SOCA: PLASENTA PREVIA ANATOMI ALAT REPRODUKSI WANITA Alat reproduksi wanita berada di bagian tubuh seorang wanita

yang disebut panggul. Secara anatomi nilai reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian, yaitu: bagian yang terlihat dari luar (genitalia eksterna ) dan bagian yang berada di dalam panggul ( genitalia interna ). Genitalia eksterna:

Mons veneris Labia mayora Labia minora Klitoris Orificium urethra eksterna

• • • • •

Glandula Skene Glandula Bartholini Orificium vagina Vestibulum vagina

• • • •

Genitalia interna: • •

uterus tuba uterina ovarium: berukuran 2,5x1,5x0,6 cm,mengandung sel-sel telur ( ovum ) yang jumlahnya lebih kurang 200.000-400.000 butir. vagina Otot-otot panggul dan jaringan ikat disekitarnya menyangga alat-alat reproduksi, kandung kencing dan saluran pelepasan sehingga alat-alat itu tetap berada pada tempatnya.

• •

a) UTERUS • • • Organ muskuler yang tebal, memiliki rongga dan berada di antara vesika urinaria disebelah anterior rektum disebelah posterior.


• •

Panjang uterus 7.5 cm dan lebar 4 – 5 cm dengan berat sekitar 60 gram. Bagian uterus diatas isthmus disebut corpus uteri dan bagian dibawah isthmus disebut servik. Dalam keadaan normal posisi uterus adalah antefleksi – anteversi. Servik uteri dibagi menjadi 2 bagian: pars vaginalis dan pars supravaginalis ; dibagian dalam servik terdapat kanalis servikalis.

Hubungan antara organ genitalia interna wanita dengan struktur lain

Uterus pada kehamilan lanjut. Fundus berbentuk kubah dan insersi tuba serta ligamentum rotundum dibagian atas corpus uteri. Terlihat pasokan vaskular yang hipertrofis

* a = arteri, Ext = eksternal, Int = interna, L = kir, V = vena Corpus uteri • • • bagian terbesar uterus dibagian anterior menempel pada vesika urinaria dibagian posterior menempel pada intestinum

dibagian lateral menempel pada berbagai struktur yang berada didalam ligamentum latum ( tuba falopii – ligamentum rotundum – ligamentum ovarii proprium – vasa uterina dan ureter ).

Arteria uterina menyilang ureter sebelum berjalan di dinding lateral uterus. Titik persilangan tersebut kira-kira 1.5 cm dari fornix lateralis Cavum uteri berbentuk segitiga dengan kubah yang berada pada bidang setinggi kedua ostium tuba falopii dan apex bagian bawah setinggi ostium uteri internum.

Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan:
• • •

Serosa (peritoneum visceralis) Miometrium Endometrium

Selama kehamilan, serabut otot tersebut tidak bertambah banyak namun mengalami hipertrofi. Endometrium • lapisan berongga yang lunak yang mengandung sejumlah kelenjar
• dilapisi dengan “ciliated collumnar epithelium”

• bentuk kelenjar dan stroma bervariasi sesuai dengan siklus haid • ketebalan pasca menstruasi dini ± 1 – 2 mm dan menjelang menstruasi ± 4 – 7 mm.

b)

TUBA FALOPII

Dua buah saluran muskuler yang terbentang dari sudut superior uterus kearah lateral dengan panjang masing-masing sekitar 8 – 14 cm. Saluran ini menghubungan cavum uteri dengan cavum peritoneale.

Tuba dapat dibagi menjadi 4 bagian : 1. Pars uterina / interstitsialis 2. Pars Isthmica ( penampang melintang paling sempit ) 3. Pars Ampullaris 4. Pars Infundibularis [fimbriae]

Penampang melintang Tuba falopii pada wanita dewasa *a = fimbriae, b = isthmus uteri ,c= ampulla

Dinding Tuba Falopii terdiri dari 3 lapisan :
• • •

Lapisan serosa Lapisan muskularis Lapisan mucosa

Mukosa tuba dilapisi selapis sel kolumnar yang sebagian memiliki bulu-getar (silia) dan sebagian lain memiliki kelenjar.

• • Panjang kira-kira 2.5 – 3.0 cm dengan lebar kira-kira 1.0 cm. Masing-masing memiliki permukaan medial dan lateral • Masing-masing ovarium memiliki tepi anterior (mesovarium) dan tepi posterior yang bebas. Ovarium adalah sepasang organ berbentuk seperti buah almond yang berada disamping uterus didekat dinding lateral pelvis dan berada pada lapisan posterior ligamentum latum.c) • OVARIUM.5 – 5. postero-caudal tuba falopii. Ligamentum penyangga ovarium adalah : • .

Ovarium terbungkus oleh tunica albuginea (mirip dengan yang dijumpai pada testis.1. Masing-masing folikel mengandung ovum immature (oosit) yang terbungkus dengan satu atau beberapa lapisan sel. ligamentum Ovarii Proprium. PELVIS Anatomi pelvis . ligamentum suspensorium ovarii ( ligamentum infundibulo-pelvicum ) dan 2.) Cortex ovarium relatif avaskular dan dijumpai sejumlah folikel ovarium kecil.) Bagian luar ovarium disebut cortex yang memiliki gamet. satu dari folikel yang masak mengeluarkan oosit dari ovarium. peristiwa ini disebut ovulasi d. • • • Setiap bulan. • Pembuluh darah ovarium: terutama dari arteri ovarica (cabang aorta abdominalis) selanjutnya dialirkan keluar ovarium melalui vena ovarica. pada wanita dewasa.dibagian dalam disebut medulla ( banyak pembuluh darah besar serta syaraf.

bentuknya lonjong seperti telur ke arah depan. o Antropoid. Pintu tengah panggul (mid pelvic) diameter minimalnya adalah 20 cm.0 cm. o Android. Wanita yang memiliki jenis panggul ini diperkirakan mencapai 35%. o Platipelloid. = appertura pelvic superior Suatu bidang oblique dengan miring 550 yang melalui Linea Terminalis Klasifikasi PAP: o • Ginekoid. Bentuk pintu atas panggulnya hampir bulat. adalah jenis panggul "ideal" yang dimiliki oleh sekitar 45% perempuan.0 cm. bentuk pintu atas panggul seperti kacang atau ginjal. • • . Dinding samping panggul membentuk sudut yang semakin menyempit ke bawah. Conjugata vera (CV) + 12. melintang kiri dan kanan mirip lingkaran. sementara dinding sampingnya lurus. Dinding samping panggul berbentuk lurus. Ada 5% perempuan yang memilikinya. b.5 cm. Bentuk pintu atasnya menyerupai segitiga.Dibanding pengukuran secara klinis. • Diameter transversal (DT) + 13. hanya 15% perempuan yang memiliki panggul jenis ini. Patokan yang dipakai adalah ukuran panggul rata-rata perempuan normal. Dinding samping panggul membentuk sudut yang makin lebar ke arah bawah. Jumlah rata-rata kedua diameter minimal 22. Distansia interspinarum (DI) + 10. • • • Pintu atas panggul (pelvic inlet) minimal memiliki diameter 22 cm. pengukuran dengan alat rontgen menghasilkan data yang lebih terperinci mengenai diameter pintu-pintu panggul.5 cm. yaitu: a.

Pintu bawah panggul (appertura pelvicum inferior) • Suatu bidang miring sudut 10-150 dengan bidang horizontal • panjang diameter normalnya rata-rata minimal 16 cm: • Diameter anterior posterior (AP) + 7. • Batas: o Posterior : os.• Diameter anterior posterior (AP) + 11. Jumlah rata-rata kedua diameter minimal 20.Coccygeus o Lateral : tuberositas ischii.4.0 cm. • • Isi : sebagian visera abdomen.5 cm.5  Anterior : dinding abdomen • • • 2. Sacrotuberosum dan os coccyx . dan ileum Pelvis minor Terletakdi inferior dari linea terminalis Batas:  Lateral:tuberositas ischium  Poseterior : lig.0 cm. Pelvis mayor(panggul besar atau palsu) Terletak antara crista iliaca dan linea terminalis Batas  lateral : os Ileum  Posterior : vertebra lumbal 3. Sacrotuberosum o Anterior : symphisis pubis o Inferior : diafragma pelvis(muskulus levator ani) dan diafragma urogenital Pembagian Pelvis 1.5 cm.0 cm c. • Jumlah rata-rata kedua diameter minimal 16. Sacrum dan os. • Distansia intertuberosum + 10. lig.

adalah desidua parietalis Hasil konsepsi sendiri diselubungi jonjot-jonjot (vili korialis) dan berpangkal pada korion. Lapisan desidua yang meliputi hasil konsepsi kea rah kavum uteri disebut desidua kapsularis.terbentuk chorionic membrane yang kelak menjadi korion.disini korion disebut korion frondosum yang akan berkembang menjadi plasenta. Vili korialis yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang-cabang. canalis analis Plasentasi Plasentasi adalah proses pembentukan struktur dan jenis plasenta..yang terletak antara hasil konsepsi dan dinding uterus disebut desidua basalis. organ reproduktif. trofoblas invasif telah melakukan penetrasi ke pembuluh darah endometrium. rectum.Pertumbuhan ini berjalan terus sehingga timbul ruangan interviler dimana vili korialis seolah-olah terapung di antara ruangan – ruangan tersebut sampai terbentuknya plasenta. Terbentuklah sinus intertrofoblastik yaitu ruangan-ruangan yang berisi darah maternal dari pembuluh darah yang dihancurkan..desidua yang meliputi dinding uterus yang lain. disitu plasenta akan dibentuk. Sirkulasi darah janin ini berakhir berakhir di lengkung kapiler(capillary loope) di dalam vili korialis yang ruang intervilinya dipenuhi dengan darah maternal yang dipasok oleh arteri spiralis dan dikeluarkan melalui vena uterine. Tiga minggu pasca fertilisasi sirkulasi darah janin dini dapat diidentifikasi dan dimulai pembentukan vili korialis.sel-sel fibroblast mesodermal tumbuh disekitar embrio dan melapisi pula sebelah dalam trofoblas. plasentasi mulai terbentuk. Setelah nidasi embrio ke dalam endometrium.Yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang dapat .Dengan demikian. Vili korialis ini bertumbuh menjadi suatu massa jaringan iaitu plasenta. Anterior: simpisis pubis  Inferior : diafragma pelvis • Isi: vesica urinaria. Pada manusia plasentasi berlangsung sampai 12-18 minggu Dalam 2 minggu pertama perkembangan hasil konsepsi.

makanan . Diagram showing earliest observed stage of human ovum Diagram illustrating early formation of allantois and differentiation of body-stalk Diagram showing later stage of allantoic development with commencing constriction of the yolk-sac Diagram showing the expansion of amnion and delimitation of the umbilicus .karena hasil konsepsi bertumbuh kea rah kavum uteri sehingga lambat laun menghilang.korion yang gundul ini disebut korion leave.

.Proses pelebaran darah a. red.Diagram illustrating a later stage in the development of the umbilical cord Diagram of a transverse section.Hal ini dimungkinkan kerana penipisan lapisan endotel arteri akibat invasi trofoblas yang menumpuk lapisan fibrin disana. Proses invasi trofoblas tahap kedua mencapai bagian miometrium arteri spiralis terjadi pada kehamilan 14-15 minggu dan saat ini perkembangan palsenta sudah lengkap.kemudian berkembang menjadi sekunder dan tersier pada trimester akhir.spiralis sangat penting sebagai bentuk fisiologi. black Plasenta Setelah nidasi.yaitu bagian dalam disebut sitotrofoblas dan bagian luar sinsiotrofoblas. showing the mode of formation of the amnion in the chick. Sebagian sel trofoblas terus menembus bagian dalam lapisan endometrium mendekati lapisan basal endometrium di mana terdapat pembuluh darah arteri spilralis.) Ectoderm. (From Quain’s Anatomy. blue. trofoblas terdiri atas 2 lapis . The amniotic folds have nearly united in the middle line.kemudian terbentuk lacuna yang berisi plasma ibu. Sel trofoblas awal kehamilan disebut vili primer. entoderm and notochord. mesoderm.

Blood-clot. b. m. .s. Trophoblast. Bila sitotrofoblas mengalami hipertrofi . (After Peters. Yolk-sac. dan cabang kapiler janin.Ada beberapa bagian sinsisiotrofoblas yang menebal dan melipat disebut sebagai simpul (syncitial knots). ect. Body-stalk.maka itu petanda hipoksia. b.s. y. Maternal vessels.g. Amniotic cavity. beberapa sel besar(sel Hoffbauer). mes. Uterine glands. Embryonic ectoderm.Pada usia kehamilan 8 minggu zigot telah melakukan invasi terhadap 40-60 arteri spiralis di daerah desidua basalis. Mesoderm. Struktur plasenta Vili akan berkembang seperti akar pohon di mana bagian tengah mengandung pembuluh darah janin. tr. Bagian luar vili ada 2 lapis yaitu sinsiotrofoblas dan sitotrofoblas yang pada akhir kehamilan lapisan sitotrofoblas akan menipis.) am.Bagian tengah vili adalah stroma yang terdiri atas fibroblast.c.e. u. Entoderm. u. ent. Uterine epithelium. Semidiagrammatic. Section through ovum imbedded in the uterine decidua.v.

Panjang tali pusat berariasi. Pembuluh darah tali pusat berkembang dan berbentuk seperti heliks . Scheme of placental circulation. vena berisi darah penuh oksigen sedangkan arteri yang kembali dari janin berisi darah kotor. Tekanan darah arteri pada kehamilan pada akhir kehamilan diperkirakan 70/60 mmHg.maksudnya agar terdapat fleksibilitas dan terhindar dari torsi.darah ibu tidak masuk janin. Transfer plasenta .Tekanan darah yang relative tinngi pada kapilar . Tali pusat berisi masa mukopolisakarida yang disebut Wharton dan bagian luar adalah epitel amnion.sedangkan tekanan vena diperkirakan 25 mmHg.termasuk pada vili maksudnya ialah seandainya terjadi kebocoran. 30-90 cm.Arus darah utero plasenta Janin dan plasenta dihubungkan dengan tali pusat yang berisi 2 arteri dan satu vena.

ekskresi dan produksi hormone.misalnya perbedaan kadar glukosa antara ibu dan janin.difusi terfasillitasi.Faktor-faktor yang mempengaruhi transfer tersebut ialah berat molekul.solubilitas. Transpor aktif terjadi dengan melibatkan pengunaan energy. . misalnya oksigen akan terjadi pertukaran akibat perbedaan kadar pada janin dengan ibu.nutrisi. Difusi sederhana juga diatur oleh epitel trofoblas tetapi dapat terjadi seperti pada membran semipermeable.Plasenta merupakan organ yang berfungsi sebagai respirasi.fosfolipid dan lipoprotein.aktif.Transfer zat melalui vili terjadi melalui mekanisme difusi sederhana. Difusi terfasilitisasi (facilitated diffusion) terjadi akibat perbedaan kadar zat dan juga terdapat akselerasi akibat peran enzim dan reseptor.misalnya pada asam amino dan vitamin.dan muatan ion. molekul ditelan ke dalam sel dan kemudian diteruskan ke dalam sirkulasi janin misalnya zat IgG.pinositosis. Pinositosis terjadi pada transfer zat bermolekul besar yaitu.

faktor-faktor pertumbuhan dan sitokin .Asam lemak bebas dapat melalui plasenta dan ternyata janin mampu mengubah asam linoleat menjadi arakidonat.Fungsi plasenta Pertukaran gas yang terpenting ialah transfer oksigen dan karbon dioksida. Hormon plasenta Plasenta adalah organ endokrin yang unik dan merupakan organ endokrin terbesar pada manusia yang menghasilkan berbagai macam hormone steroid (misalnya progesterone. Ikatan co2 dan Hb bergantung pada faktor yang mempengaruhi pelepasan 02. Sebanyak 90% dari kebutuhan energy berasal dari glukosa Janin membutuhkan asam lemak untuk pembentukan membrane sel dan cadangan yang berguna untuk sumber energy pada periode neonatus dini.peptide. tingginya hemoglobin F janin memungkinkan penyerapan 02 dari plasenta. Asam lemak bebas yang berikatan dengan albumin atau lipoprotein seperti trigliserida akan dipasok melalui sirkulasi darah dalam bentuk silomikra.Disamping itu perbedaan kadar ion H+ dan tingginya kadar karbon dioksida dari sirkulasi janin memungkinkan pertukaran dengan oksigen(efek Bohr) Perbedaan tekanan 5 mm Hg antara ibu dan janin memungkinkan pertukaran co2 pada plasenta.jadi karbamino Hb meningkat bila 02 dilepas (efek Haldane) Metabolism karbohidrat terutama ditentukan oleh kadar glukosa yang dipasok oleh ibu.estrogen). Sekalipun tekanan p02 janin hanya 25mmHg.

masa pembentukan dan pematangan ovum dalam ovarium yang dipicu oleh peningkatan kadar estrogen dalam tubuh. Hal ini disebabkan berkurangnya kadar hormon seks.  Fase praovulasi Yaitu.Siklus menstruasi Siklus menstruasi dibagi atas empat fase. . Hal ini terjadi secara bertahap pada hari ke-7 samapai 13.  Fase menstruasi Yaitu. Hal ini secara bertahap terjadi pada hari ke-1 sampai 7.luruh dan dikeluarkannya dinding rahim dari tubuh.

yaitu pada segmen bawah rahim.7% sampai 2. Fase ovulasi Yaitu.  Fase pascaovulasi Yaitu. maka akan terjadi pada hari ke-14 dari peristiwa menstruasi tersebut. Pada tahap ini. Di negara maju insidennya . masa kemunduran ovum bila tidak terjadi fertilisasi.5% atau 1 di antara 200 persalinan.Sejalan dengan bertambah membesarnya rahim dan meluasnya segmen bawah rahim ke arah proksimal memungkinkan plasenta yang berimplantasi di segman bawah rahim ikut berpindah mengikuti perluasan segmen bawah rahim. sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum (OUI).9%. Jika tidak terjadi fertilisasi. terjadi kenaikan produksi progesteron sehingga endometrium menjadi lebih tebal dan siap menerima embrio untuk berkembang. keluarnya ovum matang dari ovarium atau yang biasa disebut masa subur. Cipto Mangunkusumo terjadi 37 kasus di antara 4781 persalinan terdaftara atau kira-kira 1 di antara 125 persalinan terdaftar. Ostium uteri yang secara dinamik mendatar dan meluas dalam persalinan kala 1 boleh mengubah luas permukaan serviks yang tertutup oleh plasenta dan ini berpengaruh pada derajat dan klasifikasi dari plasenta previa. Di RS Dr. PLASENTA PREVIA Definisi Plasenta yang letaknya abnormal. maka hormon seks dalam tubuh akan berulang dan terjadi fase menstruasi kembali. Bila siklusnya tepat waktu. Angka kejadian dari plasenta previa adalah 0. Epidemiologi Pada beberapa rumah sakit Umum Pemerintah dilaporkan insidennya berkisar 1.

 Plasenta previa marginalis: bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir. Jarak lebih dari 2cm dianggap plasenta letak normal . Dengan berkurangnya penggunaan ultrasonografi dalam obstetric yang memungkinkan deteksi lebih dini. Antara teori penyebab adalah blastokista menimpa desidua di daerah segmen bawah rahim tanpa latar belakang lain yang mungkin. mungkin akibat dari proses radang dan atrofi. Teori lain mengemukakan sebagai salah satu penyebabnya adalah vaskularisasi desidua yang tidak memadai. Klasifikasi Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu:  Plasenta previa totalis/ komplit: bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.lebih rendah yaitu kurang dari 1% mungkin disebabkan berkurangnya perempuan hamil paritas tinggi. insiden plasenta previa bisa lebih tinggi Etiologi Penyebab plasenta previa belum diketahui dengan pasti.  Plasenta previa letak rendah : bila plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak lebih kurang 2cm dari ostium uteri imternum.  Plasenta previa lateralis/ partialis: bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta.

3. Perlekatan plasenta yang tidak normal ini. SC. mungkin dihubungkan dengan perkembangan desidua yang jelek di segmen bawah rahim. inkreta. histerektomi dll. karena bekas bedah sesar berperan dalam proses peradangan dan kejadian atrofi di endometrium yang menyebabkan vaskularisasi desidua tidak memadai. 2. Kelainan pada vaskularisasi desidua menyebabkan inflamasi atau atrofi. Wanita yang kadar MSAFP (maternal serum alpha fetoprotein) meningkat tanpa alasan yang jelas. wanita dengan PP yang mempunyai MSAFP≥2. . Multiparitas dan umur lanjut ( >/ = 35 tahun). Defek vaskularisasi desidua yang kemungkinan terjadi akibat perubahan atrofik dan inflamatorik. 6. Hipoksemia akibat karbon monoksida hasil pembakaran rokok menyebabkan plasenta menjadi hipertrofi sebagai upaya kompensasi.Faktor Predisposisi 1. 4. perkreta PP boleh disertai dengan plasenta akreta. mempunyai risiko tinggi untuk perdarahan pada kehamilan lanjut dan kelahiran prematur. Merokok (resiko terjadinya plasenta previa meningkat 2 kali lipat pada ibu yang merokok). dimana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi. Misalnya kuret. Ini faktor yang tinggi untuk mendapat PP. 5. Plasenta akreta adalah istilah yang menggambarkan implantasi plasenta sangat kuat menempel pada dinding uterus.0MoM pada screening 16 minggu kehamilan. Cacat atau jaringan parut pada endometrium oleh bekas pembedahan. Plasenta akreta. Cacat bekas bedah sesar menaikkan insiden Plasenta previa dua sampai tiga kali. akibat dari tidak adanya desidua basalis dan ketidaksempurnaan pembentukan lapisan fibrinoid atau lapisan nitabuch. Ini menghasilkan perkembangan Plasenta previa. Korpus luteum bereaksi lambat.

plasenta akreta: dimana implantasi jonjot korion plasenta mencapai lapisan miometrium 2. Biasanya. .perdarahan bisa berlangsung sampai pasca persalinan. Penyebab tersering terjadinya kelambatan pelepasan plasenta ialah adanya kontraksi uterus yang tidak adekuat. Lebih jarang lagi ialah plasenta menempel erat pada tempat implantasinya.plasenta akan lepas secara spontan dari implantasinya di uterus beberapa minit pertama setelah kelahiran bayi.  Perdarahan diperhebat berhubung segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi sekuat segmen atas rahim. plasenta inkreta: dimana implantasi jonjot korion plasenta hingga memasuki lapisan miometrium 3.Pada setiap pengulangan. Perdarahan    Tiba-tiba + tanpa sebab + tanpa rasa nyeri + berulang + berwarna segar Akhir trimester ke-2 Perdarahan pertama tidak banyak dan berhenti sendiri. beberappa kotiledon (parsial) atau hanya satu kotiledon (fokal). GEJALA-GEJALA PLASENTA PREVIA 1. plasenta perkreta: dimana implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otot hingga mencapai lapisan serosa dinding uterus Perlekatan abnormal dari jonjot korion ini juga dapat melibatkan seluruh kotiledon(total). Disebabkan karena lapisan desidua yang tipis atau tidak ada sehingga lapisan yang seharusnya menghalangi dalamnya trofoblast masuk ke dalam endometrum juga tidak ada.Pembahagiannya adalah: 1.Perdarahan kembali terjadi tanpa sesuatu sebab yang jelas setelah beberapa waktu kemudian.Dengan demikian.terjadi perdarahan yang lebih banyak bahkan seperti mengalir.

dan merokok. Pada usia kehamilan yang lanjut .kesalahan letak. tapak plasenta akan mengalami pelepasan. multiparitas. Sering dijumpai kelainan letak janin. kehamilan multipel. 2. usia tua ketika hamil. Palpasi abdomen  Janin sering belum cukup bulan.  Jika perdarahan lebih banyak. letak sunsang. riwayat sectio caesarea. Inspeksi  Dapat dilihat perdarahan pervaginam banyak atau sedikit.Robekan lebih mudah terjadi pada upaya pengeluaran plasenta dengan tangan misalnya pada retensio plasenta.oleh kerana telah mulai terbentuknya segmen bawah rahim. TFU masih rendah.  Sering dijumpai kesalahan letak  Karena terhalang oleh placenta maka bagian terbawah janin tidak dapat masuk PAP(pintu panggul atas).  Sering ditemui bagian terbawah janin masih tinggi di atas simfisis pubis dengan letak janin tidak dalam letak memanjang. namun seringkali dikaitkan dengan riwayat plasenta previa sebelumnya. letak kepala mengapung. umumnya pada trimester ketiga dan mungkin juga lebih awal. ibu tampak anemia. . PATOFISIOLOGI Patofisiologi dari plasenta previa hingga saat ini belum diketahui. Janin  Janin biasanya masih baik  Bagian terdepan janin tinggi (floating). Kesalahan. Perdarahan juga bisa disebabkan serviks dan segmen bawah rahim lebih rapuh dan mudah mengalami robekan. letak lintang. riwayat abortus.

pada plasenta previa parsialis atau letak rendah . maka plasenta yang berimplantasi di situ sedikit banyak akan mengalami laserasi akibat pelepasan pada desidua sebagai tapak plasenta. Berhubung tempat perdarahan terletak dekat dengan ostium uteri internum . Pada plasenta yang menutupi seluruh ostium uteri internum . maka laserasi baru akan mengulang kejadian perdarahan. perdarahan baru terjadi pada waktu mendekati atau mulai persalinan. Perdarahan pertama sudah bisa terjadi pada kehamilan di bawah 30 minggu tetapi lebih separuh kejadiannya pada umur kehamilan 34 minggu ke atas. perdarahan lebih mudah mengalir ke luar rahim dan tidak membentuk hematoma retroplasenta yang mampu merosak jaringan lebih luas dan melepaskan tromboplastin ke . Perdarahan di tempat itu dipermudah dan diperbanyak oleh karena segmen bawah rahim dan serviks tidak mampu berkontraksi dengan kuat kerana elemen otot yang dimiliknya sangat minimal dengan akibat pembuluh darah pada tempat itu tidak akan tertutup dengan sempurna.Dengan melebarnya isthmus uteri menjadi segmen bawah rahim.Tapak plasenta terbentuk dari jaringan maternal yaitu bagian desidua basalis yang bertumbuh menjadi bagian dari uri.Perdarahan akan berhenti kerana terjadi pembekuan kecuali jika ada laserasi mengenai sinus besar dari plasenta pada mana perdarahan akan berlangsung lebih banyak dan lebih lama.Demikian pula pada waktu serviks mendatar dan membuka ada bagian tapak plasenta yang terlepas. perdarahan terjadi lebih awal dalam kehamilan oleh kerana segmen bawah rahim terbentuk lebih dahulu pada bagian terbawah yaitu pada ostium uteri internum. Sebaliknya .Oleh sebab pembentukan segmen bawah rahim itu akan berlangsung progresif dan bertahap .Segmen bawah rahim dan serviks yang rapuh mudah robek oleh sebab kurang elemen otot yang terdapat di sana.Pada tempat laserasi itu akan terjadi perdarahan yang berasal dari sirkulasi maternal yaitu dari ruangan intervillus dari plasenta.

Agama. dan terjadi pembukaan pada mulut rahim. Pada saat itu. trimester III = 13minggu) . Plasenta akreta dan inkreta lebih sering terjadi pada uterus yang sebelumnya pernah bedah sesar. a.dalam sirkulasi maternal.Lebih sering terjadi plasenta akreta dan plasenta inkreta bahkan plasenta perkreta yang pertumbuhan villinya bisa sampai menembus ke buli-buli dan rektum bersama plasenta previa. c. Nama .Yang dikuatirkan adalah ketika mendekati persalinan. Dinding segmen bawah rahim yang tipis mudah diinvasi oleh pertumbuhan villi dari trofoblas . alamat dan usia pasien dan suami pasien (faktor resiko PP: usia di atas 30 tahun) b. plasenta akan ikut tertarik dan “sobek” dan menimbulkan perdarahan. trimester II = 15minggu. ANAMNESA 1. Itulah yang menjadi alasan mengapa pada kasus placenta previa persalinan tidak boleh dilakukan dengan cara normal (persalinan per vaginam). sangat jarang terjadi koagulapati pada plasenta previa. kapan mulai perdarahan: biasanya baru terjadi pada akhir trimester II ke atas (kehamilan terbagi dalam tiga trimester: trimester I = 12minggu. pada kasus placenta previa. *p/s: untuk anamanesa dan pemeriksaan. akibatnya plasenta melekat lebih kuat pada dinding uterus.Dengan demikian . tulisan italic berkaitan dengan plasenta previa A. Pendidikan dan pekerjaan pasien dan suami pasien. suku bangsa pasien dan suami pasien. Identitas pasien a. Keluhan utama: perdarahan pervaginam segar tanpa rasa nyeri dan tidak disebabkan trauma. 2.

Eg: HPHT: 1 Maret 2003. sehingga masa subur (waktu ovulasi) kira-kira pada hari ke 14. maka tambahan 1 tahun (12 bulan) pada baris tahun ditambahkan ke baris bulan. perdarahan bisa berlangsung sampai pasca persalinan. Hari pertama haid terakhir (HPHT) dan siklus haid. sedangkan baris tahun tidak ditambah 1 karena sudah dialihkan ke baris bulan sehingga tetap tahun 2003. sehingga bulan 3 menjadi bulan 3 + 12 = 15 kemudian dikurangi 3 menjadi bulan 12.b. Umumnya dari hari pertama haid sampai dengan haid hari pertama bulan berikutnya adalah 28 hari.3 = 0 * tahun 2003 + 1 + 2004 Jika dilihat bulannya. jadi jika siklus haidnya 30 hari dan bila hari pertama haid terakhirnya tanggal 1 Maret 2003 maka tanggal persalinannya . sifat perdarahan: perdarahan pertama berlangsung tidak banyak dan berhenti sendiri. Pada setiap pengulangan terjadi perdarahan yang lebih banyak bahkan seperti mengalir. maka baris hari selain ditambah 7 ditambahkan lagi (siklus haid . Kehamilan yang ke … faktor resiko PP: multiparitas. Dengan demikian. Anamnesa obstetri : a. siklus haid anda 28 hari. tidak ada bulan 0 pada tahun 2004. maka * tanggal 1 + 7 = 8 * bulan 3 . • HPHT penting untuk memperkirakan usia kehamilan menstrual dan untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL). b. Sehingga taksiran persalinan anda tanggal 8 Desember 2003. 3. • Siklus haid 28 hari : * tanggal hari pertama haid terakhir ditambah 7 * bulan haid terakhir dikurangi 3 * tahun ditambah 1. • Siklus haid lebih 28 hari (misalnya 30 hari). c. • Tanggal • hari pertama haid setiap bulan selama satu tahun dirata-ratakan. Taksiran usia kehamilan dan HPL. Perdarahan bisa juga bertambah disebabkan serviks dan segmen bawah rahim pada PP lebih rapuh dan mudah mengalami robekan. Perdarahan diperhebat berhubung segmen bawah rahim tidak mampu berkontraksi sekuat segmen atas rahim.28 hari).

berat badan lahir. hati. bulan dan tahun sama dengan contoh di atas. d. diabetes mellitus). (misalnya 25 hari). riwayat alergi . maka tanggal taksiran persalinan anda adalah 1 + 7 + (25 . • Cacat bekas bedah sesar menaikkan insiden PP dua sampai tiga kali karena bekas bedah sesar berperan dalam proses peradangan dan kejadian atrofi di endometrium yang menyebabkan vaskularisasi desidua tidak memadai.28) sama dengan 1 + 7 .adalah 1 + 7 + (30 . masa nifas dan laktasi. ginjal. Keadaan pasca persalinan. tindakan. Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau diperberat oleh kehamilan (penyakit jantung.3 = 5. usia anak Anamnesa tambahan Kebiasaan merokok: pada perempuan perokok dijumpai insidensi PP lebih tinggi dua kali lipat. sehingga taksiran persalinannya adalah 10 Desember 2003. • Plasenta yang terlalu besar seperti pada kehamilan ganda dan eritroblastosis fetalis bisa menyebabkan pertumbuhan plasenta melebar ke segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. • Siklus haid kurang 28 hari. abortus)    saat ini ). paru. Hipoksemia akibat karbon mono-oksida hasil pembakaran rokok menyebabkan plasenta menjadi hipertrofi sebagai upaya kompensasi. gravida / para / Proses persalinan ( spontan. 2. Keadaan bayi ( jenis kelamin. Riwayat obstetri:  Usia kehamilan (dinyatakan dengan kode GxPxAx. Jadi taksiran persalinannya adalah tanggal 5 Desember 2003. 1. penolong persalinan ).28) = 10.

ada masalah/tidak. Ada/tidaknya riwayat operasi lainnya yang menyebabkan cacat rahim seperti miomektomi dan kerokan. PEMERIKSAAN FISIK 1. . 4. sedang). b. Kesan umum (nampak sakit berat. Pemeriksaan fisik lain yang dipandang perlu. 2. kesadaran.  Pembesaran berlebihan payudara dapat menyebabkan striasi (garis-garis hipo atau hiperpigmentasi pada kulit). komunikasi personal. frekuensi pernafasan. Riwayat penyakit keluarga Riwayat kontrasepsi. Dapat juga terlihat gambaran vena bawah kulit payudara. Pemeriksaan khusus obstetri INSPEKSI a. B. b. d. nadi. lama pemakaian.makanan / obat tertentu dan sebagainya. c. ikterus. Tekanan darah. Hiperpigmentasi  Pigmentasi kulit terjadi akibat efek stimulasi melanosit yang dipicu oleh peningkatan hormon estrogen and progesteron. anemia konjungtiva.  Progesteron : merangsang perkembangan sistem alveoli kelenjar susu. Pemeriksaan fisik umum a. Tinggi dan berat badan. 3. Pembesaran payudara  Estrogen : merangsang pertumbuhan sistem penyaluran air susu dan jaringan payudara. suhu tubuh.

Tanda Chadwick  Perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan pada vulva. hidung.  Pada kondisi tertentu.  Area atau bagian kulit yang hiperpigmentasi akan kembali normal apabila kehamilan berakhir kecuali pada striae dimana area hiperpigmentasi akan memudar tetapi guratan pada kulit akan menetap dan berwarna putih keperakan. d. vagina dan serviks. yang sering diartikan sebagai kesan kehidupan. Walaupun gerakan awal ini dapat dikategorikan tanda pasti kehamilan dan estimasi usia kehamilan tetapi . ibu hamil dapat merasakan gerakan halus hingga tendangan kaki bayi di usia kehamilan 16-18 minggu (dihitung dari hari pertama haid terakhir).  Chloasma gravidarum : hiperpigmentasi pada bagian wajah (dahi. dinding uterus mulai menipis dan gerakan janin menjadi lebih kuat. c. payudara. e. Penonjolan didnding abdomen biasanya dimulai pada usia kehamilan 16 minggu dimana uterus beralih dari organ pelvik menjadi organ abdomen. Terdapat di linea mediana abdomen. bokong dan paha (paling sering : putting susu dan areola).  Gerak pertama bayi yang dapat dirasakan ibu disebut dengan quickening. pipi dan leher). Pembesaran dinding abdomen  Pembesaran tersebut terkaitkan dengan terjadi pembesaran uterus di rongga abdomen. Gerakan janin  Mulai pada usia kehamilan mencapai 12 minggu tetapi baru dapat dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 16-20 minggu karena diusia kehamilan tersebut.

b. tanpa disertai adanya rasa nyeri. d. . Kontraksi ini baru dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual pelvik pada kehamilan trimester kedua dan pemeriksaan palpasi abdomen pada kehamilan trimester ketiga. Ballottement • Tanda adanya janin di dalam uterus. c.hal ini sering dikelirukan dengan gerakan usus akibat perpindahan gas di dalam lumen saluran cerna. mulai timbul sejak kehamilan enam minggu dan tidak terdeteksi melalui pemeriksaan bimanual pelvik. Tanda Hegar • Pelunakan dan kompresibilitas isthmus serviks sehingga ujung-ujung jari seakan dapat ditemukan apabila isthmus ditekan dari arah yang berlawanan. Kontraksi Braxton Hicks • Terjadi akibat peregangan dari miometrium yang disebabkan oleh terjadinya pembesaran uterus. Tanda Goedell • Perubahan konsistensi (yang dianalogikan dengan konsistensi bibir) serviks dibandingkan dengan konsistensi kenyal (dianalogikan dengan ujung hidung) pada saat tidak hamil. sporadik.  Bagian-bagian tubuh bayi juga dapat dipalpasi dengan mudah mulai usia kehamilan 20 minggu. PALPASI a. • Sifat : non-ritmik. Peningkatan aktomiosin di dalam miometrium juga menjadi penyebab dari meningkatnya kontraktilitas uterus.

lebih besar dan lebih lunak dari kepala. menghadap kearah kepala pasien. Lakukan palpasi secara lembut untuk menentukan bentuk.  Hasil: jika kepala janin yang berada di fundus. serta fundus terasa penuh. ukuran konsistensi dan gerakan janin. . Jika bokong yang terletak di fundus. Pemeriksaan Leopold Pemeriksaan Leopold I  Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin yang berada dalam fundus uteri. Kedua tangan diletakkan pada bagian atas uterus dengan mengikuti bentuk uterus. maka palpasi akan teraba bagian bulat. e. tidak dapat digerakkan.  Pemeriksa berdiri disebelah kanan pasien. Pada letak lintang palpasi didaerah fundus akan terasa kosong. keras dan dapat digerakkan (balotemen). maka pemeriksa akan meraba suatu bentuk yang tidak spesifik.• Hal ini dapat dikenali dengan jalan menekan tubuh bayi melalui dinding abdomen yang kemudian terdorong melalui cairan ketuban dan kemudian memantul balik ke dinding abdomen atau tangan pemeriksa.

Pemeriksa berdiri disebelah kanan pasien. maka bagian tersebut adalah kaki.Minggu kehamilan 12 16 20 24 28-30 Perkiraan tinggi fundus Setinggi simfisis pubis Pertengahan antara simfisis pubis & umbilicus 1-2 jari bawah umbilicus 1-2 jari atas umbilicus 1/3 dari jarak antara umbilicus dengan p.xiphoid (3 jari atas umbilicus) 2/3 dari jarak antara umbilicus dengan p. menghadap kepala pasien.sedangkan bila teraba adanya bagian-bagian kecil yang tidak teratur mempunyai banyak tonjolan serta dapat bergerak dan menendang.xiphoid (3-4 jari bawah p.xiphoid 2-3 jari bawah p. lengan dan kaki. Secara perlahan geser jarijari dari satu sisi ke sisi lain untuk menentukan pada sisi mana terletak punggung.  Hasil : bagian bokong janin akan teraba sebagai suatu benda yang keras pada beberapa bagian lunak dengan bentuk teratur. Bila punggung janin tidak teraba di kedua sisi mungkin punggung janin berada pada sisi . Kedua telapak tangan diletakkan pada kedua sisi perut.xiphoid jika terjadi pengurangan 32 36-38 40 Pemeriksaan Leopold II   Menentukan bagian janin yang berada pada kedua sisi uterus. lengan atau lutut.xiphoid) 1 jari bawah p. dan lakukan tekanan yang lembut tetapi cukup dalam untuk meraba dari kedua sisi.

Coba untuk menilai bagian janin apa yang berada disana. maka bagian terbawah dari janin belum melewati pintu atas panggul. menilai bagian janin terbawah yang berada didalam panggul dan menilai seberapa jauh bagian tersebut masuk melalui pintu atas panggul. Pemeriksa menghadap kearah kaki ibu. coba untuk menggerakkan kepala. maka kepala sudah “engaged” bila tidak dapat diraba adanya kepala atau bokong. Pemeriksaan Leopold III  Menentukan bagian janin apa yang berada pada bagian bawah.  Dengan lutut ibu dalam posisi fleksi. Bila kepala yang berada diabagian terbawah. f.  Hasil : bila bagian janin dapat digerakkan kearah cranial ibu. Ada 3 keadaan: konvergen yaitu jika bagian yang masuk baru sebagian kecil. raba dengan hati-hati bagian bawah abdomen pasien tepat diatas simfisis pubis. Kedua lutut ibu masih pada posisi fleksi. maka letak janin adalah melintang. Letakkan kedua telapak tangan pada bagian bawah abdomen dan coba untuk menekan kearah pintu atas panggug. Taksiran berat janin . Divergen yaitu jika hampir sebagian besar dari tubuh janin masuk ke daerah pelvic. Pemeriksaan Leopold IV   Menentukan presentasi dan “engangement”.  Hasil: pada dasarnya sama dengan pemeriksaan Leopold III.yang sama dengan punggung ibu (posisi posterior) atau janin dapat pula berada pada posisi dengan punggung teraba disalah satu sisi. Bila kepala tidak dapat digerakkan lagi. Sejajar jika bagian yang masuk baru sebagian.

Frekuensi detik jantung janin normal 120 – 160 kali per menit. periksa ulang pada kunjungan minggu ke 26-28. Mulai berdenyut sejak awal minggu keempat setelah fertilisasi tetapi baru pada usia kehamilan 20 minggu bunyi jantung janin dapat di deteksi dengan fetoskop. Jika terdapat kelainan. Detik jantung janin dihitung selama 5 detik dilakukan 3 kali berurutan selang 5 detik sebanyak 3 kali. b. diulang kembali pada kehamilan 32-34 minggu.12 Bila kepala masih berada di atas spina iskiadika . Hasil pemeriksaan detik jantung janin 10 – 12 – 10 berarti frekuensi detik jantung janin 32 x 4 = 128 kali per menit.11 bila kepala mash berada di bawah spina iskiadika AUSKULTASI a. Hepatitis / HIV). a. Sebagai langkah untuk melihat keperluan transfusi darah. .13 bila kepala belum melewati PAP . e. Periksa gula darah pada kunjungan pertama. Rubella. f. Auskultasi detik jantung janin dengan menggunakan fetoskop de Lee. perkiraan berat janin dapat menggunakan rumus cara JohnsonTossec yaitu : tinggi fundus (cm) . c. Cytomegalovirus. PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK 1. Transfusi darah diberikan bila kadar Hb <10gram%.Pada kehamilan aterm. . bila normal. Pemeriksaan laboratorium darah dan golongan darah. Periksa juga infeksi TORCH (Toxoplasma. d. ditatalaksana dan diperiksa ulang terus sampai mencapai normal. b. c. C. untuk deteksi dini diabetes mellitus gestasional.(13/12/11)) x 155 gram. Detik jantung janin terdengar paling keras didaerah punggung janin. Jika sejak awal laboratorium rutin dalam batas normal.

Double set-up examination. a. 3. Pasien dipersiapkan di dalam kamar bedah sedemikian rupa segala sesuatunya termasuk staf dan perlengkapan anestesi semua siap untuk tindakan sesar. a. b. Indikasi: penyelesaian persalinan. .2. Pemeriksaan USG dapat menentukan letak plasenta dengan lebih mudah. Pasien dalam posisi litotomi dilakukan tindakan periksa dalam atau vaginal toucher. Kemudian jari-jari digerakkan mengikuti seluruh pembukaan untuk e. d. Jika terjadi perdarahan banyak atau ternyata PP totalis. g. Pemeriksaan ultrasonografi. Perlahan jari-jari digerakkan menuju pembukaan seriks untuk meraba jaringan plasenta. langsung dilanjutkan dengan seksio sesarea. (kontraindikasi dilakukan diluar double set-up examination) dalam lingkungan disinfeksi tingkat tinggi (DTT) secara hati-hati dengan dua jari telunjuk dan jari tengah meraba forniks posterior untuk mendapat kesan ada atau tidak ada bantalan antara jari dengan terbawah janin. lebih aman dan hasilnya cukup akurat. mengetahui derajat atas klasifikasi plasenta. c. f. Sudah jarang dilakukan karena sudah tersedia USG. Jika plasenta lateralis atau marginalis dilanjutkan dengan amniotomi dan diberi oksitosin drip untuk mempercepat persalinan jika tidak terjadi perdarahan banyak untuk kemudian pasien dikembalikan ke kamar bersalin.

Oleh kerana pembentukan segmen rahim terjadi secara ritmik. AF = cairan amnion . maka pelepasan plasenta dari tempat melekatnya di uterus dapat berulang dan semakin banyak. Sekitar 20% PP merupakan jenis totalis dan 80% lainnya merupakan PP marginalis. Berdasarkan posisi plasenta terhadap ostium uteri internum. PP parsialis. sehingga keduanya digolongkan ke dalam PP marginalis. B = Kandung kemih . PP dibedakan atas PP totalis (komplit). PP parsialis dan PP marginalis sulit dibedakan melalui pemeriksaan USG. dan perdarahan yang terjadi tidak dapat dicegah sehingga penderita menjadi anemia bahkan syok. d. USG yang menunjukkan adanya plasenta previa totalis P = plasenta .b. Cx = Cervix KOMPLlKASI 1. 2. Oleh kerana plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan sifat segmen ini yang tipis mudahlah jaringan trofoblas dengan kemampuan invasinya menerobos ke dalam miometrium bahkan sampai ke perimetrium dan menjadi sebab . c. F = janin . PP marginalis dan PP letak rendah.

naik menjadi 60% sampai 65% bila telah seksio sesarea 3 kali. Serviks dan segmen bawah rahim yang rapuh dan kaya pembuluh darah sangat potensial untuk robek disertai oleh perdarahan yang bayak.dari kejadian plasenta inkreta dan bahkan plasenta perkreta. perdarahan pasca persalinan (RR 1. harus sangat berhati-hati pada semua tindakan manual ditempat ini misalnya pada waktu mengeluarkan anak melalui insisi pada segmen bawah rahim ataupun waktu mengeluarkan plasenta dengan tangan pada retensio plasenta. seksio sesarea (RR 3. Morbiditas dari semua tindakan ini tentu merupakan komplikasi tidak langsung dari plasenta previa. dan disseminated intravascular coagulation (DIC) 15. 3.9%. 4.8). Hal ini memaksa lebih sering diambil tindakan operasi dengan segala konsekuensinya. Komplikasi lain dari plasenta previa adalah resiko tinggi untuk solusio plasenta (resiko relative 13. kematian maternal akibat perdarahan (50%).7). ligasi arteria uterine. 5. Apabila oleh salah satu sebab terjadi perdarahan banyak yang tidak terkendali dengan cara-cara yang lebih sederhana seperti penjahitan segmen bawah rahim. . Dilaporkan plasenta akreta terjadi 10% sampai 355 pada pasien yang pernah seksio sesarea satu kali. Kelainan letak anak pada plasenta previa lebih sering terjadi. 6. pemasangan tampon. Paling ringan adalah plasenta akreta yang perlekatannya lebih kuat tetapi vilinya masih belum masuk ke dalam miometrium.9).8). maka pada keadaan yang sangat gawat seperti ini jalan keluarnya adalah melakukan histerektomi total. Oleh kerana itu. Kelahiran premature dan gawat janin sering tidak terhindarkan sebagian oleh kerana tindakan terminasi kehamilan yang terpaksa dilakukan dalam kehamilan belum aterm. Pada kehamilan < 37 minggu dapat dilakukan amniosentesis untuk mengetahui kematangan paru janin dan pemberian kortikosteroid untuk mempercepat pematangan paru janin sebagai upaya antisipasi. ligasi arteria ovarika. Komplikasi ini lebih terjadi pada uterus yang pernah seksio sesarea. Walaupun biasanya tidak seluruh permukaan maternal plasenta mengalami akreta atau inkreta akan tetapi dengan demikian terjadi retensio plasenta dan pada bagian plasenta yang sudah terlepas timbullah perdarahan dalam kala tiga. atau ligasi arteri hipogastrika. kelainan letak janin (RR 2.

Vasa Praevia : keadaan dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi dengan vilamentosa yakni selaput ketuban. bagian janin  tak teraba  Nyeri tekan  Tak nyeri tekan Tidak nyeri Plasenta previa  Merah segar  Berulang Perdarahan  Tak tegang  Lebih sering Anemia/syok Fetus Tidak sesuai dengan jumlah Jarang. dapat bersifat sedikit pada derajat ringan (sama dengan perdarahan awal plasenta previa) Solution plasenta  Merah tua s/d  coklat hitam  Terus menerus  Uterus  Disertai nyeri  Tegang.DIAGNOSIS BANDING 1. Disertai Ketuban menonjol walaupun Teraba plasenta atau perabaan tidak his fornik ada bantalan antara bagian janin dengan jari pemeriksaan 2. Solusio Plasentae : solutio plasenta adalah terlepasnya sebahagian atau seluruh permukaan maternal plasenta dari tempat implantasinya yang normal pada lapisan desidua endometrium sebelum waktunya anak lahir. . akut. tanda vital baik pada solutio ringan. Sesuai dengan jumlah darah darah yang keluar yang keluar 40% fetus sudah mati Tidak Biasanya fetus disertai kelainan letak Pemeriksaan dalaman kelainan letak hidup. Persamaan: terjadi perdarahan. perdarahan banyak pada derajat sedang atau berat.

bila banyak dapat bentuk bekuan darah. Jumlah perdarahan yang terjadi.Ini untuk memastikan kestabilan hemodinamika pasien • • Kadar hb. Transfusi darah diberikan bila kadar Hb <10gram%. Jika perdarahan tidak banyak dan berhenti serta janin dalam keadaan sehat dan masih prematur dibolehkan pulang dilanjutkan dengan rawat rumah atau rawat jalan dengan syarat telah mendapat konsultasi agar segera kembali ke rumah sakit bila terjadi perdarahan ulang. pada pemeriksaan dalam vagina diraba pembuluh darah pada selaput ketuban. Penatalaksanaan Setiap perempuan hamil yang mengalami perdarahan dalam trimester kedua atau trimester ketiga harus dirawat dirumah sakit.spiralis akan tertutup sendiri.radialis yang ada terjepit →vasokonstriksi→ a. timbul tiba-tiba. Penanganan plasenta previa bergantung kepada: • Keadaan umum pasien Jika ada gejala hipovolemia seperti hipotensi dan takikardi .Tranfusi darah dan cairan kristaloid perlu segera diberikan.plasenta supaya uterus bisa kontraksi maksimal → a. . tidak disertai nyeri perut(kontraksi uterus).  Perbedaan : biasanya pada usia kehamilan 20 minggu.  Untuk menghentikan perdarahan. dapat disertai nyeri perut.  Jika perdarahan banyak (>500cc) tidak dipedulikan lagi umur kehamilan (gestational age) berapa langsung terminasi kehamilan. Persamaan : darah merah segart.pasien tersebut mungkin telah mengalami perdarahan yang cukup berat.harus dikeluarkan bayi.

atau ligasi arteri hipogastrika. letargi. Atau dexamethasone 5 mg tiap12 jam (im) sampai 4 dosis. infus 24gr/jam (maintenance) Efek samping :Edema paru. Contoh pasien datang dengan kehamilan 29 minggu totalis. Cara menghentikan perdarahan Apabila oleh salah satu sebab terjadi perdarahan banyak yang tidak terkendali dengan cara-cara yang lebih sederhana seperti penjahitan segmen bawah rahim. 2 x selang 24 jam. • Umur kehamilan/taksiran BB janin. Paritas dan kemajuan persalinan. pemasangan tampon yang tidak padat. depresi pernafasan (pada ibu dan bayi) • • Jenis plasenta previa.Jika perdarahan sedikit. terminasi dapat dilakukan dan jika perlu melalui seksio sesaria.dan bila amniosentesis menunjukkan paru janin telah matang. ligasi arteria uterine. ligasi arteria ovarika. . misalnya dengan betamethasone 12 mg im.  Pada kehamilan antara 24-34 minggu diberikan steroid dalam perawatan antenatal untuk pematangan paru janin. nyeri dada. Magnesium sulfat Parenteral: 4-6 gr/iv pemberian bolus selama 20-30 menit.  Dalam keadaan janin masih prematur dipertimbangkan pemberian sulfas magnesikus(tokolitik) untuk menekan his sementara waktu. Jika perdarahan tidak sedemikian banyak pasien distirehatkan sampai kehamilan 36 minggu.dipertahankan dengan plasenta previa dan diharapkan kehamilan perdarahan berhenti sendiri dengan bantuan hemostasis primer. maka pada keadaan yang sangat gawat seperti ini jalan keluarnya adalah melakukan histerektomi total.

segera ke rumah sakit walaupun tidak merasa aktivitas dan melawat ke tempat jauh agar perdarahan ulang tak berlaku tiba-tiba.  Bila hasil usg tidak demikian. • seksio sesaria klasik dengan insisi vertikal pada rahim hanya dilakukan bila janin dalam letak lintang atau terdapat varises yang luas pada segmen bawah rahim. PROGNOSIS . Edukasi pada pasien:  Pasien dinasihati supaya menghindari aktiviti seks dan pekerjaan rumah tangga kecuali jika setelah pemeriksaan ultrasonografi ulangan(minimal setelah 4 minggu) memperlihatkan ada migrasi plasenta menjauhi ostium uteri internum.  sakit. • anestesia regional dapat diberikan dan pengendalian tekanan darah dapat dikendalikan kerana anestesia regional tidak sebanyak perdarahan pada pemakaian anestesia umum • namun.Seksio sesaria • seksio sesaria dilakukan apabila:  Pasien dengan semua klasifikasi plasenta previa dalam trimester ke tiga yang dideteksi dengan ultrasonogarfi transvaginal belum ada pembukaan pada serviks  • Apabila perdarahan banyak yang mengkhawatirkan. pada pasien dengan perdarahan berat sebelumnya anestesia umum lebih baik mengingat anestesia regional bisa menambah berat hipotensi yang biasanya telah ada dan memblokir respon normal simpatik terhadap hipovolemia. seksio sesaria pada plasenta previa dilaksanakan melalui insisi melintang pada segmen bawah rahim bagian anterior terutama bila plasenta dibelakang dan segmen bawah rahim telah terbentuk dengan baik.pasien tetap dinasihati untuk mengurangi Jika ada perdarahan.

.Prognosis ibu dan anak pada plasenta previa dewasa ini lebih baik dibandingkan masa lalu.baik yang lahir spontan maupun kerna intervensi seksio sesarea. Namun nasib janin masih belum terlepas dari komplikasi kelahiran prematur. Karenanya kelahiran prematur belum sepenuhnya bisa dihindari seklaipun tindakan konservatif dilakukan. Hal ini berkait dengan diagnosis yang lebih dini dan tidak invasif dengan USG Dengan penanggulangan yang baik seharusnya kematian ibu karana plasenta rendah sekali atau tak ada sama sekali.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times