MENJAWAB GUGATAN PENDETA 

  Oleh : Rahmanhadiq   Seorang Misionaris  menguraikan dengan panjang lebar tentang ketidaksenangannya terhadap  ajaran  Islam  dan  perilaku  orang  muslim.  Dengan  tujuannya    untuk  membengkokkan  iman  seorang  muslim  sehingga  berbalik  arah  ,  mengimani  ajaran  yang  diusung  oleh  mereka  yaitu  ajaran Trinitas.  Dia  menyerang  ajaran  islam  dengan  berbagai  dalil  dan  mencoba  melakukan  penyesatan  terhahap ayat‐ayat suc AL Qur’an. Untuk menjawab semua tuduhannya, maka sebagai muslim  yang  masih  mengerti,  saya  menyampaikan  beberapa  jawaban  sebagai  surat  balasan  atas  tuduhan yang ditulis oleh Misionaris tersebut.       Firman Yesus yang menghakimi kesaksian kristen   Kata Yesus : "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman."   (Matius 28:20) Kutipan ini merupakan firman terakhir Yesus sebelum Dia   terangkat ke Surga. Yesus memerintahkan muridNya untuk memberitakan   Injil Keselamatan ke seluruh dunia. Yesus berjanji akan menyertai hingga   akhir zaman.     Yesus tidak pernah menyuruh murid‐muridnya untuk menyebarkan ajarannya keseluruh dunia,  bahkan  dia  menyampaikan  pesan  kepada  para  muridnya  yaitu  ajarkanlah  ajaranku  ini  kepada  orang‐orang bani Israel dan janganlah kalian menyimpang ke jalan orang lain atau ke kota orang  Samaria  ”.  Bahkan  dia  membatasi penyebaran  ajarannya  terbatas  pada  lingkungan  orang  dari  kalangan Bani Israel bukan kepada orang‐orang di Samaria sekalipun. Matius 10:5 – 6.      Jadi agama Kristen adalah agama Dakwah. Setiap orang Kristen wajib   memberitakan Injil termasuk juga memberikan kesaksian tentang iman   Kristen. Tapi apakah itu Kristenisasi ? Sama sekali bukan. Karena menjadi   Kristen merupakan kehendak dan panggilan Tuhan, bukan usaha manusia.     Tetapi orang kristiani mendakwahi agamanya kepada orang‐orang yang sudah beragama.  Mereka  mendakwahi  orang  Islam  agar  berpindah  agama,  mereka  merayu  dan  membodohi  umat  Islam  yang  belum  memahami  keislamannya  dengan  bujukan  dan  bantuan  makanan  ,  mereka membantu orang muslim yang sedang dirawat dirumah‐rumah sakit untuk mengelabui  iman  muslim  ,  mereka  mendakwahi  umat  muslim  seolah    doa  yang  mereka  berikan  adalah  berkat  karunia  Tuhan  Yesus  untuk  keselamatan  umat  manusia,  mereka  membantu  para  penderita bencana alam yang beragama Islam dengan jaminan pertukaran iman. Begitulah pada  umumnya  orang‐orang  kristen  mendakwahi  orang  Islam  yang  belum  mengerti  keislamannya  untuk  berpindah  ke  agama  yang  mereka  inginkan.  Kalau  ajaran  Kristen  itu  ajaran  kebenaran, 

lalu  kenapa  umat  kristiani  menjalankan  dakwahnya  dengan  cara  kepalsuan?  Umat  kristiani  seperti  mengejar  target  untuk  dapat  menjaring  domba‐domba  sebanyak‐banyaknya  kedalam  perangkap iman mereka.      Yang kami lakukan cuma sebatas mengabarkan dan memberikan informasi,   bahwa di dalam Yesus ada keselamatan, bahwa dosa-dosa anda diampuni jika   percaya kepada Dia dan bahwa Anda berharga di mata Allah sehingga Dia   datang untuk menyelamatkan Anda.     Sebarkanlah informasi agama anda kepada orang yang belum beragama, tetapi bukan kepada  orang  Islam  yang  sudah  beragama.  Orang  kristen  mempunyai  misi  yang  jelas  yaitu  ingin  merusak keimanan orang Islam. Apakah hal itu yang dimaksudkan dengan berdakwah pendeta  kristiani? Sebenarnya ahli kitab anda ingin menyesatkan orang‐orang muslim dengan ajarannya.  Beginilah informasi dari Allah kepada orang Islam tentang penyesatan ahli Kitab ; 

“Segolongan dari Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.(Qs Ali Imran 3:69).
  Begitulah petunjuk Allah kepada orang‐orang yang beriman bahwa sebenarnya yang tersesat  itu adalah orang‐orang kristen.      Tentang akhir zaman, Yesus pernah bersabda :     "Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." (Matius 24:14)     Kenapa harus demikian ? Karena dari Injil inilah semua manusia akan dihakimi.   Kata Yesus : "Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia   sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman." (Yohanes 12:48)     Orang Muslim paling keras menolak Injil   Kenyataan bahwa orang Muslim merupakan umat yang paling keras menolak   Injil sudah tidak bisa dibantah lagi. Belum lama ini saya menonton di televisi,   bagaimana luasnya akses dan kebebasan yang diberikan oleh pemerintah Inggris   (yang penduduknya mayoritas Kristen) kepada umat Islam untuk beribadah. Hampir tidak ada hambatan sedikit pun. Tapi kenapa hal seperti ini tidak berlaku   di negara-negara Islam dan mayoritas Islam. Lihatlah Pakistan, Malaysia, Iran,   Arab Saudi bahkan beberapa daerah di Indonesia. Di Negara-negara ini, yang   namanya pengijilan, jangan memang dilakukan terang-terangan, segala yang berbau Kristen dinajiskan...        

Tadi  Anda    mengatakan  bahwa  agama  Kristen  adalah  agama  dahwah  dan  kewajiban  setiap  orang  Kristen  untuk  mendakwahi  dan  menyebarkan  agamanya  kepada  siapapun  termasuk  kepada  orang‐orang  islam  yang  sudah  beragama.  Tetapi  orang  muslim  berprinsip  bahwa  “agamamu untukmu dan agamaku untukku” dan Allah menginformasikan kepada umat islam  bahwa “ para pendeta kristen  dan anda sendiri berkeinginan untuk menyesatkan orang‐orang  Islam  menjadi  “syirik”  dengan  ajaran  Trinitasnya.  Sekiranya  orang  Kristen  diberikan  akses  sebebas‐bebasnya untuk berdakwah di pemukiman orang muslim atau di Negara Muslim maka  akan  terjadi  pertentangan‐pertentangan  yang  menjurus  kepada  pertikaian  yang  akan  menyebabkan peperangan. Inilah yang dihindari oleh kalangan orang muslim sebenarnya.      Tapi tak mengapa... Kami tahu mengatasinya... Musuh kami bukanlah anda   tetapi Iblis yang ada di belakang Anda... Kesulitan kami bukanlah   penindasan anda tetapi kekerasan hati Anda... Kami akan mengalahkannya   dengan senjata yang telah ada pada kami yaitu Doa, Penyembahan, Firman, ketulusan dan kasih..   Selanjutnya yang ingin saya soroti adalah pandangan umat Islam tentang   iman Kristen dan Yesus Kristus.   Penolakan Islam terhadap Kristen paling-paling berkisar tentang : Ke  Ilahi-an Yesus, sebutan Anak Allah, Juruselamat, Injil telah diubah,   kematian Yesus/salib, kebangkitan Yesus, dosa warisan dan Tritunggal. Dari semuanya ini, umat Islam sampai pada kesimpulan bahwa orang Kristen   itu kafir dan telah melakukan apa yang jahat di mata Allah. Kesimpulan ini   ngawur malah tidak sesuai dengan Al Quran.      Orang  muslim  menyimpulkan  bahwa  Umat  Kristen  itu  kafir,    itu  benar  adanya,  alasannya  adalah  bahwa  dalam  ajaran  Kristen  terdapat  unsur  yang  menduakan  Tuhan  terutama  dalam  doktrin  trinitasnya.    Bertolak  belakang  dengan  ajaran  islam  yang  tegas‐tegas  mengatakan  bahwa Allah tidak ada Tuhan selain Dia, Allah tidak beranak dan tidak diperanakan. Inilah dasar  yang  menyebabkan  Islam  mengatakan  bahwa  ajaran  Kristen  itu  adalah  ajaran  orang  kafir.  Pengertian  kata  kafir  itu  mempunyai  makna  yang  luas  yaitu  orang‐orang  yang  menentang  informasi yang disampaikan Allah SWT di dalam Al Qur’an. Jadi kafir bukan berarti orang yang  menyembah tuhan selain Allah saja , tetapi juga orang‐orang yang menentang kebenaran yang  disampaikan Allah SWT di dalam al Qur’an.    Dan  Al Quran dengan tegas mengatakan ;    “ Mereka orang‐orang kafir berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah, bahkan apa  yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepada‐Nya.               (qs 2:116)”.    Jadi orang muslim mengatakan bahwa orang Kristen adalah orang kafir berdasarkan petunjuk  dari Allah.  Namun  Allah  menginformasikan  pada  umat  islam  bahwa  masih  ada  ahli  kitab  yang  bertaqwa  kepada  Allah  dengan  sebenar‐benarnya  bertaqwa  yaitu  tidak  mepersekutukanNYA  dengan  unsur apapun juga, mereka membaca ayat‐ayat Allah pada waktu malam, juga bersujud pada  Allah, mereka berjalan di jalan yang lurus dan selalu berbuat kebaikkan  

  “di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat‐ayat Allah  pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat) “ (qs 3:113).    Tentu saja anda tidak termasuk kedalam kategori ayat al Qur’an tersebut diatas.  Jadi    kata  “  kafir”  merupakan  istilah  untuk    orang  atau  kaum  yang  engkar  dan  menentang  keterangan / petunjuk Allah. Orang Kriten mempunyai  3 Tuhan serta meyembah Yesus sebagai  Tuhan  sehingga      Allah  menegur  kesalahan  orang‐orang  Kristen  .    Akan  tetapi  orang‐orang  Kristen tidak mau menerima keterangan Allah tersebut  dan bahkan menentangnya.  Padahal di  dalam  kitab  suci  Kristen  sendiri  ,    Yesus  tidak  pernah  mengatakan    dengan  tegas  bahwa  dia  adalah Tuhan yang harus disembah.       Sumber anda biasanya buku-buku Kristologi yang ditulis oleh kalangan   Islam sendiri. Yang populer dan menjadi pegangan antara lain Ahmad Deedat dan KH Bahaudin Mudhary   (DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS).     Sumber  yang  mengatakan  dan  menyimpulkan  bahwa  ajaran  Kristen  itu  adalah  ajaran  kafir  bukan  berasal  dari  textbook  karangan  seseorang,  tetapi  tercantum    di  dalam  Al  Qur’an.  Sementara  di  dalam  Bible  yang  dipegang  oleh  umat  Kristen  saat  ini  terdapat  banyak  pertentangan‐pertentangan mengenai ketuhanan Yesus. Yang menyimpulkan bahwa Yesus itu  adalah  tuhan  ternyata  adalah  umat  Kristen  sendiri  semantara  Yesus  sendiri  tidak  pernah  mengatakan bahwa dia adalah Tuhan. Tidak satupun ayat‐ayat di dalam kitab Injil yang tegas‐ tegas menyatakan bahwa Yesus adalah “Tuhan yang harus disembah “, tidak ada satupun ayat  di dalam al kitab Injil yang mengatakan dengan tegas bahwa “sembahlah aku Tuhanmu maka  dosa kalian akan aku ampuni”, atau tidak ada pula ayat di dalam kitab anda yang menyebutkan  "Akulah Allah, Tuhanmu, maka sembahlah aku saja". . Jadi yang menyatakan bahwa Yesus itu  Tuhan  adalah  para  pemimpin  gereja  nasrani  dan  seluruh  umat  Kristen  yang  pada  awalnya  berasal dari ajaran Paulus tetapi bukan dari Yesus langsung.  Kenapa Yesus tidak mengatakan secara langsung bahwa dia adalah Tuhan yang harus disembah  oleh manusia ?. Karena Yesus sendiri bukan penganut agama Kristen. Coba anda cari di dalam  kitab  anda  yang  menyatakan  bahwa  “  Yesus  menganut  agama  Kristen”  atau  “  agama  yang  disampaikan Yesus adalah agama Kristen” . atau “ Yesus adalah penganut agama Kristen yang  taat”  atau  “Allah  menurunkan  agama  kristen  kepada  umat  manusia  “  Dapatkah  anda  membuktikannya seperti permintaan diatas? Sebenarnya nama Kristen pertama kali disebutkan  oleh  Barnabas  dan  Saulus  ketika  mereka  berkumpul  bersama  teman‐temannya  di  Antiokhia.  Tahukah anda kapan Barnabas dan Saulus hidup? Apakah mereka hidup pada saat Yesus masih  hidup atau Sesudah peristiwa penyaliban? Tahun berapakah mereka belajar ajaran kristen itu?  Jadi  siapakah  yang  memberikan  nama  agama  anda  itu  adalah  “agama  Kristen?”  Siapakah  sebenarnya Nabi anda ? Para uskup Kristen telah merampok dan menyandera nabi Kami yaitu  nabi Isa a.s kemudian menobatkannya menjadi Tuhan , padahal Nabi Isa adalah manusia mulia  dan suci yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan agama Allah yaitu “agama Islam” . Nabi  Isa  sebenarnya  beragama  “islam”  karena  dia  menyampaikan  ajaran  Tauhid  (tidak  ada  tuhan  melainkan Allah). 

Beginilah sebenarnya pengakuan semua Nabi – nabi kepada Allah di dalam Al Qur’an ;    “ Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian  pula orang‐orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikatmalaikat‐ Nya,  kitab‐kitab‐Nya dan rasul‐rasul‐Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda‐bedakan  antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul‐Nya", dan mereka mengatakan:  "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada  Engkaulah tempat kembali" ( qs al baqarah 2:285).      Kepada anda umat muslim, saya katakan : Jangan membaca buku-buku itu.   Semuanya merupakan penyesatan, tidak benar dan layaknya orang buta   menuntun orang buta. Sebab Yesus telah bersabda :   Yesus telah bersabda :   "Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang   yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan." (Yohanes   11:46)     Jadi bagaimana bisa orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus, bicara tentang Yesus.   Masuk akalkah jika orang-orang yang hidup dalam kegelapan bicara   tentang terang yang tidak pernah dia ketahui. Yang terjadi adalah   meraba-raba dan menulis sembarangan. Inilah penyesatan...     Kalau  anda  melarang  membaca  buku  Kristolog  Ahmed  Deedat,  sebaiknya  anda  menjelaskan  apa‐apa yang tidak benar yang disampaikan Deedat itu. Bukan sekedar bebal saja kepada orang  yang menyampaikan kebenaran.  Umat  Islam  mempercayai  yesus  atau  Isa  a.s  hanya  sebatas  dia  sebagai  manusia  pilihan  Allah  untuk menyampaikan ayat‐ayatNya. Orang Islam menghormati Isa a.s sebagai Rasul Allah sama  dengan  menghormati  para  nabi  yang  lainnya  seperti  Musa,  Idris,  Yunus,  Ibrahim,  dan  nabi  Muhammad dan para nabi lainnya.      Pada zaman Yesus sudah ada orang-orang seperti mereka, yang   mendengar perkataan Yesus dan menyelidiki kitab suci tapi tetap tidak percaya kepada Dia. Saya menilai Deedat, KH BM dan ahli Kristologi   lainnya adalah orang orang yang paling bebal sedunia.     Seorang  Deedat,  KH  BM  dan  ahli  Kristologi  lainnya  menentang  ajaran  Kristen  bukan  karena  kebenciannya kepada umat Kristen tetapi lebih kepada tuntutan hati nuraninya yang tidak bisa  menerima ketidakbenaran suatu ajaran sesuai dengan akal sehatnya bahkan di dalam ajaran itu  dia  menemukan  banyak  sekali  pertentangan‐pertentangan.    Jadi  seorang  Deedat  tidak  akan  pernah  berhenti  untuk  mencari  dan  membuktikan  suatu  kebenaran  yang  datang  dari  sisi  Tuhannya.  Untuk  mendebat  seorang  Deedat  maka  diperlukan  suatu  dalil‐dalil  yang  kuat  baik  dalil Ilahi maupun dalil akal dan dalil hati nurani. Berdebat merupakan suatu cara untuk menguji  suatu nilai kebenaran yang dilakukan dengan pemikiran jernih dan jauh dari prasangka buruk.  

    Yesus sangat mengecam orang-orang seperti ini. Yang pertama : Yesus   mengatakan mereka munafik,   "Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka   engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu   dari mata saudaramu." (Mat 7:5).   Orang-orang munafik sangat sulit untuk percaya dan sok merasa benar. Mereka menyelidiki Injil tetapi tetap tidak percaya kepada Yesus,   padahal banyak sekali ayat dalam Injil yang mengatakan siapa yang   percaya akan memperoleh hidup kekal.       Orang  seperti  Deedat  tidak  dapat  dimasukkan  sebagai  kategori  manusia  munafik,  karena  manusia  munafik  adalah  orang  yang  tidak  bersesuaian  antara  hati  nuraninya  dengan  kata‐ katanya atau perbuatannya. Sementara seorang deedat mempunyai keteguhan hati yang sesuai  dengan  keyakinan  akal  sehatnya.  Seorang  Deedat  akan  selalu  siap  berdebat  dengan  siapapun  demi  mempertahankan  keyakinan  logikanya  itu.  Kepercayaan  atau  keimanan  seseorang  terhadap  sesuatu  tidak  dapat  dipaksakan  dengan  cara  apapun.  Sebelum  seseorang  menjatuhkan pilihan terhadap apa yang akan diimaninya itu, maka dia akan mencoba menguji  kebenaran  dari  nilai‐nilai  tersebut.  Setelah  beberapa  tahap  penilaian  dan  pengujian  tersebut  bersesuaian  dengan  logikanya  serta  bukti‐bukti  yang  logis,  maka  dia  akan  masuk  ke  dalam  tahap  keyakinan.  Setelah  dia  memperoleh  keyakinan  maka  dia  akan  membuktikan  keyakinannya itu dengan berbagai cara termasuk dengan cara perdebatan.  Dalam  perdebatan  dia  akan  menjunjung  tinggi  nilai‐nilai  sportifitas  demi  memperkuat  argumentasinya untuk menjawab seluruh pertanyaan serta membuang jauh‐jauh perasaan iri ,  dengki atau sifat munafik yang akan membelunggu kebebasannya dalam berpikir.      Yang kedua : mereka adalah anak-anak Iblis... Yesus mengatakan orang yang   tidak mengerti perkataanNya adalah anak Iblis,   "Iblislah yang menjadi bapamu... Sebab kamu tidak dapat menangkap firman  Ku." (Yoh 8:44,43)... Demikianlah Iblis telah membutakan orang-orang itu...     Jadi saudaraku yang muslim, hentikan saja membaca buku-buku mereka...     Pencarian  dan  pembuktian  suatu  kebenaran  merupakan  proses  yang  berlanjut  terus  tanpa  dapat dihentikan oleh siapapun juga bahkan diri sendiri tidak akan mampu mencegahnya.  Manusia  diciptakan  Tuhan  dengan  kemampuan  akal  yang  sempurna  sehingga  dia  akan  selalu  mencari kebenaran dan sekaligus berusaha untuk membuktikan kebenaran itu.  Namun  Iblis  akan  selalu  mencegah  manusia  untuk  memperoleh  kebenaran  bahkan  Iblis  akan  selalu  menggoda  manusia  agar  tetap  berada  dalam  kesesatan  dan  kegelapan.  Hanya  manusia  yang  tidak  mempunyai  akal  sehat  dan  tidak  memiliki  kebebasan  berpikir  yang  menerima  keyakinan  yang  dipaksakan  kepadanya.  Anda  termasuk  orang‐orang  yang  menelan  unsur 

dogmatis itu , tanpa anda cerna sebelumnya sehingga pemikiran sehat anda sudah dibutakan  oleh iblis, karena anda sudah membelenggu Akal‐budi anda sendiri.         Iblis yang akan memperoleh keuntungan karena melalui mereka   anda ditarik untuk tidak datang kepada Yesus... Tapi jika anda masih   tetap mempercayainya, saya cuma katakan :   Jika terang yang ada padamu adalah kegelapan, betapa gelapnya   kegelapan itu. Saran saya : bacalah Injil, selidikilah dengan hati yang jujur, singkirkan 'balok' yang ada di matamu maka selubung   hatimu akan terlepas...   Satu hal yang perlu saya tegaskan : Nubuat tentang Yesus, mulai   dari kelahiran, ke-Ilahian, mukjizat, penyaliban, penebusan,   kebangkitan sampai dengan berita Injil ke seluruh bangsa semuanya ada dalam kitab Perjanjian Lama (PL). Kitab PL adalah kitab suci   umat Yahudi.   Ke-Ilahi-an Yesus, kematian dan kebangkitan-Nya Pada halaman   depan, sudah saya jelaskan ke-Ilahi-an Yesus berdasarkan Alkitab.   Ternyata setelah saya mempelajari ayat Al Quran tentang Yesus,   rupanya tidak ada yang bertentangan. Al Quran mengatakan Isa   adalah Roh Allah dan Firman-Nya yang menjelma menjadi manusia   sempurna (dari surah Maryam 19:17 dan An Nisa 4:171). Ini selaras   dengan apa yang ada karena Isa berasal dari Allah (Roh dan Firman  Nya). Bukan berarti Allah punya istri lalu punya anak. Itu adalah   pemikiran yang dangkal/bodoh dan iman Kristen sama sekali tidak   menerima itu....        Baiklah  kita  mambahas  ayat‐ayat  Al  Quran  yang  anda  coba  ambil  untuk  memperkuat   argumentasi  anda  tentang  keyakinan  anda  bahwa  Yesus  adalah  Tuhan  sesuai  dengan  al  kitab  anda.    “maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami  kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang  sempurna. (qs Maryam 19:17).    Kontek  ayat  tersebut  tidak  berdiri  sendiri  tetapi  terkait  dengan  beberapa  ayat  sebelum  dan  sesudahnya.  Ayat  ini  menceritakan  tentang  dialog  antara  Maryam  dengan  Malaikat  Jibril  sebagai utusan (roh) dari Allah secara langsung yang berujud sebagai manusia nyata.  Ayat ini tidak menggambarkan atau tidak menjelaskan tentang ke Ilahian Yesus seperti yang ada  dalam  pikiran  anda,  anda  salah  dalam  mengambil  ayat  Al  Quran  untuk  memperkuat  nubuat  anda  bahkan  anda  telah  memutar  balikkan  kebenaran  ayat  al  Quran  demi  untuk  memenuhi  kebutuhan anda yang dipaksakan.  Coba anda baca lagi ayat‐ayat dari kelanjutan surat Maryam tersebut diatas ;   

  “ Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari  keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (qs 9:16), maka ia mengadakan tabir (yang  melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di  hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna (qs 9:17). (Maryam berkata:  "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu  seorang yang bertakwa" (qs 19:18). Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah  seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki‐laki yang suci"(qs 19:19).  Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki‐laki, sedang tidak pernah  seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina (qs 19:20)!" Jibril  berkata: "Demikianlah. Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi‐Ku; dan agar dapat  Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu  adalah suatu perkara yang sudah diputuskan. (qs 19:21)" Maka Maryam mengandungnya,  lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh (qs 19:22).”    Ayat‐ayat  di  dalam  surat  Maryam  tersebut  merupakan  dialog  antara  Malaikat  Jibril  dengan  Maryam  sebelum  kelahiran  Isa  atau  Yesus,  bukan  tentang  keIlahian  Yesus  seperti  yang  ada  dalam pikiran anda. Bahkan dalam ayat tersebut jelas‐jelas dinyatakan bahwa Isa adalah calon  bayi yang akan dikandung oleh Maryam. Begitulah Allah menyampaikan berita kepada Maryam  tentang  bakal  calon  bayinya  ,  yang  menjumpai  secara  langsung  adalah  roh  berujud  Malaikat  Jibril seperti yang tercantum di dalam dialog pada ayat 19:22.  Apakah anda berpikir bahwa Allah akan lahir kedunia dari rahim seorang perempuan kemudian  akan  muncul  kedunia  melalui  kemaluan  seorang  perempuan  sebagaimana  anda  pernah  dilahirkan  dulu?  Kemudian  setelah  itu  anda  menyembahnya  dan  minta  keampunan  dosa  kepadanya? (kalau anda berpikiran seperti itu, maka anda sudah keterlaluan menghina Allah).  Kemudian  anda  juga  memperkuat  nubuat  anda  dengan  ayat  al  quran  lainnya  yaitu  surat  An  Nisaa’ ayat 171.   Coba  anda  baca  lebih  teliti  lagi  tentang  ayat  tersebut  dan  anda  jangan  memotong‐motong  sebagian ayat tersebut karena anda ingin mengambil suatu keuntungan dengan cara yang batil.  Tahukah anda bahwa di dalam ajaran agama Islam , dosa yang paling besar adalah mengambil  sebagian ayat dalam Al kitab lalu membuang sebagaian yang lainnya dan Allah akan melaknati  orang mencurangi ayat‐ayat Al Kitab, hukumannya adalah dimasukkan kedalam api neraka dan  dia kekal selamanya disana.    “ Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu  mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra  Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat‐Nya yang  disampaikan‐Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari‐Nya. Maka berimanlah kamu  kepada Allah dan rasul‐rasul‐Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu)  tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang  Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah  kepunyaan‐Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara                        (qs Anisa 4:171) “. 

Kalau anda memahami tentang makna dari ayat tersebut, seharusnya anda malu dan sadar atas  kekeliruan  anda  selama  ini,  seharusnya  anda  tobat  kepada  Allah  untuk  tidak  mempersekutukanNya (Allah tidak beranak apalagi anggapan bahwa anak Allah akan jadi Allah).  Anda mengatakan bahwa orang islam adalah munafik namun sebenarnya yang munafik adalah  anda sendiri ( anda percaya akan keesaan Allah tetapi anda masih mempersekutukan Allah , jadi  seharusnya  anda  konsekwen  dalam  berkeyakinan  ).  Tahukah  anda  bahwa  Ahli  Kitab  yang  dimaksud dari ayat diatas adalah para pemimpin gereja anda dimasa lalu yang telah merubah  ayat‐ayat  di  dalam  Injil  yang  telah  disampaikan  oleh  Nabi  Isa  ?  Kemudian  menyimpulkan  sesuatu yang bertentangan dengan keterangan ayat yang diubah itu.  Anda mungkin tidak akan  mampu memahami makna dalam ayat Al Qur’an tersebut karena hati dan perasaan anda sudah  tertutup untuk menerima kebenaran. Ketahuilah bahwa Allah yang disembah oleh umat Islam  adalah sama dengan Allah yang disembah oleh Nabi Isa a.s. Tuhan itu satu “ tidak ada Tuhan  selain Allah”.      Tentang peran Yesus sebagai Juruselamat, tak perlu dibantah lagi, karena nama Isa yang berulangkali dipakai dalam Al Quran adalah nama Arab dari   Yesus (bahasa Ibrani) yang kedua-duanya berarti Juruselamat. Jadi Al   Quran tidak menyangkal bahwa Yesus adalah Juruselamat. (Lagi-lagi ini   adalah hal yang sederhana). Selanjutnya tentang kematian dan   kebangkitan Yesus, Al Quran tidak pernah membantah.   Ada tertulis dalam Surah Ali Imran 3:55 :   "Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan   mewafatkanMu, dan mengangkatMu kepadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang   mengikutiMu diatas mere ka yang kafir hingga hari kiamat."   Jadi Yesus itu dari Allah kembali ke Allah...Dari ayat ini pun, anda harus   percaya bahwa kami yang mengikuti Yesus bukanlah orang kafir.        Kembali  anda  memutar  balikkan  makna  dalam  Al  Qur’an,  coba  anda  baca  sekali  lagi  terjemahan dari surat Ali Imran ayat 55 ini ;    “ (Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu  kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada‐Ku serta membersihkan kamu dari orang‐ orang yang kafir, dan menjadikan orang‐orang yang mengikuti kamu di atas orang‐orang yang  kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan  di antaramu tentang hal‐hal yang selalu kamu berselisih padanya".(qs Ali Imran :55).    Ayat diatas menjelaskan bahwa Isa atau Yesus sama seperti mahkluk Tuhan lainnya , tubuh Nabi  Isa  atau  Yesus  sama  seperti  tubuh  para  nabi‐nabi  yang  lainnya,  terdiri  dari  unsur  jasad  dan  roh/nyawa, sama seperti manusia lainnya yang pada saat kematian akan dipisahkan oleh Allah.  Allah  yang  berkuasa  atas  kehidupan  dan  kematian  makhluknya  termasuk  Yesus,  semuanya  Tunduk  pada  ketetapan  Allah.  Setelah  kematian  maka  Allah  akan  membangkitkan  kembali  manusia di akhirat nanti untuk menghadapi pengadilan yang Maha Agung yang akan diputuskan  oleh Allah dimana tiap‐tiap Nabi akan menjadi saksi atas umat‐umatnya. 

Kematian  dan  kebangkitan  Isa  a.s  adalah  sesuatu  yang  lumrah  dihadapan  Allah  sama  dengan  kematian dan kebangkitan manusia lainnya yang tidak perlu dibesar‐besarkan.        Tentang sebutan Tuhan untuk Yesus sama dengan Lord Jesus (Inggris),   Rabbi Isa (Arab) yang ketiga-tiganya bermakna Penguasa. Yesus adalah Raja di atas segala raja dan Tuan atas segala tuan karena Dia Ilahi dan   satu dengan Allah. Dalam Injil Yesus berfirman :   "Aku dan Bapa adalah satu." (Yohanes 10:30).     Wajar saja Yesus mengatakan demikian, Dialah Roh Allah dan Firman   Allah yang menjelma. Sedangkan ungkapan La ilaha illallah, kurang tepat kalau   diterjemahkan sebagai "Tiada Tuhan selain Allah" tetapi lebih tepat   "Tiada ilah (sembahan) selain Allah". Dan ini bisa diterima oleh iman   Kristen.     Kalau anda memahami bahwa Yesus adalah raja atau pemimpin maka pemahaman anda sama  dengan  pemahaman  orang  islam  terhadap  Yesus.  Tetapi  kalau  anda  mengatakanYesus  adalah  Raja diatas Raja , lalu berubah menjadi Allah. Hal ini tentu janggal dan lucu sekali.   Orang islam juga menganggap dan memuliakan Isa a.s sebagai pemimpin dari umat Bani Israel.  Sama  dengan  umat  islam  menganggap  Muhammad  sebagai  Nabi  dan  pemimpin  umat  islam.  Kalau  anda  beranggapan  Yesus  hanya  sebagai  pemimpin  umat,  maka  seharusnya  panggilan  terhadapnya bukan Tuhan tetapi cukup dengan “Tuan Yesus” saja. Kalau sampai disini tidak ada  perbedaan penafsiran tentang Yesus antara umat Kristen dengan umat Islam.   Kemudian  anda  berkesimpulan  dari  keterangan  Yohanes  10:30,  bahwa  bunyi  ayat  tersebut  mempunyai  makna  secara  fisik  yaitu  Yesus  dan  Allah  adalah  suatu  kesatuan  fisik  dan  roh.  Padahal anda mengetahui bahwa banyak sekali kata‐kata Yesus yang bermakna perumpamaan  yang mestinya disikapi secara bathin dan budi‐luhur. Kalau anda baca lebih teliti dan mendalam   dari  keterangan  ayat‐ayat  sebelumnya  ,  maka  sebenarnya  makna  dari  kata  “satu”  adalah  sebuah perumpaan yaitu “ Yesus menyampaikan ajarannya yang bersumber dari yang satu yaitu  dari Bapa atau Allah”.  Coba anda hubungkan keterangan ayat Yohanes 10:30 ini dengan ayat  sebelumnya yaitu Yohanes 10:25, yang berbunyi;     “25Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak  percaya; pekerjaan‐pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa‐Ku, itulah yang memberikan  kesaksian tentang Aku,      Ayat diatas menjelaskan bahwa Yesus menyampaikan ajaran  dan perintah yang sama dengan  apa  yang  diperintahkan  oleh  Bapa  atau  Tuhannya  Yesus.  Sebenarnya  ketika  itu,    Yesus  sudah  dikepung oleh opini umatnya yang mengira bahwa Yesus adalah Tuhan yang sebenarnya. Tetapi  Yesus membantahnya dengan kalimat yang sulit dicerna oleh umatnya , seperti penjelasan ayat  Yohanes 10:25 dan Yohanes 10”30 tersebut diatas. Jadi yang menyimpulkan Yesus adalah anak  Tuhan dan kemudian menjelma menjadi Tuhan adalah kesimpulan dan opini orang lain. 

    Tentang Salib      Pada Surah Al Imran 3:55 di atas, Al Quran sudah mencatat bahwa   Yesus wafat kemudian bangkit dan diangkat ke Surga. Tentang   bagaimana Yesus mati, yang menurut Kristen : mati di kayu salib, umat    Islam membatahnya dengan satu ayat yaitu Surah An Nisa ayat 157. Ayat ini lemah karena menulis perkataan orang Yahudi yang sedang   dalam keragu-raguan tentang seorang yang dibunuh oleh mereka.   Tapi jika kita melihat berdasarkan Alkitab, semuanya tidak bisa   dibantah lagi yaitu : nubuat nabi Yesaya, perkataan Yesus sendiri dan   kesaksian para murid.   - Nubuat Yesaya :     "Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam   matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya." (Yesaya 53:9)         Keyakinan  umat  Islam  terhadap  ayat‐ayat  al  qur’an  tidak  bisa  dibantah  lagi,  walaupun  Allah  menyampaikannya  dengan  satu  ayat  saja,  maka  iman  seorang  muslim  tidak  akan  mengingkarinya. Seperti kata Allah ;    “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali‐kali kamu termasuk orang‐ orang yang ragu“ (qs Al Baqarah 2:147).    Lain  halnya  dengan  umat  bani  Israel  atau  umat  kristiani  yang  selalu  meminta  lebih  dari  Allah  dan  sekiranya  pemberian  Allah  tidak  memuaskan  hati  mereka  maka  mereka  akan  membuat  suatu kesimpulan dan dugaan‐dugaan menurut akal pikiran mereka sendiri.  Sementara anda membuat opini dengan menggunakan nubuat kitab Yeyasa untuk meyakinkan  umat  Kristen    bahwa  Yesus  benar‐benar  sudah  disalib  dan  menjelma  menjadi  Tuhan.  Seolah‐ olah  kitab  Yayasa  telah  meramalkan  akan  kematian  Yesus  di  tiang  salib.  Tetapi  anehnya  tidak  satupun  bukti  otentik  yang  menunjukkan  bahwa  Yesus  benar‐benar  telah  disalib.  Tidak  ada  bukti sejarah, tidak ada bukti dokumentasi tentang penyaliban Yesus oleh bangsa Yahudi yang  diperintahkan oleh Raja Pilatus, tidak terbukti dimana tempat penyaliban dan  tidak ada data‐ data yang tepat kapan  tanggal penyaliban itu dilaksanakan dan bahkan jenazah Yesuspun tidak  pernah ditemukan hingga sekarang. Akhirnya umat Kristen menyimpulkan sendiri bahwa Yesus  bukan manusia tetapi Tuhan yang menjelma menjadi Manusia. Maka siapa yang percaya bahwa  Yesus  adalah  Tuhan  ,  maka  dosa‐dosanya  akan  diampunkanNYA.  Padahal  tidak  satupun  keterangan  yang  ada  di  dalam  kitab  Bible  yang  dengan  tegas  menyatakan  bahwa  kematian  Yesus    untuk  menebus  dosa  manusia.    Bahkan  orang  yang  disalib  tersebut  bukanlah  Yesus,  sesuai dengan keterangan yang tertulis di dalam kitab Bible sendiri  seperti ;     

46Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" (Matius 27:46)”   Ayat  tersebut  merupakan  kesaksian  dari  seseorang  yang  melihat  orang  yang  disalib  itu.  Kalau  orang  yang  disalib  itu  adalah  Tuhan  Yesus,  tentu  dia  tidak  akan  mengucapkan  kata‐kata  pengaduan seperti itu kepada Tuhannya. Hanya seorang  manusia saja  yang  berteriak ketika  merasa ditinggalkan oleh Tuhan atau  takut tinggalkan oleh Tuhan. Jadi kita dapat juga beropini  bahwa orang yang disalib itu bukanlah Yesus tetapi adalah salah seorang pengikut Yesus yang   sering memanggil Yesus dengan sebutan Eli.     Jadi  semua  keterangan  tentang  Yesus  adalah  Tuhan,  tentang  Yesus  benar‐benar  disalib,   tentang  pengampunan  dosa  dan  tentang  ajaran  Trinitas  hanya  berupa  opini‐opini  yang  disimpulkan  oleh  para  pendeta  Kristen  yang  diamini  oleh  umat  Kristen  yang  tidak  mampu  menggunakan akal sehatnya.       Yesus mati sebagai penjahat karena salib adalah salah satu cara   orang Yahudi menghukum mati penjahat.   - Perkataan Yesus sendiri bahwa Dia harus menderita dan dibunuh di   Yerusalem adalah jelas sekali. Malah dalam Matius, Yesus sampai empat   kali mengatakan hal yang sama - Kesaksian para murid juga sangat   menguatkan. Mereka bersama Yesus ketika Dia ditangkap, mereka mengiringi Yesus ketika Dia memikul salib ke Golgota, mereka   menyaksikan sendiri ketika Yesus mati, mereka pula yang ikut   menurunkan tubuhNya untuk dikuburkan. Selain itu setelah Yesus   bangkit dan menampakkan diri, mereka melihat langsung bagaimana   Yesus menunjukkan luka-lukaNya pada tangan dan lambung. Ini adalah bukti konkret yang tidak bisa disangkal.   Anda tahu kenapa pemimpin Yahudi membunuh Yesus ? Salah satunya   karena mereka menganggap Yesus menghujat Allah dengan menyebut   Allah sebagai BapaNya yang berarti pula menyamakan diriNya dengan   Allah.         Orang  kristiani  dan  orang  yahudi  menganggap  bahwa  Yesus  sudah  mati  di  tiang  salib  dan  mereka  membuktikannya  dengan  beberapa  orang  saksi  mata  yang  menurut  sumbernya  telah  menyaksikan kejadian itu. Keyakinan umat Kristen tentang penyaliban Yesus hanya berdasarkan  hasil  wawancara  terhadap  orang‐orang  yang  menyaksikan  orang  yang  disalib  itu.  Mereka  merasa yakin bahwa Yesus sudah mati. Tetapi mereka tidak menyadari dan mereka tidak bisa  membantah  bahkan  sampai  sekarang  mereka  tidak  mampu  membuktikan  dimana  kuburan  Yesus , bahkan terhadap jasad Yesus tidak tahu dimana kuburnya. Sementara jasad Fir’un yang  ratusan tahun sebelum Yesus mati, masih bisa disaksikan jasadnya .  Kenapa  jasad  Yesus  tidak  ditemukan  sampai  sekarang?.  Untuk  menjawab  pertanyaan  dan  gugatan‐gugatan itu , maka para pemimpin Gereja membuat kesimpulan sendiri bahwa Yesus  sudah menjelma menjadi Roh dan Firman Allah, jasad Yesus sudah menyatu kembali bersama  Firman  dan  Roh  Allah,  dan  Yesus  bangkit  bersama  Allah,  dan  Yesus  itu  Allah.  Kematian  Yesus  adalah  demi  membersihkan  dosa‐dosa  manusia,  karena  hanya  Tuhan  yang  dapat 

membersihkan  dosa  manusia.  Bukti‐bukti  kematian  Yesus  tidak  perlu  lagi  diperdebatkan  oleh  umat Kristen.  Pendapat  dan  Alasan  inilah  yang  menjadi  pegangan  yang  kuat  bagi  umat  nasrani  untuk  mengimani  Yesus  sebagai  Allah  dan  Firman  Allah.  Kematian  dan  kebangkitan  Yesus  bukan  bersifat  jasad  tetapi  Roh  ,  begitulah  penalaran  pimpinan  Gereja  waktu  itu.  Kesimpulan  ini  dibuat oleh Gereja jauh setelah kejadian penyaliban tersebut. Bahkan kesimpulan dari dugaan  tersebut dijadikan sebagai dasar iman bagi umat Kristen atas keIlahian Yesus dengan jaminan  bahwa  dengan  mempercayai  KeIlahian  Yesus  maka  orang  itu  pasti  masuk  syorga  dan  seluruh  dosa‐dosanya pasti terampuni.  Kenapa  para  pimpinan  dan  ahli  kitab  anda  menyimpulkan  seperti  itu?  Jawabannya  adalah  karena  Allah  tidak  memberikan  petunjuk  yang  jelas  tentang  peristiwa  penyaliban  itu  kepada  ahli kitab anda.  Ahli  kitab  anda  hanya  membuat  kesimpulan  sendiri  atau  secara  bersama‐sama  mensyahkan  hasil  kesepakatan  itu  dalam  acara  Konsili  (seminary)  di  Nicea  yang  dihadiri  oleh  lebih  dari  duaribu  Uskup gereja‐gereja sedunia pada tanggal 20 Mei 325 Masehi.  Naskah  kesepakatan  itu  mereka  sebut  "the  Creed  of  Nicea"  ,  dimana  naskah  kesepakatan  tersebut  melahirkan  Surat  Keputusan  (SK)  atau  sumpah  yang  dibacakan  dan  disyahkan  oleh  Kaisar Agung Romawi yang berkuasa di kala itu yaitu , “ Kaisar Constantine”.   Konggres itu sebenarnya bertujuan untuk menetapkan apakah kristen menganut ajaran Tauhid  atau Trinitas.  Dari  2.048  pendeta  yang  hadir,  318  diantaranya  setuju  dengan  ajaran  Paulus  yaitu  ajaran  Trinitas,  sedangkan  sisanya  (1,730)  menolak  dan  tetap  berpegang  kepada  ajaran  Tauhid  dari  Yesus.  Namun  ketetapan  itu  di  diputuskan  tidak  berdasarkan  sistim  demokrasi  karena  Kaisar  Constantine  yang  sudah  menyatakan  dirinya  beragama  Kristen  masih  tetap  meyakini  ajaran  paganisme atau Polytheisme sehingga Kaisarpun berpihak kepada ajaran Paulus.  Setelah  ajaran  Trinitas  disyahkan  dan  ditetapkan  oleh  kaisar  Agung  Constantine,  maka  semua  penentang ajaran trinitas tersebut dibasmi habis karena dianggap sebagai golongan sesat yang  menentang agama dan keputusan negara.    Adapun bunyi surat Keputusan, syariat atau Kredo yang dikeluarkan oleh hasil konsili tersebut  adalah sebagai berikut ;  Kredo Nicea dalam bahasa Latin Credo in unum Deum, Patrem Omnipotentem factorem caeli et terrae, visibilium omnium et invisibilium. Et in unum Dominum Iesum Christum, Filium Dei Unigenitum, Et ex Patre natum ante omnia saecula. Deum de Deo, lumen de lumine, Deum verum de Deo vero. Genitum, non factum, Consubstantialem Patri per quem omnia facta sunt. Qui propter nos homines et propter nostram salutem descendit de caelis. Et incarnatus est de Spiritu Sancto ex Maria virgine et homo factus est. Crucifixus etiam pro nobis sub Pontio Pilato, passus et sepultus est. Et resurrexit tertia die secundum Scripturas. et ascendit in caelum, sedet ad dexteram Patris. Et iterum venturus est cum gloria, iudicare vivos et mortuos, cuius regni non erit finis. Et in Spiritum Sanctum, Dominum et

vivificantem, qui ex Patre (Filioque)* procedit. Qui cum Patre et Filio simul adoratur et conglorificatur: qui locutus est per prophetas. Et unam, sanctam, catholicam et apostolicam Ecclesiam. Confiteor unum baptisma in remissionem peccatorum. Et expecto resurrectionem mortuorum, et vitam venturi saeculi. Amen. Terjemahannya adalah ; Kredo Nicea dalam Gereja Katholik & Protestan Versi Katolik. Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan. Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal, Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang. Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa segala sesuatu dijadikan olehnya. Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus dari Perawan Maria dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci. Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; KerajaanNya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa (dan Putra)¹ Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan. Ia bersabda dengan perantaraan para nabi Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik² dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan kehidupan di akhirat. Amin. Versi Protestan Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa Pencipta langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman. Allah dari Allah, terang dari terang. Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakkan, bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya, segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria, dan menjadi manusia. yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi Kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang Kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya kepada Roh Kudus, yang menjadi Tuhan dan yang menghidupkan yang keluar dari Sang Bapa dan (Sang Anak)¹, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan, yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu Gereja yang kudus dan am² dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang. Amin.

Setelah  kongres  Nicea  itu,  ditetapkan  lagi  beberapa  keputusan  antara  lain  ;  menetapkan  Hari  minggu  sebagai  hari  suci  untuk  umat  kristen  untuk  menggantikan  hari  sabat  sebagai  penghormatan terhadap kelahiran dewa Matahari, menetapkan hari raya natal pada tanggal 25  Desember  bersamaan  dengan  tanggal  lahir  dewa  Matahari,  kemudian  menetapkan  Salib  sebagai  lambang  ketuhanan  Yesus  dimana  di  kepalanya  dikalungkan  lingkaran  berbentuk  matahari.  Peristiwa  sejarah  inilah  yang  membuktikan  bahwa  agama  Kristen  bukan  lagi  “agama  tauhid”  yang  diredhai  Allah.  Agama  Kristen  semenjak  saat  itu  sudah  menjelma  menjadi  “Agama  Kerajaan  bangsa  Pagan  “  Romawi.  Maka  berduyun‐duyunlah  bangsa  Romawi  masuk  agama  Kristen  dan  berdirilah  kementrian  agama  atau  keuskupan  agama  Kristen  di  Roma  dibawah  kendali pemerintah kekaisaran Romawi.  Penobatan  Yesus  menjadi  Allah  sudah  di  syahkan  oleh  seorang  Raja  Romawi  “Kaisar  Constantine”.  Para  Uskup  dan  seluruh  rakyat  Romawi  beserta  segenap  umat  Kristen  Katolik  diseluruh dunia menyambut gembira keputusan itu.   Tidak  ada  lagi  dosa  bagi  mereka,  yang  ada  hanyalah  keselamatan,  syorga  hanya  milik  umat  Kristen , kerajaan Allah di syorga hanya diperuntukkan pada yang percaya Tuhan Yesus.   Kesepakatan  para  prajurit  berpangkat  kopral  sudah  behasil  mengangkat  seorang  Jendral  sebagai  pemimpin  mereka.  Syahkah  pengangkatan  itu?  Gembira  atau  menangiskah  Yesus  mendengar berita itu?.    Ketika keputusan itu diambil, semua alam dan seluruh isinya sangat terkejut mendengar berita  itu.  Bumi  ,    langit  dan  seluruh  alam  semesta    bagaikan  pecah  berkeping‐keping  mendengar  berita yang sangat dahsyat itu. Keterangan ini diabadikan oleh Allah di dalam Al Qur’an surat  Maryam ayat 88 – 92 yang berbunyi ;   

‫و َﺎُﻮا اﺗﺨﺬ اﻟ ّﺣْﻤﻦ وﻟ ًا‬ ‫َﻗ ﻟ َ َ َ ﺮ َ ُ ََﺪ‬ َ ّ 89 ‫ﻟﻘ ْ ﺟ ْﺘ ْ ﺷ ْ ًﺎ إ ّا‬ ‫َ َﺪ ِﺌ ُﻢ َﻴﺌ ِد‬ ً ُ َ ‫َﻜ ُ ﺴﻤ و ُ َ َ َ َﺮ َ ِﻨ ُ َ َﻨ‬ ّ ّ َ 90‫ﺗ َﺎد اﻟ ّ َﺎ َات ﻳﺘﻔﻄ ْن ﻣ ْﻪ وﺗ ْﺸﻖ‬ 91 ‫اﻷ ْض وﺗﺨﺮ ا ْﺠ َﺎل ه ّا أ ْ دﻋ ْا ِﻠﺮ ْﻤﻦ وﻟ ًا‬ ‫ر ُ َ َ ِ ّ ﻟ ِﺒ ُ َﺪ َن َ َﻮ ﻟ َﺣ َ ِ ََﺪ‬ ّ ً ُ 92 ‫و َﺎ ﻳ ْﺒ ِﻲ ِﻠﺮ ْﻤﻦ أ ْ ﻳﺘﺨﺬ وﻟ ًا‬ ‫َﻣ َﻨ َﻐ ﻟ َﺣ َ ِ َن َ َ ِ َ ََﺪ‬ ّ ّ
88

“Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai   anak"88. Sesungguhnya  kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat keji 89, hampir‐hampir langit pecah  karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung‐gunung runtuh 90, karena mereka  menetapkan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak 91. Dan tidak layak bagi Tuhan  Yang Maha Pemurah mengambil seorang anak  (Qs Maryam 19:88‐92) “.    Sebenarnya seluruh umat kristen yang tidak mengerti seperti anda telah tersesat jalan, karena  mereka hanya patuh kepada para pembesar (kepala Negara) dan kepada para pemimpin gereja  ( uskup atau Paulus), sementara kalian sudah mengabaikan perintah Yesus yang sesungguhnya.  Yesus  pasti  menangis  menyaksikan  kebodohan  umat  kristen  yang  tidak  mengikuti  perkatan 

Yesus. Diakhirat, kalian bukannya masuk syorga, tetapi kalian kekal di neraka. Beginilah Firman  Allah ;    “ Pada hari ketika muka mereka dibolak‐balikkan(bingung) dalam neraka, mereka berkata:  "Alangkah baiknya, andai kata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul". Dan  mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin‐pemimpin  (Raja) dan pemuka‐pemuka (Pendeta) kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang  benar).( qs Al Ahzan 33:66‐67) ”.    Bahkan pada kitab anda di katakan bahwa Yesus tidak mengenal para peminpin gereja (uskup,  paus) serta para pembesar Negara yang mengaku‐ngaku sebagai pengikut Yesus.  Bahkan di Neraka itu, Yesus memalingkan muka dari permohonan mereka ;    “ Pada waktu itulah Aku (Yesus) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak  pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada‐Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!   Matius 7 :23 ”.    Prosesi pengangkatan Yesus menjadi Tuhan oleh umat Kristen adalah sesuatu yang tidak wajar.  Manusia diciptakan oleh Allah, Yesus juga terlahir sebagai manusia ciptaan Allah namun setelah  Yesus tiada, mereka membuat kesepakatan bersama dan menyatakan bahwa “ Pada mulanya  adalah Firman; Firman itu bersama‐sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”    Maka tentu saja Allah menyindir manusia‐manusia bodoh itu yang tertera di dalam Al Qur’an ;    “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan  kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah‐ penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu  menjadi orang‐orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan  kamu tetap mempelajarinya. Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan  malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di  waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?" (qs Ali Imran 3:79‐80)    Sementara  umat  islam  sedunia  bertambah  kuat  keimannya  dan  kecintaannya  kepada  sang  Pencipta  yaitu  Allah  SWT.  Karena  ,  hanya  Agama  Islam  yang  disyahkan  dan  ditetapkan  oleh  Allah SWT sebagai agama tauhid ;  “.. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku‐cukupkan  kepadamu nikmat‐Ku, dan telah Ku‐ridai Islam itu jadi agama bagimu…”   (qs AL Maaidah 5:4).             

    Saya andaikan, jika Yesus hidup dan diutus kepada Anda (umat Islam) di waktu   sekarang, bukan 2000 tahun y.l, maka bisa dipastikan : kamu-lah yang akan yang akan mengangkat batu   membunuh Dia, kamu membenarkan iman anda tapimelempari Dia. Anda pasti akan melakukan itu demi hanya menunjukkan ceteknya   pengertian Anda tentang rencana keselamatan dari Allah. Lebih luas, andalah   angkatan yang tidak percaya, angkatan yang jahat seperti yang pernah dikatakan   Yesus.   Kembali  anda  bersifat  apriori  dan  membenci  orang  muslim.  Bagaimana  anda  bisa  berpikiran  jelek terhadap islam sejauh itu. Kalau anda ingin menyampaikan keimanan anda kepada orang  lain, anda harus membuang jauh‐jauh rasa benci dan rasa permusuhan anda.   Ketahuilah bahwa orang Islam tidak pernah membenci penganut kristiani,  yang ditentang oleh  islam hanya paham dan ajaran Kristen. Kalau anda yakin dengan ajaran anda, pertahankanlah  kebenaran  ajaran  anda    tersebut  dengan  cara  yang  baik.  Kalau  anda  tetap  beriman  dengan  ajaran  anda,  maka  itu  lebih  baik  bagi  anda,  tidak  ada  paksaan  dalam  memeluk  agama,  orang  islam tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang Kristen dan orang Kristen bukanlah  penyembah dari apa yang disembah oleh orang Islam, agama Kristen untuk orang kristen dan  agama islam untuk orang islam.      Sejak hidup di dunia sampai dengan saat ini, Yesus selalu ditentang di   manamana.   Dia menderita oleh manusia. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Padahal   orang-orang sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungNya, dan kesengsaraan   kita yang dipikulNya. Dia diremukkan oleh dosa kita.   Yesus sudah melakukan segalanya untuk anda tetapi yang Dia peroleh   adalah penolakan dan penghinaan. Anda telah menolak salib, berarti   menolak penebusan dan keselamatan.   Jika demikian, saya cukup katakan :   "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka   yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah." (I Korintus 1:18)           Justru  yang  menentang  ajaran  Yesus    bukanlah  Umat  Islam.  Sebenarnya  umat  islamlah  yang  melaksanakan perintah Yesus sesuai dengan ajaran yang disampaikannya. Seperti ;  bersunat,  tidak  menyembah  dirinya  sebagai  Tuhan,  tidak  menghilangkan  Hukum    Taurat,  tidak  makan  Babi,  melakukan  shalat  seperti  Yesus.  Jadi  yang  meninggalkan  ajaran  Yesus  yang  sebenar  nya  adalah umat Kristen itu sendiri (tidak bersunat, memakan Babi, tidak menjadikan Allah sebagai  tuhan langsung, menjadikan Yesus sebagai Tuhan).  Al Qur’an memuliakan Isa As dengan derajat yang  sama  dengan para nabi yang lainnya seperti   Ibrahim, Ishaq, Ismael dan Musa atau Muhammad. Tidak seorangpun umat muslim yang boleh  melecehkan  atau  menghina  nabi  Isa.  Umat  muslim  memuliakan  nabi  Isa  As    sebatas  dia  merupakan  manusia  pilihan  Allah  yang  diutusNYA  untuk  menyampaikan  kitab  Injil    yang  akan 

memperbaiki kitab Taurat yang telah dirusak oleh kaum Yahudi. Begitu juga dengan ajaran nabi  Isa As yang  masih tetap  dilaksanakan oleh Tetapi ajaran pokok nabi  Isa atau Yesus itu sudah  tidak dilaksanakan lagi oleh Umat kristiani. Sebaliknya umat kristiani merusak ajaran Yesus yang  sebenarnya  seperti    ;    berlaku  syirik  dengan  menyembah  Yesus  sebagai  Tuhan  dan  beropini  menurut  angan‐angan  bahwa  kematian  Yesus  di  tiang  salib  bertujuan  untuk  menebus  dosa  manusia padahal itu bukan ajaran Yesus tetapi ajaran Paulus.  Paulus mengintruksikan kepada  umat  Kristen  untuk  menghilangkan  seluruh  syariat  hukum  Taurat.  Bahkan  menurut  Paulus,  seorang Kristen yang bersunat dianggap telah melaksanakan hukum Taurat dan tidak dianggap  lagi sebagai umat Yesus serta  diakhirat dia dianggap tidak berguna sama sekali ;  2Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Galatia 5:2)” Padahal sesungguhnya Yesus menyatakan dengan tegas di dalam kitab Bible bahwa dia tidak  akan melenyapkan hukum‐hukum Taurat  satu titikpun bahkan bagi yang melenyapkan hukum  Taurat maka akan dilaknati oleh Yesus serta tidak akan diterima di dalam syorga kerajaan Allah,  sebagaimana yang tertulis di dalam kitab Bible sbb ;    18Karena Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5 : 18-19)   Sebenarnya umat Kristen saat ini bukan lagi menjalankan syariat yang disampaikan Yesus tetapi   yang dilaksanakan oleh umat kristen saat ini adalah ajaran Paulus yang bertolak belakang  dengan ajaran Yesus.       Tentang keaslian Injil   Anda akan terkejut jika saya mengatakan bahwa bukti-bukti tentang   keaslian Injil lebih banyak dan kuat dibandingkan dengan bukti keaslian   Al Quran.   Naskah-naskah yang ditemukan banyak sekali yang ditulis pada abad   pertama dan kedua Masehi dan semuanya sama persis dengan Alkitab sekarang.    

   Kalau  anda  benar‐benar  yakin  akan  keaslian  Injil  yang  anda  pegang  ,  maka  cobalah  anda  tunjukkan  apa  bahasa  asli  (bahasa  ibu)  dari  Injil  itu?,  apakah  kitab  asli  itu  masih  ada?  Dan  kenapa  Injil  yang  beredar  saat  ini  banyak  sekali  versinya  dan  tiap  tiap  versi  berbeda‐beda  terjemahan  dan  kandungannya,  mampukah  anda  menunjukan  kitab  Injil  yang  asli  itu?  Atas  dasar  apa  anda  mengatakan  bahwa  Injil  yang  anda  pegang  sekarang  itu  benar‐benar  Asli?  Padahal  kitab  Bible  yang  ada  sekarang  ini  bersumber  dari  bahasa  Yunani  dan  bahasa  Inggris,  sebaliknya  Yesus  berbahasa    Ibrani  ,  Yesus  berbicara  dan  hidup  di  Yarusalem  dengan  bahasa  Ibrani bukan bahasa Yunani atau bahasa Inggris.  Apakah  ada  jaminan  dari  Yesus  terhahap  keaslian  dari  kitab    Bible  yang  anda  pegang  sama  dengan  Injil  yang  disampaikan    oleh  Yesus?  Atau  adakah  sebuah  ayat  di  dalam  al  kitab  Bible  anda  yang  menyatakan  bahwa  kitab  itu  dijamin  asli  dari  Yesus  atau  Tuhan  seperti  kalimat  berikut; "Akulah yang mewahyukan Al kitab, dan Aku pula yang menjaganya.”    Sebaliknya keaslian kitab Al Qur’an dijamin oleh Allah yaitu;    "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur`an dan sesungguhnya Kami pula yang  Memelihara  (Qs 15 Al Hijr 9) ”.     Sebenarnya  anda  sudah  tahu  bahwa  kitab  Injil yang  ada  sekarang  ini  hanyalah  kumpulan  dari  naskah‐naskah  yang  berasal  dari  berbagai  sumber  yang  dikumpulkan  setelah  Yesus  tiada  ,  kemudian berlanjut terus hingga 200 sampai 400 tahun kemudian. Dimana antara satu naskah  dengan naskah yang lainnya bisa saja terdapat perbedaan‐perbedaan dan bahkan pertentangan  tergantung kepada pemahaman dari orang yang menulis naskah‐naskah itu. Keaslian dan umur  naskah itu dijadikan sebagai dasar penilaian terhadap kebenaran ajaran Yesus. Naskah‐naskah  yang  dikumpulkan  itu  lebih  banyak  bercerita  tentang  kisah  kehebatan  Yesus  karena  mukjizat  yang dimilikinya atau kisah perjalanan Yesus dalam menyebarkan ajarannya atau kisah raja‐raja  yang mengetahui keadaan Yesus dari cerita rakyat tentang kehebatan Yesus yang tidak lumrah  manusia, atau kumpulan kotbah‐kotbah dari pimpinan ahli Kitab orang nasrani di kala itu. Jadi  kisah  Yesus  di  dalam  Bible  hanya  berupa  hasil  wawancara  dan  editing  dari  kumpulan  naskah‐ naskah  yang  sudah  terkumpulkan.  Sementara  hukum‐hukum  yang  dibawa  Yesus  tidak  mendapat  perhatian  utama  sebagaimana  layaknya  perintah  dari  Allah.  Padahal  Yesus  membawa hukum‐hukum untuk menyempurnakan hukum Taurat yang dibawa oleh nabi Musa  a.s karena telah banyak diingkari dan diselewengkan oleh Bani Israel.   Kumpulan naskah‐naskah tentang ajaran Yesus mereka rangkum dalam Al Kitab dengan istilah  Perjanjian Baru ( PB ). Karena tidak puas dengan hasil yang terkumpulkan, maka ahli kitab  nasrani itu mengumpulkan lagi naskah‐naskah dari ajaran nabi‐nabi lainnya yang hidup sebelum  Yesus,  dan  kumpulan  Naskah‐naskah  itu  dimasukkan  kedalam  al  Kitab  sebagai  Perjanjian Lama ( PL ).   Selama  perjalanan  waktu  ,  tentu  saja  penyusunan  Al  KItab    Bible  itu  telah  mengalami  editing  berkali‐kali. Tentu saja tidak pernah dicatat kapan dilakukan editing dan siapa‐siapa saja yang  pernah  melakukan  proses  editing  dari  kitab  Bible  itu.  Buktinya  ,  banyak  sekali  terdapat  perbedaan‐berbedaan  bahkan  pertentangan  di  dalamnya,  diantaranya  ada  juga  cerita‐cerita  tentang  Nabi‐nabi  sebelum  Isa  yang  digambarkan  tidak  bermoral  atau  telah  melakukan  dosa 

yang  lebih  bejat  dari  manusia  biasa,  ada  juga  cerita  yang  bersifat  fulgar  dalam  masaalah  sek  seperti  cerita  pornografi  saja,  tatabahasa  di  dalam  kumpulan  naskah  tersebut  tidak  menunjukan bahwa kumpulan naskah itu berasal firman Allah.        Artinya Taurat dan Injil yang menjadi rujukan Muhammad adalah sama dengan yang ada dalam Alkitab sekarang. Mengatakan bahwa Injil telah   diubah merupakan penafsiran yang salah dari Surah Al-Baqarah ayat 75.   Penafsiran ini bertentangan dengan Al Quran sendiri :     "...Dan Kami turunkan kepadamu Kitab dengan membawa kebenaran untuk mengesahkan benarnya Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan sebelumnya   dan untuk memelihara serta mengawasinya." (Surah 5:48).     Mengatakan bahwa Taurat dan Injil telah diubah sama saja dengan   mengatakan bahwa Al Quran telah gagal memelihara dan mengawasinya.         Anda  kembali  merujuk  kepada  Al  Qur’an  untuk  membenarkan  penafsiran  anda,  anda  seolah‐ olah  sudah  mengerti  tentang  AL  Qur’an  kemudian  anda  berlagak  pintar  untuk  mendakwahi  umat islam dengan Al Qurannya, padahal pemahaman anda terhadap ayat‐ayat Al Quran keliru  dan seperti di buat‐buat untuk menjungkal‐balikkan makna ayat‐ayat Al Qur’an.  Begitu  lah  cara  orang  kristen  mendakwahi  agamanya  kepada  orang  islam  yaitu  dengan  cara  memutarbalikkan ayat‐ayat al qur’an kemudian membisikkan dan menghasut orang islam untuk  berpindah ke agama anda. Cara orang‐orang kristen mendakwahkan agamanya tersebut benar‐ benar sangat licik dan curang sekali. Orang kristen melakukan berbagai cara untuk mengelabui  orang islam yang belum mengerti dan belum banyak membaca ayat‐ayat Allah dalam al qur’an .  Baiklah , coba anda teliti lagi arti dari surat Al Maidah ayat 48 tersebut;    “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan  apa yang sebelumnya, yaitu kitab‐kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian  terhadap kitab‐kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang  Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan  kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap‐tiap umat di antara kamu, Kami berikan  aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan‐Nya  satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian‐Nya kepadamu,  maka berlomba‐lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah‐lah kembali kamu  semuanya, lalu diberitahukan‐Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu    (qs Al Maaidah 5:48 )“,    Ayat tersebut masih belum berakhir, tetapi anda sudah berusaha untuk memotongnya sehingga  anda  memutar  makna  ayat  tersebut  untuk  kepentingan  dakwah  anda.  Coba  anda  perhatikan  lagi bunyi ayat berikutnya yaitu ayat 49 dari surat al Maa‐idah tersebut ;     

“dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan  Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati‐hatilah kamu  terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah  diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah),  maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah  kepada mereka disebabkan sebahagian dosa‐dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan  manusia adalah orang‐orang yang fasik  (qs Al Maa‐idah 5:49) “.    Anda  mengartikan  bahwa  kata‐kata  “membenarkan “  berarti  mengakui  “kebenaran”  dari  Injil  yang  anda  pegang  sekarang,  kemudian  anda  melanjutkan  artinya  menjadi  “mengesahkan”  kitab  injil  yang  anda  pegang  itu.  Padahal  bukan  begitu  maksudnya,  anda  berusaha  untuk  memutarbalikan  makna  dari  ayat  tersebut.  Padahal  kata  “membenarkan”  berarti  menjadikan  ” lebih benar” atau  menjadikan  lebih  “sempurna”  atau  “memperbaiki” yang sudah rusak.    Sementara anda menterjemahkan ayat tersebut seperti berikut     "...Dan Kami turunkan kepadamu Kitab dengan membawa kebenaran untuk mengesahkan  benarnya Kitab‐kitab Suci yang telah diturunkan sebelumnya dan untuk memelihara serta  mengawasinya (Surah5:48) “  .  Jadi jelas sekali bahwa orang kristen seperti anda adalah orang yang sangat licik untuk merusak  iman orang islam, apakah ini yang anda maksudkan dengan dakwah orang kristen . Sekali lagi  anda bermaksud merubah ayat‐ayat Allah, karena begitulah tabiat ahli kitab kristen dari dulu .  Semoga anda tidak dilaknati oleh Allah.   Benar  sekali  dengan  apa  yang  disampaikan  oleh  Allah  di  dalam  Al  quran  bahwa  Ahli  Kitab  Kristen akan selalu menghalangi orang beriman sampai orang beriman tersebut menjadi sesat     (“Katakanlah (Muhammad): "Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang‐halangi dari jalan  Allah orang‐orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal  kamu menyaksikan?" Allah sekali‐kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan   (qs Ali Imran 3:99).    Anda  dengan  sengaja  menyesatkan  orang‐orang  islam.  Tahukah  anda  bahwa  anda  dan  kaum  orientalis  mempunyai  misi  mirip  dengan  iblis  dan  setan  yang  terkutuk.  Hanya  iblis  dan  setan  yang menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan yang nyata. Sebagaimana Iblis telah berhasil  menyesatkan pemimpin geraja anda yaitu Paulus ketika dia mengesahkan ajaran Tirnitasnya itu.  Anda  mengatakan  bahwa  terdapat  pertentangan‐pertentangan  di  dalam  al  quran,  tetapi  setelah  anda  menunujuk  kepada  ayat  yang  anda  sangsikan  itu,  maka  ayat  tersebut  akan  menyerang balik kepada logika anda, kerena kebenaran itu mutlak milik Allah , manusia tinggal  menjalankan hukum‐hukum Allah dan tidak ada hak manusia untuk merubahnya.       

  Atau marilah kita berpikir dengan logika sederhana. Jika anda mengatakan   bahwa Allah selalu menjaga keaslian Al Quran, tidak sanggupkah Allah   untuk menjaga keaslian Taurat dan Injil, apalagi Injil adalah Firman Yesus   Sang Hakim di Akhirat, yang dari firmanNya itu semua manusia akan dihakimi   ???   Atau lihatlah alam semesta, bagaimana Allah begitu berkuasa sehingga planet dan bintang-bintang tetap pada orbitnya, tidak bertabrakan satu   sama lain; tidak berkuasakah Allah untuk menjaga firmanNya dari tangan   manusia yang hanya 'setitik debu' pada alam semesta ini ??         Hanya Al Qur’an yang dijamin oleh Allah keasliaanya hingga akhir zaman, tidak ada yang akan  mampu  merusak  kesucian  dan  keaslian  Al  QUr’an,  bahkan  Allah  menantang  seluruh  manusia  kafir kalau mampu membuat  kitab sehebat satu surat Al Qur’an saja. Adanya jaminan keutuhan  dan penjagaan Al Qur’an oleh Allah tercantum pada Surat Al Hijr ayat 19 yang berbunyi ;      "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur`an dan sesungguhnya Kami pula yang  Memeliharanya  (Qs 15 Al Hijr 9)”.  Sekiranya  ada  yang  coba‐coba  untuk  memalsukan  Al  Qur’an  ,  pasti  aka  ketahuan.  Sekiranya   anda  bersekutu bersama seluruh orang kafir lainnya membuat semisal satu surat saja, silahkan,  maka dijamin kalian  pasti kalian tidak akan sanggup. Begitulah tantangan Allah dalam surat Al  Baqaraah ayat 23‐24 yang berbunyi  ;  “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada  hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah  penolong‐penolongmu selain Allah, jika kamu orang‐orang yang benar. Maka jika kamu tidak  dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu  dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang‐orang  kafir. (Qs Al Baqarah 2:23‐24 )“      Umat Islam mengatakan bahwa Injil telah diubah tapi sampai dengan hari ini   tidak bisa menunjukkan bagian mana yang diubah. Hanya asal bicara tanpa   dilandasi bukti konkret.     Mana  ada  seorang  pendusta  mau  mengakui  kekeliruan  dan  kesalahannya  yang  sengaja  dia  lakukan untuk maksud‐maksud tertentu. Untuk menunjuk kepada yang diubah tersebut maka  perlu  dilakukan  koreksi  secara  menyeluruh  dari  ayat‐ayat  itu  satu  persatu.  Untuk  mengoreksi  ayat‐ayat  yang  tidak  benar  ,  maka  perlu  satu  rujukan  yang  asli  untuk  merubahnya,  namun  sumber    kitab  Injil    yang  asli  tidak  mungkin  ada  sehingga  generasi  umat  berikutnya  berjalan  dalam  kegelapan  tanpa  arah,  berjalan  menurut  kehendak  masing‐masing  tanpa  petunjuk  dan  bimbingan  Allah.  Namun  Allah  yang  Maha  pengasih  dan  tidak  pernah  lelah  mengurus  malhlukNya  memberi  Kasih  Sayang  dan  RahmatNYa  dengan  menurunkan  Al  Quran  untuk 

memperbaiki dan menyempurnakan al Kitab terdahulu yang sudah dirusak itu. Hanya Al Qur’an  yang dapat dijadikan rujukan dan pedoman untuk mengkoreksi seluruh ayat‐ayat al kitab yang  sudah  rusak  itu,  yang  tidak  cocok  dengan  ayat  Allah  dalam  Al  Qur’an,  harus  di  buang  dan  dibasmi habis.  Seperti Firman Allah bahwa Al Qur’an sudah memperbaiki kitab Taurat yaitu;      “Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan  (memperbaiki) kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil     (Qs Ali Imran 3:3)”      “Tidakkah kamu memperhatikan orang‐orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab  ,  mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka;  kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).  Hal itu adalah karena mereka mengaku: "Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali  beberapa hari yang dapat dihitung". Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa  yang selalu mereka ada‐adakan (qs Ali Imran 3:23‐24)”      Namun  yang  paling  baik  adalah  “masuklah  kedalam  Islam”  semoga  anda  mendapat  petunjuk  yang benar dari Allah.  Sebenarnya  bagi  orang‐orang  kristen  yang  berakal  sehat  dan  berpikiran  jernih  tentu  mampu  melihat berbagai kejanggalan dan pertentangan di dalam injil yang sekarang .  Cobalah  baca  dengan  lebih  teliti  beberapa  ayat‐ayat  yang  ada  di  dalam  kitab  anda  ,  kenapa  ayat‐ayat  tersebut  saling  betentangan,  dan  kenapa  umat  kristen  memilih  hukum  Allah  yang  enak‐enak saja dan yang menguntung saja, yaitu kalau mereka dihahapkan untuk memilih ayat  yang mereka senangi.   Sebenarnya  banyak  sekali  ayat‐ayat  di  dalam    Kitab  Bible  yang  saling  bertentangan,  namun  karena  tidak  mungkin  menyampaikannya  satu‐persatu  dalam  tulisan  ini,  maka  disajikan  beberapanya saja yaitu ;      1.Tentang mamakan babi “ Halal atau Haram “    Ayat‐ayat di dalam al kitab anda yang menyatakan haram ;  a.Ulangan  14:8  juga  babi  hutan,  karena  memang  berkuku  belah,  tetapi  tidak  memamah  biak;  haram  itu  bagimu.  Daging  binatang‐binatang  itu  janganlah  kamu  makan  dan  janganlah  kamu  terkena bangkainya.  b.  Imamat11:7‐8  Demikian  juga  babi,  karena  memang  berkuku  belah,  yaitu  kukunya  bersela  panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.       

Sedangkan yang mengatakan menghalalkan Babi ;  a.  Korintus  6:12  Segala  sesuatu  halal  bagiku,  tetapi  bukan  semuanya  berguna.  Segala  sesuatu  halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.  b. Injil Matius 15:1 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk kedalam mulut yang menajiskan  orang , melainkan yang keluar dari mulut yag menajiskan orang.”    Bagaimana  anda  menjelaskan,  kenapa  terjadi  pertentangan  dalam  menetapkan  halal  atau  haram dalam ayat‐ayat dalam kitab anda? Yang manakah yang benar dari ayat‐ayat tersebut?  Tentu saja anda berpikir dan akan memilih yang enak adalah yang benar !    2. Tentang disunat (khitan) “ wajib atau tidak wajib”  Ayat‐ ayat di dalam al Kitab anda yang mewajibkan sunat adalah :  a.  Kejadian  17  :9‐14  :  (9)Lagi  firman  Allah  kepada  Abraham:  “Dari  pihakmu,  engkau  harus  memegang  perjanjian‐Ku,  engkau  dan  keturunanmu  turun  temurun.  (10)  Inilah  perjanjian‐Ku,  yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki‐ laki  di  antara  kamu  harus  di  sunat;  (11)  Haruslah  dikerat  kulit  khatanmu  dan  itulah  akan  menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. (12) Anak yang berumur delapan hari haruslah  disunat,  yakni  setiap  laki‐laki  diantara  kamu,  turun  temurun:  baik  yang  lahir  di  rumahmu,  maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.  (13)Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka  dalam dagingmulah perjanjian‐Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. (14) Dan orang yang tidak  disunat, yakni laki‐laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari  antara orang‐orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian‐Ku.”  b.  Kejadian  17  :17  “  Dan  orang  yang  tidak  disunat  ,  yakni  laki‐laki  yang  tidak  dikerat  kulit  khatannya,  maka  orang  itu  harus  dilenyapkan  dari  antara  orang‐orang  sebangsanya:  ia  telah  mengingkari perjanjian‐Ku.”    Sedangkan ayat‐ayat di dalam kitab anda yang melarang bersunat ;  ‐  Galatia  5:2  dan  6  (2)  Sesungguhnya  aku,  Paulus,  berkata  kepadamu:  Jikalau  kamu  menyunatkan  dirimu  ,  Kristus  sama  sekali  tidak  akan  berguna  bagimu.  (6)  Sebab  bagi  orang‐ orang yang ada didalam kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai suatu  arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.  ‐  Korintus  7:18‐19  .  (18)  Kalau  seorang  dipanggil  dalam  keadaan  bersunat,  janganlah  ia  berusaha meniadakan tanda‐tanda sunat itu,. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak  bersunat,  janganlah  ia  mau  bersunat.  (19)  Sebab  bersunat  atau  tidak  bersunat  tidak  penting.  Yang penting ialah mentaati hukum‐hukum Allah.    Sekarang coba anda pilih yang mana diantara ayat‐ayat itu yang benar. Anda memilih disunat  atau tidak disunat? Hanya ada satu pilih yang benar karena kebenaran itu milik Allah, manusia  tidak  berhak  untuk  merubah‐ubah  kebenaran  itu.  Tentu  saja  anda  akan  memilih  bahwa  yang  benar  itu  adalah  yang  tidak  menimbulkan  rasa  sakit  karena  anda  tidak  mau  disakiti  bukan?  Apakah menurut anda bersunat itu tidak termasuk mentaati syariat Allah? Ajaran umat kristen  memang  hebat  karena  banyak  pilihan  yang  ada  di  dalam  Al  Kitabnya  sehingga  apapun  yang 

dilakukan  pengikut  kristen  tidak  akan  dinilai  salah.  Bahkan  tidak  melakukan  apapun  ,  tidak  masaalah.    3. Tentang KeIlahian Yesus ( Hamba Allah atau Allah ?)    Ayat‐ayat yang menolak KeIlahian Yesus diantaranya adalah ;  ‐  Yohanes  5:30‐  31  “Aku  tidak  dapat  berbuat  apa‐apa  dari  diri‐Ku  sendiri;  Aku  menghakimi  sesuai  dengan  apa  yang  Aku  dengar,  dan  penghakiman‐Ku  adil,  sebab  Aku  tidak  menuruti  kehendak‐Ku  sendiri,  melainkan  kehendak  Dia  yang  mengutus  Aku.  31Kalau  Aku  bersaksi  tentang diri‐Ku sendiri, maka kesaksian‐Ku itu tidak benar;  ‐  Matius  7  :  21  Bukan  setiap  orang  yang  berseru  kapada‐Ku:  Tuhan,  Tuhan!  akan  masuk  ke  dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa‐Ku yang di sorga.  ‐  Matius  7:22  Pada  hari  terakhir  banyak  orang  akan  berseru  kepada‐Ku:  Tuhan,  Tuhan,  bukankah  kami  bernubuat  demi  nama‐Mu,  dan  mengusir  setan  demi  nama‐Mu,  dan  mengadakan banyak mukjizat demi nama‐Mu juga?   ‐ Matius 23 :9 “ Dan janganlah kamu menyebut siapapun Bapa di bumi ini, karena hanya satu  Bapamu, yaitu yang disyorga.    Ayat‐ayat yang mengisyaratkan keIlahian Yesus adalah ;  ‐  Yohanes  1  1:1  Pada  mulanya  adalah  Firman;  Firman  itu  bersama‐sama  dengan  Allah  dan  Firman itu adalah Allah.  ‐  Yohanes  1  1:14  Firman  itu  telah  menjadi  manusia,  dan  diam  di  antara  kita,  dan  kita  telah  melihat  kemuliaan‐Nya,  yaitu  kemuliaan  yang  diberikan  kepada‐Nya  sebagai  Anak  Tunggal  Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.  ‐ Yoh 5:7‐8 berbunyi: (7) Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga; Bapa, Firman  dan Roh kudus; dan ketiganya adal h satu.(8) Dan ada tiga yng memberi kesaksian di bumi): Roh  dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.    Kenapa di dalam al kitab anda terdapat banyak sekali kontradiksi terhadap keIlahian Yesus ? Di  beberapa  ayat  dikatakan  dengan  tegas  bahwa  Yesus  menolak  KeIlahiannya  bahkan  dia  mengancam  orang‐orang  yang  mendewakannya  yaitu  ;  “Aku  tidak  pernah  mengenal  kamu!  Enyahlah dari pada‐Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”.  Apapun  alasan  anda,  yang  jelas  anda  tentu  akan  mencari  opini  dan  dalil‐dalil  yang  akan  menguntungan  anda,  yang  jelas  anda  akan  menolak  ayat  yang  tidak  memberi  mamfaat  terhadap keyakinan anda, padahal ayat‐ ayat tersebut masih dalam genggaman anda.  Anda seolah‐olah sedang bermain kartu dengan ayat‐ayat tersebut padahal anda mengetahui.  Kenapa tidak anda buang saja ayat‐ayat yang tidak menguatkan nubuat anda itu dari Al Kitab  anda sendiri. Dalam hal ini anda termasuk orang‐orang yang munafik dalam berkeyakinan. Atau  mungkin anda sama sekali belum pernah membaca al kitab anda sampai tamat. Benar bukan?    Kalau anda yakin dengan kebenaran kitab Injil Anda, maka bacalah kitab anda lebih sering dan  lebih  teliti  lagi  lalu  anda  bahas  secara  mendalam.  Kalau  anda  mempunyai  kemampuan  untuk  menulis dan anda sanggup menghasilkan suatu karya yang hebat dari kitab anda, maka buatlah  semacam  “Kamus  atau  Index  dari  Al  Kitab”  tersebut,  sehingga  setiap  orang  dapat  mencari 

jawaban  dari  seluruh  persoalan  yang  mereka  pertanyakan.  Bersediakah  anda  melakukannya?  Tetapi anda jangan menyembunyikan, menghilangkan, menyalahi, merubah satu ayatpun, dan  anda  jangan  membuat  opini‐opini  dalam  kamus  itu  untuk  mengarahkan  jalan  pikiran  orang  ,  anda  harus  bersifat  netral,  biarkan  saja  pembaca  yang  akan  menilai  akan  kebenaran  al  kitab  anda. Sanggupkah anda melakukkannya? Rasanya tidak mungkin anda berani melakukkannya.  Kamus itu berupa petunjuk praktis untuk menganalisis kebenaran Al Kitab Anda. Misalnya ayat‐ ayat  apa  saja  yang  menerangkan  tentang  keIlahian  Yesus  ,  tentang  babi  halal,  tentang  babi  haram, tentang Yesus utusan Allah, dan lain sebagainya. Bacalah seluruh al Kitab anda dengan  seksama, kemudian anda buatlah sebuah buku rangkuman dari seluruh ayat‐ayat al Kitab anda  menjadi  sebuah  buku  petunjuk  praktis  untuk  mencari  ayat‐ayat  yang  dipertanyakan  sehingga  menjawab semua  persoalan ummat kristen.    Benar apa yang dinyatakan oleh Allah dalam al Qur’an ;     ” Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang hak dengan yang bathil, dan  menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui? ( qs Ali Imran 3:71).”    Allah  mengatakan  bahwa  tidaklah  wajar  seorang  rasul  Allah  menyuruh  orang  menyembah  dirinya ;     “Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan  kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah‐ penyembahku bukan penyembah Allah." … (Qs. Ali Imra 3:79)”.  Atau sebaliknya ;     “ tidak wajar pula umatnya menyeru nabi sebagai Malaikat atau sebagai Tuhan seperti  pernyataan Allah dalam al qur’an ; “Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu  menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan” (qs Ali IMran 3:80).    Kalau  seorang  Nabi  setuju  diangkat  menjadi  Tuhan  ,  maka  kafirlah  nabi  itu  karena  mengakui  dirinya sebagai Tuhan. Nabi Isa atau Yesus tidak kafir karena dia tidak mengajarkan perbuatan  syirik  kepada  pengikutnya.  Hanya  pengikutnya  saja  yang  beropini  dan  berkesimpulan  bahwa   Yesus adalah Tuhan.      Kenapa demikian ? Karena anda frustrasi bahwa ternyata di dalam Alkitab   tidak ada satu ayat pun yang menubuatkan tentang Muhammad. Artinya   kenabian Muhammad hanya dikuatkan oleh dia sendiri.   Musa dan Yesus sama sekali tidak mengatakan apa-apa. Dalam Ulangan 18:15, jelas-jelas Musa berbicara tentang Yesus. Ayat ini secara   sembarangan dipakai sebagai bukti bahwa Muhammad yang diramalkan.   Penafsiran yang salah - kalau tidak mau dibilang bodoh - karena tidak   melihat konteks kepada siapa Musa bicara.    

 Anda  mengira  bahwa  di  dalam  Al  Kitab  Injil  tidak  terdapat  satu  ayatpun  yang  menubuatkan  Muhammad,  pendapat  anda  itu  keliru.  Ketahuilah  bahwa  nubuat  tentang  Muhammad  dalam  Injil yang asli benar adanya, tetapi sudah dihapus oleh para pendeta Kristen atau ahli Kitab anda  , namum Allah masih dapat menyisakan ayat yang terluput dari perhatian pemuka agama anda  yang licik itu , masih terdapat sisa‐sisa ayat yang diabaikan oleh para pendeta ahli Kitab anda ;  coba  anda  perhatikan  dan  teliti  dalam  ayat  yang  terdapat  pada  kitab  Ulangan  18:18  yang  berbunyi ;    “ Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. (Ulangan 18:18) “   Orang  Kristen  berkeyakinan  bahwa  nubuat  Musa  itu  ditujukan  kepada  Yesus  sebagai  ramalan  akan  munculnya  nabi,  walaupun  ayat  itu  tidak  dengan  tegas  menunjuk  kepada  Yesus.    Tetapi  pada  lanjutan dari ayat itu dinyatakan bahwa bagi yang tidak mengikuti ajaran nabi tersebut ,  atau apabila nabi itu tidak mengikuti ajaran Tuhan, maka Tuhan akan membunuh nabi itu (atau  mengutuk umat nabi itu ). Artinya Tuhan lebih berkuasa terhadap nabi itu dari pada siapapun.  Seperti keterangan ayat Bible berikut ;    19Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. 20Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. (ulangan 18: 19-20)   Kalau  nubuat  itu  ditujukan  kepada  Yesus  sebagai  nabi,  maka  tidak  mungkin  Yesus  itu  adalah  Tuhan. Sebaliknya  kalau nubuat itu ditujukan kepada Yesus sebagai Tuhan, maka  nubuat itu  telah  disalah  maknai  oleh  umat  Kristen  yang  menggangap  Yesus  adalah  Tuhan  ,  bukan  nabi  utusan Tuhan. Jadi anda telah salah mengambil ayat ini sebagai nubuat untuk mengakui Yesus  sebagai Tuhan atau Yesus sebagai Nabi utusan Tuhan.   Nubuat ini lebih tepat ditujukan kepada Muhammad,  karena ajaran Muhammad sesuai dengan  yang diperintahkan oleh Tuhan dan umat Muhammad tidak ada yang mengingkari ajaran beliau  (tepat sebagaimana bunyi ayat diatas).   Sementara  Yesus  tidaklah  merupakan  saudara  seketurunan  dari  Musa  ,  karena  Yesus  terlahir  sebagai  anak  tanpa  Bapak  sehingga  Yesus  dapat  disimpulkan  sebagai  anak  yang    tidak  melanjutkan silsilah dari Musa.  Sebaliknya Muhammad merupakan saudara dari Musa karena  Muhammad  adalah  juga  merupakan  keturunan  Ibrahim  yang  berasal  dari  Ismael.  Sedangkan  Musa  merupakan  keturunan  dari  anak  Ibrahim  yang  berasal  dari  Ishaq.  Sebagaimana  yang  sudah diketahui bahwa Ismael dan Ishaq adalah dua orang bersaudara dari anak Ibrahim  tetapi  lain Ibu.  Jadi ramalan itu lebih tepat ditujukan kepada Muhammad dari pada  untuk Yesus.          

Sekarang cobalah anda baca lagi sebuah nubuat dari ayat di dalam al kitab anda yaitu ;    “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Periqlytos yang lain, supaya ia menyertai kamu selamanya (Yohanes 14:16) “   Ahli kitab anda mengatakan “Periqlytos” artinya penghibur. Mungkin Yesus sendiri yang akan  datang di akhir Zaman untuk menghibur umatnya. Kalau seluruh umat Kristen yang sudah yakin  bahwa  Yesus  adalah  Tuhan  yang  akan  menyelamatkan  seluruh  umat  Kristen,  maka  untuk  apakah  Yesus  menginginkan  seorang  penyelamat  atau  penghibur  selain  dirinya?  Sebenarnya  umat  kritiani  tidak  butuh  seorang  penyelamat  lain  setelah  Yesus,  dan  kenapa  umat  kristiani  masih  mengharapkan  kedatangan  Yesus  untuk  ke  dua  kalinya?  Kalau  anda  dan  orang‐orang  yang seiman dengan anda masih mengharapkan lagi kedatangan yesus bararti anda dan umat  Kristen lainnya masih ragu‐ragu dengan keimanan atau anda kurang mengakui keIlahian Yesus  sebagai juru penyelamat anda. Artinya pengorbanan Yesus di tiang salib untuk menebus dosa‐ doa anda, sia‐sia bukan? Suatu kematian yang sia‐sia bagi Tuhan anda jika anda mengharapkan  kedatangan kembali Yesus di akhir zaman.  Kalau disampaikan suatu berita kepada anda, maka anda pasti menolaknya. Ketahuilah bahwa  kata “Periqlytos” dari keterangan ayat diatas merupakan sebuah kata yang sudah dihapus yaitu  kata  “Ahmad”  yang  kemudian  diganti  dengan  kata  lain  oleh  ahli  kitab  anda  menjadi  “Periqlytos”.  Padahal  setelah  kata  “Periqlytos”  ditelusuri  kembali  oleh  Prof.  David  Benjamin  Keldani  ,  seorang  mantan  pastur  Katholik  Roma  sekte  Uniate‐Chaldean,  maka  artinya  adalah  “anak manusia“ yang mulia, yang apabila ditelusiri terus lebih lanjut akan menuju kepada nama  seorang  nabi  yaitu  “Ahmad”.  Sebenarnya  kata  “Ahmad  “  sudah  diganti  oleh  para  ahli  Kitab  anda dengan kata “Periqlytos”.  Kemudian cobalah anda simak lagi suatu nubuat lain dalam kitab Anda :    “ Kebenaran yang ketika ia datang dalam wujud “Anak Manusia” adalah “ia menyadarkan dunia akan dosa (Yohanes 16:8-9) “.   Tidak cukup hanya ayat‐ayat diatas, masih ada lagi, yaitu Yohanes 23 ;    “ Injil Yohanes ayat 23 yang berbunyi, "Berbahagialah kalian kalau Aku kembali kepada Bapa di surga, karena kalau Aku tidak kembali, maka pengganti-Ku tidak akan datang. Apabila Aku kembali, Aku akan menyuruh dia datang kepadamu untuk menegakkan hukum dan kebenaran. Ikutilah Dia, karena memang Dia berkata menurut perintah Bapa di surga."   Pada ayat ini , Yesus sudah meramal akan kedatangan sorang anak manusia (bukan roh) setelah  kepergiannya  untuk  selam‐lamanya.  Setelah  Yesus  tiada,  maka  akan  datang  seseorang  yang  akan  menegakkan  Hukum  dan  kebenaran  sesuai  dengan  apa  yang  diperintahkan  oleh  Allah  kepad orang kepercayaan Allah itu.  Sebenarnya para ahli kitab kristen sengaja menyembunyikan ayat‐ayat yang menubuatkan Nabi  Muhammad sebagai penganti Yesus. 

Setelah  anda  membaca  sisa‐sisa  ayat  yang  belum  terhapus  oleh  pimpinan  gereja  anda  zaman  dulu  tentang  nubuat  nabi  Muhammad  setelah  Yesus,  maka  terserah  anda  untuk  tidak  mempercayainya,  atau  mungkin  saja  anda  akan  membantah  tentang  ayat‐ayat  dalam  kitab  anda  sendiri  seperti  kebiasaan  ahli  kitab  anda,  atau  mungkin  saja  anda  akan  mencari  alasan‐ alasan lain yang dibuat‐buat untuk menutupi kemaluan anda.  Namun  kami  umat  islam  masih  berbesar  hati  ,  karena  Allah  yang  Maha  adil,  kembali  menyampaikan WahyuNYa tentang ayat yang sudah dihapus oleh ahli Kitab kaum Nasrani itu.  Wahyu  itu  tercantum  di  dalam  Al  Qur’an  dengan  jelas  dan  kami  mengimani  atas  kebenaran  Allah dalam ayat tersebut. Ayat itu berbunyi ;    “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata:     "Hai Bani Israel, sesungguhnya akuadalah utusan Allah kepadamu, membenarkan  (memperbaiki) kitab (yang turun) sebelumku , yaitu Taurat dan memberi kabar gembira  dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad  (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti‐bukti  yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata" (qs Ash Shaff 61:6).    Dari  ayat  tersebut  jugalah,  kami  umat  islam  mendapat  informasi  yang  jelas  dari  Allah,  bahwa  Nabi Isa hanya di utus kepada Umat bani Israel saja , bukan kepada seluruh bangsa‐bangsa lain  di dunia seperti yang anda klaim.  Dan  ada  lagi  ayat  di  dalam  Al  Qur’an  yang  menjelaskan  bahwa  Muhammad  adalah  anak  manusia yang diramalkan baik di dalam Taurat maupun di dalam Injil.    “(Yaitu) orang‐orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati  tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka  mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan  menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang  buruk dan membuang dari mereka beban‐beban dan belenggu‐belenggu yang ada pada  mereka. Maka orang‐orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan  mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang‐ orang yang beruntung.(qs An Nisaa’ 4:157)”      Yesus sendiri hanya menjanjikan Roh Kudus yang telah datang 10 hari setelah   Dia kembali ke Surga. Tidak benar kalau Yesus pernah bernubuat tentang nabi   setelah Dia. Buktinya para murid sama sekali tidak menunggu dan tidak ada pula tulisan dalam surat-surat mereka yang mengatakan tentang itu. Semua   pemberitaan mereka adalah tentang Yesus, ajaran, kebangkitan dan   keselamatan melalui Dia.   Dari Al Quran Surah 5:48 di atas, anda sudah tahu bahwa Al Quran mengesahkan kebenaran dari Taurat dan Injil sedangkan Taurat dan Injil yang   ada dalam Alkitab sekarang ini adalah sama dengan yang ada ketika Al Quran   diturunkan. Tanpa perlu melihat bukti sejarah, anda seharusnya percaya akan   hal ini karena Al Quran telah bertugas untuk mengawasi dan memelihara.    

    Pendapat dan opini tentang Yesus tidak pernah bernuabuat akan datangnya Nabi setelah dia,  hanya  merupakan  pendapat  pribadi  dari  orang‐orang  Kristen.  Padahal  umat  Kristen  sendiri  tidak  dapat  mengingkari  tentang  ayat‐ayat  yang  belum  sempat  terhapus  tentang  kedatangan  nabi setelah Yesus di dalam Bible sebagaimana yang sudah dipaparkan diatas.   Tentang pemahaman anda yang salah besar dari surat Al Maa‐idah ayat 58 tadi sudah dibahas  dengan  sangat  jelas  pada  bagian  sebelumnya,  namun  sekarang  anda  mencoba  lagi  untuk  memaksakan kehendak anda yang tidak logis itu. Semoga Allah masih akan memberi petunjuk  yang baik bagi Anda.        Dalam Al Quran pun, anda tahu bahwa Muhammad disarankan untuk bertanya kepada Ahli Kitab (Alkitab) seandainya ada firman-firman yag   membingungkan; juga disarankan untuk jangan berbantahan dengan para   Ahli Kitab tersebut.     Seolah‐olah mengatakan bahwa Muhammad meminta petunjuk kepada ahli kitab tentang ayat‐ ayat dalam Al qur’an. Kembali rasa kebencian anda melakukan fitnah yang besar kepada Nabi  besar  Muhammad  tanpa  fakta  sama  sekali,  anda  hanya  menuruti  rasa  kebencian  anda.  Kalau  anda tidak senang kepada seseorang maka sebaiknya anda memberikan alasan dan bukti‐bukti  yang nyata tentang ketidaksenangan anda , setelah tuduhan anda itu terbukti maka anda boleh  membenci seseorang atau menghukumnya.   Namun  sekiranya  anda  menuduh  seseorang  tanpa  bukti,  maka  anda  telah  melakukan  fitnah  yang  besar.  Ketahuilah  bahwa  fitnah  itu  lebih  kejam  dari  pada  pembunuhan.  Anda  telah  membunuh karakter seorang yang paling mulia di sisi Allah. Semoga Allah tidak melaknati anda.  Cobalah anda teliti sebuah hadis dari Nabi Muhammad berikut ini ;    Dalam kitab Fathul‐Bari (syarah Sahih Bukhari) karya Ibnu Hajar disebutkan satu hadis yang  diriwayatkan dari Jabir ra. Dalam hadis tersebut, Jabir mengatakan: “Umar (bin Khatab) telah  menyalin tulisan (yang diambil) dari al Kitab Taurat dengan berbahasa Arab. Lantas ia  membawa dan kemudian membacanya di hadapan Rasulullah saw. (Mendengar itu) wajah  Rasulullah saw tampak berubah. Lalu, berkatalah seorang dari kaum Anshar kepadanya  (Umar), “Celakalah engkau wahai putera (Ibnu) Khatab! Tidakkah engkau melihat wajah  Rasulullah?” Lantas Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian menanyakan kepada Ahli  Kitab tentang sesuatu apapun. Karena mereka tiada akan pernah memberi petunjuk yang  benar(hidayah) kepada kalian. Dan karena mereka telah sesat. Sedang kalian, (jika kalian  membenarkannya) maka berarti kalian telah membohongkan kebenaran, atau berarti kalian  telah membenarkan kebatilan. Demi Allah, jika (nabi) Musa ada di tengah‐tengah kalian,  niscaya ia tidak akan memposisikan (dirinya) kecuali dengan mengikutiku”.    Bahkan  di  dalam  Al  Qur’an  ,  Allah  melarang  Muhammad  dan  orang‐orang  muslim  untuk  meminta petunjuk kepada orang ahli kitab yang kafir itu ( baca surat ali Imran ayat 73);   

“Dan Janganlah kamu(Muhammad) percaya melainkan kepada orang yang mengikuti  agamamu. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan  (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang  diberikan kepadamu(Muhammad), dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan  mengalahkan hujahmu di sisi Tuhanmu". Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan  Allah, Allah memberikan karunia‐Nya kepada siapa yang dikehendaki‐Nya; dan Allah Maha  Luas (karunia‐Nya) lagi Maha Mengetahui" (Qs Ali Imran 3:73)    Di dalam al qur’an, Allah melarang orang muslim agar jangan tertipu dengan petunjuk sekecil  apapun dari ahli kitab karena mereka akan membengkokkan iman orang muslim menjadi kafir      “Hai orang‐orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang‐orang yang  diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah  kamu beriman. (QS 3:100) “.    Jelas sekali Allah melarang orang muslim meminta petunjuk tentang ayat‐ayatNYA kepada ahli  kitab walau sekecil apapun nilainya.  Di  dalam  al  Qur’an  terdapat  ayat  yang  disebut  dengan  ayat  “mutasyaabihaat”  seperti  ,”Alif  laam miim” (qs al baqarah 2:1), “ Yaa Siin” ( qs yasiin 36: 1), “Alif, laam miim shaad “ (qs Al  A’raaf  7:  1),  atau  “  Haa  Miim“  (qs  Al  Mu’min  40:1)  dan  banyak  masih  lagi  terdapat  pada  pembukaan surat‐surat AL Qur’an lainnya. Hanya Allah yang mengetahui arti dari ayat tersebut  ,  bahkan  Muhammad  sendiri  tidak  mengatahuinya.  Arti  kata  dari  ayat‐ayat  “mutasyaabihaat”  merupakan  password  yang  hanya  Allah  SWT  yang  mengetahui  kode  rahasianya.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  Al  Qur’an  tersebut  bukanlah  hasil  karya  tulis  Muhammad.  Kalau  Nabi  Muhammad  yang  menulis  Al  Qur’an  tersebut,  tentu  dia  mengetahui  rahasia  dari  password  tersebut. Bacalah lebih teliti dari surat ali Imran ayat 7 dibawah ini ;    Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu (Muhammad). Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayatayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui akwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orangorang yang berakal. ( qs Ali Imran 3:7)”.   Tentu tidak logis dan tidak masuk akal, sekiranya sebuah hasil karya paling hebat yang dikarang  oleh seorang professor sepintar apapun di dunia ini,  ternyata dia tidak mengerti dengan apa  yang  dia  tulis.  Tentu  para  pembaca  tidak  akan  membaca  buku  karangan  ilmiah  seorang  professor  tersebut  sebelum  dia  dapat  menjelaskan  tentang  kata‐kata  yang  tidak  dimengerti  orang  di  dalam  bukunya  itu,  atau  setidaknya  orang  akan  menilai  bahwa  buku  karangan  professor  tersebut  adalah  hasil  contekkan  dari  buku  lainnya  yang  dia  sendiri  tidak  mengerti  sama sekali. 

Akan halnya Al Qur’an, tentu Muhammad tidak mungkin mengarang sendiri Al Qur’an tersebut ,  karena beberapa ayat di dalamnya, Muhammad tidak mengerti artinya. Kalau Muhammad saja  tidak mengerti arti dari ayat “mutasyaabihaat” tersebut, apakah orang Kristen mengira bahwa  passwordnya terdapat di dalam al kitab anda? Coba anda tunjukkan kalau Al Kitab anda adalah  kitab  yang  lebih  benar?  Kalau  anda  tidak  mampu  .  coba  anda  panggil  seluruh  Ahli  Kitab  dan  para pemimpin gereja anda, kemudian terangkanlah arti dari ayat‐ayat “mutasyaabihaat” yang  ada di dalam Al Qur’an tersebut, kalau memang ajaran anda yang lebih benar.    Maka Allah memberikan teguran kepada umat Kristen dan para Ahli KItab lainnya di dalam ayat  tersebut yang diatas dengan kalimat yang tertulis yaitu  ;    “.. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang‐orang yang berakal.  (qs Ali Imran 3:7) “.    Maknanya  adalah,  kalau  Ahli  KItab  anda  adalah  orang‐orang  selalu  iri  dan  dengki  kepada  Al  Qur’an  maka  Ahli  Kitab  anda  termasuk  orang  yang  tidak  mau  mengambil  pelajaran  dari  kebenaran  Al  Qur’an  dan  tentu  saja  ahli  kitab  anda  termasuk  orang  yang  tidak  mau  menggunakan pikirannya atau orang‐orang yang engkar (kafir).   Hanya  khayalan  anda  saja  yang  menuduh  bahwa  Muhammad  selalu  bertanya  tentang  ayat  al  Quran kepada ahli Kitab atau memang begitu gosip dari pimpinan gereja anda untuk memfitnah  nabi umat Islam kerena kedengkian mereka.. Memang umat Kristen paling senang melakukan  fitnah kepada umat islam dari zaman dulu sampai sekarang termasuk anda. Nabi Muhammad  mendapat  petunjuk  langsung  dari  Allah  dan  hanya  kepada  Allah  nabi  Muhammad  meminta  petunjuk. Para ahli kitab baik dari Yahudi maupun Nasrani yang kafir sudah dilaknati Allah maka  diharamkan bagi umat islam utuk menanyakan tentang kebenaran ayat –ayat Allah kepada para  ahli Kitab atau kepada kaum kafir lainnya .  Memang  orang  Kristen  benci  dan  dengki  pada  umat  islam  ,  karena  mereka  tidak  pernah  mendapat  petunjuk  dari  Allah  karena  kekafiran mereka.  Tetapi  umat  islam  disuruh  oleh  Allah  agar tetap memaafkan mereka keeana Allah lebih berkuasa terhadap segala sesuatunya;      “ Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (qs Al Baqarah 2:109).       Tapi kenapa kebanyakan dari orang Muslim memiliki Alkitab hanya   untuk mencari kesalahan di dalamnya. Apakah Al Quran menyatakan bahwa Alkitab itu salah ? Tunjukkan pada saya jika ada ayat yang   menyatakan demikian.    

Sebenarnya bukan hanya umat islam saja yang dapat mencari kesalahan ayat‐ayat di dalam al  Kitab anda, ada banyak kalangan yang tidak sependapat dengan ayat‐ayat yang ada di dalam al  kitab anda , terutama para ahli sejarah, ahli perbintangan, ahli biologi , ahli filsafat dan banyak  lagi kalangan scientis yang meragukan kebenaran ayat‐ayat di dalam al kitab anda. Ayat‐ayat di  dalam  al  kitab  anda  banyak  yang  bertentangan  dengan  ilmu  pengetahuan  modern,  walaupun  yang menemukan Ilmu ciptaan Allah itu banyak yang berasal dari kalangan umat nasrani, tetapi  penemuannya tidak menambah kepada keimanannya bahkan mereka menjadi bingung dengan  keimaman  mereka  bila  dihubungkan  ayat‐ayat  dalam  al  kitabnya.  Seolah‐olah  ajaran  Kristen  sudah tidak relevan lagi dengan kemajuan ilmiah.  zAnda sebenarnya dapat menemukan dan menggali banyak sekali ayat‐ayat dalam al kitab anda  yang  tidak  cocok  dengan  logika  anda,  ada  banyak  ayat‐ayat  yang  bertentangan  satu  sama  lainnya,  tidak  relevan  dengan  ilmu  pengetahuan,  tidak  mempunyai  kekuatan  hukum  dalam  memutuskan suatu perkara yang adil dan ajaran agama anda tidak mempunyai kesempurnaan  hukum  untuk  mengatur  perundang‐unadangan  dalam  suatu  Negara  yang  berdaulat.  Tetapi  mata hati anda sudah tertutup untuk memperoleh petunjuk sehingga anda menganggap bahwa  ajaran  andalah  yang  paling  benar  di  dunia  ini  ,  anda  menelan  mentah‐mentah  dogma‐dogma  yang  disuapi  oleh  pastor  anda  tanpa  anda  cerna  terlebih  dahulu  sehingga  anda  hanya  dapat  mencaci  maki  agama  umat  islam.  Cobalah  anda  berfikir  lebih  rasional  dan  hilangkan  rasa  kebencian anda  agar anda mengetahui mana yang benar  dan mana yang palsu.       Adalah kesalahan yang besar jika anda melakukan hal ini. Yang harus anda   lakukan adalah mencari kebenarannya. Al Quran mewajibkan anda untuk   mengimani Alkitab. Jika anda mengatakan Alkitab telah diubah, sama saja   dengan menghina Allah. Masakan Allah menyuruh Anda mempercayai kitab   yang cacat.     Orang islam wajib mempercayai adanya Nabi‐nabi beserta kitab‐kitab yang dibawanya, seperti  Nabi Daud membawa kitab Zabur, Nabi Musa mambawa kitab Taurat dan Nabi Isa membawa  kitab  Injil  ,  semuanya  dari  Allah,  tetapi  hal  itu  sebatas  kepada  percaya  bahwa  Allah  pernah  menurunkan  kitab‐kitab  suci  tersebut  kepada  umat‐umat  manusia  sebelumnya.  Semua  nabi‐ nabi  itu  membawa  ajaran  yang  sama  dari  Allah.  Semua  Nabi  beragama  sama  yaitu  Islam.  Namun  setelah  para  ahli  Kitab  menyelewengkan  atau  merubah‐rubah  ayat‐ayat    Allah  maka  umat  islam  hanya  diwajibkan  mengamalkan  Al  Qur’an  saja  yang  diturunkan  kepada  nabi  Muhammad SAW. Karena semua ketentuan dan hukum‐hukum yang ada di dalam kitab‐kitab  sebelumnya  sudah  disempurnakan  dan  diperbaiki  oleh  Allah  di  dalam  Al  Qur’an.  Sedangkan  yang lain hanya sebatas mengetahuinya saja.  Bahkan  Allah  melarang  mengikuti  kitab  yang  sudah  diselewengkan  itu  seperti  yang  terdapat  pada surat al Baqarah ayat 109 diatas.  Orang kristen mengatakan bahwa “Al Quran mewajibkan untuk mengimani Alkitab ”. Sekali lagi  anda  mengada‐ada  dan  memutarbalikan  makna  ayat  Allah.  Tidak  ,  sekali  lagi  tidak  “,  bahkan  orang  Islam  diharamkan  oleh  Allah  untuk  mengimani  Al  Kitab  anda  tersebut.  Injil  yang  anda  pegang  sekarang  adalah  Injil  palsu  atau  kitab  Allah  yang  sudah  bercampur  dengan  buatan  tangan manusia yang menodainya. Sudah tidak jelas lagi yang mana yang asli dan yang mana 

yang pula palsu “ ibarat kotoran yang sudah larut di dalam air murni”, tidak  mungkin lagi dipisahkan dengan yang sebenarnya. Injil yang anda pegang itu sudah kotor  bagi  umat islam untuk mengamalkannya.  Menurut  ketentuan  Allah,  maka  Nabi  Isa  a.s  wajib  mengimani  ayat‐ayat  al  Quran  yang  diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, bukan sebalik.    Menurut ketentuan Allah yang sebenarnya adalah ;     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang  Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul  yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh‐sungguh beriman  kepadanya dan menolongnya". Allah berfirman: "Apakah kamu mengakui dan menerima  perjanjian‐Ku terhadap yang demikian itu?" mereka menjawab: "Kami mengakui". Allah  berfirman: "Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama  kamu". (qs Ali Imran 3:81)     Al  Quran  sudah  lengkap  dan  telah  selesai  memperbaiki  kitab‐kitab  sebelumnya  kepada  nilai‐ nilai yang telah ditetapkan oleh Allah sebagaimana mestinya. Al qur’an adalah kitab Allah yang  paling sempurna maka tidak logis lagi kalau orang beriman mengambil atau masih memakai al  kitab lama yang sudah bernajis.  Kalau  agama  kristen  yang  paling  benar  menurut  anda  ,  lalu  kenapa  Allah  kembali  mengutus  seorang  Nabi  setelah  kepergian  Nabi  Isa?  Kenapa  setelah  Nabi  Muhammad  ,  Allah  tidak  menurunkan lagi untusannya kepada manusia?.  Hanya  orang  orang  kurang  akal  saja  yang  masih  bertahan  dengan  barang  lama  dan  sudah  ketahuan bohongnya menurut ketentuan hukum Allah. Biasanya ketentuan yang berlaku adalah  bahwa  “undang-undang lama akan ditinggalkan setelah undang-undang yang baru dinyatakan sebagai penggantinya “,  Dan  tidak  mungkin  berlaku  sebaliknya, karena undang‐undang lama tidak dapat membatalkan undang‐undang yang baru.  Jadi yang berlaku sebenarnya adalah bahwa “karena alkitab anda itu palsu maka AL Quran tidak dapat menerimanya”. Jadi  bukan  masaalah  al  quran  tidak  dapat  sejalan  dengan  al  kitab  anda  yang  sekarang.  Ketahuilah bahwa kitab Injil itu aslinya datang dari Allah tetapi para ahli kitab bangsa Nasrani   telah  merusaknya  dengan  menambah  dan  menguranginya  walaupun  sebagian  masih  ada  ditempatnya. Ini namanya ASPAL (asli tapi palsu). Tentu saja sang pencipta ayat‐ayat tersebut  menjadi murka kepada si pemalsu itu. Karena kecintaan Allah kepada manusialah, maka Allah  menurunkan  Al  Quran  untuk  memperbaikinya  dan  memberi  petunjuk  kepada  manusia  yang  sudah disesatkan oleh orang yang fasik itu agar kembali ke jalan yang benar.      Okey.. Kalau begitu, saya cuma membantah begini :   Karena Al Quran ditulis di atas kebenaran Alkitab, maka yang berlaku   justru sebaliknya. Al Quran yang harus mengikuti Alkitab.    

Karena  anda  tidak  mengerti  dan  tidak  pernah  mau  mamahami  Al  Quran  ,  maka  anda  manganggap  bahwa  Al  Quran  adalah  karya  tulis  dari  Muhammad.  Ketahuilah  bahwa  muhammad  itu  adalah  seorang  yang  ummi  atau  buta  huruf  (tidak  pandai  membaca  dan  menulis), dia tidak pernah berguru sebelumnya kepada para ahli kitab dari pemuka bani Israel  atau  kepada  pemuka  kaum  nasrani.  Ayat‐ayat  itu  adalah  wahyu  langsung  dari  Allah  yang  disampaikan kepada RasulNYa Muhammad melalui Malaikat Jibril yang suci. Ayat‐ayat tersebut  kemudian  dicatat  oleh  juru  tulis  muhammad  yaitu  beberapa  orang  sahabatnya  kemudian  selanjutnya mereka menghafalnya bersama‐sama.  Bahkan  dari  ayat‐ayat  Allah  di  dalam  al  Qur’an  terdapat  ayat  yang  disebut  dengan  ayat  “mutasyaabihaat” seperti ,”Alif laam miim” (al baqarah ayat 1), “ Yaa Siin” ( surat yasiin ayat 1),  “Alif, laam miim shaad “ (surat Al A’raaf ayat 1), atau “ Haa Miim“ ((surat Al Mu’min ayat 1) dan  banyak masih lagi terdapat pada permulaan surat AL Qur’an lainnya. sebagaimana yang sudah  dijelaskan diatas.    Di  dalam  Al  Kitab  umat  kristen  tidak  mungkin  ada  ayat  mutasyaabihaat  seperti  yang  ada  di  dalam Al Qur’an. Di dalam Al Kitab anda, banyak terdapat ayat‐ayat yang tidak dimengerti oleh  orang‐orang  yang  mampu  berpikir  sehat,  dan  tentu  saja  ini    disebut    dengan  ayat‐ayat  “ngawur”.        Alasan anda : Al Quran adalah benar maka semua yang tidak sejalan dengan Al Quran adalah tidak benar (atau telah dipalsukan). Jadi karena   Alkitab tidak sejalan dengan Al Quran maka Alkitab itu salah atau palsu.     Sekiranya anda dan umat Kristen tidak juga percaya bahwa Al Qur’an itu datangnya dari Allah,  maka Allah menantang orang Kafir seperti anda. Kumpulkanlah seluruh pemuka‐pemuka agama   Kristen  diseluruh  dunia  ,  carilah  pembantu‐pembantu  yang  anda  inginkan  termasuk  semua  Tuhan‐tuhan  lain  yang  anda  sekutukan  dengan  Allah,  setelah  kalian  berkumpul  maka  cobalah  kalian  bersatu  membuat  satu  surat  saja  semisal  Al  Qur’an  (minimal  50  ayat)  yang  sama  kwalitasnya  dengan  al  Qur’an.  Buktikanlah  kalau  orang‐orang  kafir  seperti  kalian  adalah  lebih  benar  atau  lebih  pintar  dan  hebat.  Begitulah  kalau  anda  merasa  lebih  benar  dan  lebih  pintar  dari keterangan ayat Allah di dalam Al Qur’an, bukan hanya mampu  melontarkan fitnahan atau  berkata bohong semata.   Karena    itu  Allah  di  dalam  Al  QUr’an    menjamin  dan  memastikan  bahwa  kalian  tidak  akan  sanggup  mengerjakannya  walau  seluruh  alam  dan  semua  makhluk  kalian  kerahkan  untuk  melakukannya . Dengarlah firman Allah dalam surat Al Baqarah ;    “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur'an yang Kami wahyukan kepada  hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur'an itu dan ajaklah  penolong‐penolongmu selain Allah, jika kamu orang‐orang yang benar. Maka jika kamu tidak  dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu  dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang‐orang  kafir. (Qs Al Baqarah 2:23‐24 )“   

Hukum  dan  ketentuan  dalam  al  quran  itu  berlaku  pada  nabi  Muhammad  dan  seluruh  umat  islam tanpa ada pengecualian. Allah menjamin kesucian dan keaslian al KitabNya sampai pada  ahkir zaman. Buktinya adalah, Sampai sekarang banyak umat islam yang bisa menghafal ayat‐ ayat  alquran  diluar  kepala.  Mereka  dapat  menghafal  semua  bentuk  hurufnya,  dimana  penempatannya,  bagaimana  pembacaannya,  tanpa  salah  satu  hurufpun,  bahkan  mereka  tahu  dimana letak titik komanya. Begitulah Allah menjamin keaslian Al quran sampai akhir zaman.   Sekiranya Anda berniat hendak memusnahkan Al Quran dimuka bumi ini, maka tidak mungkin  anda  melakukannya  dengan  cara  membakar  habis  Al  Quran  beserta  seluruh  isinya  di  muka  bumi  ini,  bahkan  diantara  orang‐orang  nasrani  masih  ada  yang  mampu  menghafal  Al  Quran  walaupun  mereka  tidak  mengimani  dan  tidak  pula  mengamalkannya.  Sebaliknya  tidak  ada  satupun  dari  umat  kristiani  mampu  menghafal  al  kitabnya  secara  utuh  di  luar  kepala,  karena  banyak  sekali  versi‐versi  al  kitab  umat  nasrani  yang  ada  di  muka  bumi  ini,  semuanya  dengan  bahasa  yang  berbeda‐beda  dengan  arti  dan  kandungan  yang  berbeda‐beda  pula.  Jadi  tidak  mungkin  seorang  ahli  kitab  Nasrani  sehebat  apapun  sanggup  menghafal  seluruh  jenis  al  kitab  mereka. Apakah anda bisa menghafal diluar kepada kitab suci anda? Tidak mungkin , pasti anda  tidak sanggup ! jangankan seluruh kitab itu, untuk satu lembar saja anda belum pernah dapat  melakukannya (artinya tidak boleh salah sedikitpun baik titik koma maupu huruf‐hurufnya). Ini  perlu anda hayati dengan hati nurani anda.        Kita tahu bahwa bahwa firman-firman dalam Al Quran diturunkan satu   per satu tidak sekaligus dalam satu kitab. Ayat-ayat dalam Al Quran   adalah ayat-ayat lepas, tanpa konteks seperti dalam Alkitab. Karena itu   amat sulit manafsirkan Al Quran. Yang anda pelajari selama ini   sebenarnya adalah penafsiran Al Quran saja. Penafsiran yang hanya berdasarkan Hadits atau kata-kata Muhammad tidaklah cukup. Adakah   dari penafsir-penafsir itu bertanya kepada Ahli Kitab sebagaimana yang   disarankan ?   Penafsiran yang mereka buat adalah penafsiran manusia; manusia yang   tanpa diilhami oleh Roh Kudus karena dalam Islam tidak ada karunia Roh Kudus.   ( Sedangkan Firman Allah itu hanya bisa dimengerti dengan benar jika   dibimbing oleh Roh Kudus ).     Allah pernah menurunkan al kitab secara utuh (tinggal pakai dan diamalkan saja) kepada nabi  Musa  yang  diserahkan  langsung  oleh  Allah  ke  tangan  Musa  di  bukit  Tursina  untuk  dijalankan  oleh umat bani Israel di kala itu yaitu kitab Taurat.  Beginilah  keterangan  Allah  tentang  kitab  Taurat  yang  sudah  disiapkan  langsung  kepada  Nabi  Musa a.s;    “ Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh‐luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran  dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya  dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintahperintahnya) dengan  sebaik‐baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang‐orang yang fasik.    ( Qs Al a’raaf 7 : 145)” 

  Namun  karena  sifat  dasar  manusia  selalu  khianat,  curang,  mau  yang  enak‐enak  saja,  maka  akhirnya  ketentuan  tertulis  yang  dibawa  oleh  Musa  akhirnya  dirusak  juga  olah  tangan‐tangan  kotor yang tidak mau patuh pada hukum Allah. Setelah nabi Musa diwafatkan oleh Allah, maka  seiring  dengan  perjalanan  waktu  ,  ayat‐ayat  Allah  tersebut  mulai  berubah  makna,  mulai  ditambah  dan  dikurangi,  bahkan  mereka  membuat  peraturan  yang  seakan‐akan  sangat  memberatkan untuk dilaksanakan.  Beginilah Allah menjelaskan tentang kedatangan Isa untuk mengembalikan kemurnian ayatayat  Allah dalam kitab Taurat ;    “Dan (aku datang kepadamu) membenarkan (memperbaiki) Taurat yang datang sebelumku,  dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang  kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah  kepada Allah dan taatlah kepadaku (QS Ali Imran 3:50).    Maka celakalah orang‐orang yang merubah Al kitab itu menurut apa yang mereka pikirkan.   Mereka telah menyesatkan banyak orang pada generasi berikutnya, mereka telah membodohi  dan  menipu  anak  cucu  mereka  sendiri.  Sehingga  untuk  menyelamatkan  dan  memberi  kabar  gembira  kepada  anak  cucu  mereka  yang  sudah  tetipu  tersebut  ,  maka  Allah  dengan  kasih  sayang Nya kembali mengirim seorang nabi yang berasal dari keturunan mereka sendiri. Nabi  Isa  dikirim  oleh  Allah  untuk  menyempurnakan  dan  memperbaiki  AL  Kitab  Taurat  yang  kehilangan makna bahkan sudah menjurus kepada pertentangan‐pertentangan yang terjadi di  kalangan umat Yahudi .  Allah  memberikan  kemampuan  kepada  Isa  untuk  memahami  Taurat,  Injil  dan  Hikmahhikmahnya, seperti yang dijelaskan pada ayat Al Qur’an surat Ali Imran ayat 48 ;    “ Dan Allah akan mengajarkan kepadanya (Isa) Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.”   (QS Ali Imran 3:48)”    Allah mengajarkan Al Kitab Taurat, Hikmah dan Injil kepada Nabi Isa melalui perantara Malaikat  Jibril . Kemudian ayat‐ayat itu diajarkan kepada murid‐muridnya. Jadi nabi Isa tidak menerima  kitab sebagaimana kejadian Musa menerimanya langsung dari Allah. Allah memerintahkan Nabi  Isa untuk menyempurnakan dan memperbaiki hukum‐hukum yang ada di dalam kitab taurat .  Allah  kembali  menguji  iman  umat  bani  Israel  dengan  mengutus  Isa  sebagai  anak  yang  tidak  punya Bapak. Ternyata, pemuka umat bani Israel tidak menerima Isa yang terlahir tanpa Bapak.  Penghinaan yang mereka tujukan kepada Isa sangat keterlaluan, cacian serta sumpah serapah  kaum yahudi kepada seorang yang berhati mulia tersebut tidak sepantasnya mereka lontarkan.  Padahal Nabi Isa diutus untuk memperbaiki budi perkerti dan akhlak kaumnya yang sudah rusak  ,  bahkan  Isa  melakukan  dakwahnya  tanpa  meminta  bayaran  sedikitpun.  Sebaliknya  mereka  melakukan pembalasan dengan penghinaan yang sangat keji , bahkan lebih keji dari penghinaan  kepada  hewan  redah  sekalipun.  Fitnah  yang  mereka  tujukan  kepada  Isa  telah  membunuh  karekter Isa sebagai sosok anak manusia. 

Mungkin  anda  pernah  membaca  atau  mendengar  bahwa  pemuka  Yahudi  menghina  Nabi  Isa  dengan  mengilustrasikan  sebagai  anak  bayi  yang  lahir  dari  seorang  perawan  yang  lagi  kedatangan haid kemudian iblis memperkosanya? Benar‐benar keji sekali hinaan tersebut.  Begitulah orang Yahudi memperlakukan seorang Nabi utusan Allah yang paling mulia di muka  bumi.  Pemuka  dan  umat  yahudi  menolak  keras ajaran  Nabi Isa  di  tanah  air  mereka.  Sehingga  mereka  melenyapkan  Yesus  untuk  selama‐lamanya.  Namun  sebaliknya  para  pemuka  Kristen  sedunia  memperlakukan  Yesus  sebagai  Dewa,  mereka  memuja  Yesus  sebagai  Tuhan.  Suatu  fenomena  dari  2  umat  yang  sangat  ekstrim  menilai  karakter  Yesus.  Benar‐benar  kontradiktif  sekali. Walaupun umat Kristen telah melakukan pemujaan yang berlebihan kepada Yesus, tetapi  mereka  lupa  bahwa  Dewa  yang  mengutus  Yesus  tentu  cemburu.  Allah  yang  maha  Esa  akan  murka besar kepada Umat Kristen sedunia.  Hanya Al Qur’an yang memposisikan Isa pada porsi yang sebenarnya.  Al Qur’an menempatkan  Isa pada posisi yang jelas dan tepat. Isa hanya seorang anak manusia yang suci, tidak ternoda  sedikitpun  dari  tuduhan  dan  fitnah  yang  kejam  itu,  dia  diutus  oleh  sang  Pencipta  untuk  memperbaiki  kaum  yang  sudah  rusak  sendi‐sendi  kehidupannya,  dia  diutus  untuk  menyampaikan  dan  menyempurnakan  Al  Kitab  (Taurat)  yang  pernah  diberikan  oleh  sang  Pencipta  kepada  kaum  itu  dahulunya,  dia  menyampaikan  ajaran  sang  Pencipta  dengan  susah  payah  tanpa  meminta  bayaran  sedikitpun.  Hanya  agama  Islamlah  satu‐satunya  agama  yang  menghargai  Isa  a.s  sebagaimana  mestinya,  hanya  agama  Islamlah  yang  dengan  konsisten  menerapkan ajaran Isa yang kemudian disempurnakan lagi oleh sang Pencipta. Orang islamlah  yang  mencintai  Isa  sebagaimana  mestinya,  Islam  masih  menjalankan  apa‐apa  yang  pernah  dilakukan oleh Isa sewaktu beliau masih hidup, seperti bersunat, shalat, tidak memakan babi,  mengharamkan  minuman  anggur,  dan  banyak  lagi  dimana  sekarang  sudah  ditinggalkan  oleh  penganut Kristen.  Padahal penciptaan Isa tidak susah‐susah amat bagi Allah, hanya dengan kalimat “Kun fayakun”  (  Jadilah  maka  jadilah)  Isa.  Menurut  logika  manusia,  penciptaan  isa  tentu  saja  tidak  sesulit  penciptaan Adam. Penciptaan Adam hanya dari tanah tanpa ada unsur sepasang kromosome,  sementara  pada  penciptaan  Isa  sudah  tersedia  setengah  kromosome.  Bahkan  menurut  Ilmu  perbandingan logika, lebih sulit lagi mengumpulkan tulang belulang dari fosilfosil manusia yang  sudah mati, kemudian menjadikannya hidup seperti sediakala pada hari kiamat nanti. Semua itu  tidak  sulit  bagi  Allah.  Aneh  sekali  kalau  ada  manusia  berasumsi  ,  bahwa  kejadian  Yesus  yang  dilahirkan tanpa Bapak kemudian disimpulkan “ Yesus adalah Allah”.  Allah menyatakan dalam AL Quran tentang penciptaan Adam dan Isa ;    “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah  menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang  manusia), maka jadilah dia. (qs Ali Imran 3:59)”    Kemidian Allah menjelaskannya lagi tentang Isa yang akan lahir pada surat Ali Imran ayat 47;    “Maryam berkata: "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum  pernah disentuh oleh seorang laki‐laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan 

Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki‐Nya. Apabila Allah  berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah",  lalu jadilah dia (qs Ali Imran 3:47).”    Namun Allah telah melengkapi Nabi Isa dengan berbagai macam mukjizat untuk memperkuat  kerasulannya  sebagaimana  Allah  juga  telah  memberi  mukzizat  kepada  Rasul‐rasulNYa  yang  terdahulu .  Karena  kedengakian  dan  kesombongan  bangsa  Yahudi,  akhirnya  mereka  membuat  rencana  yang matang bersama Pemerintah Romawi yang menjajah mereka, untuk melenyapkan Nabi Isa  bersama  pengikut‐pengkutnya.  Rencana  mereka  yang  hebat  untuk  melenyapkan  Isa  dan  pengikutnya  akhirnya  terlaksana  juga  ,  mereka  mengatakan  bahwa  Isa  sudah  dibunuh  dan  digantung  di  tiang  salib  pada  hari  jumat,  namun  besoknya,  pada  hari  sabat  yang  merupakan  hari suci bagi orang yahudi, jasad Yesus tidak ditemukan di tiang salib, kata beberapa sumber  Yesus  sudah  dikafani  dan  dikubur  di  tanah  perkuburan  orang  kaya  Yahudi,  namun  pada  hari  minggu , setelah diperiksa kedalam kuburan yang berukuran luas itu, ternyata jasad Yesus juga  tidak  ada.  Maka  terjadilah  pertentangan  di  kalangan  orang‐orang  yang  merasa  yakin  sudah  membunuh  Yesus,  mereka  saling  menuduh  bahwa  mereka  tidak  melakukan  perintah  pembunuhan itu sebagai mana mestinya sesuai dengan yang telah mereka rencanakan, bahkan  diantara  mereka  merasa  tidak  yakin  kalau  yang  mereka  salib  itu  adalah  Yesus  yang  mereka  incar.  Bakan  waktu  itu  sudah  tersebar  berita  tahyul  dari  mulut  kemulut  bahwa  Yesus  sudah  kembali dari Syorga dan hudup lagi. Sampai sekarang perdebatan tentang kematian Yesus terus  saja berlanjut, bahkan sampai akhir zaman tidak akan habis‐habisnya.   Orang‐orang  kafir  pasti  tidak  akan  percaya  bahwa  Allah  telah  menyelamatkan  Nabi  Isa  dari  rencana jahat orang kafir yang hendak membunuhnya.    Begini Allah menerangkannya ;   “Orang‐orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan  Allah sebaik‐baik pembalas tipu daya. “ (QS Ali Imran 3:54)”.    Rahasia terbongkarnya kesalahan orang kafir membunuh Isa di beberkan oleh Allah di dalam Al  Qur’an surat An Nisaa’ ayat 157.     “dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benarbenar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (qs an Nisaa’ 4:157 “). Rencana  Allah  jauh  lebih  hebat,  Allah  telah  merubah  wajah  orang  yang  disalib  itu  dengan  wajahnya Yesus. Allah telah menceritakan dan membuka rahasia rencana hebatNYA di dalam al 

Qur’an  yang  disampaikan  kepada  nabi  Muhammad.  Hanya  orang  islam  yang  mempercayai  keterangan Allah di dalam al qur’an tersebut,        Tentang Tritunggal mantan biarawati hj irena irene handono dan da'i sejuta umat KH Zainudin MZ   Saya tidak mau bicara panjang lebar tentang Tritunggal karena istilah   Tritunggal adalah istilah teologi yang digali dari Alkitab. Singkatnya   Tritunggal terdiri dari Bapa (pencipta), Putera (firman) dan Roh Kudus   (pembimbing,penolong dan penghibur). Ketiga-tigaNya adalah SATU.     Ternyata anda sendiri juga mengakui bahwa ajaran Trinitas merupakan telaah atau opini yang  digali dari cerita‐cerita yang dipaparkan di dalam kitab Bible. Artinya ajaran Trinitas itu bukan  penjelasan  tegas  dan  terang  benderang    dari  Yesus,  bukan  pula  penjelasan  tegas  dari  Firman  Allah,  tetapi merupakan sebuah hasil kesepakatan dari para pendeta Nasrani di dalam sebuah  kesimpulan seminari.        Umat Islam memahami Trinitas sama dengan Tritheis sehingga menganggap   umat Kristen telah mempersekutukan Allah. Istilah Trinitas sendiri baru   dikukuhkan pada Konsili Nicea tahun 325 M di mana konsili ini dimaksudkan   untuk menghadang ajaran sesat Arius.   Kembali anda mengakui bahwa  ajaran pokok Kristen “Trinitas” dikukuhkan di dalam keputusan  seminari pada Kosili Nicia tahun 325 M.  Artinya bahwa ajaran Trunutas itu bukan bersumber  dari Yesus  dan bukan pula bersumber dari Firman Allah, tetapi merupakan sebuah kesimpulan  dan mufakat oleh  manusia‐manusia  yang berkedok sebagai Pendeta agar agama Kristen dapat  diterima dan menyatu dengan agama bangsa Roawi ketika itu.      Perlu diketahui bahwa Trinitas bukan diambil dari satu atau dua ayat Alkitab   tetapi dari telaah banyak ayat mulai dari kitab kejadian sampai kitab Wahyu.   (anda bisa membaca artikel tentang Trinitas pada situs   http://www.yabina.org) Trinitas selalu menjadi batu sandungan bagi umat   Islam.   Anda menolak menyebut Bapa kepada Allah, tidak memahami keilahian Yesus   dan tidak punya pengalaman dengan Roh Kudus. Hal ini membuat sulit sekali   menjelaskan doktrin Trinitas ini..   Anda menolak menyebut Bapa kepada Allah, tidak memahami keilahian Yesus   dan tidak punya pengalaman dengan Roh Kudus. Hal ini membuat sulit sekali   menjelaskan doktrin Trinitas ini..     Ternyata anda mengakui bahwa anda mengalami kesulitan untuk menjelaskan tentang doktrin  Trinitas  kepada  umat  Islam.  Bukan  hanya  anda  saja  yang  mengalami  kesulitan  untuk  menerangkan ajaran trinitas itu kepada orang beriman, bahkan pendeta anda sendiripun akan 

pusing  untuk  menjelaskannya.    Bukan  hanya  itu,  bahkan  diantara  sesama  pendeta  dan  setiap  penganut agama  Nasrani mempunyai pendapat dan pemikiran yang berbeda‐beda  memaknai  ajaran  Trinitas  itu.    Ajaran  trinitas  hanya  dapat  dipahami  oleh  orang‐orang  yang  sudah  mati  akal‐budinya. Hanya orang‐orang yang patuh dan orang yang ketakutan yang dapat menerima  ajaran trinitas itu. Bagi orang yang mempunyai pemikiran yang bebas , kreatif dan kritis maka  ajaran  Trinitas  tersebut  akan  menimbulkan  ribuan  pertanyaan  yang  tidak  terjawab,  dan  kalau  terjawabpun  tidak  akan  memuaskan  bahkan  akan  menimbulkan  pertanyaan  baru  yang  tidak  dapat dijawab dengan sempurna.   Pertanyaannya  adalah  ;  Kenapa  ajaran  trinitas  susah  untuk  diterangkan?    Jawabannya  adalah  karena  ajaran  Trinitas  bukanlah  ajaran  kebenaran  yang  bersumber  dari  Allah.    Ajaran  Trinitas  adalah  ajaran  kebohongan  dan  kepalsuan  yang  tidak  tahan  uji.    Sesungguhnya  kebenaran  itu  hanya  bersumber  dari  Allah  ,  bukan  berasal    dari  kesepakatan  dan  keputusan  antar  sesama   manusia.   Anda  dan  sebagian  besar  umat  Kristen  selalu  berdalih  bahwa    bagi  siapa  yang  tidak  dapat  memahami  ajaran  Trinitas  berarti  tidak  mendapat  bimbingan  dari  Roh  Kudus.  Hanya  berdasarkan  logika  itulah  anda  dan  sekalian  umat  Kristen  memahami  ajaran  Trinitas  tanpa  harus berpikir secara jernih dan logis.        Dalam Injil ada tertulis : "..dan tidak seorangpun mengenal Bapa   selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan   menyatakannya. (Matius 11:27)... Jadi hanya melalui Yesus, anda bisa   memahami tentang Bapa.   Saat ini Roh Kudus hanya diperoleh sebagai karunia yang diberikan   Yesus kepada orang yang percaya kepada Dia.. Di dunia ini, hanya   Yesus yang membaptis dengan Roh Kudus (Yoh 1:33).. Ada ayat lain   pula yang berbunyi :   "..tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan",   selain oleh Roh Kudus" (1 Korintus 12:3)...        Bagi  seorang  manusia  seperti  Yesus  yang  tidak  mempunyai  Bapak,  maka  wajar  saja  dia  beranggapan bahwa siapa lagi Bapaknya kalau tidak atas karunia Allah. Pengertian kata Bapak  itu bisa saja berupa kata kiasan karena Yesus  tidak mempunyai Bapak . Tetapi kata Bapak disini  bisa saja diartikan bukan sebagai hubungan keturunan (Yesus  keturunan  dari Allah).   Bisa  saja  jalan  pikiran  Yesus  tidak  sama  dengan  penalaran  logika  manusia  terhadap  ucapan  Yesus  itu.  Bagaiman  mungkin  kita  harus  memahami  hakikat  Tuhan  Bapa  dengan  jalan  pikiran  Yesus  padahal  semua  umat  Kristen  berkeyakinan  bahwa  Yesus  sudah  tiada  dan  mati  ditiang  salib.  Jadi  metode  pemahaman  ini  juga  merupakan  sebuah  logika  pemaksaan  untuk  mempercayai  ajaran  Trinitas  yang  dianggap  berasal  dari  Yesus.      Bahkan  orang  kristen  beranggapan bahwa hanya roh kuduslah yang mampu memahami  Yesus sama dengan  Tuhan ,  sesuai  menurut  surat  atau  Kotbah  Paulus  di  dalam  Koritus  12:3  diatas.  Jadi  manusia  harus  bersekutu dulu dengan Ruh Kudus untuk memahami Yesus sama dengan Tuhan. Sehingga untuk  memahami  Yesus  sebagai  Tuhan  tidak  dapat  dijelaskan  tanpa  bimbingan  seorang  pendeta 

Nasrani. Artinya untuk memahami ajaran Trinitas itu harus dengan bimbingan seorang pendeta  yang katanya telah dibimbing oleh Ruh Kudus.   Anehnya lagi kotbah Paulus tidak menjelaskan  bagaimana hakikat yang sesungguhnya tentang Ruh Kudus tersebut, kecuali hanya berupa nalar  dan  perasaannya  sendiri.    Artinya  seseorang  harus  di  cuci  dulu  otaknya  untuk  memahami   bahwa  Yesus  ,    Bapak  dan  Ruh  Kudus  adalah  satu  kesatuan    dibawah    bimbingan  seorang  Pendeta.             Demikianlah, penolakan umat Islam akan Trinitas dimulai dari penolakan   anda terhadap Yesus... Anda tidak percaya kepada Yesus, bagaimana anda bisa memahami Bapa dan memperoleh Roh Kudus ?     Penolakan umat muslim terhadap ajaran Trinitas tidak ada hubungannya dengan kepercayaan  umat muslim terhadap Yesus. Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas bahwa umat muslim  mengakui Isa As sebagai manusia pilihan dari  utusan Allah dan umat muslim memuliakan Isa As  seperti  para  nabi‐nabi  lainnya.    Ketahuilah  bahwa  nabi  Isa  As    (Yesus  )  tidak  pernah  mengajarkan ajaran Trinitas kepada siapapun, hanya anda dan umat Kristen saja yang beropini  seperti itu.      Roh Kudus bukanlah Jibril tapi Roh Allah yang diam di dalam kami.   Mengatakan bahwa Roh Kudus adalah Jibril sudah membuktikan bahwa   Islam dan Muhammad tidak tahu apa-apa tentang Roh Kudus.     Jika anda ingin tahu, Roh Kudus-lah yang membimbing kami, yang membuat   kami berbuah dalam damai dan sukacita, yang menjadikan kami anak-anak   Allah dan membentuk kami menjadi manusia baru yang sesuai dengan kehendak Allah.   Jibril adalah malaikat yang hanya mempunyai satu roh. Kalau dia ada di   suatu tempat maka dia tidak ada di tempat yang lain. Dia tidak maha ada.   Tetapi Roh Kudus akan diam kepada setiap orang yang percaya kepada   Yesus. Bukti paling jelas adalah kisah pada hari Pentakosta di mana Roh   Kudus dalam rupa api hinggap ke atas para murid (Kisah PR pasal 2).     Pengertian Ruh kudus menurut ajaran Kristen sangatlah abstrak dan tidak jelas ujudnya.  Ketika  setiap  orang  Kristen  dan  para  pendetanya  ditanya  tentang  pengertian  Ruh  Kudus  maka  akan  keluar  jawaban  yang  beraneka  ragam  sesuai  dengan  daya  nalar  dan  pengalaman  rohani  dari  masing‐masingnya.  Jadi dapat disimpulkan bahwa Ruh Kudus menurut kitab Bible merupakan  sesuatu yang tidak jelas dan tidak bisa dijelaskan dengan sebenarnya.    Sebaliknya  di  dalam  Al  Quran  dengan  tepat  menerangkan  bahwa  Roh  Kudus  tersebut  adalah  Malaikat  Jibril  yang  khusus  didatangkan  Allah  kepada  para  Nabi  seperti  Isa  As,  Musa  As  dan  Muhammad SAW. Seperti yang diterangkan pada surat An Nahl ayat 102 yang berbunyi ;   

“Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah) QS 16:102".   Sebenarnya    anda  dan  Pendeta  anda  menyembunyikan  apa  sebenarnya  makna  dari  kata  Roh  kudus  sebagaiman  yang  ada    di    dalam  keterangn  Bible.  Bagi  orang  yang  mau  berpikir  ,  sebenarnya kitab Bible anda sudah menerangkan bahwa Roh Kudus itu sama dengan malaikat  jIbril,  tetapi  anda  dan  Pendeta  anda  membuat  pengertian  itu  menjadi  kabur.    Cobalah  anda  baca lebih teliti keterangan dari ayat‐ayat Bible berikkut ini ,    
“ Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. (Matius 1:18)” “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. (Lukas 1:26-27)”

  Kedua ayat ini menceritakan tentang kejadian Yesus dan kelahirannya. Kedua penulis Bible ini  menggunakan  istilah  yang  berbeda tentang  Roh  yang  akan menemui  Maria.    Penulis      Matius  menggunakan  kata  Roh  Kudus  sedangkan  penulis  Lukas  menggunakan  kata  Malaikat  Jibril.  Sebenarnya  kedua  sosok  itu  adalah  sama.  Ternyata  di  dalam  Kitab  Bible  “Roh  Kudus  dan  Malaikat adalah sosok yang sama. Tetapi anda dan para Pendeta anda menyembunyikan dan  memutarbalikkan maksud ayat tersebut untuk kepentingan dakwah  anda.    Sementara  al  Qur’an  dengan  tegas  menyatakan  bahwa  Roh  Kudus  itu  adalah  sosok  Malaikat   jibril.        Setelah Yesus datang, Roh Kudus tidak mungkin ada pada orang yang   tidak percaya kepada Yesus. Selain karunia keselamatan, Roh Kudus   adalah kelebihan umat Kristen di mana Roh Allah sendiri berkenan diam di   dalam kami. Untuk itu orang Kristen (yang baik) tidak perlu membaca penafsiran Injil yang ditulis oleh orang bukan Kristen (baca : Islam),   karena apa yang ditulis itu sama sekali tidak di bawah bimbingan Roh   Kudus. Terus terang, Injil tidak mungkin dipahami dengan benar jika tidak   ada pimpinan Roh Kudus.   Mata rantainya adalah : percaya dulu kepada Yesus, memperoleh Roh   Kudus lalu akan mengenal Bapa melalui Yesus dan firman-firmanNya dalam Alkitab.     Artinya anda sudah memasang jebakan untuk menjerumuskan seseorang kepada kepercayaan  anda.   Bagi  orang  yang  beriman  kepada  Allah  ,  maka  haram  hukumnya  percaya  kepada  Tuhan  lain  selain  dari  pada  Allah.  Anda  mempunyai  strategi  yang  hebat  tetapi  sangat  licik    dalam  menjalankan misi ajaran  anda.   

  Oleh karena itu saya menyimpulkan : umat Islam menyembah Allah yang   tidak dikenal karena mustahil mengenal Bapa kalau tidak melalui Yesus.   Jadi anda tidak perlu mengajari kami akan ke-Ilahi-an Yesus karena Roh   Allah sendiri yang mengajari kami untuk memuliakan Yesus. Apakah kami   harus mengikuti ajaran manusia dan menyepelekan ajaran Allah ?   Ada banyak sekali bukti dalam Alkitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma; sampai ada orang yang mengatakan bahwa   jika kita membaca Injil dan tidak menyadari ke-Ilahi-an Yesus adalah sama   seperti orang yang pada siang hari keluar dari rumah tetapi tidak melihat   matahari di atasnya.     Boleh – boleh saja anda percaya dengan informasi tentang ketuhanan Yesus yang anda yakini  tersebut, itu hak azazi manusia dalam menganut agama. Tidak ada paksaan dalam beragama.  Itu lebih baik bagi anda dari pada anda merusak agama umat islam.  Tetapi yang perlu anda ketahui adalah bahwa , “hanya ada satu Tuhan yang menciptakan alam  semesta ini”, tidak mungkin ada lebih dari satu Tuhan , dan tidak mungkin juga , “ada tuhan  lain  yang  memeliharanya  “.  Begitu  juga  dengan  agama  Allah,  tidak  mungkin  ada  dua  agama  Allah yang benar karena agama yang benar datangnya hanya dari Allah yang Maha Esa itu.  Hal ini sesuai dengan Firman Allah ;    “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari  agama Allah, padahal kepada‐Nya‐lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi,  baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.  ( qs  Ali Imran 3:83)”.    Dan sebagai umat islam maka kami hanya yakin kepada agama yang diturunkan oleh Allah yaitu  islam seperti kata Allah;    “ Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali‐kali tidaklah akan diterima  (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang‐orang yang rugi   ( qs Ali Imran 3:85) “.    Ayat di atas menjelaskan bahwa ujung pencarian sebuah agama yang benar akan bermuara   kepada agama Islam.  Kemudian Allah mengintruksikan lagi kepada seluruh umat manusia dan ahli KItab;    “ Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang‐orang  yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan (hasutan) kepada mereka,  karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat‐ayat  Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab‐Nya.   (Qs Ali Imran 3:19)”       

            Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia dan Roh Kudus datang dan keluar   dari Bapa. Artinya di sini Yesus dan Roh Kudus SATU dengan Bapa.   Sebagaimana Bapa telah ada pada mulanya, demikian pula Yesus dan   Roh Kudus telah ada pada mulanya bersama-sama dengan Bapa. Itulah   Allah yang kami sembah, yang hidup, berkuasa dan telah melakukan   pekerjaanpekerjaan ajaib..     Kenapa anda mengatakan hanya ada 3 pribadi dalam ke Esaan Tuhan anda? Dari ketiga unsur  itu, kenapa hanya ada 2 unsur yang bersifat konkrit yaitu Bapa dan putranya ? sedangkan satu  unsur  lagi  bersifat  abstrak  yaitu  roh  kudus  (  pembimbing  iman,  keselamatan,  pencahayaan  ,  pencerahan dan sebagainya) ?, dari ketiga unsur itu kenapa sosok putra Yesus lebih ditonjolkan  sebagai Tuhan? Sementara 2 unsur lainnya seolah sebagai pelengkap saja? bagaimana kalau 3  unsur disempurnakan lagi menjadi 4 unsur?, kenapa konsili mengabaikan satu unsur lagi yaitu  unsur Bunda Maryam? Bukankah seorang putra tidak mungkin lahir tanpa peran seorang ibu?  Padahal Bunda Maryam juga tidak diketahui jasadnya setelah peristiwa penyaliban tersebut ?  Kenapa peranan seorang ibu yang penuh kasih sayang kepada putranya diabaikan begitu saja?  Apakah  umat  Kristen  sangat  malu  mempunyai  Tuhan  Yesus  yang  dilahirkan  dari  seorang  perawan  sebagaimana  yang  dirasakan  oleh  orang  Yahudi?  Dimana  batu  nisan  Bunda  maryam  sekarang?  Kenapa  umat  Kristen  tidak  peduli  pada  Bunda  Maryam  sehingga  kuburannya  tidak  tahu  siapa  yang  merawatnya?  ,  pernahkah  anda  berdoa  diatas  batu  nisan  Bunda  Maryam?  Kalau  ajaran  Trinitas  disempurnakan  menjadi  4  unsur  dengan  nama  Quadranitas  apakah  itu  salah? Apakah itu berdosa? , kalau ajaran Quadranitas salah atau berdosa , lalu kenapa Trinitas  merupakan  satu‐satunya  ajaran  yang  benar?  ,  bukankah  ajaran  Trinitas  diputuskan  dari  hasil  pemusyawaratan  dan  mufakat  dari  perserta  konsili  ?  Siapakah  yang  menentukan  dan  memutuskan  suatu  perbuatan  seorang  manusia  salah  atau  benar?  Pauluskah?  Apakah  konsili  sudah  mendapat  mandat  penuh  dari  Tuhan  untuk  mengharuskan  manusia  mengimani  ajaran 

Saya ambil ayat dari nubuat nabi Yesaya (700 tahun SM) : "Sebab seorang anak   telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang   pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat   Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di   dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkan- nya dengan   keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini." (Yesaya 9:6- 7)   Yesus adalah YHWH sembahan umat Yahudi pada perjanjian lama.   Buktinya ada Yoh 12:41 : "Hal ini dikatakan oleh Yesaya, karena ia telah   melihat kemuliaan- Nya dan telah berkata-kata tentang Dia (Yesus)." Yaitu pada   Yesaya 6:5 : "Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengahtengah bangsa yang najis bibir,   namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN (YHWH) semesta alam." Dalam diskusi, sering sekali para netter muslim menekankan bahwa Islam selalu meninggikan ajaran Tauhid (keesaan Allah) sedangkan Kristen dinilai telah memperkosa warisan Tauhid dari Abraham.. Menjawab ini saya mengatakan, " Emang Kristen tidak mengajari Tauhid ?" Tidak ada guru, pendeta atau Pastor yang mengajari bahwa Allah Kristen adalah tiga. Allah yang kami sembah selalu ESA, namun dalam ke-esa-anNya itu, Dia menyatakan diri dalam 3 pribadi, yaitu Bapa, Puter a dan Roh Kudus.

 

Trinitas itu? Sebenarnya 4 unsur dalam ke Esaan Allah masih belum cukup, karena Maryam juga  punya Ibu dan bapak, sehingga akan lebih sempurna lagi kalau menjadi 6 unsur.  Jadi  3  unsur  dalam  kepribadian  Allah  (Yesus,  Bapak,  dan  Roh  Kudus)  belumlah  cukup,  tetapi  harus lebih banyak lagi.   Ketentuan  “  3  dalam  satu  ”  tidak  cukup,  tetapi  yang  seharusnya  adalah  “  tidak  berhingga  di  dalam satu “.  Di  dalam  islam  yang  satu  adalah  satu  sementara  tiga  tidak  sama  dengan  satu.  Itulah  kesempurnaan matematika Allah. Allah adalah satu dalam segala‐galanya , tidak ada yang dapat  menandingiNYA dan Dia berkuasa terhadap segala‐galanya.  Sedangkan  ajaran  Trinitas  dalam  menuju  satu  Tuhan  sangat  berbelit‐belit  dan  berliku‐liku.  Tuhan itu 3 tetapi satu, tuhan itu satu tetapi tiga.  Jadi mana yang benar satu atau tiga?  Ajaran  Trinitas  hanya  dapat  dipaksakan  kepada  orang‐orang  yang  tidak  perlu  berpikir  panjang  sesuai  dengan nalar dan akalbudinya.  Memurut Islam , sebut apa saja yang ada dalam pikiran anda, maka itu adalah milik Allah, itu  adalah  kekuasaan  Allah  termasuk  diri  anda  sendiri  dan  seluruh  isi  jagat  raya  ini,  semuanya  dalam kekuasaan Allah. Di dalam Al Qur’an terdapat 99 pribadi Allah, 99 Nama‐nama Allah yang  disebut  dengan  ASMAULHUSNA  yang  kesemuanya  menunjukkan  keEsaan  Allah  tiada  tandinganNYA.  Kemudian dan selanjutnya anda menyimpulkan bahwa Yesus adalah Allah. Bagaimana sih jalan  pikiran  anda  ?,  tadi  anda  mengatakan  bahwa  Allah  itu  Esa,  tetapi  selanjutnya  anda  menyimpulkan bahwa Yesus itu sama dengan Allah?. Apakah anda tidak mengenal Yesus dalam  arti  yang  sesungguhnya  ?  Semasa  Yesus  hidupnya  didunia  apakah  beliau  bukan  terdiri  dari  unsur  Jasad  dan  roh  seperti  anda  juga  ?,  apakah  anda  dan  pemimpin  gereja  anda  menolak  kenyataan  bahwa  Yesus  adalah  manusia  juga  ?.  Apakah  sewaktu  Yesus  masih  hidup,  beliau  mengajari muridnya bahwa dia adalah Allah yang harus disembah? Sewaktu Yesus masih hidup  , siapakah Allah yang disembah oleh umat manusia ketika itu? Apakah umat Kristen sudah ada  semasa Yesus hidup? Apakah Yesus mempunyai murid yang beragama Kristen?  Apakah Yesus menyampaikan ajaran Kristen kepada umatnya? Apakah Yesus yang anda masud  tidak sama dengan Nabi Isa a.s seperti yang ada di dalam al Qur’an kami? Apakah Yesus yang  anda maksud adalah Isa almasih , Isa putra Maryam ? yaitu manusia tanpa Bapak yang menjadi  nabi bagi Kaum Bani Israel? Cobalah anda renungkan semua pertanyaan itu dengan akal pikir  yang  sehat  ,  hati  nurani  yang  jernih,  jadikanlah  semua  pertanyaan  itu  sebagai  PR  buat  anda.  Carilah semua jawaban dari pertanyaan itu dengan cara berpikir anda yang logis, dengan hati  nurani  anda  yang  bersih,  menjauhkan  prasangka  buruk  dan  buang  segala  kebencian  dan  rasa  permusuhan  anda  kepada  makhluk  Tuhan  lainnya.  Kumpulkan  segala  informasi  dari  berbagai  sumber menurut pola pikir anda yang bebas dan sehat, jangan anda telan mentah‐mentah ilmu  bersifat  dogmatis  (ilmu  yang  dipaksakan)  karena  pikiran  sehat  anda  akan  berjalan  mencari  kesimpulan sesuai dengan kebersihan hati nurani anda. Usaha ini tentu saja perlu kerja keras  anda  dan  anda  membutuhkan  waktu  yang  cukup  panjang  mencari  jawabannya.  Disarankan  kepada  anda  untuk  memperoleh  sumber‐sumber  (buku‐buku)  yang  netral  yang  jauh  dari  keberpihakkan termasuk Al kitab anda dan al qur’an sekalipun kerena dengan itulah anda akan  dapat meraih kesimpulan yang netral. Kemudian buatlah kesimpulan sendiri di dalam hati anda  ,  tidak  seorangpun  boleh  tahu  di  dalam  pecarian  anda  itu,  tidak  seorangpun  tahu  kalau  anda  sudah mendapatkan kesimpulan di dalam hati anda. Jika anda sudah mendapatkan jawabannya 

, maka pertahankan jawaban anda itu dengan mengujinya berkali‐kali. Jika jawaban anda benar  maka  anda  akan  melangkah  ketahap  selanjutnya  menuju  tahap  keyakinan.  Berdoalah  anda  kepada  “yang  menciptakan  diri  anda  dan  alam  jagat  raya  ini,  mintalah  tuntunan  agar  DIa  membimbing anda ke jalan yang benar “. Mudah‐mudahan anda mendapat jawaban yang tepat  dan benar. Amien!  Kalau  yang  dimaksud  Yesus  itu  bukanlah  Isa  Almasih  putra  Maryam  yang  di  utus  Allah  untuk  Umat Bani Israel , maka kesimpulan tentang Yesus adalah Tuhan  adalah  syah‐syah saja! Karena  sosok  itu  bukan  Nabi  Isa  seperti  yang  diceritakan  di  dalam  Al  qur’an,  maka  tidak  ada  yang  berhak menyalahkan kesimpulan ahli Kitab di dalam kitab Bible itu. Tetapi apabila sosok yang  dimaksud tersebut adalah Nabi Isa a.s , putra Maryam yang terlahir tanpa Bapak yang menjadi  utusan Allah, seperti yang ada di dalam Al Qur’an Umat Islam, maka wajar saja Umat Islam akan  menentang  hujatan‐hujatan  yang  dituduhkan  oleh  umat  Kristen  kepada  Allah  SWT.  Karena  penggambaran  agama  Kristen  terhadap  Nabi  Isa  sangat  keliru  dan  menyalahi  ke  Esaan  Allah  kami.  Jadi  berhentilah  anda  mengajari  Umat  Islam  tentang KeIlahian  Yesus  kepada kami.  Bagi  kami  tidak  ada  Tuhan  selain  Allah,  tidak  ada  yang  menyerupai  Dia,  tidak  ada  yang  bersekutu  dengan Dia, Allah tidak beranak pinak, KepunyaanNya segala yang ada di Bumi dan segala yang  ada di jagat Raya. Berhentilah anda berseru mengenai Tuhan Yesus kepada kami, itu lebih baik  bagi anda dan bagi agama anda sekiranya anda mengetahui .      Lalu kenapa pernyataan seperti ini paling sering dikumandangkan oleh   umat Islam.. ?   Karena anda sedang mengusung misi penyesatan. Di pesantren  pesantren, ceramah-ceramah agama, dll, para ulama mengajarkan anda untuk mengkafirkan kami orang Kristen..   Sedari kecil anda sudah ditaburi benihbenih kebencian terhadap kami   (dan Yahudi tentunya).. Selanjutnya jika iman Islam anda bertambah,   maka anda akan mulai menajiskan kami.. Anda mulai memperhatikan   ibadah jasmani anda.. Anda akan mencuci tangan anda ketika selesai   berjabatan tangan dengan kami.. Makanan yang kami berikan tidak akan anda sentuh.. Dari luar anda kelihatan bersahabat tetapi di dalam hati   kebencian tetaplah ada.   M f !   Orang  islam  berdakwah  hanya  untuk  orang  islam  ,  dakwah  orang  islam  tersebut  bertujuan  untuk menangkal akan datangnya penyusupan ajaran orang Kristen yang akan merusak sendi‐ sendi  ketauhidan  agama  islam.  Untuk  itu  para  ulama  Islam  harus  menjelaskan  hal  yang  sebenarnya  bagaimana  Allah  menerangkan  ayat‐ayatnya  tentang  agama  Kristen.  Hal  itu  bertujuan  untuk  membentengi  umat  islam  yang  belum  mengerti.  Para  ulama  itu  melakukan  dakwah secara terang‐terangan di depan umatnya, tanpa menutup‐nutupi kebenaran.   Jadi  apabila  anda  kebetulan  mendengar  dakwah  itu  maka  anda  akan  sakit  hati  dan  marah.  Padahal kami tidak membenci penganut agama Kristen , kami hanya membela diri dari ajaran  anda  yang  selalu  ingin  mengkafirkan  umat  Islam.  Kenapa  anda  selalu  menyimpulkan  bahwa  umat  Islam  yang  berjumlah  85%  di  Indonesia  ini  tidak  toleran  dengan  umat  Kristen.  Pada  hal  seharusnya kita dapat hidup berdampingan tanpa rasa kebencian satu sama lain sekiranya anda  tidak  memasuki  kandang  domba  umat  islam.  Ketahulah  bahwa  tidak  ada  domba‐domba  yang  tersesat  di  kalangan  umat  islam.  Janganlah  melakukan  penyesatan  lagi.  Itu  lebih  baik  bagi 

agama anda. Prinsip kami umat islam adalah “agama anda untuk anda dan agama Islam untuk  orang Islam”, tidak ada paksaan dalam beragama.  Allah melarang umat Islam memaksakan orang lain masuk Islam dengan cara kekerasan seperti  yang dinyatakan di dalam Al Qur’an ;    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang  benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut  (berhala) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul  tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui.   (QS Al Baqaraah 2:256)”.    Orang Islam tidak dilarang oleh Allah untuk berhubungan dengan seluruh bangsa di dunia, baik  itu dari umat kristen maupun dengan siapa saja dalam mencari karunia Allah di dunia.  Allah  menciptakan  manusia  berbangsa‐bangsa  agar  supaya  seluruh  manusia  dapat  saling  menghormati  dan  saling  berhubungan  dalam  memenuhi  kebutuhan  hidupnya.  Namun  dalam  soal aqidah atau keimanan kepada Allah , maka umat islam sudah diberikan rambu‐rambu yang  harus  dituruti  sesuai  dengan  petunjuk  Allah  di  dalam  al  Qur’an  kami.  Tidak  benar  kalau  anda  mengatakan  bahwa  orang  islam  dilarang  berhungan  secara  manusiawi  dengan  umat  kristen.  Karena  manusia  adalah  makhluk  sosial  yang  saling  tergantung  dalam  mencari  rezki,  tolong  menolong dalam kesempitan, saling bantu membantu dalam urusan dunia.   Mungkin  anda  tidak  percaya  bahwa  Mesjid  terbesar  dan  terindah  yang  pernah  dibangun  di  Negara Indonesia adalah Mesjid Istiqlal. Arsitek yang merancangnya adalah seorang penganut  agama Nasrani. Kalau umat islam diharamkan berhubungan dengan umat kristen, maka tentu  panitia pembangunan Mesjid Istiqlal tidak akan pernah menyetujui adanya orang Kristen yang   merancangnya dan tidak akan pernah mesjid itu tersentuh oleh umat Kristen.  Jadi tidak benar  tuduhan anda itu.  Namun Allah memperingati seorang muslim agar berhati‐hati memilih teman dekat yang dapat  dipercaya,  terutama  terhadap  orang‐orang  seperti  anda  yang  selalu  berkehendak  untuk  menyesatkan iman seorang muslim dimanapun dia berada. Beginilah peringatan Allah tehadap  orang muslim supaya hati hati memilih sahabat karib yang dapat dipercaya tersebut ;    “Hai orang‐orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu  orang‐orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti‐hentinya (menimbulkan)  kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata  kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.  Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat‐ayat (Kami), jika kamu Memahaminya .  ( Qs Al Baqaraah  2 : 118)”.      Tingkatan keimanan Islam selanjutnya adalah : menghalalkan darah kami   karena kami tidak beriman kepada Allah SWT. Bagaimanapun salehnya hidup   anda, anda tetaplah seorang pembunuh jika melalui tangan anda nyawa   kami terambil. Bagaimanapun jahatnya seseorang, dia tetaplah seorang   manusia yang baginya Yesus mau mati.  

  Tuduhan anda bahwa orang islam menghalalkan darah orang Kristen benar‐benar suatu fitnah  yang  berlebihan.  Fitnah  anda  jauh  lebih  kejam  dari  pada  kejahatan  iman  yang  anda  sebarkan  selama  ini.  Anda  tentu  telah  mengambil  kontek  ayat  al  qur’an  yang  menceritakan  kisah  perjuangan Muhammad dalam mempertahankan diri untuk menegak agama Allah.  Anda  tentu belum  pernah  sama  sekali  membaca  kisah  perjuangan  Muhammad  ketika  hendak  menyiarkan agama Islam di tanah airnya sendiri.  Cobalah anda baca dulu buku sejarah perjuangan Muhammad dalam mempertahankan hidup  dan  imannya  (bacalah  dulu  buku  “  Sejarah  Hidup  Muhammad  karangan  Muhammad  Husain  Haekal Penerbit PUSTAKA JAYA “ Jln. Kramat II, No. 31 A, Jakarta Pusat Cetakan Kelima, 1980).  Kalau anda kuatir membaca buku itu karena takut kalau anda akan bersifat objetif karenanya,  maka  saya  hanya  bisa  menyampaikan  sedikit.  Ketahuilah  ketika  Muhammad  mulai  mendapat  wahyu dari Allah, maka orang kampungnya tidak percaya dan menentangnya, bahkan setelah  itu  Muhammad  dan  bebarapa  orang  yang  sudah  beriman  mendapat  siksaan  dan  dibunuhan  oleh kaumnya sendiri. Namun Muhammad masih bersabar untuk tidak melakukan pembalasan ,  beliau memilih mengungsi ke medinah sejauh 400 Km dari kampungnya di Mekah.     Tetap  saja  setelah  itu  Muhammad  di  kejar  dan  pengikutnya  banyak  yang  dibunuh.  Setelah  pengikut  Muhammad  bertambah  banyak  terjadilah  perperangan  dalam  mempertahankan  hidup atau mati. Namun Allah selalu memberi pertolongan dalam setiap perperangan dengan  menurunkan ribuan Malaikat dari langit ;     “(Ingatlah), ketika kamu(muhammad) mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak  cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari  langit)?" ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu  dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang  memakai tanda (qs Ali Imran 3:124‐125”).    Puncak  perperangan  itu  terjadi  ketika  Muhammad  hendak  merebut  kota  Mekkah  yang  masih  dikuasai  oleh  kaum  quraisy  yang  tidak  mau  menyerah.  Pada  waktu  itu  penduduk  mekkah  hendak bertahan dengan taktik perang gerilya dalam kota. Ketika perundingan berjalan buntu,  maka  Muhammad  memberi  ultimatum  “  bagi  siapa  saja  yang  berlindung  di  Baitullah(ka’bah)  dan  yang  berlindung  di  rumah  abu  Sofian  maka  aman”.  Abu  Sofian  adalah  pimpinan  kaum  qurais  dalam  perundingan  itu  yang  menyerah  dan  masuk  Islam.  Anda  tentu  mengerti  bahwa  ada tempat‐tempat tertentu yang tidak dibenarkan untuk diperangi yaitu tempat pengungsian,  rumah‐rumah  ibadah  dan  rumah  sakit  bahkan  musuh  yang  sudah  menyerahpun  tidak  boleh  dibunuh dalam ketentuan agama islam.    Kemudian turun wahyu dari Allah sebagai perintah  ;    “(Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat  (sebagaimana) mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya  dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam, kecuali jika 

mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka  bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang‐orang kafir. Qs Al Baqarah 2”:191).”    Kontek ayat ini mencerita saat‐saat terakhir dari kejatuhan kota Mekkah ke tangan Umat islam.  Tidak relevan lagi anda mengambil ayat ini untuk menuduh bahwa umat islam sampai sekarang  masih menghalalkan darah dan membunuh orang Kristen, kecuali kalau anda menyerang kami  terlebih dahulu sehingga umat islam wajib mempertahankan jiwanya.  Diatas  anda  sudah  mengatakan  bahwa  ayat‐ayat  di  dalam  Al  Qur’an  diturunkan  Allah  kepada  Nabi Muhammad secara berangsur‐angsur, itu benar. Hal ini tergantung kepada situasi dimana  Muhammad meminta petunjuk pada Allah untuk mengambil suatu keputusan atau tegantung  kepada  suasana  dimana  Muhammad  harus  menjawab  pertanyaan‐pertanyaan  dari  umatnya  agar  dapat  ditetapkan  suatu  hukum  berdasarkan  ketentuan  Allah.  Muhammad  di  utus  oleh  Allah  bukan  hanya  untuk  menyampaikan  ayat‐ayatNYa  tetapi  juga  harus  merubah  akhlak  dan  budi  pekerti  umatnya.  Untuk  merubah  kebiasaan  dan  akhlak  suatu  kaum  yang  sudah  rusak  diperlukan  waktu  yang  cukup  lama  dan  Muhammad  harus  memberikan  contoh‐contoh  yang  benar selama hidupnya sesuai dengan perintah Allah yang dia terima dan tertulis di dalam Al  Qur’an.  Seluruh ayat‐ayat yang ada di dalam Al Qur’an saling terkait antara satu sama lainnya, tidak ada  satupun  ayat  di  dalam  AL  Qur’an  yang  berdiri  lepas  kecuali  ayat‐ayat  mutasyabihaat  karena  hanya  Allah  yang  tahu  passwordnya.  Kebenaran  satu  ayat  akan  diperkuat  oleh  ayat  yang  lainnya,  kata‐katanya  tersusun  sangat  indah  dan  rapi  penuh  perhitungan  dan  kekuatan,  tidak  seorangpun  dapat  membongkar,  memindahkan  tempat  atau  merusak  sebuah  ayatpun  karena  pasti akan ketahuan, sebab ayat lainya yang terkait akan membela dengan sendirinya.   Kerangka  dan  susunan  ayat‐ayat  di  dalam  AL  Qur’an  itu  ibarat  benang  kusut  ,  tidak  diketahui  dimana  ujungnya  dan  tidak  diketahui  juga  dimana  pangkalnya.  Antara  satu  ayat  dengan  ayat  yang  lainnya  terjalain  ikatan  yang  sangat  kuat.  Kalau  ditarik  akan  terbentuk  untaian  berupa  jaring yang saling terikat satu sama lain membentuk untaian yang tidak putus‐putusnya.   Itulah  mukzizat  dari  Allah  terhadap  AL  Qur’an.  Jadi  tidak  seorangpun  sanggup  merubah  tata  letak  ayat‐ayat  tersebut,  tidak  seorangpun  sanggup    membuat  kesimpulan  atau  rangkuman  tersendiri  dari  Al  Qur’an  dalam  bentuk  sebuah  buku,  seperti  buku  ilmiah  karangan  seorang  Profesor  dan  teman‐temannya  yang  biasa  anda  baca  di  perpustakaan.  Allahu  Akbar.  Nau’zubillah.      Saya mempunyai seorang sahabat muslim. Dia bukanlah seorang muslim   sejati tetapi seorang insan yang sangat baik. Dia tidak mempunyai celana   yang ujung kakinya di atas mata kaki, tidak memelihara janggut, jidatnya   tidak hitam dan ke mana-mana tidak pernah menggunakan baju koko. Karakternya adalah karakter seorang Kristen sejati walaupun ibadahnya   sholat lima waktu setiap hari. Seorang muslim sejati pasti tidak akan   bersahabat dengan seorang Kristen karena itulah yang diperintahkan   Alquran.      

Selama ini anda memandang penampilan orang‐orang muslim seperti makhluk yang menjijikkan  dimata  anda,  padahal  yang  lahir  belum  tentu  menunjukkan  yang  bathin  ,  mungkin  anda  mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sangat bodoh , tetapi di hadapan Allah,  mereka  lebih  mulia  dari  pada  anda.  Anda  selalu  memandang  seseorang  berdasarkan  penampilannya,  memang  begitulah  pemimpim  gereja  anda  menanamkan  kejelekan  Ajaran  Islam kepada anda selama ini. Benar apa yang disampaikan oleh Allah di dalam al Qur’an ;     “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang‐orang kafir, dan mereka  memandang hina orang‐orang yang beriman. Padahal orang‐orang yang bertakwa itu lebih  mulia daripada mereka di hari kiamat.. Qs Al Baqarah 2:212”).    Memang  al  Qur’an  sudah  mewanti‐wanti  umat  muslim  agar  tidak  menjadikan  orang‐orang  diluar  kalangan  muslim  sebagai  bersahabat  karib    sekaligus  sebagai  teman  kepercayaan.   Seperti yang tercantum di dalam surat Ali Imran ayat 118 ;   

“ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya (QS ALI 'IMRAN 3: 118)”.

  Tetapi  Al  Qur’an  tidak  melarang    umat  muslim  berhubungan  baik  sebatas  tidak  merusak  aqidahnya dengan siapapun diluar kalangan umat Islam.         Kepadanya saya mengatakan : "Kau terlalu baik untuk masuk neraka tapi   tidaklah kudus untuk masuk sorga."   Dalam doa saya selalu mengingat dia. Saya percaya bahwa dia akan   diselamatkan. Iman saya memang tidak sebesar biji sesawi akan tetapi   hatinya pun tidak sekeras gunung batu. Saya telah meminta maka saya akan   mendapatkan. Haleluya, Amin.   Jadi keterangan surat Ali Imran  118 diatas sesuai dengan apa yang ada di dalam niat hati anda.   Ternyata  anda  selalu  berdoa  dan  berkeinginan  untuk  mempengaruhi  aqidah  teman  anda  tersebut.  Ternyata anda  selalu  memanjatkan  doa    dan  anda  berkeyakinan  akan  mendapatkan  iman  teman  karib  anda  itu.    Itulah  sebabnya  orang  muslim  dilarang  memiliki  sahabat  karib  dengan orang‐orang Kristen seperti anda.               

  Yesus hanya diutus kepada bani Israel   Umat Islam mempercayai bahwa Yesus (Nabi Isa) hanya diutus kepada   bangsa Israel saja dan tidak kepada seluruh dunia. Sedangkan   Muhammad adalah penggenapan para nabi untuk semua manusia   (universal). Ayat Injil yang digunakan untuk menguatkan adalah   Matius 15:24 :   "Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari   umat Israel." dan ada pula dari Matius 10:5 - 6 : "Janganlah kamu   menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang   Samaria, melainkan pergilah kepada Domba-domba yang hilang dari umat   Israel."   Jika anda berpendapat demikian maka terus terang saya harus   mengatakan : ANDA SALAH.         Kenapa  anda  mengatakan  bahwa  orang  Islamlah  yang  salah  dalam  menyampaikan  sanggahan  tersebut,  apakah  anda  masih  waras,  anda  tidak  gila  bukan  ?  Padahal  keterangan  itu  bukan  berasal  dari  sumber  kitab  kami    AL  Qur’an?  Bahkan  keterangan  itu  berasal  dari  kitab  anda  sendri.  Maka  lebih  baik  anda  menyalahkan  al  kitab  anda  sendiri,  sekiranya  anda  tidak  setuju  dengan keterangan tersebut sebaiknya anda buang saja ayat tersebut dari kitab anda sehingga  anda  terbebas  dari  serangan  balik  yang  melecehkan  Al  kitab  anda  dan  agama  Kristen  anda.  Bagaimana  anda  masih  mencoba  menegakkan  benang  basah  pada  hal  anda  tahu  bahwa  kebenaran  itu  masih  anda  sembunyikan.  Anda  bagaikan  sedang  memasukkan  seekor  keledai  kedalam lubang jarum, sesuatu hal yang mustahil bukan?  Kemudian  anda  mengeluarkan  kartu  lain  untuk  membantah  keterangan  tersebut?  Anda  sungguh munafik dalam mengimani Ayat‐ayat di dalam al KItab anda.   Untuk meyakinkan penalaran dan pembenaran anda, sepertinya anda sibuk sekali membantah  satu  ayat  dengan  ayat  lainnya  padahal  ayat  itu  masih  berada  di  dalam  al  kitab  anda  sendiri.  Kalau anda ingin mempertahankan suatu bukti , maka ambillah keterangan dari sumber‐sumber  lain  yang  bersifat  netral.  Bukan  sebaliknya,  karena  anda  membuat  masalah  baru  dengan  mengambil ayat‐ayat yang lain.      Mari kita lihat ceritanya mulai dari Abraham :   Allah mengikat perjanjian dengan Abraham akan hadirnya seorang dari keturunan Abraham "yang dari padanya semua bangsa di bumi akan   memperoleh berkat." Bunyi perjanjian itu ada pada Kejadian 22:18 :     "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.."     Seperti yang anda tahu, dari 2 orang anak Abraham yaitu Ismael dan Ishak,   lahir dua bangsa besar yaitu bangsa Arab dan bangsa Israel. Keturunan   yang dimaksud apakah Yesus atau Muhammad ? Jawabnya adalah : Yesus   bukan Muhammad.  

Kalau  anda  merasa  berasal  dari  keturunan  Abraham  yang  dimuliakan  dari  Ishak,  seharusnya  umat  Kristen  sedunia    selalu  mengucapkan  berkat  kemuliaan  kepada  Abraham  sesuai  dengan  perjanjian Allah di dalam Bible itu.    Tetapi  apakah di dalam ketentuan agama kristen, anda diharuskah untuk mengucapkan ucapan  kemuliaan  kepada  Abraham  setiap  hari  sebagaimana  anda  selalu  memuja‐muja  Yesus  anda?  Tidak bukan!  Anda tidak pernah mengucapkan kata‐kata kemuliaan di dalam ritual ibadat anda  ataupun di dalam nyanyian kudus di gereja anda kepada Abraham.  Ternyata  perjanjian Allah  itu  tidak  dilaksanakan  oleh  umat  Kristen.  Padahal  perjanjian  itu  sangat  teguh  sekali  untuk  dilaksanakan oleh umat Kristen.    Ketahuilah  bahwa sesungguhnya  hanya orang islamlah yang melaksanakan ucapkan  kemuliaan itu setiap melaksanakan Shalat.  Minimal sebanyak 20 kali ucapan berkat  harus  dilantunkan oleh umat muslim kepada Abraham dalam sehari.  Ternyata  umat  Islam  lebih  memuliakan  Abraham  daripada  umat  Kristen  .  Perjanjian  Allah  tersebut dilaksanakan dengan patuh oleh umat islam sedunia.        Ketika Abraham harus menghadapi kenyataan bahwa Hagar dan Ismael harus   diusir, Allah datang kepadanya dan berfirman : "Janganlah sebal hatimu   karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara   kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak." (Kejadian 21:12)..   Jadi di pihak Allah, yang disebut keturunan Abraham adalah dari Ishak.   (Ishak adalah anak janji).     Selanjutnya perjanjian pada Kej 22:18 kembali diteguhkan Allah kepada   Ishak dan Yakub (cucu Abraham, anak Ishak) yaitu pada Kej 26:4 dan Kej 28:14.   Kepada Ishak (Kej 26:4) : "Aku akan membuat banyak keturunanmu seperti   bintang di langit; Aku akan memberikan kepada keturunanmu seluruh negeri   ini, dan oleh keturunanmu semua bangsa di bumi akan mendapat berkat."      Kepada Yakub (Kej 28:14) : "Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan   selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan   mendapat berkat."     Dengan demikian hanya dari keturunan Yakub (bangsa Israel) saja datang berkat kepada seluruh bangsa. Berkat yang dimaksud adalah berkat   keselamatan sebagaimana yang kembali ditegaskan Yesus pada Yoh 4:22 :   "sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi."     Ternyata  kitab  suci  umat  Kristen  telah  melaksanakan  dan  menjalankan  hukum‐hukum  perbedaan  kasta.  Bahkan  perbedaan  kasta  di  dalam  sebuah  rumahtangga  sudah  diterapkan  semenjak  keturunan  Abraham  dan  kepada  anak‐anaknya.    Ismael  sebagai  anak  syah  dari  Abraham telah diperlakukan tidak adil oleh seorang yang akan diangkat menjadi bapak bangsa‐ bangsa oleh Allah, hanya gara‐gara ibu Ismael berasal dari seorang budak yang kastanya jauh  lebih  rendah  dibandingkan  istri  Abraham  yang  pertama  “Sarai”.  Ternyata  dibalik  perbedaan 

kasta  itu  ada  yang  lebih  berkuasa  mengukuhkan  ketidakadilan  dan  perbedaan  hak‐hak  azazi  manusia  tersebut    “  yaitu  Allah.  Ternyata  di  dalam  kitab  suci  umat  Kristen,    Allah  merestui  perbedaan kasta dan perbedaan hak‐hak azazi manusia.  Ini jelas bukan sebuah kitab suci yang  sesungguhnya.  Padahal  sepanjang  perjalanan  sejarah  hidup  manusia  ,  selalu  diwarnai  dengan  perjuangan  untuk  menuntut  persamaan  hak  dan  persamaan  derajat,  tetapi  kitab  suci  umat  nasrani berlaku sebaliknya.   Sesungguhnya  kisah  Abraham  yang  tertulis  pada  kitab  Perjanjian  Lama    (PL)  di  dalam  Bible,  banyak  mengadung  kepalsuan  dan  kebohongan.  Kisah  Abraham  di  dalam  kitab  Bible  lebih  bernuansa  kepemilikan  tanah  di  Yarusalem  dan  hanya    membangga‐banggakan  keturunan  Abraham  dari  Ishaq.  Tetapi  sebaliknya  menghina  dan  merendahkan  kerutunan  Abraham  dari  Ismael.     Untuk jelasnya cobalah ikuti perjalan sepengal kisah Abraham di dalam Bible berikut ini ;    Abraham mengawini seorang budak yang dibawanya sebagai hadiah dari Fir’un yang bernama  Hagar.  Pada  masa  kehamilnya  ,    Hagar    mendapat  tekanan  dari    Sarai,  istri  tua  Abaraham,  karena  tabiat  hagar  yang    dipandang  tidak  menunjukan  kesopanan  sebagai  pembantu  dimata  Sarai, sehingga Hagar sempat diusir. Hagar dipandang sebagai pembantu yang tidak lagi hormat  kepada  bekas  majikannya  sehingga  membuat  Sarai    Iri  dan  tersinggung.  Lalu  Hagarpun  diusir  oleh Sarai ;  “4Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu. ( kej 16:4) Kitab Perjanjian Lama di dalam Bible  tidak menjelaskan bentuk ungkapan memandang rendah  yang diperlihatkan oleh Hagar kepada majikannya itu.   Ketika  Abraham  menerima  laporan  dari  istri  tuanya  Sarai,  Abraham  pun  menyerahkan  Hagar  kepada keputusan Sarai ;  6Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kau pandang baik. (kej 16:6) Setelah mendapat izin dari Abraham, maka Sarai langsung menindas bekas pembantunya itu ;  “6Kata Abram kepada Sarai: "Hambamu itu di bawah kekuasaanmu; perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik." Lalu Sarai menindas Hagar, sehingga ia lari meninggalkannya. (kej 16:6) Pertanyaannya adalah ; perkataan dan penghinaan apakah yang dilontarkan oleh Sarai kepada  Hagar sehingga Hagar memilih lebih baik pergi meninggalkan rumah suaminya dari pada tetap  berada di tempat itu. Bukankah selama menjadi pembantu pada keluarga terhormat itu, Hagar  masih mampu hidup bersama mereka? namun setelah dia dijadikan istri,  Hagar justru memilih 

minggat  dari  rumah  bekas  manjikan  terhormat  tersebut.  Tentu  saja  penindasan  yang  dialami  Hagar  lebih  berat  dirasakannya  dibandingkan  ketika  dia  masih  menjadi  budak,    sehingga  dia  memilih lebih baik keluar saja.   Bukankah seharusnya mereka memperlakukan Hagar lebih baik dari pada sebelumnya? Tetapi   Abraham sebagai suami  dari Hagar tidak menunjukan sifat keadilan dan  kasih sayangnya sama  sekali.    Hal  ini  menunjukan  bahwa  Abraham  dan  istrinya  Sarai  tidak  lebih  baik  dari  manusia  kebanyakan  yang  tidak  pantas  menyandang  gelar  Bapak    Segala  Bangsa.  Bagaimana  kitab  PL  dalam  Bible  menceritakan  kemelut  rumah  tangga  dari  seorang  nabi  yang  tidak  dapat  mencerminkan  penghargaan  terhadap  nilai‐nilai  kemanusiaan.  Sekurang‐kurangnya  memberikan  suri  teladan  bagaimana  sebaiknya  memperlakuan  seorang  istri  yang  berasal  dari  kasta yang lebih rendah. Hal ini sama saja dengan  penghinaan dan perbedaaan derajat dalam  rumah  tangga  yang  mulai  dicetuskan  oleh  seorang  Nabi  dengan  izin  Allah.    Begitulah  yang   diceritakan oleh Kitab Bible, sebuah kisah dongeng yang tidak menyentuh harkat keadilan dan  kemanusiaan.  Ketika Hagar sudah jauh meninggalkan rumah tangisan itu, lalu datanglah malaikat Tuhan yang  merasa kasihan kepada Hagar;  “9Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya (kej 16:9) “ Ternyata kedatangan Malaikat Tuhan tersebut bukan untuk menghibur kesedihan Hagar, tetapi  menyuruh  Hagar  kembali  kerumah  majikannya.  Kedatangan  Malaikat  Tuhan  itu  bukan  untuk  mencarikan  jalan  keluar  seperti  mencarikan  penginapan    atau  tempat  lain  yang  lebih  baik.  Tetapi  justru  menginginkan  Hagar  tersiksa  lagi  dan  membiarkan  saja  tindakan  tidak  adil,  dia  dipaksa  menerima  nasibnya  dengan  pasrah  tanpa  boleh  menunjukan  sikap  penentangan.  Nasibnya  sudah  ditentukan  sebagai  budak  yang  harus  menerima  nasib  sebagi  budak.  Semua  pihak telah merampas hak‐hak seorang istri yang berasal dari kasta yang rendah. Bukan hanya  Sarai    saja  yang  memperlakukan  Hagar  sedemikian  hina,  tetapi  Abraham  juga,    ditambah  lagi  Malaikat  Tuhan  yang    tentunya  sengaja  dikirim  oleh  Tuhan  untuk  mencegah  kepergian  bekas  Budak  tersebut,  dan  ada    lagi  yang  paling  berkuasa  untuk  meniadakan  hak‐hak  Sarah  dan  anaknya sebagai orang yang tertindas yaitu Allah, sebagaima yang telah disampaikan pada ayat  di atas (kej 15:4).   Bagaimana mungkin ayat‐ayat yang tidak menunjukan nilai moral yang dapat dicontoh tersebut  berada di dalam Kitab suci umat Nasrani? benarkan Kitab PL di dalam Bible ini merupakan kitab  Taurat  yang  asli.    Sepertinya  cerita  ini  tidak  lebih  dari  sebuah  dongeng  yang  tidak  pantas  diceritakan kepada anak didik karena akan merusak budipekerti mereka nantinya.   

Bahkan Malaikat Tuhan telah memberi gelar kepada calon anak Hagar itu dengan gelar “keledai  liar” ; 
12Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya. (kej 16:12)”

Artinya    anak  Hagar  nantinya    menjadi  seorang  yang  suka  berperang  dan  melakukan  pertumpahdarahan,  termasuk  kepada  saudara‐saudaranya  sendiri.  Kitab  Perjanjian  lama  di  dalam  Bible  ini    menempatkan  keturunan    Abraham,  dari  Ismael  sebagai  keturunan  bangsa  penyamun yang dipandang rendah dan  hina. Beginilah pandangan Kitab Suci Bibel yang sudah  menanamkan  bibit  penghinaan  dan  merendahkan  keturunan  Abraham.  Bagaimana  mungkin  sebuah  kitab  yang  seharusnya  tidak  memberitakan  sebuah  bibit  perbedaan  ras  dan  bibit  penghinaan kepada keturunan Abraham, ternyata benar‐benar ada.  Sepertinya kitab Perjanjian  Lama  ini  merupakan  sebuah  propaganda  untuk  membangga‐banggakan  keturunan  Abraham  dari  anaknya  yang  lain  yaitu  ishaq.  Jadi  siapa  sebenarnya    yang  menulis  Kitab  PL  ini,  kaum  Yahudi atau Kaum Nasrani?  Akhirnya  Hagarpun  melahirkan  anaknya  dan  diberi  nama  Ismael.  Ketika  Ismael  Lahir  umur  Abraham sudah 86 tahun ;  15Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan Abram menamai anak yang dilahirkan Hagar itu Ismael. 16Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. (kej 16:15-17)” Ketika  ismael  berusia  13  tahun,  atau  ketika  Abraham  berusia  99  tahun,  Allah  datang  lagi   menemui Abraham untuk mengadakan perjanjian ;  1Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. (kej 17:1)” Adapun isi perjanjian yang terpenting adalah ; seluruh keturunan Abraham yang laki‐laki harus  disunat pada umur 8 hari. Abrahampun menyunat anaknya  Ismael pada usia 13 tahun, ketika  perjanjian itu disepakati.  “13Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. 14Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan

dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjianKu." (kej 7:13) “ Ayat  ini  menampilkan  sebuah  perjanjian  yang  teguh  dan  kekal  antara Abraham  dengan  Allah,  yaitu  perjanjian  tentang  disunat  untuk  seluruh  keturunan  Abraham  yang  laki‐laki.  Keterangan  ayat dapat diterima sesuai dengan bukti‐bukti yang ada. Bahkan Yesus pun disunat pada umur 8  hari. Tetapi ketentuan disunat ini sudah tidak berlaku lagi untuk selama‐lamanya bagi penganut  agama Kristen sekarang ini, padahal umat kristen masih mengaku sebagai keturunan Abraham.     2Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. 3Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat. 4Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia. (Galatia 5:2)” Ternyata  Paulus  menghapus  hukum  sunatan  yang  ada  di  dalam  Taurat  tersebut.  Bahkan  dia  melarang hukum sunat itu dengan mengulanginya kalimatnya  untuk memberikan tekanan dan  ancaman  sebanyak  2  kali;      jika  orang  kristen  yang  bersunat  maka  dia  wajib  melaksanakan  seluruh hukum Taurat sedangkan bagi yang tidak bersunat cukup Yesus menanggungnya. Begitu  juga  sebaliknya,  jika  umat  Kristen  mengharapkan  kebenaran  dengan  menjalankan  hukum  Taurat, maka tidak ada harapan lagi baginya untuk  kembali pada kasih karunia Yesus.   Kalau umat nasrani tidak bersunat, lalu kenapa Yesus yang harus menanggung? Bukankah Yesus  sendiri  disunat  ?    bahkan  Yesus  menyatakan  tidak  melenyapkan  satu  titikpun  hukum  didalam  kitab  Taurat.  Yesus  disunat  karena  dia  menghargai  dan  menghormati  perjanjian  Abraham  dengan  Allah  tersebut,  walaupun  secara  biologis  Yesus  bukanlah  keturunan  Abraham.  Tetapi,   Paulus  yang  tidak  pernah  disebutkan  namanya di  didalam PL  ,  tiba‐tiba  membatalkan  seluruh  hukum‐hukum  Taurat.  Sepertinya  kitab  pejanjian  Lama  dan  Kitab  perjajian  Baru  tidak  dapat  dipegang  ketentuan‐ketentuannya.  Hal  ini  menunjukan  bahwa  kitab  perjanjian  Lama  bukan  Taurat dan kitab perjanjian Baru bukan pula kitab Injil yang asli.  Pada  saat  perjanjian  sunatan  itu,  diwajibkan  kepada  Abraham  beserta  seluruh  keturunannya,  maka  Allah  menobatkan  nama  baru  Abraham  yang  sebelumnya  bernama  Abram.  Abraham  berarti  bapak  sekalian  bangsa.  Begitu  juga  dengan  Sarai  sudah  diganti  namanya  oleh  Allah  dengan Sara;    4"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 5Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa (kej 17:4).

“15Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya (kej 17:15). Artinya  Abraham  dan  Sara  juga  akan  memiliki  keturunan  yang  banyak  .  Pada  saat  penobatan  itu,  pasangan  dari  Abraham  dan  Sarai  masih  belum  memperoleh  anak  sama  sekali.  Tetapi  penobatan  itu  sudah  dilaksanakan  oleh  Allah.  Sebuah  pertanyaan  yang  menggelitik;  kenapa  Abaraham dan Sarah sudah dinobatkan sebagai bapak sekalian Bangsa padahal pada saat yang  bersamaan,  mereka  belum  punya  anak  sama  sekali.  Sebaliknya  selama  13  tahun  Abraham  sudah  menjadi  Bapak  dari  istrinya  Hagar,  selama  itu  pula  Allah  tidak  mengakui  Abraham   sebagai    seorang  Bapak.  Sebuah  perbedaan  yang  aneh  sekali.  Bahkan  Allah  mengganggap  penting penggantian sebuah nama dari seorang manusia .  Sepertinya  ayat  ini  sengaja  dimasukkan  dengan  tujuan  propaganda  yang    menunjukkan  pengakuan  yang  syah  dari  sang  pencipta.  Jelas  sekali  ayat  ini  hanya    menonjolkan  sebuah  perbedaan  kasta  dalam  sebuah  keluarga.  Seolah‐olah  penulis  kitab  PL  ini  berlindung  dibalik  pengakuan  Allah.  Seolah‐olah  Tuhan  sendiri  yang  mengakui  “hanya  Ishak  yang  belum  lahir  itulah anak Abraham”, sementara Ismael harus dibuang.      Kenapa kitab PL banyak mengandung bibit perbedaan kasta.  Apa mungkin Allah berada dibalik  perbedaan  kasta  itu?  Mustahil  bukan  ?    Tentu  saja  umat  Kristen  tidak  mampu  membantah  keterangan ini karena konteks ayat tersebut adalah Firman Allah.    Menjelang  kehamilan  Sara,  Tuhan  datang  bertamu  bersama  2  orang  malaikat    ketenda  Abraham.  Abraham  menyuruh  Sara  dan  beberapa  pembantunya  untuk  menyiapkan  hidangan  yang terbaik yaitu berupa daging bakar dan roti;  “6Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" 7Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. (kej 18:6-7)” Sebuah pertanyaan yangmengelitik ; apakah pada zaman Abraham sudah ditemukan prosedur  lengkap dari pembuat Roti yang tentunya berasal dari tepung terigu?  Lalu  Setelah hidangan itu   disajikan Abraham dihadapan tamunya, maka makanlah tamu‐tamunya itu ;  “8Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. (kej 18:8)’

Bagaimana  mungkin  Malaikat  dan  Tuhan,  sama‐sama  menikmati  hidangan  yang  disuguhkan  oleh manusia, sementara tuan rumah hanya berdiri saja memandang tamunya sedang makan.  Keterangan  ini  sangat  sulit  diterima  dengan  akal  sehat.  Apa  mungkin    Malakat  dan  Tuhan  membutuhkan makanan yang dihidangkan oleh Abraham itu. Apa mungkin Malaikat dan Tuhan  perlu makan agar tenaganya pulih dan segar lagi untuk melanjutkan perjalanannya. Cerita yang  tertulis  di  dalam  Kitab  perjajian  Lama  ini  seperti  sebuah  cerita  dongeng  saja.  Seperti  cerita  dongeng manusia zaman animisme dan primitif.  Tentu saja Al Qur’an membantah cerita khayalan ini ;     “ (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).(QS 51:28)”  Al  qur’an  memperbaiki  cerita  dongeng  yang  disampaikan  oleh  Perjanjian  Lama  itu.  Dan  menegaskan  bahwa  Abraham  ketakutan  ketika  melihat  gelagat  dari  tamunya  tidak  mau  menjamah makanan yang disuguhkan oleh Abraham. Keterangan dari Al Qur’an ini lebih masuk  akal sedangkan keterangan Bible seperti dibuat‐buat.     Bahkan  keterangan  bible  yang  mengatakan  yang  datang  itu  adalah  Allah  diantara  Malaikat,  diperbaiki oleh keterangan Al Qur’an. Sebenarnya yang datang itu hanyalah para malaikat saja;    " Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat‐malaikat) yang  dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman",  Ibrahim menjawab: "Salaamun" (kamu) adalah orang‐orang yang tidak dikenal   (Qs Adz Dzaariyaat 51:24‐25)".    Masih banyak lagi yang tertulis  di dalam Kitab Bible yang tidak realistis  dan tidak bisa diterima  logika berpikir sehat. Sepertinya Kitab Bible ini merupakan catatan yang dikumpulkan dari cerita  legenda yang digabung dengan cerita keagamaan.  Kita lanjutkan cerita kisah Abraham , dan kita akan temukan banyak lagi keterangan yang tidak  masuk  akal    .    Pada  saat  menyantap  jamuan  dan  hidangan    bersama  itu,  Allah  menanyakan  tentang  istri  Abraham    .  Allah  memberikan  khabar  bahwa  istrinya  akan  hamil  dan  akan  memperoleh anak tahun depan. Berita itu didengar oleh sarah di dalam tenda, lalu Sara tertawa  merasa tidak percaya ;  “12Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua? (kej 18:12)" Rupanya tertawa Sara terdengar oleh  Allah, sehingga Allah balik bertanya pada Sara ; 

“13Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa? (kej 18:13) Tetapi sara membantah bahwa dia tertawa ;  5Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"(kej 18:5) Kenapa  Sara  menipu  dirinya  sendiri?  bukankah  Allah  lebih  tahu  kalau  Sara  tertawa  walau  didalam  hati  sekalipun.  Tetapi  Sara  menyangkalnya  juga  .  Ini  menunjukan  bahwa  Sara  tidak  jujur  terhadap  dirinya  sendiri.  Tertawanya  Sara  bukan  karena  dia  senang    dengan  berita  kehamilan  itu,  tetapi    Sara  tidak  mempercayai  berita  itu  lalu  dia  mentertawakan  berita  dari  Allah  itu.  Apakah  karena  ketidak  jujuran  Sara  itu,  maka  anaknya  diberi  nama  Ishaq  (Ishaq  =  tertawa)? Cerita lelocon apa lagi yang dimasukkan kedalam kitab Perjanjian Lama ini.  Tidak ada  yang  lucu  !  Tetapi  kenapa  Sara  ketawa?.  Sepertinya  pembaca  diarahkan  untuk  mempercayai  bahwa kata “Ishaq”  artinya tertawa.   Ada‐ada saja ide penulis Bible ini.   Pada  acara  perjamuan  itu,  Allah  berpikir‐pikir  untuk  menyampaikan  sesuatu  rencana  kepada  Abraham,  yaitu  rencana  penghancuran  negri  Sodom  dimana  keponakan  Abraham  ,    “Lot”  ,   tinggal disana.  “ 17Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?( kej 18:17)”. Rupanya  Allah  bingung  ,  seperti  layaknya  pikiran  manusia.  Tetapi  anehnya  lagi,  kebingungan  Allah  ditulis  didalam  kitab  Bible.  jadi  siapakah  yang  mengatakan  Allah  bingung  ini?  Atau  siapakah  yang  menceritakan  perasaan  Allah  di  dalam  kitab  BIble  ini?  Keterangan  ini  menempatkan  Allah  pada  kemampuan  dan  tabiat  yang  sama  dengan  manusia,  keterangan  ini  sama  saja  dengan  melecehkan  keputusan  Allah.    Sepertinya  Allah  mengalami  keragu‐raguan  dalam  mengambil  sebuah  keputusan.  Apakah  mungkin  Allah  harus  bertanya  dan  meminta  persetujuan  dulu  kepada  Abraham?  jelas  cerita  kitab  PL  merupakan  hasil  khayalan  manusia  bukan Tuhan yang membuat cerita ini.   Kemudian Allah memutuskan untuk memberitahu Abraham ;  “ 18Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 19Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan

keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."(kej 18:18-19)”. Kalau  dibaca  Konteks  ayat  diatas  secara  keseluruhan,  maka  kalimat  diatas  tidak  menunjukan  bahwa  kata‐kata  itu  berasal  dari  petunjuk  Allah.  Kelihatan  kalimat  tersebut  merupakan  pemahaman ,  pesan atau opini dari si penulis kitab.   Kalimat “sebab Aku telah memilih dia,” ;  kalimat ini ibarat katahati Allah yaitu Allah berkata‐ kata  didalam  pikirannya  atau  didalam  hatinya  sendiri.  Padahal  pada  ayat  sebelumnya,    Allah  belum  menyampaikan  pikirannya  kepada  Abraham,  tetapi  pembaca  sudah  mengetahui  jalan  pikiran Allah. Pembaca lebih dulu mengetahui jalan pikiran Allah dari pada Abraham. Cerita ini  mirip  sebuah  skenario  cerita  detektif  karangan  SherlockHomes  atau  Nick  Carter  saja.  Kenapa  Allah harus menyampaikan sesuatu yang sudah ditetapkan sebelumnya kepada para pembaca,  bukankah pembaca sudah mengetahui bahwa Allah sudah menetapkan Abraham sebagai bapak  banga‐bangsa  dan  janji‐janji  yang  lainnya  pada  ayat  sebelumnya?  Ini  merupakan  sebuah  pembuktian kisah Abraham bukanlah Firman dari   Allah SWT, tetapi merupakan skenario cerita  yang dirancang untuk tujuan tertentu demi kebangga bangsa si penulis.   Seorang  bapak  bangsa‐bangsa  tentu  saja  harus  memiliki  sifat    yang  baik‐baik  seperti  yang  disampaikan  oleh  Allah  didalam  hatinya  itu,  seperti  ;  kebenaran,  kejujuran,  keadilan  dan  rasa  kasih  sayang.  Tetapi  keterangan  ayat  ini  justru  bertolak  belakang  dengan  sifat  Abraham  yang  kita  ketahui  pada  ayat  sebelumnya  (pembohong,  tidak  adil  pada  istrinya  Hagar  ,  tidak  mempunyai  rasabelas  kasihan  pada  istrinya  Hagar  yang  lagi  hamil  sehingga  dibiarkannya  minggat,  tidak  melaksanakan  sunatan  pada  orang  lain  selain  daripada  keluarga  dan  budak  dirumahnya).   Apa yang akan disampaikan oleh Allah kepada Abraham?  20Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya. (Kej 18:20-21)" Ternyata Allah menyampaikan berita tentang rencana  untuk menghancurkan kota Sodom dan  Gomora.  Kenapa  Allah  hendak  menghancurkan  kota  itu?  Jawabannya  terdapat  pada  tulisan  ayat  itu  sendiri  yaitu  tentang  gossip  yang  diterima  Allah  “banyak  keluh  kesah  orang  tentang  Sodom”, sehingga Allah ingin membuktikannya sendiri “Baiklah Aku turun untuk melihat”.    Apa benar Allah tidak mengetahuinya sama sekali, apa benar Allah harus turun untuk melihat  langsung  ke  kota  itu?  Sepertinya  keterangan  ayat  ini  merendahkan  kebesaran  Allah  ,  penulis  kitab ini mengira kemampuan Allah sama saja dengan manusia.  

Jelas  bahwa  cerita  ini  merupakan  pelecehan  terhadap  kebesaran  Allah.    Kitab  Bible  tidak  menghargai dan tidak menjunjung tinggi kebesaran dan keagungan Allah.  Ketika Abraham mendengar penjelasan Allah itu, maka tersentuhah hati nurani Abraham untuk  menasehati Allah ;  23Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 25Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil? (kej 18:23, 25) Ternyata ayat ini menjelaskan tentang sifat welas asih Abraham yang lebih baik dari pada Allah.  Ternyata Abraham mempunyai pandangan lebih kasih dan lebih adil dari pada Allah, sehingga  Abraham langsung menasehati Allah.   Kenapa ayat ini mampu memperlihatkan kemampuan Abraham yang mempunyai belas kasihan  kepada  umat  manusia?  Bukankah  terhadap  istri  dan  calon  anaknya  sendiri  dia  abaikan  sebelumnya?  Bukankah  PL  menggambarkan  sifat  Abraham  sebelumnya  tidak  sehebat  ini?  Bukankah  seharusnya  Allah  yang  lebih  mengerti  dengan  keputusannya?  Tetapi  pada  ayat  ini  Abraham  lebih  mulia  dan  adil  daripada  Allah.  Kitab  perjanjian  lama  ternyata  tidak  konsisten  menggambarkan tentang karakter manusia dan kebesaran Allah.     Untuk  mengurangi  kemungkinan  banyaknya  orang    baik  yang  ikut  mati    dikota  itu,  maka  Abraham  menawarkan  sebuah  solusi  kepada  Allah.  Maka  terjadilah  peristiwa  perundingan  tawar  menawar  antara  Abraham  dengan  Allah.  Pada  penawaran  pertama,  Allah  menyatakan  apabila  kurang dari 50 orang di kota itu yang berbuat baik, maka Allah akan  menghancurkan  kota itu ;  26TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." (kej 18:26) Tetapi angka itu terlau tinggi buat Abraham, maka Abraham mengajukan penawaran. Dalam hal  ini  Abraham  berpikir  keras  bagaimana  cara  menurunkan  angka  hingga  mencapai  angka  paling  rendah ;   28Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan emusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana. 29Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya:

"Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu." 30Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana." 31Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu." 32Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" FirmanNya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu. (Kej 18:29-32)” Dari kontek ayat diatas, terlihat bahwa Abraham lebih pintar melakukan negosiasi perundingan  dengan  Allah.    Abraham  mengajukan  penurunan  secara  bertingkat  mulai  dari  50    orang  ,  dikurangi 5 menjadi 45, lalu dikurangi 10 menjadi 30, dikurangi lagi 10 menjadi 20 dan dikurangi  lagi 10 hingga menjai 10. Maka perundingan itu menyepakati angka 10 sebagai keputusan akhir  ;   32Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu (kej 18:32) Ternyata  Abraham  sangat  pintar  mengakali  jalan  pikiran  Allah.  Abraham  tidak  langsung  meminta  penurunan  angka  dari  50  orang    langsung  menjadi  angka  10  orang,  tetapi  Abraham  mengajak  Allah  berdialoag  sambil  mengurangi  angka  itu  sedikit  demi  sedikit.  Kalau  Abraham  meminta langsung menjadi angka 10 tentu Allah akan menolaknya.   Terlihat jelas bahwa kitab Bible, menempatkan karakter Allah seperti seorang kakek tua jompo  yang  tidak  pandai  berhitung.  Seorang  kakek  yang  sudah  pikun.  Artinya  Allah  mempunyai  hati  nurani  yang  peka  tetapi  mempunyai  keampuan  berhitung  yang  jelek  dibandingkan  dengan  Abraham.  Sehingga  Abraham  mengakali  jalan  pikiran  kakeknya  dengan  cara  menguranginya  sedikit demi sedikit.  Rasanya  cerita  picisan  ini  tidak  pantas  tertulis  didalam  sebuah  kitab  suci  yang  akan  dijadikan  peganggan untuk seluruh umat manusia.   Jelas sekali bahwa  cerita ini  bukan sebuah fakta, tetapi kisah dongeng dari pemikiran bangsa  primitive.   Apakah yang terjadi pada Abraham dan istrinya, ketika terjadi bencana di sodom dan gomora  itu?  Pada saat bencana Sodom dan Gomora itu, terpaksa Abraham pindah  lagi ke tanah Negeb  sebagai pengungsi . 

 Setelah  sampai  dikerajaan  Negeb  itu  ,  Kembali  Abraham  mengulangi  siasat  penipuan  yang  sama,  ketika  Abraham  mengungsi  ke  Mersir  dulu.  Mungkin  Abraham  tidak  mempunyai  siasat  yang lainnya yang lebih jitu, sehingga dia menggunakan jurus lamanya untuk menaklukkan hati  raja‐raja.   “2Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: "Dia saudaraku," maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. (Kej 20:2)”. Kedatangannya  ke  negri  Negeb  bersama  Istrinya  yang  cantik  jelita  menyebabkan  raja    dinegri  negeb  itu  hendak  mengambil  Sarai  sebagai  istrinya.  Tetapi  kembali  kebohongan  Abraham  terbongkar.  Kemudian  raja  Abimelekh  meminta  pengakuan  Abraham.  tetapi  sebelumnya  Abraham  sudah  diamankan  oleh  Allah.  Allah  menakuti‐takui  Abimelekh  di  dalam  mimpinya  supaya tidak mengawini istri seorang nabi.  “Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: "Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami." (kej 20:3) Sebuah  pertaanyaan  yang  menggelitik,  kenapa  Allah  membela  Abraham  mati‐matian  padahal  Abraham  telah  memberikan  keterangan  palsu  karena  takut  kepada  manusia  dari  pada  Allah.  Keterangan  ayat  ini  tidak  dapat  diterima  dengan  logika  akal  budi.    Bahkan  Abimelekh  merasa  tertipu oleh Abraham sehingga Abimelekh  membela dirinya  kepada Allah padahal sebenarnya  niat  Abimemilekh  lebih  baik  dari  niat  Abraham  .  Abimelekh  ingin  memperistri  Sarai  bukan   menjadikannya Gundik;  “5Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci. (Kej 20:5)" Pada  cerita diatas,  istri Abraham  berusia  85  tahun  sementara  Abraham  99  tahun.  Secara  akal  budi  dan  logika  ,  apa  mungkin  seorang  raja  yang  terkenal  dinegri  Gerar,  tergila‐gila  kepada  seorang  nenek‐nenek.  Apakah  di  Negeb  itu  tidak  ada  lagi  wanita  muda  yang  lebih  cantik.  Bukankah setelah rakyatnya mengetahui bahwa raja yang dibanggakan, ternyata kecantol pada  istri  seorang  pengungsi.    Apakah  raja  Abimelekh  tidak  merasa  jatuh  martabatnya  setelah  rakyatnya  mengetahui  kalau  dia  jatuh  hati  pada  istri  seorang  pengungsi?  Secara  akal  budi,  cerita  ini  bukan  sebuah  cerita  kebenaran,  tetapi  sebuah  cerita  dongeng.  Jadi  tidak  mungkin  kitab Bible berasal dari Allah atau berada dibawah bimbingan Ruh Kudus.   

Kemudian Abimelekh memanggil Abraham untuk diinterograsi.   9Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: "Perbuatan apakah yang kau lakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku (Kej 20:9)." Dari  dialog  ayat  tersebut  diatas,  dapat  dinilai  bahwa  Abimelekh  lebih  menjunjung  tinggi  nilai‐ nilai  kejujuran,  ternyata  Abimelekh  tidak  menunjukan  ciri‐ciri  seorang  raja  yang  jahat  dan  menakutkan. Tetapi Abraham lebih takut duluan kepada Abimelekh  dari pada Allah sehingga  dia  lebih    baik  berbohong  daripada  terbunuh  karena  kelaparan.  Bahkan  dia  seperti  sengaja  menyerahkan  istrinya  yang  cantik    sebagai  umpan  untuk  mendapatkan  hadiah  sebagaimana  sukses di negri Mesir dulu.   Secara  logika  ,  tidak  mungkin  Abraham  sehina  itu  sehinggga    tidak  berharga  dimata  raja  Abimelekh.  Ini  bukan  cerita  yang  sebenarnya  sesuai  dengan  realita  berpikir  yang  benar.  Ini  merupakan  penghinaan  dan  fitnah  kepada  karakter  seorang  yang  menjadi  junjungan  bagi  semua  umat beragama.   Tentu saja orang muslim akan menentang penghinaan kepada Nabi yang dimuliakan Allah ini.   Orang  musllim  selalu  mengucapkan  shalawat  kepada  Abraham,  tetapi  kitab  perjanjian  lama  malahan menghina Abraham. Penghinaan yang keji terhadap pribadi seorang nabi.  Selanjutnya Abimelekh meminta kejujuran Abraham dengan menyudutkan sebuah pertanyaan  yang menohok kepribadiannya ;  “ 10Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: "Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?" (Kej20:10) Kemudian Abraham menjawab ;  “ 11Lalu Abraham berkata: "Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. (kej 20:11)” Dari dialog ayat tersebut, ternyata Abraham sebelumnya hanya menduga‐duga gossip tentang  kefasikan  raja  Gerar  itu,  sehingga  Abraham  kuatir  kalau  beliau  terbunuh  karena  istrinya  yang  cantik.    Sepertinya  alasan  Abraham  tidak  masuk  akal,  tidak  mungkin  seorang  nabi  menjawab  begitu.  Sepertinya  Abraham  bukan  seorang  bapak  bangsa‐bangsa,  tetapi  seorang  suami  yang  tidak bertanggung jawab, dia lebih mengutamakan keselamatan dirinya.   Kemudian apa selanjutnya jawaban Abraham ? 

12Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku. (kej 20:12)” Dari  dialog  di  dalam  cerita  tersebut,  Abraham  tidak  mengakui  bahwa  dia  berbohong,  karena  istrinya  tersebut  adalah  adik  tirinya.  Apakah  Abraham  sebagai  seorang  nabi  yang  dimuliakan  tidak memahami arti sebuah kejujuran? Ketidakjujuran adalah tidak sesuai antara niat dengan  perbuatan.  Walaupun  Sarai  adalah  adik  tirinya  sekaligus  istrinya,  tetapi  Abraham  telah  melakukan  niat  utama  agar  selamat  dari  dugaan  yang  menakutkannya.  Kenapa  seorang  nabi  harus  bertindak  berdasarkan    dugaan‐dugan  yang  belum  tentu  kebenarannya?  Cerita  kitab  Bible tidak bisa diterima akal sehat. Cerita ini tidak lebih dari cerita dongeng belaka.   Tetapi  yang  lebih  tidak  masuk  akal  adalah  keterangan  Abraham  selanjutnya  dalam  menyampaikan pembelaannya ;  “13Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku (Kej 20:13)”. Ternyata  menurut  pengakuan  Abraham,  yang  menyuruhnya    berkata  demikian  adalah  Allah.  Bagaimana  mungkin  Allah  yang  maha  perkasa,  yang  semua  makluknya  tunduk  kepadanya,  seluruh  alam  tunduk  kepada  kekuasannya,  ternyata  didalam  kisah  ini,    Allah  memerintahkan  Abraham  berkata  munafik  kepada  seorang  raja.  Rasa  ketakutan  Abraham  tersebut  sepertinya  diperankan oleh Allah sendiri, sesuai dengan pengakuan Abraham pada ayat diatas    Kenapa  yang  dituduh  sebagai  sutradara  di  dalam  lakon  cerita  ini  adalah  Allah?  Bukankah  ini  menunjukan  bahwa  Allah  mengajarkan  Abraham  boleh  berbuat  tidak  jujur  dan  berbuat  munafik.   Tentu saja ini merupakan sebuah pelajaran yang tidak baik bagi manusia untuk mencontohnya.  ini benar‐‐benar sebuah cerita fiktif yang tidak dapat diterima oleh akal sehat. Cerita ini tidak  pantas berada di dalam kitab suci  Bible yang akan menjadi panutan bagi seluruh umat manusia.   Kemudian  Sarai  dikembalikan  kepada  Abraham  dan  Abimelehk  melepas  kepergian  mereka  dengan  memberi  Abraham  sejumlah  harta  berupa  hewan  ternak  dan  beberapa  orang  pembantu laki‐laki dan perempuan ;  “4Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya (Kej 20:14)”. Sebenarnya  keinginan  Abimelek  memperistrikan  Sarai  adalah  untuk  mendapatkan  keturunan,  kerena sebelumnya raja Abimelehk tidak memperoleh satupun anak‐anak dari  istrinya . Maka 

setelah  Araham  dibebaskan,    Abraham  memanjatkan  do’a  untuk  kesembuhan  rahim  istri  Abimelehk    sehingga    subur  dan  mempunyai  anak‐anak  begitu  juga  dengan  para  budak‐ budaknya ; “ 17Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak (Kej 20:17)”. Sebuah pertanyaan yang menggelitik ; apakah masuk akal seorang Raja yang tidak mempunyai  anak,  kemudian  menginginkan  anak  dari  seorang  wanita    tua  (nenek‐nenek)  yang  sudah  berumur  85    yang  ternyata  juga  belum    punya  anak  ,  walaupun  Abimelehk  tidak  mengetahui  Sara adalah istri Abraham? jelas sekali bahwa cerita ini merupakan dongeng  pengantar  untuk  anak‐anak sebelum mereka tidur.   Lagi pula kepergian Abraham dan istrinya Sara ke negri Negeb tersebut terjadi setelah peristiwa  kehancuran  Sodom,  sehingga  mereka  sudah  yakin  akan  mempunyai  anak  karena  sudah  menerima  kabar  dari  Allah  ketika  bertamu  di  bahwah  pohon  terbantine  di  depan  kemahnya.   Tetapi  mengapa  Abraham  begitu    tega  menyia‐nyiakan  kepercayaan  Allah  untuk  memelihara  kandungan istrinya? Betapa teganya Abraham menggadaikan istrinya kepada Abimelehk demi  mendapat jatah makan? Padahal istrinya Sara sedang hamil.   Kenapa Abraham dan istrinya masih bersandiwara sebagai kakak adik?   Cerita ini benar‐benar  tidak masuk akal dan seperti sebuah cerita dongeng. Apa begini kitab Bible yang diklaim sebagai  kitab suci yang dibangga‐banggakan itu?     Setahun setelah bencana Sodom itu,  Sara melahirkan anaknya yang diberi nama Ishaq. Ketika  itu Abraham sudah berusia 100 tahun;  “5Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. 6Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku." (kej 21:5)” Menurut keterangan ayat diatas, jelaslah bahwa Sara menamakan anaknya dengan Ishaq yang  berarti  “ketawa”  sebagai  sebuah  peristiwa  yang  tidak  pernah  lupa  dari  ingatan  Sara  ketika  mendapat berita dari Allah dulu. Tentu saja ketika Ishaq lahir, ismael sudah berumur 14 tahun.   Ketika  Ishaq  sudah  selesai  disapih  (  tidak  netek  lagi),  maka  Abraham  mengadakan  perjamuan  dan  mengundang    para  tetangga  dan  orang‐orang  terpandang  di  daerah  tersebut.  Tentu  saja  acara seperti ini tidak akan pernah dinikmati oleh ismael sewaktu dia masih bayi dulu.  

Namun sayang sekali, ismael bukannya menjauh dari acara agung tersebut , tetapi ismael justru  mendekati  ishaq  dan  bermain‐main  dengannya.  Ismael  dan  ibunya  Hagar  tentu  saja    tidak  pantas ikut  bersama‐sama dengan Ishaq di dalam pesta kebesaran keluarga terhormat itu.    Akibat tindakan Ismael yang tidak menyadari kedudukannya, maka Sara merasa dipermalukan  di depan tamu‐tamunya ;  “8Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.” (kej 21:8) Tentu  saja  Sara  naik  pitam  menyaksikan  anaknya  Ishaq  bermain‐main  di  depan  orang  ramai  bersama Ismael yang tidak berharga itu, lalu Sara menyuruh Abraham mengusir Hagar bersama  anaknya yang dianggap sudah mempermalukan dia sebagai nyonya besar dirumahnya;  “10Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." (kej 21:10) Apabila  ditanyakan  kebenaran  cerita  itu  kepada  Pendeta  Kriten,  maka  akan  keluar  sebuah  jawaban  dimulutnya  bahwa  “  itu  adalah  ketentuan  yang  sudah  digariskan”  sesuai  dengan  ramala‐ramalan  yang sudah di Firmankan Allah pada ayat‐ayat sebelumnya. Ini adalah ramalan  yang tepat dari kitab perjanjian Lama. Dan ramalan itu terbukti.   Para ahli kitab nasrani dan yahudi serta para Pendeta Kristen sudah membungkam pertanyaan  umatnya  dengan  jawaban  “ramalan”  dan  “ketentuan  Firman  Allah”.  Tidak  seorangpun  umat  Kristen yang sanggup mempermasaalahkan ketentuan perbedaan kasta itu di dalam kitab Bible  tersebut.   Bagaimana mungkin kisah ketidakadilan itu lebih ditonjolkan di dalam sebuah kitab Suci. Jelas  ini adalah sebuah propaganda untuk  kemuliaan umat Yahudi dan Nasrani lalu mendiskriditkan   keturunan Ismael.  Tidak mungkin ayat itu berasal dari Allah yang maha pemurah , maha adil  dan Maha bijaksana kepada umat manusia. Allah tentu tidak akan membeda‐bedakan manusia  berdasarkan  kedudukannya  dalam  masyarakat  atau  berdasarkan  kekayaannya  ,  tentu  Allah  hanya memandang nilai‐nilai kebaikan seseorang.   Seharusnya  kitab  Bible  menjelaskan    dan  menulis  apa  kesalahan  ibu  dan  anak  itu  sehingga  mereka  terusir,  apa  yang  sudah  diperbuat  oleh  ibu  dan  anak  ini  sehingga  Sara  dan  Abraham  tega  memperlakukan  keluarga  sendiri  sedemikian  buruknya.  Kalau  tidak  dijelaskan  apa  yang  terjadi , maka ini sama dengan berbuat zalim kepada orang yang tertindas atau mengabarkan  sebuah fitnah.  

Apakah Abraham dan Sarah mempunyai sifat begitu? Jawabannya tentu saja tidak! Jadi kenapa  cerita  mengharukan itu tertulis di dalam kitab suci? Jawabannya adalah karena ada tangan jahil  yang mengerjakannya untuk maksud‐maksud tertentu.    Bukan hanya Sara saja yang kesal dengan kelancangan Ismael, Abraham pun sebal ;  “11Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. (kej 21:11) Bukan  hanya  Abraham  dan  Sara  saja  merasa  malu  akibat  perbuatan  anaknya,  bahkan  Allah  setuju dengan keinginan Sara mengusir Hagar dan Ismael dari rumah mereka ;  “And God said unto Abraham, Let it not be grievous in thy sight because of the lad, and because of thy bondwoman; in all that Sarah hath said unto thee, hearken unto her voice; for in Isaac shall thy seed be called (Genesis 21:12)”. “12Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. (kej 21:12)”. Ayat ini menunjukan bahwa Allah merestui kehendak Sara untuk membuang Ismael dan ibunya  Hagar.  Bahkan sekali lagi disampaikan oleh Allah bahwa anak Abraham yang sebenarnya adalah  Ishaq,  bukan  Ismael.  Kontek  ayat  tersebut  adalah  firman  Allah  yang  menggunakan  kata‐kata  “budakmu itu”; yang menunjukan bahwa status Hagar masih seorang  budak walaupun sudah  menjadi istri Abraham.   Memang menyedihkan dan memprihatinkan sekali nasib ibu dan anak bekas budak itu. Mereka  sudah  ditakdirkan  sebagai  pembantu  untuk  keluarga  terhormat  Abraham  dan  Sara.    Benar‐ benar menyedihkan  sekali keterangan ayat‐ayat di dalam kitab Bible ini,  yang menempatkan    cerita    yang     tidak     dapat  dicontoh untuk kebenaran dan budipekerti yang baik.  Apabila  kisah  ini  diceritakan  kepada  anak‐anak  yang  masih  polos  tentu  mereka  mengira  bahwa  Hagar  dan  Ismael  adalah  keluarga  yang  terbuang  dan  tidak  berharga  di  depan  Allah.  Dan  sampai  dewasa anak yang membaca kisah itu akan mencap keturunan Ismael sebagai keturunan orang‐ orang yang tidak berguna.  Lalu keesokan harinya Hagar terpaksa berangkat dari tempat terhormat itu ;  “14Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. (Kej 21:14)”

Ternyata  Abraham  benar‐benar  mengusir  istri  beserta  anaknya  sendiri.  Betapa  teganya  Abraham melepas kepergian Hagar dan anaknya dengan harga yang sebegitu murah? ,  Bahkan  kemudian  ibu  dan  anak  ini  terdampar  hingga  ketengah  gurun  pasir.  Apakah  pantas  Abraham  dinobatkan sebagai bapak bangsa‐bangsa?   Tentu  saja  Allah  terlibat  dalam  perlakuan  yang  tidak  adil  ini.  Benar‐benar  sebuah  cerita  yang  tidak dapat diterima oleh umat manusia dan bangsa yang beradab.    Kemudian , menurut yang tertulis pada ayat diatas,  Abraham melepas kepergian keturunannya  hanya  dengan  sepotong  roti  dan  sebotol  air.  Padahal  Abraham  adalah  orang  kaya  raya  yang  terhormat.   Jangankan dengan bekal semurah itu, bahkan dengan sepasukan kuda dan sejumlah kafilahpun  dapat dibiayai oleh Bapak bangsa‐bangsa  ini.   Padahal  ketika  mendengar  keponakannya  “Lot”  ditahan  oleh  perampok    dan  dirampas  hartanya,  Abraham  langsung  menyerang  penjahat  itu  dengan  mengerahkan  318  orang  pasukannya untuk membebaskan Lot ;  14Ketika Abram mendengar, bahwa anak saudaranya tertawan, maka dikerahkannyalah orang-orangnya yang terlatih, yakni mereka yang lahir di rumahnya, tiga ratus delapan belas orang banyaknya, lalu mengejar musuh sampai ke Dan. 16Dibawanyalah kembali segala harta benda itu; juga Lot, anak saudaranya itu, serta harta endanya dibawanya kembali, demikian juga perempuan-perempuan dan orang-orangnya (Kej 14: 14,16)”. Tetapi  kenapa  kepada  anak  dan  istri  sendiri  diusirnya,  tanpa  pengawalan  sama  sekali,  apalagi  ketempat yang tandus dan gersang?    Setelah  mencium  anaknya,  lalu  Abraham  meletakkan    anak  dan    bekal  itu  diatas  bahu  Hagar.  Ada  tertulis  “Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar “  ;  Mungkin Abraham mengira anaknya masih kecil sehingga meletakkan anaknya di bahu Hagar.  Benar‐benar tega Abraham melepas keluarganya pergi hanya dengan sebotol air dan sekantong  roti. Tentu saja persediaan air dan bekal itu tidak cukup sehingga  terpaksa Hagar membuang  bayinya kedalam semak‐semak;  “15Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. (kej 21:15-16)”

Ayat ini menunjukan bahwa Hagar benar‐benar berangkat hanya berdua dengan anaknya. Lalu  perhatikanlah  kalimat    “dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak “    dan  “menangislah ia dengan suara nyaring “  pada  ayat  diatas.  Ini  menunjukan  bahwa  Ismael masih balita atau mungkin juga masih bayi.  Tetapi malaikat melarang Hagar membuang anaknya ;  “17Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring (kej 21:17) “ Perhatikan juga , ada tertulis “dari tempat ia terbaring “. Bahkan malaikat sendiri tahu  anak itu masih balita. Lalu malaikat Tuhan menyuruh Hagar  mengangat anaknya tersebut dari  semak‐semak itu ;  “18Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."(kej 21:18) Perhatikan  kalimat  “angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia”.  Ini  berarti  Ismael  memang masih balita sehingga Hagar harus mengangkat dan membimbing anaknya untuk bisa  berjalan lagi.  Menurut keterangan yang tertulis di dalam Bible , seperti yang sudah disampaikan sebelumnya,  pada  saat  Ishaq  lahir,  umur  Ismael  ketika  itu  sudah  14  tahun.    Apabila  umur  Ishaq  pada  saat  disapih adalah 2 tahun, maka pada saat diusir Bapaknya, Ismael sudah berumur  16 tahun.    Apakah  anak  yang  berumur  16  harus  digendong  oleh  Hagar  ketika  dilepas  oleh  Abraham  ?  apakah  anak  yang  berusia  16  tahun  harus  dibuang  ke  semak‐semak  ?  apakah    Hagar  harus  mengangkat  anak  yang  sudah  dia  buangnya  tadi  dari  semak‐semak?  Apakah  anak  berisia    16  tahun  harus  dibimbing  oleh  ibunya  untuk  dapat  berjalan  lagi?  Apa  bukan  sebaliknya,    justru   ismael  yang  masih  kuat  dan  muda  ,    harus  membimbing  ibunya  yang  sudah  tua  dan  sakit‐ sakitan akibat perasaannya tertekan lahir dan bathin?    Jadi terbuktilah bahwa keterangan kitab Perjanjian Lama di dalam Bible,  tidak dapat diterima  dengan akal sehat, ceritanya tidak logis, cerita tentang kisah Abraham hanya dapat disampaikan  kepada  anak  kecil  sebelum  tidur,  cerita  PL  tentang  Abraham  bukan  hanya  merupakan  kisah  dongeng yang tidak bermutu tetapi juga cerita jahat.   Penulis Bible hanya mengarang‐ngarang  cerita yang tidak jelas sumbernya lalu dimasukkan secara sembarangan, sehingga menimbulkan  banyak masaalah. 

Sekarang  kita  kembali  pada  kisah  tentang  Ishaq  yang  sudah  mulai  besar  ,  namun  tiba‐tiba  Abraham mendapatkan perintah Allah agar dia mengorbankan anaknya sebagai korban bakaran  ;  “2Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.(kej 22:2)”  Kalau diperhatikan ayat tersebut diatas, maka konteks ayat tersebut merupakan Firman Allah  yang tidak dapat lagi digugat oleh umat nasrani dan Yahudi. Namun sebuah kalimat “anakmu yang tunggal”;  tentu  tidak  dapat  diterima  dengan  akal  sehat.  Apakah  Allah  lupa  bahwa  Abraham mempunyai 2 orang anak?  Atau mungkinkah  ketika perintah Korban itu turun, anak  Abraham baru satu orang  yaitu Ismael ?   Kalau manusia yang mengatakan Abraham hanya punya seorang  anak saja, tentu hal ini  dapat  dimaklumi, namun kalau Allah yang berFirman , maka ayat ini sangat janggal sekali. Kalau Allah  yang  mengatakan  bahwa  Ishaq  adalah  anak  Abraham  yang  tunggal  ,  maka  dugaan  ayat  (kej 18:32) tentang daya pikir Allah yang sudah pikun, tentu saja cocok dengan keterangan ayat ini.   Artinya ayat ini mengira bahwa Allah itu seperti seorang kakek yang sudah sangat tua dan pikun  sehingga  dia  lupa  kalau  Abraham  sudah  mempunyai  anak  sebelumnya.    Artinya  ayat  ini  tidak  menghargai Allah yang maha kuasa, dan maha mengetahui segala sesuatu. Ayat ini benar‐benar  menghina Allah sebagai sosok yang tidak tertandingi di seluruh jagat raya.  Kemudian terdapat pula kalimat “  yang engkau kasihi, yakni Ishak,”;  sekali lagi hal ini  membuktikan  bahwa  hanya  Ishaq  yang  disayangi  oleh  Abraham  ,  hanya  Ishaq  yang  dianggap  sebagai    anak  oleh  Abraham  dan    Allah.  Ismael  benar‐benar  tidak  berharga  dimata  Abraham  dan  Allah.    Benar‐benar  ngawaur  cerita  PL  tentang  kisah  Abraham  ini.  Ini  bukan  cerita  fakta  tetapi sebuah karangan untuk maksud membanggakan satu  keturuan suatu kaum sedangkan  yang lainnya dihina dan dilecehkan. Keterangan ini jelas bukan dari Allah SWT.    Atau  mungkin  juga  kalimat  “yang engkau kasihi, yakni Ishak”,   merupakan  kalimat  sisipan  yang  dimasukkan  kemudian,  untuk  maksud‐maksud  tertentu  dari  penulis  kitab  Perjanjian  Lama  di  dalam  Bible,  sehingga  kalimat  dari  “anakmu yang tunggal”  menjadi  berubah  makna  yaitu  tertuju  kepada  Ishaq  saja.  Padahal  kalau  kalimat  “anakmu yang tunggal” tidak disambung dengan kalimat “yang engkau kasihi, yakni Ishak”,  maka  pengertian  anakmu  yang  tunggal    benar‐benar  tertuju  kepada  Ismael,  kerena  waktu  itu  Ishaq  masih  belum  lahir,  sedangkan  umur  Ismael  ketika  itu  berusia  sekitar  10‐13  tahun  (  dia  dapat  mengangkat kayu untuk korban bakaran bersama Bapaknya). 

Kemudian  berangkatlah  Abraham  bersama  anaknya  ishak  kesebuah  bukit/gunung  bersama  2  orang pembantunya ;  “3Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. (kej 22:3)” Setelah  menempuh  perjalanan  selama  3  hari  sampailah  mereka  dikaki  sebuah  bukit  yang  bernama  Moria, disanalah mereka menambatkan kudanya. Abraham memerintahkan kepada  pembantunya  untuk  menunggu  di  bawah  bukit  dengan  alasan  mau  beribadah  di  atas  bukit  tersebut ?  “5Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."( kej22:5) Pertanyaannya  kenapa  Abraham  tidak  berkata  jujur  kepada  pembantunya  bahwa  dia  akan  mengobankan  anaknya?  Apakah  Abraham  takut  kalau  pembantunya  itu  akan  mengatakan  kepada  istrinya  Sara  bahwa  Abraham  akan  membunuh  anaknya  sendiri?  kalau  Abraham  itu  seorang  nabi  kenapa  Abraham  tidak  mengajak  pembantunya  beribadah  bersama‐sama?  Sepertinya  Abraham  tidak  membawa  agama  apapun  kepada  umat  Yahudi  dan  umat  Kristen.  Lalu  kenapa  anda  dan  umat  kristen  mengaku‐ngaku  sebagai  keturunan    Abraham  ,  apa  tidak  memalukan?   Apa yang ada di dalam pikiran Ishaq setelah itu? Apakah Abraham akan memberitahu anaknya,  kalau dia akan menyembelih dan membakar anaknya ? ikuti dan perhatikanlah dialog dibawah  ini ;  “Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 7Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu (kej 22:6-7) Menurut  keterangan  ayat  diatas,  ternyata  Ishaq  belum  mengetahui    kalau  Bapaknya  akan  mengorbankannya.  Kenapa  Abraham  tidak  berterus  terang  saja  kepada  anaknya,  padahal  mereka sudah berjalan beriringan selama 3 hari dan 1 hari menaiki gunung itu.  Namun  ketika  Ishaq  berjalan  sambil  membawa  kayu  menuju  bukit  ,  Abraham    masih  memiliki  kesempatan  untuk  mendikusikan  dengan  anaknya.,  tetapi  Abraham  tidak  juga  berterus  terang.    Sekiranya   Abraham  tidak  tega  mengatakan  itu  pada  anaknya,  lalu  apa  yang  terjadi  saat‐saat  Abraham  akan menyembelih anaknya?  

Saat‐saat menjelang akan disembelih,  Apakah ishaq dipaksa oleh Abraham? apakah ishaq tidak  memberontak ketika Abraham akan mengikatnya? Bukankah ketika itu Ishaq bukan balita lagi,  karena  dia  sanggup  membawa  kayu  bakar  keatas  bukit  dan  sanggup  mengendarai  keledai  selama  3  hari.  Bisa  saja  Ishaq  melakukan  perlawanan  karena  dia  tidak  mengerti  dan  tidak  mengetahui sebelumnya bahwa Abraham hendak menyembelihnya.  Banyak sekali pertanyaan  yang  dapat  diajukan  apabila  tidak  terdapat  kompromi  sebelum  pengorbanan  itu  terlaksana.    Apakah pelaksanaan perintah Allah itu harus dilakukan dengan paksaan dan kekerasan?   Apakah jawaban Abraham ketika ditanya oleh anaknya ?  “8Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.”(kej 22:8)” Kembali Abraham berkelit  untuk  tidak bererus terang, bahkan menyampaikan informasi yang  menyesatkan.   Pada ayat diatas Abraham mengatakan kepada Ishaq bahwa korban yang akan disembelih itu  sudah disediakan oleh Allah. Tentu saja Ishaq senang mendengar jawaban Bapaknya.   Tetapi  didalam  kontek  ayat  ini,    Abraham  telah  melakukan  sebuah  penipuan  lagi.  Abraham  bukan tipe seorang Bapak yang dapat berterus terang dan berkata   jujur kepada anaknya sendiri.   Kalau  sekiranya  jawaban  Abraham  kepada  ishaq  bukan  sebuah  penipuan  tetapi  dia  menyampaikan  berita    “apa  adanya”    kepada  anaknya  tentang  kebenaran  bahwa  korban  itu  benar‐benar akan  disediakan oleh Allah , maka itupun tidak dapat diterima dengan akal sehat.  Artinya Abraham sudah mengetahui bahwa Allah hanya mencoba Abraham, Allah hanya ingin  melihat  kesetiaan  dan kepatuhan Albraham  kepada  Allah.  Tetapi  Abraham  sudah  mengetahui  maksud  Allah  itu.  Abraham  tidak  perlu  serius  menghadapinya.  Tidak  mungkin  Allah  tega  membunuh  anak  yang  dijanjikanNYA  sendiri.  Sebaliknya  Allah  tidak  mengetahui  jalan  pikiran  Abraham.   Maka  ketika    Abraham  mengatakan  kepada  anaknya  bahwa  Allah  yang    akan  menyediakan  korban bakaran untukNYA.  Hal ini berarti bahwa uji kesetiaan itu tidak berpengaruh terhadap  pemikiran  Abraham  karena  dia  sudah  menebak  hasil  akhirnya.  Akibatnya  Abraham  akan  melakukannya  dengan  kepura‐puraan.  Tetapi  sebaliknya  Allah  tidak  tahu  kepura‐puraan  Abraham tersebut karena memang Abraham lebih pintar dari Allah. Atau setidaknya Allah tidak  tahu pemikiran Abraham yang mampu menebak hasil akhirnya.     

Jadi  terbuktilah  bahwa  kisah  Abraham  tentang  mengorbankan  anaknya  Ishak,  seperti  sebuah  cerita detektif karya Nick carter. Satu kebohongan ditutup oleh  kebohongan yang lainnya.   Seperti  ;  ketika  Abraham  tidak  mau  berterus  terang  kepada  anaknya,  maka  dia  terpaksa  membohongi  Allah  dengan  mengatakan  bahwa  Allah  yang  akan    menyediakan  domba  itu  untukNYA.   Artinya  Abraham sudah melakukan kejahatan dosa sebanyak 6 kali  berturut‐turut ; pertama  membohongi  anaknya,  kedua  membohongi  Allah,  ketiga  membohongi  diri  sendiri,  keempat  membohongi  dua  orang  pembantunya  ,    kelima  menganggap  ujian  itu  seperti  main‐main,  keenam menganggap rendah kemampuan Allah.   Maka  janganlah  berbuat  bohong  karena  kebohongan  itu  akan  menambah  kebohongan  yang  lainnya.  Selanjutnya  bagaimana  keadaan  saat‐saat  penyeblihan  itu?  Perhatikan  dialog  Al  Kitab  Bible  berikut ini ;  9Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 10Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.(kej 22:9)” Kalau  kita  analisa  ayat  diatas,  maka  banyak  sekali  muncul  pertanyaan  yang  menggelitik.  Pada  saat  Abraham  dan  Ishaq  membuat  tempat  bakaran  dan  Mesbah,  tentu  masih  ada  waktu  beberapa  jam,    jadi  masih  ada  kesempatan  bagi  mereka  untuk  berdialog.  Tetapi    tahu‐tahu  Ishaq sudah diikat oleh Abraham. Apa yang terjadi antara Abraham dengan Ishaq sebelumnya?.  Apakah Abraham memaksa anaknya? Dengan cara apa Abraham mengikat   anaknya? Apakah dipukul hingga pingsan sehingga mudah mengikatnya? Kalau anaknya pasrah  begitu saja , tentunya tidak mungkin, karena dia akan bertanya “ Bapak mau apa?” , dan tidak  mungkin  pula  Abraham  menjawabnya  “  aku  akan  mengikat  dan  menyembelihmu”  kerena  Abraham sudah menjelaskan bahwa akan ada dombaNYA nanti.   Kalau  sekiranya  Abraham  membohongi  Ishaq  dengan  menyuruhnya  berpura‐pura  diikat  dan  berkata  “  kamu  saya  ikat  dulu  ya  nak..  nanti  Allah  akan  memberikan  dombaNYA”  ;  maka  Abraham kembali membohongi anaknya dan membohongi Allah. Pasti ketahuan Abraham dan  anaknya main sandiwara dihadapan Allah.   Atau  mungkin  juga  sebaliknya  dimana  Bapak  dan  anak  ini  Cuma  berpura‐pura  hendak  melakukan  pengorbanan  itu  kepada  Allah.    Tentu  akan  bertambah  kejahatan  dosa  Abraham,  

minimal  12  dosa  lagi.  Kalau  ini  dilakukannya  maka  memang  benar,  bahwa  Abraham  adalah  seorang  penipu  dan  pembohong  sehingga  wajar  kitab  Perjanjian  Lama  di  dalam  Bible   menulisnya begitu.    Kemudian Abraham menyembelih anaknya dengan pisau dalam keadaan terikat. Kenyataan ini  menimbulkan  permasalahan  baru  lagi.  Kalau  Ishaq  tidak  pingsan  tetapi    pura‐pura  pingsan,  maka tentu Allah akan mengetahuinya.  Atau mungkin juga Allah dapat dibohongi oleh kepura‐ puraan Ishaq dan Abraham.   Sebaliknya  jika  Ishaq  tidak  tahu  kalau  dia  akan  disembelih  dengan  pisau,  maka  artinya  Ishaq  dalam  keadaan  pingsan  dimana  hal  ini  menunjukan  bahwa  Abraham  telah  melakukan  kekerasan sebelumnya pada Ishaq.   Apa yang terjadi setelah itu ? bacalah ayat berikutnya ;  11Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 12Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."(Kej 22:11)” Ternyata Abraham lulus juga dari test uji kesetiaan itu. Allah tidak mengetahui apa terjadi pada  pemikiran  Abraham  sebelumnya.  Allah  juga  tidak  menerangkan  kenapa  Abraham  dinyatakan  lulus.  Apa  yang  menjadi  penilaian  bagi  Allah  sehingga  Abraham  dan  anaknya  dinyatakan  lulus  ujian besar.   Jadi  jelaslah  bahwa  cerita  PL  tentang  kisah  Abraham  bukanlah  kisah  nyata,  tetapi  cerita  fiksi.  Sepertinya cerita ini  dibuat‐buat untuk maksud yang terselubung.   Tentu saja anda dan pendeta kristen akan  memberikan opini dan kesimpulan  yang jauh dari  konteks  ayat  tersebut.  Yaitu  yang  dimaksud  dengan  “  DombaNYA”  bukanlah  domba  yang  sebenarnya  tetapi  “Anak  ALLAH  yang    dikorbankanNYA”  .  Anak  Allah  itu  adalah  Yesus  yang  nantinya akan mati ditiang salib sebagai pengorbanan Allah sebagai anakNYA.   Perbedaan  peristiwa  pengorbanan  antara  DombaNYA  dangan  pengorbanan  anakNYA    hanya  terletak  pada    perbedan  waktu  dan  perbedaan  cara  pengorbannya  saja  .  Kalau  DombaNYA   dikobankan  untuk  Abraham,  sedangkan  anakNYA  dikorbankan  untuk  orang‐orang  fasik  yang  hendak  membunuhnya.  Begitulah  Pemikiran  Pendeta  Kristen  ini  beropini  dan  berkesimpulan.  Logiskah  kesimpulan  itu?  Tentu  saja  tidak.  Ini  kesimpulan  yang  dibuat‐buat  dan  dipaksakan,  sehingga tidak mempunyai nilai kebenaran sesuai dengan hatinurani. 

Setelah  kita  membaca  kitab  Taurat  versi  Perjanjian  lama,  maka  terbukalah  kebohongan‐ kebohongan yang selama ini ditutup‐tutupi oleh Ahli kitab Kristen.  Jadi  benarlah  bahwa  kepalsuan  itu  hanya  bisa  ditegakkan  dengan  kepalsuan  juga.  Ini  baru  sebuah  kisah  yang  di  paparkan  di  dalam  kitab  Bible,  tetapi  kita  sudah  dapat  menyaksikan  banyak  sekali  kejanggalan‐kejanggalan,  pelecehan  terhadap  Umat  manusia,  pelecehan  terhadap  Nabi  Besar  Ibrahim,  merendahkan  Allah,  melecehkan  Allah,  kisah  Abraham  seperti  dongeng  saja,  cerita  yang  dibuat‐buat  untuk  tujuan  kebesaran  suatu  kaum  tetapi  menghina  kaum yang lainnya.   Jadi  kita  tidak  perlu  lagi  membahas  keterangan    kisah  yang  lainnya,    karena  akan  bertambah  banyak ditemukan kejanggalan dan kepalsuan. Kita tidak perlu mempersoalkan kejanggalan itu,  biarlah umat Kristen  yang memikirkan dan menyimpulkannya sendiri.      Yesus hanya diutus kepada orang Israel. Selama di dunia, Yesus tidak pernah pergi   mengajar bangsa-bangsa lain. Ini sesuai dengan perkataanNya pada Mat 15:24 di atas. Ayat ini dapat digunakan sebagai sanggahan terhadap dongeng bahwa Yesus   pernah muncul di Cina atau di India. Tapi sama sekali tidak bisa digunakan sebagai   bukti bahwa ajaran Yesus tidak boleh sampai kepada bangsa-bangsa lain. Janji   Allah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, sudah menjadi salah satu bukti. Bukti-bukti lain :   - Nubuat para Nabi : Hosea 1:10 : "Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka:   "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah   yang hidup." ; Yesaya 49:6 : "Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."     orang Romawi (Kisah Rasul 10 dan 11);   Filipus membaptis sida-sida, orang Ethiopia (Kisah Rasul 8:26 - 40) ; dipilihnya Paulus dengan tugas khusus memberitakan Injil kepada bangsa kafir/non-Yahudi   (Kisah Rasul 9:1 - 19a)     - Ayat-ayat terakhir Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes dimana Yesus memerintahkan murid-Nya memberitakan Injil keselamatan ke seluruh bangsa   - Para murid dikaruniai kemampuan berbahasa asing (bahasa lidah) pada hari   Pentakosta (Kisah Rasul 2)   - Atas perintah Tuhan, Petrus membaptis Kornelius, - Baca Wahyu 7:9, dinyatakan bahwa orang-orang   tebusan berasal dari segala suku bangsa dan bahasa.   - Dll   Kesimpulan : perjanjian Allah dengan Abraham digenapi oleh Yesus bukan oleh Muhammad dan kepada semua bangsa berita keselamatan melalui Yesus Kristus   wajib diperdengarkan.   Dengan demikian jika anda mengaku bahwa anda mewarisi agama dari Abraham   maka anda seharusnya percaya kepada Yesus sebagai penggenapan janji Allah kepada Abraham..              

  Dari perkataan Yesus pada Yoh 4:22 : "sebab keselamatan datang dari bangsa   Yahudi." , kita tahu bahwa keselamatan itu ada dan berasal dari bangsa Yahudi..   Sedangkan yang terjadi pada saat ini adalah menyedihkan.. Siapakah orang Islam di muka bumi ini yang tidak membenci umat Yahudi ??   Apakah anda seorang muslim mau menerima orang Yahudi menumpang di   rumah Anda ?   Mereka telah menolak Messias yang diperuntukkan bagi mereka.. Oleh   pelanggaran mereka maka keselamatan itu sampai pula kepada bangsa  bangsa lain.. Membenci Yahudi berarti juga membenci keselamatan cuma-cuma yang   datang dari pada mereka.. Yahudi sendiri adalah bangsa yang sejarahnya   paling tragis dan memilukan..   Janganlah kebencian terhadap mereka membuat anda kehilangan   keselamatan yang berasal dari mereka.. Kritisilah ulama anda, pemimpin   anda, bahkan nabi anda apabila mereka mengajari anda untuk membenci seseorang karena sesungguhnya ada tertulis : "Setiap orang yang   membenci saudaranya adalah seorang pembunuh manusia." (I Yoh 3:15)     Anda  salah  besar  mengambil  kesimpulan  anda  bahwa    ;  “perjanjian  Allah  dengan  Abraham  digenapi  oleh  Yesus  bukan  oleh  Muhammad  dan  kepada  semua  bangsa  berita  keselamatan  melalui Yesus Kristus wajib diperdengarkan.”  Bukankah anda mempercayai  bahwa yesus lahir  tanpa  Bapak  dari  seorang  perawan  Maria.  Bagaimana  cara  anda  mengambil  garis  keturunan  dari anak tanpa Bapak dan dari seorang Ibu yang masih perawan tanpa suami? Sesungguhnya  Yesus tidak menyambung garis keturunan dari Abraham.  Itulah kelicikan penulis Bible bangsa  Yahudi  yang  sudah  mengelabui  anda  demi  kebanggaan  bangsanya.  Anda  merasa  sebagai  bangsa Yahudi sementara Orang yahudi menganggap anda bukan keturunan mereka.  Bukankah  bangsa Yahudi tidak menerima Yesus sebagai nabi mereka sehingga Yesus harus mereka bunuh  di tiang salib?           Irene Handono dan Kristenisasi   Hj. Irene Handono sangat populer di kalangan Islam belakangan ini.   Menurut pengakuannya, dia adalah mantan biarawati salah satu ordo   Agama Katolik. Entah benar atau tidak, saya bersedia untuk mempercayai masa lalunya..   Saya ingin menanggapi VCD ceramahnya yang sekarang banyak beredar di   masyarakat. Dia mengajak umat Islam untuk hati-hati terhadap bahaya   Kristenisasi dan pemurtadan.   Saya melihat Irene Handono adalah ibu yang baik dan lemah lembut. Tapi sayang sekali, dia mengajarkan hal yang menyesatkan pada ceramahnya tsb.   Memang tidak semua yang dikatakannya salah tetapi tidak pula semuanya   benar dan ajaran yang tidak benar itu malah mencelakai dirinya sendiri dan   orang yang mengikuti ajarannya.   Celaka yang akan disesali sampai ke liang kubur.   Yang pertama adalah ke-Tuhan-an Yesus yang dia persoalkan. Amatlah fatal dan salah besar jika mengatakan ke-Tuhan-an Yesus adalah   ajaran sesat buatan manusia pada konsili Nicea tahun 325. Ke-Tuhan-an   Yesus merupakan ajaran Yesus sendiri yang sangat jelas terdapat dalam   Injil.  

  Ayatnya pada Yohanes 13:13 - 14 :   "Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh   kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling   membasuh kakimu."     Sedangkan ke-ilahi-an Yesus sudah saya jelaskan di atas yaitu Yesus adalah YHWH sembahan umat Yahudi mulai dari Abraham, Musa, Daud,   sampai Zahkaria. Dengan demikian anda seharusnya setuju dengan saya   bahwa Irene telah salah memahami ajaran Kristen dan telah salah pula   mengajarkannya kepada Anda.           Anda  tetap  bersikukuh  meyakinkan  kami  umat  islam  untuk  mengimani  kitab  anda  yang  mengatakan  bahwa  Yesus  itu  Allah  dengan  menunjukkan  Yohanes  13:13  –  14.  Tetapi  apakah  anda menolak keterangan yang ada di dalam al kitab yang membantah, bahwa Yesus itu bukan  Allah? Yesus tidak berkuasa terhadap dirinya sendiri, yang berkuasa terhadap dirinya hanyalah  Allah dan Yesus hanya mengaku sebagai utusan Allah.  Sekarang  bagaimana  anda  menerangkan  tentang  ayat‐ayat  yang  menolak  nubuat  keTuhanan  Yesus. Sepertinya anda menyembunyikan ayat‐ayat yang membenarkan tentang keEsaan Allah  dan membantah keilahian Yesus. Cobalah anda bantah dan anda tolak lagi ayat ayat berikut ini ,  keterangan apa lagi yang hendak anda sembunyikan dari ayat berikut, padahal ayat dibawah ini  berasal dari al kitab anda juga.    Yohanes 5:30 ;     “aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku”.   Ayat  ini  menunjukkan  bahwa  Yesus  tidak  memiliki  kuasa  apapun  terhadap  dirinya,  dia  hanya  menyampaikan perintah Allah agar umatnya menjalankan hukum‐hukum Allah yang Maha Esa.  Yesus  sendiri  mengaku  bahwa  dia  hanya  utusan  Allah,  Yesus  bukan  Allah.  Setiap  orang  yang  tidak berkuasa terhadap dirinya sendiri berarti dia bukan Tuhan.  Lukas 10:16 ;    “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barang siapa menolak kamu, ia menolak Aku,; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”   Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah menegaskan, “kalau murid Yesus mendengar perkataan  Yesus  ,  maka  dia  mengikuti  petunjuk  Allah,  sebaliknya  bagi  yang  tidak  patuh  kepada  Yesus  sebagai utusan Allah maka mereka sama saja dengan menentang Allah.” 

Markus 9:37 ;    “ Siapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”   Ayat ini menujukkan bahwa barangsiapa yang menerima seorang anak manusia (Yesus) sebagai  utusanNYa maka dia mengakui adanya Allah.    Matius 10:40 ;    “Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku “. Kembali ayat ini menguatkan keterang pada Markus 9:37, Lukas 10:16 dan Yohanes 5:30 diatas.  Ayat ini menjelaskan Yesus hanya sebagai utusan Allah. Sambutlah aku(Yesus) sebagai Utusan  Allah.      Yesus sendiri dengan tegas mengatakan : "Langit dan bumi akan berlalu,   tetapi perkataan- Ku tidak akan berlalu." , akan tetapi Irene telah   mencoba untuk membatalkan perkataan Yesus. Memangnya siapakah Irena   Handono ? Dia hanyalah manusia berdosa yang telah tahu dirinya tidak akan   selamat..   Yesus adalah Tuhan seperti yang telah Dia katakan sendiri. Walaupun   Anda tidak mengakui Dia sebagai Tuhan, Dia tetaplah Tuhan.. Oleh Dia   langit dan bumi ini diciptakan.. Mengatakan pula bahwa Yesus hanyalah nabi biasa jelas adalah salah.   Dalam Injil Yesus mengatakan bahwa Dia lebih besar dari Sulaiman   (Salomo), lebih besar dari Daud, dari Yunus bahkan dari Musa dan   Abraham. Lihatlah nasib bangsa Israel yang tegar tengkuk dan keras   hati..   Banyak nabi telah mereka bunuh mulai dari Habel sampai Zakharia. Puncaknya adalah membunuh Yesus yang adalah Mesias, penyelamat umat   manusia, penggenap janji Allah kepada Abraham. Mereka telah   menanggung akibatnya di mana bangsanya dicerai-beraikan selama kurang   lebih 2000 tahun. Baru pada tahun 1948, bangsa Israel berdiri kembali   sebagai negara yang sampai dengan saat ini tidak aman hidup di negerinya.   Kalau anda tetap mengatakan bahwa Yesus bukan seorang utusan Allah atau bukan seorang Nabi anda, maka anda dan pimpinan gereja anda harus   mengabdi.   Yang kedua adalah praktek Kristenisasi.   Ada beberapa bukti dan fakta Kristenisasi yang diberikan mulai dari   pemaksaan sampai dengan pembodohan intelektual.. Pokoknya beragam   dan ini amatlah berbahaya menurutnya.. Saya melihat ini dengan terkagetkaget dan bengong.. Apakah benar itu semua ?      

    Yang ingin saya tanggapi praktek-praktek seperti itu adalah salah   bahkan dosa. Setiap umat Kristen entah itu Pendeta atau jemaat biasa   yang melakukan pemaksaan kepada orang lain untuk percaya kepada   Yesus entah melalui sogokan duit, ancaman pedang dan lain-lain telah   melanggar ajaran dan teladan Yesus dan para murid..      Mereka pasti berdosa karena telah menindas kehendak bebas   seseorang... Masalah iman adalah masalah hati yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun.. Dengan demikian adalah salah dan dosa   pula bila ada orang yang menindas seseorang yang dengan kemauan   bebasnya memilih untuk percaya dan mengikuti Yesus..   Pekerjaan Yesus adalah menginjili.. Demikian pula dengan para   muridmuridNya..   Pengijilan adalah memberitakan kabar baik dan kabar keselamatan.. Yesus keluar masuk kampung, mengadakan mukjizat, mengusir setan   dan roh jahat hanya untuk membuat orang percaya kepada Dia.. Tidak   pernah Yesus memaksa orang untuk percaya dan menerima Dia..   Bahkan jika banyak orang yang menentangnya maka Dia akan   menyingkir dari mereka..   Mendengar berita Injil bukanlah bencana bagi Anda tapi mengajak anda untuk mengambil sikap terhadap keselamatan yang sudah   disediakan Allah bagi setiap manusia. Penginjilan tidak sama dengan   pemberitaan atau syiar agama karena Yesus tidak datang membawa   agama tetapi membawa keselamatan..   Dengan demikian jangan samakan pula pengijilan dengan Kristenisasi.. Pengijilan yang benar adalah sekedar memberitakan bahwa dalam   Yesus ada keselamatan..   Dan ini menjadi panggilan setiap kami yang percaya agar semakin   banyak jiwa yang selamat..   Arti keselamatan adalah tidak pernah merasakan panasnya neraka   setelah mati alias langsung masuk surga.. (saya tahu anda umat Islam tidak memiliki keselamatan karena anda percaya bahwa untuk anda   telah tersedia kapling di neraka)..   Saya telah memilih untuk percaya kepada Yesus dan saya tahu saya   akan selamat.. Iman saya kepada Yesus tidaklah tergoyahkan..   Walaupun anda memberi isi dunia ini agar saya menukar dan   menyangkal iman saya, itu akan menjadi sia-sia.. Mustahil saya murtad dari Yesus Kristus, juruselamatku..   Kalau saya memaksa anda untuk percaya kepada Yesus maka saya   berdosa dan hal ini tidak mau saya lakukan.. Terserah anda, jika   percaya maka saya bersyukur satu jiwa telah selamat sedangkan jika   menolak maka saya tidak menanggung nyawa anda..   Anda  terlalu  yakin  bahwa  anda  akan  masuk  kedalam  syorga    dan  terhindar  dari  api  neraka  dengan  hanya  mempercayai  Yesus  sebagai  Tuhan  dan  sebagai  juru  selamat  setelah  Yesus  menyerahakan  dirinya  mati  ditiang  salib.    Kalau  anda  dan  seluruh  umat  Kristen  seperti  anda   telah mempunyai keyakinan besar seperti itu, lalu kenapa anda dan umat Kristen sedunia  tidak  sama‐sama  berdoa  untuk  segera  dimatikan  agar  segera  masuk  kedalam  syorga.  Kenapa  anda  begitu  cemas  menghadapi  kematian  ,  sama  seperti  Yesus  yang  anda  puja  sebagai  Tuhan 

mengalami    ketakutan  saat  digantung    tiang  salib  dengan  mengucapkan  kata‐kata  “  Eli,  Eli  !  jangan tinggalkan aku”.  Jadi  berita kepastian anda langsung masuk syorga hanya berupa kabar  kebohongan  belaka.  Itu  merupakan  strategi  di  dalam  dahwah  pendeta‐pendata  umat  Kristen  saja.       Yang ketiga tentang Paulus..   Ibu Hj. Irene Handono mengutip secara sembarangan ayat Roma 3:7 yang   berbunyi : "Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi   kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?"   Ayat ini dia pakai untuk membuktikan bahwa penginjilan adalah perbuatan dusta Paulus atau Paulus membolehkan melakukan dusta.   Mendengar ini saya menjadi sedih bahkan amat sedih.. Jika tentang ke  Tuhan-an Yesus saja, dia telah menunjukkan bahwa dia tidak memahami Injil,   masihkah anda percaya bahwa kutipan di atas adalah penafsiran yang   benar ? Lalu bagaimana jika saya secara sembarangan (tidak melihat konteks)   mengambil ayat lainnya pada surat yang sama yang berbunyi : "Aku   mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku   turut bersaksi dalam Roh Kudus." Ayat ini ada pada Roma 9:1..   Ibu Irene sama sekali tidak memahami Injil walaupun dia adalah mantan   biarawati.. Saya tahu persis apa yang ada dalam biara itu.. Seorang suster tidaklah memahami Injil dan Alkitab dengan benar tetapi sangat manut   mengikuti tradisi ordo dan agamanya.     lebih penting adalah beroleh dulu keselamatan yaitu dengan percaya   kepada Yesus baru menyelidiki tentang kebenarannya..   Sebaiknya begitu karena keselamatan saat ini lebih penting dari kebenaran yang diperoleh kemudian hari.. (siapa tahu besok sudah terlambat karena   maut telah menjemput).   Roma 3:7 janganlah dipahami seperti itu.. Paulus bukan melakukan dusta   tetapi oleh orang lain dia dianggap berdusta.. Karena dianggap berdusta   maka dia dihakimi sebagaimana orang berdosa.. Paulus tidak pernah   menginjili lewat dusta atau mengajari hal seperti itu.. Ini hanyalah masalah gaya bahasa..   Jika anda menganggap pengijilan adalah dusta, itu adalah pilihan anda..   Terserah ..!! Toh, akibatnya anda sendiri yang tanggung.. Makanya saya   mengajak anda untuk menyelidiki keselamatan itu.. Tapi yang       Anda  mencoba  untuk  menyelamatkan  Paulus  yang  menjadi  Imam  anda  dengan  mengatakan  bahwa paulus hanya dituduh berdusta padahal dia berkata benar tentang KeIlahian Yesus.  Hal ini berarti bahwa ajaran Pauluslah yang menjadi dalil untuk menguatkan keTuhanan Yesus,  bahwa  Pauluslah  yang  menjadi  dalang  dari  sandiwara  yang  dia  mainkan  sehingga  timbul  pertikaian tentang ketuhannan Yesus, Pauluslah yang sudah merusak bait‐bait Allah di dalam Al  Kitab  menjadi  berbelok  dan  bertentangan  dari  yang  aslinya,  pantas  banyak  sekali  terdapat  pertentangan dalam masaalah KeIlahian Yesus di dalam Al Kitab anda, ternyata ajaran Pauluslah  yang meracuni iman orang‐orang seperti anda. Seorang manusia seperti Paulus menyimpulkan  bahwa  Tuhan  adalah  Yesus  dan  seorang  manusia  seperti  Paulus  menyimpulkan  bahwa 

penyaliban Yesus demi penebusan Dosa umat manusia. Tentu saja anda tidak akan mengatakan  bahwa Paulus adalah seorang pendusta, karena anda mengimani semua ajaran Paulus tersebut.     Tetapi bagaimana anda dapat menyetujui ayat‐ayat yang  bertentangan dengan ajaran Paulus,  sementara  ayat‐ayat  yang  bertentangan  tersebut  masih  banyak  tersebar  di  dalam  Al  Kitab  Anda?  Kalau  anda  tidak  mengimani  ayat‐ayat  berikut  dibawah  ini  ;  maka  anda  tidak  dapat  disebut  sebagai  seorang  penganut  Kristen  yang  sejati  ;  janganlah  anda  menuduh  orang  Islam  seperti Dedaat adalah munafik sementara anda masih bermain kartu dengan ayat‐ayat di dalam  kitab anda, tentu anda tidak suka disebut sebagai penganut Kristen yang munafik bukan?.    Kenapa ayat berikut ini masih bercokol di dalam al kitab anda?   
“ Bukan setiap orang yang berseru kapada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga(21). Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga?(22). Pada waktu itulah Aku (Yesus) akan berterus terang kepada mereka dan berkata: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”. ( Matius 7 : 21-23) Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satusatunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus”.  

Kalau  di  tela’ah  makna  dari  ;Yohanes  17:3  ,  ternyata  bahwa  umat  Yesus  pada  awalnya  sudah  mengikrarkan lafal‐lafal kalimat tauhid “ tidak ada Tuhan selain Allah dan Yesus adalah utusan  Allah”.  Sementara kalau ditela’ah makna dari , Matius 7 : 21‐23, ternyata pengampunan dosa terhadap  orang‐orang yang mempercayai Yesus sebagai Tuhan “tidak benar sama sekali” .  Itu  berita  bohong  dari  Paulus,  Paulus  sudah  menjerumuskan  seluruh  umat  kristen  katolik  kedalam  neraka  jahanam  di  akhirat  nanti.  Mereka  yang  menyeru  dan  mengagung‐agungkan  Yesus sebagai “Tuhan Yesus” ternyata Yesus tidak menolong mereka sama sekali. Yesus sama  sekali tidak mengenal mereka, Yesus merasa asing terhadap umat kristen yang sudah berseru “  Tuhan  Yesus”,  kami  sudah  mengakuiMU  sebagai  Tuhan  “  ampunilah  dosa  kami”,  “masukkanlah  kami  kedalam  syorga  di  KerajaanMU”.  Tetapi  seruan  mereka  sia‐sia  belaka  ,  “Kasihan sekali kita pada mereka”.    Aneh  bukan?  Kok  ayat‐ayat  yang  bertentangan  tersebut  masih  bertengger  di  dalam  al  kitab  anda? Kenapa anda dan para pimpinan gereja anda masih mengintruksikan kepada pengikutnya  untuk  “  mengembalikan  domba‐domba  yang  tersesat”?  Siapakah  yang  anda  maksudkan  sebagai  domba  tersesat  itu?  Apakah  anda  mengira  bahwa  umat  islam  adalah  domba‐domba  itu?        

    Hj. Irene Handono adalah seorang ibu yang baik dan lemah lembut.. Tutur   katanya sudah menunjukkan hal itu.. Di biaranya dulu dia belum   memperoleh keselamatan karena bila demikian mustahil dia murtad dari   imannya kepada Yesus.. Dia tidak pernah menjadi seorang Kristen sejati.. Jika sudah memiliki surga bersama Yesus maka hanyalah orang bodoh mau   menerima neraka di balik Islam.. Sayang sekali kecerdasannya digunakan   untuk mencelakai dirinya sendiri dan orang lain.. Dia tidak memilih untuk   menyelidiki secara lebih mendalam ajaran Kristen sejati yang berdasarkan   Alkitab.. Itulah pilihannya, mau bilang apa lagi ? Tetapi anda yang membaca tulisan ini, apakah pilihan anda ?         Seorang  biarawati  yang  cerdas  sudah  masuk  Islam.  Hebat  !  Ternyata  seorang  Irene  Handono  telah  memanfaatkan  akal  sehatnya  mencari  kebenaran  sejati.  Hanya  domba‐domba  yang  bodoh  saja  yang  masih  tetap  terbelenggu  dalam  kebodohannya,  domba‐domba  yang  tidak  berakal  akan  tetap  berada  dikandangnya  demi  mengharapkan  jatah  makan  seadanya  dari  tangan  penggembala  yang  selalu  mengawasinya,  domba‐domba  yang  bodoh  tentu  tidak  akan  mengetahui bahwa dia sudah tersesat dan terperangkap dikandangnya dan pada suatu saat dia  akan disembelih oleh sang penggembala.   Tetapi  seorang  Irene  Handono  adalah  tipe  seekor  domba  yang  sangat  cerdas,  bahkan  lebih  cerdas dari pada penggembalanya.   Irene Handono memperlihatkan pelajaran, bagaimana seekor domba yang pintar telah berhasil  menyelematkan dirinya dari jalan yang sesat.   Apakah Irene Handono masih dapat disebut sebagai domba yang tersesat, setelah dia berhasil  menyelamatkan diri dari kejaran penggembalanya yang jahat?   Tidak  ada  seorang  islampun  yang  membisikkan  kepada  Irene  Hadono  untuk  pindah  ke  agama  Islam apalagi memberikan dakwah tentang islam kepadanya . Justru beliau masuk Islam setelah  dia  diberi  kesempatan  pendidikan  pasturan  untuk  memperdalam  Al  Kitab  oleh  pimpinan  Gerejanya.   Namun  setelah  mendalami  makna  di  dalam  Al  Kitabnya,  beliau  bukannya  bertambah  cerdas  bahkan tidak bertambah keimanannya. Sebaliknya, semakin dipelajarinya maka beliau semakin  bingung  karena  banyak  sekali  terdapat  ayat  ayat  di  dalam  Al  Kitabnya  yang  tidak  sesuai  akal  sehatnya, banyak pula ayat‐ayat yang tidak bersesuaian satu sama lain bahkan bertentangan.  Irene  Handono  seperti  seorang  yang  haus  lalu  meminum  air  laut,  makin  diminum  ternyata  makin terasa haus. Beliau ibarat melihat fatamorgana di tengah padang pasir , setelah didekati  ternyata  tidak  ada  sama  sekali.  Menurutnya  ,  Ajaran  Kristen  hanya  fatamorgana  belaka,  bayang‐bayang kosong yang tidak jelas ujudnya.   Keputusan Irene Handono untuk memilih Islam memakan waktu yang cukup lama bahkan lebih  dari  7  tahun.  Keputusan  yang  beliau  ambil  untuk  memilih  Islam  sebagai  pegangan  hidupnya,  tentu  saja,  setelah  beliau  mempelajari  dengan  tekun  sekali  dari  hasil  perbandingan  kedua  agama Kristen dan Islam.  Beliau tentu mengalami perjuangan yang berat dalam mengambil keputusan yang tepat sesuai  dengan hati nurani dan akal sehatnya. Tidak ada paksaan dalam beragama , begitulah prinsip  beliau.  Beliau  mendapat  petunjuk  dari  Allah  bukan  hanya  dengan  berdoa  semata  tetapi  hasil 

dari telaah yang sangat rumit dan pemikiran yang sangat cemerlang sesuai dengan kecerdasan  yang dianugrahkan oleh Allah kepada beliau.  Cobalah  Anda  selidiki  berapa  banyak  orang‐orang  hebat  dari  umat  kristen  yang  masuk  islam  seperti  mantan  pastor  atau  biarawati  ?  Jawabannya,  bukan  karena  orang  islam  yang  memberikan  dakwah  kepada  mereka,  tetapi  mereka  sendirilah  yang  memamfaatkan  kemampuan  berpikirnya  untuk  mencari  kebenaran  sesuai  dengan  akal  sehat  dan  hati  nuraninya.  Mereka  adalah  orang‐orang  yang  mempergunakan  akalbudinya  terbebas  dari  belenggu dogmatis.  Orang‐orang yang masuk ke agama islam dari kalangan umat Kristen adalah yang berasal dari  orang‐orang  yang  menggunakan  akal  sehatnya  ,  mereka  itu  menduduki  posisi  yang  kuat  di  gereja  seperti  pastor  dan  biarawati.  Mereka  mengambil  keputusan  setelah  mempelajarinya  dalam  waktu  yang  relatif  lama  dan  matang.  Mereka  tidak  menggunakan  ilmu  katak  yang  melompat  ketika  terpaksa  dan  mereka  tidak  terpengaruh  dengan  imbalan  kekayaan  ,  jabatan  dan jasa yang ditawarkan oleh Gerejanya.   Dapatlah  diambil  kesimpulan  bahwa  ayat‐ayat  di  dalam  al  kitab  anda  itu  banyak  yang  tidak  dimengerti  oleh  orang‐orang  yang  mampu  menggunakan  akal  sehatnya,  atau  sebaliknya  dimana ayat‐ayat di dalam al kitab anda hanya sanggup diikuti oleh orang yang patuh dan takut  tetapi tidak menggunakan pikiranya.  Dan  setelah  seorang  Irene  mempelajari  ayat‐ayat  Al  Qur’an,  dia  sangat  memahaminya  dan  mendapat petunjuk yang benar. Jadi ayat‐ayat AL Qur’an itu mudah dipahami oleh orang‐orang  yang mempunyai akal dan hati nurani yang bersih , ikhlas, jujur, selalu mencari kebenaran dan  berdoa untuk mendapatkan keselamatan dalam hidupnya di dunia dan di akhirat.   Sebaliknya  kenapa  orang  islam  berpindah  ke  agama  Kristen?  Jawabannya  bermacam‐macam  tetapi  yang  jelas  bukan  karena  mereka  memandang  agama  Islam  itu  tidak  benar,  tetapi  hasil  dari kelicikan dakwah anda yang membuat mereka jadi terperdaya.  Namun  kalau  anda  selidiki  siapa‐siapa  saja  orang  islam  yang  murtad  itu,  kebanyakan  mereka  berasal  dari  orang‐orang  yg  susah  ekonominya,  orang‐orang  yang  terpedaya  oleh  informasi  yang  menyesatkan,  atau  orang‐  orang  yang  terpaksa  oleh  keadaan  (perkawinan,  pekerjaan,  ,  ketakutan  dan  karena  balas  budi).  Orang  islam  yang  mempelajari  ilmu  Al  Qur’an  lebih  dalam  sesuai dengan akal sehatnya, maka tidak mungkin mereka tergoda oleh bujukan anda.      Harapan saya bagi umat Kristen, kiranya aksi Irene ini menjadi teguran Allah bagi kita semua agar semakin tekun mendalami Alkitab, sumber   iman kita..   Pertahankan iman kita melalui pengertian Alkitab yang benar.. Setiap   saat adalah waktu untuk menginjili orang yang belum percaya.. Tetapi   lakukan itu di dalam kasih dan tindakan yang simpatik bukan dengan pemaksaan dan kelicikan.. Iman yang diharapkan Bapa adalah iman yang   timbul dari kesadaran dan kehendak bebasnya bukan dari todongan   pedang atau sogokan uang.. Yesus, Tuhan kita tidak pernah melakukan   itu.. Camkanlah..   Jangan‐jangan kalau anda belajar lebih dalam  dan lebih  logis terhadap ajaran kitab Bible anda,  dikuatirkan anda akan mengikuti langkah‐langkah Irene Handono tersebut.      

  Irene Handono dan Trinitas     Beberapa minggu yang lalu, di salah satu stasiun televisi swasta, Irene   memberikan kesaksian singkat, dirinya beralih menjadi mualaf. Secara   tersirat dia mengatakan : berdasarkan logika, saya tidak menemukan adanya kebenaran di dalam   ajaran agama saya yang dahulu.   Mudah untuk ditebak bahwa kebenaran yang dimaksud adalah ajaran   Trinitas.   Irene telah menggunakan logika untuk menilai misteri Trinitas itu. Justru di sinilah titik kelemahan dari semua kesimpulan dan pendapat   yang dia pegang teguh. Irene bagaikan mencoba melukiskan rasa permen   di lidah di atas sebuah kanvas.   Hasilnya menggelikan bahkan telah membuat komedi Bajaj Bajuri menjadi   hambar lucunya.   Ajaibnya "lukisan pada kanvas" itu telah dianggap mukjizat oleh sejumlah umat muslim.   "Bukti Keajaiban dan kebenaran Islam" telah menjadi label "lukisan"   hasil karya ex Suster yang bernama Hajjah Irene Handono.       Kalau kebenaran itu datang dari Allah, dengan cara apapun kita mengujinya, maka pasti ketemu  benarnya.  Tetapi  kalau  kebenaran  itu  dari  hasil  rekayasa  manusia,  maka  nilai  kebenaran  itu  tidak tahan uji.   Dengan  cara  apapun  anda  mempertahankan  nilai  kebenaran  ajaran  Trinitas  tersebut,  maka  cepat  atau  lambat  ajaran  tersebut  akan  ketahuan  bohongnya  dan  akan  ditinggalkan  sebagaimana ibu Irene Handono meninggalkannya.   Nilai kebenaran ajaran Trinitas hanya bisa dilaksanakan dengan sikap kepatuhan saja.        Wahai Ibu Irene, gunakanlah logika dan akal pikiran anda untuk memahami alam semesta ini. Cobalah gunakan otak anda yang bervolume sekian itu, untuk   menjelaskan bagaimana menghitung volume angkasa di atas kerudungmu itu.   Anda tidak akan bisa melakukannya sebagaimana anda pun tidak bisa mengerti   bagaimana prosesnya rambut di kepala anda memutih hari demi hari. Anda bahkan tidak bisa menjelaskan hal-hal kecil, bagaimanakah telur itu menetas, ke mana   arah angin berhembus dan bagaimanakah selembar daun jatuh ke tanah.   Apakah yang bisa dilakukan oleh isi kepala Anda yang demikian terbatas ?   Lagi pula seberapa cerdaskah Anda? Anda tidak lebih cerdas dari Isaac Newton, C.S. Lewis, Blaise Pascal, dll. Mereka adalah ahli pikir dan ilmuwan yang   membela dan mempertahankan ajaran Kristen. Merekalah yang lebih 'berhak'   menilai Allah dengan logika karena mereka lebih cerdas dari Anda, saya dan   kebanyakan dari kita. Tapi mereka tidak melakukannya. James Simpson, penemu Chloroform malah pernah mengatakan :   "Penemuan terbesar saya bukanlah ini. Ketika saya menemukan bahwa saya   hanyalah orang berdosa dan Kristus begitu mengasihi saya, itulah penemuan   saya yang paling besar dan hari itu telah menjadi hari paling penting dalam hidup saya."      

 Kepintaran  seseorang  itu  nilainya  relatif.  Isaac  Newton,  CS.Lewis,  Blaise  Pascal  dan  James  Simpson  bisa  saja  dinilai  pintar  pada  zamannya,  tetapi  tidak  bisa  dibandingkan  untuk  zaman  sekarang.  Mereka  disebut  pintar  pada  zaman  itu  karena  pada  saat  itu  manusia  banyak  yang  terkebelakang baik pola maupun kemampuannya berpikir, sehingga kepintaran mereka sangat  menonjol dibandingkan dari kebanyakan manusia lainnya.   Para ahli di zaman itu belajar sendiri untuk menemukan sesuatu, kepintaran yang mereka miliki  hanya sebagai faktor pelengkap, yang lebih dominan dalam diri mereka adalah kemauan yang  kuat, tekad yang membaja, usaha yang tidak mau menyerah.   Namun  pada  zaman  sekarang  yang  serba  canggih  ini,  dimana  seluruh  masyarakat  mendapat  pendidikan yang tinggi, hampir tidak ada lagi orang yang buta huruf, semua informasi menyebar  rata kemana‐kemana, semua orang mempunyai kemampuan dan kesempatan yang sama dalam  menunjukkan kemampuan terbaiknya.   Kalau manusia itu sehat jiwa dan raganya, maka Allah sudah melengkapi otak manusia dengan  kecerdasan yang sempurna. Tinggal kemauan dan usaha dari manusia itu untuk mempertajam  kemampuan otaknya. Pada zaman yang serba canggih ini , tidak ada lagi orang yang mempunyai  kemampuan  sangat  menonjol  dimana  dia  bisa  menguasai  berbagai  macam  bidang  Ilmu.  Seorang  professor  yang  hebat  di  zaman  sekarang  hanya  mengasai  bidang  ilmu  yang  sangat  sempit.  Pada  zaman  dulu  rasa  pertanggungjawab  seseorang  kepada  agamanya  sangat  tinggi  karena  pada  waktu  itu  agama  adalah  titik  sentral  dari  segala  kegiatan  kehidupan.  Apapun  agama  seseorang, maka dia mempunyai rasa tanggungjawab yang tinggi pada agamanya.   Termasuk juga seorang ilmuan seperti yang anda sebutkan diatas.        Trinitas tidak boleh dipahami dengan akal budi. Akal budi hanya boleh   dipakai dalam proses mencari Dia yang Esa itu. Akan tetapi setelah kita menemukan Dia, akal budi harus ditaklukan kepada Dia dan kita hanya boleh   merasakan dan mengenal Dia melalui hati dan roh kita.       Untuk  menguji  kebenaran  ajaran  Trinitas  atau  sesuatu  yang  anda  anggap  benar,  maka  anda  tidak  boleh  membatasi  metode  apapun  untuk  mengujinya.  Artinya  anda  sudah  merasa  kuatir  sebelum proses pengujian dilakukan dengan metode yang tidak anda sukai. Kalau anda merasa  yakin  dengan  nilai  kebenaran  anda,  maka  anda  harus  siap  mempertahankannya  dengan  cara  kebenaran juga.    Suatu nilai kebenaran hanya dapat dipertahankan dengan kebenaran yang lainnya. sebaliknya  sebuah  kebohongan  dan  kepalsuan  hanya  dapat  dijalankan  dengan  kebohongan  pula.  Kalau  kepalsuan  dan  kebohongan  itu  ditegakkan  dengan  kebenaran  maka  runtuhlah  kepalsuan  itu  dan akhirnya hancurlah kepalsuan itu.         

    Yesus, FPI dan Orang Berdosa   Front Pembela Islam (FPI) beserta organisasi pendukungnya cukup banyak   melakukan aksi belakangan ini.. Dengan wajah bersemangat sedikit   beringas mereka menyerang dan menutup tempat-tempat maksiat seperti pub, panti pijat, dan lain-lain.. Ada yang mendukung, ada yang menentang   dan ada pula yang tidak mau peduli akan apa yang mereka lakukan..   Saya setuju bahwa tempat yang mereka tutup adalah tempat berkumpulnya   orang-orang berdosa..Tapi tindakan seperti apa yang dilakukan oleh FPI   tidak akan pernah saya lakukan..   Sebagai orang Kristen, saya tidak pernah diangkat menjadi hakim yang menjatuhkan hukuman ke atas orang lain yang jatuh ke dalam dosa.. Saya   sendiri pun adalah orang berdosa.. Yang layak menghakimi semua orang   adalah Yesus Kristus..     FPI  merupakan  sebagian  dari  umat  islam  yang  terpanggil  untuk  menjalankan  perintah  Allah  yaitu mencegah perbuatan mungkar supaya tidak bertambah besar. Sekecil apapun perbuatan  dosa  yang  telihat  dalam  masyarakat  harus  disampaikan  dan  diperingati  supaya  timbul  kesadaran dari masyarakat untuk tidak berbuat dosa lagi.  Apabila  aparat  pemerintah  tidak  berhasil  memberantas  kemungkaran  dan  kefasikan,  bahkan  kejahatan  itu  akan    bertambah  subur,  maka  kewajiban  masyarakat  untuk  saling  memberi  peringatan.  Allah mewajibkan agar sebagian orang muslim supaya memperingati atau mencegah perbuatan  mungkar  dan  fasik    itu  terhadap  siapa  saja  yang  melakukannya  dan  juga  kepada  pemerintah  yang mengawasinya.   Apabila, baik aparat pemerintah maupun pengelola tempat maksiat tersebut tidak peduli dan  masih  tetap  membiarkan  perbuatan  maksiat  tersebut,  maka  hendaklah  sebagian  umat  islam  memberikan peringatan keras. Begitulah perintah Allah kepada umat islam ;    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,  menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang‐orang  yang beruntung.(QS Al Baqaraah 2:104)”    Untuk  melaksanakan  perintah  Allah  tersebut,  orang  Islam  tidak  harus  menjadi  Hakim  atau  pejabat  pemerintah  yang  berkuasa  untuk  melaksanakannya.  Karena  perintah  itu  datang  dari  Allah yang lebih tinggi derajatnya dari siapapun juga.   Bahkan seorang hakim atau aparat pemerintah yang membiarkan perbuatan maksiat di dalam  masyarakat,  sementara  masyarakatnya  tidak  ada  yang  mencegahnya,  maka  tunggulah  resiko  dan laknat Allah kepada masyarakat tesebut.  Betapa banyak umat‐umat terdahulu yang dimusnahkan oleh Allah karena tidak mendengarkan  peringatan Allah melalui utusanNYA.   Bukan  hanya  orang  umat  Islam  saja  yang  diwajibkan  oleh  Allah  untuk  melaksanakan  perintahnya, Ahli Kitab dan pengikut Injil wajib melakukan perintah tersebut.   

“Dan hendaklah orang‐orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang  diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang  diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang‐orang yang fasik.                               (qs Al Maidaah 5:47)”    Itulah  keadilan  Allah  yang  sebenarnya,  dimana  seluruh  umat  manusia  berkewajiban  untuk  menyampaikan perbuatan baik dan mencegah perbuatan fasik tanpa kecuali.  Kalau  Ahli  KItab  mengerti  dengan  hal  tersebut  tentu  perintah  itulah  yang  seharusnya  mereka  lakukan.    “ Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang  makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab  beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan  kebanyakan mereka adalah orang‐orang yang fasik                                      (qs. Ali Imran 3:110) “    Apabila  perbuatan  maksiat  dibiarkan  tumbuh  tanpa  ada  yang  mencegahnya,  maka  semua  masyarakat akan terkena getahnya, sebab orang yang berbuat maksiat cendrung meningkatkan  aksinya karena Setan akan menyuburkan perbuatan dosa itu.  Pembuat  maksiat  tersebut  selalu  mencari  alasan  untuk  melanjutkan  perbuatannya,  seperti  katanya, hanya pemerintah yang berhak menegur mereka , pekerjaan mereka telah membuka  kesempatan  kerja,  pekerjaan  mereka  tidak  menggangu  ketentraman  orang  lain  dan  berbagai  alasan lainnya yang mereka buat‐buat.  Mereka itulah orang‐orang munafik seperti yang digambarkan Allah di dalam Al Qur’an .        “Orang‐orang munafik laki‐laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah  sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan  mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah  melupakan mereka. Sesungguhnya orang‐orang munafik itulah orang‐orang yang fasik.  (qs At Taubah 9:67).”    Kalau  melihat  ayat  tersebut,  maka  menurut  saya  ,  anda  termasuk  orang‐orang  yang  munafik,  karena berusaha mencari berbagai alasan untuk membiarkan orang‐orang berbuat maksiat.      Dia adalah hakim akhir zaman yang dipercaya dan diakui oleh umat Islam   termasuk FPI... Kisah seorang berdosa dan orang-orang yang menuntut hukuman bagi   dia, juga ada dalam Injil,yaitu di Yohanes 8:2 - 11. Saya ringkas kisahnya   sebagai berikut :        

                                                                                       

Ada seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.. Oleh orangorang Yahudi yaitu para ahli agama, perempuan ini dibawa kepada Yesus untuk dihukum.. Para ahli agama menyatakan bahwa berdasarkan hukum Musa (Taurat) perempuan ini harus dilempari sampai mati.. Mereka benar dalam hal ini karena memang hukum Taurat menulis demikian.. Akan tetapi apa yang dilakukan Yesus ? Kalau menurut pendapat kita, Yesus seharusnya taat kepada hukum Taurat dan ikut melempari perempuan itu sampai mati.. Tetapi Yesus tidak melakukannya.. Kepada para ahli Taurat, Yesus menjawab : "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."... Mereka pun mundur satu per satu tanpa mengangkat satu batu pun melempari perempuan itu.. Sebenarnya ada satu pribadi yang tidak berdosa yang berada di situ dan boleh menghukum perempuan itu.. Dialah Yesus Kristus.. Kepada pendosa itu, Yesus mengatakan : "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.." Perempuan itu memang meninggalkan dosanya tapi dia tidak meninggalkan Yesus.. Dia menjadi pengikutNya.. Seperti itulah yang diajarkan Yesus kepada kami.. Tidak ada satu pun orang berdosa yang dibunuh oleh Yesus.. Bahkan Dia berkata : "Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.." (Luk 5:32) Inilah pendekatan yang dilakukan Yesus.. Berbeda dengan apa yang dilakukan Muhammad, nabi Islam.. Islam menghukum orang berdosa akan tetapi Yesus mengajarkan kami untuk mengasihi para pendosa ... Oleh karena Islam akan ada orang berdosa yang dibunuh.. Pezinah dirajam, pencuri diminta tangannya dan pembunuh kehilangan nyawanya... Taurat pun membenarkan apa yang mereka lakukan.. Berita dan ajaran yang dibawa Muhammad sebenarnya sudah kedaluwarsa selama 600 tahun ... Yesus sudah memperbaharui apa yang tertulis dalam Taurat... Orang berdosa memang harus dihukum akan tetapi ada satu pribadi yang sangat mengasihi mereka, pribadi yang memanggil mereka, yang mencari mereka, pribadi yang mau membantu mereka keluar dari jurang dosa bahkan pribadi yang sudah menggantikan hukuman yang harus mereka tanggung... DIA-lah Yesus Kristus, Tuhan kami orang Kristen.. Inilah esensi berita Injil yang nilainya kekal dan amat indah... Menakjubkan dan membuat banyak orang terkejut dan tak percaya... Kalian yang menjadi sasaran FPI, dengarkanlah..!! Hukum yang ingin mereka tegakkan akan membunuh anda atau membuat anda cacat..

      Anda memang layak mendapatkan itu karena dosa yang anda   lakukan.. Akan tetapi percayalah kepada berita Injil yaitu berita   yang jauh lebih baik daripada berita yang dibawa dan dipercaya FPI...Isinya bahwa Yesus sudah menggantikan Anda sebagai orang   hukuman oleh karena dosa.. Bertobatlah dan percayalah kepada   DIA maka anda akan selamat...   Kepada para anggota FPI, saya ingin mengutip kata-kata Isa Almasih :   "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang   pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Anda pun orang berdosa, sama seperti mereka yang menjadi sasaran   Anda, sama juga seperti saya. Maka mengacalah dan bertobatlah..       Sebenarnya anda salah besar dalam memahami makna tentang cerita Yesus diatas, yaitu anda  berkesimpulan  bahwa  Yesus  sudah  menghapus  hukum‐hukum  taurat  dan  menggantikannya  dengan hukum cinta kasih sehingga dia sudah menghapus dosa para pendosa.   Anda  dan  pemimpin  gereja  salah  menafsirkan  cerita  itu  sehingga  kalian  berkesimplan  bahwa  umat  kristen  terbebas  dari  menjalankan  hukum  Taurat.  Inilah  buktinya  pimpinan  gereja  anda  selalu menggunakan penafsiran yang keliru dari suatu cerita yang berasal dari kitabnya, apalagi  tentang  ketuhanan  Yesus  menurut  angan‐angan  kalian,  sebenarnya  kalian  ingin  mengambil  suatu  keuntungan  dunia  semata.  Kalau  agama  kalian  menyatakan  bahwa  Yesus  sama  dengan  Isa  almasih  Putra  Maryam,  maka  kalian  masih  terikat  dengan  hukum  Taurat  dan  Injil  ,  tetapi  kalau kalian mengatakan Yesus bukan lah Isa almasih, tentu saja kalian boleh sesuka hati dalam  menerapkan syariat apapun yang kalian inginkan.    Memang  begitulah  cara  Pendeta  dan  misionaris    Kristen  membelokkan  ajaran  Yesus  menjadi  bentuk  amalan  yang  paling  menyenangkan  dan  mudah  diterapkan  bagi  anda  dan  pengikut  Kristen lainnya. Mereka menjalankan hukum Allah hanya dengan mengimani, mencintai, tidak  berbuat apapun untuk melaksanakannya, kemudian mereka menyerahkannya begitu saja pada  Yesus  yang  telah  menghapuskan  dosa‐dosa  manusia,  sementara  mereka  berlepas  tangan  terhadap akibat dari suatu perbuatan dosa dalam suatu masyarakat.   Kalau anda membaca sejarahnya tentu mata anda akan terbuka, sebenarnya waktu kejadian itu  ,  para  pendeta  Yahudi  yang  dengki  mulai  merancang  persekongkolan  untuk  menyingkirkan  ajaran  Yesus  .  Mereka  ingin  mengusir  Yesus  dengan  cara  halus  dengan  membuktikan  bahwa  Yesus  sebenarnya  datang  untuk  menghancurkan  syariat  Musa  bukan  memperbaikinya  sementara ajaran cinta kasih itu hanya kedok belaka. Pada hukum Taurat, Musa memutuskan  untuk  merajam  setiap  wanita  yang  berzina.  Kemudian  para  pendeta  Yahudi  menghadirkan  wanita  pezina  yang  seharusnya  dihukum  cambuk.  Mereka  berkumpul  mengelilingi  Yesus  dan  bertanya  kepadanya:  "Tidakkah  syariat  menetapkan  untuk  merajam  wanita  yang  bersalah?"  Yesus menjawab: "Benar," Mereka berkata: "Inilah wanita yang bersalah itu. " Kemudian Yesus  memandang  wanita  itu  lalu  ia  pun  menoleh  kepada  para  pendeta  Yahudi.  Yesus  mengetahui  bahwa para pendeta Yahudi lebih banyak kesalahannya dari pada wanita tersebut. Yesus tahu  bahwa wanita ini terpaksa melakukan perbuatan maksiat karena kemiskinannya dan tertindas 

hidupnya  sementara  para  pendeta  itu  hidup  dalam  kemewahan  dari  hasil  penipuan  dengan  membodohi  umatnya,  para  pendeta  itu  tidak  pernah  memberi  sedekah  kepada  orang‐orang  yang menderita, sementara umatnya wajib berkorban untuk rumah ibadat yang mereka kelola,  mereka  menganggap  bahwa  merekalah  orang  yang  paling  suci  dan  masuk  syorga  sebaliknya  apabila ada umat yang bersalah akan mereka hukum seberat‐beratnya tanpa pertimbangan dan  kebijaksanaan yang adil.  Para  pendeta  itu  menunggu  jawaban  Yesus.  Jika  Yesus  mengatakan  bahwa  wanita  itu  tidak  berhak dibunuh, maka berarti ia menentang syariat Musa atau hukum Taurat. Tetapi jika Yesus  mengatakan bahwa wanita itu harus dicambuk hingga mati, maka Yesus dinagap tidak konsisten  dengan ajarannya yang membawa hukum cinta kasih dan toleransi. Yesus mengerti bahwa ini  adalah  persekongkolan  yang  jahat untuk  menjebak  dan  merusak  ajarannya.  Beliau  tersenyum  dan wajahnya tampak bercahaya.  Kemudian  beliau  melihat  para  pendeta  Yahudi  dan  wanita  itu  sambil  berkata  dengan  suara  lantang penuh wibawa:   
"Barangsiapa di antara kalian yang tidak memiliki kesalahan dan dosa, maka hendaklah ia merajam wanita itu!!."

  Suara beliau yang keras itu memecahkan keheningan tempat penyembahan. Yesus tidak akan  melakukan  hukuman  rajam  tersebut  ,  tetapi  beliau  meminta  kepada  para  pendeta  melakukannya sendiri dengan memilih diantara mereka yang tidak pernah melakukan dosa.   Tetapi  tidak  seorangpun  dari  pendeta  itu  yang  berani  melakukkannya,  karena  mereka  menyadari bahwa selama ini mereka telah banyak melakukan dosa‐dosa kepada umatnya dan  mereka sadar bahwa merekalah yang menyebabkan wanita ini berbuat zina.  Jawaban  Yesus  tersebut  membuat  para  pendeta  menjadi  malu  dan  membiarkan  saja  wanita  tersebut mendekati Yesus. Rencana para pendeta untuk mempermalukan Yesus justru berbalik  kepada  diri  mereka.  Yesus  telah  memberikan  contoh  yang  baik  “Bagaiman  cara  yang  sebenarnya  dalam  menjatuhkan  hukuman  pada  orang‐orang  yang  bersalah”.  Yesus  memberi  petunjuk bahwa “membersihkan lantai haruslah dengan Sapu yang besih.  Hendaklah  orang  yang  adil  dan  tidak  berbuat  dosa  yang  berhak  menghukum  seseorang  yang  bersalah, sebaliknya seseorang yang bersalah atau berdosa tidak berhak menghakimi seseorang  yang bersalah. Seorang hakim yang korup tidak berhak memutuskan perkara kepada terdakwa  yang juga melakukan pencurian.  Lalu  Yesus  keluar  dari  tempat  peribadatan  pendeta  Yahudi  itu.  Tiba‐tiba,  wanita  itu  mengejar  dari belakangnya. Wanita itu mengeluarkan dari pakaiannya satu botol minyak wangi. Ia berdiri  di  depan  Yesus  dan  menjatuhkan  dirinya  di  atas  kedua  kaki  Yesus  lalu  menciumnya  dan  membasuhnya dengan minyak wangi dan air matanya. Setelah itu, ia mengeringkan kedua kaki  Yesus  dengan  rambutnya.  Bagi  wanita  itu,  Yesus  merupakan  harapan  terakhir  yang  dapat  menyelamatkan  dirinya.  Lalu  keluarlah  dari  belakang  Yesus  seorang  tokoh  pendeta  Yahudi.  Ia  berdiri menyaksikan pemandangan tersebut dan ia merasa kagum terhadap cinta kasih Yesus.  Yesus melihat kepadanya dan bertanya;  "Seorang  pemberi  hutang  yang  memiliki  dua  orang  terutang,  salah  satunya  berhutang  lima  ratus dinar dan yang lain lima puluh dinar." Pendeta itu berkata: "Ya." Kemudian Yesus berkata:  "Tak seorang pun dari mereka berdua yang memiliki uang yang cukup untuk melunasi uangnya. 

Lalu  si  pemberi  utang  memaafkan  mereka  dan  membebaskan  mereka  dari  hutang."  Pendeta  berkata:  "Ya."  Kemudian  Yesus  bertanya:  "Siapa  di  antara  mereka  yang  paling  senang  kepada  pemberi  utang  itu?"  Pendeta  menjawab:  "Tentu  yang  berhutang  lebih  besar.''  Yesus  berkata:  "Benar  apa  yang  engkau  ucapkan.  Lihatlah  wanita  ini.  Aku  telah  masuk  ke  rumahmu  tetapi  engkau tidak memberikan kepadaku air agar aku dapat membasuh wajahku, tetapi wanita itu  membasuh kedua kakiku dengan air matanya lalu ia mengusapnya dengan rambut kepalanya.  Begitu  juga  engkau  tidak  memberikan  ciuman  kepadaku  tetapi  wanita  ini  tidak  merasa  puas  dengan hanya mencium kedua kakiku. Jadi, hatimu sungguh sangat keras tetapi hati wanita itu  dipenuhi dengan rasa cinta kasih. Maka barangsiapa yang banyak mencintai niscaya kesalahan‐ kesalahannya akan diampum."  Kemudian Yesus menoleh ke wanita itu dan memerintahkannya untuk bangkit dari tanah sambil  berkata: "Ya Allah, ampunilah wanita ini dan hilangkanlah kesalahan‐kesalahannya."  Tahukah anda siapakah pemberi hutang tersebut. Tentu saja Yesus. Yesus telah menyelamatkan  wanita itu dari hukuman rajam akibat dosa kecilnya, sedangkan Yesus tidak menghukum para  pendeta itu walaupun mereka mempunyai dosa yang jauh lebih besar dari pada wanita malang  tersebut.  Yesus hanya mampu berdo’a kepada Allah , semoga Allah mengampuni dosa‐dosa wanita itu.  Jadi bukan Yesus yang mengampuni dosa wanita itu, tetapi Allah yang akan memutuskannya.  Kisah  diatas  menggambarkan  bagaimana  Yesus  menyadarkan  para  pendeta  Yahudi  bahwa  mereka adalah penyeru di jalan Allah SWT, bukan algojo‐algojo yang bengis yang menerapkan  hukum  syariat  tanpa  rasa  keadilan.  Ketentuan  di  dalam  Taurat  bukanlah  hukum  yang  harus  dilaksanakan tanpa pertimbangan rasa keadilan dan tanpa kasih sayang.  Jadi  dalam  hal  ini  Yesus  tidak  meninggalkan  hukum  Taurat  seperti  yang  anda  duga  tersebut,  tetapi  hukum  taurat  hendaklah  dijalankan  dengan  rasa  cinta  kasih  dan  rasa  keadilan.  Allah  menyampaikan  ketentuanNYA  sebagai  petunjuk  dan  Rahmat  bagi  umat  manusia  bukan  memberatkan.  Seseorang  pengemis  miskin  yang  mencuri  tidak  harus  dipotong  tangannya,  apabila  di  lingkungannya  tidak  satupun  masyarakat  yang  bersedekah  atau  berzakat  kepada  pengemis  tersebut. Bahkan pengemis yang mencuri tersebut harus diberi bekal sampai dia mampu untuk  hidup  berdikari  oleh  orang‐orang  yang  belum  mengeluarkan  sedekah  atau  zakat  dilingkungannya.  Hukum  yang  ditetapkan  oleh  Allah  bersifat  rahmat  dan  cinta  kasih,  harus  berazazkan keadilan,  dan  harus  mampu  merubah  sikap  masyrakat  menuju  kebaikan  bersama,  harus  mempunyai  bekal  pelajaran  dan  penyesalan  bagi  yang  bersalah  dengan  menjelaskan  bukti‐bukti  yang  nyata  dalam  pengadilan.  Kisah  tersebut  diatas  menunjukkan  bahwa  para  pendeta  Yahudi  telah  gagal  dalam  menyeru  umatnya  berbuat  kebaikkan,  mereka  tidak  melakukan peringatan dan pencegahan terhadap perbuat yang mungkar yang tidak diredoi oleh  Allah,  mereka  tidak  memperlakukan  umatnya  dengan  cinta  kasih,  mereka  tidak  mengulurkan  tangan  membantu  umatnya  yang  dalam  kemiskinan,  dan  mereka  hanya  mampu  menghukum  umatnya yang bersalah tanpa pertimbangan rasa cinta kasih. Padahal ketentuan yang diberikan  oleh  Allah  penuh  rahmat,  penuh  kasih  sayang,  memberi  pelajaran  dan  peringatan  bagi  yang  bersalah.       

    Karikatur dan kekristenan   Awal tahun 2006 diisi dengan kehebohan global berupa demo besar  besaran umat Islam memprotes pemuatan karikatur Nabi Muhammad oleh   surat kabar Denmark.   Pemerintah Denmark sudah meminta maaf secara terbuka dibarengi   pengakuan bahwa pihaknya tidak berdaya karena hal tersebut menyangkut kebebasan pers.   Pada saat saya menulis topik ini, sudah ada 45 orang meninggal di seluruh   dunia, sedangkan di Indonesia, FPI, AGAP dan aliansinya merapatkan barisan   dalam kegeraman dan air mata mengutuk perbuatan tersebut. Massa FPI   juga memprotes keras visualisasi Nabi Muhammad memegang Kitab Suci Al  quran di tangan kiri dan sebuah pedang di tangan kanan di kantor Mahkamah Agung (MA) Amerika. Massa juga menuntut agar ukiran patung   Nabi Musa di lantai marmer MA AS juga dihapus.   Dari Bandung, AGAP akan mengirim tim khusus untuk mencari karikaturis   yang membuat karikatur tersebut dan membunuhnya begitu ditemukan   (SINDO, 20 Februari 2006). Mengikuti peristiwa ini sejak semula, saya sebagai pihak luar merasa amat   prihatin dan sedih. Pemuatan karikatur tersebut        Tahukah  anda  siapakah  mereka  yang  telah  melakukan  fitnah  yang  sangat  keji  itu.  Mereka  bukan berasal dari umat budha, bukan berasal kaum atheis, bukan berasal dari umat Hindhu,  tetapi mereka berasal dari kaum orientalis yang nyata‐nyata kebenciannya kepada umat Islam.  Siapakah  umat  yang  paling  membenci  dan  memperlihatkan  permusuhannya  kepada  Islam?  Tidak lain dan tidak bukan adalah umat kristiani dan Yahudi. Mereka sangat tidak suka kepada  islam dan seluruh ajaran Islam begitu juga dengan umat muslim. Dari dulu kaum orientalis dan  misionaris  Kristen  selalu  gagal  mencapai  misinya  untuk  mengkristenkan  dan  merusak  agama  islam, bahkan pembelaan dari umat islam telah berbalik membongkar kepalsuan ajaran Kristen.    Karena tidak berhasil juga , lalu umat kristen melakukan strategi lain , yaitu dengan membuat  fitnah  terutama  menjelek‐jelekan  nabi  umat  islam  karena  mereka  tahu  bahwa  umat  islam  mencintai  nabinya  sama  dengan  mencintai  dirinya  sendiri.  Apabila  fitnah  itu  berhasil  membangkitkan  kemarahan  umat  muslim,  maka  mereka  berbesar  hati  dan  bersuka  ria  lalu  mereka  bertepuk  tangan.  Mereka  hanya  mampu  menyebar  kebohongan  dan  kepalsuan  sebagaimana mereka dengan mudahnya memalsukan ajaran Nabi Isa a.s.  Mereka tidak sanggup menunjukkan kebenaran dari yang mereka tuduhkan kepada nabi kami,  mereka  melakukan  perperangan  urat  syaraf  untuk  menghancurkan  sendi‐sendi  keimanan  dan  mental umat islam.  Anda  tentu  akan  membela  orang‐orang  yang  telah  memfitnah  nabi  Umat  Islam  karena  anda  merupakan bagian dari perasaan mereka, anda akan berbesar hati kalau sekiranya ada teman‐ teman  anda  yang  dapat  melakukan  sesuatu  yang  lebih  dari  apa  yang  bisa  anda  lakukan  terhadap umat islam.  Anda  tentu  tidak  akan  percaya  kalau  dikatakan  bahwa  Fitnah  itu  lebih  kejam  dari  pada  pembunuhan  bahkan  lebih  kejam  dari  perperangan.  Maka  fitnah  itu  harus  dibasmi  dalam 

bentuk  sekecil  apapun  karena  kalau  dibiarkan  jadi  besar  maka  fitnah  tersebut  akan  mampu  membunuh  objek  yang  dituju  dalam  aspek  yang  sangat  luas.  Orang  yang  menyebar  fitnah  tersebut  harus  segera  diadili,  dan  apabila  fitnah  itu  terbukti  maka  pelaku  fitnah  itu  dijatuhi  hukuman yang seberat‐beratnya. Tetapi kalau orang itu sadar akan kekilafannya dan tidak akan  mengulanginya lagi, maka orang tersebut harus dibebaskan. Begitulah hukum Allah yang harus  ditegakkan oleh umat islam.  Tetapi  apabila  dikemudian  hari  mereka  mengulanginya  lagi  dengan  sengaja  dan  bahkan  lebih  jahat  dari  yang  pernah  mereka  lakukan  sebelumnya,  maka  Allah  mewajibkan  kepada  orang  beriman untuk memeranginya. Dan tentu saja bagi mereka tidak ada artinya lagi perundingan,  pengadilan atau perjanjian apapun.    “ Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim. (QS Al Baqaraah 2:193)” Ayat  tersebut  menjelaskan  bahwa  Allah  menyuruh  umat  islam  agar  tidak  boleh  mendendam  atas  perbuatan  yang  pernah  mereka  lakukan  setelah  mereka  berhenti  melakukannya,  namun  apabila  mereka  melakukannya  kembali  tanpa  berhenti  maka  umat  Islam  harus  mempertahankan  harga  diri  dan  menentang  fitnah  tersebut.  Keterangan  ayat  ini  merupakan  hukum syarat yang mengadung  prinsip hukum “sebab ‐ akibat” dan hukum “ keseimbangan”  dan  “keadilan”  yang  harus  ditegakkan  dengan  benar.  Ayat  tersebut  juga  mengatakan  bahwa  Allah akan menguji ketaatan umat islam atas cobaan yang mereka alami dan Allah akan menilai  sejauh mana keimanan seorang muslim dalam melaksanakannya.  Kegusaran  dan  kemarahan  umat  islam  atas  fitnah  terhadap  nabi  Muhammad  sangat  mengagumkan sekali. Ungkapan perasaan umat islam sedunia yang beraksi langsung terhadap  fitnah  tersebut  benar‐benar  spontanitas,  hal  ini  menunjukkan  bukti  nyata  bahwa  umat  islam  sangat mencintai Nabinya sebagaimana mereka mencintai diri mereka sendiri.   Penghinaan dan fitnah yang dilakukan oleh oknum umat kristiani sudah berkali‐kali dan sudah  tidak  terhitung  lagi  banyaknya,  hanya  ungkapan  perasaan  kemarahan  itulah  yang  dapat  dilakukan oleh umat muslim sedunia dalam membela Rasul Allah. Semoga Allah mengampuni  penyebar gosip keji yang tidak pernah mau mengerti itu.                        

    Mengasihi musuh sebagai ajaran Kristen telah dikafirkan dan dinajiskan karena dianggap Kristen, tidak masuk akal dan idiot..   Lalu bagaimanakah hati seorang Kristen melihat ini ??   Saya mengasihi Yesus dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Saya merindukan Dia   hadir dalam hidup saya setiap hari. Kebaikan dan kasihNya yang telah saya rasakan lebih daripada apa yang saya   peroleh dari manusia. Kasih saya kepadaNya kiranya tidak lebih kecil dari pada   kasih FPI dan AGAP kepada Muhammad. Seperti mereka yang amat militan dalam   ajaran Islam demikian pula saya militan dalam ajaran Kristen. Kesempurnaan saya adalah menjadi serupa dengan Yesus dalam perbuatan bukan   dalam hakikat.   Tuhan Yesus mengajari saya untuk melihat dari buahnya setiap ajaran yang   dibawa seorang Nabi (Matius 7:20). Saya tidak perlu mengenal Muhammad secara langsung, cukup saya melihat seperti apakah umat Islam sebagai pengikutnya.   Buah yang dihasilkan Islam bisa saya telusuri dari sejarah Islam mulai dari zaman   Khalifah sampai saat ini. Lalu seperti apakah buahnya..?   Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu   menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu   menghasilkan buah yang baik.(Mat 7:17 - 18).. Buah dari Islam biarlah tidak saya   katakan... Karikatur Muhammad memang telah membangkitkan amarah umat Islam.. Lalu   bagaimana jika Yesus yang dihina.? Apa reaksi umat Kristen..?? Selama ini banyak   sekali penghinaan terhadap Yesus. Ada yang melalui novel, artikel, film, kotbah,   dll. Isinya selalu bertentangan dengan Yesus yang diceritakan di dalam Injil. Karena   jika kita membaca Injil maka kita akan menemukan Yesus yang tanpa cacat cela   baik dalam perkataan maupun tindakanNya. PengakuanNya bahwa Dia adalah   Tuhan dan satu-satunya jalan ke sorga telah membuat banyak orang menolak dan mengejek Dia.   Lalu bagaimana reaksi umat Kristen..? Terakhir yang saya tahu, ada segelintir   umat Katolik yang membunuh di tempat, oknum yang telah mencemarkan hosti   sebagai simbol tubuh Yesus. Umat Kristen yang benar tidak akan marah apalagi benci terhadap seseorang   yang telah menghina Yesus. Itu bukan tindakan yang Kristiani. Yang benar adalah   mengasihi dan mendoakan orang itu secara diam-diam. Sikap ini amat berlawanan   dengan sikap umat Islam terhadap karikaturis dan rakyat Denmark yang tidak tahu apa-apa.   Penghinaan terhadap Muhammad ini sebenarnya tidak ada apa-apanya   dibandingkan penghinaan yang diterima Yesus di kayu salib. Apa yang dilakukan   murid-murid Yesus waktu itu ? Di hadapan mereka, Yesus - yaitu Tuhan (Bukan sekedar Nabi) mereka   dicambuk, diludahi, diolok, dibunuh dengan cara yang paling keji, akan tetapi   Petrus dan murid-murid yang lain tidak membalas dengan cara yang sama kepada   prajurit romawi dan pemimpin agama Yahudi waktu itu.. Bahkan mereka mengampuni dan memberitakan Injil kepada orang-orang tersebut. Mereka tidak membentuk   Front Pembela Kristus yang mengangkat senjata tapi mereka membentuk Front   Pemberita Injil (FPI) yang membawa orang-orang   kafir bertobat dan membakar patung berhala mereka.      Cara  berpikir  umat  islam  terhadap  Nabi  Isa  tentu  berbeda  dengan  pandangan  iman  anda  terhadap  Tuhan  Yesus  anda.  Anda  menganggap  bahwa  Tuhan  Yesus  anda  sudah  terhina  sedemikian rupa di tiang salib bahkan dia melarang muridnya untuk membalas dendam. Tetapi  yang  perlu  anda  ketahui  adalah  bahwa  umat  islam  harus  memuliakan  Isa  As  sama  dengan 

memuliakan nabi Muhammad, karena begitulah ajaran yang disampaikan di dalam ayat‐ayat Al  Qur’an.   Bahkan menurut anda , pada saat‐saat kematiannya, Tuhan Yesus anda itu masih mendoakan  keselamatan  bagi  musuh‐musuhnya.  Tetapi  kami  umat  islam  menilai  bahwa  Nabi  Isa  tidak  pernah  menglami  penghinaan  tersebut,  apalagi  mendoakan  orang  kafir  yang  berlaku  keji  kepadanya. Yang  mati  di  tiang  salib tersebut  bukanlah  Nabi  Isa.  Allah  tidak  akan  membiarkan  RasulNYA dihina sedemikian rupa. Allah telah menyelamatkan Nabi Isa dari tuduhan yang keji  itu. Yang disalib oleh orang kafir tersebut adalah orang lain yang diserupakan wajahnya dengan  Nabi  Isa.  Itulah  keyakinan  umat  islam  sedunia  terhadap  kemuliaan  Nabi  Isa,  sesuai  dengan  firman Allah. Kami umat islam memandang Nabi Isa sebagai seorang manusia yang paling mulia  disisi Allah, dan dia jauh dari kehinaan seperti yang dituduhkan oleh orang‐orang kafir itu.      Demikianlah, Tuhan kami Yesus Kristus mengasihi setiap manusia. Yang   menolak dan menghina Dia pun tetap dikasihi. Dialah 'pohon' yang benar   dan kamilah buahbuahnya..   Saya tahu bagaimana sikap FPI dan AGAP terhadap Kekristenan. Sangat antipati.   Mereka demikian suci karena ke-islaman-nya sedangkan kami demikian   kotor, kafir dan najis karena mempertuhankan manusia. Semua Nabi sudah   dianggap Nabi mereka. Nabi Musa dituntut agar jangan dihina padahal   terhadap pengikut Musa yaitu orang Israel amat mereka hindari. Yesus   atau Nabi Isa, adalah nabi yang paling dekat dengan nabi mereka. Tidak lama lagi, umat Kristen pasti akan diprotes dan didemo oleh karena   patung dan gambar Yesus ada di mana-mana..       Seharusnya umat islam sedih dan prihatin menyaksikan patung yang melambangkan peristiwa  penyaliban atas nabi Isa tersebut, padahal itu bukan nabi Isa. Tetapi biarlah anda dan seluruh  umat  kristen  mempunyai  keimanan  seperti  itu  kerena  itu  adalah  hak  anda  dalam  beragama,  tidak  ada  paksaan  dalam  beragama.  Agama  anda  untuk  anda  dan  agama  orang  Islam  untuk  umat Islam.  Umat islam sengaja menjauhi umat kristen atau umat Yahudi bukan karena kebencian atau sifat  permusuhan,  namun  lebih  kepada  keinginan  mereka  untuk  mengkafirkan  orang  Islam.  Hal  ini  bisa  dibuktikan  pada  sebuah  negara  dimana  penduduknya  kebanyakan  orang  Islam,  maka  orang‐orang kristen merasa damai disana. Misalnya di Negara Mesir, di Negara iran, Irak, Turki ,  Indonesia, Malaisia dan di sebagian besar negara Timur tengah lainnya.   Disana orang‐orang kristen tidak pernah dizalimi. Sebaliknya di negara‐negara yang mayoritas  umat kristiani, dimana umat islam selalu mendapatkan intimisasi dan penindasan.  Sebut saja di negara pecahan Yogoslavia, dimana etnis mayoritas kristen Sebia membunuh dan  membasmi  seluruh  minoritas  muslim  Bosnia  (lebih  5000  orang  dibantai,  dikubur  dan  dibakar  hidup‐hidup), di philipina yang mayoritas nasrani membantai lebih 2000 umat muslim, di Cina  umat muslim dilarang beribadah dan diusir oleh etnis kristen, di Ambon yang mayoritas umat  Nasrani  membunuh  banyak  anak‐anak  muslim  yang  berlindung  di  dalam  mesjid,  dan  masih  banyak  lagi  kalau  diurut  satu  persatu  kekejaman  orang‐orang  Kristen  terhadap  umat  muslim. 

Jadi sebenarnya anda hanya menyebar isu untuk membunuh karakter seluruh ajaran dan umat  islam sedunia sebagaimana instruksi peminpin gereja kepada anda.        Merekalah buah dari Islam, buah yang terbaik... Doa : Tuhan Yesus, Engkau mengasihi FPI, AGAP dan seluruh umat Islam.   Ampunilah dosa mereka, kuduskanlah mereka dengan darahMu dan   jamahlah mereka dengan Roh KudusMu agar mereka berbalik dari jalan   mereka dan mengikuti Engkau menuju rumah Bapa. Amin.     Anda  boleh  mendoakan  orang  muslim  apabila  anda  sudah  mengucapkan  kalimah  syahadat  yaitu  ”Tidak  ada  Tuhan  selain  Allah  dan  Yesus  itu  Utusan  Allah”.  Sebab  bagi  kami  Yesus  bukanlah  Tuhan,  jadi  percuma  saja  anda  berdoa  kepada  Yesus  karena  akan  menambah  dosa  Syirik anda.         Cinta Kasih Allah dalam Islam ++ Ketika berdebat dengan sahabat muslim yang diceritakan di atas, saya baru   empat bulan mengalami kelahiran baru.. Alkitab masih belum begitu saya   pahami.. Saya sedang mengalami kerinduan yang besar untuk mengenal Allah   Juruselamat saya.. Ada satu kalimat dia yang saya ingat sampai sekarang. "Saya kalau mati, akan   masuk neraka."   Mendengar ini betapa susahnya hati saya.. Bagaimana tidak ?   Ketika dia sakit, saya ikut merasakan.. Ketika dia sedih, kepada sayalah dia mengungkapkannya. Kami telah mengalami menderita dan bersuka   bersamasama..   Ketika dia menikah, saya ikut bersuka cita.. Ketika anak pertamanya lahir, saya   termasuk yang pertama kali diberi kabar. Keakraban dan persaudaraan kami telah lama dan demikian berarti.   Maka tak usah dikatakan lagi bagaimana sedihnya hati saya ketika   membaca penyiksaan neraka versi Islam. Sahabat saya akan mengalami   semua itu;   sahabat yang selalu kuhapus kesedihannya di kala dia berkeluh kesah.   Menjawab pernyataannya itu, saya mengatakan, "Itulah beda Allah Islam dan Allah Kristen."   Allah Islam sudah menakdirkan semua orang akan merasakan neraka   sedangkan Allah Kristen tidak menghendaki seorang pun menderita di   neraka.       Dalam  agama  ajaran  islam,  untuk  masuk  kedalam  syorga,  tidak  cukup  dengan  hanya  mengucapkan  2  kalimah  syahadat,  tetapi  orang  tersebut  juga  harus  melaksanakan  semua  perintah  Allah  dan  menjauhi  larangan  Allah.  Tidak  seperti  ajaran  orang  kristen  ,  yaitu  dengan  hanya  mengimani  keIlahian  Yesus,  maka  orang  itu  dijamin  masuk  syorga.  Memang  begitulah  pendapat orang kristen.  Di  dalam  ajaran  Islam  banyak  terdapat  perintah  Allah  seperti  shalat,berpuasa,  berzakat,  sedekah,  berbuat  baik  sesamat  umat,  saling  bernasehat  untuk  kebaikan,  dan  banyak  pula 

larangan yang harus dihindari seperti, tidak menduakan Allah dengan sekutu apapun, tentang  larangan makanan haram, tidak membunuh tanpa alasan kuat, tidak berbohong, tidak mencuri,  tidak menganiaya dan lain sebagainya.   Jadi  di  dalam  Islam  setiap  orang  akan  diuji  dulu  sejauh  mana  dia  telah  melakukan  perbuatan  baik  dan  sejauh  mana  dia  meyakini  ke  Esaan  Allah  dalam  kehidupannya.  Memang  tidak  ada  jaminan bahwa seseorang di dalam islam pasti masuk Syorga , tetapi ampunan Allah melebihi  luasnya langit dan bumi, maka setiap muslim yang meminta ampun kepadaNYA maka Alah yang  maha Pengampun memberi ampunanNYA.   Setiap  manusia  tidak  luput  dari  kesalahan  setiap  harinya,  dia  bisa  saja melakukan kesalahan  ,  namun  Shalat  adalah  penghubungan  seseorang  dengan  Allah  dan  merupakan  sarana  untuk  meminta ampunanNYA.    “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya  seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang‐orang yang bertakwa,                                 (qs Ali Imran 3:133).    “ Dan (juga) orang‐orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri  sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa‐dosa mereka dan  siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan  perbuatan kejinya itu, sedang mereka engetahui.Mereka itu balasannya ialah ampunan dari  Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai‐sungai, sedang mereka kekal di  dalamnya; dan itulah sebaik‐baik pahala orang‐orang yang beramal.  (qs Ali Imran 3:135‐136).    Teman  muslim  anda  itu  masih  belum  banyak  belajar  tentang  Islam  dan  tentu  saja  teman  muslim  anda  itu  belum  pernah  membaca  Al  Quran  sampai  tamat  dan  memahami  akan  maknanya. Apalagi anda sering menghembuskan, membisikan dan memberikan hasutan untuk  melemahkan  keimanan  teman  anda  sendiri.  Anda  sudah  berhasil  menerapkan  taktik  “  Menangkap  ayam  dengan  umpan  “.  Hal  tersebut  tentu  sudah  menjadi  salah  satu  strategi  dakwah anda sesuai dengan arahan pemimpin gereja anda.  Ketahuilah  bahwa  orang  Islam  yang  tidak  pernah  minta  ampunan  dosa  kepada  Allah  maka  diakhirat  dia  akan  dihisap  atau  diperhitungkan  segala  perbuatannya.  Apabila  timbangannya  berat  kearah  perbuatan  baik,  sebagaimana  perintah  Allah  maka  masuk  syorgalah  dia,  namun  apabila  dosanya  lebih  banyak  dari  pada  pahalanya  maka  tentu  saja  dia  akan  masuk  neraka.  Sama dengan cerita diatas tadi, dimana para pendeta Yahudi yang lebih banyak dosanya maka  sudah  tentu  mereka  masuk  neraka  karena  tidak  menjalankan  hukum  Taurat  sebagaimana  mestinya.    “ Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barang siapa berat timbangan  kebaikannya, maka mereka itulah orang‐orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan  timbangan kebaikannya, maka itulah orang‐orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan  mereka selalu mengingkari ayat‐ayat Kami.(qs Al A'raaf 7:9)"   

Sebaliknya  bagi  orang  kafir  seperti  anda  yang  sangat  mencintai  Yesus  sebagai  Allah  ,  sebagaimana  anda  mengikuti  ajaran  yang  disampaikan  oleh  peminpin  gereja,  maka  anda  dimasukkan ke dalam neraka dan anda kekal selama‐lamanya di dalamnya.    “ Dan di antara manusia ada orang‐orang yang menyembah tandingan‐tandingan selain Allah;  mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang‐orang  yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang‐orang yang berbuat lalim  itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan  Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan‐Nya (niscaya mereka menyesal). (Yaitu)  ketika orang‐orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang‐orang yang mengikutinya, dan  mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali. Dan  berkatalah orang‐orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami  akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah  Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan  sekali‐kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka. (QS al Baqaraah 2:165‐167).    Ayat diatas menjelaskan bahwa anda sangat mencintai Tuhan Yesus padahal Yesus itulah yang  disebut  tandingan  Allah,  maka  diakhirat  anda  akan  menyesal  karena  telah  mengikuti  ajaran  sesat,  sementara  peminpin  gereja  anda  lari  dari  tanggungjawabnya,  bahkan  Yesus  tidak  mengenal  anda.  Penyesalan  anda  untuk  kembali  lagi  ke  dunia  tentu  tidak  mungkin,  karena  tempat anda adalah di neraka jahanam dan anda kekal selama‐lamanya disana.     Nabi  Adam,  karena  satu  kesalahan  saja,  dia  sudah  dikeluarkan  dari  Syorga.Masih  pantaskah  orang  yang  banyak  dosa  seperti  anda  mendapat  tiket  masuk  ke  dalam  syorga  tanpa  ada  pemeriksaan terhadap keaslian tiket anda?      Di hadapan Allah semua manusia tidak ada yang benar. Semua manusia   telah berdosa.   Semua manusia harus dihukum di neraka. Tetapi Allah tidak   menghendaki hal ini. Dia adalah Allah yang Maha Pengasih.   Ilustrasi di bawah akan membantu Anda merenungkan bagaimana karakter Allah yang Maha Pengasih.   Anda mempunyai seratus ekor kambing, kemudian suatu hari ada seekor   yang hilang.   Bukankah anda akan meninggalkan yang 99 itu dan mencari yang   hilang. Anda akan bersukacita ketika menemukan seekor yang hilang   itu, lebih daripada sukacita anda memiliki 99 yang lain. Terhadap kambing yang akan dijagal, anda yang tidak 'mahapengasih'   tahu mengerjakan yang benar; apalagi Allah yang Maha Pengasih. DIA   tidak akan menahan diri membiarkan manusia - yang lebih berharga dari   kambing - terhilang ke neraka. Dia akan mencari satu per satu semua   manusia yang terhilang. (Akan tetapi Allah Islam tidak melakukan apaapa melihat semua manusia masuk neraka).          

Dalam  peraturan  hidup  hewan,  kalau  ada  hewan  yang  sakit,  yang  cacat,  yang  tidak  berguna,  yang lemah, maka seleksi alam akan memusnahkan hewan itu karena hewan apapun akan mati  akibat tidak dapat bertahan hidup dari seleksi alam, apalagi kambing lemah yang akan menjadi  mangsa yang menguntungkan bagi binatang buas seperti harimau, singa dan sebagainya. Hanya  kambing unggul saja yang dapat bertahan hidup.   Kehilangan  satu  kambing  yang  lemah  atau  sakit  lebih  baik  dari  pada  kambing  itu  menularkan  penyakit berbahaya kepada 99 kambing yang lainnya.      Ilustrasi lain :   Suatu hari anda menemukan kambing anda terperangkap di sumur yang sempit, dalam dan berair. Suatu yang pasti, anda tidak akan tinggal diam.   Anda akan melakukan segala cara agar kambing anda itu keluar dari sumur.   Setelah keluar anda akan membawa kambing itu ke padang rumput hijau dan   membiarkannya makan sampai kenyang. Anda yang tidak 'mahatahu' dan tidak   'mahapengasih' tahu melakukan hal yang benar terhadap kambing yang tidak berarti dan akan disembelih. Apalagi Allah yang Maha Pengasih ? DIA sekali  sekali tidak akan tinggal diam melihat semua manusia - yang lebih berarti   dari kambing - terperosok ke neraka – yang penderitaannya lebih dari sumur   manapun di dunia.   (Akan tetapi Allah Islam sudah membiarkan semua manusia masuk ke 'sumur'   neraka yang sempit dan berapi) Kedua ilustrasi di atas sudah menguraikan secara tepat bagaimana tindakan Allah melihat semua manusia berjalan   menuju neraka. Allah Islam tidak melakukan apa-apa agar manusia selamat,   sedangkan Allah Kristen sudah melakukannya 2000 tahun yang lalu. Injil   selamanya akan tetap menjadi kabar baik walaupun seluruh dunia menolak   mempercayainya.     Anda  mempunyai  pemikiran  yang  sangat  bagus  dalam  berilustrasi  dan  membuat  cerita  fiktif  untuk  mengarahkan  jalan  pikiran  anda.  Begitulah  kehebatan  orang  Kristen  dalam  berilustrasi,  segala  sesuatunya  bisa  dia  khayalkan  dalam  pikirannya  seperti  tentang  ketuhanan,  tentang  syorga  dan  neraka,  dan  tentang  kambing  yang  lebih  mulia  dari  manusia  untuk  masuk  syorga.  Kenapa  anda  menawarkan  bahan  cerita  dongeng  seperti  kepada  anak  kecil  sebelum  tidur?  Apakah karena cerita‐cerita fiktif seperti itu banyak sekali terdapat di dalam al kitab anda?.  Percuma  saja  anda  mengajak  kambing  itu  untuk  masuk  syorga  karena  perkataan  anda  sangat  aneh ditelinganya dan baru pertama kali kambing itu mendengar cerita seperti itu.  Ibaratnya  Anda  seperti  menyuruh  seekor  anjing,  jika  anda  menyuruhnya  maka  dijulurkannya  lidahnya dan kalau anda mengusirnya diapun menjulurkan lidahnya pada anda.                   

    Sahabat saya bungkam ketika saya mengajukan pertanyaan di bawah :   "Kau perhatikan anak pertamamu itu.! Tegakah kau melihat dia menderita di   neraka ?" Kau memikirkan dan mengusahakan masa depannya, kenapa kau tidak pula mengusahakan masa depannya setelah mati." ?   "Jika untuk mendapatkan tiga jam lebih lama berkumpul bersama keluarga,   kau mau mengejar kereta atau memilih naik pesawat, kenapa kau pun tidak   berusaha atau mencari cara lain, agar memperoleh kekekalan di sorga ?   "Atau lihatlah ketika kita membahas tentang bisnis..! Kita memperhitungkan semua hal, menggunakan waktu secara efisien, dan bekerja keras untuk   mendapatkan hasil yang baik dan untung. Kita tidak akan bekerja untuk   mendapatkan sesuatu yang telah kita tahu hasilnya rugi. Lalu kenapa kau   melakukan sholat lima waktu, puasa di bulan Ramahdan, puasa Sunnah, haji   dll, hanya untuk memperoleh sesuatu yang sudah kau ketahui, sesuatu   yang mengerikan dan sama sekali tidak bisa disebut untung yaitu neraka. Buat apa semua ibadahmu itu ?   "Atau cobalah jelaskan konsep sorga menurut agamamu..! Di dunia ini   minum arak dan berzinah dianggap dosa, lalu kenapa di sorga Islam mu,   para syahid disuguhi arak dan bidadari ? Standar kesucian di dunia lebih   tinggi dibanding standar kesucian di sorga Islam...   Bukankah itu hanya imajinasi liar pencetusnya ? Saya tidak menertawai ketika dia tidak bisa menjawab pertanyaan  pertanyaan itu.. Saya malah berbelas kasihan melihat dia memegang teguh   imannya..   Sesuatu yang tidak berarti dibanggakan di hadapan saya ketika dia   mengatakan "Islam adalah agama Allah dan saya seorang Islam". Saya   tidakpeduli apa agama saya.. Silahkan anda mengganti atau menghapus isian agama di KTP.. Saya lebih memperhatikan kelayakan saya di hadapan Bapa   Sorgawi.. Yang membuat saya layak adalah Iman kepada Kristus dan   kekudusan hidup..     Mungkin  anda  mengira  bahwa  keberadaan  seseorang  dalam  syorga  dalam  bentuk  roh,  tetapi  menurut Allah di dalam Al Qur’an bahwa kehidupan syorga itu adalah nyata dalam bentuk fisk  dan roh seperti halnya anda hidup di dunia ini.  Kalau  manusia  diakhirat  tidak  dilengkapi  dengan    sensor  untuk  merasakan  yang    indah  atau  yang enak‐enak, untuk apakah Allah  memberi janji‐janji  bahwa kehidupan di syorga itu penuh  dengan  kenikmatan  ?.  Atau  sebaliknya,  jika  manusia  tidak  mempunyai  sensor  rasa  sakit,  lalu  untuk apa Allah menakut‐takuti manusia dengan siksa api  neraka ?   
"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, ((QS Yassiin 36:78-79)”

Tentu saja di dalam syorga manusia masih tetap dilengkapi oleh Allah dengan nafsu yang baik‐ baik  yang  tidak  akan  mencelakakan  hidup  manusia  karena  Allah  akan  menyalurkan  keinginan  anda  kepada  saluran  yang  baik‐baik  sebagaimana  anda  telah  berhasil  lulus  dalam  ujian  berat  selama hidup di dunia. Allah tidak akan memusnahkan nafsu penduduk syorga karena dengan  nafsu itulah manusia menikmati semua karunia Allah.  

Di  syorga  itu  nanti  anda  tidak  akan  pernah  diganggu  lagi  oleh  iblis  sebagaimana  dulu  Adam  pernah digodanya. Di akhirat nanti para Iblis dan orang‐orang berdosa dan seluruh orang‐orang  kafir  yang  menduakan  Allah  dan  tidak  mau  diingatkan  diwaktu  di  dunia  dulu,  mereka  sudah  disisihkan di neraka dan mereka haram tinggal di syorga.   Nafsu birahi manusia tetap berfungsi di akhirat nanti dan Allah menjadikan untuknya  seorang  istri  secantik  bidadari  dan  mereka  boleh  kapan  saja  menyalurkan  syahwatnya  karena  persetubuhan  itu  tidak  akan  menyebabkan  kehamilan  tidak  menyebabkan  pengeluaran  benih  sperma , tetapi berupa uap yang berbau harum, mereka melakukan hubungan intim sesukanya  bahkan mereka melakukannya berlama‐lama karena mereka tahan lama untuk melakukannya,  makin dilakukan mereka makin ketagihan.    Seperti firman Allah di dalam Al Qur’am surat Ath Thuur ;    “ mereka bertelekan di atas diranjang‐ranjang berderetan dan Kami kawinkan mereka  dengan bidadari‐bidadari yang cantik bermata jeli.(QS Ath Thuur 52:20)”    Begitu juga dengan penghuni neraka, mereka masih dapat merasakan sakit karena fisik dan roh  mereka utuh seperti hidup di dunia dulu. Jadi mereka akan merasa sakit yang luar biasa ketika  panas api menerpa kulit mereka, namun setiap kulit itu rusak maka Allah langsung mengganti  dengan kulit baru.    “ Sesungguhnya orang‐orang yang kafir kepada ayat‐ayat Kami, kelak akan Kami masukkan  mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan  kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah  Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(qs an Nisaa 4:56)”.    Diakhirat nanti hanya ada 2 golongan yaitu golongan kiri (kaum dineraka) dan golongan kanan  (kaum disyorga) seperti kata Allah ;    “ Mereka (orang‐orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. Dan  orang‐orang yang kafir kepada ayat‐ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.   (qs Al Balad 90:18‐19) “.    Pengadilan  di  akhirat  sangat  adil  dan  siapaun  tidak  bisa  mendustainya  atau  membela  diri  sedikitpun,  bahkan  kulit  dan  anggota  seluruh  tubuh  mereka  menjadi  saksi  terhadap  apa  yang  pernah mereka kerjakan di dunia, seperti Fiman Allah dalam surat Al Fushsilat;    “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka  menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka  berkata kepada kulit mereka: "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka  menjawab: "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami  pandai (pula) berkata, dan Dia‐lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan  hanya kepada‐Nyalah kamu dikembalikan. Kamu sekali‐kali tidak dapat bersembunyi dari  persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu 

bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu  kerjakan.  (QS Al Fushshilat 47:20‐23)”    Orang yang berada di golongan kanan sungguh berbahagia karena mereka dihadiahkan istri‐istri  yang cantik jelita bagaikan bidadari. Artinya Allah menyalurkan nafsu syahwat penduduk syorga  pada  saluran  yang  diredai  oleh  Allah  sebagaimana  mereka  dulu  menjaga  syahwatnya  dari  mendekati  zina  dan  menjauhkan  pandangan  selain  muhrimnya.  Mereka  berdua  bahagia  selamanya di dalam syorga itu. Mereka tidak akan menjadi tua karena diakhirat itu waktu tidak  berfungsi lagi. Mereka tetap awet muda dan kulit mereka tidak akan keriput. Orang‐orang yang  masuk  ke  dalam  syorga  Allah  tidak  terbatas  baik  dari  golongan  sebelum  nabi  Muhammd  maupun  sesudah  nabi  Muhammad.  Begitulah  Allah  menyampaikan  berita  menggembirakan  bagi  orang‐orang  yang  bertaqwa.  Kehidupan  disyorga  beribu‐ribu  kali  lebih  nikmat  dibandingkan dengan kehidupan dunia.    “ Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari‐bidadari) dengan langsung, dan Kami  jadikan mereka gadis‐gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, Kami ciptakan  mereka) untuk golongan kanan,(yaitu) segolongan besar dari orang‐orang yang terdahulu,  dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.                                        (qs al Waaqi'ah 56:35‐40)    Sedangkan  bagi  orang  yang  menahan  diri  untuk  tidak  memakan  dan  meminum  yang  diharamkan bagi mereka di dunia , karena dapat merusak diri mereka sendiri. Maka di syorga  terdapat  minum  khamar  murni,  yang  tidak  memabukan  dan  tidak  pula  merusak  yang  berasal  dari  air  murni  yang  mengalir  di  syorga.  Padahal  sewaktu  di  dunia  orang  yang  kafir  mengolok‐ olokan  dan  menertawakan  orang  beriman  yang  tidak  mau  meminum  khamar  dan  tidak  mau  berbat  maksiat.  Allah  menyalurkan  keinginan  penduduk  syorga  dengan  makanan  yang  baik  untuk mereka ;    “ Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup mereka yang penuh  kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah  kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba‐lomba. Dan  campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya  orang‐orang yang didekatkan kepada Allah. Sesungguhnya orang‐orang yang berdosa,  adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang‐orang  yang beriman. (qs Al Muthaffifiin 83:24‐29) “.    Kemudian Allah mengulangi perkataannya lagi pada surat Ash Shaafaat ;    “ Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir. (Warnanya)  putih bersih, sedap rasanya bagi orang‐orang yang minum. Tidak ada dalam khamar itu  alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya. Di sisi mereka ada bidadaribidadari yang tidak  liar pandangannya dan jelita matanya, seakan‐akan mereka adalah telur (burung unta) yang  tersimpan dengan baik. (qs Ash Shaaffaat 37:45‐49) “   

Sementara  orang‐orang  di  negeri  neraka  juga  mempunyai  hawa  nafsu,  mereka  juga  perlu  makan  dan  butuh  minum.  Apakah  makanan  dan  minuman  penduduk  neraka  itu?  Kalau  penduduk  syorga  tersedia  buah‐buahan  seperti  anggur,  kurma,  maka  di  nereka  juga  tersedia  pohon Zaqqum dan pohon Dhari. Beginilah informasi dari Allah tentang pohon tersebut ;    “ Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang‐orang yang  lalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka Jahim.  Mayangnya seperti kepala setan‐setan. Maka sesungguhnya mereka benar‐benar memakan  sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.  Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang  bercampur dengan air yang sangat panas .( qs Ash Shaaffaat 37:63‐67)”.    Pohon  zaqqum  merupakan  makanan  penduduk  di  negeri  neraka.  Pohon  itu  menjulang  dari  dasar neraka. Penduduk neraka yang kehausan akan memakan buahnya, setelah menelannya,  perut  mereka  seperti  terbakar  maka  merekapun  haus  dan  terpaksa  mereka  minum  air  panas  lagi.  Sedangkan pohon Dhari adalah sejenis pohon berduri yang apabila dimakan buahnya, bukannya  bertambah  kenyang  tetapi  malahan  bertambah  lapar  dan  tersiksa,  tetapi  apa  boleh  buat  mereka terus mencari makan karena tidak tahan dari lapar.    “ Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu  tunduk terhina,bekerja keras lagi kepayahan,memasuki api yang sangat panas (neraka),  diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh  makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula  menghilangkan lapar  (qs AL Ghaasyiyah 88:1‐7)”.    Sementara minumannya berupa air panas dan nanah ;    “ Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat  kembali bagi orang‐orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabadabad  lamanya, mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat)  minuman, selain air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal  .(qs an Naba' 78 21‐26)                       

   
Tentang Dosa Warisan oooOooo  Pengertian umat Islam tentang dosa warisan berbeda dengan apa yang dimengerti oleh Kristen karena dalam Islam memang tidak ada istilah dosa warisan itu. Kebanyakan anda  mengerti bahwa dosa warisan adalah dosa Adam yang diturunkan kepada keturunan-keturunannya termasuk kita. Bukan seperti itu. Penolakan anda karena di dalam Islam anda diajarkan : Allah sudah mengampuni dosa Adam tersebut. Jadi kenapa saya harus mewariskan dosa tersebut ? Begitu bayangan anda. Sekali lagi, pengertian Kristen tentang dosa warisan tidaklah demikian. Benar sekali bahwa setiap orang akan menanggung dan mempertanggungjawabkan dosanya masing-masing.. Jika Allah telah mengampuni Adam kenapa Allah tidak membiarkan Adam tetap tinggal dalam Firdaus...Adam tidak layak lagi masuk ke Firdaus yang suci.. Allah mengusir Adam karena pelanggarannya itu... Kita semua keturunan Adam lahir di luar firdaus.. Tabiat dosa telah melekat dalam diri kita oleh karena Adam telah memulainya... Dosa itu telah menjadi bencana bagi umat manusia di mana tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.. Itulah sebenarnya pengertian dari dosa warisan.. Jadi pengampunan tidaklah cukup dan dari sini akan muncul konsep tentang Penebus dan Juruselamat. Contohnya jika anda menghina saya tetapi kemudian saya memaafkan anda, tetap saja ada satu yang harus saya tanggung yaitu sakit hati akibat penghinaan itu. Atau jika anda melempari kaca jendela rumah saya, dan kemudian saya memaafkan anda, tetap saja ada sesuatu yang harus ditanggung yaitu mengganti kembali kaca itu. Dalam hal ini, bisa saya atau anda. Jadi dalam kasus pelanggaran Adam, "sesuatu yang harus ditanggung itu" dikerjakan oleh Adam atau Allah. Allah menyadari bahwa Adam dan kita tidak bisa menanggung itu semua. Kita tidak bisa menyucikan diri sendiri untuk kembali ke Firdaus. Sehingga Allah-lah yang menanggungnya melalui Juruselamat dan Penebus yang datang dari padaNya. Yesus itulah penebus yang dijanjikan Allah mulai dari zaman Adam sampai zaman para Nabi (ada 300 nubuat). Hanya melalui Yesus-lah setiap orang bisa kembali ke Firdaus, seperti kata Yesus : "Akulah

jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Allah dalam Kristen sudah melakukan semuanya agar manusia layak dan suci untuk langsung masuk ke dalam Sorga-Nya.. Inilah bukti bahwa Allah itu maha pengasih..

Perlu  anda  ketahui  bahwa    perpindahan  Adam  dari  syorga  ke  Bumi  bukan  hanya  sebagai  balasan  terhadap  perbuatan  dosa  yang  haram  dilakukan  di  tempat  suci  (syorga),  tetapi  Allah  telah  memberikan  tempat  sebebasnya  untuk  beranak  pinak  bagi  mereka    di  atas  Bumi  ini.  Disamping itu manusia juga sudah ditetapkan atau diangkat oleh Allah sebagai pemimpin untuk  mengelola  bumi  ini.  Allah  juga  memberikan  kesempatan  bagi  Adam  dan  keturunannya  untuk 

memperbaiki  diri  agar  benar‐benar  melaksanakan  janji‐janjinya  agar  tidak  berbuat  kesalahan   lagi selama hidup di Dunia.  Kehidupan di Bumi hanya merupakan kehidupan sementara.   Kehidupan yang abadi hanya ada setelah kematian dan sesudah kiamat. Jadi Allah akan menguji  Adam  dan  anak  cucu  Adam  ,  sejauh  mana  mereka  dapat  berbuat  kebaikan  dan  menginsyafi  kesalahan agar tidak mengulanginya lagi.   Dosa‐dosa yang dilakukan Adam sudah diampuni oleh Allah, tetapi anak cucu Adam yang lahir  diatas  Bumi  ini  bisa  saja  berbuat  kesalahan  baru  atau  berbuat  yang  terlarang,  seperti  membunuh orang  tanpa  alasan, menipu,  berkata  bohong,  mencuri,  menghasut  supaya  terjadi  peselisihan, merampas milik orang , berbuat curang dan lain‐lain.   Sesungguhnya  manusia  sudah  dilengkapi  oleh  Allah  dengan    sensor  kebaikan  dan  sensor  kejahatan di dalam hati nuraninya.   Pada  prisipnya  manusia  yang  sehat  jiwa  raganya  akan  dapat  membedakan  sebuah  perbuatan  baik  atau  jahat,  benar  atau  salah,  jujur  atau  curang,  benci  atau  suka  ,    marah  atau  sayang,  bersedih atau bergembira dan lain sebagainya.     Namun hati nurani manusia juga dipengaruhi oleh jalan pikirannya. Antara  hati nurani dengan   pikiran akan saling mempengaruhi.     Sebuah  perbuatan  fasik  seperti  berjudi,  bermabukan,  berzina  atau  menyembah  berhala  bisa  saja dipandang baik oleh seseorang atau sekelompok masyarakat apabila perbuatan itu sudah  menjadi  kebiasaan  dalam  kehidupan  mereka.  Namun  setelah  perbuatan  tersebut  berdampak  merugikan  banyak  orang,  baru  mereka  menyadari  bahwa  ternyata  perbuatan  itu  adalah  pekerjaan  yang  salah.  Tetapi  perbuatan  fasik  yang  sudah  menjadi  kebiasaan  di  dalam  sebuah  masyarakat atau pada kehidupan seseorang tidak dapat berubah begitu saja tanpa usaha dari  diri sendiri atau dari orang lain yang mau membantu untuk merubahnya.   Kecendrungan manusia untuk berbuat baik atau berbuat jahat adalah sama peluangnya. Karena  hati  nurani  dan  kemampuan  berpikir  Manusia  mempunyai  peluang  yang  sama  untuk  mengambil keputusan.    Keputusan  hati  nurani  manusia  sangat  dipengaruhi  oleh  perasaan  hati  manusia  itu  sendiri  seperti,  rasa  senang,  rasa  benci,  rasa  persaudaraan,  rasa  permusuhan,  rasa  segolongan,  rasa  sepaham,  rasa  balas  budi,  hasutan‐hasutan,  gosip‐gosip,  saling  menghina  atau  saling  memuji  dan lain sebagainya. Apabila manusia itu melaksanakan suatu perbuatan hanya bersadaran hati  nuraninya  semata,  maka  dia  akan  mengabaikan  daya  nalarnya.  Seolah‐olah  manusia  itu  telah  dicuci  otaknya  untuk  melakukan  perbuatan  di  luar  nalarnya.  Dia  tidak  peduli  apakah  perbuatannya  itu  salah  atau  benar,  baik  atau  buruk,    yang  peting  baginya  adalah  kepuasan  bathin dan kesenangan semata.              Sebaliknya    manusia  juga  dapat  mengambil  keputusan  hanya    berdasarkan  hasil  penalaran  otaknya saja seperti ; informasi yang  baik atau informasi yang  buruk , ramalan‐ramalan atau  prediksi‐prediksi,  opini‐opini  atau  kesimpulan.  Apabila  manusia  itu  melaksanakan  perbuatan   hanya  berdasarkan  daya  pikirnya  saja,  maka  dia  akan  mengabaikan  hatinuraninya.  Orang  ini  bertindak  hanya  berdasar  ketentuan‐ketentuan  yang  sudah  dia  rumuskan      dan  prediksi  yang  dia buat. Dia tidak peduli apakah perbuatan itu salah atau benar yang penting dia merasa telah  melakukan perbuatan yang tepat sesuai degan daya nalarnya. 

jadi manusia yang sempurna harus mampu menyeimbangkan hati nurani dengan daya pikirnya  agar  dia  mampu  memutuskan    perkara  baik  atau  buruk.  Dia  harus  mampu  memamfaatkan  sarana dan fasilitas yang telah ditanamkan oleh Allah di dalam dirinya sendiri.  Sementara Agama hanya merupakan petunjuk yang diberikan oleh sang pencipta manusia agar  manusia tidak salah langkah dalam mengambil keputusan itu.         Seorang  atau  sekelompok  manusia  yang  telah  salah  langkah  melakukan  kesalahan‐kesalahan,  maka  kesalahan  itu  tidak  hanya  merugikan  orang  lain  tetapi  juga  akan  merugikan  dirinya  sendiri.  Sebaliknya  seseorang  yang  berbuat  kebaikan  maka  hasil  kebaikan  itu  tidak  hanya  bermamfaat untuk orang lain tetapi juga bermamfaat untuk dirinya sendiri.  Tetapi ada juga manusia yang melakukan kesalahan yang tidak diketahui oleh orang lain begitu  juga dengan kebaikan yang pernah dia lakukan yang tidak diketahui oleh orang lain.   Seorang koruptor atau pencuri yang tidak dapat dibuktikan kesalahannya  di depan pengadilan  tentu tidak dapat dijerat dengan hukum yang berlaku. Begitu juga dengan seorang Hakim yang  membebaskan seorang terdakwa dengan imbalan uang (sogok) tentu terluput dari jerat hukum  dunia.  Begitu  juga  sebaliknya  bagi  seorang  saksi  yang  menyaksikan  kejahatan  tahu‐tahu  dituntut dengan kesalahan yang tidak pernah dia lakukannya.   Jadi  manusia  bisa  saja  melakukan  kesalahan  dalam  memutuskan  suatu  perkara  karena  keterbatasan kemampuannya, baik yang disengaja maupun yang tidak sengaja.   Pertanyaannya  adalah  ;  apakah  orang‐orang  yang  telah  banyak  melakukan  kesalahan  yang  merugikan  banyak  orang,  tetapi  terluput  dari  jerat  hukum  dunia,  setelah  dia  mati  apakah  dia  bebas  begitu  saja  ?.  bagaimana  pertanggungjawaban  perbuatannya  nanti  setelah  dia  mati  ?.  Apakah  Tuhan  yang  maha  adil  akan  membebaskan  dia  begitu  saja  tanpa  diadili  nantinya?   Apakah  semua  kesalahannya  itu  dapat  dibayar  oleh  orang  lain  yang  tidak  pernah  melakukan  perbuatan  itu?  Bagaimana  orang‐orang  fasik  yang  telah  banyak  melakukan  penipuan  atau  kejahatan yang tidak tercatat oleh hakim manusia  dapat bebas berkeliaran begitu saja dengan  hanya  percaya  bahwa  ada  sosok  Yesus  yang  akan  menanggung  dosa‐dosanya?    Kenapa  Yesus  yang  harus  menjadi  Tumbal  untuk  menebus  kesalahan  orang‐orang  yang  tidak  tercatat  kesalahannya di dunia ini ?  Bahkan Yesus sendiri tidak mengajarkan dosa warisan pada umatnya, justru sebaliknya seperti  ayat berikut ;   
“ Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)”

Kesimpulan  anda  dan    umat  Kristen  bahwa  Yesus  telah  dijadikan  sebagai  tumbal  untuk  menebus dosa‐dosa manusia, merupakan kesimpulan yang dibuat‐buat dan dipaksakan.   Tidak ada dalil atau ketentuan dari Yesus bahwa dia disalib untuk menebus dosa manusia. Umat  Kristen  telah  mengambil  keuntungan  sepihak  dari  peristiwa  penyaliban  itu  dengan  mengumumkan  kepada  umat  kristiani  bahwa  Yesus  telah  menebus  dosa‐dosa  umat  Kristen.  Begitulah  hasil  kesepakatan  yang  dikeluarkan  dari  Kredo  di  Nicea  tahun  325  M.  Orang‐orang  Kristen  mengira  bahwa  Tuhan  telah  menyesali  perbuatanNYA  yang  telah  mengusir  Adam  dari  Syorga sehingga dia mengorbankan anaknya yang tunggal untuk orang‐orang fasik yang hendak 

membunuhnya.  Kesimpulan  ini  hanya  sebuah  opini  yang  tidak  dapat  diterima  dengan  nalar  berpikir yang sehat.      
DIA tidak ingin satu pun manusia masuk ke dalam neraka karena Dia tahu neraka adalah tempat penuh penyiksaan.. Dia membenci dosa tapi mengasihi pendosa.. Sedangkan Allah dalam Islam sama sekali tidak menunjukkan sifat-Nya yang Maha Pengasih karena Dia membiarkan manusia (baca :umat Islam) masuk dan mengalami siksaan di neraka.. Jika demikian, Anda bisa menggugat Allah ketika mengalami kesakitan yang ngeri .. Kenapa Allah menciptakan Anda hanya untuk mengalami itu ? Sedangkan Allah pun tahu bahwa Anda tidak bisa mentaati hukum dengan sempurna.. Dia tahu bahwa kecenderungan anda adalah melakukan dosa bagaimanapun salehnya hidup anda.. DIA tahu bahwa anda dengan usaha sendiri tidak akan layak untuk masuk ke tempatNya yang kudus akan tetapi Dia tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi kekurangan Anda itu.. Seperti itukah Allah yang pengasih.? Haruskah saya simpulkan bahwa Allah yang kita sembah itu BEDA.. ?? Bahwa Allah SWT (Zat) tidak sama dengan Bapa (Roh) ?

Ternyata anda sama saja dengan Abraham yang sanggup membaca pikiran Tuhan bahkan anda  lebih  hebat  daripada  Tuhan  yang  telah  menciptakan  anda.  Anda  mampu  membaca  apa  yang  hendak Tuhan lakukan kepada anda, sebagaimana Abraham mengetahui akan ada domba yang  akan dipersembahkan untukNYa.   Anda dan umat Kristen  menganggap Tuhan itu sebagai kakek jompo yang sudah pikun sehingga  anda  mampu meramalkan apa yang ada di dalam pikiran Tuhan anda.    Anda menginginkan Tuhan dapat berbuat sekehendakNYA sesuai dengan  apa yang ada di  dalam pikiran dan keinginan anda.   Anda  merasa  bahwa  Tuhan  sangat  mengasihi  seorang  pendosa  sehingga  dia  tidak  pantas  dihukum  karena  dosa  dan  kesalahannya  yang  terlalu  banyak  dilakukannya  selama  hidup  di  dunia terhadap manusia lain.     Bahkan  didalam  sebuah  gereja,  seorang  pendeta  dapat  mengampuni    kesalahan  seorang  jamaatnya  yang  melakukan  dosa  besar  besar  seperti  ;    penipuan  ,  pencurian  dan  perkosaan  terhadap  pihak  lain  diluar  gereja  dengan  hanya  mengucapkan  pengakuan  di  depan  Pendeta.  Urusannya  akan  selesai  setelah  dipendosa  menyerahkan  sebagian  hartanya  untuk  kesejahteraan  gereja  dan  setelah  itu  Syorga  akhirat  sudah  disediakan  oleh  Tuhan  untuk  sipendosa  tersebut  atas  izin  Pendeta.  Bagaimana  mungkin  seorang  manusia  yang  menyamar  sebagai  pendeta  mampu  menyatakan  bahwa  dosa‐dosa  seseorang  yang  pernah  dilakukan  terhadap pihak lain telah dihapus oleh Tuhan atas izin Pendeta? Bagaimana mungkin seorang  pendosa  yang  melakukan  kejahatan  terhadap  pihak  lain  diluar  gereja  dengan  mudahnya  mendapat pengampunan dosa , padahal pihak lain yang dirugikan belum tentu memaafkan si  pendosa  tersebut.  Bagaimana  dengan    pihak  lain  yang  merasa  telah  dirugikan  oleh  pendosa  tersebut  dapat  menuntutnya  diakhirat  nanti,  siapa  yang  akan  mendengar  tuntutannya  dan  siapa yang akan mengadili sipendosa tersebut?.  

Jadi konsep penghapusan dosa yang dianut oleh umat Kristen dengan Yesus sebagai tumbalnya  , merupakan angan‐angan belaka dari pendeta Kristen. Ini hanya merupakan berita kebohongan  untuk mempermudah urusan dan sebuah strategi untuk menyampaikan ajaran Anismesme dan  pembodohan.     Sebenarnya  umat  Kristen  dan  anda  merasa  sangat  berat  melaksanakan  hukum‐hukum  Taurat  yang disampaikan oleh Yesus, sehingga para pemimpin gereja anda mencari pembenaran logika  untuk melenyapkan hukum Taurat itu.     Bahkan  sebaliknya  Yesus  sendiri  menyatakan  bahwa  azab  Neraka  itu  benar‐benar  akan  dilaksanakan bagi orang‐orang fasik, tetapi anda mengenyampingkan ayat ini untuk mengelabui  orang lain yang tidak mengetahuinya.     Coba  baca  lebih  teliti  kitab  Bible  anda  dibawah  ini  dengan  kejernihan  berpikir  dan  pahamilah  dengan akal‐budi anda yang baik ;     36Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Muridmurid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."37Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 38ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. 39Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 40Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 41Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 42Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. (Matius 13: 36-42)” Pada  Ayat  diatas  ,  Yesus  menjelaskan  dengan  perumpamaan  tentang  hari  akhirat  atau  akhir  zaman serta siksaan api neraka. Ladang adalah perumpamaan untuk kehidupan di dunia, orang  yang  menaburkan  benih  yang  baik  diumpamakan  sebagai  orang  yang  telah  berbuat  kebaikan  semasa  hidupnya  didunia,  sedangkan  lalang  diumpamakan  sebagai  orang  yang  berbuat  kejahatan,  sedangkan  musuh  bagi  orang  yang  berbuat  baik  adalah  iblis,  kemudian  yang  menyabit hasil atau yang menuai dari kebaikan dan  kesalahan itu adalah para malaikat artinya  malaikat bertugas untuk memisahkan benih yang baik dengan lalang yang tidak berguna pada  akhir  zaman  nanti,  sedangkan  waktu  menuai  adalah  hari  kiamat  atau  hari  akhir  atau  akhir  zaman.      Kemudian  lalang  atau  orang  jahat  atau  sipendosa  akan  dikumpulkan  dan  dibakar  di  dalam api neraka. Yang mencampakkan sipendosa itu adalah para malaikat atas suruhan anak  manusia dikerajaan Allah yang berbuat kebaikan atau anak manusia yang selama hidup didunia  selalu  dizalimi  oleh  si  pendosa  itu.  Para  penjahat  dan  pembuat  dosa  akan  dikumpulkan  dan  dicampakkan kedalam dapur (tungku) api yang menyala‐nyala.  Maka disanalah akan terdapat  tangis  ratapan  dan  rasa  kepedihan  yang  tiada  terperi  dengan  sebuah  perumpamaan  dari  kertakan gigi sipendosa itu.    

Apakah  anda  akan  menolak  keterangan  ayat  tersebut  diatas  ?  Padahal  ayat  ini  disampaikan   oleh Yesus. Kenapa anda melakukan pembohongan dan menutup‐nutupi apa yang sebenarnya?   Bukankah  di  dalam  kitab  Bible  sendiri  sudah  ada  hukuman  neraka  sebagaimana  yang  sudah  disampaikan  oleh  Yesus  kepada  umat  kristen?    Lalu  kenapa  anda  menolak  dan  mendustakan  keterangan Bible anda sendiri?   Sepertinya  anda  bukanlah  seorang  penganut  agama  Kristen  yang  baik.  Ternyata  anda  ingin  mendustakan keterangan kitab suci umat Kristen. Sesungguhnya anda ini , bukanlah penganut  agama apapun, anda hanya mengaku‐ngaku sebagai umat krinten dan penganut agama Kriste  sejati. Jadi siapakah anda sebenarnya? Anda seperti seorang penyamar , anda bagaikan seekor  serigala berbulu domba.     Sepertinya anda ingin mengadu domba penganut Kristen dengan umat islam. Keuntungan apa  yang  hendak  anda  ambil  dengan  penyamaran  ini?  Anda  sepertinya  tidak  mengerti  tentang  ajaran  agama  apapun  bahkan  terhadap  ajaran  Kristen,  dan  anda  juga  tidak  mengerti  tentang  ajaran islam kemudian anda membenturkan ajaran anda kepada umat Kristen dan umat Islam.     Ternyata  iman  anda  penuh  dengan  kepalsuan,    anda  menyebarkan  berita  bohong  ,  dan  anda  sendiri tidak mengerti dengan apa yang anda jelaskan, ini merupakan bukti bahwa anda adalah  munafik dalam beriman atau anda tidak beriman sama sekali.   
Kesimpulan ini benar mengingat Yesus sendiri mengatakan, "tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya." (Matius 11:27) Jika Bapa dalam Injil tiga kali memperdengarkan suara-Nya di langit, adakah yang seperti ini dalam Al Quran ? Adakah bukti bahwa Allah SWT bisa bicara ? Atau jangan-jangan seperti berhala yang bisu..? Bapa dalam Kristen dikenal melalui Yesus Kristus akan tetapi Allah SWT, adakah seorang muslim yang mengenalNya ? Seberapa kenalkah Muhammad dengan Allah SWT sehingga dia bisa mengajarkan kepada para pengikutnya ? Akhirnya bagi anda yang muslim, yang selalu berusaha untuk mendebat dan mengkoreksi ajaran Kristen, saya katakan : Jangan lagi anda melakukan itu, anda hanya membuat lelucon yang menggelikan. Kami menganggap anda seperti anak SD yang berusaha mengajari mahasiswa tentang perkalian. Itulah Anda..!! Anda hidup dalam rumah kaca, tetapi malah melempar batu.

Kembali  anda  melakukan  kebohongan‐kebohongan,  seolah‐olah  anda  sudah  pernah  melihat  atau  berbicara  langsung  dengan  Allah.  Seolah‐olah  semua  orang  Kristen  dapat  berhubungan  langsung  dengan  Allah.  Anda  ingin  menjelaskan  bahwa  Allah  hanya  datang  dan  berbicara  dengan orang‐orang yang ada di dalam kitab Bible tidak di dalam kitab Al Qur’an. Sehingga anda  berkeyakinan  bahwa  anda  merasa  lebih  kenal  dekat  dengan  Allah  seperti  anda  sedang  berbicara  dengan  sahabat  karib  anda  saja.      Kemudian  anda  meramalkan  rencana    Allah 

menurut  angan‐angan  pikiran  anda.  Seperti  ;  Tuhan  telah  menyesal,  Tuhan  ikut  sedih,  Tuhan  mencintai  pendosa,  Tuhan  menyerahkan  anaknya  yang  tunggal  kepada  orang  fasik,  Tuhan  beranak,  Tuhan  itu  adalah  yesus  dan  lain‐lain  yang  tidak  ada  dalil  ilahinya  sama  sekali.  Semuanya  adalah  berita  bohong  belaka.  Jadi  berhentilah  anda  menyebarkan  kebohongan‐ kebohongan  tersebut.  Tidak  ada  orang  islam  beriman    yang  dapat  anda  pengaruhi  untuk  menjadi kafir seperti anda.       Di dalam al Kitab anda ( Bible) hakikat Allah sudah tidak ada harganya lagi dimata penulis Bible  dan  umat  Kristen.  Allah  dipandang  sebelah  mata  oleh  kalian,  hakikat  Allah  sama  saja  dengan  seorang manusia biasa, bahkan dilain tempat kalian melecehkan dan menghina Allah termasuk  para nabiNYa. Maka tidak aneh lagi kalau di dalam keterangan Bible,  Allah itu dilukiskan sama  dengan  manusia  seperti  ;  Allah  harus  diberi  makanan  supaya  kuat  untuk  melanjutkan  perjalanan  sebagaimana    Abraham  menghidangkan  makanan  untuk  Tuhan  dan  MalaikatNYA,  Tuhan berada dibalik perlakuan tidak adil dari Abraham.  Bahkan pada kitab Bible tertulis ; manusia (Yaqub) dapat mengalahkan Tuhan didalam sebuah  perkelahian sepanjang malam dan di dalam pertandingan itu Yaqub menang melawan Allah ; 

24And Jacob was left alone; and there wrestled a man with him until the breaking of the day. 28And he said, Thy name shall be called no more Jacob, but Israel: for as a prince hast thou power with God and with men, and hast prevailed.(genesis 32:24 and 28)
24Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 28Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."( Kejadian 32:24 dan 28). Jelas sekali bahwa ayat bible tersebut telah menghina dan melecehkan Allah SWT pada tempat  yang tidak  layak.  Menurut logika yang benar, manamungkin Allah serendah itu. Jadi ayat ini  jelas‐jelas  bukan  berasal  dari  pencerahan  oleh  ruh  Kudus,  tetapi  khayalan  manusia  primitif  penulis Bible.     Bertolak  belakang  dengan  keterangan  yang  ditemukan  di  dalam  Al  Qur’an.  Al  Qur’an  menerangkan  hikikat  Allah  SWT,  benar‐benar  sangat  agung  dan  sangat  mulia  dihadapan  siapapun.  Tidak  ada  seorang  manusiapun  yang  mampu  melihat  dan  menyaksikan    Allah  SWT.  Bahkan  nabi  Musa  sendiri  hanya  mampu  mendengar  kata‐kata  Allah  dari  balik  tabir  yang  dibatasi antara Musa dan Allah. Bahkan nabi Muhammad tidak bertemu pandang dengan Allah  SWT. Hal ini bukan berarti  Allah SWT tidak ada atau Allah itu tidak menyayangi manusia, tetapi  fisik atau tubuh manusia tidak akan sanggup berhadapan dengan Allah SWT yang bukan terdiri  dari unsur materi atau ujud zat. Hal ini diabadikan di dalam Al Qur’an surat Al A’raf ayat 143  yang berbunyi ;   

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau". Tuhan berfirman: "Kamu sekalikali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku". Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman". (QS 7:143) Keterangan  Al  Qur’an  ini  lebih  logis  dari  pada  catatan  yang  terdapat  di  dalam  kitab  Bible.  Karena  memang  sampai  saat  ini  belum  ada  manusia  yang  mampu  berhadapan  langsung   dengan  Allah  SWT  didalam  arti  yang  sesungguhnya.  Jadi  kalau  anda  mengatakan  bahwa  anda  dan    umat  Kristen  atau    siapapun  yang  diterangkan  di  dalam  Bible  telah  bertemu  langsung  dengan  Allah,  maka  itu  adalah  berita  bohong.    Keberadaan  Allah  SWT  hanya  dapat  dipahami  setelah mempelajari dan mengambil hikmah dari hasil ciptaan alam semesta ini termasuk diri  manusia  itu  sendiri.  Makanya  orang‐orang  yang  mampu  memamfaatkan  akal‐budinya  dengan  maksimal, dia  dapat menerima kebenaran AL Qur’an sebagai pegangan hidupnya seperti Irene  Handono  dan  para  mualaf  dari  kalangan  umat  Kristen  yang  berkedudukan  tinggi  di  Gereja.  Karena  penjelasan  Bible  benar‐benar  tidak  masuk  akal  dan  telah  menghina  Allah  yang  dipuja  oleh siapapun.  
Anda diberi sedikit tapi mencoba menggurui kami yang mengenal Allah. Anda tidak memiliki apa-apa tetapi mencoba menawarkan kehampaan kepada kami... Apa lagi yang kami butuhkan ? Kami sudah memiliki semuanya : Penebusan, keselamatan yang pasti, karunia Roh Kudus, kuasa mengalahkan setan dan karunia melakukan mukjizat... Satu pun dari kelima karunia tsb, bahkan tidak dimiliki nabi junjungan anda.. Jadi betapa miskinnya anda.. Apa lagi yang bisa anda banggakan.. Hukum dan syariatkah ?? Atau ajaran amal baik ? Sekali lagi, apa yang anda miliki tidak berarti bagi kami... Yang diberikan Yesus kepada kami bukanlah hukum tetapi kasih karunia... Karunia di atas semuanya sudah tersedia secara cuma-cuma.. Tinggal diri anda sendiri yang mau atau tidak menerima karunia itu.. Otomatis menjadi milik anda jika anda mau... Apakah kata-kata saya terakhir menunjukkan kesombongan ? Sama sekali bukan, tapi apa adanya .. Sekali lagi, apa adanya.. Biar Anda tahu bahwa yang terkecil dalam kerajaan Sorga lebih besar dari yang terbesar di dunia ini.. Tidak ada alasan saya untuk bermegah karena semua karunia itu adalah pemberian Allah kepada kami pengikut Kristus.. Itu bukan hasil usaha kami tetapi pemberian Allah... Itulah bukti perbuatan Allah yang Maha Penyayang dan murah hati..

Kalau seorang muslim atau seorang kristolog menyampaikan alasan kebenaran dihadapan umat  Kristen, maka selalu muncul jawaban yang tidak nyambung dengan topik bahasan. Seolah‐olah  mereka  menghindar  dari  kebenaran  yang  disampaikan  dalam  topik  bahasan  itu,  padahal  merekalah yang selalu memulai atau menyampaikan topik itu. Namun setelah disampaikan atau  diperbaiki  dengan  kebenaran,  lalu  mereka  mencari    alasan  lain  untuk  menghindar  dari  topik  bahasan  atau  memfitnah  pribadi  orang  tersebut.  Kalau  anda  merasa yakin  dengan kebenaran  ajaran anda, maka pertahankanlah kebenaran ajaran anda tersebut dengan cara berpikir yang  logis  dengan  alasan  yang  tepat  dan  masuk  akal,  jangan  mengalihkan  persoalan  kepada  rasa  keimanan  yang  anda  anut.  Kalau  anda  merasa  kukuh  dengan  keyakinan  anda  pertahankanlah  keimanan  anda  itu  dengan  cara  tidak  menyampaikan  kebohongan  kepada  umat  islam,  atau  dengan tidak merusak ajaran umat islam. Lebih baik anda menyimpan keimanan anda di dalam  dada anda dari pada anda menyebarkan kebohongan kepada orang lain dengan alasan‐alasan  yang dibuat‐buat dan mengada‐ada.    Agama anda untuk anda dan agama Islam untuk orang Islam, tidak ada keinginan orang islam  utnuk  menarik  orang  Kristen  berpindah  ke  agama  Islam.  Kebenaran  itu  datangnya  dari  Allah,  jadi  Allah  lah  yang  akan  memberi  hidayah  kepada  orang‐orang  yang  dikehendakiNYa.  Anda  telah banyak merusak sendi‐sendi agama islam dengan buku tulisan anda ini, maka kewajiban  seorang muslim untuk menyampaikan kebenaran dari apa yang anda tuduhkan tersebut. Tidak  ada  keinginan  orang  islam  untuk  menggurui  umat  Kristen  karena  umat  Kristen  juga  sudah  mempunyai  ajarannya  sendiri.  Jalankanlah  ajaran  anda  tersebut  dengan  cara  yang  sopan  dan  baik , maka itu lebih baik bagi anda jika anda mengetahuinya.  Kembali anda membanding‐bandingkan antara Yesus dengan junjungan kami nabi Muhammad  SAW, kemudian anda menjelek‐jelekkan Muhammad tetapi sebaliknya anda menjunjung tinggi  Yesus  ,  bahkan  melebihi  dari  harkat  seorang  manusia  hingga  menyamai  Allah  SWT.  Begitulah  anda  memaknai  mukjizat‐mukjizat  yang  diberikan  Allah  kepada  Yesus  sebagai  sarana  untuk  membangga‐banggakan  Yesus.  Ini  menunjukan  sifat  kekanak‐kanakan  anda  dalam  memaknai  mukjizat Yesus.  Padahal mukjizat Yesus itu tidak ditujukan kepada anda, padahal mukjizat itu  merupakan  sarana  dan  fasilitas  yang  diberikan  oleh  Allah  untuk  memudahkannya  dalam  menyampaikan  dakwahnya  agar  dengan  mukjizat  itu  manusia  percaya  bahwa  Yesus  menyampaikan kebenaran dari Tuhannya.    Tetapi  setelah  itu  anda  melupakan  ajaran‐ajaran  Yesus,  padahal  Yesus  tidak  menghilangkan  hukum  Taurat  setitikpun.  Anda  membuat  opini‐opini  menurut  keinginan  anda  sehingga  anda  terbebas dan menghindar dari hukum syariat yang disampaikan oleh Yesus. Anda benar‐benar  munafik  dalam  memilih  dan  memilah  ajaran  Yesus.  Anda  maunya  yang  enak‐enak  saja,  anda  tidak  ingin  dosa‐dosa  anda  diperhitungkan,  anda  ingin  bebas  melakukan  apapun  yang  anda  nikmati  walaupun  Yesus  melarang  anda,  anda  ingin  masuk  syorga  lalu  anda  membuat  jalan  pintas menuju ke syorga itu tanpa berbuat apapun,  cukup dengan percaya pada kasih karunia  Yesus.  Padahal  Yesus  tidak  pernah  mengajarkan  cara  tersebut  sewaktu  dia  masih  hidup,  itu  adalah ajaran Paulus yang selalu mendustakan ajaran Yesus. Anda lebih percaya kepada Paulus  dari  pada  Yesus  sehingga  anda  mengabaikan  Yesus  yang  anda  agung‐agung  itu.  Anda  hanya  menjadikan  Yesus  sebagai  tumbal  untuk  menghilangkan  kesalahan‐kesalahan  anda  kepada  siapapun.      

    
Saya

tidak tahu apakah si Ahmad Deedat dan KH Bahaudin Mudhary sudah berpulang atau belum... Mereka adalah orang-orang yang menyedihkan dan patut dikasihani... Karena kebebalan, mereka menggali kuburan mereka sendiri.. Adalah perbuatan yang paling bodoh dan berbahaya jika kita melawan Dia yang menciptakan kita.. Kita akan kalah walau kita merasa diri kita kuat sekali.. Jika ada yang mengenal mereka (dan ahli Kristologi lainnya), nasehati mereka agar merendahkan diri dan bertobat... Saya ngeri membayangkan siksaan yang mereka alami di neraka, mereka sudah menyesatkan banyak orang.... Mudah-mudahan anda tidak ikut disesatkan.. 

Anda  begitu  bebalnya  kepada  kristolog  seperti  Ahmad  Deedat  dan  KH  Bahaudin  Mudhary,  sehingga  anda  selalu  mengharapkan  kematian  mereka.  Anda  tidak  menginginkan  siapapun  mengkritisi  agama  anda.  Sebaliknya  anda  bebas  merusak  sendi‐sendi  agama  umat  muslim  dengan  menyebarkan  fitnah  dan  kebohongan.  Sedangkan  Ahmad  Dedaat    menyampaikan  kebenaran  di  dalam  setiap  penyampaiannya  secara  terus  terang  didepan  banyak  audien.  Jika  anda  merasa  yakin  dengan  kebenaran  agama  Kristen  dengan  sebenar‐benarnya,  maka  sebaiknya anda harus belajar lebih mendalam lagi tentang ajaran kristen itu. Agar anda dapat  mempertahankan kebenaran ajaran agama Kristen tersebut dengan cara yang benar.  Selama  ini  orang‐orang Kristen hanya mampu menjelek‐jelekkan agama islam tanpa alasan yang benar.  Orang‐orang  Kristen  seperti  anda  hanya  mampu  menyebarkan  kepalsuan  dan  fitnah  untuk  menyampaikan  kebohongannya.  Tetapi  umat  islam  dan  seorang  kristolog  memberikan  alasan  kebenaran  untuk    membalas  tuduhan  misionaris  Kristen.  Setelah  kebenaran  itu  disampaikan  kepada  anda  ,  maka  anda  merasa  sakit  hati  dan  tidak  mau  menerima  kebebenaran  itu  apa  adanya. Anda lebih menonjolkan rasa iri dan dengki anda daripada kebersihan hati nurani anda.  Nalar  anda  sudah  tertutup  oleh  kebencian  anda  ,  anda  lebih  mengutamakan  perasan  anda  daripada berpikir yang logis dan masuk akal.  Kemudian anda menyalahkan Ahmad Deedat yang  menyampaikan kebenaran itu.   Ketahuilah  bahwa  Ahmad  Deedat  dan  orang  islam  yang  mengerti  yang  menyampaikan  kebenaran  dalam  membela  ajaran  islam,  bukan  menyebarkan  gossip  dan  fitnah  seperti  yang  selalu  dilakukan oleh  misionaris Kristen.   Perdebatan  yang  dilakukan  oleh  Deedat  hanya  merupakan  salah  satu  sarana  untuk  membandingkan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang asli dan mana yang palsu.  Kebenaran  yang  disampaikan  oleh  Ahmad  Dedaat  tidak  bertujuan  untuk  memperoleh  kemenangan atau untuk dipuji‐piji. Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah di dalam  perdebatan  untuk  mencari  nilai‐nilai  kebenaran,  karena  manusia  mempunyai  saringan  hati  nurani dan nalar untuk memilih kebenaran dan memutuskannya.   Dialog  yang  dilakukan  oleh  Ahmad Deedat  bukan  untuk  mencari‐cari pembenaran  atau  untuk  mengalahkan  umat  Kristen  tetapi  semata‐mata  untuk  menyampaikan  yang  benar  itu  adalah  benar    dan  yang  palsu  itu  adalah  salah.      Kebenaran  hanya  dapat  ditegakkan  dengan  nilai  kebenaran  juga  dan  sebaliknya  kepalsuan  itu  hanya  dapat  dilanjutkan  dengan  kebohongn‐

kebohongan. Tetapi pada akhirnya kepalsuan itu pasti hancur dan musnah dengan datangnya  kebenaran yang bersumber dari Allah SWT.    Ketentuan  ini  telah  diabadikan  oleh  Allah  di  dalam  Al  Qur’an  surat  Al  Israa’  ayat  81  yang  berbunyi ;    Dan sampaikanlah: " bahwa Yang benar telah datang dan yang palsu itu  telah dilenyapkan".  Sesungguhnya yang palsu itu  sesuatu yang pasti lenyap.      (QS  AL ISRAA' 17: 81)”     
Kekristenan yang benar Jika dalam Islam terdapat kelompok garis keras dan fundamentalis maka dalam kekristenan ada pula kelompok seperti itu.. Akan tetapi amat berbeda dengan fundametalist Islam, seorang fundamentalist Kristen adalah orang yang mengejar kesempurnaan dalam melakukan ajaran Yesus.. Kekristenan yang benar adalah dia yang mengasihi setiap orang bahkan musuh sekalipun.. Terhadap orang yang memusuhinya, dia tidak boleh membalasnya dengan kejahatan tetapi harus mendoakannya dan mengalahkan kejahatan itu dengan kebaikan.. Dia tidak boleh sekedar berbuat baik tetapi harus mengejar kekudusan.. Tidak boleh marah sedikit pun bahkan harus segera berdamai dengan lawannya agar doanya tidak terhalang.. Dia harus mengampuni setiap orang yang berdosa kepadanya dan memberikan pipi kanan apabila ada orang yang menampar pipi kirinya.. Dia tidak boleh berzinah bahkan zinah mata sekalipun.. Dia rendah hati, lemah lembut dan penuh sukacita.. Dia haruslah menjadi garam dan terang bagi orang lain.. Dia pun tidak boleh hidup secara duniawi dalam pesta pora, kesenangan dan menjadi hamba uang.. Dia tidak mungkin mengangkat senjata untuk melukai atau membunuh orang lain.. Dia tidak boleh menekuni sihir, mempercayai dukun dan okultisme lainnya.. Dia selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan hidupnya.. Dia akan memberikan roti dari piringnya sendiri kepada orang lain yang membutuhkannya. Akan tetapi lebih dari semua itu, dirinya tidak akan berhenti memberikan 'roti hidup' yaitu Yesus Kristus kepada setiap orang yang belum mengenalNya.. Dia tidak menghakimi orang lain karena itu menjadi hak Allah.. Dia mengejar keadilan dan memperhatikan orang tertindas.. Doa bukanlah kewajiban bagi dia tetapi merupakan kebutuhan.. Semua perbuatannya harus dilandasi oleh iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya. Dia pun tidak boleh menyangkal Yesus demi menyelamatkan nyawanya.. Dia rajin merenungkan Alkitab dan senantiasa hidup berdasarkan firman-firman yang tertulis. Sebagaimana fundamentalist Islam, maka seorang fundamentalist Kristen pun memiliki musuh.. Musuhnya ini bukanlah darah dan daging tetapi Iblis dan malaikat-malaikatnya.. Iblis sangat jahat, kejam dan tidak mau kompromi.. Dia tidak pernah beristirahat bahkan selalu siap siaga untuk menerkam mangsanya..Itulah sebabnya seorang Kristen yang benar harus berhati-hati dalam setiap tindakannya agar musuhnya, si Iblis tidak memperoleh keuntungan.

Dia akan mengalahkan Iblis dengan kuasa yang telah diberikan kepadanya.. Kuasa itu adalah kuasa nama Yesus yang penuh mukjizat.. Dengan kasih dan firman dia akan mengalahkan kejahatan yang dilakukan manusia dan Iblis. Apakah ada kekri stenan seperti ini ? Tentu saja ada.. Tidak mungkin Tuhan memberikan perintah yang tidak bisa dilakukan oleh umatNya.. Di dunia ini ada Kristen palsu, Kristen suam-suam dan ada Kristen sejati. Seorang Kristen sejati adalah manusia elok di mata Bapa Sorgawi sedangkan Kristen palsu (dan juga Kristen suam-suam) adalah pemberi andil bagi carut marutnya wajah Kekristenan di dunia.. Seorang Kristen sejati tidaklah akan tertarik pada ritual keagamaan yang mati akan tetapi lebih berusaha untuk membangun pergaulan yang akrab dengan Allah melalui pengenalan yang benar akan Yesus Kristus, sang Juruselamat. Kekristenan palsu merupakan orang per orang, gereja dan denominasi tertentu.. Melalui buahnya anda bisa mengenal apakah dia benar atau tidak.. Yang bijak yang harus anda lakukan adalah : jangan menilai kekristenan melalui buah yang dihasilkan oleh Kekristenan palsu agar cahaya yang ada dalam Kekristenan sejati tidak tersembunyi dari anda.

Kelompok garis keras didalam islam dapat muncul karena 2 sebab. Pertama akibat islam yang  selalu mendapat perlakukan tidak adil oleh para penguasa di negerinya begitu juga  kelompok  minoritas  islam  disuatu  negeri  yang  selalu  ditindas  dan  dizalimi  oleh  penguasa  setempat.  Sehingga  mereka  yang  terzalimi,    merapatkan  barisan  atau  umat  islam  di  Negara  lain  memperlihatkan  solidaritasnya  untuk  membantu  mereka  yang  tertindas  dalam  memperjuangkan  hak‐hak  mereka  kepada  penguasa  setempat.  Umat  islam  yang  terzalimi  itu  biasanya  terdapat  sebagai  kelompok  minoritas  atau  bangsa  yang  terjajah  dinegerinya  sendiri.  Seperti umat islam di Bosnia yang hendak dibasmi oleh kelompok mayoritas kristen, kelompok  islam yang terjajah dinegerinya sendiri oleh bangsa kumunis Uni Sofiet  di Afganistan, sehingga  dilarang melakukan ibadatnya, kelompok minoritas muslim di Philipina yang selalu dizalimi oleh  kaum  mayoritas  Kristen,  kelompok  islam  di  Palestina  yang  dihalang‐halang  hak‐haknya  membentuk Negara berdaulat oleh penjajah Zionis Israel.   Bahkan yang melakukan politik penjajahan terhadap bangsa‐bangsa dunia ke tiga adalah umat  nasrani  seperti  Belanda,  Inggris,  Perancis,  Portugis  dan  Negara‐negara  Eropa  lainnya  .  Bahkan  yang memulai  Perang dunia pertama dan kedua adalah umat nasrani yang berasal dari Negara  maju  di  Eropah  seperti  Jerman  dan  Italia.  Padahal    Italia  adalah  pusat  agama  Kristen  katolik  yang seharusnya dapat mencegah perperangan dan pertumpahan darah. Tetapi kenyataannya  justru dari pusat peradaban Kristen itulah dimulianya era penjajahan terhadap bangsa‐bangsa  lain. Kemudian setelah suatu bangsa terjajah , maka para misionaris didatangkan oleh bangsa‐ bangsa  penjajah  untuk  menyebarkan  agama  kristen  serta  menentramkan  perasaan  bangsa  terjajah agar tetap patuh  dan dapat bekerja sama dengan bangsa yang menjajah mereka.   Misi  Penjajahan bangsa‐bangsa dijadikan sarana dan jalan cepat bagi kekuasaan Katolik Roma untuk  menjalankan  misinya  dalam  penyebaran  agama  Kristen.    Kedatangan  misonaris  Kristen  ke  negeri  yang  terjajah  bukan  hendak  membantu  kemerdekaan  sebuah  bangsa,  tetapi  justru  

mereka  bekerjasama  dengan  sipenjajah  karena  antara  pihak  gereja  dan  dan  Penjajah  sudah  terdapat kontrak kerjasama yang saling menguntung.           Penyebab  timbulnya  pihak  garis  keras  Islam  yang  kedua  adalah  sebagian  kecil  dari  kelompok  islam  yang  tidak  memahami  ajaran  islam  secara  menyeluruh.  Orang‐orang  ini  mudah  terprofokasi dan terhasut untuk melakukan perbuatan yang melampaui batas. Orang‐orang ini  mempunyai  pemahaman  agama  yang  sempit,  mereka  hanya  melakukan  pembenaran  dengan  sebagian  kecil  ayat‐ayat  Al  Qura’n  tetapi  ayat‐ayat  yang  lainnya  mereka  abaikan  atau  mereka  tolak.  Sehingga  makin  lama  orang‐orang  yang  berwawassan  sempit  ini  semakin  jauh  dari  keislamannya.  Apalagi  kalau  ada  pihak‐pihak  luar  yang  menghasut,  memprofokasi,  memberitakan  info‐info  yang  menyesatkan,  maka    orang  ini  tidak  lagi  menggunakan  keseimbangan  antara  nurani  dan  nalarnya  berdasarkan  pemahanan  keislaman  yang  menyeluruh.  Orang‐orang ektrim ini antara lain adalah dari kelompok teroris yang membunuh  disembarang tempat, aliran‐aliran baru yang menyimpang dari ajaran islam.      Selanjutnya anda mengajarkan bagaimana hakikat seorang Kristen yang benar. Menurut logika  dan  perasaan  anda,  bahwa  orang  kristen  sejati  “adalah orang yang mengejar kesempurnaan dalam melakukan ajaran Yesus”. Adapun kesempurnaan yang anda maksud adalah sebagai berikut ; 
‐. mengasihi setiap orang bahkan musuh sekalipun, Terhadap orang yang memusuhinya, dia tidak boleh membalasnya dengan kejahatan tetapi harus mendoakannya dan mengalahkan kejahatan itu dengan kebaikan..  

Tentu saja ajaran yang anda anut ini sangat baik untuk diterapkan oleh siapapun , semoga anda  dapat  melaksanakan  ajaran  kasih  ini  dengan  semurni‐murninya.  Untuk  melaksanakan  prinsip  kasih ini anda harus membuang rasa kebencian anda kepada orang‐orang yang tidak anda sukai   bahkan  kepada  orang  yang  tidak  sealiran  dan  tidak  seagama  dengan  anda.  Jika  anda  ingin  melaksanakan prinsip kasih  Yesus ini secara konsisten, maka buanglah sifat permusuhan anda  terhadap  orang‐orang  islam,  hilangkan  juga  rasa  kebencian  anda  kepada  umat  islam,  dan  musnahkanlah cara memandang remeh anda kepada umat islam.  Terapkanlah prinsip Yesus ini  tanpa pamrih dan tunjukan kepada umat muslim sedunia bahwa anda mampu melakukannya.   Buatlah  perdamaian  di  dalam  hati  anda    dengan  umat  muslim.  Lalu  perbaikilah  sikap  anda  kepada  semua  umat  muslim  yang  selama  ini  selalu  anda  anggap  rendah  dimata  anda.    Kalau  anda  mampu  melaksanakan  prinsip  ini  sebelumnya    dengan  benar  tentunya  anda  tidak  akan  menyerang ajaran islam tanpa alasan yang benar sebagaimana yang anda tulis dibuku anda ini  untuk anda sebarkan kepada seluruh dunia. Sebenarnya  antara umat  Kristen dan umat muslim  dapat  bersahabat  tanpa  harus  mengorbankan  keyakinan  masing‐masing.    Tidak  ada  halangan  bagi umat muslim untuk hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya termasuk dengan  anda  yang  beragama  Kristen.  Karena  agama  islam  adalah  agama    rahmatanlilalamin,  yaitu  cintakasih untuk seluruh  manusia termasuk dengan anda.  Buang jauh‐jauh sikap ekstrim anda  kepada  umat  muslim.  Hilangkan  rasa  bebal  anda  kepada  Ahmed  Deedat  yang  anda  anggap  telah  menyerang  agama  anda  ,  lalu  pelajarilah  apakah  Deedat  berkata  benar  atau  hanya  menyerang  ajaran  anda  secara  ngawur.  Jadi  jangan  dulu  berprasangka  buruk  sebelum  membuktikannya. Semoga anda mampu melaksananya. 

-. Dia tidak boleh sekedar berbuat baik tetapi harus mengejar kekudusan..

Dengan  prinsip  ini  tentunya  anda  harus  mampu  memadukan  antara  nilai‐nilai  kebaikaan  ‐  ketulusan  dengan  kebenaran  sehingga  anda  dapat  memberikan  contoh  bagaimana  cara  mencapai  nilai  kebaikan  itu  tanpa  menyakiti  perasaan  umat  agama  islam.    Yaitu  dengan  menyampaikan  alasan‐alasan  yang  benar    dan  logis  sesuai  dengan  kaedah  keilmuan  yang  mendalam. Janganlah menyebar kebohongan  dan rasa kebendcian atau fitnah sebelum  anda  memahami  duduk  persoalannya.  Pelajarilah  dulu  ajaran  islam  dengan  baik  dan  benar  ,  kalau  anda    tidak  mengerti  bertanyalah    terlebih  dahulu  dan  apabila  anda  tidak  puas  bantahlah  dengan argumentasi yang logis, masuk akal dengan dasar yang kuat.     
-. Tidak boleh marah sedikit pun bahkan harus segera berdamai dengan lawannya agar doanya tidak terhalang..

Memang perdamaian lebih baik daripada perselisihan, maka lebih baik kita menjalankan agama  masing‐masing  secara  damai  .  karena  agama  islam  adalah  agama  yang  cinta  damai.  Banyak  sekali ayat‐ayat di dalam al Qur’an yang lebih mengutamakan perdamaian daripada perselisihan  atau perperangan. Jadi tidak benar kalau anda mengatakan bahwa agama Islam adalah agama  yang  suka  perang.  Bahkan  di  dalam  perintah  Al  Qur’an  ,  apabila  musuh  menghendaki  perdamaian ,maka harus disambut dengan baik ;    Kalau mereka ingin kepada perdamaian, maka  sambutlah keinginan itu, dan berserah dirilah    kepada Allah  (QS Al‐Anfal 8 : 61)     
-. Dia harus mengampuni setiap orang yang berdosa kepadanya dan memberikan pipi kanan apabila ada orang yang menampar pipi kirinya..

Walaupun prinsip cara pemberian maaf antara ajaran Kristen dengan islam berbeda,  namun di  dalam  ajaran  islam  pemberian  maaf  kepada  orang  yang  bersalah  lebih  diutamakan  dari  pada  memberi  pembalasan  atau  hukuman  .  Banyak  sekali  ayat‐ayat  di  dalam  Al  Qur’an  yang  menyuruh manusia  mengutamakan maaf dari pada  pembalasan atau  ganjaran seperti  ;    Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, (QS 7: 199) Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS 42 : 43) “Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. (QS 3:159)” Artinya  antara  umat  Kristen  dan  umat  islam  yang  hidup  berdamping  harus  saling  pengertian  dan  kalau  ada  sesuatu  kesalahan  maka  mereka  harus  saling  memaafkan  dengan  saling  menyadari untuk tidak mengulanginya kembali dilain waktu. 

-. Dia tidak boleh berzinah bahkan zinah mata sekalipun..

Larangan melakukan perzinaan merupakan syariat agama yang terlarang dilakukan baik dengan  sengaja    maupun    tidak  sengaja  oleh  umat  yang  mengaku  memiliki  agama.    Syariat  ini  tentu  bertujuan  untuk  menjaga  harkat  dan  martabat  kehidupan  manusia  yang  beradab  dimata  masyarakat  dan  dihadapan  Allah.  Di  dalam  Al  Qur’an  banyak  sekali  ayat‐ayat  yang  menerangkan larangan berzina lengkap dengan perangkat hukumnya.     
. Dia rendah hati, lemah lembut dan penuh sukacita..

Kalau  anda  bersedia  melakukan  sikap  penuh  kerendahan  hati  dan  lemah  lembut  maka  itu  sejalan  dengan  ajaran  yang  terkandung  di  dalam  Al  Qur’an.  Umat  islam  diwajibkan  bersikap  sopan  santun  dan  rendah  hati.  Allah  di  dalam  Al  Qur’an    mencela  orang‐orang  yang    berlaku  sombong ;    “Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang, angkuh lagi membanggakan diri   (QS Luqman [31]: 18).”    “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS 17:37)” 
-. Dia pun tidak boleh hidup secara duniawi dalam pesta pora, kesenangan dan menjadi hamba uang..

Tentu  saja  ajaran  agama  yang  baik  akan  menuntun  umatnya  agar  mmiliki  sikap  hidup  yang  sederhana,  tidak  berfoya‐foya,    Jika  memiliki  harta  yang  berlebih  (surplus)  maka  berilah  bantulah  orang‐orang  yang  membutuhkannya  atau  orang    miskin  .  Janganlah  berlaku  tamak  dengan cara meraub untung setinggi‐tingginya dan jangan pula  berlaku kikir dengan hartamu.   Begitulah agama yang benar mengajarkan umatnya untuk menuju jalan yang bermartabat dan  benar.    Begitu  juga  dengan  Al  Qur’an  yang  menuntun  manusia  untuk  hidup  sederhana,  tidak  berfoya‐foya, tidak tamak.   Banyak sekali ayat‐ayat di dalam Al Qur’an yang menganjurkan umat islam untuk melaksanakan  perbuatan baik tersebut diatas  Diantaranya adalah ;    “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih‐lebihan; sesungguhnya Allah tidak menyukai  orang yang  berlebih‐lebihan (QS Al‐A'raf [7]: 31).”    “Dan berilah kepada mereka (yang membutuhkan) harta yang  diberi Allah kepada kamu   (QS Al‐Nur [24]: 33).”    “Dan orang‐orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya menurut  ketentuan Allah, maka beritahukanlah  kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa  yang  pedih (QS Al‐Tawbah 9:. 34)” 

-. Dia tidak mungkin mengangkat senjata untuk melukai atau membunuh orang lain..

Menyerang orang lain atau kelompok bangsa lain tanpa alasan yang benar bukanlah tindakan  yang  terpuji.  Begitu  juga  menindas  bangsa  lain  atau  menganiaya    seseorang    bukanlah  perbuatan  yang  dikehendaki  oleh  agama  manapun.    Bahkan  hatinurani  manusia  yang  paling  dalam  ,  akan  menentang    tindakan  yang  semena‐mena    yang  dilakukan  oleh  orang  lain  atau  oleh seorang penguasa terhadap rakyatnya,    Orang‐orang    yang  tertindas  dan  teraniaya    memiiliki  hak  penuh  untuk  memperjuangkan  kemerdekaannya.    Setiap  orang  ,    harus  mempunyai  hak  untuk  membela  dirinya  dari  bahaya  yang  mengancam  diri  dan  keluarganya.    Jadi    nilai‐nilai  sebuah  penyerangan  dan  mempertahankan  diri  harus    ditempatkan  kepada  kedudukan  yang  seimbang  dan  pada  porsi  yang    tepat.    Begitu  juga  dengan  membunuh  seseorang  atau  ,menghukum  sesorang  tanpa  alasan  yang  benar    akan  dikutuk  oleh  agama  manapun  juga.    Sebuah  Negara  yang  berdaulat   tentu  akan  dilengkapi    dengan  seperangkat    alat  hukum  atau  undang‐undang  atau  ketentuan  yang mengatur  tindak kriminal atau tindakan kejahatan yang dapat mengancam kehidupan dan  keselamatan orang lain di dalam masyarakat.    Begitu juga dangan ketentuan dari  nilai‐nilai agama yang baik  , seharusnya  dapat mengatur  masaalah  hukum atau syariat  yang dapat menjamin keselamatan dan perlindungan hidup bagi  orang  lain  yang    terzalimi  atau  yang  tertindas.      Suatu  ajaran  agama  yang  baik  dan  benar  ,  seharusnya  mempunyai  perangkat  hukum  yang  dapat  mengatur  berbagai  kasus    untuk  menjamin kelangsungan hidup bagi seluruh umat yang  menganut ajaran tersebut.  Perangkat  hukum  agama  tersebut    harus  mengandung    berbagai  azaz‐azaz    yang  sempurna  seperti  ;   prinsip‐prisip  keadilan,  prinsip‐prinsip  perlindungan,  prinsip    persamaan  hak,    prinsip  kasihsayang,  prinsip pembuktian di dalam pengadilan yang adil dan terbuka,  prinsip ketaatan  hukum, prinsip pembelajaran agar yang salah menyadari kekeliruannya.   Jadi penilaian sebuah agama yang baik,  seharusnya dinilai dari  kandungan  sejumlah  kaedah‐ kaedah hukum yang dianutnya.    Sebagai  contoh;    dalam  suatu  kasus  perampokan,    dimana  perampok  membasmi  keluarga   sipemilik  harta. Apabila si ahli waris tidak memaafkan sipembunuh,  maka siperampok boleh  dibunuh atas tuntutan dari  ahli waris yang terbunuh.  Pelaksanaan hukuman  ini tentunya akan  menjamin      keselamatan  masyarakat  lain    serta  menjadi  pelajaran  dan  ketakutan  terhadap  orang  yang hendak melakukan pelangaran hukum.      Banyak  sekali  ayat‐ayat  di  dalam  al  Qur’an  yang  mengharuskan  penegak  hukum  agar   menerapkan  hukum  yang  berazazkan  keseimbangan.  Hukum  tidak  boleh  dilakukan  semena‐ mena oleh orang lain ,  oleh penguasa setempat atau oleh hakim sekalipun.    Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah  turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang‐orang munafik menghalangi  (manusia) dengan sekuat‐kuatnya dari (mendekati) kamu (QS 4:61)”.    “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman,  hingga mereka menjadikan kamu hakim  dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam  hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan  sepenuhnya (QS 4:65).  

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya  (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang‐orang Yahudi oleh nabi‐ nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang‐orang alim mereka dan pendeta‐pendeta  mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab‐kitab Allah dan mereka menjadi  saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah  kepada‐Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat‐ayat‐Ku dengan harga yang sedikit. Barang  siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah  orang‐orang yang kafir (QS 5:44)”      “ Wahai orang‐orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar‐benar penegak keadilan,  menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum  kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka  janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika  kamu memutar balikkan (kata‐kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah  adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.. (QS 4:135)”    “Hai orang‐orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (hukum kesetaraan)  berkenaan dengan orang‐orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba  dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang mendapat suatu  pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik,  dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara  yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu  rahmat. Barang siapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat  pedih (QS 2:178)”. 
-. Dia selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal karena Tuhan adalah tempat perlindungan dan hidupnya..

Memang  benar  bahwa  hanya  allah  yang  memberi  perlindungan  kepada  manusia    sehingga  tempat  berdoa  dan    tempat  berlindung  yang  terbaik  adalah  Allah.    Banyak  sekali  ayat‐ayat  didalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa hanya Allah yang dapat dijadikan tempat berdo’a  dan tempat berlindung terbaik.   Diantaranya adalah ;      “jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang  dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? (QS 3:160)”    “Tiada yang dapat memberi pertolongan di sisi Allah tanpa seizin‐Nya. Allah mengetahui apa‐ apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa‐apa  dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki‐NyA ( QS 2:225)”    “Katakanlah: "Jika kamu (benar‐benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi  dan mengampuni dosa‐dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.( QS 3:31)” 

  “Dan  orang‐orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri,  mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa‐dosa mereka dan siapa lagi  yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan  perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS 3:115)” 
-. Dia tidak menghakimi orang lain karena itu menjadi hak Allah..

Tentu  saja  pengertian  menghakimi  antara  pemahaman  umat  Kristen  dengan  ajaran  di  dalam  Islam  berbeda.  Didalam  syariat  Islam  perangkat  hukum  terhadap  orang‐orang  yang  berbuat  kesalahan ,  sudah ditulis dan ditetapkan oleh Allah di dalam Al Qur’an , sehingga umat islam  tinggal  menjalankan  apa‐apa  yang  sudah  digariskan  tersebut  dengan  banyak  pertimbangan  yang juga sudah diterangkan oleh Allah. Jadi penghakiman manusia terhadap manusia dengan  menggunakan  perangkat  hukum  yang  sudah  tertulis  di  dalam  Al  Qur’an,  juga  merupakan  perpenjangan tangan dari penghakiman oleh Allah.  Beberapa  ayat  di  dalam  AL  Qur’an  yang  menjelaskan  bahwa  umat  muslim  harus  menghakimi  seseorang  yang  bersalah  dengan  hukum  atau  syariat  yang  sudah  diturunkan  Allah  antara  lain  adalah ;    “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran,  supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu,  dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela)  orang‐orang yang khianat, (QS 4;105)”    “ Sesungguhnya Allah menetapkan hukum‐hukum menurut yang dikehendaki‐Nya.       (QS 5:1)”    “ Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka  itu adalah orang‐orang yang lalim.( QS  5:45)”     
-. Dia mengejar keadilan dan memperhatikan orang tertindas..

Seorang penganut agama yang baik tentu saja harus mampu mencari dan menegakkan keadilan  untuk  membantu  orang‐orang  yang  terzalimi  (tertindas).  Hal  ini  sudah  merupakan  keharusan  bagi  seluruh  manusia  yang  mempunyai  hati  nurani  dan  jiwa  yang  bersih  tanpa  kecuali  baik  sebagai rakyat biasa maupun sebagai aparat pemerintah.  Banyak sekali ayat‐ayat di dalam Al  qur’an yang mengaharuskan umat manusia untuk menegakan keadilan  serta membantu orang‐ orang yang tertindas. Diantaranya adalah ;    “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi demi Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri., (QS 4:135) “ “Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat kebaikan (QS Al-Nahl 16: 90)”   

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kelompok menjadikan kamu tidak berlaku adil (QS Al-Ma-idah 5: 8)”   “Dan orang‐orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan  memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di  akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui, (QS 16:41)”    “Dan sesungguhnya orang‐orang yang membela dirinya sesudah teraniaya, tidak ada suatu  dosa pun atas mereka. (QS 42:41)”    “Demikianlah, dan barang siapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia  derita kemudian ia dianiaya lagi, pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar‐ benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun (QS 22:60)”.  Setelah  menjelaskan  panjang  lebar  tentang  langkah‐langkah  yang  harus  diterapkanoleh  seoranga Kristen sejati di dalam kehidupannya, maka kemudian anda menyatakan “Apakah ada
kekristenan seperti ini ? Tentu saja ada.. Tidak mungkin Tuhan memberikan perintah yang tidak bisa dilakukan oleh umatNya..

Hal ini berarti bahwa untuk mencapai derajat manusia yang sempurna sesuai dengan Kriteria  diatas  maka  anda  harus  melaksanakan  perintah‐perintah  Tuhan.  Tentu  saja  hal  ini  tidak  akan  dapat  tercapai  apabila anda  tidak bersedia melaksanakannya.    Karena  untuk  melakanakannya  anda harus tunduk kepada  syariat yang sudah ditetapkan  oleh Yesus anda. Tetapi sepertinya  anda tidak akan melaksanakan  pekerjaan tersebut,  anda hanya mengharapkan orang lain yang  mengerjakannya  ,  sementara  anda  sendiri  berpangku  tangan  saja.  Hal  ini  disebabkan  karena  anda  sudah  merasa  yakin  akan  masuk  syorga  tanpa  melaksanakan  apapun  yang  sudah  digariskan  oleh  Tuhan.  Bahkan  anda  sudah  mencela  orang  muslim  yang  berusaha  mencegah  perbuatan maksiat untuk mencari keadilan.  Sepertinya anda sedang mempertontonkan sifat‐ sifat  orang  Kristen  sejati    selain  dari  diri  anda.  Karena  anda  tidak  menjelaskan    sejauh  mana   ketentuan itu sudah anda jalankan.          Kemudian  anda  menyampaikan  pendapat  anda    “Yang bijak yang harus anda lakukan
adalah : jangan menilai kekristenan melalui buah yang dihasilkan oleh Kekristenan palsu agar cahaya yang ada dalam Kekristenan sejati tidak tersembunyi dari anda”.

Artinya  anda  tidak  ingin  orang  muslim  menilai  ketidak  benaran  ajaran  Kristen  hanya  berdasarkan  hasil  perbuatan  umat  Kristen  yang  tidak  baik  atau  yang  keluar  dari  jalur  yang  benar.    Sepertinya  anda  tidak  menyadari  perkataan  anda  tersebut,  karena  sebelumnya  anda  telah  menuduh  kejelekan  ajaran  agama  islam  hanya    berdasarkan    pandangan  anda  terhadap  perangai  orang‐orang  islam  yang  tidak  baik.  Sepertinya  ucapan  anda  sama  sekali  tidak  dapat  dipegang kejujurannya dan tidak adil.  Ketahuilah  bahwa  orang‐orang  islam  yang  mengerti  yang  mendebat  ajaran  Kristen  bukan  berdasarkan  sifat‐sifat atau karakter orang‐orang Kristen.  Tetapi ajaran Kristen yang tertulis di  dalam  Bible  itulah  yang  banyak  mengandung  ketidak  benaran  atau  banyak  kepalsuannya.   Itulah  bedanya  penilaian  antara  misionaris/pendeta  terhadap  islam  dengan  penilian  muslim  terhadap kristen.   Penilaian muslim terhadap ajaran Kristen lebih rasionil dan objektif  namun 

anda menghadapinya dengan sinis, sedangkan penilaian anda dan misionaris kristen terhadap  ajaran islam  berdasarkan kebencian dan ketidak senangan mereka terhadap orang‐orang islam.       
Dari Agama menuju Keselamatan murtad dan pemurtadan Kebanggaan anda beragama Islam karena dalam Al Quran ditulis bahwa agama yang di sisi Allah hanyalah Islam. Okey..!! Tapi sadar atau tidak, anda sebenarnya takut sekali membayangkan siksa neraka yang pasti akan anda alami. Islam agama yang baik tapi tidak menyelamatkan.. Yesus bersabda : "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya.." Dengan demikian anda harus mengganti fokus hidup.. Dari Agama menjadi keselamatan..

Umat  islam  yang  benar‐benar  bertaqwa  kepada  Allah  ,    memang  memiliki  kebanggaan  dan  keyakinan  yang  kuat  terhadap  ajaran  yang  terdapat  di  dalam  Al  Qur’an.  Umat  islam  benar‐ benar yakin bahwa  Ajaran Al Qur’an merupakan firman Allah  yang disampaikan lewat malaikat  JIbril  kepada  junjungan  kami    nabi  Muhammad.  Keterangan  Al  Qur’an  lebih  lengkap,  jelas  keterangannya, terbukti kebenarannya, asli dari Allah, sempurna hukum‐hukumnya , jelas jalan  hidup yang akan ditujunya yaitu kepada Allah SWT yang maha Esa. Tidak adalagi keraguan bagi  umat  islam  untuk  menjalankan  ketentuan  tersebut,  apapun    resikonya,  bahkan  nyawa  sendiripun  akan  dia  kurbankan  demi  menegakkan  aqidahnya.  Umat  islam  juga  mempunyai  keyakinan akan masuk syorga jika menjalankan anjuran dan larangan yang diajaran di dalam Al  Qur’an.    Apabila umat muslim merasa melakukan kesalahan atau dosa , maka Shalat merupakan sarana  dan fasilitas untuk memohon ampunan langsung kepada Allah. Umat islam yakin bahwa Allah  akan  mengampuni  dosa‐dosanya  apabila  tidak  mengulangi  dan  berusaha  berbuat  lebih  baik  lagi.     “ Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada‐Ku, maka  hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman  kepada‐Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.(QS 2:186)”    “ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya  seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang‐orang yang bertakwa, (QS 3:133)”    Orang  muslim  tinggal  mencari  kerhedaan  Allah  untuk  mendapatkan  syorga  itu.  Tidak  ada  keraguan atau ketakuatan bagi orang Islam akan masuk neraka karena umat islam tidak pernah  melakukan  dosa  besar  yaitu  dosa  syirik  seperti  halnya  umat  nasrani  yang  menyembah  Yesus  seorang anak manusia.;    “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa  yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki‐Nya. Barang siapa yang  mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS 4:48)” 

  Tidak seorangpun manusia yang mampu meramalkan bahwa nanti dia pasti masuk syorga baik  ia  beragama  Islam  maupun  ia  beragama  Kirsten  ataupun  dia  tidak  pempumyai  agama    sama  sekali  seperti  anda.  Keinginan  masuk  syorga  dengan  hanya  meyakini  Yesus  adalah  Tuhan  merupakan angan‐angan semata. anda ingin masuk syorga tanpa melaksanakan apapun syariat  yang sudah ditentukan di dalam kitab anda. Seolah –olah syorga itu milik Bapak anda sendiri ,  padahal tidak satupun umat Kristen yang sudah kembali  dari Syorga itu sebelumnya.  
Kabar baik yang ingin saya sampaikan kepada anda adalah : Anda tidak perlu disiksa di neraka karena Yesus telah menggantikan anda 2000 tahun yang lalu. Caranya cuma satu yaitu menerima dengan iman karya keselamatan yang telah dilakukanNya di kayu salib.

Ini bukan kabar gembira baik tertapi merupakan kabar   celaka yang akan mengantarkan orang  beriman kepada api neraka. Berita ini ibarat setitik nila yang akan merusak susu sebelanga. Ini  merupakan  panggilan  dari  sekelompok  iblis  yang  bersekutu  dengan  manusia  agar  beriringan‐ iringan  berjalan  menuju  api  neraka.  Ini  merupakan  promosi  iklan  dari  para  penentang  syariat  agama.  Ini  hanya  merupakan  hasil  karya  keselamatan  dari  kesepakatan  konsili  yang  menghasilkan  Kredo  yang  telah  berhasil  mereka  ajarkan  kepada  orang‐orang  yang  mau  dibohongi.        
Yang anda butuhkan sekarang adalah Juruselamat, Yesus Kristus. Tujuan utama Yesus datang ke dunia bukan untuk mendirikan agama tetapi untuk menyelamatkan manusia... (ini benar, silahkan cari dalam keempat Injil.. tidak ada kata 'agama Kristen')..Orang Kristen pun belum tentu selamat kecuali mereka yang sudah hidup di dalam Kristus...

Ternyata  anda  mengakui  juga  bahwa  Yesus  tidak  membawa  agama    Kristen    kedunia  ini  .  Bahkan yang lebih ekstrim lagi anda menuduh Yesus juga tidak membawa agama apapun untuk  manusia.    Menurut  kesimpulan  anda,    Yesus  hanya  menyerahkan        darah  ,        tubuh        dan    nyawanya        untuk  keselamatan  anda.  Sedangkan  si  pembunuh  Yesus  adalah  orang‐orang  Yahudi  yang  fasik  dan  jahat.  Yesus  bersedia  menyerahkan  kehidupannya  kepada  orang‐orang  fasik  demi  untuk  anda  sehingga  Yesus    berteriak  ketakutan  Eli..  Eli  ..  Tuhah  !  Tuhan  kenapa  Engkau tinggal kan aku!   Kalau  yesus  tidak  membawa  agama  apapun  ke  dunia  ini,  maka  terbuktilah  bahwa  anda  juga  tidak mempunyai agama sama sekali. Ternyata anda hanya memamfaatkan  nama Yesus untuk  kepentingan ajaran anda agar anda dapat melintasi jalan pintas langsung ke syorga. Begitulah  logika berpikir anda.   Anda mendapat keuntungan besar atas kematian Yesus ditiang salib bahkan menurut anda yang  disalib  itu  adalah  Tuhan  sendiri  yang  menyerahkan  diriNYA  kepada  manusia  Fasik    untuk  menebus  dosa‐dosa  anda.  Demi  kepentingan  anda  untuk  masuk  syorga  serta  ketakutan  anda  akan siksa api neraka , Yesus telah  menjadi tumbal  untuk ambisi keingian anda dan manusia  yang mempercayainya.        

Jadi jangan lagi anda mengandalkan amal baik. Amal baik itu wajib di setiap agama tetapi bukan 'jalan' menuju surga. Menjalankan semua hukum agama bukan pula jaminan masuk surga.. Hanya dengan Rahmat Allah maka anda bisa selamat. Yesus itulah rahmat Allah. Yesus datang bukan membawa hukum agama tetapi Berkat Keselamatan. Yesus adalah satu-satunya jalan sebagaimana yang dikatakanNya pada Yoh 14:6. Sekali lagi : agama mana pun tidak menyelamatkan tetapi Yesus pasti menyelamatkan. Yesus bahkan bukan Kristen atau Katolik.

Anda  hanya  akan  mengamalkan  amal  baik  menurut  apa  yang  ada  di  dalam  pemikkiran  anda.  Anda  akan  menolak  ajaran  kebaikan  yang  banyak  dianjurkan  oleh  ketentuan  agama,  Bahkan  anda menolak melaksanakan ajaran kebaikan yang diajarkan oleh kitab Bible , apalagi  kitab AL  Qur’an  tentu  anda  akan  menolaknya.  Hal  ini  disebabkan  karena  anda  tidak  menganut  ajaran  agama  apapun juga. Agama anda adalah Kredo atau sumpah yang diputuskan oleh Konsili pada  tahun  325  itu,  tidak  lebih.  Anda  ibarat  penumpang  gelap  yang  berada  di  dalam  barisan  umat  Kristen kemudian dengan ilmu kekristenan itu anda menentang ajaran umat islam. Sepertinya  anda ingin membenturkan ajaran Islam dengan ajaran Kristen.  Tentunya anda bertujuan agar sebagian umat islam dan umat Kristen keluar dari  ajaran‐ajaran  pokoknya.  Anda  ini  sebenarnya  adalah  sekumpulan  Setan  yang  menyamar  untuk  mempengaruhi pikiran orang‐orang beriman  dan merusak sendi‐sendi agama Ilahi. Bagi kami  umat islam, anda  kami anggap   sebagai setan yang menggoda keimanan dan ketaqwaan.     
Yesus telah membuat semuanya menjadi mudah dan sederhana. Untuk diselamatkan : hanya dengan datang kepada Dia, memberikan hati dan hidup kita kepada Nya. Ingat, Anda tidak akan dibebani dengan hukum yang baru... Yesus bukan milik orang Kristen saja tetapi milik siapa saja yang mau datang kepada Dia. Renungkanlah firman di bawah ini :

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." (Roma 8:1) "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan." (Matius 11:28)

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes
3:16)  

"Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:36) "Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman." (Yohanes 6:40) "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah
Para Rasul 4:12)

Sepertinya  anda  mengambil,  memilih  dan  memilah  ayat‐ayat  bible  yang  enak‐enak  untuk  memperkuat  daya  imajinasi  anda.    Dengan  ayat  terebut  anda  bekersimpulan  bahwa  anda  terbebas  melakukan  perintah  kebaikan  yang  sudah  diatur  oleh  kitab  Bible,  kemudian  anda  membuat jalan sendiri menuju syorga yang anda impikan itu. Hal ini tentu merupakan strategi  dakwah  anda  untuk  menarih  sebanyak‐banyaknya  orang‐orang  dungu  agar  mengikuti  jalan  pikiran  dan  langkah  sesat    itu.  Hanya  orang‐orang  berpikiran  waras  dan  mempunyai  hati  nuruani yang benar  yang dapat mengetahui  kelicikan anda tersebut.
Tulisan ini saya buat karena saya mempunyai kerinduan yang besar agar anda mengucapkan : "Isa Almasih, Engkaulah Juruselamatku." Jika saya memaksa maka saya berdosa.. Saya cuma sekedar mengajak.. Percaya atau tidak adalah urusan hati.. Sehingga janganlah anda bertanya kepada orag lain, entah kepada Kyai, kepada teman atau bahkan kepada orang tua.. Tetapi tanyalah kepada diri anda sendiri.. Maukah anda memperoleh keselamatan ? Anda sudah memiliki penghormatan kepada Nabi Isa A.S maka ucapkanlah doa di bawah dengan bersuara : Yesus Kristus (Isa Al Masih), aku datang kepadaMu dalam namaMu. Aku percaya bahwa Engkau telah mati untuk menebus dosaku. Tapi Engkau-pun telah bangkit untuk membawa aku kepada hidup yang kekal. Terima kasih, Yesus. Sucikan dosaku dengan darahMu yang kudus. Engkau dan hanya Engkau Juruselamat pribadiku. Itulah keinginanku.. Dengan ini aku mengundang Engkau masuk ke dalam hatiku dan mengubah hidupku. Pintu hatiku telah kubuka untuk-Mu sehingga dalam hatikulah Engkau bertahta.. Aku ingin mengenalMu lebih jauh dan menjadi murid-Mu maka bimbinglah aku ke dalam seluruh kebenaran..Amin

Bunyi  doa ini seperti mantra‐mantra untuk memanggil arwah  orang‐orang  yang sudah mati.  Atau  mantra    untuk  memanggil  arwah  gentayangan  dari    leluhur  bangsa  primitif  penganut  ajaran  anismisme.  Bagaimana  mungkin  manusia  hidup  harus  memohon  dan  berdoa  kepada  orang yang sudah mati.  Bagaimana mungkin kita percaya bahwa orang mati itu kembali hidup,  padahal belum satupun manusia yang sudah mati tersebut kembali menceritakan keadaannya   di  alam  roh  tersebut.    Apalagi  berdoa  kepada  manusia  mati  karena  pembunuhan  oleh  orang‐ orang fasik  yang menzalimnya. Hal ini sama saja , artinya kita telah  menghalalkan darah dan  hidupnya untuk keuntungan logika kita.   

Jadi    ajaran anda  bukanlah    cara  yang  baik  untuk  memperoleh  kesalamantan.  Ajaran  ini  tidak  dapat  diterima  dengan  akal  sehat.  Ini  merupakan  pembodohan  dari  orang  –orang  primitive  kepada manusia abad millennium.    

ooOoo