RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)
SASTRA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Kelas XII Program Bahasa

Oleh:
Dra. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006

SMA NEGERI 4 PASURUAN
Jln. Hasanudin 76 telp. (0343) 422522 Pasuruan Juli 2008

PEMERINTAH KOTA PASURUAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. B. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009

Standar kompetensi 9. Memahami kegiatan pementasan drama Kompetensi Dasar 9.1 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi, tema, dan pesan Indikator mengidentifikasi unsur- unsur intrisik drama menentukan tokoh dan perannya menentukan konflik drama dengan menunjukkan data yang mendukung menentukan latar dan peran latar Materi Pokok Unsur intrinsik drama : penokohan 2. konflik (perbedaan penyebeb konflik dan peristiwa) tema pesan latar Mengidentifikasi Unsur-Unsur intrinsik drama Dalam pelajaran ini, Anda diharapkan dapat menemukan unsur unsur intrinsik teks drama yang dii dengar melalui bacaan dan mendiskusikan unsur intrinsik teks drama yang didengar.

C. • • • • D. 1. 3. 4. 5.

Bunga Rumah Makan
Tatang Sontani

Karya Utuy

Panggung merupakan ruangan rumah makan, dialati oleh tiga stel kursi untuk tamu, lemari tempat minuman, rak kaca tempat kue-kue, meja tulis beserta telepon, radio, dan lemari es. Pintu ke dalam ada di belakang dan pintu keluar ada di depan sebelah kiri. Adegan 3 Ani : (ke belakang sambil menyanyi kecil) Pengemis : (masuk perlahan-lahan dengan kaki pincang, setelah di dalam, melihat ke kiri-ke kanan, ke rak tempat kue-kue, kemudian menuju rak itu dengan langkah biasa, tangannya membuka tutup toples hendak mengambil kue). Ani : (tampil dari belakang) Hai! Pengemis : (cepat menarik tangannya) Ani : Engkau mau mencuri, ya?

Pengemis : (menundukkan kepala) Ani : Hampir setiap kali engkau datang ke sini, engkau kuberi uang. Tak nyana, kalau sekarang berani datang ke sini dengan maksud mencuri. Pengemis : Ampun, Nona, ampun. Ani : Mau sekali lagi kau mencuri? Pengemis : Saya tak akan mencuri bila saya punya uang. Ani : Bohong! Pengemis : Betul, Nona, sejak kemarin saya belum makan. Ani : Mau bersumpah, bahwa engkau tidak hendak mencuri lagi? Pengemis : Demi Allah, saya tak akan mencuri lagi, Nona. Asal …. Ani : Tidak. Aku tidak akan memberi lagi uang padamu. Pengemis : (sedih) Ah, Nona, kasihanilah saya. Ani : Tapi, mengapa tadi mau mencuri? Pengemis : (sedih) Tidak, Nona, saya tidak akan sekali lagi. Dan saya sudah bersumpah.Ya, saya sudah bersumpah. Ani : (mengambil uang dari laci meja) Awas, kalau sekali lagi engkau mencuri! Adegan 4 Sudarma : (masuk menjinjing tas kulit, melihat kepada pengemis) Mengapa kau ada di sini? Ayo, keluar! Pengemis : (diam menundukkan kepala). Sudarma : (kepada Ani) Mengapa dia dibiarkan masuk, An? Ani : Hendak saya beri uang. Sudarma : Tak perlu. Pemalas biar mati kelaparan. Padahal, dia datang ke sini mengotorkan tempat semata. Ani : (melemparkan uang kepada pengemis) Nih! Lekas pergi! Pengemis : Terima kasih, Nona. Moga-moga Nona panjang umur. Sudarma : Lekas pergi dan jangan datang lagi ke sini! Pengemis : (pergi keluar dengan kaki pincang). Sudarma : Lain kali orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya. (dengan suara lain) Tak ada yang menanyakan aku? Ani : Ada, tapi entah dari mana, sebab Karnenlah yang menerima teleponnya tadi. Sudarma : Anakku sudah biasa lalai. Barusan dia ketemu di jalan, tapi tidak mengatakan apa-apa. (mengangkat telepon) sembilan delapan tiga. Ani : (membersihkan kursi) Sudarma : (kepada Ani) Meja ini masih kotor. Ani : (membersihkan meja) Sudarma : (dengan telepon) Tuan kepala ada? -Baik, baik. (menunggu) Waaah, kalau sudah banyak uangnya lama tidak kedengaran suaranya, ya? Ya? Ini Sudarma, Bung–Ha, ha, ha, betul, betul!–Biasa saja, menghilang sebentar untuk kembali berganti bulu (tertawa). Tapi, Bung. Bagaimana tentang kanteh yang dijanjikan itu? – Ah, ya?– bagus, bagus, lebih cepat lebih nikmat. –Ya, ya, sebentar ini juga saya datang. –Baik, baik. (telepon diletakkan; kepada Ani) Aku hendak pergi ke kantor pertemuan. Kalau ada yang menanyakan, baik perantaraan telepon atau datang, tanyakan keperluannya, lalu kau catat, ya An? (melangkah). Ani : Ya.

Penokohan lain adalah tokoh antagonis. Penokohan Penokohan/karakter pelaku utama adalah pelukisan karakter/ kepribadian pelaku utama. Dialog yang berisi kata-kata atau kalimat yang diucapkan oleh tokoh kepada tokoh lain memuat peristiwa dan pokok pembicaraan yang ingin diungkapkan pengarang. dan konklusi. Pengemis : Terima kasih Nona. Hal ini terbukti ketika pengemis masuk ke rumah dan hendak mengambil makanan.. 1. Hal ini dibuktikan oleh teks berikut. Pengemis : Ampun Nona. . Munculnya karakter dari tiap tokoh memunculkan konflik yang merangkai jalan cerita. pengemis. Klimaks merupakan pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam cerita. intrik. bahkan watak tokoh. Latar Cerita Hal lain yang perlu diperhatikan adalah latar yang ada pada drama. Sumber: Naskah drama Bunga Rumah Makan. konflik mereda ketika Ani memberikan uang kepada pengemis.. ada tokoh trigonis. Peran latar inilah yang ... suruh menyusul saja ke kantor pertemuan. Nona. Karakter pata tokoh ditampilkan. serakah. Pengemis : . Pengemis. pemurung. 2. 4. biasanya terdiri atas eksposisi. yaitu penengah serta pendamai dua pihak dan tokoh ini sebagai penyelesai ketegangan. Ani bersikap tegas dan hati hati. ceria. moga-moga Nona panjang umur. dan kemudian datang Sudarma yang membangun percakapan tersebut. Konklusi merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama. Sudarma : (pergi ke luar). dan Ani.. Latar mempengaruhi jalannya cerita. Ani : Baik. dan penyabar. yaitu pembawa ide pokok atau dasar yang merupakan pusat cerita. 1984 Setelah Anda mendengarkan pembacaan drama tersebut. ramah. Alur Cerita/Plot Plot/jalan cerita adalah rangkaian kejadian yang dialami oleh para pelaku cerita. Pada teks drama "Bunga Rumah Makan" tersebut. penakut. 1. sejak kemarin saya belum makan. Ia tidak pernah percaya pada omongan orang. yaitu penentang ide pokok yang menimbulkan ketegangan. Intrik merupakan persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang. 2. jika nanti Usman datang ke sini. baik hati. sebagai pemberani. kecuali orang itu membuktikan omongannya. Antiklimaks merupakan konflik mulai menurun atau masalah dapat diselesaikan. tokoh terdiri atas Sudarma.Sudarma : Eh. Tokoh-tokoh diciptakan oleh pengarang sebagai pelaku cerita.Dan engkau jangan bepergian. Dalam penokohan dikenal karakter para pelaku sebagai protagonis. jahat. Ani diperkirakan masih muda dengan adanya ucapan "nona" dari pengemis. 3. 5. antiklimaks. Selanjutnya. Konflik di dalam adegan 3 tersebut terjadi ketika peristiwa masuknya pengemis. Pengemis ketahuan hendak mengambil sesuatu dari dalam lemari makanan. Anda harus memahami dan menyimak dialog antarpelaku. ampun . Intinya. Eksposisi/introduksi merupakan pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku. dapatkah Anda mengidentifikasi unsur-unsur intrinsiknya? Untuk memahami unsur-unsur intrinsik dalam sebuah drama. Karakter para tokoh menggerakkan cerita dalam drama. Ani. 3. bahkan mengusir pengemis itu. klimaks.

Majalah 5. radio dan lemari es. ada dan nyata. Tema Sebuah drama. Melihat data yang ada di dalam teks. Diskusi 2. Skenario Pembelajaran Metode 1. seperti berikut. Pemalas biar mati kelaparan!" Kaitan isi drama tersebut dengan kehidupan seharihari. Tema yang paling menonjol di dalam teks drama tersebut adalah kisah tentang perbedaan/status sosial manusia yang dibedakan atas sebutan kaya dan miskin.membuat sebuah drama mempunyai karakteristik sendiri. Buku teks terkait 3. Buku pelengkap 4. meja tulis beserta telepon. "Tak perlu. lemari tempat minuman. Demonstrasi 3. 4. keluarga Ani termasuk keluarga mapan secara ekonomi. Bermain peran Media dan Sumber 1. memang. seperti karya sastra lainnya memiliki unsur tema. rak kaca tempat kuekue. Ada yang kaya dan juga yang miskin. yaitu mendengarkan informasi dan Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung • Guru memotivasi siswa dengan bertanyajawab Alokasi Waktu 10 menit Metode . 3. Tema dalam drama pada akhirnya akan berhubungan dengan nilai-nilai (pesan yang terkandung dalam cerita drama). sedangkan orang miskin selalu saja tertindas dan dicurigai. Latar ini dapat berwujud latar tempat maupun latar waktu. Latar dalam adegan 3 tersebut dijelaskan sejak awal cerita. Nilai-nilai ini dapat diambil untuk kehidupan kita sehari-hari. Unsur tema dapat ditemukan dengan mengikuti keseluruhan cerita yang ada dalam drama tersebut. Naskah drama 2. Surat kabar Langkah-langkah Pembelajaran No 1 2. yaitu pada ucapan Sudarma. Pesan bahwa ada jurang antara si kaya dan si miskin tersurat dalam teks drama tersebut. Orang kaya bergerak leluasa dan sangat sibuk. bahkan dihina. Panggung merupakan ruangan rumah makan. 1. Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Latar tersebut menunjukkan status sosial keluarga Ani. dialati oleh tiga stel kursi untuk tamu. E.

2 Kegiatan Inti Siswa memperhatikan penjelasan guru sebelum mereka mendengarkan pembacaan Informasi dan diberi kesempatan bertanya kepada guru jika ada yang belum mengerti • Siswa mendengarkan dengan tekun informasi yang dibacakan guru • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Guru memberi penjelasan tugas kelompok • Setiap kelompok mengidentifikasi unsurunsur intrisik drama • Setiap kelompok menentukan tokoh dan perannya dan menentukan konflik drama dengan menunjukkan data yang mendukung serta menentukan latar dan peran latar • Siswa secara bergantian setiap kelompok memepresentasikan hasil kerja di depan kelas dan kelompok lain menanggapi • Guru dan siswa bertanya-jawab tentang tanggapan yang diberikan siswa. hanya mencuci muka dan gosok gigi. Wilar Pentas menggambarkan sebuah ruangan kelas dipagi hari. Setelah itu. Wajahnya muram. guru karate. Sekretaris Redaksi. duduk di kursi. Ia terburu-buru ke sekolah karena mendengar berita dari Wilar. Ia bersilangan tangan. jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. Majalah Dinding Karya Bakdi Soemanto Para pelaku: 1. Seorang pemuda pelajar sedang duduk di atas meja. Ia adalah Pemimpin Redaksi majalah dinding itu. bahwa majalah dinding itu dibredel oleh Kepala Sekolah. Seorang pelajar lainnya. Tampak di sana beberapa meja kursi. Beberapa papan majalah dinding tersandar di dinding dan di meja. kurang begitu teratur rapi. Anton tampak kusut. Ia belum mandi. Anton 3. gara-gara karikatur Trisno mengejek Pak Kusno. sedangkan Rini. • 110 menit 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Alat Penilaian Peragakanlah drama berikut bersama beberapa orang teman Anda. Kardi 4. . • Siswa menyempurnakan tugasnya berdasarkan masukan dari temantemannya. Waktu itu hari Minggu. Rini 2. Trisno 5. 40 menit F. Wakil Pimpinan Redaksi. Pemuda itu Anton namanya. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS.

tanggung jawab saya. sabar-sabar. ide itu ide . Peluhnya berleleran. Kalau kalian menurut aku. Anton : Kau ada waktu nanti sore? Kardi : Ada apa sih? Anton : Aku perlu bantuanmu menyusun surat protes itu. agar orang-orang menaruh perhatian kepadamu. Disemprot ludah pagi hari bacin. Aku bilang bahwa tanpa sepengetahuan Anton. sehingga dengan demikian kau. bukan kau. Kita berhadapan dengan orang tua kita sendiri. Rini : Kau dari mana. Aku tidak hendak berlagak pahlawan.. Menghina aku Tris? Aku yang suruh kau melukis itu. Tris? Anton : Dari rumah Pak Kepala Sekolah.. Trisno : Begini.. Kau bunuh diri apa bagaimana? Masak. kalau kita diam. Kardi : Sebaiknya. sabaaar. Kita mogok. Aku sekadar ingin bertanggung . Akulah yang mestinya digantung… bukan kau. Ton. Mau apa Pak Kepala Sekolahitu. Nanti. sedang menekuni buku. Sepenuhnya. Jadi jangan asal membakar rumah. Kardi : Anton. Aku mesti digantung. Kardi : Apakah sudah tak ada jalan keluar lagi? Kita mati kutu? Trisno masuk. karikaturis kita itu? Kardi : Betul.. sebaiknya kita protes diam... Kardi : Lho.. Aku tahu.. Trisno : Maaf Ton. aku pasang karikatur itu. Kardi : Ya. aku didesak. Rini : Nasib Trisno. kalau sekolah kita tutup tahun. kita semua diam. Kita harus ingat.Kardi. Trisno : Pokoknya. kau berlagak pahlawan. Anton : Ayo. Kardi : Begini. maksudku agar kau.. kulindungi kekasihmu yang belum mandi ini... Anton : Sudah. maksudku. Anton : Kardi. Anton : Tapi jangan grasa-grusu. Sudah dapat izin dari kau apa belum? Anton : Jawabmu? Trisno : Aku bilang. ide itu ide siapa. bahwa aku telah . Anton : Tapi masih ada satu bahaya. Anton : Ide Anton? Trisno : Ide Albertus Sutrisno sang pelukis. nggak ke sana sebelum berembuk dengan kita. lho. kau mesti ralat pernyataan itu. sedang gawat malah bertengkar sendiri. Rin. Aku penanggung jawabnya. Dengar? Anton : Kenapa kau bilang begitu.. ini bukan perlawanan melawan musuh. Tenaga inti masuk staf redaksi semua. Dengar? Rini : Tapi kaubilang sudah ada persetujuan dari Pimpinan Redaksi? Trisno : Tidak. sabaaaaar. Aku tidak butuh perlindunganmu. Kardi : Dari rumah Kepala Sekolah dan kau dimarahi? Trisno : Huuuuuh. Anton : Tidak. Ia adalah eseis yang mulai dikenal tulisantulisannya lewat majalah dinding itu. Napasnya terengah-engah. Rini : Sudahlah. kalau marah. Ton.

.... Anton : Dia seorang bapak yang melindungi.kita memang tidak harus dalam satu ide. Anton : Pergi. Diam saja. Trisno.. pagi ini? Wilar : Dia mau. Anton : (Membisu) Rini : (Membisu) Trisno : Tetapi kau menolak pernyataan setia kawanku dengan kau. Anton : (Membisu) Trisno : Dimarahi atau dikeluarkan.... demi persatuan kita. Di? Kardi : Bahwa… bahwa kreativitas ternyata. Anton : (Diam sendiri berjalan hilir mudik) Rini : (Masuk) Ton.. Kardi : Ah. Rini : Gimana? Pak Lukas mau? Wilar : Lha…... Aku wakil kelas kalian. Tapi kalian tak boleh bertindak sendiri. Anton : Pergi.. Trisno.. Rini : Ton. nggak.. sifatnya lembut seperti seorang ibu. Kardi : Aku ngerti.. kalian akan aku laporkan polisi. Biar saja dia pergi. Rini : Mau? Wilar : Jelas. (Keluar) Anton : Tris. Rini : Ayo. Anton : Kau ketemu dia. Di.. Anton : Mau. Rini : Anton. Dia sungguh seperti bapakku sendiri. main corat-coret. Wilar : (Masuk) Lha. dong. Aku tak tega kalau kau… kau di….. Tris. Filsuf? Kardi : Sekarang sampailah pada kesimpulan tentang renunganrenungan selama ini. gimana dia.. Semua : Setujuuuuuu. Aku ikut bertanggung jawab atas perbuatan kalian terhadap Pak Kusno. kita tak boleh mengutamakan emosi. Rini : Pak Lukas memang guru sejati. Kardi : Biar saja dia pergi. Rini : Renungan apa. Trisno : Bagaimana kalau dia kita juluki.. Aku akan menjelaskan bahwa Pak Kusno memang kurang beres. Laaaaar. ..jawab. Kau mau apakan dia? Rini : Tapi dia bisa memihak Kepala Sekolah. Sang Penyelamat. kenapa kau tersinggung. Anton : Maaf. Kau ini ngejek. Mungkin. Anton : Mana Pak Lukas? Wilar : Lha. Aku yang akan maju ke Bapak Kepala Sekolah.. Rini : (Membisu) Anton : Rin. atau membikin onar... Kardi : (Termenung) Rini : Ada apa.. ooooooh. Mau melibatkan diri dengan problem anakanaknya. Malah dia bilang begini. Sudahlah. Tapi kalau kalian berbuat dan bertindak sendiri-sendiri.. ternyata membutuhkan perlindungan.. Tetapi dalam keadaan gawat. Pak Lukas..

langkah penyusunan resensi Resensi Drama yang Ditonton Resensi drama yang ditonton merupakan pertimbangan atau pembicaraan tentang drama yang ditonton. C.Sumber: Kumpulan Drama Remaja. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 9. S. 5. 4. sutradara. tahun produksi) membuat sinopsis mengungkapkan kelebihan dan kekurangan drama membuat simpulan resensi drama Materi Pokok Resensi drama pengertian resensi unsur resensi 3. Resensi bertujuan memberikan rangsangan kepada pendengar agar menonton pementasan drama tersebut. Jelaskanlah watak setiap tokoh berdasarkan percakapan atau dialog drama tersebut. Selain itu.2 Membuat resensi tentang drama yang ditonton Indikator menulis resensi drama dengan memperhatikan unsure-unsur resensi mendeskripsikan identitas drama (judul. Setelah memahami isi drama tersebut. 1987 1. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. B. 2. • • • • D. Di mana latar adegan tersebut? 3. Tentukanlah konflik drama disertai data teks yang mendukung. 2. Memahami kegiatan pementasan drama Kompetensi Dasar 9.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. 1. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. resensi akan membantu penulis drama memperkenalkan . Pasuruan. pengarang. produser. Apa pesan drama tersebut? 6. tentukanlah tema dengan alasannya. 1 Januari 2009 Mengetahui. Kaitkanlah isi drama tersebut dengan kehidupan sehari-hari Anda.

2. Penokohan Penokohan merupakan kegiatan melisankan naskah drama yang disesuaikan dengan gerak/akting. tahun pembuatan. lafal yang digunakan pemain. gerak-gerik pemain. penjiwaan pemain dalam memerankan karakter yang dimainkan. 1. c. tahun produksi • Masing-masing kelompok membuat sinopsis mengungkapkan kelebihan dan kekurangan drama • Masing-masing kelompok membuat simpulan resensi drama • Mendiskusikan program kegiatan yang disampaikan • Memperbaiki program kegiatan/ proposal berdasarkan berbagai masukan • Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil diskusi Alokasi Waktu 10 menit Metode 2 . intonasi yang digunakan pemain. b. sutradara. serta f. Identitas naskah drama Identitas naskah drama meliputi judul drama. E. e. ekspresi yang digunakan pemain. pengarang. produser. volume suara yang digunakan pemain. sutradara. d. dan jumlah halaman. Langkah-Langkah Pembelajaran No 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru menanyakan PR siswa tentang membuat program kegiatan/proposal dan mengulas bersama guru • Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari. penulis.drama tersebut kepada khalayak. Unsur-unsur resensi drama sebagai berikut. yaitu membuat resensi dari drama yang ditonton • Guru memotivasi siswa dengan bertanyajawab Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok menonton rekaman drama yang dipersiapkan guru • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan tentang segala hal berkaitan dengan drama yang ditonton • Masing-masing kelompok menulis resensi drama dengan memperhatikan unsure-unsur resensi • Masing-masing kelompok mendeskripsikan identitas drama (judul. Penokohan meliputi: a.

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. 1 Januari 2009 Mengetahui. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. F. Penilaian Jenis Tagihan: • tugas individu : • tugas kelompok : Lakukan kegiatan berikut! 1. Deskripsikanlah identitas drama yang Anda tonton! 3. Guru Anda akan menyuruh teman Anda bermain drama! 2. Sumber/Alat/Bahan • • • Teks Informasi Majalah/surat kabar Buku Bahasa Indonesia Kelas XI penerbit Erlangga G. Sertai resensi yang telah Anda buat dengan simpulan! Pasuruan. kelebihan. S.Pd . Sertakan identitas drama. Kemukakan kelebihan dan kekurangan drama yang Anda tonton! 5. dan kekurangan drama yang telah Anda catat! 6. Buatlah resensi drama yang Anda tonton. sinopsis.3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Buatlah sinopsis drama yang Anda tonton! 4.

ekspresi (sesuai karakter tokoh) c. Tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata dalam kalimat atau intonasi yang digunakan harus tepat. Materi Pokok tehnik pemeranan dalam drama b. Tekanan keras lembutnya pengucapan. Tekanan cepat lambatnya pengucapan suatu kata dalam kalimat (tekanan tempo). intonasi Drama adalah bentuk cerita yang berisi konflik sikap dan sifat manusia yang disajikan dalam bentuk dialog. kejengkelan. a. Kata-kata yang diucapkan dengan tekanan keras atau lembut adalah kata-kata yang dianggap penting daripada kata-kata lain. 5. Melalui mimik dan gerak tubuh pemain juga harus dapat menunjukkan perasaan yang sedang dialami tokoh yang diperankan. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.gerik b. Watak tokoh dalam drama terlihat dalam percakapan antartokoh. kejemuan. 3. Kompetensi Dasar 10. Misalnya kegembiraan. dan kesedihan.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. 4. bermain peran dan diskusi B. 2. Setiap kata harus diucapkan atau dilafalkan dengan jelas.1Memerankan tokoh drama atau penggalan drama C. 1. Bagaiman cara memerankan naskah drama? Pahami penjelasan berikut! Langkah-Langkah Memerankan Naskah Drama Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memerankan naskah drama. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 10.Dalam percakapan itu tergambar sifat dan tingkah laku setiap tokoh. Naskah drama dibuat untuk diperankan. Menunjukkan gerakan tubuh (gerak-gerik) dan ekspresi wajah (mimik) yang sesuai dengan karakter atau watak tokoh yang diperankan. 6. Indikator • menentukan peran yang sesuai dengan tokoh dalam teks • memerankan drama/ penggalan drama sesuai dengan karakter tokoh • memberi tanggapan atas pemeranan teman (kesesuaian karakter tokoh) D. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. Dari kata- . gerak. pemeranan dengan memperhatikan : a.

Jika akan memerankan drama. baik hati. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. pendendam. Berlatih memerankan tokoh sesuai dengan karakternya. Jika tidak ada. Anda harus menjiwai watak tokoh. atau sumber lain yang dapat mendukung karakter tokoh. Langkah-Langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran • Guru memotivasi siswa dengan bertanya-jawab Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing mempersiapkan naskah/teks drama yang dibuat secara berkelompok • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan tentang segala hal berkaitan dengan memerankan drama • Masing-masing kelompok memerankan drama sesuai dengan karakter tokoh pada teks drama yang dibuat • Masing-masing kelompok memberi tanggapan atas pemeranan kelompok lain • Mendiskusikan program kegiatan yang disampaikan • Memperbaiki program kegiatan/ proposal berdasarkan berbagai masukan • Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil diskusi Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. jujur. atau yang lainnya. 4. 1. pemarah. Membaca naskah drama. sejarah. pemain dapat melihat foto-foto. cerita. khususnya pada tokoh yang akan diperankan secara berulang-ulang.kata dan gerak-geriknya tergambar watak jahat. Alokasi Waktu 10 menit 2 3 F. 2. sabar. baik tokoh antagonis maupun tokoh protagonis. E. 3. Sumber/Alat/Bahan . Mengamati orang-orang yang memiliki watak yang mirip dengan tokoh yang hendak diperankan. Lakukan hal-hal berikut agar Anda dapat menjiwai watak tokoh dengan baik.

baik tokoh antagonis. menyimak penampilan kelompok lain dengan saksama. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Bergabunglah dengan kelompok Anda! B. protagonis. Bacalah dengan saksama naskah drama tersebut! C. Jika Anda mendapat peran antagonis. Kelompok Anda dan kelompok teman Anda akan bergiliran memerankan naskah drama yang diberikan oleh guru Anda. Berbagilah peran yang ada dalam naskah drama! 3. jika Anda mendapat peran protagonis. Pasuruan.Pd . Hayati peran yang Anda dapatkan! 4. Kelompok yang tidak mendapat giliran memerankan drama. b. Guru Anda akan membentuk sebuah kelompok. dan tritagonis yang ada dalam drama! 2. berlatihlah menjadi tokoh antagonis. Penilaian Jenis Tagihan: • tugas individu : • tugas kelompok : A. diskusikan penampilan kelompok-kelompak yang telah memerankan drama! Diskusikan hal-hal berikut. Perankanlah drama yang Anda dapatkan! 6. Kesesuaian mimik dan gerak-gerik dengan karakter tokoh yang diperankan. Tentukan tokoh antagonis. Berlatihlah memerankan drama. Setelah semua kelompok memerankan drama. berlatihlah memerankan tokoh protagonis! 5. protagonis. Kesesuaian mimik dan gerak-gerik dengan dialog dalam drama.• • • Teks Informasi Majalah/surat kabar Buku Bahasa Indonesia Kelas XI penerbit Erlangga G. Sebaliknya. a. S. 1 Januari 2009 Mengetahui. Lakukan kegiatan berikut! 1. maupun tokoh tritagonis. Guru Anda akan memberi sebuah naskah drama. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. 7.

Cerpen yang Anda buat dapat Anda ubah menjadi naskah drama. Hikayat merupakan salah satu jenis sastra lama. ludruk dari Jawa Timur. perilaku. dialog. Hikayat merupakan salah satu hasil karya sastra lama. Unsur-unsur pembangun drama disebut juga unsur intrinsik drama. penokohan. pelaku b. perwatakan e. Namun. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 11. . drama tradisional (missal lenong dari Jakarta. Unsur-unsur tersebut berhubungan erat dan tidak dapat dihilangkan. jenis karya sastra yang lain adalah hikayat. C. Cerpen dapat Anda tulis sendiri.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. menilai komponen kesastraan dalam teks drama berbentuk puisi atau berbentuk prosa Materi Pokok 1. tindakan pelaku d. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia Kompetensi Dasar 11. Unsur intrinsik drama meliputi tema. B. 1. pengertian drama 3. latar. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut. plot. Hikayat berbeda dengan novel. atau cerita rakyat lainnya) Drama merupakan salah satu karya sastra yang berupa dialog yang dapat dipentaskan. Drama disusun oleh unsur-unsur pembangun drama. membahas hubungan antar komponen drama 3. komponen drama : a. Nilai-nilai kehidupan dalam novel dan hikayat terkadang dapat Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. randai dari Minangkabau. Salah satu jenis karya sastra yang lain yaitu cerpen. amanat. hikayat dan novel mengandung nilainilai kehidupan. tokoh. D. dialog c. dan konflik. Membaca dengan saksama cerpen yang akan diubah. teks drama 2. menentukan laporan kesastraan dalam teks drama berbentuk puisi atau berbentuk prosa 2. Selain drama.1Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama Indikator 1. Untuk mengidentifikasi unsur drama yang ditonton Anda harus menonton drama dengan saksama dari awal hingga akhir.

Sifat ini dibuktikan dengan kutipan berikut. Perdebatan terjadi antara LSB dan OT.2. batuk-batuk. Contoh: OT : ”Kalau begitu saya benar. Penokohan Contoh: Laki-laki separuh baya (LSB) LSB bersifat pemarah. Latar Contoh: Latar tempat drama tersebut di sebuah taman. temukan unsur-unsur drama berikut ini. Langit mendung. Dan ini semua hanya oleh karena kita telah mencoba mengambil sikap yang agak keras terhadap sesama kita (tiba-tiba marah).” 5. ”. tokoh. OT masuk. Mengubah percakapan dalam cerpen menjadi dialog dalam drama.” LSB : ”Bulan apa kini rupanya?” OT : ”Entah. 4. Tokoh Contoh: Laki-laki separuh baya (LSB) ”Hari mau hujan. Konflik Salah satu konflik yang terdapat dalam drama berupa perdebatan mengenai musim. Di sebuah taman dengan beberapa buah bangku.” 3. masa bodoh dengan musim! Dengan segala musim. Buktikan analisis Anda dengan kutipan teks 1. LSB : ”Mau hujan.” OT : ”Tidak. tokoh LSB memiliki ciri fisik agak tua. Bah. 3. Bacalah dan teliti kembali kutipan teks drama ”Petang di Tanam” Kemudian. Tema Drama tersebut bertema realitas sosial yang terjadi di masyarakat. 6. 4. dan watak tokoh.” OT : ”Apa?” LSB : ”Hari mau hujan. duduk di bangku.” LSB : ”Kalau begitu saya benar. Menuliskan naskah drama.” Berdasarkan kutipan tersebut. Latar tempat dibuktikan dengan kutipan berikut. Anda akan mengidentifikasi komponen kesastraan dalam teks drama.” OT : ”Bukan. Mencatat dialog atau percakapan yang terdapat dalam cerpen. Ini musim hujan. Ini musim kemarau. . Plot Drama tersebut beralur maju karena menceritakan dari awal drama hingga dialog terakhir. Langit mendung. 5. . Dialog Contoh: Dialog tokoh terjadi bergantian dan tidak bersahutan. 2. . . Musim kemarau. Menemukan latar. tidak!” 7.

Pelayan datang dari pintu kamar tamu. yaitu mendengarkan informasi dan Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung • Guru memotivasi siswa dengan bertanyajawab Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Siswa bersama-sama menuju perpustakaan sekolah • Masing-masing kelompok mencari dan mempersiapkan teks drama yang berbentuk puisi dan prosa yang dipilihnya • Siswa menyimak penjelasan guru tentang kesastraan teks drama • Masing-masing kelompok melaporkan unsurunsur kesastraan teks drama yang dipilihnya • Mencatat hubungan antar komponen drama • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS.” Tuan X : ”Oo ya. Tuan X : ”Mana nyonya?” Pelayan : ”Keluar kursus. Naik skuler apa sedan biru?” .8. Dari pintu kamar tidur Tuan X keluar sambil melepas dasinya. serta sebuah telepon di atas meja kerja sebelah sudut. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan kbm yang akan dipelajari. aku lupa-lupa saja kalau dia lagi asyik dengan kursus kecantikannya. Alat Penilaian Kerjakan soal-soal berikut ini! Pahami penggalan drama berjudul ”Abu” berikut! Dalam sebuah ruang kamar kerja. lengkap dengan perabotannya yang mewah. Amanat Kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak terpancing emosi sehingga kerukunan tetap terjaga. Alokasi Waktu 10 menit Metode 2 3 F. Pada tangan kanannya tergenggam sebuah bungkusan kecil. E. Tuan.

Tuan X membuka bungkusan itu. . B. S.Pelayan : ”Sedan biru. Soelarto. Nyonya bilang. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. bungkusan ini diterima dari seseorang yang belum dikenalnya untuk disampaikan kepada Tuan. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. 2006. Sebuah kotak kecil. Tuan.. 1 Januari 2009 Mengetahui. terus dibukanya.” Tuan X : ”Apa yang kau pegang?” Pelayan : ”Ini tadi dari Nyonya. Tuan X tampak keheranan mengamati isinya. Berikan bukti-bukti yang mendukung jawaban Anda! Pasuruan. terus pergi ke arah kamar tamu. Dikutip dari: Domba-Domba Revolusi.. bila Tuan pulang lebih dulu. Pesan Nyonya supaya disampaikan kepada Tuan.” Pelayan menyerahkan bungkus.” Tuan X : ”Ada suratnya?” Pelayan : ”Cuma bungkusan ini saja.Pd . Yogyakarta a.. Temukan komponen kesastraan dalam penggalan drama tersebut! b.

B. Cermatilah satu demi satu kata! 2. Anda bisa memahami melalui teks kalimatnya! E. Carilah arti kata itu dalam kamus! 4. bukalah kamus. yaitu Menceritakan Alokasi Waktu 10 menit Metode D. Cara memahami hikayat seperti berikut. bermain peran dan diskusi Kompetensi Dasar 12. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. Membaca hikayat dengan saksama.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 12. Bacalah perlahan-lahan. teknik bercerita 2. intonasi Anda dapat menceritakan kembali hikayat tersebut dengan mengikuti langkah-langkah berikut. Mencatat setiap peristiwa dalam hikayat sesuai urutan waktu terjadinya peristiwa. 1. menceritakan kembali sastra lama (hikayat) sesuai dengan kronologis tampa mengubah isi cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat 3. Jika ada kata yang tidak Anda ketahui artinya.1Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini Indikator menulis sinopsis (isi) cerita secara kronologis 2. Jika kata itu tidak ada dalam kamus. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. penceritaan dengan memperhatikan a. 2. Menceritakan kembali hikayat yang telah dibaca berdasarkan peristiwaperistiwa yang telah dicatat. gerak-gerik b. Pahamilah kalimat demi kalimat! 3. 3. C. ekspresi c. . mengungkapkan nilai-nilai dalam hikayat yang dapat diteladani Materi Pokok 1. 1. 1.

Alat Penilaian A. Tuliskan ringkasan ”Hikayat Si Miskin” dengan menggunakan bahasa Anda sendiri! 3. Bacalah kembali ”Hikayat Si Miskin”. Ekspresi d. Gerak-gerik c.kembali sastra lama bahasa masa kini jawab (hikayat) denga • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Siswa menyimak penjelasan guru cara menulis sinopsis dan cara menceritakan kembali hikayat • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat yang dipilih • Masing-masing kelompok menulis sinopsis secara kornologis dari hikayat yang dipilih • Masing-masing kelompok melalui perwakilannya menceritakan kembali hikayat yang dipilih sesuai dengan kronologis tampa mengubah isi cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat • Kelompok lain menyimak • Masing-masing kelompok mempresentasikan nilai-nilai dalam hikayat yang dapat diteladani • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Kesesuaian isi hikayat dengan ekspresi 5. a. Intonasi b. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Hal-hal yang akan diidentifikasi sebagai berikut. Lakukan kegiatan berikut! 1. Ceritakan kembali secara lisan ”Hikayat Si Miskin” berdasarkan ringkasan yang telah Anda buat! 4. lalu pahami cerita hikayat tersebut! 2. Berikan alasan Anda meneladaninya! Pasuruan. Ungkapkan secara lisan nilai-nilai dalam hikayat yang dapat Anda teladani. Teman Anda akan mengindentifikasi teknik bercerita yang Anda gunakan. Tanggapilah teknik bercerita yang digunakan teman Anda! B. 3 F. 1 Januari 2009 .

Mengetahui.Pd . TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. S.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. rumah Pak Cokro kini bak istana yang berdiri di antara rumah-rumah sederhana dan sangat sederhana para tetangganya. tema d. kalimatkalimat yang digunakan dalam cerpen adalah kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. terkadang pengarang menggunakan ungkapan-ungkapan dalam kalimat-kalimatnya. teks cerpen 3. sehingga mereka sudah seperti . Isi cerpen erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. perilaku keluarga Pak Cokro berubah total! Berada persis di depan sebuah gang yang tidak terlalu lebar. alur c. Maling Karya Lidya Kartika Dewi Sejak merenovasi rumahnya yang sederhana menjadi rumah megah. sebelum rumahnya direnovasi. terlebih dengan keluarga Bu Marni yang rumahnya persis di depan rumah Pak Cokro. latar e. penokohan b. Oleh sebab itu. Kompetensi Dasar 13.1Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial cerpen berdasarkan C. isi cerpen b. Pak Cokro dan istrinya sangat ramah dan menjaga hubungan baik dengan para tetangganya. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 13. Dulu. pendeskripsian watak tokoh Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu bentuk karya sastra modern yang berbentuk prosa. Indikator • Mengekspresikan gagasan dalam bentuk realitas sosial dengan mengembangkan a. informasi dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra B. Begitu dekatnya hubungan bertetangga itu. Materi Pokok 1. sudut pandang D. teknik pembuatan cerpen : a. unsur intrinsik dalan cerpen 2. Cerpen adalah karangan fiktif yang berisi kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. Bahkan. bahasa dalam cerpen c.

Maka semakin jauhlah jarak hubungan antara keluarga Pak Cokro dengan para tetangganya. untuk mengurusi rumahnya yang besar itu Pak Cokro kini sudah mempekerjakan dua orang pembantu yang diambil dari desa. Pak. itu perasaan Bu Marni saja. sehingga hubungan bertetangga mereka sangat mesra dan harmonis. Rumah Pak Cokro yang sekarang bertingkat dua dan megah bak istana itu berpagar tinggi. kamu itu jangan sembrono! Nyimpan motor di luar pintu pagar rumah. "Ah. "Banyak orang iri pada kita. Tapi. Secara tidak langsung Pak Cokro telah menuduhnya sebagai maling. yang kala itu sedang menyapu teras depan rumahnya. dengan membuka pintu pagar depan rumahnya lebar-lebar. dengan tergesa dan menghentak Pak Cokro menutup pintu pagar depan rumahnya. Pak Cokro yang baru pulang kerja langsung berteriak-teriak. "Assalamualaikum!" Terpakasa Pak Cokro membuka kembali pintu pagar rumahnya dan menghampiri Bu Marni. bisa jadi maling!" Bu Marni." tukas Pak Cokro pula. Mengetahui hal itu. Sedang Bu Marni yang sudah terlanjur dibakar api kemarahan. untuk melihat teras depannya saja sekarang Bu Marni tidak bisa. "Makanya kamu harus hati-hati! Kamu harus tahu. "Saya dengar waktu Pak Cokro berteriakteriak memarahi Hendi. "Kasihan." suara Pak Cokro berubah santai. menyeterika. Hendi. sapu. juga para tetangga yang lain. tak ambil peduli. "Kamu juga harus tahu. ketika ia bergegas melangkah menghampiri rumah Pak Cokro. Sering Bu Marni membantu pekerjaan rumah Bu Cokro. Sandal. "Ah. tanpa pernah minta imbalan. Jangan lagi untuk menjenguk ke dalam rumah yang megah itu. berlagak bego." kata Bu Marni. juga dengan Bu Marni. ya pasti dicolong maling! Sekarang memang banyak maling di sekitar rumah kita ini. Segera Bu Marni meletakkan sapunya. biasanya memang sombong! Para tetangga. anak Pak Cokro yang kedua. "Pak Cokro menuduh saya mencuri motor bebek Hendi?" suara Bu Marni memburu. bisa memahami perubahan sikap keluarga Pak Cokro. orang kaya baru." jawab Hendi lirih. apa pekerjaan orang depan rumah kita itu?" Hendi membisu. dengan sedikit kasar mengetuk-ketuk pagar yang ditutupi fiberglas itu sambil berseru. payung. sedang empat anaknya masih kecil-kecil. Tapi kini. "Makanya. Apalagi. "Ada apa. juga Bu Marni. merasa tersinggung oleh katakata Pak Cokro yang seperti sengaja dibidikkan padanya. pasti hilang! Ngerti kamu?" "Ngerti. ramah. Sehingga. sore itu kuping Bu Marni memanas. Mereka memaklumi. Bila punya kelebihan makanan. Bu?" tanya Pak Cokro. Motor bebek yang biasa dipakai Hendi. saya nggak nuduh siapa-siapa. Pak Cokro selalu menyuruh istrinya membaginya pada Bu Marni." katanya. orang yang tadinya baik. Sejak mencuci baju. Saya hanya memarahi . bahkan pot bunga aja kalau disimpan di luar pintu pagar. Bu Marni sudah janda. Jangan lagi motor. Tapi. Bu Marni. hilang. Bu Cokro pun selalu memberi imbalan uang yang sangat pantas. siapa yang bilang?" Pak Cokro pasang mimik serius. "Percaya. sampai mengepel lantai. Tapi Bu Cokro sangat tahu kalau membantu bersih-bersih di rumah tetangga merupakan sumber nafkah Bu Marni. Karena pagar depan rumah yang tinggi itu ditutup pula dengan fiberglas warna biru tua. kemesraan dan keharmonisan itu sudah tiada.saudara. OKB. Bu Marni membalas kebaikan Pak Cokro dan istrinya dengan sikap kekeluargaan yang tak kalah intimnya. sepatu. Bu.

Dan. ramah. kamu nggak jadi maling!" Seakan tahu kepada siapa ucapan ibunya ditujukan. "Maaf. Dan. Bu Marni tengah sibuk menyapu halaman depan rumahnya yang dikotori daun-daun jambu air yang gugur." Senyum Bu Cokro. Pohon jambu air yang daunnya rimbun dan buahnya lebat yang tumbuh di halaman depan rumah Bu Marni masih tampak segar. "Ah. saat terdengar sebuah suara memberi salam." Bu Marni meletakkan sapu lidi sembarangan dan bergegas ke pintu pagar dan membukanya. Pak Cokro tak tahan. Agar kalau besok-besok kamu jadi pejabat. nggak. kalau pejabat bukan maling. Maka ketika sore itu pintu pagar depan rumah Pak Cokro terbuka lebar dan tampak Pak Cokro tengah duduk melamun. tak mampu untuk membela diri lebih jauh. sering kali pintu pagar depan rumah Pak Cokro dibuka lebar-lebar. beberapa kali secara tidak serngaja Bu Marni melihat Pak Cokro tengah duduk melamun. Bu?" kening Bu Marni berkerut. bahwa ia akan melampiaskan dendamnya pada Pak Cokro. Biar moralmu baik. Bu Marni langsung berkata dengan suara keras. Bu. Bu Cokro membuntuti. Banyak orang lalu-lalang. Bu. "Mari masuk. menyambut Sekar. Jadi mana bisa saya menuduh orang sembarangan?" Bu Marni terdiam. sedikit rikuh." ucapnya. Beberapa hari yang lalu sang ibu memang telah mengatakan pada sang anak. Pak Cokro menutup pintu pagar rumahnya sambil bergumam. Sakit hatinya karena dicurigai sebagai maling oleh Pak Cokro kini mendapatkan momen untuk dilampiaskan. "Makanya. Dan. Tapi." Bu Marni melangkah ke teras. Bu Marni menghela napas puas. ketika mulai ramai disiarkan di beberapa stasiun TV. dugaan itu menjadi kenyataan. Di kursi teras keduanya duduk berdampingan. mengganggu. teriakan itu ditujukan kepadanya. Sepeninggal Bu Marni. Kini sakit hati itu telah terbayar! Hari masih pagi. belakangan Bu Marni mulai curiga. "Tapi hakekatnya sama saja. Masih sangat pagi. Melihat ucapannya mengenai sasaran." Bu Marni menghentikan aktifitasnya menyapu dan menatap ke arah pintu pagar.Hendi agar tidak teledor. Tapi korupsi!" "Ah. "Ada perlu apa. tapi para tetangga juga mulai ramai berbisik-bisik tentang dugaan keterlibatan Pak Cokro. nggak. Sekar. . Bu Marni dan Sekar berpelukan sambil tersenyum penuh kemenangan. Gang depan rumah kita ini kan jalan yang hidup. kamu belajar ngaji yang baik. "Huh. "Assalamualaikum. "Oh. ketika siaran berita di TV mulai menyebut-nyebut nama Pak Cokro terlibat dalam mega korupsi itu. maling! Banyak duit dari hasil maling aja sombong!" Mendengar teriakan Bu Marni. bahwa di departemen tempat Pak Cokro bekerja telah terbongkar sebuah mega korupsi. Ada orang ngomong sedikit keras aja tersinggung!" Akhir-akhir ini. "Kalau bersedia. sore hari. penuh tanya. Eh. itu kan hanya istilah!" teriak Bu Marni. karena masih digayuti embun. anaknya yang pertama yang baru pulang dari mengaji di rumah Ustadzah Yoyoh." kata Bu Cokro.bantu lagi di rumah saya. "Waalaikumsalam. saya minta Bu Marni membantu. cepat Sekar menukas. walau di dalam hatinya masih tersimpan rasa kesal. Ia tahu. Bu Cokro. Buru-buru Pak Cokro bangkit dari duduk dan segera menutup pintu pagar depan rumahnya rapat-rapat. Lalu tanpa permisi ia pergi meninggalkan halaman rumah Pak Cokro. Awalnya Bu Marni menduga Pak Cokro kelelahan setelah seharian bekerja. dasar miskin. Apakah Pak Cokro terlibat di dalamnya? Bukan hanya Bu Marni. Matahari masih malu-malu bersinar dari ufuk timur.

Teringat ia pada sikap kasar dan sombong keluarga Pak Cokro setelah jadi orang kaya." katanya. nggak apa-apalah dipenjara. Demi urusan perut dan biaya pendidikan keempat anaknya. cerita dikatakan memiliki alur nonkonvensional jika periode-periode dalam cerita tidak berurutan. Ada AC. Cerpen berjudul "Maling" yang telah Anda baca menggunakan alur nonkonvensional. Benar-benar heran. Tapi segera pula Bu Marni menyadari posisinya sebagai janda miskin dengan empat anak. Itu karena kesalahan Pak Cokro tidak terlalu besar. alur bergerak secara konvensional karena tidak ada lompatan waktu ke masa lalu lagi . Suatu cerpen dikatakan memiliki alur konvensional jika waktu dalam cerita berurutan dari periode pertama sampai periode akhir.hati-hati. hotel prodeo itu apa?" Sesaat Bu Cokro tampak ragu untuk bicara." ucap Bu Marni sumringah. Dalam cerpen tersebut. "Sebelum digelandang ke hotel prodeo. penuh harap. Itung-itung istirahat dari rutinitas kerja." "Ooo. "Tapi suami saya nggak bakal lama mendekam di sana. Bu. "Kasihan. Pak Cokro meminta dua pembantu rumah kami supaya dipulangkan ke desa. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut. "Karena walau dipenjara. sebelum rumahnya direnovasi. 1. "Bu Marni mau. "Lho. Pak Cokro selalu menyuruh istrinya membaginya pada Bu Marni. saya sudah lihat. Paling lama satu tahun. rasa sakit hati itu harus Bu Marni buang jauh-jauh. kulkas. Pak Cokro dan istrinya sangat ramah dan menjaga hubungan baik dengan para tetangganya. sedang empat anaknya masih kecil-kecil. Alur Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapantahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita." "Ooo. Sebagai gantinya memohon Bu Marni untuk kembali membantu-bantu di rumah kami. Ia memang tak tahu persis apa yang telah terjadi di dalam rumah besar bak istana itu. memang pembatu rumahnya ke mana. Bu Marni tidak segera menjawab. bungah. "Penjara. terjadi kilas balik yang menampilkan gambaran masa lalu kehidupan keluarga Pak Cokro." sambung Bu Cokro. Bu. Kalau boleh saya tahu. alur dapat dibedakan menjadi alur konvensional dan alur nonkonvensional. Begitu dekatnya hubungan bertetangga itu sehingga mereka sudah seperti saudara. terlebih dengan keluarga Bu Marni yang rumahnya persis di depan rumah Pak Cokro." Lagi-lagi Bu Marni hanya bisa manggutmanggut ***** Setelah selesai mendengarkan pembacaan cerpen tersebut." "Ooo. Sementara itu. Dulu. Berdasarkan susunan periode waktu. Bila punya kelebihan makanan. seperti di hotel. Setelah bagian yang menunjukkan kehidupan masa lalu keluarga Pak Cokro tersebut. Bu?" tanya Bu Marni heran. "Ya ya saya mau." katanya kemudian. Bu Marni sudah janda." Bu Marni manggut-manggut. juga TV. "Tapi maaf. kan?" sela Bu Cokro. "Yah. Anda dapat melanjutkan kegiatan menganalisis unsur-unsur intrinsik yang telah dikemukakan sebelumnya. tempatnya enak." Kembali Bu Marni manggut-manggut.

.Tapi. Dalam cerpen "Maling". Tokoh utama adalah peran inti yang paling penting dalam sebuah cerita. Tapi. tokoh utamanya adalah Pak Cokro dan Bu Marni. 2. Latar Latar merupakan salah satu unsur pelengkap isi cerita yang tidak bisa dipisahkan dari analisis aspek tekstual karya sastra. dapat ditentukan dengan mengamati hal-hal berikut. Meskipun tokoh pendukung sering dikatakan sebagai tokoh yang tidak penting. Latar dapat dibagi menjadi dua jenis. ketika ramai disiarkan di beberapa stasiun TV. Untuk menentukan mana yang merupakan tokoh utama dan tokoh pendukung. bahwa di departemen tempat Pak Cokro bekerja telah terbongkar sebuah mega korupsi. namun kesal juga melihat tingkah Pak Cokro. Pak Cokro yang baru pulang teriak. Maka ketika sore itu pintu pagar depan rumah Pak Cokro terbuka lebar dan tampak Pak Cokro tengah duduk melamun. sebetulnya tokoh pendukunglah yang menyokong keberadaan tokoh utama. Latar merupakan salah satu unsur pelengkap isi cerita. sedangkan latar waktu merupakan bentukan waktunya. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan berikut. anak Pak Cokro yang kedua. Memerhatikan petunjuk yang diberikan oleh pengarang melalui komentar pengarang. dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. sering kali pintu pagar depan rumah Pak Cokro dibuka lebar-lebar. Latar tempat merupakan bentukan lokasi tiap-tiap peristiwa terjadi.. latar memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun cerita secara utuh. Melihat kuantitas kemunculan tokoh tersebut dalam cerpen. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. sore hari. Dalam cerpen "Maling". Hal ini penting untuk memberikan kesan nyata pada pembaca. dengan membuka pintu pagar depan rumahnya lebar-lebar. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut. Kedua tokoh ini memegang peranan sentral. tetangganya. yaitu latar tempat dan latar waktu. hubungan waktu. belakangan Bu Marni mulai curiga. a. Sementara Bu Marni digambarkan sebagai orang miskin yang berbesar hati. Kemunculan kedua tokoh tersebut memunculkan berbagai nilai kemanusiaan Sekarang. Mengetahui hal itu. Pak Cokro digambarkan sebagai seorang OKB (orang kaya baru) yang angkuh dan sombong sejak menjadi kaya. Akhir-akhir ini. Penokohan Dalam sebuah cerpen. sore itu kuping Bu Marni memanas. 2. Adapun tokoh pendukung adalah tokoh yang melengkapi keberadaan tokoh utama. latar tempat yang digunakan adalah di sekitar tempat tinggal Pak Cokro dan Bu Marni. beberapa kali secara tidak sengaja Bu Marni melihat Pak Cokro tengah duduk melamun. kerja langsung berteriak. Awalnya Bu Marni menduga Pak Cokro kelelahan setelah seharian bekerja. tokoh dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pendukung. latar waktu yang digunakan adalah sore dan pagi hari. Latar atau setting mengacu pada pengertian tempat. b. Dan. yakni menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. hilang. Bu Marni langsung berkata dengan suara keras. Sementara itu. Motor bebek yang biasa dipakai Hendi. Begitu juga dalam cerpen. dapatkah Anda menyebutkan tokoh pendukung dalam cerpen tersebut? Jangan lupa kemukakan juga fungsi keberadaan tokoh tersebut di dalam cerita.

Kulitnya yang putih dan halus menambah kecantikannya. Latar yang Anda buat harus sesuai dengan tema yang Anda tentukan. 5. observasi dapat dilakukan dengan mengingat atau mendengarkan kejadian yang dilakukan orang lain Contoh: Teman Anda menceritakan peristiwa yang terjadi di pegunungan saat ia berlibur. Masih sangat pagi. Pohon jambu air yang daunnya rimbun dan buahnya lebat yang tumbuh di halaman depan rumah Bu Marni masih tampak segar. Mengadakan observasi atau pengamatan Observasi dapat dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung. 6. Selain itu. Menciptakan tokoh Anda dapat menciptakan tokoh dari orang-orang yang diceritakan oleh teman Anda atau orang-orang yang mengalami peristiwa yang Anda lihat. Jangan lupa. atau nama orang. ”dia”. Menentukan tema Tema cerpen sering disebut ide cerpen. Menciptakan konflik Konflik adalah pertentangan atau ketegangan dalam sebuah cerpen. Contoh: Tokoh utama: Ida Ida seorang siswa SMA yang peduli dengan lingkungan. Sebutlah nama tokoh cerpen yang Anda tulis dengan kata ganti ”ia”. Tema dapat Anda tentukan dari hasil observasi yang telah dilakukan. Menentukan latar Seluruh hasil observasi yang telah dilakukan dapat Anda gunakan untuk menciptakan latar. Anda juga harus menentukan watak dan bentuk fisik tokoh-tokoh yang Anda ciptakan.menyambut Sekar. Anda dapat mengganti nama tokohnya. Contoh: latar tempat : di pegunungan latar waktu : senja hari latar suasana: menyenangkan 4. Misalnya. Konflik dapat mengangkat masalah yang terjadi dalam peristiwa yang diceritakan teman Anda atau masalah yang terjadi dalam peristiwa yang Anda lihat. karena masih digayuti embun. 3. Pegunungan itu dapat dijadikan latar tempat dalam cerpen Anda. Bu Marni tengah sibuk menyapu halaman depan rumahnya yang dikotori daun-dauan jambu air yang gugur. Pada pelajaran kali ini Anda akan menggunakan sudut pandang orang ketiga. 1. Anda juga harus ingat bahwa latar terdiri atas latar tempat. Ia seorang wanita yang berumur tujuh belas tahun yang berambut panjang dan lurus. dan latar suasana. saat terdengar suara memberi salam. anaknya yang pertama yang baru pulang dari mengaji di rumah Ustadzah Yoyoh. Langkah-Langkah Menulis Cerpen Sebuah cerpen ditulis dengan langkah-langkah seperti berikut. . Menentukan sudut pandang Sudut pandang yang akan Anda gunakan harus sesuai dengan cara Anda menceritakan tokoh utama. Anda harus menentukan tokoh utama dalam cerpen yang akan Anda buat. Hari masih pagi. Anda dapat mengangkat penyebab pertengkaran itu menjadi sebuah konflik dalam cerpen. Anda melihat pertengkaran antaranak. Juga dalam kutipan berikut. Dan. latar waktu. 2. Matahari masih malumalu bersinar dari ufuk timur. misalnya kehidupan di pegunungan.

alur mundur ataukah alur campuran. yaitu Mengarang Alokasi Waktu 10 menit Metode cerpen berdasarkan realitas sosial • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa menyimak penjelasan guru cara mengembangkan penokohan. latar. Menulis cerpen Kembangkanlah tema yang telah Anda tentukan menjadi sebuah cerpen. dan alur yang telah Anda tentukan.7. Anda akan menggunakan alur maju. 8. tema. Contoh: Tema cerpen: Kehidupan di pegunungan Judul cerpen : Senja di Pegunungan E. tokoh. Menentukan judul Judul dapat Anda tentukan saat akan menulis atau sesudah menulis. Judul cerpen harus sesuai dengan tema dan cerita cerpen. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. konflik. dan sudut pandang menulis cerpen • Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan berdiskusi • Masing-masing siswa menentukan tema cerpen yang akan ditulis dan mendiskusikannya dengan guru • Masing-masing siswa menulis cerpen berdasarkan tema yang dipilih • Melalui perwakilan beberapa siswa menceritakan/mempresentasikan cerpen yang ditulis di depan kelas • Siswa lain menyimak lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. 3 . Gunakanlah katakata sederhana dan komunikatif. Cerpen yang Anda tulis harus memuat latar. alur. Perhatikan pula ejaan dan pilihan kata yang Anda gunakan 9. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Menentukan alur Anda harus menentukan alur untuk mempermudah menuliskan cerita ke dalam cerpen. sudut pandang.

Pilihlah salah satu peristiwa yang menarik bagi Anda! 4. Catatlah peristiwa-peristiwa tersebut! 3. Gantilah nama teman Anda dengan nama lain! Kegiatan 2 1.Pd . Tukarkan cerpen karangan Anda dengan cerpen teman Anda! 2. Mintalah izin kepada teman Anda untuk menuliskan peristiwa tersebut menjadi sebuah cerpen! 5. Tulislah cerpen tersebut dalam kertas! 4. Tulislah sebuah cerpen tentang peristiwa yang telah Anda pilih! Anda dapat mengganti nama tokoh dan latar dari peristiwa tersebut. 3. Kegiatan 4 1. Bacalah cerpen yang ditulis oleh teman Anda! 3. Jadikan peristiwa yang telah Anda pilih dari kegiatan 1 dan kegiatan 2 menjadi tema cerpen. 2. Andaikan diri Anda yang mengalami peristiwa tersebut Kegiatan 3 1. Ingat-ingatlah peristiwa yang pernah diceritakan oleh teman Anda! 2.F. Anda dapat menulis cerpen di rumah. isi cerpen. Kembalikan cerpen teman Anda! 6. S. Tuliskan tanggapan Anda di bawah cerpen teman Anda! 5. 4. Pilihlah salah satu peristiwa yang menarik bagi Anda! 4. b. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Kumpulkan cerpen Anda kepada guru! Pasuruan. jika Anda belum selesai menulis cerpen di sekolah. kalimat yang digunakan teman Anda. Bacalah tanggapan dari teman Anda! 7. 1 Januari 2009 Mengetahui. Catatlah peristiwa-peristiwa tersebut! 3. Alat Penilaian Kerjakan kegiatan berikut! Kegiatan 1 1. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Tanggapilah cerpen teman Anda! Anda akan menanggapi: a. Ingat-ingat sebuah peristiwa yang pernah Anda lihat! 2.

.

: SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi Memahami hikayat. novel dan cerpen Kompetensi Dasar 14. Hubungkan nilai budaya yang terdapat dalam hikayat dengan nilai budaya saat ini! 7. nilai-nilai dalam hikayat kehidupan (budaya. Indikator 1. membandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat dengan cerpen D. Identifikasilah nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen! 4. . Selain itu. Hubungkan nilai budaya yang terdapat dalam cerpen dengan nilai budaya saat ini! 6. Bandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen dengan nilai yang terdapat dalam hikayat! 8. Bacalah kembali penggalan ”Hikayat Indra Dewa” pada Pelajaran VI! 2. menghubungkan nilai budaya dalam hikayat dengan nilai budaya sekarang 5. agama dan sosial) b. Anda juga akan membandingkan hikayat dengan cerpen. mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam cerpan 2. Lakukan kegiatan berikut! 1. menghubungkan nilai budaya dalam cerpen dengan nilai budaya sekarang 4.1Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen C. Identifikasilah nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat! 5. 14. Materi Pokok Nilai-nilai dalam hikayat dan cerpan : a. Bagaimana hasil perbandingan tersebut? Coba kemukakan! Selain perbandingan antara hikayat dengan novel. moral.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. pengaitan nilai-nilai dengan kehidupan Pada Pelajaran X Anda telah belajar membandingkan hikayat dengan novel. Rangkumlah hasil perbandingan Anda! Catatan: Perbandingan hikayat dengan cerpen dapat berupa perbandingan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. B. perbandingan juga mengarah pada kesesuaian dengan masa kini. Baca pula penggalan cerpen ”Kereta Bertudung Pelangi Senja” pada Pelajaran X! 3. mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam hikayat 3.

menghubungkan nilai budaya dalam hikayat dengan nilai budaya sekarang • Masing-masing kelompok yang berpasangan saling bertukar salinan hasil kerja kemudian membandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat dengan cerpen • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. terkadang pengarang menggunakan ungkapan-ungkapan dalam kalimat-kalimatnya. Cerpen adalah karangan fiktif yang berisi kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Oleh sebab itu. yaitu Membandingkan Alokasi Waktu 10 menit Metode naskah hikayat dengan cerpen • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok dan dipilah masing-masing dua kelompok berpasangan sehingga menjadi 4 kelompk berpasangan • Kelompok yang satu mempersiapkan cerpen dan kelompok lain mempersiapkan hikayat • Kelompok yang mempersiapkan cerpen mengidentifikasi nilai. Isi cerpen erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. E. 3 .Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu bentuk karya sastra modern yang berbentuk prosa. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. menghubungkan nilai budaya dalam cerpen dengan nilai budaya sekarang • Kelompok yang mempersiapkan hikayat mengidentifikasi nilai. Bahkan. kalimatkalimat yang digunakan dalam cerpen adalah kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari.

majalah 7.Pd . Alat Penilaian 1. buku pelengkap Pasuruan. internet 5. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. S. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. hikayat 2. buku teks yang terkait 4. cerpen 3. surat kabar 6.F. 1 Januari 2009 Mengetahui.

dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra Kompetensi Dasar 15. Daftarlah konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut! 3. alur.Mengungkapkan pikiran. Khayalan tersebut dihidupkan dalam alam fantasi yang sama sekali jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. 3. teknik mengarang 4. D. seperti tema. Pilihlah konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah Anda rumuskan! 4. teknik mengubah hikayat menjadi cerpen 3. dan konflik antartokoh yang menarik. 1. Jadi. Anda harus dapat mengembangkan tema. cerpen bisa ditulis berdasarkan fakta. menyajikan rangkaian peristiwa. isi hikayat dengan memperhatikan unsure-unsur intrinsic yang membangun 2. cerpen (hasil pengubahan hikayat) 5. cerpen boleh ditulis dari sesuatu yang dikhayalkan penulis. Ringkaslah atau buatlah sinopsis penggalan hikayat tersebut! 2. tokoh. Bagaimana caranya? 1. terutama menulis cerpen? Di satu sisi. 5. Kembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek! E. Langkah-langkah Pembelajaran . Cerpen juga dapat ditulis dengan mengubah hikayat. teknik penulisan cerpen (pemaparan dialog berdasarkan hikayat) Mengubah Hikayat Menjadi Cerpen Apakah Anda pernah mengarang kreatif. dan sudut pandang. 2. latar. Materi Pokok Teks hikayat/ cerpen 1. Di sisi lain. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 15. perasaan. Indikator menentukan tema hikayat yang dibaca menentukan amanat menentukan latar cerpen menentukan isi hikayat mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memunculkan konflik tertentu dan penyelesaiannya B. Pada saat menulis cerpen Anda harus menyajikan beberapa unsur penting.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A.1Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen C. 4. konflik. informasi.

isi hikayat • Masing-masing kelompok mengkonsultasikannya dengan guru • Masing-masing kelompok mengubah hikayat yang dipilih ke dalam bentuk cerpen dengan memunculkan konflik tertentu dan penyelesainnya • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Tentukan tema. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah. Bacalah ”Hikayat Patani” berikut ini! 2. maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. 3 F. latar. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu sentiasa ia pergi berburu. dan isi hikayat tersebut Daftarlah konflik-konflik yang terdapat dalam penggalan hikayat ”Patani”! Hikayat Petani Bismi-iLâhi-rrahmân-irrahîm. amanat. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana.N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. A. latar. bi-ILâhi al-a’lâ. Pada suatu hari Paya Tu Naqpa . Wabihî nasta’înu. Inilah suatu kisah yang diceterakan oleh orang tua-tua. Alat Penilaian kegiatan berikut! 1. Lakukan amanat. Maka Paya Tu Kerub Mahajana pun beranak seorang lakilaki. asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalam itu. yaitu Mengubah Alokasi Waktu 10 menit Metode penggalan hikayat kedalam cerpen • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat yang dipilih • Masing-masing kelompok menentukan tema.

warna tubuhnya gilang gemilang. Arkian maka titah baginda: ”Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon. dari mana datangnya maka ia duduk kemari ini dan orang mana asalnya. Maka titah baginda suruh bertanya kepada orang tua itu. patik dengar pun demikian juga.” Maka titah baginda: ”Apa nama engkau?” Maka sembah orang tua itu: ”Nama patik Encik Tani. Maka baginda pun amat hairanlah serta menitahkan menyuruh melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. karena asal patik ini duduk di Kota Maligai. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengalan-alan segala perburuan itu dari pagi-pagi hingga datang mengelincir matahari. Maka hamba raja itu pun menjunjungkan titah baginda kepada orang tua itu. Maka titah baginda: ”Apa yang disalak oleh anjing itu?” Maka sembah mereka sekalian itu: ”Daulat Tuanku. maka patik pun ditinggalkan oranglah pada tempat ini.” Maka titah Paya Tu Naqpa: ”Jikalau demikian kerahkanlah segala rakyat kita. Setelah Paduka Nenda sampai kepada tempat ini.” Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya. maka patik pun kedatangan penyakit. maka baginda pun berangkat berjalan kepada tempat itu. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. maka baginda pun kembalilah pada kemahnya. sungguhlah seperti titah Duli Yang Mahamulia itu. maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Maka baginda pun segera mendapatkan suara anjing itu.” Maka sembah segala menteri: ”Daulat Tuanku. Maka anjing itu pun dilepaskan oranglah.” Maka titah baginda: ”Baiklah esok pagi-pagi kita berburu” Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. seekor perburuan tiada diperoleh. Setelah sudah segala menteri hulubalang dititahkah oleh baginda masingmasing dengan ketumbukannya. Dan pada malam itu baginda pun berbicara dengan segala menteri hulubalangnya hendak berbuat negeri pada tempat pelanduk putih itu. maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. besarnya seperti kambing. Maka pada masa Paduka Nenda berangkat pergi berbuat negeri ke Ayutia. Esok hari kita hendak pergi berburu ke tepi laut itu. adapun patik ini hamba juga pada ke bawah Duli Yang Mahamulia. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik itu. Setelah keesokan harinya maka segala menteri hulubalang pun menyuruh orang mudik ke Kota Maligai dan ke Lancang mengerahkan segala rakyat hilir berbuat negeri itu. Hatta ada sekira-kira dua jam lamanya maka berbunyilah suara anjing itu menyalak. maka baginda pun berangkat kembali ke Kota Maligai.pun duduk di atas takhta kerajaannya dihadap oleh segala menteri pegawai hulubalang dan rakyat sekalian. maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oleh rakyat sekalian. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. patik mohonkan ampun dan karunia. Ada seekor pelanduk putih. Setelah sampai pada tempat berburu itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: ”Daulat Tuanku. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini. .” Maka sembah segala menteri hulubalangnya: ”Daulat Tuanku. pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Maka baginda pun bertemu dengan sebuah rumah orang tua laki-bini duduk merawa dan menjerat.” Setelah baginda mendengar sembah orang itu. Maka sembah orang tua itu: ”Daulat Tuanku. maka patik pun dikerah orang pergi mengiringkan Duli Paduka Nenda berangkat itu. mana titah Duli Yang Mahamulia patik junjung.” Setelah sudah baginda mendengar sembah orang tua itu.

Ia pun memanggil seluruh menteri.” jawab menteri. Arkian pangkalan yang di tempat pelanduk putih lenyap itu [dan pangkalannya itu] pada Pintu Gajah ke hulu Jambatan Kedi. S.” 3. Maka baginda pun memberi titah kepada bendahara suruh memalu canang pada segala daerah negeri: barang siapa bercakap mengobati baginda. Tanggapi pula cerpen yang dibuat teman Anda! Pasuruan. ”Baik. besok kita pergi berburu ke tempat itu.kg C. Apa itu benar?” Paya Tu Naqpa menanyakan kabar yang ia dengar. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Naqpa pun sakit merkah segala tubuhnya. dan beberapa segala hora dan tabib mengobati tiada juga sembuh. dan yang tua laki-laki bernama Kerub Picai Paina dan yang tengah perempuan bernama Tuanku Mahajai dan bungsu laki-laki bernama Mahacai Pailang..Pd . Ia mendengar ada hutan yang banyak binatang buruannya. Bahwa sesungguhnya nama negeri itu mengikut sembah orang mengatakan pelanduk lenyap itu. ikut seperti titah baginda itu. Arkian maka baginda pun sangat kesakitan duduk tiada ikrar. raja ambilkan menantu. Lakukan kegiatan berikut! 1.net. 1 Januari 2009 Mengetahui. Yang Mulia. dan hulubalang hadir di persidangan. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Saya juga mendengar bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan. Teman Anda akan memberikan tanggapan pada cerpen yang Anda buat. Hatta antara berapa tahun lamanya baginda di atas tahta kerajaan itu.kisah. Syahdan kebanyakan kata orang nama negeri itu mengikut nama orang yang merawa itulah. Sumber: www. Demikianlah hikayatnya. ”Jika demikian. Ia ingin mengajak seluruh pengawal pergi berburu. Bacakan cerpen hasil pengubahan yang telah Anda buat! 4. ”Benar. Dan] pangkalan itulah tempat Encik Tani naik turun merawa dan menjerat itu. Perintah Yang Mulia akan saya laksanakan. [itulah. 2. Pilihlah salah satu konflik yang paling mengesankan bagi Anda! Contoh: Konflik yang dipilih keinginan Paya Tu Naqpa untuk berburu di hutan. ”Aku mendengar berita bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan. maka seorang pun tiada bercakap. pegawai. tujuh hari lamanya. Kembangkan konflik yang Anda pilih menjadi sebuah cerpen! Contoh pengubahan hikayat menjadi cerpen: Paya Tu Naqpa gemar berburu. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.Hatta antara dua bulan lamanya. Maka baginda pun pindah hilir duduk pada negeri yang diperbuat itu.. Maka bendahara pun segera bermohon keluar duduk di balairung menyuruhkan temenggung memalu canang. Hatta maka canang itu pun dipalu oranglah pada segerap daerah negeri itu. Yang Mulia.. maka baginda pun berputra tiga orang. dan negeri itu pun dinamakannya Patani Darussalam [negeri yang sejahtera].” Paya Tu Naqpa mengeluarkan perintah. jikalau sembuh. Aku minta engkau mengerahkan seluruh pengawal. maka negeri itu pun sudahlah. .united. 5. Arkian maka temenggung pun segera bermohon keluar menyuruhkan orangnya memalu canang.

.

Aliran a. Periodisasi sastra a. prosa. drama) yang dominant dipengaruhi oleh aliran kesusastraan dalam periode tertentu 6. ciri konteks kemasyarakatan dan kebudayaan 2. Memaparkan para pengarang penting (puisi. Periodisasi sastra yang dibuatnya seperti berikut. Periode Angkatan Balai Pustaka (1920) Jenis sastra yang dihasilkan pada periode ini sebagian besar adalah roman. ada juga jenis sastra berbentuk puisi yang berupa syair dan pantun. Indikator 1. 1. prosa. kurun waktu b. drama) 3.1Menganalisis perkembangan genre sastra di Indonesia C. drama) pada setiap periode dengan alas an 5. Salah satu sastrawan yang membuat periodisasi sastra adalah Rachmat Djoko Pradopo. prosa. Menganalisis ragam karya sastra Indonesia dari setiap periode (puisi. aliran kesastraan yang dominan nampak dalam periode b. Mengelompokkan ragam karya sastra di Indonesia setiap periode (puisi. drama) 2. Menjelaskan perkembangan ragam karya sastra (puisi. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 16. Menentukan cirri-ciri setiap periode (puisi. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia B. Karya a. Menyimpulkan perkembangan sastra di Indonesia D. prosa. karya-karya pada setiap periode b. Materi Pokok 1. drama) berdasarkan periodisasi sastra 4. ciri stuktur sastra c. latar belakang kehidupan pengarang 3. prosa. Pengarang pelopor dan pengarang penting pada setiap periode a. Kompetensi Dasar 16. Puisi berupa syair dan pantun tersebut umumnya disisipkan dalam . Selain itu. karya yang mendapat penghargaan 4. ciri umum karya-karya pada setiap periode c. ciri aliran dalam karya sastra pada periode tertentu Periodisasi Sastra Indonesia Kesastraan di Indonesia dibagi dalam beberapa periode.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A.

Di bawah dahinya yang lebar dan tinggi. karena kulitnya kuning sebagai kulit langsat.. Bukankah telah kukatakan dalam pepatah: Malang tak dapat ditolak.. Namun. Teknik penokohan dan perwatakannya menggunakan analisis langsung. d. barang sesuatu maksudnya. Gaya bahasanya mempergunakan perumpamaan klise. mujur tak dapat diraih? Bukankah setahun telah engkau ketahui untungku. karena engkau telah mendapat mimpi tentang nasibku itu? . Marah Rusli. jangan Sam.. c. Menilik pakaian dan rumah sekolahnya. Balai Pustaka.. dapatlah anak kambing jantan. Pada wajah mukanya yang jernih dan tenang.roman untuk memberi nasihat kepada pembaca. rambut dan matanya hitam sebagai dawat. nyatalah ia bukan bangsa Eropa.. Jakarta. Ah. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. misalnya Azab dan Sengsara dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. . tetapi tegap. tetapi keras hati. Marah Rusli.. Alur yang digunakan sebagian besar alur lurus.. Kasihanilah orang tua itu! Karena ia bukan sehari dua bekerja pada ayahmu. Hidungnya mancung dan mulutnya halus.. a. Jakarta.. Balai Pustaka. nyata kelihatan alis matanya yang tebal dan hitam pula. Contoh: .. anak muda ini seorang anak Belanda. tentulah akan disangka... Sudah nasib apakah daya.... misalnya Kehilangan Mestika dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. pepatah. 1988 Dalam kutipan di atas bentuk fisik Samsulbahri digambarkan secara langsung. syair. Ada juga roman yang mempergunakan metode orang pertama. seperti uraian adat. yang hendak pulang dari sekolah. 1988 Dalam kutipan di atas tampak bahwa novel Sitti Nurbaya menggunakan gaya bahasa yang mengandung pepatah. Pusat pengisahannya pada umumnya mempergunakan metode orang ketiga. Balai Pustaka. Berikut ini ciri-ciri karya sastra Angkatan Balai Pustaka.. Tetapi jika dilihat dari dekat. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. 1988 e. ada juga yang mempergunakan alur sorot balik. . nyata ia anak seorang yang mampu dan tertib sopannya menyatakan ia anak seorang yang berbangsa tinggi. Contoh: . berbayang. Marah Rusli. dan pantun nasihat. Jika dipandang dari jauh. dongeng-dongeng. Contoh sisipan pantun: . Jakarta. dan peribahasa.. Banyak sisipan-sisipan peristiwa yang tidak langsung berhubungan dengan inti cerita. tak gemuk dan tak kurus. b. tak mudah dibantah. bahwa ia seorang yang lurus.. Badannya sedang. Ke rimba berburu kera. Contoh: .

. dan merenda.” jawab Mas dengan sedih. menjahit.. Tidak lain hanyalah Rapiah. sekolahnya cukup. ” mencari kematian.. Sifat ini berpengaruh sekali pada gaya penceritaan dan struktur penceritaannya. Rupanya benar kata pepatah Melayu: sebelum ajal.. . terutama masalah adat kawin paksa. Marah Rusli.. Ketiga. permaduan... 1988 Isi kutipan di atas memberi nasihat kepada Samsulbahri dan pembaca untuk berhati-hati dalam hidup. Contoh: . Keempat. Bercorak romantis (melarikan diri) dari masalah kehidupan seharihari yang menekan. Contoh: . hanya karena hendak . Yang seibu sebapa dengan ibu hanya Sutan Batuah. bila engkau memulangi anak mamakmu. Permasalahan adat.. 1988 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa Letnan Mas atau Samsulbahri berusaha bunuh diri untuk lari dari masalah yang dihadapinya. . kesengsaraan. akan tetapi dunia ini adalah mengandung pula segala kesusahan. guru kepala di Bonjol. sudahlah ibu katakan dahulu. . Balai Pustaka. Kedua. tamat HIS. Lepas dari sekolah ia dipingit. Dikutip dari: Salah Asuhan. rupa Rapiah pun dikatakan tidak buruk. .” ”Apa katamu?” tanya Van Sta dengan takjub. Balai Pustaka. dan sebagainya. Jakarta. Jakarta. . kemiskinan. . Pertama.. mengintip kurbannya setiap waktu. Balai Pustaka. Balai Pustaka. banyak lagi kebaikannya.. Hanafi. Jakarta.. dan sabar. Samsul. h. Contoh: .. Marah Rusli. Abdoel Moeis. siap menerkam..” di situ terhenti Letnan Mas bercakap-cakap sebagai tak dapat ia mengeluarkan perkataannya . Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai.. Tetapi sekarang belumlah kuperoleh maksudku ini.. Kelima perangainya baik. Bukan sebuah-sebuah kebaikannya. Jakarta. anak kakak kandung ibu. 1987 . dan kehinaan yang bermacam-macam rupa bangunnya tersembunyi pada segala tempat. lalu diajar ke dapur. Marah Rusli. g. Bersifat didaktis. walaupun di dalam dunia ini dapat kita memperoleh kesenangan. berpantang mati. Keenam – ah.. ”Yang paling ibu sukai. kekayaan. 1988 f. dan kemuliaan. Semuanya ditujukan kepada pembaca untuk memberi nasihat. kataku.. ia diasuh baikbaik oleh orang tuanya. ”Mencari kematian.. .demikian sudah permintaan badan... Ketahuilah olehmu. jika engkau memulangi Rapiah. barang yang dekat kepadanya. . Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. Aku masuk jadi bala tentara ini bukan karena apa. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai.. hati tulus. adalah menurut sepanjang adat.

dan tenteram..” sahut ibunya. kalau ibunya mengembangkan permadani di beranda belakang.. ”Di rumah gadang. Cita-cita kebangsaan belum dipermasalahkan. Kaum tua mempertahankan adat lama. bukan pantun dan syair lagi. d. bukan di tempat dan zaman antahberantah. l. Berikut ini ciri-ciri karya sastra periode Pujangga Baru. Bahasa kiasan utama ialah perbandingan. Dan siapakah yang akan susah karena aturan itu?” . bangsa kita dari kampung. Marah Rusli. ”Uang belasting? Uang apa pula itu?” tanya Datuk Malelo dengan senyum merengut. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai... Hubungan antarkalimat jelas dan hampir tidak ada kata-kata yang ambigu. Lebih suka duduk rungkuh dan duduk mengukul saja sepanjang hari. untuk mencari uang. c. Selain itu. tentu boleh duduk menabur lantai sepenuh rumah. k.. Periode Angkatan Pujangga Baru (1930) Pada periode Pujangga Baru jenis sastra yang dihasilkan sebagian besar puisi..” demikian ia berkata. Masalah tersebut tentang uang belasting yang terjadi di Padang. . novel Sitti Nurbaya memiliki latar tempat di daerah Padang. pelukisan alam yang indah. tamuku orang Belanda saja. Pilihan kata-katanya diwarnai dengan kata-kata nan indah. Balai Pustaka.. Hanafi. karya sastra berjenis cerita pendek dan drama sudah mulai ditulis. Puisinya berbentuk puisi baru. Contoh: . Puisi a.” ”Penat pinggangku duduk di kursi dan berasa pirai kakiku duduk berjuntai.. 1988 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa masalah yang terjadi masih bersifat kedaerahan saja. i. ”Ibu orang kampung dan perasaan ibu kampung semua.” ”Itu salahnya.. Mengekspresikan perasaan. buat menanti tamu yang sesama tuanya. sebab semenjak ingatku duduk di bawah saja. Latar cerita pada umumnya latar daerah. pedesaan. Jakarta. . ”Kesenangan ibu hanyalah duduk di bawah. di Koto Anau. Balai Pustaka. Bu! Dan segala sirih menyirih itu .. brrrr!” .. tapi di sini kita dalam kota. Abdoel Moeis. Pertentangan paham antara kaum tua dengan kaum muda. Jakarta. Contoh: . ”Ada-ada saja kompeni itu. .. 2. b. 1987 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa antara tokoh Hanafi dan ibunya terjadi pertentangan paham mengenai letak perabotan yang ada di rumahnya. j. Tidak ubah dengan kerbau bangsa kita. Dikutip dari: Salah Asuhan. dan kehidupan daerah. sedangkan kaum muda menghendaki kemajuan menurut paham kehidupan modern. masalah masih bersifat kedaerahan. Misalnya. e. ibu.Dari kutipan di atas diketahui masalah kawin paksa yang harus dilakukan oleh tokoh Hanafi. Cerita bermain pada zaman sekarang. tidak suka menurutkan putaran jaman.

1989 Dari kutipan tersebut dapat diketahui watak Maria yang mudah memuji dan watak Tuti yang tidak mudah kagum atau memuji. sebagai air memancar dari celah gunung. . Contoh: Padamu Jua . ia pun berkata. b.. tertahan berat. Alurnya lurus. Pilihan kata-katanya sangat indah dan diwujudkan dalam rima yang sesuai. c. dia bersembunyi di celah karang. . . ..” Sekalian perkataan itu melancar dari mulutnya..f. .Jakarta. ”Lihat Ti. indah benar. ”Ya. Takdir Alisjahbana. Contoh: Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu – bukan giliranku Mati hari – bukan kawanku . Deskripsi fisik sudah sedikit. Tidak banyak sisipan cerita sehingga alurnya menjadi lebih erat. Dian Rakyat. alangkah bagus mulutnya! Apa ditelannya itu? Nah. Jakarta. Di mana engkau Rupa tiada Suara sayup Hanya kata merangkai hati Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas Nanar aku... Balai Pustaka. .. Watak Maria dan Tuti dapat dilihat dari percakapan antara Maria dan Tuti. Prosa a. Amir Hamzah. Teknik perwatakannya tidak menggunakan analisis langsung. .” Dan seraya melompat-lompat kecil ditariknya tangan kakaknya.. Pusat pengisahannya menggunakan metode orang ketiga. Pada puisi ”Padamu Jua” masih mempertahankan persajakan. Persajakan (rima) merupakan salah satu sarana kepuitisan utama. seperti serupa dara di balik tirai. Puisi ”Padamu Jua” mengekspresikan perasaan rindu dan cinta kepada sang kekasih. 1985 Dari puisi ”Padamu Jua” dapat diketahui bahwa puisi angkatan ini bukan termasuk pantun atau syair lagi. St.. Dalam puisi ”Padamu Jua” terdapat bahasa kias yang berupa perbandingan. gila sasar Sayang berulang padamu jua Engkau pelik menarik ingin Serupa dara di balik tirai Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu – bukan giliranku Mati hari – bukan kawanku . Contoh: . Tuti mendekat dan melihat menurut arah telunjuk Maria. bagus.” Tetapi suaranya amat berlainan dari adiknya. ”Aduh. Dikutip dari: Nyanyi Sunyi. Dikutip dari: Layar Terkembang.. yang kecil itu. Persajakan ini dapat dilihat pada setiap baitnya. d. nah.

pepatah. St. cerpen.. Berikut ini ciri-ciri karya sastra Angkatan 45. . Maret 1943 . Menggunakan kata-kata. Puisi bebas. Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan. Dalam sepi yang sesepi-sepinya itulah kedengaran suara Tuti membelah. dan kalimat-kalimat ambigu menyebabkan arti ganda dan banyak tafsir. 1989 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa salah satu masalah yang ditampilkan adalah masalah emansipasi wanita. Mengemukakan masalah kemanusiaan umum (humanisme universal). Misalnya. Mengekspresikan kehidupan batin atau kejiwaan manusia melalui peneropongan batin sendiri. Pilihan kata atau diksi mempergunakan kosakata bahasa seharihari. Periode Angkatan 45 (1940) Pada periode ini berkembang jenis-jenis sastra: puisi. Takdir Alisjahbana. ”Saudara-saudaraku kaum perempuan.. hak-hak asasi manusia. dan drama. Contoh: . d. dan kepincangan dalam masyarakat.. Bersifat didaktis. Balai Pustaka. novel. Dikutip dari: Layar Terkembang. Filsafat eksistensialisme mulai dikenal. frasa. dan persajakan (rima)..e. 3.. masalah kemasyarakatan. Puisi a. Jakarta. tentang kesengsaraan hidup. b. Contoh: Aku Kalau sampai waktuku ’Ku mau tak seorang ’kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Chairil Anwar. f. misalnya masalah emansipasi. c. jumlah baris. Janganlah sekali-kali disangka. e.. g. f. bahwa berunding tentang cita-cita yang demikian semata-mata berarti berunding tentang anganangan dan pelamunan yang tiada mempunyai guna yang praktis sedikit jua pun. pemilihan pekerjaan. Masalah yang diangkat adalah masalah kehidupan masyarakat kota. rapat yang terhormat! Berbicara tentang sikap perempuan baru sebahagian besar ialah berbicara tentang cita-cita bagaimanakah harusnya kedudukan perempuan dalam masyarakat yang akan datang. dan peribahasa. seperti gambaran perbedaan mencolok antara golongan kaya dan miskin. dan masalah individu manusia. tidak terikat pembagian bait.

Mochtar Lubis. Banyak yang ditakutinya timbul. Diksi atau pilihan kata yang digunakan adalah kosakata sehari-hari. kepincangan-kepincangan dalam masyarakat.. Filsafat eksistensialisme mulai tampak dalam puisi ”Aku”.. Misalnya.” . Dan gaji yang tidak cukup. Namun. Isa berdiri terengah-engah karena sudah tidak biasa berlari lagi. Contoh: .. pada bait 1 dan 2 secara kosakata tidak berhubungan. Banyak alur sorot balik.. yang ditonjolkan analisis kejiwaan. Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung. secara makna bait 1 dan 2 berhubungan.Puisi ”Aku” tidak terikat pembagian bait. Jakarta. Misalnya. meskipun ada juga alur lurus. Puisi ”Aku” mengekspresikan langsung perasaan penyair. Dalam puisi ”Aku” terdapat kalimat-kalimat ambigu yang menyebabkan banyak tafsiran seperti kalimat Aku mau hidup seribu tahun lagi yang berarti penyair benar-benar ingin hidup sampai seribu tahun lagi atau penyair ingin gagasan dan semangatnya diteruskan dari generasi ke generasi walaupun penyair telah meninggal. eksploitasi manusia oleh manusia. masalah kesengsaraan karena perang. Puisi ”Aku” mengekspresikan kehidupan batin manusia yang tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk hidup bebas. Pustaka Jaya. 1990 Dari kutipan tersebut dapat diketahui masalah yang dikemukakan adalah masalah kemiskinan yang dihadapi tokoh utamanya (Guru Isa). impian perdamaian. Contoh: . jumlah baris. ”Jangan. tetapi orang-orang menahan. dan persajakan. kemiskinan. Mochtar Lubis. Penokohan secara analisis fisik tidak dipentingkan. dan ketenteraman hidup. b.. Pada bait ketiga terdiri atas dua baris.” kata mereka. . Sewa rumah yang sudah dihutang tiga bulan. Bahkan.. Pada bait pertama terdiri atas tiga baris.. Masalah yang diungkapkan adalah masalah hak asasi manusia untuk bebas dan berpegang teguh pada prinsipnya.. Dalam puisi ”Aku” penyair mulai menghargai keberadaannya meskipun dalam keadaan yang terasing dan tersiksa. Gadis-gadis Palang Merah itu hendak kembali mengambil orang Tionghoa yang luka. ”ubel-ubel itu tidak peduli Palang Merah. Perhiasan istrinya dipajak gadai. Hutang pada warung yang sudah dua bulan tidak dibayar. ketakutanketakutan manusia. Jakarta. 1990 Dari kutipan tersebut dapat dilihat tidak adanya perikemanusiaan dalam perang. Sisipan-sisipan cerita dihindari. Mengemukakan masalah kemanusiaan yang universal. untuk menolong orang yang terluka saja tentara-tentara tetap menembaki anggota Palang Merah. e. Hari-hari depan yang kabur dan menakutkan. Prosa a. . sehingga alurnya padat. c.. melainkan dengan cara dramatik.. Pustaka Jaya. tidak adanya perikemanusiaan dalam perang. tetapi tidak dengan analisis langsung. Keselamatan istri dan anaknya.. Mengemukakan masalah kemasyarakatan. Di antaranya kesengsaraan kehidupan.. Pada bait kedua terdiri atas satu baris. Hubungan baris dan kalimat pada puisi ”Aku” tidak terlihat. perbedaan kaya dan miskin. Penghidupan yang semakin mahal. Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung. pelanggaran hak asasi manusia. d. karena tiap-tiap kalimat pada puisi ”Aku” seperti berdiri sendiri.

d. pengangguran. seperti ”Balada Terbunuhnya Atmo Karpo”. udara jelek. . . Angkatan 45 diteruskan oleh Angkatan 50. Misalnya: Puisi-puisi karya Rendra. .” . Latar cerita pada umumnya latar peperangan. Gaya ulangan mulai berkembang. Mochtar Lubis. Berikut ini ciri-ciri karya sastra Angkatan 50... dengan gaya yang lebih sederhana.... . 4. Sekarang dia tahu . Contoh: . Dan malam larut yang celaka. . Jakarta. Tiap orang punya ketakutannya sendiri dan mesti belajar hidup dan mengalahkan ketakutannya. kemiskinan. g. b.f. c.. perbedaan kaya miskin yang besar. Mengemukakan pandangan hidup dan pikiran-pikiran pribadi untuk memecahkan sesuatu masalah.. Ketika tembakan pertama di Gang Jaksa memecah kesunyian pagi. . Puisi a.. Guru Isa sedang berjalan kaki menuju sekolahnya di Tanah Abang. ”Blues untuk Bonnie”. Guru Isa merasa perubahan dalam dirinya. . Selintas masuk ke dalam pikirannya rasa waswas tentang keselamatan istri dan anaknya. Periode Angkatan 50 (1950) Sesungguhnya ciri-ciri karya sastra Angkatan 45 dan Angkatan 50 sukar dibedakan. Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung. Mochtar Lubis. Selain itu. Contoh: . Pustaka Jaya. . . Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung.. Hampir-hampir tanpa penonton. ada juga latar kehidup masyarakat sehari-hari.. terutama perang kemerdekaan melawan Belanda.. orang harus belajar hidup dengan ketakutan-ketakutannya . belum adanya pemerataan hidup... Pustaka Jaya. Contoh: Blues untuk Bonnie Kota Boston lusuh dan layu kerna angin santer. Gaya epik (bercerita) berkembang dengan berkembangnya puisi cerita dan balada. Rasa sakit siksaan pada tubuhnya tidak menakutkan lagi. .. 1990 Latar kutipan novel Jalan Tak Ada Ujung menunjukkan latar suasana mencekam karena masih dalam suasana peperangan. atau ”Nyanyian Angsa”. . . Mengungkapkan masalah-masalah sosial seperti. 1990 Dari kutipan di atas diketahui bahwa tokoh Guru Isa mengemukakan pikirannya untuk mengatasi rasa takut dan ia berhasil. Di dalam cafe itu seorang penyanyi Negro tua bergitar dan bernyanyi. meskipun ada juga latar perang menentang Jepang. Jakarta.. Ada gambaran suasana muram karena menggambarkan hidup yang penuh penderitaan.

. Mengemukakan kehidupan batin religius yang cenderung mistik. Pada baris kelima tersebut kata Georgia diulang. . Masalah yang diungkapkan dalam kutipan puisi di atas adalah masalah kemiskinan yang dihadapi oleh seorang penyanyi Negro tua. 2002 J. e. dan kritik atas penyelewengan. Rendra. Dikutip dari: Blues untuk Bonnie. Jakarta. Contoh: Solitude Oleh: Sutardji Calzoum Bachri yang paling mawar yang paling duri yang paling sayap yang paling bumi yang paling pisau yang paling risau yang paling nancap yang paling dekap samping yang paling kau! Sumber: Apresiasi Puisi. Herman Gramedia. Prosa a. Puisi ”Blues untuk Bonnie” menggambarkan suasana muram dan penderitaan kaum Negro yang tinggal di gubug-gubug yang bocor. seperti pada baris kelima. Berikut ini ciri-ciri karya sastra periode Angkatan 1970.. Periode Angkatan 1970 Dalam periode ini mulai berkembang sastra pop dan novel pop. Mengemukakan kritik sosial atas kesewenang-wenangan terhadap kaum lemah. b. . Banyak mengemukakan pertentangan-pertentangan politik. dengan kalimat-kalimat biasa atau sederhana. Jakarta. Mempergunakan sarana kepuitisan yang khusus berupa frasa. Lagu dan kata ia kawinkan lalu beranak seratus makna. d. e. Waluyo.Ia bernyanyi. Menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari. Georgia. c. 1976 Puisi ”Blues untuk Bonnie” berbentuk balada. b. Cerita perang mulai berkurang. hidup merdeka. Kehidupan pedesaan dan daerah mulai digarap. Georgia yang jauh. Pustaka Jaya. c. Dari kutipan di atas dapat dilihat adanya gaya ulangan. d. Puisi a. Menuntut hak-hak asasi manusia misalnya: kebebasan. menuntut kehidupan yang layak. bebas dari penindasan. Tidak terdapat sisipan cerita sehingga alurnya padat. dan bebas dari pencemaran kehidupan modern. Mempergunakan teknik pengungkapan ide secara sederhana. 5. Suaranya dalam.

Mengemukakan kehidupan yang tidak jelas... Mengeksploitasi kehidupan manusia sebagai individu. ”Tiap langkahnya adalah dia yang ziarah pada kemanusiaan. Djambatan. Jakarta.. adanya sekelompok sastrawan yang menjadi pendukung angkatan sastra tersebut. inspiratif. Puisi ”Solitude” menggunakan kata-kata dan kalimat-kalimat yang sederhana.. c. Dikutip dari: Ziarah. spesifik. 1976 Dari kutipan tersebut dapat dilihat bahwa penulis hanya mengeksploitasi manusia sebagai makhluk individu yang hanya menghargai keberadaan dirinya sendiri.. Hal ini dapat dilihat dari kalimat pada dirinya sendiri. Pertama. Djambatan. baik yang dilakukan oleh anggota masyarakat lain atau oleh pihak-pihak yang berkuasa. Penyair merasa bahwa Tuhanlah segala-galanya dan ditunjukkan dengan kalimat: samping yang paling Kau! Kata Kau! pada puisi ”Solitude” mengacu kepada Tuhan. Perkembangan perpuisian Indonesia mutakhir adalah keberagaman gaya dan tema sebagai ciri khas Angkatan 2000.Pada puisi ”Solitude” kata yang paling diulang-ulang. karakter yang spesifik. Jakarta.” . ”Tiap langkahnya adalah dia yang ziarah pada kemanusiaan.” . Contoh: . Iwan Simatupang. f. d. Dalam mainstream perpuisian angkatan ini. bukan sebagai makhluk komunal. Periode Angkatan 2000 Pada dasarnya. 1976 Dari kutipan di atas dapat dilihat bahwa novel Ziarah menggunakan sudut pandang orang ketiga. b. 6. Penulis menyebut tokoh utama dengan sebutan ”dia”. Secara umum ”Sastra Angkatan 2000” menampakkan makna yang sangat berharga sebagai sumbangan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bukti bahwa sastra Indonesia dinamik dan terus berkembang dan konsisten membela hak-hak masyarakat meskipun ditekan oleh kebijakan penguasa yang hampir tidak mendukung kehidupan berkesusastraan yang kondusif.. Kedua. puncak pencapaian secara monolit terdapat dalam bahasa dan pengucapan Afrizal Malna. Iwan Simatupang. Pusat pengisahan bermetode orang ketiga. Ciriciri yang lain adanya pembaruan estetik. adanya karya sastra yang inovatif. Mengedepankan warna lokal (subkultur). latar belakang kebudayaan lokal... muatan tematik. Puisi ”Solitude” menunjukkan kesepian hati penyair. Sebagai . Prosa a Alur berbelit-belit. Mengemukakan tuntutan atas hak-hak asasi manusia untuk bebas dari kesewenang-wenangan. Pada dirinya sendiri. terbentuknya sebuah angkatan sastra harus memenuhi dua syarat.. e. Dikutip dari: Ziarah. Contoh: . Pada dirinya sendiri.. dan mengandung pergeseran pemikiran dengan cara mengungkapkan pemikiranpemikiran baru dan pendirian-pendirian baru dengan bentuk yang berbeda dari angkatan sebelumnya sehingga melahirkan wawasan estetik yang baru. kreatif..

Puisi tidak pernah punya selesaian karena sajak dapat dibalik ke atas atau ke bawah. Sajak-sajak tersebut mencerminkan nuansa religius yang khusuk dan teduh. pada mulut gang itu tergeletak mayat bertato. seperti yang dilakukan juga . estetik religiusitas dapat ditemukan pada karya Ahmadun Yosi Herfanda. Meskipun realitas yang dibangun kadang surealistik dan absurd. Larik pada Afrizal Malna bersifat netral karena puisi Afrizal sebenarnya tersusun dalam bait yang sesungguhnya nirbait. Estetik massal ini merupakan penemuan Afrizal yang unik dan menunjukkan bahwa sumber keindahan itu memang berada di tengah massa. tokoh-tokoh itu terasa realistis karena dibangun dari kenyataan-kenyataan faktual. . Contoh: ”Ceritakanlah padaku tentang ketakutan” kata Alina pada juru cerita itu. Hubungan transendental antara umat dan khalik dibina dalam peleburan dan peluluhan yang menyatu secara imanen. Seno memaparkan sifat fiksional dalam tragedi yang diselubungi dunia dongeng. siih .pemimpin literer puisi dan pemikiran sastra angkatan ini. Contoh: ”Lalu bapak menyusun dirinya kembali. Afrizal melahirkan pembaruan yang merupakan wujud wawasan estetik Angkatan 2000. Pergeseran wawasan estetik ditandai berubahnya struktur larik dan bait. Aku lirik ke estetik benda-benda yang dipertaruhkan sederajat dengan kedudukan manusia. Maka juru cerita itu pun bercerita tentang Sawitri: Setiap kali hujan mereda. dan pil strong of night: Indonesia Raya! Sumpah Pemuda! Pembangunan! Kenapa aku membangun kamar mandi seperti itu juga. Larik sama fungsi dan kedudukannya dengan bait karena larik tersebut merupakan bait. . maknanya tidak akan berubah. M. Dalam kumpulan cerpen Penembak Misterius (1993) ia memulai cerpennya dengan pembukaan yang relatif sama. styling foam. dari body lotion.” (Kisah Cinta Tak Bersalah) Afrisal Malna melansir estetik baru yang digali dari sifat massal benda-benda dan manusia yang dihubungkan dengan peristiwaperistiwa tertentu dari interaksi massal. Afrizal Malna menggeser peran aku lirik kepada benda-benda yang menunjukkan bahwa muncul makna penting dari estetik. . Tokoh-tokoh dibangun dari kenyataan sehari-hari tentang orang sehari-hari yang dijalin dari peristiwa sehari-hari. mirip awal dongeng kanakkanak. Dengan narasi yang keras Shoim memperlihatkan perlawanan yang sia-sia meskipun kadang memunculkan konvensi hero. Itulah sebabnya Sawitri selalu merasa gemetar setiap kali mendengar bunyi hujan mulai menitik di atas genting (”Bunyi Hujan di Atas Genting”). Pembaruan juga terdapat pada pilihan dan kedudukan kata yang membawa pergeseran pada penempatan lirikus dari ”aku lirik” kepada ”benda-benda”. Dengan revolusi tipografi tersebut. Pergeseran itu terasa memberi maknawi utuh seperti tampak dari beberapa baris yang mencerminkan kedudukan benda-benda. Afrizal mengubah arus dasar plot pikiran dan tema yang mengalir dari awal larik hingga akhir bait ke arah komunikasi kata per kata di dalam sajak. Pembaruan dalam prosa terlihat pada pembaruan Seno Gumira Ajidarma yang tampak dari pilihan terhadap model sastra lisan yang mengembalikan realitas fiktif kepada realitas dongeng. misalnya yang dinyatakan lewat ”Pot dalam Otak Kepala Desa” (1995). Selain itu. Shoim Anwar menulis kegetiran sosial secara lebih mengenaskan. Wacana bangunan kisah yang menggunakan pola dongeng memperlihatkan kuatnya unsur lisan guna membingkai ide-ide jenial yang menjadi muatan cerita.

atau narator.oleh Yanusa Nugroho dengan kisah-kisah dari dunia wayang dan dunia supranatural. Jujur Prananto. Komposisi memperkaya plot dan plot menghidupkan tokoh-tokoh di dalam aktivitas dan aksi keseharian. Tokoh-tokoh itu bereksistensi di dalam ruang latar yang spesifik karena dibangun oleh wacana yang dinapasi oleh kekuatan narasi dan dramatisasi yang elastis dan dinamik. Muncul pertalian naluriah yang memungkinkan kehidupan daging lebih penting dari kehidupan moral karena sebenarnya kemuliaan hanya mampu ditemukan di dalam segala yang kumuh. Kelucuan. nada-nada yang dibangun merujuk kepada irama yang diseleksi dari kejadian dan tokoh. Dengan pola seperti itu. Pembaruan itu tampak dari pola kolase yang meninggalkan berbagai warna yang dilahirkan oleh tokoh maupun peristiwa yang secara estetik menonjolkan kekuatankekuatan literer. sehingga sebutan itu kadang bergantiganti antara akuan.. Pembaruan fiksional novel dilakukan oleh Ayu Utami dengan novel Saman (1998) yang mencirikan teknik-teknik khas sehingga mampu melahirkan wawasan estetik baru. Pada cuplikan berikut. Tak ada jari-jari. ”Ia terbangun dan merasa dirinya sebesar kepala. Peristiwa melahirkan latar dan atmosfer yang memberi perkuatan pada kehadiran kisah. Warna malam ataukah aku berada dalam rahim?” Komposisi yang dibangun secara unik itu melahirkan perkaitan plot yang menautkan hubungan-hubungan simultan antartokoh. dan lain-lain. dan absurditas merupakan pilihan narasi fiksional angkatan ini dengan geraian ungkap metaforis dan alegoris. Bre Redana melahirkan percikan romantik. Lindap. Hanya kepala tanpa badan. tampak perubahan kedudukan tokoh secara drastis. Hubungan kemanusiaan hanya terjalin dalam tataran badani dan kadang lebih rendah dari sifat hewani. Cerita mempertalikan tokoh dan tokoh mencirikan kejadian dan karakter. Percikan itu pada karya Kurnia J. Pada karya Joni Ariadinata kehilangan itu bersifat dehumanisasi yang dilahirkan oleh kepelikan sosial. Pada karya Agus Noor derajat itu lebih dalam memasuki kegilaan atau irasionalitas yang dibangun dari peristiwa-peristiwa sensasional. Plot yang tidak linier dibangun dalam susunan yang saling mengisi antara arus realistik dengan stream of consciousness dan saling menunjang penokohan dan karakter tokoh. Segi lain pembaruan angkatan ini adalah munculnya secara kuat arus narasi kehilangan. yaitu perubahan dari orang ketiga tunggal (ia) kepada orang pertama tunggal (aku). Nenden Lilis A.R. Lompatan-lompatan plot dan lompatanlompatan peristiwa menegaskan konsep persambungan dan gabungan kronik-kronik literer dan cerpen menjadi rangkaian fiksi novel yang menunjukkan bahwa novel merupakan imitasi autobiografi . tak ada jantung. Skober. Pada karya Radhar Panca Dahana kehilangan itu mencerminkan rusaknya masa silam karena faktor-faktor moral dan runtuhnya perikatan sosial. Dia tidak eksis di luar kepalanya. Dalam fiksi-fiksi Rainy Mp. diberi tempat dari peristiwa-peristiwa kasar yang menandai adanya perbedaan hakiki antara derajat karakter dan derajat rohani setiap individu. Sebagai komposisi. Tamba. kebebasan tokoh dan pengarang sejajar untuk menemukan ruang-ruang estetik yang pas. Dalam tataran yang lebih membumi tampak pada karya-karya Mona Sylviana. Palti R. Dengan menekankan segi-segi eksistensi. Sifat kolase itu menempatkan segi-segi kompositoris dengan wacana gabungan fiksional esai dan puisi. Arie MP Tamba. kekerasan. orang kedua. Penggunaan tokoh berhubungan dengan sebutan yang disesuaikan dengan atmosfer cerita. Hutabarat kehilangan itu bersifat budaya yang tergerus modernisasi. Tanti R.

pengalaman-pengalaman kemanusiaan yang mendapatkan tafsiran kreatif. Saman menyodorkan liberalisasi yang menempatkan ruang keriangan di tengah kesumpekan pergaulan hidup real sehari-hari. drama) yang dominant dipengaruhi oleh aliran kesusastraan dalam periode tertentu • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. drama) pada setiap periode dengan alas an • Masing-masing kelompok berdiskusi tentang perkembangan ragam karya sastra (puisi. Skenario Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Bumi Manusia. Sumber: Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo E. prosa. prosa. drama) • Masing-masing kelompok Mengelompokkan ragam karya sastra di Indonesia setiap periode (puisi. Korrie Layun Rampan. fiksi ini sebenarnya menggagas dan menyodorkan realisme moral secara gembira. Belenggu. Meskipun menampilkan keliaran dan keterbukaan yang memberi ruang kemerdekaan sangat luas. dan Rafilus menyajikan nuansa muram kehidupan sehingga wacananya membawa kengerian atau melankoli. prosa. . • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. yaitu Menganalisis Alokasi Waktu 10 menit Metode perkembangan genre sastra di Indonesia • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan puisi. prosa. drama) berdasarkan periodisasi sastra • Masing-masing kelompok Memaparkan para pengarang penting (puisi. 2000. prosa. dan naskah drama yang dipilih/yang dibuat • Masing-masing kelompok menganalisis ragam sastra dari setiap periode • Masing-masing kelompok Menentukan cirriciri setiap periode (puisi.

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Berdiskusilah tentang unsur pembangun karya sastra tersebut! 4. Bentuklah kelompok yang terdiri atas lima orang siswa! 2. Alat Penilaian Lakukan kegiatan berikut ini! 1. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Analisislah karakteristik karya sastra tiap-tiap periode! 5.F. 1 Januari 2009 Mengetahui. Laporkan hasil diskusi kelompok Anda kepada guru! Pasuruan.Pd . S. Bacalah prosa karya sastra beberapa periode! 3.

Mengubah cerpen ke dalam bentuk drama sesuai dengan kerangka yand dibuat D. suami Martini. Menentukan isi cerpen dan karakter tokoh-tokohnya 3. seorang ibu rumah tangga.1Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak C. yaitu teknik analitik dan teknik dramatik. Teknik menentukan karakter tokoh dalam cerpen. Standar kompetensi 17. perasaan. dialog (penjelasan gerak dan mimic) 2. informasi. a. Latar cerpen (latar waktu. Materi Pokok Teknik penulisan drama dengan memperhatikan : 1. Tokoh-tokoh dan perwatakannya. dan sangat mencintai istri serta anak-anaknya.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 A. latar tempat. emosional. Menentukan tema cerpen yang di baca 2. Tokoh-tokoh yang Anda temukan dalam cerpen akan menjadi para pelaku dalam naskah drama. Hal-hal yang harus Anda temukan saat membaca cerpen sebagai berikut. amanat 6. tema Langkah-Langkah Mengubah Cerpen Menjadi Naskah Drama Ikutilah langkah-langkah mengubah cerpen menjadi naskah drama! 1. Membaca dengan saksama cerpen yang akan diubah menjadi naskah drama. latar 5. c. bijaksana. pemaaf. Contoh: Latar tempat : di rumah sebuah keluarga. Kompetensi Dasar 17. penokohan 3. Dalam pelukisan tokoh-tokoh suatu cerita dapat dibedakan menjadi dua teknik. atau latar suasana). Latar yang Anda temukan akan diubah menjadi setting dalam naskah drama. dan sangat mencintai suami serta anak-anaknya. atar suasana : suasana yang menegangkan. alur 4. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra B. b. . Indikator 1. rendah diri. Contoh: Tokoh Martini : Wanita setengah baya. Tokoh Suseno : Laki-laki setengah baya. Mengungkapkan pikiran.

Ingin sekali dia bercerita lain. dan ciri fisik tokoh. watak. Contoh: Bapaknya yang masih duduk senang di atas kursi rotan itu jadi manteri kabupaten di kantor patih Sumedang. Namun. . c) Pikiran sang tokoh atau tokoh lain Contoh: Martini selalu tersodok. tingkah laku. Tangannya terus mengelus anaknya.1) Teknik analitik/secara langsung Teknik analitik menggambarkan watak/karakter tokoh secara langsung dengan menyebutkan sifat. tentang dirinya. Dia mulai menendangi celana denimnya yang tersebar di lantai kamar. Martini mempunyai sifat yang rendah diri karena status sosialnya. terbalut oleh kebesaran lampu kristal itu. Solo. Tiga Serangkai. Dikutip dari: Noda Pipi Seorang Perempuan. a) Cakapan sang tokoh atau tokoh lain Contoh: Suaminya menatapnya dengan aneh dan mulai berkata. Ratna Indraswari Ibrahim. 12–13) 2)Teknik dramatik Teknik dramatik tidak menggambarkan karakter tokoh secara langsung. Herdy lagi suntuk di kamar kosnya yang berantakan itu. rupanya dan cakapnya. (Sri Sumarah dan Bawuk. Jangan berpura-pura.. tetapi selalu ditundanya saat melihat kebesaran keluarga suaminya. Tiga Serangkai. 2003 Dilihat dari kutipan pikiran di atas. dan mudah tersinggung). keinginan ini selalu saja tenggelam. Karakter tokoh digambarkan melalui beberapa cara berikut ini. (Katak Hendak Jadi Lembu. sedang hatinya masih terus mencoba menghayati kejadian itu.. . Aneh sekali. Solo. Ia sudah lebih dari separuh baya– sudah masuk bilangan orang tua. . Ratna Indraswari Ibrahim. Ia ingin bercerita mengenai masa lalunya. Sifatnya ditunjukkan dengan membelai dan memaafkan anaknya yang telah bersalah. .” Dikutip dari: Noda Pipi Seorang Perempuan. Kesedihan itu sangat tampak oleh mata saya.” tetapi kenapa tidak terdengar. tua umur–tetapi badannya masih muda rupanya . dan penyabar. Sri ingat peringatan orang-orang tua Jawa yang sering mengataka bahwa dalam satu tempat pengeraman pasti akan ada satu atau dua telur yang rusak. pemaaf. 1975:26–7) Kutipan di atas menggambarkan sifat Sri yang penyayang. 1978. di mana dia dulu menjadi karyawati sebuah toko karena himpitan ekonomi. nyuwun ngapura. b) Tingkah laku atau perbuatan tokoh yang mencerminkan sifat Contoh: Sri diam menatap anaknya. Tahu-tahu ia hanya mengelus kepala anaknya. ”Percayalah. ada yang . 2003 Kutipan dialog di atas menggambarkan sifat Martini yang emosional (mudah marah. Hampir di dalam segala perkara ia hendak di atas dan terkemuka . Tetapi bila dalam tempat pengeraman itu hanya ada satu telur dan rusak juga bagaimana? Di dalam hati dia menggelengkan kepala. yang sudah biarlah berlalu. d) Tempat atau lingkungan sang tokoh Contoh: . mudah menangis..” Martini jadi meledak. . ”Kamu sama sekali tidak jujur. Tin. Pada perasaannya Sri mulutnya ada mengatakan ”Gusti. pikir Sri.

.” kata Martini lagi. edisi 16/ 2004 Dilihat dari kutipan di atas dapat disimpulkan sang tokoh mempunyai watak yang jorok dan malas.”). . . Lampu itu terjatuh sendiri ketika saya senam pagi . Langkah-langkah Pembelajaran cerpen ke dalam bentuk drama satu babak • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok . bukan?” . 4. ada yang kemarin sore dipakai. 3. Contoh: . Ada ruang keluarga dan ruang tidur. dan dialog yang telah Anda buat menjadi sebuah drama. Di ruang keluarga terdapat sofa dan sebuah meja. Contoh: Martini : (masuk ruangan dengan mata terbelalak dan napas tertahan) ”Maaf. ”Peristiwa ini tidak usah diributkan. ”Saya menyesal. . Suseno dan anaknya duduk di sofa. setting. yaitu Menyadur Alokasi Waktu 10 menit Metode E. Kemudian. Kumpulan Cerita Cinta. saya sangat menyesal. 5. Suseno sedang membaca koran... bukan?” Mengubah latar cerpen menjadi setting pada drama. 2. Percakapan dalam naskah drama ditulis di antara tanda petik (”.” Kalimatnya terpotong.. N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Watak tokoh dapat dilihat jelas dari tempat kosnya yang berantakan dan celanacelana yang belum dicuci. Sesaat keheningan melayang sangat tajam. karya Lya Muryanto. Ia menunggu suaminya masuk ke kamar. . Ini berarti sang tokoh malas untuk membersihkan kamar dan mencuci. Kemudian terdengar suara Suseno yang dingin penuh kepercayaan. dan ada juga yang dua minggu. mencoba menekan perasaannya sampai wajahnya basah bergetar menahan gejolak. Mencatat dialog/percakapan yang terdapat dalam cerpen. Dikutip dari: ”Pacar Baru”. . ”Maaf. Mengubah dialog/percakapan yang terdapat dalam cerpen menjadi dialog/percakapan dalam naskah drama. . saya sangat menyesal. lari ke kamar dan menunggu suaminya masuk ke kamar) Suseno : (Mengikuti Martini dan duduk di sebelah Martini. berkata dengan penuh kepercayaan) ”Peristiwa ini tidak usah diributkan. Contoh: Setting : Menggambarkan sebuah rumah dalam suasana yang menegangkan.. Kemudian ia menghambur ke kamar. lalu dipakai tapi belum juga dicuci sampai sekarang. Jangan lupa berikan judul pada naskah drama Anda. Rangkaikan tokoh.. Lampu itu terjatuh sendiri ketika saya senam pagi . . Judul naskah drama Anda dapat sama dengan judul cerpen yang Anda ubah. bekas seminggu lalu dipakai.. Kemudian. Menuliskan naskah drama.” (Kalimatnya tidak diteruskan.

1 Januari 2009 Mengetahui. Alat Penilaian Lakukan kegiatan berikut! 1. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Buatlah kelompok yang beranggota 4 siswa! 2. Usahakan jumlah tokoh dalam teks drama yang Anda tulis berjumlah 4 orang! Pasuruan. F. Carilah cerpen yang memiliki tokoh 4 orang atau lebih! 3. S. Ubahlah cerpen tersebut menjadi drama.• Masing-masing kelompok mempersiapkan cerpen yang dipilih/yang dibuat • Masing-masing kelompok Menentukan tema cerpen yang di baca • Masing-masing kelompok Menentukan isi cerpen dan karakter tokoh-tokohnya • Masing-masing kelompok Mengubah cerpen ke dalam bentuk drama sesuai dengan kerangka yand dibuat • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Perhatikan ejaan dan tanda baca! 4.Pd .

Anda harus dapat mengembangkan tema. konflik. Bagaimana caranya? 1. Langkah-langkah Pembelajaran N Kegiatan Alokasi Metode . cerpen (hasil pengubahan hikayat) 5. Pada saat menulis cerpen Anda harus menyajikan beberapa unsur penting. seperti tema. isi hikayat dengan memperhatikan unsure-unsur intrinsic yang membangun 2. Cerpen juga dapat ditulis dengan mengubah hikayat. menentukan amanat 3. menentukan latar cerpen 4. informasi. perasaan. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra B. cerpen boleh ditulis dari sesuatu yang dikhayalkan penulis. menyajikan rangkaian peristiwa. Di sisi lain. cerpen bisa ditulis berdasarkan fakta. menentukan isi hikayat 5. mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memuncukan konflik tertentu dan penyelesaiannya D. Mengungkapkan pikiran. Daftarlah konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut! 3. Menentukan tema hikayat yang dibaca 2.2Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen C. latar. Standar kompetensi 17. alur. terutama menulis cerpen? Di satu sisi. teknik mengubah hikayat menjadi cerpen 3. Indikator 1. Jadi. Kompetensi Dasar 17. tokoh. dan sudut pandang. Materi Pokok Teks hikayat/ cerpen 1. Khayalan tersebut dihidupkan dalam alam fantasi yang sama sekali jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. Ringkaslah atau buatlah sinopsis penggalan hikayat tersebut! 2. Pilihlah konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah Anda rumuskan! 4. dan konflik antartokoh yang menarik. teknik mengarang 4. Kembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek! E.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 A. teknik penulisan cerpen (pemaparan dan dialog berdasarkan hikayat) Mengubah Hikayat Menjadi Cerpen Apakah Anda pernah mengarang kreatif.

Bacalah ”Hikayat Patani” berikut ini! 2. Tentukan tema. Maka Paya Tu Kerub Mahajana pun beranak seorang lakilaki. Lakukan kegiatan berikut! 1.o 1 Waktu Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Wabihî nasta’înu. Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu sentiasa ia pergi berburu. 3 F. Daftarlah konflik-konflik yang terdapat dalam penggalan hikayat ”Patani”! Hikayat Patani Bismi-iLâhi-rrahmân-irrahîm. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Alat Penilaian A. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalam itu. yaitu Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat yang dipilih/yang dibuat • Masing-masing kelompok Menentukan tema Menentukan tema hikayat yang dibaca • Masing-masing kelompok Menentukan menentukan amanat • Masing-masing kelompok menentukan latar cerpen • Masing-masing kelompok menentukan isi hikayat • Masing-masing kelompok mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memuncukan konflik tertentu dan penyelesaiannya • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Pada suatu hari Paya Tu Naqpa pun duduk di atas takhta kerajaannya dihadap oleh segala menteri pegawai hulubalang . latar. Inilah suatu kisah yang diceterakanoleh orang tua-tua. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. dan isi hikayat tersebut! B. amanat.bi-ILâhi al-a’lâ. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah.

sungguhlah seperti titah Duli Yang Mahamulia itu. Maka baginda pun amat hairanlah serta menitahkan menyuruh melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu.” Maka titah baginda: ”Apa nama engkau?” Maka sembah orang tua itu: ”Nama patik Encik Tani. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu.” Setelah sudah baginda mendengar sembah orang tua itu. Ada seekor pelanduk putih. Maka hamba raja itu pun menjunjungkan titah baginda kepada orang tua itu. maka patik pun kedatangan penyakit. seekor perburuan tiada diperoleh. Maka titah baginda suruh bertanya kepada orang tua itu.” Maka titah Paya Tu Naqpa: ”Jikalau demikian kerahkanlah segala rakyat kita. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengalan-alan segala perburuan itu dari pagi-pagi hingga datang mengelincir matahari. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. dari mana datangnya maka ia duduk kemari ini dan orang mana asalnya. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka baginda pun bertemu dengan sebuah rumah orang tua laki-bini duduk merawa dan menjerat. Maka anjing itu pun dilepaskan oranglah. maka patik pun ditinggalkan oranglah pada tempat ini. Hatta ada sekira-kira dua jam lamanya maka berbunyilah suara anjing itu menyalak. Setelah sampai pada tempat berburu itu. patik dengar pun demikian juga. Maka pada masa Paduka Nenda berangkat pergi berbuat negeri ke Ayutia. Setelah keesokan harinya maka segala menteri hulubalang pun menyuruh orang mudik ke Kota Maligai dan ke Lancang mengerahkan segala rakyat hilir berbuat negeri itu. maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah.dan rakyat sekalian. Setelah Paduka Nenda sampai kepada tempat ini. Arkian maka titah baginda: ”Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon. Maka baginda pun segera mendapatkan suara anjing itu. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: ”Daulat Tuanku. maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oleh rakyat sekalian. besarnya seperti kambing. mana titah Duli Yang Mahamulia patik junjung. maka patik pun dikerah orang pergi mengiringkan Duli Paduka Nenda berangkat itu. Dan pada malam itu baginda pun berbicara dengan segala menteri hulubalangnya hendak berbuat negeri pada tempat pelanduk putih itu. Esok hari kita hendak pergi berburu ke tepi laut itu. patik mohonkan ampun dan karunia. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini.” Maka sembah segala menteri: ”Daulat Tuanku. karena asal patik ini duduk di Kota Maligai. Setelah sudah segala menteri hulubalang dititahkah oleh baginda masingmasing . maka baginda pun kembalilah pada kemahnya. Maka sembah orang tua itu: ”Daulat Tuanku.” Maka sembah segala menteri hulubalangnya: ”Daulat Tuanku.” Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik itu.” Maka titah baginda: ”Baiklah esok pagi-pagi kita berburu” Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka titah baginda: ”Apa yang disalak oleh anjing itu?” Maka sembah mereka sekalian itu: ”Daulat Tuanku.” Setelah baginda mendengar sembah orang itu. maka baginda pun berangkat berjalan kepada tempat itu. pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya. adapun patik ini hamba juga pada ke bawah Duli Yang Mahamulia. warna tubuhnya gilang gemilang.

” Paya Tu Naqpa mengeluarkan perintah. 2. Saya juga mendengar bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan.” 3. Pilihlah salah satu konflik yang paling mengesankan bagi Anda! Contoh: Konflik yang dipilih keinginan Paya Tu Naqpa untuk berburu di hutan. tujuh hari lamanya. Demikianlah hikayatnya. dan yang tua laki-laki bernama Kerub Picai Paina dan yang tengah perempuan bernama Tuanku Mahajai dan bungsu laki-laki bernama Mahacai Pailang. 1 Januari 2009 . jikalau sembuh. Maka baginda pun pindah hilir duduk pada negeri yang diperbuat itu. Hatta antara berapa tahun lamanya baginda di atas tahta kerajaan itu. maka baginda pun berangkat kembali ke Kota Maligai. Arkian maka temenggung pun segera bermohon keluar menyuruhkan orangnya memalu canang. ”Baik. Tanggapi pula cerpen yang dibuat teman Anda! Pasuruan. [itulah.dengan ketumbukannya. Ia pun memanggil seluruh menteri.kisah..kg C. Ia mendengar ada hutan yang banyak binatang buruannya. Teman Anda akan memberikan tanggapan pada cerpen yang Anda buat. Yang Mulia. Perintah Yang Mulia akan saya laksanakan. Arkian maka baginda pun sangat kesakitan duduk tiada ikrar. besok kita pergi berburu ke tempat itu. Arkian pangkalan yang di tempat pelanduk putih lenyap itu [dan pangkalannya itu] pada Pintu Gajah ke hulu Jambatan Kedi. Aku minta engkau mengerahkan seluruh pengawal. Hatta maka canang itu pun dipalu oranglah pada segerap daerah negeri itu. ”Aku mendengar berita bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan. Ia ingin mengajak seluruh pengawal pergi berburu. Maka bendahara pun segera bermohon keluar duduk di balairung menyuruhkan temenggung memalu canang. Apa itu benar?” Paya Tu Naqpa menanyakan kabar yang ia dengar. ”Benar. dan negeri itu pun dinamakannya Patani Darussalam [negeri yang sejahtera]. Kembangkan konflik yang Anda pilih menjadi sebuah cerpen! Contoh pengubahan hikayat menjadi cerpen: Paya Tu Naqpa gemar berburu. . raja ambilkan menantu. pegawai. Yang Mulia.net.. Maka baginda pun memberi titah kepada bendahara suruh memalu canang pada segala daerah negeri: barang siapa bercakap mengobati baginda. Bahwa sesungguhnya nama negeri itu mengikut sembah orang mengatakan pelanduk lenyap itu. ”Jika demikian. 5. ikut seperti titah baginda itu. Syahdan kebanyakan kata orang nama negeri itu mengikut nama orang yang merawa itulah. maka baginda pun berputra tiga orang..united. Hatta antara dua bulan lamanya. Lakukan kegiatan berikut! 1. Dan] pangkalan itulah tempat Encik Tani naik turun merawa dan menjerat itu. Bacakan cerpen hasil pengubahan yang telah Anda buat! 4. Sumber: www. dan beberapa segala hora dan tabib mengobati tiada juga sembuh. maka seorang pun tiada bercakap. maka negeri itu pun sudahlah. dan hulubalang hadir di persidangan. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Naqpa pun sakit merkah segala tubuhnya.” jawab menteri.

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs.Pd .Mengetahui. S. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.

Dan semua mata tertuju ke arah Kapten yang tegak dengan segala ketenangannya. Tidak perlu mengikat tangan itu.1Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi C. Memberi tanggapan atas pemeranan drama yang di tonton 3. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. intonasi 4. Membuat ulasan pementasan drama 4. Standar kompetensi 18. gerak-gerik 2. Kapten menegakkan tubuhnya. Tajam pandangannya menatap Letnan. Kopral masuk. format penilaian pemeranan drama contoh naskah drama: Di luar terdengar suara genderang pengiring upacara hukum tembak. Letnan senyum. Kapten : Tidak perlu pakai penutup mata pelindung rasa takut. Letnan dan Mayor hampir berbareng. Membahas kesesuian pemeranan pelaku-pelaku 2. Sebab aku enggan sembunyikan kerubuhan tubuhku dengan sandaran tangan yang gemetar ketakutan.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 A. pada tangan kanannya sapu tangan merah. Kapten melangkah ke pintu di ambang ia berhenti. ekspresi (sesuai karakter tokoh) 3. . Mengungkapkan pikiran. bermain peran dan diskusi B. Materi Pokok Pemeranan dengan memperhatikan 1. Yang senantiasa akan mengalahkan dan menghancurkan kehadiran titisanku. informasi dan pengalama. Indikator 1. dan perasaan. pewarispewaris revolusi yang konsekuen jatmika. tenang mengembuskan asap rokok. Dan semangat yang pantang menyerah. pada tangan kiri tergenggam seutas tali. Dengan ikatan persatuan bulat teguh rakyat pejuang. Kompetensi Dasar 18. Yakni kewaspadaan yang waskita. Kapten : Namun ada tiga hal yang sangat kutakuti. Mayor dan Kopral berganti. Aku mau tantang terkaman maut pada kilatan api peluru pleton. Kopral : Siap untuk melaksanakan. Mendiskusikan ulasan pementasan drama D. Kapten mengembuskan asap rokok membuang dan menginjak puntungnya lalu ia menengadahkan mukanya.

Kapten : Waspadalah kalian hai pewaris-pewaris revolusi yang setia. Letnan : Kami akan senantiasa waspada dan siaga sepanjang keturunan untuk menghancurkan setiap kehadiranmu. B. 2006. Kutipan tersebut merupakan bagian akhir drama. tempat. Mayor lalu menatap Letnan dengan wajah penuh kesungguhan. Mayor : Kami akan senantiasa tempa api semangat pantang menyerah. • Teks drama tersebut menyajikan dialog panjang sehingga siswa akan sulit menghafal dialog. ada beberapa hal yang dapat dievaluasi seperti berikut. Mayor. Suara genderang menggemuruh. Juga tidak boleh ada sikap merendahkan martabat golongan dan jenis lain. Hikayat Teks drama tersebut berjudul ”Gempa”. Mari kini kita bersama siapkan penggempuran tentara penjajah. mendadak ditimpa suara tembakan. yaitu Mengevaluasi Alokasi Waktu Metode teks drama atau pementasan dalam kegiatan diskusi jawab drama • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- . pemberani. kami secara sukarela meleburkan diri dan bersumpah setia pada tentara nasional. Tidak boleh ada yang menonjolkan bahwa keyakinannyalah yang lebih berarti terhadap revolusi. Selain itu. Mayor : Siap! Sumber: Domba-Domba Revolusi. Aku akan senantiasa hadir di sepanjang zaman. Letnan. aku patahkan segala sentimen pribadi terhadap pribadimu. • Teks drama tersebut dapat dipentaskan dengan bagus karena keterangan atau petunjuk suasana. lebih merasa berjasa dalam andil revolusi. Soelarto. dan pembulatan persatuan rakyat pejuang sepanjang masa. Sepi sejenak. kami siap sedia melaksanakan segala instruksimu selaku komandan sektor yang berwenang. dan waktu ditulis secara lengkap. Berdasarkan teks drama tersebut. Dan seiring ini. Letnan. memberi hormat terus diiringi Kopral. Petunjuk pemain berekspresi juga disertakan sehingga pemain dapat memahami karakter tokoh yang diperankan. Yang penting bagiku kini adalah siapa saja yang sanggup membuktikan kepemimpinannya secara konsekuen. • Teks drama tersebut bagus diperankan siswa karena dapat menumbuhkan sikap patriotisme siswa. E. Letnan : Terima kasih. lalu henti. tokoh-tokoh yang dimunculkan memiliki sikap pantang menyerah. Yogyakarta. Mayor : Semua ini menggugah kesadaranku. Bahwa tidak boleh ada yang lebih merasa pahlawan. untuk menggulung kehadiranmu. dan cinta tanah air. Waspadalah! Kapten sedikit mengangkat tangan kanannya. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.

Bergabunglah dengan kelompok Anda! B. berlatihlah memerankan tokoh protagonis! 4. Kelompok yang tidak mendapat giliran memerankan drama menyimak penampilan kelompok lain dengan saksama! Kelompok tersebut akan memberikan tanggapan tentang kesesuaian karakter tokoh kepada kelompok yang memerankan drama. Sebaliknya. D. Berlatihlah memerankan drama. Guru Anda akan membentuk kelompok. 3 F. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. jika Anda mendapat peran protagonis. Berbagilah peran yang ada dalam naskah drama! 2. berlatihlah menjadi tokoh antagonis. Perankanlah drama yang Anda dapatkan bersama kelompok Anda! 5. Kelompok Anda dan kelompok teman Anda akan bergiliran memerankan drama sesuai naskah drama yang diberikan oleh guru Anda. Guru Anda akan memberi naskah drama. Buatlah ulasan pementasan drama yang telah dipentaskan kelompok teman Anda! E. Lakukan kegiatan berikut! 1.2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan teks drama • Guru mempersiapkan contoh drama dan menampilkannya melalui rekaman video • Masing-masing kelompok menyimak • Masing-masing kelompok Membahas kesesuian pemeranan pelaku-pelaku • Masing-masing kelompok Memberi tanggapan atas pemeranan drama yang di tonton • Masing-masing kelompok Memberi tanggapan atas pemeranan drama yang di tonton • Masing-masing kelompok Membuat ulasan pementasan drama • Masing-masing kelompok Mendiskusikan ulasan pementasan drama • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Diskusikan dengan kelompok Anda ulasan yang telah Anda buat! . Jika Anda mendapat peran antagonis. Alat Penilaian A. Hayati peran yang Anda dapatkan! 3. Bacalah dengan saksama naskah drama tersebut! C.

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. 1 Januari 2009 Mengetahui. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.Pasuruan. S.Pd .

: SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 Standar kompetensi Memahami hikayat. Hikayat dan Novel Karya sastra dibagi menjadi karya sastra lama dan karya sastra modern. agama dan social) 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. novel dan cerpen B. Hikayat adalah cerita kuno sejenis roman bahasa Melayu yang penuh dengan khayal. Kompetensi Dasar 19. Menghubungkan nilai budaya dalam penggalan novel dengan nilai budaya dalam kehidupan sekarang Materi Pokok Nilai-nilai dalam hikayat dan novel: 1. Indikator 1. 19. Karya sastra ini disebarkan secara lisan. belum ditulis. Novel adalah karangan fiksi yang menceritakan kejadian yang luar biasa pada pelakunya sehingga terjadi konflik yang menimbulkan perubahan nasib. Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam penggalan novel 2. E. Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam hikayat 3. yaitu Alokasi Waktu Metode Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab . Hikayat ini berisi kehidupan putra raja yang gagah perkasa beserta putri yang cantik molek.1Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel C. Salah satu hasil karya sastra lama yang berbentuk prosa yaitu hikayat. dan belum dibukukan seperti novel modern. moral. Novel termasuk hasil karya sastra modern yang berbentuk prosa. pengaitan nilai-nilai dengan kehidupan D. nilai-nilai dalam hikayat dan novel (budaya. N o 1 Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.

Abu membayar makanan di warung. Belum ada orang di kantor. ingin tahu yang terjadi. menerima bungkusan plastik hitam. Bayangkan. membayar. Dunia ini serasa gelap. Ia sedang dalam perjalanan mengunjungi anak-anaknya sebab sudah janji. tibatiba orang menangkapnya.” Abu mengambil kuda. dan mrica. Tapi. Lalu dipotong-potong badannya. Menciumnya. Pelan-pelan air matanya membasahi pipin. mengeluarkan sepeda motor. Penjual menyebut jumlah dan harga. ”Tidak dihabiskan?” ”Tidak dihabiskan?” ”Sudah kenyang. mengurut badannya sampai remuk tulangnya. Ular itu punya anak-anak. Bacalah pula penggalan novel Mantra Pejinak Ular bagian ”Cinta Ular Cinta Lingkungan” berikut ini! melengos tidak sampai hati melihat potonganpotongan itu. lalu membuang plastik hitam. Kerumunan bertambah banyak. Ia terduduk di tepi jalan. lalu menghilang. Merenungi nasib ular yang sial itu. menuntunnya ke kecamatan dan menambatkan pada sebuah patok.2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat dan novel Masing-masing kelompok Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam penggalan novel • Masing-masing kelompok Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam hikayat Masing-masing kelompok Menghubungkan nilai budaya dalam penggalan novel dengan nilai budaya dalam kehidupan sekarang • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Lakukan kegiatan berikut! 1. Abu pergi. . Alat Penilaian A. Dengan sepeda motornya ia pergi ke bawah. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Bacalah penggalan ”Hikayat Si Miskin” di depan sekali lagi! 2. ke sebuah sungai yang berbatu-batu dan deras. dan penjual duduk di bawah pohon munggur. menunggu-menunggu. bawang. Ia membuka kantor. Ia kembali ke pasar. Lalu dipotong kepalanya. Ia mengeluarkan potonganpotongan ular. Anakanaknya masih di sana. dan dengan mantra yang biasa ia menghanyutkan setiap isinya. Ia tahu ke mana harus dibawa plastik itu. F. Diberi garam. Kemudian direbus dalam dandang di atas air mendidih.

Pd . S. Kemudian Abu kembali. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. ia muntah-muntah. Diskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam kutipan novel. hooek. Temukan nilai-nilai yang terdapat dalam kutipan novel! 2. ”Hoo-ek. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. potongan ular itu. Maka dibuangnya ikan tak berdosa itu. melihat-lihat pasar. hikayat.” ”Ya.” Untuk menebus kesalahan ia membeli ikan itu. dan nilai yang masih berlaku di daerah Anda dengan teman sebangku Anda! 4. to?” ”Iya. Tetapi. sudah jadi potongan-potongan. Kompas.Tetapi induknya tidak pernah akan datang. Sumber: Mantra Pejinak Ular. Bandingkan penggalan hikayat dan novel tersebut. hoo-ek”. lalu memijitmijit pundaknya. Beberapa perempuan mengira dia masuk angin. Abu tidak bisa menahan tangisnya.” ”Ini bukan ular tapi kutuk. ketika ia akan makan ikan itu di rumah. Rangkumlah hasil diskusi Anda! Pada pelajaran yang lalu Anda telah belajar mengaran Pasuruan. 2000 B. Ketika melihat dagangan orang ia lari ke tempat sepi. Lalu. ikan gabus. Tetapi Abu menunjuk ke satu arah. yang ada di benaknya ialah ular dan sekali lagi hooek. Jakarta. Temukan nilai-nilai yang terdapat dalam kutipan hikayat! 3. ”Itu. Temukan persamaan dan perbedaannya! Kerjakan kegiatan berikut! 1. 1 Januari 2009 Mengetahui.

.

bermain peran dan diskusi 10. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 11. .1 Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama 12. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.1Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi. 2 4 10 13.1 Memerankan tokoh drama atau penggalan drama 11. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.1 Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini 13.2 Membuat resensi tentang drama yangditonton 10. bermain peran dan diskusi 12. 12. 8 4 4 6 11. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. informasi dan KELAS/SEMESTER : XII / Genap TAHUN PELAJARAN : NO 9. Memahami kegiatan pementasan drama 9. ALOKAS I WAKTU 8 4 4 BULAN / MINGGU JAN 1 2 FEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 1 APRIL 2 3 4 5 1 MEI 2 3 4 1 JUNI 2 3 4 JULI 1 2 Ket 10. dan pesan 9. Mengungkapkan pikiran dan perasaan.PROGAM SEMESTER ( PROMES ) SEKOLAH : SMA NEGERI 4 PASURUAN MATA PELAJARAN : SASTRA INDONESIA 2009/2010 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 9. tema.

. pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 13. dan ALOKAS I WAKTU BULAN / MINGGU JAN 1 2 FEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 1 APRIL 2 3 4 5 1 MEI 2 3 4 1 JUNI 2 3 4 JULI 1 2 Ket 15. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra 17. 4 6 6 4 16. Mengungkapkan pikiran.1 Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen 4 6 10 NO 15.1 Menganalisis perkembangan genre sastra Indonesia 17.1 Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen 16. Memahami hikayat.2 Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen 18. informasi. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 16. informasi. STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pikiran. 2 8 4 4 18. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 15.1 Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak 17. Mengungkapkan pikiran. perasaan.1 Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial 14. 17. perasaan. novel dan cerpen 14.14.

Kepala Sekolah Drs.19. Memahami hikayat. perasaan.1 Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi 19. informasi dan pengalama. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.TAUFIKURRACHMAN NIP19561230 198103 1 014 Dra. bermain peran dan diskusi 18. novel dan cerpen 19.1 Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel 8 2 6 Guru Mata Pelajaran Mengetahui. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006 .

PEMBAGIAN PEKAN EFEKTIF
MATA PELAJARAN SEMESTER KELAS TAHUN : SASTRA INDONESIA : GENAP : XII : 2009/2010

A. PENGHITUNGAN ALOKASI WAKTU I. Banyaknya Pekan dalam Satu Semester NO 1 2 3 4 5 6 7 Januari 2010 Februari 2010 Maret 2010 April 2010 Mai 2010 Juni 2010 Juli 2010 JUMLAH II Banyak Pekan Tidak Efektif 1. Ulangan Tengah Semester 2. UNAS 3. Ulangan semester genap 4. ULTAH SMA 5. Libur Semester JUMLAH : : : : : : 1 2 2 1 1 7 : : NAMA BULAN BANYAKNY A PEKAN 1 4 4 5 4 4 2 24 Pekan Pekan Pekan Pekan Pekan Pekan 17 Pekan 68 Jam

III. Banyak Pekan Efektif ( 24 - 7 ) IV. Banyak Jam Pelajaran Eektif ( 17x 4 ) Pelajaran

B. DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU NO STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR ALK WKT 9 9. Memahami kegiatan pementasan drama 9.1 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi, tema, dan pesan 9.2 Membuat resensi tentang drama yangditonton 10 10. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita, bermain peran dan diskusi 10.1Memerankan tokoh drama atau penggalan drama 11 11. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 11.1 Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama 12 12. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita, bermain peran dan diskusi 12.1Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini 13 13. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, informasi dan pengalaman dalam kegiatan

produksi dan transformasi bentuk karya sastra 13.1Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial 14 14. Memahami hikayat, novel dan cerpen 14.1Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen 15. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 15.1Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen 16. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 16.1Menganalisis perkembangan genre sastra Indonesia 17. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra 17.1 Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak 17.2 Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen 18. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan, informasi dan pengalama, informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita, bermain peran dan diskusi 18.1 Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi 19. Memahami hikayat, novel dan cerpen 11.1 Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel

15

16

17

18

19

Mengetahui, Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs.TAUFIKURRACHMAN NIP19561230 198103 1 014

Dra. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006

dan informasi dalam kegiatan bercerita. dan pesan ALK WKT . 8. dan membawakan dialog drama 6.1 Mendeklamasikan puisi dari berbagai angkatan dengan menggunakan volume suara dan irama yang sesuai 8. dan latar dalam pementasan drama 2.1 Menggunakan komponen kesastraan teks drama (pelaku dan perwatakan . Mengungkapkan pikiran. novel. Mengngkapkan pengalaman dalam puisi. 7. Memahami cerita pendek. dan latar dalam pementasan drama 1. dialog.1 Mengidentifikasi penokohan.plot dan konflik) untuk menelaah karya sastra drama 5.2 Mengekspresikan karakter para pelaku ALK WKT 2 3 4 5. berdeklamasi.PRORAM TAHUNAN ( PROTA ) SMA NEGERI 4 PASURUAN MATA PELAJARAN : SASTRA INDONESIA KELAS : XII TAHUN PELAJARAN : 2009/2010 SEMESTER I NO 1 STANDAR KOMPETENSI/ KOMPETENSI DASAR 1.2 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi. dialog. berdeklamasi dan membawakan dialog drama 8. SEMESTER II NO 9 KOMPETENSI DASAR 9.1 Membuat resensi tentang drama yang ditonton 9.1 Menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam cerita pendek 6. cerita pendek dan drama 7. 6. Memahami kegiatan pementasan drama 9. Memahami penokohan.1 Menceritakan secara lisan narasi yang berasal dari cerita pendek atau novel yang pennah dibaca 7. dan perilaku. dan latar dalam pementasan drama 4. Mengungkapkan pengalaman dalam puisi.1 Mengaplikasikan komponen-komponen kesastraan dalam menelaah berbagai karya sastra 8.1 Menganalisis kesesuaian penokohan dialog. Menguasai komponen komponen kesastraan dalam menelaah berbagai karya sastra 4. Mengungkapkan pikiran dan perasaan dan informasi dalam kegiatan bercerita. dialog. tema. cerita pendek. dan hikayat 5. dan latar dalam pementasan drama 3. dan drama Menulis drama pendek berdasarkan cerita pendek atau novel Memahami penokohan dialog.

informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. bermain peran dan diskusi 12. Mengungkapkan pikiran.1 Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen 15. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 15. Memahami hikayat. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.1 Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial 14. Mengungkapkan pikiran. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.1 Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi 19. dan perasaan. informasi dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 13. informasi. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 16.1 Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel Mengetahui. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Mengungkapkan pikiran dan perasaan.1 Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen 16.1 Menganalisis perkembangan genre sastra Indonesia 17. novel dan cerpen 19. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran .2 Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen 18. Memahami hikayat.1 Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama 12. informasi dan pengalama.1 Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak 17. Mengungkapkan pikiran dan perasaan.10. bermain peran dan diskusi 18. novel dan cerpen 14. perasaan. bermain peran dan diskusi 10. perasaan.1Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini 13. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 11. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra 17. Mengungkapkan pikiran. Mengungkapkan pikiran dan perasaan.1Memerankan tokoh drama atau penggalan drama 11. informasi.

Drs.TAUFIKURRACHMAN NIP19561230 198103 1 014 Dra. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful