Islam dan Heroisme Kesiangan: Tempat barat bersembunyi

Jamak diketahui bahwa narasi The Years of Living Dangerously sesuai dengan versi barat; yang berarti menyalahkan PKI dan yang terjadi pada september 1965 adalah kudeta, bukannya konflik internal angkatan darat. Namun, ada dua hal yang tidak logis dalam film The Years of Living Dangerously. Pertama, antagonisme antara kanan dan kiri yang janggal. Kedua, heroisme barat yang kesiangan. Kedua hal tersebut sengaja dirancanang agar menutupi dosa barat, dalam hal ini U.S dan U.K dalam peristiwa 1965 dan rentetannya, yang sebenarnya disadari pembuat cerita. Pertama, antagonisme di Indonesia pada akhir 1965 saat itu dalam The Years of Living Dangerously diceritakan sebagai antagonisme antara kanan dan kiri. Kiri jelas-jelas mengacu pada PKI sedangkan kanan mengacu pada Agama. Billy Kwan dalam hal ini menceritakan bahwa Soekarno adalah tokoh brilian yang berhasil menyeimbangkan antara kanan dan kiri. Singkatnya, kiri adalah PKI dan kanan tokoh agama. Lalu, di mana peran barat? Dalam adegan penyerangan kedutaan besar Inggris oleh PKI gamblang bahwa PKI, sebagai golongan kiri, berada dalam antagonisme melawan Barat, bukannya kaum agamawan. Sepanjang cerita, tidak terdapat adegan yang menceritakan ketegangan antara PKI dan kaum agamawan. Yang ada justru antara PKI dan Soekarno dengan Barat. Pembuat ceritapun mendukung narasi itu dengan memberi adegan pengrusakan kedubes Inggris oleh masa PKI. Selain itu, kegagalan PKI disebabkan oleh kekalahannya oleh seorang Jendral Muslim. “We have been defeated by a moslem general,” kata Kumar, seorang karakter yang menjadi suara PKI di film tersebut. Jelas yang diacu adalah Soeharto. Lalu, Soeharto sebagai jendral muslim darimana munculnya? Bahka jika kita mengikuti pola film ini tidak pernah digambarkan ada kekuatan Islam yang menjadi antagonisme dengan PKI. Gambaran The Years of Living Dangerously akan semakin terlihat janggal jika dibandingkan dengan versi sejarah, dalam hal ini saya mengambil versi John Rossa dalam Dalih Pembunuhan Masal. Ketegangan sesungguhnya adalah antara PKI dan Angkatan Darat sayap kanan yang disebut oleh kedutaan Inggris sebagai “our local army friend.” AD sayap kanan ini memang sengaja dibesarkan oleh U.S dan Inggris agar suatu ketika dapat mengambil alih kekuasaan di Indonesia dan menghadiahkan Indonesia pada dunia barat. Yang memukul PKI dan membunuh anggotanya beserta para pendukung Soekarno

dan bahwa pembunuhan-pembunuhan tersebut adalah murni urusan dalam negeri sebagai hasil antara konflik sayap kiri dan sayap kanan. Saya berpendapat bahwa penulis cerita The Years of Living Dangerously sebenarnya paham kenyataan sesungguhnya di Indonesia. maka film ini memberi kesan bahwa pembantaian PKI dilaksanakan oleh kaum militer agamawan (militer kanan).K. Wau. Selain itu. sang wartawan.” Dengan mengganti peran barat dengan Islam. Kedua.S dan U. Padahal jelas-jelas menurut cerita yang terancam adalah PKI. dikabarkan bahwa Indonesia adalah negara kacau. Hamilton seakan-akan menjadi pahlawan dengan mencoba membawa informasi rahasia tentang “kudeta PKI” yang seolah-olah dicoba ditutup-tutupi oleh pemerintahan Indonesia. Sedangkan Soekarno. jadi sangat janggal jika berita itu sekan-akan diceritakan sebagai informasi maha rahasia dan penting sehingga Hamilton. memprotes karena dia bukanlah orang bodoh namun harus hidup menderita. Barat undur diri dan dicerminkan tidak ambil peran. Di sini. namun bagaimanapun berusaha menolong demi kemanusiaan. bukankah kudeta telah berhasil digagalkan oleh “seoang jendral muslim”? Maka situasi Indonesia telah dapat dikendalikan jika kita bersetia pada film tersebut. kudeta PKI adalah versi resmi penguasa dalam fakta sejarah. Kekacauan yang ada hanyalah upaya pembantaian PKI yang jelas-jelas tidak akan menjadikan ancaman-ancaman bagi orang-orang barat. Ada suatu adegan menceritakan bagaimana Kumar. Diceritakan pula bahwa Indonesia hanya memperhatikan kemiskinan dan mengacuhkan kelaparan di NTT. Adegan perusakan rekaman telah menunjukan itu. Hamilton. harus sembunyi-sembunyi membawa rekamanya walaupun akhirnya dirusak. tanpa intervensi barat. yang semula dicerminkan berusaha melakukan sesuatu untuk rakyat. seperti dikisahkan dalam cerita Billy Kwan dan keluarga yang dia asuh. heroisme barat yang kesiangan. ternyata tidak terlalu memikirkan rakyat. Kepergian wartawan itu mengasumsikan keadaan kacau dan orang barat kulit putih masih berada dalam bahaya. Dalam cerita tersebut. mencoba menjadi pahlawan dengan memberitakan kelaparan tersebut. Namun. Terlebih lagi. seorang PKI. mulia sekali kalau kenyataanya begitu. seorang wartawan muda Australia. rakyatnya sangat miskin dan kelaparan. bahwa yang membantai PKI bukanlah “moslem general” melainkan pesuruh U. Di sini diceritakan barat tetaplah sebagai korban dan tertindas.sebenarnya adalah AD ini yang disebut dalam film sebagai “moslem general. usaha bangsanya harus digagalkan oleh negara barat saat bangsanya berusaha . bukan kulit putih. Kedua.

Ini menurut saya adalah bukti bahwa pembuat film tahu betapa besarnya peran barat dalam pembantaian 65-66 dan pemusnahan PKI.merubah nasib. bahwa barat ambil andil dalam huru-hara 1965-66. barat justru berusaha menyampaikan pada dunia kudeta PKI. kejanggalan narasi tersebut memang sengaja disusun demi Barat dapat “cuci tangan” dari huru-hara 1965-66. yang sebenarnya bukanlah rahasia. Hal tersebut menandakan bahwa penulis sebenarnya mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Namun. Singkatnya. penulis jelas secara sengaja menceritakan yang pertama. ada unsur dalam teks yang menyampaikan kemenduaan sikap pembuat cerita. Namun. Dan barat bahkan mencoba menjadi agen kebenaran dengan menceritakan warta rahasia. Kemenduaan itu antara konflik 1965-66 ada tanpa campur tangan barat dan konflik tersebut sebenarnya diberi campur tangan barat. Namun. yang dianggap sebagai berita penting dan rahasia. . sengaja dicerminkan dalam cerita bahwa barat bukanlah pelaku dan tidak ambil peran dalam pembantaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful