P. 1
Dental Gypsum

Dental Gypsum

|Views: 2,033|Likes:
Published by Hendry C R Ulaen

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hendry C R Ulaen on Sep 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

DENTAL GYPSUM

DENTAL GYPSUM
I. Uses of Gypsum products in dentistry II. Types of dental gypsum III. Composition and Procedures IV. Manipulation V. Setting time VI. Setting Expansion VII. Properties : Strength and Hardness

I. Uses 0f Gypsum products in dentistry
Gypsum telah digunakan lebih dari ratusan tahun dan merupakan bahan yang banyak digunakan dalam bidang ked. gigi, untuk : 1. Untuk mencetak rahang Terutama untuk rahang yang tidak bergigi. Dengan berkembangnya berbagai material cetak, maka gypsum sebagai bahan cetak tidak lagi digunakan, karena panas yang dihasilkan membuat pasien merasa tidak nyaman 2. Membuat model rahang dan Die Model rahang adalah replika dari keadaan rahang dengan gigi geligi dan jaringan sekitarnya. Model rahang digunakan untuk merencanakan dan membuat alat orthodonsi atau gigi tiruan. Die adalah replika dari satu gigi dan umumnya digunakan untuk konstruksi pembuatan Crown and Bridge

3. Sarana dalam pembuatan gigi tiruan. Untuk pembuatan mould chamber yang digunakan untuk konstruksi suatu prothesa. 4. Sebagai bahan dasar Casting material/material tanam tuang.

II. Types of dental gypsum
‡ Menurut ADAS no.25 dan ISO no.6873, ada 5 types of gypsum yaitu : ‡ Type I : IMPRESSION PLASTER, terdiri dari Plaster of Paris yang ditambahkan zat untuk mengatur waktu pengerasan dan expansi pengerasan. Gypsum type ini sudah jarang digunakan

‡ Type II : MODEL PLASTER (DENTAL PLASTER), type ini dikenal juga sebagai Plaster Laboratorium tipe II, sekarang digunakan untuk mengisi kuvet dalam pembuatan prothesa (membuat Mould Chamber). Biasanya dipasarkan dalam warna putih kelabu.

‡ Type III : DENTAL STONE, digunakan untuk pengecoran cetakan model rahang yang digunakan pada konstruksi prothesa. Type ini mempunyai kekuatan yang cukup untuk cor model serta prothesa lebih mudah dikeluarkan setelah proses selasai. Dipasarkan dalam warna putih ‡ Type IV : DENTAL STONE HIGH STRENGTH, digunakan untuk pembuatan Die karena sifatnya yang lebih keras dan lebih kuat dari type III, ditambahkan zat pengeras sehingga tahan terhadap abrasi, dengan expansi yang minimal. Warna biru,kuning,merah

‡ Type V : DENTAL STONE HIGH STRENGTH HIGH EXPANSION, merupakan produk gypsum yang dibuat paling mutakhir. Type ini memiliki kekuatan kompresi yg lebih tinggi dari type IV, yg diperoleh melalui penurunan W/P ratio dan expansi pengerasan ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk digunakan sebagai casting material/bahan tanam tuang, dimana logam alloy memiliki pengerutan pengecoran yg lebih besar dari logam mulia, jadi dibutuhkan expansi yg lebih tinggi pada gypsum untuk mengimbangi pengerutan pemadatan logam alloy. Warna putih kecoklatan(coklat muda). ‡ Gypsum sintetik

III. COMPOSITION and PROCEDURES
‡ Bahan dasar dental gypsum adalah mineral gypsum kalsium sulfat dihidrat (CaSO4,2H20). Warna gypsum biasanya putih sampai kekuningan dan di alam berbentuk massa yg padat. ‡ Pada awalnya mineral gypsum secara komersial dikenal dengan PLASTER of PARIS. Nama ini digunakan karena awalnya didapat dari pembakaran gypsum dari deposit mineral dekat kota Paris-Perancis.

‡ CaSO4,2H2O (kalsium sulfat dihidrat) bila dipanaskan akan kehilangan 1,5 grmmol H2O, maka akan menjadi kalsium sulfat hemihidrat (CaSO4,1/2H2O). ‡ Ada berbagai cara pemanasan untuk mendapatkan kalsium sulfat hemihidrat, yaitu: a. Pemanasan gypsum pada suhu 110-130°C dan menggunakan ketel terbuka yg berhubungan langsung dengan udara, maka dihasilkan tipe hemihidrat yg merupakan bahan dasar gypsum type I dan type II. Bentuk kristal seperti SPONGY dan tidak beraturan (ireguler) dan partikel porous.

b. Pemanasan gypsum pada suhu 110-130°C dan menggunakan autoclaf (dengan tekanan), maka dihasilkan tipe hemihidrat yg merupakan bahan dasar gypsum type III (dental stone). Bentuk kristal beraturan dan tidak porous. C. Gypsum type IV dan V dihasilkan dari pemanasan gypsum dalam autoclaf dan ditambahkan bahan kimia, yaitu lar. 30% calsium chlorida. Setelah pemanasan larutan chlorida dicuci dengan air panas 100°C dan dihasilkan hemihidrat yang partikelnya sangat halus. Perbedaan type IV dan V yaitu pada Type IV ditambah garam tambahan untuk mengurangi setting expansion

DENTAL PLASTER : 110-130°C - CaSO4,2H2O ---------> CaSO4,1/2H2O ketel terbuka -hemihidrat DENTAL STONE : 110-130°C -CaSO4,2H2O --------------> CaSO4,1/2H2O autoclaf -hemihidrat

DENTAL STONE HIGH STRENGTH : 120-130°C CaSO4,2H20 -------------> CaSO4,1/2H2O

autoclaf + Cl -hemihidrat

Hasil yg diperoleh dari pemanasan merupakan bubuk (powder). Bila kalsium sulfat hemihidrat dicampur dengan air maka akan terjadi reaksi kimia : CaSO4,1/2H2O+1 1/2H2O-->CaSO4,2H2O+3900kal/gmol kalsium sulfat hemihidrat bila dicampur air,maka terjadi reaksi kimia dan menghasilkan kalsium sulfat dihidrat. Reaksi yg terjadi EXOTHERMIC yg menghasilkan panas. Bila 1 gmol kalsium sulfat hemihidrat bereaksi dengan 1,5 gmol air (H2O), maka akan dihasilkan 1 gmol kalsium sulfat dihidrat dan panas yg dikeluarkan sebesar 3900 kalori.

IV. Manipulation
Water and Powder Ratio (W/P ratio) - W/P ratio adalah perbandingan sejumlah air dalam 100 gram bubuk hemihidrat. - W/P ratio untuk Impression Plaster : 0,50-0,75 berarti untuk mencampur 100 gram bubuk hemihidrat diperlukan air sebanyak 50-75ml. - W/P ratio sangat penting, karena akan berpengaruh pada sifat fisik dan kimia dari hasil akhir gypsum.

- W/P ratio yang lebih besar akan memperpanjang waktu pengerasan dan hasil akhir gypsum akan lebih lemah. - W/P ratio untuk berbagai tipe dental gypsum : a. Impression plaster 0,50-0,75 b. Model plaster 0,45-0,50 c. Dental stone 0,28-0,30 d. Dental stone high strength 0,22-0,24 e. Dental stone high strength high exp. 0,18-0,22

Alat: Bowl dan Spatula Cara: Siapkan air dalam bowl kemudian masukkan bubuk dan diaduk sampai homogen. Setelah air dan bubuk bercampur maka adonan akan mengeras.

V. Setting Time
Setelah air dan bubuk bercampur, maka adonan akan mengeras. Waktu pengerasan (Setting time) dipengaruhi oleh faktor-faktor : 1. Kemurnian bahan bila bahan tdk lengkap atau ada bahan tambahan, setting time menurun drastis 2. Kehalusan partikel makin halus, makin cepat mengeras

3. Bentuk partikel bentuk partikel yg reguler lebih cepat mengeras 4. W/P ratio lebih banyak air,waktu pengerasan lebih panjang 5. Spatulasi semakin cepat dan lama pada proses mixing, setting time menjadi lebih singkat

6. Suhu suhu pd saat mixing antara 0°C 50°C tidak terjadi perubahan berarti, tetapi di atas 50°C akan terjadi retardasi dan pada suhu 100°C tdk terjadi reaksi 7. Accelarator dan Retarder accelarator adalah bahan kimia yg dipakai untuk mempercepat setting time yaitu, SODIUM CHLORIDA dan CALCIUM SULFATE. Retarder adalah bahan organik yg dipakai untuk memperlambat setting time, yaitu, GLUE,GELATIN dan BORAX

VI.Setting Expansion
‡ Faktor-faktor yg mempengaruhi setting expansi adalah : 1. W/P RATIO, W/P Ratio besar berarti ekspansi makin kecil dan sebaliknya. 2. WAKTU PENGADUKAN, bila waktu pengadukan pendek maka expansi makin kecil 3. KECEPATAN PENGADUKAN, kec.panjang maka expansi kecil 4. TEMPERATUR AIR, bila temp. air yg digunakan tinggi maka expansi kecil 5. ACCELARATOR dan RETARDER, dgn penambahan accelarator dan retarder, expansi menjadi lebih kecil. Cara yg efektif untuk mengecilkan expansi dari campuran ialah dgn penambahan accelarator dan retarder

‡ Umumnya expansi dental plaster lebih besar daripada dental stone. ‡ Dental plaster mengalami expansi kira-kira 0,3% selama setting time sedangkan dental stone hanya 0,15%.

VII. Strength and Hardness
‡ Strength Kekuatan ini tergantung pada : 1. Bahan yang digunakan, dental stone atau dental plaster dan bahan tambahan 2. W/P ratio, bila W/P ratio besar maka kekuatan akan berkurang,jadi W/P ratio harus tepat. 3. Kekeringan bahan, utk dpt kekuatan yg optimal dari dental plaster dan dental stone, hendaknya dibiarkan berhidrasi selama paling sedikit 1 jam atau lebih, kemudian dikeringkan. 4. Waktu dan cara mixing, menjadi lebih kuat bila waktu mixing diperpanjang sampai batas tertentu, mengaduk dengan vibrator membuat campuran jadi lebih kuat.

‡ HARDNESS untuk menambah kekerasan permukaan model suatu dental stone, maka model tsb dpt direndam dalam lar. BORAX 2% selama beberapa jam. Borax akan membentuk lapisan CALCIUM TETRA BORAX yg akan menambah kekuatan permukaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->