara
berdengung seperti lebah. Para penyelidik dari tim forensic hanya bilang itu
gangguan magnet pada kotak hitam tersebut. Akhirnya dalam keputusasaan 4
minggu mencari tanpa hasil yang pasti, penyelidikan dihentikan dan semua
penumpang dinyatakan tewas dalam kecelakaan itu.
Setahun berlalu, akhirnya Cliff pindah dirumah barunya ini bersama
dengan keluarga tantenya. “Cliff!! Cliff!!” panggil tante Herlin. “ Iya tan!
Kenapa?” sahut Cliff. “Tolong tanam bibit bunga ini di taman,” pinta tante.
Cliff pun bergegas mengambil bibit bunga matahari dan bibit bunga mawar
merah di gudang. Saat sedang menggali lubang untuk bibit bunga mawar,
Cliff menemukan sebuah kotak yang terbuat dari logam berwarna putih. Cliff

• Diakra adalah nama mata uang di Maple Town ( 1


diakra= 10rupiah)
Archangel -2-

sempat bingung karena tidak mengetahui kotak apa itu. Tetapi terdapat
symbol-simbol aneh di sisi-sisi kotak itu, dan ada cap telapak tangan diatas
kotak itu. “Cliff!, ayo masuk. Makanannya sudah siap.” Teriak paman John.
“Iya! Aku segera kesana.” Cliff pun membawa masuk kotak itu dan
membersihkannya lalu menaruhnya di kamarnya. Setelah makan, “Cliff, kamu
mandi dulu. Ofuronya sudah penuh.” Suruh tante Herlin.
Dikamar mandi Cliff berpikir bagaimana cara membuka kotak tersebut
karena di kotak tersebut tidak terdapat handel atau sesuatu untuk membuka
kotak tersebut. Cliff pun mulai tersadar dia mengingat sebuah film yang
menceritakan kotak warisan yang ada cap tangan dewanya. Orang yang
menemukan kotak tersebut mengepaskan telapak tangannya dengan cap
telapak tangan dewa tersebut. Cliff langsung mencoba cara tersebut tetapi
tidak ada reaksi dari kotak putih itu. Cliff terdiam sejenak sambil menghela
napas lalu ia berkata pada dirinya sendiri “Bodoh kau Cliff, mana ada benda
seperti itu di dunia nyata. Yang ada juga Cuma di film-film. Paling ini Cuma
mainan anak-anak.” “Cliff!!! Mandinya udah jangan kemaleman nanti masuk
angin.” panggil tante. “Iya, Tan.”
Cliff sudah berpakaian dan dia sudah siap untuk tidur. Tetapi karena besok
hari Sabtu, dia bisa tidur lebih malam. Sesaat dia teringat dengan orang tua
Cliff, tanpa sadar dia menangis. Tiba-tiba pamannya muncul dengan topeng
Archangel -3-

aneh yang belum pernah dilihat oleh Cliff, pamannya masuk ke kamarnya dan
menari tidak karuhan. Setelah beberapa lama menari, akhirnya paman
berhenti, pamannya duduk di sebelah Cliff. Pamannya berbicara dengan Cliff
dengan nada pelan dan suara yang nyaris berbisik
dengan irama prihatin, “Cliff, paman tahu kau sedih atas kepergian orang
tuamu. Biarkan itu berlalu karena orang yang sudah meninggal hanya bisa
hidup didalam kenangan kita.” “Aku nggak apa-apa kok paman,” sahut Cliff.
“Paman tahu perasaanmu Cliff.

Oh iya paman punya cerita, Disuatu tempat di belahan dunia ini ada
seorang ibu yang baru kehilangan keluarganya, dia pergi meminta nasihat ke
seorang bijak. Tetapi orang bijak itu bertanya kepadanya apakah ada orang
didunia ini yang tidak kehilangan? Saya tidak tahu jawab sang ibu. Lalu orang
bijak tersebut menyuruh ibu tersebut meminta sebutir beras saja dari orang
yang belum pernah kehilangan jika kau menemukannya kau akan tahu
jawabannya. Sang ibu menyanggupi syarat tersebut dan pergi keliling dunia
mencari orang yang belum pernah kehilangan tetapi, ibu itu kembali dengan
tangan kosong dan berkata sambil menangis di depan orang bijak itu, saya
tidak dapat menemukannya. Orang bijak itu berkata, sesungguhnya tidak ada
Archangel -4-

orang di dunia ini yang tidak merasa kehilangan. Meskipun ada, orang itu
pasti berbohong. Nah itu ceritanya.”
“Tapi paman, kalo di dunia lain ada gak?” canda Cliff. “Eh kamu ini,
paman ngomong serius kamu malah bercanda. Udah tidur sana biar besok bisa
bangun pagi terus nemenin paman olahraga.” “Uh... paman masak baru pindah
udah mau olah raga! Bukannya beres-beres?” Balas Cliff. “Eh, kamu mau ikut
olah raga atau beres-beres?” Tanya paman. “ehehehehe, olah raga aja dech.”
Jawab Cliff.
Tingtong,tingtong,tingtong,tingtong,tingtong,tingtong, lonceng
berbunyi 6 kali tandanya Cliff harus bangun dan bersiap-siap berolah raga.
“Cliff, ayo cepat nanti mataharinya keburu tinggi.” panggil paman. “Iya-iya.
Lagi turun tangga sabar.” Jawab Cliff. “Cliff kamu pake roler blade aja.” kata
bibi. Setelah beberapa lama mereka berjalan, Cliff menemukan sebuah toko
yang menarik perhatiannya. Toko itu sangat berbeda dari toko-toko yang
lainnya karena di toko itu tidak ada barang dagangan sedikitpun kecuali
beberapa buku tebal bersampul kulit tertumpuk diatas meja dengan tulisan
Cataloque disampulnya. “Paman, kok aneh ya?” tanya Cliff. “Aneh apa?”
jawab paman. “Ituloh tulisan katalog, kalo bahasa Inggris kan catalogue C-A-
T-A-L-O-G-U-E.” jelas Cliff. “Hmmm… ah biarin aja paman ga ngerti bahasa
Inggris kok.”
Archangel -5-

Tiba-tiba ada sesosok orang tak dikenal menyentuh bahu Cliff dan
Cliff pun terkejut ternyata orang tersebut adalah penjaga toko ini orangnya
sudah tua mungkin berumur sekitar 60-an dengan pakaian aneh seperti
penyihir. “Permisi, apa yang anda mau tanyakan?” tanya sang penjaga toko.
“Hah… tanya?” tanya Cliff. “Iya, disinikan tempat untuk menanyakan barang-
barang antik. Coba lihat salah satu buku katalognya siapa tahu ada yang
pernah anda lihat tetapi tidak anda ketahui keterangannya.” “Ooh begitu.
Paman,” panggil Cliff. “Ya?” jawab paman. “Paman pergi jalan-jalan dulu aja
kayaknya aku bakal lama disini,” pinta Cliff. “Ok. Lagian paman tertarik sama
toko barang antic disebelah,” balas paman.
Cliff membuka buku katalog tersebut dengan perlahan dan mencari
dengan teliti. Tetapi, dari semua barang yang dia lihat hanya satu yang
membuatnya tertarik. Barang itu adalah kotak berwarna putih yang Ia
temukan di halaman rumahnya. Ia pun dengan bersemangat bertanya kotak
apakah itu. Sang penjaga toko bertanya “Nak, berapa uang yang kamu bawa
sekarang?” “Cuma 5 diakra*.” jawab Cliff. “Ah… sebenarnya
informasi ini berharga 5000 diakra* tetapi aku akan memberikan informasi ini
padamu dengan harga 5 diakra* saja.” jawab penjaga toko. “Fiuh. Informasi
yang mahal. Nih uangnya.” Cliff memberikan uangnya. “Begini ceritanya,
Archangel -6-

jaman dahulu kala ada seorang dewa yang menjatuhkan perhiasan berharga
milik kaisar langit. Karena kaisar langit
mengetahuinya, kaisar langit menghukumnya. Kaisar langit bertanya, “Dewa
Rudra, apa barang paling berharga milikmu?” “ Arc Wand milik hamba yang
mulia.” Jawab dewa Rudra.
“Oleh karena kau menghilangkan perhiasan pusakaku kau harus
menerima hukuman. Kau harus menyimpan barang berhargamu tersebut di
dalam kotak dewa sembilan tapak. Dan kau harus menjelma menjadi manusia
dan menikah dengan seorang janda.” “Ah! B..b..baiklah yang mulia.” jawab
dewa tersebut dengan ragu-ragu. Jadi kotak berwarna perak tersebut adalah
kotak dewa sembilan tapak yang hanya bisa dibuka oleh keturunan langsung
dewa Rudra. Menurut isunya belum pernah ada yang melihatnya dan katanya,
didalam kotak tersebut terdapat Arc Wand dewa Rudra. Nah begitu
ceritanya.” Sang penjaga toko mengakhiri ceritanya.
“Oh begitu. Terima kasih Pak, karena telah menceritakan riwayat
kotak tersebut.” Kata Cliff. “Oh. Tidak apa-apa yang penting bisa makan hari
ini. Oh iya panggil saja Pak Fasch.” sahut Pak Fasch. “Pak sudah siang. Saya
pulang dulu.” Pamit Cliff. Saat tiba di rumah, Cliff langsung mencari kotak
tersebut tetapi tidak menemukannya. “Tan, tante.” “Iya, kenapa Cliff?” jawab
tante Herlin. “Tante lihat kotak berwarna putih keperak-perakan di meja
Archangel -7-

belajar saya gak?” Tanya Cliff. “Ah? Nggak kok tapi tadi tante Cuma lihat ada
tongkat di meja belajar kamu,” jawab tante. “Tan, tadi di taruh di mana
tongkatnya?” tanya Cliff “Di lemari. Oh iya Cliff, kok tumben kamarmu
harum kayak bunga mawar wanginya? Lagi jatuh cinta ya?” balas tante. “Gak
tau tuh tan. Bukan jatuh cinta tapi kejatuhan durian” jawab Cliff.
Saat Cliff membuka lemarinya dia baru tersadar bahwa kamarnya
harum bunga mawar. Setelah Cliff menyentuh tongkat tersebut ada persaan
aneh dia rasakan. Tiba-tiba, seperti ada energy lain masuk ke dalam tubuhnya.
Dan seperti ada yang membisikannya ada yang mengatakan bahwa sekarang
dia adalah Archangel The Slayer. Besok adalah hari pertama dia
masuk sekolah untuk mengikuti penerangan dari guru-guru pengajar. Jadi dia
harus tidur lebih cepat hari ini. “Wah besok hari Minggu hari pertama masuk
sekolah baru. Besok baru penjelasan tetapi semoga besok menyenangkan.”
Cliff berkata kepada dirinya sendiri.
Archangel -8-

Chapter 2. New School-New Friends


Hari ini adalah hari pertama Cliff bersekolah. Dia masih menjalani
MOS (Masa Orientasi Siswa). Dia bersiap-siap sejak pukul 5 pagi, Cliff
berpakaian dengan kaos, dan celana panjang berbahan nilon lalu Cliff
bergegas memakai baju, tetapi Ia agak bingung karena hari ini baru memakai
baju bebas dia masih bingung mau memakai baju yang mana tapi kahirnya dia
menukar bajunya dengan kemeja berwarna hitam dengan pasangan celana
panjang warna hitam berbahan linen.
Hari ini Cliff ke sekolah berjalan kaki. Dia mulai mempercepat
jalannya setelah keluar dari rumah. Dia mencari papan nama yang terbuat dari
kayu yang bertuliskan Maple Town Junior High School. Tapi Cliff sama
sekali tidak menemukannya, Cliff memutuskan untuk bertanya dengan
seseorang, lalu Cliff bertemu dengan seorang anak muda sekitar 18-20 an.
Lalu Cliif bertanya, “Kakak, tahu jalan menuju Maple Town Junior High
School?” Lalu orang itu membalik badannya dan tiba-tiba berteriak. Akhirnya
orang itu berhenti berteriak.
Lalu orang itu mulai berbicara, “Wah! Kamu Cliff Cross kan?” Cliff
hanya mengangguk. “Kamu yang mendapat kedudukan sebagai The Slayer itu
kan?” tanya orang itu dengan bersemangat. Lagi-lagi Cliff hanya mengangguk
Archangel -9-

karena tidak bisa menjawab apa-apa. Lalu orang itu mulai mengatakan sesuatu
yang aneh lagi, “Gunakan mantra ini Telepritus lalu pikirkan tempat
tujuanmu dan kamu akan langsung sampai.”
Orang itu langsung lari entah kemana tetapi, dia menabrak tong
sampah. Cliff berpikir sejenak untuk menggunakan mantra itu lalu Cliff
berteriak “Telepritus!!” Cliff memikirkan papan nama kayu yang berada
persis didepan sekolahnya. Dalam sekejab Cliff sudah sampai di sekolahnya
tetapi sayangnya pendaratan Cliff kurang bagus karena Ia terjatuh di semak-
semak.
Sekarang Cliff sudah sampai di sekolahnya yaitu Maple Town Junior
High School. Dia baru menyadari kalau semua orang memperhatikannya
termasuk seorang anak perempuan yang sepertinya orang Asia yang
memperhatikan Cliff, wajah Cliff langsung berubah merah karena dia
diperhatikan semua orang. Akhirnya diapun membiasakan diri dengan murid-
murid lain.
Lalu dia memandang kagum sekolah tua yang memiliki sebuah menara
tua dan sebuah lonceng tua didalam menara tersebut. Lalu sesudah
memperhatikan menara tersebut dia menggeser pandangannya ke anak
perempuan yang tadi lagi dan ternyata anak perempuan itu sedang mengobrol
dengan teman-temannya tetapi sesekali anak perempuan itu melirik Cliff dan
Archangel - 10 -

tanpa sadar Cliff mengharapkan kalau anak perempuan itu datang


menghampirinya. Lalu ada pengumuman dari microphone agar anak-anak
berkumpul di Great Hall.
Cliff pun mendadak bingung karena dia tidak tahu letak Great Hall itu.
Lalu anak perempuan yang dari tadi dia perhatikan itu menghampirinya. “Hi,
boleh kenalan?” tanya anak perempuan itu. “B…b…boleh.” jawab Cliff.
“Namaku Kiyei Hikari panggil aja Hikari. Nama kamu siapa?” tanya Hikari.
“Namaku Cliff Cross. Panggilannya Cliff.” Jawab Cliff tanpa ragu-ragu.
Mereka mengobrol sambil berjalan menuju Great Hall. Dan ternyata Hikari
berdarah campuran Jepang dan Canada.
Akhirnya mereka sampai di Great Hall. Tetapi setelah sampai, Hikaru
dan Cliff berpisah karena Hikaru sudah mendapatkan tempat duduk di sebelah
teman-temannya.

Tiba-tiba ada seorang anak laki-laki yang tadi juga memperhatikannya


memanggilnya, “Hei anak baru,Oi anak baru.” panggil anak tersebut. “Hah,
kamu manggil saya?” tanya Cliff. “Yap betul sekali. Ayo duduk disini
kebetulan bangkunya kosong.” Kata anak itu. “Namaku…” “Cliff Cross kan.”
Archangel - 11 -

potong anak itu. “Loh kok tau?” tanya Cliff. “Hahaha, aku adalah seorang
peramal namaku Aeria Kotiva. Aku berasal dari Jerman Barat.” kata Aeria.
Tiba-tiba ada seorang murid laki-laki lagi yang juga berwajah seperti
orang Asia. “Hei, kalian jangan ngobrol terus!!!” teriak murid itu. Lalu tiba-
tiba Ia menjadi tenang dan mulai memperkenalkan diri. “Namaku Tsuyoi
Awaigaru. Saya seksi olah raga di OSIS. Namamu siapa anak baru?” kata
Tsuyoi. “Namaku Cliff Cross.” jawab Cliff. Lalu Tsuyoi mendekat dan
berbisik pada Cliff, “Hei, kayaknya adikku tertarik sama kamu.” “Yang mana
adikmu?” tanya Cliff. Lalu Tsuyoi menunjuk bangku ke-3 dari depan keempat
dari kanan.
“Oh Hikari.” jawab Cliff. Tiba-tiba saja pandangan Tsuyoi mulai
berubah, dia memandang Cliff dengan pandangan acuh tak acuh lalu dia
berkata, “Eh, Hikari itu nama panggilannya di rumah atau untuk orang yang
sudah akrab dengannya.” “Eh jadi? Tapi kak saya gak tahu apa-apa soalnya
Hikari sendiri yang bilang kalo dia biasa dipanggil Hikari.” terang Cliff.
“Hehehe, bagus, bagus.” jawab Tsuyoi. “Kenapa kak?” tanya Cliff. “Dasar
bodoh. Berarti Hikari tertarik denganmu dan mau menjadi temanmu.” terang
Tsuyoi. Tiba-tiba, “Hei Tsuyo!! Kamu itukan OSIS kenapa malah ngobrol?”
teriak seorang guru dari jauh dengan microphone, dan murid-murid yang lain
pun langsung tertawa. “Maaf bu.” jawab Tsuyoi, “Oh iya pangil aja aku Tsuyo
Archangel - 12 -

gak usah pake kak. Eh pake kak aja deh biar kedengaran lebih berwibawa.”
“Iya, iya.” jawab Cliff.
Pertemuan ini hanya makan waktu 2 jam. Setelah itu pun mereka
langsung pulang. Dan tugas mereka hanya mempersiapkan diri untuk
menginap di sekolah selama 3 hari MOS.
Saat Cliff mau mengucapkan, “Telepri….” omongannya dipotong oleh
panggilan Hikari, Tsuyo, dan Aeria. Lalu Aeria bertanya, “Cliff, kita mau
ikut ke rumah kamu boleh gak?” “E… boleh aja.” jawab Cliff. Cliff berpikir
untuk menggunakan sihirnya untuk mengajak mereka kerumahnya. Tetapi
ternyata tidak bisa. Dan Hikari hanya bertanya kalau Cliff ngomong apa.
Tetapi Cliff Cuma bilang salah ngomong.
Akhirnya mereka sampai di rumah Cliff. “Cliff, rumah kamu bagus
juga.” puji Hikari. Lalu merekapun masuk ke kamar Cliff. “Cliff, kamar kamu
berantakan juga ya.” ledek Aeria. Mereka bermain dan merencanakan apa
yang akan dilakukan pada weekend ini. Dan mereka setuju untuk pergi
bersama ke pantai. Tetapi Tsuyo tetap saja memilih ke gunung.
Senja pun tiba dan ini waktunya teman-teman Cliff harus pulang.
Tetapi akhirnya mereka memutuskan untuk ke pantai. Kasihan Tsuyo karena
dia harus menyetujui dengan terpaksa.
Archangel - 13 -

Malam harinya saat makan malam Cliff bercerita dengan tante dan
pamannya tentang teman-temannya dan Hikari.
Malam ini Cliff harus tidur lebih cepat karena besok dia harus ke
sekolah pagi-pagi sekali. Dan dia memutuskan untuk membawa beberapa
pakaian santai dalam MOS selama 3 hari ini.
Archangel - 14 -

Chapter 3. Archangel, ACTION!!!


Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Cliff karena dia
akan mengalami hari yang luar biasa di sekolahnya. Tetapi sejak pagi Cliff
merasa ada satu keanehan, dia merasa ada energy negative mengelilinginya.
Tetapi dia tetap tidak memperdulikannya. Hari ini Cliff berangkat ke
sekolahnya dengan menggunakan roler blade, walaupun dia bisa
menggunakan Telepritus dia akan kehilangan banyak energy dari magic
yang dia lakukan.
Dia kesekolah dengan bersemangat sampai akhirnya dia tersesat lagi.
Tetapi Cliff sudah tahu letak tepat sekolahnya dan bagaimana bentuk
sekolahnya sehingga dia yakin akan mendarat dengan sempurna tapi
sayangnya waktu Cliff baru mau mengatakan telepritus ada seekor anjing tiba-
tiba mengejarnya dengan ganas. Dengan reflek pun Cliff bergegas lari
mengikuti jalan.
Tapi karena factor keberuntungan atau apa, dia sampai di sekolahnya
sebelum anak-anak lain tiba karena dia dikejar anjing (^_^;).
Lalu Cliff langsung bergegas menuju lokernya dan menaruh roller
bladenya dan memakai sepatunya. Waktu sudah menunjukan Pk 7.00 tetapi
baru sedikit anak yang datang. Cliff berjalan mengelilingi sekolah dan tiba di
Archangel - 15 -

gudang di belakang sekolah. Menurut gossipnya, gudang di belakang sekolah


itu terlarang untuk murid-murid karena di gudang itu pernah muncul roh jahat
yang mengganggu anak-anak. Tetapi Cliff tidak memperdulikannya karena
dia hanya berpikir itu hanya ulah anak-anak yang mengerjainya dia
memberanikan diri untuk melihatnya.
Dan ternyata pemandangan disekitar sana sangat indah. Tetapi mulai
di belakang sekolah Cliff mulai menyadari bahwa energy negative tersebut
semakin kuat saja. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Cliff, “Cliff…
Cliff Cross…Cliff, kamuku Cliff Cross. Aku datang kepadamu kamu.” “Hah
siapa ya? Perasaan suaranya pernah dengar, hei keluar kau!” teriak Cliff. Lalu
keluar sesosok orang bertubuh tinggi dengan gaya rambut yang di stream.
Ternyata dia adalah orang yang pernah memberitahu Telepritus kepada
Cliff. Lalu dia mulai menceritakan segala sesuatu tentang dirinya, “Namaku
Serpahine, aku di utus untuk mengajarimu menggunakan sihirmu selama kau
masih belum ahli.” “Oh, jadi namamu Seraphine.”
“Jadi berikutnya mantra apa yang kupelajari?” tanya Cliff penuh
semangat. “Di gudang ini ada roh jahat yang bisa mencelakai kalian malam
ini. Tetapi aku berhasil menyegelnya untuk sementara jadi kamu harus
melenyapkannya jika tidak dia akan keluar lagi dan akan mencelakai semua
orang yang ada di sekitar sekolah ini.” terang Seraphine. “Jadi apa yang harus
Archangel - 16 -

kulakukan?” tanya Cliff. “Nanti jika dia berhasil keluar dari segelnya kamu
harus melenyapkannya.
Dengan mantra ini Sanctus Cornicus. Tetapi sebelumnya, kamu
harus menemukan kombinasi mantranya.” kata Seraphine. “Maksudnya
gimana?” tanya Cliff. “Kamu harus mengeluarkan kombinasinya dari hatimu
sendiri. Jika tidak mantra sanctus tidak akan maximal.” jelas Seraphine. “Tapi
kenapa nggak kamu aja yang memusnahkan dia dengan mantra ini?” tanya
Cliff. “Hei, tidak sembarang penyihir bisa menggunakan mantra tersebut.
Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa.” Jelas Seraphine. “Kalau begitu
kita musnahkan dia sekarang.” Sambung Cliff.

“Tidak bisa karena jika kita melakukan itu sekarang, energy dari segel
yang ku gunakan akan menghantam energy Sanctus dan akan menyebabkan
ledakan besar yang bisa menghancurkan satu sekolah ini bahkan jika
sempurna bisa mengahancurkan satu kota ini.” Terang Seraphine. Tiba-tiba
ada suara dari microphone, “Anak-anak, harap berkumpul di Great Hall.”
“Seraphine, sepertinya itu merupakan panggilan untuku.” kata Cliff. “Semoga
berhasil Cliff.” Balas Seraphine.
Archangel - 17 -

Cliff segera menuju Great Hall, ternyata di sana sudah ada teman-
temannya. Sepertinya akan ditentukan kelompok dalam MOS ini. Para
anggota OSIS mulai menentukan kelompok mereka. Dan sepertinya Cliff akan
sekelompok dengan Tsuyo dan Hikari. Tetapi ternyata tidak. Hikari sudah
masuk di kelompok lain tetapi untungnya Cliff masih bisa sekelompok dengan
Tsuyo dan Aeria. Tsuyo mendekati Cliff dan berkata, “Sayang ya, kamu ga
bisa sekelompok dengan Hikari.” “Ah, gakpapa.” sahut Cliff. “Jangan bohong
kamu Cliff, sebenarnya kamu kecewa kan.” Ledek Aeria. “Ah, kamu bisa
aja.” Jawab Cliff dengan malu-malu.
Akhirnya, para guru mulai menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan
di lakukan. Salah satu kegiatan yang membuat Cliff tertarik adalah permainan
yang akan dilakukan di sebuah hutan yang katanya berada tidak jauh dari
sekolah. Tetapi sebelum melakukan itu mereka harus berolahraga sore
bersama-sama dulu. Dan katanya, setiap kelompok harus memiliki seorang
ketua regu. Jadi mereka semua harus berkumpul dulu dan mendiskusikan
tentang ketua regu dan kegiatan-kegiatan mereka. Jadi mereka memutuskan
Aeria yang menjadi ketuanya.
Akhirnya mereka disuruh berkumpul kembali untuk makan malam.
Setelah makan malam, mereka masih disuruh membuat pemetaan sekolah agar
tidak tersesat. Para anggota OSIS pun membantu mereka. Tetapi Cliff sedikit
Archangel - 18 -

bingung dengan peta sekolah yang mereka buat tersebut karena gudang yang
berada di belakang sekolah tidak dipetakan. Cliff bertanya, “Kak Tsuyo,
kenapa gudang di belakang sekolah tidak dibuat pemetaannya?”
Tetapi yang menjawabnya bukan Tsuyo tetapi seorang anak
perempuan berambut pendek sepundak yang mengembang seperti jamur,
“Gudang itu katanya pernah ada yang meninggal. Jadi murid-murid tidak
boleh kesana sendirian.” Cliff dan Tsuyo belum mengenali anak perempuan
itu. Tetapi, Aeria memperkenalkan namanya. Namanya adalah Nina Barcoft,
dia adalah anak pindahan sama seperi Cliff dan dia berdarah campuran Rusia
dan Prancis.
Cliff berkata lagi kepada Aeria, “Kamu kan bisa ramal, tolong ramalin
aku dong.” “Boleh-boleh, tapi…….” Omongan Aeria dipotong oleh Nina,
“Udah jangan dengerin Ria. Dia tukang bohong dia tuh ga bisa ngeramal.”
Aeria membalas, “Eh jangan manggil aku pake nama itu lagi ya!” Cliff
berkata sambil meledek, “Ria, Ria, hehehehe ternyata di panggil Ria jadi lucu
mukanya merah.” Tsuyo bertanya, “Eh Nina, kamu udah kenal Ria sejak
kapan?” “Dulu kami satu sekolah di Jerman Barat, waktu kelas 3 SD. Ya kan
Ria?” “Eh udah di bilang jangan panggil pake nama itu lagi!!!!” sambar Aeria.
Dan akhirnya mereka disuruh berkumpul di lapangan sekolah. Kepala
sekolah menerangkan rute yang akan mereka ambil di hutan nanti. Mereka
Archangel - 19 -

harus melewati sungai dengan jembatan gantung, mendaki bukit yang katanya
curam, dan masih banyak lagi. Dan anak-anak diperlengkapi dengan senter
dan peta. Kelompok mereka langsung masuk

kedalam hutan. Tetapi anehnya, energy negative yang tadi pagi dirasakan Cliff
mendadak mulai bergerak.
Dan Cliff baru menyadari bahwa segel Seraphine sudah terlepas dari
roh jahat tersebut. Tetapi Cliff masih belum menganggapnya suatau ancaman
yang serius. Tetapi ada suara aneh juga yang di bisikan oleh roh jahat itu.
Suaranya seperti dengungan lebah yang terdapat pada kotak hitam pesawat
orang tua Cliff. Tetapi, disela-sela dengungan itu Cliff mendengar beberapa
kata yang sangat janggal. Tetapi Cliff tetap melanjutkan perjalanannya.
Sampai akhirnya, ada seorang anak yang berteriak. Mendadak perhatian
semua orang tertuju pada suara itu. Lalu Tsuyo mengajak mereka berhenti
sejenak, dan dia mengeluarkan sebuah walkie talkie.
Dia mulai memencet tombol panggil dan mulai memanggil, “Hikari!
Hikari! Kamu dengar suara saya gak?” tanya Tsuyo dengan panic. Tetapi
belum ada jawaban sama sekali dari Hikari. Mendadak Cliff merasakan bahwa
ada sesuatu yang tidak beres. Cliff pun mulai merasa panic dan mendadak dia
Archangel - 20 -

langsung merebut walkie talkie tersebut dari tangan Tsuyo dan mulai
memanggil, “Hikari! Ini aku, Cliff. Jawab Hikari.” kata Cliff dengan gugup.
Merekapun langsung menyusun rencana untuk berpencar dan segera mencari.
Seorang dari mereka disuruh untuk kembali ke sekolah dan memberitahukan
kepada guru.
Tidak lama setelah mereka berpencar, ada respons dari Hikari. Hikari
mengatakan, “K…k…kami…kami berada…di gudang…”. Lalu setelah itu
terdengar teriakan Hikari dari walkie talkie tersebut. Cliff yang kaget
langsung bergegas menuju ke gudang. Tetapi sayangnya Hikari tidak
mengatakan secara jelas gudang tersebut berada di sebelah mana. Karena
banyak sekali gudang di gedung sekolah Cliff.
Sejenak Cliff berpikir, dan yang terlintas di pikirannya hanyalah
gudang di belakang sekolah tempat roh jahat tersebut disegel. Cliff yang panic
langsung bergegas menuju gudang tersebut. Sesampainya di gudang tersebut,
Cliff semakin merasakan energy negative tersebut mendekatinya. Lalu tiba-
tiba pintu yang tadinya terkunci dengan rapat oleh rantai dan gembok
mendadak terbuka.
Cliff tanpa pikir panjangpun langsung masuk ke dalam gudang itu.
Sejenak dia merasa kebingungan karena diliputi oleh kegelapan di dalam
gudang itu. Lalu dia memutuskan untuk menggunakan senter. Tetapi,
Archangel - 21 -

senternya tidak bisa menyala. Tiba-tiba, dia merasa bahwa ada seseorang yang
berada di belakangnya. Tetapi saat dia membalik badan, tidak ada siapa-siapa
di belakangnya.
Saat dia membalik badan kedepan, ada seseorang berdiri didepannya.
Orang itu berpostur tinggi besar dengan aroma lavender di sekujur tubuhnya.
Lalu orang itu meletakan tangannya di atas kepala Cliff. Mendadak Cliff
terbingung tetapi Cliff memutuskan untuk berbicara. Saat Cliff membuka
mulutnya mau bertanya, orang itu sudah memotongnya terlebih dahulu, “Aku
tahu apa yang mau kau katakana, kau mau bertanya dimana cahaya itu
bukan,” sambut orang itu dengan suara yang terdengar menenangkan tetapi
membuat merinding.
“Apa maksudmu dengan cahaya?” tanya Cliff. “Ou, ternyata kau
belum mengetahui tentang cahaya itu ya, sebaiknya kau memang tidak tahu
soal itu,” kata orang itu. “Mana Hikari!? Kau sembunyikan kemana dia?”
tanya Cliff dengan penasaran. “Hikari? Ohh anak cahaya itu. Tenang saja, dia
akan baik-baik saja selama di dalam
Archangel - 22 -

bayangan.,” kata orang itu. “Apa maksudmu dengan di dalam bayangan!?”


tanya Cliff. “Nyawanya sekarang berada di tanganku. Jika kau tidak menuruti
kehendaku, dia akan binasa!” kata orang itu.
“A…apa, Jadi apa maumu sekarang?” tanya Cliff. “Serahkan arcwand
milikmu itu, kalau tidak kau akan tahu akibatnya,” kata orang itu. “Tidak!
Sanctus Cornicus!” teriak Cliff seraya mengacungkan tongkatnya. Dan
tiba-tiba keluar seberkas cahaya dari tongkat Cliff. Dan Cliff melihat sesosok
bayangan hitam berdiri di depannya. Tetapi orang itu berkata, “Tidak tarasa,
hahahaha geli sekali. Dan sekarang giliranku. Bersiap-siaplah. ENDEMON!!”
teriak orang itu. Lalu Cliff terpental ke belakang. “Jadi kau tidak mau
menyerahkannya padaku? Oleh karena itu, ayo kita bertarung!!” ajak orang
itu.
“A…apa, bertarung apa maksudmu?” tanya Cliff. “Kita akan berduel
menggunakan sihir. SANIDA!” teriak orang itu. Tiba-tiba saja di sekeliling
Cliff muncul nyala api yang menerangi mereka. Dan sekarang Cliff dapat
melihat dengan jelas sosok orang itu yang ternyata hanya berbentuk bayangan.
“Peraturannya adalah, Yang tidak bisa bergerak lagi akan kalah. Hadiahnya
jika aku menang adalah arcwandmu.” kata orang itu. “Baiklah. Tetapi jika aku
yang menang kembalikan Hikari dan teman-temannya kepadaku.” kata Cliff.
Archangel - 23 -

Dalam sekejap orang itu atau yang lebih pantas di panggil roh jahat,
mengeluarkan sihirnya yang pertama. Dia menyerang Cliff yang tanpa
perlindungan dengan DEMI, sihir yang menghisap energy positive dari tubuh
Cliff. Berkali-kali Cliff di serang dengan menggunakan DEMI sampai
akhirnya Cliff merasa sudah tidak mampu berdiri lagi. Tetapi Cliff tetap
bertahan dan berdiri lagi. Lalu Cliff mengeluarkan sihir Sanctus tetapi tidak
memberi efek apapun kepadanya. Tetapi tanpa putus asa Cliff menyerangnya
bertubi-tubi. Tetapi sekarang habislah sudah, Cliff sudah tidak dapat
mengeluarkan sihir apapun lagi.
Lalu roh jahat itu berkata, “Inikah akhir dari hidupmu, Archangel?
Huahahahahahahahaha!” “Tidak, ini bukan akhir hidupku. Aku masih bisa
bergerak.” balas Cliff. Lalu tanpa peringatan, roh jahat itu menyerang Cliff
dengan ENDEMON sampai Cliff terpental jauh dan jatuh terlungkup.
“Ternyata benar, inilah akhir hidupmu. Sekarang sebelum kau mati, aku akan
membunuh anak cahaya ini.” kata roh jahat itu. “Sebaiknya kubunuh dengan
cara apa agar mereka mati dengan mengenaskan? Oh, aku akan menyiksa
mereka dahulu dengan DEMI lalu membunuh mereka dengan ENDEMON.
Baiklah akan kubunuh mulai dari sekarang.” kata roh jahat itu. Dia berkali-
kali melakukan DEMI kepada Hikari.
Archangel - 24 -

Tetapi tiba-tiba, Cliff terbangun. Lalu dia berkata, “Cih, aku masih
bisa bergerak khan. Dan aku tidak akan menyerahkan nayawa Hikari
kepadamu.” kata Cliff. Lalu Cliff memulai membaca mantra Sanctus,
“Malaikat pelindungku yang berada di kanan dan di kiriku, hapuskanlah
airmata kesedihan dari jiwa yang merana ini. Akan kuperdengarkan lagu
kehancuranmu. Cahaya kehidupan! SANCTUS…… CORNICUS!!!!!”
Dalam sekejap, cahaya terang memenuhi gudang tersebut dan sayup-sayup
terdengar jeritan dari roh jahat tersebut.
Cahaya terang yang muncul dari gudang itu, menarik perhatian para
guru dan para murid, lalu mereka bergegas kesana. Sesampainya mereka di
sana, mereka tercengang

melihat Hikari yang tertidur di gudang itu. Tetapi mereka tidak melihat Cliff.
Dan ternyata Cliff sudah berada di ruang kelas tempatnya tidur nanti.
Dan tiga hari telah dilewati oleh Cliff. Setelah itu, gudang di belakang
sekolah itu dapat digunakan kembali. Tetapi sebagai kantin. Mengingat
pemandangan yang indah di sekitar gudang itu kepala sekolah mau
menjadikannya taman untuk bermain.
Archangel - 25 -

Chapter 4. Shine
Tak terasa, hari ini sudah hari Jum’at dan itu berarti bahwa besok
mereka akan mengadakan camping di pantai. Besok mereka akan berangkat
jam tujuh pagi. Rencananya, mereka akan camping di sebuah pantai yang
agak terpencil di selatan Maple Town. Dengan modal uang 100000 diakra.
Mereka semua langsung membeli 2 tenda kecil, daging untuk masak BBQ,
jagung untuk hari terakhir, dan 5 sleeping bag. Lho, kenapa mereka beli 5
sleeping bag karena tanpa diduga Nina meminta pada Hikari untuk ikut
camping.
Satu hari sebelum berangkat, hanya Cliff yang kebingungan untuk
mengepak barang. Akhirnya dia selesai mengepak barang dalam waktu 2 jam.
Dalam waktu 2 jam itu ternyata dia membawa baju 4 buah dan celana 4 buah
juga, dan tidak dilupakan Arc Wand miliknya yang paling berharga. Akhirnya
mereka berangkat pada Pk 9.35. Cliff dan Hikari menggunakan roler blade,
Aeria dan Tsuyo menggunakan sepeda, sedangkan Nina menggunakan skate
board.
Sewaktu mereka mengendari kendaraan mereka masing-masing Hikari
terpeleset dan hampir jatuh ke selokan dan untungnya Cliff berhasil
menangkapnya. Sewaktu Cliff menangkapnya mereka hampir berciuman dan
Archangel - 26 -

dilihat oleh semua orang. Setelah Cliff menangkapnya mereka langsung


berjalan berjauhan.
Setelah mereka sampai di pantai mereka langsung mendirikan tenda
dan memasang perlengkapan BBQ. Setelah mendirikan tenda Cliff ingin
jalan-jalan sebentar. Sewaktu Cliff berjalan-jalan dia bertemu dengan
Seraphine, lantas Cliff kaget setengah mati. “Sorry kalo ngagetin”, kata
Seraphine.”Sudahlah, aku tidak kaget kok”, kata Cliff. “Hari ini Saya akan
mengajarimu mantera Requem Quadro. Karena setahuku, ada sesuatu
yang menarik tentang laut ini”.
“ Tapi bagaimana cara agar aku bisa mengeluarkan sihir itu?” tanya
Cliff. “Mudah saja, sihir ini bertujuan untuk menangkap beberapa roh jahat
yang berkeliaran. Dan jika kamu beruntung, kemungkinan besar roh jahat
yang kamu tangkap mau membantumu,” kata Seraphine. ” Bagaimana caranya
agar roh jahat itu mau membantuku?” tanya Cliff. “Itu tergantung dari roh
jahat itu sendiri. Jika kamu bisa menyucikan roh tersebut, dia kemungkinan
besar akan membantumu,” kata Seraphine. “Kemungkinan besar akan ada
sedikit konstraksi antara energy negative dengan energy dari Leviathan,” kata
Seraphine “Siapa Leviathan?” tanya Cliff. “Leviathan adalah dewa pelindung
di laut ini. Tetapi Sepertinya terjadi sesuatu keanehan pada Leviathan.
Sebaiknya kamu berhati-hati,” kata Seraphine. “Baiklah,” kata Cliff
Archangel - 27 -

Setelah semua perlengkapan beres, Cliff dipanggil Hikari untuk masak


BBQ. Ternyata Tsuyo itu benar-benar jago masak, sewaktu mereka masak
BBQ dia bisa melempar daging lalu ditangkap lagi. Sewaktu Aeria mencoba
seperti Tsuyo, dagingnya meleset dan hampir mengenai mukanya, untungnya
Aeria berhasil menghindar. Setelah mereka selesai BBQ mereka semua tidur.
Sekitar jam 2 dini hari, ada tsunami setinggi 20 meter sejauh 500 meter dari
pantai tempat mereka camping. Tiba-tiba muncul bayangan monster setinggi 2
meter. Tiba-tiba Cliff terbangun dan angsung keluar dari tenda dan melihat
seekor naga di atas ombak walau dia masih tidak percaya dengan apa yang dia
lihat, tetap saja dengan cepat dia mengambil Arc Wandnya lalu menuju ke
ombak tersebut.

Dia memanggil Leviathan, “Hei! Kamu yang namanya Leviathan apa


bukan?” Tidak ada jawaban dari Leviathan tetapi ada bisikan batin yang
didengar oleh Cliff yang mengatakan bahwa dia adalah Leviathan salah satu
penguasa lautan yang menjaga laut utara. “Apa yang kau mau Leviathan?”
tanya Cliff. “Aku hanya mau kedamaian! Aku ingin kalian segera pergi dari
laut utara!” teriak Leviathan melalui bisikan batinnya. “Kami akan
meninggalkan laut utara besok, jadi tenanglah!”teriak Cliff.
Archangel - 28 -

Dalam sekejap badai itupun reda. Ombak yang mendekati pantai


sekejap pecah di tengah laut. Pagipun tiba semuanya mulai terbangun. Yang
pertama sadar bahwa Cliff tidak berada di sekitar area perkemahan adalah
Hikari. Setelah dicari-cari ternyata Cliff tertidur di dalam sebuah pondok
yang tidak jauh dari sana. Setelah dibangunkan, Cliff segera bersiap-siap
untuk sarapan. Tetapi ternyata sarapan belum sempat disiapkan karena mereka
sibuk mencari Cliff.
Sebagai permintaan maaf dari Cliff, Cliff bersedia untuk memasakan
nasi goreng setelah mereka sampai di rumah Cliff nanti. Tanpa pikir
panjangpun Aeria langsung membereskan barang-barang dan langsung
bergegas menuju ke sepedanya. “Cliff ayo berangkat!” ajak Aeria. “Hei…
hei… Ria jangan malu-maluin yach!” kata Nina. “Emangnya kenapa!? Aku
khan bukan siapa-siapanya kamu! Dasar kepala jamur,” balas Aeria.
“Uhhh… dasar! Ria jelek!” teriak Nina. Semuanya langsung tertawa
melihat sifat mereka yang canggung itu. Akhirnya mereka sampai di rumah
Cliff. Ternyata hari ini bibinya dan pamannya sedang tidak di rumah. Mereka
hanya meninggalkan sebuah pesan yang mengatakan bahwa mereka harus
mengurus surat-surat adopsi di Sorcer Village. “Oh… iya, hari ini akan ada
yang datang,” kata Cliff. “Hah, siapa? Kok pake surat adopsi segala?” tanya
Archangel - 29 -

Tsuyo. “Orang tuanya sudah meninggal. Jadi pamanku memutuskan untuk


mengadopsinya,” kata Cliff.
“Anak itu perempuan apa laki-laki?” tanya Tsuyo. “Dia perempuan,”
jawab Cliff. “Umurnya?” tanya Aeria “Dia baru sebelas tahun,” kata Cliff.
“Memang dia anak siapanya pamanmu?” tanya Nina. “Dia anak teman
pamanku yang wartawan,” kata Cliff. “Jadi dia adik kelas kita kan?” tanya
Hikari. “Iya dia masih kelas enam,” kata Cliff. “Fiuh sukurlah,” kata Hikari.
“Kenapa, kok malah sukurlah?” tanya Aeria. “Ah… gak apa-apa kok,” jawab
Hikari dan dalam sekejap saja Hikari jadi salah tingkah.
“Kita kapan makannya nih?” tanya Aeria. “Oh iya jadi ngobrol terus,”
kata Cliff. “Kita ke kamar Cliff aja dulu, sambil nunggu kokinya msakin
sarapan,” kata Tsuyo. “Kakak, jangan seenaknya aja dong masuk-masuk ke
kamar orang!” bentak Hikari. “Gak apa-apa, kalian naik aja duluan kalo mau
main, main aja duluan,” kata Cliff. Cliff menuju ke dapur dan bersiap-siap
untuk membuat nasi goreng. Dia mulai dengan memakai celemek lalu
mengambil bahan-bahannya.
Sedangkan itu, di kamar Cliff Tsuyo dan Aeria mulai memberantakan
lalu mereka menyalakan TV. Sedangkan para perempuan hanya mengobrol.
Lalu Hikari memutuskan untuk membantu Cliff. Cliff masih sibuk dengan
nasi gorengnya tiba-tiba Cliff dikagetkan oleh Hikari yang masuk untuk
Archangel - 30 -

membantu. “Cliff, aku bantu yach. Aku ngapain nich?” tanya Hikari. “Kamu
bikin minumannya aja dulu. Di sana ada sirup, kalau mau bikin Shirley
temple, sirupnya jangan terlalu banyak. Pake soda yang ada di kulkas. Jangan
lupa pake cherry dan sedikit kayu manis di atasnya,” kata Cliff. “Eh…i…iya,”

jawab Hikari terbingung-bingung sekaligus kagum. Setelah selesai


memasakan nasi goreng tersebut, Cliff memanggil semua teman-temannya
untuk turun ke ruang makan.
Saat mereka sedang makan, bibi dan pamannya menelepon dan
mengatakan bahwa mereka akan menginap untuk beberapa malam di Sorcer
Village. Aeria menawarkan untuk menemani Cliff di rumahnya. Jika Cliff
mau Aeria juga akan menginap. Akhirnya Cliff meminta Aeria untuk
menginap di rumahnya. Setelah mereka makan, mereka mengobrol dan
bermain cukup lama sampai tanpa sadar bahwa sudah sore sekali. Aeria dan
yang lainnya pulang ke rumah masing-masing, tetapi Aeria kembali lagi untuk
menginap.
Kegiatan mereka hanya seputar nonton TV dan bermain video game.
Tetapi saat sekitar Pk 21.00 ada suara ledakan terjadi. Pertama-tama mereka
hanya mengira ada seseorang yang menyalakan petasan lalu mereka keluar
Archangel - 31 -

untuk melihat. Tetapi ternyata tidak ada siapa-siapa yang bermain petasan.
Lalu tiba-tiba saja, ada ombak besar yang jatuh tepat diatas pelabuhan. Dan
letaknya adalah di sebelah utara.
Lalu tiba-tiba setiap stasiun TV melaporkan berita mendadak yang
mengatakan akan ada ombak susulan yang lebih tinggi. Para penduduk yang
tinggal 500 meter dari pesisir sampai 1 kilometer harus segera mengungsi.
Lalu terdengar raungan dari Leviathan yang berteriak enyahlah. Lalu Aeria
bertanya kepada Cliff, “Cliff, kamu dengar teriakan tadi?” “I…iya, itu…itu
Leviathan,” kata Cliff. “Leviathan?” tanya Aeria terbingung-bingung. “Nanti
saja ku jelaskan. Sekarang kita harus kesana,” kata Cliff sambil bergegas
mengambil sepedanya.
Cliff dan Aeria langsung melaju ke arah pantai utara. Tetapi ditengah-
tengah perjalanan mereka dihentikan oleh polisi. Mereka sempat berdebat
sampai gelombang ke dua datang dan menghancurkan hampir ½ dari
pemukiman pesisir Maple Town. Para polisi sudah di peringatkan bahwa
gelombang ke-3 akan datang. Lalu Aeria mengajak Cliff melewati jalan pintas
melalui hutan. Dengan melalui perjalanan selama 15 menit mereka tiba di
pantai utara tempat mereka camping.
Disana Cliff bernegosiasi dengan Leviathan. Tetapi yang diminta
Leviathan adalah mustahil. Lalu Aeria ikut berbicara dia meminta maaf
Archangel - 32 -

tentang apa yang terjadi di dunia ini selama ini tetapi, “Kalian manusia-
manusia hanya bisa berjanji! Kalian semua pembohong besar!” teriak
Leviathan. “Leviathan! Dengar ini, tidak semua manusia mengotori lautan!
Sekarang sudah banyak pecinta alam yang tidak akan lupa dengan lautnya!”
teriak Aeria.
Sedangkan Cliff terbengong-bengong melihat semangat Aeria yang
menggebu-gebu untuk menyelamatkan kota. “Kau tahu, apa yang kami
rasakan setiap kali kami melihat kepunahan? Kematian? Apakah kau pikir
kami tahan akan semua hal ini? Kami juga merasakan sakit hati! Kami juga
ikut sakit oleh perbuatan teman-teman kami yang tidak mengerti tentang
alam!” teriak Aeria. “Apakah kamu mengerti, manusia? Sudah terlambat
untuk minta maaf. Badai ini akan menghancurkan kota ini dalam ½ jam
kedepan.
Saat itu juga Cliff menangis dan berlutut di hadapan Leviathan, “Aku
mohon. Hentikanlah ini. Baru kali ini lagi aku memohon kepada seseorang
setelah kematian orang tuaku!” kata Cliff. “Cliff…” Aeria bergumam. Lalu
Aeria ikut berlutut dan menangis, “ Aku juga mohon kepadamu Leviathan.
Kami tidak mau kehilangan orang-
Archangel - 33 -

orang yang kami cintai,” kata Aeria Saat itu juga gelombang ketiga
menghantam mereka. Tetapi ada kekuatan lain yang masih melindungi
mereka. Mereka masih tetap hidup dan tidak terkena sepercik air pun.
Lalu saat itu juga ombak susulan keempat datang dan bersamaan
dengan menghantamnya ombak tersebut, Leviathan berkata, “ Maafkan aku,
aku sudah tidak dapat berbuat apa-apa lagi.” Dalam gelapnya malam,
Leviathan menghilang. Lalu gelombang keempat menghantam mereka.
“Aeria, kau dengar itu? Dia minta maaf,” kata Cliff. “Iya aku dengar. Tetapi
itu percuma saja, karena sebentar lagi kota yang kita cinta ini akan hancur,”
kata Aeria.
“Tidak akan kubiarkan kota ini hancur Aeria. Aku akan berusaha
sampai titik darah penghabisan,” kata Cliff yang langsung bangkit berdiri.
“Ah… Cliff, aku juga tidak akan menyerah!” Aeria juga ikut berdiri. “Arc
wandku, aku tidak membawanya,” gumam Cliff panic. Tetapi pada saat itu
juga terlintas sesuatu di kepala Cliff dia seperti mendapatkan sebuah
pengelihatan.
Lalu Cliff berkata, “Rumah yang kucintai… adalah rumahku yang
memiliki kasih sayang, rumah yang selalu kompak, rumah yang selalu
bersama dalam duka dan suka. Dan rumah itu adalah keluargaku, keluargaku
adalah seluruh teman-temanku. Teman-teman yang selalu memaafkan. Aku
Archangel - 34 -

akan tetap menjaga rumahku ini walaupun salah satu dari cahaya itu harus
pergi walaupun aku adalah cahaya yang akan pergi itu, aku akan tetap
melakukannya aku Archangel The Slayer memohon kepada para malaikat
pelindungku agar selalu melindungi rumahku… keluargaku… aku mohon
untuk yang terakhir kalinya Necro Arch!!!” teriak Cliff.
Lalu dalam sekejap gelombang kelima yang menghantam tidak
menyentuh sedikitpun. Kota itu bagaikan mendapat perisai yang tidak terlihat.
Cliff yang kehabisan energy pun pingsan. Lalu setelah 2 hari berlalu, Cliff
tersadar dari tidurnya, “Dimana aku?” tanya Cliff. “Kamu di rumah sakit
Cliff,” kata Aeria, “Kamu hebat Cliff, kita semua selamat karena kamu.”
“Ja… jadi a… aku berhasil?” tanya Cliff.
“Ya,” jawab Seraphine. “Hah Seraphine?” Cliff kaget. “Biasanya
tidak ada yang berhasil melewati saat-saat seperti itu, apa lagi dengan lawan
seperti Leviathan yang merupakan dewa pelindung,” kata Seraphine. Tiba-tiba
saja Cliff langsung bangkit dari tempat tidurnya, “Oh iya, jangan-jangan Aeria
udah tahu semuanya?” tanya Cliff dengan panic. “Tenang Cliff rahasiamu
akan aman bersamaku. Lagi pula aku sudah mengerti setelah dijelaskan oleh
orang aneh ini,” kata Aeria.
“Cliff, teman-teman mu juga sudah datang. Mereka ada di luar, mau
kupanggilkan?” tanya Seraphine. “Tidak usah aku saja yang pergi menemui
Archangel - 35 -

mereka,” kata Cliff. “Eh jangan! Kamu belum boleh berdiri dulu ya!” perintah
seorang suster bertubuh gemuk. “Oh iya Cliff, kamu bisa keluar 3 hari lagi.
Trus kamu tenang aja soal pelajaran karena kita akan libur untuk beberapa
bulan karena sebagian kota hancur. Termasuk sekolah loh,” kata Aeria dengan
bersemangat.
“Waktu kunjungan sudah selesai! Sekarang kalian harus pulang!”
perintah suster yang tadi. Tiga hari telah berlalu dan besok Cliff sudah boleh
keluar. Walaupun Cliff merasa sedikit sedih karena harus meninggalkan
teman-temannya di rumah sakit dan Suster Margaret (suster gendut yang
waktu itu). Tetapi saat malam terakhir dia di rumah sakit, dia bermimpi
seseorang datang dan membisikannya sesuatu, “Ini aku, Leviathan.

Aku tahu kalau kamu bukanlah orang yang sama seperti yang telah merusak
lautku. Oleh karena itu aku akan membantumu. Jika kau membutuhkan aku,
aku akan datang. Kamu cukup mengatakan Syrzume Leviathan begitu
juga untuk memanggil teman-teman yang akan membantumu nanti di dalam
perjalananmu. Sampai jumpa lagi,” kata Leviathan
Akhirnya Cliff pulang dan dia bertemu dengan Xiao Yu, anak dari
teman paman John dan dia menjalani hari-hari yang normal kembali.
Archangel - 36 -

Chapter 5. The Day That Never Come


Beberapa bulan ini Cliff sudah tidak mendengarkan raungan monster-
monster lagi. Dan dia sudah menjalani kehidupan yang berbahagia dengan
saudara barunya yaitu Xiao Yu. Teman-teman Cliff juga sudah mengenal Yu
dan yang paling bersemangat adalah Tsuyo.
Hari ini yang tepatnya tanggal 17 September adalah hari ulang tahun
Yu yang ke 11. Sangat menyedihkan rasanya mengingat bahwa Yu sudah
tidak memiliki keluarga lagi. Hari ini mereka merayakan hari ulang tahun Yu
di sebuah Café tidak jauh dari Maple Town School.
Ternyata derita berpihak pada Cliff karena Yu tidak membawa cukup
uang, jadi sebagian besar pembayaran di bayarkan oleh Cliff. Hadiah terbagus
di berikan oleh Tsuyo yang merupakan sebuah gaun pesta yang kelihatannya
cukup mahal. Sedangkan hadiah dari Cliff adalah satu set peralatan
menggambar. Hadiah dari Aeria adalah sebuah boneka kelinci. Dan yang
terakhir hadiah patungan dari Hikari dan Nina yang berupakan satu set
peralatan berdandan.
Setelah mereka selesai membuka kado, Hikari dan Nina mengajari Yu
cara berdandan. Sedangkan anak laki-laki berjalan-jalan ke kota. Saat mereka
melihat Maple Town School yang sedang di bangun sudah hampir selesai
Archangel - 37 -

merekapun bergegas pulang dan memberi tahu Hikari, Nina, dan Xiao Yu.
Tetapi sesampainya di rumah mereka terkejut saat melihat Yu yang sudah
selesai berdandan. Tetapi hanya Tsuyo yang memuji Yu. Yang lain hanya
tercengang melihatnya. Tetapi tak lama kemudian mereka memberi tahu
kepada Hikari, Nina, dan Yu tentang Maple Town School yang sudah hampir
selesai dan bahkan hari persemiannya pun sudah di tentukan yaitu tanggal 25
October.
Beberapa minggu berlalu dan sudah satu minggu Cliff tidak bertemu
dengan teman-temannya karena mereka bertamasya ke tempat yang berbeda.
Dan sekarang sudah tanggal 24 October besok adalah hari pertama mereka
masuk sekolah kembali dan melanjutkan tahun ajaran yang tertunda. Waktu
sudah menunjukan Pk 22.00, itu berarti sudah waktunya Cliff dan Xiao Yu
untuk tidur. Bahkan sudah melewati jam tidurnya Xiao Yu.
Hari sudah pagi bahkan baru menunjukan Pk 6.00 tetapi sudah ada sms
yang sampai di handphone Cliff. Cliff membacanya , “Cliff, sebentar lagi aku
datang ke rumahmu ya,” dan ternyata sms dari Tsuyo. “Hanya dari Tsuyo…
Haaaaah!!! Gawat dari Tsuyo!” teriak Cliff kaget. Cliff pun bergegas menuju
ke pintu utama dan ternyata dugaan Cliff benar. Tsuyo sudah ada di depan
pintu menunggu Cliff. “Hi Tsuyo, ada urusan apa nih pagi-pagi udah dateng?”
tanya Cliff. “Yu mana?” tanya Tsuyo. “Masih tidur,” jawab Cliff.
Archangel - 38 -

“Yah masih tidur. Padahal udah dateng pagi-pagi begini, belom


sarapan lagi,” gerutu Tsuyo. “Salah sendiri dateng pagi-pagi. Sabar deh kita
sarapan sama-sama aja di sini,” kata Cliff. “Ok deh Cliff, kamu memang
teman yang paling pengertian,” puji Tsuyo. Jam sudah menunjukan Pk 6.30
Cliff selesai membuatkan 3 piring nasi goreng. “Wah lezat nih,” kata Tsuyo.
Saat itu pula Yu turun dari kamarnya. “Wah wah enak nih. Eh ada tamu ya?”
tanya Yu. “Bukan kok cuma pengganggu di pagi hari,” kata Cliff.
“Hehehehehe… sorry deh,” kata Tsuyo. “Yok makan abis itu kamu mandi
Yu,” kata Cliff.

Setelah Yu mandi dan selesai sarapan, mereka pun berangkat ke


sekolah mereka. Di perjalanan mereka bertemu Hikari dan Nina mereka pun
berangkat ke sekolah bersama-sama. Sebelum sampai di sekolah, mereka
pergi ke rumah Aeria untuk menjemputnya. Tetapi sesampainya di rumah
Aeria, mereka diberitahu bahwa Aeria sudah berangkat sejak pagi. Akhirnya
mereka langsung pergi ke sekolah, gedung sekolah Yu berada di sebelah
Maple Town Junior High School. Hari ini masih hari persmian gedung baru
Maple Town School. Jadi murid-murid bisa pulang lebih cepat.
Archangel - 39 -

Tetapi walaupun begitu, Cliff dan teman-temannya masih berkumpul


di Café de Croissants yang tepatnya berada di bekas gudang di belakang
sekolah sedangkan Yu sudah pulang lebih dulu ke rumahnya. Seperti
namanya, Café ini memiliki menu istimewa berupa croissants. Mereka masih
sibuk membicarakan tentang Aeria yang sama sekali tidak terlihat batang
hidungnya sejak pagi tadi. “Anak-anak, saya mau ke dapur dulu ya. Nanti
kalau ada pelanggan tolong catat pesanannya, tipnya buat kalian saja,” kata
Nyonya Cecil. Nyonya Cecil adalah pemilik Café de Croissants, dia adalah
orang yang sangat baik.
Saat Cliff dan teman-temannya sedang mengobrol dan mendiskusikan
tentang Aeria, ada seorang anak perempuan bermantel dan bertudung hitam
yang kira-kira umurnya sama dengan mereka. Tetapi Cliff dan yang lainnya
belum pernah melihat anak perempuan itu. Seperti yang di beritahukan oleh
Nyonya Cecil, Hikari pun menanyakan pesanan anak perempuan tersebut.
Saat ditanya mau memesan apa, anak perempuan itu berkata, “Aku tidak mau
memesan makanan, tetapi berikanlah surat ini kepada The Slayer,” katanya
sambil menunjukan amplop surat tersebut. Setelah itu, anak perempuan itu
pun meninggalkan Café.
Hikari yang terbingung-bingung pun kembali ke mejanya dan
menceritakan hal tersebut kepada teman-temannya sambil memberikan surat
Archangel - 40 -

itu. Cliff yang mengetahui hal itu langsung mengambil surat itu dan berkata,
“A…Aku akan mencari orang tersebut melalui internet. Ka… karena
sepertinya itu nama orang yang biasa on-line di The Network,” kata Cliff
tergugup-gugup. “Baiklah, kami serahkan padamu Cliff,” kata Tsuyo. Setelah
itu, mereka pulang ke rumah masing-masing. Saat sampai di rumahnya, Cliff
langsung masuk ke kamarnya dan membaca surat tersebut.
Ternyata, isi surat tersebut mengatakan bahwa Aeria di culik oleh
Light Elf (salah satu bangsa Elf). Dan para Light Elf mau mengembalikan
Aeria jika Cliff mau melakukan sebuah perjanjian. Tetapi sebelumnya, Cliff
harus melakukan pertemuan dengan Shining Angel di Endless Garden pada
hari Minggu tanggal 26 Oktober jam 11.00 yang tepatnya adalah besok.
Hari Minggu pun tiba. Cliff yang terburu-buru langsung pergi ke
sebuah Game Center untuk on-line di The Network. Sesampainya Cliff
langsung log-in ke The Network. Masuk ke The Network Cliff langsung
menuju ke Endless Garden yang merupakan sebuah taman yang terkenal
karena suasananya yang romantis. Walaupun Cliff sering berurusan dengan
makhluk yang dianggap hanya mitos, tapi hal yang satu ini benar-benar tidak
bisa di percaya.
Archangel - 41 -

Setelah menunggu selama ½ jam, akhirnya Cliff bertemu dengan Shining


Angel yang ternyata adalah perempuan. “Kita bertemu di Café de Croissants
nanti sore jam 5
sore,” kata Shining Angel. “Hei! Sebenarnya siapa kau?” tanya Cliff. “Ikuti
saja perintahku,” kata Shining Angel.

Jam 5 sore pun tiba. Cliff yang terburu-buru, segera pergi ke Café de
Croissants. Cliff merasa sedikit aneh di perjalanan menuju Café de Croissants
karena di perjalanan benar-benar sepi, bahkan bisa di bilang tidak ada tanda-
tanda kehidupan. Sesampainya di Café de Croissants, Cliff terkejut ketika
melihat Nyonya Cecil yang membeku bagaikan batu. Tidak hanya Nyonya
Cecil, tetapi Cliff juga melihat beberapa penduduk kota yang kaku tak
bergerak. “Selamat datang Archangel The Slayer…” terdengar suara misterius
dari seorang perempuan yang sosoknya masih belum terlihat oleh Cliff.
“Siapa kau? Tampakan dirimu!” teriak Cliff.
Tiba-tiba sesosok anak perempuan dan tiga orang anak laki-laki yang
tanpa di sadari Cliff mereka memiliki daun telinga yang panjang selayaknya
seorang elf berada di depan Cliff. “Aku adalah Shining Angel kau bisa
Archangel - 42 -

memanggilku Angel,” kata anak perempuan itu. “Aku adalah Rafaél,” kata
seorang anak laki-laki yang rambutnya berwarna merah dan dikuncir ekor
kuda yang tidak diragukan lagi adalah seorang elf juga karena daun
telingannya yang panjang.
“Siapa dua orang di belakangmu? Dan siapa namamu yang
sebenarnya?” tanya Cliff. “Mereka hanya figuran. Namaku adalah Angela
Lucile,” jawab Angel. “Sejak kapan kalian mengetahui keberadaanku?” tanya
Cliff. “Sejak seminggu sebelum insiden Leviathan,” jawab Rafaél. “Kenapa
baru sekarang aku merasakan aura keberadaan kalian? Dan kenapa kalian baru
menampakan diri?” tanya Cliff. “Kau tidak merasakan kami karena
kekuatanmu baru saja pulih sepenuhnya semenjak tragedy Leviathan,” kata
Angel. “Dan kami tidak menampakan diri karena kami harus membereskan
beberapa kekacauan yang di sebabkan oleh Leviathan. Banyak orang yang
mengaku melihat Leviathan, jadi kami harus menutup ingatan mereka tentang
Leviathan,” lanjut Rafaél.
“Jadi apa keperluan kalian denganku sekarang? Dan kenapa kalian
menculik Aeria?” tanya Cliff. “Kami membutuhkanmu untuk menyelamatkan
desa kami dari kehancuran,” jawab Rafaél. “Sebenarnya tidak hanya desa
kami melainkan dunia kami,” jawab Angel. “Jadi apa untungnya bagiku? Apa
hubungan semua ini dengan Aeria?” tanya Cliff. “Jika dunia kami hancur,
Archangel - 43 -

tidak hanya akan mempengaruhi dunia kami. Tetapi juga mempengaruhi duni
kalian para manusia,” jawab Angel. “Apa pengaruhnya?” tanya Cliff. “Jika
dunia kami hancur, sebagian besar penduduk dari dunia kami akan pindah ke
duniamu. Dan jika itu terjadi, ekosistem di alam semesta akan rusak
karena…” tiba-tiba omongan Angel terputus.
“Kenapa? Sebenarnya apa yang terjadi di dunia kalian?” tanya Cliff.
“Karena…karena…” Angel tidak bisa berbicara. “Karena dunia kami dalah
bagian akar dari Pohon Yggdrasil,” lanjut Rafaél. “Dan di dunia kami sedang
terjadi sebuah invasi yang di lakukan oleh Night Elf. Oleh karena itu, kami
mau meminta bantuanmu untuk menggagalkan invasi mereka ke pusat pohon
Yggdrasil,” jawab Angel. “Apa maksudmu dengan pusat pohon Yggdrasil
dalah dunia manusia?” tanya Cliff. “Ya. Dunia manusia yang merupakan
batang dari pohon Yggdrasil merupakan energy hidup dari alam
semesta. Walaupun manusia sering merusaknya, kami bangsa elf selalu
berusaha mengembalikan pusat pohon Yggdrasil seperti sediakala,” jawab
Angel.
“Angel, aku harus segera menemui sang Executioner,” kata Rafaél.
“Baiklah sebaiknya kita berangkat bersama,” kata Angel. “Tunggu!
Bagaimana dengan orang-orang di Maple Town?” tanya Cliff. “Tenang saja.
Mereka akan selamat dari serangan
Archangel - 44 -

para Night Elf. Sedangkan bagian bumi yang lainnya masih di bekukan oleh
pasukan Elite Light Elf,” kata Angel. “Jadi maksudmu, semua orang di dunia
akan di bekukan?” tanya Cliff. “Ya. Penjelasannya akan ku berikan di
perjalanan menuju desa kami. Ayo masuk ke warp gate ini,” perintah Angel
sambil mendorong Cliff kedalam sebuah lubang bercahaya berwarna biru di
dinding Café.
Perjalanan selama 15 menit itu terasa seperti di dalam bioskop 3
dimensi. Tiba-tiba Cliff sudah tiba di sebuah tempat yang kelihatannya seperti
hutan Amazon. “Sekarang kita sudah sampai di hutan Karastin,” kata Angel.
“Sebenarnya di mana Aeria sekarang?” tanya Cliff. “Sebentar algi kau akan
bertemu dengannya. Dan sebaiknya kita mulai berangkat ke Argaf Village,”
kata Angel. “Tempat apa itu?” tanya Cliff sambil mulai berjalan. “Itu adalah
desa tempat persembunyian FF,” kata Angel. “FF? Pasti ada alasan lain selain
invasi Night Elf. Beritahu aku,” kata Cliff. “FF, FF adalah Freedom Frontiers.
Gerakan kemerdekaan kami dari Night Elf dan para Undead Forces. Kau tidak
perlu tahu alasan lain lagi,” kata Angel dengan nada bicaranya yang dingin.
Archangel - 45 -

Cliff menghela napas. “Kenapa kau menghela napas seperti itu?” tanya
Angel. “Sebaiknya kita tidak usah membicarakan masalah itu lagi. Apakah
kau mau menceritakan tentang dirimu?” tanya Cliff. “Kau tidak perlu
mengetahui apa-apa tentang diriku,” kata Angel. “Hahaha… kenapa kamu
begitu dingin? Pasti tidak ada laki-laki yang tertarik padamu,” kata Cliff
sambil tertawa. “Hmmm… baru kali ini aku bertemu orang sesantai dia aku
seperti teringat dengan seseorang. Apakah benar bahwa dia adalah
Archangel… benar-benar sosok pahlawan yang tidak bisa di bayangkan,” kata
Angel dalam hati. “Hei… kenapa kamu diam?” tanya Cliff. “Tidak apa-apa
aku hanya teringat akan seseorang,” kata Angel.
Sudah 2 jam mereka berjalan tetapi belum satupun tanda-tanda
kehidupan dilihat oleh Cliff sedangkan mereka saling diam. “Masih jauh
gak?” tanya Cliff. “Dua kilometer lagi,” kata Angel. “HAAAH!!! Bercanda
kamu?” tanya Cliff. “Iya kok tahu sih?” tanya Angel. “Gak lucu tau! Eh ciri-
ciri tempatnya kayak gimana sih? Mungkin aku bisa pake Telepritus,” kata
Cliff. “Apa itu? Apakah semacam sihir para dewa?” tanya Angel. “Iya.
Mungkin bisa dibilang begitu. Gunanya adalah untuk memindahkan kita ke
tempat tujuan secara langsung,” kata Cliff. “Oooo… Tapi kita tidak bisa
menggunakan sihir,” kata Angel. “Kenapa? O iya, sifat kamu sekarang sudah
mulai melunak ya. Lebih baik begini,” kata Cliff. Wajah Angel memerah,
Archangel - 46 -

“Kalau kita menggunakan sihir, para Necromacer dari Night Elf akan segera
mengetahui keberadaan kita,” kata Angel.
Sudah 3 jam mereka berjalan sekarang. “Aneh, harusnya sudah sampai
di Argaf,” kata Angel. “Hmmm… mungkin kita kesasar,” kata Cliff. “Gak
mungkin, kita sudah melewati tempat ini tadi. Mungkin kita hanya berputar-
putar,” kata Angel. “Ini seperti ilusi labirin spiral,” kata Cliff. Tiba-tiba datang
segerombolan elf yang masing-masing membawa pisau. “Sepertinya kita
harus bertarung,” kata Angel. “Jadi mereka Night Elf…” kata Cliff,
“Sepertinya hari yang damai tidak akan pernah datang.”
“Hari yang tidak akan pernah datang,” kata Angel. “Baiklah saatnya
bertarung!” kata Cliff sambil mengeluarkan tongkatnya dan langsung
mengucapkan mantera DEMI yang seharusnya menghisap energy negative
mereka. Tetapi anehnya mantera itu tidak berfungsi. “HEI!!! Bodoh kau!
Mereka Night Elf, mereka ini hidup dari energy
negative!” kata Angel. Sementara itu Cliff yang merasa malu itu salah
tingkah dan para Night Elf tertawa geli melihat tingkah Cliff. “Baiklah teriak
Cliff, cukup sampai di sini kalian mentertawakan ku!” teriak Cliff. Tetapi
mereka tertawa semakin keras dan
Archangel - 47 -

salah satu dari mereka berkata, “Hei teman-teman, ternyata dia bisa marah
juga ya…” katanya sambil tertawa. “Grrrr… Cukup sudah!” sambil
mengacungkan tongkatnya dia berteriak, “Sanctus Cornicus!!! ”
Dan dalam sekejap cahaya yang terang keluar dari tongkatnya dan
dalam sekejap Night Elf di depannya sudah lenyap menjadi gas dan yang
tersisa hanya pakaiannya saja tumbuhan-tumbuhan disekeliling mereka juga
musnah menjadi gas dan tiba-tiba saja mereka berada di pinggir sebuah air
terjun.
“Sepertinya ilusinya sudah hilang,” kata Angel. “Begitu juga
mereka…” kata Cliff. “Hei kekuatanmu benar-benar hebat, mereka sampai
menguap. Itu artinya kekuatanmu benar-benar hebat,” puji Angel. “Terima
kasih. Apakah masih jauh?” tanya Cliff. “Sudah dekat, sebentar lagi kita
sampai,” kata Angel. Setelah mereka sampai di dekat air terjun, Angel
membuat diagram sihir di udara lalu setelah itu, Angel menggambarkan
diagram sihir yang sama di permukaan air terjun. Lalu tiba-tiba saja air terjun
tersebut terbelah. Di balik air terjun tersebut ada sebuah gua.
Mereka pun masuk ke dalam gua tersebut. Ternyata di dalamnya ada
sebuah desa yang sangat indah. Lalu seorang prajurit mendatangi mereka dan
berkata, “Lady Lucile, apakh dia adalah The Slayer?” “Iya, dia adalah The
Slayer, Archangel The Slayer,” kata Angel. “Apakah Rafaél sudah tiba?”
Archangel - 48 -

tanya Angel. “Master Rafaél sudah tiba sejak tadi Lady Lucile,” kata prajurit
tersebut. “Bagus, kita langsung saja menuju ke Altar,” kata Angel. “Altar?”
tanya Cliff. “Altar adalah markas besar kami,” kata Angel, “Kau lihat menara
crystal di depan sana?” tanya Angel. “Ya, apakah itu Altar?” tanya Cliff. “Ya
benar sekali,” kata Angel.
Lalu mereka pun pergi ke arah Altar. Sesampainya di Altar, para
pelayan dan kesatria menyambut Angel dan Cliff dengan sebutan yang benar-
benar membuat Cliff terkejut, yaitu Master Archangel. “Layani Archangel
sebaik-baiknya. Aku akan rapat dengan para Demon Hunter yang lain,” kata
Angel. “Demon Hunter?” tanya Cliff. “Kau tidak perlu tahu dulu,” kata
Angel. “Silahkan Master Archangel, kamar anda sudah disiapkan. Ikuti saya,”
kata seorang pelayan wanita.
Cliff pun mengikuti pelayan tersebut menyusuri lorong Altar yang
terbuat dari crystal yang berisi air yang mengalir di dalamnya sehingga
semuanya serba bening tapi satu hal yang tetap membingungkan bagi Cliff,
yaitu cara mereka membangun menara ini. Cliff pun tiba di kamarnya. Di
kamarnya, Cliff bisa melihat menembus dinding kamarnya. Tiba-tiba Cliff
merasa aneh sendiri dengan kamarnya. “Kalo ada yang ngeliat dari depan
gimana?” tanya Cliff pada pelayannya. “Kamar tuan tidak akan terlihat dari
luar,” jawab pelayannya. “Kalau begitu saya mau beristirahat dulu,” kata
Archangel - 49 -

Cliff. “Baiklah tuan jika anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya
melalui keong yang ada di pinggir tempat tidur tuan. Nama saya Oflie
silahkan beristirahat tuan,” jelas Oflie.
Cliff pun melihat kearah tempat tidur yang terbuat dari crystal yang
berisi air tersebut dan berkata pada dirinya sendiri, “Tempat tidurnya
kayaknya nggak nyaman tuh.” Cliff pun berbaring di atas tempat tidur tersebut
tapi ternyata tempat tidur tersebut benar-benar empuk dan nyaman. Bahkan
dia merasa seperti ada selimut transparan yang menyelimutinya sehingga ia
merasa hangat. Tetapi tetap saja dia merasa sedikit dingin di tempat tidurnya.
Sementara dia berpikir dingin, tiba-tiba saja air di dalam tempat tidurnya
berubah warna menjadi kemerah-merahan dan menjadi sedikit lebih hangat.

Cliff melihat keluar melalui dinding Altar, dia melihat seekor wyvern
dengan seseorang menungganginya terbang mendekati Altar. Dan dia
mendengar suara banyak langkah kaki di depan kamarnya. Lalu Cliff pun
melihat keluar melalui dinding kamarnya dan melihat bahwa banyak orang
berlarian menuju ke arah yang berlawanan dengan pintu masuk. Cliff yang
penasaran pun menuju ke pintu kamarnya untuk keluar, tetapi pintu kamar
Archangel - 50 -

Cliff dikunci dari luar. “Sepertinya pintu kamarku dikunci menggunakan


sihir,” Cliff bergumam pada dirinya sendiri.
Cliff pun melirik ke arah keong yang berada di samping tempat
tidurnya, Cliff lalu mencoba memanggil Oflie dari keong itu. Tetapi tidak ada
respon sama sekali. Cliff bertanya-tanya pada dirinya tentang apa yang terjadi.
Tetapi dari semua kemungkinan yang terjadi, tidak mungkin tempat ini di
serang oleh Night Elf. Cliff pun tersadar bahwa di sebelahnya ada rak buku
Cliff menuju rak tersebut dan menemukan sebuah buku sihir.
Cliff membuka buku tersebut dan mencari sihir pengunci. Setelah
membalik-balikan halaman buku tersebut berkali-kali, Cliff menemukan sihir
pengunci dan setelah membacanya, ada keterangan yang mengatakan bahwa
sihir pembuka hanya bisa digunakan oleh orang yang mengunci. Cliff yang
merasa putus asa tersebut melempar buku sihir itu ke arah tempat tidurnya.
Buku itu jatuh dan terbukalah sebuah halaman yang sobek ½ lalu Cliff melihat
halaman buku tersebut, Cliff mengambil dan membacanya, “Disolvious
spell… disolvious mirip seperti kata dissolve dalam bahasa Inggris yang
berarti berubah menjadi cairan. Tetapi mengapa ½ halamannya di sobek?
Mungkin aku bisa menemukan ½ halamannya dan menggunakan sihirnya
untuk keluar dari sini.”
Archangel - 51 -

Cliff mencari halaman yang tersobek tersebut di setiap buku yang di


temukannya. Tibat-tiba, terdengar suara ledakan dan terjadi sebuah getaran.
Buku-buku di rak bukupun jatuh berhamburan. Tetapi jatuh selembar kertas
yang terlihat janggal. Cliff mengambilnya dan membacanya. Ternyata kertas
tersebut adalah sobekan ½ halaman buku Disolvious Spell. “Gunakan mantera
berikut untuk mengubah sebuah benda menjadi cairan,” Cliff membacanya.
Lalu Cliff melihat di bagian bawahnya ada sebuah tulisan Disintegrated
Disolvious. Cliff pun langsung mengacungkan tongkatnya ke arah pintu
kamarnya dan mengucapkan mantera tersebut, “Disintegrated
Disolvious!” Dan dalam sekejap, pintu kamarnya mencari lalu diikuti
dinding kamarnya.
Cliff langsung lari keluar dari kamarnya. Tiba-tiba, sebuah ledakan
terjadi lagi tetapi kali ini tidak terasa getaran apapun. Cliff langsung menuju
ke arah suara ledakan itu berasal. Sesampainya di tempat suara tersebut
berasal, Cliff melihat Oflie yang sedang terpojok melawan seseorang yang
menggunakan armor lengkap dan memiliki ekor seperti ekor serigala.
“OFLIE!!!” teriak Cliff. “Master Archangel, bagaimana anda bisa keluar?”
tanya Oflie. “Pertanyaan yang bagus tetapi akan ku jawab nanti.
“Master Archangel ya? Ternyata kau adalah Archangel,” kata orang
tersebut sambil membalikan tubuhnya ke arah Cliff dengan suaranya yang
Archangel - 52 -

parau. “Siapa kau? Dan apa kau ini?” tanya Cliff. “Aku? Aku adalah Alfantre
The Dark Knight sudah lama aku mendengar kabar tentang dirimu Archangel,
lawanlah aku!” tantang Alfantre sambil mengeluarkan pedangnya. “Baiklah!
Aku akan melawanmu,” kata Cliff. “Baiklah kita mulai sekarang,” kata
Alfantre yang secara tiba-tiba menyerang Cliff dengan pedangnya. Cliff pun
secara reflek menangkis serangannya dengan Arc Wandnya.
Alfantre menyerang Cliff secara beruntun sedangkan Cliff hanya bisa
menangkis serangannya dengan Arc Wand. Tanpa di sadari mereka, satu per
satu bagian dari Altar

sudah mencair terkena pengaruh dari Disolvious Spell. Melihat Cliff terdesak,
Oflie mengeluarkan sihir Explictic Extinction dan sebuah bola cahaya
keluar dari tangannya dan menghantam Alfantre. Alfantre pun terpental jauh
keluar ruangan. Itu memberikan Cliff waktu untuk menggunakan sihir. Cliff
tanpa pikir panjang pun mengeluarkan Sanctus Cornicus. Tetapi anehnya,
cahaya yang keluar bukan dari ujung tongkatnya melainkan bagian-bagian
badan tongkat yang di pakai untuk menangkis serangan pedang Alfantre juga
mengeluarkan cahaya tetapi berpola seperti retakan-retakan. Setelah
diperhatikan, ternyata Arc Wand milik Cliff retak.
Archangel - 53 -

Setelah Alfantre terkena Sanctus Cornicus, armornya pun lenyap.


Dan ¾ bagian dari Arc Wand yang mengalami retak pecah dan mengeluarkan
cahaya dan dalam sekejap Arc Wand berubah menjadi sebuah pedang dan
ukurannya menjadi 2 kali ukuran Arc Wand. Tetapi tiba-tiba, dinding-dinding
di sekitarnya mulai berubah menjadi cairan. Oflie yang menyadari hal itu
langsung mengajak Cliff lari dari ruangan tersebut dan memanggil orang-
orang yang tersisa agar cepat keluar dari Altar. Setelah berkejar-kejaran
dengan air, akhirnya mereka semua berhasil lolos dari Altar. Sedangkan Altar
sudah hancur menjadi air.
“Bodoh kau!!!” teriak Angel kepada Cliff. “Maafkan aku. Aku tidak
tahu kalau akan menjadi begini,” kata Cliff. “Altar adalah Crystal yang
terbentuk dari air. Proses pembentukan altar membutuhkan waktu 500 tahun.
Kau telah menghancurkan harta kerajaan yang telah ada selama lebih dari 600
tahun. Kau tahu itu?” tanya Rafaél. “Ma… maafkan aku…” kata Cliff gugup.
“Tenang saja, dengan bantuan beberapa orang penyihir, Altar akan selesai
kembali dalam waktu 3 tahun,” kata Angel. “Hei teman, aku hanya bercanda
tidak usah serius begitu dong,” kata Rafaél. Cliff pun menghela napas lega.
“Sementara ini kita menginap dulu di rumah warga setempat. Besok
kita berangkat ke Rune City of Axis,” kata Angel. Cliff yang masih
terbingung karena perubahan Arc Wandnya menjadi pedang terus bertanya-
Archangel - 54 -

tanya dalam hatinya. “Apakah di sini ada seorang ahli senjata sihir?” tanya
Cliff kepada Angel. “Ada, memangnya kenapa?” tanya Angel. “Aku mau
menanyakan tentang perubahan Arc Wand menjadi pedang,” kata Cliff.
“Hmmm… aneh juga. Ayo aku antar kau,” ajak Angel. Merekapun menuju ke
arah timur Altar lalu setelah mereka berjalan beberapa saat, mereka berhenti
di sebuah rumah dengan patung seperti anjing dengan sayap dan tiga mata di
depannya.
Merekapun masuk ke dalam rumah tersebut dan mereka langsung oleh
Blacksmith Aria. “Wah-wah Lady Lucile, sudah lama tidak bertemu. Siapa
orang yang bersama mu ini?” tanya Aria. “Dia Archangel The Slayer. Kami
mau menanyakan sesuatu tentang Arc Wand legendaries,” kata Angel. “Arc
Wand ya? Arc Wand satu-satunya yang terbuat dari mythril yang di lapisi
dengan emas putih sehingga menjadi tongkat sihir terkuat dan terindah
sepanjang masa. Ada apa dengan Arc Wand tersebut?” tanya Aria.
“Arc Wand yang terbuat dari mythril logam legendaris itu retak dan
hancur,” kata Angel. “Apa?!? Itu tidak mungkin, mythril merupakan logam
yang kuat apa lagi mythril yang mengandung sihir seperti pada Arc Wand
tidak mungkin hancur. Siapa yang menghancurkannya?” tanya Aria.
“Alfantre… Alfantre The Dark Knight,” kata Cliff. “Hmmm… Alfantre
Archangel - 55 -

dengan Demon Slayernya memang terkenal. Tetapi Demon Slayer juga


berelemen holly mana mungkin bisa menghancurkan Arc Wand. Kecuali…”

omongan Aria terhenti. “Kecuali apa?” tanya Angel. “Kecuali dia sudah
contract dengan raja kegelapan dan menjadi Demon Master,” kata Aria.
“Sebaiknya kita langsung masuk ke pokok permasalahannya, yaitu perubahan
yang terjadi pada Arc Wand menjadi sebuah pedang,” kata Cliff. “Hmmm…
Arc Wand berubah menjadi pedang? Bolehkah aku melihatnya?” tanya Aria.
Cliff pun mengeluarkan Arc Wandnya yang sudah berubah menjadi pedang.
Aria melihat dan meraba pedang itu dengan teliti lalu menggunakan
pedang tersebut untuk memotong sebongkah besar elunium yang di padatkan
hingga terbelah menjadi dua dengan mudahnya. “Logam dari pedang ini
adalah logam mythril yang di lapisi dengan orichalcum. Lihat lah bekas
berwarna biru di atas elunium tersebut, itu adalah bukti bahwa logam pedang
ini di campur dengan orichalcum yang menimbulkan asam jika bergesekan
dengan logam yang mengandung emeridoval di dalamnya seperti elunium,
oridecon, dan mythril yang berkualitas tinggi,” kata Aria.
“Jadi pedang ini…” omongan Cliff dipotong oleh Aria “Ya pedang
yang sangat langka yang hanya bisa di buat oleh seorang blacksmith yang juga
merupakan seorang penyihir, karena untuk mencampur mythril dan
Archangel - 56 -

orichalcum harus menggunakan ilmu sihir. Dan orang yang bisa melakukan
itu hanya satu di Yggdrasil ini. Dia adalah blacksmith legendaries Stigmotious
yang diusir ke dunia kami para elf dari Olympus karena membuat senjata
untuk seorang Demon Master. Dan yang ku dengar bahwa dia membuat satu
senjata legendaris lagi untuk seorang dewa untuk mengalahkan Demon Master
tersebut. Dan tak disangka bahwa senjata yang dibuatnya adalah Arc Wand
milik dewa Rudra,” kata Aria.
“Jadi sebenarnya, bentuk asli dari Arc Wand adalah pedang ini? Apa
nama pedang ini?” tanya Cliff. “Iya bentuk asli Arc Wand adalah pedang
tersebut. Sebenarnya pedang tersebut belum bernama. Orang yang pantas
memberinya nama adalah kau,” kata Aria. “Hmmm… mau kamu beri nama
apa?” tanya Angel. “Hmmm… apa ya…?” Cliff bertanya. Tiba-tiba terlintas
sesuatu yang membisikan di kepala Cliff, suara seperti dengungan lebah yang
ada pad kotak hitam pesawat orang tua Cliff. Suara tersebut menyebutkan,
Crimson Soul. “Pedang ini akan ku beri nama Crimson Soul,” kata
Cliff.
Matahari pun sudah tenggelam di ufuk Barat. Cliff dan Angel kembali
ke tempat mereka masing-masing. Setelah sampai di sebuah rumah tempatnya
menginap untuk sementara, Cliff mandi dan mengganti pakaian dengan
pakaian yang di berikan oleh penduduk untuknya. Cliff pergi keluar dan
Archangel - 57 -

berdiri di gerbang masuk Argaf dan menatap langit yang penuh bintang dari
balik dinding air terjun yang terus mengalir. Cliff mengingat teman-temannya
dan berpikir untuk mengajak teman-temannya untuk masuk ke dunia elf ini.
Cliff yang sudah merasa lelah pun kembali ke rumah tempatnya
menginap untuk tidur dan mengumpulkan tenaga selama perjalanan besok
menuju ke Rune City of Axis
Archangel - 58 -

Chapter 6. Axis The Rune of Life


Ayam berkokok dan matahari sudah terbit di ufuk Timur, ternyata hari
sudah pagi. Cliff yang sudah terbangun, langsung keluar dari rumah dan
berjalan ke arah rumah Angel. Setibanya di sana, Cliff bertemu Angel di
depan rumahnya. “Sebenarnya di mana kalian menyekap Aeria?” tanya Cliff.
“Tenang saja, teman mu ada di Rune City of Axis dan dia mendapat
perlakuan istimewa dari kami.
Kami tidak akan menyakitinya. Ayo kita berangkat,” kata Angel.
Mereka pun pergi ke arah yang berlawanan dengan pintu masuk Argaf. Tetapi
sebelum mereka pergi, mereka bertemu dengan Blacksmith Aria. “Ini aku
berikan sarung pedang untuk mu Archangel. Sarung pedang ini terbuat dari
oridecon gunakanlah sarung pedang ini untuk melindungi pedang mu,” kata
Aria.
Mereka pun berangkat keAxis. Tetapi jalan yang di lalui kali ini
berbeda dengan jalan yang sebelumnya mereka lalui tetapi jalan yang mereka
lalui saat ini berupa sebuah terowongan dengan banyak patung-patung dan
ukir-ukiran yang katanya menceritakan dan mewakili masing-masing dewa
yang ada di dunia mereka. Di perjalanan Cliff sempat berpikir sejenak tentang
Archangel - 59 -

teman-temannya di dunia manusia. “Angel…” panggil Cliff. “Ya…?” tanya


Angel. “Apakah aku boleh membawa teman-temanku beserta paman dan tante
ku ke dunia ini?” tanya Cliff. “Coba kita tanya kepada Kaisar Axis XXVII
nanti,” kata Angel. “Baiklah…” kata Cliff.
Selama perjalanan selama ½ jam mereka tidak menemukan kesulitan
apapun. Dan akhirnya, mereka keluar dari terowongan tersebut dan sekarang
mereka berada di sebuah taman yang banyak monsternya. “Wah!!! Banyak
sekali monster di sini,” kata Cliff sambil mengeluarkan pedangnya. “Tenang
saja mereka pastilah bukan masalah yang sulit bagimu kan?” tanya Angel.
“Hmmm… Kita coba saja. Mungkin aku bisa sekalian mencoba pedang
baruku,” kata Cliff. Dan tiba-tiba saja monster yang menyerupai kupu-kupu
menyerang Cliff tetapi secara reflek Cliff tengkurap untuk menghindari
serangannya.
Setelah itu Cliff mengambil kuda-kuda untuk bersiap-siap melakukan
counter attack jika kupu-kupu itu menyerang lagi. Tetapi kali ini dari arah
kanan Cliff datang seekor monster yang menyerupai banteng mau
menyeruduk Cliff tetapi secara reflek Cliff langsung menyerang banteng itu
dan memotong tanduknya. Banteng yang kesakitan tersebut lari ke hutan.
Tetapi kupu-kupu yang tadi menyerang Cliff kali ini menyerangnya dengan
membawa dua ekor temannya. Cliff yang baru saja pulih setelah melakukan
Archangel - 60 -

serangan langsung menebas sayap ke tiga kupu-kupu tersebut dan tentu saja
dengan reflek. Seperti yang bsia dibayangkan, Cliff yang belum terbiasa
menggunakan pedang harus melakukan gerakan-gerakan dengan pedangnya,
benar-benar gerakan yang hancur.
Akhirnya mereka memutuskan untuk lari ke pintu gerbang. Akhirnya
mereka sampai di dalam kota Axis. “Wah… benar-benar kota yang indah.
Kota seperti pada jaman medieval di dunia manusia. Benar-benar indah,” kata
Cliff terkagum-kagum. “Di kota ini tidak ada teknologi seperti di dunia
manusia, tetapi kami menggunakan sihir. Kecuali satu benda yang kami
gunakan, yaitu kereta api uap,” kata Angel. “Wah! Bagus kalau begitu, aku
belum pernah naik kereta uap sama sekali,” kata Cliff. “Maaf tuan Archangel,
kita disini bukan untuk tamasya. Tetapi untuk misi kita,” kata Angel sambil
meledek. “Maaf Lady Lucile. Bukan begitu maksudku,” balas Cliff sambil
meledek
Archangel - 61 -

Mereka pun berjalan menuju Axis Castle dan melalui pasar. Pedagang-
pedagang sedang berteriak-teriak menawarkan barang-barangnya. “Ini, belilah
pedang ini, terbuat dari mythril asli hanya dengan 700,000 Seckles, anda
sudah dapat memiliki pedang ini,” teriak pedagang itu. Cliff pun bertanya
kepada Angel, “Apakah pedang mythril itu asli?” Tetapi sebelum Angel
menjawab sang penjual berteriak kepada Cliff, “Hei! Anak kecil, kau
meragukan keaslian pedangku khan? Jangan sembarangan berbicara ya, kalau
begitu sebaiknya kita adu saja pedang milikmu itu dengan pedang mythrilku
ini! Dan kau harus tahu, bahwa aku adalah Blacksmith terkenal di kota ini
Zalzabar!” “B… bukan maksud saya untuk meragukannya ta…tapi…”
omongan Cliff di potong oleh Angel, “Baiklah kami menerima tantanganmu!”
“Hei, kamu gila ya?!? Kalau aku kalah bagaimana?” Tanya Cliff.
“Tenang saja, kau pasti menang,” kata Angel. “Baiklah anak kecil! Cabut
pedangmu dari sarungnya! Kita akan bertarung. Tetapi sebelumnya, aku akan
menunjukan keaslian pedang ini,” kata Zalzabar. Dia memotong sebongkah
logam dan keluar percikan-percikan api berwarna biru saat pedang dan
logamnya bergesekan. “Itu adalah bukti keaslian dari logam mythril di pedang
ini, percikan apinya berwarna biru. Jika kau mau menyerah, menyerahlah
sekarang pecundang! Hahahahahahaha…” teriak Zalzabar.
Archangel - 62 -

“Jangan pernah menghinaku sebagai pecundang!” teriak Cliff


membalas tantangannya sambil mencabut pedangnya dari sarungnya.
“Hahahahahaha… Pecundang!!!” teriaknya sambil berlari menyerang ke arah
Cliff. Cliff pun dengan tangkas menangkis serangan Zalzabar. Tetapi Cliff
sedikit terdorong kebelakang oleh kekuatan Zalzabar. Lalu Zalzabar menarik
pedangnya lagi untuk bersiap-siap menyerang, tetapi Cliff menebaskan
pedangnya ke arah Zalzabar terlebih dahulu dan Zalzabar menangkisnya
dengan bagian tajam pedangnya sehingga tanpa sadar Cliff memotong pedang
Zalzabar karena kuatnya dorongan yang dilakukan kedua petarung tersebut.
Semua orang tercengang melihat kejadian itu, Cliff pun kaget melihat
kejadian itu. Saat bekas potongan pedang tersebut dilihat, ada bekas-bekas
berwarna biru di sisi pedang tersebut. “Hei!!! Apa yang kau lakukan?!?”
teriak Zalzabar. “Ma… ma… maafkan aku. A… a… aku… aku tidak
bermaksud memotongnya,” kata Cliff gugup. “Ganti uang 700,000 milikku!
Kau merusak karya besarku,” kata Zalzabar. “Ini! Ini sudah cukup untuk
mengganti pedangmu,” kata Angel sambil menyerahkan sekantung besar
Seckles.
Zalzabar membuka dan memeriksa jumlahnya tetapi, sang penjual
berteriak, “Hei! Ini Cuma 45,000! Dasar penipu, kembali kau!” tiba-tiba saja
suasana pasar yang sudah kembali normal kembali gempar. “Kau yang

• 1 Seckles = 10 Diakra = 100 Rupiah (Seckles, nama mata


uang di middle earth)
Archangel - 63 -

menipu, pedang itu di buat menggunakan sigmount stone, yang biasanya


digunakan untuk membuat seckles. Dan kau melapisinya dengan mythisilin,
pelapis logam yang terbuat dari mythril yang kualitasnya jelek dan dapat di
beli dengan harga murah. Dan harga yang pantas adalah sekitar 35,000
seckles. Aku memberimu lebih untuk mengganti upahmu karena menghibur
kami di sini,” kata Angel.
Zalzabar pun lari terbirit-birit menahan malu. Lalu Cliff bertanya,
“Jika pedang itu terbuat dari… apa namanya tadi?” Angel memotong,
“Sigmount stone.” “Iya betul, kenapa pada bekas potongan pedang tersebut
ada bekas berwarna biru seperti asam yang ditimbulkan orichalcum pada
emeridioval. Sedangkan pedang itu bukan mythril,” tanya Cliff. “Pedang itu
mengandung sedikit emeridioval yang terkandung dalam mythisilin,” jawab
Angel.
Saat mereka berjalan banyak orang-orang yang memandangi Cliff,
selain itu juga suasana pasar masih tetap ramai. Dengan orang-orang yang
berjualan semakin keras meneriakan dagangannya. Akhirnya mereka sampai
di Axis Castle, Cliff tercengang saat melihat rupa dari Axis Castle yang sangat
megah yang terbuat dari Crystal sama seperti Altar. Tetapi uniknya Axis
Castle berdiri di atas langit, dan untuk menuju ke sana harus menggunakan
tangga yang cukup tinggi.
Archangel - 64 -

“Sepertinya akan melelahkan,” kata Cliff. “Nikmatilah,” balas Angel.


Merekapun mulai mendaki, dari atas sambil mendaki, Cliff dapat melihat
pemandangan indah dari Kota Axis. Di Selatan ada pegunungan dan kebun
bunga yang terhampar luas sedangkan di Utara, terbentang samudra luas dan
berwarna biru. Tetapi ada satu hal yang menarik bagi Cliff, sebuah air terjun
yang di kelilingi oleh cahaya-cahaya berbagai warna dan berpitakan pelangi di
atasnya. Sesaat Cliff tercengang melihat air terjun itu, tiba-tiba Angel berkata,
“Wisp…” “Hah…?” tanya Cliff bingung. “Mereka adalah Wisp, creature yang
mempertahankan keseimbangan di dunia ini. Mereka yang memberikan udara
segar dan alam yang indah. Dulu mereka juga ada di bumi, hanya saja…
karena manusia-manusia memburu mereka untuk mendapatkan Peacock Orb
yang ada di tubuh mereka, mereka pindah ke dunia kami,” kata Angel.
“Peacock Orb?” tanya Cliff. “Peacock Orb adalah benda di dalam
tubuh mereka yang menimbulkan warna yang beragam dari mereka,” kata
Angel. “OoOo…” jawab Cliff bingung. Dan tanpa sadar mereka sudah sampai
di anak tangga terakhir. Sesampainya di sana Cliff langsung menemui Kaisar
Axis XXVII untuk meminta izin membebaskan Aeria. Cliff pun diantar
menuju ke sebuah ruangan yang sangat megah dengan ukiran-ukiran di
dinding crystalnya. Selain itu uniknya istana ini adalah pada ukirannya yang
Archangel - 65 -

berisi berbagai air berwarna yang mengalir dari berbagai macam peacock
orbs.
Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 3 jam, Kaisar Axis XXVII
keluar dari ruangannya. “Kenapa baru datang sih…” gumam Cliff. “Ssssttt…”
balas Angel. Lalu seorang prajurit yang tampaknya cukup memiliki
kedudukan keluar bersama Kaisar. Dia berteriak, “BERI HORMAAAT!!
KAISAR KELUAR!!” Lalu semua orang berlutut memberi homat kecuali
Cliff. Kaisar lalu mengangkat tangannya menyuruh semua orang untuk
berdiri.
Jika di perhatikan dari jubahnya, Kaisar Axis XXVII adalah seorang
wanita. Tetapi, Cliff belum bisa memastikannya bahwa sang Kaisar adalah
wanita atau pria karena Kaisar memakai sebuah topeng, topeng yang coraknya
seperti topeng kabuki.
Lalu sang Kaisar pun membuka mulutnya dan berkata, “Apakah anda
yang bernama Archangel?” seisi ruangan pun memantulkan suara Kaisar
sehingga terdengar seperti 3 orang berbicara sekaligus sehingga sangat sulit
memastikan bahwa kaisar wanita atau pria. Lalu Cliff menjawab “Betul sekali
yang mulia, saya adalah Arcangel. Tujuan saya kesini adalah…” mendadak
kata-kata Cliff di potong oleh seorang prajurit, “Hei jawab saja pertanyaan
Archangel - 66 -

Kaisar tidak perlu bertele-tele seperti itu!” lalu dia melanjutkan lagi, “Jadi
apakah kamu yang bernama Archangel?”
Jawab Cliff, “Namaku bukanlah Archangel tetapi…” lalu kata-kata
Cliff di potong lagi oleh prajurit yang sama “HEI!!! Sudah diberitahu masih
ngelawan!” Dengan perasaan yang sedikit dongkol, Cliff menjawab, “IYA!
IYA! Saya ARCHANGEL! Huh” “HEI! Anak kecil, apa maksud dari Huh mu
tadi itu?!?” bentak prajurit yang sama. “UGHH Kamu bisa diam tidak sih?!?”
teriak Cliff. “Kurang ajar kau anak kecil! Biar ku beri pelajaran kau!” katanya
sambil mengangkat tombak.
“Hei… hei… tunggu aku tidak mau bertarung,” kata Cliff. “Tidak apa-
apa kita pamerkan kemampuanmu,” bisik Angel sambil menepuk punggung
Cliff. “Hei… kau gila?!? Aku belum pernah bertarung sebelumnya, apa kau
ingin aku mati?” balas Cliff. “Ikuti saja kata-kataku dan cabut pedangmu!”
perintah Angel. Dengan terpaksa Cliff memasang kuda-kudanya dan siap
bertarung. Tiba-tiba saja si prajurit menyerang Cliff dengan tombaknya.
Untungnya refleks Cliff cukup baik sehingga Cliff bisa menghindarinya.
Lalu Cliff membalasnya dengan tebasan ke arah si prajurit, tetapi di
tangkisnya dengan tameng yang dia miliki tetapi tameng tersebut terbelah
menjadi dua. “Wow, ternyata kau cukup kuat tetapi kau tidak bias
mengalahkanku,” kata parjurit itu pamer. “Time Strip!!!” teriak Cliff
Archangel - 67 -

sambil mengarahkan tangannya ke prajurit tersebut. Perlahan-lahan gerakan


prajurit tersebut melambat, semakin melambat, dan berhenti persis sebelum
tombaknya menyentuh wajah Cliff.
“Wow, aku tidak tahu kau punya mantra itu,” kata Angel. “A… aku
juga tidak tahu,” jawab Cliff dengan wajah bodohnya. “Lalu bagaimana kau
bisa mengucapkannya?” tanya Angel. “Gak tau deh… tapi kayak de javu
gitu… tiba-tiba ngerasa tahu,” kata Cliff. Tiba-tiba sang Kaisar bertepuk
tangan dan bertanya bisakah Cliff mengembalikan prajurit itu ke keadaan
semula. Lalu Cliff menjawab “Hehehehe… gak tahu caranya. Gimana yah?”
Tiba-tiba saja prajurit tersebut terjatuh dan bergerak lagi, “A…apa ya
yang barusan terjadi?” dengan tampang blo’onnya dia bertanya. “Kaisar saya
ingin bertemu dengan Aeria sahabatku yang kalian culik,” kata Cliff. “Baiklah
kau akan bertemu teman mu sebentar lagi Kora akan mengantarmu,” jawab
kaisar “Kora!!!” Tiba-tiba saja sesosok bayangan orang terlihat di koridor,
seseorang dengan topeng dan jubah yang menutupinya dari kepala sampai
kaki bernama Kora itu masuk kedalam ruangan.