ANALISIS DAN PERBANDINGAN ANTAR ALIRAN TENTANG SIFAT-SIFAT TUHAN Salah satu persoalan yang menjadi bahan

perdebatan di antara aliran-aliran kalam adalah masalah sifat-sifat Tuhan. Tarik menarik diantara aliran-aliran kalam dalam menyelesaikan persoalan ini, tampaknya dipicu oleh truth claim yang dibangun atas dasar kerangka berfikir masing-masing. A. Aliran Mu’tazilah Pertentangan paham antara kaum Mu’tazilah dengan kaum Asy’ariyah berkisar sekitar persoalan apakah Tuhan mmpunyai sifat atau tidak. Jika Tuhan mempunyai sifatsifat itu, sifat itu mestilah kekal seperti halnya dengan zat Tuhan. Dan selanjutnya jika sifat-sifat itu kekal, maka yang bersifat kekal bukanlah satu, tetapi banyak. Tegasnya, kekalnya sifat-sifat akan membawa kepada paham banyak yang kekal (ta’addud alqudama’ atau multiplicity of eternals). B. Aliran Asy’ariyah Pendapat kaum Asy’ariyah berlawanan dengan paham Mu’tazilah di atas. Mereka dengan tegas mengatakan bahwa Tuhan mempunyai sifat. Menurut al-Asy’ari, tidak dapat diingkari bahwa Tuhan mempunyai sifat karena perbuatan-perbuatannya. Ia juga mengatakan bahwa Tuhan mengetahui, menghendaki, berkuasa, dan sebagainya di samping mempunyai pengetahuan, kemauan, dan daya. Sementara itu, Al-Baghdadi melihat adanya konsesus di kalangan kaum Asy’ariyah bahwa daya, pengetahuan, hayat, kemauan, pendengaran, penglihatan, dan sabda Tuhan adalah kekal. Sifat-sifat ini, kata Al-Ghazali, tidaklah sama dengan esnsi Tuhan, malahan lain dari esensi Tuhan, tetapi berwujud dalam esensi itu sendiri.

bashar. yang juga mempertahankan kekuasaan mutlak Tuhan. karena itu apa yang terjadi di alam semesta ini berjalan sesuai kehendak yang telah di rencanakan sejak semula oleh Allah dan juga mengikuti peraturan yang telah di tetapkan dalam alam ini (sunnatullah). Aliran Maturidiyah Berkaitan dengan masalah sifat Tuhan. tetapi sifat-sifat itu sendiri tidaklah kekal. sehingga tidak seorang pun yang mampu melakukan hal seperti itu. dapat ditemukan persamaan pemikiran antara Al-Maturidi dan Al-Asy’ari. B. Persoalan banyak yang kekal mereka selesaikan dengan mengatakan bahwa sifat-sifat Tuhan kekal melalui kekekalan yang terdapat dalam esensi Tuhan dan bukan melalui kekekalan sifat-sifat itu sendiri. SUNNATULLAH DAN MUKJIZAT A. Akan tetapi.C. seperti dalam pendapat bahwa Tuhan mempunyai sifat-sifat seperti sama’. mukjizat itu ialah bukanlah sesuatu yang mustahil atau sesuatu yang yang bertentangan dengan hukum akal seperti ada dua hal yang saling bertentangan dapat bertemu atau menghilangkan dalam . dan sebagainya. dia mengatur segala sesuatu yang ada di dalam kerajaan-Nya dengan kebijaksanaan dan kehendak-Nya. berpendapat bahwa Tuhan mempunyai sifat-sifat. MUKJIZAT Yang di maksud dengan mukjizat ialah sesuatu yang di luar kebiasaan. Kaum Maturidiah Bukhara. SUNNATULLAH Allah SWT adalah zat yang maha merajai seluruh alam semesta ini. juga dengan mengatakan bahwa Tuhan bersama-sama sifat-Nya adalah kekal.

yaitu : 1. Irhash yaitu kejadian yang luar biasa yang lahir pada seorang nabi sebelum menjadi rasul. Karamah yaitu kejadian yang luar biasa yang lahir pada orang-orang saleh atau wali-wali Allah yang tidak mendakwahkan dirinya sebagai nabi. 6. Mukjizat adalah kejadian yang luar biasa yang lahir pada seseorang yang mengakui dirinya sebagai Rasul dari Allah 2. Surga dan Neraka Tiap-tiap manusia dari bani adam dan tiap-tiap jin tidak boleh mereka mesti menepati salah satu dari (dua negri) : Darun nar (neraka) yaitu suatu tubuh yang halus membakarkan atau darun na’im suatu tempat yang penuh nikmat (surga). 5. padahal sebenarnya ia pendusta. Dalam hubungan dengan mukjizat ini terdapat beberapa defenisi yang perlu kita ketahui. yakni kejadian yang luar biasa yang lahir pada orang-orang awam sebagai bantuan Allah kepadanya untuk melepaskan atau menyelamatkan diri dari malapetaka. ANALISIS SURGA DAN NERAKA A. Ihanah yakni kejadian yang luar biasa yang lahir pada orang yang mengaku dirinya sebagai nabi. 4. 3. Istidraj yakni kejadian yang luar biasa yang lahir pada orang fasiq yang mendakwa dirinya sebagai tuhan. Neraka ada tujuh tingkat. yaitu : .waktu yang sama. Ma’unah. seperti nabi.

mereka mengatakan bahwa Allah akan menjadikan neraka pada hari kiamat. As-sunnah dan ijma’ummah. Ahlu Sunnah wal jamaah telah berijma’ bahwa adzab terhadap orang kafir itu tidak putus-putusnya sebagaimana nikmat itu terhadap ahli-ahli surga tidak habishabisnya. Seorang ahli hadis pun .1. Jahannam 2. Sa’ir 5. hawiyah Surga dan neraka itu adalah suatu hak yang di tetapkan Al-kitab. Saqar 6. dan mereka tidak bisa terlepas dari salah satu tempat itu. tabi’in dan tak ada dari ulama-ulama lain. Oleh karena itu mengimaninya adalah wajib dan meni’tiqadkannya adalah hak. a. Pendapat golongan ahli kalam tentang surga dan neraka Tokoh qodariyah dan mu’tazilah mengingkari telah adanya surga dan neraka yang telah dijadikan sekarang ini. yakni adakalanya kesurga atau neraka. Surga dan neraka adalah tempat kembalinya makhluk. Ladha 3. Huthamma 4. baik dari manusia ataupun jin. pendapat yang seperti ini tak ada dari sahabat. Golongan Al-jahmiyah membantah dan mengatakan bahwa surga dan neraka itu keduanya akan fana. Golongan ini mengikuti jahm bin safwan. Jahim 7.

Pendapat Jahm. 2. bahwa neraka itu fana dengan sendirinya karena dia baharu. Orang yang berada didalam neraka itu gerak geriknya fana. 6. dan pemeliharanya. Dan Allah menjadikan neraka itu titik penghabisan yang harus diakhiri. Jadi persoalan kekal tidaknya neraka dan surga ini ada tujuh pendapat : 1. Pendapat yang mengatakan bahwa ahli neraka diazab di dalamnya hingga waktu yang terbatas. Tiap yang ada didalamnya tetap kekal selamanya. penciptanya. Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa ahli neraka itu dikeluarkan dari padanya sedang api terus menerus bernyala dengan tidak ada seorang pun yang diazab di dalamnya. Pendapat Khawarij dan Mu’tazilah yaitu segala orang yang masuk neraka. kemudian mereka dikeluarkan dari neraka itu dan digantikan dengan kaum yang lain 4. mereka menjadi benda yang beku dan tidak merasa kepedihan.tidak ada mengatakan seperti perkataan Jahmiyah itu. tidak keluar selamanya dari neraka itu. Walaupun demikian setengah ulama telah menghikayatkan dua pendapat tentang keabadian neraka. karena Allahlah tuhannya. . Ibnu Araby Ath Thy mengatakan bahwa ahli neraka itu di azab di dalamnya kemudian ditukar dan di jadikan bertabiat api 3. 7. mustahil kekal dan abadi.setiap yang baharu. 5. Pendapat yang mengatakan bahwa Allah yang memfanakan neraka.

Tuhan mempunyai hak mutlak terhadap manusia.Syahrastsan menegaskan bahwa faham al. Lebih lanjut Asy.Doktrinnya Menurut Asy. Dengan kata lain. Berkaitan dengan kemunculan aliran Jabariyah.FREE WILL (QADARIYAH) DAN PREDESTINATION (JABARIYAH) A. pengaruh agama Yahudi bermazhab Qurra dan agama kristen bermazhab Yacobit. banyak usaha yang dilakukan nya yang tersebar ke berbagai tempat. a. Ia berasal dari Khurasan. Pendapat Jahm yang berkaitan dengan persoalan teologi adalah: . ekstrim dan moderat. Faham Jabariyah pertama kali diperkenalkan oleh Ja’d Bin Dirham kemudian disebarkan oleh Jahm Bin Shafwan dari Khurasan.jabr barati menghilangkan perbuatan manusia dan menyandarkannya kepada Allah. Para Pemuka Jabariyah dan Doktrin. tetapi perbuatan yang di paksakan atas dirinya.Tirmidz dan Balk.Jahm bin Shofwan Nama lengkapnya adalah Abu Mahrus Jaham bin Shafwan. JABARIYAH (PREDESTINATION) 1. Diantara doktrin Jabariyah ekstrim adalah pendapatnya yang menyatakan bahwa segala perbuatan manusia bukan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri. ada yang mengatakan bahwa kemunculannya diakibatkan oleh pengaruh pemikiran asing yaitu. ia seorang da’i yang fasih dan lincah. 2. manusia malakukan perbuatannya dalam keadaan terpaksa. Asal usul Jabariyah Kata Jabariyah berasal dari kata Jabara yang berarti memaksa atau mengharuskannya melakukan sesuatu.Syaratsani. Jabariyah dapat dikelompokkan menjadi dua. bertempat tinggal di Kuffah.

Sejarah Munculnya Qadariyah .apa. sesuatu yang baru tidak dapat di sifatkan kepada Allah.a) Manusia tidak mampu berbuat apa. a. ia baru. melihat. Dalam hal ini pendapatnya sama dengan iman yang dimajukan Muyrji’ah. Semula ia percaya untuk mengajar di lingkungan Bani Umayyah tapi setelah tampak pikiran. b) Surga dan neraka tidak kekal.Qur’an adalah makhluk. Ja’d bin Dirham Al. mendengar maupun melihat.Ja’d adalah seorang ulama Bani Hakim. baik itu bicara. Ia tidak mempunyai daya. Oleh karena itu.pikirannya yang controversial. AlGhuraby menjelaskan pendapat Al-Ja’d adalah: a) Al. dan tidak mempunyai pilihan. mendengar. Allah maha suci dari segala sifat dan keserupaan dalam manusia seperti berbicara. Doktrin pokok Al-Ja’d secara umum sama dengan pikiran Jahm. B. tinggal di Damaskus. FREE WILL (QADARIYAH) 1. dan kehendak sendiri. Begitu pula Tuhan tidak dapat dilihat dengan indra mata. ia dibesarkan di lingkungan orang kristen yang senang membicarakan teologi. c) Iman adalah ma’rifat atau membenarkan dalam hati. b) Allah tidak mempunyai sifat yang serupa dengan makhluk. d) Kalam Tuhan adalah makhluk. tidak ada yang kekal selain Tuhan.

Dokrin.Jauhani.Qadariyah berasal dari bahasa arab.Kahfi ayat 29.Milal wa An. Dari penjelasan ini dapat difahami doktri Qadariyah pada dasarnya menyatakan bahwa segala tingkah laku atas kehendaknya sendiri. Qadariyah berpendapat bahwa tidak ada alasan yang tepat untuk menyandarkan segala perbuatan manusia kepada perbuatan Tuhan. Doktrin. . misalnya dalam surat Al. Dan menurut Zahabi. Menurut ibn Natabah.Doktri Qadariyah Dalam kitab Al. Banyak ayat Al-Qur’an yang dapat mendukung pendapat ini. pembahasan masalah Qadariyah disatukan dengan pembahasan Mu’tazilah. yaitu qadara yang artinya kemampuan dan kekuatan.Nihal. baik itu perbuatan baik atau perbuatan jahat. Adapun Ghailani Ghailan adalah seorang orator dari Damaskus. Ma’bad Al-Jauhani dan Ghailan Ad. qadariyah adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak ada intervensi Tuhan. Ma’bad adalah seorang orator yang terpercaya dan pernah berguru kepada Hasan AlBasri. Aliran ini berpendapat bahwa tiaptiap orang adalah pencipta bagi segala perbuatannya. Dengan pemahaman tersebut.Damsyki menganbil faham ini dari seorang kristen yang masuk islam di Irak. Aliran ini dipelopori oleh Ghailani Ad.doktrin ini mempunyai tempat pijakan dalam doktrin islam sendiri.Dimasyki dan Ma’bad Al. 2. Ma’bad adalah seorang tabi’in yang baik. Dalam hal istilah Inggrisnya dinamakan free will atau free act. Ia dapat berbuat sesuatu atau meninggalkannya sesuai dengan kemauannya sendiri. Manusia mempunyai kewenangan untuk melakukan segala perbuatan atas kehendak sendiri. Adapun secara terminologi. dan ayahnya menjadi maula Utsman bin Affan.

mengatakan bahwa Tuhan tak mengambil empat. 2. Paham ini sejajar dengan pendapat mereka bahwa Tuhan mempunyai sifat. Tuhan berkuasa mutlak dan dapat mengadakan apa saja.sifat itu tidak sama dengan jasmani manusia yang ada dalam alam materi ini. karna sifat immateri. Nas. Tuhan akan dapat dilihat sekarang dalam alam ini juga. A’bAljabbar. .orang mukmin akan melihat Tuhannya. Dan inilah pendapat kaum mu’tazilah. Misalnya firman Allah: Q. secara lahiriah telah menyebutkan bahwa orang. Dan juga kalau Tuhan dapat dilihat dengan mata kepala. Argumen yang dimajukan Al.Aliran Asy’ariyah Kaum asy’ariyah sebaliknya. Muhammad Abduh tidak menjelaskan pendapatnya apakah Tuhan yang bersifat rohani itu dapat dilihat oleh manusia dengan mata kepalanya kelak diakhirat. tuhan tak dapat dilihat dengan mata kepala.Aliran Mu’tazilah Logika mengatakan bahwa Tuhan. Dalam risalah. berpendapat bahwa Tuhan kan dapat dilihat oleh manusia dengan mata kepala diakhirat nanti.Muthafifin: 15 1. Yang tak dapat dilihat hanyalah yang tak mempunyai wujud.Analisis Dan Perbandingan Melihat Tuhan Diakhirat Karena Tuhan bersifat rohani dan tidak jasmani maka menurut akal.Al. sungguhpun sifat. Sebaliknya akal manusia lemah dan tak selamanya sanggup memahami perbuatan dan ciptaan Tuhan. Sebagai argumen.nas Quran.Asy’ari untuk memperkuat pendapat diatas adalah yang berikut.S. tak dapat dilihat dengan mata kepala.sifat tajjasum atau anthropomorphis. Dan tak ada orang yang melihat Tuhan di alam ini.

persoalan kalam.Aliran Maturidiah Kaum Maturidiah dengan kedua golongannya dalam hal ini dengan kaum Asy’ariyah. maka menurut golongan ini orang yang mengerjakan zina telah menjadi kafir dan keluar dari islam.Maidah Al-Maidah ayat 44.Maturidiah juga berpendapat bahwa Tuhan dapat dilihat karena ia mempunyai wujud. Kemudian adapun contoh dosa besar yang dikatakan golongan khawarij misalnya berbuat zina. Semua pelaku dosa besar menurut aliran khawarij adalah kafir dan akan disiksa di neraka selamanya. Aliran Khawarij Ciri yang menonjol dari aliran khawarij adalah watak ekstriminitas dalam memutuskan persoalan. Analisis dan Pemikiran tentang Pelaku Dosa Besar Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwasannya persoalan kalam yang pertama kali muncul adalah persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir. . Adapun kerangka berfikir yang digunakan tiap. Tuhan dapat dilihat. Adapun dalil yang membuat mereka bersikap ekstrim adalah berdasarkan surat Al. Al.tiap aliran ternyata mewarnai pandangan mereka tentang status dosa besar. sungguh pun tidak mempunyai bentuk. Menurut Bazdawi.3. tidak mengambil tempat dan tak terbatas. Begitu pula membunuh sesama manusia tanpa sebab yang sah adalah dosa besar. Maka perbuatan manusia menjadikan sipembunuh keluar dari islam dan menjadi kafir. Berikut ini adalah pandangan mereka tentang dosa besar: A.

B. Tiap-tiap sekte Murji’ah berbeda pendapat dalam merumuskan defenisi iman itu sehingga pandangan tiap-tiap sekte tentang setatus dosa besar pun berbeda. . sekalipun mereka berbuat dosa besar. Menurut mereka masih tetap sebagai orang yang beriman dengan keimanan yang mereka miliki. Aliran Asy’ariyah Pandangan Asy’ariyah tentang pelaku dosa besar tidak mengatakan bahwa pelaku dosa besar adalah kafir. bergantung pada dosa yang dilakukannya. Adapun dan ucapan tidak selamanya merupakan refleksi dari apa yang ada dalam qalbu. Harun Nasution berpendapat bahwa sub sekte Murji’ah yang ekstrim adalah mereka yang berpendapat bahwa keimanan terletak didalam qalbu. C. Meskipun disiksa di neraka. Secara garis besar sekte Murji’ah dapat dikategorikan dua golongan yaitu ekstrim dan moderat. bahkan keimanannya masih sempurna dimata Tuhan. ia tidak kekal didalamnya.Aliran Murji’ah Pandangan aliran Murji’ah tentanh status pelaku dosa besar dapat ditelusuri dari defenisi iman yanh dirumuskn oleh mereka. segala perbuatan dan ucapan seseorang yang menyimpang dari kaidah agama tidak berati telah menggeser atau merusak keimanannya.beda pula. Adapun Murji’ah moderat ialah mereka yang berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidaklah menjadi kafir. Oleh karena itu.

Dalilnya: Q.S. Tuhan adil mengandung arti bahwa segala perbuatannya adalah baik dan tidak mampu untuk berbuat buruk serta tidak mengabaikan kewajiban- kewajibannya terhadap mausia. Maturidiyah berpendapat bahwa kehendak mutlak Tuhan dibatasi oleh keadilan Tuhan.pendapat dari beberapa aliran kalam yaitu: 1.mata adalah kekuasaan dan kehendak mutlak Nya dan bukan karena kepentingan manusia atau tujuan yang lain. Dalilnya: Q. Maturidiyah Bukhara berpendapat bahwa Tuhan mempunyai kekuasaan mutlak tidak ada larangan bagi Tuhan. .KEHENDAK MUTLAK TUHAN DAN KEADILAN TUHAN Pangkal persoalan kehendak mutlak dan keadilan Tuhan adalah keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Adapun pendapat. Asy’ariyah berpendapat bahwa perbuatan Tuhan tidak mempunyai tujuan yang mendorong Tuhan untuk berbuat sesuatu semata.Al-Ahzab: 62 2. 3. Mu’tazilah mengatakan bahwa Tuhan itu adil dan tidak mungkinberbuat zalim dengan memaksakan kehendak kepada hamba.hambanya itu untuk menanggung akibat perbuatannya serta adanya hukum alam (sunnatullah)yang menurut Alqur’an tidak pernah berubah.Sajadah: 13.As.S.batasan bagi-Nya. Keadilan Tuhan Asy’ariyah berpendapat bahwa Tuhan mempunyai kekuasaan mutlak terhadap makhluk terhadap makhluk Nya dan dapat berbuat sekehendak hatinya. Keadilan Tuhan terletak pada kehendak mutlak Nya tidak ada batasan.

dalilnya yaitu: Surat Al. Kewajiban tidak memberikan beban diluar kemampuan manusia. Perbuatan Tuhan Perbuatan Tuhan menurut aliran kalam: 1.wa’id) 2. Kewajiban mengirimkan rasul.Anbiyah: 23 dan surat Ar. Menurut Maturidiyah . Namun. Mu’tazilah memunculkan paham kewajiban Allah berikut ini: a.hal yang dikatakan baik. Menurut Asy’ariyah Menurut Asy’ariyah bahwa Tuhan tidak mempunyai kewajiban menepati janji dan menjalankan ancaman yang tersebut dalam AlQur’an dan hadis.Rum: 8. Menurut Mu’tazilah Perbuatan Tuhan hanya terbatas pada hal. Tuhan tidak melakukan perbuatan buruk karena ia mengetahui keburukan dari perbuatan buruk itu. ini tidak berarti bahwa Tuhan tidak mampu melakukan perbuatan buruk. Kewajiban menepati janji (al-wa’d) dan ancaman (al. 3. c.PERBUATAN TUHAN DAN PERBUATAN MANUSIA A. b.

Dalilnya yaitu: Q. bahwa Tuhan tidakmempunyai kewajiban. Dalilnya: Q.hal yang baik saja. Ar. Perbuatan Manusia Perbuatan manusia menurut aliran kalam: 1. Demikian juga pengiriman rasul dipandang Maturidiyah Samarkand sebagai kewajiban Tuhan.perbuatannya.AshShaffat: 96 . Mu’tazilah berpendapat bahwa manusialah yan menciptakan perbuatan.Ra’d: 11 3. baik berbuat baik maupun berbuat jahat. 2. B. baik perbuatan jahat maupun perbuatan baik. Menurut Jabariyah Jabariyah Ekstrim berpendapat bahwa segala perbuatan manusia bukan merupakan perbuatan yang timbul dari kemauannya sendiri. manusia sendirilah yang berbuat baik dan buruk. dengan demikian Tuhan mempunyai kewajiban melakukan yang baik saja.S. As-sajadah: 7 . Sedangkan menurut Maturidiyah Bukhara. tetapi perbuatan yang dipaksakan atas dirinya.S.S. sedangkan Jabariyah Moderat mengatakan bahwa Tuhan menciptakan perbuatan manusian. Dallnya yaitu: Q.Menurut Maturidiyah Samarkand bahwa perbuatan Tuhan hanyalah menyangkut hal. Qadariyah menyatakan bahwa segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri.

sama dengan perbuatannya. Iman ialah kepercayaan dalam hati meyakini dan membenarkan adanya Tuhan dan membenarkan semua yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW.4. ssehingga menjadi perolehan bagi muktasib yang memperoleh kasab untuk melakukan perbuatan. Menurut Mu’tazilah . Asy’ariyah berpendapat bahwa segala sesuatu terjadi dengan perantaraan daya yang diciptakan. Maturidiyah Samarkand satu paham dengan Mu’tazilah yaitu kehendak dan daya manusia dalam arti kata sebenarnya. dan bukan dalam arti kiasan. Sedangkan Maturidiyah Bhukara memberikan tambahan dalam masalah daya. Perbedaan yaitu bahwa daya untuk berbuat tidak diciptakan sebelumnya tetapi bersama. Manusia tidak mempunyai daya untuk melakukan perbuatan. 5.Ash.Shaffat: 96.S. Iman dan kufur menurut aliran kalam: 1. IMAN DAN KUFUR Iman berarti tasdiq (membenarkan). Kafir adalah mengingkari ajaran yang dibawa nabi Muhammad SAW yang telah sampai kepada kita dengan jalan yang yakin dan pasti. Dalilnya:Q.

adapun ucapan dan perbuatan tidak selamanya menggambarkan apa yang ada didalam qalbu. Menurut Asy’ariyah Iman adalah qawl. 2.lisan adalah meyakini kebenaran seluruh pokok ajaran islam secara verbal.qalb adalah meyakini dan membenarkan dalam hati tentang keesaan Allah dan rasul.lisan.qalb (membenarkan dalam hati).mata iqrar bi al. Menurut Maturidiyah Menurut Maturidiyah Samarkand. ia tidak kekal didalamnya. Tasdiq bi al.Iman ialah pelaksanaan perintah.qalb.rasulnya yang diutus besrta risalah yang dibawanya. Sedangkan Murji’ah Moderat ialah bahwa pelaku dosa besar tidaklah menjadi kafir meskipun disiksa di neraka. menjauhi dosadosa besar dan bahwa amal perbuatan merupakan salah satu unsur terpenting dalam konsep iman. iman adalah tasdiq bi al. dan amal dapat bertambah dan berkurang atau tasdiq bi al. Tasdiq bi al. 3. Sedangkan Maturidiyah Bukhara bahwa iman adalah tasdiq bi al-qalb dan tasdiq bi allisan. bergantung pada dosa yang dilakukannya.perintah Tuhan. Menurut Murji’ah Menurut Murji’ah Ekstrim ialah bahwa keimanan terletak didalam qalbu. 4. . bukan semata.

Menurut Asy’ariyah Menurut asy’ariyah segala kewajiban manusia hanya dapat diketahui melalui wahyu. Menurut Maturidiyah Pendapat maturidiyah bertentangan dengan pendirian asy’ariyah tetapi sepaham dengan mu’tazilah.KEMAMPUAN AKAL Pengertian Akal Menurut M.kewajiban dapat diketahui dengan pemikiran yang mendalam. bahwa akal dapat mengetahui baik dan buruk. Baik dan jahat wajib diketahui melalui akal dan demikian pula mengerjakan yang baik dan menjauhi yang jahat adalah wajib.Abdu. asy’ariyah. dan kewajiban. Menurut Mu’tazilah Menurut mu’tazilah segala pengetahuan dapat diperoleh dengan perantaraan akal. Kemampuan akal menurut mu’tazilah. Dengan demikian berterima kasih kepada Tuhan sebelum turunnya wahyu adalah wajib. 2. Dengan .Nya akan mendapat hukuman. 3. dan maturidiyah yaitu: 1. akal ialah suatu daya hanya dimiliki manusia yang mampu membedakan antara manusia dari makhluk lainnya dan sebagai daya berfikir yang ada dalam diri manusia. Akal tak dapat membuat sesuatu menjadi wajib dan tak dapat mengetahui bahwa mengerjakan yang baik dan menjauhi yang buruk adalah wajib bagi manusia. dan dengan wahyulah dapat diketahui bahwa yang patuh kepada Tuhan akan memperoleh upah dan yang tidak patuh kepada.

Menurut Mu’tazilah Menurut mu’tazilah wahyu berfungsi untuk menyempurnakan pengetahuan akal tentang baik dan buruknya. Fungsi wahyu menurut kaum mu’tazilah.demikian bagi al.nabi Nya tentang hukum syara’ denga cara tersendiri. asy’ariyah.apa yang telah diketahui akal dan menerangkan apa. 2. Menurut Asy’ariyah Menurut asy’ariyah. wahyu mempunyai kedudukan penting. maturidiyah dan alsyahrastani adalah: 1. FUNGSI WAHYU Pengertian Wahyu Wahyu adalah pemberitahuan kepada nabi dantara nabi.maturidiyah akal dapat mengetahui 3 persoalan pokok. memberi tuntunan kepada manusia untuk mengatur kehidupannya didunia. Fungsi wahyu menurut asy’ariyah untuk mengetahui baik dan buruk. sedangkan yang satu lagi yaitu kewajiban berbuat baik dan menjauhi yang buruk dapat diketahui hanya melalui wahyu.apa yang belum diketahui akal dan demikian menyempurnakan pengetahuan yan telah diproleh akal. serta memberi konfirmasi dan informasi. . memperkuat apa. memberikan penjelasan tentang perincian hukuman dan upah yang akan diterima manusia di akhirat.

4. Menurut Al. Menurut Maturidiyah Menurut maturidiyah wahyu berfungsi untuk mengetahui kewajiban tentang baik dan buruk dan mengetahui kewajiban.kewajiban manusia. .Syahrastani fungsi wahyu adalah untuk mengingatkan manusia akan kelalaian mereka dan memperpendek jalan untuk mengetahui Tuhan.Syahrastani Menurut Al.3.