LA ODE MUH.

TAUFIQ

Muh. Nadjib Bustan .Masalah Kesehatan darurat ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Bersifat massal Memberikan gangguan yang berat Kejadian yang mendadak Cenderung meluas (musibah demi musibah) Memerikan dampak sosial dan ekonomi Memerlukan tindakan khusus segera (emergency) Prof. Dr.

letupan penyakit (outbreak) penyakit baru (new/emerging diseases) pandemi kiamat .

Kedaruratan  bila krisis terjadi sebagai perubahan mendadak dari suatu keadaan yang selama ini berlangsung normal dan mendadak berubah menjadi buruk  krisis bisa merupakan perubahan terbalik dari segala upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang sedang dibangun  krisis bisa terbentuk sebagai akibat dari perubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan alamiah yang ada .

Apa yang harus dilakukan .

Depkes).LANGKAH 1 y survailans aktif berupa active morbidity/mortality surveillance. antisipasi berupa penulusuran data dari kejadian gempa sebelumnya sudah harus dipersiapkan direncanakan. . Pencatatan dan pelaporan terhadap segala sesuatu yang berhubungan secara langsung atau tidak langsung dengan kejadian kesehatan darurat sudah harus dikerjakan oleh badan terkait (misalnya Pusat Pengendalian Krisis.

Aktip dan pasif lebih kwantitatif pengumpulan Data kualitatif data .Tabel 1. pengumpulan Pengamatan dengan Survei populasi-reguler dasar. Penilaian Awal. Surveilen dalam Kedaruratan Bencana Fase Darurat Waktu 1-4 bulan Fase Post Darurat Dari permulaan bulan dan seterusnya Metode Screening. Sistem informasi kesehatan yang berkelanjutan Prioritas Mengurangi angka utama kematian Mendeteksi KLB penyakit Type Dilakukan dengan aktif. rancangan dan pengawasan program. data walking around.

Formal Laporan Daftar Penyakit. lebih dalam jumlah. data yang di butuhkan untuk tindakan immediated Bisa menambahkan konfirmasi laboratorium. untuk kebutuhan kesehatan dalam waktu yang lama. lebih sedikit isu mendesak. Surveilen dan data yang di gunakan Simpel.Tabel 1. s ( titik berat pad pendekatan kesehatan masyarakat) . Surveilen dalam Kedaruratan Bencana Fase Darurat Ukuran populasi Metode survei sample Fase Post Darurat Sensus dan survei bersifat tambahan Defenisi kasus Tanda dan gejala klinis sederhana Bebrapa kondisi umum Informal Investigasi Pengendalian campak dan wabah kolera. Menyeluruh Data untuk menilai mutu.

Metode pengumpulan data Surveilans (bencana) Pengamatan dari udara (satelit/ helikopter) Pengamatan kualitatif (Walk-trought) Survey singkat dan kasar (quick and dirty) Surveilans rutin ke survey khusus .

Dan pusat . Antar kota/ prop.SURVEILANS Sebagai bentuk Pengendalian dan pencegahan KLB Laboratorium Pusat penelitian Pusat kajian dan penyelenggara program kesehatan Sumber data lain Tata hubungan surveilans epid.

bahan makanan. tenaga kesehatan ´ kerusakan ´ .DATA YANG DIKUMPULKAN Kesakitan dan kematian (utama) ´ area geografis ´ Sumber daya yang tersedia ´ Resiko penyakit utama dari daerah bencana ´ Populasi yang berisiko terkena dampaknya ´ Ketersediaan air bersih. ketersediaan obat/ fasilitas. fasilitas sanitasi dan t4 hunian.

Penelusuran riwayat kejadian musibah memerlukan waktu yang panjang dan memerlukan proses tersendiri.LANGKAH 2 y menelusuri riwayat kejadian musibah (natural history of disaster). .

LANGKAH 3 ´ perencanaan kesehatan darurat (health disaster planning) yang mencakup perencanaan. manajemen dan organisasi penanganan bencana .

PERENCANAAN y defenisi initial case. y penentuan tanggung jawab personil dari tim dan penjadwalan penugasan. y hipotesis dari keadaan dan kecenderungan epidemi. y strategi pengendalian. y mobilisasi sumberdaya internal dan eksternal y pengaturan/koordinasi dukungan tenaga kesehatan dan rumah sakit tempat penanganan korban . y bentuk dan tujuan investigasi.

masalah sosial (situasi di pengungsian). dan psikologi yang bisa berdampak langsung atau tidak langsung pula pada kesehatan korban (kesehatan jiwa). pada post-even juga terjadi masalah-masalah non-kesehatan seperti masalah ekonomi (kehilangan harta benda). . Selain masalah kesehatan.` upaya rehabilitasi (relief effort).

Terakhir adalah tindakah segera terhadap bahaya bencana (alarm sign) . Jadi pada dasarnya. pada tahap pre-event masyarakat yang berada pada daerah rawan bencana diajak untuk meningkatkan kepedulian (alert sign).LANGKAH KE 5 penelitian khusus. maka dilanjutkan pada peningkatan perhatian terhadap tanda siaga (warning sign). Suatu penelitian cepat (rapid health assessment) biasanya diperlukan untuk mengetahui kebutuhan mendesak para korban bencana. Bila kepedulian sudah terbentuk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful