You are on page 1of 5

Pusat Desain dan Pengembangan Teknologi (PUSDIPTEK) FT UHAMKA

I. PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG
Salah satu jenis kejahatan yang meresahkan masyarakat adalah
pencurian dengan kekerasan atau sering disebut juga dengan perampokan,
sebagaimana diatur dalam pasal 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
(KUHP). Dalam melakukan aksinya, para pelaku kejahatan (perampok)
melengkapi dirinya dengan senjata api atau senjata tajam untuk menakut-
nakuti korban, agar korban mau menyerahkan uang/harta benda miliknya.
Bahkan tidak jarang para pelaku kejahatan tersebut melukai atau membunuh
korbannya apabila si korban tidak mau menyerahkan uang/harta bendanya.
Pada umumnya, perampokan terhadap nasabah bank terjadi pada saat
nasabah membawa uang dari bank menuju rumah / kantor, atau sebaliknya.
Dalam hal ini, sebetulnya POLRI telah menawarkan jasa pengawalan, namun
tidak sedikit diantara mereka yang enggang menggunakan jasa pengawalan
dari POLRI dengan berbagai alasan. Kalaupun ada yang menggunakan jasa
pengawalan (baik dari POLRI, SATPAM ataupun petugas pengawalan lainnya),
belum/ tidak menjadi jaminan kalau nasabah akan terhindar dari perampokan.
Untuk itulah perlu dipikirkan, bagaimana membuat suatu alat/peralatan
dengan memanfaatkan teknologi untuk pengamanan nasabah bank.

I.2 RUANG LINGKUP
Mengingat bahwa yang menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan
pada kasus perampokan terhadap nasabah bank adalah uang, maka
pembuatan alat/peralatan dengan memanfaatkan teknologi untuk
pengamanan nasabah bank diarahkan pada pengamanan terhadap uang
nasabah, dengan penjelasan bahwa kalau terjadi perampokan yang
mengancam keselamatan jiwa, maka nasabah (dengan pertimbangan
keselamatan jiwa) “ dapat menyerahkan” uangnya kepada para perampok.
Namun demikian uang nasabah tersebut masih dapat dimonitor
keberadaannya dengan menggunakan alat/peralatan tersebut. Dengan
kecepatan pelaporan dan kesigapan penyidik/Reserse Mobile, diharapkan

Pancatatva H. Gunawan, MT. PROGIAT PPITK / 1
2006

Sekitar wilayah bank b. Di luar kendaraan 1.7 Memperlakukan Barang Bukti (uang/tas nasabah) a. Teknologi kendaraan .5 Alat Kekerasan/Ancaman Tindak Kejahatan a. Tanpa kendaraan 1. PROGIAT PPITK / 2 2006 . Kendaraan bermotor : − Sepeda motor − Mobil b. Teknologi lain yang mendukung tindak kejahatan mereka 1.3 TINJAUAN KASUS 1. Gunawan.3. Senjata lain 1. Dengan merusak/mengganti barang bukti .Pusat Desain dan Pengembangan Teknologi (PUSDIPTEK) FT UHAMKA uang nasabah masih dapat ditemukan dan sekaligus menangkap para pelaku kejahatan tersebut. Sajam ( senjata tajam ) b. Perampokan tanpa kekerasan b.3.4 Sarana Transportasi Tindak Kejahatan a. Teknologi informasi .3. MT.3.3. Modern dan canggih : . Diluar wilayah bank − di tengah perjalanan − di tempat tujuan 1. Di dalam kendaraan b. Membawa barang bukti sampai ketempat persembunyian .3. Tanpa merusak barang bukti b.3 Tempat tindak kejahatan a.1 Modus Kejahatan a. Senpi (senjata api) c.3.6 Penggunaan Teknologi untuk Tindak Kejahatan a.2 Lokasi Tindak Kejahatan a. Membuang/melenyapkan barang bukti : Pancatatva H. Perampokan dengan kekerasan 1. 1. Konvensional b.

Jasa Kurir khusus. Pelaku Tunggal 1.3.4 PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEJAHATAN NASABAH BANK KONVENSIONAL 1. Perlawanan oleh pengawal PAM c. Kelompok lepas c. Pengawalan PAM oleh swasta d. 1.4. Kendaraan : − Kendaraan biasa − Kendaraan khusus berpengaman 1. Bantuan masyarakat 1.2 Penanganan Tindak Kejahatan Perampokan Nasabah Bank a. Menghindari kejaran . Tanpa kerja sama dengan pihak dalam b.4.4. Pencegahan Pancatatva H. Pengawalan PAM mandiri e. Pengawalan PAM oleh Satpam c. Tanpa kawalan PAM f. Penanganan oleh Polri d. MT. Tas : − Tas bawaan biasa − Tas khusus tanpa pengaman − Tas khusus berpengaman b.4 Cara Penanganan Kasus Terjadinya Perampokan Dana Nasabah Bank a.1 Penanganan PAM Nasabah a. dsb. Kelompok terorganisir : mafia. dsb) . sindikat. Perlawanan oleh Nasabah sendiri b. Menunda / menyimpan sementara barang bukti 1. Pengawalan PAM oleh POLRI b. nasabah. PROGIAT PPITK / 3 2006 .Pusat Desain dan Pengembangan Teknologi (PUSDIPTEK) FT UHAMKA . pengamanan.8 Pelaku Tindak Kejahatan a.3 Cara Pengangkutan Dana Nasabah Bank a.4. Gunawan. Kerja sama dengan pihak dalam (bank. .

PROGIAT PPITK / 4 2006 . − Penggunaan rute khusus. untuk uang dengan nomor seri yang telah ditentukan oleh pihak bank. Metode utama penanganan paling muktahir yang pernah diterapkan dalam penanganan dan atau pencegahan perampokan nasabah bank Pancatatva H. − Pengawalan . kejutan listrik. Penanganan bila tetap terjadi kasus perampokan − Pembatalan nomor seri uang. b. − Penghancuran uang secara otomatis pada tas bawaan khusus. Gunawan. suara keras. − Penggunaan dana/bawaan pseudeo (palsu). − Pengejaran langsung. − Pelacakan pelaku setelah olah TKP. − Penggunaan kendaraan khusus. 1. maka dapat diambil beberapa pandangan awal sebagai berikut : a. dsb.5 PANDANGAN AWAL Dari tinjauan terhadap berbagai kasus dan penanganan pengamanan nasabah bank. b. d. gas asap. Kasus perampokan terhadap nasabah bank paling tidak memiliki 55296 kemungkinan kasus. − Aktivasi manual maupun otomatis pada tas bawaan khusus untuk mengeluarkan tanda-tanda perampokan : alarm. Cara penanganan dan atau pencegahan terhadap kasus perampokan nasabah bank paling tidak memiliki 20160 kemungkinan cara. MT. − Pemancaran sinyal penanda lokasi. dan mampu menggantikan 20160 kemungkinan cara penanganan dan atau pencegahan kasus perampokan nasabah bank. Rancangan peralatan untuk penanganan pengamanan nasabah harus mampu menangani paling tidak 55296 kemungkinan kasus tersebut di atas.Pusat Desain dan Pengembangan Teknologi (PUSDIPTEK) FT UHAMKA − Pemecahan bawaan nasabah dalam nilai-nilai yang lebih kecil. c. − Penandaan fisik uang dengan sarana khusus pada tas bawaan khusus. bau.

Pancatatva H. MT.Pusat Desain dan Pengembangan Teknologi (PUSDIPTEK) FT UHAMKA adalah dengan menggunakan alat pelacak elektronik mini yang ditempatkan pada tas/uang nasabah. bank maupun pihak kepolisian. Seperti. Peralatan yang dirancang harus mudah dioperasikan. g. murah dalam arti tidak membebani nasabah. jangkauan terbatas. berjangkauan luas. Sehingga harus dilengkapi dengan peralatan tambahan yang mampu menjaga fungsi pelacakan. PROGIAT PPITK / 5 2006 . harga relatif mahal. mampu lacak. sehingga dapat diterapkan secara mudah oleh pihak kepolisian. Gunawan. Peralatan yang digunakan sebaiknya memanfaatkan segala sarana dan prasarana yang telah dimiliki pihak kepolisian. mampu beradaptasi dengan sistem pengamanan yang telah dimiliki oleh pihak kepolisian. dan mempermudah penangkapan pelaku. f. Masih banyak terdapat kelemahan pada penggunaan alat pelacak elektronik mini yang ditempatkan pada tas/uang nasabah. e. dapat ‘dibungkam’ dengan peralatan jammer atau pun metode lain.