P. 1
HUBUNGAN_INTERAKSI_SOSIAL_DALAM_KELOMPOK_TEMAN_SEBAYA_DENGAN_...

HUBUNGAN_INTERAKSI_SOSIAL_DALAM_KELOMPOK_TEMAN_SEBAYA_DENGAN_...

|Views: 215|Likes:
Published by Irwan Gunawan

More info:

Published by: Irwan Gunawan on Sep 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2015

pdf

text

original

HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DALAM KELOMPOK TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI I PEGANDON

TAHUN PELAJARAN 2006/ 2007

SKRIPSI Diajukan dalam rangka Penyelesaikan Studi Strata 1 Untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Nama NIM : Ela Nisriyana : 1314000025

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

SURAT KETERANGAN

Yang bertanda tangan di bawah ni, pembimbing skripsi dari dosen

Nama NIM Jurusan

: Ela Nisriyana : 1314000025 : Bimbingan dan Konseling

Menyatakan bahwa mahasiswa tersebut telah SELESAI bimbingan skripsi yang berjudul ”Hubungan Interaksi Sosial dalam Kelompok Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX di SLTP Negeri I Pegandon Tahun Pelajaran 2006/ 2007”. Dan skripsi tersebut telah siap DIUJIKAN.

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs.H.Sugiyo,M.Si NIP.130675639

Drs.H. Suharso, M.Pd.Kons. NIP.131754158

Mengesahkan, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling

Drs.H. Suharso, M.Pd. Kons. NIP.131754158

ABSTRAK

Ela Nisriyana. 2007. Hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/ 2007. Motivasi merupakan dorongan, suatu usaha yang didasari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil. Motivasi menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada manusia, sehingga akan bergayut pada persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak melakukan sesuatu. Menurut teori social interction, interaksi sosial yang membentuk motivasi kita. Keinginan untuk tampil seragam dengan orang lain yang menjadikan kita berperilaku tertentu. Sedangkan menurut prinsip motivasi teori dari Behavioristik, menyatakan bahwa seorang siswa yang duduk di sekolah tingkat pertama lebih termotivasi dalam belajar kalau penguatan dari teman sebaya daripada guru sendiri (Prayitno 1989: 54). Pendapat lain, menurut Slamet Santosa (2004: 77) di dalam kelompok teman sebaya tidak dipentingkan adanya struktur organisasi, namun diantara anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan kelompoknya. Mengacu pada teori- teori tersebut di atas, penulis tertarik untuk meneliti hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon Tahun Pelajaran 2006/ 2007. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/ 2007. Sampel penelitian 43 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data dengan skala psikologi, yaitu skala interaksi sosial dan skala motovasi belajar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil analisis deskriptif persentase interaksi sosial menunjukkan bahwa 18,60 % termasuk kriteria sangat tinggi, 74,42% kriteria tinggi, 4,65% kriteria sedang,dan 2,33% dalam kriteria rendah. Sedangkan deskriptif persentase motivasi belajar menunjukkan bahwa 51,16% termasuk kriteri sangat tinggi, 46,51% kriteria tinggi, dan 2,33% kriteria sedang. Mengacu pada hasil penelitian, diharapkan kepada guru pembimbing untuk dapat memanfaatkan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya guna memotivasi siswa dalam belajar. Karena interaksi dengan kelompok teman sebaya mampunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan pemikiran siswa. Dengan interaksi ini, siswa dapat membandingkan pemikiran dan pengetahuannya dengan orang lain. Siswa semakin tertantang untuk memperkembangkan pemikiran dan pengetahuannya sendiri. Tantangan kelompok akan membantu anak melakukan asimilasi dan akomodasi terhadap skema pengetahuan yang telah dimilikinya.

sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap”. ayat 6-8) Persembahan: 1. kerjakanlah dengan sungguh.adikku 3.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Motto: ” Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Bapak dan Ibuku tercinta 2. Guru-guruku 4. Al Insyiroh. Kakak. By Syukur 5. Almamater . (QS.kakak dan adik. maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan).

H. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada: 1. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan. Suharso.M. Penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan atas bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak. yang dengan segala kesibukan beliau yang padat. motivasi. Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen pembimbing kedua.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil’aalamin.Si. M. dan pikiran untuk memberikan bimbingan. Bapak Prof. H. Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin bagi penulis untuk mengadakan penelitian. .S. tenaga. Bapak Drs. Selaku ketua jurusan Bimbingan dan Konseling. Dr. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di Universitas Negeri Semarang. Sugiyo. H. Agus Salim. Adapun maksud penulisan skripsi ini yaitu untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan pada jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul ”Hubungan Interaksi Sosial dalam Kelompok Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri I Pegandon Tahun Pelajaran 2006/ 2007” yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri I Pegandon tahun pelajaran 2006/2007. dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan kenikmatan yang senantiasa tercurah.Pd. 2. Bapak Drs. 4. Selaku Pembimbing pertama.Si. Kons. Sudijono Sastroatmojo. H. M. masih berkenan meluangkan waktu. dan kepercayaan kepada penulis. yang dengan penuh pengertian selalu memberikan perhatian dan dorongan semangat agar penulis segera menyelesaikan skripsi ini. 3. M. Bapak Dr.

Eni. 15. Sahabat. Keluarga Bapak Khumairudin dan Bapak Setiyono yang telah memberikan doa dan motivasi kepada penulis. 9. Kost Ibu Yuli. 13. terima kasih atas samudera kasih yang tiada bertepi. Para guru dan Siswa kelas IX SMP Negeri I Pegandon yang telah berkenan memberi bantuan informasi dan kesempatan untuk melakukan penelitian. Semarang. Bapak dan Ibuku tercinta. Terima kasih untuk semuanya. pikiran yang telah dituangkan untuk memberikan bimbingan demi kesempurnaan skripsi ini. Sigit. Evi. yang senantiasa mendoakan untuk yang terbaik. 11. 12. kakak-kakak serta adik. Juli 2007 Penulis . Terima kasih tetap menjadikan penulis bagian dari semuanya. 6. Ratri.5. Kost Bapak Muntari. Hemmy. Abang Syukur. Tim penguji skripsi. Kost Ibu Budi. Semangat! 14. Fajriyah Ainy. Tidak sedikit kekurangan dan kelemahan yang ada di dalamnya. yang selalu ada dalam suka dan duka. 8. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 7. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi kebaikan skripsi ini. mbak Onah.sahabat seperjuangan. Terima kasih. Kepala SMP Negeri I Pegandon yang telah berkenan memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian. terima kasih untuk waktu yang telah diluangkan.adikku. Penulis sadar bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kata sempurna.

. Bapak Drs. yang dengan segala kesibukan beliau yang padat. dan pikiran untuk memberikan bimbingan. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan. Sugiyo. dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. Kons. Bapak Dr. Agus Salim. H. sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul ”Hubungan Interaksi Sosial dalam Kelompok Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri I Pegandon Tahun Pelajaran 2006/ 2007” yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri I Pegandon tahun pelajaran 2006/2007. Selaku ketua jurusan Bimbingan dan Konseling. M. Universitas Negeri Semarang sekaligus dosen pembimbing kedua. tenaga.M. 2. M. H.Pd. masih berkenan meluangkan waktu. Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan ijin bagi penulis untuk mengadakan penelitian.Si.S.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirrabbil’aalamin. 3. Dr. Sudijono Sastroatmojo. M. Bapak Prof. yang dengan penuh pengertian selalu memberikan perhatian dan dorongan semangat agar penulis segera menyelesaikan skripsi ini. H. Suharso. Bapak Drs. dan kepercayaan kepada penulis. motivasi. 4.Si. Selaku Pembimbing pertama. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di Universitas Negeri Semarang. Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan kenikmatan yang senantiasa tercurah. Adapun maksud penulisan skripsi ini yaitu untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan pada jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan atas bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada: 1. H.

Kost Bapak Muntari. Para guru dan Siswa kelas IX SMP Negeri I Pegandon yang telah berkenan memberi bantuan informasi dan kesempatan untuk melakukan penelitian. Fajriyah Ainy. 6. Terima kasih tetap menjadikan penulis bagian dari semuanya. terima kasih atas samudera kasih yang tiada bertepi. Tim penguji skripsi. pikiran yang telah dituangkan untuk memberikan bimbingan demi kebaikan skripsi ini. Semua pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Hemmy. Evi. Semangat! 13. Kost Ibu Budi. 11. terima kasih untuk waktu yang telah diluangkan. Eni. Abang Syukur. Mba Mun. 12. Juli 2007 Penulis . 8. mba Roy. 10. Kepala SMP Negeri I Pegandon yang telah berkenan memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian. Semarang. mbak Onah. Bapak Muslich dan Ibu Asmak. 9. d’Bahar.sahabat seperjuangan. Keluarga Bapak Khumairudin dan Bapak Setiyono yang telah memberikan doa dan motivasi kepada penulis. yang selalu ada dalam suka dan duka. Tidak sedikit kekurangan dan kelemahan yang ada di dalamnya. Penulis sadar bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kata sempurna. 7. Kost Ibu Yuli. 14. yang senantiasa mendoakan untuk yang terbaik. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi kebaikan skripsi ini. Sahabat. mba Yunas. 9. d’Arin. d’Iliya. Terima kasih. Ratri.5. Sigit.

.................... Pengertian Interaksi Sosial....................................................................... ............vii DAFTAR TABEL................................6 E................................................................ Motivasi Belajar 1..................................... Konsep Terbentuknya Motivasi ........1 B... Kelompok Sebaya Sebagai Situasi Belajar .....................7 F...............v DAFTAR ISI... Hakekat Kelompok Teman Sebaya............ Macam..............21 2..............29 D..............................................24 Kelompok Teman Sebaya 1..............12 3.............................................27 C.......... Manfaat Penelitian ....................................................................................................................14 4.............................................................................................................................................................................................................. PENDAHULUAN A.......................................................................... Fungsi Kelompok Teman Sebaya ...........................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....................10 2...........ii HALAMAN PENGESAHAN.............................................. iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............ Fungsi Motivasi dalam Belajar ................................ iv KATA PENGANTAR ............................ xi BAB I....27 5..14 5......................................................................... Interaksi Sosial dalam kelompok teman sebaya Interaksi sosial 1........ Jenis......... LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A........................................................................ Rumusan Masalah .6 C.................................................. Bentuk........................................................................bentuk Interaksi Sosial .........22 3......23 4......................................faktor yang mempengaruhi Interaksi Sosial...................................................................24 2........... Macam..................................................... i ABSTRAK .................................................................... Pengertian Kelompok Teman Sebaya ............... Tujuan Penelitian ..........................25 3.......................... Latar Belakang ................................17 7....................macam Motivasi ..............................macam Kelompok Teman Sebaya ............................. Faktor.........8 BAB II......................... Ciri........................................... Faktor............................................................. Penegasan Judul ........32 ....................................6 D......bentuk Motivasi di Sekolah.................... Pengertian Motivasi .........ciri Motivasi... Sistematika Skripsi.......................... ix DAFTAR GAMBAR ............... Hubungan Interaksi Sosial dalam Kelompok Teman Sebaya dengan Motivasi Belajar..faktor yang mempengaruhi Motivasi dalan belajar...........................................................20 B.........17 6.................................................. Bentuk.. Hipotesis...................................x DAFTAR LAMPIRAN.............26 4..............jenis Interaksi Sosial ...............................................

.......................................73 B..........................77 .......49 BAB IV.......................................36 D...........39 E....................................................................... Metode Analisis Data...............52 B..............................................75 LAMPIRAN....... Hasil Penelitian ...........................................BAB III........33 B..............................................................................................langkah penyusunan instrumen..................................... Pembahasan............................ Jenis Penelitian.................... Variabel Penelitian .................. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A...........................34 C................................... SIMPULAN DAN SARAN A.............................................................................LAMPIRAN. Langkah......... Validitas dan Reliabilitas Instrumen ........................ Populasi dan Sampel .... Saran.......................................... Simpulan .................................................. METODE PENELITIAN A................73 DAFTAR PUSTAKA ..........47 G.........................69 BAB V.......................................................................... Metode Pengumpulan Data ......................45 F...............................

....................................................... 62 14............... 5..... .................................................................. 64 16........................................... 59 11.............................................................................. Distribusi frekuensi sub variabel cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistis ... 9........ Distribusi frekuensi sub variabel menunjukkan minat terhadap bermacam................. 63 15................... 66 18......... 42 Distribusi variabel interaksi sosial .................................. 36 Skor interaksi sosial .. 55 Distribusi frekuensi sub variabel persaingan ................. Distribusi frekuensi sub variabel lebih senang bekerja mandiri ...................... 67 19............................................................................................................ Distribusi frekuensi sub variabel senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan ....... Distribusi frekuensi sub variabel tidak mudah melepas yang yang diyakini........ 6............................ Distribusi variabel Motivasi belajar ........................................................ 65 17...................................... 41 Skor Tingkat motivasi ..........................................................DAFTAR TABEL No.... 57 Distribusi frekuensi sub variabel pertentangan ... 60 12...... 2.......................... 4... 61 13....... Distribusi frekuensi sub variabel ulet menghadapi kesulitan belajar............................ 67 ............... 42 Distribusi frekuensi sub variabel kerja sama ................................................... Distribusi frekuensi sub variabel perpaduan . 59 10.......... Halaman Populasi penelitian..................... 3.......... 58 Distribusi frekuensi sub variabel persesuaian ....... Tabel 1............... Distribusi frekuensi sub variabel senang berkompetisi yang sehat.................... 35 Sampel penelitian ...... 8................................................ Distribusi frekuensi sub variabel Bertanggung jawab atas pilihan atau perbuatannya ...macam masalah belajar ................................................ 7..

.......... 3................... Halaman Konsep terbentuknya motivasi........................ 21 Dua dunia sosial anak.............. 4.... Gambar 2....................................DAFTAR GAMBAR No................ 39 ..................... 26 Hubungan antar variabel .........................................................................

Analisis deskriptif persentase motivasi belajar 15. Contoh perhitungan reabilitas variabel motivasi belajar 10.kisi uji coba angket penelitian 4. Kisi. Hasil tabulasi data variabel interaksi sosial 12. 6. Persensi siswa kelas IX SMP Negeri I Pegandon 16.DAFTAR LAMPIRAN 1. Contoh perhitungan validitas variabel motivasi belajar 9. Contoh perhitungan reabilitas variabel interaksi sosial 8. Hasil tabulasi data variabel motivasi belajar 13. Angket penelitian 11. Hasil perhitungan NP ar teks . Contoh perhitungan validitas variabel interaksi sosial 7. Surat ijin penelitian dari Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES 2. Surat keterangan telah melakukan penelitian dari SMP Negeri I Pegandon 3. Perhitungan validitas dan reabilitas interaksi sosial dan motivasi belajar. Angket Try out 5. Analisis deskriptif persentase interaksi sosial 14.

untuk kemudian bertindak melakukan sesuatu. LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan suatu proses atau sistem yang terdiri dari bebrapa komponeen. sehingga akan bergayut dengan persoalan gejala kejiwaan.hari. Demikian juga pengakuan dari lingkungan berpangkal pada keadaan individu itu sendiri. Keberhasilan pendidikan tentunya tidak lepas dari belajar. Dalam kehidupan sehari. Motivasi menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada manusia. kemampuan yang dimiliki. prestasi. orang sebagai individu yang hidup di tengah masyarakat ingin diakui sebagai salah satu bagian dari mereka. Misalnya. Dari lingkunganlah individu mendapatkan banyak informasi yang akan digunakan sebagai dasar perilakunya dimasa mendatang.BAB I PENDAHULUAN A. Demikian halnya 1 . Keinginan dihitung timbul dari kebutuhan akan pengakuan. Kelancaran jalannya komponen akan membawa kelancaran pada proses pendidikan. perasaan dan juga emosi. Teori Bandura (Muhammad 2001:2) menyatakan bahwa perilaku yang dimunculkan individu merupakan hasil dari pengolahan observasinya terhadap lingkungan. pribadinya. Untuk meningkatkan hasil belajar dibutuhkan motivasi dalam belajar. Pendapat dan evaluasi dari pihak lain merupakan suatu refleksi objektif dan harga diri pribadi dan dinamika pengakuannya ditentukan oleh adanya hubungan yang bersifat intrinsik dengan kebutuhan.

(Muhammad 2001:2) Nickolas Cottrel (1968) melakukan ekperimen dengan orang yang ditutup matanya (kelompok A) dan tidak ditutup matanya (kelompok B). interaksi sosial yang membentuk motivasi kita. Keinginan untuk tampil seragam dengan orang lain yang menjadikan kita berperilaku tertentu.2005. diperoleh hasil sebagai berikut: Penelititian Utomo (2005) menyimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi berprestasi yang signifikan antara siswa yang menjadi pengurus OSIS dan siswa yang bukan pengurus OSIS di SMU Yayasan Pendidikan Semarang tahun ajaran 2004. individu dapatkan dari pengadopsian motivasi perilaku. heran. Sebab kelompok B dapat melihat orang lain itu dan memperkirakan bagaimana harapan orang lain itu mengenai prestasinya (terkejut. Teori social interaction. bersemangat dan sebagainya). walau tahu akan kehadiran orng lain tidak terpengaruh prestasinya. cemas. . Penelitian Lestari (2003) menyatakan bahwa teman. Sehingga siswa yang mengalami motivasi belajar rendah merasa ingin juga memiliki motivasi tinggi seperti teman.teman yang telah memperoleh prestasi. Dan kesan mengenai orang lain itu yang meningkatkan prestasinya.perilaku yang dilihatnya dari lingkungan sekitar. antara dosen dan mahasiswa yang mendapat interaksi perencanaan dengan interaksi yang dilakukan apa adanya atau tanpa perencanaan terhadap mahasiswa program studi keperawatan.2 dengan motivasi yang dimiliki oleh individu. Kelompok A.(Sarwono 2005:98) Dalam beberapa penelitian yang mendahului. Penelitian Solekhah (2002) Menyimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar mahasiswa.teman sekelas yang sudah memiliki motivasi belajar yang tinggi memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membantu memotivasi siswa yang belum termotivasi belajarnya. sedangkan kelompok B terpengaruh.

mempunyai pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran anak.masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Dengan interaksi ini.teman sekelompok. tindakan yang dilakukan seseorang dalam suatu interaksi merupakan stimulus bagi individu lain yang menjadi pasangannya.3 Berdasarkan hasil penelitian. Remaja sangat ingin diterima dan dipandang sebagai anggota kelompok teman sebaya. Di dalam kelompok teman sebaya remaja dapat merasa diterima. baik di sekolah . dapat memenuhi kebutuhan untuk diterima maupun memberikan sesuatu kepada kelompoknya. kelompok teman sebaya mempunyai pengaruh dalam mengembangkan aspek sosial dan psikologis. terlebih interaksi dengan teman. seorang anak dapat membandingkan pemikiran dan pengetahuan yang telah dibentuknya dengan pemikiran dan pengetahuan orang lain. dihargai.2004:87) merupakan suatu pertukaran antar pribadi yang masing. Tantangan kelompok akan membantu anak melakukan asimilasi dan akomodasi terhadap skema pengetahuan yang telah dimilikinya. Dalam hal ini. Menurut Ali (2004:99) Kelompok teman sebaya memegang peranan penting dalam kehidupan remaja. dibutuhkan. Interaksi sosial menurut menurut Shaw (Ali. Ia tertantang untuk semakin memperkembangkan pemikiran dan pengetahuannya sendiri. Lebih tegas Suparno menjelaskan bahwa Interaksi sosial. (dalam Ary H 2000:107) Identifikasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. dikaitkan dengan hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar dapat disimpulkan bahwa. Dalam mencari jati diri remaja cenderung mencari tokoh identifikasi melalui lingkungannya sosialnya.masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka dan masing. seperti berkreatifitas sesuai dengan minatnya.penelitian yang mendahului tersebut di atas. Dengan demikian mereka dapat merasakan adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya dengan mengikatkan individu pada kelompok dan menyebabkan individu diri sosialnya.

4 maupun di luar sekolah. Remaja harus memiliki identitas diri sendiri sehingga tidak terjerumus pada sikap mengkompromikan standar demi diakui dalam sebuah kelompok. Idealnya. Siswa senang bila orang lain menunjukkan pembenaran (approval) terhadap dirinya. yang dapat memberikan status kepadanya. akan memberi arah pada tingkah laku remaja. untuk diterima sebagai teman sebaya dalam belajar sangat menonjol. di dalam kelompok teman sebaya tidak dipentingkan adanya struktur organisasi. karena siswa termotivasi untuk memenuhi kekurangan dalam dirinya. mengembangkan hubungan sosialnya. . kelompok teman sebaya sebagai media dalam pengembangan diri remaja baik dari aspek sosial maupun psikologisnya dapat berkembang dengan baik.tugas akademis. Sedangkan menurut prinsip motivasi dari teori behavioristik menyatakan seorang siswa yang duduk di sekolah tingkat pertama lebih termotivasi dalam belajar kalau penguatan dari teman sebaya daripada guru sendiri (Prayitno 1989:54). Hendaknya remaja tidak memusatkan identitas pada banyaknya teman atau berlindung di balik nama teman. Oleh karenanya. Dengan adanya motivasi. namun diantara anggota kelompok merasakan adanya tanggung jawab atas keberhasilan dan kegagalan kelompoknya (1999: 82) Kenyataan di lapangan. mereka cenderung bertingkah laku seperti tingkah laku kelompok sebayanya. Siswa mampu menyalurkan energinya untuk menyelesaikan tugas. Menurut Santosa. Sebagian siswa berusaha menguasai bahan pelajaran atau belajar dengan giat untuk memperoleh pembenaran atau penerimaan dari teman. memperoleh penghargaan (penerimaan) dari lingkungan sosialnya serta meningkatkan rasa mampu. Untuk itu guru diharapkan mampu memanfaatkan kelompok untuk memotivasi siswa dalam belajar (Golburg dalam Prayitno 1989:75). Bagi remaja sekolah tingkat pertama motivasi afiliasi.teman kelompoknya.

teman adalah tempat berkaca. rata. teman bisa memberi gambaran tentang diri sendiri dari dekat.unsur yang menjadi standar dalam memilih kelompok teman sebaya. Dalam kelompok teman sebaya. minat atau kesenangan. Diantaranya pola tingkah laku. kepribadian atau nilai yang dianut. Melihat fenomena yang ada di lapangan belum dapat diketahui dengan pasti hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Hubungan Interaksi Sosial .sendiri.rata dalam satu kelompok memiliki minat atau kesenangan serta pola tingkah laku yang sama. sebagai orang yang paling dekat. yang dalam pemilihanya tidak ditentukan oleh jenjang kelas (sekolah) dan tidak harus dalam satu kelas. Apa yang mereka jadikan standar dilihatnya tentang keserasian dan kesamaannya.tugas dengan baik. Hal ini dikarenakan belum ada penelitian yang mengulas mengenai hubungan interaksi sosial dalam kelompok sebaya dengan motivasi belajar. bahkan kadangkadang remaja dapat diberi identitas berdasarkan dengan siapa dia berteman. agar dapat memperoleh pembenaran tersebut. Bagi remaja yang bersekolah untuk masa remaja awal. Seperti halnya terjadi di SMP I Pegandon Kabupaten Kendal.5 dan oleh karena itu ia giat belajar. para siswa di sekolah ini telah memiliki kelompok teman sebayanya sendiri. ada unsur. melakukan tugas. Selain itu. Sehingga jika dalam suatu kelompok ada anggota kelompok yang memiliki prestasi yang baik maka anggota yang lainnya akan termotivasi untuk menjadi identik atau berusaha untuk meraih hasil yang tidak jauh beda. Semakin besar atau banyak keserasian yang mereka miliki maka semakin erat pula persahabatan diantara mereka. Dalam hal ini remaja butuh pengakuan dari guru dan teman-temannya sebagai sumber motivasi dalam belajar. menurut informasi guru pembimbing dan observasi di lapangan.

.6 dalam Kelompok Sebaya dengan Motivasi Belajar Siswa kelas IX di SMP Negeri I Pegandon Kendal Tahun Pelajaran 2006/ 2007” B. Tujuan Penelitian Pada penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah “ Untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri I Pegandon Kendal tahun pelajaran 2006/ 2007”. Teoritis Diharapkan hasil penelitian ini mampu memberikan sumbangan ilmu dalam bidang pendidikan khususnya Bimbingan dan Konseling yaitu membantu siswa dalam menumbuhkan serta meningkatkan motivasi belajar sehingga pencapaian hasil belajar yang optimal dapat tercapai. Manfaat Penelitian 1. Bagaimana cara mengetahui dan menganalisis data tentang deskripsi interaksi sosial dalam kelompok sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri I Pegandon tahun pelajaran 2006/ 2007 ? penelitian C. maka permasalahan dalam penelitian ini adalah 1. D. Adakah hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dalam kelompok sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri I Pegandon tahun pelajaran 2006/ 2007 ? 2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut.

Interaksi Sosial: Suatu pertukaran antarpribadi yang masing.P Chaplin (2004: 357) adalah kelompok teman sebaya. satu kelompok. Kelompok teman Sebaya: Kelompok sebaya menurut J. .7 2. E. Bagi sekolah Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan positif bagi sekolah. 2004:3) 2. dimana kelakuan individu mempengaruhi. sebaliknya seseorang yang motivasi belajarnya rendah akan mengalami kegagalan dalam belajar. (Ali. dengan mana anak mengasosiasikan dirinya. 3. interaksi sosial merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu. Bagi siswa Menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dalam belajar serta mampu memotivasi teman yang lain. Praktis a. b. (Sarlito. dan masing.masing perilaku mempengaruhi satu sama lain.masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka. mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya. Motivasi Belajar: Kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar. khususnya dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. 2004: 87) Menurut H Bonner. Penegasan Judul 1. Seseorang yang memiliki motivasi yang tinggi akan cenderung berhasil dalam belajar.

daftar tabel. Bab II Landasan Teori. bentuk. da daftar lampiran. Garis Besar Sistematika Skripsi Bagian awal skripsi terdiri atas halaman judul. penegasan istilah pada judul skripsi ini.kelompok sebaya . hubungan interaksi sosial dalam kelompok sebaya dengan motivasi belajar serta hipotesis yang digunakan. faktor.faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. permasalahan yang ada. macam. bentuk. hasil penelitian dan pembahasannya serta penutup. Pada bagian isi skripsi terdapat lima bab yang terdiri dari pendahuluan. fungsi motivasi dalam belajar. yang berisi pengertian interaksi sosial. Bab III Metodologi penelitian. tujuan diadakannya penelitian. Bab I Pendahuluan. berisi tentang tentang latar belakang masalah terkait dengan fenomena yang terjadi pada objek penelitian.bentuk dan jenis. fungsi kelompok sebaya. hakekat. faktor.ciri.ciri motivasi. pengertian motivasi. metode penelitian. Pada bab ini dijelaskan metode penelitian antara lain meliputi: jenis penelitian. halaman pengesahan. manfaat yang diharapkan dari penelitian ini dan garis besar sistematika skripsi. subjek . daftar isi.macam kelompok sebaya. abstrak.faktor yang mempengaruhi motivasi belajar. kelompok sebaya dalam situasi belajar dan macam.jenis interaksi sosial. yang berisi tentang pengertian.bentuk motivasi di sekolah. motto dan persembahan. dalam bab ini diuraikan tentang motivasi belajar yang berisi. variabel penelitian. Interaksi sosial.macam motivasi. kata pengantar.8 F. landasan teori.

pelaksanaan penelitian.9 penelitian yang terdiri dari populasi dan sampel dan teknik sampling. dalam bab ini memuat kesimpulan dan saran.saran atas dasar temuan dan hasil penelitian. . bab ini berisi tentang persiapan penelitian. prosedur pengumpulan data dan hasil penelitian serta pembahasan masing.masing variabel. metode penentuan validitas dan reabilitas dan analisis data. Bab IV Hasil Penelitian. Bab V Penutup. metode pengumpulan data. Bagian akhir skripsi yang meliputi daftar pustaka yang berkaitan dengan penelitian dan lampiran yang memuat kelengkapan data dan analisisnya.

dengan harapan dapat menjangkau kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang dengan pola pikir yang kritis dan sistematis Pendidikan merupakan suatu proses atau sistem yang terdiri dari beberapa komponen. psikologis) yang membuat seseorang melakukan sebagai respon (Stevenson.BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A.1989:8) mendefinisikan motivasi sebagai energi penggerak. fisik. memandu dan memelihara perilaku seseorang secara terus-menerus. Sedangkan menurut Brophy (Prayitno. Menurut Sudarsono (1997:31) motivasi adalah tenaga yang mendorong seeorang untuk berbuat. Pengertian Motivasi Pada dasarnya pendidikan adalah suatu proses untuk merubah tingkah laku ke arah yang diinginkan. pengarah dan memperkuat tingkah laku .2001:2). Motivasi adalah semua hal (verbal. Motivasi Belajar 1. Keberhasilan pendidikan tentunya tidak lepas dari belajar. Untuk meningkatkan hasil belajar dibutuhkan motivasi dalam belajar. dengan pendidikan manusia mampu menyikapi tabir yang ada di alam sekitarnya. Kelancaran jalannya komponen akan membawa kelancaran pada proses pendidikan. Sedangkan menurut Sardiman (2004: 73) motivasi adalah daya penggerak yang telah menjadi aktif Slavin (Anni dkk.2005:111) mendefinisikan motivasi sebagai proses internal yang mengaktifkan.

sehingga akan bergayut dengan persoalan kejiwaan. Dengan ke tiga pengertian di atas. perasaan dan juga emosi.1989:8) 10 Menurut Mc. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi. yakni tujuan. Motivasi akan menyebabkan terjadinya perubahan suatu energi yang ada pada diri manusia. 2004: 74) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Donald (Sardiman. untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.persoalan kejiwaan. Dari beberapa pengertian tentang motivasi di atas dapat disimpulkan . Donald ini mengandung tiga pengertian penting: a. c. Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia. Semua ini didorong karena adanya tujuan. afeksi dan emosi yang dapat menetukan tingkah laku manusia. afeksi seseorang.11 Brophy Mendefinisikan motivasi sebagai energi penggerak. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan. tetapi kemunculannya karena terangsang atau terdorong oleh adanya unsur lain. maka dapat dikatakan bahwa motivasi itu sebagai suatu yang kompleks. Dari pengertian yang dikemukakan Mc. kebutuhan atau keinginan. dalam hal ini adalah tujuan. Motivasi ditandai dengan munculnya rasa. Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan. b. Motivasi memang muncul dalam diri manusia. pengarah dan memperkuat tingkah laku (Prayitno.

sehingga individu mengalami tekanan.kondisi tertentu. dan bila ia tidak suka. Senang berkompetisi yang sehat Bertanggung jawab atas pilihan atau perbuatannya. c. d. sehingga seseorang ingin melakukan sesuatu. Pada saat kebutuhan belum terpenuhi. Motivasi berprestasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong . motivasi dapat dikatakan sebagai daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar. 2005: 27) a. Senang bekerja keras unuk mencapai keberhasilan. maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka tersebut. namun adanya motivasi dapat dirangsang oleh faktor dari luar. Jadi motivasi itu adalah tumbuh di dalam diri seseorang. individu mengalami ketidakseimbangan. sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai. 2. Sehingga ada keseimbangan dalam dirinya.ciri Motivasi Menurut Tension reduction motivation. Selalu khawatir mengalami kegagalan Cenderung bertindak atau menetapkan suatu pilihan yang realistis. Untuk mengurangi tekanan tersebut individu melakukan suatu usaha (drive) tertentu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. motivasi terbentuk karena adanya kebutuhan (needs) yang tidak terpenuhi. Dalam kegiatan belajar. Ciri. e. b. Tinggi rendahnya motivasi menunjukkan pada perbedaan kecenderungan individu dalam berusaha untuk meraih suatu prestasi.12 bahwa Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi. yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. Karakteristik individu yang memiliki motivasi tinggi (Ibrahim.

Senang bekerja keras umtuk mencapai keberhasilan. tidak pernah berhenti sebelum selesai) b.menerus alam waktu yang lama. Dengan tidak bermaksud mengabaikan faktor.macam masalah untuk orang dewasa (politik. sehingga kurang kreatif) f. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakininya itu h. berulang.tugas rutin (hal. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa).hal yang bersifat mekanis.ulang begitu saja. Tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya. Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu) g. Apabila seseorang memiliki ciri-ciri seperti di atas berarti seseorang itu selalu memiliki motivasi yang cukup kuat. dalam penelitian ini ciri.soal. sejalan dengan konsep motivasi berprestasi Mc Clelland (dalam Salam. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja secara terus. Menurut Sardiman (2004 : 83) motivasi memiliki ciri. Senang mencari dan memecahkan masalah soal. meliputi motif berpretasi. c.ciri motivasi yang akan diungkap adalah : a.ciri sebagai berikut : a. penentangan terhadap tindak kriminal. Manusia bertingkah laku karena didorong oleh adanya kebutuhan. untuk memenuhi keinginan atau kebutuhannya. Cepat bosan pada tugas.13 atau menggerakkan.faktor yang lain. Siswa yang belajar dengan baik tidak akan terjebak sesuatu yang rutinitas. 94: 12). Kegiatan belajar akan berhasil baik kalau siswa tekun mengerjakan tugas. . Landasan pemikiran tersebut. Ciri-ciri motivasi itu sangat penting dalam kegiatan belajar. Lebih senang bekerja mandiri e. amoral dan sebagainya) d. persahabatan dan berkuasa. Sehingga tingkah laku seseorang bergantung pada factor kebutuhan tersebut. Menurutnya motif yang ada pada setiap individu. ulet dalam memecahkan masalah dan hambatan. Menunjukkan minat terhadap bermacam.

b. d.Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar . Cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistis. e. Fungsi Motivasi dalam Belajar Fungsi motivasi dalam belajar menurut Sardiman (2004: 84) yaitu: a. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Tidak mudah melepas hal yang diyakini. 4.macam masalah belajar. Lebih senang bekerja mandiri. Menunjukkan minat terhadap bermacam.fungsi yang lain. maka seseorang yang belajar itu akan melahirkan prestasi yang baik. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. ada juga fungsi. f. g. dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi. jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. h. yakni kearah tujuan yang hendak di dicapai. c. yakni menentukan perbuatan. dengan menyisihkan perbuatan.perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan. Bertanggung jawab atas pilihan atau perbuatannya. Mendorong manusia untuk berbuat. Ulet menghadapai kesulitan belajar c. Menentukan arah perbuatan. Menyeleksi perbuatan. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. Dengan kata lain. Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya. Faktor.14 b. Senang berkompetisi secara sehat. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Di samping itu.perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. 3.

atau dapat merusak secara personal karena adanya intensitas perasaan gagal. mereka cenderung termotivasi. Tekanan ini dapat diterjemahkan ke dalam suatu keinginan ketika individu menyadari adanya perasaan dan berkeinginan untuk mencapai tujuan tertentu. pembelajaran. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman. b. c. . Kebutuhan Kebutuhan bertindak sebagai kekuatan internal yang mendorong seseorang untuk mencapai tujuan. Apabila siswa membutuhkan atau menginginkan sesuatu untuk dipelajari.15 Faktor. identifikasi. Karena sikap itu dipelajari. semakin besar peluangnya untuk mengatasi perasaan yang menekan di dalam memenuhi kebutuhannya. sikap juga dapat dimodifikasi dan diubah.faktor yang mempengaruhi motivasi. 2004: 92) yaitu: a. Sikap berada pada diri setiap orang sepanjang waktu dan secara konstan sikap itu mempengaruhi perilaku dan belajar. di dalam persepsi atau pengalaman dengan lingkungan yang membuat seseorang bersifat aktif. Rangsangan Rangsangan merupakan perubahan. Sikap Sikap merupakan produk dari dari kegiatan belajar. Semakin kuat seseorang merasakan kebutuhan. ( Sardiman. Sikap dapat membantu secar personal karena berkaitan dengan harga diri yang positif. perilaku peran.

maka emosi mampu mendorong siswauntuk belajar keras. Penguatan . f. Apabila siswa tidak memperhatikan pembelajaran.16 Apapun kualitasnya. Apabila emosi bersifat positif pada waktu kegiatan belajar berlangsung. sehingga akan menimbulkan kegiatan belajar yang efektif. d. dan emosi siswa tersebut dapat memotivasi perilakunya kepada tujuan. maka sedikit sekali belajar akan terjadi pada diri siswa tersebut. Teori kompetensi mengasumsikan bahwa siswa secara alamiah berusaha keras untuk berinteraksi dengan lingkungan secara efektif. Afeksi Sikap afeksi berkaitan dengan pengalaman emosional. stimulus yang unik akan menarik perhatian setiap orang dan cenderung mempertahankan keterlibatan diri secara aktif terhadap stimulus tersebut. Dari individu atau kelompok pada waktu belajar. kepedulian dan pemilikan. Kompetensi Manusia pada dasarnya memiliki keinginan untuk memperoleh kompetensi dari lingkungannya. e. Rangsangan secara langsung membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa. Tidak ada kegiatan belajar yang terjadi di dalam kevakuman emosional. Integritas emosi dan berpikir siswa itu dapat mempengaruhi motivasi belajar dan menjadi kekuatan terpadu yang positif. kecemasan. Siswa merasakan sesuatu saat belajar.

motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.17 Penguatan merupakan peristiwa untuk mempertahankan atau meningkatkan kemungkinan respon. Motivasi ekstrinsik menurut Sudarsono (1997). Macam. Dalam kegiatan belajar peranan motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. siswa dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif. dari luar tindakan atau perbuatan yang didasarkan oleh dorongan. misalnya dapat berupa sosial. Dengan motivasi. Penguat positif dapat berbentuk nyata. b. seperti afeksi. Penguat positif menggambarkan konsekuensi atas peristiwa itu sendiri. Motivasi diantaranya dapat dilihat dari sudut pandang: a. Motivasi Intrinsik Adalah motif. 5. Motivasi Ekstrinsik adalah motif. Keberadaan motivasi ekstrinsik juga diperlukan dalam kegiatan . dorongan.dorongan yang bersumber dari luar pribadi seseorang (lingkungan) melakukan sesuatu karena ada paksaan dari luar. dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Karena dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.macam Motivasi Menurut Sardiman (2004: 86). Penguatan positif memainkan peranan penting.

berubahubah. Tetapi ada juga. 6. sebab kemungkinan besar keadaan siswa itu dinamis. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan. Bentuk. Hadiah Hadiah juga dapat dikatakan sebagai motivasi. siswa yang belajar hanya ingin naik kelas saja.angka harus mampu dikaitkan dengan nilai yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan kepada siswa.angka yang baik bagi siswa merupakan motivasi yang kuat.bentuk untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah menurut Sardiman (2004 :91) a. Memberi angka Angka. b. pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif.komponen lain dalam proses pembelajaran ada yang kurang menarik bagi siswa. Di dalam kegiatan belajar dan mengajar peranan motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar. Dengan motivasi. Tetapi tidak selalu demikian. pemberian angka. Ini menunjukkkan motivasi yang dimilikinya kurang berbobot bila dibandingkan siswa yang menginginkan nilai yang baik. mungkin tidak akan menarik bagi seseorang yang tidak senang dan tidak berbakat untuk . Namun.bentuk Motivasi di Sekolah Bentuk. sehingga tidak sekedar kognitif saja tetapi juga keterampilan dan afeksinya.18 belajar. dan juga mungkin komponen.

Memberi ulangan. f.19 pekerjaan tersebut. Pujian Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif sekaligus merupakan motivasi yang baik. Ego. akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui ada ulangan. Persaingan. g. Oleh karena itu. Hal ini dapat meningkatkan kegiatan belajar siswa. Semakin mengetahui bahwa grafik hasi belajar meningkat. memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi. Mengetahui hasil Dengan mengetahui hasil pekerjaan. maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar. Saingan atau kompetisi Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. dengan suatu harapan hasilnya terus meningkat. c.involvement Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Penyelesaian tugas dengan baik adalah simbol kebanggaan dan harga diri. e. d. baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan pujian yang tepat akan memupuk . apabila kalau terjadi kemajuan.

20

suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar. h. Hukuman Hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi kalau diberikan secara tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu seorang guru harus memahami prinsp- prinsip pemberian hukuman. i. Hasrat untuk belajar Hasrat untuk belajar berarti pada diri siswa memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah barang tentu hasilnya akan lebih baik. j. Minat Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga dengan minat.

k. Tujuan yang diakui Dengan memahami tujuan yang harus dicapai akan

menimbulkan gairah untuk terus belajar. 7. Konsep terbentuknya motivasi Dalam membicarakan konsep motivasi, tidak terlepas juga dari konsep kebutuhan, konsep dorongan, konsep perilaku serta tujuan. Hariyadi mengemukakan, seseorang yang terdorong untuk berbuat atau melakukan sesuatu, setidaknya karena adanya kebutuhan yang hendak dicapai. (2003: 106). Seseorang yang diasumsikan mempunyai kebutuhan akan

21

penghargaan dan pengakuan, maka timbullah upaya berupa tingkah laku untuk mencapai tujuan yaitu kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan. Misalnya seorang siswa yang memiliki kebutuhan untuk diakui dan dihargai oleh teman- teman satu kelas, siswa tersebut mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan merebut kejuaraan kelas dalam ulangan semester dengan tujuan agar teman- temannya memberikan penghargaan dan pengakuan. Setiap orang dapat membuat reaksi- reaksi yang diperlukan berupa tingkah laku untuk mencapai tujuan. Tingkah laku merupakan realisasi dari usaha pemenuhan suatu kebutuhan. Kebutuhan dapat dipandang sebagai suatu aturan yang obyektif terdapat dalam diri individu yang akan terpenuhi akan menyebabkan tercapainya suatu kepuasan dan adanya penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Menurut Martin Handoko (2006 : 51) konsep terbentuknya motivasi adalah sebagai berikut :

Dorongan Motif Kebutuhan Motivasi Gambar. 1 Organisme manusia selalu berusaha memenuhi suatu keseimbangan, apabila keseimbangan itu terganggu, akan mengakibatkan suatu ketegangan Perbuatan Tujuan

22

yang menggerakkan manusia itu untuk mengembalikan situasinya ke dalam perimbangan.

B. Interaksi Sosial 1. Pengertian Interaksi sosial Thibaut dan Kelley, mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain. (Ali, 2004: 87) Menurut Homans (Ali, 2004: 87) mendefisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya. Shaw mendefinisikan bahwa interaksi adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. (Ali, 2004: 87). Menurut Bonner (2004:3) Interaksi sosial merupakan suatu

hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu

23

mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya (Ali, 2004:87) Hugo F. Reading (1986: 207) mendefinisikan interaksi sebagai proses saling merangsang dan menanggapi satu sama lain. Menurut S.S. Sargent, Social interation is to consider social behavior always within a group frame work, as related to group structure and function (Santosa, 2004:11) yang artinya tingkah laku sosial individu

dipandang sebagai akibat adanya struktur dan fungsi kelompok. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi mengandung pengertian hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masingmasing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi. 2. Faktor- faktor yang mempengaruhi interaksi social Menurut Gerungan (2000: 58 ) faktor- faktor ynag mempengaruhi interaksi sosial yaitu, a. Faktor Imitasi Merupakan dorongan untuk meniru orang lain, misalnya dalam hal tingkah laku, mode pakaian dan lain- lain. b. Faktor Sugesti Yaitu pengaruh psikis, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik dari orang lain. c. Faktor identifikasi Merupakan suatu dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain. d. Faktor Simpati Merupakan suatu perasaan tertarik kepada orang lain. Interaksi sosial yang mendasarkan atas rasa simpati akan jauh lebih mendalam bila dibandingkan hanya berdasarkan sugesti atau

24

imitasi saja. 3. Bentuk- bentuk Interaksi Sosial Menurut Park dan Burgess (Santosa,2004:12) bentuk interaksi sosial dapat berupa: a. Kerja sama Kerja sama ialah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok-mkelompok bekerja sama Bantumembantu untuk mencapai tujuan bersama. Misal, gotongroyong membersihkan halaman sekolah. b. Persaingan Persaingan adalah suatu bentuk interaksi sosial dimana orangorang atau kelompok- kelompok berlomba meraih tujuan yang sama. c. Pertentangan. Pertentangan adalah bentuk interaksi sosial yang berupa perjuangan yang langsung dan sadar antara orang dengan orang atau kelompok dengan kelompok untuk mencapai tujuan yang sama d. Persesuaian Persesuaian ialah proses penyesuaian dimana orang- orang atau kelompok- kelompok yang sedang bertentangan bersepakat untuk menyudahi pertentangan tersebut atau setuju untuk mencegah pertentangan yang berlarut- larut dengan melakukan interaksi damai baik bersifat sementara maupun bersifat kekal. Selain itu akomodasi juga mempunyai arti yang lebih luas yaitu, penyesuaian antara orang yang satu dengan orang yang lain, antara seseorang dengan kelompok, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. e. Perpaduan Perpaduan adalah suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan, yang ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan yang terdapat di antara individu atau kelompok. Dan juga merupakan usaha- usaha untuk mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama. 4. Jenis- jenis Interaksi Menurut Shaw (Ali,2004: 88) membedakan interaksi dalam menjadi tiga jenis, yaitu:

2005: 22) yaitu sebagai kumpulan orang.2005: 22) adalah sebuah proses yang mengikatkan individu pada kelompoknya dan menyebabkan individu diri sosialnya. masing. yang masingmasing menyadari keanggotaanya dalam kelompok. Interaksi emosional terjadi manalaka individu malakukan kontak satu sama lain dengan melakukan curahan perasaan.(Sarwono. Prosesnya terjadi dalam saling tukar percakapan satu sama lain.1997:31).masing menyadari keberadaan orang lain yang juga anggota kelompok dan masingmasing menyadari saling ketergantungan secara positif dalam mencapai tujuan bersama. Identitas sosial menurut Billig. Interaksi fisik. teman. Interaksi verbal. Interaksi emosional. perkumpulan atau kelompok pra puberteit yang mempunyai sifat.teman yang sesuai dan sejenis.alat artikulasi. (Sarwono. Kelompok Teman Sebaya 1. teman sebaya berarti. Menurut Johnson (Sarwono.orang yang anggota. c. Sedangkan pengertian kelompok menurut Billig. Pengertian kelompok teman sebaya Dalam kamus konseling (Sudarsono. b. Interaksi verbal terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu sama lain dengan menggunkan alat. Interaksi fisik terjadi manakala dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa.25 a.anggotanya sadar atau tahu akan adanya satu identitas sosial bersama.bahasa tubuh.sifat tertentu dan terdiri dari satu jenis. 2005: 23) Kelompok adalah kumpulan dua orang individu atau lebih yang berinteraksi tatap muka. C. .

tanggungjawab dan kompetisi. yaitu orang tuanya. Dunia orang dewasa Anak Dunia teman sebaya .nilai sosial tersendiri dalam melakukan prinsip kerjasama. tanggungjawab bersama.gurunya dan sebagainya. Hakekat kelompok teman sebaya Anak berkembang di dalam dua dunia sosial: a. 2. persaingan yang sehat dan sebagaianya. yaitu sahabat. berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam perilaku untuk mencapai tujuan bersama.sahabatnya. kelompok bermain. b.nilai dan pola hidup sendiri. Dunia orang dewasa. Kelompok teman sebaya adalah kelompok persahabatan yang mempunyai nilai. guru. Jadi kelompok teman sebaya merupakan media bagi anak untuk mewujudkan nilai. perkumpulan.perkumpulan. Dunia teman sebaya. Disamping itu juga mempraktekkan berbagai prinsip kerja sama.nilai dalam suatu kontak sosial.26 Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kelompok adalah kumpulan dua orang atau lebih yang saling berkaitan. di mana persahabatan dalam periode teman sebaya penting sekali karena merupakan dasar primer mewujudkan nilai.

Kelompok sebaya merupakan lembaga sosialisasi yang penting disamping keluarga. kerja sama.27 Anak hidup di dalam dua dunia Bagi anak. Setiap kelompok memiliki peraturan.cara hidup bermasyarakat.anak tertentu yang saling berinteraksi. Mengajarkan kebudayaan masyarakatnya. d. memiliki tata sosialnya sendiri.orang . Melalui kelompok sebayanya itu anak akan belajar standar moralitas orang dewasa. dari dunia kecil yang berpusat di dalam keluarga ke dunia yang lebih luas yang berpusat pada kelompok sebaya. kejujuran. Kelompok sebaya membantu anak bebas dari orang. Anak cenderung merasa nyaman berada bersama. mempunyai harapan. tradisi-tradisi. Setiap kelompok sebaya juga mempunyai kebiasaan. seperti bermain secara baik. dan tanggung jawab.teman sebayanya daripada berada bersama orang.kebiasaan. bahkan bahasa sendiri. kelompok sebaya ialah kelompok anak.peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin c. perilaku. Menyediakan peranan. b. sebab kelompok sebaya juga turut serta mengajarkan cara.sama teman. meskipun orang. Biasanya anatar umur empat dan tujuh tahun dunia sosial anak mengalami perubahan secara radikal. 3.peraturanya sendiri. Kelompok sebaya mengajarkan peranan. tersurat maupun tersirat. f. Fungsi Kelompok teman sebaya Fungsi kelompok sebaya a.orang dewasa.harapannya sendiri bagi para anggotanya. Kelompok sebaya merupakan sumber informasi.peranan sosial baru. Mengajarkan mobilitas sosial e.orang dewasa tersebut bersikap menerima dan penuh pengertian.

Kelompok sebaya sebagai situasi belajar Dunia teman sebaya dalam situasi belajar.28 dewasa. anak memiliki status yang sama dan sederajat dengan anak lain. b. c. c. b. ini berlangsung pada umur permulaan. antara lain : a. Pengaruh kelompok sebaya terhadap anak yang umurnya semakin bertambah cenderung menjadi lebih penting jika dibandingkan dengan pengaruh keluarga. Dalam kelompok sebaya. anak memiliki status yang sama. 2004: 79) 4. sebab anak itu semakin lama semakin sering berada di tengah.tengah kelompok sebayanya. a. Kelompok Besar . Teman Dekat Remaja biasanya mempunyai dua atau tiga orang teman dekat. 5.macam Kelompok teman sebaya Menurut Hurlock (1999 : 215) ada beberapa lima macam kelompok teman sebaya dalam remaja. ketika anak kurang menyadari bahawa situasi belajar itu adalah suatu situasi belajar.teman dekat. belajar biasanya berlangsung dalam situasi yang kurang terkait secara emosional. Dukungan kelompok sebaya membuat anak merasa kuat dan padu (Santosa. Teman Kecil Kelompok ini biasanya terdiri dari kelompok teman. Dalam dunia teman sebaya. Macam.

Kelompok Terorganisasi Kelompok pemuda yang dibina oleh orang dewasa. Kelompok Gang Remaja yang tidak termasuk kelompok besar dan tidak merasa puas dengan kelompok yang terorganisasi. yaitu kelas yang merupakan kelompok di sekolah yang sudah pasti keberadaan anggotanya dan bersifat tetap. berkembang dengan meningkatnya minat akan pesta dan berkencan. Anggota biasanya ter diri dari anak. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada berbagai macam jenis kelompok teman sebaya. Kelompok teman sebaya yang pasti ada di sekolah adalah kelompok yang diorganisir. d. mungkin akan mengikuti kelompok gang.anak sejenis dan minat mereka melalui adalah untuk menghadapi penolakan teman. Karena kelompok ini besar maka penyesuaian minat berkurang di antara anggota.29 Kelompok besar terdiri dari beberapa kelompok kecil dan kelompok teman dekat. Hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar kelas IX di SMP N 1 Pegandon . dibentuk oleh sekolah dan organisasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial para remaja yang tidak mempunyai kelompok besar.anggotanya sehingga terdapat jarak sosial yang lebih besar di antara mereka. e. D.17 tahun. Banyak remaja yang mengikuti kelompok seperti ini merasa diatur dan berkurang minatnya ketika berusia 16.teman melalaui perilaku antisosial.

Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa motivasi. mengelola. Kalau sudah seimbang dan terpenuhi pemuasannya berarti telah tercapai suatu kebutuhan yang diinginkan. Motivasi relevan dengan persoalan. tetapi kemunculannya karena terdorong atau terangsang oleh adanya unsur lain. Keadaan tidak seimbang atau rasa tidak puas itu. Tujuan ini menyangkut soal kebutuhan. Penelitian Utomo (2005) menyimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi berprestasi yang signifikan antara siswa yang menjadi pengurus OSIS dan siswa yang bukan pengurus OSIS di SMU Yayasan Pendidikan Ekonomi Semarang tahun ajaran 2004.persoalan kejiwaan. Jadi yang paling berpengaruh adalah faktor kedekatan dan keakraban.faktor tertentu di dalam organisme.anak lain. keluarga. Bigelow (dalam Sarlito) telah melakukan penelitian yang mengungkapkan bahwa anak. akan selalu terkait dengan kebutuhan.30 Motivasi merupakan satu variabel penyelang yang digunakan untuk menimbulkan faktor. mempertahankan.13 tahun). dan anak. diperluka adanya motivasi yang tepat. teman dekat adalah yang paling besar pengaruhnya. menyusul orang tua.2005. menuju satu sasaran.anak (9. yang membangkitkan. afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku. yaitu tujuan. Kebutuhan ini akan timbul karena adanya keadaan yang tidak seimbang atau ketegangan yag menuntut suatu kepuasan. Hasil penelitian Wibisono (2004) menyimpulkan bahwa ada korelasi . dan menyalurkan tingkah laku. Motivasi muncul dalam diri manusia.

kerja sama. mempunyai harapan. II. merupakan sarana bagi remaja untuk saling berinteraksi.harapan sendiri bagi para anggotanya. dibutuhkan. maka dari itu manusia pasti hidup berkelompok. setiap kelompok teman sebaya. yang di dalamnya terdapat hubungan emosional yang eratdalam interaksi antaranggota kelompoknya. Dengan demikian mereka dapat merasakan adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya.masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka dan masing. dihargai.peraturan sendiri. Dalam hal ini. Melalui kelompok teman sebaya remaja akan belajar standar moralitas orang dewasa. kejujuran dan tanggungjawab. bermain secara baik. Telah diketahui bersama. dan III SMU Unggulan Nurul Islami. tindakan yang dilakukan seseorang dalam suatu interaksi merupakan stimulus bagi individu lain yang menjadi pasangannya. Demikian juga remaja terutama di sekolah yang usianya sebaya cenderung hidup berkelompok secara unik yang biasa disebut kelompok teman sebaya atau tema sebaya. Di dalam kelompok teman sebaya remaja dapat merasa diterima.2004:87) merupakan suatu pertukaran antarpribadi yang masing. bahwa manusia makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan oang lain. Kelompok teman sebaya.masing perilaku mempengaruhi satu sama lain.31 positif antara interaksi remaja dalam peer group dengan keputusan remaja remaja pada siswa kelas I. Hal ini menunjuk bahwa di dalam pengambilan keputusan para remaja dipengaruhi oleh interaksinya dengan peer group atau kelompok teman sebaya. memiliki peraturan. Interaksi menurut menurut Shaw (Ali. .

akan memberi arah pada tingkah laku remaja. Remaja sangat ingin diterima dan dipandang sebagai anggota kelompok teman sebaya. mereka cenderung bertingkah laku seperti tingkah laku kelompok sebayanya.tugas akademis. Sedangkan menurut prinsip motivasi dari teori behavioristik menyatakan seorang siswa yang duduk di sekolah tingkat pertama lebih termotivasi dalam belajar kalau penguatan dari teman sebaya daripada guru sendiri (Prayitno 1989:54). orang sebagai individu yang hidup di tengah masyarakat ingin diakui sebagai salah satu bagian diantara mereka. untuk diterima sebagai teman sebaya dalam belajar sangat menonjol. ada unsur. memperoleh penghargaan (penerimaan) dari lingkungan sosialnya serta meningkatkan rasa mampu. karena siswa termotivasi untuk memenuhi kekurangan dalam dirinya. Bagi remaja yang bersekolah untuk masa remaja awal.32 Identifikasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. baik di sekolah maupun di luar sekolah. Menurut Ali (2004:99) Kelompok teman sebaya memegang peranan penting dalam kehipan remaja.hari. Untuk itu guru diharapkan mampu memanfaatkan kelompok untuk memotivasi siswa dalam belajar (Golburg dalam Prayitno 1989:75). Oleh karenanya. Dalam mencari jati diri remaja cenderung mencari tokoh identifikasi melalui lingkungannya sosialnya. mengembangkan hubungan sosialnya. Dengan adanya motivasi. Diantaranya pola tingkah laku. Keinginan di hitung timbul dari kebutuhan akan pengakuan. Siswa mampu menyalurkan energinya untuk menyelesaikan tugas. Dalam kehidupan sehari.unsur yang menjadi standar dalam memilih kelompok teman sebaya. Dan dikata pula bahwa suatu interaksi dikatakan berkualitas jika mampu memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan diri dengan segala kemungkinan yang dimilikinya (2004: 89) Bagi remaja sekolah tingkat pertama motivasi afiliasi. minat atau .

kepribadian atau nilai yang dianut.kondisi tertentu yang lebih kondusif untuk memperoleh keunggulan. bahkan kadang. Dengan demikian. Dalam kelompok teman sebaya. Dalam hal ini remaja butuh pengakuan dari guru dan teman. teman adalah tempat berkaca. Sehubungan dengan ini. maka peranan motivasi sangat penting di dalam upaya menciptakan kondisi. Semakin besar atau banyak keserasian yang mereka miliki maka semakin erat pula persahabatan diantara mereka.33 kesenangan. teman bisa memberi gambaran tentang diri sendiri dari dekat. banyak tergantung juga pada keadaan dan sikap lingkungan.temannya sebagai sumber motivasi dalam belajar. Menjadi identik atau berusaha untuk meraih hasil yang tidak jauh beda. E. respon anak terhadap kesulitan atau hambatan.kadang remaja dapat diberi identitas berdasarkan dengan siapa dia berteman. sebagai orang yang paling dekat. . Apa yang mereka jadikan standar dilihatnya tentang keserasian dan kesamaannya. Hipotesis Berdasarkan konsep teori di atas maka hipotesis yang diajukan adalah: “Ada hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar kelas IX di SMP Negeri I Pegandon“.

penelitian deskriptif. Penggunaan metode penelitian harus tepat dan mengarah pada tujuan penelitian. Hal. penelitian dibagi atas dua macam. penelitian eksperimental dan penelitian tindakan. yaitu penelitian kualitatatif dan penelitian kuantitatif” (Sugiyono. Penelitian korelasional.BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan usaha untuk menemukan. mengembangkan. yaitu “Hubungan Interaksi Sosial 33 . penelitian kausal komparatif. penelitian kasus atau lapangan. Adapun metodemetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: A. Jika dipandang dari sifat permasalahannya. Jenis Penelitian “Penelitian dapat diklasifikasikan dari berbagai cara dan sudut pandang. Dilihat dari pendekatan analisisnya. terdapat delapan jenis penelitian yaitu penelitian historis. serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.hal yang harus diperhatikan dalam penelitian adalah metode yang digunakan harus disesuaikan dengan objek penelitian dan tujuan yang akan dicapai sehingga penelitian akan berjalan dengan sistematis. jenis penelitian terbagi atas penelitian deskriptif dan penelitian inferensial (Sugiyono. 2005:14) Bila dilihat kedalaman analisisnya. dan menguji suatu kebenaran pengetahuan dengan menggunakan cara. Berdasarkan dengan judul penelitian ini. penelitian perkembangan. 2005:12).cara ilmiah.

Sebab penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel. Populasi harus dibatasi dan ditegaskan sampai pada batas. Apabila keadaan populasi itu homogen maka pengambilan sampel akhir tidak ada permasalahan. setelah diperoleh hasilnya. B.batas tertentu yang dapat dipergunakan untuk menentukan sampel. Populasi Penelitian Populasi merupakan keseluruhan subjek penelitian (Arikunto.data numerikal atau angka yang diolah dengan metode statistik. Hal ini ditegaskan lagi bahwa suatu hal yang diperhatikan keadaan homogenitasnya. kemudian dideskripsikan dengan menguraikan kesimpulan yang didasari oleh angka yang diolah dengan metode statistik tersebut. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan lengkap. Berdasarkan dengan tujuan dari penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjumlah 217 yang terbagi dalam lima kelas. maka populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri I Pegandon Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2006/ 2007. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Dalam menganalisis data dengan menggunakan data. dua kelas berjumlah 44 siswa dan tiga kelas lainnya berjumlah 43 siswa. berikut ini disajikan mengenai daftar siswa kelas IX di SMP Negeri I .1998:108). maka dapat disimpulkan bahwa jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif korelasional.dalam kelompok teman sebaya dengan Motivasi Belajar pada Siswa Kelas IX SMP Negeri I Pegandon Kabupaten Kendal Tahun ajaran 2006/ 2007”.

tetapi jika keadaan populasi heterogen maka sampel seyogyanya dalam jumlah yang banyak. 5.2005:56).2 Kelas IX. Tabel. Dengan asumsi.4 Kelas IX. maka harus memilih ciri. KELAS Kelas IX. Karena sampel merupakan bagian dari populasi. Berarti interaksi sosial yang lama terjalin yaitu kelas IX. 3.5 JUMLAH 2. yang jumlahnya 217 siswa. baik sifat kodrat maupun sifat. Alasan peneliti memilih kelas IX karena kelas tertinggi di jenjang SMP yaitu kelas IX. 4.ciri yang dimiliki oleh populasinya. Proporsi jumlah sampel yang diambil tergantung pada sifat populasi.3 Kelas IX. 1 POPULASI PENELITIAN No 1.1 Kelas IX. artinya jika keadaan populasi homogen.sifat pengkhususan. Karena kelas merupakan kelompok teman sebaya yang ada di sekolah dan keberadaan anggotanya bersifat tetap. sampel tidak perlu terlalu banyak. Berdasarkan pendapat di atas. 2. JUMLAH SISWA 44 44 43 43 43 217 . Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi tersebut (Sugiyono. maka pada penelitian ini untuk ukuran jumlah sampelnya sebagian dari jumlah populasi yang ada.Pegandon Kabupaten Kendal Tahun Ajaran 2006/2007. Sampel harus memiliki paling sedikit satu sifat yang sama. Homogenitas sampel pada penelitian ini yaitu kelas. kedekatan antar siswa lebih dalam.

2 % 20% X 43 = 8.2 % 20 % X 217 = 43. Alasan peneliti menggunakan 20% pada penentuan ukuran jumlah sampel karena: a.6 % 20% X 44 = 8.5 JUMLAH JUMLAH SISWA 44 44 43 43 43 217 PROSENTASE 20% X 44 = 8.4 C. Alasan menggunakan teknik ini karena yang menjadi populasi dalam penelitian ini hanya siswa kelas IX SMP Negeri I Pegandon Kabupaten Kendal.2 % 20% X 43 = 8. Agar semua kelas terwakili menjadi sampel Dalam pengambilan jumlah sampel dengan mengikuti teknik sampling. (Sugiyono. 2 SAMPEL PENELITIAN NO 1. dalam setiap kelasnya diambil jumlah yang sama untuk memperoleh pertimbangan masing. pada penelitian ini diambil 20 % dari populasi sehingga jumlah sampelnya adalah 20% X 217 siswa = 43 siswa. Jumlah siswa (217) yang tidak mungkin diambil semua menjadi sampel b. 126) menuliskan “Ukuran jumlah sampel pada penelitian.2 Kelas IX.Arikunto (1998. 5. Dengan demikian.4 Kelas IX. dengan menggunakan teknik proporsional random sampling.1 Kelas IX.15 % atau 20.3 Kelas IX.2005:56). KELAS Kelas IX. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Variabel Menurut Sugiyono. Tabel. 2. jika populasinya sedikit bisa 10.25% jika populasinya banyak”.6 % 20% X 43 = 8. Adapun teknik pengambilan sampel.masing kelas. Variabel merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti . 4. 3.

2. Variabel Terikat Variabel terikat adalah suatu gejala akibat dari variabel bebas. Sebab penelitian ini ingin meneliti tentang ada tidaknya hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar. Variabel merupakan konsep mengenai atribut atau sifat yang terdapat pada subjek penelitian yang dapat bervariasi secara kualitatif ataupun kuantitatif (1999:59) Dengan berdasar pada definisi. maka dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah interaksi sosial dalam teman sebaya b. sehingga jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasional. Hubungan Antar variabel Hubungan antarvariabel X dan variabel Y dapat dilihat dalam bentuk gambar sebagai berikut: .definisi di atas.untuk diamati (2005:2). Titik perhatian dalam penelitian ini adalah hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar. 1. Dalam penelitian ini yang merupakan variabel terikat adalah motivasi belajar. dapat disimpulkan bahwa variabel merupakan objek yang bervariasi dan dapat dijadikan sebagai titik perhatian. a. Variabel bebas (X) Variabel bebas adalah gejala yang sengaja dipelajari pengaruhnya terhadap variabel terikat. Jenis Variabel Berdasarkan pada pengertian variabel di atas dan judul dari penelitian ini. Sedangkan menurut Syaifudin Azwar.

atau kelompok dengan kelompok dalam masyarakat. Adapun bentuk. yaitu hubungan timbal balik antara individu dengan individu.99:74). Pertentangan (Conflict) 4. individu dengan kelompok. Kerja sama (Cooperation) 2. yaitu: 1. Kelangsungan interaksi sosial ini.bentuk interaksi sosial yang akan dijadikan dalam pengembangan instrument dalam penelitian ini.2 Hubungan antar variabel Pada penelitian ini ada dua variabel yaitu variabel idependen (X) atau variabel yang mempengaruhi yaitu interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dan variabel dependen (Y) atau variabel yang dipengruhi yaitu motivasi belajar. Variabel dalam penelitian ini mempunyai definisi operasional sebagai berikut: Upaya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya dilaksanakan melalui proses sosial yang disebut interaksi sosial. 3. Definisi operasional adalah suatu definisi mengenai variabel yang dirumuskan berdasarkan karakteristik. maka perlu dirumuskan definisi operasional. Definisi Operasional Untuk mengoperasionalkan variabel penelitian.karkteristik variabel tersebut yang dapat diamati (Azwar. Persaingan (Competition) 3.Interaksi sosial dalam teman sebaya Variabel X Motivasi belajar Variabel Y Gambar. meskipun dalam bentuknya yang sederhana namun merupakan proses yang kompleks. Persesuaian (Accomodation) .

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan suatu cara yng ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh data yang akan diteliti. 8.5. Lebih senang bekerja mandiri. Asimilasi atau perpaduan (Asimilation) Motivasi belajar dalam penelitian ini adalah kekuatan untuk mendorong. 6.masalah. Adapun ciri. Pengumpulan data dimaksudkan untuk memperoleh data yang diperlukan. Data merupakan faktor yang penting. Skala psikologis merupakan alat pengumpul data yang digunakan untuk mengukur aspek. 7. . Senang berkompetisi secara sehat. menentukan dan menyeleksi perbuatan yang nyata dari individu untuk belajar. D. Menunjukkan minat terhadap bermacam. dalam penelitian ini digunakan metode non tes yaitu menggunakan skala psikologis. 5.aspek psikologis yang terdapat dalam individu. karena dengan adanya data dapat ditarik kesimpulan untuk memperoleh dan penyimpulan data untuk mengetahui hasil dari penelitian yang telah dilakukan serta dapat ditarik kesimpulan dengan mudah. Bertanggung jawab atas pilihan atau perbuatannya. Senang bekerja untuk mencapai keberhasilan 2. 3.macam. Ulet menghadapi kesulitan belajar. Tidak mudah melepas hal yang diyakini.ciri motivasi belajar yang akan dijadikan dalam pengembangan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. 4. Cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistis.

item maka skala psikologi selalu berisi banyak item. semua jawaban dapat diterima. Data yang diungkap berupa konstruk atau konsep psikologi yang menggambarkan aspek motivasi dan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya 2. .indikator perilaku. 2. karena: 1. namun peneliti berusaha menekan semaksimal mungkin kelemahan skala tersebut dengan cara membuat variasi jawaban dalam soal item skala. 3. Stimulus berupa pertanyaan tertuju pada indikator perilaku guna memancing jawaban yang merupakan refleksi keadaan diri subyek yang biasanya tidak disadai oleh responden yang bersangkutan 3. sepanjang diberikan secara jujur dan sungguh. Jawaban responden mungkin hanya sekedar pengakuan saja dan tidak benar. Respon subyek tidak diklasifikasikan sebagai jawaban benar atau salah. melainkan mengungkap indikator. sedangkan indikator perilaku diterjemahkan dalam bentuk item. Stimulus berupa pertanyaan atau pernyataan yang tidak langsung mengungkap atribut yang hendak diukur.benar terjadi dalam kehidupan nyata. Dikarenakan atribut psikologi diungkap secara tidak langsung melalui indikator.Karakteristik skala psikologi menurut Saifuddin Azwar (1999: 4) yaitu: 1. hanya saja jawaban yang berbeda akan diinterpretasikan berbeda pula. Adapun alasan peneliti menggunakan skala psikologi sebagai alat ukur. Responden memilih alternatif jawaban yang disediakan sesuai dengan pendapat dan apa yang terjadi pada responden.sungguh. Respon terhadap skala psikologi diberi melewati skala penskalaan Peneliti menyadari bahwa banyak kelemahan dari skala psikologi karena kurang menjamin kebenaran dari jawaban responden.indikator perilaku yang bersangkutan.

4. yaitu satu sampai dengan empat. Pilihan alternatif jawaban dan skoring setiap item pernyataan dalam skala interaksi sosial dan skala motivasi belajar dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 3. setiap respon positif terhadap item Favoriabel akan diberi bobot yang lebih tinggi daripada respon negatif yaitu dari empat sampai dengan satu. 2. 3.Penelitian ini menggunakan skala interaksi sosial dan motivasi belajar dengan empat alternatif jawaban. Setiap jenis respon mendapat nilai sesuai dengan arah pernyataan yang bersangkutan. Jawaban Sangat sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) Skor + 4 3 2 1 1 2 3 4 . Sebaliknya untuk item unavoriabel respon positif akan diberi skor yang bobotnya lebih rendah dari respon negatif. Alasan peneliti menggunakan empat alternatif jawaban yaitu. Skoring pada skala Interaksi Sosial No 1. karena respon yang kita inginkan adalah respon yang diyakini oleh subjek Dalam pemberian skor. untuk menghindari jawaban yang memberikan makna ambigu dan untuk menghindari responden yang pasif serta cenderung memilih posisi aman tanpa memberi jawaban yang pasti.

1.2.19 17. b.16. Kisi. Senang bekerja keras untuk mencapi keberhasilan 1. 4 Skoring pada skala Motivasi Belajar No 1. 2.7.kisi instrumen tersebut terdiri dari variabel X yaitu interaksi sosial dan variabel Y yaitu motivasi belajar. Motivasi Belajar 1. 4.Tabel. Ulet a. Optimis dalam belajar 2.12 yang No .8.9. Tekun dalam belajar.3 6.4.10 1. Tidak mudah 14. Kisi-kisi instrumen dengan empat macam alternatif jawaban dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Variabel Sub Variabel Indikator (+) 1.20 a. 3.kisi instrumen yang memuat tentang indikator dari variabel penelitian yang dapat memberikan gambaran mengenai isi dan dimensi kawasan ukur yang akan dijadikan acuan dalam penulisan item. Jawaban Sangat sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) Skor + 4 3 2 1 1 2 3 4 Untuk menyusun dan mengembangkan instrumen maka peneliti terlebih dahulu membuat kisi.11 No Aitem (-) 5.

57 50.40. Bertanggung jawab a.45 41.menghadapi kesulitan belajar.59 53.61 i yang sehat.27 29.4 36.60.55.39 42. Ikut berpartisipasi dalam pemecahan masalah belajar a.35 38. Tidak bergantung pada orang lain b. Percaya pada kemampuan diri sendiri 1. Lebih senang bekerja mandiri. b.56 51. Tidak terjebak pada rutinitas b.48 44.43 47. Senang berkompetis a. Tertantang dalam menghadapi kesulitan belajar 13. menghadapi masalah belajar b.49 52.21 1.3. Tidak khawatir minat terhadap bermacammacam masalah belajar 1.26.37 32.5. 1.22 18. Cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistis.4.46.31 23. putus asa dalam belajar b.3.30 25.58.6. Menunjukan a.28 33. Memiliki semangat belajar .54.15. Dinamis 24.

20. Saling berusaha untuk mencapai keuntungan.1.14 10. Pertentangan a.26 24.7 15.80 2.79 74.23 38.77 71. Persaingan a. Menarik perhatuan kelompok c.63. Tidak mudah melepas hal yang diyakini a.12.6.30 21. Saling memberi atau menerima pengaruh c.13.42. Mandiri jawab atas pilihan atau perbuatanya 2.16 8.69 66. Kerjasama a.39 37.31.68 65.36.5.9. Mempunyai tujuan yang sama b.17 1. 44. b.41.33 25. Teguh pendirian 62.75 72.47 . Seleksi individu 2.11 27. Interaksi sosial dalam kelompo k teman sebaya 2. Disiplin 76.70 1.73. Perubahanb.1.45.78.18 3.2.22.43 34.32 28.7.67 b. Kesediaan untuk membantu 2.8.4.29 35. Bertanggung a. Konsekuen 64. 40. Perbedaan kepentingan b.3.

Mencapai kestabilan c. b.langkah yang dilakukan peneliti dalam membuat instrumen pada penelitian ini dengan cara: a.49 52. 78 62. Mengurangi pertentangan b.74 56.65.langkah Penyusunan Instrumen Langkah. Menekan oposisi 2.59 63.4.5.55.sub variabel dijabarkan lagi menjadi deskriptor yang mengacu pada indikator. Karakteristik jawaban yang dikehendaki Jawaban masing.54 48.64 .57 53.61 70. Langkah.72 71.77. c. b.76 69. Memperhatika n kepentingan bersama.masing soal dibuat skalanya menurut rangkaian .51.75. Kesatuan tindakan.73. Persesuaian a.perubahan sosial 2. Menyusun Lay Out instrumen Pengembangan instrumen penelitian dilakukan dengan cara menentukan terlebih dulu variabel penelitiannya untuk kemudian dijabarkan dalam subsub variabel.58 60.79 E. Perpaduan a. selanjutnya dari sub. Toleransi dalam kelompok 46 50.66.67 68. yang selanjutnya dibuat item.

Kata pengantar Kata pengantar berisi uraian penjelasan peneliti uang diinginkan. 4. . Identitas Pada bagian ini berisi tentang identitas diri responden yaitu terdiri dari nama siswa. dan e) ucapan terima kasih atas bantuan responden.kesatuan (kontinum) yang terdiri dari empat poin dengan memberikan skor tertentu. Petunjuk pengisian Bagian ini berisi tentang cara mengerjakan skala. dan alamat. 2. Isi kata pengantar secara garis besar adalah: a) latar belakang penyebaran skala b) tujuan penelitian c) kerahasiaan data yang akan diberikan responden d) motivasi kepada responden agar menjawab dengan sebenarnya atau sejujurnya. pada responden. Menyusun format Format skala motivasi dan interaksi sosial disusun secara jelas untuk memudahkan responden mengisi dan tidak menimbulkan kesan menguji responden. 3. sedangkan pada bagian kanan adalah kolom jawaban.butir instrumen Pada bagian kolom kiri adalah kolom pernyataan. Adapun format penelitian di sini terdiri dari: 1. Butir. kelas. c.

Pengukuran item dilakukan dengan menggunakan seleksi berbagai bentuk pengukuran yaitu dengan menganalisa korelasi antara item yang satu dengan item yang lain. Pengujian validitas internal dilakukan dengan menggunakan kriteria dari dalam atau item dalam alat ukur itu sendiri. Tujuannya agar skala psikologi tersebut dapat diketahui apakah skala yang digunakan sudah valid dan reliabel atau belum. terlebih dahulu perlu ditryoutkan (diujicobakan). 1998:160). Dalam penelitian ini. 1998:161) : a.F.tingkat kevalidan suatu instrumen (Arikunto. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Untuk itu sebelum alat tersebut dipakai. 1. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat. Sebaliknya instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Ada dua macam validitas sesuai dengan cara pengujiannya yaitu (Arikunto. Validitas dan Reabilitas Untuk mendapatkan alat pengumpul data yang baik khususnya skala psikologi perlu dilakukan perhitungan validitas terhadap skala psikologi yang akan digunakan sebagai metode penelitan. untuk mengetahui kesahihan butir alat ukur . Validitas eksternal b. Validitas internal Dalam penelitian ini menggunakan pengujian validitas internal.

1998:45) Dengan rumus sebagai berikut: rxy = N ∑ XY − (∑ X ) − (∑ Y ) 2 {N ∑ X − ( ∑ X ) 2 N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: rXY N ∑X ∑Y = Koefisien korelasi antar skor = Jumlah subyek = Jumlah skor item = Jumlah skor total ∑ XY = Jumlah perkalian skor item dengan skor total ∑ X2 = Jumlah kuadrat skor item ∑ Y2 = Jumlah kuadrat skor total 2. Reliabilitas Dalam penelitian ini menggunakan pengukuran reliabilitas dengan menggunakan rumus alpha. Menurut Arikunto (1998. Rumus Alpha tersebut adalah sebagai berikut: 2 ⎡ k ⎤ ⎡ ∑ σb ⎤ r11 = ⎢ 1− ⎢ ⎥ at 2 ⎥ ⎣ k − 1⎥ ⎢ ⎦⎣ ⎦ . Alasan menggunakan rumus ini karena instrumen yang digunakan adalah menggunakan skor skala bertingkat (Rating Scale). untuk instrumen dengan skala bertingkat di uji dengan menggunakan rumus Alpha yaitu skor bukan 1 dan 0.dipergunakan kriteria dengan rumus yang digunakan dalam mengukur validitas yaitu korelasi product moment (Arikunto. 190).

Data atau skor dari jawaban responden diperoleh dari alternatif jawaban yang disediakan kemudian dimasukkan ke dalam tabel. Dari hasil perhitungan reliabilitas kemudian hasil tersebut dikonsultasikan dengan nilai rtabel apabila rhitung ≥maka butir soal dikatakan reliabel G.Keterangan. Metode Analisis Data Analisis data digunakan untuk menguji hipotesis dalam rangka penarikan kesimpulan untuk mencapai tujuan penelitian. dijumlahkan dan dinyatakan dalam persentase. maka digunakan analisis deskripsi persentase. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar. diskor. r11 k = Reabilitas instrumen = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal = jumlah varian butir = Varian total. Untuk mengetahui dan menganalisis data tentang deskripsi interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar siswa yang diteliti. Rumus yang digunakan untuk memperoleh persentase adalah: %= n X 100 % N Keterangan: % : Persentase nilai yang diperoleh .

ha diterima rh ≥ 5% maka ha diterima rh ≤ 5% maka ha ditolak . dengan alasan karena rumus ini memiliki keuntungan yaitu langkah yang ditempuh lebih pendek.n N : Jumlah skor yang diberi : Jumlah skor maksimum Sedangkan untuk mencari hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar menggunakan rumus korelasi product moment. Rumusnya adalah sebagai berikut: rxy = {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X ) 2 N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 }{ } Keterangan : rXY N ∑X ∑Y = Koefisien korelasi antar skor = Jumlah subyek = Jumlah skor item = Jumlah skor total ∑ XY = Jumlah perkalian skor item dengan skor total ∑ X2 = Jumlah kuadrat skor item ∑ Y2 = Jumlah kuadrat skor total Hasil rXY ini kemudian dikonsultasikan dengan rtabel untuk mengetahui taraf signifikan sebagai berikut: rh ≥ 1% maka sangat signifikan. bilangan yang diperoleh bukan desimal. sehingga dapat memperkecil resiko kesalahan.

10. Dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan SPSS.1 .Agar kesimpulan yang diambil tidak menyinggung maka data yang diperoleh dalam penelitian harus berdistribusi normal sehingga uji hipotesisnya menggunakan stastistik parametik.

maka item tersebut dikatakan valid. selanjutnya dapat dilihat pada (lampiran). setelah diujicobakan pada 43 responden dan dianalisis menggunakan uji validitas product moment dari 80 soal tersebut. 22. ternyata tidak semua soal valid.297. 14.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. 1. 62 dan 73. 40.297 dan untuk item No 1 rhitung > rtabel 0. Uji Validitas dan Reliabilitas Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala penelitian motivasi belajar dan skala interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya. terlebih dahulu dilakukan ujicoba di lapangan untuk mengetahui apakah instrumen tersebut layak digunakan yaitu valid dan reliabel. Hasil Penelitian Hasil penelitian pada dasarnya memuat berbagai hal meliputi pengungkapan data dari instrumen penelitian dan metode analisis data yang diperoleh untuk menjawab permasalahan yang diajukan. Perhitungan untuk item-item yang lain.390 > 0. Ada 6 soal yang dinyatakan tidak valid yaitu item soal nomor 9. Skala motivasi belajar terdiri dari 80 butir pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Sebelum instrumen motivasi belajar dan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya digunakan untuk pengambilan data. 52 . Pada taraf kesalahan 5% dengan n = 43 diperoleh nilai kritik product moment sebesar 0.

maka angket tersebut reliabel.444 dan untuk item no 1 rhitung > rtabel 0. selanjutnya dapat dilihat pada (lampiran). 43 dan 73. sehingga skala tersebut dari segi reliabel dapat digunakan.418 > 0. 4.53 Sedangkan skala interaksi sosial terdiri dari 79 butir pertanyaan yang harus dijawab oleh responden. Perhitungan untuk item-item yang lain. sehingga skala tersebut dari segi reliabel dapat digunakan. Sedangkan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus alpha. Koefisien reliabilitas tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Hasil Uji Normalitas Data . 33. 27. setelah diujicobakan pada 43 responden dan dianalisis menggunakan uji validitas product moment dari 79 soal tersebut.297.917 dan pada taraf kesalahan 5% dengan n = 43 diperoleh nilai kritik sebesar 0. Koefisien reliabilitas tersebut termasuk dalam kategori tinggi. maka item tersebut dikatakan valid. pada instrument motivasi belajar diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0. maka angket tersebut reliabel. pada instrumen interaksi sosial diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0. ternyata soal yang valid sebanyak 73 soal dan yang tidak valid sebanyak 6 item soal yaitu soal nomor 2.297 Karena koefisien relibilitas lebih besar dari nilai kritik. Pada taraf kesalahan 5% dengan n = 43 diperoleh nilai kritik product moment sebesar 0. 2. Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan rumus alpha.920 dan pada taraf kesalahan 5% dengan n = 43 diperoleh nilai kritik sebesar 0.297 Karena koefisien relibilitas lebih besar dari nilai kritik.

119 -. Uji prasyarat analisis yang digunakan adalah uji normalitas.155 . Karena nilai signifikansi semuanya lebih dari 0. Calculated from data.b Mean Std.176 .155 dengan signifikansi 0.54 Berdasarkan hasil penelitian hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar dianalisis dengan korelasi produk moment.139 sedangkan untuk variabel interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya diperoleh nilai Z sebesar 1.065. (2-tailed) a.307 dengan signifikansi 0. Hasil Analisis Deskriptif Persentase . Berdasarkan hasil analisis dengan program SPSS versi 12 dengan uji Kolmogorov smirnov diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Motivasi Belajar 43 231.139 Interaksi Sosial 43 226.307 . 3.5581 22.7907 24. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang terkumpul memenuhi syarat untuk dianalisis atau tidak.01007 . Test distribution is Normal. Deviation Absolute Positive Negative a.92805 .199 . maka data hasil penelitian terlebih dahulu diadakan uji prasyarat data sebelum data dianalisis. b.1. Sig.065 N Normal Parameters Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp.05 maka data variabel interaksi sosial dan motivasi belajar berdistribusi normal.199 1.149 -. Berdasarkan hasil uji normalitas data untuk variabel motivasi belajar diperoleh nilai z sebesar 0.176 1.

Dari keseluruhan angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut interaksi sosial siswa dalam kelompok teman sebaya dapat dikatakan sudah dapat berjalan dengan baik. pertentangan. Deskriptif persentase digunakan untuk mencari bagaimana interaksi sosial siswa dan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Pegandon Kabupaten Kendal tahun ajaran 2006/2007.33 100 Mencermati tabel di atas bahwa interaksi sosial siswa termasuk dalam kriteria tinggi. Deskriptif Persentase Interaksi Sosial Variabel interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya terdiri dari sub variabel kerjasama. pertentangan. a.60 74.55 Dalam penelitian ini analisis ditempuh dengan metode deskriptif persentase dan metode korelasi product moment. Sebanyak 32 responden atau 74. 1) Sub Variabel Kerjasama karena .42% termasuk dalam kriteria tinggi dan termasuk dalam kriteria dan ada satu siswa yang termasuk dalam kritera rendah dalam hal persaingan. sebagian besar siswa dapat berinteraksi sosial didalam kelompoknya. Distribusi Frekuensi Variabel Interaksi Sosial No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 8 32 2 1 43 f% 18.42 4. persaingan. persesuaian dan perpaduan tercakup dalam 73 item pernyataan yakni angket nomor 1 sampai dengan nomor 73. persesuaian dan perpaduan.65 2.

56 Sub variabel tentang kerjasama terdiri dari tiga sub indikator mempunyai tujuan yang sama. mempunyai tujuan yang sama dan saling memberi dan menerima yang termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 24 responden atau 55.33 100 Mencermati tabel di atas bahwa kerja sama dalam hal saling membantu. Dari ke tujuh belas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 6.81 4. menarik perhatian kelompok dan seleksi individu yang tercakup dalam 12 item pernyataan yakni angket nomor . saling memberi atau menerima pengaruh dan kesediaan untuk membantu tercakup dalam 17 item pernyataan yakni angket nomor 1 sampai dengan nomor 17. saling memberi atau menerima pengaruh dan kesediaan untuk membantu. Karena rata-rata siswa telah dapat berkerjasama untuk saling membantu dalam mengatasi suatu permasalahan secara bersama-sama. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Kerjasama No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah F 16 24 2 1 43 f% 37. 2) Sub Variabel Persaingan Sub variabel tentang persaingan terdiri dari tiga sub indikator saling berusaha untuk mencapai keuntungan.21 55.65 2.81% dan ada satu siswa yang termasuk dalam kriteria rendah dalam hal mempunyai tujuan yang sama. Dari tabel tersebut memberikan arti bahwa kerja sama antar siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dalam kelompok dilakukan dengan adanya kerjasama yang baik.

58 62. Dari ke tiga belas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 8. 3) Sub Variabel Pertentangan Sub variabel tentang pertentangan terdiri dari dua sub indikator perbedaan kepentingan dan perubahan-perubahan sosial yang tercakup dalam 13 item pernyataan yakni angket nomor 30 sampai dengan nomor 42.79% dan termasuk dalam kritera rendah dalam hal saling berusaha untuk mencapai keuntungan.65 6. Dari hasil penelitian tersebut siswa termasuk dalam kategori tinggi dalam hal saling berusaha saling membantu untuk mencapai keuntungan dan seleksi individu dalam kelompok. menarik perhatian kelompok dan seleksi individu sebanyak 3 responden atau 6.98%.98 .14 6. menarik perhatian kelompok dan seleksi individu yang termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 27 responden atau 62. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Persaingan No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 11 27 2 3 11 f% 25.57 18 sampai dengan nomor 29.98 100 Mencermati tabel di atas bahwa kerja sama dalam hal saling berusaha untuk mencapai keuntungan. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Pertentangan No 1 2 3 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang f 14 25 3 f% 32. Dari ke tiga belas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 7.79 4.56 58.

4) Sub Variabel Persesuaian Sub variabel persesuaian terdiri dari tiga indikator mengurangi pertentangan.14% dan ada satu siswa yang termasuk dalam kriteria rendah dalam hal perbedaan kepentingan dan perubahan-perubahan sosial. Siswa yang termasuk dalam kriteria tinggi dalam aspek pertentangan dalam hal perbedaan kepentingan dan perubahanperubahan sosial berarti siswa dapat mengatasi pertentangan dalam kelompok dan mulai dapat mengantisipasi adanya perubahan sosial yang terjadi didalam masyarakat.33 100 Mencermati tabel di atas bahwa aspek pertentangan dalam hal perbedaan kepentingan dan perubahan-perubahan sosial yang termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 25 responden atau 58.33 100 . Dari ke empat belas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 9. mencapai kestabilan dan menekan oposisi yang tercakup dalam 14 item pernyataan yakni angket nomor 43 sampai dengan nomor 56.47 4. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Persesuaian No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 14 26 2 1 43 f% 32.65 2.58 4 Rendah 1 43 2.56 60.

59 Mencermati tabel di atas bahwa persesuaian yang terdiri dari indikator mengurangi pertentangan. Dari hasil penelitian tersebut responden telah mulai bisa mencapai kestabilan dalam mengendalikan emosinya dan pertentangan-pertentangan yang ada dalam kelompok sudah dapat diatasi bersama-sama. termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 26 responden atau 60.33 6.65% dan ada satu siswa yang termasuk dalam kritera rendah dalam hal mengurangi pertentangan. mencapai kestabilan dan menekan oposisi. memperhatikan kepentingan bersama dan toleransi dalam kelompok yang tercakup dalam 17 item pernyataan yakni angket nomor 57 sampai dengan nomor 73.98 100 Mencermati tabel di atas bahwa perpaduan yang terdiri dari indikator kesatuan tindakan. termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 24 . 5) Sub Variabel Perpaduan Sub variabel tentang perpaduan terdiri dari tiga indikator yaitu kesatuan tindakan.81 2.56%.88 55. Dari ke ke tujuh belas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 10. mencapai kestabilan dan menekan oposisi yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 14 resoponden atau 32. memperhatikan kepentingan bersama dan toleransi dalam kelompok yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 15 resoponden atau 34. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Perpaduan No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 15 24 1 3 43 f% 34.47% dan termasuk dalam kriteria sedang sebanyak 2 siswa atau 4.88%.

Distribusi Frekuensi Variabel Motivasi Belajar No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 22 20 1 0 f% 51.33% dan 3 siswa atau 6.60 responden atau 55.00 43 100 Mencermati tabel di atas bahwa interaksi sosial siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 22 resoponden atau 51. memperhatikan kepentingan bersama dan toleransi dalam kelompok.16 46. termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 20 responden atau 46. mempunyai tujuan yang sama dan saling emmberi dan menerima.51% dan termasuk dalam kriteria sedang sebanyak 1 siswa atau 2. b. Deskriptif Persentase Motivasi Belajar Variabel motivasi belajar yang tercakup dalam 74 item pernyataan yakni angket nomor 1 sampai dengan nomor 74.33 0. Berdasarkan hasil penelitian tersebut tingkat toleransi dan kesatuan tindakan dalam kelompok dapat berjalan dengan baik. Dari ke seluruhan angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 11. 1) Sub Variabel senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan Sub variabel senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan terdiri dari dua indikator tekun dalam belajar dan optimis dalam belajar yang .81% dan termasuk dalam kriteria sedang sebanyak 1 siswa atau 2.16%.51 2. Kekompakan kelompok dalam melakukan suatu tindakan dapat atasi secara bersama-sama.33% dan tidak ada yang termasuk dalam kritera rendah dalam hal saling membantu.98% yang termasuk dalam kritera rendah dalam hal kesatuan tindakan.

2) Sub Variabel Ulet menghadapi kesulitan belajar Sub variabel ulet menghadapi kesulitan belajar terdiri dari dua indikator yaitu tidak mudah putus asa dalam belajar dan tertantang dalam menghadapi kesulitan belajar yang tercakup dalam 8 angket pernyataan.53% dan yang termasuk dalam kriteria sedang dan rendah terdapat satu responden atau 2. Berdasarkan hasil penelian tersebut responden tekun dalam belajar dan memiliki sifat optimis yang tinggi dalam belajar. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Senang Bekerja Keras untuk Mencapai Keberhasilan No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 24 17 1 1 43 f% 55.81%. yang termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 17 responden atau 39.33 2.33 100 Mencermati tabel di atas bahwa tekun dalam belajar dan optimis dalam belajar yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 24 responden atau 55.81 39. Dari ke sebelas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 12.33% dalam hal senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Sedangkan siswa tekun dan sikap optimisnya yang rendah maka akan dapat mempengaruhi hasil belajar yang dicapainya.61 tercakup dalam 11 item pernyataan yakni angket nomor 1 sampai dengan nomor 11. Dari ke delapan .53 2. Dengan sikap optimis dan tekun dalam belajar akan menghasilkan prestasi yang tinggi dalam pembelajaran.

86 9. dan sedang sebanyak 4 siswa atau 9.30 2.33 100 Mencermati tabel di atas bahwa responden yang memiliki sifat ulet dalam mengahadapi kesulitan belajar dengan cata tidak mudah putus asa dalam belajar dan tertantang dalam mengadapi kesulitan belajar yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 20 responden atau 46. termasuk dalam kritera tinggi sebanyak 18 responden atau 41. Sikap ulet dalam menghadapi suatu kesulitan belajar sangat diperlukan. Responden secara mayoritas sudah memiliki sikap ulet dalam menghadapi kesulitan belajar yang tinggi 3) Sub Variabel meunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah belajar. . Distribusi Frekuensi Sub Variabel Ulet Menghadapi Kesulitan Belajar No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 20 18 4 1 43 % 46.51%.62 angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 13.30%.86%.51 41. Karena dengan dimiliki sikap tersebut responden akan dapat mengatasi permasalahan-permasalahan dalam belajar dan berkarya. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria rendah sebanyak satu siswa. Sub variabel tentang menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah dalam belajar dengan tidak khawatir dalam menghadapi masalah belajar dan ikut berpartisipasi dalam pemecahan masalah belajar tercakup dalam 9 item pernyataan yakni angket nomor 20 sampai dengan nomor 28.

Karena salah satu faktor keberhasilan dalam belajar sendiri responden.56% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.14% termasuk dalam kriteria tinggi dan sebanyak 3 siswa termasuk dalam kriteria sedang atau 6.56 58.98 2.63 Dari ke sembilan angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 14.33 100 Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran bahwa sebanyak 14 responden atau 32.14 6. Minat yang tinggi tersebut merupakan salah modal dalam mencapai prestasi belajar yang tinggi.98% dan satu siswa yang termasuk criteria rendah dalam hal memiliki minat terhadap bermacam-macam masalah belajar. sebanyak 25 responden atau 58. 4) Sub Variabel lebih senang bekerja mandiri Sub variabel lebih senang bekerja mandiri yang terdiri dari indikator adalah adanya minat yang berasal dari diri tidak tergantung pada orang lain dan percaya pada kemampuan diri sendiri tercakup dalam 9 item pernyataan yakni angket nomor 29 sampai dengan . Hasil penelitian tersebut meunjukkan bahwa responden yang menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah belajar termasuk dalam kategori yang tinggi. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Menunjukkan Minat terhadap Bermacam-macam Masalah Belajar No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 14 25 3 1 43 f% 32.

Kemandirian yang tinggi merupakan salah satu hal yang sangat diperlukan dalam pembelajaran. Dan ada 3 siswa atau 6.65% termasuk dalam kriteria sedang.53 4. Dari kesembilan angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : .98% yang termasuk dalam kriteria rendah dalam hal senang bekerja mandiri. Distribusi Frekuensi Bekerja Mandiri No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sub Variabel Lebih Senang f 21 17 2 3 43 f% 48.84%. Minat yang tinggi dalam hal lebih senang berkerja mandiri merupakan sifat yang harus dipertahankan dibandingkan dengan sifat yang memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap orang lain.65 6. sebanyak 17 resoponden atau 39. Dari kesembilan angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 15.98 100 Dari tabel diatas dapat diperoleh gambaran bahwa siswa yang memiliki minat yang sangat tinggi dalam hal lebih senang bekerja mandiri sebanyak 21 responden atau 48. 5) Sub Variabel cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistik. Sub variabel cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistis tidak terjebak pada rutinitas dan dinamis tercakup dalam 9 item pernyataan yakni angket nomor 37 sampai dengan nomor 45.84 39.64 nomor 36.53% termasuk dalam kriteria tinggi dan sebanyak 2 responden atau 4.

98 2.98% termasuk kriteria rendah dalam hal bertindak atau dalam menetapkan pilihan yang realistis.98 100 Mencermati tabel di atas bahwa yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 13 responden atau 30. Distribusi Frekuensi Berkompetisi yang sehat No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sub Variabel Senang f 17 22 3 1 43 f% 39. Dari keduabelas angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 17.47 2.33% dan 3 siswa atau 6.16 6. Distribusi Frekuensi Sub Variabel cenderung bertindak atau menetapkan pilihan yang realistis No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 13 26 1 3 43 f% 30. Sikap realistis responden menetapkan pilihan yang termasuk dalam kriteria tinggi merupakan hal yang diperlukan.53 51.33 6. 6) Sub Variabel senang berkompetisi yang sehat Sub variabel senang berkompetisi yang sehat terdiri dari dua indikator yaitu bertanggung jawab dan memiliki semangat belajar yang tercakup dalam 12 item pernyataan yakni angket nomor 46 sampai dengan nomor 57. kritera tinggi sebanyak 26 responden atau 60.23%.33 100 .65 Tabel 16.23 60.47% dan kriteria sedang sebanyak 1 siswa atau 2.

30% No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah . Dari ketujuh angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 18.66 Mencermati tabel di atas bahwa responden yang termasuk dalam kriteria sangat tinggi sebanyak 17 responden atau 39. sebanyak 18 responden atau 41.51 18 41.86 4 9. 7) Sub Variabel tidak mudah melepas hal yang diyakini Sub variabel tentang tidak mudah dalam melepas hal yang diyakini terdiri dari dua indikator yaitu teguh pendirian dan konsekuen yang tercakup dalam 7 item pernyataan yakni angket nomor 58 sampai dengan nomor 64.51% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Siswa yang senang berkompetesi yang sehat akan senang dalam belajar dibandingkan siswa yang tidak suka.33 43 100 Mencermati tabel di atas bahwa sebanyak 20 responden atau 46.30 1 2. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Tidak Mudah Melepas hal yang diyakini f f% 20 46. Kompetesi yang sehat dan tidak saling menjatuhkan lawan yang tinggi merupakan salah hal yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. termasuk dalam kriteria tinggi sebanyak 22 siswa atau 51.98% dan satu siswa termasuk kriteria rendah dalam hal senang berkompetensi yang sehat.86% termasuk dalam kriteria tinggi dan sebanyak 4 responden atau 9.53%.16%. termasuk dalam kriteria sedang sebanyak 3 siswa atau 6.

berarti siswa tidak mudah untuk melepaskan tanggung jawab dan keyakinan pendapat yang dimilikinya. sebanyak dua siswa atau 4. Responden tidak mudah untuk melepaskan tanggungjawabnya atas pilihannya sendiri.65% termasuk dalam kriteria yang sedang. Sedangkan yang termasuk dalam kriteria rendah terdapat satu responden hal bertanggung jawab atas pilihan.26% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.77% termasuk dalam kriteria tinggi.65 2. Dari kesepuluh angket pernyataan tersebut dapat kita lihat jawaban responden sebagai berikut : Tabel 19. Dan ada satu siswa yang termasuk dalam kriteria yang rendah dalam hal tidak mudah dalam melepas suatu yang diyakini. .77 4.26 69.33 100 Mencermati tabel di atas bahwa sebanyak 10 responden atau 23. Mempertahankan suatu prinsip yang diyakini oleh siswa termasuk dalam kriteri tinggi. sebanyak 30 responden atau 69. Distribusi Frekuensi Sub Variabel Bertanggung Jawab atas Pilihan/Perbuatannya No 1 2 3 4 Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah f 10 30 2 1 43 f% 23. Pilihan yang telah ditetapkan oleh responden sudah dapat pertanggungjawabkan sesuai dengan keyakinannya. 8) Sub Variabel bertanggung jawab atas pilihan atau perbuatannya Sub variabel bertanggung jawab atas pilihan yang terdiri dari dua indikator yaitu mandiri dan disiplin yang tercakup dalam 10 item pernyataan yakni angket nomor 65 sampai dengan nomor 74.67 termasuk dalam kriteria yang sedang.

Dengan melakukan interaksi sosial yang baik seorang siswa akan terdorong memiliki jiwa kerja sama yang baik jika dibandingkan dengan siswa yang tidak dapat .68 4.301. Hipotesis tersebut diuji dengan analisis korelasi yang menghasilkan rhitung sebesar = 0. Hubungan tersebut merupakan hubungan yang positif. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi tersebut karena probabilitas lebih kecil dari 0. Jika dibandingkan dengan r tabel pada n = 43 diperoleh r table = 0. Pembahasan Interaksi sosial merupakan salah satu hubungan antara dua atau lebih individu. mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaiknya. mempunyai tujuan yang sama dan saling member dan menerima. dimana kelakuan individu mempengaruhi.05 atau rhitung > r tabel maka dapat diambil kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pegandon Kabupetan Kendal.689 dengan probabilitas sebesar 0. artinya siswa yang memiliki interaksi sosial yang tinggi akan memiliki motivasi belajar yang tinggi pula dan sebaliknya.000. B. Berdasarkan hasil penelitian bahwa siswa telah memiliki sifat kerjasama yang sangat tinggi dalam saling membantu.”. Hasil Analisis Korelasi Berdasarkan hasil analisis korelasi untuk menjawab hipotesis yang diajukan “ada hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas VII SMP negeri 1 Pegandon Kabupaten Kendal.

interaksi sosial dalam teman sebaya dapat menjadikan persaingan yang positif. Sifat individu dan menang sendiri dalam keompok interaksi sosial akan berkurang dan berubah menjadi sifat saling membantu satu sama lain. maka jika dalam satu kelompok terdapat siswa yang memiliki kemampuan kurang akan meminta kepada temantemannya yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam pelajaran sehingga manfaat yang diperoleh dengan memiliki interaksi sosial akan dapat diambil segi positifnya. Sifat menang sendiri dan merasa paling hebat dapat diatas bersama-sama dalam kelompok sosial tersebut. Pertentangan-pertantangan dalam suatu kelompok sosial pastlah tidak dapat dihindarkan karena masingmasing memiliki ego sendiri-sendiri. Jiwa kerja sama yang baik tersebut dapat disalurkan dalam bekerja sama dalam hal mengatasi kesulitan belajar. namun demikian sifat-sifat ego yang inginnya menang sendiri dalam suatu kelompok sosial akan dapat diredakan dan akan mencapai kestabilan emosionalnya. Hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Park dan Burges dalam Santoso bahwa bentuk interaksi sosial .69 melakukan interaksi sosial dengan teman sebaya. Antara anggota kelompok tentunya akan memiliki sifat-sifat dan kemampuan yang berbeda. Sehingga akan menjadikan perpaduan dan kesatuan dalam bertindak dalam kelompok sosial tersebut. Namun demikian dalam suatu interaksi sosial yang baik maka sifat-sifat perbedaan dalam hal pendirian dan kepentingan akan dapat diatas secara bersama-sama. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa lebih dari 75% siswa dalam meredakan pertentangan dan mencapai kestabilan dalam interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya. Dengan melaksanakan interaksi sosial. Selain dapat memupuk jiwa kerja sama.

Siswa akan membentuk kelompok-kelompok kecil diantara mereka tanpa membedakan status sosial diantaranya. Karena manusia tidak akan lepas dengan manusia yang lain.70 dapat berupa adanya kerja sama dalam tim. Berdasarkan hasil penelitian bahwa siswa memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar dengan ditunjukkan . perjuangan dalam kelompok maupun luas kelompok untuk mencapai tujuan bersama. sebagai orang yang paling dekat. Bagi remaja yang masih duduk di sekolah lanjutan pertama. Motivasi belajar dapat berupa senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. sifat untuk dapat diterima dalam suatu kelompok atau teman sebaya sangatlah besar. persaingan dalam hal mencapai tujuan bersama. teman adalah tempat berkaca. Pendidikan merupakan suatu proses atau sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Motivasi belajar dalam berasal dari dalam dan luar siswa atau juga bisa dikatakan motivasi instrinsik dan ekstrinsik. Keberhasilan pendidikan tentunya tidak lepas dari belajar. akan adanya persesuaian antara anggota kelompok sehingga antar anggota kelompok tidak adanya pertentangan dan adanya usaha-usaha dalam mengurangi perbedaan yang terdapat dalam individu-individu atau kelompok. Untuk meningkatkan hasil belajar dibutuhkan motivasi dalam belajar. sifat sebagai makhluk sosial merupakan sifat yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia. teman member gambaran tentang diri sendiri dari dekat. Sehingga dengan adanya kelompokkelompok kecil tersebut guru diharapkan dapat memanfaatkan kelompokkelompok kecil tersebut untuk dapat memotivasi siswa dalam belajar. Motivasi intrinsik atau motivasi dari diri siswa akan muncul karena adanya tujuan yang akan dicapai. Dalam kelompok teman sebaya.

dan memiliki kepercayaan pada kemampuan sendiri. Jika menghadapi kesulitan dalam belajar siswa akan mencari tahu dengan cara membaca buku atau bertanya kepada teman sebaya dalam suatu kelompok atau bertanya langsung kepada guru pengampunya. Siswa dengan motivasi belajar yang tinggi akan senang bekerja secara mandiri. . Sifat ulet dan pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam belajar. Namun kompetisi tersebut ditujukan dalam memperoleh prestasi belajar. Hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar diperoleh hubungan yang sangat signifikan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa motivasi siswa secara keseluruhan termasuk dalam kriteria yang tinggi.71 dengan adanya senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan. Berdasarkan hasil penelitian sebanyak 48. Untuk mencapai cita-cita tersebut siswa akan tekun dalam belajar dan memiliki sifat optimis dalam belajar.84% responden memiliki sifat kemandirian yanag sangat tinggi. Siswa dengan motivasi yang tinggi akan senang berkompetisi yang sehat dengan teman-temannya. Dengan adanya hubungan tersebut guru diharapkan dapat memanfaatkan kelompok-kelompok sosial yang telah ada untuk meningkatkan motivasi belajar sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat. Dengan senang bekerja keras untuk mencapai keberhasilan tersebut siswa pantang menyerah dalam belajar. Siswa akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai citacitanya. Hasil r hitung lebih besar dari r tabel. Motivasi yang tinggi tersebut harus dapat dimaksimalkan oleh guru. Motivasi yang tinggi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran.

72 .

Simpulan Berdasarkan analisis hasil pembahasan dalam penelitian ini. Interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya di SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/2007 rata-rata termasuk dalam kriteria tinggi 3. Kepada guru pembimbing. Dengan interaksi ini siswa dapat membandingkan pemikiran dan pengetahuannya dengan orang lain. maka penelitian yang berjudul hubungan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar dsi SMP negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/2007 dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. diharapkan dapat memanfaatkan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya guna memotivasi siswa dalam belajar. Motivasi belajar siswa SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/2007 rata-rata termasuk dalam kriteria tinggi. 2. Tantangan kelompok akan membantu siswa 52 . Ada hubungan yang signifikan antara interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pegandon tahun pelajaran 2006/2007. B. Siswa semakin tertantang untuk memperkembangkan pemikiran dan pengetahuannya sendiri. Karena interaksi dengan kelompok teman sebaya mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan pemikiran siswa. Saran 1.BAB V PENUTUP A.

Para siswa harus memiliki identitas diri sendiri sehingga tidak terjerumus pada sikap mengkompromikan standar demi diakui dalam sebuah kelompok. 3. diharapkan mampu sebagai media dalam pengembangan diri para siswa.53 melakukan asimilasi dan akomodasi terhadap skema pengetahuan yang telah dimiliki. . Perlu adanya penelitian lanjutan mengenai hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar. baik dari aspek sosial maupun psikologis. 4. 2. Melalui guru pembimbing diharapkan para siswa tidak memusatkan identitas pada banyaknya teman atau berlindung di balik nama teman. Kepada pihak sekolah.

Universitas Negeri Semarang. 2000. Kamus Lengkap Psikologi. Pokok. Jakarata: Rineka Cipta Gerungan. Skripsi. 2003. Semarang. Chaplin. Semarang: Universitas Negeri Semarang Hurlock. 1999. Yogyakarta: Kanisius Hariyadi. 2000. Jakarta: Erlangga. Psikologi Belajar. Sugeng dkk. 2004. Prayitno. Ibrahim. Moh dan Asrori. 1989. Psikologi Perkembangan. 2004. Jakarta: Bumi Aksara . Martin. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa kelas V SD Negeri Plamongansari 01 Semarang melalui tutor teman sebaya tahun pelajaran 2002/ 2003. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Pengaruh Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Taruna Politeknik Ilmu Pelayaran.pokok Bahasan Mata Kuliah Psikologi Motivasi. JP. Psikologi Remaja. Sardiman. 2004. Catharina Tri dkk. Sri. Jakarta: Bumi. Elida. 1999. Moh. Psikologi. Muhammad. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Universitas Negeri Semarang. Dinamika Kelompok. 2003. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Lestari. AM. Motivasi dalam Belajar. Jakarta: FKIP IKIP Padang Santosa. Azwar. Arikunto. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Aksara Anni. Hasiah. 2004. Semarang: UPT MKK. Sosiologi Pendidikan. Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku. EDUKASI. Handoko. WA. 1998. 2004.DAFTAR PUSTAKA Ali. Bandung: Refika Aditama. FIP Universitas Negeri Makasar. Slamet. 2005. Metode Penelitian. Hand out. Psikologi Sosial. Gunawan. Jakarta: Bumi Aksara. 2001. Jakarta: Rineka Cipta. Elizabeth B. Ary H. Suharsimi. Saifudin. 2006. Psikologi Perkembangan.

Skripsi. Kamus Konseling. 2001. Pengaruh Interaksi Dosen dan Mahasiswa terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi D III keperawatan universitas Muhammadiyah Purwokerto Tahun akademik 2000/ 2001. Statistika untuk penelitian. Universitas Negeri Semarang. 2005. Agus Hari. Eka Adrian. 2002. 2005. Perbedaan Motivasi Berprestasi antara Siswa yang Menjadi Pengurus OSIS dengan Siswa yang Bukan Pengurus OSIS di SMU Yayasan Pendidikan Ekonomi Semarang Tahun Pelajaran 2004/ 2005.Sarwono. Universitas Negeri Semarang. Jakarta: Balai Pustaka Solikhah. Sarlito Wirawan. Stevenson. 2004. Psikologi Sosial (Psikologi kelompok & Psikologi Terapan). 2005. Sudarsono. 1986. Kamus Ilmu. . Hugo. Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta Sugiyono. Hubungan Interaksi Remaja dalam Peer group dengan Pengambilan Keputusan Remaja di SMA Unggulan Nurul Islami Semarang Tahun Pelajaran 2003/ 2004.ilmu Sosial. 1997. Umi. Bandung: Alfabeta Reading. Wibisono. Andi Offset: Yogyakarta. Skripsi. Seni Memotivasi. Universitas Negeri Semarang. Nancy. Jakarata: CV Rajawali Utomo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->