Sakramen (Katolik

)

Sakramen, sebagaimana difahami oleh Gereja katolik, adalah tanda yang terlihat, yang dapat ditangkap oleh panca indera, yang dilembagakan oleh Yesus dan dipercayakan kepada Gereja, sebagai sarana yang dengannya rahmat ilahi diindikasikan oleh tanda yang diterimakan, yang membantu pribadi penerimanya untuk berkembang dalam kekudusan, dan berkontribusi kepada pertumbuhan Gereja dalam amal-kasih dan kesaksian.

A. Ketujuh Sakramen oleh Rogier van der Weyden, sekitar 1448. Meskipun tidak semua pribadi menerima semua sakramen, sakramen-sakramen secara keseluruhan dipandang sebagai sarana penting bagi keselamatan umat beriman, yang menganugerahkan rahmat tertentu dari tiap sakramen tersebut, misalnya dipersatukan dengan Kristus dan Gereja, pengampunan dosa-dosa, atau pun pengkhususan (konsekrasi) untuk suatu pelayanan tertentu. Gereja Katolik mengajarkan bahwa efek dari suatu sakramen itu ada ex opere operato (oleh kenyataan bahwa sakramen itu dilayankan), tanpa memperhitungkan kekudusan pribadi pelayan yang melayankannya; kurang layaknya kondisi penerima untuk menerima rahmat yang dianugerahkan tersebut dapat menghalangi efektivitas sakramen itu bagi yang bersangkutan; sakramen memerlukan adanya iman, meskipun kata-kata dan elemen-elemen ritualnya, menyuburkan, menguatkan dan memberi ekspresi bagi iman (Kompendium Katekismus Gereja Katolik, 224). Gereja katolik mengajarkan adanya tujuh sakramen, dan diurutkan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) sebagai berikut:
y y y y y y y

Pembaptisan: KGK 1213 1284 Penguatan, juga disebut Krisma (KGK 1289): KGK 1285 1321 Ekaristi: KGK 1322 1419 Rekonsiliasi(umumnya disebut "Pengakuan Dosa"):KGK 1422 1498 Pengurapan orang sakit: KGK 1499 1532 Imamat: KGK 1536 1600 Pernikahan: KGK 1601 1666 Penjelasan tiap sakramen tersebut berikut ini terutama didasarkan atas

Kompendium Katekismus Gereja Katolik.

baik dalam variasi Barat maupun Timurnya. yang memberinya aroma khas. penguatan hanya diterima satu kali. disertai doa khusus yang menunjukkan bahwa. Penguatan Penguatan atau Krisma adalah sakramen ketiga dalam inisiasi Kristiani. Sakramen ini menandai penerimanya dengan suatu meterai rohani yang berarti orang tersebut secara permanen telah menjadi milik Kristus. Pembaptisan adalah sakramen pertama dan mendasar dalam inisiasi Kristiani. dan membuat orang yang dibaptis itu mengambil bagian dalam kehidupan Tritunggal Allah melalui "rahmat yang menguduskan" (rahmat pembenaran yang mempersatukan pribadi yang bersangkutan dengan Kristus dan Gereja-Nya). Pembaptisan Baptisterium (bejana/ruang/tempat pembaptisan) dalam Katedral St. karunia Roh Kudus menandai si penerima seperti sebuah meterai. Sakramen ini diberikan dengan cara mengurapi penerimanya dengan Krisma. Dalam keadaan darurat. Rafael.B. namun tidak demikian halnya dalam Gereja Timur) seorang diakon. dan si penerima harus dalam keadaan layak (artinya bebas dari dosa-maut apapun yang diketahui dan yang belum diakui) agar dapat menerima efek sakramen tersebut. minyak yang telah dicampur sejenis balsam. delapan sisi pada bejana melambangkan delapan jiwa yang terselamatkan oleh Bahtera Nuh. Sakramen ini dilayankan dengan cara menyelamkan si penerima ke dalam air atau dengan mencurahkan (tidak sekedar memercikkan) air ke atas kepala si penerima "dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus " (Matius 28:19). rahmat yang diberikan dalam pembaptisan "diperkuat dan diperdalam" (KGK 1303). Pelayan sakramen ini biasanya seorang uskup atau imam. Iowa. Pembaptisan membebaskan penerimanya dari dosa asal serta semua dosa pribadi dan dari hukuman akibat dosa-dosa tersebut. bahkan jika orang itu bukanlah seorang Kristiani. Bejana khusus ini diperluas pada tahun 2005 untuk mencakup sebuah kolam kecil bagi pembaptisan selam orang dewasa. 2. atau (dalam Gereja Latin. dapat membaptis. Seperti pembaptisan. Melalui sakramen ini. Pembaptisan menganugerahkan kebajikan-kebajikan "teologis" (iman. Pelayan sakramen ini adalah seorang uskup yang ditahbiskan secara sah. Dubuque. Sakramen-sakramen Inisiasi 1. siapapun yang berniat untuk melakukan apa yang dilakukan Gereja. Pembaptisan juga membuat penerimanya mengambil bagian dalam imamat Kristus dan merupakan landasan komuni (persekutuan) antar semua orang Kristen. harapan dan kasih) dan karunia-karunia Roh Kudus. jika seorang imam (presbiter) melayankan .

ditransformasi dalam segala hal kecuali wujudnya yang kelihatan menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Aspek pertama dari sakramen ini (yakni mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus) disebut pula Komuni Suci. serta dianjurkan untuk harihari lainnya. Hanya uskup atau imam yang dapat menjadi pelayan Sakramen Ekaristi. tindakan pengudusan yang paling istimewa oleh Allah terhadap umat beriman dan tindakan penyembahan yang paling istimewa oleh umat beriman terhadap Allah. 3. sakramen ini ditunda sampai si penerima mencapai usia awal kedewasaan. . perubahan ini disebut transubstansiasi.sakramen ini sebagaimana yang biasa dilakukan dalam Gereja-Gereja Timur dan dalam keadaan-keadaan istimewa (seperti pembabtisan orang dewasa atau seorang anak kecil yang sekarat) dalam Gereja Ritus-Latin (KGK 1312 1313) hubungan dengan jenjang imamat di atasnya ditunjukkan oleh minyak (dikenal dengan nama krisma atau myron) yang telah diberkati oleh uskup dalam perayaan Kamis Putih atau pada hari yang dekat dengan hari itu. yakni diawali dengan pembaptisan. Dianjurkan pula bagi umat yang berpartisipasi dalam Misa untuk. Roti (yang harus terbuat dari gandum. Menerima Komuni Suci dipandang sebagai kewajiban sekurang-kurangnya setahun sekali selama masa Paskah. namun diberi ragi dalam kebanyakan Ritus Timur) dan anggur (yang harus terbuat dari buah anggur) yang digunakan dalam ritus Ekaristi. dengan bertindak selaku pribadi Kristus sendiri. Betapa pentingnya sakramen ini sehingga partisipasi dalam perayaan Ekaristi (Misa) dipandang sebagai kewajiban pada setiap hari Minggu dan hari raya khusus. Di Timur sakramen ini dilayankan segera sesudah pembaptisan. umat awam dapat diberi wewenang dalam lingkup terbatas sebagai pelayan luar biasa Komuni Suci. Ekaristi dipandang sebagai "sumber dan puncak" kehidupan Kristiani. kemudian penguatan. dalam iman Katolik. dan yang tidak diberi ragi dalam ritus Latin. menerima Komuni Suci. di mana administrasi biasanya dikhususkan bagi orang-orang yang sudah dapat memahami arti pentingnya. Kian lama kian dipulihkan urut-urutan tradisional sakramen-sakramen inisiasi ini. sakramen ketiga dari inisiasi Kristiani. Ekaristi Ekaristi adalah sakramen (yang kedua dalam inisiasi Kristiani) yang dengannya umat Katolik mengambil bagian dari Tubuh dan Darah Yesus Kristus serta turut serta dalam pengorbanan diri-Nya. Armenia dan Ethiopia. Diakon serta imam biasanya adalah pelayan Komuni Suci. serta sebagai suatu titik dimana umat beriman terhubung dengan liturgi di surga. dalam kondisi rohani yang layak. biasanya setelah yang bersangkutan diperbolehkan menerima sakramen Ekaristi. barulah Ekaristi. Di Barat.

dan penyilihan. mengembalikan barang yang telah dicuri. Sakramen ini adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis yang terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa. baik dengan perkataan maupun dengan jalan lain" (kanon 983 dalam Hukum Kanonik). Penyilihan ini juga disebut 'penitensi'" (KGK 1459). Imam yang bersangkutan terikat oleh "meterai pengakuan dosa". untuk melakukan beberapa perbaikan dan sebagai suatu sarana pengobatan untuk menghadapi pencobaan selanjutnya. Pada awal abad-abad Kekristenan. Seseorang harus melakukan melakukan apa yang mungkin dilakukannya guna memperbaiki kerusakan yang telah terjadi (misalnya. dan Sakramen Pengampunan(KGK 1423 1424). akan tetapi hanya imam yang memiliki kuasa untuk melayankan sakramen ini). dan juga disebut Sakramen Pengakuan Dosa. absolusi (pengampunan) oleh imam. "Oleh karena itu.C. namun sekarang ini biasanya melibatkan suatu tugas sederhana yang harus dilaksanakan oleh si peniten. Pengurapan Orang Sakit Pengurapan Orang Sakit adalah sakramen penyembuhan yang kedua. Akan tetapi dosa juga merusak dan melemahkan si pendosa sendiri. unsur penyilihan ini sangat berat dan umumnya mendahului absolusi. Seorang konfesor yang secara langsung merusak meterai sakramental tersebut otomatis dikenai ekskomunikasi (hukuman pengucilan) yang hanya dapat dicabut oleh Tahta Suci (kanon 1388). Si pendosa yang bangkit dari dosa tetap harus memulihkan sepenuhnya kesehatan rohaninya dengan melakukan lagi sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya: dia harus 'melakukan silih bagi' atau 'memperbaiki kerusakan akibat' dosa-dosanya. Rekonsiliasi Sakramen rekonsiliasi adalah yang pertama dari kedua sakramen penyembuhan. benar-benar salah bila seorang konfesor (pendengar pengakuan) dengan cara apapun mengkhianati peniten. serta hubungannya dengan Allah dan sesama. Keadilan yang sederhana pun menuntut yang sama. Sakramen-sakramen Penyembuhan 1. untuk alasan apapun. 2. "Banyak dosa yang merugikan sesama. Dalam sakramen ini seorang imam mengurapi si sakit dengan minyak yang khusus diberkati untuk upacara ini. memulihkan nama baik seseorang yang telah difitnah. Sakramen ini memiliki empat unsur: penyesalan si peniten (si pengaku dosa) atas dosanya (tanpa hal ini ritus rekonsiliasi akan sia-sia). Sakramen Tobat. "Pengurapan orang sakit dapat dilayankan bagi setiap umat beriman . memberi ganti rugi kepada pihak yang telah dirugikan). pengakuan kepada seorang imam (boleh saja secara spirutual akan bermanfaat bagi seseorang untuk mengaku dosa kepada yang lain. yang tak boleh dirusak.

dan memberi dia misi untuk mengajar. Proses pendidikan sebagai persiapan untuk pentahbisan sebagai diakon permanen diatur oleh Konferensi Wali Gereja terkait. Imamat Imamat atau Pentahbisan adalah sakramen yang dengannya seseorang dijadikan uskup. menempatkan dia pada tugas pelayanan uskup yang bersangkutan. maka minimal diberikan absolusi. Baru menderita sakit ataupun makin memburuknya kondisi kesehatan membuat sakramen ini dapat diterima berkali-kali oleh seseorang. khususnya pada Kegiatan Gereja dalam mengamalkan cinta-kasih Kristiani terhadap kaum papa dan dalam memberitakan firman Allah. dan [[Ekaristi[[. sehingga penerima sakramen ini dibaktikan sebagai citra Kristus. menguduskan. imam. KGK 1514). disertai kepedulian dari semua Gereja. juga mencakup suatu program formasi yang meliputi pengarahan rohani. teristimewa Ekaristi. sakramen ini diberikan hanya bagi orang-orang yang berada dalam sakratul maut. Pentahbisan seseorang menjadi uskup menganugerahkan kegenapan sakramen Imamat baginya. Pentahbisan seseorang menjadi diakon mengkonfigurasinya menjadi Kristus selaku Hamba semua orang. yang tergantung pada ada atau tidaknya penyesalan si sakit atas dosa-dosanya). . Hanya uskup yang boleh melayankan sakramen ini. atau diakon. "Ritus-Ritus Terakhir" yang lain adalah pengakuan dosa (jika orang yang sekarat tersebut secara fisik tidak memungkinkan untuk mengakui dosanya. untuk merayakan sakramen-sakramen dan kegiatankegiatan liturgis lainnya. serta menganugerahkan baginya kuasa. sebuah kata yang arti aslinya dalam bahasa Latin adalah "bekal perjalanan". Sakramen-sakramen Panggilan 1. berbagai retreat. menjadikannya anggota badan penerus (pengganti) para rasul. sebagai asisten uskup yang bersangkutan. mulai berada dalam bahaya yang disebabkan sakit atau usia lanjut" (kanon 1004. Pentahbisan seseorang menjadi imam mengkonfigurasinya menjadi Kristus selaku Kepala Gereja dan Imam Agung. karena telah mencapai penggunaan akal budi. dan menuntun. Orang-orang yang berkeinginan menajdi imam dituntut oleh Hukum Kanonik (Kanon 1032 dalam Kitab Hukum Kanonik) untuk menjalani suatu program seminari yang selain berisi studi filsafat dan teologi sampai lulus. sehingga dikenal pula sebagai "Pengurapan Terakhir". D. yang dilayankan sebagai salah satu dari "Ritus-Ritus Terakhir".yang. yang bilamana dilayankan kepada orang yang sekarat dikenal dengan sebutan "Viaticum". pengalaman apostolat (semacam Kuliah Kerja Nyata). dst. Dalam tradisi Gereja Barat.

Pernikahan Pernikahan atau Perkawinan. . suatu pernikahan antara seorang pria yang sudah dibaptis dan seorang wanita yang sudah dibaptis. tidak dapat diceraikan. Dengan demikian. Jika salah satu dari keduanya adalah seorang Kristen non-Katolik. Demi kesahan suatu pernikahan. serta menganugerahkan rahmat demi perampungan misi tersebut. Sakramen ini menganugerahkan kepada pasangan yang bersangkutan rahmat yang mereka perlukan untuk mencapai kekudusan dalam kehidupan perkawinan mereka serta untuk menghasilkan dan mengasuh anak-anak mereka dengan penuh tanggung jawab. yang dipandang sebagai suatu tanda cinta-kasih yang menyatukan Kristus dengan Gereja. tanpa memperkecualikan apapun dari hak-milik esensial dan maksud-maksud perkawinan. maka pernikahan mereka hanya dinyatakan sah jika telah memperoleh izin dari pihak berwenang terkait dalam Gereja Katolik. meskipun dalam tradisi teologis Gereja Latin yang melayankan sakramen ini adalah kedua pasangan yang bersangkutan. adalah suatu sakramen yang mengkonsekrasi penerimanya guna suatu misi khusus dalam pembangunan Gereja. seperti Imamat. maka diperlukan izin dari pihak berwenang terkait demi sahnya pernikahan. Sakramen ini dirayakan secara terbuka di hadapan imam (atau saksi lain yang ditunjuk oleh Gereja) serta saksi-saksi lainnya. Jika salah satu dari keduanya adalah seorang non-Kristen (dalam arti belum dibaptis). yang dimeteraikan oleh Allah. yang dimasuki secara sah dan telah disempurnakan dengan persetubuhan. seorang pria dan seorang wanita harus mengutarakan niat dan persetujuan-bebas (persetujuan tanpa paksaan) masingmasing untuk saling memberi diri seutuhnya.2. Sakramen ini. menetapkan di antara kedua pasangan suatu ikatan yang bersifat permanen dan eksklusif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful