VENTILASI INDUSTRI UMUM Masalah pencemaran udara lingkungan industri Sebagai akibat kegiatan-kegiatan dalam proses industri

seperti pembuatan, pengolahan, pemurnian, perakitan, ekstraksi bahan dan lain-lain dalam industri kimia, industri pengolahan minyak bumi, pabrik peleburan biji logam, pusat pembangkit tenaga listrik uap dan gas, pabrik pengolahan makanan, pembakaran limbah organik atau limbah padat dan lain-lain, udara sekitar lingkungan industri cenderung mengalami pencemaran oleh gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa jenis zat-zat pencemar (polutan) yang dihasilkan oleh (polutan) yang dihasilkan oleh kegiatan-kegiatan industri adalah sulfur dioksid hasil pembakaran batu bara dan pengolahan minyak bumi, hidrogen sulfit hasil pengolahan industri kimia, karbon monoksid hasil pembakaran zat hidrokarbon batu bara, minyak bumi dan gas alam, nitrogen oksid hasil pembakaran bahan bakar minyak bumi, karbon dioksid hasil pembakaran bahan bakar minyak dan hasil proses industri kimia, ammonia hasil pengolahan limbah, dan beberapa jenis gas halogen seperti klorin, fluorin, dan lain-lain. Polutan yang dihasilkan dari kegiatan-kegiatan industri tersebut diatas dibuang ke atmosifr, bercampur dengan udara dan menyebar kemana-maka. Gasgas polutan ini sebagian besar terkonsentrasi di sekitar daerah industri. Bila konsentrasi polutan melebihi konsentrasi maksimum yang diizinkan bagi kesehatan akan menimbulkan berbagai penyakit seperti gangguan sistem pernafasan, gangguan fungsi jantung, gangguan penglihatan dan fungsi otak, sesak nafas, sakit kepala, pusing, iritasi kulit, mata, hidung dan kerongkongan, kerusakan pada jaringan paru-paru dan lain-lain. Pengaruh pencemaran udara terhadap kesehatan ditentukan oleh konsentrasi polutan dan respons tubuh manusia terhadap polutan. Pencemaran dapat menjadi akut (konsentrasi tinggi dalam jangka waktu pendek) atau kronis (konsentrasi rendah dalam jangka waktu lama). Pengaruh polutan sering dinyatakan dalam hubungan dosis dan respons. Respons dapat berupa iritasi mata, sakit kepala, sampai kanker paru atau kematian. Dosis polutan menyatakan jumlah kontaminan yang dihirup dan mencapai bagian tertentu tubuh. Standard kesehatan biasanya ditentukan dari analisis hubungan dosis dan respons. The Environmental Protection Agency (EPA) menyusun suatu standard nasional kualitas udara sebagai berikut : 2002 digitized by USU digital library 2 Jangka Panjang Jangka Pendek Konsentrasi Rata-rata Konsentrasi Rata-rata Kematian (ppm) Waktu (tahun) (ppm) Waktu (jam) Sulfur oksid 0.03 1 0.14 24 Karbon monoksida - - 9.0 8 - - 35.0 1 Ozon - - 0.12 1 Nitrogen dioksid 0.05 1 - Partikel 75.0* 1 260.0 24

misalnya menggantikan pemakaian bahan bakar minyak atau mengurangi produksi CO atau NOx. untuk memisahkan partikel dari gas.1 % sisa buangan). dan absorben padat seperti silika gel. lobang angin atau dibantu peralatan kipas angin (fan). Pengendalian udara tercemar dalam ruangan lingkungan industri dapat dilakukan dengan sistem ventilasi untuk menurunkan konsentrasi kontaminan dengan pemasukan udara segar dan pengeluaran udara terkontaminasi melalui bukaan atau 2002 digitized by USU digital library 3 lubang seperti jendela. sodium sulfid. mengumpulkan debu terbang (fly ash) dalam pembangkit listrik batu bara. gas buangan dan keadaan cuaca.‡ Diukur dalam mikrogram per meter kubik (mg/m3). memindahkan sumber polusi. apakah telah memenuhi standard pengaturan yang ditetapkan. Untuk mengurangi konsentrasi polutan dalam gas buangan tersebut digunakan cerobong asap yang tinggi yang akan membuang sisa gas buangan ke atmosfir pada ketinggian yang cukup untuk pengenceran/penurunan konsentrasi polutan dalam gas buangan. sehingga masih berbahaya bila dibuang ke atmosfir pada ketinggian rendah. metil dan etil amina. Untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas udara perlu dilakukan pengukuran konsentrasi polutan untuk mengetahui pengaruh dan tingkat pencemaran. Proses pengenceran terjadi di atmosfir akibat tercampurnya dan tersebarnya gas sisa buangan. alumina. Absorben dapat berupa cairan seperti hidrogen sulfid dalam larutan alkalin. Untuk mencegah atau mengurangi konsentrasi polutan yang terdapat dalam udara perlu dilakukan pengendalian dengan cara merubah metoda operasi peralatan atau mengganti bahan baku yang digunakan dalam pengolahan. Untuk mengurangi konsentrasi polutan dalam ketinggian rendah. sampai sejauh maha standard kualitas udara dilampaui. Polutan hidrokarbon dan karbon monoksida dapat dibersihkan dengan pembakaran secara oksidasi menjadi karbon dioksid dan air. atau arang aktif. atau dengan ventilasi lokal dan ventilasi sistem pengendalian suhu dan kelembaban udara (sistem air conditioning). Pada . mengurangi polusi. mengumpulkan tetesan asam sulfur dalam pabrik zat-azam. untuk mengetahui sehubungan antara konsentrasi. Polutan berbentuk partikel seperti partikel karbon yang banyak terdapat dalam asap yang terjadi dari pembakaran bahan bakar yang kurang sempurna dikendalikan dengan cara memasukkan udara dalam ruangan penyaring udara/filter dari bahanbahan porous seperti kain. untuk mendapatkan informasi tentang gas buangan dalam hubungannya dengan sumbernya. pintu. Pembersihan udara dapat juga dilakukan dengan cara pengendapan elektrostatis dimana partikel-partikel bermuatan dipisahkan secara elektrostatis (muatan positip dan negatip saling tarik menarik) oleh medan listrik dari tabung atau deretan pelatpelat logam bermuatan listrik yang ditanahkan. arang. namun jumlah ini cukup besar bagi suatu pabrik asam sulfat yang besar. memindahkan lokasi pabrik jauh dari daerah pemukiman atau perdagangan. Gas polutan dimasukkan dalam ruang pembakaran dan dibakar dengan udara yang telah dicampur sebelumnya seperti pada pembakar Bunsen. kertas. Pembersihan udara untuk mengurangi kontaminan dapat dilakukan dengan cara absorpsi dengan mengalirkan gas melalui bahan absorben yang akan menyerap atau bereaksi dengan kontaminan sehingga kontaminan dapat disingkirkan atau dikurangi. Cara ini biasanya dilakukan untuk mengumpulkan debu semen dalam pabrik semen. membersihkan bahan bakar yang akan digunakan. Gas buangan industri yang telah dibersihkan masih mengandung bahan polutan dalam jumlah kecil (0.

Pekerja berada cukup jauh dari sumber pengencer agar tidak terpengaruh pencemaran. Ventilasi umum terlaksana dengan dua cara : Ventilasi alamiah Pemasukan dan pengeluaran udara dalam ruang terjadi disebabkan adanya . yaitu penurunan konsentrasi kontaminan udara dalam ruang kerja sampai pada tingkat yang tidak membahayakan kesehatan (NAB) dan keselamatan tenaga kerja.pabrik-pabrik besar pengukuran polutan dalam gas buangan telah merupakan bagian dari pengendalian proses yang mengacu pada standard pelaksanaan yang ditetapkan. untuk menentukan sulfur dioksid dalam gas buangan. Kerapatan asap dibandingkan dengan kepekatan kertas untuk menentukan angka Ringelman dari 1 sampai 4. Toksisitas kontaminan masih rendah 4. Ventilasi umum dapat juga diartikan dengan pengenceran. Menurunkan konsentrasi kontaminan dalam udara ruang kerja dengan memasukkan udara segar dan mengeluarkan udara terkontaminan sampai tingkat tidak membahayakan. lingkungan kerja mesin-mesin atau peralatan yang digunakan dan penyimpanan barang atau hasil produksi. VENTILASI INDUSTRI Pengendalian udara dalam lingkungan kerja industri diperlukan untuk menjaga agar kualitas udara memenuhi standard kualitas yang ditetapkan bagi kesehatan pekerja. untuk sulfur dioksid. karbon monoksid dan sulfur dioksid. c. kadar kontaminan udara masih dibawah nilai ambang batas. yaitu pemasukan dan pengeluaran udara kedalam ruang melalui bukaan atau lubang yang ada untuk mendapatkan udara yang memenuhi standard kualitas kesehatan dan proses produksi industri. Salah satu cara pengendalian udara dalam ruang adalah ventilasi. Ventilasi umum dapat berlangsung dengan baik bila : 2002 digitized by USU digital library 4 1. Menurunkan konsentrasi gas buangan yang dapat menimbulkan kebakaran atau ledakan sampai dibawah batas ledak terendah. dinyatakan dalam persen kepekatan kertas berkisar antara 20-80%. Memberikan kondisi udara yang sesuai bagi proses produksi. Kadar kontaminan udara dalam ruang tidak terlalu tinggi agar volume udara pengencer tidak terlalu besar. 2. nitrogen dioksid digunakan spektroskopi ultra-violet. Fungsi ventilasi a. b. Pencemaran terjadi merata. dan memenuhi syarat kondisi udara yang seusia bagi proses produksi. penyimpanan bahan dan hasil produksi. 3. Ventilasi umum Ventilasi umum secara umum diartikan pergantian udara. Jenis-jenis Ventilator 1. lingkungan kerja mesin dan peralatan industri. Cara fisika yang digunakan adalah dengan spektroskopi infra merah untuk karbon dioksid. Untuk bahan partikel atau debu ditentukan dengan peta Ringelman. Analisa gas buangan dengan cara kimiawi sederhana adalah dengan metoda Orsat menggunakan iodimetrik titrasi. Udara terkontaminasi dari suatu ruang kerja dikeluarkan melalui bukaan atau lubang pada dinding dan memasukkan udara segar melalui bukaan pada dinding lain. d. Memberikan penyegaran udara dalam ruang pada suhu dan kelembaban tertentu untuk kenyamanan pekerja.

bentuk dan letak lubang angin masuk. dapat terjadi bila terdapat perbedaan suhu udara luar dan dalam ruang atau antar ruang dalam bangunan. ventilasi tidak efektif. Keadaan 1 Tidak ada lubang keluar tidak ada aliran udara keluar. jendela atau lubang angin. Ventilasi vertikal Aliran udara terjadi karena perbedaan berat jenis lapisan-lapisan udara luar dan dalam bangunan. Keadaan 4 Lubang masuk dan keluar sama tinggi dan sama luas. Aliran udara dalam ruang hanya tergantung pada ukuran. Kemungkinan penempatan lubang ventilasi Penempatan lubang ventilasi adalah penting untuk pengarahan aliran udara dari lubang masuk (inlet) ke lubang keluar (outlet). Ventilasi lebih baik lagi bila dibuat dua lubang masuk dengan lubang besar pada bagian bawah dna lubang kecil atau jalusi dbagian atas. Perbandingan ukuran lubang keluar dengan lubang masuk mempengaruhi kecepatan aliran udara dalam ruang. Ventilasi horizontal (ventilasi silang) Arus angin datang dari luar ruang secara horizontal. Agar ventilasi silang berfungsi dengan baik maka pada dinding harus ada bukaan atau lubang seperti pintu. 2. Ventilasi baik sekali. Lubang masuk letaknya keluar. dan harus diarahkan ke bagian-bagian ruang yang ditempati atau dipakai. Dalam gambar ditunjukkan besar kecepatan aliran udara dalam ruang dinyatakan dalam persen kecepatan udara luar. berat jenis besar . Terjadi kantung udara dibawah lubang masuk.80m diatas lantai. Ventilasi kurang efektif. Pemasangan kisi-kisi. Luas lubang keluar lebih besar dari lubang masuk adalah lebih baik. sedang udara dingin dengan berat jenis tinggi akan mengalir kebawah. Berat jenis kecil udara mengalir keatas. Perbedaan tekanan dapat terjadi karena adanya perbedaan suhu udara dan mengakibatkan terjadinya perbedaan kerapatan udara atau berat jenis udara. Makin besar perbandingan lubang. menimbulkan ketidaknyamanan. lubang keluar rendah. Pada ventilasi alamiah udara mengalir secara alamiah. terletak dalam batas daerah hunian atau kerja (living zone) : 0.30m ± 1. makin tinggi kecepatan aliran udara.perbedaan tekanan udara luar dan dalam. jalusi. Udara panas dengan berat jenis rendah mengalir keatas. 1. tidak ada aliran udara dalam daerah hunian. Udara akan mengalir d udara ari bertekanan tinggi ke udara bertekanan rendah. Keadaan 3 Lubang masuk terletak tinggi. Kecepatan aliran udara masuk dapat diperbesar bila lubang keluar dibuat lebih besar. Keadaan 2 Pada dinding yang berhadapan terdapat masing-masing satu lubang masuk dan satu lubang keluar yang sama luasnya. Aliran udara masuk kedalam ruangan tidak terlalu kuat dan tidak terhambat. sungkup (kanopi) pada lubang masukan dapat memperbaiki pola aliran udara masuk kedalam ruang : Penampatan lubang keluar 2002 digitized by USU digital library 5 Penempatan lubang keluar hampir tidak merubah pola aliran udara dalam ruang.

Kipas angin yang digunakan garis tengah besar dengan putar per menit sekecil mungkin untuk memberikan kenyamanan.10 m/det didaerah pegunungan terasa sangat dingin pada kaki. Penahan angin (deflektor) : Tidak dapat ber. dikendalikan dengan memasang penahan atau pembelok arah angin (deflektor) pada bukaan. Untuk kenyamanan ruang.10-0.udara mengalir kebawah (efek cerobong). c. Ventilasi buatan (mekanis) Penggantian udara terjadi dengan bantuan alat mekanik seperti kipas angin (fan). Bila berat jenis kontaminan lebih besar dari berat jenis udara. diletakkan dekat sumber kontaminan. f. udara yang mengalir dengan kecepatan 0. Udara yang mengalir diatas lantai yang dingin terasa tidak enak. Lubang-lubang ventilasi ditempatkan pada dinding-dinging yang saling berhadapan agar terjadi aliran udara yang baik dalam ruang. tetapi aliran udara dengan kecepatan 0. Pada suhu 120C terasa tidak enak. Pada tempat-tempat dengan kecepatan udara tinggi. Tinggi letak lubang ventilasi masuk sedemikian sehingga aliran udara masuk mengenai daerah hunian (living zone) pada batas ketinggian 0.Dapat berputar pada Dapat berputar Putar (tetap) sumbu horizontal. Suhu udara yang mengalir mempengaruhi kenyamanan. maka kipas dipasang dekat lantai.5 km/jam. Pada sumbu horiKecepatan angin Arah dan kecepatan zontal. Kesimpulan : a. Bila sumber kontaminan dekat dinding kipas angin berfungsi sebagai pengisap kontaminan keluar (exhauster).15 m/det.15 m/detik. . Lubang-lubang ventilasi ditempatkan tidak sama tinggi dari lantai agar terjadi aliran udara yang baik dalam ruang. d. Lubang-lubang ventilasi sebaiknya dibuat dengan kombinasi ventilasi horizontal dan vertikal. Cara ini digunakan bila cara alamiah tidak mencukupi. Untuk kesehatan tidak melebihi 0. Dapat meMasuk dapat di angin masuk dapat nurunkan kecepaKurangi diatur tan dari 40 km/jam Menjadi 5-7.30 m1. penyedot udara (blower). yang dapat digerakkan untuk mengatur arah angin. kecepatan aliran udara dibuat berkisar antara 0. Kapasitas kipas ditentukan oleh volume ruang. atau kurang dari 0. tinggi ruang harus lebih dari 3 m. e. 2002 digitized by USU digital library 6 2. Cerobong udara keluar dibuat setinggi mungkin agar terjadi aliran udara yang baik dalam ruang (efek cerobong). exhauster.80m diatas lantai. Aliran udara dibuat merata dalam seluruh ruang. Udara yang mengalir dengan kecepatan 0. Ada dua jenis kipas angin yaitu sistem baling-baling dan sistem sedot pompa sentrifugal.5 m/det.10 m/det. misalnya ukuran ruang luas. b. dan kecepatan angin masuk. Bila dipasang pada langit-langit. jumlah pergantian udara dalam ruang yang diperlukan.6 m/det pada suhu 300C tidak terasa jelek.

3. menggunakan peralatan bantu mekanis seperti : .Contoh : bila volume ruang 90 m3 dan dibutuhkan pergantian udara 30 kali per jam. Gas buangan diisap melalui saluran samping. dilaksanakan dengan menurunkan panas dengan cara mengalirkan udara se gar dan dingin menggantikan udara panas dalam ruang kerja. Kontaminan harus dapat diisap seluruhnya. Kontaminan harus terkonsentrasi dalam sistem ventilasi untuk dapat dipisahkan menjadi udara bersih dan sisa buangan yang dapat dimakfaatkan selanjutnya. Operator dapat bekerja dengan membungkuk diatas sumber kontaminan/bak kerja. blower. Corong penghisap dipasang tepat diatas sumber kontaminan. e. jangan sempat menyebar dalam ruang atau zona pernafasan operator. lobang angin sehingga terjadi pengaliran udara secara alami. dengan mengadakan lubang/bukaan seperti pintu. Ventilasi lokal dengan sistem pembersih kontaminan Tipe-tipe sistem ventilasi lokal a. Dari corong pengisap kontaminan disalurkan dalam pipa (duct) menggunakan penyedot udara (blower) kemudian kontaminan dipisahkan oleh sistem pembersih udara. Ventilasi alamiah.Kipas angin. Kapasitas penghisap harus kecil. Udara bersih selanjutnya dibuang ke atmosfir. c. . maka kapasitas adalah : 30x90 = 2700 m3 / jam. dipasang disisi sumber kontaminan. Dapat dilaksanakan dengan cara-cara : a. Operator tidak diperkenankan membungkuk diatas bak kerja. Ventilasi pengendalian suhu udara Pengendalian suhu bertujuan untuk penyegaran udara dalam lingkungan kerja. Ventilasi lokal menggunakan corong celah (slot). Ventilasi loal untuk pengeluaran kontaminan pada pabrik penyepuhan logam (galvanisasi) 4. d. Kontaminan disalurkan melalui sistem perpipaan ke sistem pembersih udara menggunakan alat penyedot (blower) dan udara bersih dipisahkan dari kontaminan selanjutnya dibuang ke atmosfir. Ventilasi mekanis. Dengan cara ini udara terkontaminasi tidak tersebar dalam ruang. Operator terhindar dari pengaruh kontaminan.Alat pendingin udara (air conditioning). 2002 digitized by USU digital library 7 Sumber kontaminan diberi udara yang ditiupkan dari saluran tiup memakai exhauster. sedang sisanya berupa kontaminan dapat dimanfaatkan selanjutnya. Tipe corong penghisap dan sistem pemasangannya harus disesuaikan dengan jenis kontaminan dan cara kerja operator sehingga terhindar dari pengaruh kontaminasi dari hasil proses produksi. Ventilasi lokal menggunakan corong pengeluaran setempat tepat diatas sumber kontaminan. Ventilasi lokal menggunakan sistem pembersih kontaminan. b. untuk menurunkan suhu udara dan . jendela. udara kontaminan ditiup dan dibuang melalui salurang buang memakai exhauster yang dipasang disebelahnya. Ventilasi lokal menggunakan sistem tiup dan isa (push and pull exhauster). b. Ventilasi lokal Pembuangan udara dilakukan langsung dari sumber kontaminan melalui corong (hood) pengisap yang dipasang dan ditempatkan dekat sumber kontaminan. untuk mengalirkan udara segar dan mengganti udara panas serta menaikkan kecepatan liner udara dalam ruang. sehingga pemakaian energi kecil dan ekonomi.

udara didinginkan langsung oleh zat pendingin (refrigerant) menggunakan mesin sistem paket (package air conditioner). Penyegaran udara yang diperlukan untuk proses produksi. lingkungan kerja mesin dan lain-lain. Penyegaran udara bagi karyawan b. . mesin pengolah udara (air handling unit AHU).kelembaban ruang. b. Sistem tidak langsung (indirect cooling). Sistem langsung (direct cooling). penyimpanan. Udara panas dalam ruang diisap dan panasnya diserap untuk pendinginan dan pengembunan dan kemudian diembuskan kembali masuk dalam ruang. Sistem pendingin ruang terdiri dari : a. Pendinginan udara bertujuan untuk : a. menggunakan media air es.