1

KISAH BIJAK PARA SUFI Kumpulan kisah nasihat para guru sufi selama seribu tahun yang lampau Oleh Idries Shah Terjemahan: Sapardi Djoko Damono Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

2

BIL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42

SENARAI TAJUK Isa dan orang-orang yang bimbang Batas dogma Bayazid dan orang bodoh Keperluan yang mendesak Ketika air berubah Kisah api Mimpi dan irisan roti Orang yang menyadari kematian Orang yang berjalan di atas air Orang-orang yang sampai Para pelayan dan rumah Di jalan tempat pedagang wangi -wangian Penyusunan sejarah Peti kuno Nuri Bey Si Tolol, Si Bijak dan Kendi Sultan yang menjadi orang buangan Si Pemurah Santapan Sorga Sang Raja dan anak miskin Raksasa dan sufi Si Tolol dan unta yang sedang makan rumput Si Penunggang kuda dan Ular Orang yang mudah naik darah Orang-orang buta dan gajah Membawa sepatu Cara menangkap kera Si Lumpuh dan Si Buta Semut dan capung Sumpah Tiga cincin berlian Ahli bahasa dan darwis Air sorga Anjing dan keledai Anjing, tongkat dan sufi Burung dan telur Burung India Ular dan merak Toko lampu Tiga orang darwis Tiga nasehat Tiga kebenaran Tiga ekor ikan

HALAMAN 5 6 8 9 12 13 16 18 19 21 22 23 24 25 27 28 31 33 38 39 41 42 44 46 47 49 50 52 54 55 57 58 59 60 61 62 63 65 67 71 73 75 3

BIL 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 Sifat murid Si Tolol di kota Agung Pintu Sorga Pedagang dan darwis Kristen Perumpamaan tentang orang -orang rakus Kisah pasir Kereta Darwis dan putri raja Ketika maut datang ke Bagdad Jalan gunung SENARAI TAJUK HALAMAN 77 79 80 82 84 85 87 88 89 91 4 .

Jumlah dongeng semacam itu banyak sekali. "Mari kita uji keampuhan Kata itu. ia membuat penemuan-penemuan kimia penting. putra Mariam. Kisah ini mengandung gagasan yang sama dengan yang ada dalam Magang Sihir. di samping selalu muncul dalam dongeng-dongeng lisan para darwis tentang Yesus. yang juga penemu alkimia Kristen." "Kalian tak memahami apa yang kalian minta. putra Maria. 5 . Yang sering disebut-sebut sebagai tokoh yang suka mengulang -ngulang kisah ini adalah salah seorang di antara yang berhak menyandang sebutan Sufi. dan juga muncul dalam karya Rumi. Ia meninggal sekitar 790. yang dalam bahasa Latin di sebut Geber." Mereka berkata. Catatan Isa dalam kisah ini adalah Yesus. Begitu Kata diucapkan. tambahan lagi. berjalan-jalan di padang pasir dekat Baitulmukadis bersama -sama sekelompok orang yang masih suka mementingkan diri sendiri." kata mereka. Isa berkata. pada suatu hari Isa. "Kami sudah siap dan sesuai untuk pengetahuan semacam itu. Segera setelah itu. Mereka yang nalarnya terbatas bisa belajar melal ui kisah ini." katanya –tetapi diberitahukannya juga Kata Rahasia itu. Mereka meminta dengan sangat agar Isa memberitahukan kepada mereka Kata Rahasia yang telah dipergunakannya untuk menghidupkan orang mati. orang-orang tersebut berjalan di suatu tempat yang terlantar dan mereka melihat seonggok tulang yang sudah memutih. kau pasti menyalahgunakannya. hal itu akan menambah keyakinan kami. Mereka yang dianugerahi nalar akan mengerti. "Kalau kukatakan itu padamu. Dan diucapkanlah Kata itu.ISA DAN ORANG-ORANG BIMBANG Diceritakan oleh Sang Guru Jalaludin Rumi dan yang lain -lain. Aslinya ia orang Sabia. tulang -tulang itupun segera terbungkus daging dan menjelma menjadi seekor binatang liar yang kelaparan. yang kemudian merobek -robek mereka sampai menjadi serpih-serpih daging. Jabir putra al -Hayan. menurut para pengarang Barat.

katanya memerintah: "Jatuhkan batu itu. masing-masing sesuai dengan kemampuannya. Dengan menyuruh menjatuhkan batu di tempat yang tidak semestinya sehingga merupakan gangguan. Karena rasa kasihan terhadap kuli itu. kuli. hanya saja tanpa tafsir seperti yang ada dalam versi ini. Mereka yang menangkap makna ini akan mencapai taraf pencari kebenaran. Kisah itu sangat terkenal. Mahmud tidak bisa menahan perasaannya. "Hal yang sudah dilaksanakan berdasarkan perintah.' ciptaan Hasan Waiz Kashifi. dan akan bisa menambah jalan menuju Kebenaran. Sebab kalau demikian. yakni sebungkah batu yang didukung di punggungnya. Catatan Kisah ini muncul dalam karya klasik yang terkenal. Batu tersebut berada di tengah jalan. Bahkan ketika ia meninggal batu itu tidak dipindahkan." Perintah itupun langsung dilaksanakan. dan kemudian membiarkannya berada disana. Orang -orang mengambil maknanya berdasarkan salah satu dari tiga tafsiran. merupakan bukti Mereka yang menghormati kekuasaan merasa hormat terhadap perintah. bertahun -tahun lamanya. Akhlaq -i-Mohsini 'Akhlak Dermawan. merupakan gangguan bagi siapapun yang ingin lewat. tidak akan sepenuhnya berguna bagi kemanusiaan. Mereka yang bisa menangkap maksudnya yang benar. Mereka yang menentang kepengu asaan beranggapan bahwa kisah itu ketololan penguasa yang berusaha mempertahankan kekuasaannya. Dilihatnya seorang kuli mengangkut beban berat. ibu kota negerinya. Sultan Mahmud yang A gung berada dijalan di Ghazna. Akhirnya sejumlah warga memohon raja agar memerintahkan or ang memindahkan batu itu. Namun Mahmud. 6 . tidak bisa dibatalkan oleh perintah yang sama derajatnya. betapapun tidak menyenangkannya. bias memahami nasehat yang tersirat. menyadari akan kebijaksanaan administratif. biar saja batu itu disitu.BATAS DOGMA Pada suatu hari. Mahmud mengajar kita agar mematuhi penguasa duniawi -dan sekaligus menyadarkan kita bahwa siapapun yang memerintah berdasarkan dogma kaku. terpaksa menjawab. karena orang -orang masih menghormati perintah raja. rakyat akan beranggapan bahwa perintah raja hanya berdasarkan kehendak sesaat saja." Oleh karenanya batu tersebut tetap berada di tengah jalan itu selama masa pemerintahan Mahmud. Jadi.

" 7 . masing -masing orang akan menilainya berdasarkan pendidikannya. yang meninggal tahun 1965. Metode penggambaran tak langsung yang dipergunakan Sultan Mahmud itu dianut pada Sufi. "Bicaralah kepada dinding. dan bisa diringkaskan dalam ungkapan.Versi ini merupakan bagian ajaran syeh Sufi Daud dari Qandahar. agar pintu bisa mendengar. Kisah ini merupakan pengungkapan yang bagus tentang pelbagai taraf pemahaman terhadap tindakan.

mempergunakan ibarat ini untuk menekankan pernyataan yang sering diulang -ulangnya bahwa sementara orang." "Coba katakan apa obatnya." "Itu langkah pertama." Catatan Al-Ghazali." Bayazid pun berkata. "Sebab kesombonganmu merupakan halangan utama bagimu. dalam Alkemia Kebahagiaan. coba katakan cara lain yang sama manfaatnya. "Tetapi sudah aku katakan kepadamu bahwa kau tak akan bias melakukannya. "Mengapa begitu?" tanya Si Sok -Saleh." "Bagaimanapun. Bayazid menjawab. lalu gantungkan di lehermu. dan satu -satunya cara. Pergilah ke pasar dan berteriaklah. itu). 8 . seseorang mengomel kepa da Bayazid. Lepaskan semua pakaianmu dan kenakan korset. seorang ahli mistik pada abad kesembilan. 'akan kuberikan sebutir kenari kepada setiap anak yang memukul tengkukku. (yang terhormat. "Kau harus pergi ke tukang pangkas rambut untuk mencukur janggutmu." "Obatnya tak akan bisa kau laksanakan. jadi tak ada obat bagimu. katakan sajalah." "Tetapi aku tak bisa melakukan itu. mengatakan bahwa ia telah berpuasa dan berdoa dan berbuat segalanya selama tiga puluh tahun namun tidak juga menemukan kesenangan seperti yang digambarkan Bayazid. betapapun jujur tampaknya usaha mencari kebenaran itu bagi dirinya sendiri -dan bahkan mungkin juga bagi orang lainnyatanya kadang-kadang didasari kesombongan atau mencari untung sendiri.BAYAZID DAN ORANG YANG MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI Pada suatu hari. Isi sebuah kantong kuda dengan kenari sampai penuh.' Kemudian lanjutkan perjalananmu ke sidang pengadilan agar semua orang menyaksikanmu. orang itu bi sa saja melanjutkan perbuatannya tiga ratus tahun lagi tanpa mendapatkan kesenangan juga. hal -hal yang merupakan halangan utama bagi pencarian kebenarannya." kata Bayazid.

Kita akan segera kaya. tetapi pertemuan itu hanya akan ada manfaatnya apabila maksud orang itu ben ar. kalau Raja bersedia memberinya seribu keping uang emas. sebagai jaminan hari tuanya." Bakhtiar menerima syarat itu. itu tak a palah. kau akan mati. "Siapa pula lebih 'bisa' dariku?" pikir Sang Raja. Kalau gagal. Tetapi Kidir. kata orang. "datang kalau diperlukan. "Orang celaka. tetapi beberapa lama kemudian aku harus mati." "Apakah itu bisa terjadi atas siapapun?" "Siapa pun bisa. dan ia pun mengedarkan pengumuman: "Siapa yang bisa menghadirkan Kidir Yang Gaib di hadapanku. "Kalau kau bisa menemukan Kidir. akan kujadikan orang kaya. semua orang bisa bertemu Kidir. mempersiapkan diri memasuki kehidupan lain." katanya. ketika ia tiba -tiba bertanya tentang Kidir. "Menurut dongeng. dan segala pengetahuan menjadi milik Paduka. Kidir akan menemui orang selama ia bisa memanfaatkan saat kunjungan itu." 9 . kalau telah mengorbankan nyawamu. Tangkaplah. setelah mendengar pengumuman itu. "Aku punya rencana." kata darwis itu. Namun. " Yang Mulia." kata darwis itu." Sang Raja sangat marah. sebab kekayaan kita akan bisa menghidupimu seterusnya. Ia pun pulang dan memberikan uang itu kepada istrinya. jubahkan kalau ia muncul." kata Raja. menyusun akal. siapa pula kau ini berani mencampuri keinginan seorang raja?" Bakhtiar berkata. dipancung ditempat ini sebagai peringatan kepada siapapun yang akan mencoba mempermainkan rajanya." Seorang lelaki miskin dan tua yang bernama Bakhtiar Baba. "kau akan mendapat sepuluh kali seribu keping uang emas ini.KEPERLUAN YANG MAKIN MENDESAK Pada suatu malam seorang penguasa tiran Turkestan sedang men dengarkan kisah-kisah yang disampaikan oleh seorang darwis. "Kidir. Mereka bilang. tidak akan muncul oleh panggilan yang berdasarkan kerakusan. Sisa hidupnya yang tinggal empat puluh hari itu dipergunakannya untuk merenung. Itulah hal yang kita tidak menguasainya." Kemudian Bakhtiar menghadap raja dan mengatakan bahwa ia akan mencari Kidir dalam waktu empat puluh hari. "kerakusanmu telah menyebabkanmu berpikir bahwa uang akan bisa mendatangkan Kidir. Pada hari keempat puluh ia menghadap raja. Katanya kepada istrinya.

Kedua. seorang bijaksana yang sudah sangat tua memasuki ruang pertemuan. Kidir muncul melayani setiap orang sesuai dengan kemampuan orang itu untuk memanfaatkan kedatangannya." "Apa maksudmu?" tanya Raja. Menteri Ketiga." Menteri Ketiga berkata. Menteri Kedua dulu tukang daging. agar ia tidak lagi mau menipu demi kelangsungan hidup ke luarganya. "Potong -potong tubuhnya. Pertama." Ia menoleh ke Menteri Pertama dan berkata. yang telah mempelajari ilmu kenegaraan."Cukup ocehan itu. Bakhtiar. Catat dua hal ini. orang ini --yang kuberi nama Baba karena pengorbanannya -telah didesak oleh keputus-asaan untuk melakukan tindakan tersebut. 10 . "Sediakan kebutuhan hidup orang itu. "Maksudku." Sementara pembicaraan itu berlangsung. Sesuai dengan yang diperintahkan Kidir. jadi ia bicara tentang potong -memotong daging." Menteri Kedua. "Panggang dia hidup -hidup. Hanya tinggal meminta para menteri yang berkumpul di sini agar memberikan nasehatnya tentang cara yang terbaik untuk menghukummu. "sebab tak akan memperpanjang hidupmu. "Bagaimana cara orang itu mati?" Menteri Pertama menjawab. yang berbicara sesuai urutannya berkata. melihat sum ber masalah yang kita bicarakan ini. jadi ia berbicara tentang panggang memanggang. sampai peristiwa yang ada dalam kisah itu terjadi. dan seribu keping uang emas itu dikembalikan ke kas kerajaan oleh Bakhtiar dan istrinya. sebagai peringatan. Bagaimana Raja bisa bertemu Kidir lagi. dan apa y ang terjadi antara keduanya? Itu semua ada dalam dongeng di Dunia Gaib. Segera orang mengajukan pendapat sesuai dengan prasangka yang tersembunyi dalam dirinya. pisahpisahkan anggota badannya. Keperluannya semakin mendesak sehingga akupun muncul didepanmu. Menteri Pertama dan kedua dipecat. Bakhtiar Baba adalah seorang Sufi bijaksana yang hidupnya sangat sederhana dan tak dikenal orang di Korasan. orang tua yang bijaksana itupun lenyap begitu saja. Menteri Pertama itu aslinya tukang roti. Catatan Konon." kata Sang Raja. Raja memberikan belanja teratur kepada Bakhtiar." Ketika orang-orang itu memperhatikannya.

Kidir merupakan penghubung antara keduanya. dikatakan juga terjadi atas sejumlah besar Syeh Sufi lain.Kisah ini. O manusia. Karenanya. sehingga kau bisa mendesakkan pemahamanmu lebih peka lagi. menggambarkan pengertian tentang terjalinnya keinginan manusia dengan "makhluk" lain. Versi ini diucapkan oleh seorang guru darwis dari Afganistan. Judul ini diambil dari sebuah sajak te rkenal karya Jalaludin Rumi: Peralatan baru bagi pemahaman akan ada apabila keperluan menuntutnya. 11 . jadikan keperluanmu makin mendesak.

Versi ini dikisahkan oleh Sayid Sabir Ali -Syah. Guru Musa. Ternyata mereka itu kini berpikir dan berbicara dengan cara sama sekali lain dari sebelumnya. yang meninggal tahun 1818. mereka tidak ingat lagi apa yang pernah terjadi. Pada hari tertentu. sungai-sungai berhenti mengalir. 12 . Tetapi. Melihat kejadian itu. Terhadapnya. Hanya seorang yang menangkap makna peringatan itu. minum air simpanannya. juga tidak ingat sama sekali bahwa pernah mendapat peringatan. Dhun -Nun berhasil menemukan arti hieroglip Firaun. Mula-mula orang itu tidak mau minum air yang baru. Sebagai gantinya akan ada air baru. bukan pengertian.KETIKA AIR BERUBAH Pada zaman dahulu. Dhun -Nun. orang itu pun menggabungkan dirinya kembali dengan orang -orang lain. yang oleh para ahli Barat sering dianggap memiliki persamaan yang erat dengan keahlian anggota Persekutuan Rahasia. selalu dihubung-hubungkan dengan suatu bentuk Perserikatan Rahasia. seorang Mesir (meninggal tahun 860). Ia meminum air baru itu. ia tidak tahan lagi menderita kesunyi an hidup. setiap hari ia pergi ke tempat persembunyiannya. Catatan Orang yang dianggap menciptakan kisah ini. Konon. Kidir. akhirnya ia memutuskan untuk meminum saja air baru itu. Pada hari yang dipastikan itu. Ketika dari tempat persembunyiannya itu ia menyaksikan air t erjun kembali memuntahkan air. Ia adalah tokoh paling awal dalam sejarah Kaum Darwis Malamati. Ditunggunya saat yang di sebut -sebut itu. Ketika orang itu mencoba berbicara dengan mereka. orang yang menangkap makna peringatan itupun pergi ketempat penyimpanan dan meminum airnya. memberi peringatankepada manusia. sumur -sumur mengering. mereka menunjukkan rasa benci atau kasihan. Ia mengumpulkan air dan menyimpannya di tempat yang aman. semua air didunia yang tidak disimpan secara khusus akan lenyap. katanya. seorang ulama Kaum Chishti. yang mengubah manusia menjadi gila. dan rekan rekannya mulai menganggapnya sebagai orang yan g baru saja waras dari sakit gila. tindakan dan pikirannya sama sekali berbeda dengan orang -orang lain. dan menjadi seperti yang lain-lain. ia menyadari bahwa ternyata mereka telah menganggapnya gila. Ia pun sama sekali melupakan air simpanannya.

menanak makanan mereka. Kita akan memulai lagi perjalanan ini. "Apa ada yang ingin mengatakan ses uatu?" Pengikut pertama berkata. Para pengikut itu tercengang melihat bermacam-macamnya upacara yang dilakukan bangsa -bangsa itu. sementara rakyat kedinginan. yakni pembuatan api. Kita harus mengubah mereka itu!" Sang Guru menjawab. menunjukkan kepada rakyat banyak tentang penemuannya. dan malah memuja alat -alat untuk membuatnya. Orang itu bernama Nur. saya merasa harus menyampaikan sesuatu kepada rakyat ini. Nur menyampaikan rahasianya itu kepada berbagai -bagai kelompok masyarakat. yakin bahwa ia setan. sebab ialah yang telah mengajarkan hal it u. 13 . mengira bahwa ia mungkin berbahaya. Abad demi abad berlalu. bukan yang lain. Bangsa yang kelima benar -benar mempergunakan api. ada yang tidak. Yang lain mengusirnya. "Demi Kebenaran. akhirnya ia menemukan bagaimana api diciptakan." Ketika mereka sampai pada bangsa yang pertama rombongan itu di terima dengan suka hati." "Kalau kau mau melakukannya atas tanggungan sendiri. Akhirnya. Yang keempat tetap menyimpan kisah api dalam kumpulan dongengnya: ada yang percaya. sekelompok orang yang menyaksikannya memamerkan cara pembuatan api menjadi begitu ketakutan sehingga mereka menangkapnya dan kemudian membunuhnya. "Baiklah. dan itu bisa menghangatkan mereka. dan bangsa itu sedang mengagumi apa yang mereka saksikan. Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Ketika upacara selesai. Ia memutuskan untuk berkelana dari satu negeri ke lain negeri. silahkan saja. yang tetap berada dalam kekayaan dan kekuasaan. Beberapa di antaranya ada yang memanfaatkan pengetahuan itu. dan mereka pun berkata kepada gurunya. guru itu berkata. dan karena ketekunan dan percobaan -percobaannya. dan mempergun akannya untuk membuat alat-alat yang berguna bagi mereka. mereka yang masih bertahan akan mengetahui masalah kebenarannya dan bagaimana mendekatinya. Bangsa yang ketiga memuja patung yang menyerupai Nur. sebelum mereka mempunyai waktu cukup untuk mengetahui betapa berharganya penemuan itu bagi mereka. Bangsa pertama yang belajar tentang api telah menyimpan rahasia itu untuk para pendeta. Bangsa kedua melupakan cara itu." kata gurunya. Pada akhir perjalanan nanti. "Tetapi semua kegiatan itu nyatanya berkaitan dengan pembuatan api. seorang bijaksana dan beberapa pengikutnya mengadakan perjalanan melalui negeri -negeri bangsa-bangsa tadi.KISAH API Pada zaman dahulu ada seorang yang merenungkan cara bekerjanya Alam. Para pendeta mengundang mereka menghadiri upacara keagamaan.

lalu katanya. Para musafir itu melanjutkan perjalanan. bukan bagi mereka yang menolak menghadapi kenyataan.Dan pengikut pertama itupun melangkah ke muka kehadapan pemimpin bangsa dan para pendeta itu. Saudara berbuat kesalahan. Tetapi. Ketika mereka sarnpai ke negeri bangsa ke tiga. "Tangkap dia!" dan orang itu pun dibawa pergi. Saudara tak memahami apa yang kami kerjakan." kata pengikut ketiga itu. Kalau aku kerjakan hal itu. Pengikut ketiga berkata kepada pemimpin besar itu. Dan pengikut darwis itupun bisa melanjutkan usahanya. yang tak mengenal sejarah dan adat kami." "Hanya bagi beberapa orang yang mau mengerti. Dengan izin gurunya ia berkata. Tetapi mereka berkata kepada pengikut kedua itu. tak pernah muncul kembali. yang melambangkan kemampuan. Musafir itu melanjutkan perjalanannya. dan bukan pendeta yang ditahbiskan menurut adat kami. Karena itu kami tidak mau mendengarkan Saudara. sebagai orang asing. "tetapi yang bias menembus rahasia sejati hanya beberapa orang saja. Saya tahu kenyataan yang mendasari upacara ini. Barangkali Saudara m alah berusaha membuang atau mengganti agama kami. Ada lagi seorang pengikut yang memberanikan diri mencoba menyehatkan akal bangsa itu. Dengan demikian kalian menunda kegunaannya." jawab para pemuja Nur." Para musafir itu pun melanjutkan perjalanan. Kalian memuja alat -alat untuk membuat sesuatu. "Itu bid'ah kepangkatan. dan sampai di negeri bangsa keempat. 14 . Kini pengikut keempat maju ke depan kerumunan orang." "Mungkin begitu. dan sampai di negeri bangsa yang kedua dan memuja alat-alat pembuatan api. orang pertama yang membuat api. yang bisa dipergunakan. "Patung itu melambangkan orang. "Saudara diterima baik sebagai musafir dan orang asing di antara kami. dan berasal dari orang yang bahkan tak bisa mempergunakan bahasa kami secara benar." Bangsa itu terdiri dari orang -orang yang lebih berakal. "Saya mohon izin untuk berbicara kepada kalian semua sebagai bangsa yang berakal. mereka menyaksikan di depan setiap rumah terpancang patung Nur." kata pendeta-pendeta itu. dan bukan hasil pembuatan itu. maukah kalian menerima kenyataan bahwa bertahun-tahun lamanya kalian telah tersesat?" Tetapi para pendeta itu berteriak. "Aku bisa membuat keajaiban yang kalian katakan sebagai perwujudan kekuatan dewa itu.

agar ia mendapat keduduka n di sini. "Kita lebih suka dongeng itu tetap saja begitu. ia dituduh menyebarkan Kristen dan orang Islam. Ada kelompok lain yang berkata. kalian baru bias mengatur cara mengajar. yang terpecah menjadi beberapa kelompok."Kisah pembuatan api itu benar. dan orang-orang juga sibuk melakukan hal -hal lain. ternyata sebagian besar ingin bisa membuat api untuk ke pentingan sendiri saja." Ketika orang -orang ini diuji oleh Sang Guru dan pengikutnya. Sang Guru berkata kepada pengikut -pengikutnya. tetapi di tolak oleh orang-orang Kristen karena menolak dogma Kristen lebih lanjut secara harafiah." katanya. Beberapa orang berkata. "jelas dongeng itu tidak benar. di sana pembuatan api dilakukan sehari-hari. Rombongan itu pun bergerak lagi. "Seorang barbar adalah manusia yang daya pahamnya begitu tumpul sehingga ia mengira bisa mengerti dengan memikirkan atau merasakan sesuatu yang hanya dipahami lewat pengembangan dan penerapan terus -menerus terhadap usaha mencapai Tuhan. Orang itu hanya berusaha membodohi kita. bukan apa yang pertama-tama harus mereka pelajari. Kekacauan timbul dalam bangsa itu. dan tidak menyadari bahwa bisa bermanfaat bagi kemajuan kemanusiaan. Begitu dalamnya dongeng-dongeng keliru itu merasuk ke dalam pikiran orang -orang itu sehingga mereka yang mengira dirinya mewakili kebenaran sering merupakan orang-orang yang goyah." Menurut cerita darwis. sebab manusia tidak ingin diajar. Ia pendiri kaum Badawi Mesir. Kalau kita tinggalkan dongeng itu. Manusia menertawakan Musa dan Yesus. dan kemudian ternyata penafsiran baru itu tak ada gunanya. atau karena mereka sangat tumpul. Dan sebelumnya. Tetapi mereka ingin mempelajari apa yang mereka bayangkan harus dipelajari. sebab ialah menjadi dasar keutuhan bangsa kita." Catatan Untuk menjawab pertanyaan "Apakah orang barbar itu?" Ahmad al -Badawi (meninggal tahun 1276) berkata. kita ingin mengetahui bagaimana cara membuat api." Dan kelompok lain lagi berkata. "Itu mungkin benar. apa jadiny a dengan bangsa kita ini?" Dan masih banyak lagi pendapat di kalangan mereka. sampai ke negeri bangsa yang kelima. Pengetahuan t anpa kemampuan istimewa untuk mengajarkannya tidak sama dengan pengetahuan dan kemampuan. Mereka membayangkan bahwa merek a siap belajar. atau karena mereka telah menyembunyikan diri mereka sendiri apa yang dimaksudkan mereka itu ketika mereka berbicara dan bertindak. dan kalau memang demikian. Kalau kalian telah mempelajari ini semua. dan saya tahu bagaimana melaksanakannya. "Kalian harus belajar cara mengajar. yang tidak akan juga membuat api bahkan setelah diberi tahu caranya. 15 . kalian harus mengajar mereka bahwa masih ada saja hal yang harus dipelajari.

tak b erkata apapun. Ia merupakan Guru yang telah melahirkan lebih dari empat belas Kaum dan sangat dihargai oleh Maharaja India." Catatan Kisah ini salah sebuah yang dianggap merupakan karangan Syah Moham mad Gwath Syatari. mencari roti dan air itu. 'Kau berhak makan makanan itu. sebab kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga." Musafir ketiga berkata. salah seorang mengusu lkan agar tidur saja. Setelah berhari-hari lamanya mereka menyadari bahwa yang mereka miliki tinggal sepotong roti dan seteguk air di kendi. Meskipun ia dipuja-puja beberapa kalangan sebagai orang suci. sebab kau lebih berpengetahuan dan lebih sabar. Pagi berikutnya." kata musafir kedua. 'Kau berhak akan makanan itu lebih dari kawan -kawanmu. "Dalam mimpiku aku tak melihat apapun. Karena tidak berhasil mencapai persesuaian pendapat. yang didasarkan pada model-model kuno. Dalam masa depanku. Aku berjumpa dengan seorang bijaksana yang mengatakan kepadaku. "Aku berada di tempat -tempat yang tidak bisa digambarkan. kulihat seorang lelaki maha tahu. aku jelas -jelas melihat segala masa lampau dan masa depanku. yang menggambarkan cara pencapaian taraf lebih tinggi manusia dalam terminology sihir dan tenaga gaib. Ia akhirnya dibebaskan dari tuduhan murtad. yang meninggal tahun 1563. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhak memakan dan meminum bekal tersebut. ketiga musafir itu bangun ketika matahari terbit." "Aneh sekali. Humayun. tetap saja mereka tidak sepakat. lalu memakannya di situ juga." kata yang pertama. begitu indah dan tenang. Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun. sebab kau ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia. dan oleh karenanya mereka menuntutnya agar dihukum. karena hal -hal yang dikatakan dalam keadaan pikiran yang istimewa tidak bisa dinilai dengan ukuran 16 . dan pantas mendapat pujian. "Inilah mimpiku.MIMPI DAN IRISAN ROTI Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan melelahkan. Namun. Ia menulis risalah terkenal. orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan menentukan apa yang harus dilakukan. "Sebab dalam mimpiku. Nah. Kau harus cukup makan. mengumpulkan kekuatan dan tenaga bersama. akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan minuman itu menjadi tiga. Lima Permata. Malampun turun. mereka bergembira dan berduka bersama. Kalau besok mereka bangun. berkata. itulah yang kukerjakan semalam. beberapa tulisannya dianggap oleh golongan pendeta sebagai menyalahi aturan suci.

17 . Makamnya di Gwalior. yang merupakan tempat ziarah Sufi yang sangat penting. Alur yang sama juga dipergunakan dalam kisah -kisah Kristen yang tersebar di kalangan pendeta pada abad pertengahan.pengetahuan biasa.

Mendadak ada angin topan menderu. Abu-Ali dari Sind. Karena gurunya. dan bahwa Bayazid tentunya mempelajari metode mistik India. Tetapi saya juga menyadari bahwa. tentu. dan ia menerima pendidikan kebatinannya di India. Selama itu sang darwis duduk tenang. Salah seorang bertanya kepadanya. Tetapi tidak ada ahli yang berwewenang." Hanya be berapa penumpang saja yang secara khusus tertarik akan peringatan itu. 18 . ada seorang raja darwis yang berangkat mengadakan perjalanan melalui laut. Mereka terdengar berteriak -teriak ketakutan.ORANG YANG MENYADARI KEMATIAN Konon. tidak menguasai ritual Islam sepenuhnya." Catatan Kisah ini ciptaan Bayazid dari Bistam. sampai kau tahu maut itu apa. Rumusan itu adalah: "Cobalah menyadari maut. laut dan langit tenang. pemisah antara kita dan maut itu lebih rapuh lagi. Ayahnya seorang pengikut Zoroaster. Ketika penumpang-penumpang lain memasuki perahu satu demi satu. Anak kapal maupun penumpang semuanya berlutut. dan para penumpang menjadi sadar kini betapa tenang darwis itu selama peristiwa ribut -ribut itu berlangsung. Apa yang dilakukan semua darwis tentu sama saja. beberapa ahli beranggapan bahwa Abu -Ali beragama Hindu. memohon agar Tuhan menyelamatkan perahunya. kalau saya berada di darat dan merenungkannya. menyerah kepada nasib. merenung. Ia adalah salah seorang diantara Sufi Agung zaman lampau. Para pengikut Bayazid termasuk kaum Bistamia. sama sekali tidak memberikan reaksi terhadap gerak -gerik dan adegan yang ada disekelilingnya. dan men inggal pada paroh kedua abad kesembilan. "Apakah Tuan tidak menyadari bahwa pada waktu angin topan itu tak ada yang lebih kokoh daripada selembar papan. meratap mengharapkan keselamatan. mereka melihatnya dan sebagai lazimnya --merekapun meminta nasehat kepadanya. diantara Sufi. dalam per istiwa sehari-hari biasa. yakni memberitahu orang-orang itu hal yang itu-itu juga: darwis itu tampaknya mengulangi saja salah satu rumusan yang menjadi perhatian darwis sepanjang masa. yang mengikuti anggapan tersebut. yang bisa memisahkan kita dari maut?" "Oh. sebuah tempat disebelah selatan Laut Kaspia. Akhirnya suasana kacau itu pun berhenti. "Saya tahu." jawab darwis itu. di laut selamanya begitu.

Seharusnya diucapkannya YA -HU." Kemudian ia menyadari bahwa." kata darwis yang lain itu dengan rendah hati. "Terima kasih. Saya datang untuk menanyakan cara yang benar 19 . Didapatinya orang itu duduk disebuah gubuk alang -alang. darwis kedua tadi tampak menuju perahunya. dan karenanya telah berbuat sebaik -baiknya untuk menyesuaikan diri dengan gagasan yang ada di balik suara yang diucapkannya itu. memikirkan betapa manusia memang suka bersikeras mempertahankan kekeliruan. ia pun berhenti mendayung. tapi dia mengucapkannya U-YA-HU. Darwis keduapun mendekatinya. Karena takjubnya. pada suatu hari berjalan menyusur tepi sungai. sangat puas. Darwis pertama turun ke perahunya lagi." katany a kepada diri sendiri. Dari arah pulau itu." Lalu di beritahukannya ucapan itu. Bagaimanapun. Ia menyamakan agama perasaan dengan pencarian Kebenaran mutlak. "sebab orang itu telah salah mengucapkannya. Ketika darwis pertama merenungkan hal itu. Mungkin orang itu tidak pernah mempunyai kesempatan mendapat bimbingan yang baik. Kini ia tak mendengar lagi suara gubuk a lang-alang itu. sebagai Darwis yang lebih teliti.darwis pertama itu ingin sekali bisa melakukannya. kalau orang bias mengulang -ngulang ungkapan rahasia itu dengan benar. katanya. namun ia yakin bahwa nasehatnya telah dilaksanakan sebaik-baiknya. Tiba-tiba renungannya terganggu oleh teriakan keras: seseorang terdengar mengulang ngulang suatu ungkapan darwis. Demikianlah Darwis yang pertama itu menyewa perahu dan pergi ke pulau di tengah -tengah arus sungai. sebab baru saja berbuat amal. Hal itu memang belum pernah disaksikannya sendiri tetapi --berdasarkan alasan tertentu -. ia mempunyai kewajiban untuk meluruskan ucapan orang itu. tempat asal suara yang didengarnya tadi. "Saudara. Saya berkewajiban memberitahukan hal ini kepada Anda. maaf saya mengganggu Anda. yang berasal dari mazhab sangat saleh. sebab ada pahala bagi orang yang memberi dan menerima nasehat. sebab itulah yang menjadi pokok perhatian peng ajaran Sufi dalam mazhabnya. "Anda keliru mengucapkan ungkapan itu. "Tak ada gunanya itu. Inilah ucapan yang benar." kata darwis pertama. ada kemungkinan bisa berjalan diatas air. berjalan diatas air. Ia memusatkan perhatian pada pelbagai masalah moral dan ajaran. "Sahabat.ORANG YANG BERJALAN DI ATA S AIR Seorang darwis yang suka berpegang pada kaidah. Kemudian didengarnya kembali ucapan U -YA yang keliru itu ketika darwis yang di pulau tersebut mulai mengulang-ngulang ungkapannya. bergerak-gerak sangat sukar teratur mengikuti ungkapan yang diu capkannya itu. tiba -tiba disaksikannya pandangan yang menakjubkan.

" Catatan Dalam Bahasa Indonesia. kisah ini juga didapati dalam naskah-naskah pelajaran darwis. sulit benar rasanya mengingat-ingatnya. disamping juga menunjukkan sesuatu yang nilainya dangkal.' 'asli'). Di samping terdapat dalam sastra masa kini yang populer di Timur. Dalam versi Arab sering dipergunakan kata -kata yang bunyinya sama tetapi berbeda arti (homonim) untuk menyatakan bahwa kata itu bias dipergunakan untuk memperdalam kesadaran. ( cerita serupa dari tradisi Kristiani) 20 . di Timur Dekat dan Tengah.untuk mengucapkan ungkapan yang Anda beritahukan kepada saya tadi. hanya satu arti yang bias diungkapkan oleh kisah ini. bebe rapa diantaranya sangat penting. Versi ini berasal dan Kaum Asaaseen ('hakiki.

Isa bertanya. dipinggir jalan. Pada Hari Perhitu ngan nanti." Isa berkata. Pada suatu hari Isa melihat orang -orang duduk bersedih di sebuah tembok. ganjaran-siksa hanyalah sekedar bagian-bagian suatu sistem lebih besar dari kesadaran diri. "Keinginan akan sorga telah membuat kami semua begini. Tanyanya." Catatan Kisah Sufi tentang Yesus ini sering mengejutkan mereka yang percaya bahwa kemajuan rohaniah hanya tergantung pada pengolahan masalah ganjaran dan siksa. "Apa gerangan yang merundung kalian?" Mereka menjawab. tetapi wajah mereka bersinar bahagia. "Orang-orang itu telah sampai." Isa pun melanjutkan perjalanannya. "Semangat Kebenaran. dan hal itu telah menyebabkan kami melupakan tujuan -tujuan lain yang sepele. ketegangan-kelonggaran. 21 . "Kami menjadi seper ti ini lantaran ketakutan kami menghadapi neraka. "Apa gerangan y ang telah membuatmu begitu?" Mereka menjawab. "Apa gerangan yang merundungmu semua?" Jawab mereka. Para Sufi mengatakan bahwa hanya orang-orang tertentu bias mengambil keuntungan dari pelibatan diri pada masalah untung atau rugi. Tampaknya orang-orang itu telah menderita amat sangat. sampai ia bertemu dengan kelompok ketiga. dan melihat sejumlah orang berkelompok berduka dalam berbagai gaya dipinggir jalan." Isapun meneruskan perjalanannya. Katanya. dalam pelbagai keyakinannya tidak mengakui bahwa pilihan sederhana atas baik -buruk. dan bahwa hal ini mungkin hanya merupakan sebagian saja dari pengalaman orang -seorang.ORANG-ORANG YANG SAMPAI Imam Al-Ghazali mengisahkan suatu cerita dalam kehidupan Isa bin Maryam. Tentu saja. Mereka yang telah mempelajari pelbagai ca ra dan akibat keadaan dan pencekokan (conditioning and indoctrination) mungkin merasa sepakat dengan pandangan tersebut. kaum agamawan formal. merekalah yang akan berada di Sisi Tuhan. Kami telah melihat Kenyataan.

tetapi tidak bisa mendapatkan pembeli. Konon. beberapa diantara pelayan itu beranggapan bahwa kamar itu sama sekali tak ada. Hal itu ter jadi karena mereka telah melupakan peran mereka di rumah itu. pernah mereka ingin menjual rumah. mereka merasa berada dalam keadaan yang bertentangan. Misalnya saja. Karena pengetahuan mereka itu terbatas pada dunia sehari-hari saja. Petunjuk-petunjuk untuk mengurus rumah itu telah ditinggalkan dalam kamar si empunya rumah--dengan maksud agar bisa diingat -ingat lagi. yang memiliki sebuah rumah besar." Hallaj meninggalkan sejumlah besar mistik. banyak Sufi dalam waktu seribu tahun terakhir ini m engakui bahwa Hallaj adalah yang menerima pencerahan. Malahan. Keadaan yang bertentangan itu juga dibuk tikan oleh kenyataan bahwa persediaan untuk rumah senantiasa muncul "secara rahasia. kisah ini sering sekali dipergunakan oleh syuhada Sufi Al-Hallaj. tidak pula tetap setia kepada petunjuk semula. karena memang tidak bisa mengurusnya. Tetapi setelah satu generasi. yang berpikir bahwa merekalah yang memiliki rumah itu. dianggapnya para calon pembeli itu main-main saja. tentang pintu itu mereka memberikan penjelasan lain. Salah satu sifat para pelayan itu adalah pelupa. ketika pemilik rumah itu sedang bepergian jauh. Kalau ia sedang pergi." dan perbekalan itu tidak cocok dengan anggapan bahwa para penghuni bertanggung jawab untuk seluruh rumah. dan kamar itu pun dianggap seba gai rahasia yang tak tertembus. demikianlah mereka menjalankan kewajibannya dengan mengulang -ngulang yang sudah dikerjakan. Pada waktu yang lain orang -orang datang bermaksud membeli rumah itu. Begitulah keadaan para pelayan rumah tersebut. rumah itu diserahkan pemeliharaannya kepada para pelayan. ia sering pergi jauh beberapa waktu lamanya. Dalam perjalanan hidupnya. mengapa berada dalam rumah itu.PARA PELAYAN DAN RUMAH Pada zaman dahulu. yang tidak mengambil alih rumah itu. 22 . Tidak jarang pula mereka melakukan pekerjaan dengan cara yang sama sekali berbeda dengan yang telah diberitahukan kepada mereka. muncullah sekelompok pelayan. sekedar hiasan dinding belaka. Sering mereka lupa. tetapi karena para pelayan itu sama sekali tidak tahu menahu tentang akta. Catatan Konon. Meskipun mengandung bahaya. Namun. "Akulah Kebenaran. ada seorang bijaksana dan baik hati. yang dihukum mati pada tahun 922 karena diduga mengatakan. kamar itu menjadi begitu keramat sehingga tak ada seorangpun yang diperbolehkan memasukinya. dan menanyakan tentang sertifikat tanah. meskipun mereka melihat pintunya.

dirimu akan harus memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang di dunia ini masih bisa kaucoba rasakan. yang segera saj a segar kembali. Setelah mati. teriaknya. Ghazali mempergunakannya dalam Alkemia Kebahagiaan pada abad kesebelas untuk menggarisbawahi ajaran Sufi.DI JALAN TEMPAT PEDAGANG WANGI -WANGIAN Seorang pengais sampah. Akhirnya seorang bekas pengorek sampah datang. ini dia wangi-wangian!" Kamu harus mempersiapkan dirimu bagi keadaan peralihan. disana tidak ada apa pun yang sudah biasa kaukenal. ia mengetahui keadaan itu. "Nah. seperti halnya si pengorek sampah yang keadaannya menjadi gawat ditempat para penjual wangi-wangian. Ia mendekatkan sesuatu yang berbau busuk di hidung orang itu. namun keadaannya malah semakin parah." 23 . bahwa hanya beberapa saja diantara benda -benda yang kita kenal ini yang memiliki pe rtalian dengan "dimensi lain. Orang-orang berusaha menghidupkannya kembali dengan bau-bauan wangi. Kalau kau tetap terikat pada beberapa hal yang kau kenal akrab. tiba-tiba terjatuh seakan-akan mati. Catatan Kisah perumpamaan ini jelas sekali maknanya. yang sedang berjalan -jalan di tempat orang berjualan wangi -wangian. kau hanya akan sengsara.

Dalam sekejap teriakan itu telah mencapai jalan pertama. dan ketika ia mencapai jalan yang satu lagi.PENYUSUNAN SEJARAH Konon. Kisah yang menggambarkan subyektivitas otak manusia ini dikutip dari buku pelajaran Asrar -iKhilwatia 'Rahasia Para Pertapa. Catatan Dalam ajaran kejiwaannya. kota itu masih ditinggalkan. beberapa orang berucap. ada sebuah kota yang terdiri dari dua jalan yang sejajar. beruntung bisa melarikan diri dari malapetaka tak dikenal. Makamnya di Lahore. beberapa abad kemudian. pada mas a yang jauh lampau. "Yang kami tahu. Dalam keadaan begitu bingung untuk memahami yang dikatakannya sendiri. para Sufi menyatakan bahwa penyampaian pengetahuan secara biasa mudah menyebabkan kekeliruan karena adanya penambahan atau pengurangan dan ingatan yang salah. Ketika ketenangan kembali terasa. menanyakan mengapa mereka tidak mengusut sebab -musababnya. anggota Kaum Suhrawardi. ada wabah di jalan sana. mas ing-masing masyarakat memutuskan untuk pindah saja demi keselamatan. Pakistan. Seorang bijaksana berusaha bernalar dengan orang -orang di kedua jalan tersebut. Kini. Demikianlah." Kabar burung ini pun menyebar bagai kobaran api sehingga orang -orang di jalan ini beranggapan orang-orang di jalan yang lain tertimpa bencana. orang -orang melihat matanya berlinang air mata.' karangan Syeh Qalandar Syah. Anak -anak yang di sekitar itupun segera mendengar teriakan tersebut. karenanya pengetahu an semacam itu tidak bisa dipergunakan sebagai pengganti persepsi langsung atas kenyataan. Masing-masing desa mempunyai kisahnya sendiri tentang bagaimana mula-mula rakyatnya mengadakan perpindahan dari sebuah kota yang tertimpa bencana. "Ada yang meninggal di jalan sebelah itu!" teriak seseorang. yang meninggal tahun 1832. akhirnya kedua jalan di kota itu sama sekali ditinggalkan penghuninya. tidak berapa jauh darinya terd apat dua buah desa. Seorang darwis berjalan lewat salah satu jalan itu. Yang sebenarnya terjadi adalah bahwa darwis itu telah mengupas bawang. dan orang -orang dewasa di kedua jalan itu begitu sedih dan khawatir (sebab masyarakat di kedua jalan itu masih saling berebut) sehingga mereka takut mengusut sebab -musabah kehebohan itu sampai tuntas. 24 . demikian pula sebaliknya.

Masalah itu tidak pernah disebut -sebut lagi. Nuri Bey berpikir lama. Kemudian dipanggilnya empat orang tukang kebunnya. cukup besar untuk menyimpan orang. tentu dengan pikiran kacau. kini tidak diperbolehkan membukanya." Pelayan itu dipecat. lalu menguburnya. Suatu malam. dan mendapatkannya duduk murung disamping peti kayu besar itu. Dan hamba. Wanita itu menyerahkan kunci da n iapun berlalu." Nuri pergi kekamar istrinya. yang sejak dulu menjaganya. Malam itu mereka bersama-sama mengangkat peti itu jauh ke ujung kebun. Ia berada di kamarnya dengan sebuah peti besar.PETI KUNO NURI BEY Nuri Bey adalah seorang Albania yang suka tepekur dan disegani. 25 . nanti saya berikan kunci itu kepada Tuan. Mestinya peti itu hanya berisi beberapa sulaman kuno. "Karena kecurigaan pelayan. Hamba yakin. kini didalamnya terdapat lebih dari sekedar sulaman. "Istri Tuan berkelakuan mencurigakan. tanpa harus memasalahkan kaitan maksudnya?" "Tidak bisa. ketika ia pulang lebih awal dan biasanya seorang pelayan yang setia menghadapnya dan berkata. atau karena Tuan tidak lagi mempercayai saya?" "Bukankah lebih mudah membukanya saja. yang beristrikan wanita jauh lebih muda dari dirinya. "Pecat pelayan itu. peti itu dulu milik kakek Tuan. "Boleh aku melihat isi kotak itu?" tanya suaminya." "Apa terkunci?" "Ya" "Di mana kuncinya?" Istrinya menunjukkan kunci itu.

jumlah mereka itu sangat banyak. dalam versi yang lebih dikembangkan.G.Catatan Kisah yang menggelitik ini. Kisah ini. Dwight.' diterbitkan di Amerika Serikat tahun 1916 dan 1922. 26 . Di Turki. yang berulang kali dikatakan memiliki arti dalam di samping nasehatnya yang jelas. merupakan sebagian dari naskah para darwis pengembara. menyusup ke Bahasa Inggris melalui karya H. Stambul Nights 'Malam -malam Istambul. yang pengayom sucinya adalah Yusuf dari Andalusia pad a abad ketiga belas.

SI BIJAK. "Yang mengenakan Jubah Bertambal" yang meninggal tahun 1790 dan dimakam kan di Mazar-iSharif. Ketika ia sampai dirumah orang bijaksana itu. Kisah ini." Karena terhibur dan ingin mendengar seluruh ceritanya." kata Si Tolol itu." Catatan Suatu pokok pembicaraan yang banyak beredar di kalangan guru darwis adalah bahwa kemanusiaan umumnya tidak bias membedakan s uatu kecenderungan tersembunyi di balik peristiwa-peristiwa. atau apa yang dilakukan orang lain. " atau di panggil Si Tolol. DAN KENDI Seorang tolol merupakan panggilan bagi orang biasa. katanya. yang senantiasa salah menafsirkan apa yang terjadi atasnya. ia memberikan pegangan kendinya. Turkestan. "Karena kendi itu telah di curi. Dengan menyerap ajaran itu lewat tokoh dan kisah yang dilebih-lebihkan. "Tuan Anu menyuruh saya memberikan kendi ini kepada Tua n. sementara orang kebanyakan disebut "tidur. 27 . apa yang dikerjakannya. Seorang tolol semacam itu pada suatu hari disuruh membawa kendi menemui seorang bijaksana untuk meminta anggur. tetapi di tengah jalan ia dicuri batu. dan pecah. yang mestinya memungkinkannya memanfaatkannya sepenuh penuhnya. karena kecerobohannya Si Tolol itu membenturkan kendinya ke batu. "oleh karena saya membawa pegangan kendi ini untuk membuktikan kebenaran ceritaku. Ia melakukan semuanya itu begitu meyakinkan sehingga bagi dirinya dan orang -orang semacamnya segi kehidupan dan pemikiran yang luas tampak masuk akal dan benar. orang-orang tertentu mampu benar-benar "memekakan" diri untuk menangkap kecenderungan tersembunyi itu.SI TOLOL. orang bijaksana itu bertanya. kenapa kau berikan kepadaku pegangannya?" "Saya tidak setolol yang disangka orang. Kutipan ini berasal dari kumpulan kisah Sufi yang dikerjakan oleh Pir -i-do-Sara. Mereka yang mampu melihat kecenderungan itu disebut Sang Bijaksana. Di tengah jalan. yang dalam Bahasa Inggris dikutip oleh Kolonel Wilberforce Clarke (Diwan -i-Hafiz) merupakan salah satu contoh khas.

mengalami pelbagai kejadian lain--dan dikembalikan ke kamarnya sem entara tempat tidurnya masih hangat. "Jangan bingung. Beberapa orang berpendapat bahwa hal itu benar. Kemudian ternyata lagi bahwa banjir itu tak ada. Dan setelah jendela tertutup lagi. pemandangan itu tak ada. "Saya bermaksud segera saja mengadakan pembuktian. Ia menutup jendela itu lalu membukanya kembali. yang segera saja menghadap raja. Di pegunungan nunjauh disana terlihat olehnya sejumlah besar perajurit menyerang. Kali ini tak ada seorang perajurit pun yang tampak. tetapi sebuah taman firdaus. tak ada api sama sekali. bagaikan semut banyaknya. Ketika ia membuka jendela yang lain. kota yang di luar tampak terbakar. Sultan melihat keluar melalu i jendela itu. 28 . Namun Sultan menganggapnya tidak masuk akal. Sultan menunjukkan kerendahan hati terhadap sang guru yang berkata. Berita perbedaan pendapat itu akhirnya didengar oleh Sufi Syeh Shahab uddin.SULTAN YANG MENJADI ORANG BUANGAN Seorang Sultan Mesir konon mengumpulkan orang orang terpelajar. terlihat banjir besar mendekati istana. Para ulama cendikia itu semuanya mengatakan bahwa segala hal bisa saja terjadi karena kehendak Tuhan. pada kesempatan tersebut Nabi diambil dari tempat tidurnya." kata Syeh itu. Sang Sultan sangat ketakutan. Selama waktu itu ia menyaksikan sorga neraka. yang dangkal dan terbatas. Hal itu tidak memuaskan raja." kata Syeh itu. dibawa ke langit. airnya masih belum habis ketika Nabi turun kembali. Jendela keempat dibuka. Kendi air yang terguling karena tersentuh Nabi waktu berangkat. yang menjelaskan cerita itu tanpa harus mendasarkan pada perkiraan ngawur atau akal. Pokok masalahnya adalah Mikraj Nabi Muhammad. Dikatakan. Ketahuilah bahwa kedua tafsiran itu keliru. Ketika pintu i tu ditutup lalu dibuka kembali. menuju ke istana. lalu dibuka. Sultan berteriak ketakutan. Ketika jendela ketiga dibuka. "Lupakan saja. tak ada apa -apa. dan yang tampak bukan padang pasir seperti biasanya. tak ada apa -apa. dan -seperti biasanya-timbullah pertengkaran. Sang Syeh memerintahkan agar yang sebuah dibuka. berbicara dengan Tuhan sembilan puluh ribu kali. Sultan. sebab ukuran waktu disini dan di sana berbeda. dan bahwa ada faktor -faktor yang bisa ditunjukkan." Di ruang pertemuan itu terdapat empat jendela.

Karena Sultan tidak memiliki kemampuan apapun untuk bekerja. Jadi ia harus menanyakan yang berikutnya. 29 . dan musik yang merdu pun diperdengarkan. Jubah yang sangat indah disiapkan untuk Sultan. Segera saja Sultan bertemu dengan beberapa orang penebang kay u yang menanyakan siapa dirinya. Yang ke empat sungguh -sungguh molek. Dalam sehari. Karena sulit menjelaskan siapa dia sebenarnya. Ingat pada sahabatnya yang pertama di kota i tu. dan di lihatnya seorang gadis cantik keluar dari tempat itu. dan bahwa penolakannya tadi itu sebenarnya sekedar merupakan basa-basi saja. mengantarkan wanita kelima yang lebih cantik lagi.Kemudian Syeh meminta seember air. ia disarankan pergi ke pasar menjadi kuli. Kemudian wanita itu mengatakan bahwa kini Sultanlah yang harus menanggung hidup keduanya bersama ketujuh anaknya. Sultan marah sekali dan ingin membalas dendam. Sultan pun kembali menemui tukang besi untuk meminta nasehat. Ia bertanya apa gadis itu sudah kawin: ternyata sudah. Orang itu kemudian menjelask an tentang kebiasaan kota tersebut. dan meminta Sultan memasukkan kepalanya dalam air sesaat saja Segera setelah Sultan mel akukan itu. yang wajahnya sangat buruk. ia merasa berada di sebuah pantai yang sepi. dan dengan syarat si wanita itu harus menerimanya. Sultan tinggal selama tujuh tahun bersama istrinya itu: sampai ia menghambur -hamburkan habis warisan istrinya. Akhirnya empat wanita cantik dan berpakaian indah-indah masuk. Semua pendatang baru boleh meminang wanita yang pertama ditemuinya. Dan yang berikutnya lagi. Wanita itu memberinya selamat datang dan mengatakan bahwa ia telah bergegas pulang untuk menyiapkan kedatangannya. Sultan menjawab bahwa ia seorang pedagang yang terdampar. dan iapun berjalan ke sebuah kota. Kemudian menyusul makanan yang lezat. di tempat yang sama sekali tak dikenalnya. Sultan mengatakan bahwa ia terdampar di pantai itu karena kapalnya pecah. Ayo. Sultan mengenal wanita itu sebagai wanita terakhir yang ditemuinya di rumah mandi umum tadi. ia hany a bisa mendapatkan sepersepuluh dari uang yang dibutuhkannya untuk menghidupi keluarganya. ikut aku. dan dibawa kesebuah rumah yang sangat indah. dan tanpa mata pencarian. yang dilakukan oleh setiap wanita apabila berada di jalan. dan bertanya siapa dia sebenarnya. karena kekuatan gaib Syeh itu. Mereka memberinya pakaian. Tiba-tiba ada seorang lelaki berdiri didepan Sultan katanya. hidupnya tergantung pada kebaikan hati penebang kayu. tetapi ditolaknya Sultan karena tubuh dan bajunya yang tak karuan. "Aku disuruh ke mari menjemput seorang yang kusut di sini. Sultan itupun lalu pergi ke tempat mandi umum." Sultanpun mengikuti pelayan it u. Ia pun duduk di salah satu ruangannya yang megah berjam -jam lamanya. Di kota itu ada seorang tukan g besi yang melihatnya gelandangan. Katanya ia belum kawin. meskipun ia telah mengangkat beban yang sangat berat. meninggalkan tempat mandi.

tak ada makna sama sekali. peristiwa itu mengandung makna. Sang Maha Kuasa. tujuh tahun yang lalu. adalah: "Tunjukkan hal yang tak diketahui sesuai dengan cara-cara yang 'diketahui' khalayak. dan mengambil air wudhu: dan pada saat itu pula mendadak ia berada kembali di istananya. padahal hanya sesaat saja wajah tuan tercelup di air. "Tujuh tahun. bertahun 1596. seperti macam lain yang banyak beredar di kalangan Su fi." kata guru Sufi tersebut." Catatan Dinyatakan. bersama -sama dengan Syeh itu dan segenap pegawai keratonnya. menghidupi keluarga. Iapun segera lenyap dari istana tiba-tiba berada di Damaskus. dan ia sampai di tempat pertama kali dulu ia muncul di sini. Ia segera saja memerintahkan memenggal kepala Syeh itu. Dalam hal tuan. Namun. Hal tersebut terjadi karena adanya kekuatan -kekuatan tertentu. "Berbicaralah kepada setiap orang sesuai dengan taraf pemahamannya. masing -masing sesuai untuk keadaan pcmbaca atau pendengarnya. Dalam hal Nabi. hingga berani melakukan hal itu terhadapku?" "Tetapi kejadian itu hanya sesaat. tempat tidur Na bi masih hangat dan kendi air itu belum habis isinya? Yang penting bukanlah terjadi atau tidaknya peristiwa itu. Kisah ini. menurut Ibrahim Khawas. yang hanya dimaksudkan untuk membuktikan apa yang bisa terjadi. seperti yang telah tuan rasakan sendiri. 30 . "yakin waktu Baginda mencelupkan wajah ke air itu. yang jaraknya berhari -hari dari istana itu." Metode Sufi. Ia pun memutuskan untuk sembahyang . yang penting adalah makna kenyataan itu. menekankan nasehat Muhammad. Sultan sama sekali tidak bisa mempercayai sepatah katapun. Dari kota itu ia menulis surat kepada Sultan: "Tujuh tahun berlalu bagi tuan. Segalanya mungkin terjadi." Para pegawai keraton membenarkan hal itu. Karena merasa bahwa hal itu akan terjadi? Syeh pun menunjukkan kemampuannya dalam Ilmu G aib (Ilm el-Ghaibat)." Versi ini berasal dari naskah bernama Hu -Nama "Buku Hu" dalam kumpulan Nawab Sardhana. Bukankah menurut kisah itu. setiap ayat dalam Quran memiliki tujuh arti. dan harus menjadi kuli: Apakah kau tidak takut kepada Tuhan. hai orang jahat" teriak Sultan.Hari berikutnya Sultan pergi ke pantai. "Tujuh tahun dalam pengasingan.

yang dikutip dari Mathnawi." Dilaksanakanlah hal itu. Dan bahkan 'kematian' inipun tak mungkin ada tanp a pertolongan. Hakim itupun menangkapnya. sudah jelas dengan sendirinya. Tetapi itu bukan usaha terakhir. Pada suatu hari tibalah giliran para hakim menerima hadiah. Ia mungkin melemparkan uang untuk ongkos penguburanku dan kau nanti kuberi bagian. dan selanjutnya. Catat bagaimana aku telah mendapatkannya!" "Tak ada yang bisa kau dapatkan dariku. Setiap hari diberikannya emas kepada segolongan masyarakat --yang sakit. dan iapun pura -pura patah anggota badannya.' Hadiah itu dating setelah 'kematian. yang janda. di antara golongan masyarakat yang berbeda. Berulang kali ia mencoba. dan ia pun tak mendapatkan apa -apa. Sekeping uang emas dilemparkan oleh Pemimpin ke bungkusan kafan itu." Itulah makna kalimat rahasia 'orang harus mati sebelum ia mati. Salah seorang diantara mereka itu tidak bisa menahan diri mengajukan permohonan sebaik -baiknya. Namun tak diberikannya apapun kepada yang membuka mulut. "Kalau Sang Pemimpin lewat. para cacat diberi hadiah. Tidak semua orang bisa berdiam diri. menutupi wajahnya. Tetapi Sang Pemimpin mengenalnya." jawab orang murah hati itu.' dan tidak sebelumnya. Hari be rikutnya. mungkin ia nanti menganggapku mayat. Karena ia memiliki pangkat tinggi dalam hirarki yang tak kelihatan. bahkan pernah menyamar sebagai wanita: namun semuanya tanpa hasil. ia dikenal seb agai Pemimpin Dunia. Ia tidak diberi apapun." Catatan Kisah ini. Kemudian berkatalah ia kepada pemurah itu. dan diusir. Lagi-lagi ia dikenali. 31 .SI PEMURAH Ada seorang kaya dan murah hati yang tinggal di Bokhara. Hari berikutnya lagi ia kembali menyamar. Akhirnya hakim ini bertemu dengan seorang pengurus jenazah dan memintanya untuk membungkus dirinya dengan kain kafan. "Kau telah mengingkari hadiah untukku. khawatir kalau pengurus jenazah itu menangkapnya lebih dahulu. karya Rumi. "sampai kau mati. Ia membuat satu syarat bagi hadiah yang dibagikannya.

Para darwis mempergunakannya untuk menekankan bahwa meskipun anugerah bisa "digaet" oleh Si Cerdik. Itulah nilai yang sukar dipahami mengenai Berkah. kemampuan ('emas') yang diambil secar a baik-baik dari seorang guru seperti Si Pemurah dari Bokhara itu memiliki kekuatan yang melampaui ujud luarnya. 32 .

dan anak Adam itu mula -mula berbaring saja. Dengan menyederhanakan proses ini. dan memu lai tepekurnya menurut cara yang pernah diajarkan kepadanya oleh seorang darwis yang memiliki pandangan tajam dan luhur dalam mencapai tujuan. dan menghabiskan seluruh hari memperhatikan alam. ketika ia selesai mengerjakan sembahyang Isya. menyerahkan dirinya kepada bantuan kekuatan gaib dengan keyakinan yang sama seperti ketika ia menyerahkan dirinya kepada bantuan yang kasat mata. Satu demi satu lewatlah orang -orang kaya dan berkuasa. 33 . disertai pengiring yang naik kuda bagus-bagus. dan semua akan segera berlalu. Mereka melakukan itu karena telah dididik berbuat demikian." Selesai berbicara sendiri itu. dan bersembahyang. Bagian itu aku dapat ka rena usahaku sendiri. Malam pun berlalu. menanti munculnya makanan. didukung oleh usaha orang lain juga." katanya kepada dirinya sendiri. yakni ketika ia dulu menjadi guru di sebuah sekolah. sama seperti burung-burung dan binatang lain mendapatkan keperluannya di dunia mereka sendiri. iapun berjalan ke tempat terpenc il. aku akan menyerahkan diriku kepada Penguasa langsung yang memerintah segalanya. Aku tidak mau menerima sumbangan yang tidak langsung itu. tetapi mencari cara dan alasan penyediaan kebutuhan manusia. dan belajar sesuatu mengenai bagaimana dan mengapanya. Pengemis hidup lewat perantara: Lelaki dan wanita yang pemurah. terdengar kelinting pakaian kuda menandakan keyakinan jalan yang ditempuhnya. dimana makanan dan kebutuhan lain jelas datang melalui masyarakat. "Ini hanya ujian. "Aku manusia. putra Adam. mengintai ikan di sungai. Ia berbaring di tepi sungai. Meskipun ia mula -mula sepenuhnya menyerahkan dirinya kepada kekuatan gaib dan yakin bahwa ia akan mampu memahaminya kalau kekuatan gaib itu mula bekerja di tempat itu. "Sebagai manusia aku mendapat sebagian dari kebutuhan dunia. dan mendengar salam orang -orang itu karena mereka melihat ikat kepala yang dikenakannya." piker Yunus. dan air liurnya pun semakin mengucur membayangkan makanan yang paling sederhana. Yunus segera menyadari bahwa renungan saja tidak akan banyak membantunya di medan yang tidak biasa ini. aku akan mencari tahu bagaimana cara makanan mencapai manusia. kicau burung membangunkannya. pada suatu saat memutuskan untuk tidak sekedar menyerahkan hidupnya pada nasib. Ia pun jatuh tertidur.SANTAPAN DARI SORGA Yunus. setiap hari. Kelompok -kelompok penziarah beristirahat dan mengunyah kue kering dan keju. Daripada hidup di dunia kacau-balau ini. Waktu subuh. yakin bahwa Allah akan mengurus kebutuhannya sebaik -baiknya. yang merelakan sebagian hartanya berdasarkan desakan hati yang tidak sepenuh -penuhnya.

dan Alam terus menjalankan tugasnya dengan cara yang kira kira sama. Ketika ia sedang memikirkan langkah berikutnya Yunus melihat seorang darwis yang tinggi dan kusut. Berhari-hari lamanya Yunus mengikuti alur sungai setiap hari secara teratur tetapi pada waktu yang semakin lama semakinawal halwa itu muncul. Ia pun bisa dipergunakan untuk mengobati seratus penyakit. Di tengah-tengah sungai yang luas itu terdapat sebidang tanah yang amat subur. Tentu ia nanti tidak hanya mengetahui asal usulnya. aku akan mengetahui cara yang ditempuh oleh Sang Pemelihara untuk memberi makanan padaku." Tiga hari berturut-turut sesudah itu. atau makanan yang sama.Dan Yunus sedang duduk menatap berkas -berkas sinar matahari yang patah -patah terpantul di Sungai Tigris yang agung." Namun kemudian disadarinya bahwa ia tidak mengetahui. Jika ada halwa yang sebesar ini. Di tanah itu berdiri sebuah istana yang kokoh namun indah. sebungkus halwa terapung menuju ke tempat Yunus. Langkah berikutnya yang harus ditempuh adalah mengikuti jalan halwa itu mudik sampai ia mencapai sumbemya. Hal itu saja melupakan penemuan yang dirasanya harus disebarkan ke seluruh dunia. para prajurit membawanya ke medan perang karena bisa menimbulkan ketahanan tubuh. makanan itu berasal. bau yang sedap menyerang lubang hidungnya. Yunus mendapat halwa Bagdad. "Keyakinanku terbukti!" kata Yunus. Ketika dibukanya pengikat itu. aj arkan itu. diantarkan kepadaku lewat sungai ini setiap hari. ia baru mengalami. Bukankah sudah dikatakan. Barang itu ternyata sebuah bungkusan daun yang diikat dengan serabut kelapa. tetapi malah melebar. Halwa makanan itu. Yunus.dan pelbagai bahan lain yang berharga . 34 . dan Yunus memakannya. anak Adam. dibuat dari cairan buah badam. "Kalau kau mengetahui sesuatu. Dari sanalah. Ia berkeyakinan kuat bahwa hal itu merupakan penemuan yang maha penting. Dan sesudah itu aku bisa menggunakan akalku untuk mencari sumbernya. tampak olehnya sesuatu menyembul-nyembul di antara alang-alang. Kita sederhanakan saja keadan kita. pi kirnya. Beratnya sekitar setengah kilogram. pada hari kedua. pada jam -jam yang tepat sama. Akhirnya Yunus melihat bahwa sungai itu bukannya tambah sempit di udik. air mawar madu. "Dan kini tinggal mengujinya. terjun ke sungai dan mengambil benda aneh itu. dan kacang .oleh karenanya sangat digemari karena rasanya yang enak dan khasiatnya yang tinggi bagi kesehatan. Putri-putri cantik penghuni harem menggigit -gigitnya karena rasanya yang ena k. yang rambutnya kusut bagaikan pertapa dan pakaiannya bertambal warna -warni. te tapi juga cara bagaimana makanan itu sengaja disediakan untuk dimakannya. ketika lima jam sesudah subuh. atau pada waktu-waktu yang teratur.

Barangkali Bapak mengetahui akal agar saya bisa kesana?" "Karena tampaknya kau tak mengetahui apa -apa tentang benda itu. Kini ia merasa berada diambang kebenaran. Pemimpin Jin. "Sumber Makanan Sorga!" teriak Yunus." kata pertapa itu. pada suatu malam ketika sedang disaksikannya matahari bersinar -sinar di menara benteng. ia merasa dirinya terbawa terbang melewati langit yang tampaknya seperti kerajaan do ngeng. Kau harus mengungguli rintangan -rintangan itu agar bisa memasuki benteng dan mencapai tujuanmu. "Apa pula urusanmu disini?" "Saya melakukan suatu penyelidikan suci." Dan pertapa itupun pergi. Berhari-hari lamanya Yunus duduk latihan dan memperhatikan munculnya halwa. berdirilah seorang gadis yang tentunya putri yang dikisahkan itu. yakni satu -satunya makhluk yang dapat mengungguli kekuatan sihir yang telah mengunci benteng tersebut. sangat mengagum kan mengingat sosoknya yang patut dimuliakan itu. tentu datang. dan kebenaran itu. dalam tawanan dan pembuangan. Beberapa saat lamanya ia berdiri menyaksikan matahari. Tidak berapa lama sesudah pikiran itu melintas di benaknya. Bapak. putri. Wazifa. putri seorang raja tingg al di sana. tampak olehnya pemandangan yang aneh." kata Yunus. Pertama-tama. dan disana berdiri seorang makhluk 35 . penuh dengan rumah -rumah yang indah mengagumkan. walaupun aku sendiri menaruh minat padanya. "Salam.telah mendirikan rintangan-rintangan yang kokoh tak terlampaui. yang dipanggil -panggilnya lewat wazifa darwis. berkilauan dalam keindahan sorgawi. Kemudian. dan kemudian menjatuhkan sesuatu ke ombak yang mengalun jauh di bawah kakinya -yang dijatuhkannya itu adalah halwa. memang enak. Semoga kau selamat. huuu!" jawab pertapa itu keras. setelah mengucapkan suara -suara aneh berulang-ulang dan bergerak tangkas dan cekatan. "dan saya harus mencapai benteng di seberang itu untuk menyempurnakannya. Ia memasuki salah satu diantaranya. Tetapi. "akan kuberi tahu juga kau tentangya. Kapanpun nanti. tetapi terbatas juga geraknya." "Bapak bisa menolong saya?" "Aku sendiri sedang akan memulai perjalanan khusus demi pengabdian. dan akan dapatlah ia mencapai benteng. yang -kalau memang sesuai untuk itu . dijaga oleh sejumlah dayang-dayang jelita. makhluk api." anak Adam itu menjelaskan.berdiri dihadapannya. kukatakan padamu rahasia sepatah kata. yang tak tampak oleh mata. Nah. "Salam. Disana. ternyata itulah sumber langsung karunianya. Sang Putri tidak bisa melarikan diri sebab lelaki yang menangkap dan memenjarakannya disana -karena Sang Putri menolak lamarannya.akan membantumu mengumpulkan kekuatan gaib para Jin berbudi.

dan saya akan memberikannya kepada Tuan. Seorang pengawal gerbang langsung membawanya menghadap Sang Putri. yang oleh Pemimpinnya diberi tugas mempergunakan kepandaian khususnya untuk membantu manusia yang sedang mencari kebenaran itu." "Kebenaran tetap kebenaran. yang menghantam siapapun yang mendekat. Di tangan Yunus ada sebuah batu cermin khusus yang menurut petunjuk Pemimpin Jin harus diarahkan ke benten g untuk melihat rintangan-rintangan yang tak kelihatan. dan hamba telah membawa Tuan kemari sesuai dengan permintaan Tuan melalui Nama Agung yang telah diberikan kepada Tuan oleh Sang Darwis Agung. yang kini bahkan tampak lebih elok lagi dari pada dulu ketika pertama kali tampak.dan jawaban bagi pencarianku itu hanya bisa aku dapatkan di dalam benteng yang mempesona di dekat tempatku berdiri ketika kau memanggilku ke mari. "aku Pencari Kebenaran. kata Yunus." Segera saja Yunus dikirim cepat -cepat dalam keadaan tak kelihatan (dengan kekuatan sihir Jin). "Dan sekarang saya bisa pulang ke ayah dan ingin sekali memberi hadiah Tuan yang telah bersusah -payah selama ini. namun bijaksana.bagai manusia." kata putri itu." kata makhluk itu. Apa yang bisa hamba lakukan untuk Tuan?" "O Pemimpin Jin yang perkasa. Ditangan Yunus ada sebuah batu cermin khusus yang menurut petunjuk Pemimpinnya diberikan tugas mempergunakan kepandaian khususnya untuk membantu manusia yang sedang mencari kebenaran itu. Lewat batu itulah anak Adam mengetahui bahwa benteng tersebut di jaga oleh sederet raksasa. Berikutnya Yunus melihat ada semacam jala atau jaring yang tak kelihatan. "dan aku akan mendapatkannya. sebut apa saja. "H amba. tak tampak tetapi mengerikan." "Permohonan dikabulkan!" kata Sang Pemimpin Jin. apa pun juga ujudnya nanti. yang setelah menjalankan tugas -tugasnya. Batu -batu itu dibongkar semua oleh kelompok Jin tersebut. "Tetapi ketahuilah. "adalah Pemimpin Jin. muncul dari dasar sungai sehingga ia bisa berjalan sampai ke benteng itu dengan tetap kaki kering. dikawal oleh sekelompok Jin kecil-kecil sebagai pembantunya. Katakan. Berikan anugerah itu. Berilah aku kekuatan untuk memasuki benteng itu dan untuk berbicara kepada putri yang terkurung di sana. dan jelas sudah sangat tua." kata Yunus gemetar." 36 . Yunus menyaksikan ada sebuah jembatan yang dengan kekuatan gaib. yang sebenarnya bukan manusia: tampaknya masih muda. Itu pun bisa disingkirkan oleh Jin -jin yang memiliki kccerdikan untuk melaks anakan tugasnya. Akhirnya ada seonggokan batu besar yang tak kelihatan yang ternyata memenuhi jarak antara benteng dan tepi sungai. "Kami sangat berterima kasih pada Tuan karena telah menghancurkan rintangan yang mengurus benteng ini. memberi salam lalu pergi secepat kilat ke tempat asalnya. yang menutupi seluruh benteng itu. orang mendapatkan jawaban bagi pertanyaannya sesuai dengan kemampuannya memahami dan persiapannya sendiri. Jin -jin pembantu yang ahli dalam tugas khusus berhasil menyingkirkan mereka.

Demikianlah. agar memberikan kebenaran yang sangat saya butuhkan. "halwa. Karena sudah merupakan kewajiban siapa pun yang memiliki kebenaran untuk memberikan kepada siapapun yang bisa memanfaatkannya. teka-teki. yakni kebenaran. yakni halwa yang setiap harinya Tuan Putri berikan kepada saya itu. Bagi saya." Catatan Menurut Halqawi (penulis kisah ini). akan sepenuhnya menjadi milik Tuan. kebanyakan orang akan menemukan hal -hal yang mereka harapkan: hiburan." kata Sang Putri. anak Adam."Mutiara tiada tara." Yunus." "Baiklah. Yang Mulia. begitu nama yang kauberikan. hanya beberapa kisah Sufi yang bisa dibaca oleh siapapun waktu kapanpun. adalah orang Suriah." katanya. Makanan Sorga. ibarat." "Hampir semua yang lain. Yang Mulia. dan atas perintah apa Makanan Sorga. saya memohon dengan sangat." "Katakan. dan kebenaran yang bisa saya berikan. yang saya lemparkan setiap hari itusebenarnya tak lain sisa -sisa bahan perias yang saya gosok setelah saya mandi air susu keledai. dan bagaimana kisah kisah itu dipelajari. kapan. 37 . Bagi Tuan Putri. "bahwa pengertian manusia sesuai dengan syarat kemampuannya untuk mengerti. itu merupakan sisa bahan perias." kata Yunus. "tergantung pada di mana. meninggal tahun 1670." kata Yunus. dan tetap bisa memberikan perbaikan "kesadaran batin. "hanya ada satu hal yang say a cari." "Akhirnya saya memahami. Ia memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa dan juga seorang penemu. Bagaimana. diatur pengirimannya secara demikian?" "Yunus. anak Adam.

memasang jala mencari ikan. dan Rajapun melemparkan jala yang. apabila hal itu demi keuntungan Jalan dan juga dirinya sendiri. malamnya kami tak punya apa-apa. Disamping itu. dan anak miskin itu Si Penc ari. "kenapa kau murung? Tak pernah kulihat orang semurung kau itu. sistem metafisika sering dikira sebagai menolak nilai "benda duniawi" atau. Dikisahkan. Kami hidup bersama ibu kami dalam kemelaratan dan tanp a bantuan siapapun. Raja Mahmud dan tentaranya terpisah. menjanjikan melimpahnya keuntungan kebendaan. Kisah perumpamaan ini berasal dari Faridudin Attar. karena sentuhan kewibawaannya. Kau tidak usah mencoba menempuhnya sendirian.SANG RAJA DAN ANAK MISKIN Sendirian saja." Catatan Oleh orang-orang yang belum luas pengetahuannya. sebaliknya. Namun." kata Sang Raja. menghasilkan seratus ikan. "boleh kah aku membantumu?" Anak itu setuju." kata Sang Raja. seseorang bisa mendapatkan kekayaan kebendaan dengan jalan Sufi. Anak itu telah menebarkan jalanya ke sungai dan tampaknya sangat muru ng. Yang kita sebut raja adalah pembimbing. dicantumkannya dalam Parlemen Burung. "Anakku. "Hamba salah seorang dari tujuh bersaudara yang tidak berayah lagi. Kalau hamba tak menangkap seekor ikanpun pada siang hari. dan dipergunakan dalam pengertian baik harafiah maupun perlambangan." "Anakku. 38 . dalam Sufisme "hal-hal baik" yang dicapai tidak selalu kiasan atau sama sekali harafiah. dilihatnya seorang anak lelaki kecil berada di tepi sungai. Menurut para darwis. agar ada yang dimakan setiap malam. Ketika sedang mengendarai kudanya kencang-kencang. ia pun akan mendapatkan kepuasan rohani sesuai dengan kemampuannya mempergunakan hal itu dengan cara yang benar." Anak lelaki itu menjawab. orang tidak akan bisa menempuh jalan dalam perjalanan batinnya. sebab harus ada pembimbingmu. Hamba datang kemari setiap hari.

"O Raksasa. tetapi aku baru saja digigit nyamuk tujuh kali. segera merasa harus bangkit dan menyembunyikan diri ditempat yang agak jauh dari Raksasa." "Omong kosong. sebab orang memang suka terke san oleh hal-hal yang tidak dipahami. Itu dilakukannya sesudah mengatur tempat pembaringannya tadi. menghajar Ahli Sufi yang dikiranya masih tidur disebelahnya itu dengan tujuh pukulan yang sangat kuat." Iapun membaringkan dirinya dan segera tertidur. sebab aku sangat perkasa dalam pelbagai hal. Kau tak akan bisa mengalahkan aku. juga mengambil sebutir telur dari kantungnya. lalu memerah keduanya. kalau seorang telah dipukul tujuh kali dengan sebuah batang pohon oleh Raksasa yang menggunakan tenaga sekuat -kuatnya. Sang Raksasa sangat terkesan. Sang Sufi kembali ketempat tidurnya semula." Sang Sufi tidak mengam bil kantong itu (yang begitu besar sehingga diangkatpun sulit). guamu ini sangat m enyenangkan. lebih tinggi dari yang seharusnya mereka berikan. Si Raksasa memberikan kantong kulit lembu kepada Sang Sufi. Kau harus menyingkirkan nyamuk itu. dan tidurlah. dan menghargainya tinggi -tinggi. yang terpikat pada masalah rohani. katanya. "Kau ahli Sufi. dan akan kujamu kau malam ini." Hal ini tentu saja sangat mengejutkan Raksasa sehingga ia tidak berani lagi menyerang Sang Sufi. "Ambil air untuk makan pagi. agar seolah -olah nampak ia masih tidur disamping Si Raksasa. "Mari kuajak kau ke guaku. tak ada air dalam batu ini." Ia memungut sebutir batu kecil lalu memberikannya kepada Si Setan." katanya." Sang Sufi mengikutinya masuk ke sebuah gua yang sangat besar. Si Raksasa pun bangun. silahkan mencobanya.RAKSASA DAN SUFI Seorang ahli sufi yang sedang mengadakan perjalanan lewat sebuah per bukitan yang terpencil tiba-tiba berhadapan dengan raksasa --setan tinggi besar. Ia mengambil sebuah batang pohon. tetapi aku bisa mengalahkanmu. "ambil batu ini dan perahlah air darinya. yang secara naluri mengetahui adanya bahaya pengkhianatan. "Berbaringlah disebelahku. "Baik. Tidak lama setelah ia pindah tempat itu. meletakkan tangannya di atas tangan Raksasa. tetapi pergi menuju ke sebuah sungai kecil untuk menggali saluran air kecil ke arah gua. "Aku harus memikirkan hal ini." Dalam keremang -remangan." "Kalau kau menginginkan uji keku atan. penuh dengan barang-barang milik para pengembara tersesat yang sudah dibunuh. sebab aku memiliki kekuatan badaniah. Sang Sufi. Sang Sufi mengambil batu itu. Setelah berusaha sekuat tenaga. Paginya. "besok a ku akan rnemberikan keputusan. lebih dari yan g kau bayangkan." kata Sufi. Raksasa itu menyerah. Si Raksasa menjadi haus." kata Raksasa. "Kenapa tak kau bawa air?" 39 . benar -benar merupakan gua Aladin. yang akan menghancurkannya. langsung tidur. Sufi itu berkata. aku tiga puluh kali lebih besar darimu." kata Si Setan. agar kita bisa membuat teh. Coba tunjukkan kalau memang ada airnya. Lalu ia berbaring lagi. Bagaimanapun. "Tak mungkin. berbaring lalu memanggil Raksasa.

" kata Sang Sufi. dan menyerupai cerita rakyat d i Eropa pada abad pertengahan. saya sedang membuat salu ran tetap menuju mulut gua. dan pikirannya mulai menjadi agak jernih. "tak ada hal yang sungguh -sungguh berharga bisa dikerjakan tanpa penggunaan tenaga sesedikit mungkin. menurut kolofon. ia meminum beberapa galon. Versi ini berasal dari suatu Majmua (kumpulan kisah darwis) yang aslinya ditulis oleh Hikayati pada abad kesebelas. lalu ia menuju ke sungai mengisinya dengan air. Diambilnya kantong kulit itu. Sobat. Disamping itu." Catatan Kisah ini sering terdengar di warung -warung di Asia Tengah. agar nantinya kau tak usah membawa-bawa kantong berat itu untuk mengambil air. tetapi dalam bentuknya yang kita baca ini ia berasal dari abad ke enam belas."Sabar. aku tahu bahwa kau begitu terbiasa menggunakan kantong kulit itu sehingga tidak bisa meninggalkan kebiasaanmu." Tetapi Raksasa itu terlalu haus dan tak sabar menanti. tetapi sejengkal demi sejengkal?" "Sebab. 40 . dan saya menggunakan tenaga sesedikit mungkin untuk me nggali saluran. Ketika the sudah tersedia. Setiap hal menuntut penggunaan tenaga sendiri-sendiri. "Kalau kau memang kuat --dan kau memang telah membuktikannya -kenapa tak bisa kau gali saluran itu secara cepat.

pegangannya dan talinya. "Pada cermin rusak dalam fikiranmu." Catatan Maulana Majdud." Orang tolol." Kisah perumpamaan itu dipetik dari Taman Kebenaran yang Berpagar. Pergi kau menjauh dariku. bidadari bisa tampak mempunyai wajah setan. enyahlah: "Pemahaman keledai sesuai dengan sifat keledai. punya alasan tertentu. Hati -hatilah terhadap hal itu! Jangan menganggap wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan. Busur memerlukan yang lurus dan yang bengkok. Katanya kepada binatang itu. "Tampangmu mencong. Salah satu petuahnya adalah. Kenapa begitu?" Unta menjawab. kau mengaitkan ke salahan dengan hal yang mewujudkan bentuk. yang ditulis sekitar tahun 1130. yang dikenal sebagai Hakim Sanai. Sang Bijak Yang Gilang Gemilan g dari Ghaznas menghasilkan banyak karangan mengenai tak bisa dipercayanya kesan subyektif dan penilaian bersyarat. ambil jalan lintas.SI TOLOL DAN UNTA YANG SEDANG MAKAN RUMPUT Seorang Tolol memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. 41 . "Dalam menilai kesan yang timbul. Tampangku mengandung arti tertentu.

juga benar dalam taraf pengalaman yang lebih rendah. Setelah itu. memaksanya minum air sungai sebanyak-banyaknya. tentu saya terima perlakuanmu itu dengan rasa terima kasih. dan mungkin harus bertindak cepat dan dengan cara yang tampaknya bertentangan dengan seharusnya dilakukan untuk menolong orang itu . Mereka yang tidak berpengetahuan. dan sore hari tiba. ia pun memaksa orang itu pergi ketempat yang terdapat sejumlah buah apel yang busuk. orang yang diliputi rahasia itu segera berlalu. yang telah menurunkan kisah Si Penunggang Kuda dan Ular. dari suatu tempat yang aman. ia memahami apa yang telah terjadi." Sambil memacu kudanya. "sangkalan" orang berpengetahuan lebih berharga daripada. lelaki itu jatuh ke tanah dan memuntahkan buah apel. Catatan Salim Abdali (1700-1765) menyebabkan para Sufi menerima caci -maki dari pada cerdikcendekia yang sebelumnya tak pernah terjadi karena pernyataannya bahwa seorang Sufi ulung bisa mengetahui ketidakberesan seseorang. Karena mendesaknya waktu. "Kalau tadi kau mengatakan hal itu. bersaksi bahwa hal itu benar dalam jangkauan pengalaman yang lebih agung. Atau kau lari pontang -panting. Seorang Penunggang kuda. dan ular tadi. hai kemanusiaan. sehingga aku kau siksa begini kejam?" Akhirnya. Orang yang di tolong itu mengatakan. "Kalau tadi kukatakan hal itu. tentu kau tidak percaya Atau kau menjadi kejang ketakutan. Penunggang kuda itu menyadari bahwa apabila orang itu dibiarkannya terus tidur. "Apa dosaku.SI PENUNGGANG KUDA DAN ULAR Ada sebuah pepatah yang mengatakan. dan mohon maaf kepada Si Penunggang Kuda. atau ibarat untuk sejarah. melihat ada seekor ular menyusup ke dalam tenggorokan seseorang lagi tidur. tentulah racun ular ters ebut akan mematikannya Oleh karena itu ia mencambuk Si Tidur sampai terbangun. Ketika diketahuinya apa yang telah dimuntahkannya." Si Penunggang Kuda menjawab. air. Aku. Ini syaratnya. jangan mengelirukan sejarah untuk ibarat. Salim Abdali. "dukungan" si bodoh. Si Penunggang Kuda. Selama itu. dan 42 . Atau malah tidur lagi. ketika ia hampir lemas. Mereka yang dianugerahi pengetahuan memiliki kewajiban. Dalam membaca kisah ini. Hal ini terwujud dalam kebiasaan Sang Bijak. tidak memiliki apapun di balik apa yang bisa mereka terka -terka. dan memaksanya memakan buah -buah busuk itu. orang tersebut selalu berusaha melepaskan diri. tangisnya.

yang apabila dilanggar menyebabkan keburukan bagi manusia. dalam bentuk yang berbeda -beda. mungkin tidak banyak orang mau menerima pernyataan yang tersirat dalam k isah ini." 43 . guru Sufi Haidar Gul hanya mengatakan. Namun. yakni menyembunyikan kebenaran hanya agar tidak menyinggung perasaan mereka yang dipikirannya tertutup.oleh karenanya bisa menimbulkan kemarahan orang -orang yang sebenarnya tidak mengetahui apa yang ia lakukan Kisah ini dikutip oleh Abdali dari Rumi. Dalam komentarnya terhadap hal ini. Bahkan kini. ada batas tertentu. pernyataan semacam itu telah diterima oleh semua Sufi.

ia sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan kejahatan yang paling mengerikan selama perjalanan hidupnya yang panjang. Berdirilah di bawahnya dan berikan air kepada siapapun yang lewat di depanmu. "Pergilah ke perempatan anu. pohon mati tersebut. yang diulang -ulang secara teratur. Najamudin dikenal memiliki kekuasaan gaib atas binatang. tiba tiba penuh dengan bunga. orang pertama itu tidak bisa lagi menguasai dirinya. dan meneruskan perjalanannya. Nah. Pada saat peluru menyusup ke tubuh orang itu. Namun yang diabdinya adalah Kebenaran. yang kubagikan untuk musafir!" Namun. Pada suatu hari ia mendengar tentang seorang darwis yang berpengetahuan dalam." Orang itu pun menjalankan nasehat tersebut. Ia mendirikan Mazh ab Kubrawi 'Persaudaraan Lebih Besar' yang sangat mirip dengan Mazhab yang kemudian didirikan oleh Santo Fransiskus. dan ditembaknya. mati. Karena sifatnya yang dulu. Ia ambil senjatanya. dan menganggapnya seb agai moralis. iapun menemuinya untuk mendapatkan nasehat. Mereka yang bertemu dengan Manusia Pengetahuan akan meminta nasehat moral. Orang yang mudah naik darah itu pun memanggilnya berulang kali. salah seorang yang paling agung di antara para ulama Sufi. Darwis itu berkata. Di sana kau akan menemuk an sebatang pohon mati. Seperti Santo Asisi. 44 . yang digantungkannya dipohon mati itu. di bawah perintah seorang yang berpengetahuan sangat dalam. bukan harapan -harapan saleh. dibidiknya pengelana yang tak peduli itu. Yang pertama adalah penasehat yang memberi tahu t entang apa yang harus dilakukan sesuai dengan aturan -aturan yang pasti. ada dua macam penasehat. balas salamku! Minum air yang kusediakan ini. tak ada jawaban. Macam yang kedua adalah Manusia Pengetahuan. "Hai. Catatan Guru Darwis yang digambarkan dalam kisah ini konon adalah Najamudin Kubra. ia membuang mukanya ketika ditawari air.ORANG YANG MUDAH NAIK DARAH Setelah bertahun-tahun lamanya. Pengelana itupun roboh. Orang yang baru saja terbunuh itu seorang pembunuh. Pada suatu hari ada seorang lewat bergegas. dan ia pun dikenal baik sebagai orang yang mengikuti sesuatu latihan kebaikan hati dan pengendalian diri. bagaikan keajaiban. seorang yang sangat mudah marah menyadari bahwa ia sering mendapat kesulitan karena sifatnya itu. Hari demi hari berlalu.

T etapi Najamudin tetap berada di antara para pembela kota itu dan kemudian ditemukan di antara korban perang tersebut.Najamudin adalah salah seorang di antara enam r atus ribu orang yang mati ketika Khwarizm di Asia Tengah dihancurkan pada tahun 1221. karena Sang Kaisar mengetahui kemampuan istimewa Sang Darwis. Jengis Khan Si Mongol Agung bersedia menolong jiwanya jika Najamudin mau menyerahkan diri. Karena telah mengetahui akan datangnya mala petaka itu. Najamudin menyuruh pergi semua pengikutnya ke tempat aman beberapa wa ktu sebelum munculnya gerombolan Mongol tersebut. 45 . Konon.

ORANG-ORANG BUTA DAN GAJAH Di seberang Ghor ada sebuah kota. Semua penduduknya buta. Seorang raja dengan pengikutnya lewat dekat kota itu; ia membawa tentara dan memasang tenda di gurun. Ia mempunyai seekor gajah perkasa, yang dipergunakannya untuk berperang dan menimbulkan ketakjuban rakyat. Penduduk kota itu ingin sekali melihat gajah tersebut, dan beberapa di antara orang -orang buta itupun berlari-lari bagaikan badut-badut tolol berusaha mendekatinya. Karena sama sekali tidak mengetahui bentuk dan ujud gajah, merekapun meraba -raba sekenanya, mencoba membayangkan gajah dengan menyentuh bagian tubuhnya. Masing-masing berpikir telah mengetahui sesuatu, sebab telah menyentuh ba gian tubuh tertentu. Ketika mereka kembali ke tengah -tengah kaumnya, orang-orang pun berkerumun di sekeliling mereka. Orang-orang itu keliru mencari tahu tentang kebenaran dari rekan -rekannya sendiri yang sebenarnya telah tersesat. Kerumunan orang itu bertanya tentang bentuk dan ujud gajah: dan mendengarkan segala yang diberitahukan kepada mereka. Orang yang tangannya menyentuh telinga gajah ditanya tentang bentuk gajah. Jawabnya, "Gajah itu lebar, kasar, besar, dan luas, seperti babut." Dan orang yang meraba belalainya berkata, "Saya tahu keadaan sebenarnya. Gajah itu bagai pipa lurus dan kosong, dahsyat dan suka menghancurkan." Orang yang menyentuh kakinya berkata, "Gajah itu perkasa kokoh, bagaikan tiang." Masing-masing telah meraba satu bagian saja. Masing -masing telah keliru menangkapnya. Tidak ada pikiran yang mengetahui segala: pengetahuan bukanlah sahabat Si Buta. Semuanya membayangkan sesuatu, yang sama sekali keliru. Makhluk tidak mengetahui perihal ketuhanan. Tak ada jalan dalam pengetahuan ini yang bisa ditempuh dengan kemampuan biasa. Catatan Kisah ini terkenal dalam versi Rumi "Gajah dalam Rumah Gelap," yang dimuat dalam Matnawi. Guru Rumi, hakim Sanai, menyodorkan versi ini dalam buku perta ma yang dianggap klasik di kalangan Sufi, Taman Kebenaran yang Berpagar. Ia meninggal tahun 1150. Kedua kisah itu merupakan penyampaian cara pemikiran yang sama, yang menurut tradisi, telah dipergunakan oleh guru -guru Sufi selama berabad-abad.

46

MEMBAWA SEPATU Dua orang saleh dan terhormat pergi ke masjid bersama -sama. Yang pertama melepas sepatunya, lalu meletakkannya rapi -rapi di luar pintu. Yang kedua melepaskan sepatunya, menangkupkan di kedua solnya, lalu membawanya masuk masjid. Sekelompok orang-orang saleh lain, yang duduk di dekat pintu masjid. Terdengar pembicaraan tentang kedua orang yang baru masuk tadi; yang mana diantara keduanya yang benar. "Jika orang masuk mesjid telanjang kaki, bukankah sebaiknya meninggalka n saja sepatunya di luar?" tanya seseorang. Seorang yang lain menyambung, "Tetapi tidakkah kita harus mempertimbangkan bahwa orang yang membawa sepatunya ke masjid itu selalu ingat akan dirinya?" Ketika dua orang saleh itu selesai se mbahyang, mereka ditanyai secara terpisah tentang masalah itu oleh kedua kelompok yang tadi berbeda pendapat. Orang pertama menjawab, "Saya meninggalkan sepatu di luar masjid atas alasan biasa. Jika seandainya ada orang yang ingin mencurinya , ia akan berusaha untuk menahan dirinya agar tidak melakukan tindakan haram itu, dengan demikian iapun telah mendapatkan kebaikan bagi dirinya sendiri. "Pendengarnya sangat terkesan oleh ucapan orang yang saleh itu, yang menganggap harta miliknya tak begitu berharga, sehingga diserahkan begitu saja kepada nasib yang mungkin menimpanya. Pada saat yang sama, orang kedua berkata, "Saya membawa sepatu saya ke masjid karena apabila saya tinggalkan di luar, mungkin akan menim bulkan dorongan untuk mencurinya. Siapa pun yang tak bisa menahan dorongan ini tentulah melibatkanku dalam dosanya." Pendengarnya sangat terkesan oleh pernyataan yang saleh itu dan memuji kedalaman pikirannya. Namun, ada orang lain, yang juga bijaksana, yang berada diantara kerumunan itu, berteriak, "Sementara kalian berdua dan para pengikutmu terbuai dalam perasaan kecilmu, saling bicara tentang hal-hal yang diandaikan, ada hal -hal yang sesungguh-sungguh nyata baru saja terjadi." "Apa itu?" tanya kerumunan orang itu. "Tak ada seorangpun yang tergoda oleh sepatu itu. Tak ada orang yang tak tergoda oleh sepatu itu. Si pendosa yang diandaikan itu tak pernah lewat. Namun, seseorang yang sama sekali lain telah memasuki masjid, seseorang yang tak memiliki sepatu -- yang tak memikirkan akan meninggalkannya di luar pintu atau membawanya ke dalam. Tak ada seorangpun yang memperhatikan perilakunya. Ia tidak menyadari akibat yang di timbulkannya terhadap orang-orang yang melihatnya atau tak melihatnya. Namun, karena ketulusannya yang

47

mendalam, doa-doanya di masjid hari ini secara langsung membantu meringankan orang -orang yang mungkin sunguh-sungguh mencuri atau tidak jadi mencuri atau mem perbaiki diri sendiri karena menghadapi godaan." Apakah belum juga kau ketahui bahwa sekedar perilaku yang sepenuhnya disadari, betapapun berharganya dalam pengertiannya sendiri, merupakan hal yang tak berarti apabila diketahui bahwa sesungguhnya ada orang-orang yang sungguh-sungguh, bijaksana? Catatan Kisah ini, yang berasal dari ajaran Kaum Khilwati, didirikan oleh Khilwati yang meninggal tahun 1397, sering sekali dikutip. Pokok pikirannya, yang tersebar luas di kalangan d arwis, adalah keyakinan bahwa mereka yang telah mengembangkan nilai -nilai batiniyah memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap masyarakat daripada mereka yang berusaha bertindak berdasarkan alasan moral saja. Yang pertama dise but "Manusia Tindakan yang Sebenar benarnya," yang kedua "Mereka yang Tak Tahu namun seolah -olah Tahu! "

48

Versi ini diceritakan oleh Khwaja Ali Ramitani. Iapun tu run dari pohon untuk memetiknya. Tetapi karena. buah ceri tersebut dipasang oleh seorang pemburu kera yang mengetahui cara berpikir kera . Si Pemburupun menangkapnya. dan juga untuk kelompok tanpa nama guru -guru keliling yang pusat kegiatannya di dekat Aubshaur. tangannya lekat ke botol iapun tidak bisa lari kencang. Bagi mereka yang berfiikiran harafiah. menurut pikiran kera. Itu semua memang disengaja. Tetapi ternyata buah itu berada dalam sebuah botol gelas yang sangat bening. tetapi ia tertangkap. ia masih menggenggam buah ceri it u. ia mengepalkannya untuk memegang buah ceri itu. 49 . Sesaat kemudian siku kera itupun dipukulnya sehingga genggamannya mengendor. Si Pemburu telah mempergunakan ceri dan botol.CARA MENANGKAP KERA Konon. Namun. Catatan Kisah ini adalah salah satu kisah -kisah dalam kumpulan yang disebut Buku Amu Daria Sungai Amu atau Jihun di Asia Tengah dikenal dalam peta modern sebagai Oxus. kera itu mengetahui bahwa ia bisa memasukkan tangannya. di pegunungan Hindukush. Afganistan. begitu pikirnya. ada seekor kera yang sangat suka makan buah ceri. agak membingungkan bahwa kata itu merupakan istilah untuk bahan-bahan tertentu seperti kisah ini. yang meninggal tahun 1306. kemudian disadarinya bahwa tangannya yang terkepal itu tidak bisa ditariknya ke luar karena ternyata lebih besar dari leher botol. dan kini kedua benda itupun masih menjadi mil iknya. Pada suatu hari ia melihat ceri yang menerbitkan liur. Setelah beberapa kali dicoba. Si Pemburu mendengar rengekan kera. datang mendekat dan kerapun berusaha melarikan diri. Namun. Kera itu bebas dari botol.

dan tak bisa melihat jalan. menunjuk Syeh Ahmad Faruk dari Sirhind sebagai pewaris mantel itu. Yang bisu mendengar. "tetapi keadaanku lebih buruk dari Saudara. kalian berdua mempunyai sarana untuk mencapai tujuan. dan turun-temurun orang-orang suci telah menanti perwujudan itu. Guru Naqshibandi ini telah ditahbiskan menjadi anggota enam belas Kaum Sufi oleh ayahnya. dan Si Lumpuh untuk menunjukkan jalan. yang mendengar percakapan kedua orang itu. yang lain bisu. yang seorang tuli. Yang buta bisa berjalan. yang lumpuh didukung di pungung. Kedua orang itu. keduanya sempat berhenti di sebuah warung lain. Keduanya juga diundang ke pesta. "Tetapi. sebab kali ini tak ada orang ketiga yang bisa menjelaskan kepada mereka bahwa ada masalah. Yang tuli bisa bicara." keluhnya. Orang percaya bahwa Sirhind merupakan tempat yang ditentukan munculnya Guru Agung. tetapi tidak bisa menjelaskannya kepada temannya yang tuli itu. setelah mendapat kepercayaan ini. yang telah mencari dan membang kitkan kembali adat dan pengetahuan Sufisme sepanjang pengembaraannya yang jauh dan berbahaya. Catatan Dikisahkan bahwa Abdul Kadir yang Agung meninggalkan sebuah jubah Sufi yang bertambal tambal untuk diberikan kepada calon pemakainya yang baru akan lahir enam ratus tahun setelah kematian Sufi Agung itu. Qadiri. Sayid Iskand ar Syah. meskipun saya juga diundang. 50 ." katanya. karena kakiku yang lumpuh sebelah ini aku tak bisa berjalan cepat. Kal ian bisa menggunakan kaki si Buta. Kedua orang itu tak ada yang bisa datang ke pesta. t etapi tidak ada yang bisa dikatakannya.SI LUMPUH DAN SI BUTA Pada suatu hari seorang lumpuh pergi ke sebuah warung dan duduk disamping seseorang yang sudah sejak tadi disana. apalagi bagaimana cara mereka memecahkan masalah itu. kalau saja kalian menyadarinya. Saya buta. Dalam perjalanan. "Saya pun di undang. Mereka menjelaskan keadaannya kepada dua orang lain yang duduk bersedih disana. "Saya tidak bisa datang ke pesta Sultan." Orang disebelahnya itu mengangkat kepalanya." Orang ketiga." Dengan cara itulah keduanya bisa mencapai tujuan. Pada tahun 1563. dan pesta sudah menanti. berkata.

dan Naqshibandi. Kaum Naqshibandi kini meresmikan pengikut -pengikutnya menjadi empat jalur utama dalam Sufisme: Chishti. "Si Lumpuh dan Si Buta" dianggap sebagai ciptaan Syeh Ahmad Faruk.Sebagai akibat dari munculnya Faruqi dan penerimaannya oleh semua Kaum pada masanya. Qadiri. "Orang -orang Buta dan Gajah. Suhrawardi. yang meninggal tahun 1615. Kisah ini baru boleh dibaca setelah menerima perintah untuk membacanya: atau oleh mereka yang telah mempelajari Karya Hakim Sanai." 51 .

Kali ini Si Semut berkata. menunggu saja apa yang mungkin datang padanya. Ia tahu apa yang terjadi pada semut. Aku tahu apa yang terjadi pada capung. Kaulaksanakan saja rencanamu. Separoh tubuhnya jatuh di lantai dekat kaki semut itu. dan aku rencanaku.SEMUT DAN CAPUNG Seekor semut yang pikirannya tersusun dalam rencana teratur. dan rencanaku terus berjalan. parang tukang daging berayun dan membelah capung itu menjadi dua. "Aku bahagia. "Kau ini hidup tanpa usaha. Karena kau tak punya tujuan nyata ataupun kira-kira. semut itu berkata kepada dirinya sendiri." 52 . Capung itu melesat pergi untuk kemudian datang kembali. sebab ia telah memberikan teguran sebaik -baiknya dalam masalah itu. kau tak bisa meyakinkanku bahwa ada yang lebih berharga daripada yang kulakukan ini. dan ia berdiri di bawah meja tumpuan daging dengan bijaksana. Tujuanku adalah tanpa tujuan." Semut berpikir. mereka pun bertemu lagi. berakhir dengan dimakan. "Rencananya tamat sudah. apa pula ciri utama hidupmu dan kapan pula berakhir?" Kata Si Capung. Sambil menangkap bangkai itu dan mulai menyeretnya ke sarang. ini jelas ada dan nyata. Ketika aku katakan hal ini. menukik dan hinggap diatasnya. aku laksanakan rencanaku. Ia laksanakan rencananya." Dan semutpun berlalu. Hidup memakan. Kau boleh merencanakan sekehendakmu. Beberapa waktu sesudah itu. sedang mencari -cari madu ketika seekor capung hinggap menghisap madu dari bunga itu. Ia laksanakan rencananya -sudah berakhir. yang melihat daging mera h dari atas. dan aku mencari kesenangan. yang mungkin dipikirkannya adalah bahwa aku suka merusak kesenangan orang lain. dan kau tak punya rencana. Kebanggaan tampaknya penting. Si Semut menemukan kedai tukang daging. "Yang tampak padaku ternyata tak tampak olehnya. Pada saat itu pula. nyatanya hanya sementara. Aku laksanakan rencanaku -mulai berputar. Si Capung.

Kitab Ketu hanan. Versi ini dikisahkan oleh seorang darwis Bokhara dekat makam Al-Syah. Sumbernya adalah buku catatan seorang Sufi yang disimpan dalam Masjid A gung di Jalalabad. yakni Bahaudin Naqsibandi.Catatan Kisah yang hampir serupa ditemukan juga dalam karya Attar. meskipun penerapannya agak berbeda. enam puluh tahun yang lalu. 53 .

Makamnya di Delhi. jika semua kesulitannya terpecahkan ia akan menjual rumahnya dan semua hasil penjualan itu akan diberikannya kepada kaum miskin. seorang yang kalut pikirannya bersumpah. Catatan Akal-akalan yang digambarkan dalam kisah ini. agar tidak bisa melaksanakan tindak akal-akalan yang menipu diri sendiri. Tetapi ia tidak ingin memberikan uang yang didapatnya. Mereka berketetapan menuruti pelajaran. Banyak orang berpikiran demikian itu. India.SUMPAH Pada suatu hari. menurut pengisahnya (Syeh Nasir Al -Din Syah) mungkin memang disengaja --atau mungkin menggambarkan pikiran tertutup yang secara tak sadar menampilkan akal -akalan semacam itu. Namun penjualan itu harus sekalian dengan kucingnya. Iapun mencari akal. yang dianggap ciptaannya. mereka sebenarnya tidak bisa menarik pelajaran apa-apa. Akhirnya sampai juga saatnya. yang juga dikenal sebagai "Pelita Delh i. mereka menafsirkan sedemikian rupa agar menguntungkan dirinya Sampai mereka mampu mengalahkan kecenderungan itu dengan latihan khusus. namun. 54 . Versi ini. Ia menjual rumahnya seharga seperak saja. berasal dari tradisi lisan kaum Chishti. Sang Syeh. Harga kucing itu sepuluh ribu uang perak. ia harus menunaikan sumpahnya." meninggal tahun 1846. yang sepuluh ribu dimasukkan ke kantong sendiri. Rumah itu pun terjual. Kisah ini dipergunakan untuk memperkenalkan teknik kejiwaan yang dimaksudkan untuk menenangkan jiwa. Dan bekas pemilik rumah itupun memberikan uangnya yang seperak kepada kaum miskin.

Namun kenyataan yang mengherankan adalah bahwa pintu kekayaan itu selama ini masih juga tertutup bagi pemilik cincin itu. ayahnya memberi pula cincin serupa. juga bagi pengikutnya terdekat. disertai nasehat yang sama. Kelompok pertama beranggapan bahwa mereka telah menemukan harta itu. salah satu nilai dan keindahannya tanpa rasa persaingan atau rasa sayang yang berlebihan. Yang kedua berpikir bahwa kisah itu hanya ibarat saja. dan dapat membukanya dengan hanya menunjukkan lingkaran cincin itu. Si Kaya itu mempunyai anak laki -laki lagi. Katanya kepada anaknya. Harganya mahal. ada seorang bijaksana dan sangat kaya yang mepunyai seorang anak laki-laki. cincin -cincin itu tidak bisa langsung dipergunakan membuka pintu kekayaan. nilai. masing-masing dengan cara yang agak berbeda. Hal yang sama juga terjadi atas anak laki -lakinya yang ketiga. Meskipun disebut kunci. Kalau hal itu dilakukan. orang yang melihatnya akan bisa mengatakan tempat kekayaan itu. Sementara itu para pembela ketiga cincin itu mengulang -ngulang kisah leluhurnya tentang manfaatnya.TIGA CINCIN BERLIAN Pada zaman dahulu. Sudah cukup kalau diperhatikan saja. masing -masing mengatakan keunggulannya sehubungan dengan cincin yang dimilikinya. Ketika anak itu sudah dewasa. Ketika Si Tua sudah meninggal dan anak -anaknya menjadi dewasa. "Ini cincin permata. Tetapi cincin-cincin itu memiliki kekuatan magis juga. Tak ada seorangpun yang bisa memastikan cincin mana yang paling berharga. bentuknya indah. yang terakhir. Mereka tetap saja meributkan hak yang lebih tinggi. Simpanlah sebagai b ukti bahwa kau ahli warisku. Hanya beberapa orang saja yang mencari pintu kekayaan Si Tua yang sudah meninggal itu." Beberapa tahun kemudian. dan memiliki kemampuan pula untuk membuka pintu kekayaan. dan nanti wariskan kepada anak -cucumu. dan keindahan s ehubungan dengan cincin tersebut. yang menyatakan cincinnya memiliki nilai dan keindahan lebih unggul. Masing-masing anak mempunyai pengikut. 55 . Yang ketiga menafsirkannya sebagai kemungkinan membuka pintu kearah masa depan yang dibayangkan sangat jauh dan terpisah. Harta itu pun memiliki nilai lain: tak ada habisnya.

ketika ditanya mengenai kebaikan pelbagai agama. Tale of a Tub 'Kisah sebuah Bak mandi. Kristen. Beberapa penanggap beranggapan ada unsur -unsur dalam kisah ini yang menjadi sumber karya Swift. Versi di atas itu konon merupakan jawaban salah seorang guru Sufi Suhrahwardi.' 56 . muncul dalam bentuk -bentuk yang berbeda dalam Gesta Romarzorum dan karya Boccacio Decameron. dan Islam.Catatan Kisah ini. yang oleh beberapa pihak dianggap mengacu ke tiga agama: Judaisme.

sekarang saya tidak bisa bergerak sama sekali. namun yang lain mempunyai nilai sejarah: dan beberapa lagi merupakan jenis aneh yang oleh para Sufi dikenal sebagai "sejarah penjelasan." teriak darwis itu. Kisah ini pernah diterbitkan di Inggris tahun 1965 dengan judul Dongeng Para Sufi. "Tenang." yakni serangkaian kejadian disusun untuk menunjukkan makna yang berkaitan dengan proses psikologis. "Tunggu dulu!" kata Si Ahli Tatabahasa. "Tatabahasa dan pilihan katamu keliru. Catatan Kisah ini diceritakan oleh Jalaludin Rumi dan dicatat dalam Tindakan Para Mahir karya Aflaki." kata darwis itu. karena tak tahu jalan." 57 . Berdasarkan hal itu. "Ada apa?" "Saya seorang ahli tata bahasa." jawab orang itu." "Kalau hal itu memang lebih penting dari yang pokok ini. bung. kisah-kisah itu disebut "Keterampilan Ilmuwan Darwis.AHLI BAHASA DAN DARWIS Pada suatu malam kelam seorang darwis berjalan melewati sebuah sumur kering ketika ia mendengar jerit minta tolong dari dasar sumur itu." Dan ia pun berlalu. Beberapa kisahnya sekedar berupa cerita aneh. "kau sebaiknya tinggal saja di dasar sumur itu sampai saya bisa benar -benar berbahasa bagus. biar saya cari tangga bersama tali. usahakan memperbaikinya. saya terperosok ke sumur ini. kisah tentang Mevlevis dan tindakan-tindakannya ini ditulis pada abad ke empat belas.

meskipun mungkin hanya mengetahui sedikit tentang hal-hal lain. Dicarinya tempat -tempat yang ditumbuhi beberapa kurma. dan meny adari bahwa ini merupakan hadiah yang sesuai untuk Tuan." Karena itulah ia berangkat ke Bagdad. dan negen -negeri lain. Haris membawa dua kantong kulit kambing penuh berisi air: satu untuk dirinya sendiri. Ia biasa menjerat tikus untuk diambil kulitnya. dan istrinya Nafisa hidup berpindah-pindah tempat membawa tendanya yang tua. Beberapa hari kemudian. katanya. Kemudian berilah ia seribu mata uang emas dan terima kasihku untuk per sembahannya itu. pada suatu hari sebuah sumber air muncul di padang pasir. Baginya air itu terasa bagaikan air sorga. Kemudian dipanggilnya kepala penjaga. baginya berarti segala -galanya. dan Haris jarang sekali melakukan sesuatu di luar kebiasaannya. Hamba baru saja menemukan Air Sorga ini. "harus aku bawa keseseorang yang bisa menghargainya. dan memintal tali dari serat pohon kurma untuk di jual kepada kafilah yang lewat." kata Haris. Para penjaga istana mendengarkan kisahnya dan hanya karena begitulah aturan di istana mereka membawa Haris ke hadapan Raja. ia pun berjalan tanpa berhenti kecuali kalau makan beberapa butir kurma. Jangan sampai ia melihat Sungai Tigris yang perkasa itu. Oleh karena itu bawalah ia pergi dari istana pada malam hari. sebab jauh lebih bersih dari air yang biasa diminumnya. Katakan bahwa ia adalah penjaga air sorga. Pengikutnya tersebar sampai Spanyol." katanya. air itu akan terasa memuakkan karena sangat asin. Kehidupan semacam itu telah dijalani bertahun-tahun lamanya. "Pemimpin Kaum yang Setia. "Hamba seorang Badawi miskin. Kawal orang itu sepanjang perjalanan menuju tendanya tanpa memberinya kesempatan mencicipi air segar. "Air ini. Al-Atahiya disebut sebagai "Bapak puisi suci Sastra Arab. ke Istana Harun al -Rasyid. atau yang mengandung sumber air betapapun kotornya." Kisah ini disampaikan oleh Abu alAtahiya dan suku Aniza (sezaman dengan Harun al -Rasyid dan pendiri Darwis Mashkara ('Suka Ria') yang namanya di abadikan dalam istilah Mascara dalam bahasa -bahasa Barat. hamba pun segera membawanya kemari sebagai persembahan. karena ia sepenuhnya memahami rakyatnya. dan mengetahui segala macam air di padang pasir. tanpa pungutan apapun." Ia meninggal tahun 828. dan Haris pun mencicipi air itu. 58 . diperintahkannya para penjaga membawa pergi Haris dan mengurungnya di suatu tempat sampai ia mengambil keputusan. Namun. "Apa yang bagi kita sama sekali tak berguna.AIR SORGA Haris seorang Badawi. Bagi kita. rumputan untuk untanya. Catatan Kisah ini juga dikenal sebagai "Kisah tentang Dua Dunia. yang lain untuk Sang Kalifah. ia mencapai Bagdad. Perancis. dan langsung menuju istana. dan bahwa atas namaku ia boleh membagikan air itu kepada kafilah yang lalu." Harun Sang Terus terang mencicipi air itu dan.

Kedua binatang itu memandangnya sejenak. arti pertukaran suara binatang itu bisa ditangkapnya. orang -orang lain beranggapan bahwa ia merupakan sala h seorang di antara "Orang-orang yang berubah"-. yang menyerupai kisah Rumi. dan keledai menyepak dengan kaki belakangnya tepat mengenai orang itu sampai kelenger. Dilihatnya seekor keledai. Catatan Kisah ini. yang oleh orang-orang biasa dianggap terpisah. bosan! Kau ngomong saja tentang rumput dan padang rumput yang kering bisa dipergunakan sebagai pengganti daging.ANJING DAN KELEDAI Seorang yang baru saja menemukan cara memahami arti suara -suara yang dikeluarkan binatang. "Uh. 59 . Anjing menyalak keras -keras sehingga suara orang itu tak terdengar sama sekali. adalah fabel dalam kumpulan kisah Majnun Qalandar." katanya menyela. yang baru saja meringkik dan di sampingnya ada seekor anjing. membacakan kisah nasehat di pasar-pasar. Beberapa orang mengatakan bahwa ia benar -benar gila (seperti yang ditunjukkan oleh namanya). Kemudian kedua binatang kembali adu mulut. yang mengembara selama empat puluh tahun pada abad ketiga belas. menyalak-nyalak sekeras-keras-nya. Ketika orang itu semakin dekat. pada suatu berjalan sepanjang lorong d i desa.yang telah mengembangkan pengertian adanya hubungan antara benda-benda.

60 . tentunya akan saya berikan keleluasaan padanya untuk lewat." Tetapi Si Anjing tetap menyampaikan keluhannya. Sangat keliru kalau kita beranggapan bahwa manusia harus lebih baik darinya.ANJING." Anjing itu sendiri berada suatu Tahap dalam Jalan."itu sama sekali bukan salahku. sambil melolong kesakitan. Anjing itupun menjatuhkan dirinya dekat kaki Sang Ulama sambil memegang moncongnya yang terluka.. TONGKAT DAN SUFI Pada suatu hari seorang yang berpakaian sebagai S ufi berjalan-jalan. Catatan "Penciptaan keadaan" yang disini ditampilkan oleh jubah Sufi sering disalahtafsirkan oleh kaum kebatinan dan keagamaan apa saja sebagai sesuatu yang berhubungan dengan pengalaman dari kegunaan nyata. sering diulang-ulang oleh para Sufi "Jalan Salah. Kisah ini. rampaslah pakaian Sufinya itu. baiklah saya berikan ganti rugi bagi rasa sakitmu itu." Si Anjing berkata. dari buku Attar Ilahi-Nama. "Dari pada menunggu Ganti Rugi Akhirat. "O Saudara yang seenaknya. tapi salahnya Saya tidak memukulnya tanpa alasan. ia mohon keadilan karena telah diperlakukan secara kejam oleh sufi itu. Kemudian Sang Bijaksana berbica ra kepada Anjing. Kepada Sufi dikatakannya. ia pun memukulnya dengan tongkat. Abu Said mempertemukan keduanya. "Sang Agung dan Bijaksana! Ketika saya melihat orang ini berpakaian sebagai Sufi. kenapa kau perlakukan binatang dungu ini sekasar itu! Lihat aki batperbuatanmu!" Sang Sufi menjawab. saya berfikir bahwa ia tak ak an menyakiti saya. ia melihat seekor anjing di jalan. berlari menuju Abu Said. Apabila Tuan i ngin menghukumnya. pada abad kesembilan. Seandainya saya melihat orang yang berpakaian biasa saja. Sang Ulama. Campakkan dia dari pakaian Kaum Terpilih Pencari Kebenaran . saya memukulnya karena ia mengotori jubahku. Si Anjing. Kesalahan utama saya adalah menganggap bahwa pakaian orang suci itu menandakan keselamatan.." dan dianggap ciptaan Hamdun Si Pemutih Kain.

" Catatan Kisah ini terdapat dalam berbagai b entuk dalam versi-versi yang berbeda dari karya Suhrawardi. ia berjalan-jalan saja di tanah. "Cobalah terus menerus belajar terbang. "Siapa pun bisa mengeramiku. antara lain: "Konyollah apabila kita beranggapan bahwa suatu hal mengikuti sesuatu yang lain." Yang tua itupun tidak tahu bagaimana mengajarkan cara terbang kepada anak angkatnya: ia bahkan tidak tahu bagaimana menjatuhkannya dari sar ang agar bisa belajar terbang." Dan ia juga kadang-kadang berkata kepada dirinya sendiri. Seperti ayam. Tiba -tiba suatu hari aku akan terbawa ke tahap berikutnya oleh -nya yang telah membawaku sejauh ini." dan "Bahwa sesuatu bisa melakukan fungsi tertentu tidaklah berarti bahwa juga ia bisa melakukan lungsi yang lain. Dan aneh bahwa burung kecil itu tidak mengetahui hal tersebut. tentu bisa juga mengajarku terbang." katanya kepada diri sendiri. "Tanpa jasa itu. Awarif al-Maarõf. dan mengandung pelbagai pesan. meskipun ia tahu bahwa ada burung yang bisa terbang. Karena berbagai keadaan.BURUNG DAN TELUR Zaman dahulu ada seekor burung yang tidak mempunyai tenaga untuk terbang. kisah ini bisa ditafsirkan secara intuitif sesuai dengan tahap kesadaran yang telah dicapai oleh orang yang belajar ilmu Sufi. Setelah sampai waktunya. atau karena suatu kebijaksanaan agung: ya. Konon. Ia pun berkata kepada orang tua angkatnya. ini jawabnya. seperti yang lain. anggapan itu juga mengha langi kemajuan selanjutnya. telur itu pun menetas. "tentu aku masih berada dalam telur. "Kapan aku akan terbang?" Dan burung yang hanya bisa berjalan di tanah itu menjawab. yang tersimpan dalam dirinya sejak ia masih berada dalam telur. ada telur seekor burung yang bisa dierami oleh burung yang tak bisa terbang itu." 61 . Burung kecil itu masih memiliki kemampuan untuk terbang yang diwarisi dari ibunya. Yang jelas saja kisah ini mengandung nasehat -nasehat. beberapa diantaranya menekankan dasar dasar utama peradaban modern. atau karena usahaku yang tanpa bantuan. Pemahamannya terhadap keadaan terkacau oleh kenyataan bahwa ia merasa berterima kasih kepada burung yang telah mengeraminya. Tentunya hanya soal waktu saja.

tanah asal burung itu. Salah seekor saudaramu tak sadar diri dan jatuh dekat kakiku ketika kusiarkan kabar tentang keadaanmu. dan iapun merasa sedih telah menyebabkan kematiannya. "Tidak." dan bukan pada totalitas pengalaman yang dijalankan dalam mazhab Sufi. yakni cara untuk membebaskan diriku. lalu mengabarkan tentang keadaannya yang dalam kur ungan kepada burung-burung lain yang masih bebas." kata Si Burung. tetapi ditolak. seekor burung serupa dengan burung piaraannya jatuh dari sebuah pohon." Dan burung itupun terbang. yang dulu menangkapku. tak sadarkan diri di tanah." Segera setelah kata-kata itu diucapkan. "kabar burukla h yang aku bawa. lalu diletakkannya di ambang jendela. dan begitu ia mengucapkan kata -katanya. Saudagar itu pun melaksanakan pesan tersebut." piker saudagar itu. burungnya bertanya apakah tuannya membawa kabar gembira dari India. Catatan Fabel Rumi ini merupakan salah satu yang menekankan pentingnya pengajaran tak langsung dalam Sufisme .BURUNG INDIA Seorang saudagar memelihara burung dalam sangkar. burung yang dalam sangkar itu pun tak sadarkan diri dan jatuh ke dasar sangkar. terbang ke pohon terdekat. "Kabar kematian saudaranya menyebabkannya mati juga. Dan pesan. b ebas merdeka akhirnya. "bahwa yang kau kira kabar buruk itu. baik di Barat maupun di Timur. dan menanyakan barangkali binatang itu meminta oleh -oleh dari sana. ternyata telah disampaikan kepadaku lewat kamu. ternyata merupakan kabar baik bagiku. "Kini kau tahu. Segera saja burung itu hidup kembali. Si Saudagar berpendapat bahwa itu tentulah saudara burung piaraannya. Karena itu ia minta saudagar itu pergi ke hutan di India. Dengan sedih diambilnya burung itu dari sangkarnya. Burung itu meminta kebebasannya. umumnya memilih penekanan pada "sistem" dan "program. Ia akan berangkat ke India. 62 . Peniru dan sistem yang diatur sesuai dengan pemikiran konvensional. Ketika ia pulang." jawab saudagar itu.

licin. dan mereka menj adi seperti Merak. Adipun mengajak bicara mereka. dan katanya." kata Adi." kata Ular." tentu saja anjuran itu membuat Adi berpikir keras. Di negeri Irak. dan berbahaya. aku lentur. kita menyaksikan keindahan itu menjadi terlalu berbunga -bunga." "Nah. Namun kita jelas-jelas melihat. dengan cara menirukan. namun yang tidak tercapai dengan semestinya. Si Mesin Hitung -karena ia belajar matematika memutuskan untuk meninggalkan Bhokara guna mencari ilmu yang lebih tinggi. akulah penjaga harta yang tersembunyi di bumi. dan karenanya juga pengetahuan adiluhung. yang sudah kusebut -sebut tadi. Manusia sering melupakan kenyataan itu." Sampai disini Adi menyela." kata Merak." Dan. Pada Merak. aku. "melambangkan hal itu juga." "Sebaliknya. Seperti manusia." teriak Merak. Pada kilauan Ular. "Hanya ketidak -cocokanmulah yang telah menyebabkan aku mengetahui bahwa tak ada di antara kalian yang benar ." kata Ular. terlampau sombong." 63 . secara bersama -sama kalian bisa memberi pesan bagi kemanusiaan. sementara dua pihak yang bertengkar itu mendengarkannya. lihat diri mu sendiri: kau sombong. sambil mendesis pelahan." "Tetapi kau menjijikkan. akulah yang lebih berguna. "sedangkan aku lebih suka menunjukkan sifat-sifatku yang lain." "Rasanya. "Aku melambangkan cita -cita. karena tamak seperti Ular. "Teruskan berbincang -bincang. apabila kalian sama-sama meninggalkan keasyikan diri sendiri. Menurut kisah . Kakimu terlalu besar. "Kau licik. Sekarang. Ia bisa melayang tinggi bagai Burung. kegemukan. perjalanan ke langit keindahan sorgawi. Ia mengembarai Khorasan d an akhirnya sampai di Irak. tentang segi -segi dirinya yang tak dilihatnya. "Kami sedang memperbincangkan keunggulan kami masing-masing. dan suaramu serak. kita menyaksikan kemungkinan keindahan. Gurunya menasehatkan agar ia berjalan ke arah selatan. Dalam diri Merak. aku terikat pada bumi Ke nyataan itu menyebabkan manusia menyadari dirinya. bulu -bulumu berlebihan panjangnya.ULAR DAN MERAK Pada suatu hari. Adalah tugasku untuk mengingatkan manusia. bisa berkelok -kelok menyusur tanah. Adi menje laskan peran mereka bagi kemanusiaan: "Manusia melata di tanah bagai Si Ular. seorang muda bernama Adi. Namun. "Carilah makna Merak dan Ular. Kedua binatang itu berkata. justru itu yang ingin kuketahui. Juga seperti manusia. ia tetap mempertahankan kepentingan diri sendiri ketika berusaha terbang." "Kau menyebut sifat-sifat kemanusiaanku. ia benar -benar menemukan tempat yang terdapat seekor merak dan seekor ular. kita melihat kemungkinan manusia.

beranggapan bahwa hal itu merupakan perwujudan suatu kedudukan yang sebenarnya. yang merupakan faktor penentu. Pemujaan itu masih ada di Timur Tengah. harta juga. menunjukkan bagaimana guru -guru darwis membentuk "mazhab-mazhab"-nya berdasarkan pelbagai lambang." memiliki bentuk huruf yang sama dengan "organisme" dan "kehidupan. Dalam bahasa Arab. yang dipilih untuk memberi contoh ajaran-ajarannya. namun tidak bisa mengubah dirinya sendiri menjadi keindahan.adalah suatu cara untuk menunjukkan "Bagian Dalam dan Luar." rumus rumus Sufi tradisional. Kisah ini. Adi. "Merak" melambangkan juga "perhiasan. Pemujaan itu dianggap suatu misteri oleh kebanyakan orientalis. Namun. yang seekor menjaga harta dan tidak bisa mempergunakannya. 64 ." Catatan Pemujaan Ular dan Merak di Irak didasarkan pada ajaran seorang Syeh Sufi. dan memiliki penganut (tak ada di antara mereka itu yang orang Irak) di Inggris dan Amerika Serikat. Kedua makhluk itu diberkahi kehidupan. putra Musafir. Mereka bertengkar karena masing-masing telah merasa aman dalam jenis kehidupannya sendiri. Di Samping ketidakmampuan keduanya untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang terbuka bagi mereka keduanya pun melambangkan kesempatan itu --tentu bagi mereka yang bisa melihat dan mendengarnya." Oleh karena itu perlambangan Pemujaan Malaikat Merak yang tersembunyi -Kaum Yezidis." sedangkan "Ular.Dan kemudian terdengar Suara dari dalam berbicara kepada Adi. pada abad kedua belas. yang tercatat dalam legenda. Yang lain mencerminkan keindahan. "Itu belum lengkap.

" "Tetapi lebih mudah bagi Saudara kalau ditu njukkan arahnya oleh penduduk sini. "Saya mencari sebuah toko dekat -dekat sini. "Jadi." "Apa itu?" "Syarat untuk bisa membaca dengan lampu adalah bahwa Saudara harus sudah bisa membaca. Saya ragu apakah mereka sudah memberitahukan hal itu kepada Saudara. Saudara tidak diajar cara memilih orang yang bisa Saudara percayai?" "Begitulah. sudah sejauh ini: apalagi mulai dari sini jalannya sulit." "Jadi Saudara ingin ditemani." kata yang pertama. meskipun Saudara mempercayai pemberi keterangan yang pertama. tidak ditunjukkan arahnya?" "Ya. Saya sudah diberi petunjuk." "Boleh saya bertanya: kenapa Saudara mencari toko lampu itu?" "Sebab saya diberi tahu para ahli bahwa di tempat itulah saya bisa mendapatkan alat -alat yang memungkinkan orang membaca dalam gelap. itulah maksud saya. yang telah membawaku sejauh ini. tetapi ada syarat." "Jadi. namanya Toko Lampu. Saya tidak yakin bisa mempercayai sesuatu atau seseoran g lain lagi. dua orang bertemu di sebuah jalan yang suny i." "Saya percaya pada apa yang sudah dikatakan kepada saya." kata yang pertama. "Saya kebetulan orang sini. dan sudah saya catat pula.TOKO LAMPU Pada suatu malam gelap. dan bisa menunjukkannya pada saudara. hanya mencari Toko Lampu itu. dan juga sedikit keterangan. kenapa Saudara mengatakan hal itu kepada saya?" "Iseng saja. "Saya harus bisa menemukannya sendiri." 65 ." "Saudara punya tujuan lain?" "Tidak." kata orang kedua." "Saudara benar.

menyuruh saya pergi ke tempat teman Saudara yang berjualan lampu. tetapi saya pertama -tama ingin mengetahui apakah Saudara ini bisa membaca. itu apa?" "Sedikit keterangan itu adalah bahwa Toko Lampu itu masih di sana. Atau mungkin Saudara tidak menginginkan saya mempunyai lampu sama sekali. ." "Saya ini lebih buruk dari yang Saudara bayangkan." "Lalu. tetapi lampu -lampunya sudah dipindah ke tempat lain. kini." dan member mereka kemudaha n untuk menjelaskan pesan mereka lewat kepandaiannya menyusun kisah -kisah berdasarkan kehidupan sehari -hari. tetapi tampaknya Toko Lampu adalah tempat menyimpan alat tersebut." Kedua orang itu saling memandang."Saudara tidak bisa membuktikannya!" "Tentu saja dalam malam gelap semacam ini saya tidak bisa membuktikannya. Saudara mungkin mempunyai maksud tersembunyi. yang bertentangan. meninggal di India pada tahun 1632. sejenak. dengan sedih. Saya tentu bisa mengetahuinya seandainya Saudara berada dekat sebuah toko semacam itu." "Saudara tidak bisa membuktikannya!" "Saudara akan dianggap tolol oleh kebanyakan orang. Yang pertama. Mungkin Saudara bukan Si Tolol." "Saya tidak tahu 'lampu' itu apa.' yang ke dua. penulis kisah ini. 66 . Catatan Syeh-Per Syatari. Oleh karena itulah ia disebut Toko Lampu. Makamnya di Meerut." "Tetapi ada banyak orang yang akan menganggap Saudara tolo l. 'Tempat di mana lampu -lampu bisa didapatkan.sedikit keterangan. dan masa depan. "Tempat di mana lampu lampu pernah bisa didapatkan. tetapi kini tidak ada lagi. Saya tidak menjanjikan Saudara 'Toko Lampu' dan membiarkan Saudara menganggap bahwa masalah Saudara akan terpecahkan di sana. Atau apakah lampu bisa didapatkan bagi Saudara dengan cara lain. Ia dipercaya bisa melakukan hubungan telepati dengan guru -guru "masa lampau." "Tetapi 'Toko Lampu' bisa mempunyai dua makna yang berbeda. Lalu masing -masing melanjutkan perjalanannya.

Tiang Semesta. membaca buku-buku sampai hidungnya mengeluarkan darah. Empat puluh hari empat puluh malam lamanya mereka bertahan menderita. Dan kini kalian menginginkan satu hal. Barat. Akhirnya setelah berbulan-bulan lamanya. kepala itupun menghilang. Orang -orang Yang Terubah. Akhirnya. "tetapi aku adalah apapun yang kau inginkan tentangku. Se -Kalandar." kata yang ketiga. Mereka bertiga membicarakan masalah itu. yakni yang kausebut K ebenaran Dalam?" "Ya.TIGA ORANG DARWIS Konon. Yak-Baba. "Bukan. Mereka mengundurkan diri ke tempat sunyi dan melakukan latihan bersama." Setelah berkata demikian. Akhirnya mereka memutuskan untuk berusaha bersama -sama. Darwis Ketiga harus meminta pertolongan Jin Pusaran Air. tetapi juga karena meskipun mereka semua telah mengadakan latihan berbagai cara. tentu saja. "Pernahkah kalian mendengar peribahasa. b iasanya ia akan bertanya kepada orang yang ditemuinya. tetapi kini ia bertanya apakah mereka mengetahui Negeri Orang Tolol. Mereka masing -masing berasal dari Utara. Yak-Babalah pertama-tama meninggalkan tempat samadinya. Darwis Kedua harus menemukan Cermin Ajaib. dalam pusaran asap putih muncullah ke pala seorang lelaki yang sangat tua di hadapan mereka. itu pasti tak lain salah seorang dari para Abdal. Mereka memiliki suatu hal yang sama: berusaha mencari Kebenaran Dalam. Segera 67 . inilah jalanmu: "Darwis pertama akan mengembara melalui Negeri Orang Tolo l. Bagaimanapun. "Aku yakin. tampaknya ia muncul dari tanah. oleh karenanya mereka mencari Jalan. ada tiga orang darwis. dan Se. apakah ada orang bijaksana yang tinggal dekat -dekat daerah itu. ia Kutub. Mereka bernama Yak. Dan kini. m engharap agar ketiga kekuatan yang digabung akan cukup kuat untuk mendatangkan Kebenaran." sahut yang kedua. ada banyak Jalan sebanyak hati manusia?" tanya kepala itu. ada juga yang t ahu. O Guru. dan Selatan. masing -masing tidak yakin benar bahwa car anya sendiri itu cukup berguna. "Apakah kau Kidir yang gaib itu. dan berangkatlah ia menuju kesana. pemandu manusia?" tanya darwis pertama. Do Aghas tegak dengan kepala di bawa h sehingga kakinya kaku. Do. masing -masing percaya bahwa hanya ada satu cara yakni caranya sendiri. tidak hanya karena mereka memerlukan penjelasan lebih lanjut sebelum berangkat. meskipun boleh dikatakan telah mampu mendatangkan bayang -bayang yang baru saja mereka saksikan tadi. yang namanya sama sekali tidak mereka ketahui. "Salah semua" teriak bayang -bayang itu keras-keras. Yang pertama." sahut mereka serentak. yang mereka sebut Kebenaran Dalam. Yang kedua. Yang ketiga. duduk dan merenung sampai kepalanya pening.

Jangan datang kemari dan memakan kami seperti tadi!" Demikianlah. ia mencoba mengubah beberapa orang tol ol menjadi waras. "mengapa kaugendong pintu itu?" "Sebab." "Bolehkah saya mengatakan sesuatu kepada kalian tentang itu?" tanyanya kepad a mereka. suamiku berpesan: "Istriku. Darwis Kedua. Setelah beberapa tahun lamanya.setelah ia memasuki negeri itu. mendekati semangka itu. Cermin itu tergantung di sumur pada seutas tali yang selembut rambut. Tuan Pembunuh Raksasa." tanyanya." Karena aku pergi. "Bunuhlah ia. "Kami belum pernah melihat raksasa itu sebelumnya. dan kemudian mulai memakannya. sebab Cermin itu terbuat dari pikiran-pikiran manusia. tetapi tentang Cermin Ajaib. "Jangan goblok!" jawab mereka. Jangan kauperbolehkan orang melewati pintu ini. Ketika ia pergi." kata Darwis. Tetapi kami takut menyentuhnya. pagi tadi. dan kau akan diberi hadiah. tetapi kami tidak mau tahu apapun tentangnya. dirumah kita ini tersimpan harta berharga. dan tidak ada cukup pikiran untuk bisa membuatnya sebuah Cermin yang utuh. agar bisa bertahan hidup. dan sebenarnya hanya sebagian saja. itu saya tidak tahu. Jawaban -jawaban yang menyesatkan sering didengarnya." kata wanita itu. Mereka mencoba melakukan hal yang sama." Maka Darwis itupun mengeluarkan pisau. sedikit demi sedikit ia mengerti bahwa di Negeri Orang Tolol. Kini perkenankanlah saya melewatimu. sebelum berangkat kerja. "Wanita. dan sebagai hadiahnya pada suatu hari Darwis itu mendapatkan Pengetahuan Dalam. mereka berkata. 68 ." "Wah. untuk mendapatkan Pengetahuan Dalam --dan mereka tak pernah mendapatkannya. memotong seiris. Di tengah-tengah jerit ketakutan yang hiruk -pikuk orang-orang itu memberinya uang. memulai perjalanannya mencari Pengetahuan Dalam. Meskipun ia menjadi orang suci di Negeri Orang Tolol. Mereka semua gemetar ketakutan di depan sebuah semangka besar yang tumbuh di ladang. kubawa pintu ini agar tidak ada yang melewatinya. "Kami mohon jangan kembali kemari. "Satu-satunya yang bisa menolong adalah apabila Saudara bisa menjelaskan cara memperingan bobot pintu ini. orang harus bisa berfikir dan berbicara seperti orang tolol." "Apakah saya boleh menjelaskan sesuatu agar kau tahu bahwa sebenarnya tak perlu kau bawa kemana-mana pintu itu?" Tanya Darwis Yak -Baba. "dan tentunya ia akan tumbuh semakin besar dan membunuh kami semua. "Tidak usah. dilihatnya seorang wanita menggendong pintu. Dan mereka pun berpisah. Do-Agha." mereka menjelaskan kepada Darwis itu. Kali ini ia tidak menanyakan te ntang orang-orang suci atau cara-cara latihan yang baru. Beberapa langkah kemudian ia menjumpai sekelompok orang. rakyat mengingatnya hanya sebagai Orang yang Membelah Raksasa Hijau dan Meminum D arahnya. Sementara itu. namun akhirnya ia mengetahui tempat Cermin itu.

Tetapi pengikut pengikutnya tidak bisa mencapai taraf pemusat an pikiran yang diperlukan untuk memperbaharui cermin itu secara teratur. Akhirnya Darwis itu mencapai Pengetahuan Dalam. Nah. Se -Kalandar. lalu memulai latihannya. menyanyikan lagu itu. apabila ada pengikut -pengikut ketiga Darwis itu bert emu. apa yang kau cari?" Aku mencari Pengetahuan Dalam. Bulan -bulan berlalu. membayangkan bahwa Cermin Ajaib Do -Agha. yang meneruskan cara -caranya." Darwis merubuhkan tubuhnya ke tanah dan berteriak. Iapun tinggal di sebuah tempat dan mengajar dengan penuh kebahagiaan beberapa tahun lamanya. Do -Agha menatap Cermin itu dan meminta Pengetahuan Dalam. "O Saudara saudara! apakah ada diantara kalian yang pernah mendengar tentang Jin Pus aran Air?" "Saya tak pernah mendengar tentang Jin itu. "Kau telah mengalami banyak hal. Namun. dan karena ia dikenal sebagai orang yang taat dan saleh. Karena itu aku datang padamu. dan bertahun tahun lamanya ia bersilang jalan dengan Jin itu. "Aku memiliki kaca Tataplah. aku bisa." 69 . Sekejap saja ia sudah memilikinya. sampai hari ini masih ada orang orang yang menatap cermin. kemudian bertahun-tahun. setelah bertahun-tahun lamanya. "tetapi desa ini disebut Pusaran Air. Tentu saja mereka itu tidak pernah mencapai Pengetahuan Dalam. yang sedang lewat dekat tempat itu. ia pergi ke sebuah dusun dan bertanya. namun Se -Kalandar tidak mengetahuinya. "Tentu. Orang-orang datang dan menyaksikannya dan kemudian meniru-nirunya.Setelah itu ia berhasil menipu raksasa yang menjaganya. ia pergi ke mana-mana mencari Jin Pusaran Air. Kau pun nanti akan mendapatkan Pengetahuan Dalam. Yang harus kau lakukan tinggal mengucapkan ungkapan ini. salah seorang berkata. sebab mereka memulai pada akhir telaah Sang Darwis. senantiasa gagal menemuinya karena Jin itu disana tidak dikenal sebagai Jin dan mungkin tidak dikait -kaitkan dengan pusaran air. dan kau akan mencapai Pengetahuan Dalam. memutar langkahnya dan berkata. "Aku tak akan meninggalkan tempat ini sampai Jin Pusaran Air muncul di hadapanku!" Dan Jin itu. Setelah itu. sampai akhirnya ia berhasil melakukan pengabdian dan ketaatannya secara benar. jauh meninggalkan pe ngikutpengikutnya yang setia. karena semangatnya. Sang Darwis. darwis. Akhirnya." kata seseorang. Jin itu dikenal dengan pelbagai nama." Darwis itu mengucapkan terima kasih kepada Jin. dan aku diberi tahu ba hwa dalam keadaan tertentu kau bisa mengatakan padaku bagaimana mendapatkannya. "Kami tidak menyukai orang asing di desa kami. melakukan tindakan itu. Sedangkan Darwis Ketiga." kata Si Jin. cermin itu pun lenyaplah.

Yang lain menjawab. yang meninggal tahun 1719." Yang ketiga menyela." "dua" dan "tiga" -kadang-kadang diartikan sebagai ejekan terhadap agama yang lazim. "Korbankan semangka. Para darwis yang menceritakannya menyatakan bahwa kisah ini mempunyai pesan dalam yang jauh lebih penting dalam hal -hal praktis. Catatan Petualangan-petualangan orang-orang ini nama-nama mereka berarti "satu. kepala Kaum Muradi. dan tidak bisa menolongnya." Kisah ini dianggap sebagai ciptaan guru Sufi. "Apa yang Terjadi atas Mereka Bertiga. mereka bertiga mengetahui bahwa tak mampu menolong mereka yang telah mereka tinggalkan di belakang: seperti ketika seorang terbawa oleh air pasang dan melihat di darat ada seorang diburu singa. 70 . dan bekerja keras.ia akan menolongmu seperti yang pernah terjadi atas Yak-Baba. "Tak mungkin: Satu -satunya cara adalah tabah dalam mempelajari dan menyusun latihan tertentu. Murad Shami. sembahyang. Kisah ini merupakan ringkasan sebuah kisah ajaran yang terkenal. daripada arti yang diluarnya saja." Ketika pada kenyataannya ketiga Darwis itu berhasil mencapai Pengetahuan Dalam.

TIGA NASEHAT Pada suatu hari ada seseorang menangkap burung. Burung itu berkata kepadanya, "Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku, nanti kuberi kau tiga nasehat." Si Burung berjanji akan memberikan nasehat pertama ketika masih berada d alam genggaman orang itu, yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon, dan yang ketiga ia sudah mencapai puncak bukit. Orang itu setuju, dan meminta nasehat pertama. Kata burung itu, "Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipu n kau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal." Orang itupun melepaskannya, dan burung itu segera melompat ke dahan. Di sampaikannya nasehat yang kedua, "Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada buk ti." Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, "O manusia malang! diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya!" Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun ka tanya, "Setidaknya, katakan padaku nasehat yang ketiga itu!" Si Burung menjawab, "Alangkah tololnya kau, meminta nasehat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kaurenungkan sama sekali! Sudah kukatakan padamu agar jangan kecewa kalau k ehilangan, dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku toh tidak cukup besar untuk bisa menyimpan dua permata besar! Kau tolol. Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia."

71

Catatan Dalam lingkungan darwis, kisah ini dianggap sangat penting untuk "mengakalkan" pikiran siswa Sufi, menyiapkannya menghadapi pengalam an yang tidak bisa dicapai dengan cara -cara biasa. Di samping penggunaannya sehari -hari di kalangan Sufi, kisah ini kedapatan juga dalam klasik Rumi, Mathnawi. Kisah ini ditonjolkan dalam Kitab Ketuhanan karya Attar, salah seorang guru Rumi. Kedua pujangga itu hidup pada abad ke tiga belas.

72

TIGA KEBENARAN Para Sufi dikenal sebagai Pencari Kebenaran, yang berupa kenyataan obyektif. Konon, seorang tiran yang bodoh dan dengki memutuskan untuk memiliki kebenaran ini. Namanya Rudarigh, seorang raja besar di Marsia, Spanyol. Ia menetapkan bahwa kebenaran akan bisa didengarnya kalau Umar al -Alawi dari Tarragona dipaksa untuk mengatakannya. Umar pun di tangkap dan dibawa ke Istana. Kata Rudarigh, "Aku telah memutuskan aga r kebenaran yang kau ketahui harus kaukatakan kepadaku dalam kata -kata yang bisa kumengerti, kalau tidak nyawamu harus kau pertaruhkan." Umar menjawab, "Apakah Tuan mengetahui kebiasaan dalam istana perkasa ini, apabila seorang yang ditahan mengungkapkan kebenaran sebagai jawaban atas suatu pertanyaan dan kebenaran itu tidak membuktikannya salah, maka ia akan dibebaskan kembali?" "Memang demikian," kata Raja. "Saya minta semua yang hadir di sini menjadi saksi," ka ta Umar, "dan saya tidak hanya akan mengungkapkan satu kebenaran, tetapi tiga." "Kami juga harus yakin," kata Rudarigh, "bahwa yang kau sebut kebenaran itu memang benar benar kebenaran. Harus ada bukti -bukti yang menyertainya." "Bagi Raja seperti baginda," kata Umar, "yang pantas menerima tidak hanya satu kebenaran tetapi sekaligus tiga, kami juga akan bisa memberikan kebenaran yang nyata dengan sendirinya." Rudarigh sangat puas menerima pujian itu. "Kebenaran pertama," kata Si Sufi, "adalah, sayalah yang bernama Umar Si Sufi dari Tarragona. Yang kedua adalah bahwa Baginda akan melepaskan saya jika saya telah mengungkapkan kebenaran. Yang ketiga, Baginda ingin mendengarkan kebenaran yang bisa Baginda pahami." Karena kesan yang ditimbulkan oleh kata -kata tersebut, Rajapun terpaksa membebaskan kembali darwis itu.

73

menurut juru ceritanya. disebabkan oleh penceritaan kembali terus-menerus sesuai dengan "perubahan zaman. Al-Mutanabbi.000 tahun." 74 .Catatan Cerita ini menampilkan legenda lisan darwis yang biasanya disusun oleh Al -Mutanabbi. salah seorang penyair Arab terbesar. meninggal seribu tahun yang lalu. tidak boleh dituliskan selama 1. Ceritacerita ini. Salah satu ciri kumpulan cerita ini adalah bahwa selalu mengalami perubahan.

tidak begitu memahami apa yang telah terjadi. membalik -balikkan badannya." Ia mengumpulkan segenap tenaganya dan meloncat ke luar kolam. ia pun lupa menutup kepisnya. di sebuah kolam tinggal tiga ekor ikan: Si Pandai. namun kedua ikan yang pertama tadi dengan aman bersembunyi dalam sebuah ceruk. Si Bodoh. menekankan pentingnya menahan nafas agar di "Terimakasih: saya sudah mengerti. Si Pandai dan Si Agak -Pandai memberi penjelasan secara terperinci. dan kecerdikannya. meskipun ia telah mengetahui pengalaman kedua ikan sebelumnya. Ia kembali mengamat-amati kolam. dan karena agak heran memi kirkan ikan-ikan yang berloncatan ke darat." pikir nelayan itu. Si Agak -Pandai berusaha melepaskan diri ke luar dari kepis. dan nelayan itu melemparkanku kembali ke kolam. tidak bisa mengambil pelajaran dari segala itu." pikirnya "Jadi saya akan pura -pura mati saja. Si Agak Pandai. Si Agak-Pandai. sampai pada suatu hari ketika kolam itu kedatangan -seorang manusia. dan Si Pandai melihatnya dari dalam air. Dan kepisnya sekarang tertutup rapat. Sang nelayan langsung memasukkan ikan ketiga itu kedalam kepisnya tanpa memperhatikan apakah ikan itu bernafas atau tidak. dan iapun dimasukkan ke kepis. jatuh tepat dekat kaki nelayan. Ikan yang kedua." Si Agak-Pandai itu pun segera melompat ke dar at. dan masuk kembali ke kolam. Kehidupan mereka berlangsung biasa saja seperti ikan -ikan lain. menyadari bahwa ternyata ikan yang di dalamnya tidak bernafas. Dan ikan ke tiga. dan Si Bodoh. Menyadari hal ini." kata Si Bodoh. Ikan itupun dibawanya pulang untuk makanan kucing." kata Si Pandai. Ia membawa jala. "saya pura-pura mati. Si Pandai memutuskan untuk melakukan sesuatu. Ia membuka kepisnya. Ia pun berenang mendekati Si Pandai dan menanyakan hal itu. ikut bersembunyi di dekatnya --nafasnya terengahengah. Sadar akan pengalamannya." Gampang saja. Karena ikan tersebut menahan nafas. Sehabis mengucapkan itu. Ia mencari-cari ikan pertama. nelayan itu mengiranya mati: ia pun melemparkan ikan itu kembali ke kolam." Namun. Ikan itu kemudian meluncur tenang dan bersembunyi di sebuah ceruk kecil dekat pinggir kolam. Akhirnya nelayan itu menghentikan usahanya. jatuh tepat di kaki nelayan itu. "ikan-ikan ini berloncatan ke luar air. Tentu saja si Nelayan terkejut. Berulang kali dilemparkannya jala ke kolam. "Hampir tak ada tempat berlindung di kolam ini. jatuh dekat kaki nelayan. ia pun melemparkan dirinya ke darat. Si Agak Pandai ini ternyata lupa menahan nafas. 75 .TIGA EKOR IKAN Konon. "Aneh. cerita-cerita yang pernah didengarnya.

kisah ini disampaikan oleh Husein. Versi ini dari Abdul 'Yang berubah' Afifi. Makamnya di Delhi. Ia mendengarnya dari Syeh Muhammad Asghar. 76 . Kadang-kadang peristiwanya terjadi di sebuah 'dunia' yang dikenal sebagai Karatas. cucu Muha mmad. di Negeri Batu Hitam. kepada Khajagan ('Para Pemimpin') yang pada abad ke empat belas mengubah namanya menjadi Kaum Naqsahbandi. yang meninggal tahun 1813.Catatan Konon.

guru itu berkata. Sang Bijak berkata. melindungi muridnya dari kebasahan. aku yang akan melakukannya. untuk membuat api. Mereka berpisah di gerbang Kota Suci." Karena anak muda itu bersikeras juga." kata pemuda itu. "Kau belum lagi siap. Bapak yang memimpin." kata Sang Guru "Kau pilih jadi apa?" "Saya ikut saja." kata Ibrahim. Sang guru bangkit dan memegangi kain penutup. Siang harinya. Kau ikut. 77 .SIFAT MURID Diceritakan bahwa Ibrahim Khawas. Sekarang perkenankan saya menjadi pemimpin." Murid itu teramat gembira." kata Ibrahim. Perjalananpun dimulai." kata Sang Guru. "Saya memerintahkan agar Bapak duduk Saja sementara saya mengumpul kan kayu!" kata pemuda itu." kata orang bijaksana itu. salah seorang harus menjadi pemimpin. "Tetapi seharusnya sayalah ya ng melakukan itu bagi Bapak. dan mo hon agar diperbolehkan menjadi pengikutnya." Sang gurupun setuju. setiap kali Sang Guru menunjukkan kepada murid apa yang sebenarnya makna menjadi murid dengan contoh -contoh. Si pemuda tidak berani menatap matanya. "Baiklah. "Kau tak boleh melakukan itu. "Saya akan mengumpulkan kayu. dan Bapak mengikut saya. "Karena kita mengadakan perjalanan berdua. pengikut tidak boleh membiarkan dirinya dilayani oleh pemimpinnya. aku akan mengajarimu sesuatu. "Kau tak boleh melakukan hal itu. "Nah ini hari baru." kata Sang Bijak. "Aku perintahkan agar kau memperbolehkan aku melindungimu." kata Sang Bijak. Waktu kemudian bertemu dengan orang bijaksana itu. "Tentu aku akan memimpin. "sebab hal itu tidak sesuai dengan syarat menjadi murid. Sementara mereka beristirahat pada suatu malam di padang pasir Hejaz. Aku akan berziarah ke Mekkah. Iapun mencari seorang bijak. asal kau tahu bagaimana menjadi pengi kut. ketika ia masih muda. ingin mengikuti seorang guru. anak muda itu berkata. hujan pun turun." Demikianlah.

perbedaan antara apa yang dipikirkan calon pengikut tentang bagaimana seharusnya hubunganya dengan gurunya." Catatan Ibrahim Khawas ('Si Penganyam Palem') memberi batasan jalan Sufi sebagai. Kerjakan sendiri apa yang harus kau kerjakan bagi dirimu sendiri."Yang kaupelajari itu. dan bagaimana hubungan tersebut dalam kenyataannya. "Biarkan saja apa yang dilakukan untukmu dikerjakan orang untukmu." kata Sang Bijak. Khawas adalah salah seorang di antara guru -guru agung zaman awal. ikhtisar tertua yang masih ada tentang Sufisme dalam Bahasa Persia. "adalah sesuatu yang berkaitan dengan sedikit menjadi murid. 78 ." Kisah ini menggaris-bawahi dengan cara dramatik. dan perjalanan ini dikutip oleh Hujwiri dalam Pengungkapan Yang Terselubung.

mengetahui apa yang dikerjakan Si Tolol itu. terutama pengakuannya bahwa ia tidak mempunyai guru kecuali ayahnya sendiri. Abdul Rahman Jami. "Kalau kau itu diriku. menanti sampai ia tidur. Manusia tidur. Hanya satu yang benar. Iapun berbaring di lantai dan tidur. Berikut ini adalah kisah tentang Si Tolol yang bangunnya keliru. Karena itu iapun mengikatkan seutas tali di mata kakinya a gar dirinya mudah dikenali kembali. oleh pengarang dan ahli mistik abad ke lima belas. lalu siapa dan mana pula aku?" Catatan Kisah ini. Jami menimbulkan banyak ketidaksenangan di kalangan ahli agama karena keterusterangannya. Ia khawatir kalau nanti ia bangun dari tidurnya ia tak bisa lagi menemukan dirinya diantara begitu banyak manusia. Ia datang dari Oxus dan meninggal di Herat setelah mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang tokoh sastra terkemuka dalam bahasa Parsi. Kemudian ia menyerang orang itu. Si Tolol bangun lebih dahulu. yang juga muncul dalam kumpulan lelucon Mulla Nasruddin yang dikenal luas di Asia Tengah. Mula -mula dikiranya orang lain itulah dirinya sendiri. lalu diikatkannya ke kakinya sendiri. Salaman dan Absal. dilihatnya tali itu. tetapi ia harus bangun dengan cara yang benar.SI TOLOL DI KOTA AGUNG Ada pelbagai macam kebangunan. direkam dalam karya klasik kebatinan. sambil teriaknya. 79 . dan ia menjadi bingung oleh banyaknya orang di jalanan. Seorang yang suka bercanda. Di lepaskannya tali yang melingkar di kaki Si Tolol. Si Tolol ini datang ke sebuah kota besar.

Iapun mengadakan perjalan an jauhjauh untuk mendapatkan pengetahuan. jauh dari kemungkinan untuk menunjukkan kebaikan terhadap manusia. asal -usulnya tak 80 . Kasih sayang dan pengabdian pun kadang -kadang terlupakan apabila yang dipikirk annya sebagai kebutuhan pribadi muncul dalam dirinya.PINTU SORGA Jaman dahulu adalah seorang lelaki yang baik hatinya. Segera saja pelupu k matanya tertutup. dan kemudian terdengar suara berkata kepadanya. Menyada ri dirinya berada di balik kehidupan ini. Ada beberapa orang miskin yang tak tertolongnya. Utara sampai ke Selatan. Sebelum mata si lelaki itu terbuka sepenuhnya kembali." Meskipun terkenal sebagai kisah rakyat. ia senantiasa bertahan terhadap kesulitan yang besar dan tak diduga duga. kesempatan mendapatkan pengetahuan. gerbang itupun tertutup: dengan suara menggelegar yang cukup dahsyat untuk membangunkan orang -orang mati. hal itu merupakan cacat kecil saja. dan ditimbang dengan kebaikannya yang lain. Ia mendengarkan kata hatinya. yakni kurangnya perhatian itu. Ia memberi harta kepada si miskin. Dan kemudian ia meninggal. "Siagalah selalu. Dan pada saat yang sekejap itu. gembira membayangkan apa yang akan terjadi. begitu juga halnya dengan wataknya yang buruk. tak akan kembali lagi. Ia telah menjalani hidupnya dengan melakukan segala hal yang memungkinkan orang masuk sorga. Kecenderungan itu memang tidak berat. Catatan Kisah ini merupakan bahan pelajaran darwis yang disenangi. atau memahaminya. Dan ia merasa bahwa kesempatannya memasuki Gerbang Agung itu cukup besar. Setelah siaga terus selama waktu yang rasanya sudah seabad kepalanya terkantuk -kantuk. Wataknya yang baik meninggalkan bekas pada dirinya. Kerendahhatian dan perilakunya yang pantas ditiru begitu dikenal sehingga ia dipuji -puji sebagai seorang yang bijaksana dan warga yang baik. sebab gerbang hanya terbuka sekali dalam seratus tahun. sering itu semua demi kebahagiaan orang lain. dan ia mengabdi kepada mereka. Disaksikannya gerbang itu tertutup. sebab selalu saja ia kurang memperhatikan kebutuhan mereka itu. pujian itu terdengar mulai dari Timur sampai ke Barat. orang itu istirahat sejenak. Ia suka sekali tidur. atau melaksanakan kerendahhatian. Segala kebaikan itu memang dijalankan --selama ia ingat melakukannya. kadang -kadang disebut "Parabel Tentang Kurangnya Perhatian." Ia pun duduk menunggu. Namun. atau menambah jumlah tindakannya yang terpuji kesempatan semacam itu lenyap begitu saja. Dan kadang -kadang kalau ia sedang tidur. ternyata ia menyadari bahwa kemampuannya untuk memperhatikan tidak cukup pada dirinya. ia mencintai sesamanya. yakni kurang perhatian. Namun ia memiliki kekurangan. dan sedang berjalan menuju pintu-pintu Taman Berpagar. Karena mengingat pentingnya kesabaran. gerbangpun terbuka.

sehingga tentunya diucapkan sendiri oleh Nabi. Kalifah Keempat." 81 . Jelas kisah ini tidak terdapat dalam Hadits Nabi. Bentuk sastra yang kita pilih ini berasal dari seorang darwis tak dikenal da ri abad ketujuh belas. sebab dengan cara itu tak ada yang berdiri antara pelajar dan yang dipelajarinya. Amil Baba.diketahui. secara rahasia. Y ang lain mengatakan bahwa kisah itu begitu penting. Beberapa orang menganggapnya ciptaan Hadrat Ali. yang naskah -naskahnya menekankan bahwa "pengarang sejati adalah orang yang karyanya tak bernama (anonim).

pedagang itu menjadi sangat terharu. menyampaikan salam darwis Kristen itu kepada Jalal. "Lima puluh keping uang emasmu diterima." Pedagang itu melihat ke arah yang ditunjukkan darwis tersebut. "Guru kami Jalal telah menghubungi saya. dalam Gesta Romanorum tahun 1324.Jalaludin sedang membaca kata -kata semacam ini. tercengang cengang. "Perlukah kami tunjukkan orang itu padamu?" Rumi menyentuh dinding ruangan itu. darwis Kristen itu pun berkata. Temui dia dan minta maaf padanya. itulah alasan kedatanganmu kemari." Ketika pedagang itu berdiri ketakutan karena ternyata segala rahasianya telah diketahui. dan bahkan dalam karya Shakespeare. Setelah mencoba mendapat nasehat dari para pemuka agama. ia mendengar tentang Rumi. "Tak peduli kerikil atau permata." Pedagang itu terheran -heran terhadap yang diketahu i Sang Maulana. seorang pedagang yang sangat kaya dari Tabris pergi ke Konia mencari orang yang teramat bijaksana. ada tempat bagi semuanya . ia pun dibawa menghadap Sang Bijaksana itu. "Kau mendapat banyak kesulitan karena pada suatu hari nun jauh di negeri Barat sana. Tuhan telah menghukummu. dan pedagang itu pun meny aksikan gambar orang suci itu di sebuah pasar di Eropa. Segera saja ia mengadakan perjalanan menemui ulama Kristen itu. dan ditemuinya orang suci tersebut telungkup di tanah.. Ketika dilihatnya Sang Maulana di ruang tamu. Iapun terhuyung -huyung pergi meninggalkan Sang Bijaksana. dan menyaksikan -dalam gambar. kau melihat seorang darwis Kristen terbaring di jalan. dan kisah-kisahnya muncul dalam cerita-cerita Hans Anderson. hakim. Dan kau meludahinya. 82 . Pedagang itu membawa lima puluh keping uang emas sebagai persembahan. Ketika didekatinya. semua akan mendapat tempat di bukitNya.PEDAGANG DAN DARWIS KRISTEN Karena berada dalam kesukaran. Jalaludin Rumi pun berkata kepadanya. dan sampaikan salam kami kepadanya.. Tetapi kau telah kehilangan dua ratus. Sekarang segalanya akan beres. Catatan Luasnya pengaruh Jalaludin Rumi terhadap pikiran dan sastra Barat sekarang ini semakin jelas lewat penelitian akademis. Sang Maulana itupun berkata. Rumi melanjutkan. dan menunjukkan sesuatu kepadamu. Tak disangsikan lagi bahwa ia mempunyai banyak pengikut di Barat. dan lain -lain. dan sejak itu tinggal dalam masyarak at darwis di Konia." Pedagang itu pun pulang kembali.

yang selesai ditulis tahun 1353. Versi kisah ini diterje mahkan dari karya Aflaki. 83 .Di Timur terdengar pendapat di kalangan luas bahwa ia mempunyai hubungan erat dengan kaum mistik dan pemikir Barat. kehidupan para darwis Mevlevi awal. Munakib al Arifin.

Akhirnya mereka memiliki kekayaan yang cukup untuk membuat mereka sama sekali melupakan perkara harta terpendam tersebut. Itulah juga ajaran tentang pengertian ter hadap nasib manusia dan karma kehidupan. mereka -berpikir lagi tentang harta terpendam yang mungkin masih luput dari penggalian mereka. lelaki -lelaki muda itupun menanggalkan usahanya. Setelah bertahun-tahun lamanya. 84 . Kini mereka memahami cara ayah mereka m elatih mereka. Hal ini mungkin disebabkan adanya pengantar yang berbunyi. dan tahun itu mereka menjadi kaya. Mereka menjualnya. yang menghadapi ketidaksabaran. Sufi yang hidup hamp ir seribu dua ratus tahun yang lalu. karena tanah sudah terlanjur dikerjakan. Guru. dengan putus asa dan kehendak yang semakin memuncak setiap kali mereka tidak menemukan emas di tempat yang disebut ayahnya tadi. yang menggarisbawahi pernyataan bahwa seseorang bisa mengembangkan kemampuan tertentu meskipun ia sebenarnya berusaha mengembangkan ke mampuannya yang lain. terpikir juga oleh mereka. Catatan Kisah ini. M ereka pun menanam gandum. menggalinya dan satu sudut ke sudut lain. yang mempunyai beberapa anak laki-laki yang malas dan rakus. anak -anaknya bergegas kekebun. namun hasilnya sama saja. Setelah musim panen. dikenal sangat luas. Versi ini berasal dari Hasan dari Basra. Si Tua mengatakan kepada anak-anaknya bahwa mereka akan menemukan harta karun kalau mau menggali tempat tertentu di kebun. "Mereka yang mengulangnya akan mendapatkan lebih dari yang mereka ketahui.PERUMPAMAAN TENTANG ORANG -ORANG RAKUS Zaman dahulu ada seorang petani yang suka bekerja keras dan berbudi baik. mereka pun mengga li lagi ladang mereka. kekacauan. Segera setelah ayah itu meninggal. hal-hal yang tidak pernah mereka pahami sebelumnya. mereka pun menjadi petani -petani yang jujur dan senang. Karena menyadari bahw a ayah mereka itu tentunya telah membagi -bagikan emasnya semasa hidupnya. Namun mereka sama sekali tidak menemukan emas. merekapun menjadi terbiasa bekerja keras. Ketika sekarat. yang hasilnya melimpah-limpah. harus mengarahkan mereka ke suatu kegiatan yang diketahuinya akan bermanfaat dan menguntungkan mereka tetapi yang kepentingan dan tujuannya sering tidak terlihat oleh murid -mulid itu karena kebelumdewasaan mereka. tentunya lebih baik ditanami benih. Roger Bacon (yang mengutip filsafat Sufi dan mengajarkannya di Oxford. disamping juga mengenal musim. dan ketamakan murid murid. Boerhaave. Akhirnya." Kisah ini diterbitkan oleh seorang ulama Fransiskan. dan kemudian dipecat dari universitas itu atas perintah Paus) dan oleh ahli kimia abad ketujuh belas.

"menjalankan tugas semacam itu. sebatang sungai mengalir melewati apapun di tebing dan ngarai. sama dengan keadaanku kini?" "Apapun juga yang terjadi. Ia tidak mau kehilangan dirinya. Sungai itu sangat yakin. dan oleh karena itulah ia bisa menyeberangi padang pasir. Selama ini ia telah berhasil mengatasi halangan apapun dan sekarang berusaha menaklukkan halangan yang satu ini. air pun menjelma sungai. kau tak akan berhasil. airnya segera lenyap di pasir. ketempat tujuan. Dan paya-paya itu jelas tak sama dengan sungai. teta pi airnya terserap: angin bisa terbang. "Dengan menyeberang seperti yang kulakukan itu jelas." Gagasan itu tidak bisa diterima Si Sungai. Bagaimanapun. sebelumnya ia sama sekali tidak pernah terserap. Jatuh ke bumi sebagai hujan. dan menjatuhkan nya lagi. Kau hanya akan lenyap atau jadi paya -paya. tak dapatkah aku tetap berupa sungai. 85 . "Bagian intimu terbawa terbang. bisiknya. Ia juga ingat-. sebab kau tak tahu bagian dirimu yang mana inti itu. kau hanya akan menjadi paya -paya.KISAH PASIR Dari mata airnya yang nun jauh di gunung sana. akhirnya mencapai padang pasir. Dan kalau dirinya itu lenyap. terdengar suara tersembunyi yang berasal dari padang pasir itu. Ia membawa air. ia ingat akan keadaan ketika ia --atau bagian dirinya? --berada dalam pelukan angin. Sungai pun bisa. Samar -samar.benar demikiankah? bahwa hal itulah yang nyatanya terjadi. bukan hal yang harus terjadi. Tetapi setiap kali sungai itu cepat-cepat melintasinya. dan menjadi paya-paya itupun memerlukan waktu bertahun-tahun berpuluh tahun." bis ik suara itu. "Angin bisa menyeberangi pasir. kau tidak akan bisa tetap berupa dirimu kini. dan kalau kau tak mempercayainya. membawanya terbang menyeberang padang pasir." Mendengar hal itu." Sungai menolak pernyataan itu. bukan?" "Tapi. bahwa ia ditakdirkan melewati padang pasir itu. namun ia tidak bisa mengatasi masalahnya Lalu. dalam pikiran Si Sungai mulai muncul gema." "Bagaimana aku bisa yakin bahwa itu benar?" "Memang benar." kata Si Pasir. dan membentuk sungai lagi nanti. Kau disebut sungai juga seperti kini." Tetapi bagaimana caranya? "Dengan membiarkan dirimu terserap angin. Kau harus mempersilahkan angin membawamu menyeberangi padang pasir. apakah bisa dipastikan akan didapatnya kembali? "Angin. ia sudah cepat -cepat menyeberangi padang pasir.

pasir ini. sungai itu ini bisa mengingat -ingat dan mencatat lebih tandas pengalamannya secara terperinci. lalu membiarkannya merintik lembut segera setelah mencapai atap gunung –nun disana yang tak terkira jauhnya. dan karena kami. kini aku mengenal diriku yang sebenarnya. Namun Sang Pa sir berbisik. Mysti c Rose from the Garden of the King 'Mawar Mistik dari Taman Raja' terbit tahun 1899. yang meninggal tahun 1870. Dan karena pernah meragukan kebenarannya. terbentang mulai dari tepi pasir sampai ke gunung." Sungai itu telah mendapat pelajaran. "Kami tahu sebab kami menyaksikannya hari demi hari.Dan sungai itu pun membubungkan uapnya k e tangan-tangan angin yang terbuka lebar. Catatan Kisah indah ini masih beredar dalam tradisi lisan dalam pelbagai bahasa. "Ya. Ia merenungkannya. 86 . Versi ini berasal dari Awad Afifi. hampir selalu terdengar di kalangan para darwis dan murid -muridnya." Dan itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa cara Sungai Kehidupan melanjutkan perjalanannya tertulis di atas Pasir. Kisah ini dicantumkan oleh Sir Fairfax Cartwright dalam bukunya. orang Tunisia. dan yang kemudian dengan tangkas mengangkatnya dan menerbangkannya.

Ilmu yang kedua lagi hanyalah berupa cermin --dalam bentuknya masing-masing dari yang ketiga. Hanya pengetahuan batin yang nyata bisa menghasilkan Ilmu Kenyataan yang Benar. Kecerdasan adalah "kendaraan" itu. Yang pertama adalah Ilm u tentang pengetahuan biasa. Itu diperlukan untuk menggerakkan kereta. dan kebutuhannya satu sama lain. suatu bentuk luar yang di dalamnya kita menyatakan di mana diri kita berada dan apa yang harus kita kerjakan. atau tenaga penggerak. peran gabungan. Orang. Bayangkan seorang kusir. kuda yang tak sesuai. dalam gambaran kita itu. Catatan Nukilan ini tercatat dalam sebuah buku catatan darwis dalam Bahasa Persia. adalah yang melihat dan memahami. Yang ketiga. yang kedua adalah Ilmu tentang keadaan batin yang luar biasa. yang penting. sendiri-sendiri. yang kita sebut gerak kereta. Itulah yang kita sebut tashkil. Salah satu di antara ketiganya itu. tidak akan terwujud apabila ketiganya tidak dihubungkan dengan Cara yang Benar. ujud luar atau perumusan. kereta yang terlalu berat atau terlalu ringan --hasilnya tidak akan memadai. Kuda. Hanya "manusia. Ia duduk di kereta. ditarik kuda. dan yang memungkinkan kereta itu bergerak maju menuju tujuannya. dipimpin dirinya sendiri. Kendaraan menyebabkan orang dan kuda bisa melakukan tugasnya. Yang kedua itu boleh dikatakan tak ada gunanya tanpa yan g ketiga. maksud dan kemungkinan keadaan. 87 ." Diri yang nyata mengetahui hubu ngan ketiga unsur itu.KERETA Ada tiga macam ilmu dalam telaah kemanusiaan. yang ketiga ini berada di antara kedua Ilmu yang disebut sebelumnya. Karya Agung adalah pengetahuan menggabungkan ketiga unsur tersebut. Di kalangan Sufi. dengan cara yang lebih unggul dari yang lain. yang biasanya disebut puncak kenikmatan. dan berbagai bentuk kisah itu terdapat dalam mazhab -mazhab Sufi yang tersebar mulai Damaskus sampai Delhi. tentu saja bisa melakukan sesuatu. Namun. adalah Ilmu tentang Kenyataan yang Benar. adalah energi yang disebut "Suatu keadaaan perasaan" atau kekuatan lain. Terlalu banyak orang.

ada seorang putri raja yang keelokannya bagaikan rembulan. Sang Putri tersenyum kepadanya. jawablah pertanyaanku yang satu ini. Namun. makanannya di tanah. Pada suatu hari. Dalam keadaan mabuk kepayang semacam itu. "Tak mungkin kita berdua hidup bersama. Ia menjadi gangguan bagi Sang Putri. 88 . Mengapa pula dulu Tuan tersenyum padaku?" "Tolol!" kata Sang Putri. "Ketika kulihat betapa tololnya kau waktu itu. katanya. Dan budak-budakku akan membunuhmu. pikirannya lenyap separo. melihat putri tersebut. Tetapi Sang Putri memanggilnya. dan para pengawalnya memutuskan akan membunuh lelaki itu. bukan karena apa-apa. sebab ia begitu terpe sona sehingga tidak bisa menggenggam semestinya. Ketika darwis itu berlalu." Dan Putri pun pergi meninggalkannya. Salah tafsir itu beranggapan bahwa karangan klasik Sufi adalah cara lain dari penggambaran teknis tentang keadaan kejiwaan.DARWIS DAN PUTRI RAJA Konon. sebab karya semacam ini memiliki konvensinya sendiri. padahal sebenarnya merupakan hal yang sebaliknya ("kasihan"). Attar membicarakan kesalahpahaman emosi subyektif yang menyebabkan orang percaya bahwa pengalaman tertentu ("senyum Sang Putri") meruapakan hadiah istimewa ("kekaguman"). Banyak orang yang salah menafsirkan. karena Tuanlah yang akan menjadi penyebab kematianku. Mereka akan membunuhku tanpa alasan. Catatan Dalam Parlemen Burung. semua orang mengaguminya." Lelaki yang merana itu menjawab. Makanan itu jatuh ke tanah. aku tersenyum kasihan. tempat anjing -anjing tidur. seorang darwis yang sedang akan memasukkan makanan ke mulutnya. ia tidak berbuat apapun selama tujuh tahun. "Sejak kulihat Tuan. oleh karena itu menghilanglah saja. Tindakan putri itu sungguh -sungguh menyebabkannya sawan. Darwis tersebut selama itu tidur di jalan. hidup ini tak ada artinya.

"Tentunya ia ada di kota. kisah yang sangat digemari di Timur Tengah. Ahli sejarah Sufi menceritakan bagaimana Harun dan Perdana Menterinya mengunjungi Mekah untuk bertemu dengan Fudail. setelah memeras otak bagaimana caranya menghindarkan diri dari maut.' Pencipta kisah ini. adalah Sufi Agung Fudail bi n Ayad." kata Malaikat itu kepada temannya bicara. tentunya Maut tak akan bisa mencapainya. yang dikukuhkan oleh bahan -bahan sejarah. iapun segera menyewa kuda yang tercepat." jawab Sang Guru. "Aneh." kata Sang Malaikat. mungkin di sebuah warung minum. ia memutuskan bahwa apabila ia menjauhkan diri dari Bagdad." Catatan Versi kisah ini diambil dari Hikayat -i. "Ia terdapat dalam daftarku. "Sang Penguasa Kaum Setia : Tampaknya wajah Baginda yang cemerlang itu akan jatuh ke api neraka!" Harun bertanya kepada Sang Bijak. pengikut Sufi tersebut mengetahui bahwa salah satu diantara yang sedang berbicara itu adalah Malaikat Maut. pengikut seorang Sufi di Bagdad sedang duduk di sudut sebuah warung ketika didengarnya dua mahkluk sedang bercakap -cakap. betul. Samarkand. yang mengatakan. Menurut cerita Sufi. Harun Al-Rasyid Kalifah Bagdad mencoba memusatkan segala pengetahuan di istana dalam pengayomannya. "Saya bertugas menemui sejumlah orang di kota ini selama tiga minggu mendatang. Kemudian. Berdasarkan apa yan g dipercakapkan itu. bekas perampok yang meninggal pada awal abad kesembilan. pengikut Sufi itu menyembunyikan diri sampai yang berbicara itu berlalu. mereka berdua membicarakan beberapa orang.Naqshia 'Kisah Nasib. sedang merenungkan sesuatu. "Pernahkah kau mengenal orang lebih mampu mengambil jarak daripada kau sendiri?" 89 . dan memacunya siang malam menuju Samarkand. "Dan di mana gerangan pengikutmu Si Anu?" tanya Maut. ini dia. Sementara itu Malaikat Maut menemui guru Sufi. Ya. ya. Karena takut. dan aku haru s menjemputnya dalam waktu empat minggu ini di Samarkand.KETIKA MAUT DATANG KE BAGDAD Pada suatu hari. Berdasarkan alasan itu. tetapi tak ada seorangpun yang menghendaki Raja Segala Raja itu meminta bantuan dalam menjalankan tugasnya.

tetapi baginda telah mampu mengambil jarak yang lebih besar yakni dari keabadian!" Fudail mengatakan kepada Kalifah bahwa kekuasaan atas diri sendiri lebih berharga daripada kekuasaan selama seribu tahun atas orang-orang lain. 90 . "Pernah: Baginda lebih mampu mengambil j arak dari lingkungan dunia biasa ini.Fudail menjawab.

Kenyataannya adalah sebagai berikut: Sungai sebenarnya merupakan jalan termudah." Catatan "Orang-orang menganggap kemampuan dan berkah para Sufi sulit dipercaya. dan Ras tgu yang paling jujur. oleh karenanya Si Pembohong menunjukkan jalan gunung. Tetapi masalah yang menyangkut hal ini justru sebaliknya. masalah tentang orang bohong dan orang jujur di desa itu mengganggu bat innya. di akhir kisah dikatakannya. Sebagai latihan dan telaah ilmunya. pasti diusulkannya jalan sungai. Orang -orang di warung itu sepakat bahwa orang yang bernama Kazzab adalah pembohong terbesar. ia ceritakan kisahnya di sebuah rumah penginapan. 91 . ahli pengetahuan yang pikirannya terlatih. "Harus diakui bahwa para ahli logika cenderung tak terbuka matanya." Seorang bijaksana yang kebetulan berada di situ berkata. iapun bertanya kepada orang -orang lain. "Jalan gunung. Ia mendatangi sebuah warung dan menanyakan tentang seorang yang paling jujur dan seorang yang paling bohong di desa itu. mengajukan pertanyaan sederhana yang sama kepada keduanya. "jalan manakah yang terbaik menuju ke desa tetangga?" Rastgu yang jujur itu berkata.JALAN GUNUNG Pada suatu hari. seorang yang cerdas. Ketika ia mencapai desa berikutnya. Tetapi dalam kaitannya dengan tujuan semula tadi. "Lewat sungai. "Jalan gunung. Demikianlah." Kazzab Si Pembohong juga berkata. "Jalan gunung. ia ingin membandingkan pandangan yang berbeda-beda yang mungkin ada dalam desa itu. Tetapi orang yang ju jur itu tidak hanya jujur. Nyatanya saya telah sampai disini tanpa kesulitan apapun." Akhirnya diputuskannya mengambil jalan gunung. Tetapi orang -orang semacam itu adalah yang tidak memiliki pengetahuan tentang kepercayaan yang sebenarnya. Si Pembohong kebetulan tidak mengetahui bahwa Anda tak punya perahu: seandainya ia tahu hal itu. Ada yang mengatakan. karenanya suka minta orang lain membantunya. penduduk desa biasa. ia mengetahui bahwa Anda punya keledai dan itu memudahkan perjalanan Anda. lewat jalan gunung." yang lai n mengusulkan." Tentu saja jawaban itu membingungkan Sang Pengembara cerdas tersebut. Ahli pengetahuan itupun mendatangi kedua orang tersebut bergantian. datang ke sebuah desa. "Saya jelas telah membuat kekeliruan logika yang mendasar dengan menanyakan kepada orang -orang yang tidak tepat perihal Si Juj ur dan Si Bohong. "Lewat padang saja" Dan ada yang juga mengatakan.

meninggal tahun 1854) kadang -kadang mengawali kisah "Jalan Gunung" ini. Mereka yang mampu memiliki keperccayaan yang sebenarnya adalah yang pernah mengalami sesuatu. yang sekedar diceritakan tidak ada harganya bagi mereka.Mereka mempercayai segala hal yang tidak benar." Kata-kata tersebut. 92 . karena kebiasaan atau k arena diberi tahu oleh penguasa. Jika mereka sudah pernah mengalami kemampuan dan be rkah. menurut Sayed Syah (Qadiri. Kepercayaan yang sebenarnya merupakan sesuatu yang berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful