KATA MAJEMUK Kata majemuk ialah dua kata atau lebih yang menjadi satu dengan erat sekali

dan menunjuk atau menimbulkan satu pengertian baru.1 Kata majemuk termasuk bentuk bahasa yang banyak dibicarakan orang. Berbagai pendapat ahli bahasa menganggap kata majemuk sebagai kata. Anggapan tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa kata majemuk kadang-kadang dapat mengalami proses morfologi seperti kata. Misalnya kata rumah dapat diberi afiks ber- sehingga menjadi berumah. Kata majemuk rumah tangga dapat pula diberi afiks ber- sehingga menjadi berumah tangga. Kata rumah dapat diberi afiks me-.....-kan sehingga menjadi merumahkan. Kata majemuk kambing hitam dapat diberi afiks me-.....-kan sehingga menjadi mengkambing hitamkan. Dari segi dapatnya kata dan kata majemuk mengalami proses morfologi berupa afiksasi sebenarnya tidak dapat dipakai sebagai ciri bahwa kata majemuk tersebut adalah kata dan bukan frase. Hal ini saya kemukakan mengingat adanya kenyataan bahwa proses morfologis yang berupa afiksasi dapat pula dikenakan pada frase. Misalnya frase hitam legam dapat mendapat afiks me- sehingga berwujud menghitam legam. Frase tidak adil dapat diberi afiks ke-.....-an sehingga menjadi ketidakadilan. Selain ciri morfologi seperti diatas, biasanya kata majemuk dianggap sebagai kata karena hubungan antara unsur dalam kata majemuk tersebut dianggap sangat erat. Keeratan hubungan tersebut, menurut beberapa ahli ditandai oleh tidak dapatnya kata majemuk tersebut dipisahkan atas unsur-unsurnya. Pemisahan itu diwujudkan dalam bentuk penyisipan kata lain diantara unsur kata majemuk tersebut. Misalnya rumah makan dan kamar tidur tidak dapat disisipi kata sedang sehingga menjadi rumah sedang
1

Sumber : http://www.e-li.org/main/pdf/pdf_315.pdf

1

akan. atau. Padahal bentuk yang mirip yang tidak tergolong kata majemuk dapat disisipi kata tersebut. Apabila dipandang dari segi klausa atau kalimat (secara sintaksis) maka kata majemuk sama dengan kata dan frase yaitu sama sebagai pengisi gatra dalam klausa atau kalimat. Misalnya bentuk adik makan dan adik tidur dapat disisipi dengan sedang sehingga menjadi adik sedang makan dan adik sedang tidur. Hal ini disebabkan kata makan dan tidur dalam rumah makan dan kamar tidur bukanlah mengisi gatra predikat melainkan gatra penentu (pembatas). ternyata tidak dapat bergabung dengan kata-kata seperti sedang. Bentuk makanan pelindung dapat disisipi dengan kata untuk sehingga menjadi makanan untuk pelindung. Lain halnya dengan rumah makan dan kamar tidur. Misalnya : Apakah kalian sudah makan ? 2 . akan. Artinya unsur langsung dari klausa atau kalimat kadang-kadang berupa kata. Kata makan dan tidur dalam rumah makan dan kamar tidur.makan dan kamar sedang tidur. Bentuk seperti itu dapat kita bandingkan dengan bentuk makanan pelindung. Kita semua tahu bahwa makan dan tidur apabila mengisi gatra predikat tentulah dapat bergabung dengan kata-kata seperti sedang. telah. frase. Sebenarnya kedua bentuk itu tidak sekelas. Bukankah kita biasa mengisi gatra predikat dengan sedang makan dan sedang tidur sehingga bentuknya adik sedang makan dan adik sedang tidur adalah bentuk-bentuk yang lazim bagi kita. dan telah. Demikian pula rumah makan dan kamar tidur dapat disisipi kata untuk sehingga menjadi kamar untuk makan dan kamar untuk tidur. kata majemuk dan masing-masing dapat ditersendirikan atau menjadi calaon kalimat minor.

”Sudah”. Sebenarnya memang kata majemuk tidak sama persis dengan frase biasa. Engkau hendak pergi kemana ? Ke pasar. Kata majemuk dalam bahasa indonesia selalu berwujud gabungan kata sedangkan kata adalah unsur langsung dari frase tunggal. ”kumis kucing” adalah kata. 3 . Akan tetapi. Dari sisni kiata dapat menarik garis lurus bahwa kata majemuk sekelompok dengan frase. Daun apa yang bisa dipakai sebagai obat sakit ginjal ? Kumis Kucing. Bertolak dari pendapat kata majemuk adalah frase. Frase merupakan perluasan dari kata. yaitu sama-sama gabungan kata yang bukan predikat. melainkan hanya prilaku sintaksisnya. Apabila frase dibedakan dari klausa (kalimat) dengan ciri tidak adanya predikat (bukan konstruksi predikatif) maka kata majemuk pun adalah gabungan kata yang bukan konstruksi predikat (lihat kata majemuk rumah makan dan kamar tidur di atas). Oleh sebab itu masih bisa digolongkan dengan frase. bukan ciri-ciri khusus. perbedaan kata majemuk dengan frase bukanlah perbedaan yang prinsip. Dengan kata lain frase selalu berbentuk gabungan kata. dan kata majemuk yang masingmasing dapat berdiri sendiri dan dapat menjadi calon kalimat minor. frase. Kata majemuk pun. ”ke pasar”. maka perlu diketahui seberapa jauh persamaan kata majemuk dengan frase biasa.- Sudah. juga merupakan gabungan kata.

BENTUK PASIF DALAM BAHASA INDONESIA Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai suatu hal atau tindakan. tentang. Ada bahasa yang mengungkapkan fokus ini secara morfemis.html Sumber : http://prince-mienu. tetapi ada pula yang menggunakan cara lain. subjek dalam kalimat pasif berperan menjadi penderita. 2 Contoh: Mobil itu terpakai keluarga S P O Dalam kalimat diatas. dan ke-an. dengan mengontraskan dua bagian kalimat. yang.com/2009/02/kalimat-aktif-dan-kalimat-pasif. Kata kerja bentuk pasif biasanya berimbuhan ter-. dengan menggunakan konstruksi posesif anaforis beranteseden.html 4 . dengan menggunakan afiks tertentu.blogspot.3 Dalam bahasa Indonesia fokus kalimat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kelima. predikatnya harus diisi oleh kata kerja bentuk pasif. Kedua. Dengan kata lain. Ketiga. subjek (mobil) berperan sebagai sesuatu yang dikenai hal atau tindakan tidak sengaja terinjak.blogspot. dengan cara memakai partikel pun. Fokus Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu. baik itu disengaja ataupun tidak. di-. dengan memberi tekanan pada bagian kalimat yang difokuskan. antara lain: Pertama. Keempat. Karena subjeknya berperan menjadi penderita sekaligus fokus dalam kalimat. 2 3 Sumber : http://bahasakebanggaan.com/2010/01/tataran-linguistik-3-sintaksis. dan adalah pada bagian kalimat yang difokuskan. dengan mengedepankan bagian kalimat yang difokuskan.

Kata kerja 3. Kata ganti 4. Kata bilangan 5. Mess 1. Kata tambahan 7. Kata kerja 5. Kata sifat 6. Kata ganti 4. Kata depan 8.PENGGOLONGAN KATA PENGGOLONGAN KATA SECARA TRADISIONAL Penggolongan kata oleh C. Kata seru Penggolongan kata oleh Tardjan Hadjaja 1.A. Kata bilangan 6. Kata keadaan 3. Kata penghubung 5 . Kata sambung 10. Kata keterangan 9. Kata depan 8. Kata sandang 7. Kata benda 2. Kata benda 2.

Kata sandang 10. Kata keadaan 4. Kata kerja 3. Kata bilangan 7. Kata bilangan 7. Kata ganti 2. Batuah 1. kata seru Penggolongan kata oleh Soetarno 1. Kata benda 2. Kata sandang 10. Kata penghubung 9. Kata keterangan 5. Kata sifat 5. Kata seru Penggolongan kata oleh S. PNG. Kata sambung 8. Kata ganti 6.9. Kata kerja 4. Kata depan 9. Kata perangkai 8. Kata benda 3. Kata seru 6 . Kata tambahan 6. Zainuddin GL.

Penggolongan kata oleh I.R. Kata sebut 2. Kata-kata yang dapat melakukan jabatan gatra pangkal dan gatra sebutan 3.J. Kata perangkai PENGGOLONGAN KATA SECARA NON TRADISIONAL Penggolongan kata oleh Slametmuljana 1. Kata ganti 4. Kata kerja 3. Kata sifat 4. Kata tugas 7 . Kata-kata pembantu regu II 4. Kata tambah 3. Kata keterangan tambahan 5. Kata-kata pembantu pertalian Penggolongan kata oleh Gorys Keraf 1. Kata-kata yang pada hakekatnya hanya melakukan jabatan gatra sebutan 2. Kata benda 2. Poedjawijatna dan P. Kata seru 8. Kata depan 7. Kata bilangan 6. Zoetmulder 1.

Kata benda 2. Numeralia 7. Interogativa 8. ajektiva 3. Konjungsi 12. Preposisi 11. Kategori fatis 8 . Kata ganti 9. Wojowasito 1. Adverbia 6. Demonstrativa 9. Kata penghubung 6.Penggolongan kata oleh S. Kata tambah 5. Nomina 4. Kata depan Penggolongan kata oleh Harimurti Kridalaksana 1. Kata sifat 4. Kata seru 7. Kata bilangan 8. Artikula 10. Pronomina 5. Kata kerja 3. Verba 2.

13. Ramlan 1. Kata verbal 2. Kata penyukat 7. Kata keterangan 4. Kata penghubung 11. Kata tambah 5. Kata depan 12. Kata bilangan 6. Kata tanya 9. Kata seruan 9 . Kata sandang 8. Interjeksi Penggolongan kata oleh M. Kata suruh 10. Kata nominal 3.

Tugas Morfologi KATA MAJEMUK. BENTUK PASIF DAN PENGELOMPOKAN KATA DALAM KALIMAT Oleh ANDI AGUSSALIM NIM P0500210009 PROGRAM STUDI LINGUISTIK PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN 2010 10 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful