You are on page 1of 18

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR: KEP.

170/MEN/IV/2007 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR LISTRIK SUB SEKTOR KETENAGALISTRIKAN BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tidak dapat disangkal lagi bahwa listrik adalah bentuk energi yang saat ini merupakan penyandang kehidupan masyarakat yang sangat berarti baik dalam aspek untuk menunjang produktivitas maupun yang berkaitan dengan unsur-unsur lain yang terkait dengan kualitas kehidupan, seperti kenyamanan dan kemampuan untuk mengembangkan diri, listrik telah merupakan sesuatu komuditas kebutuhan primer dalam kehidupan kita. Pada umumnya bagi konsumen listrik yang telah mendapat suplai energi listrik dan menjadikan bagian dari kehidupannya, listrik adalah sesuatu yang taken for granted harus ada sesuai dengan kebutuhannya, kapanpun diperlukan. kehadiran listrik dalam kehidupannya. Sebaliknya bagi masyarakat yang belum terjangkau oleh suplai tenaga listrik, sangat mendambakan Listrik dilihat sebagai sesuatu yang dapat mengubah pola hidupnya dan merasakan sebagai bagian dari kehidupan abad ini. Disinilah letaknya dimensi sosial yang sangat penting dalam pembangunan Negara. Maka dari itu disamping melihat kekuatan supply dan demand dalam bidang kelistrikan, listrik mengandung unsur pemerataan pembangunan dan simbol kemajuan masyarakat. Untuk berbagai penggunaan, listrik adalah bentuk energi yang sangat fleksibel baik ditinjau dari kemungkinan konversinya maupun transmisinya. Akan tetapi energi listrik sulit disimpan, jadi harus dibangkitkan pada saat dibutuhkan. Dengan demikian maka kontinuitas suplai listrik menjadi permasalah utama dalam manajemen kelistrikan baik dari segi operasi maupun dari segi perencanaan.

1

internasional. transmisi. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan kegiatan Penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik adalah : 1. kompetensi SDM yang mengelola kelistrikan. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Ketenagalistrikan. 227/MEN/2003 dan No. salah satu komponen yang harus ada adalah Standar Kompetensi Kerja yang dikembangkan dari kebutuhan riil dunia industri/usaha sebagai acuan untuk mengembangkan program dan kurikulum pendidikan dan pelatihan baik secara formal maupun informal. yang berorientasi kepada kebutuhan riel di industri. distribusi sampai ke konsumen. Dimilikinya SKKNI Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik yang selaras dan sesuai dengan best practice layanan ketenagalistrikan dan peraturan /perundangan yang terkait. 069/MEN/2004 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI. berupa keahlian di bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik Tersusunnya RSKKNI Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik yang mengacu kepada Kepmenakertrans No. perlu didukung dengan sistem pendidikan dan pelatihan keahlian secara nasional yang dikembangkan bersandar pada kebutuhan riil di dunia kerja. C. Untuk menjamin hal tersebut. 2. Pengertian 2 .Dari aspek pengelolaan kelistrikan. Mendapatkan gambaran mengenai kompetensi kerja. Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik ini disusun sebagai acuan dalam SDM sektor ketenagalistrikan khususnya di bidang instalasi Disamping itu pula standar ini diharapkan dapat memiliki pengembangan pemanfaatan tenaga listrik. Oleh karena itu. Acuan yang komprehensif dimaksud bersifat nasional serta memberikan gambaran tentang kemampuan atau Untuk memperoleh SDM yang berkualitas yang dapat mengelola sistem kelistrikan. maka dibutuhkan adanya suatu acuan yang komprehensif dalam pengelolaan kelistrikan nasional. 3. maka peranan Sumber Daya Manusia menjadi faktor yang sangat penting khususnya dalam menjamin kestabilan atau kontinuitas suplai energi listrik dari proses pembangkitan. ekuivalensi dan kesetaraan dengan standar-standar yang relevan yang berlaku secara B.

Untuk dunia usaha / industri dan penggunaan tenaga kerja a. Membantu penilaian unjuk kerja c.1. Dipakai untuk membuat uraian jabatan d. Membantu dalam rekruitmen b. 3 . keterampilan dan/atau keahlian sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian. Konsep SKKNI Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disebut SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan. Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum b. Kompetensi Kerja Kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan. 227/MEN/2003 dan No. 2. sertifikasi 2. Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi a. Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kualifikasi dan levelnya. keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Untuk institusi pendidikan dan pelatihan a. D. 069/MEN/2004 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI. Untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha / industri 3. Model Standar Kompetensi Standar kompetensi kerja bidang Distribusi Tenaga Listrik disusun dan dikembangkan kepada mengacu Regional Model of Competency Standard (RMCS) sebagaimana telah ditetapkan dalam Kepmenakertrans No. E. Mengapa Standar Kompetensi Dibutuhkan Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga / institusi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan masing-masing : 1.

setiap unit kompetensi memiliki sejumlah sub-kompetensi ELEMEN KOMPETENSI Merupakan sejumlah fungsi tugas atau pekerjaan yang mendukung ketercapaian unit kompetensi dan merupakan aktivitas yang dapat diamati KRITERIA UNJUK KERJA Merupakan pernyataan sejauh mana sub kompetensi yang dipersyaratkan tersebut terukur berdasarkan pada tingkat yang diinginkan PERSYARATAN UNJUK KERJA Pernyataan-pernyataan kondisi atau konteks dimana kriteria unjuk kerja tersebut diaplikasikan ACUAN PENILAIAN Pernyataan-pernyataan kondisi atau konteks sebagai acuan dalam melaksanakan penilaian 4 . Struktur dan Skema Standar Kompetensi 1. Struktur Standar Kompetensi Standar Kompetensi suatu Bidang Keahlian distrukturkan dengan bentuk seperti di bawah ini (bentuk ini diterapkan secara luas di dunia internasional) : STANDAR KOMPETENSI STRUKTUR STANDAR KOMPETENSI Terbentuk atas sejumlah unit kompetensi yang diperlukan untuk melaksanakan melakukan pekerjaan tertentu UNIT KOMPETESI Merupakan uraian fungsi dan tugas atau pekerjaan yang mendukung tercapainya standar kompetensi. Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi kompetensi.b. F.

Skema Standar Kompetensi kompetensi dikembangkan Sedangkan skema bagaimana standar diperlihatkan pada diagram di bawah ini. BIDANG KEAHLIAN 2. 1.2. KONDISI UNJUK KERJA 5 . UNITUNIT KOMPETENSI A C U A N P E N I L A I A N 3. KRITERIA UNJUK KERJA K U A L I F I K A S I 5. ELEMEN KOMPETENSI 4.

dinyatakan sebagai suatu unit kompetensi yang menggambarkan sebagian atau keseluruhan standar kompetensi. (merujuk pada Kepmenakertrans No. keterampilan dan sikap (KSA) Batasan variabel Ruang lingkup. Mendefinisikan situasi dari unit dan memberikan informasi lebih jauh tentang tingkat otonomi perlengkapan dan materi yang mungkin digunakan dan mengacu pada syarat-syarat yang ditetapkan. 6 . 69/MEN/V/2004 ) XXX . Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk seseorang dinyatakan kompeten pada tingkatan tertentu. 000 . termasuk peraturan dan produk atau jasa yang dihasilkan. 00 Sektor Sub sektor Bidang/Grup Nomor Unit Versi Judul Unit: Merupakan fungsi tugas / pekerjaan yang akan dilakukan. Format Standar Kompetensi FORMAT UNIT KOMPETENSI Kode Unit: Terdiri dari beberapa huruf dan angka yang disepakati oleh para pengembang dan industri/usaha terkait dengan tujuan untuk mempermudah dalam pengelolaan.3. 3. KEP-227/MEN/2003 tanggal 13 Oktober 2003 dan Kepmenakertrans No. untuk memperagakan kompetensi sesuai tingkat keterampilan yang digambarkan dalam kriteria unjuk kerja. Elemen Kompetensi Merupakan elemen – elemen yang dibutuhkan untuk tercapainya unit kompetensi tersebut di atas ( untuk setiap unit biasanya terdiri dari 3 hingga 5 elemen Kompetensi) Kriteria Unjuk Kerja Pernyataan – pernyataan tentang hasil atau output yang diharapkan untuk setiap elemen / Sub Kompetensi yang dinyatakan dalam kalimat pasif dan terukur. Aspek penting dari pengujian menjelaskan hal-hal pokok dari pengujian dan kunci pokok yang perlu dilihat pada waktu pengujian. Ruang lingkup pengujian menyatakan dimana. Untuk setiap elemen kompetensi sebaiknya mencakup aspek pengetahuan. bagaimana dan dengan metode apa pengujian seharusnya dilakukan. situasi dan kondisi dimana kriteria unjuk kerja diterapkan. 2. XX 00 . Deskripsi Unit: Penjelasan lebih lanjut tentang judul unit yang mendeskripsikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mencapai standar kompetensi. Judul unit biasanya menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata kerja aktif yang dapat terobservasi. Panduan Penilaian Membantu menginterpretasikan dan menilai unit dengan mengkhususkan petunjuk nyata yang perlu dikumpulkan. yang meliputi : 1.

5. 2.Kompetensi Kunci NO 1 2 3 4 5 6 7 KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI Mengumpulkan. William Hall & Mark C. 7. Tingkat 1 : Kemampuan untuk mengerjakan tugas rutin menurut cara yang telah ditentukan. menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan persoalan / masalah Menggunakan teknologi (Sumber: Key Competencies. Untuk itu tingkat 1 ini harus mampu : o Melakukan proses yang sederhana dan telah ditentukan. Werner) b. Mengumpulkan. bersifat Maka sederhana unjuk kerja dan sering tingkat-1 merupakan diperiksa adalah pengulangan. o Menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. mengorganisir dan menganalisa informasi Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas Bekerja dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide-ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi TINGKAT a. Level/Tingkat unjuk kerja kompetensi kunci Kompetensi Kunci dibagi menjadi 3 level/tingkat berdasarkan tingkat kesulitan pekerjaan. Kompetensi kunci tersebut terkandung pada setiap unit-unit kompetensi. 4. Berikut ini adalah 7 (tujuh) kunci kompetensi : 1. kemampuan yang dibutuhkan untuk menjelaskan pekerjaan sederhana berulang-ulang secara efisien dan memuaskan berdasar pada kriteria atau prosedur yang telah ditetapkan dengan kemampaun mandiri. 3. 7 . Kompetensi Kunci Yang dimaksud dengan kompetensi kunci adalah kemampuan kunci atau generik yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan. serta sewaktu-waktu perkembangannya. 6.

c. o Mengevaluasi dan mengubah bentuk proses atau membentuk ulang proses. o Menentukan kriteria untuk mengevaluasi dan / atau penilaian proses. o Menentukan kriteria penilaian terhadap suatu proses atau kerja evaluasi terhadap suatu proses. 8 . o Menentukan prinsip dasar dan proses. pada tingkat-3 ini harus mampu : Untuk itu. Maka unjuk kerja tingkat-2 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas / pekerjaan yang menentukan pilihan. Untuk itu. Pengkategorian Unit-unit Kompetensi Dalam Standar Kompetensi Unit-Unit kompetensi dalam Standar Kompetensi suatu bidang pekerjaan dapat dikelompokan kedalam 3(tiga) kategori. Unjuk kerja tingkat-3 merupakan tingkat kemampuan yang dibutuhkan untuk mengevaluasi dan merancang kembali proses. Tingkat 3 : Kemampuan untuk mengerjakan kegiatan rumit dan tidak rutin yang dikerjakan sendiri dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain. yaitu: kelompok utama dan kelompok khusus/pilihan.Tingkat 2 : Kemampuan untuk mengerjakan tugas yang lebih luas dan lebih rumit yang ditandai dengan peningkatan otonomi pribadi terhadap pekerjaannya sendiri dan pekerjaan tersebut kemudian diperiksa oleh atasan setelah pekerjaan selesai. menetapkan dan menggunakan prinsip-prinsip dalam rangka menentukan cara yang terbaik dan tepat untuk menetapkan kriteria penilaian kualitas. tingkat-2 ini harus mampu : o Mengelola atau menyelesaikan suatu proses. aplikasi dan integrasi dari sejumlah elemen atau data / informasi untuk membuat penilaian atas kesulitan proses dan hasil. kelompok umum.

instalasi rumah tangga yang biasanya menggunakan tegangan rendah. dan instalasi yang menggunakan tegangan menengah maupun tegangan tinggi dengan beban besar seperti industri. Kelompok khusus/pilihan Pada kelompok ini mencakup unit-unit kompetensi yang dapat ditambahkan kedalam sub bidang keahlian tertentu. Pada kelompok ini mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan hanya untuk spesifik sub bidang keahlian (stream) tertentu dan merupakan unit yang wajib (compulsary) sub bidang keahlian dimaksud.1. Pada kelompok ini mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan pada hampir semua sub-sub bidang keahlian. 2. Kelompok utama / inti. menggunakan computer. Kelompok umum. Instalasi pemanfaatan tenaga listrik merupakan instalasi pengguna tenaga listrik. Instalasi pengguna terdiri . 9 . dimulai dari alat ukur listrik (meteran/KWH meter) sampai kepada alat hubung atau titik beban yang berada di konsumen. Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Salah satu sub sistem dalam sistem kelistrikan nasional adalah sub sistem instalasi pemanfaatan tenaga listrik yang merupakan unsur utilisasi. BAB II STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA BIDANG INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK A. Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik dikelompokkan kedalam 5 (lima) subbidang sebagai berikut: 1. sebagai pelengkap dan bersifat pilihan. Sub Bidang Perancangan. misal yang berkait dengan berkomunikasi di tempat kerja.

maka pada standar kompetensi ini. Sub Bidang Konstruksi. Golongan Pokok: Ketenagalistrikan. 5. 4. Selain itu melalui West Java Project Indonesia Australia Partnership for Skills Development Program (IAPSD) pada tahun 2001 telah disusun standar kompetensi instalasi listrik. Pengelompokan Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2005 yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik bahwa ketenagalistrikan termasuk dalam Katagori: Listrik. Sub Bidang Pemeliharaan. Sub Bidang Inspeksi.2. Pada dasarnya kode unit kompetensi dimaksudkan untuk mensistimatikan unit-unit kompetensi tersebut berdasar pada bidang keahlian. Transmisi Tenaga Listrik. B. Sub Bidang Operasi dan Sub Bidang Pemeliharaan. sub bidang keahlian maupun sistem penomoran yang mudah dipahami oleh semua pihak yang terkait dengan standar tersebut. Gas. Kode Unit Kompetensi Untuk memudahkan dalam penggunaan dan keperluan admistratif dalam pelaksanaan standardisasi dan sertifikasi kompetensi. Sub Bidang Inspeksi. C. sebelumnya telah disusun dan diberlakukan sebagai standar kompetensi yang bersifat wajib sebagaimana Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor : 1313K/30/Men/2003 tanggal 15 Agustus 2003 Tentang Penetapan dan Pemberlakukan Standar Kompetensi Tenaga Teknik Kelistrikan Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Sub Bidang Perancangan. 10 . Standar kompetensi instalasi pemanfaatan tenaga listrik ini. Oleh karena itu. kedua standar yang telah disusun tersebut di padukan agar lebih komprehensif dalam memberikan gambaran tentang kompetensi di bidang instalasi pemanfaatan tenaga listrik. Golongan/Bidang: Pembangkitan Tenaga Listrik. Sub Bidang Operasi. Sub bidang Konstruksi. dan Air. maka dilakukan kodefikasi unit kompetensi. Distribusi Tenaga Listrik dan “ditambah” Instalasi Tenaga Listrik. 3.

69/MEN/V/2004 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menakertrans Nomor: KEP. Bidang Instalasi Sub Bidabg Operasi.Digit ke 2 dan ke 3 nomor urut Kelompok/Group 00 – Tidak ada Kelompok 01 – Kelompok Umum 02 – Kelompok Inti 03 – Kelompok Pilihan Sub Sektor/Bidang = Instalasi (I) dan Sub Bidang (R. Kodefikasi unit kompetensi tersebut digambarkan dalam chart berikut: KTL. 11 .00 Versi Nomor urut unit kompetensi: . untuk digit pertama ditetapkan sebagai kode level.227/MEN/2003 tentang Tatacara Penetapan SKKNI dan Kepmenakertrans Nomor: KEP.K.O.I & H) IR IK IO II IH Bidang Instalasi Sub Bidang Perencanaan. dimana: kode 0 berarti tidak ada levelnya. Bidang Instalasi Sub Bidang Konstruksi.000. 3 : level 3. Bidang Instalasi Sub Bidang Inspeksi. Namun demikian berdasarkan hasil konvensi nasional RSKKNI sektor ketenagalistrikan diperoleh konsensus bahwa pada nomor urut unit kompetensi yang terdiri atas tiga digit. kode 2 berarti level 2.227/MEN/2003 tentang Tatacara Penetapan SKKNI.Pemberian kode unit kompetensi untuk standar kompetensi Sektor Ketenagalistrikan Bidang Instalasi Tenaga Listrik mengacu pada Kepmenakertrans Nomor: KEP. dan kode 3 berarti level 3. sedangkan 2 digit berikutnya merupakan nomor urut unit kompetensi.Digit pertama: 0 : tidak ada level 1 : level 1. 2 : level 2. kode 1 berarti level 1. Sektor = Ketenagalistrikan (KTL) Catatan : Nomor urut unit kompetensi berdasarkan hasil konvensi disepakati bahwa digit pertama dari 3 digit nomor urut unit kompetensi ditetapkan sebagai kode level.I0 00. Bidang Instalasi Sub Bidang Pemeliharaan. .

304.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah Dan Rendah Untuk Bangunan Kampus.302.308.IR02.IR02. 11. Bidang Transmisi.306.IR02.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Industri (besar). 2.303. 6. 10. Sub bidang Konstruksi. Peta/Pengelompokan Unit Kompetensi Standar kompetensi kerja sektor ketenagalistrikan dikelompokkan kedalam 4 (empat) Bidang yaitu Bidang Pembangkitan. 9. 2. Bidang Distribusi Tenaga Listrik dan Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik. KTL.01 Merancang Instalasi Sistem Otomisasi Bangunan. 8. KTL.IR02.312. 7.311.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah Dan Rendah Untuk Bangunan Rumah Sakit. Gedung Olahraga Dan Kantor.307.IR02.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Pasar Swalayan.305. KTL.01 Merancang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal.IR02. Sub Bidang Perancangan. Sekolah dan Rumah Ibadah).IR02.IR02.IR02.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Rumah Sakit.IR02. KTL.IR02.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Kampus. 4.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Pasar Swalayan. Gedung Olahraga dan Kantor.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Industri (kecil dan menengah). 12. KTL. KTL. KTL. 3.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Menengah dan Rendah untuk Bangunan Hotel dan Apartment.IR02. KTL. 5.310.01 Merancang Instalasi Listrik Tegangan Rendah Bangunan Hotel dan Apartment. KTL.309. Untuk Bidang Instalasi Tenaga Listrik dikelompokkan kedalam 5 (lima) sub-bidang sebagai berikut: 1. KTL. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI KTL. 12 .BAB III PETA UNIT KOMPETENSI DAN UNIT KOMPETENSI A. KTL. Standar kompetensi sub bidang perancangan terdiri atas 12 (dua belas) unit kompetensi dengan rincian sebagai berikut: DAFTAR UNIT KOMPETENSI SUB BIDANG PERANCANGAN NO 1.301.

13.109.105.Standar kompetensi sub bidang Konstruksi terdiri atas 36 (tiga puluh enam) unit kompetensi dengan rincian sebagai berikut: DAFTAR UNIT KOMPETENSI SUB BIDANG KONSTRUKSI NO 1.01 KTL.01 KTL. 17. Rumah Ibadah) Memasang Instalasi Listrik Bangunan Gedung (Kampus.01 KTL. 16. Rumah Ibadah) Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Gedung (Kampus.IK02.IK02.223.IK02.014. Papan Reklame.01 KTL.02 KTL. 29. 27.IK02.117.01 KTL. KODE UNIT KTL.01 KTL.IK02.IK02. Gedung Olah Raga) Memasang Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil Dengan Daya Sampai Dengan 197 Kva Memasang Instalasi Listrik Bangunan Industri Menengah Memasang Instalasi Listrik Bangunan Industri Besar Memasang Instalasi Listrik Bangunan Industri Khusus Memasang Instalasi Listrik Bangunan Rumah Sakit Memasang Instalasi listrik Pompa (Hydrant.01 KTL. 23. 25.01 KTL.01 KTL.IK02.IK02.103.01 KTL. 28.01 KTL.01 KTL.01 KTL. 6. 22.IK02. IK02. Air Bersih. 30.230.01 KTL.102. 9.IK02.IK02. Apartemen. 24. 3.101. 26.219. Lampu Kabut ) Memasang Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Memasang Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal.IK02. 12.01 KTL. 8.013. Sekolah. Escalator dan Conveyor Memasang Instalasi Listrik Kolam Renang Memasang Instalasi PLC Memasang Instalasi SCADA 13 .IK02.224. 7.108.IK02.01 KTL.104. Hotel.01 KTL.02 KTL. 18. Sekolah.229. 20. Hotel.01 KTL. 10.220.222. Springkler.115.118. Escalator Dan Conveyor Memasang PHB Pencahayaan Kolam Renang Memasang Catu Daya Arus Searah (DC Power) Memasang Penangkal/Penangkap Petir Memasang Lampu Tanda (Lampu Lalu lintas.I K02. 21. Pasar Swalayan.IK02.IK02.228.01 KTL.IK02.IK02.01 KTL.IK02.IK02.01 KTL. 15.01 KTL.IK02. 4.107. 11.IK02.IK02. Apartemen. Perkantoran.106.226.116.112. 2.110. Pasar Swalayan.221.01 KTL.02 JUDUL UNIT KOMPETENSI Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal. Air Kotor/limbah) Memasang PHB Air Conditioning Memasang PHB Lift.111.01 KTL.01 KTL.01 KTL.225.01 KTL.IK02.IK02. 14.IK02. 5.227. 19. Springkler. Gedung Olahraga) Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Industri Kecil Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Industri Menengah Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Industri Besar Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Industri Khusus Merakit Dan Memasang PHB Penerangan Bangunan Rumah Sakit Memasang Sistem Pembumian Memasang PHB Utama Dan PHB Cabang Memasang PHB Pompa (Hydrant. IK02. Air Bersih dan Air Kotor/limbah ) Memasang Instalasi Listrik Air Conditioning Memasang Instalasi Listrik Lift.IK02. Perkantoran.

101.109. Rumah Ibadah).102.103.II02.II02.II02. Springkler. 14. 11.112. Apartemen. 9.II02.01 KTL.01 14 .IK02.IK02. 15.II02.106.114.II02.107.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal.234. 34.108.IK02.II02.01 KTL. 8.IK01.II02.01 KTL. Lampu Kabut) Menginspeksi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) 3. Gedung Olahraga) Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Industri Kecil Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Industri Menengah Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Industri Besar Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Industri Khusus Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Rumah Sakit Menginspeksi Pemasangan Pembumian Menginspeksi Pemasangan PHB Utama Dan PHB Cabang Menginspeksi Pemasangan PHB Pompa (Hydrant. 35. 5.IK02. KTL.232.01 KTL.II02.116.01 KODE UNIT KTL.01 KTL.II02.233.01 KTL.IK02. Air Kotor/limbah) Menginspeksi Pemasangan PHB Air Conditioning Menginspeksi Pemasangan PHB Lift.01 KTL. 7.01 KTL. Sekolah.II02. 6.113. Menginspeksi Rakitan Dan Pemasangan PHB Penerangan Bangunan Gedung (Kampus. 12.01 KTL. NO 32.115. Perkantoran. 2. KODE UNIT KTL.II02.110. Air Bersih.01 KTL.01 KTL.105.104.117. 16.31. 36. 33.236. Escalator Dan Conveyor Menginspeksi Pemasangan PHB Pencahayaan Kolam Renang Menginspeksi Catu Daya Arus Searah (DC Power) Menginpeksi Penangkal/Penangkap Petir Menginspeksi Lampu Tanda (Lampu Lalu lintas.01 KTL.II02. Sub Bidang Inspeksi.01 KTL.01 KTL.231. 4.01 Memasang Instalasi PLC Dan SCADA JUDUL UNIT KOMPETENSI Memasang Memasang Memasang Memasang Memasang Instalasi PLC Dan DCS Instalasi DC Power Instalasi Otomasi Listrik Industri Instalasi Otomasi Listrik Industri Khusus Instalasi Otomasi Listrik Rumah Sakit 3.111. Pasar Swalayan.01 KTL.01 KTL. Hotel. 13. KTL.235.II02.II02.II02.01 KTL. Papan Reklame. 17.01 KTL. Standar kompetensi sub bidang Inspeksi terdiri atas 31 (tiga puluh satu) unit kompetensi dengan rincian sebagai berikut: DAFTAR UNIT KOMPETENSI SUB BIDANG INSPEKSI NO 1.01 KTL.II02. 10.

01 KTL.223.222.II02. 20.219. 15 .01 KTL.IO02. 31.II02. 23.II02. KODE UNIT KTL.226.01 Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Kecil KTL.II02.NO 18. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI KTL. Gedung Olah Raga) KTL. Gedung Olah Raga).IO02.01 Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Gedung (Kampus.01 KTL.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI Menginspeksi Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal.II02.II02.224.103.01 KTL.01 KTL.01 KTL. 2. 30.01 KTL. Standar kompetensi sub bidang Operasi terdiri atas 49 (empat puluh sembilan) unit kompetensi dengan rincian sebagai berikut: DAFTAR UNIT KOMPETENSI SUB BIDANG OPERASI NO 1.II02. Rumah ibadah) KTL.225. 25.01 KTL.II02.218. 24.01 Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Sederhana (Rumah tinggal.227. 22.229. Escalator dan Conveyor Menginspeksi Instalasi Listrik Kolam Renang Menginspeksi Instalasi PLC Menginspeksi Instalasi SCADA Menginspeksi Instalasi PLC dan SCADA 4.II02. Menginspeksi Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Gedung (Kampus. Pasar Swalayan.230.204.II02.220.II02. Sub Bidang Operasi.01 KTL. Hotel. 29. Sekolah.II02. 28. Air Bersih dan Air Kotor/limbah) Menginspeksi Instalasi Listrik Air Conditioning Menginspeksi Instalasi Listrik Lift. 4.01 Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Menengah.231. 21. 3. Rumaha Ibadah).II02.101.01 KTL.102.01 KTL.II02. Apartemen. Sekolah.228. Menginspeksi Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil Menginspeksi Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Industri Menengah Menginspeksi pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Industri Besar Menginspeksi pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Industri Khusus Menginspeksi pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Rumah Sakit Menginspeksi Instalasi Listrik Pompa (Hydrant. Springkler.221.IO02. Perkantoran. 27. 19.IO02.01 KTL. Pasar Swalayan. Apartemen. Hotel. 26.01 KTL. Perkantoran.

14. 15.229.IO02.112. 13. 31.IO02.125.IO02.01 KTL. 27.IO02.IO02. Springkler. Pasar Swalayan.113.01 KTL.123. Ibadah) Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Gedung (Kampus. 6.IO02. 16.01 KTL. Sekolah. Hotel.IO02.01 KTL. 22.IO02. KODE UNIT KTL.IO02. Air Kotor/Limbah) Mengoperasikan PHB Air Conditioning Mengoperasikan PHB Lift.01 KTL.205. 7.214. Apartemen.206.IO02.IO02.IO02.IO02.109.IO02.218.01 KTL. 19. 11. Air Bersih. Air Bersih Dan Air Kotor/Limbah) Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Rumah Sakit Mengoperasikan Instalasi Listrik Air Conditioning (AC) Mengoperasikan Instalasi Listrik Lift.01 KTL. Perkantoran. Papan Reklame.217.121.IO02. Gedung Olah Raga) Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Industri Menengah Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Industri Besar Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Industri Khusus Mengoperasikan Instalasi Listrik Pompa (Hydrant.232.01 KTL.228. 24.230.01 KTL. 33.124.01 KTL.01 KTL.01 KTL. Escalator Dan Conveyor Mengoperasikan Instalasi Listrik Pencahayaan Kolam Renang 25.IO02.122.01 KTL.01 KTL.01 KTL.IO02.IO02.IO02.IO02.IO02.01 KTL.01 KTL.01 KTL. 8. Memasang Lampu Tanda (Lampu Lalu Lintas. 12.IO02.01 KTL. 18.IO02.01 KTL.110.227. 30. 23.01 KTL.01 KTL.131.215.120. 29.IO02.01 KTL.NO 5.IO02.133.01 16 . 20.IO02. KTL. 28. 21.111.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Besar Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Khusus Mengoperasikan Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Rumah Sakit Mengoperasikan sistem Pembumian Mengoperasikan PHB Utama dan PHB Cabang Mengoperasikan PHB Pompa (Hydrant. 10.IO02. 26.126.119.108. Springkler.IO02. 17.01 KTL.01 KTL.016.01 KTL.207.IO02. 32. Lampu Kabut) Mengoperasikan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Mengoperasikan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal. Rumah.01 KTL. 9. Escalator Dan Conveyor Mengoperasikan PHB Pencahayaan Kolam Renang Mengoperasikan Programable Logic Control (PLC) Mengoperasikan Sistem SCADA Memelihara Dan Memperbaiki Peralatan Dan Sirkit Terkait Mengoperasikan PLC Dan DCS Mengoperasikan PLC dan SCADA Mengoperasikan Catu Daya Arus Searah (DC Power) Mengoperasikan Penangkal/Penangkap Petir.

040.038.IH02.NO 34.01 KTL. Gedung Olah Raga).IO02. Ibadah) Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Gedung (Kampus.236. 48.IH02. 35. Apartemen.047.IO02.01 KTL.039. Pasar Swalayan. 41.IO02.IO02. 4.IO02.042.IO02.01 KTL.IH02. 39. 7. 38. KODE UNIT KTL.IO02.01 KTL.049.IO02.01 KTL.101.237.IO02.235. 46.01 KTL.01 KTL.046.IO02.IO02.01 KTL. Perkantoran. 3.134.IO02.102.01 KTL. Hotel.01 KTL.IO02.IH02.01 KTL.01 KTL. Standar kompetensi sub bidang Pemeliharaan terdiri atas 29 (dua puluh sembilan) unit kompetensi dengan rincian sebagai berikut: DAFTAR UNIT KOMPETENSI SUB BIDANG PEMELIHARAAN NO 1.01 KTL.041.106.104.01 KTL.043.IO02. 37.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI Mengoperasikan Instalasi Catu Daya Arus Searah (DC power) Mengoperasikan Instalasi Otomasi Listrik Industri Mengoperasikan Instalasi Otomasi Listrik Industri Khusus Mengoperasikan Instalasi Otomasi Listrik Rumah Sakit Memonitor Pemakaian Energi Didalam Konteks Elektroteknologi Memasang Kabel Fleksibel Dan Kontak Tusuk Ke Peralatan Listrik Yang Disambungkan Ke Sumber Tegangan Fasa Satu 220 V Memasang Dan Menyambung Sistem Pengawatan Memasang Peralatan Listrik/Elektronik Melaksanakan Prosedur “Commissioning” Dari Peralatan Dan Sirkit Terkait Melaksanakan Pemeriksaan Fungsi Peralatan Memeriksa Dan Memperbaiki Gangguan Pada Peralatan Dan Sirkit Terkait Mengkoordinasikan Bahan (Material) Memasok Proyek Melaksanakan Kegiatan-Kegiatan Pekerjaan Dasar Mengurusi Gangguan Melaksanakan Perbaikan Dasar Untuk Peralatan Listrik / Elektronika 5. 6.01 KTL.01 KTL.045.044. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Industri Kecil.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Sederhana (Rumah Tinggal. 44. 43. 49.105. 45.107.01 KTL.01 KTL.IH02.IH02.IH02. 40. 5. 36. Sekolah. Rumah.01 KTL. 2.01 KTL.IO02. 42. 47. KODE UNIT KTL. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Industri Menengah Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Industri Besar Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Industri Khusus Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Rumah Sakit 17 .01 KTL.103.048.IO02. Sub Bidang Pemeliharaan.

IH02.IH02.01 KTL. Memelihara Dan Memperbaiki DCS. Memelihara Dan Memperbaiki Sistem SCADA. 16.01 KTL.01 KTL.IH02.01 KTL. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Industri Besar.IH02.01 KTL. Escalator Dan Conveyor.01 KTL.01 KTL.227. B.01 JUDUL UNIT KOMPETENSI Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Sistem Pembumian Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Air Conditioning (AC) Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Pencahayaan Kolam Renang Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Catu Daya Arus Searah (DC power) Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Lampu Tanda (Lampu Lalu Lintas. Springkler. Lampu Kabut). Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Pompa (Hydrant. Memelihara Dan Memperbaiki PLC Dan SCADA.223. 24.01 KTL.109. 22. 29. 9.01 KTL. 10. 21.113 .01 KTL. 25.219. 17.01 KTL.01 KTL.IH02.224.218.229.IH02.217. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Otomasi Listrik Rumah Sakit.01 KTL. 26.IH02. 15.IH02. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Otomasi Listrik Industri. 19.IH02.226.110.228.IH02. Unit Kompetensi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Ketenagalistrikan Bidang Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik yang dijabarkan kedalam sub bidang dan unit kompetensi sebagaimana tersebut di atas lebih lanjut setiap unit kompetensinya diuraikan sebagai berikut: 18 . 11.01 KTL. 20.IH02.IH02.112. Papan Reklame.221. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Lift. Air Bersih Dan Air Kotor/Limbah).01 KTL. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Otomasi Listrik Industri Khusus. 27. Memelihara Dan Memperbaiki PLC Dan DCS.IH02.225. 23.IH02. 28.01 KTL. KODE UNIT KTL. 12.108.NO 8.216.IH02.IH02.214. 14.IH02.01 KTL.IH02.111.01 KTL. Memelihara Dan Memperbaiki Papan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Menengah Memelihara Dan Memperbaiki Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Besar Memelihara Dan Memperbaiki Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Industri Khusus Memelihara Dan Memperbaiki Perlengkapan Hubung Bagi (PHB) Penerangan Bangunan Rumah Sakit Memelihara Dan Memperbaiki Programable Logic Control (PLC). Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Rumah Sakit.IH02.IH02.01 KTL.220.222. 18.01 KTL. Memelihara Dan Memperbaiki Instalasi Listrik Bangunan Industri Khusus.IH02.01 KTL.IH02.215. 13.