P. 1
PedomanPembangunanRumahTahanGempa

PedomanPembangunanRumahTahanGempa

|Views: 14|Likes:
Published by Ryf_Kidoumaru__6452

More info:

Published by: Ryf_Kidoumaru__6452 on Sep 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2010

pdf

text

original

"The guidelines doc is an initial draft from within PU.

It has no official status at this point and is the starting point for discussions with BRR to form a common government draft doc for consultation with the SWG members. Once BRR and PU have agreed on a draft, it is to be presented to the SWG and we will have an opportunity to comment and contribute. Then it will be amended and adopted by BRR and PU as a starting point and common point of reference for all parties/stakeholders. That building code will be subject to review and revision on an ongoing basis, i.e. it will be a "living" document.

1

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Gempa dan Tsunami yang melanda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada 26 Desember 2004 telah menimbulkan kerugian yang sangat besar baik secara material ataupun non-material. Kerugian yang timbul akibat gempa pada umumnya terjadi akibat rusaknya bangunan ataupun rumah tinggal. Jenis kerusakan yang terjadi pada bangunan atau rumah tinggal akibat gempa bumi pada umumnya adalah : 1. Kerusakan pada atap 2. Kerusakan pada kuda-kuda 3. Retak pada dinding bata, terutama sambungan dinding dengan kolom/balok 4. Kerusakan pada kolom atau balok, meliputi, retak halus, retak berat ataupun gagal struktur. 5. Kelemahan pada sambungan antara kolom dan balok, ataupun sloof dan pondasi. 6. Penurunan pondasi Kerusakan-kerusakan yang terjadi selama ini pada dasarnya diakibatkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Tidak mengikuti kaedah rumah tahan gempa 2. Kualitas bangunan yang tidak baik 3. Material yang tidak memenuhi standar 4. Prosedur kerja yang tidak mengikuti aturan Belajar dari pengalaman itu, maka sangat diperlukan suatu petunjuk atau guidelines dalam membuat bangunan atau rumah tinggal yang baik dan tahan terhadap gempa. Dinas Perkotaan dan permukiman Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai bagian dari pemerintah dan berhubungan secara langung terhadap kualitas suatu bangunan, merasa terpanggil untuk membuat suatu petunjuk bagaimana membangun rumah sederhana yang tahan gempa. Sangat diharapkan dengan adanya petunjuk ini di masa yang akan datang dapat membuat masyarakat meningkatkan kualitas dan keamanan suatu bangunan atau rumah tinggal.

2

Menambah referensi tentang perencanaan dan pembangunan rumah tahan gempa 4. 1. dengan tujuan 1.3 Ruang Lingkup Ruang lingkup dari petunjuk Rumah Sederhana Tahan Gempa ini adalah : 1. Merupakan rumah permanen dengan menggunakan beton bertulang sebagai perkuatan dan batu bata sebagai dinding.1.2 Tujuan Dinas Perkotaan dan Permukiman Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam membuat kriteria untuk merencanakan dan membuat rumah sederhana tahan gempa. 42 m2. 3 . Mengurangi kerugian material dan non material yang terjadi akibat bencana gempa. Memberikan wawasan kepada masyarakat awam tentang prosedur dan pembuatan bangunan tahan gempa yang benar. 2. Rumah merupakan rumah sederhana dengan type 36m2. 3. Membuat criteria minimum untuk rumah sederhana yang tahan gempa. 52m2 dan hanya mempunyai satu tingkat. 2.

2. Bangunan yang besar dapat dilakukan pemisahan ruangan (dilatasi) sehingga dapat mengurangi efek gempa.1 Kesatuan struktur Prinsip dasar dari bangunan tahan gempa adalah membuat seluruh struktur menjadi satu kesatuan sehingga beban dapat ditanggung dan disalurkan secara bersama-sama dan proposional. Contoh struktur yg bersatu dan terpisah 2. Gambar 1. ini dimaksudkan untuk mengurangi gaya puntir yang terjadi pada saat gempa. Juga harus diperhatikan bukaan akibat jendela dan pintu tidak boleh terlalu besar. sehinga dapat bertahan apabila mengalami terjadinya perubahan bentuk yang diakibatkan oleh gempa. bujursangkar) dan mempunyai perbandingan yang baik antara satu sisi dengan sisi lainnya. KONSEP 2. 4 .2 Bentuk bangunan Bentuk bangunan yang baik adalah berbentuk simetris (segi empat. Bangunan juga harus bersifat daktail. Apabila bukaan itu besar akan terjadi pelemahan pada jendela dan pintu tersebut.

Bentuk Rumah yang kurang baik 5 .Gambar 2.Bentuk Rumah yang benar Gambar 3.

pengerjaan rumah tahan gempa harus mengikuti prosedur-prosedur yang baik dan benar.2. 2. Yang paling penting adalah memberikan perkuatan-perkuatan sehingga bangunan tersebut bisa tahan gempa. 2.3 Bahan Penggunan bahan yang baik dan mempunyai mutu sesuai yang disyaratkan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam membuat rumah tahan gempa. 6 .5 Budaya Aceh Perencanaan rumah tahan gempa serta pemilihan bahan harus didasari atas budaya dan kebiasaan masyarakat Aceh dalam membangun dengan memperhatikan mutu dan kualitas.4 Aplikasi lapangan Untuk mendapatkan mutu bangunan yang baik. Pembuatan rumah tahan gempa tidak berarti harus mengubah bentuk bangunan ataupun bahan yang digunakan secara keseluruhan.

Pasir yang mempunyai butiran tajam dan keras. yaitu kerikil alam yang berasal dari sungai dan kerikil batu pecah yang merupakan hasil produksi dari mesin stone crusher. 3.3 Kerikil Diameter minum untuk kerikil adalah 5 mm sedangkan diameter maksimum adalah 20 mm. Mempunyai diameter yang sesuai. 2. Kerikil yang digunakan terbagi dua.25 – 5 mm. Pasir yang diambil dari laut harus dicuci dan dipastikan tidak bersifat asin/garam yang dapat merusak pembesian melalui pengawasan yang sangat ketat (pasir laut digunakan pada daerah yang tidak ada sungai sama sekali). Secara umum kerikil yang dapat digunakan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 7 . 5.2 Pasir Pasir yang digunakan merupakan pasir sungai dengan diameter antara 0. hal ini disebabkan kerikil tersebut bersudut sehingga menghasilkan ikatan yang lebih baik dengan mortal. Mempunyai ukuran yang proposional (10 – 15 cm) 3.3. Bermutu baik. Batu gunung yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. Pasir yang digunakan tidak boleh mengandung lupur lebih dari 5% atau pun kotoran lainnya yang dapat menggangu kualitas bangunan. mengumpal dan lengket. Syarat-syarat pasir yang baik secara umum adalah : 1. Kerikil batu pecah mempunyai mutu yang lebih baik dari pada kerikil alam. Pasir tidak dalam keadaan basah. BAHAN 3. 3.1 Batu gunung Batu gunung digunakan untuk pembuatan pondasi terusan. sehingga tahan terhadap pengaruh cuaca 4. Bersih dari kotoran 3. keras dan bersiku 2.

4 Semen Semen yang digunakan adalah semen Portland atau yang biasa dikenal sebagai semen tipe 1. Semen itu harus mempunyai criteria-kriteria sebagai berikut : 1. Tidak boleh berkarat. bergumpal-gumpal atau basah 3. sehingga sebagian besar kuat tarik akan di ambil alih oleh besi tulangan.6 Bata 8 . Terlindung dari pengaruh cuaca dan kelembapan 4. Tidak mengeras. Mempunyai diameter dan luas area yang sesuai dengan permintaan. Bersih dari lumpur (dibawah 1%) atau pun kotoran lainnya yang dapat menggangu kualitas bangunan. Besi ulir mempunyai kualitas yang lebih baik serta mempunyai ikatan yang lebih kuat dengan mortar. keras. Semen tersimpan dalam keadaan yang baik dan tidak terkena pengaruh cuaca dan kelembaban 3. Kerikil yang digunakan bermutu baik. Besi merupakan bagian yang terpenting untuk membuat strutur beton bertulang mempunyai sifat daktail yang baik. Untuk itu kualitas besi tulangan harus benar memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. 3. Mempunyai perbandingan yang proposional antara diameter yang berbeda (gradasi). Mutu baja yang digunakan adalah U. retak dan bengkok 2.1. Secara garis besar besi yang akan dipakai sebagai tulangan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1. besi ulir dan besi polos. Bukan merupakan besi bekas 3. kasar dan bersudut 2.24 yang mempunyai tegangan leleh 2400 kg/cm2. Karung pembungkus semen dalam keadaan baik dan tidak koyak 2. Seperti diketahui beton hanya mampu menerima kuat tarik sekitar 15% dari kuat tekan. 3.5 Besi/Baja Tulangan Secara umum besi untuk tulangan terbagi dua. 3.

Bata ideal mempunyai ukuran 6 x 12 x 24 cm. Untuk mengetahui kekuatan bata dapat dilakukan pengetesan secara manual. Mempunyai bentuk yang persegi. tetapi bata yang sekarang diproduksi mempunyai ukuran yang lebih kecil. minyak.7 Air Persyaratan air yang dapat digunakan sebagai campuran dalam pembuatan beton adalah 1. Air yang digunakan memenuhi pesyaratan air minum (mempunyai syaratsyarat yang sama dengan air minum) 2. tidak berasa dan tidak berbau 3. yaitu dengan cara bata dipijak oleh orang dewasa dengan ketinggian sekitar 1 meter. Tidak retak dan tidak cacat (tidak sompel) 4. Tidak berwarna. yaitu : 1. Dimasak pada suhu yang tepat 5. Ukuran ideal bata 3. zat organic. lurus dan seragam 2. Tidak mengandung bahan-bahan yang dapat menurunkan mutu beton (zat kimia. Selain itu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Mempunyai warna merah tua 3. sebelum digunakan bata tersebut direndam dalam air. Tahan bila direndam Ganbar 4. garam) 9 . Untuk mendapat bata yang jenuh air.

Lekukan seng sesuai dengan desain. Kayu harus kering 2. Seng yang baik memenuhi syarat sebagai berikut : 1. 10 .8 Kayu Kayu yang digunakan minimal kayu yang mempunyai kuat kelas I (Seumantok) dan Kelas II (meuranti.9 Atap Bahan yang digunakan sebagai atap adalah seng. Mempunyai ketebalan yang cukup (minimum 3 mm) 2. Seng dipilih karena ringan sehingga tidak memberikan beban yang besar kepada struktur bangunan.3. Karakteristik kayu yang baik adalah : 1. Tidak berkarat dan tidak bocor 3. Mempunyai umur yang cukup 3. damar). Mata kayu tidak terlalu besar 3. Kayu tidak boleh terlalu banyak cacat dan retak 4.

Pondasi menerus 11 . hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter. Untuk keterangan lebih lengkap dapat dilihat gambar dibawah ini. Kedalaman minimum untuk pembuatan pondasi adalah 60cm. Pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. Pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof.4.1 Pondasi Pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. Gambar 5. Seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. KONSTRUKSI 4. Sehingga pondasi harus diletakan pada tanah yang keras.

Gambar 7.Gambar 6. Mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2. Pondasi setempat/tapak 4.5). Perbandingan 1:2:3 12 . Air yang digunakan adalah ½ dari volume semen (FAS 0.2 Beton Beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1semen:2 pasir:3 kerikil. Sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember ataupun timba. Perbandingan ini merupakan perbandingan volume.

4.3 Cetakan Beton (Bekisting) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah : 1. Setiap selesai pemasangan. harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya 3. Pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditmbulkan pada saat pengecoran. 2. Cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton. Bekisting 13 . Gambar 8. Selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.4. Bekisting baru boleh dibuka setelah 28 hari.

4.4 Beton bertulang Beton bertulang merupakan bagian yang terpenting dalam membuat rumah menjadi tahan gempa. Penggunaan alat bantu seperti molen dan vibrator sangat disarankan. Secara garis besar beton bertulang dapat di bagi dua. Pengerjaan dan kualitas dari beton bertulang harus sangat diperhatikan. Untuk membuat sruktur beton bertulang (balok. Kolom praktis 13 x 13 cm 4. Kolom utama 15 x 15 cm 3. Sloof 15 x 20 cm 2. kolom/tiang dan balok. Ring balk 13 x 15 cm 5. Keterangan yang lengkap dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah. sloof. Balok Kuda2 13 x 15 cm Gambar 9. Tulangan yang digunakan untuk beton bertulang mempunyai diameter minimum 12 mm dengan jarak sengkang yang bervariasi. Hubungan antara pondasi dan sloof 14 . Ukuran-ukuran beton bertulang yang digunakan adalah : 1. ring balk) menjadi satu kesatuan sistem pengakeran dan penerusan tulangan harus dilakukan dengan baik.

Diameter minimal yang digunakan untuk begel ini adalah diameter 8 mm. Pembengkokan (kait) begel 15 . balok. Juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi.5 Begel/Sengkang Begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. Hubungan antara tiang. dan top gabel 4.Gambar 10. Hubungan antara tiang dan balok Gambar 11.

ini harus mencapai sudut 135o dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d seperti pada gambar 12 dibawah. tidak boleh kait terletak pada satu arah atau sisi saja (lihat Gambar 13 ). Letak kait pada tulangan juga harus secara bervariasi. Pemasangan begel yang benar 16 . Gambar 12. Pembuatan begel yang benar (a) dan salah (b) Gambar 13.

Gambar 14. Sebelum dipasang. Pengangkeran bata ke tiang 4.7 Plesteran Sebelum di plaster seluruh permukaan dinding. 4. kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.6 Dinding/batu bata Mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir. Karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar. maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen. Pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran. 17 . Jika bukaan akibat kusen terlalu besar. Untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok.8 Kusen Pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata.4. pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. Setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm. maka setiap jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm.

maka kuda-kuda kayu dipasang baut plat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. ikatan angin harus digunakan.9 Kuda-kuda a. Kusen dan angker 4. Untuk menghindari terjadinya pelemahan pada saat goncangan. Contoh kuda-kuda kayu beserta ukuran 18 . Gambar 16.Gambar 15. Sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. Kuda-kuda kayu Untuk membuat dudukan yang kuat. Untuk lebih lanjut dapat dilihat contoh kuda-kuda pada gambar berikut.

Luas dinding tidak boleh terlalu besar. Gambar 17. Kuda-kuda bata (Tombak Layar) Kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ring balk). sehingga penggunan kolom tambahan sangat disarankan. Top gabel dan ukuran 19 .b.

5. 20 . semoga dapat bermanfaat bagi rakyat aceh pada khususnya dan masyarakat seluruh Indonesia pada umumnya. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk kemajuan kita bersama. PENUTUP Demikianlah Petunjuk Pembuatan Rumah Sederhana Tahan Gempa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->