P. 1
Laporan Fieldtrip Sistematika Hewan.doc k Mul

Laporan Fieldtrip Sistematika Hewan.doc k Mul

|Views: 4,815|Likes:
Published by chakie09

More info:

Published by: chakie09 on Oct 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1.Latar Belakang
  • 1.2.Tujuan
  • 2.1.2. Keadaan Fisik
  • 2.1.3. Potensi Biotik Kawasan
  • 2.2.1. Pengertian Vertebrata
  • 2.2.2. Asal-Usul Vertebrata
  • 2.2.3. Klasifikasi vertebrata
  • 2.3.1. Kelas Agnatha (ikan tak berahang)
  • 2.3.2. Kelas Placodermi (Ikan Pelat kulit)
  • 2.3.3. Kelas Chondrichthyes (Ikan bertulang rawan)
  • 2.4. Kelas Amphibia
  • 2.5. Kelas reptilia
  • 2.6.1. Pengertian Aves
  • 2.6.2. Evolusi dan morfologi Aves
  • 2.6.3. Kebiasaan Aves
  • 2.6.4. Hubung Aves dengan manusia
  • 2.7.1. Pengertian Mamalia
  • 2.7.2. Karakteristik Mamalia
  • 2.7.3. Klasifikasi Mamalia
  • 3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
  • 3.2. Alat dan Bahan
  • 3.3.2. Pengamatan Burung
  • 3.3.3. Pengamatan Reptil
  • 3.3.4. Pengamatan Amphibi
  • 3.3.5. Pengamatan Mamalia
  • 4.1. Hasil Pengamatan
  • 4.2.1.1. Ikan Kakap Merah (Lutjanus. sp)
  • 4.2.1.2. Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)
  • 4.2.1.3. Kakap Belang-Belang (Epinephelus fuscoguttatus)
  • 4.2.1.4. Bawal Putih (Pampus argenteus)
  • 4.2.1.5. Kerapu (Epinephelus. sp)
  • 4.2.1.6. Tongkol (Euthynnus affinis)
  • 4.2.2.1. Biawak ( ) A. Klasifikasi
  • 4.2.2.2. Kadal ( ) A. Klasifikasi
  • 4.2.3.2. Perenjak Jawa (Prinia familiaris)
  • 4.2.3.3. Elang Laut (Haliaeetus leucogaster)
  • 4.2.3.4. Cici Padi (Cisticola juncidis)
  • 4.2.4.2. Lutung (Trachypithecus sp )
  • 4.2.4.3. Rusa (Muntiacus sp )
  • 4.2.4.4. Tupai ( )
  • 4.2.4.5. Landak (Tachyglossus aculeatus )
  • 4.2.4.6. Kucing (Felis sp )
  • 4.2.4.7. Kelelawar ( )
  • 5.1. Kesimpulan
  • 5.2. Saran

LAPORAN FIELDTRIP SISTEMATIKA HEWAN II

KEANEKARAGAMAN HEWAN VERTEBRATA DI CAGAR ALAM PANANJUNG PANGANDARAN

Disusun Oleh : Maulya Arfi Syahputra Nasti Susanti Restu Yuslida Wantoso

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2009

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebagai modal dasar pembangunan, Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan anugerahNya kepada Bangsa Indonesia berupa kekayaan. Keanekaragaman flora dan fauna beserta ekosistemnya tersebar diseluruh Nusantara. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara ”Megabiodiversity” di dunia. Dari limpahan kekayaan ittu Indonesia memiliki 25% species ikan dunia, 17% species burung, 16% species reptilia dan amphibi, 12% mamalia dan 10% species tanaman berbunga. Banyak dari species tersebut merupakan species endemik Indonesia yang terdiri atas 430 species burung, 200 species mamalia dan sekitar 155 species pohon Dipterocarpaceae (Supriatna dan Hendras, 2000). Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap hewan vertebrata diperlukan pengamatan sebanyak-banyaknya jenis-jenis hewan yang termasuk dalam kelompok vertebrata. Terkadang praktikum di laboratorium sangat dibatasi oleh ketersediaan preparat. Oleh sebab itu perlu dilakukan praktikum lapangan disuatu tempat yang mengkoleksi berbagai jenis hewan vertebrata. Salah sartu tempat tersebut adalah Cagar Alam. Salah satu Cagar Alam yang ada adalah Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Ciamis Jawa Barat. Pada Cagar Alam Pananjung Pangandaran terdapat beragam jenis hewan terutama hewan verytebrata. Dengan berbagai ragam floranya, kawasan taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain yaitu Tando (Cynocephalus variegatus), Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Presbytis cristata), Kalong (Pteropus campyrus), Banteng (Bos sondaicus), Rusa (Cervus timorensis), Kancil (Tragulus javanica), dan Landak (Hystrix javanica). Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (Gallus varius), Tlungtumpuk (Magalaema javensis), Cipeuw (Aegitina tiphia), Larwo (Copsychus malaharicus) dan Jogjog (Pycnonotus plumosus). Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak), Katak buduk (Bufo melanostictus), dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat

ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp), Tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular, antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus). Dengan keanekaragaman dan kekayaan hewan vertebrata yang dimiliki oleh Cagar Alam Pananjung Pangandaran, maka tempat ini sangat tepat untuk dijadikan tempat untuk praktikum lapangan. 1.2. Tujuan Praktikum lapangan ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragan dan kekayaan hewan vertebrata di Cagar Alam Pananjung Pangandaran.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Studi Area Cagar Alam Pananjung Pangandaran 2.1.1.Sejarah Kawasan Pada tahun 1922 Y. Eycken membeli tanah pertanian di Pananjung Pangandaran, kemudian memindahkan penduduk yang tinggal di daerah yang sekarang menjadi taman wisata alam dan pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor Rusa. Karena memiliki keanekaragaman satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha. Selanjutnya daerah tersebut dikelola sebagai daerah perburuan pada tahun 1931, dilakukan tindakan untuk memperbaiki habitat bagi satwa berkuku yang dimasukkan. Karena memiliki keanekaragaman satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934 status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha dengan keputusan Statblad 1934 nomor 663. Tetapi ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia Fatma yang langka pada tahun 1961, statusnya diubah menjadi cagar alam, dengan surat keputusan Menteri Pertanian no.34/KMP/tahun 1961. Akhirnya pada tahun 1978, karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, maka sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal pemukiman statusnya diubah menjadi Taman Wisata Alam dengan luas wilayah 37,70 ha. Dan pada tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan disekitar cagar alam laut dengan luas 470 ha sehingga luas kawasan perairan disekitar Pangandaran seluruhnya menjadi 1500 ha. Perkembangan selanjutnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan No.104/kpts-II/1993 pengusahaan Taman Wisata Alam Pangandaran diserahkan kepada Perum Perhutani dan diserahkan fisik pengelolaannya pada 1 November 1999.

Sumber : http://www. Topografi Keadaan tofografi Taman Wisata Alam Pangandaran sebagian besar landai dengan beberapa tempat terdapat tonjolan bukit kapur yang terjal. Kabupaten Ciamis.1. Elevasi antara 0-20m dpl dan didaerah landai antara 2-3m dpl. Peta Kawasan Pangandaran b. Secara geografis terletak pada 109oBT dan 7oLS. Keadaan Fisik a.com Gambar 1. Sebelah utara berbatasan dengan desa Pangandaran d. . Sebelah selatan berbatasan dengan cagar alam Pangandaran Secara wilayah pengelolaan hutan Taman Wisata Alam Pangandaran termasuk pada BKPH Pangandaran KPH Ciamis dan BKSDA Jabar II Ciamis. Sebelah timur berbatasan dengan cagar alam laut Pangandaran c.2. sedangkan berdasarkan administrasi pemerintahan termasuk wilayah Desa Pangandaran.mail-archive. Kecamatan Pangandaran.7 ha. Luas dan Letak Taman Wisata Alam Pangandaran ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 170/Kpts/Um/3/1978 tanggal 10 Maret 1978 dengan luas 37. Sebelah barat berbatasan dengan cagar alam laut Pangandaran b.2. Propinsi Jawa Barat dengan batas-batas sebagai berikut: a.

196 mm/tahun. Di daratan rendahnya terdapat hutan tanaman yang merupakan tanaman exotica. . Pohon-pohon yang dominan antara lain Laban (Vitex pubescens). dan Benda (Disoxyllum caulostachyllum). Kondang (Ficus variegata). Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus). Ditumbuhi pohon formasi Barringtonia. Pohon-pohon di hutan sekunder tua di dalam kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran memiliki ketinggian rata-rata antara 25 – 35 m. Iklim Berdasarkan Schmidt dan ferrguson.c. Ketapang (Terminalia catappa). Nyamplung (Callophyllum inophyllum) dan Waru Laut (Hibiscus tiliaceus). Kondang (Ficus variegata). kawasan taman wisata alam Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar. seperti Butun (Barringtonia aseatica). Pohon-pohon tersebut umumnya ditandai oleh tumbuhnya jenis tumbuhan liana dan epifit. Selain itu banyak juga terdapat jenis-jenis pohoon seperti Reungas (Buchanania arborencens). seperti Butun (Barringtonia aseatica).1. Fauna Dengan berbagai ragam floranya. Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum). suhu udara rata-rata 25oC-30oC dengan kelembaban 80-90%. b. Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan. Mahoni (Swietenia mahagoni) dan Komis (Acacia auriculirformis). Taman Wisata Alam Pangandaran dan sekitarnya termasuk tipe iklim A dengan curah hujan rata-rata 3. 2. juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti Pohpohan (Buchania arborescens). yaitu yang terdiri dari tanaman Jati (Tectona grandis). Ketapang (Terminalia catappa). Teureup (Artocarpus elsatica) dan lain-lain.3. Jenis satwa liar yang dapat dijumpai pada kawasan ini antara lain yaitu Tando (Cynocephalus variegatus). Curah hujan terbanyak antara Oktober-Maret dan bulan kering pada bulan Juli-September. dengan jenis-jenis yang dominan diantaranya Laban (Vitex pubescens). Flora Flora yang terdapat di Taman Wisata Alam Pangandaran terdiri atas 80% vegetasi hutan sekunder tua dan sisanya adalah hutan primer. Ki segel (Dillenia excelsa) dan marong (Cratoxylon formosum). Dari formasi Barringtonia. Potensi Biotik Kawasan a.

Tokek (Gecko gecko) dan beberapa jenis ular. Banteng (Bos sondaicus). Katak buduk (Bufo melanostictus). Jenis Amphibi yang dapat ditemui diantaranya adalah Katak pohon (Rhacopnorus leucomistak). dan Bancet (Rana limnocharis). Sedangkan jenis Reptilia yang dapat ditemui diantaranya adalah Biawak (Dracopolon sp). Pengertian Vertebrata Vertebrata adalah subfilum dari Chordata dengan ciri umum memiliki tulang belakang(vertebrae). Larwo (Copsychus malaharicus) dan Jogjog (Pycnonotus plumosus). antara lain Ular pucuk (Dryopsis prasinus).2. Sumber : http://www. ditengah mesoderm.ngarumatpangandaran. dan didalam membatasi rongga usus dinamakan entoderm. Rusa (Cervus timorensis). Multiselular yang embrionya memiliki tiga lapisan jaringan (lembaga) yaitu disebelah luar disebut ektoderm. Vertebrata 2. Peta Persebaran Flora dan Fauna Cagar Alam Pananjung Pangandaran 2. Sedangkan jenis-jenis burung yang dapat dijumpai antara lain burung Canghegar (Gallus varius).2. Cipeuw (Aegitina tiphia).Badan bersifat bilateral simetri. dan Landak (Hystrix javanica).1.org Gambar 2.Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). terdapat . Kancil (Tragulus javanica). Tlungtumpuk (Magalaema javensis). lutung (Presbytis cristata). Kalong (Pteropus campyrus).

Klasifikasi vertebrata Menurut Djuhanda. Antiarchi.kelas Amphibia Subkelas Labyrinththodontia Subkelas Lissamphibia F Kelas Reptilia . Kelas Chondrichthyes : ikan berangka rawan. Subkelas Cyclostomata B. yang menyelenggrakan kontrol dan koordinasi terhadap gerak batas syaraf tubuh. 2. Kelas Agnata : Vertebrata yang tidak berahang Subkelas Ostacodermi. Acantodi C. Subkelas Elasmobrancii: Subkelas Holocephali D. Asal-Usul Vertebrata Menurut Djuhanda.2.2. Memiliki struktur ranggka tengkorak yang melindungi dan menunjang otak. Kelas Placodermi : termasuk Arthrodira.rongga tubuh atau solom.( 1983) vertebrata di klasifikasikan menjadi : A.3. 2.2.Otak pada vertebrata sudah terbagi-bagi menjadi beberapa gelembung(lobus).Saluran pencernaan sempurna. yang dibatasi oleh mesoderm. Kelas Osteichthyes : ikan-ikan berangka tulang Subkelas Acanthodii Subkelas : Actinopterigii Infra kelas Chonrostei: Infra kelas Holostei Subkelas Sarcoteryygii Infra kelas Dipnoi Infra kelas Crossopterygii E.( 1983) Dalam pembahasan struktur yang disajikan sebagian para ahli ada yang menerima vertebrata berkerabat lebih dekat dengan Cephalochordata(contonhnya ampioxus) dari pada Urochordata(Hewan yang memiliki ekor dan chordata) namun sebagian ahli lain ada yang berpendapat vertebrata lebih dekat dengan Echinodermata(contohnya karang).

Kelas Agnatha (ikan tak berahang) Menurut Kimball.1. Kelas Osteichhthyes 5. Kelas Plakodermi 3. tidak terdapat sirip: ikan tersebut berenang dengan gerakan undulasi.3. melalui insang dan keluar melalui serangkaian kantung insang yang bermuara di permukan. Pertkaran gas terjadi pada pasangan-pasangan insang interna. 1983 mengklasifikasikan vertebrata menjadi: 1.(kimball. diperkirakan hidup dengan menghisap zat-zat organik dari dasar sungai tempat mereka hidup. Kelas Reptilia 7. Kelas Mamalia Subkelas Prototheria Subkelas Theria Infrakelas matatheria Infrakelas Eutheria Kimball. 1983) Djuhanda. (1983) Merupakan Salah satu vertebrata pertama yang ditemukan dalam bentuk fosil. Pisces 2. 1983 memabagi kelas Agnatha menjadi beberapa subkelas: a. dengan tiap insang ditunjang oleh suatu lengkungan tulang. Kelas Chonrichthyes 4. Air masuk melalui mulut. relatif kecil.3.Kelas Aves Subkelas Archaeornithes Subkelas Neornites H. Kelas Burung 8. Kelas Ikan tak berahang ( Agnata) 2. Kelas Mamalia 2. Agnatha bentuk pipih. Subkelas Ostracodermi . Kelas Amfibia 6.Subkelas napsida Subkelas Archosauria Subkelas Euruapsida G.

Tubuhnya kecil. Contoh subkelas ini adalah Hagfish dan Lamprey 2. merupakan vertebrata yangtidak berahang yang kepalanya gepeng dan mempunyai mata dorsal. pola percabangan dari pembuluh darah berhubungan dengan insan.3.Ordo Pteraspidomorpha. mempunyai rahang yang kuat dengan pinggirannya bergerigi. anggota pektoralnya sangat khusus ( antiarch = berlawanan + tangan) Ordo Atrhrodira. karena kotak otaknya pepat.3. dan hanya ostracodermi inilah yang mempunyai pelat sisik dan perisai kepala yang kecilkecil(Anaspida = Tanpa perisai) . dan sisik yang seperti duri-duri kecil. Subkelas Cyclostomata Bersifat semiparasit terhadap ikan-ikan berangka tulang.Ikan bertulang rawan dapat dibedakan dari ikan-ikan lainnya. . mempunyai perisai-perisai besar dari tulang yang melindungi kepala dan bagian anterior tubuhnya. Tidak berahang dan tubuh ditutupi sisik yang kuat atau pelat-pelat tulang(ostracodermi = cangkang kulit). Mulut dan Lidahnya disesuaikan untuk melekat pada tubuh dan memarut daging mangsanya (Cyclostome = Bulat + Mulut). Moncongnya selalu menonjol kedepan dari mulut. dan sering sekali mempunyai duri-duri ganjil pada perisainya atau sepanjang punggungnya ( pterospid = sayap + perisai) b. mempuyai perisai kepala dan dada yang dirangkai bersama engsel (arthrodira = sendi + leher) 2. 1983 membagi Chondrichthyes kedalam beberapa subkelas: .Ordo Cephalasidomorpha.(Kimball.2. hidup didalam aliran air dibeberapa benua.Ordo Anaspida. struktur siripnya. bentuk badannya ramping. Ostracodermi dibagi menjadi menjadi beberapa ordo: . 1983) Djuhanda. 1983) Djuhanda. 1983 membagi placodermi menjadi bebrapa ordo: Ordo Antiarchi.3. sirip yang pertama membantu dalam memangsa hewan yang lebih kecil secara aktif . Kelas Chondrichthyes (Ikan bertulang rawan) Tidak memiliki rangka tulang sama sekali baik didalam maupun sisiknya (Chondrichthyes = rawan + ikan).(djuhanda. Kelas Placodermi (Ikan Pelat kulit) Memiliki rahang dan sirip yang berpasangan. adalah vertebrata tanpa rahang. sedangkan yang kedua membantu lokomosi dengan menstabilkan ikan tersebut didalam air.

Terdiri dari hiu dan pari. panjang tubuhnya hampir satu meter yang menjadi punah sekitar zaman perkembangan mamalia. 1983) Djuhanda. Ikan laut ini hampr menyerupai hiu yang besar kecuali mulut letaknya hampir terminal.memiliki tiga infrakelas. . Selaput sirip berpasangan disokong oleh jari-jari tulang yang memancar dari pangkal sirip.Hewan jantan mempunyai alat pemeluk tunggal berbentuk gada pada ujung kepala.3. 1983 membagi kelas ini menjadi beberapa subkelas: a.(Djuhanda. Subkelas Holocephali Hanya terdapat sedikit sisk atau tidak sama sekali. b. Kelas Osteichthyes ( ikan bertulang keras) Kebanyak ikan dari kelas ini mempunyai tengkorak. mata lateral yang besar. Subkelas Sarcopteyigii Sirip ikan-ikan ini mempuyai tonjolan-tonjolan lunak sperti daging .Ordo Pleuracanthodii. Kepala dibangun oleh tulang dan sisik-sisiknya yang kecil yang tebal dan keras. spirakulum tidak ada. gelsng snggots. ikan air tawar. dan mulut yang lebar dengan ditumbuhi banyak gigi. Holostei jumlahnya lebih banyak di zaman jura dan Cretaseus. banyak terdapat pada zaman carbon.a. dan teleostei. 2. yaitu Chondrstei. Subkelas Actinopterygii Ikan-ikan berjari-jari sirip. Mereka sekaranmg diwakili oleh sturgeon dan paddlefish.Sirip-sirip yang banyak dari acanthodii adalah tersendiri dan masingmasing mempunyai selaput tipis yang disokong pada pinggirannya yang besar oleh duriduri yang panjang dan kuat.Chondrostei. mempunyai serangkaian celah-celah insang dan sisik kecil-kecil yang kasap. Subkelas Elasmobranchii Mempunyai lubag insang luar berbentuk celah(Elasmobranchii = Pelat + insang).Ordo Cladoselachii. vertebrae. penyokong sirip. b.3. dan sisik kesemuanya dari tulang. Notokor tetap ada. . c. Holostei. berkembang biak di zaman trias. Subkelas Achantodii(acanthodii = duri + bentuk) Mempunyai bentuk tubuh ramping. namun ada pendapat lain yang menjadikannya ordo. terbagi menjadi beberapa ordo : .Ordo Selachii.

tubuh yang tegap. paru-paru yang fungsional. 2. dan kulit yang kering. Subkelas Lissamphibia Meliputi semua amphibia yang ada sekarang. . Subkelas labyrinthodontia Sudah punah sejak 175 tahun yang lalu. 1983 mengklaifikasikan Amphibia menjadi beberapa subkelas: a. bagian kerangka terutama kaki pada umumnya dibangun oleh tulang rawan.Infrakelas Dipnoi. b. ikan berparu. Lapisan luar yang menanduk dari kulit mengelupas secara berkala. . dan sistem sirkulasi yang maju. Mempunyai lubang hidung yang aneh (lubang yang menghubungkan rongga hidung dengan rongga mulut).Beberapa Labirinthodontia betul-betul hewan air. memberikan sarana untuk lokomasi dan bernafas diudara.Hanya separuh hidup dari Amphibia dihabiskan didarat sedangkan sisa lainyya dihabiskan untuk berkembangbiak diair. mencakup sebagian besar Amphibia yang pernah hidup.Infrakelas Crossopterygii. kebanyakan ikan air tawar yang besarnya sedang dan bentuknys norlmal atau sedang. Kulit nya yang lembab mengandung banyak kelenjar mukus dan hanya sedikit yang menyokongnya(liss = licin). dan dianggap menyerupai Dipnoi dalam hal mempunyai paruparu yang fungsional dan sistem peredaran darah yang sudah maju. sedangkan yang lainnya memperlihatkan sifat-sifat hewan darat seperti dengan kaki-kainya yang kuat. Amphibia memiliki spirakel yang tertututp dengan membran berfungsi sebagai gendang telinga dan tulang rahang berfungsi meneruskan getaran dari membran ini ke telinga dalam. Djuhanda. yang mereka warisi dari moyang crossopterygii. fungsi-fungsi tersebut memberikan kemampuan untuk mendeteksi suara. Panjang tubuhnya kurang lebih 30 cm.Terdiri dari beberapa infrakelas: . Kelas Amphibia Amphibia merupkan perintis daratan. banyak nenek moyang crossopterygii mempuyai khoane (lubang hidung dalam).4. Atrium kedua dalam jantung memungkinkan darah yang mengandung oksigen langsung kembali kedalam untuk dipompa keseluruh badan dengan tekanan yang penuh. Paru-Paru dan tulang anggota tubuh.

semua reptilia memiliki cangkang. Diperkirakan terdapat sekitar 8.6. Reptilia adalah tetrapoda. Kelas Aves 2. ia berkerabat dekat dengan reptil. yaitu anura (tanpa ekor) termasuk katak. Columna vertebralis dapat dibedakan. Bersama kerabatnya terdekat. burung membentuk kelompok hewan yang disebut Archosauria.Ordo Rhynchocephalia (tuatara dari Selandia Baru): 2 spesies . dalam daerahdaerah dan melekat pada gelang pinggul lebih kuat dari amphibia. walaupun distribusi reptilia yang utama hanya di daerah tropis dan sub-tropis.Ordo Crocodylia (buaya dan alligator): 23 spesies .600 spesies .200 spesies burung di seluruh dunia.Terdapat tiga ordo. sekarang hanya tersisa 4 ordo yang masih hidup: . kebanyakan reptilia mempunyai cakar.Kelas ini dikelompokkan dalam 17 sampai 23 ordo.Ordo Testudinata (kura-kura dan penyu): sekitar 300 spesies Reptilia bisa ditemui di semua benua kecuali Antarktika. kecuali ular. dan juga amniota (hewan yang embrionya dikelilingi oleh membran amniotik).Diperkirakan burung berkembang dari sejenis . dan disusun bersama dalam 5 atau 6 subkelas. sekitar 1. yang lebih tinggi dari orang. Evolusi dan morfologi Aves Meskipun burung berdarah panas. Jenis-jenis burung begitu bervariasi.2.Ordo Squamata (kadal. mulai dari burung kolibri yang kecil mungil hingga burung unta.800 – 10. Tubuh ditutupi oleh sisk tanduk. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx. Kecuali beberapa anggota ordo Testudines. dan Apoda (tanpa kaki). Urodella (Punya ekor) termasuk salamander.6. Pengertian Aves Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. 2. suku Crocodylidae alias keluarga buaya.6. 2. Berbagai jenis burung ini secara ilmiah digolongkan ke dalam kelas aves 2.1. Kelas reptilia Reptilia adalah sebuah kelompok dari hewan vertebrata.500 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.5. ular dan amphisbaenia {"worm-lizards"}): sekitar 7.

Burung juga ditemukan di rawa-rawa. dan hanya membantunya untuk bisa melayang dari suatu ketinggian ke tempat yang lebih rendah. cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya. perkotaan. mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. coklat gelap atau burik untuk menyamar. menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah. padang rumput. terutama di sayap. lebar untuk menangkap serangga terbang. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya. Pada awalnya. 2. Bulu-bulunya. dan wilayah kutub.3. Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa. kuat dan bersusun rapat. Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang. digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk. pipih untuk menyaring lumpur. yang memendek cakar depannya dan tumbuh bulu-bulu yang khusus di badannya. hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. cakar berselaput untuk berenang. Telur burung mirip telur reptil. telah tumbuh semakin lebar. mengerkah biji buah yang keras. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis. sebagai tempat perlekatan otototot terbang yang kuat. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih. runcing untuk menombak ikan. dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. yang hijau daun.6. dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. cakar penggali tanah dan serasah. Ada yang memiliki paruh kuat untuk menyobek daging. sayap primitif yang merupakan perkembangan dari cakar depan itu belum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh terbang. ringan. Bulubulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air. cakar pemanjat pohon. dan lain-lain. namun tetap kuat menopang tubuh. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam. gua-gua batu. tanah . Gigi-giginya menghilang. Kebiasaan Aves Burung berkembang biak dengan bertelur. atau kecil panjang untuk mengisap nektar. tengah lautan. Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh. pesisir pantai. Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna dan bentuknya. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong.reptil di masa lalu. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya.

atau unik. Beberapa jenis burung. Contohnya adalah burung-burung merpati. atau panas bumi menetaskan telur-telur itu. di mana anak-anak burung itu hidup mandiri dalam mencari makanan dan perlindungan. angsa dan bebek telah didomestikasi sejak lama dan merupakan sumber protein yang penting. Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-masing. seperti ayam. Sementara burung manyar jantan memikat pasangannya dengan memamerkan sarang setengah jadi yang dibuatnya. sarang itu akan dibuang atau ditinggalkannya 2. biasanya dilakukan oleh burung jantan. rangkong. ranting. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput. atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah. Anak-anak burung yang baru menetas umumnya masih lemah. Alih-alih mengerami. seperti jenis-jenis manyar alias tempua. bahkan ada pula yang sudah mampu terbang. sehingga harus dihangatkan dan disuapi makanan oleh induknya. murai batu dan lainlain. atau batu. Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang. dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Burung-burung elang kerap dipelihara pula untuk gengsi. Di samping itu. Hubung Aves dengan manusia Burung telah memberikan manfaat luar biasa dalam kehidupan manusia. burungburung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk. perkutut. dan untuk olahraga berburu. sarang itu akan dilanjutkan pembuatannya oleh burung jantan hingga sempurna. Anak burung gosong bisa segera berlari beberapa waktu setelah menetas. gagah-gagahan. jantannya melakukan semacam tarian untuk memikat si betina. orang juga memelihara burung untuk kesenangan dan perlombaan. Kecuali pada jenis-jenis burung gosong. Banyak jenis burung telah semakin langka di alam. dan namdur. persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil. . atau di dekat sumber air panas.pasir pantai yang panas. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat pasangan. kalkun. panas matahari. karena diburu manusia untuk kepentingan perdagangan tersebut. sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. seperti burung merak dan cenderawasih.4. Beberapa jenis tertentu. daging maupun telurnya. walet. akan tetapi bila betinanya tidak berkenan.6. Bila si betina berkenan.

sekaligus merintis kecakapan meneliti alam — terutama kehidupan burung — di kalangan generasi muda tersebut 2. Beberapa suaka alam dan taman nasional juga dibangun untuk melindungi burung-burung tersebut di Indonesia. karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia.7.2. dan tubuh yang endoterm atau "berdarah panas". baik oleh peraturan internasional maupun oleh peraturan Indonesia.7. tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia. Monotremata tidak memilki puting susu. Kelas Mamalia 2. Artinya. beberapa tahun belakangan ini telah tumbuh kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di kalangan pemuda dan pelajar. yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo. termasuk jantung yang beruang empat.1. Kegiatan yang menumbuhkan kekaguman dan kecintaan pada jenis-jenis burung yang terbang bebas di alam ini. Oleh sebab itu beberapa banyak jenis burung kini telah dilindungi. Secara filogenetik. Pengertian Mamalia Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu.000 genus. yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Karakteristik Mamalia Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya. monotremata memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelas Mamalia. Perlu diketahui bahwa taksonomi yang sering digunakan belakangan ini sering menekankan . Demikian juga dengan sifat endotermik yang juga dimiliki oleh burung. namun tetap memiliki kelenjar susu.Selain itu populasi burung juga terus menyusut karena rusaknya habitat burung akibat kegiatan manusia.7. Otak mengatur sistem peredaran darah. Yang menyenangkan. adanya rambut. meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai. yang disebut Mamalia adalah semua turunan dari nenek moyang monotremata (seperti echidna) dan mamalia therian (berplasenta dan berkantung atau marsupial) 2. Mamalia terdiri lebih dari 5. seperti pada ikan guppy dan hiu martil.

berambut) ia akan tetap dianggap sebagai mamalia karena nenek moyangnya sama dengan mamalia lainnya. Sel-sel terluar dari lapisan epidermis ini sering terkelupas. dan paling dalam adalah hipodermis. Ordonya tunggal. memiliki ketebalan 15-40 kali dibanding epidermis. meliputi sedikit hewan-hewan dari berbagai habitat. Klasifikasi Mamalia a. Subkelas Theria Vivipar (melahirkan anak). penahan benturan. Subkelas Prototheria Mamalia yamg masih hidup yang paling primitif adalah prototheria (pertama + hewan). epidermis bagian paling dalam sering membelah dan sel anakannya terdorong ke atas (ke arah luar). meliputi Mamalia yang berplasenta . dan insulasi.3. dan kangguru) mereka melahirkan bayi yang lemah dan dipelihara didalam kantong(marsupium = kantong) dari induknya sampai mereka dapat berkeliling. falanger. Bagian tengah. Hipodermis tersusun atas jaringan adiposa dan berfungsi untuk menyimpan lemak. b. yaitu platipus yang hidup di air. Dua infra kelas yang masih hidup sekarang.7. Infrakelas lainnya yang tetap hidup yaitu Eutheria ( Benar + hewan). Dermis terdiri dari berbagai komponen seperti pembuluh darah dan kelenjar. Ketebalan lapisan ini bervariasi pada setiap spesies. Mamalia memliki integumen yang terdiri dari 3 lapisan: paling luar adalah epidermis. 2. yang tengah adalah dermis. Epidermis biasanya terdiri atas 30 lapis sel yang berfungsi menjadi lapisan tahan air.pada kesamaan nenek moyang. wombat. bandikot. diagnosa karakteristik sangat berguna dalam identifikasi asal usul suatu makhluk. dan echidna Pemakan insekta. tapi misal ada salah satu anggota Cetacea ternyata tidak memiliki karakteristik mamalia (misal. Mamalia memiiki 3 tulang pendengaran dalam setiap telinga dan 1 tulang (dentari) di setiap sisi rahang bawah. yaitu : Metatheria terdirir dari Ordo tunggal yang disebut Marsupialia (yaitu oppossum. stapes) dalam setiap telinga dan paling tidak 3 tulang lain di setiap sisi rahang. Vertebrata lain yang memiliki telinga hanya memiliki 1 tulang pendengaran (yaitu. yaitu monotremata. dermis.

timbangan analitik.ngarumatpangandaran. kamera digital. buku panduan identifikasi hewan vertebrata.BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.com Gambar 1.2. Untuk analisis lebih lanjut dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta. Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah binokuler. Ciborok. jangka sorong. Padang Rumput Cikamal. Sumber : www. misnet. Peta Lokasi Penelitian 3. Pasir Putih dan Goa Parad pada tanggal 8-10 Mei 2009. .1. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi praktikum lapangan ini dilakukan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Ciamis Jawa Barat tepatnya tersebar di beberapa lokasi yaitu Rengganis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah formalin.

Pengamatan Burung Pengamatan burung dilakukan pada pagi (07. 3.3.00) dan sore (17.4. Setiap mamalia yang ditemukan dicacat kemudian dilihat ciri spesifik kemudian diidentifikasi.1 Pengamatan Pisces Pengamatan pisces dilakukan di Pasar Ikan Pananjung Pangandaran. Pengamatan Mamalia Pengamatan mamalia dilakukan dengan dua cara. Padang Rumput dan Hutan Wisata Ciborok. 3. Setiap reptil yang ditemukan dicatat dan diidentifikasi secara langsung.3.00-18. setelah itu dilakukan identifikas . Setiap amphibi yang ditemukan dicatat dan diidentifikasi secara langsung.3.3.00) di empat lokasi yang berbeda yaitu Pesisir Pantai Rengganis. Pengamatan dilakukan dengan mengamati secara langsung ikan yang terdapat pada penjual.3. kemudian mamalia yang ditemukan dilakukan beberapa parameter pengukuran untuk mengetahui jenis spesies yang ditemukan.5.2. Data burung didapatkan dengan cara pengamatan menggunakan metode point count dengan jari-jari plot pengamatan 50 m. Setiap burung yang ditemukan diidentifikasi langsung dengan melihat ciri spesifik dan dicocokkan dengan buku identifikasi burung. 3.3.3. UIN Syarief Hidayatullah Jakarta. Setiap ikan yang ditemukan diambil fotonya kemudian ditanyakan kepada penjual nama daerah ikan tersebut. Pada mamalia besar pengamatan dilakukan secara langsung pada lokasi dimana mamalia tersebut ditemukan. Pengamatan Reptil Pengamatan dilakukan dengan pengamatan langsung pada daerah-daerah yang dilalui pada waktu pengamatan ekologi. hal ini dilakukan karena objek yang akan diamati berbeda. Pengamatan Amphibi Pengamatan dilakukan pada malam hari dengan menelusuri daerah sungai kecil. Pesisir Pantai Goa Parad.00-08. Cara Kerja 3. Sedangkan untuk mamalia terbang pengamatan dilakukan dengan pembuatan perangkap berupa pemasangan misnet yang dipasang pada pohon yang dilakukan pada malam hari kemudian perangkap dibiarkan selama beberapa waktu.3. Untuk klasifikasi lebih lanjut dilakukan di Laboratorium Terpadu. 3.

1. 4. Reptil. Pisces Kelas pisces yang ditemukan terdiri dari 7 jenis.2. Pembahasan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran hewan-hewan vertebrata yang ditemukan ada 4 kelas yaitu Pisces. Aves dan Mamalia sedangkan untuk kelas Amphibi tudak ditemukan jenis apapun selama pengamatan dilakukan.1.2. sp Kakap Merah Lutjanus. hewan-hewsn vertebrata yang ditemukan adalah sebagai berikut: No 1 Pisces Kelas Hewan Vertebrata yang Ditemukan Nama Daerah Nama Latin Bawal Putih Pampus argenteus Kerapu Epinephelus. Hasil Pengamatan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama dua hari di Cagar Alam Pananjung Pangandaran.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. yaitu : . sp Kakap Putih Lates calcaliver Tongkol Euthynnus affinis Kakap Belang-Belang Epiephelus fuscoguttatus Tidak Ditemukan Spesies Apapun Kadal Biawak Cici Padi Cisticola juncidis Perenjak Jawa Prinia familiaris Elang Laut Haliaeetus leucogaster Walet Linci Collocalia linchi Monyet Ekor Panjang Macaca fascicularis Lutung Trachypithecus sp Rusa Muntiacus sp Tupai Landak Tachyglossus aculeatus Kelelawar Kucing Felis sp 2 3 4 Amphibi Reptilia Aves 5 Mamalia 4.

Sebagai ikan penguasa karang. como.4.1. Ketika ada makanan apa saja yang hanyut langsung disergapnya untuk mengisi perutnya. Karakternya dalam menyergap mangsanya. Di bagian dekat anal juga terdapat sirip analnya.1. ikan kakap biasanya bersembunyi di balik karang atau rumpon dan mengambil lokasi tepat di muka arus. ikan kakap dilengkapi dengan gigi untuk mengkoyak mangsanya. Makanannya berupa Ikan kembung. Deskripsi Bentuk tubuhnya bulat pipih memanjang dengan mempunyai sirip di bagian punggung. tembang. Cara : Animilia : Chordata : Vertebrata : Pisces : Teleostei : Percomorphi : Lutjanidae : Lutjanus : Lutjanus sp . Ikan Kakap Merah (Lutjanus. cumi dan sebagainya. Ikan-ikan yang paling besar di kawasanya selalu berada paling depan untuk memburu makanan. Di bawah perut juga terdapat sirip.2. sp) A. sedangkan yang ukuran sedang memilih ‘sisa-sisa’ setelah yang besar puas makan. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi ikan kakap merah adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Species B.

Pangkal sirip ekornya melebar.2. Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) A. sedangkan di bagian perutnya berwarna putih. 4.2. Ikan ini tidak menyergap namun menghisap dengan mulut lebarnya. Sedangkan bentuk sirip ekor bulat. Sirip punggung berjari-jari keras 3 dan lemah 7 ~ 8. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi ikan kakap putih adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Species B Deskripsi Tubuh ikan memanjang dan gepeng.1.makannya pun tergolong unik. Warna tubuhnya kehitaman pada bagian punggung. Pada waktu masih burayak (umur 1-3 bulan) warnanya gelap dan setelah menjadi gelondongan (umur 3-5 bulan) warnanya terang dengan bagian punggung berwarna coklat kebiru-biruan yang selanjutnya berubah menjadi keabu-abuan dengan sirip : Animalia : Chordata : Vertebrata : Pisces : Teleostei : Percomorphi : Centroponidae : Lates : Lates calcarifer .

Bagian atas penutup insang terdapat lubang kuping bergerigi 4.2. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi ikan kakap belang-belang adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies B. Kakap Belang-Belang (Epinephelus fuscoguttatus) A.ujung belakang maksila mencapai bagian bawah belakang mata.mulut besar dengan bibir tebal . Deskripsi Badan lonjong dan pipih lengkung kepala bagian atas agak cekung diatas mata. Mata berwarna merah cemerlang. Sirip ekor bundar .panjang kepal lebih besar daripada tinggi badan .3. Kepala agak besar . sedikit serong dengan geligi halus.berwarna abu-abu gelap.sirip dada relatif pendek.1.badan sirip punggung dan batang ekor bagian atas dengan bercak-bercak lebih : Animalia : Chordata : Vertebrata : Pisces : Teleostei : Perciformes : Serannidae : Epinephelus : Epinephelus fuscoguttatus . Mulut lebar. Rahang dengan gigi seperti taring .warna bervariasi dar coklat kehitaman sampai coklat keabu-abuan dengan bintik-bintik coklat tua kepala.

panjang tubuh bisa mencapai panjang 90 cm.gelap dan saling tumpah dinding dengan bercak-beercak kecil. Rahang atas dan bawah juga tidak boleh membuka dengan luas.4. Bawal putih dewasa kelihatan lebih lebar dan cembung.1. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi ikan bawal putih adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Actinopterygii : Perciformes : Bramidae : Pampus : P. Mata terletak di baagian kepala yang kelihatan seakan bersambung terus dengan badan.2. Bawal putih disebut juga bawal cermin karena dari pantulan cahaya dari badannya yang berkilat dan berwarna perak. Bawal Putih (Pampus argenteus) A. Meskipun badan bawal cermin kelihatan lebar tetapi mulut dan matanya agak kecil dan berhimpun di sudut hujung bahagian kepala. Deskripsi Bawal putih berbentuk seperti rombus dan sedikit cembung. . 4. argenteus B.

5. sp) A. Warna . Klasifikasi Klasifikasi taksonomi ikan kerapu adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Sub Kelas Ordo Sub ordo Divisi Famili Sub Famili Genus Spesies B.Badan bawal putih diliputi sisik halus berwarna putih beralun perak dan bahagian sirip memancarkan warna kelabu. Deskripsi : Animalia : Chordata : Vertebrata : Pisces : Teleostei : Percomorphi : Percoidea : Perciformis : Serranidea : Epinephelinea : Epinephelus : Epinephelus sp. .Garisan deria di badannya bermula dari insang hingga mencecah zon ekor.2. 4. Manakala sirip pektoral lebih panjang berbanding sirip dorsal dan ekor melengkung bentuk V. Kerapu (Epinephelus.1. Sesetengah bahagian badannya diliputi bintik hitam halus.

Badan ditutupi sirip kecil yang bersisik stenoid.Sirip ekor berbentuk bundar.1. sirip ekor berbentuk bundar. tinggi badan pada sirip punggung pertama biasanya lebih tinggi dari pada sirip dubur. Tongkol (Euthynnus affinis) A.Mulut lebar.6.Bentuk tubuh pipih. sirip punggung tunggal dan memanjang dimana bagian yang berjari-jari keras kurang lebih sama dengan yang berjari-jari lunak.Ikan kerapu genus Epinephelus tubuh ditutupi oleh bintik-bintik berwarna cokelat atau kuning. Posisi sirip perut berada dibawah sirip dada. Rahang atas dan bawah dilengkapi dengan gigi yang lancip dan kuat. yaitu lebar tubuh lebih kecil dari pada panjang dan tinggi tubuh. serong ke atas dengan bibir bawah yang sedikit menonjol melebihi bibir atas. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi ikan tongkol adalah sebagai berikut : Kingdom Phylum Sub Phylum Kelas Sub Kelas Ordo Sub Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Chordata : Pisces : Teleostei : Perchomorphi : Scombrina : Scombridae : Euthynnus : Euthynnus affinis . merah atau putih.2. 4.

Klasifikasi Klasifikasi taksonomi biawak adalah sebagai berikut : B. 4.panjang tubuh dapat mencapai 100 cm. dan pangkalnya bulat kecil.6 kg. sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk ke dalam lekukan tersebut. perut. Reptil Kelas reptil yang ditemukan terdiri dari 2 jenis.2.bagian bawah abu-abu keperakan.sirip dada pendek . Deskripsi Badan memanjang dengan penampang melintang agak bundar. Biawak ( ) A. Bentuk kepala bagian atas sampai awal sirip punggung agak cembung. Deskripsi . dubur. Deskripsi 4. yaitu : 4.sirip dada (pectoral fin) dan sirip punggung (dorsal fin) berwarna kehitaman.2.ujung sirip tidak melewati area yang kurang bersisik.kepala dan badan atasa biru tua kehitaman .C. sehingga dapat memperkecil daya gesekkan dari air pada waktu ikan tersebut sedang berenang cepat . dan dapat mencapai berat 13. dan dada pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh.1.2.2. Kadal ( ) A.2. Sirip-sirip punggung. Daerah yang kurang bersisik diatas garis rusuk dan garis-garis bergelombang menyilang kehitaman.Sirip ekor ( caudal fin). Klasifikasi Klasifikasi taksonomi kadal adalah sebagai berikut : B. ekor bercagak dua dengan kedua ujungnya yang panjang.sirip punggung dan dubur keputihan.2.2.

1. Tubuh bagian atas hitam kehijauan buram. Aves Kelas aves yang ditemukan terdiri dari 4 jenis. paruh dan kaki hitam. direkatkan dengan air ludah. ekor sedikit bertakik.2. terbuat dari lumut. yaitu : 4.2. Deskripsi Berukuran kecil (10 cm). Iris coklat tua. rumput atau bahan nabati lain.3.4. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi burung walet linci adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Ordo Famili Sub Famili Genus Species B. Walet Linci (Collocalia linchi) A.3. Sarang dibangun di tempat yang lebih : Animalia : Chordata : Vertebrata : Apodiformes : Apodidae : Apodenae : Collacalia : Collacaliafuciphaga . Sarang berupa mangkuk tidak rapih. tubuh bagian bawah abu-abu jelaga. perut keputih-putihan.

Menghuni hutan mangrove dan habitat sekunder terbuka. terutama kebun dan taman. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi burung perenjak jawa adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies B. Tubuh bagian atas coklat-zaitun. perut dan tungging kuning pucat. berwarna zaitu n. Ekor panjang. paruh bawah kekuningan. Perenjak Jawa (Prinia familiaris) A. Berburu di sekitar permukaan tanah sampai puncak pohon. Ribut. paruh atas hitam. : Animalia : Chordata : Vertebrata : Aves : Passeriformes : Cisticolidae : Prinia : Prinia familiaris . sisi dada dan sisi tubuh kelabu.terang. atau bangunan. di dekat mulut gua. 4. rekahan batu. Terbang lemah dan menggelepar.3. kaki merah muda.2. tenggorokan dan dada tengah putih. Deskripsi Berukuran agak besar (13 cm).2. Iris coklat. suka berkelompok kecil. dengan garis sayap putih khas serta ujung hitam-putih.

3.3. Deskripsi Berukuran besar dengan panjang 70-80 cm. .2. Elang Laut (Haliaeetus leucogaster) A. leher dan bagian bawah badan berwarna putih. Sayap. Bulu primer Hitam Pada individu yang masih anak dan remaja warna cokelat pucat dan akan berubah warna sekitar umur 3 tahun. punggung dan ekor berwarna Abu-abu.4.Tubuh berwarna putih. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi burung elang laut adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Ordo Famili Genus Species : Animalia : Chordata : Vertebrata : Aves : Falconiformes : Accipitridae : Haliaeetus : Haliaeetus leucogaster B. Abu-abu dan hitam. Individu dewasa: Kepala.

panjang tubuh dari ujung paruh hingga ujung ekor sekitar 10 cm. Sisi atas tubuh kecoklatan bergaris-garis atau bercoret kehitaman. Deskripsi Berukuran kecil. paruh dan sera abu-abu.sedangkan warna Abu-abu sayap berwarna cokelat tua.Bentuk ekor menyerupai baji. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi burung cici padi adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Vertebrata : Aves : Passeriformes : Cisticolidae : Cisticola : Cisticola juncidis B. 4. Tungging kuning tua kemerahan dengan ujung ekor berwarna putih menyolok.2.3.4. Warna iris cokelat. sisi bawah tubuh agak pucat. lebih putih daripada Cici merah. Cici Padi (Cisticola juncidis) A. Ekor kerap digerak-gerakkan menutup dan membuka .

terutama dekat air.4.serupa kipas. paruh coklat. yaitu : 4. sehingga burung ini juga dinamai Fan-tailed Warbler. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi monyet ekor panjang adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Subfilum Kelas Ordo : Animalia : Chordata : Vertebrata : Mamalia : Primata .1. Memangsa aneka jenis serangga. Pemalu. jarang terlihat kecuali pada musim berbiak. sisi leher dan tengkuk berwarna pucat. kawin dengan beberapa betina dalam satu musim. kaki Menghuni padang rumput dan persawahan. Telur 3-6 butir putih sampai kemerahan. di mana burung jantan sesekali keluar untuk memikat betinanya.2. Sarang ini tersusun dari daun-daun rumput yang dianyam dan dijahit dengan aneka serat tumbuhan dan jaring laba-laba. Sarang berupa mangkuk dibuat di antara batang-batang rumput yang lebat dan tersembunyi. Burung jantan bersifat polygamous. Iris mata coklat. 4.2. Mamalia Kelas mamalia yang ditemukan terdiri dari 7 jenis.4. sering dijahitkan beberapa lembar daun atau rumput untuk menutupi dan menyamarkan sarang. Alis putih. Di bagian atasnya. Cici padi lebih banyak menjelajah di sela-sela kerimbunan batangbatang rumput yang tinggi. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis ) A.

sedangkan berat tubuh rata-rata betina dewasa sekitar 3 kg. Warna tubuh bervariasi. Pada dataran tinggi.000 meter diatas permukaan laut. Berat tubuh jantan dewasa berkisar anatara 3.4.Family Subfamiy Genus Spesies B. milau dari abu-abu sampai kecoklatan. Anak yang baru lahir berambut kehitaman. dengan ventral berwarna putih.Seringkali juga ditemukan dihutan bakau sampai ke hutan didekat perkampungan. Masa kehamilan berkisar antara 153-179 hari dan umumnya hanya melahirkan satu ekor anak.5-8 kg. Deskripsi : Cercopithechidae : Cercopithechinae : Macaca : Macaca Fascicularis Monyet ekor panjang merupakan jenis monyet yang mempunyai ekort panjang lebih kurang sama dengan panjang tubuh. yang diukur dari kepala hingga ujung tubuhnya.Panjang tubuh berkisar antara 385-648 mm. Hidup pada hutan primer dan sekunder mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi sekitar 1.2. jensi monet ini biasanya diumpai didaerah pertumbuhan sekunder atau pada daerah-daerah perkebunan penduduk. Lutung (Trachypithecus sp ) . 4.2. Panjang ekor pada jantan dan betina antara 400-655 mm.

Klasifikasi Klasifikasi taksonomi lutung adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Kelas Ordo Genus Spesies B. Deskripsi Lutung berbadan langsing dan berekor panjang. Lutung hidup di hutan. Ukuran lutung berkisar antara 40-80 cm. Hewan ini hidup bergerombol antara 5-20-an yang dipimpin oleh seekor jantan. dengan berat 5-15 kg. tangan lutung terbilang pendek. Rusa (Muntiacus sp ) . terutama hutan hujan. : Animalia : Chordata :Mamalia :Primata : Trachypithecus : Trachypithecus sp 4. lutung termasuk hewan siang (hewan diurnal).3. Warna bulu (rambut) tubuhnya berlainan tergantung spesiesnya.A. Jika dibandingkan dengan kakinya. dari hitam dan kelabu. dan sangat aktif pada pagi dan sore hari. hingga kuning emas. Tonjolan di atas matanya membedakan lutung dari saudara dekatnya.2.4. dengan telapak yang tidak berbulu. pejantan berbadan lebih besar daripada betinanya. surili. Suara pejantan ini sangat nyaring. Sehari-hari bergelayutan dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. ditujukan terutaman untuk mengingatkan agar kelompok lain tidak memasuki wilayahnya.

Telinga mempunyai sedikit rambut. Deskripsi Muntiacus muntjak dikenal sebagai kijang mempunyai sehelai mantel pendek rambut. mereka mengeluarkan bunyi yang kedengarannya seperti gonggongan anjing. Warna mantel keemasan berwarna coklat di atas yang putih yang sampingan yang belakang di pihak perut. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi tupai adalah sebagai berikut : . atau tipis dan tinggal di daerah yang lebih hangat. Tupai ( ) A.A.4. dan muka coklat tua. Kalau mereka merasa adanya predator.2. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi rusa adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies B.4. Mantel atau kulit bisa tebal dan padat untuk yang hidup di iklim yang lebih sejuk. : Animalia : Chordata : Mamalia : Artiodaktila : Cervidae : Muntiacus : Muntiacus sp 4.

Landak (Tachyglossus aculeatus ) A.6.2. Deskripsi 4. monotremata adalah satu-satunya kelompok mammalia yang dapat melakukannya. juga dikenal sebagai spiny anteater (pemakan semut berduri) karena makanannya yaitu semut dan rayap.4.2. Tubuh Ekidna moncong pendek tertutup bulu dan duri serta memiliki moncong yang unik dan lidah khusus sehingga bisa menangkap mangsa dengan cepat.4.5. Ekidna moncong pendek bertelur. Seperti monotremata lainnya yang masih hidup. Kucing (Felis sp ) : Animalia : Chordata : Mamalia : Monotremata : Tachyglossidae : Tachyglossus : Tachyglossus aculeatus shaw. Deskripsi Landak atau ekidna moncong pendek (Tachyglossus aculeatus).B. 4. adalah satu dari empat spesies ekidna yang masih hidup dan satu-satunya anggota dari genus Tachyglossus.1972 . Klasifikasi Klasifikasi taksonomi landak adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies B.

4. ketika orang Mesir kuno menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari hasil panen. Beruang dan anjing kadang memakan buah. tapi ciri ini berkembang lebih baik pada kucing.7. akar. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi kucing hutan adalah sebagai berikut : Kerajaan: Animalia Filum : Chordata Kelas : Mamalia Ordo : Karnivora Famili : Felidae Genus : Felis Spesies: Felis Sp B. Tidak seperti karnivora lain. kucing hampir tidak makan apapun yang mengandung tumbuhan. Meskipun memiliki reputasi sebagai hewan penyendiri.4. Meskipun ciri ini juga terdapat pada famili Canidae atau anjing . biasanya buruan segar.500 tahun yang lalu. Kelelawar ( ) .2. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging. kucing biasanya dapat membentuk koloni liar tetapi tidak menyerang dalam kelompok seperti singa .A. atau madu sebagai suplemen jika ada sementara kucing hanya memakan daging. Deskripsi Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 3.

.A. Klasifikasi Klasifikasi taksonomi kelelawar adalah sebagai berikut : Kingdom Filum Sub Filum Kelas Infrakelas Superordo Ordo B. Deskripsi : Animalia : Chordata : Vertebrata : Mamalia : Eutheria : Laurasiatheria :Chiroptera .

• • Hewan Vertebrata Kelas Reptil yang ditemukan ada 2 jenis yaitu Kadal ( ) dan Biawak ( ).BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Hewan Vertebrata Kelas Aves yang ditemukan ada 4 jenis yaitu Burung Cici Padi (Cisticola juncidis ). Ikan Kakap Putih (Lates calcaliver). . Kesimpulan Berdasarkan praktikum lapangan yang telah dilakukan di Cagar Alam Pananjung Pangandaran maka dapat ditarik beberapa kesimpulan. yaitu : • Hewan Vertebrata Kelas Pisces yang ditemukan ada 6 jenis yaitu Ikan Bawal Putih (Pampus argenteus ). Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dan Ikan Kakap Belang-Belang (Epiephelus fuscoguttatus ). Burung Elang Laut (Haliaeetus leucogaster ) dan Burung Walet Linci (Collocalia linchi ). sp). Ikan Kakap Merah (Lutjanus. Burung Perenjak Jawa (Prinia familiaris).1. sp). Ikan Kerapu (Epinephelus.

maka disarankan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut.. Bandung.S. 5. Kimball. 2002. Rusa (Muntiacus sp ). Lutung (Trachypithecus sp). Bogor. namun penelitian yang dilakukan selanjutnya hendaknya dilakukan dalam waktu yang relatif lama agar hasil yang diperoleh lebih akurat dan bisa mewakili dari keadaan sebenarnya pada tempat yang diamati. Biologi perikanan. Jilid I. Effendie I.M.• Hewan Vertebrata Kelas Mamalia yang ditemukan ada 7 jenis yaitu Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis). Tupai ( ). 1983.Bogor. IPB. Indiha. W. Saran Pnelitian tentang Kekayaan dan Keanekaragaman Hewan Vertebrata di Cagar Alam Pananjung Pangandaran masih jarang. 1990. Departemen Pendidikan dan kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Institut Pertanian Bogor.Armico. sehingga hasilnya diharapkan menjadi masukkan dan referensi dalam penelitian berikutnya. T.1983. DAFTAR PUSTAKA Alikodra. Preparasi dan identifikasi kelelawar (Chiroptera) di Bidang zoologi pusat penelitian biologi LIPI Cibinong. Pusat AntarUniversitas Ilmu Hayati.Jakarta.Erlangga. Kelelawar ( ) dan Kucing (Felis sp). Landak (Tachyglossus aculeatu ). H. Djuhanda.siti soetarmi T dan Nawangsari S.Yayasan Pustaka Nusantara.Biologi jilid 3 Edisi kelima Penerjemah H. . Pengelolaan Satwa Liar.. 2004.2. Laporan Praktek kerja Magang.Bogor. W.J. Analisa Struktur Vertebrata jilid 1.

blogspot. Bogor.02 WIB http://www. van balen.terangi.or.Jakarta.Yayasan Obor Indonesia.P.com diakses pada tanggal 25 Mei 2009 pukul 16. Jawa.go. J.1994. dan Hendras Wahyono.id diakses pada tanggal 24 mei 2009 pukul 14. Puslitbang.32 WIB dengan Keramba Jaring Apung.enmygolan.LIPI. Panduan Burung di Lapangan Burung-Burung di Sumatera. Supriatna.MacKinnon..id diakses pada tanggal 24 mei 2009 pukul 13.02 WIB htto://www. J. http://www. Wardana I.2000. K. 1998.Jakarta.ditjenphka.Pembesaran Swadaya. Bali dan Kalimantan.Penebar .30 WIB http://www.com diakses pada tanggal 24 mei 2009 pukul 12. Phillips dan B.wikipedia.Panduan Kerapu Lapangan Primata Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->