KEJAKSAAN NEGERI PADANG “UNTUK KEADILAN” SURAT TUNTUTAN NO. REG. PERK : PDM 69/EPO.

1/PADANG/0799

P-29

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Padang dengan memperhatikan hasil pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama terdakwa : 1. Nama Lengkap : DRS. ROBERT MARTHINUS Pgl ROBERT Tempat lahir : Atambua Umur/Tanggal lahir : 45 tahun (7 Mei 1954) Jenis Kelamin : Laki-laki Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia Tempat Tinggal : Jl. Kampung Nias V No. 31 Padang Agama : Kristen Protestan Pekerjaan : Guru SMU Kalam Kudus Pendidikan : Sarjana 2. Nama Lengkap : MELIANA MARTHINUS Pgl MELI Tempat lahir : jAKARTA Umur/Tanggal lahir : 42 tahun (23 Mei 1957) Jenis Kelamin : Perempuan Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia Tempat Tinggal : Jl. Kampung Nias V No. 31 Padang Agama : Kristen Protestan Pekerjaan : Guru SMU Kalam Kudus Pendidikan : Seminaari Alkitab Asia Tenggara Malang. BERDASARKAN Surat penetapan Hakim/Hakim Ketua pada Pangadilan Negeri Padang tanggal 11 Agustus 1999 Nomor 205/Pen.Pid/1999/PN.PDG (Acara Pemeriksaan Biasa) terdakwa dihadapkan kedepan persidangan dengan dakwaan sebagai berikut : Primair : Bahwa mereka terdakwa 1. Drs. Robert Marthinus pgl Robert, terdakwa 2. Meliana Marthinus pgl Meli, 3. Aurelia Fitria Amelia, 4. Willy (3 dan 4 dalam pencarian polisi), 5. Yanuardi Koto, 6. Paolina Maryeni Mendrofa, 7. Salmon Ongirwalu pgl Salmon, 8. Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen (5,6,7,8 perkaranya disidangkan tersendiri) pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 1998 sampai dengan akhir bulan Agustus 1998, atau setidak-tidaknya disekitar waktu itu, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 1998 disekolah SMU Kalam Kudus dan Perumahan Rangkai Permata Blok B/12 Parak Gadang Padang, Kotamadya Padang, setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih dalam wilayah hukum Pangadilan Negeri Padang, secara bersama-sama atau sendiri-sendiri melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya, tetapi dengan persetujuannya dengan maksud untuk memastikan penguasaanya terhadap wanita itu baik didalam maupun diluar perkawinan terhadap KHAIRIAH ENNISWAH, yaitu dengan cara berikut : Pada mulanya korban Khairiah Enniswah berkenalan dengan Aurelia Fitri Amelia, karena suatu hal yang ada pada diri Aurelia Fitri Amelia, korban menjadi Akrab dengan Aurelia Fitri Amelia, sehingga diperkenalkan dengan Paolina Maryeni Mendrofa, Fajar Setiawan, Sari. Selanjutnya Paolina Maryeni Mendrofa memperkenalkan korban dengan Yanuardi
1

dan seterusnya korban kenal dengan Willy, kenal dengan Salmon Ongirwalu dan Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen, kenal juga dengan Drs. Robert Marthinus pgl Robert dan Meliana Marthinus pgl Meli, sehingga korban beralih agama dari agama Islam menjadi agama Kristen, yang selanjutnya korban dibaptis, karena korban disekolahnya (MAN Padang) sudah ketahuan memeluk agama Kristen, sehingga pak Willy menyarankan pindah tempat tinggalnya, yang akhirnya dibicarakan dengan pengurus PKSB untuk mencarikan tempat tinggal untuk koban yang semula tinggal dirumah Jl. Surau Balai No. 42 Kelurahan Anduring Padang yang akhirnya korban disuruh membuat surat pernyataan yang isinya atas kemauan korban pindah agama dari agama Islam ke agama Kristen, yang akhirnya korban tinggal dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon di Jl. Palembang No. 11 Gaung Teluk Bayur Padang, tanpa sepengetahuan atau tanpa izin orang tua/wali, yang akhirnya sewaktu dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon pada saat istri Salmon Ongirwalu pgl Salmon yaitu Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen tidur nyenyak terjadi pelecehan seksual terhadap korban yang dilakukan oleh Salmon Ongirwalu pgl Salmon, itu terjadi sebelum korban sekolah lagi, setelah kejadian tersebut korban ditawari oleh Pak Willy untuk sekolah yang akhirnya dengan usaha dari pihak terdakwa tersebut korban dapat disekolahkan di SMU Kalam Kudus Padang, Setelah korban diketahui keberadaanya oleh pihak orang tua dan keluarganya akhirnya pada hari Rabu tanggal 25 agustus 1998 terdakwa Drs. Robert Marthinus pgl Robert mengetahui seorang siswi SMU Kalam Kudus nama INDAH FITRIA dicari oleh keluarganya,. Setelah keluarga korban yakni seorang anggota tentara itu pergi dari sekolah korban pada hari itu juga pada jam istirahat korban dipanggil oleh kepala sekolah SMU Kalam Kudus Padang nama panggilan Pak Robert dan saat itu Pak Robert bertanya kepada korban,”Nama kamu KHAIRIAH ENNISWAH ya?” Korban jawab “Ya.” Setelah Pak Robert menjelaskan tentang kedatangan anggota tentara tadi dan menanyakan kepada korban, “Apa kamu punya Paman yang bernama A. Siregar?” Korban menjelaskan bahwa korban tidak punya paman yang bernama A. Siregar. Kemudian Pak Robert bertanya lagi “Bagaimana dengan ABU SAMAH SIREGAR?”, korban menjawab itu paman korban dan selanjutnya Pak Robert menjelaskan bahwa paman korban tersebut akan datang kembali besok. Esok harinya, korban sekolah seperti biasa, pada jam istirahat korban dipanggil oleh wali kelas nama Ibu CHANDRA, dan Ibu Chandra mengatakan bahwa korban ditunggu oleh paman korban diujung jalan dekat simpang diluar sekolah SMU Kalam Kudus tersebut. Korban pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh wali kelas nama Ibu Chandra tersebut, ternyata disana ada sebuah mobil merah (korban tidak tahu jenis mobilnya), dan didalam mobil itu ada Pak Robert dan istrinya, kemudian korban disuruh masuk cepat-cepat kedalam mobil oleh Pak Robert. Kemudian korban dibawa kerumah Pak Willy di Parak Gadang,. Dirumah Pak Willy, mereka, (Pak Willy, Pak Robert dan istrinya, Kak Nenen, Ibu Vera, Yunus, Sumedi) merembukkan masalah korban termasuk korban, ikut pula berembuk waktu itu. Bahwa menurut Pak Willy, ia (Pak Willy) ditelpon malam-malam oleh Pak Robert dan Pak Robert tidak bisa tidur karena memikirkan korban dan menurut Pak Willy juga Pak Robert sudah merencanakan pindah sekolah korban ke Malang. Kemudian Pak Willy menanyakan apa korban setuju, korban jawab setuju dan lagi pula menurut Pak Willy (dihadapan Pak Robert) di Malang itu ada rumah mertua Pak Robert. Pada hari itu juga (kalau korban tidak salah hari jum’at), diurus tiket korban untuk berangkat ke Malang pada hari Senin dalam bulan Agustus 1998 itu juga.. pada hari
2

Senin (tanggalnya korban tidak ingat) bulan Agustus 1998 itu juga korban dan istri Pak Robert berangkat ke Malang dengan pesawat, sebelum berangkat dilepas oleh Pak Willy, Pak Robert dan beberapa orang lainnya termasuk Kak Nenen, Pak Salmon di Parak Gadang. Sampai di Malang korban bersama istri Pak Robert mengurus sekolah korban, mula-mula di SMU Kalam Kudus Malang, tetapi tidak bisa karena diketahui STTB yang dipergunakan palsu, kemudian esok harinya korban didaftarkan di SMU Kristen I Malang dan diterima. Bahwa belum sempat korban belajar di SMU Kristen Malang tersebut, korban dan istri Pak Robert disuruh kembali ke Padang oleh Pak Robert melalui telepon karena Pak Salmon dan Pak Yan ditahan Polisi. Dalam bulan Agustus 1998 itu juga korban dan istri Pak Robert kembali ke Padang dan setelah sampai di Padang, korban dibawa oleh Kak Marta ke rumah Kak Nenen di Teluk Bayur Padang dan selanjutnya dibawa ke POLSEKTA Teluk Bayur Padang. Perbuatan mereka terdakwa diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 332 (1) ke 1 KUHP jo Pasal 55 ke 1 KUHP. Subsidair : Bahwa mereka terdakwa 1. Drs. Robert Marthinus pgl Robert, terdakwa 2. Meliana Marthinus pgl Meli, 3. Aurelia Fitria Amelia, 4. Willy (3 dan 4 dalam pencarian polisi), 5. Yanuardi Koto, 6. Paolina Maryeni Mendrofa, 7. Salmon Ongirwalu pgl Salmon, 8. Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen (5,6,7,8 perkaranya disidangkan tersendiri) pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 1998 sampai dengan akhir bulan Agustus 1998, atau setidak-tidaknya disekitar waktu itu, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 1998 disekolah SMU Kalam Kudus dan Perumahan Rangkai Permata Blok B/12 Parak Gadang Padang, Kotamadya Padang, setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih dalam wilayah hukum Pangadilan Negeri Padang, mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan, terdakwa membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya, tetapi dengan persetujuannya dengan maksud untuk memastikan penguasaanya terhadap wanita itu baik didalam maupun diluar perkawinan terhadap KHAIRIAH ENNISWAH, yaitu dengan cara berikut : Pada mulanya korban Khairiah Enniswah berkenalan dengan Aurelia Fitri Amelia, karena suatu hal yang ada pada diri Aurelia Fitri Amelia, korban menjadi Akrab dengan Aurelia Fitri Amelia, sehingga diperkenalkan dengan Paolina Maryeni Mendrofa, Fajar Setiawan, Sari. Selanjutnya Paolina Maryenia Mendrofa memperkenalkan korban dengan Yanuardi dan seterusnya korban kenal dengan Willy, kenal dengan Salmon Ongirwalu dan Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen, kenal juga dengan Drs. Robert Marthinus pgl Robert dan Meliana Marthinus pgl Meli, sehingga korban beralih agama dari agama Islam menjadi agama Kristen, yang selanjutnya korban dibaptis, karena korban disekolahnya (MAN Padang) sudah ketahuan memeluk agama Kristen, sehingga pak Willy menyarankan pindah tempat tinggalnya, yang akhirnya dibicarakan dengan pengurus PKSB untuk mencarikan tempat tinggal untuk koban yang semula tinggal dirumah Jl. Surau Balai No. 42 Kelurahan Anduring Padang yang akhirnya korban disuruh membuat surat pernyataan yang isinya atas kemauan korban pindah agama dari agama Islam ke agama Kristen, yang akhirnya korban tinggal dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon di Jl. Palembang No. 11 Gaung Teluk Bayur Padang, tanpa sepengetahuan atau izin orang tua/wali, yang akhirnya sewaktu dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon pada saat istri Salmon Ongirwalu pgl Salmon yaitu Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen tidur nyenyak terjadi pelecehan seksual terhadap korban yang dilakukan oleh Salmon Ongirwalu pgl Salmon, itu terjadi sebelum korban sekolah lagi, setelah kejadian tersebut korban ditawari oleh
3

Pak Willy untuk sekolah yang akhirnya dengan usaha dari pihak terdakwa tersebut korban dapat disekolahkan di SMU Kalam Kudus Padang, Setelah korban diketahui keberadaanya oleh pihak orang tua dan keluarganya akhirnya pada hari Rabu tanggal 25 agustus 1998 terdakwa Drs. Robert Marthinus pgl Robert mengetahui seorang siswi SMU Kalam Kudus nama INDAH FITRIA dicari oleh keluarganya,. Setelah keluarga korban yakni seorang anggota tentara itu pergi dari sekolah korban pada hari itu juga pada jam istirahat korban dipanggil oleh kepala sekolah SMU Kalam Kudus Padang nama panggilan Pak Robert dan saat itu Pak Robert bertanya kepada korban,”Nama kamu KHAIRIAH ENNISWAH ya?” Korban jawab “Ya.” Setelah Pak Robert menjelaskan tentang kedatangan anggota tentara tadi dan menanyakan kepada korban, “Apa kamu punya Paman yang bernama A. Siregar?” Korban menjelaskan bahwa korban tidak punya paman yang bernama A. Siregar. Kemudian Pak Robert bertanya lagi “Bagaimana dengan ABU SAMAH SIREGAR?”, korban menjawab itu paman korban dan selanjutnya Pak Robert menjelaskan bahwa paman korban tersebut akan datang kembali besok. Esok harinya, korban sekolah seperti biasa, pada jam istirahat korban dipanggil oleh wali kelas nama Ibu CHANDRA, dan Ibu Chandra mengatakan bahwa korban ditunggu oleh paman korban diujung jalan dekat simpang diluar sekolah SMU Kalam Kudus tersebut. Korban pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh wali kelas nama Ibu Chandra tersebut, ternyata disana ada sebuah mobil merah (korban tidak tahu jenis mobilnya), dan didalam mobil itu ada Pak Robert dan istrinya, kemudian Pak Robert disuruh masuk cepat-cepat kedalam mobil oleh Pak Robert. Kemudian korban dibawah kerumah Pak Willy di Parak Gadang,. Dirumah Pak Willy, mereka, (Pak Willy, Pak Robert dan istrinya Kak Nenen, Ibu Vera, Yunus, Sumedi) merembukkan masalah korban termasuk korban, ikut pula berembuk waktu itu. Bahwa menurut Pak Willy, ia (Pak Willy) ditelpon malam-malam oleh Pak Robert dan Pak Robert tidak bisa tidur karena memikirkan korban dan menurut Pak Willy juga Pak Robert sudah merencanakan pindah sekolah korban ke Malang. Kemudian Pak Willy menanyakan apa korban setuju, korban jawab setuju dan lagi pula menurut Pak Willy (dihadapan Pak Robert) di Malang itu ada rumah mertua Pak Robert. Pada hari itu juga (kalau korban tidak salah hari jum’at), diurus tiket korban untuk berangkat ke Malang pada hari Senin dalam bulan Agustus 1998 itu juga.. pada hari Senin (tangganya korban tidak ingat) bulan Agustus 198 itu juga korban dan istri Pak Robert berangkat ke Malang dengan pesawat, sebelum berangkat dilepas oleh Pak Willy, Pak Robert dan beberapa orang lainnya termasuk Kak Nenen, Pak Salmon di Parak Gadang. Sampai di Malang korban bersama istri Pak Robert mengurus sekolah korban, mula-mula di SMU Kalam Kudus Malang, tetapi tidak bisa karena diketahui STTB yang dipergunakan palsu, kemudian esok harinya korban didaftarkan di SMU Kristen I Malang dan diterima. Bahwa belum sempat korban belajar di SMU Kristen Malang tersebut, korban dan istri Pak Robert disuruh kembali ke Padang oleh Pak Robert melalui telepon karena Pak Salmon dan Pak Yan ditahan Polisi. Dalam bulan Agustus 1998 itu juga korban dan istri Pak Robert kembali ke Padang dan setelah sampai di Padang, korban dibawa oleh Kak Marta ke rumah Kak Nenen di Teluk Bayur Padang dan selanjutnya dibawa ke POLSEKTA Teluk Bayur Padang.
4

Perbuatan mereka terdakwa diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 332 (1) ke 1 KUHP jo Pasal 56 ke 1 KUHP. Lebih Subsidair : Bahwa mereka terdakwa 1. Drs. Robert Marthinus pgl Robert, terdakwa 2. Meliana Marthinus pgl Meli, 3. Aurelia Fitria Amelia, 4. Willy (3 dan 4 dalam pencarian polisi), 5. Yanuardi Koto, 6. Paolina Maryeni Mendrofa, 7. Salmon Ongirwalu pgl Salmon, 8. Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen (5,6,7,8 perkaranya disidangkan tersendiri) pada hari Sabtu tanggal 28 Maret 1998 sampai dengan akhir bulan Agustus 1998, atau setidak-tidaknya disekitar waktu itu, atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam tahun 1998 disekolah SMU Kalam Kudus dan di Perumahan Rangkai Permata Blok B/12 Parak Gadang Padang, Kotamadya Padang, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih dalam wilayah hukum Pangadilan Negeri Padang, merka yang sengajaa memberi kesempatan, sarana, atau keterangan untuk melakukan kejahatan, terdakwa membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya, tetapi dengan persetujuannya dengan maksud untuk memastikan penguasaanya terhadap wanita itu baik didalam maupun diluar perkawinan terhadap KHAIRIAH ENNISWAH, yaitu dengan cara berikut : Pada mulanya korban Khairiah Enniswah berkenalan dengan Aurelia Fitri Amelia, karena suatu hal yang ada pada diri Aurelia Fitri Amelia, korban menjadi Akrab dengan Aurelia Fitri Amelia, sehingga diperkenalkan dengan Paolina Maryeni Mendrofa, Fajar Setiawan, Sari. Selanjutnya Paolina Maryeni Mendrofa memperkenalkan korban dengan Yanuardi dan seterusnya korban kenal dengan Willy, kenal dengan Salmon Ongirwalu dan Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen, kenal juga dengan Drs. Robert Marthinus pgl Robert dan Meliana Marthinus pgl Meli, sehingga korban beralih agama dari agama Islam menjadi agama Kristen, yang selanjutnya korban dibaptis, karena korban disekolahnya (MAN Padang) sudah ketahuan memeluk agama Kristen, sehingga pak Willy menyarankan pindah tempat tinggalnya, yang akhirnya dibicarakan dengan pengurus PKSB untuk mencarikan tempat tinggal untuk koban yang semula tinggal dirumah Jl. Surau Balai No. 42 Kelurahan Anduring Padang yang akhirnya korban disuruh membuat surat pernyataan yang isinya atas kemauan korban pindah agama dari agama Islam ke agama Kristen, yang akhirnya korban tinggal dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon di Jl. Palembang No. 11 Gaung Teluk Bayur Padang, tanpa sepengetahuan atau tanpa izin orang tua/wali, yang akhirnya sewaktu dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon pada saat istri Salmon Ongirwalu pgl Salmon yaitu Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen tidur nyenyak terjadi pelecehan seksual terhadap korban yang dilakukan oleh Salmon Ongirwalu pgl Salmon, itu terjadi sebelum korban sekolah lagi, setelah kejadian tersebut korban ditawari oleh Pak Willy untuk sekolah yang akhirnya dengan usaha dari pihak terdakwa tersebut korban dapat disekolahkan di SMU Kalam Kudus Padang, Setelah korban diketahui keberadaanya oleh pihak orang tua dan keluarganya akhirnya pada hari Rabu tanggal 25 agustus 1998 terdakwa Drs. Robert Marthinus pgl Robert mengetahui seorang siswi SMU Kalam Kudus nama INDAH FITRIA dicari oleh keluarganya,. Setelah keluarga korban yakni seorang anggota tentara itu pergi dari sekolah korban pada hari itu juga pada jam istirahat korban dipanggil oleh kepala sekolah SMU Kalam Kudus Padang nama panggilan Pak Robert dan saat itu Pak Robert bertanya kepada korban,”Nama kamu KHAIRIAH ENNISWAH ya?” Korban jawab “Ya.” Setelah Pak Robert menjelaskan tentang kedatangan anggota tentara tadi dan menanyakan kepada korban, “Apa kamu punya Paman yang bernama A. Siregar?” Korban menjelaskan bahwa korban tidak punya paman yang bernama A. Siregar. Kemudian Pak Robert bertanya lagi “Bagaimana dengan ABU SAMAH SIREGAR?”,
5

korban menjawab itu paman korban dan selanjutnya Pak Robert menjelaskan bahwa paman korban tersebut akan datang kembali besok. Esok harinya, korban sekolah seperti biasa, pada jam istirahat korban dipanggil oleh wali kelas nama Ibu CHANDRA, dan Ibu Chandra mengatakan bahwa korban ditunggu oleh paman korban diujung jalan dekat simpang diluar sekolah SMU Kalam Kudus tersebut. Korban pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh wali kelas nama Ibu Chandra tersebut, ternyata disana ada sebuah mobil merah (korban tidak tahu jenis mobilnya), dan didalam mobil itu ada Pak Robert dan istrinya, kemudian korban disuruh masuk cepat-cepat kedalam mobil oleh Pak Robert. Kemudian korban dibawa kerumah Pak Willy di Parak Gadang,. Dirumah Pak Willy, mereka, (Pak Willy, Pak Robert dan istrinya, Kak Nenen, Ibu Vera, Yunus, Sumedi) merembukkan masalah korban termasuk korban, ikut pula berembuk waktu itu. Bahwa menurut Pak Willy, ia (Pak Willy) ditelpon malam-malam oleh Pak Robert dan Pak Robert tidak bisa tidur karena memikirkan korban dan menurut Pak Willy juga Pak Robert sudah merencanakan pindah sekolah korban ke Malang. Kemudian Pak Willy menanyakan apa korban setuju, korban jawab setuju dan lagi pula menurut Pak Willy (dihadapan Pak Robert) di Malang itu ada rumah mertua Pak Robert. Pada hari itu juga (kalau korban tidak salah hari jum’at), diurus tiket korban untuk berangkat ke Malang pada hari Senin dalam bulan Agustus 1998 itu juga.. pada hari Senin (tanggalnya korban tidak ingat) bulan Agustus 1998 itu juga korban dan istri Pak Robert berangkat ke Malang dengan pesawat, sebelum berangkat dilepas oleh Pak Willy, Pak Robert dan beberapa orang lainnya termasuk Kak Nenen, Pak Salmon di Parak Gadang. Sampai di Malang korban bersama istri Pak Robert mengurus sekolah korban, mula-mula di SMU Kalam Kudus Malang, tetapi tidak bisa karena diketahui STTB yang dipergunakan palsu, kemudian esok harinya korban didaftarkan di SMU Kristen I Malang dan diterima. Bahwa belum sempat korban belajar di SMU Kristen Malang tersebut, korban dan istri Pak Robert disuruh kembali ke Padang oleh Pak Robert melalui telepon karena Pak Salmon dan Pak Yan ditahan Polisi. Dalam bulan Agustus 1998 itu juga korban dan istri Pak Robert kembali ke Padang dan setelah sampai di Padang, korban dibawa oleh Kak Marta ke rumah Kak Nenen di Teluk Bayur Padang dan selanjutnya dibawa ke POLSEKTA Teluk Bayur Padang. Perbuatan mereka terdakwa diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 332 (1) ke 1 KUHP jo Pasal 56 ke 2 KUHP. Fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan di persidangan secara berturut-turut berupa keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk keterangan terdakwa. Keterangan saksi-saksi : 1. Drs. MOCHAMAD DAMRY HARAHAP dengan sumpah. - saksi di muka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Saksi mengerti sebab diperiksa di pengadilan, sehubungan dengan anak kandung saksi yang masih dibawah umur dilarikan oleh orang lain. - Anak kandung saksi tersebut bernama Khairiah Enniswah pgl Niswah lahir tanggal 13 Pebruari 1981 ( umur 17 th)
6

-

-

-

-

-

-

Semula anak saya tersebut tinggal ditempat dirumah Abu Samah sejak sekolah di Padang, selanjutnya bersama kakak kandungnya Khairiah Elwardah di Surau Balai no 42 Anduring Padang, sebelumnya sekira bulan Juli 1997 anak saya tersebut pindah ke asrama MAN Negeri 2 Padang Gunung Pangilun, selanjutnya sejak awal bulan Maret 1998 anak saya tersebut tinggal bersama kakak kandungnya Khairiah Elwardah di Surau Balai no 42 Anduring Padang. Khairiah Enniswah tersebut beragama Islam. Bahwa dalam bulan April 1998, saksi menerima berita di Bengkulu melalui telepon dari Abu Samah di Padang dan Dari Khairiah Elwardah, bahwa anak saksi nama Khairiah Enniswah sejak tanggal 30 Maret 1998 pergi dari rumah dengan tujuan sekolah dan tidak kembali lagi. Di Bengkulu juga dicari pada teman-temannya juga tidak ketemu. Akhirnya istri saksi datang ke Padang mencari juga tidak ada, akhirnya istri saksi pulang ke Bengkulu. Pada bulan Agustur 1998 saksi pergi ke Padang, karena saksi dapat informasi anak saksi Khairiah Enniswah bersekolah di SMU Kalam Kudus. Kemudian saksi memantau keberadaan anak saksi di SMU Kalam Kudus, bersama Kopka ALI USMAN TNI AD bagian Angkutan, namun tidak diketemukan. Kemudian Kopka ALI USMAN langsung menanyakan kepada Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus dan dapat informasi bahwa anak saksi telah dikeluarkan dari sekolah tersebut berdasarkan permintaan walinya nama panggilan Salmon dan waktu itulah saksi ketahui alamat laki-laki nama SALMON. Kopka ALI USMAN menanyakan Khairiah Enniswah tidak ada, yang ada Indah Fitria, selanjutnya diberi data-data masuk, fotocopy ijazah, keterangan Wali Melianus Ongirwalu alias Salmon d/a Jl. Palembang No. 11 Padang. Kemudian saksi bersama Kopka Ali Usman dan Abu Samah pergi ke rumah Salmon di jalan Palembang No. 11 Padang, ketemu istri Salmon, ternyata memang anak saksi tinggal disitu. Lalu bertanya”Sekarang anak itu dimana?, Sekarang sekolah di SMU Kalam Kudus”. Kata Salmon anaknya ada yang mengantar kemari, sekarang ada Om yang menjemputnya. Abu Samah menjawab saya Omnya, saya tidak menjemput. Lalu Abu Samah melaporkan ke Polisi, sebelumnya sudah melaporkan ke Polisi lalu Polisi mencari kerumah Salmon, Salmon lalu dibawa ke kantor Polisi lalu ditahan selanjutnya diiterogasi bersama Sdr,. Yanuardi. Pada hari Jum’at tanggal 28 Agustus 1998 datang berita anak saksi sudah diantar oleh istri Salmon dan Yanuardi ke kantor Polisi. Saksi dipertemukan dengan anak saksi, lalu saksi bertanya pada anaknya”Selama ini kamu dimana?” dia cerita sudah dibawa ke Malang sekolah Kristen. “Mengapa pulang?” Ada Telex orang tua yang menjemput. Menurut cerita anaknya, Lia inilah yang memperdaya anaknya sehingga sampai ke rumah terdakwa Salmon Ongirwalu pgl Salmon Pertama saksi bertemu dengan anaknya menangis. Selama 5 (lima) bulan anaknya hilang tidak ada yang memberi tahu keberadaan anak itu, tidak ada izin dari saksi tentang keberadaannya. Juga kepada Abu Samah tidak ada memberi tahu dan juga tidak ada izin dari Abu Samah. Tentang keadaan anaknya : dahulu rambutnya panjang dan berpakaian jilbab, sekarang rambutnya pendek berpakaian seragam SMU. Menurut keterangan anaknya yang membiayai anaknya sekolah adalah Willy. Agama anaknya sudah bertukar, keadaan pakaianya kumal, kusut, badannya kurus sedikit, sudah diperkosa oleh Salmon berulang-ulang. Setelah kejadian ketemu anaknya tersebut, anak saksi dibawa ke Bengkulu. Menurut anaknya selama berada dirumah
7

-

-

-

-

-

terdakwa Salmon selalu diawasi. Sebelum diperkosa dikasih pil oleh Salmon untuk diminum. Salmon yang menyekolahkan dan yang memberi makan dan minum. Tentang Yanuardi , Willy, Salmon menurut anaknya ada hubungan agama. “Mengapa kamu terjebak begitu?”, anaknya tidak bisa menjawab. Anak saksi ingin pulang juga tetapi ditakut-takuti, “Kalau kamu pulang akan dibunuh orang tua.” Kondisi anaknya setelah ketemu agak terganggu, stress, sebelumnya memang sehat tidak ada kelainan. Atas pertanyaan Penasehat Hukum : saksi menjawab di Malang sekitar 4 (empat) hari, pada saat sudah dirumah terdakwa itulah Kata Salmon dibawa Omnya ke Malang, ke Malang mau disekolahkan di SMU Kristen Malang. Keberangkatan ke Malang Salmon mengetahui, Pada tanggal 28 Agustus 1998 anak saksi kembali dar Malang, mampir dulu kerumah Willy dan seterusnya ke Polsek, selanjutnya setelah itu anak saksi berada dirumah Abu Samah selama 3 (tiga) hari, selanjutnya terus dibawa ke Bengkulu lalu ada panggilan Polsi, satu hari setelah diperiksa Polisi lalu di Visum, nama anak saksi bukan Khairiah Enniswah lagi tetapi Devi Fitria disekolah. Lia ini sebenarnya beragama Kristen, hanya berpakaian jilbab. Saksi tidak kenal dengan yang namanya Lia, menurut anak saya Lia itu ada, juga dijemput keluarga Salmon, alamat Lia ini pindah-pindah. Anak saksi bercerita bahwa dia sudah di Kristenkan sudah diBaptis. Saksi berkata kamu berlindung pada seseorang, ternyata kamu diperkosa, diajari pendalaman agama Kristen, istri Salmon dulu Islam, orang tuanya Islam, sewaktu diperkosa istri terdakwa sedang tidak ada dirumah. Mengapa anak itu tinggal disini, karena mau disekolahkan. Kata anaknya diberi pil alasannya untuk mengenakkan tidur, melangsingkan tubuh. Saksi berkata “Mengapa tidak diberitahukan orang tua?”. Jawab : ketegasan jawaban itu tidak ada . Saksi Liza Zuriana menjawab “Ya, karena anak itu sudah beragama Kristen maka tidak diberitahukan. Saksi berkata mengapa kamu kok begitu, korban menangis saja, seperti kena pelet, dia sulit menceritakan. Anak saksi bercerita bahwa dia dijemput oleh terdakwa Salmon Ongirwalu pgl Salmon dan istrinya dari rumah Willy. Yanuardi juga pernah menjemput. Willy itu sudah tua dan sudah berkeluarga. Yanuardi tidak bisa menampung, karena rumahnya tidak ada kamar lalu dibawa kerumah terdakwa Salmon Ongirwalu pgl Salmon. Saksi menerangkan bahwa Khairiah Enniswah itu tidak kembar. Anak saksi pernah cerita pernah ketemu pendeta, anak saksi cerita tentang Lia, katanya Lia bersekolah agama juga, Lia inilah yang memperkenalkan anaknya dengan Willy, Yanuardi. sampai sekarang dimana Lia itu tidak tahu. Pada tanggal 28 Agustus 1998 sekira pukul 19.00WIB, saksi dipertemukan dengan anak saksi nama Khairiah Enniswah di Polsekta Teluk Bayur Padang dan dari anak saksi nama Khairiah Enniswah, saksi dapat berita bahwa Khairiah Enniswah dibawa oleh seorang perempuan berjilbab mengaku bernama Lia, dibawa kerumah pendeta, dipindahkan agamanya, dibawa kerumah Yanuardi dan selanjutnya tinggal dirumah Salmon. Bahwa anak saksi nama Khairiah Enniswah pergi dari rumahnya dan tinggal bersama laki-laki nama Salmon tersebut tanpa izin dari saksi. Keterangan tersebut dibenarkan oleh terdakwa Salmon, hanya soal perkosaan itu tidak benar.

2. KHAIRIAH ENNISWAH dengan sumpah. - Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Saksi dilahirkan di Bengkulu. Sekolah di MAN II Padang.

8

-

-

-

-

Sewaktu di kelas I tinggal bersama pamannya di Komplek Bumi Bunda Persada Blok E No. 16 Balai Baru Padang. Akhir kelas I tinggal di asrama MAN II lalu tinggal dengan kakak di Lubuk Lintah No. 49 Padang, kakak kuliah di IAIN Padang. Sebelum saksi tinggal di Jl. Palembang No. 11 Padang. Rumah terdakwa , pada tanggal 27 Maret 1998 pagi, saksi berangkat sekolah naik angkot, didalam angkot tersebut saksi bertemu dan berkenalan dengan seorang perempuan yang belum saksi kenal dan memperkenalkan dirinya kepada saksi bernama AURELIA FITRIA AMELIA, dengan nama panggilan LIA, setelah bercerita diatas angkot sepertinya saksi sudah akrab saja dengan LIA dan saksi diajak ketempat tinggalnya di Perintis Kemerdekaan (dekat RSUP Padang) nomor rumah tidak tahu dan selama dirumahnya itu LIA hanya cerita-cerita tentang keluarga dan pacarnya. Saksi diberi minuman botol seperti Coca-Cola tetapi rasanya bukan Coca-Cola dan pada jam 13.00 LIA mau pergi dan saksi disuruh pulang, lalu saksi pulang dengan naik angkot, didepan rumah LIA, LIA mengatakan pada saksi besok bertemu lagi dan mobil saksi terus berjalan. Kemudian tanggal 28 Maret 1998 paginya pada jam 06.00 WIB saksi berangkat menuju rumah LIA, etelah sampai dirumahnya (LIA, saksi bertanya kepada yang punya rumah, yang punya rumah bilang tidak ada yang bernama Lia disini, dan saksi lihat kamarnya sudah berubah tidak seperti yang kemarinnya dan saksi pulang kembali kerumahnya dan sewaktu saksi mau menyeberang menuju gang rumah kakak saksi, ternyata mobil angkot warna merah yang saksi tumpangi kemaren, serta LIA sudah ada saja berhenti di pinggir jalan, sepertinya sudah menunggu dan saksi langsung saja naik kemudian LIA mengajak ke Pantai dan di pantai saksi bertanya pada LIA dan mengatakan padanya bahwa saksi kerumahnya I jalan Perintis Kemerdekaan dan bertanya pada yang punya rumah mengatakan tidak ada yang namanya LIA disini dan LIA berkata “ Untuk apa kamu tanya-tanya lagi kesana, saya sudah pindah”, dan saksi bertanya lagi”Kok cepat benar kamu pindah” dan LIA menjawab :”Saya berantem dengan teman dan LIA pindah ke Sawahan dan katanya lagi nanti kamu saya bawa ketempat tinggalnya di Sawahan. Setelah bercerita-cerita di pantai lalu saksi dibawa LIA ke Sawahan pada jam 17.00 WIB. Pada jam 18.30 WIB, karena mendengar azan Magrib, saksi minta pulang pada LIA, lalu LIA mengizinkan pulang dan mengatakan pada saksi, “Kalau kamu mau ketemu dengan saya tidak usah cari-cari saya lagi, biar saya yang datang ketempat biasa (maksudnya di pingir jalan tempat menunggu angkot dekat tempat tinggal kakak saksi). Selama saksi berada ditempat tinggal LIA di Sawahan, LIA bertanya kepada saksi :”KAMU ISLAM TULEN” dan saksi menjawab :”IYA, dan LIA mengatakan CANTIKCANTIK KOK ISLAM, MENDINGAN SEPERTI SAYA” katanya “KRISTEN” lalu saksi bertanya “KOK KAMU NGOMONG BEGITU MEMANGNYA KAMU KRISTEN dan LIA menjawab lagi “IYA, dan saksi bertanya lagi”KOK KAMU PAKAI JILBAB KALAU MEMANG KRISTEN, lalu LIA menjawabINI CUMA KEDOK SAJA TAKUT KETAHUAN ORANG TUA SAYA KALAU SAYA KRISTEN dan ini buktinya katanya sambil memperlihatkan buku-buku kristen dan foto-fotonya sewaktu di Baptis, kemudian LIA bertanya pada saksi “KAMU MAU MASUK KRISTEN” tanpa berfikir saksi langsung menjawab “MAU” dan LIA mengatakan “BAGUSLAH, BERARTI KAMU SAUDARA SAYA SEKARANG” sambil minum air putih yang disediakan LIA untuk saksi. Kemudian besoknya pada tanggal 29 Maret 1998 pada jama 07.00 WIB sesuai dengan yang dikatakan LIA pada saksi bahwa dia akan menjemput saksi ditempat yang sama dan juga sudah siap menunggu, tepat jam 07.00 WIB saksi keluar dari rumah, saksi lihat rupanya LIA dan mobil angkot warna merah yang biasanya saksi abertemu dengannya sudah menunggu di pinggir jalan, diatas mobil LIA mengajak
9

-

-

-

-

saksi ke GPIB dan mengatakan kepada saksi “KAMUKAN TIDAK ISLAM LAGI, KAN TIDAK MUNGKIN KAMU TINGGAL DENGAN KAKAK KAMU LAGI, MANA TAHU DISANA ADA YANG MAU MENCARIKAN TEMPAT TINGGAL” dan saksi mengikut saja, sampai di pasar, mobil diberhentikan di jalan Pasar Baru sebelah Bank Dagang Negara dan LIA pergi masuk GPIB dan saksi menunggu di mobil mulai jam 09.00 WIB sampai jam 13.00 WIB, namun sebelumnya dari jam 07. 00 s/d 09.00 WIB saksi diajak keliling-keliling sambil ngobrol mengenai agama Kristen dan pada jam 13.00 barulah LIA keluar dari GPIB dan mengatakan kepada saksi bahwa yang ada digereja Kak Yeni dan beliau sudah menghubungi Pak Yan dan saksi disuruh kembali ke GPIB jam 14.00 WIB sendiri dan tidak boleh ditemani, menjelanga jam 14.00 WIB saksi dibawa kembali keling-keliling dengan mobil sambil membicarakan tentang agama Kristen dan cerita pacarnya. Pada jam 14.00 kami kembaali ke GPIB dan saksi disuruh masuk oleh LIA sendiri, lalu ia pergi, sampai di GPIB saksi disambut oleh Kak Yeni sambil memperkenalkan namanya ditemani Kak Fajar dan Kak Nita, masing-masing memperkenalkan dirinya pada saksi, sedangkan saksi memperkenalkan dirinya bernama DEVI, sebab menurut cerita LIA kepada saksi mengatakan kepada : KAK YENI dia (LIA) punya saudara kembar Devi akan masuk agama Kristen dan LIA menyuruh saksi mengganti nama saksi dengan Devi selain itu katanya supaya jangan ketahuan dengan orang tua kamu katanya dan pada waktu itu mau masuk GPIB tersebut saksi disuruh memakai kacamatanya/LIA. Pada waktu pertama bertemu dengan KAK YENI, KAK FAJAR, KAK NITA mereka terkejut dan mengatakan :”Kok mirip, kamu LIA atau DEVI” dan Kak Fajar bilang :”Jangan-jangan kamu LIA, lalu saksi menjawab:”Saya DEVI”. Dan saksi menjawab lagi :”Tentu mirip karena saya kembar. Setelah itu saksi tidak bicara apa-apa lagi, lalu Kak Fajar dan Kak Nita membawa saksi ke Parak Gadang ke rumahnya Pak Willy (Penasehat PKSB) sampai dirumah Pak Willy bercerita disana adalah Kak Fajar dengan Kak Nita bahwa Devi ini kembar yang satu lagi namanya LIA dan katanya lagi LIA saudaranya minta tolong bahwa Devi mau masuk Kristen, kemudian Pak Willy memberikan ceramah, nasehat kepada saksi mengenai agama Kristen, setelah itu selesai jam 17.00 WIB saksi langsung pulang ke rumah kakak. Kemudian tanggal 31 Maret 1998 hari Senin Pagi jam 07.00 WIB sesuai dengan perjanjian dengan LIA menjemput saksi ditempat yang sama dengan mobil angkot Mikrolet yang sama waktu itu terakhir bertemu dengan LIA. Pada waktu saksi terakhir bertemu dengan LIA rencana mau ke GPIB, LIA menasehati saksi supaya baik-baik saja dengan mereka (orang-orang di GPIB)”apa saja yang disuruh mereka lakukan saja untuk mempertebal imanmu dan jangan macam-macam dan jangan mengecewakan dan LIA mengatakan waktu itu bahwa ia akan berangkat lagi ke Jakarta, jika LIA disini akan dicari paman saksi katanya, lalu LIA mengatakan lagi sambil tertawa katanya : tugas saya sudah selesai” dan saksi diturunkan didepan Kantor Pos dan Giro dan LIA mengatakan “Saya tidak berani lagi kesana, kamu sendiri saja kesana, selanjutnya saksi jalan kaki ke GPIB dan LIA langsung pergi dengan mobil angkot tersebut. Saksi tidak begitu memperhatikan berapa nomor Polisi mobil angkot yang dipergunakan LIA untuk menjemput saksi dan saksi tahu adalah mobil angkot itu berwarna merah model Colt T.120, dikaca pintu mau masuk/naik ada tulisan IWAN FALS, dan pada kaca antara sopir dengan penumpang tertulis “Kristus mengasihimu” tulisan berwarna hologram dan saksi tidak mengenal sopirnya dan menurut LIA mobil itu dicarternya. Lia selau memakai seragam MAN tetapi tidakmemakai Batch lokasi dan tidak memakai papan nama dan saksi pernah menanyakan kepadanya :”Kamu sekolah
10

-

-

-

-

dimana”, Lalu LIA menjawab “Saya tidak sekolah lagi dan saya tamat pesantren Darun Najah, saksi bertanya lagi : “Kok pakai baju ini” LIA menjawab lagi “Biar sama aja” katanya dan terakhir kali bertemu waktu LIA mengantarkan saksi, LIA memakai kaos Oblong warna putih bergambar flinstone celana blue jean dan tidak memakai jilbab dan pada leher LIA sebelah kiri ada tanda tompel hitam. Menurut cerita LIA nama pacarnya FERDI FERDIAN sekolah di DON BOSCO di P. Jawa dan beragama Kristen Khatolik karena itulah LIA tertarik masuk Kristen. Pada hari senin tanggal 31 Maret 1998 setelah saksi berpisah dengan LIA, saksii jalan kaki menuju GPIB dan setelah sampai saksi temui Kak Yeni dan saksi bercerita pada Kak Yeni bahwa saksi sudah ketahuan disekolah pindah/masuk agama Kristen dan Kak Yeni menyuruh saksi ke rumah Pak Willy saja dan dengan di antar Kak Sari, saksi pergi ke rumah Pak Willy, lalu Kak Sari bercerita pada Pak Willy bahwa saksi sudah ketahuan masuk agama Kristen di sekolah dan Pak Willy mengatakan “TINGGAL DISINI SAJA DULU SEMENTARA DIRUMAH PAK WILLY”. Pak Willy bilang nanti biar dirembukkan dengan pengurus PKSB untuk mencarikan tempat tinggal saksi. Pada jam 18.00 WIB saksi bersama-sama yang lainnya Pak Willy mengajak saksi pergi ke KEBAKTIAN di Tabing dan pulang ke rumah Pak Willy jam 21.00 WIB dan disana Pak Willy dan Pak Yan menyuruh saksi membuat “SURAT PERNYATAAN” yang isinya “Bahwa atas kemauan saksi sendiri pindah agama dari Islam ke Kristen”. Maka saksi buatlah sendiri atas petunjuk Pak Yanuardi dan saksi tanda tangani sendiri. Lalu saksi dibawa ke Teluk Bayur ke rumahnya Pak Salmon dan istrinya Liza Zuriana Ongirwalu alias Nenen dan atas kesepakatan mereka saksi disuruh tinggal disana karena kata mereka disini dikamar NELSI (anak perempuan Salmon) bisa punya teman. Selain itu katanya mereka (WILLY, YANUARDI, YUNUS, BU VERA (istri Willy), YANTI (istri Yanuardi) orang itu (maksudnya SALMON dan LIZA ZURIANA) imannya kuat dan kamu bisa belajar tentang agama Kristen dengannya, makanya saksi tinggal dirumahnya Pak Salmon. Selama saksi tinggal di rumah Pak Salmon saksi tidak pernah memberitahu kepada orang tuanya karena dilarang oleh Kak Nenen (istri Pak Salmon) dimana katanya “Nanti ketahuan dimana kamu tinggal, jangan katanya, karena saksi pernah mau menelpon MAMA untuk mengatakan baik-baik saja, waktu itulah saksi dilarang dan mau melapor ke RT saksi tidak berani, keluar saja saksi dilarang, paling saksi keluar mau kebaktian saja atau kerumahnya Pak Willy itupun bersama-sama dengan mereka dan saksi pernah mengisi formulir model A di rumahnya Pak Salmon entah untuk apa saksi tidak tahu. Mulai hari pertama saksi tinggal dirumah terdakwa Salmon, saksi membantu istrinya memasak, mencuci, menyapu, pokoknya pekerjaan rumah dan atas kemauan saksi sendiri, selain selalu belajar agama Kristen tentang renungan Harian, Pemuridan, Kebaktian dengan alasan “TIDAK ADA YANG JAGA RUMAH”. Kemudian kira-kira awal bulan Juni, hari, tanggal dan malam apa tidak ingat lagi pada jam 02.00 WIB sewaktu saksi sedang tidur lelap dalam keadaan tengkurap saksi merasakan ada geli-geli pada bagian dekat BH saksi karena saksi pada waktu itu memakai baju kaos, celana tiga perempat lalu saksi terbangun karena rasa geli itu terasa. Waktu saksi terbangun saksi lihat terdakwa Salmon langsung pergi, sedangkan saksi tidak bisa tidur lagi karena BH saksi sudah lepas dan perkiraan saksi sudah jelek saja terhadap Pak Salmon, tetapi paginya saksi lihat Pak Salmon seperti tidak ada kejadian saja sedangkan saksi sudah merasa tidak enak. Setelah itu kira-kira 3 (tiga) hari sekira jam 20.00 waktu itu istri Pak Salmon tidak dirumah, belum pulang, saksi ngomong sama Pak Salmon “Bang saya agak pusing dan mau tidur. Nanti kalau Kak Nenen pulang bilang saja saya sudah tidur karena
11

-

-

-

-

capek, dan ia menjawab :”Tidurlah”. Lalu saksi kekamar dan tidur tengkurap. Belum lagi saksi tertidur lalu Pak Salmon masuk kekamar saksi, tiba-tiba Pak Salmon sudah ada saja disamping saksi dan memijit-mijit kaki sambil mengatakan “CAPEK VI”,lalu saksi bilang :”TIDAK USAHLAH BANG” sambil menepis tangannya, kemudian dia bilang “TIDAK APA-APALAH” dan tangannya terus saja kebagian paha saksi, lalu saksi bilang “JANGANLAH BANG”, lalu menepiskan tangannya lagi. Dia (Salmon) diam saja tetapi tangannya sudah sampai kepinggang saksi dan bagian dada saksi, lalu saksi menepis tangannya lagi dan langsung pergi keluar dari kamar dan duduk diteras. Setelah itu Pak Salmon pergi mandi dan setelah itu seperti tidak ada kejadian apa-apa sampai istrinya pulang. Saksi menunggu di teras rumah, begitulah setiap kali dia melakukan dan begitu juga yang ketiga kalinya seminggu setelah itu pada jam 20.00 WIB juga sewaktu istrinya tidak berada dirumah Pak Salmon masih memijit-mijti saksi, sewaktu saksi duduk ditempat tidur sedang saksi menangis setelah bertengkar dengan anaknya NELSI, Pak Salmon memegang-megang pinggang saksi dan mengarah kebagian dada lalu saksi tolak kebelakang dengan berkata”BANG JANGAN BIKIN SAYA MARAH” sambil berdiri dan pergi. Memang ada terpikir oleh saksi untuk memberi tahu kepada Kak Nenen (istri Bang Salmon) tetapi saksi takut dibilang mengada-ada, takut diusir dan semua orang jadi tahu termasuk pendeta semuanya jadi tahu nantinya, semula setelah kejadian kedua saksi telah mengunci kamar tetapi dilarang oleh Kak Nenen katanya banyak yang mau diambil dikamar itu dan saksi tidak mengunci lagi maka terjadilah yang ketiga kalinya. Setelah itu tidak ada lagi kejadian karena saksi selalu menghindar dan menjaga jarak dengannya. Bahwa selain Pak Salmon saksi tidak pernah diganggu atau berhubungan dengan laki-laki lain. Bahwa, pada awal Juli 1998, sekira pukul 19.00 WIB, sewaktu istri Pak Salmon tidak dirumah, saksi diberi obat, menurut Pak Salmon untuk melangsingkan badan, dan setelah minum obat itu saksi disuruh tidur. Tidak berapa lama setelah saksi tidur dalam kamar, Pak Salmon masuk pula kedalam kamar dan memeluk saksi erat-erat, dan waktu itu saksi berusaha melawan tapi tidak bisa. Kemudian Pak Salmon membuka kancing baju saksi, menarik BH saksi, menyingkap rok saksi serta menarik celana dalam saksi, kemudian Pak Salmon memasukkan kemaluannya kedalam kemaluan saksi, berulang kali lebih kurang 1 (satu) jam, waktu itu saksi merasakan sakit, dan lemas. Bahwa dalam bulan Juli itu juga hal yang sama dilakukan oleh Pak Salmon terhadap saksi, mula-mula saksi dipijit-pijit oleh Pak Salmon kemudian Pak Salmon membuka celana luar dan celana dalam saksi, waktu itu saksi antara sadar dan tidak sadar, kemudian saksi rasakan Pak Salmon memasukkan kemaluannya kedalam lobang kemaluan saksi. Waktu itu saksi merasakan geli-geli sakit dikemaluan saksi, sehingga gairah saksi terpancing, dan nafsu saksi naik, sehingga saksi membiarkan Pak Salmon melakukannya. Bahwa, kira-kira dua hari setelah kejadian itu, saksi bakar celana dalam dan BH saksi, yang saksi pakai saat kejadian tersebut. Bahwa sewaktu saksi berada di rumah Pak Salmon, saksi juga sempat sekolah di SMU Kalam Kudus Padang. Saksi sempat disekolahkan di SMU Kalam Kudus Padang dan sempat pula pindah sekolah di SMU Kristen I Malang.

12

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Pada bulan Mei 1998 mereka (Nenen, Lyly, Yanuardi, Yunus, Daci) berembuk unutk kepentingan sekolah saksi, akhirnya saksi didaftarkan di SMU Kalam Kudus Padang. Pada bulan Agustus 1998, saksi ketahui, ada seorang anggota tentara yang datang ke SMU Kalam Kudus Padang , mencari siswi yang bernama Khairiah Enniswah, dan langsung bertanya kepada Kepala Sekolah nama panggilan Pak Robert. Waktu saksi sekolah di SMU Kalam Kudus Padang itu, saksi bernama Indah Fitria dan menurut perasaan saksi waktu itu, pastilah yang dicari tentara itu adalah saksi. Waktu itu saksi tidak kenal dengan anggota tentara itu, demikian pula sebaliknya, tetapi akhirnya saksi ketahui bahwa yang mencari saksi itu adalah termasuk keluarga saksi. Setelah anggota tentara itu pergi dari sekolah saksi, pada hari itu juga pada jam istirahat saksi dipanggil oleh kepala sekolah SMU Kalam Kudus Padang panggilan Pak Robert, dan saat itu Pak Robert bertanya kepada saksi nama kamu Khairiah Enniswah ya. Saksi jawab “Ya” Setelah Pak Robert menjelaskan tentang kedatangan anggota tentara tadi dan menanyakan kepada saksi, “Apa kamu punya Paman yang bernama A. Siregar?” Saksi jelaskan bahwa saksi tidak punya paman yang bernama A. Siregar. Kemudian Pak Robert bertanya lagi… “Bagaimana dengan ABU SAMAH SIREGAR?”, saksi menjawab itu paman saksi dan selanjutnya Pak Robert menjelaskan bahwa paman saksi tersebut akan datang kembali besok. Esok harinya, saksi sekolah seperti biasa, pada jam istirahat saksi dipanggil oleh wali kelas nama bu CHANDRA, dan bu Chandra mengatakan bahwa saksi ditunggu oleh paman saksi diujung jalan dekat simpang diluar sekolah SMU Kalam Kudus tersebut. Kemudian saksi pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh wali kelas nama bu Chandra tersebut, ternyata disana ada sebuah mobil merah (saksi tidak tahu jenis mobilnya), dan didalam mobil itu ada Pak Robert dan istrinya, kemudian saksi disuruh masuk cepat-cepat kedalam mobil oleh Pak Robert. Kemudian saksi dibawa kerumah Pak Willy di Parak Gadang. Dirumah Pak Willy, mereka, (Pak Willy, Pak Robert dan istrinya, Kak Nenen, Ibu Vera, Yunus, Sumedi) merembukkan masalah saksi, termasuk saksi ikut berembuk pada waktu itu. Bahwa menurut Pak Willy, ia (Pak Willy) ditelpon malam-malam oleh Pak Robert dan Pak Robert tidak bisa tidur karena memikirkan saksi dan menurut Pak Willy juga Pak Robert sudah merencanakan pindah sekolah saksi ke Malang. Kemudian Pak Willy menanyakan apa saksi setuju, saksi jawab setuju dan lagi pula menurut Pak Willy (dihadapan Pak Robert) di Malang itu ada rumah mertua Pak Robert. Pada hari itu juga (kalau saksi tidak salah hari jum’at), diurus tiket saksi untuk berangkat ke Malang bersama istri Pak Robert (saksi tidak tahu namanya) yang diurus oleh Pak Willy, dan didapat kepastian bahwa saksi dan istri Pak Robert akan berangakat ke Malang pada hari Senin dalam bulan Agustus 1998 itu juga. Pada hari Senin (tanggalnya saksi tidak ingat) bulan Agustus 1998 itu juga saksi dan istri Pak Robert berangkat ke Malang dengan pesawat, sebelum berangkat dilepas oleh Pak Willy, Pak Robert dan beberapa orang lainnya termasuk Kak Nenen, Pak Salmon di Parak Gadang. Sampai di Malang saksi bersama istri Pak Robert mengurus sekolah saksi, mulamula di SMU Kalam Kudus Malang, tetapi tidak bisa karena diketahui STTB yang
13

-

-

dipergunakan palsu, kemudian esok harinya saksi didaftarkan di SMU Kristen I Malang dan diterima. Bahwa belum sempat saksi belajar di SMU Kristen Malang tersebut, saksi dan istri Pak Robert disuruh kembali ke Padang oleh Pak Robert melalui telepon karena Pak Salmon dan Pak Yan ditahan Polisi. Dalam bulan Agustus 1998 itu juga saksi dan istri Pak Robert kembali ke Padang dan setelah sampai di Padang, saksi dibawa oleh Kak Marta ke rumah Kak Nenen di Teluk Bayur Padang dan selanjutnya dibawa ke POLSEKTA Teluk Bayur Padang.

3. ABU SAMAH dengan sumpah - Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Saksi mengetahui diminta keterangan sehubungan dengan seorang perempuan (keponakan istri saksi)/Khairiah Enniswah telah dilarikan seorang perempuan nama panggilan LIA, dan kemudian Khairiah Enniswah tinggal di rumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon di Jl. Palembang No. 11 Padang Teluk Bayur Padang. - Kejadina tersebut terjadi pada hari Senin tgl 31 Maret 1998 sekitar pukul 07.00 di Sarang Gagak Lubuk Lintah Padang. - Keponakan istri tersebut bernama Khairiah Enniswah umur 16 th. (13 Februari 1981). Suku Harahap, pelajar MAN kelas 2 Alamat Jln. Lubuk Lintah No. 49 Padang. - Sebelum kejadian tersebut saksi tidak pernah memarahi Khairiah Enniswah. - Sewaktu Khairiah Enniswah meninggalkan rumah tidak ada meninggalkan pesan, maupun surat. - Sejak th. 1995/1996 Khairiah Enniswah tinggal bersama saksi di Komplek Bumi Bunda Persada Blok E. No. 16 Balai Baru Padang, Khairiah Enniswah setelah naik kelas 2 MAN II Gunung Pangiliun Padang, setelah itu Khairiah Enniswah pindah lagi ke tempat kakaknya Khairiah Elwardah di Jln. Lubuk Lintah No. 49 Padang. Tinggal diasrama kurang lebih 3 bulan. - Pada tanggal 31 Maret 1998 Khairiah Enniswah berangkat sekolah di MAN II Padang, lalu tidak pulang-pulang lagi ke rumah kakaknya, lalu dicari-cari di familifamili di Padang tidak ada, lalu saksi beritahukan kepada orang tuanya di Bengkulu melalui telepon. Orang tuanya di Bengkulu juga mencari Khairiah Enniswah. Pada teman-temannya di Bengkulu juga tidak ketemu. Setelah kurang lebih 2 (dua) minggu setelah kejadian itu, saksi menchek ke rumah tempat indekostnya korban juga tidak ketemu. Salah satu teman indekostnya memberi tahukan kepada saksi bahwa Khairiah Enniswah sudah 2 dua (minggu) tidak pulang-pulang. - Setelah satu bulan Khairiah Enniswah belum ketemu saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Teluk Bayur guna minta bantuan pencarian. - Lalu diadakan pencarian, saksi lacak ketempat hiburan juga tidak ada, lalu saksi dapat informasi dari kakaknya bahwa Khairiah Enniswah bersekolah di SMU Kalam Kudus Padang, kakaknya dapat informasi lagi namanya sudah diganti dengan nama Indah Fitria. - Pada suatu hari kakaknya mengecek ke SMU Kalam Kudus Khairiah Enniswah ada, tetapi setelah diadakan pengechekan pada hari Selasa dan Rabunya oleh Bapaknya tenyata tidak ada. - Setelah pergi ke sekolah SMU Kalam Kudus ternyata memang Khairiah Enniswah sudah menjadi pelajar SMU Kalam Kudus, dengan perubahan nama menjadi Indah Fitria, Agama berubah menjadi pemeluk agama Kristen-Protestan, dan orang tua diganti nama : Drs MUHAMMAD DAMRY HARAHAP menjadi nama
14

-

-

-

-

-

MELIANUS ONGIRWALU, dengan alamat Jln. Palembang No. 11 Teluk Bayur Padang. Lalu kami bertiga ke rumah Salmon Ongirwalu tersebut ketemu istrinya, diakui korban ada disana, tetapi namanya DEVI, tinggal disitu sudah 5 bulan, siapa yang menyerahkan kesini jawabnya seorang perempuan. Istrinya terdakwa mengetahui bahwa ada keluarga dari korban yang tinggal di Padang. Lalu tidak beberapa lama terdakwa Salmon Ongirwalu datang lalu mengatakan bahwa Devi sudah minggat. Lalu pada hari itu juga saksi melapor ke Polsek Teluk Bayur, lalu malam itu juga Rabu tanggalnya lupa bulan Agustus 1998 sekitar pukul 16.00 wib atas tilpun salah sati anggota Polsek Teluk Bayur, saksi datang ke Polsek Teluk Bayur, untuk menjemput Khairiah Enniswah. Setelah saksi diperiksa, kemudian disuruh membawa Khairiah Enniswah untku pulang kerumah. Setelah sampai dirumah saksi, ternyata korban telah saksi tanyai, jawabnya selalu marah-marah dan linglung, mata nanar. Keadaan korban setelah diketemukan adalah rambut telah dipotong berpekaian sekolah SMU tidak berjilbab lagi, keadaannya lusuh. Lalu pada hari dan tanggalnya tidak ingat lagi korban dibawa oleh orang tuanya ke Bengkulu. Pada waktu dikantor Polisi Teluk Bayur, Khairiah Enniswah didampingi isteri Salmon Ongirwalu dan Yunuardi Koto. Pada waktu pertama kali korban bertemu dengan bapaknya lalu menangis, korban tidak mau pulang, satu minggu tidak mau berbicara dengan orang tua, tetapi mau berbicara dengan orang lain. Pemeriksaan dikantor Polisi Sektor Teluk Bayar tidak ada perkembangan, supaya kasus ini diangkat dilaporkan ke Polresta Padang. Tanggal 17 Desember 1998 saksi diperiksa di Polresta Padang, baru korban berceritera dengan tantenya bahwa korban telah diperkosa, cerita sama dengan diutarakan korban dimuka penyidik dan juga didepan pengadilan. Sewaktu saksi di periksa di Kantor Polisi Resort Padang saksi minta korban di visum, setelah tahu hasilnya saksi hampir pingsan.

Cerita Korban ( Khairiah Enniswah) pada tantenya. - Korban dipaksa pindah agama oleh Lia, dikenalkan Paolina Maryeni Mendrofa, lalu kerumah Yanuardi Koto/ ke rumah Willy, lalu tinggal di rumah Salmon, lalu sekolah di SMU Kalam Kudus lalu dibawa ke Malang oleh istrinya Robert (Kepala SMU Kalam Kudus), di SMU Kalam Kudus Malang tidak diterima, lalu masuk ke SMU Kristen I Malang. Tidak diterima di SMU Kalam Kudus Malang karena rekayasa ijasah ketahuan. Akhirnya ditelpon dari Padang, supaya pulang ke Padang, lalu ke rumah Salmon bersama Yanuardi Koto. Saksi tahu berpindah agama setelah tahu ijazah itu. Saksi mengetahui dari korban bahwa korban pernah cerita bahwa paman korban di SMA VI pada Salmon. Saksi tidak ada kabar bahwa korban itu dirumah terdakwa. Menurut saksi korban itu tidak macam-macam, dan tidak pernah kecelakaan. Saksi mendengar bahw korban sewaktu di tempat/dirumah Salmon pernah diperkosa, pernah melawan, lalu dijawab terdakwa kau jangan macam-macam yang menyeklahkan kamu kan saya. Saksi bertanya pada terdakwa Salmon yang membawa korban kesini siapa? Dijawab yang membawa seorang wanita yang tanggung jawab Salmon. Apa ada Khairiah Enniswah (korban) dijawab minggat, tidak tahu, berangkat sekolah,
15

beranglat sore-sore, membawa pakaian, berbelit-belit, dijemput pamannya, saya Omnya. Salmon menceritaka bahwa korban dimasukkan ke SMU Kalam Kudus. 4. KHAIRIAH ELWARDAH dengan sumpah. - Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Pada tanggal 28 Maret 1998 terakhir bersama adiknya Khairiah Enniswah. Pada tanggal 28 Maret 1998 sampai 4 April 1998 , selama seminggu keluar daerah LKHMI, saksi pesan pada adiknya jangan kemana-mana, dan kawan-kawannya disuruh memberi nasehat. - Menurut saksi adiknya agak keras kepala sedikit. - Adiknya saksi pernah pulang agak awal dari jamnya, saksi chek kesekolah ternyata adiknya beberapa hari tidak sekolah. - Pada bulan April pulang dari LKHMI saksi tidak ketemu adiknya (korban). Saksi mencari keteman-temannya yang terdekat tidak ketemu. - Setelah 2 (dua) minggu Khairiah Enniswah dicari tidak ketemu, maka saksi memberi tahu pada orang tuanya, lalu memberi tahu pamannya. - Saksi pernah mendapat informasi. - Setelah korban diketemukan telah berpindah agama. - Korban tidak pernah cerita langsung tapi memberi catatan pada saksi, korban tidak mempunyai teman laki-laki, pernah juga cerita langsung, diberi pil dan diperkosa, sama ceritanya dengan cerita korban dipenyidik Kepolisian dan juga sama dengan cerita di Pengadilan. - Korban cerita mengapa sampai di tempat/dirumah terdakwa. Kesepakatan bersama-sama orang-orang itu lalu tinggal dirumah terdakwa. Pernah dua kali diperkosa. Korban tidak berani memberitahukan kepada keluarga karena ada ancaman/diancam. dari istri terdakwa, dia selalu dijaga. Saksi menyatakan tidak ada kabar bahwa korban berada di rumah terdakwa . korban di visum ternyata tidak suci lagi. Korban tinggal bersama saksi baru satu bulan, yang sebelumnya di Asrama MAN, korban tidak mempunyai teman laki-laki dekat. - Saksi baru mendapat informasi baru bulan Agustus 1998, keterangan saksi dimuka Kepolisian diakui itu betul. - Saksi menyatakan 4 hari sebelum korban pergi sudah curiga. Kawan yang memberi informasi, tidak tahu namanya, dari teman-teman korban ada konflik di sekolah, ada teman perempuan di sekolah yang tidak senang. Sehari sebelum pergi saksi chek di sekolah. - Korban sejak kelas 2 tinggal di asrama, pindah ke asrama persetujuan orang tua, korban tidak suka olah raga, suka drum band. 5. SALMON ONGIRWALU PGL SALMON dengan berjanji - saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani dan maupun rohani. - Saksi menyatakan bahwa Enniswah/Devi memang pernah tinggal dirumah saksi sejak tanggal lupa bulan Maret 1998 sampai dengan Agustus 1998 tanggal lupa. - Saksi menerangkan : sewaktu saksi pulang kerja, ternyata istri saksi tidak berada dirumah, ada pesan dari istrinya kepada yang ada dirumah bahwa saksi diminta menjemput istrinya di Parak Gadang, atau di Gereja, lalu saksi pergi ke Parak Gadang ke rumah Pak Yanuardi, dan di situ saksi bertemu dengan Pak Willy, Yanuardi, istri saksi dan disitu juga ada korban yang pada waktu itu berpakaian jilbab, dan bertanya saksi kepada korban sekolah dimana dijawab di MAN Padang (Gunung Pangilun). Kata istri saksi pada saksi bahwa korban itu perlu tumpangan,
16

-

-

-

-

-

-

-

-

-

maka istri saksi minta ijin pada saksi bisa ditumpangi korban, saksi setuju saja korban tinggal dirumah saksi. Rumah saksi di Jl. Palembang No. 11 Padang Teluk Bayur Padang. Istri saksi cerita bahwa korban itu mau dibunuh orang tuanya/keluarganya, mau dipasung karena ketahuan memeluk agama Kristen. Saksi secara resmi tidak pernah menanyakan ke MAN Gunung Pangilun Padang, hanya menanyakan diluar apakah di MAN Gunung Pangilun Padang, ada siswinya bernama Devi, ternyata tidak ada jawabnya. Saksi sering melewati sekolah MAN Gunung Pangilun Padang, karena dekat dengan tempat kerja terdakwa yaitu PDAM Gunung Pangilun. Saksi tidak meminta surat pindah dari MAN Gunung Pangilun Padang. Yang memasukkan sekolah korban di SMU Kalam Kudus adalah pak Daci, saksi sebagai wali murid korban, persyaratan untuk masuk sekolah, saksi isi nama Indah Fitria (Devi) yang memberi tahu Pak Willy. Korban sampai dirumah saksi bersama istri saksi, rambutnya panjang, rambutnya korban minta dipotong karena panas. Korban tinggal dirumah saksi dikamar pribadi saksi, kemudian saksi tidur tidak dikamar lagi. Kamar yang ditempati untuk korban tersebut sebelumnya kamar pribadi saksi, letak pakaian disitu semua, kamar tidak dikunci supaya setiap saat bisa masuk. Tujuan korban masuk kristen, karena diusir orang tuanya, mau dibunuh oleh keluarganya, mau dipasung oleh keluarganya, disekolah dilempari batu oleh kawan-kawanya karena ketahuan beralih agama memeluk agama Kristen. Korban tinggal dirumah saksi, saksi tidak memberitahukan keberadaan korban dirumah saksi pada orang tua/walinya/keluarganya. keberadaan korban dirumah saksi juga tidak ada ijin dari keluarganya, orang tua maupun walinya. Korban disekolahkan lagi di SMU Kalam Kudus Padang, karena terdakwa sebagai wali murid. Pada suatu saat korban lapor pada saksi, bahwa korban dicari Omnya, korban tidak mau sekolah lagi, karena korban sewaktu sekolah ketemu kawankawanya dahulu kawannya mengetahui bahwa korban sekolah di SMU Kalam Kudus, kawannya mengetahui bahwa korban di Parak Gadang. Pada suatu saat orang tua korban datang kerumah, menanyakan nama Khairiah Enniswah, dijawab terdakwa tidak ada, disini Devi yang ada, Devi dibawa pamanya. Malamnya terdakwa ditahan. Yang memberi makan korban sewaktu di rumahnya adalah saksi bersama istri, ijin tinggal dirumah saksi adalah saksi. Saksi tidak minta ijin pada keluarganya, orang tua, dan walinya. Saksi tidak pernah melapor keberadaan korban dirumah saksi pada pihak Kepolisian, karena pesan korban sendiri. Sewaktu korban berangkat ke Malang saksi mengetahui. Saksi meminta supaya korban pulng ke Padang karena terdakwa ditahan. Saksi ketemu korban pertama kali berpakaian jilbab, agamanya Islam, Pak Willy yang memutuskan bahwa korban tinggal dirumah saksi. Istri saksi pernah kebaktian dari jam 6 sore sampai jam 9 malam. Sewaktu orang tua korban dirumah saksi korban di Parak Gadang. Saksi ditangkap Polisi larut malam. Sewaktu korban dirumah saksikorban selalu turut kebaktian. Saksi sewaktu ditanya keluarga/bapak korban dimana korban, saksi menjawab tidak dengan sebenarnya/bohong karena disuruh korban. Sewaktu korban berada dirumah saksi korban bebas saja kemana, membeli kue, duduk diluar, dan pernah ke famili saksi. Korban dititipkan dirumah saksi karena terancam jiwanya.
17

-

-

-

-

-

-

-

-

Saksi sudah curiga pada korban karena kebohong-bohongannya, sehingga rumah tangganya kacau. Saksi belum pernah ketemu korban sebelumnya sebelum ketemu pertama dengan korban. Sebelumnya saksi tidak pernah mendengar berita-berita bahwa korban dilempari batu oleh teman-temannya. Pak Willy dianggap sebagai orang tua/penasehat. Pak Willy itu warga negara A.S orang Maninjau, istrinya orang Indonesia, ada campuran Jawa, korban sering ke Gereja Baptis bukan Gereja GPIB. Korban setiap minggu ke Gereja. Saksi di Gereja PKSB tidak selalu hadir, kalau kebetulan tugas, saksi tidak hadir. Kalau korban cerita bahwa sakit, saksi lapor pada istri saksi bahwa korban sakit supaya dicarikan obat. Yang mengambilkan pakaian dikamar korban adalah istri saksi, kalau saksi tukar pakaian dikamar lain. Saksi ketemu korban dahulu, sebelum korban ketemu orang tuanya. Sewaktu saksi memberitahukan bahwa korban ketemu orang tuanya korban lalu menangis dan memeluk saksi, korban tidak mau dikembalikan pada orang tuanya, yang tahu hal tersebut adalah istri saksi dan Andreas temannya. Korban hanya memberi tahukan pada saksi bahwa pamannya ada di Padang, orang tuanya berada di Lampung Bengkulu, cerita bahwa Bapaknya Dosen. Saksi sudah pernah mencari alamat orang tuanya. Sudah berusaha mencari alamat orang tuanya tetapi korban tidak mau, menurut korban LIA tinggal di Pamannya di Lubuk Lintah. Korban diancam katanya mau dibunuh, saksi berkata kamu bagaimana ini masuk Kristen. Saksi tidak ada usaha untuk mencari alamat wali/keluarganya korban, sekedar mencocokan namanya saja dalam mencarinya. Yang memberi uang untuk STTB dan berangkat ke Malang adalah Pak Willy sebanyak Rp. 400.000.Kesibukan istri – memasak , mengantar anak, kebaktian. Pernah saksi main gitar korban menyanyi hanya sekali. Pada suatu ketika saksi datang di rumah, istri tidak ada dirumah . Kata korban pada Salmon bahwa korban sewaktu kecil di Medan bersama Omnya sudah pernah di Baptis, mau masuk Kristen. Umur korban ± 17 tahun lahir 1981 serta saksi melihat kartu setelah ketemu orang tuanya. Menurut saksi sebelum diceritakan pada saksi korban mau mengenal kristus, korban sekolah di MAN terdakwa tahu kelas 1/2. Tugas saksi hanya dititipi, bisa sedikit tinggal dirumah saudara?, jawab saksi bisa, istri saksi yang membawa. Korban tinggal di Padang dengan wali saksi mengetahui. Sewaktu pamannya datang ke rumah saksi, saksi sedang bekerja, korban berangkat ke Malang dari rumah Pak Willy. Yang membawa korban ke Malang adalah istri Pak Robert, yang memberitahu saksi Pak Willy. Nama Indah Fitria dari Pak Willy, panggilan Devi. Tanggal 27 Agustus 1998 korban diserahkan pada orang tuanya. Saksi mengakui salahnya saksi tidak melapor kepada yang berwajib. Korban selama dirumah saksi membantu istri saksi membantu pekerjaan rumah.

6. Keterangan saksi : LIZA ZURIANA ONGIRWALU PGL NENEN dengan berjanji.
18

-

-

-

-

-

-

Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. Saksi dituduh membantu melarikan Devi tanpa izin dari orang tuanya/walinya, dimana Devi tinggal dirumah saksi mulai tanggalnya lupa bulan Maret 1998 sampai dengan akhir bulan Agustus 1998. Korban berada dirumah terdakwa Salmon Ongirwalu pgl Salmon yaitu suami saksi kurang lebih 5 (lima) bulan sejak Akhir Maret sampai dengan akhir Agustus 1998 atas tanggungan saya. Korban tinggal dirumah terdakwa Salmon atas dasar korban terancam jiwanya, mau dipasung orang tuanya, mau dibunuh karena telah beralih agama Islam nmenjadi/beralih agama Kristen. Saksi pernah menanyakan alamat orang tua korban. Kesalahan saksi ialah tidak berusaha mengembalikan korban pada orang tuanya, atau melaporkan kepada aparat keamanan (Polisi). Korban tidak melaporkan alamat orang tuanya pada saksi. Korban cerita pada saksi bahwa korban mempunyao Om, tinggal di Padang. Saksi tidak merasa keberatan korban tinggal dirumah saksi. Pakaian ada dibelikan kakak ipar saksi, dan Pak Willy. Korban pernah memberitahukan kepada saksi bahwa korban lahir tahun 1981. Korban disekolahkan dengan biaya dari Pak Willy. Yang mengurus sekolah korban di SMU Kalam Kudus adalah Pak Daci. Saksi pernah ditunjukkan ijazah korban, tetapi saksi tidak memperhatikan ijazah tersebut, saksi tidak mengajari soal-soal ke Kristenan. Sewaktu dirumah saksi korban tidak pernah sholat. Menurut saksi karena perasaan mau menolong, karena korban mau masuk kristen, ada perasaan senasib. Pada hari kamis tanggal 27 Maret 1998 saksi kebetulan datang ke rumah Yanuardi di Parak Gadang, lalu datang taxi dimana Fajar, Sari dan korban (korban memakai kacamata, baju kurung, memakai kerudung, korban ditemui Pak Willy, lalu ditemui Yanuardi. Pada tanggal 31 Maret 1998, kebetulan saksi datang lagi ke Parak Gadang dirumanya Yanuardi dimana disitu juga tinggal Pak Willy, Yanuardi berkata pada saksi, korban butuh tempat tinggal, jawab saksi, saksi tidak bisa menjawab karena saksi mempunyai suami, jadi harus bilang pada suami dahulu, pada waktu itu Pak Willy ada. Pak Willy adalah warga negara Amerika, aslinya Minang. Saksi diceritai tentang korban (Devi), saksi minta ijin suaminya, akhirnya suaminya setuju korban tinggal dirumah saksi. Sore harinya saksi bersama suaminya berada dirumah Pak Yanuardi disitu ada korban, lalu korban dibawa pulang dahulu kerumah saksi bersama saksi naik kendaraan, Salmon tidak ikut, setelah itu korban diajak kebaktian di Tabing dan sudah berganti pakaian setelah selesai kebaktian korban mulai tinggal dirumah saksi. Korban rambutnya dipotong yang memotong rambutnya saksi, dahulu rambutnya panjang. Sewaktu habis kebaktian di Tabing itu ke Parak Gadang dahulu baru ke rumah saksi, naik taxi. Saksi aktif di PKSB kegiatannya seminggu satu kali kebaktian di Tabing, tiap hari senin jam 06.00 sore sampai jam 8 malam. Kata korban pada saksi, bahwa korban mau dipasung, kalau ketahuan Omnya mau dibunuh, karena korban mau menjadi/memeluk agama Kristen, korban diancam keluarganya.
19

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Keterangan korban tidak pernah dichek oleh saksi. Saksi mengetahui bahwa korban dahulunya sekolah di MAN, umurnya juga tahu, saksi tidak mau menyelidiki lebih lanjut tentang persoalan korban tersebut. Alasan saksi untuk melindungi korban karena kasihan. Pertimbangannya korban sewaktu kecil sudah di Baptis kata korban, istri Pak Willy yang memberi pakaian pada waktu di Parak Gadang. Pak Willy yang memberikan pengurusan sekolah ke Pak Daci yaitu pengurusan sekolah korban ke SMU Kalam Kudus. Korban pernah cerita pada saksi bahwa korban pernah tinggal bersama pamannya, korban pernah dipukul pamannya karena Paman sudah mengetahui bahwa korban sudah memeluk agama Kristen. Korban cerita bahwa LIA itu saudara kembar korban. Tanggal 23 Agustus 1998 berangkat ke Malang. Tanggal 28 Agustus 1998 orang tua korban datang kerumah korban. Bahwa Salmon/suami saksi diceritai dari Parak Gadang bahwa korban dibawa ke Malang, dibawa ke Malang alasan Pak Robert korban mau bunuh diri, kata Pak Robert bahwa korban dari pada kembali pada orang tuanya lebih baik bunuh diri. Korban dibawa ke Malang ide Pak Robert, yang mengantar istri Pak Robert. Saksi tidak pernah mendengar informasi tentang kejadian didalam rumah tangganya, tidak ada tanda-tanda korban diperlakukan tidak baik. Lemari saksi memang berada dikamar korban, pintu jangan ditutup betul saksi yang menyuruh karena sewaktu-waktu akan mengambil pakaian tidak kesukaran, karena pakaian saksi dan suaminya ada di almari tersebut. Saksi merasa bersalah, karena tidak melaporkan keberadaan korban dirumah saksi. Korban tidak pernah dibawa ke Gereja GPIB Padang. Korban sering kebaktian. Semua sudah mengetahui bahwa saksi korban (Wawah) sudah dicari oleh orang tuanya/keluarganya. Pak Willy cerita pada saksi bahwa korban mau dibawa ke Malang. Korban berangkat ke Tabing dari rumah Pak Willy. Yang membawa korban ke Malang adalah Meliana Marthinus pgl Meli (istri Robert), saksi mengetahui yang ada dirumah Pak Willy pada waktu itu ialah Pak Willy dan istrinya, Pak Robert dan istrinya. Pada hari Kemis kalau tidak salah tanggal 19 Agustus 1998 saksi disuruh datang oleh Pak Willy kerumahnya di Parak Gadang Padang, setelah saksi bertemu dengan Pak Willy, Pak Willy memberitahukan bahwa ia (Pak Willy) menerima tilpun dari Pak Robert (Kepala sekolah SMU Kalam Kudus Padang) yang menjelaskan bahwa korban (DEVI INDAH FITRIA) dicari tentara yang mengaku pamannya. Pada hari Jum’at (esok harinya) sekira pukul 10.00 WIB, saksi diminta datang oleh Pak Willy kerumahnya di Parak Gadang, bahwa saksi ditunggu oleh Pak Willy, Pak Robert dan istrinya, serta Devi dirumah Pak Willy. Setelah saksi sampai dirumah Pak Willy di Parak Gadang, ternyata saksi hanya bertemu dengan Devi dan Pak Willy, menurut Devi ia (Devi) diantar oleh Pak Robert dan istrinya ke rumah Pak Willy. Dan mereka (Robert dan istrinya) sudah pergi. Kemudian saksi mendapat penjelasan dari Pak Willy, bahwa Pak Willy dapat penjelasan pula dari Pak Robert, bahwa Devi Indah Fitria kedapatan oleh Wali kelas dan kawannya membawa pisau dan baigon kesekolah, setelah ditanya oleh Pak Robert, menurut Devi dari pada bertemu dengan keluarganya lebih baik ia (Devi Indah Fitria) bunuh diri.
20

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Menurut Pak Willy ada saran dari Pak Robert, sebaiknya anak ini (Devi Indah Fitria) dibawa saja ke Malang, karena di Malang ada rumah mertua Pak Robert, dan Pak Willy minta tanggapan dari saksi, dan saksi jelaskan waktu itu pada Pak Willy, tergantung pada Devi saja, nampaknya waktu itu Devi setuju. Pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 1998 sekira pukul 07.00 WIB, Devi minta tolong kepada saksi untuk mengantarkannya kerumah Pak Willy di Parak Gadang, karena menurut Devi, mau bertemu dengan Pak Robert dirumah Pak Willy jam 08.00 WIB setelah saksi antarkan Devi kerumah Pak Willy, saksi terus pulang kerumah kembali. Sekira pukul 12.00 WIB Devi kembali kerumah saksi, dan melaporkan bahwa ia (Devi) sudah dipastikan akan berangkat ke Malang pada hari Senin tanggal 23 Agustus 1998 yang diantarkan oleh istri Pak Robert. pada hari Senin tanggal 23 Agustus 1998, sekira pukul 12.00 WIB, sesuai dengan permintaan Devi, saksi antarkan kerumah Pak Willy di Parak Gadang Padang, ternyata dirumah Pak Willy sudah ditunggu oleh Pak Robert dan istrinya. Kemudian pada hari itu juga Devi dan istri Pak Robert pergi ke Bandar Tabing Padang dengan Taxi, selanjutnya pergi ke Malang. Setelah Devi berangkat ke Malang, pada hari Rabu tanggal 25 Agustus 1998 sekira pukul 13.30 datang tiga orang laki-laki kerumah saksi, salah seorang berpakaian dinas tentara, mereka mengaku orang tua dan paman Khairiah Enniswah, dan mereka datang kerumah saksi mencari Khairiah Enniswah, sambil memperlihatkan foto darii Khairiah Enniswah yang dicarinya itu. Dalam foto itu saksi lihat adalah foto Devi, dan waktu itu saksi masih ragu, apakah mereka benar-benar keluarga Devi, maka saksi katakan Khairiah Enniswah tidak ada dirumah saksi, dan saksi jelaskan pula, kalau Devi sebelumnya memang berada dirumah saksi, tetapi waktu ia (Devi) tidak dirumah saksi, karena ia (Devi) sudah dua hari tidak pulang kerumah saksi. Pada malam harinya sekira pukul 24.00 wib suami saksi ditangkap oleh Polisi Teluk Bayur Padang, dan dibawa ke Polsek Teluk Bayur Padang, dan pada malam itu juga saksi pergi kerumah Pak Willy menjelaskan bahwa suami saksi yaitu Salmon ditangkap Polisi. Kemudian pada malam itu juga, Pak Willy dan Pak Yanuardi pergi keluar rumah, menurut mereka mau menghubungi Pak Robert dan saksi menunggu dirumah Pak Willy. Setelah Pak Willy kembali kerumahnya, saksi mendapat penjelasan dari Pak Willy, bahwa besok mereka (Devi dan istri Pak Robert) akan kembali ke Padang. Setelah hari Kemis tanggal 26 Agustus 1998, saksi dapat berita lagi dari Pak Willy bahwa mereka (Devi dan istri Pak Robert) tidak jadi sampai di Padang pada hari itu. Karena pesawat yang ke Padang dari Surabaya melalui Jakarta, sudah berangkat dan mungkin mereka akan sampai di Padang pada hari Jum’at tanggal 27 Agustus 1998. Pada hari Jum’at 27 Agustus 1998 sekira pukul 09.00 WIB saksi pergi ke Polsek Teluk Bayur Padang, untuk mengurus suami saksi nama Salmon yang ditahan disana, dan sekira pukul 13.30 WIB baru suami saksi nama Salmon diizinkan pulang kerumah saksi. Setelah sampai dirumah ternyata Devi sudah berada dirumah saksi, kemudian pada hari itu juga Devi saksi antarkan ke Posekta Teluk Bayur Padang. Sesuai dengan penjelasan Devi kepada saksi bahwa yang membiayai keberangkatan Devi dan istri Pak Robert ke Malang tersebut adalah Pak Willy. Menurut Pak Willy kepada saksi bahwa Devi tinggal di Malang bersama mertua Pak Robert.
21

Keterangan saksi : Chandra Siahaan pgl Chandra dengan berjanji : - Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Saksi mengerti diperiksa sehubungan dengan masalah perempuan yang mengaku bernama Indah Fitria, siswi SMU Kalam Kudus Padang, dan saksi selaku wali kelasnya, kemudian saksi ketahui nama sebenarnya Khairiah Enniswah. - Saksi kenal dengan Drs. Robert Marthinus pgl Robert, karena Pak Robert adalah Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus, dan istrinya adalah guru SMP Kalam Kudus Padang. - Dari Indah Fitria kemudian saksi mengetahui bahwa Indah Fitria, nama sebenarbnya adalah Khairiah Enniswah, bahwa dahulunya ia beragama Islam, kemudian masuk agama Kristen, karena kemauan sendiri, oleh karena ia (Indah Fitria) sudah masuk agama Kristen, ia dicari oleh keluarganya, tetapi ia sendiri tidak mau kembali kepada keluarganya. - Pada bulan Juli 1998 tahun ajaran 1998/1999 ada anak baru yang masuk Sekolah SMU Kalam Kudus dan duduk dikelas I, dan saksi sebagai wali kelasnya, anak tersebut mengaku bernama INDAH FITRIA dan sesuai dengan data yang ada di sekolah. - Pada bulan Agustus 1998 (hari dan tanggalnya tidak ingat) sekira pukul 10.00 WIB datang seorang anggota tentara yang naik kelantai II (keruangan Kepalah Sekolah) - Esok harinya dalam bulan Agustus 1998 itu juga (saksi tidak ingat hari dan tanggalnya) pada jam istirahat, perempuan (siswi) Indah Fitria menemui saksi keruangan Majelis Guru di SMU Kalam Kudus itu juga, menurut Indah Fitria waktu itu ia mau bicara pribadi dengan saksi. - Kemudian Indah Fitria bercerita tentang dirinya, bahwa nama sebenarnya bukan Indah Fitria tetapi Khairiah Enniswah, dulu ia beragama Islam, kemudian ia masuk agama Kristen atas kemauan sendiri, oleh karena sudah masuk agama Kristen, keluarganya tidak setuju, maka ia lari dari rumah kakaknya (ia tidak menyebutkan siapa keluarga dan kakaknya itu) Kemudian ia (Indah Fitria) menjelaskan bahwa orang tuanya tinggal di Bengkulu dan di Padang ia (Indah Fitria) tinggal bersama kakaknya (ia tidak menjelaskan dimana tinggalnya). Ia (Indah Fitria) juga menjelaskan bahwa ia dicari-cari oleh keluarganya, tetapi ia tidak mau kembali kepada keluarganya, sampai –sampai ia mau mencoba bunuh diri, waktu itu ia (Indah Fitria)melihatkan pergelangan tangan kirinya, bekas luka sayat. - Pada hari itu juga saksi dihadapkan Indah Fitria kepada Kepala Sekolah, selanjutnya saksi kembali keruangan kelas mengajar. - Esok harinya Indah Fitria tidak masuk sekolah, dan baru masuk sekolah kembali setelah dua hari kemudian. - Sewaktu Indah Fitria masuk sekolah lagi, saksi tidak ingat jam berapa waktu itu, saksi di panggil Kepala Sekolah (Pak Robert), dan waktu itu Pak Robert memesan kepada saksi bahwa ia (Pak Robert) menunggu Indah Fitria disimpang untuk diantar pulang. - Kemudian saksi sampaikan pesan itu kepada Indah Fitria, waktu Indah Fitria masih berada dilingkungan sekolah, kemudian saksi antarkan Indah Fitria kearah dimana Pak Robert menunggu tadi. (sebagaimana yang dipesankan oleh Pak Robert), setelah kelihatan tempat yang dituju oleh Indah Fitria baru saksi kembali kesekolah.

22

-

-

Kira-kira tiga hari kemudian baru saksi diberitahu oleh Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus (Pak Robert) bahwa Indah Fitria sudah keluar, atas permintaan orang tuanya. Pak Robert mengantar Indah Fitria waktu itu dengan istrinya Meliana, yang diantarkan dengan mobil sekolah.

Keterangan saksi Nova Lita pgl Nova dengan berjanji. - Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani dan maupun rohani. - Saksi sekolah di SMU Kalam Kudus Padang kelas I duduk satu bangku dengan Indah Fitria sejak masuk sekolah, tahun ajaran 1998/99. - Lebih kurang saksi baru sekolah 1 (satu) bulan, pada suatu hari, saksi turun mobil untuk pergi ke SMU Kalam Kudus yang tempatnya tidak jauh dari sekolah SMU Kalam Kudus, saksi bertemu dengan dua orang perampuan yang tidak saksi kenal, perempuan itu pakai jilbab, yang satu saksi kurang perhatikan. Sewaktu itu kawan saksi nama Evanzelin Sitorus pgl. Eva, juga ada disana, kemudian kepada saksi dan kawannya, perempuan yang pakai jilbab itu menanyakan seorang siswi SMU Kalam Kudus nama Khairiah sambil memperlihatkan foto orang yang dicari, saksi lihat difoto itu, sepertinya orang yang saksi kenal nama Indah Fitria, yang sekolah di SMU Kalam Kudus (sebangku dengan saksi), selain itu perempuan yang yang berjilbab tersebut menjelaskan bahwa nama panggilan perempuan yang dicarinya itu Wawah, dan lagi perempuan yang berjilbab itu mengaku adalah kakak Wawah tersebut. - Pada hari itu juga saksi sekolah seperti biasa, dan perempuan yang berjilbab itu berjanji kepada saksi dan Eva, bahwa mereka akan menemui saksi ditempat itu lagi (tidak berapa jauh dari SMU Kalam Kudus) esok pagi untuk menanyakan perkembangan selanjutnya. - Esok harinya saksi tidak bertemu dengan perempuan yang berjilbab itu, dan saksi langsung pergi ke sekolah dan disekolah saksi sudah penasaran siapa Indah Fitria, sebenarnya maka tanpa diketahui oleh Indah Fitria, di buku Indah Fitria pada namanya saksi tambah dengan tulisan didalam kurung dengan tulisan WAWAH. - Setelah diketahui oleh Indah Fitria, bahwa namanya sudah ditambah didalam kurung dengan WAWAH, tetapi ia (Indah Fitria) tidak tahu siapa yang menulisnya, saksi lihat, ia gelisah, mukanya pucat, dan menangis tersedu/terisak-isak dan pergi ke kamar mandi yang ada disekolah saksi. - Saksi perkirakan ia (Indah Fitria) cukup lama didalam kamar mandi, saksi jadi takut, jangan-jangan terjadi apa-apa pada Indah Fitria, maka saksi susul Indah Fitria ke kamar mandi tersebut. - Saksi lihat Indah Fitria hanya berdiri didalam kamar mandi sambil menangis dan saksi tanyakan apa yang terjadi terhadap dirinya, baru dia menjelaskan bahwa, jati dirinya sudah diketahui, kemudian saksi jelaskan pada Indah Fitria, bahwa yang menulis dibuku itu adalah saksi dan ditanya lagi oleh Indah Fitria, dari mana saksi tahu, kalau nama Indah Fitria bernama Wawah, maka saksi jelaskan sebagaimana yang saksi terangkan diatas, setelah itu baru ia (Indah Fitria) menjelaskan kepada saksi bahwa sebenarnya ia Indah Fitria dulu beragama Islam, tinggal bersama orang tua di Bengkulu, ia mengatakan bahwa ayahnya ustadz dan dosen ia juga mengatakan orang tuanya yang di Gaung Teluk Bayur, bukan ayah kandungnya. - Kemudian saksi tanya Indah Fitria “Kok kamu bisa jadi Kristen? Dan dijawab oleh Indah Fitria “ceritanya begini, waktu itu saya senang mengumpulkan benda-benda kristen, berupa patung bunda maria, salip, Alkitab Injil, kemudian ayah saya
23

mengetahuinya dan marah kepada saya, karena saya sering kena marah, maka saya minggat dari rumah”. - Sebelumnya ia (Indah Fitria) juga pernah cerita, bahwa ia mau bunuh diri dengan cara membakar besi, dan meletakkan pada urat nadi pergelangan tangannya, sambil memperlihatkan tangannya itu kepada saksi (tapi saksi tidak ingat tangan yang mana). - Pada waktu itu ia (Indah Fitria) minta jati dirinya dirahasiakan. - Dalam bulan Agustus 1998, saksi lihat Indah Fitria tidak masuk sekolah lagi, kata kawan-kawan saksi ia (Indah Fitria) sakit. - Indah Fitria menangis karena ada orang lain yang tahu dia sebenarnya. - Saksi tahu dari teman-teman sekolah dia (Indah Fitria) dibawa ke Malang. - Saksi pernah melihat bahwa Pak Robert pernah ketemu dengan Indah Fitria (Wawah) diruang Kepala Sekolah. Satu minggu sesudah itu Wawah tidak sekolah. Keterangan saksi : ALI USMAN. S pgl SIREGAR, dengan sumpah : - Saksi dimuka persidangan dalam keadaan sehat baik jasmani dan maupun rohani. - Saksi diperiksa dalam masalah anak kakak dari istri Abu Samah, nama panggilan Wawah tidak pulang kerumah tempat tinggalnya, yang akhirnya diketahui bahwa ia (WAWAH) nama sebenarnya Khairiah Enniswah, tinggal bersama keluarga Salmon, di Teluk Bayur dan sekolah di SMU Kalam Kudus Padang, bahwa ia (Khairiah Enniswah) pergi ke Malang bersama istri Robert. - Menurut cerita Khairiah Enniswah bahwa yang membawa Khairiah Enniswah ke Malang adalah istri Pak Robert (Meliana Marthinus pgl Meli), pada bulan Agustus 1998 dan berangkat dari rumah Pak Willy, untuk disekolhkan di Malang dan tinggal bersama keluarga Pak Robert (Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus Padang), baru kurang lebih 2 (dua) hari, kemudian disuruh pulang segera kembali ke Padang. - Pada hari yang tidak saksi ingat lagi, tanggal 12 Agustus 1998, sekira pukul 09.30 Wib, saksi pergi ke SMU Kalam Kudus Padang, untuk menanyakan Khairiah Enniswah yang bersekolah disana, karena menurut adik saksi nama ABU SAMAH, anak kakak istrinya nama Khairiah Enniswah sudah lama tidak pulang kerumah, dan didapat informasi Khairiah Enniswah sekolah di SMU Kalam Kudus Padang. Pada hari itu juga saksi langsung bertemu dengan Kepala Sekolah SMU Kalam Kudus nama panggilan Pak Robert dan langsung saksi tanyakan apa ada anak baru pindah yang bernama Khairiah Enniswah, dijelaskan oleh Pak Robert tidak ada , baik kelas satu, dua dan kelas tiga. - Dalam bulan Agustus 1998 saksi dapat informasi dari orang tua kandung Khairiah Enniswah, nama panggilan Harahap bahwa Khairiah Enniswah memang betul sekolah di SMU Kalam Kudus Padang, tetapi sudah berganti nama dengan Indah Fitria. - Dalam bulan Agustus 1998 (tidak ingat hari dan tanggalnya) saksi kembali ke SMU Kalam Kudus Padang, untuk menemui Kepala Sekolah nama Pak Robert, untuk menanyakan tentang dirinya Indah Fitria itu, dan waktu itu saksi mendapat penjelasan dari Pak Robert selaku Kepala Sekolah, bahwa perempuan nama Indah Fitria sudah pindah sekolah ke Jakarta, atas permintaan orang tuanya. - Kemudian saksi minta data-data dan foto copy STTB Indah Fitria tersebut dan Pak Robert menyerahkan kepada saksi foto copy STTB dan NEM atas nama Indah Fitria serta foto copy surat pernyataan orang tua/wali murid. - Dalam STTB dan NEM itu tertuilis atas nama INDAH FITRIA, tetapi fotonya sesuai dengan foto orang yang saksi cari yaitu Khairiah Enniswah. Setelah dapat data-data si Indah Fitria itu, kemudian saksi bersama Abu Samah dan Damry Harahap menjajagi ke tempat tinggal Indah Fitria di Teluk Bayur Padang, dan dari sana kami ketahui bahwa memang betul Indah Fitria tinggal di
24

-

-

-

sana (tinggal bersama keluarga Salmon) tetapi menurut mereka (Salmon dan isterinya) bahwa Indah Fitria sudah pergi dari rumah itu dan belum diketahui kemana perginya. Setelah kami/saksi ketahui bahwa Khairiah Enniswah, selama ini berada di rumah Salmon, maka hal itu kembali kami laporkan kepada pihak Kepolisian di Polsekta Teluk Bayur Padang, dan akhirnya laki-laki SALMON ditangkap dan dibawa ke Polsekta Teluk Bayur Padang. Tidak berapa hari kemudian, setelah Salmon ditangkap Polisi saksi diberi tahu Abu Samah, bahwa Khairiah Enniswah sudah kembali ke rumah melalui Polsek Teluk Bayur Padang, dan pada saat saksi belum bisa berbicara dengan Khairiah Enniswah, karena ia masih stress dan belum bisa diajak berbicara. Saksi mengetahui bahwa sampai Khairiah Enniswah dibawa ke Malang dari Khairiah Enniswah sendiri, jadi setelah Khairiah Enniswah bisa diajak bicara, kemudian ia menceritakan apa yang dialaminya, bahwa ia sewaktu sekolah di SMU Kalam Kudus, dicari-cari oleh tentara, kemudian ia diberi tahu oleh Wali kelasnya, bahwa pamannya (paman Khairiah Enniswah) menunggu di simpang dekat SMU Kalam Kudus itu, setelah ditemui ternyata yang menunggu adalah Pak Robert (Kepala Sekolah) dengan isterinya, kemudian Khairiah Enniswah diantarkan ke Parak Gadang ke rumah Pak Willy, disana direncanakan untuk berangkat ke Malang, karena mertua Pak Robert ada di Malang. Tidak berapa hari kemudian baru berangkat ke Malang bersama isteri Pak Robert, kira-kira dua hari di Malang datang lagi tilpun dari Pak Robert di Padang, yang meminta kepada Khairiah Enniswah kembali ke Padang, karena Salmon ditangkap Polisi.

Keterangan Terdakwa 1. : Drs. Robert Martinus pgl Robert dimuka sidang - Terdakwa dimuka sidang dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Terdakwa mengerti diperiksa sebagai saksi dalam kasus ada seorang siswi yang sekolah di SMU Kalam Kudus, yang mengaku bernama Indah Fitria, kemudian terdakwa ketahui siswi tiu bernama Khairiah Enniswah, dan siswi tersebut dicari oleh seorang anggota tentara bernama Siregar berpangkat Kopral yang mengaku paman dari Khairiah. - Menurut pamannya (Siregar) Khairiah Enniswah tersebut pergi dari keluarganya karena masalah keluarga dan uang belanja. - Waktu itu terdakwa menjawab tidak ada, lalu pamannya itu pulang. - Setelah siswi tersebut ada keluarga yang mencari, lalu terdakwa check, terdakwa melihat absen, lalu terdakwa berkesimpulan kemungkinan anak ini, atas dasar bukan orang Nias, bukan orang China, lalu terdakwa panggil Indah Fitria, lalu terdakwa bilang tadi ada orang mencari saudari, korban kelihatan takut dan cemas, lama-lama dia mengaku bernama Khairiah Enniswah, korban masuk agama Kristen, karena setiap lewat gereja GPIB korban ingin masuk. - Terdakwa menyatakan kata Khairiah Enniswah bahwa Khairiah Enniswah lebih baik bunuh diri dari pada ketemu pamannya. - Besoknya korban tambah gelisah, terdakwa Robert mengambil keputusan pribadi, terdakwa bawa Khairiah Enniswah ke Parak Gadang karena atas permintaan Khairiah Enniswah sendiri, dan terdakwa minta tolong kepada isterinya untuk menemanii Khairiah Enniswah didalam mobil dalam perjalanan menuju ke Parak Gadang dari SMU Kalam Kudus Padang. - Terdakwa menyatakan bahwa Devi (saksi korban) cerita keluarganya masuk Kristen, tangannya di potong dan dipasung.
25

-

-

-

-

-

-

-

Setelah sampai di Parak Gadang akhirnya terdakwa kenal dengan Pak Willy, Pak Willy cerita tentang Wawah, terdakwa tidak ikut musyawarah, tetapi pelaksanaannya menyetujui, terdakwa tidak berkeberatan, terdakwa ingin menolong Wawah (saksii korban) terdakwa tidaak bertanya kepada Wawah (saksi korban) apakah Wawah setuju atau tidak pergi ke Malang? Terdakwa terima ticket untuk dua orang dari Pak Willy, Pak Willy yang menyiapkan ticket tersebut, kelihatannya korban (Wawah) sangat senang kelihatan dari wajahnya. Terdakwa minta tolong pada isterinya (Meliana Marthinus pgl. Meli) yang kebetulan akan pergi ke Malang, untuk mengantarkan Wawah ke Malang atas permintaan tolong dari Pak Willy. Terdakwa Meliana Marthinus pgl. Meli setuju saja atas permintaan tolong Pak Willy tersebut. Terdakwa mengetahui bahwa Salmon tertangkap (telah ditangkap Polisi) dari Pak Willy, terdakwa tidak bertanya kepada Pak Willy mengapa Salmon ditangkap Polisi. Pak Willy minta tolong pada terdakwa “Tolong kasih tahu Ibu bahwa Salmon telah ditangkap). Isteri terdakwa cerita bahwa Devi (Wawah) tidak diterima di SMU Kalam Kudus Malang, karena ketahuan ijzahnya palsu, lalu masuk SMU Kristen I Malang. Terdakwa yang menilpun isterinya di Malang atas permintaan Pak Willy, tolong Wawah dibawa kembali ke Padang, karena Salmon dan Pak Yanuardi telah ditangkap Polisi. Terdakwa sekarang sadar bahwa terdakwa bersalah. Terdakwa menyesal, tidak akan berbuat lagi, sekarang terdakwa sudah di non aktifkan. Kejadian itu terjadi pada pertengahan bulan Agustus 1998 hari dan tanggalnya tidak ingat sekitar pukul 10.00 WIB, yaitu sewaktu terdakwa dan isterinya mengantarkan Wawah dari SMU Kalam Kudus Padang ke Parak Gadang atas permintaan Wawah karena Wawah merasa tegang dan merasa terancam oleh orang yang mencarinya. Tedakwa mengetahui sesuai data bahwa Wawah berumur 16 / 17 tahun walinya Melianus Ongirwalu, yang bertempat tinggal di Teluk Bayur Padang. Yang menunjukkan jalan ke Parak Gadang juga Wawah sendiri Kendaraan yang dipakai adalah mobil mini bus warna merah No. Pol. BA 3250 AW mobil milik sekolah. Korban pulang dari Malang bersama isteri terdakwa yaitu Meliana Marthinus pgl. Meli, dan mereka pulang ke rumah masing-masing, isteri terdakwa pulang ke rumah terdakwa, sedangkan korban tidak tahu pulang kemana.

Keterangan terdakwa 2. : Meliana Marthinus pgl. Meli didalam sidang - Terdakwa diperiksa dalam keadaan sehat baik jasmani maupun rohani. - Terdakwa mengerti diperiksa sehubungan dengan terdakwa telah berangkat bersama-sama dengan Indah Fitria, siswi SMU Kalam Kudus Padang ke Malang, sesuai dengan permintaan tolong dari Pak Willy melalui suami terdakwa (Robert). - Pada bulan Agustus 1998 (tidak ingat hari dan tanggalnya) sekira pukul 09.00 WIB, terdakwa diminta tolong suami terdakwa/Robert untuk mengantarkan seorang siswi SMU Kalam Kudus Padang, maksudnya untuk mendampingi diantar pulang (Indah Fitria). - Kemudian terdakwa dan suami (Robert) menunggu Indah Fitria di persimpangan yang tidak berapa jauh dari SMU Kalam Kudus Padang dengan mobil sekolah yang dikemudikan oleh suami terdakwa. - Tidak berapa lama baru datang Indah Fitria tersebut ketempat terdakwa.
26

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

Kemudian suami terdakwa menyuruh Indah Fitria untuk masuk ke mobil, terdakwa bukakan pintu mobil, selanjutnya diantar pulang, yang kemudian terdakwa ketahui ke tempat Pak Willy di Parak Gadang. Setelah sampai di rumah Pak Willy, suami terdakwa menceritakan masalah Indah Fitria kepada Pak Willy dan kepada orang yang ada di rumah Pak Willy waktu itu, dan sekaligus suami terdakwa menyerahkan Indah Fitria kepada Pak Willy, kemudian terdakwa minta ijin pulang. Kira-kira dua hari kemudian terdakwa diberi tahu suami terdakwa, bahwa terdakwa mendapat telpon dari Pak Willy, bahwa terdakwa diminta tolong untuk berangkat sama-sama dengan Indah Fitria ke Malang, karena ia (Indah Fitria) mau sekolah disana. Pada hari dan tanggalnya tidak ingat lagi dalam bulan Agustus 1998 itu juga sekira pukul 13.00 WIB, terdakwa bersama suaminya berangkat ke Parak Gadang, dan terdakwa dan suaminya telah ditunggu Indah Fitria, selanjutnya pada hari itu juga terdakwa dan Indah Fitria berangkat ke Tabing Padang untuk berangkat ke Malang dengan pesawat. Pada hari itu juga sekira pukul 21.00 WIB, terdakwa bersama Indah Fitria telah sampai di Malang. Esok harinya telah menyelesaikan urusan terdakwa di Malang, baru itu terdakwa dampingi Indah Fitria untuk masuk sekolah, mula-mula di SMU Kalam Kudus Malang, tetapi tidak bisa, dan esok harinya terdakwa dan Indah Fitria pergi ke SMU Kristen. Jln. Semeru Malang dan diterima. Malam harinya terdakwa menerima telpon dari suami terdakwa, yang isinya terdakwa diminta tolong untuk mengantarkan kembali Indah Fitria ke Padang dengan segera. Esok harinya terdakwa bersama Indah Fitria langsung berangkat ke Padang dengan pesawat, pada hari itu juga terdakwa dan Indah Fitria sampai di Padang, dan terdakwa berpisah di Tabing dengan Indah Fitria, dan terdakwa pulang ke rumah sendirian, sedangkan Indah Fitria tidak tahu kemana. Terdakwa tahu dari suami terdakwa bahwa Indah Fitria itu anak Muslim, sekarang jadi Kristen, dia lari dari rumah. Terdakwa sebelumnya memang ada rencana ke Malang, karena mendapat tilpon dari orang tuanya yang mengeluh. Masalah Ticket terdakwa tidak tahu, Pak Willy memberi amplop berisi uang untuk ongkos sebanyak Rp. 600.000,- pesan Pak Willy carikan sekolah Kristen di Malang. Form muka Indah Fitria sewaktu mau ke Malang tegang. Terdakwa mengetahui bahwa Indah Fitria ini bermasalah. Terdakwa dimintai tolong suami terdakwa, setelah di pesawat terdakwa mengetahui masalahnya, yang terpikir terdakwa adalah hanya kasihan. Setelah terdakwa terima tilpun dari suaminya dari Padang baru terdakwa cemas.

Surat : Adanya Berita Acara Pemeriksaan dari Penyidik Kepolisian yang berbentuk berkas perkara dimana disebutkan dengan jelas waktu dan tempat, kejadian serta tindak pidana apa yang telah dilakukan oleh terdakwa dalam perkara ini. Petunjuk : Adanya keterangan saksi-saksi, surat, keterangan terdakwa dimana antara satu dengan yang lainnya terdapat persesuaian bahwa benar telah terjadi suatu tindak pidana terdakwa secara bersama-sama melakukan tindak pidana membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau
27

walinya tetapi dengan persetujuannya, dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap wanita itu, baik didalam maupun diluar perkawinan yaitu terhadap Khairiah Enniswah. Hal tersebut dapat dibuktikan dari keterangan saksi : Drs. Mochamad Damry Harahap, Khairiah Enniswah, Abu Samah, Khairiah Elwardah, Ali Usman. S pgl Siregar dimuka persidangan dengan sumpah dan saksi : Salmon Ongirwalu pgl Salmon, Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen, Chandra Siahaan pgl Chandra, Nova Lita pgl Nova dimuka persidangan dengan berjanji serta keterangan terdakwa sendiri. Barang Bukti yang diajukan dalam persidangan ini : Tidak ada. Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan maka sampailah kami pada pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan. Bahwa karena dakwaan disusun secara berlapis, maka terlebih dahulu akan dibuktikan dakwaan primair melanggar pasal : 332 (1) ke 1 KUHP jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP dengan unsur-unsur sebagai berikut : 1. Unsur Barang Siapa Yang dimaksud dengan barang siapa disini adakah subyek hukum, pelaku tindak pidana, pelaku tindak pidana dalam perkara ini adalah terdakwa, 1. Drs. Robert Marthinus pgl Robert 2. Meliana Marthinus pgl Meli sebagaimana identitasnya tertera dalam surat dakwaan dan telah dibenarkan oleh terdakwa bahwa benar dirinyalah yang dimaksudkan dalam surat dakwaan bersama-sama kawan-kawannya. Dengan demikian unsur ini telah terpenuhi. 2. Membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya, dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap wanita itu, baik didalam maupun diluar perkawinan. Hal ini telah dilakukan oleh terdakwa Drs. Robert Marthinus pgl Robert dan Meliana Marthinus pgl Meli bersama-sama dengan Aurelia Fitria Amelia, Yanuardi Koto, Paolina Maryeni Mendrofa, Willy, Salmon Ongirwalu pgl Salmon dan Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen. Membawa pergi terhadap Khairiah Enniswah yang belum cukup umur, tanpa izin orang tuanya atau walinya, tetapi dengan persetujuan Khairiah Enniswah, dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap Khairiah Enniswah baik didalam maupun diluar perkawinan, sehingga Khairiah Enniswah menderita atau menjadi korban pelecehan seksual dari Salmon Ongirwalu pgl Salmon. Hal tersebut dapat dibuktikan dari semua keterangan saksi dimuka persidangan baik dengan sumpah maupun dengan berjanji. Dengan uraian tersebut, maka unsur ini telah terbukti secara sah menurut hukum dan meyakinkan. Dengan berdasarkan uraian-uraian diatas, maka kami dapat mengambil kesimpulan bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah menurut hukum dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama-sama membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya, dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap wanita itu, baik didalam maupun diluar perkawinan yaitu terhadap Khairiah Enniswah, sehingga Khairiah Enniswah tinggal/berada dirumah Salmon Ongirwalu pgl Salmon sejak akhir bulan Maret 1998 sampai dengan akhir Agustus 1998 dan Khairiah Enniswah menderita atau menjadi korban pelecehan seksual dari Salmon Ongirwalu pgl Salmon, dan sempat berpindah sekolah di SMU Kristen Malang dari SMU Kalam
28

Kudus Padang dan keluarganya Khairiah Enniswah menderita selama dalam pencaharian hingga sekarang. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 332 (1) ke 1 KUHP jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair, karena dakwaan primair sudah terbukti, maka dakwaan berikutnya tidak perlu dibuktikan. Bahwa selama persidangan tidak ada ditemukan alasan-alasan yang dapat membebaskan terdakwa dari hukuman, baik itu berupa alasan pemaaf maupun alasan membenar dan oleh karenanya terdakwa harus dihukum dengan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Bahwa oleh karena terbukti bersalah, maka terdakwa haruslah dihukum sesuai dengan perbuatannya dan terdakwa harus pula dibebani biaya perkara. Majelis Hakim yang kami hormati, Sebelum kami sampai kepada tuntutan pidana atas diri terdakwa, perkenankanlah terlebih dahulu kami mengemukakan hal-hal yang kami jadikan pertimbanganpertimbangan dalam mengajukan tuntutan pidana : Hal-hal yang memberatkan : - Perbuatan terdakwa membuat resah Masyarakat Islam pada umumnya - Timbul demonstrasi ke Kepolisian, Pengadilan, Kejaksaan agar perkara pelecehan agama tersebut dituntut seluruhnya secara tuntas tidak pandang bulu dan dihukum seberat-beratnya. - Menimbulkan rasa curiga-mencurigai di dalam masyarakat sehingga kekompakkan beragama terganggu. Hal-hal yang meringankan : - Terdakwa mengakui terus terang apa yang telah dilakukan - Terdakwa merasa menyesal atas perbuatannya. - Terdakwa belum pernah dihukum. Berdasarkan uraian dimaksud kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan ketentuan Undang-undang yang bersangkutan : MENUNTUT Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan : 1. menyatakan terdakwa 1. Drs. Robert Marthinus pgl Robert dan terdakwa 2. Meliana Marthinus pgl Meli bersalah melakukan tindak pidana secara bersamasama dengan Aurelia Fitria Amelia, Willy, Yanuardi Koto, Paolina Maryeni Mendrofa, Salmon Ongirwalu pgl Salmon, Liza Zuriana Ongirwalu pgl Nenen membawa pergi seoranga wanita yang belum cukup umur, tanpa dikehendaki orang tuanya atau walinya tetapi dengan persetujuannya, dengan maksud untuk memastikan penguasaannya terhadap wanita itu, baik didalam maupun diluar perkawinan yaitu terhadap Khairiah Enniswah, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 332 (1) ke 1 KUHP jo pasal 55 (1) ke 1 KUHP dalam dakwaan primair diatas.
29

2. Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing terdakwa Terhadap terdakwa 1. Drs. Robert Marthinus pgl Robert dengan hukuman penjara selama...................................................................................... Dengan perintah terdakwa tetap ditahan. Terhadap terdakwa 2. Meliana Marthinus pgl Meli dengan hukuman penjara selama................................................................................................... Dengan perintah terdakwa segera ditahan. 3. Menetapkan supaya terpidana dibebani biaya perkara masing-masing sebesar Rp. 1.000.- (seribu rupiah)
Demikianlah tuntutan pidana ini kami bacakan dan diserahkan dalam sidang hari ini Kamis tanggal Oktober 1999

JAKSA PENUTUT UMUM HARTONO, SH JAKSA MADYA, Nip. 230004755

30

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful