BELERANG

Keberadaan: Unsur Bebas, senyawaan

Cara Pengeluaran: Sifat kimia: Sifat fisika dan kealotropan: Herman Frasch Proses Claus

dapat bergabung dengan kebanyakan logam pada pemanasan: Mg(s) + S(s)  MgS(s) 2Al(s) + 3S(s)  Al2S3(s) non-logam, padat, berwarna kuning pucat, tanpa bau dan rasa, konduktor panas yang buruk dan bukan konduktor listrik.

sebagian unsur non-logam dapat bereaksi langsung dengan belerang: S(s) + 3F2(g)SF6(g) 2S(s) + Cl2(g)S2Cl2(g) S(s) + O2(g)SO2(g) 2S(s) + C2(g)CS2(l) belerang dioksidakan oleh asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat: S(s) + 6HNO3(aq)2H2O(l) + H2SO4(aq) + 6NO2(l) S(s) + 2H2SO4(l)2H2O(l) + + 3SO2(l) S(s) + 6OH-(aq)2S2-(aq) + SO32-(aq) + 3H2O(l) yang diikuti oleh, S2-(aq) + nS(s) S2-n+1(aq) dimana, n = 1-8 Ion tiosulfat SO32-(aq) + S(s)S2O32-(aq) Ion polisulfida

Alotrop siklooktabelerang, S8, (susunan sigsag di sekitar cincin)

Alotrop sikloheksabelerang, S6

HIDROGEN SULFIDA

Kejadian dan pembuatan:

Sifat fisika:

Sifat kimia:

gas yang tidak Gas alam, telur atau tumbuhan yang membusuk. Mereaksikan besi(II)sulfida dengan asam klorida encer: FeS(s) + 2 H Fe
2+ (aq) + (aq)

berwarna, bau yang tajam seperti telur busuk. Sifat sebagai asam, asam yang lemah: H2S(g) + H2O(l)  H3O+(aq) + HS-(aq) HS-(aq) + H2O(l)  H3O+(aq) + S2-(aq)

+ H2S(g)

Pemanasan antimon(III)sulfida dengan asam klorida pekat: SbS3(s) + 6 HCl(aq) 2SbCl3(aq) + 3H2S(g)

Sifat sebagai pereduksi

BELERANG OKSIDA

BELERANG DIOKSIDA Terbentuk bila belerang terbakar di udara. Sifat fisika: gas yang tidak berwarna, bau sangat menusuk, sangat beracun, sangat larut dalam air. Sifat kimia: belerang oksida yang berada di udara merupakan sumber hujan asam.

BELERANG TRIOKSIDA Cara pembuatan: Fe(SO4)3(s)Fe2O3(s) + 3SO3(g) 2SO2(g) + O2(g)2SO3(g)

Sifat fisika: cairan tidak berwarna, bentuk polimetrik.

Sifat kimia: Oksida asam yang kuat, menjadi berasap dalam udara lembab, bereaksi secara keras dengan air membentuk asam sulfat SO3(s) + H2O(s)H2SO4(l) Dengan oksida basa CaO(s) + SO3(g)  CaSO4(s) Sebagai suatu oksidator, 2HBr(g) + SO3(s) H2O(l) +Br2(l) + SO2(g)

ASAM SULFAT

Pembuatan asam sulfat melibatkan konversi belerang dioksida kepada belerang trioksida. Sumber-sumber belerang dioksida: diperoleh dari belerang, sulfida logam, gas alam dan minyak mentah.

Pemakaian:

Produksi pupuk, superfosfat dan amonium fosfat, pembuatan cat, pembuatan detergen, untuk pembersihan petroleum, metalurgi, zat warna, bahan peledak, dan obatobatan.

Proses kontak: 2SO2(g) + O2(g) SO3(g) SO3(g) + H2SO4(g) H2S2O7(g) H2S2O7(g)+ H2O(l) 2H2SO4(l) zat cair yang kental, kovalen, mempunyai Sifat fisika: struktur tetrahedral, mempunyai belerang dengan valensi C. ∆Ho298K = -196 KJ mol-

Sifat kimia:

Asam sulfat sebagai asam: H2SO4(l) + H2O H3O+(aq) + HSO4-(aq) Asam sulfat sebagai dehidrator. Fungsi asam sulfat menjadi sangat penting dalam sejumlah reaksi organik. Asam sulfat sebagai agen sulfonasi. Asam sulfat sebagai agen oksidasi: Dengan logam aktif 4Zn(s) + 4H2SO4(l) 4Zn SO4 (aq) + 4H2 (g)

SULFIT

Diperoleh bila belerang dioksidasi kemudian dilarutkan dalam air.

Mengandung ion-ion Hidronium(H3O+), ion Hidrogensulfit (HSO3-)

Mempunyai struktur piramida:

Natrium sulfit sebagai penglantang dalam proses Kraft (pembuatan kertas), membuat natrium tiosulfat.

SULFAT

Larut dalam air.

Bukan pereduksi atau pengoksidasi.

Ion sulfat adalah basa konjugat dari asam kuat sederhana.

Stabil pada pemanasan.

Hidrogen Sulfat jika dipanaskan mengalami peruraian menjadi pirosulfat, bersifat asam oleh HIDROGEN SULFAT adanya hidrolisis. Natrium Hidrogen Sulfat digunakan untuk agen pembersih rumah tangga.

Ion tiosulfat tidak cukup stabil pada pemanasan. TIOSULFAT Tiosulfat berlaku sebagai agen pereduksi. Tiosulfat yang paling dikenal adalah garam natrium tiosulfat pentahidrat yang dipakai dalam fotografi.

PEROKSODISULFAT

Belerang Heksafluorida:

Tidak berwarna, tidak berbau, tidak reaktif. Pembentukan:

Dampaknya: menyerap radiasi energi dalam jumlah yang besar.

Digunakan sebagai sumber gas penyekat dalam sistem listrik tegangan tinggi, untuk menutup magnesium lebur selama proses pemurnian logam.

S(l) + 2F(g)  SF6(g)

Belerang Halida yang Lain

Belerang Tetrafluorida:

Belerang Monoklorida

Sangat reaktif: SF4(g) + 2H2O(l)  SO2(g) + 4HF(s)

Sifat-sifat: bau tidak enak, racun, dipakai dalam vulkanisasi getah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful