You are on page 1of 1

ABSTRAK

BAYU INDARTO, S310508202, IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KANTOR
PERTANAHAN KABUPATEN KARANGANYAR DALAM
PENDAFTARAN TANAH ASET PEMERINTAH KABUPATEN
KARANGANYAR BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH
NOMOR 24 TAHUN 1997 TENTANG PENDAFTARAN TANAH
Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta, Penulisan Hukum
(Tesis), 2010.
Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab
ketidaksesuaian implementasi kebijakan Kantor Pertanahan Kabupaten
Karanganyar dalam pendaftaran tanah aset Pemerintah Kabupaten Karanganyar
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
Serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini jika dilihat dari jenisnya termasuk penelitian non-doktrinal,
jika dilihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Jika dilihat
dari bentuknya, penelitian ini termasuk penelitian diagnostik. Serta jika dilihat
dari sudut tujuan, maka penelitian ini termasuk penelitian problem finding.
Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dengan model interaktif.
Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa implementasi Kebijakan Kantor
Pertanahan Kabupaten Karanganyar dalam pendaftaran tanah aset Pemerintah
Kabupaten Karanganyar belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24
Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, hal tersebut disebabkan oleh: (1)
subtansi, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
telah secara rinci mengatur mengenai mekanisme pendaftaran tanah, namun dalam
implementasinya di lapangan ternyata masih banyak ketidaksesuaian, diantaranya
implementasi Pasal 2, yang mengatur mengenai asas pendaftaran tanah yang
sederhana, aman, terjangkau, mutakhir dan terbuka, kenyataan di lapangan
pelaksanaan asas tersebut belum dapat berjalan dengan baik. Kemudian
implementasi Pasal 3 tentang pentingnya pendaftaran tanah, pada kenyataannya
masih banyak tanah yang belum didaftarkan.(2) Struktur, yang termasuk dalam
komponen ini adalah para Pegawai Kantor Pertanahan yang belum bersikap
disiplin untuk mematuhi jam kerja. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh
Pemerintah Kabupaten Karanganyar adalah anggaran yang belum cukup.
(3)Kultur, termasuk dalam komponen ini adalah masyarakat. Masyarakat masih
memegang teguh warisan budaya lokal berupa anggapan bahwa tanah adalah
warisan nenek moyang sehingga perlu dijaga. Budaya kerja pegawai Kantor
Pertanahan Kabupaten Karanganyar yang sulit untuk diperbaiki berupa perilaku
kurang disiplin terhadap jam kerja juga merupakan kendala dalam Implementasi
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah ini.
Rekomendasi untuk sebab-sebab tersebut adalah: Kantor Pertanahan Kabupaten
Karanganyar, harus mengadakan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi tanah
aset pemerintah kabupaten, baik kepada masyarakat maupun kepada Pemerintah
Kabupaten Karanganyar, dijelaskan bagaimana cara-caranya; bagi Pemerintah
Kabupaten Karanganyar sebaiknya segera mendaftarkan tanah aset
miliknya,sedangkan bagi masyarakat diharap mau bekerja sama.

7