P. 1
Cara Membuat Cerpen Yang Baik

Cara Membuat Cerpen Yang Baik

3.67

|Views: 8,406|Likes:
Published by Michan Mrz Cullen

More info:

Published by: Michan Mrz Cullen on Sep 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2015

pdf

text

original

Cara membuat cerpen yang baik

Menulis cerpen (cerita pendek) dapat menjadi permulaan karir yang baik sebagai penulis fiksi. Menulis cerita yang sangat panjang, seperti novel pastilah lebih membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Belum lagi mencari penerbit yang mau menerbitkannya. Cerita pendek dapat menjadi terobosan dalam karir menulis. Lebih banyak alternatif bagi penulis cerita pendek untuk dikenal, daripada novel. Majalah dan koran banyak yang menerima cerita pendek. Blog bisa juga menjadi alternatif dimuatnya cerita pendek di internet. Seringnya nama penulis muncul dalam cerita pendek yang dimuat di berbagai majalah dan koran, bisa menjadi pertimbangan positif bagi penerbit, bila penulis tersebut menyodorkan naskah cerita yang lebih panjang seperti novel ke penerbit. Tulisan ini ditujukan pada penulis pemula yang ingin menulis cerita pendek dengan baik. Sesuai namanya, menulis cerita pendek memiliki keunikan tersendiri. Tema Sebaiknya Anda memiliki tema yang jelas saat menulis cerpen, tentang cerita seperti apa yang ingin Anda tulis. Pesan apa yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. Dengan adanya tema, yang menjadi tulang punggung cerita, maka cerpen Anda akan meninggalkan kesan tersendiri pada pembaca. Penetapan tema dari awal juga berguna agar saat menulis, Anda tidak terlalu jauh melenceng dari cerita sudah ditetapkan. Alur cerita Fokuslah pada satu alur cerita sesuai dengan tema yang sudah ditetapkan sebelumnya. Karakter tambahan, sejarah, latar belakang, dan detail lainnya sebaiknya memperkuat alur cerita ini. Percabangan alur cerita mutlak harus dihindari. Karakter Jangan menggunakan jumlah karakter yang terlalu banyak. Semakin banyak karakter bisa membuat cerita Anda menjadi terlalu panjang dan tidak fokus pada tema. Gunakan karakter secukupnya yang sesuai dengan alur cerita. Sepenggal kisah hidup Namanya saja cerita pendek, sehingga cerpen hanya menceritakan tentang sekelumit kisah dalam hidup karakter yang Anda buat. Jika karakter Anda memiliki kisah hidup yang sangat panjang, tulis hanya sebagai background yang menjadi penguat tema cerita tersebut. Tekankan hanya pada satu bagian dari hidupnya untuk ditulis. Penggunaan kata Bagaimanapun cerpen memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang bisa dipakai, apalagi cerita super pendek seperti flash fiction. Seringkali majalah atau koran tertentu benar-benar membatasi jumlah kata yang bisa dipakai. Jadi, Anda sebaiknya menggunakan pilihan kata yang efisien dan menghindari menggunakan kalimat deskriptif yang berpanjang-panjang. Impresi Secara tradisional, cerpen dimulai dengan pengenalan karakter, konflik, dan resolusi. Alternatif lain, adalah Anda dapat membuat impresi pada pembaca justru pada awal cerita, dengan langsung menghadirkan konflik. Karakter Anda sudah berada di dalam kekacauan besar. Hal ini akan membuat pembaca semakin penasaran, ada apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana karakter tersebut akan mengatasi persoalannya. Pengenalan karakter, setting, dll dapat dilakukan secara perlahan-lahan di bagian cerita berikutnya. Kejutan Beri kejutan pada pembaca di akhir cerita. Hindari membuat akhir cerita yang mudah ditebak. Konklusi Jangan biarkan pembaca meraba-raba dalam gelap pada akhir cerita Anda. Pastikan konklusi di akhir cerita Anda memuaskan, tetapi juga tidak mudah ditebak. Pembaca perlu dibuat berkesan pada akhir cerita, tentang apa yang terjadi pada karakter tersebut. Akhir cerita yang mengesankan akan selalu diingat oleh pembaca, bahkan setelah lama mereka selesai membaca cerita tersebut.

dialog atau apapun juga. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda. Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya. Kelihatannya aneh. bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda. hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Nah. untuk itu. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak. kejujuran adalah kebijakan terbaik. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya.langkah perencanaan seperti yang disarankan di bawah kalau Anda ingin menulis cerpen-cerpen yang hebat. kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. kesempatan yang hilang. karakter. ikuti langkah. Perencanaan Cerpen Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita. Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja. 2. Ketika Anda menulis. Contoh: Kesalahpahaman.Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka: 1. Contoh: Kekuatan cinta. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. 3. Taruh seseorang di atas pohon. Ketika menulis cerpen. Tema Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar. . Pada beberapa cerita. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Tempo Waktu Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. setting cerita dan lainnya. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Ketika Anda selesai menulis. sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Buat dia turun. tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. dan sebagainya. ambil langkah tegas dengan menghapusnya. tapi coba Anda pikirkan baik-baik. Sebagai contoh. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema. kesalahan identitas. yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini. Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Lempari dia dengan batu. Setting Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda. Penokohan Untuk menjaga efektivitas cerita. beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua. Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya. kebaikan mengalahkan kejahatan. maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Dan dengan waktu yang singkat itu. pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak. Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan. penggambaran hal-hal yang ada. persatuan membawa kekuatan. selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan. tanda baca dan tata bahasa. dsb. Dialog Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur. kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri.

penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. Baca ulang Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi.Alur Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat. Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca. jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. pertengahan cerita dan penutup. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda. artinya harus ada pembukaan. misalnya cerita tentang kriminalitas. Akan tetapi. sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini. dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif. Pastikan bahwa alur Anda lengkap. . bukannya terpesona. selalu periksa dan periksa kembali. usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->