P. 1
Rpp Sastra II Baru

Rpp Sastra II Baru

|Views: 467|Likes:
Published by Zainal Abidin

More info:

Published by: Zainal Abidin on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2015

pdf

text

original

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP

)
SASTRA INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Kelas XII Program Bahasa

Oleh:
Dra. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006

SMA NEGERI 4 PASURUAN
Jln. Hasanudin 76 telp. (0343) 422522 Pasuruan Juli 2008

PEMERINTAH KOTA PASURUAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. B. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009

Standar kompetensi 9. Memahami kegiatan pementasan drama Kompetensi Dasar 9.1 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi, tema, dan pesan Indikator mengidentifikasi unsur- unsur intrisik drama menentukan tokoh dan perannya menentukan konflik drama dengan menunjukkan data yang mendukung menentukan latar dan peran latar Materi Pokok Unsur intrinsik drama : penokohan 2. konflik (perbedaan penyebeb konflik dan peristiwa) tema pesan latar Mengidentifikasi Unsur-Unsur intrinsik drama Dalam pelajaran ini, Anda diharapkan dapat menemukan unsur unsur intrinsik teks drama yang dii dengar melalui bacaan dan mendiskusikan unsur intrinsik teks drama yang didengar.

C. • • • • D. 1. 3. 4. 5.

Bunga Rumah Makan
Tatang Sontani

Karya Utuy

Panggung merupakan ruangan rumah makan, dialati oleh tiga stel kursi untuk tamu, lemari tempat minuman, rak kaca tempat kue-kue, meja tulis beserta telepon, radio, dan lemari es. Pintu ke dalam ada di belakang dan pintu keluar ada di depan sebelah kiri. Adegan 3 Ani : (ke belakang sambil menyanyi kecil) Pengemis : (masuk perlahan-lahan dengan kaki pincang, setelah di dalam, melihat ke kiri-ke kanan, ke rak tempat kue-kue, kemudian menuju rak itu dengan langkah biasa, tangannya membuka tutup toples hendak mengambil kue). Ani : (tampil dari belakang) Hai! Pengemis : (cepat menarik tangannya) Ani : Engkau mau mencuri, ya?

Pengemis : (menundukkan kepala) Ani : Hampir setiap kali engkau datang ke sini, engkau kuberi uang. Tak nyana, kalau sekarang berani datang ke sini dengan maksud mencuri. Pengemis : Ampun, Nona, ampun. Ani : Mau sekali lagi kau mencuri? Pengemis : Saya tak akan mencuri bila saya punya uang. Ani : Bohong! Pengemis : Betul, Nona, sejak kemarin saya belum makan. Ani : Mau bersumpah, bahwa engkau tidak hendak mencuri lagi? Pengemis : Demi Allah, saya tak akan mencuri lagi, Nona. Asal …. Ani : Tidak. Aku tidak akan memberi lagi uang padamu. Pengemis : (sedih) Ah, Nona, kasihanilah saya. Ani : Tapi, mengapa tadi mau mencuri? Pengemis : (sedih) Tidak, Nona, saya tidak akan sekali lagi. Dan saya sudah bersumpah.Ya, saya sudah bersumpah. Ani : (mengambil uang dari laci meja) Awas, kalau sekali lagi engkau mencuri! Adegan 4 Sudarma : (masuk menjinjing tas kulit, melihat kepada pengemis) Mengapa kau ada di sini? Ayo, keluar! Pengemis : (diam menundukkan kepala). Sudarma : (kepada Ani) Mengapa dia dibiarkan masuk, An? Ani : Hendak saya beri uang. Sudarma : Tak perlu. Pemalas biar mati kelaparan. Padahal, dia datang ke sini mengotorkan tempat semata. Ani : (melemparkan uang kepada pengemis) Nih! Lekas pergi! Pengemis : Terima kasih, Nona. Moga-moga Nona panjang umur. Sudarma : Lekas pergi dan jangan datang lagi ke sini! Pengemis : (pergi keluar dengan kaki pincang). Sudarma : Lain kali orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya. (dengan suara lain) Tak ada yang menanyakan aku? Ani : Ada, tapi entah dari mana, sebab Karnenlah yang menerima teleponnya tadi. Sudarma : Anakku sudah biasa lalai. Barusan dia ketemu di jalan, tapi tidak mengatakan apa-apa. (mengangkat telepon) sembilan delapan tiga. Ani : (membersihkan kursi) Sudarma : (kepada Ani) Meja ini masih kotor. Ani : (membersihkan meja) Sudarma : (dengan telepon) Tuan kepala ada? -Baik, baik. (menunggu) Waaah, kalau sudah banyak uangnya lama tidak kedengaran suaranya, ya? Ya? Ini Sudarma, Bung–Ha, ha, ha, betul, betul!–Biasa saja, menghilang sebentar untuk kembali berganti bulu (tertawa). Tapi, Bung. Bagaimana tentang kanteh yang dijanjikan itu? – Ah, ya?– bagus, bagus, lebih cepat lebih nikmat. –Ya, ya, sebentar ini juga saya datang. –Baik, baik. (telepon diletakkan; kepada Ani) Aku hendak pergi ke kantor pertemuan. Kalau ada yang menanyakan, baik perantaraan telepon atau datang, tanyakan keperluannya, lalu kau catat, ya An? (melangkah). Ani : Ya.

Alur Cerita/Plot Plot/jalan cerita adalah rangkaian kejadian yang dialami oleh para pelaku cerita. konflik mereda ketika Ani memberikan uang kepada pengemis. Nona. 3. intrik. Latar Cerita Hal lain yang perlu diperhatikan adalah latar yang ada pada drama. ampun . Hal ini terbukti ketika pengemis masuk ke rumah dan hendak mengambil makanan. Pengemis : Ampun Nona. Pengemis : . kecuali orang itu membuktikan omongannya. 2. pengemis. sebagai pemberani. yaitu penentang ide pokok yang menimbulkan ketegangan. Pada teks drama "Bunga Rumah Makan" tersebut. Ani bersikap tegas dan hati hati.. 4. Penokohan lain adalah tokoh antagonis.Sudarma : Eh. moga-moga Nona panjang umur. Peran latar inilah yang . bahkan watak tokoh. tokoh terdiri atas Sudarma. Sumber: Naskah drama Bunga Rumah Makan. Konklusi merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama. Ani : Baik. jahat. 3. dan penyabar. Dialog yang berisi kata-kata atau kalimat yang diucapkan oleh tokoh kepada tokoh lain memuat peristiwa dan pokok pembicaraan yang ingin diungkapkan pengarang. ramah. . dan Ani.. Intrik merupakan persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang. Hal ini dibuktikan oleh teks berikut. Pengemis. serakah. yaitu pembawa ide pokok atau dasar yang merupakan pusat cerita.. bahkan mengusir pengemis itu. Karakter para tokoh menggerakkan cerita dalam drama. Tokoh-tokoh diciptakan oleh pengarang sebagai pelaku cerita. Pengemis : Terima kasih Nona.Dan engkau jangan bepergian. ada tokoh trigonis. Latar mempengaruhi jalannya cerita. Ani diperkirakan masih muda dengan adanya ucapan "nona" dari pengemis. dapatkah Anda mengidentifikasi unsur-unsur intrinsiknya? Untuk memahami unsur-unsur intrinsik dalam sebuah drama. penakut. biasanya terdiri atas eksposisi. Ia tidak pernah percaya pada omongan orang. Intinya. 5.. Pengemis ketahuan hendak mengambil sesuatu dari dalam lemari makanan. klimaks. sejak kemarin saya belum makan. Selanjutnya.. Karakter pata tokoh ditampilkan. Penokohan Penokohan/karakter pelaku utama adalah pelukisan karakter/ kepribadian pelaku utama. Munculnya karakter dari tiap tokoh memunculkan konflik yang merangkai jalan cerita. Konflik di dalam adegan 3 tersebut terjadi ketika peristiwa masuknya pengemis. Anda harus memahami dan menyimak dialog antarpelaku. yaitu penengah serta pendamai dua pihak dan tokoh ini sebagai penyelesai ketegangan. pemurung. Dalam penokohan dikenal karakter para pelaku sebagai protagonis. 2. 1984 Setelah Anda mendengarkan pembacaan drama tersebut. suruh menyusul saja ke kantor pertemuan. dan konklusi. Sudarma : (pergi ke luar). Klimaks merupakan pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam cerita. 1. ceria. baik hati. Antiklimaks merupakan konflik mulai menurun atau masalah dapat diselesaikan. 1. antiklimaks. dan kemudian datang Sudarma yang membangun percakapan tersebut. jika nanti Usman datang ke sini. Eksposisi/introduksi merupakan pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku. Ani.

rak kaca tempat kuekue. Buku pelengkap 4. lemari tempat minuman. Majalah 5. Nilai-nilai ini dapat diambil untuk kehidupan kita sehari-hari. Skenario Pembelajaran Metode 1. Diskusi 2. Tema yang paling menonjol di dalam teks drama tersebut adalah kisah tentang perbedaan/status sosial manusia yang dibedakan atas sebutan kaya dan miskin. dialati oleh tiga stel kursi untuk tamu. keluarga Ani termasuk keluarga mapan secara ekonomi. E. radio dan lemari es. 4. meja tulis beserta telepon. Tema dalam drama pada akhirnya akan berhubungan dengan nilai-nilai (pesan yang terkandung dalam cerita drama). Pemalas biar mati kelaparan!" Kaitan isi drama tersebut dengan kehidupan seharihari. 3. Melihat data yang ada di dalam teks. Buku teks terkait 3.membuat sebuah drama mempunyai karakteristik sendiri. yaitu mendengarkan informasi dan Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung • Guru memotivasi siswa dengan bertanyajawab Alokasi Waktu 10 menit Metode . Panggung merupakan ruangan rumah makan. Latar dalam adegan 3 tersebut dijelaskan sejak awal cerita. Demonstrasi 3. Tema Sebuah drama. "Tak perlu. seperti karya sastra lainnya memiliki unsur tema. Orang kaya bergerak leluasa dan sangat sibuk. Unsur tema dapat ditemukan dengan mengikuti keseluruhan cerita yang ada dalam drama tersebut. Ada yang kaya dan juga yang miskin. Latar tersebut menunjukkan status sosial keluarga Ani. Bermain peran Media dan Sumber 1. Surat kabar Langkah-langkah Pembelajaran No 1 2. yaitu pada ucapan Sudarma. sedangkan orang miskin selalu saja tertindas dan dicurigai. Naskah drama 2. Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. memang. Pesan bahwa ada jurang antara si kaya dan si miskin tersurat dalam teks drama tersebut. Latar ini dapat berwujud latar tempat maupun latar waktu. seperti berikut. ada dan nyata. bahkan dihina. 1.

Setelah itu. jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. Ia bersilangan tangan. Beberapa papan majalah dinding tersandar di dinding dan di meja. kurang begitu teratur rapi. 40 menit F. Kardi 4. Anton 3. guru karate. Seorang pemuda pelajar sedang duduk di atas meja. gara-gara karikatur Trisno mengejek Pak Kusno. • Siswa menyempurnakan tugasnya berdasarkan masukan dari temantemannya. . Pemuda itu Anton namanya. Sekretaris Redaksi. Wajahnya muram. Wakil Pimpinan Redaksi. Tampak di sana beberapa meja kursi. Ia belum mandi. bahwa majalah dinding itu dibredel oleh Kepala Sekolah. duduk di kursi. sedangkan Rini. Rini 2. • 110 menit 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan.2 Kegiatan Inti Siswa memperhatikan penjelasan guru sebelum mereka mendengarkan pembacaan Informasi dan diberi kesempatan bertanya kepada guru jika ada yang belum mengerti • Siswa mendengarkan dengan tekun informasi yang dibacakan guru • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Guru memberi penjelasan tugas kelompok • Setiap kelompok mengidentifikasi unsurunsur intrisik drama • Setiap kelompok menentukan tokoh dan perannya dan menentukan konflik drama dengan menunjukkan data yang mendukung serta menentukan latar dan peran latar • Siswa secara bergantian setiap kelompok memepresentasikan hasil kerja di depan kelas dan kelompok lain menanggapi • Guru dan siswa bertanya-jawab tentang tanggapan yang diberikan siswa. Alat Penilaian Peragakanlah drama berikut bersama beberapa orang teman Anda. Ia terburu-buru ke sekolah karena mendengar berita dari Wilar. hanya mencuci muka dan gosok gigi. Trisno 5. Majalah Dinding Karya Bakdi Soemanto Para pelaku: 1. Ia adalah Pemimpin Redaksi majalah dinding itu. Seorang pelajar lainnya. Wilar Pentas menggambarkan sebuah ruangan kelas dipagi hari. Waktu itu hari Minggu. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Anton tampak kusut.

kulindungi kekasihmu yang belum mandi ini. Kardi : Begini. kalau marah.. Anton : Tapi masih ada satu bahaya. kalau sekolah kita tutup tahun. sabar-sabar. Anton : Kau ada waktu nanti sore? Kardi : Ada apa sih? Anton : Aku perlu bantuanmu menyusun surat protes itu. Trisno : Maaf Ton. Kita harus ingat. sebaiknya kita protes diam. Ia adalah eseis yang mulai dikenal tulisantulisannya lewat majalah dinding itu. bukan kau. Kau bunuh diri apa bagaimana? Masak. Aku mesti digantung.. Rini : Kau dari mana. Aku sekadar ingin bertanggung . Menghina aku Tris? Aku yang suruh kau melukis itu. nggak ke sana sebelum berembuk dengan kita. Kardi : Lho.. maksudku agar kau. Akulah yang mestinya digantung… bukan kau. Rini : Sudahlah. sabaaaaar. ini bukan perlawanan melawan musuh. Aku tidak butuh perlindunganmu. sedang gawat malah bertengkar sendiri. Dengar? Rini : Tapi kaubilang sudah ada persetujuan dari Pimpinan Redaksi? Trisno : Tidak. Aku tidak hendak berlagak pahlawan. Kardi : Apakah sudah tak ada jalan keluar lagi? Kita mati kutu? Trisno masuk. Aku penanggung jawabnya. bahwa aku telah . kau berlagak pahlawan. kau mesti ralat pernyataan itu. tanggung jawab saya. Sudah dapat izin dari kau apa belum? Anton : Jawabmu? Trisno : Aku bilang. sedang menekuni buku. Dengar? Anton : Kenapa kau bilang begitu. maksudku.. Kardi : Dari rumah Kepala Sekolah dan kau dimarahi? Trisno : Huuuuuh. Kita berhadapan dengan orang tua kita sendiri. Trisno : Pokoknya. sabaaar. agar orang-orang menaruh perhatian kepadamu. Nanti.. Aku bilang bahwa tanpa sepengetahuan Anton. ide itu ide . Mau apa Pak Kepala Sekolahitu. Anton : Sudah. kita semua diam. Trisno : Begini. Kardi : Sebaiknya. ide itu ide siapa.Kardi. Aku tahu.. Kardi : Anton. Ton. Napasnya terengah-engah. Rin. Disemprot ludah pagi hari bacin... Tenaga inti masuk staf redaksi semua.. Tris? Anton : Dari rumah Pak Kepala Sekolah. Anton : Kardi.. aku pasang karikatur itu. Anton : Ide Anton? Trisno : Ide Albertus Sutrisno sang pelukis. Rini : Nasib Trisno. Kalau kalian menurut aku.. lho. Jadi jangan asal membakar rumah. Anton : Tidak. Sepenuhnya. Anton : Ayo. aku didesak. Ton. karikaturis kita itu? Kardi : Betul. Anton : Tapi jangan grasa-grusu. Kardi : Ya. sehingga dengan demikian kau. Kita mogok. kalau kita diam.. Peluhnya berleleran.

demi persatuan kita. nggak. Kardi : Biar saja dia pergi. Anton : Kau ketemu dia.. pagi ini? Wilar : Dia mau. Kardi : (Termenung) Rini : Ada apa.. Tapi kalau kalian berbuat dan bertindak sendiri-sendiri. kalian akan aku laporkan polisi.. Tetapi dalam keadaan gawat. Di? Kardi : Bahwa… bahwa kreativitas ternyata. Kardi : Aku ngerti. (Keluar) Anton : Tris.. Di.. Malah dia bilang begini. Rini : Ayo.... Sang Penyelamat. Aku ikut bertanggung jawab atas perbuatan kalian terhadap Pak Kusno. Anton : Pergi. Rini : Anton. Filsuf? Kardi : Sekarang sampailah pada kesimpulan tentang renunganrenungan selama ini. Aku tak tega kalau kau… kau di…. Tapi kalian tak boleh bertindak sendiri.... Kau ini ngejek. Mau melibatkan diri dengan problem anakanaknya. Mungkin.. sifatnya lembut seperti seorang ibu.. Tris. Pak Lukas. Anton : Mau.. Trisno.kita memang tidak harus dalam satu ide. main corat-coret. atau membikin onar. Semua : Setujuuuuuu. gimana dia.. Kau mau apakan dia? Rini : Tapi dia bisa memihak Kepala Sekolah. Aku wakil kelas kalian. .. Anton : Maaf.. Rini : Renungan apa. Anton : Mana Pak Lukas? Wilar : Lha. Anton : (Membisu) Rini : (Membisu) Trisno : Tetapi kau menolak pernyataan setia kawanku dengan kau.. ternyata membutuhkan perlindungan. Rini : Ton.. Wilar : (Masuk) Lha. Aku akan menjelaskan bahwa Pak Kusno memang kurang beres.jawab. Kardi : Ah. Aku yang akan maju ke Bapak Kepala Sekolah... kita tak boleh mengutamakan emosi. Trisno : Bagaimana kalau dia kita juluki. Rini : Pak Lukas memang guru sejati. Anton : Pergi.. Anton : (Diam sendiri berjalan hilir mudik) Rini : (Masuk) Ton. ooooooh. Rini : (Membisu) Anton : Rin. Anton : (Membisu) Trisno : Dimarahi atau dikeluarkan. Laaaaar. dong. Rini : Gimana? Pak Lukas mau? Wilar : Lha….. Sudahlah. Dia sungguh seperti bapakku sendiri. kenapa kau tersinggung.. Rini : Mau? Wilar : Jelas.. Trisno. Biar saja dia pergi.. Anton : Dia seorang bapak yang melindungi.. Diam saja.

Setelah memahami isi drama tersebut. tahun produksi) membuat sinopsis mengungkapkan kelebihan dan kekurangan drama membuat simpulan resensi drama Materi Pokok Resensi drama pengertian resensi unsur resensi 3. 2. pengarang.Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. Tentukanlah konflik drama disertai data teks yang mendukung.Sumber: Kumpulan Drama Remaja. 5. tentukanlah tema dengan alasannya. 1 Januari 2009 Mengetahui. • • • • D. produser. Selain itu. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Memahami kegiatan pementasan drama Kompetensi Dasar 9. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. 4. resensi akan membantu penulis drama memperkenalkan . Jelaskanlah watak setiap tokoh berdasarkan percakapan atau dialog drama tersebut. 1987 1. Di mana latar adegan tersebut? 3.2 Membuat resensi tentang drama yang ditonton Indikator menulis resensi drama dengan memperhatikan unsure-unsur resensi mendeskripsikan identitas drama (judul. Kaitkanlah isi drama tersebut dengan kehidupan sehari-hari Anda. C. Apa pesan drama tersebut? 6. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 9. 1. Resensi bertujuan memberikan rangsangan kepada pendengar agar menonton pementasan drama tersebut. S. B. langkah penyusunan resensi Resensi Drama yang Ditonton Resensi drama yang ditonton merupakan pertimbangan atau pembicaraan tentang drama yang ditonton. sutradara. Pasuruan. 2.

gerak-gerik pemain. penulis. volume suara yang digunakan pemain. E. ekspresi yang digunakan pemain. tahun produksi • Masing-masing kelompok membuat sinopsis mengungkapkan kelebihan dan kekurangan drama • Masing-masing kelompok membuat simpulan resensi drama • Mendiskusikan program kegiatan yang disampaikan • Memperbaiki program kegiatan/ proposal berdasarkan berbagai masukan • Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil diskusi Alokasi Waktu 10 menit Metode 2 . Penokohan Penokohan merupakan kegiatan melisankan naskah drama yang disesuaikan dengan gerak/akting. e. sutradara. yaitu membuat resensi dari drama yang ditonton • Guru memotivasi siswa dengan bertanyajawab Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok menonton rekaman drama yang dipersiapkan guru • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan tentang segala hal berkaitan dengan drama yang ditonton • Masing-masing kelompok menulis resensi drama dengan memperhatikan unsure-unsur resensi • Masing-masing kelompok mendeskripsikan identitas drama (judul. Identitas naskah drama Identitas naskah drama meliputi judul drama. lafal yang digunakan pemain. pengarang. Langkah-Langkah Pembelajaran No 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru menanyakan PR siswa tentang membuat program kegiatan/proposal dan mengulas bersama guru • Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari. penjiwaan pemain dalam memerankan karakter yang dimainkan. tahun pembuatan. 2. serta f. sutradara. b. intonasi yang digunakan pemain. d. produser. 1.drama tersebut kepada khalayak. Penokohan meliputi: a. dan jumlah halaman. Unsur-unsur resensi drama sebagai berikut. c.

1 Januari 2009 Mengetahui. dan kekurangan drama yang telah Anda catat! 6. Buatlah resensi drama yang Anda tonton. F. S. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. kelebihan. Sertakan identitas drama. Sertai resensi yang telah Anda buat dengan simpulan! Pasuruan. sinopsis. Deskripsikanlah identitas drama yang Anda tonton! 3. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Guru Anda akan menyuruh teman Anda bermain drama! 2. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs.Pd . Kemukakan kelebihan dan kekurangan drama yang Anda tonton! 5. Buatlah sinopsis drama yang Anda tonton! 4. Penilaian Jenis Tagihan: • tugas individu : • tugas kelompok : Lakukan kegiatan berikut! 1. Sumber/Alat/Bahan • • • Teks Informasi Majalah/surat kabar Buku Bahasa Indonesia Kelas XI penerbit Erlangga G.

Kata-kata yang diucapkan dengan tekanan keras atau lembut adalah kata-kata yang dianggap penting daripada kata-kata lain. gerak. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.gerik b. Setiap kata harus diucapkan atau dilafalkan dengan jelas. Naskah drama dibuat untuk diperankan. intonasi Drama adalah bentuk cerita yang berisi konflik sikap dan sifat manusia yang disajikan dalam bentuk dialog. 4. Tekanan keras lembutnya pengucapan. Tekanan tinggi rendahnya pengucapan suatu kata dalam kalimat atau intonasi yang digunakan harus tepat. ekspresi (sesuai karakter tokoh) c. Indikator • menentukan peran yang sesuai dengan tokoh dalam teks • memerankan drama/ penggalan drama sesuai dengan karakter tokoh • memberi tanggapan atas pemeranan teman (kesesuaian karakter tokoh) D.1Memerankan tokoh drama atau penggalan drama C. bermain peran dan diskusi B. pemeranan dengan memperhatikan : a.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. Bagaiman cara memerankan naskah drama? Pahami penjelasan berikut! Langkah-Langkah Memerankan Naskah Drama Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memerankan naskah drama. kejengkelan.Dalam percakapan itu tergambar sifat dan tingkah laku setiap tokoh. kejemuan. 3. Misalnya kegembiraan. Menunjukkan gerakan tubuh (gerak-gerik) dan ekspresi wajah (mimik) yang sesuai dengan karakter atau watak tokoh yang diperankan. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 10. Materi Pokok tehnik pemeranan dalam drama b. Kompetensi Dasar 10. 6. Melalui mimik dan gerak tubuh pemain juga harus dapat menunjukkan perasaan yang sedang dialami tokoh yang diperankan. Watak tokoh dalam drama terlihat dalam percakapan antartokoh. Dari kata- . Tekanan cepat lambatnya pengucapan suatu kata dalam kalimat (tekanan tempo). 5. 1. 2. dan kesedihan. a.

Jika akan memerankan drama. baik hati. 4. Alokasi Waktu 10 menit 2 3 F. Sumber/Alat/Bahan . 2. atau yang lainnya. baik tokoh antagonis maupun tokoh protagonis. E. Berlatih memerankan tokoh sesuai dengan karakternya. khususnya pada tokoh yang akan diperankan secara berulang-ulang. 3. pemain dapat melihat foto-foto. sejarah. jujur. cerita. Lakukan hal-hal berikut agar Anda dapat menjiwai watak tokoh dengan baik. Membaca naskah drama. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. 1. atau sumber lain yang dapat mendukung karakter tokoh. pendendam. Langkah-Langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran • Guru memotivasi siswa dengan bertanya-jawab Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing mempersiapkan naskah/teks drama yang dibuat secara berkelompok • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan tentang segala hal berkaitan dengan memerankan drama • Masing-masing kelompok memerankan drama sesuai dengan karakter tokoh pada teks drama yang dibuat • Masing-masing kelompok memberi tanggapan atas pemeranan kelompok lain • Mendiskusikan program kegiatan yang disampaikan • Memperbaiki program kegiatan/ proposal berdasarkan berbagai masukan • Guru bersama-sama siswa menyimpulkan hasil diskusi Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Mengamati orang-orang yang memiliki watak yang mirip dengan tokoh yang hendak diperankan. Anda harus menjiwai watak tokoh.kata dan gerak-geriknya tergambar watak jahat. pemarah. Jika tidak ada. sabar.

Tentukan tokoh antagonis. Perankanlah drama yang Anda dapatkan! 6. baik tokoh antagonis. Kelompok Anda dan kelompok teman Anda akan bergiliran memerankan naskah drama yang diberikan oleh guru Anda. protagonis. Berbagilah peran yang ada dalam naskah drama! 3. Setelah semua kelompok memerankan drama. 7. a. Bergabunglah dengan kelompok Anda! B. menyimak penampilan kelompok lain dengan saksama. Pasuruan. Kesesuaian mimik dan gerak-gerik dengan karakter tokoh yang diperankan. dan tritagonis yang ada dalam drama! 2. maupun tokoh tritagonis. Bacalah dengan saksama naskah drama tersebut! C. diskusikan penampilan kelompok-kelompak yang telah memerankan drama! Diskusikan hal-hal berikut. berlatihlah menjadi tokoh antagonis. Kelompok yang tidak mendapat giliran memerankan drama. Kesesuaian mimik dan gerak-gerik dengan dialog dalam drama. Guru Anda akan membentuk sebuah kelompok. Jika Anda mendapat peran antagonis. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.• • • Teks Informasi Majalah/surat kabar Buku Bahasa Indonesia Kelas XI penerbit Erlangga G. Lakukan kegiatan berikut! 1. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. jika Anda mendapat peran protagonis. S. Berlatihlah memerankan drama. Hayati peran yang Anda dapatkan! 4.Pd . 1 Januari 2009 Mengetahui. b. Sebaliknya. protagonis. Guru Anda akan memberi sebuah naskah drama. berlatihlah memerankan tokoh protagonis! 5. Penilaian Jenis Tagihan: • tugas individu : • tugas kelompok : A.

komponen drama : a. Salah satu jenis karya sastra yang lain yaitu cerpen. atau cerita rakyat lainnya) Drama merupakan salah satu karya sastra yang berupa dialog yang dapat dipentaskan. Unsur intrinsik drama meliputi tema. Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut. penokohan. dan konflik. C. drama tradisional (missal lenong dari Jakarta. Hikayat merupakan salah satu jenis sastra lama. dialog. pengertian drama 3. menentukan laporan kesastraan dalam teks drama berbentuk puisi atau berbentuk prosa 2. Cerpen yang Anda buat dapat Anda ubah menjadi naskah drama. amanat. membahas hubungan antar komponen drama 3. Drama disusun oleh unsur-unsur pembangun drama. . 1. Unsur-unsur tersebut berhubungan erat dan tidak dapat dihilangkan. Unsur-unsur pembangun drama disebut juga unsur intrinsik drama. Membaca dengan saksama cerpen yang akan diubah. B. Cerpen dapat Anda tulis sendiri. Nilai-nilai kehidupan dalam novel dan hikayat terkadang dapat Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia Kompetensi Dasar 11. menilai komponen kesastraan dalam teks drama berbentuk puisi atau berbentuk prosa Materi Pokok 1. perilaku. Hikayat berbeda dengan novel. Selain drama. D. Untuk mengidentifikasi unsur drama yang ditonton Anda harus menonton drama dengan saksama dari awal hingga akhir. Namun. latar. pelaku b.1Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama Indikator 1. Hikayat merupakan salah satu hasil karya sastra lama. perwatakan e. teks drama 2. tokoh. hikayat dan novel mengandung nilainilai kehidupan. jenis karya sastra yang lain adalah hikayat.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. plot. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 11. ludruk dari Jawa Timur. dialog c. randai dari Minangkabau. tindakan pelaku d.

Latar Contoh: Latar tempat drama tersebut di sebuah taman.” Berdasarkan kutipan tersebut. 3. temukan unsur-unsur drama berikut ini. masa bodoh dengan musim! Dengan segala musim. LSB : ”Mau hujan.” LSB : ”Bulan apa kini rupanya?” OT : ”Entah. Sifat ini dibuktikan dengan kutipan berikut. tokoh LSB memiliki ciri fisik agak tua.” OT : ”Apa?” LSB : ”Hari mau hujan. Langit mendung. batuk-batuk. . Menuliskan naskah drama.” 5.” OT : ”Tidak. Perdebatan terjadi antara LSB dan OT. Dan ini semua hanya oleh karena kita telah mencoba mengambil sikap yang agak keras terhadap sesama kita (tiba-tiba marah). Tema Drama tersebut bertema realitas sosial yang terjadi di masyarakat. . Di sebuah taman dengan beberapa buah bangku. 4. Anda akan mengidentifikasi komponen kesastraan dalam teks drama. Buktikan analisis Anda dengan kutipan teks 1. 2. Bah. Ini musim kemarau. duduk di bangku. . . dan watak tokoh. 6. Dialog Contoh: Dialog tokoh terjadi bergantian dan tidak bersahutan.” OT : ”Bukan. Tokoh Contoh: Laki-laki separuh baya (LSB) ”Hari mau hujan. Langit mendung.2. Bacalah dan teliti kembali kutipan teks drama ”Petang di Tanam” Kemudian. Ini musim hujan. Konflik Salah satu konflik yang terdapat dalam drama berupa perdebatan mengenai musim. 4. Mengubah percakapan dalam cerpen menjadi dialog dalam drama.” 3. Menemukan latar. Musim kemarau. Plot Drama tersebut beralur maju karena menceritakan dari awal drama hingga dialog terakhir. OT masuk.” LSB : ”Kalau begitu saya benar. ”. tidak!” 7. tokoh. Mencatat dialog atau percakapan yang terdapat dalam cerpen. Latar tempat dibuktikan dengan kutipan berikut. 5. Penokohan Contoh: Laki-laki separuh baya (LSB) LSB bersifat pemarah. Contoh: OT : ”Kalau begitu saya benar.

Alokasi Waktu 10 menit Metode 2 3 F. Pelayan datang dari pintu kamar tamu. aku lupa-lupa saja kalau dia lagi asyik dengan kursus kecantikannya. Amanat Kita harus bisa mengendalikan diri agar tidak terpancing emosi sehingga kerukunan tetap terjaga.” Tuan X : ”Oo ya. serta sebuah telepon di atas meja kerja sebelah sudut. lengkap dengan perabotannya yang mewah. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan kbm yang akan dipelajari. Tuan X : ”Mana nyonya?” Pelayan : ”Keluar kursus. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Pada tangan kanannya tergenggam sebuah bungkusan kecil. Tuan. E.8. Dari pintu kamar tidur Tuan X keluar sambil melepas dasinya. Alat Penilaian Kerjakan soal-soal berikut ini! Pahami penggalan drama berjudul ”Abu” berikut! Dalam sebuah ruang kamar kerja. yaitu mendengarkan informasi dan Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung • Guru memotivasi siswa dengan bertanyajawab Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Siswa bersama-sama menuju perpustakaan sekolah • Masing-masing kelompok mencari dan mempersiapkan teks drama yang berbentuk puisi dan prosa yang dipilihnya • Siswa menyimak penjelasan guru tentang kesastraan teks drama • Masing-masing kelompok melaporkan unsurunsur kesastraan teks drama yang dipilihnya • Mencatat hubungan antar komponen drama • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Naik skuler apa sedan biru?” .

bila Tuan pulang lebih dulu. terus dibukanya. . 2006. Tuan. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Berikan bukti-bukti yang mendukung jawaban Anda! Pasuruan. Tuan X tampak keheranan mengamati isinya. Nyonya bilang. S.” Tuan X : ”Ada suratnya?” Pelayan : ”Cuma bungkusan ini saja. Temukan komponen kesastraan dalam penggalan drama tersebut! b.. bungkusan ini diterima dari seseorang yang belum dikenalnya untuk disampaikan kepada Tuan.” Tuan X : ”Apa yang kau pegang?” Pelayan : ”Ini tadi dari Nyonya.Pd . Soelarto.Pelayan : ”Sedan biru. Sebuah kotak kecil. Pesan Nyonya supaya disampaikan kepada Tuan. terus pergi ke arah kamar tamu. Yogyakarta a.. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. B.” Pelayan menyerahkan bungkus.. Dikutip dari: Domba-Domba Revolusi. Tuan X membuka bungkusan itu. 1 Januari 2009 Mengetahui.

Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. bermain peran dan diskusi Kompetensi Dasar 12. B. gerak-gerik b. 3.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. Pahamilah kalimat demi kalimat! 3. Anda bisa memahami melalui teks kalimatnya! E.1Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini Indikator menulis sinopsis (isi) cerita secara kronologis 2. Membaca hikayat dengan saksama. Mencatat setiap peristiwa dalam hikayat sesuai urutan waktu terjadinya peristiwa. 1. C. intonasi Anda dapat menceritakan kembali hikayat tersebut dengan mengikuti langkah-langkah berikut. menceritakan kembali sastra lama (hikayat) sesuai dengan kronologis tampa mengubah isi cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat 3. 1. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. teknik bercerita 2. penceritaan dengan memperhatikan a. Menceritakan kembali hikayat yang telah dibaca berdasarkan peristiwaperistiwa yang telah dicatat. 1. . Bacalah perlahan-lahan. yaitu Menceritakan Alokasi Waktu 10 menit Metode D. Cara memahami hikayat seperti berikut. 2. ekspresi c. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 12. mengungkapkan nilai-nilai dalam hikayat yang dapat diteladani Materi Pokok 1. Cermatilah satu demi satu kata! 2. Carilah arti kata itu dalam kamus! 4. Jika kata itu tidak ada dalam kamus. Jika ada kata yang tidak Anda ketahui artinya. bukalah kamus.

3 F. Hal-hal yang akan diidentifikasi sebagai berikut. Ungkapkan secara lisan nilai-nilai dalam hikayat yang dapat Anda teladani. lalu pahami cerita hikayat tersebut! 2. Berikan alasan Anda meneladaninya! Pasuruan. Ceritakan kembali secara lisan ”Hikayat Si Miskin” berdasarkan ringkasan yang telah Anda buat! 4. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Lakukan kegiatan berikut! 1. Tuliskan ringkasan ”Hikayat Si Miskin” dengan menggunakan bahasa Anda sendiri! 3. Gerak-gerik c.kembali sastra lama bahasa masa kini jawab (hikayat) denga • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Siswa menyimak penjelasan guru cara menulis sinopsis dan cara menceritakan kembali hikayat • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat yang dipilih • Masing-masing kelompok menulis sinopsis secara kornologis dari hikayat yang dipilih • Masing-masing kelompok melalui perwakilannya menceritakan kembali hikayat yang dipilih sesuai dengan kronologis tampa mengubah isi cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat • Kelompok lain menyimak • Masing-masing kelompok mempresentasikan nilai-nilai dalam hikayat yang dapat diteladani • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. a. Bacalah kembali ”Hikayat Si Miskin”. Alat Penilaian A. 1 Januari 2009 . Intonasi b. Ekspresi d. Tanggapilah teknik bercerita yang digunakan teman Anda! B. Kesesuaian isi hikayat dengan ekspresi 5. Teman Anda akan mengindentifikasi teknik bercerita yang Anda gunakan.

Pd . TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.Mengetahui. S. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs.

terlebih dengan keluarga Bu Marni yang rumahnya persis di depan rumah Pak Cokro. Indikator • Mengekspresikan gagasan dalam bentuk realitas sosial dengan mengembangkan a. sebelum rumahnya direnovasi. Bahkan. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 13. Isi cerpen erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. penokohan b. Dulu. pendeskripsian watak tokoh Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu bentuk karya sastra modern yang berbentuk prosa. Begitu dekatnya hubungan bertetangga itu. bahasa dalam cerpen c. informasi dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra B. kalimatkalimat yang digunakan dalam cerpen adalah kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Materi Pokok 1. unsur intrinsik dalan cerpen 2. teks cerpen 3. sudut pandang D. sehingga mereka sudah seperti . latar e. terkadang pengarang menggunakan ungkapan-ungkapan dalam kalimat-kalimatnya. Maling Karya Lidya Kartika Dewi Sejak merenovasi rumahnya yang sederhana menjadi rumah megah. Cerpen adalah karangan fiktif yang berisi kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas. alur c. tema d. isi cerpen b. Oleh sebab itu. teknik pembuatan cerpen : a. Mengungkapkan pikiran dan perasaan.1Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial cerpen berdasarkan C. rumah Pak Cokro kini bak istana yang berdiri di antara rumah-rumah sederhana dan sangat sederhana para tetangganya. Kompetensi Dasar 13. perilaku keluarga Pak Cokro berubah total! Berada persis di depan sebuah gang yang tidak terlalu lebar.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. Pak Cokro dan istrinya sangat ramah dan menjaga hubungan baik dengan para tetangganya.

Mereka memaklumi. juga dengan Bu Marni. sapu. apa pekerjaan orang depan rumah kita itu?" Hendi membisu. Apalagi. itu perasaan Bu Marni saja. dengan tergesa dan menghentak Pak Cokro menutup pintu pagar depan rumahnya. "Ada apa. Sejak mencuci baju. OKB. "Ah. untuk mengurusi rumahnya yang besar itu Pak Cokro kini sudah mempekerjakan dua orang pembantu yang diambil dari desa. dengan sedikit kasar mengetuk-ketuk pagar yang ditutupi fiberglas itu sambil berseru. Tapi." katanya. ketika ia bergegas melangkah menghampiri rumah Pak Cokro. ya pasti dicolong maling! Sekarang memang banyak maling di sekitar rumah kita ini. "Makanya. menyeterika. anak Pak Cokro yang kedua. Bu Marni sudah janda. dengan membuka pintu pagar depan rumahnya lebar-lebar. Bu?" tanya Pak Cokro. merasa tersinggung oleh katakata Pak Cokro yang seperti sengaja dibidikkan padanya. "Kamu juga harus tahu. sepatu. Motor bebek yang biasa dipakai Hendi. "Makanya kamu harus hati-hati! Kamu harus tahu. "Assalamualaikum!" Terpakasa Pak Cokro membuka kembali pintu pagar rumahnya dan menghampiri Bu Marni. "Pak Cokro menuduh saya mencuri motor bebek Hendi?" suara Bu Marni memburu. sampai mengepel lantai. orang yang tadinya baik." tukas Pak Cokro pula. untuk melihat teras depannya saja sekarang Bu Marni tidak bisa." suara Pak Cokro berubah santai. bisa memahami perubahan sikap keluarga Pak Cokro. siapa yang bilang?" Pak Cokro pasang mimik serius. Maka semakin jauhlah jarak hubungan antara keluarga Pak Cokro dengan para tetangganya. tak ambil peduli. Bila punya kelebihan makanan. sore itu kuping Bu Marni memanas. Jangan lagi motor. Mengetahui hal itu. Sandal. berlagak bego. payung. Pak Cokro yang baru pulang kerja langsung berteriak-teriak." kata Bu Marni. Pak. Bu Marni. yang kala itu sedang menyapu teras depan rumahnya. Bu. hilang. Tapi kini. kemesraan dan keharmonisan itu sudah tiada. juga para tetangga yang lain. ramah. sehingga hubungan bertetangga mereka sangat mesra dan harmonis. Bu Marni membalas kebaikan Pak Cokro dan istrinya dengan sikap kekeluargaan yang tak kalah intimnya. biasanya memang sombong! Para tetangga. Tapi Bu Cokro sangat tahu kalau membantu bersih-bersih di rumah tetangga merupakan sumber nafkah Bu Marni. Sering Bu Marni membantu pekerjaan rumah Bu Cokro. "Kasihan. juga Bu Marni. Jangan lagi untuk menjenguk ke dalam rumah yang megah itu. orang kaya baru. Bu Cokro pun selalu memberi imbalan uang yang sangat pantas. Karena pagar depan rumah yang tinggi itu ditutup pula dengan fiberglas warna biru tua. tanpa pernah minta imbalan. "Percaya. "Ah. Sedang Bu Marni yang sudah terlanjur dibakar api kemarahan. sedang empat anaknya masih kecil-kecil. Rumah Pak Cokro yang sekarang bertingkat dua dan megah bak istana itu berpagar tinggi.saudara. "Banyak orang iri pada kita. Segera Bu Marni meletakkan sapunya. Sehingga. bahkan pot bunga aja kalau disimpan di luar pintu pagar. Secara tidak langsung Pak Cokro telah menuduhnya sebagai maling. "Saya dengar waktu Pak Cokro berteriakteriak memarahi Hendi. kamu itu jangan sembrono! Nyimpan motor di luar pintu pagar rumah. Pak Cokro selalu menyuruh istrinya membaginya pada Bu Marni. Tapi. bisa jadi maling!" Bu Marni. pasti hilang! Ngerti kamu?" "Ngerti." jawab Hendi lirih. Hendi. Saya hanya memarahi . saya nggak nuduh siapa-siapa.

Bu Cokro. Dan. "Kalau bersedia. Awalnya Bu Marni menduga Pak Cokro kelelahan setelah seharian bekerja. Jadi mana bisa saya menuduh orang sembarangan?" Bu Marni terdiam. Di kursi teras keduanya duduk berdampingan. Buru-buru Pak Cokro bangkit dari duduk dan segera menutup pintu pagar depan rumahnya rapat-rapat. "Assalamualaikum. kalau pejabat bukan maling. Tapi korupsi!" "Ah. "Maaf. karena masih digayuti embun. Tapi. "Oh. Matahari masih malu-malu bersinar dari ufuk timur. itu kan hanya istilah!" teriak Bu Marni. Beberapa hari yang lalu sang ibu memang telah mengatakan pada sang anak. menyambut Sekar. Bu Marni dan Sekar berpelukan sambil tersenyum penuh kemenangan. cepat Sekar menukas. "Huh. belakangan Bu Marni mulai curiga. bahwa di departemen tempat Pak Cokro bekerja telah terbongkar sebuah mega korupsi. teriakan itu ditujukan kepadanya. kamu belajar ngaji yang baik. sore hari. Sepeninggal Bu Marni. . dugaan itu menjadi kenyataan. Apakah Pak Cokro terlibat di dalamnya? Bukan hanya Bu Marni. Bu. mengganggu. anaknya yang pertama yang baru pulang dari mengaji di rumah Ustadzah Yoyoh." Senyum Bu Cokro. Melihat ucapannya mengenai sasaran. Eh. Lalu tanpa permisi ia pergi meninggalkan halaman rumah Pak Cokro. bahwa ia akan melampiaskan dendamnya pada Pak Cokro. ramah.bantu lagi di rumah saya." kata Bu Cokro. Ada orang ngomong sedikit keras aja tersinggung!" Akhir-akhir ini. "Mari masuk.Hendi agar tidak teledor." Bu Marni melangkah ke teras. penuh tanya. kamu nggak jadi maling!" Seakan tahu kepada siapa ucapan ibunya ditujukan. saya minta Bu Marni membantu. Bu Marni menghela napas puas. Maka ketika sore itu pintu pagar depan rumah Pak Cokro terbuka lebar dan tampak Pak Cokro tengah duduk melamun. nggak. Kini sakit hati itu telah terbayar! Hari masih pagi. Sekar. Dan. Bu?" kening Bu Marni berkerut. Pak Cokro menutup pintu pagar rumahnya sambil bergumam. Ia tahu. Dan. Sakit hatinya karena dicurigai sebagai maling oleh Pak Cokro kini mendapatkan momen untuk dilampiaskan. "Ada perlu apa. "Ah. tapi para tetangga juga mulai ramai berbisik-bisik tentang dugaan keterlibatan Pak Cokro. ketika mulai ramai disiarkan di beberapa stasiun TV." Bu Marni menghentikan aktifitasnya menyapu dan menatap ke arah pintu pagar. dasar miskin. sedikit rikuh. Agar kalau besok-besok kamu jadi pejabat. Bu Cokro membuntuti. sering kali pintu pagar depan rumah Pak Cokro dibuka lebar-lebar. Bu. Banyak orang lalu-lalang. saat terdengar sebuah suara memberi salam. Pohon jambu air yang daunnya rimbun dan buahnya lebat yang tumbuh di halaman depan rumah Bu Marni masih tampak segar. maling! Banyak duit dari hasil maling aja sombong!" Mendengar teriakan Bu Marni. Gang depan rumah kita ini kan jalan yang hidup. Masih sangat pagi. ketika siaran berita di TV mulai menyebut-nyebut nama Pak Cokro terlibat dalam mega korupsi itu. Bu Marni tengah sibuk menyapu halaman depan rumahnya yang dikotori daun-daun jambu air yang gugur. "Makanya. nggak. Biar moralmu baik. tak mampu untuk membela diri lebih jauh. walau di dalam hatinya masih tersimpan rasa kesal." Bu Marni meletakkan sapu lidi sembarangan dan bergegas ke pintu pagar dan membukanya. beberapa kali secara tidak serngaja Bu Marni melihat Pak Cokro tengah duduk melamun. "Waalaikumsalam. "Tapi hakekatnya sama saja. Pak Cokro tak tahan. Bu Marni langsung berkata dengan suara keras." ucapnya.

seperti di hotel. Pak Cokro selalu menyuruh istrinya membaginya pada Bu Marni. "Yah. penuh harap." ucap Bu Marni sumringah. Teringat ia pada sikap kasar dan sombong keluarga Pak Cokro setelah jadi orang kaya. Bila punya kelebihan makanan. Tapi segera pula Bu Marni menyadari posisinya sebagai janda miskin dengan empat anak. Berdasarkan susunan periode waktu. Bu Marni sudah janda. Bu Marni tidak segera menjawab. Ada AC.hati-hati. alur bergerak secara konvensional karena tidak ada lompatan waktu ke masa lalu lagi . nggak apa-apalah dipenjara. Itu karena kesalahan Pak Cokro tidak terlalu besar. Bu." katanya kemudian. Kalau boleh saya tahu. saya sudah lihat." Kembali Bu Marni manggut-manggut. terjadi kilas balik yang menampilkan gambaran masa lalu kehidupan keluarga Pak Cokro. kulkas. kan?" sela Bu Cokro. "Penjara. "Kasihan. Begitu dekatnya hubungan bertetangga itu sehingga mereka sudah seperti saudara." "Ooo. cerita dikatakan memiliki alur nonkonvensional jika periode-periode dalam cerita tidak berurutan. hotel prodeo itu apa?" Sesaat Bu Cokro tampak ragu untuk bicara. juga TV. "Lho. "Tapi maaf. tempatnya enak. 1. terlebih dengan keluarga Bu Marni yang rumahnya persis di depan rumah Pak Cokro. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut. "Sebelum digelandang ke hotel prodeo. Dalam cerpen tersebut. Alur Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapantahapan peristiwa sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita." "Ooo. Setelah bagian yang menunjukkan kehidupan masa lalu keluarga Pak Cokro tersebut. alur dapat dibedakan menjadi alur konvensional dan alur nonkonvensional." sambung Bu Cokro. Bu. "Tapi suami saya nggak bakal lama mendekam di sana. memang pembatu rumahnya ke mana. Ia memang tak tahu persis apa yang telah terjadi di dalam rumah besar bak istana itu. "Ya ya saya mau. rasa sakit hati itu harus Bu Marni buang jauh-jauh. Pak Cokro dan istrinya sangat ramah dan menjaga hubungan baik dengan para tetangganya. Sementara itu. Suatu cerpen dikatakan memiliki alur konvensional jika waktu dalam cerita berurutan dari periode pertama sampai periode akhir. Paling lama satu tahun. sedang empat anaknya masih kecil-kecil. Benar-benar heran. "Bu Marni mau. sebelum rumahnya direnovasi. Demi urusan perut dan biaya pendidikan keempat anaknya." Bu Marni manggut-manggut. Cerpen berjudul "Maling" yang telah Anda baca menggunakan alur nonkonvensional. "Karena walau dipenjara. Itung-itung istirahat dari rutinitas kerja." katanya. Dulu. bungah." Lagi-lagi Bu Marni hanya bisa manggutmanggut ***** Setelah selesai mendengarkan pembacaan cerpen tersebut. Anda dapat melanjutkan kegiatan menganalisis unsur-unsur intrinsik yang telah dikemukakan sebelumnya. Sebagai gantinya memohon Bu Marni untuk kembali membantu-bantu di rumah kami. Bu?" tanya Bu Marni heran. Pak Cokro meminta dua pembantu rumah kami supaya dipulangkan ke desa." "Ooo.

sore itu kuping Bu Marni memanas. Adapun tokoh pendukung adalah tokoh yang melengkapi keberadaan tokoh utama. 2. sore hari. dapat ditentukan dengan mengamati hal-hal berikut. latar memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun cerita secara utuh. Tokoh utama adalah peran inti yang paling penting dalam sebuah cerita.Tapi. . sebetulnya tokoh pendukunglah yang menyokong keberadaan tokoh utama. dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Latar Latar merupakan salah satu unsur pelengkap isi cerita yang tidak bisa dipisahkan dari analisis aspek tekstual karya sastra. Pak Cokro digambarkan sebagai seorang OKB (orang kaya baru) yang angkuh dan sombong sejak menjadi kaya. latar waktu yang digunakan adalah sore dan pagi hari. anak Pak Cokro yang kedua. tetangganya. Latar tempat merupakan bentukan lokasi tiap-tiap peristiwa terjadi. Sementara itu. Akhir-akhir ini. 2. Mengetahui hal itu. Motor bebek yang biasa dipakai Hendi. Latar atau setting mengacu pada pengertian tempat. sedangkan latar waktu merupakan bentukan waktunya. Meskipun tokoh pendukung sering dikatakan sebagai tokoh yang tidak penting. Kedua tokoh ini memegang peranan sentral. Untuk menentukan mana yang merupakan tokoh utama dan tokoh pendukung.. tokoh utamanya adalah Pak Cokro dan Bu Marni. dapatkah Anda menyebutkan tokoh pendukung dalam cerpen tersebut? Jangan lupa kemukakan juga fungsi keberadaan tokoh tersebut di dalam cerita. Maka ketika sore itu pintu pagar depan rumah Pak Cokro terbuka lebar dan tampak Pak Cokro tengah duduk melamun. hilang. b. Begitu juga dalam cerpen. namun kesal juga melihat tingkah Pak Cokro. belakangan Bu Marni mulai curiga. tokoh dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pendukung. kerja langsung berteriak. yaitu latar tempat dan latar waktu. a. beberapa kali secara tidak sengaja Bu Marni melihat Pak Cokro tengah duduk melamun. Melihat kuantitas kemunculan tokoh tersebut dalam cerpen. Penokohan Dalam sebuah cerpen. Bu Marni langsung berkata dengan suara keras. dengan membuka pintu pagar depan rumahnya lebar-lebar. Latar merupakan salah satu unsur pelengkap isi cerita. Pak Cokro yang baru pulang teriak. Dalam cerpen "Maling". latar tempat yang digunakan adalah di sekitar tempat tinggal Pak Cokro dan Bu Marni. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut. Sementara Bu Marni digambarkan sebagai orang miskin yang berbesar hati. Kemunculan kedua tokoh tersebut memunculkan berbagai nilai kemanusiaan Sekarang. Awalnya Bu Marni menduga Pak Cokro kelelahan setelah seharian bekerja. Dalam cerpen "Maling". Dan. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. sering kali pintu pagar depan rumah Pak Cokro dibuka lebar-lebar. Tapi. bahwa di departemen tempat Pak Cokro bekerja telah terbongkar sebuah mega korupsi. yakni menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Memerhatikan petunjuk yang diberikan oleh pengarang melalui komentar pengarang. Hal ini dapat dilihat dalam kutipan berikut. Hal ini penting untuk memberikan kesan nyata pada pembaca. Latar dapat dibagi menjadi dua jenis. hubungan waktu. ketika ramai disiarkan di beberapa stasiun TV.

. atau nama orang. Menciptakan tokoh Anda dapat menciptakan tokoh dari orang-orang yang diceritakan oleh teman Anda atau orang-orang yang mengalami peristiwa yang Anda lihat. Dan. dan latar suasana. anaknya yang pertama yang baru pulang dari mengaji di rumah Ustadzah Yoyoh. observasi dapat dilakukan dengan mengingat atau mendengarkan kejadian yang dilakukan orang lain Contoh: Teman Anda menceritakan peristiwa yang terjadi di pegunungan saat ia berlibur. Anda dapat mengangkat penyebab pertengkaran itu menjadi sebuah konflik dalam cerpen. Anda dapat mengganti nama tokohnya. Ia seorang wanita yang berumur tujuh belas tahun yang berambut panjang dan lurus. 5. Kulitnya yang putih dan halus menambah kecantikannya. Contoh: latar tempat : di pegunungan latar waktu : senja hari latar suasana: menyenangkan 4. Pegunungan itu dapat dijadikan latar tempat dalam cerpen Anda. Latar yang Anda buat harus sesuai dengan tema yang Anda tentukan. Menentukan tema Tema cerpen sering disebut ide cerpen. 1. Anda juga harus ingat bahwa latar terdiri atas latar tempat. Mengadakan observasi atau pengamatan Observasi dapat dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung. Menciptakan konflik Konflik adalah pertentangan atau ketegangan dalam sebuah cerpen. Selain itu. latar waktu. Menentukan latar Seluruh hasil observasi yang telah dilakukan dapat Anda gunakan untuk menciptakan latar. Menentukan sudut pandang Sudut pandang yang akan Anda gunakan harus sesuai dengan cara Anda menceritakan tokoh utama. Contoh: Tokoh utama: Ida Ida seorang siswa SMA yang peduli dengan lingkungan. Pada pelajaran kali ini Anda akan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Anda juga harus menentukan watak dan bentuk fisik tokoh-tokoh yang Anda ciptakan. Langkah-Langkah Menulis Cerpen Sebuah cerpen ditulis dengan langkah-langkah seperti berikut. misalnya kehidupan di pegunungan. Bu Marni tengah sibuk menyapu halaman depan rumahnya yang dikotori daun-dauan jambu air yang gugur. Jangan lupa. karena masih digayuti embun. ”dia”. Matahari masih malumalu bersinar dari ufuk timur. Pohon jambu air yang daunnya rimbun dan buahnya lebat yang tumbuh di halaman depan rumah Bu Marni masih tampak segar. Konflik dapat mengangkat masalah yang terjadi dalam peristiwa yang diceritakan teman Anda atau masalah yang terjadi dalam peristiwa yang Anda lihat. Anda harus menentukan tokoh utama dalam cerpen yang akan Anda buat. 6. Tema dapat Anda tentukan dari hasil observasi yang telah dilakukan. Anda melihat pertengkaran antaranak. Sebutlah nama tokoh cerpen yang Anda tulis dengan kata ganti ”ia”.menyambut Sekar. saat terdengar suara memberi salam. 2. Hari masih pagi. Juga dalam kutipan berikut. Masih sangat pagi. 3. Misalnya.

Judul cerpen harus sesuai dengan tema dan cerita cerpen. latar. tema. 3 . Perhatikan pula ejaan dan pilihan kata yang Anda gunakan 9. Contoh: Tema cerpen: Kehidupan di pegunungan Judul cerpen : Senja di Pegunungan E. konflik. tokoh.7. Cerpen yang Anda tulis harus memuat latar. Anda akan menggunakan alur maju. Gunakanlah katakata sederhana dan komunikatif. Menentukan judul Judul dapat Anda tentukan saat akan menulis atau sesudah menulis. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. alur mundur ataukah alur campuran. 8. dan alur yang telah Anda tentukan. dan sudut pandang menulis cerpen • Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan berdiskusi • Masing-masing siswa menentukan tema cerpen yang akan ditulis dan mendiskusikannya dengan guru • Masing-masing siswa menulis cerpen berdasarkan tema yang dipilih • Melalui perwakilan beberapa siswa menceritakan/mempresentasikan cerpen yang ditulis di depan kelas • Siswa lain menyimak lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. sudut pandang. yaitu Mengarang Alokasi Waktu 10 menit Metode cerpen berdasarkan realitas sosial • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa menyimak penjelasan guru cara mengembangkan penokohan. Menulis cerpen Kembangkanlah tema yang telah Anda tentukan menjadi sebuah cerpen. Menentukan alur Anda harus menentukan alur untuk mempermudah menuliskan cerita ke dalam cerpen. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. alur.

Pilihlah salah satu peristiwa yang menarik bagi Anda! 4. 1 Januari 2009 Mengetahui. Catatlah peristiwa-peristiwa tersebut! 3. Tanggapilah cerpen teman Anda! Anda akan menanggapi: a. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ingat-ingat sebuah peristiwa yang pernah Anda lihat! 2. Kembalikan cerpen teman Anda! 6. Bacalah tanggapan dari teman Anda! 7. Tulislah sebuah cerpen tentang peristiwa yang telah Anda pilih! Anda dapat mengganti nama tokoh dan latar dari peristiwa tersebut. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Tulislah cerpen tersebut dalam kertas! 4. jika Anda belum selesai menulis cerpen di sekolah. Anda dapat menulis cerpen di rumah. kalimat yang digunakan teman Anda. S.Pd .F. Kumpulkan cerpen Anda kepada guru! Pasuruan. Ingat-ingatlah peristiwa yang pernah diceritakan oleh teman Anda! 2. Tuliskan tanggapan Anda di bawah cerpen teman Anda! 5. Catatlah peristiwa-peristiwa tersebut! 3. b. Alat Penilaian Kerjakan kegiatan berikut! Kegiatan 1 1. Mintalah izin kepada teman Anda untuk menuliskan peristiwa tersebut menjadi sebuah cerpen! 5. Kegiatan 4 1. 2. Bacalah cerpen yang ditulis oleh teman Anda! 3. isi cerpen. Pilihlah salah satu peristiwa yang menarik bagi Anda! 4. Jadikan peristiwa yang telah Anda pilih dari kegiatan 1 dan kegiatan 2 menjadi tema cerpen. Andaikan diri Anda yang mengalami peristiwa tersebut Kegiatan 3 1. 3. Tukarkan cerpen karangan Anda dengan cerpen teman Anda! 2. 4. Gantilah nama teman Anda dengan nama lain! Kegiatan 2 1.

.

pengaitan nilai-nilai dengan kehidupan Pada Pelajaran X Anda telah belajar membandingkan hikayat dengan novel. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi Memahami hikayat. mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam hikayat 3. perbandingan juga mengarah pada kesesuaian dengan masa kini. Bacalah kembali penggalan ”Hikayat Indra Dewa” pada Pelajaran VI! 2.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. B. menghubungkan nilai budaya dalam hikayat dengan nilai budaya sekarang 5. Lakukan kegiatan berikut! 1. agama dan sosial) b. menghubungkan nilai budaya dalam cerpen dengan nilai budaya sekarang 4. Baca pula penggalan cerpen ”Kereta Bertudung Pelangi Senja” pada Pelajaran X! 3. membandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat dengan cerpen D. Hubungkan nilai budaya yang terdapat dalam cerpen dengan nilai budaya saat ini! 6. mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam cerpan 2. Bagaimana hasil perbandingan tersebut? Coba kemukakan! Selain perbandingan antara hikayat dengan novel. novel dan cerpen Kompetensi Dasar 14. Materi Pokok Nilai-nilai dalam hikayat dan cerpan : a. Rangkumlah hasil perbandingan Anda! Catatan: Perbandingan hikayat dengan cerpen dapat berupa perbandingan unsur intrinsik dan ekstrinsiknya. moral. Bandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen dengan nilai yang terdapat dalam hikayat! 8. Hubungkan nilai budaya yang terdapat dalam hikayat dengan nilai budaya saat ini! 7. Identifikasilah nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat! 5. nilai-nilai dalam hikayat kehidupan (budaya. . Anda juga akan membandingkan hikayat dengan cerpen. Indikator 1.1Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen C. Identifikasilah nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen! 4. Selain itu. 14.

yaitu Membandingkan Alokasi Waktu 10 menit Metode naskah hikayat dengan cerpen • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok dan dipilah masing-masing dua kelompok berpasangan sehingga menjadi 4 kelompk berpasangan • Kelompok yang satu mempersiapkan cerpen dan kelompok lain mempersiapkan hikayat • Kelompok yang mempersiapkan cerpen mengidentifikasi nilai.Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu bentuk karya sastra modern yang berbentuk prosa. kalimatkalimat yang digunakan dalam cerpen adalah kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. menghubungkan nilai budaya dalam hikayat dengan nilai budaya sekarang • Masing-masing kelompok yang berpasangan saling bertukar salinan hasil kerja kemudian membandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam hikayat dengan cerpen • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Isi cerpen erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Cerpen adalah karangan fiktif yang berisi kehidupan seseorang atau kehidupan yang diceritakan secara ringkas. E. Bahkan. terkadang pengarang menggunakan ungkapan-ungkapan dalam kalimat-kalimatnya. Oleh sebab itu. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. menghubungkan nilai budaya dalam cerpen dengan nilai budaya sekarang • Kelompok yang mempersiapkan hikayat mengidentifikasi nilai. 3 . Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.

Alat Penilaian 1. 1 Januari 2009 Mengetahui. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. hikayat 2. internet 5. surat kabar 6. S.F. majalah 7. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. cerpen 3. buku teks yang terkait 4.Pd . buku pelengkap Pasuruan.

1. latar. Jadi. Pilihlah konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah Anda rumuskan! 4. tokoh. cerpen boleh ditulis dari sesuatu yang dikhayalkan penulis.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. Ringkaslah atau buatlah sinopsis penggalan hikayat tersebut! 2. D.1Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen C. teknik mengarang 4. Langkah-langkah Pembelajaran . 2. Khayalan tersebut dihidupkan dalam alam fantasi yang sama sekali jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. 4. terutama menulis cerpen? Di satu sisi. Indikator menentukan tema hikayat yang dibaca menentukan amanat menentukan latar cerpen menentukan isi hikayat mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memunculkan konflik tertentu dan penyelesaiannya B. Pada saat menulis cerpen Anda harus menyajikan beberapa unsur penting. alur. perasaan. informasi. Bagaimana caranya? 1. menyajikan rangkaian peristiwa. dan sudut pandang. Anda harus dapat mengembangkan tema. konflik.Mengungkapkan pikiran. cerpen bisa ditulis berdasarkan fakta. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra Kompetensi Dasar 15. 5. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 15. 3. Kembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek! E. isi hikayat dengan memperhatikan unsure-unsur intrinsic yang membangun 2. dan konflik antartokoh yang menarik. Daftarlah konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut! 3. teknik penulisan cerpen (pemaparan dialog berdasarkan hikayat) Mengubah Hikayat Menjadi Cerpen Apakah Anda pernah mengarang kreatif. Materi Pokok Teks hikayat/ cerpen 1. teknik mengubah hikayat menjadi cerpen 3. Di sisi lain. cerpen (hasil pengubahan hikayat) 5. Cerpen juga dapat ditulis dengan mengubah hikayat. seperti tema.

Lakukan amanat.N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. isi hikayat • Masing-masing kelompok mengkonsultasikannya dengan guru • Masing-masing kelompok mengubah hikayat yang dipilih ke dalam bentuk cerpen dengan memunculkan konflik tertentu dan penyelesainnya • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. latar. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah. asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalam itu. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Maka Paya Tu Kerub Mahajana pun beranak seorang lakilaki. maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. bi-ILâhi al-a’lâ. A. Wabihî nasta’înu. Bacalah ”Hikayat Patani” berikut ini! 2. Pada suatu hari Paya Tu Naqpa . Alat Penilaian kegiatan berikut! 1. latar. dan isi hikayat tersebut Daftarlah konflik-konflik yang terdapat dalam penggalan hikayat ”Patani”! Hikayat Petani Bismi-iLâhi-rrahmân-irrahîm. 3 F. Inilah suatu kisah yang diceterakan oleh orang tua-tua. yaitu Mengubah Alokasi Waktu 10 menit Metode penggalan hikayat kedalam cerpen • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat yang dipilih • Masing-masing kelompok menentukan tema. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa. amanat. Tentukan tema. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu sentiasa ia pergi berburu.

pun duduk di atas takhta kerajaannya dihadap oleh segala menteri pegawai hulubalang dan rakyat sekalian. maka baginda pun berangkat berjalan kepada tempat itu. Maka baginda pun bertemu dengan sebuah rumah orang tua laki-bini duduk merawa dan menjerat. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian.” Maka sembah segala menteri: ”Daulat Tuanku. maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah.” Maka sembah segala menteri hulubalangnya: ”Daulat Tuanku. mana titah Duli Yang Mahamulia patik junjung. . Maka titah baginda: ”Apa yang disalak oleh anjing itu?” Maka sembah mereka sekalian itu: ”Daulat Tuanku. Esok hari kita hendak pergi berburu ke tepi laut itu. Setelah Paduka Nenda sampai kepada tempat ini. adapun patik ini hamba juga pada ke bawah Duli Yang Mahamulia. Maka sembah orang tua itu: ”Daulat Tuanku. Hatta ada sekira-kira dua jam lamanya maka berbunyilah suara anjing itu menyalak. maka baginda pun kembalilah pada kemahnya. Maka baginda pun amat hairanlah serta menitahkan menyuruh melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini. Maka anjing itu pun dilepaskan oranglah. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. Arkian maka titah baginda: ”Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon.” Maka titah baginda: ”Apa nama engkau?” Maka sembah orang tua itu: ”Nama patik Encik Tani. maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oleh rakyat sekalian.” Setelah baginda mendengar sembah orang itu. sungguhlah seperti titah Duli Yang Mahamulia itu. Setelah sudah segala menteri hulubalang dititahkah oleh baginda masingmasing dengan ketumbukannya. Setelah sampai pada tempat berburu itu. Dan pada malam itu baginda pun berbicara dengan segala menteri hulubalangnya hendak berbuat negeri pada tempat pelanduk putih itu. Maka baginda pun segera mendapatkan suara anjing itu. patik mohonkan ampun dan karunia. seekor perburuan tiada diperoleh. maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu.” Setelah sudah baginda mendengar sembah orang tua itu. maka patik pun ditinggalkan oranglah pada tempat ini. warna tubuhnya gilang gemilang. besarnya seperti kambing. Maka titah baginda suruh bertanya kepada orang tua itu. Setelah keesokan harinya maka segala menteri hulubalang pun menyuruh orang mudik ke Kota Maligai dan ke Lancang mengerahkan segala rakyat hilir berbuat negeri itu.” Maka titah Paya Tu Naqpa: ”Jikalau demikian kerahkanlah segala rakyat kita. patik dengar pun demikian juga.” Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya.” Maka titah baginda: ”Baiklah esok pagi-pagi kita berburu” Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. Maka hamba raja itu pun menjunjungkan titah baginda kepada orang tua itu. Ada seekor pelanduk putih. maka baginda pun berangkat kembali ke Kota Maligai. dari mana datangnya maka ia duduk kemari ini dan orang mana asalnya. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: ”Daulat Tuanku. maka patik pun kedatangan penyakit. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. Maka pada masa Paduka Nenda berangkat pergi berbuat negeri ke Ayutia. karena asal patik ini duduk di Kota Maligai. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik itu. pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya. maka patik pun dikerah orang pergi mengiringkan Duli Paduka Nenda berangkat itu. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengalan-alan segala perburuan itu dari pagi-pagi hingga datang mengelincir matahari.

Hatta maka canang itu pun dipalu oranglah pada segerap daerah negeri itu. Tanggapi pula cerpen yang dibuat teman Anda! Pasuruan.. dan hulubalang hadir di persidangan. Yang Mulia. Maka bendahara pun segera bermohon keluar duduk di balairung menyuruhkan temenggung memalu canang. Teman Anda akan memberikan tanggapan pada cerpen yang Anda buat. Maka baginda pun memberi titah kepada bendahara suruh memalu canang pada segala daerah negeri: barang siapa bercakap mengobati baginda. dan yang tua laki-laki bernama Kerub Picai Paina dan yang tengah perempuan bernama Tuanku Mahajai dan bungsu laki-laki bernama Mahacai Pailang. 1 Januari 2009 Mengetahui. .” jawab menteri. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Pilihlah salah satu konflik yang paling mengesankan bagi Anda! Contoh: Konflik yang dipilih keinginan Paya Tu Naqpa untuk berburu di hutan. Kembangkan konflik yang Anda pilih menjadi sebuah cerpen! Contoh pengubahan hikayat menjadi cerpen: Paya Tu Naqpa gemar berburu. 5.Pd .kg C. Ia ingin mengajak seluruh pengawal pergi berburu. Bacakan cerpen hasil pengubahan yang telah Anda buat! 4. Arkian pangkalan yang di tempat pelanduk putih lenyap itu [dan pangkalannya itu] pada Pintu Gajah ke hulu Jambatan Kedi.kisah. maka negeri itu pun sudahlah. Sumber: www. dan negeri itu pun dinamakannya Patani Darussalam [negeri yang sejahtera]. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Naqpa pun sakit merkah segala tubuhnya.Hatta antara dua bulan lamanya. S. pegawai. Saya juga mendengar bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan.. Aku minta engkau mengerahkan seluruh pengawal. Perintah Yang Mulia akan saya laksanakan. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. ”Jika demikian. Demikianlah hikayatnya. dan beberapa segala hora dan tabib mengobati tiada juga sembuh. [itulah. ”Aku mendengar berita bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan. ikut seperti titah baginda itu.” Paya Tu Naqpa mengeluarkan perintah. Ia mendengar ada hutan yang banyak binatang buruannya.. Ia pun memanggil seluruh menteri.united. tujuh hari lamanya. besok kita pergi berburu ke tempat itu.net. maka seorang pun tiada bercakap. maka baginda pun berputra tiga orang. Lakukan kegiatan berikut! 1. raja ambilkan menantu. 2.” 3. Yang Mulia. ”Baik. Arkian maka temenggung pun segera bermohon keluar menyuruhkan orangnya memalu canang. Syahdan kebanyakan kata orang nama negeri itu mengikut nama orang yang merawa itulah. Dan] pangkalan itulah tempat Encik Tani naik turun merawa dan menjerat itu. Maka baginda pun pindah hilir duduk pada negeri yang diperbuat itu. Arkian maka baginda pun sangat kesakitan duduk tiada ikrar. Hatta antara berapa tahun lamanya baginda di atas tahta kerajaan itu. ”Benar. Bahwa sesungguhnya nama negeri itu mengikut sembah orang mengatakan pelanduk lenyap itu. jikalau sembuh. Apa itu benar?” Paya Tu Naqpa menanyakan kabar yang ia dengar.

.

Puisi berupa syair dan pantun tersebut umumnya disisipkan dalam . Pengarang pelopor dan pengarang penting pada setiap periode a. Kompetensi Dasar 16. Periodisasi sastra yang dibuatnya seperti berikut. 1. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008 / 2009 Standar kompetensi 16. kurun waktu b. Menyimpulkan perkembangan sastra di Indonesia D. Menganalisis ragam karya sastra Indonesia dari setiap periode (puisi.1Menganalisis perkembangan genre sastra di Indonesia C. karya yang mendapat penghargaan 4. Aliran a. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia B. ciri aliran dalam karya sastra pada periode tertentu Periodisasi Sastra Indonesia Kesastraan di Indonesia dibagi dalam beberapa periode. Menjelaskan perkembangan ragam karya sastra (puisi. Salah satu sastrawan yang membuat periodisasi sastra adalah Rachmat Djoko Pradopo. drama) berdasarkan periodisasi sastra 4. Memaparkan para pengarang penting (puisi. prosa. aliran kesastraan yang dominan nampak dalam periode b. prosa. Menentukan cirri-ciri setiap periode (puisi. Materi Pokok 1. prosa. prosa.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A. prosa. Selain itu. latar belakang kehidupan pengarang 3. drama) yang dominant dipengaruhi oleh aliran kesusastraan dalam periode tertentu 6. ada juga jenis sastra berbentuk puisi yang berupa syair dan pantun. drama) 3. Mengelompokkan ragam karya sastra di Indonesia setiap periode (puisi. Periodisasi sastra a. Indikator 1. ciri konteks kemasyarakatan dan kebudayaan 2. ciri stuktur sastra c. drama) pada setiap periode dengan alas an 5. drama) 2. ciri umum karya-karya pada setiap periode c. Karya a. Periode Angkatan Balai Pustaka (1920) Jenis sastra yang dihasilkan pada periode ini sebagian besar adalah roman. karya-karya pada setiap periode b.

1988 Dalam kutipan di atas bentuk fisik Samsulbahri digambarkan secara langsung... Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. Pusat pengisahannya pada umumnya mempergunakan metode orang ketiga.. 1988 e. Ke rimba berburu kera.. nyatalah ia bukan bangsa Eropa. Marah Rusli. Alur yang digunakan sebagian besar alur lurus. . tentulah akan disangka. a. Balai Pustaka.. d. 1988 Dalam kutipan di atas tampak bahwa novel Sitti Nurbaya menggunakan gaya bahasa yang mengandung pepatah.. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai.. Contoh: . Berikut ini ciri-ciri karya sastra Angkatan Balai Pustaka. misalnya Kehilangan Mestika dan Di Bawah Lindungan Ka’bah.. c. Contoh: . seperti uraian adat. tetapi keras hati. Tetapi jika dilihat dari dekat. nyata ia anak seorang yang mampu dan tertib sopannya menyatakan ia anak seorang yang berbangsa tinggi. jangan Sam. Ada juga roman yang mempergunakan metode orang pertama. tak gemuk dan tak kurus. Kasihanilah orang tua itu! Karena ia bukan sehari dua bekerja pada ayahmu. Marah Rusli. Jakarta. Menilik pakaian dan rumah sekolahnya. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai.. mujur tak dapat diraih? Bukankah setahun telah engkau ketahui untungku. bahwa ia seorang yang lurus.. Ah. Teknik penokohan dan perwatakannya menggunakan analisis langsung. rambut dan matanya hitam sebagai dawat. ada juga yang mempergunakan alur sorot balik. Contoh: . karena engkau telah mendapat mimpi tentang nasibku itu? .. syair. Jakarta. anak muda ini seorang anak Belanda. Di bawah dahinya yang lebar dan tinggi. berbayang. dapatlah anak kambing jantan. nyata kelihatan alis matanya yang tebal dan hitam pula.. Banyak sisipan-sisipan peristiwa yang tidak langsung berhubungan dengan inti cerita.roman untuk memberi nasihat kepada pembaca. dongeng-dongeng. Jika dipandang dari jauh.. Pada wajah mukanya yang jernih dan tenang. Jakarta. Marah Rusli. .. dan pantun nasihat. tetapi tegap. Namun. Hidungnya mancung dan mulutnya halus. dan peribahasa. Sudah nasib apakah daya. Contoh sisipan pantun: . b. tak mudah dibantah. Balai Pustaka. yang hendak pulang dari sekolah. misalnya Azab dan Sengsara dan Di Bawah Lindungan Ka’bah... barang sesuatu maksudnya. Badannya sedang... karena kulitnya kuning sebagai kulit langsat. pepatah. Gaya bahasanya mempergunakan perumpamaan klise. Balai Pustaka. Bukankah telah kukatakan dalam pepatah: Malang tak dapat ditolak.

” ”Apa katamu?” tanya Van Sta dengan takjub. Ketahuilah olehmu. anak kakak kandung ibu. . kemiskinan. Yang seibu sebapa dengan ibu hanya Sutan Batuah. .. rupa Rapiah pun dikatakan tidak buruk. bila engkau memulangi anak mamakmu. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai..” di situ terhenti Letnan Mas bercakap-cakap sebagai tak dapat ia mengeluarkan perkataannya .. adalah menurut sepanjang adat. Samsul. Marah Rusli. sudahlah ibu katakan dahulu.. tamat HIS. Bercorak romantis (melarikan diri) dari masalah kehidupan seharihari yang menekan. banyak lagi kebaikannya. Semuanya ditujukan kepada pembaca untuk memberi nasihat.. g. dan kemuliaan. Dikutip dari: Salah Asuhan. dan kehinaan yang bermacam-macam rupa bangunnya tersembunyi pada segala tempat. lalu diajar ke dapur. Kelima perangainya baik. Tidak lain hanyalah Rapiah. Kedua. . ”Yang paling ibu sukai. Marah Rusli. sekolahnya cukup. Contoh: ... dan merenda... Sifat ini berpengaruh sekali pada gaya penceritaan dan struktur penceritaannya. kesengsaraan. hanya karena hendak . . terutama masalah adat kawin paksa. Aku masuk jadi bala tentara ini bukan karena apa. walaupun di dalam dunia ini dapat kita memperoleh kesenangan.. Balai Pustaka. dan sebagainya. Pertama.. h. Jakarta. Lepas dari sekolah ia dipingit. kekayaan. 1988 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa Letnan Mas atau Samsulbahri berusaha bunuh diri untuk lari dari masalah yang dihadapinya. Marah Rusli.. Balai Pustaka. ” mencari kematian. 1988 f.demikian sudah permintaan badan.. kataku. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. Hanafi.. Bukan sebuah-sebuah kebaikannya. . barang yang dekat kepadanya. berpantang mati. 1987 .. siap menerkam. Contoh: . Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. mengintip kurbannya setiap waktu. 1988 Isi kutipan di atas memberi nasihat kepada Samsulbahri dan pembaca untuk berhati-hati dalam hidup. Ketiga. permaduan. Jakarta. akan tetapi dunia ini adalah mengandung pula segala kesusahan. . Keempat. menjahit. .. Permasalahan adat. ia diasuh baikbaik oleh orang tuanya.. Jakarta. Keenam – ah.. jika engkau memulangi Rapiah. Rupanya benar kata pepatah Melayu: sebelum ajal. Balai Pustaka. . dan sabar. Jakarta..” jawab Mas dengan sedih. hati tulus.. Abdoel Moeis.. ”Mencari kematian. guru kepala di Bonjol. Contoh: . Tetapi sekarang belumlah kuperoleh maksudku ini. Balai Pustaka. Bersifat didaktis.

novel Sitti Nurbaya memiliki latar tempat di daerah Padang. Hubungan antarkalimat jelas dan hampir tidak ada kata-kata yang ambigu. Cerita bermain pada zaman sekarang. Marah Rusli. tentu boleh duduk menabur lantai sepenuh rumah. 1987 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa antara tokoh Hanafi dan ibunya terjadi pertentangan paham mengenai letak perabotan yang ada di rumahnya... d. Misalnya. Selain itu. Berikut ini ciri-ciri karya sastra periode Pujangga Baru.. Contoh: . l. Masalah tersebut tentang uang belasting yang terjadi di Padang. 2. Balai Pustaka. brrrr!” . pelukisan alam yang indah. Dan siapakah yang akan susah karena aturan itu?” . bangsa kita dari kampung. untuk mencari uang. masalah masih bersifat kedaerahan. ”Kesenangan ibu hanyalah duduk di bawah. e. Latar cerita pada umumnya latar daerah. di Koto Anau. Periode Angkatan Pujangga Baru (1930) Pada periode Pujangga Baru jenis sastra yang dihasilkan sebagian besar puisi. Bahasa kiasan utama ialah perbandingan. ”Ibu orang kampung dan perasaan ibu kampung semua. Mengekspresikan perasaan. Lebih suka duduk rungkuh dan duduk mengukul saja sepanjang hari. Tidak ubah dengan kerbau bangsa kita. c... karya sastra berjenis cerita pendek dan drama sudah mulai ditulis. i. ”Uang belasting? Uang apa pula itu?” tanya Datuk Malelo dengan senyum merengut. Dikutip dari: Sitti Nurbaya Kasih Tak Sampai. ”Ada-ada saja kompeni itu. Cita-cita kebangsaan belum dipermasalahkan. 1988 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa masalah yang terjadi masih bersifat kedaerahan saja. Kaum tua mempertahankan adat lama.. buat menanti tamu yang sesama tuanya. . Bu! Dan segala sirih menyirih itu .. Hanafi. j. bukan pantun dan syair lagi. Abdoel Moeis. k. Balai Pustaka. b. bukan di tempat dan zaman antahberantah.” ”Itu salahnya.. Jakarta. pedesaan.” sahut ibunya. Puisinya berbentuk puisi baru. Contoh: .” demikian ia berkata.” ”Penat pinggangku duduk di kursi dan berasa pirai kakiku duduk berjuntai... Pertentangan paham antara kaum tua dengan kaum muda. ibu. ”Di rumah gadang. kalau ibunya mengembangkan permadani di beranda belakang. Dikutip dari: Salah Asuhan. sedangkan kaum muda menghendaki kemajuan menurut paham kehidupan modern.. tamuku orang Belanda saja. . dan tenteram. dan kehidupan daerah. Puisi a.Dari kutipan di atas diketahui masalah kawin paksa yang harus dilakukan oleh tokoh Hanafi. .. Pilihan kata-katanya diwarnai dengan kata-kata nan indah. sebab semenjak ingatku duduk di bawah saja. tapi di sini kita dalam kota. tidak suka menurutkan putaran jaman. Jakarta.

” Tetapi suaranya amat berlainan dari adiknya.. . ”Aduh. 1989 Dari kutipan tersebut dapat diketahui watak Maria yang mudah memuji dan watak Tuti yang tidak mudah kagum atau memuji. Tuti mendekat dan melihat menurut arah telunjuk Maria.. Pilihan kata-katanya sangat indah dan diwujudkan dalam rima yang sesuai. 1985 Dari puisi ”Padamu Jua” dapat diketahui bahwa puisi angkatan ini bukan termasuk pantun atau syair lagi.. alangkah bagus mulutnya! Apa ditelannya itu? Nah. .Jakarta. St. . Pusat pengisahannya menggunakan metode orang ketiga. ”Ya.” Dan seraya melompat-lompat kecil ditariknya tangan kakaknya. gila sasar Sayang berulang padamu jua Engkau pelik menarik ingin Serupa dara di balik tirai Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu – bukan giliranku Mati hari – bukan kawanku . Contoh: Kasihmu sunyi Menunggu seorang diri Lalu waktu – bukan giliranku Mati hari – bukan kawanku ..f. Teknik perwatakannya tidak menggunakan analisis langsung. Alurnya lurus. bagus. ia pun berkata. sebagai air memancar dari celah gunung. Dikutip dari: Layar Terkembang. . Di mana engkau Rupa tiada Suara sayup Hanya kata merangkai hati Engkau cemburu Engkau ganas Mangsa aku dalam cakarmu Bertukar tangkap dengan lepas Nanar aku. dia bersembunyi di celah karang. d. Takdir Alisjahbana. . seperti serupa dara di balik tirai. tertahan berat. Contoh: Padamu Jua . . Dian Rakyat. Dalam puisi ”Padamu Jua” terdapat bahasa kias yang berupa perbandingan. Prosa a. nah. Contoh: . indah benar. Dikutip dari: Nyanyi Sunyi. Jakarta. yang kecil itu.” Sekalian perkataan itu melancar dari mulutnya. ”Lihat Ti. Persajakan (rima) merupakan salah satu sarana kepuitisan utama.. Deskripsi fisik sudah sedikit. Persajakan ini dapat dilihat pada setiap baitnya. Pada puisi ”Padamu Jua” masih mempertahankan persajakan. . c. Watak Maria dan Tuti dapat dilihat dari percakapan antara Maria dan Tuti. Balai Pustaka. Puisi ”Padamu Jua” mengekspresikan perasaan rindu dan cinta kepada sang kekasih. b. Amir Hamzah... Tidak banyak sisipan cerita sehingga alurnya menjadi lebih erat...

. dan masalah individu manusia. novel. Mengekspresikan kehidupan batin atau kejiwaan manusia melalui peneropongan batin sendiri. g. f. Gaya bahasanya sudah tidak menggunakan perumpamaan.. ”Saudara-saudaraku kaum perempuan. misalnya masalah emansipasi. dan peribahasa. hak-hak asasi manusia. tidak terikat pembagian bait. e. rapat yang terhormat! Berbicara tentang sikap perempuan baru sebahagian besar ialah berbicara tentang cita-cita bagaimanakah harusnya kedudukan perempuan dalam masyarakat yang akan datang.. pemilihan pekerjaan. Mengemukakan masalah kemanusiaan umum (humanisme universal).. frasa. dan persajakan (rima). Contoh: . 1989 Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa salah satu masalah yang ditampilkan adalah masalah emansipasi wanita. . Berikut ini ciri-ciri karya sastra Angkatan 45.. Pilihan kata atau diksi mempergunakan kosakata bahasa seharihari. f. dan kalimat-kalimat ambigu menyebabkan arti ganda dan banyak tafsir. dan drama. Puisi bebas. Periode Angkatan 45 (1940) Pada periode ini berkembang jenis-jenis sastra: puisi. 3. Misalnya. Janganlah sekali-kali disangka.e. b. Menggunakan kata-kata. Contoh: Aku Kalau sampai waktuku ’Ku mau tak seorang ’kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Chairil Anwar. Dikutip dari: Layar Terkembang. tentang kesengsaraan hidup. jumlah baris. Maret 1943 .. Balai Pustaka. c. seperti gambaran perbedaan mencolok antara golongan kaya dan miskin. cerpen. Puisi a. Dalam sepi yang sesepi-sepinya itulah kedengaran suara Tuti membelah. pepatah. Takdir Alisjahbana. Jakarta. Filsafat eksistensialisme mulai dikenal. bahwa berunding tentang cita-cita yang demikian semata-mata berarti berunding tentang anganangan dan pelamunan yang tiada mempunyai guna yang praktis sedikit jua pun. Bersifat didaktis. St. Masalah yang diangkat adalah masalah kehidupan masyarakat kota. dan kepincangan dalam masyarakat. masalah kemasyarakatan. d.

”ubel-ubel itu tidak peduli Palang Merah. b.. Mengemukakan masalah kemanusiaan yang universal. Dalam puisi ”Aku” penyair mulai menghargai keberadaannya meskipun dalam keadaan yang terasing dan tersiksa.” .. dan ketenteraman hidup. Pada bait pertama terdiri atas tiga baris. melainkan dengan cara dramatik. karena tiap-tiap kalimat pada puisi ”Aku” seperti berdiri sendiri. . Contoh: . tetapi orang-orang menahan.. tidak adanya perikemanusiaan dalam perang. . Misalnya. Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung. Perhiasan istrinya dipajak gadai. 1990 Dari kutipan tersebut dapat dilihat tidak adanya perikemanusiaan dalam perang..” kata mereka. Contoh: . d. yang ditonjolkan analisis kejiwaan. Puisi ”Aku” mengekspresikan langsung perasaan penyair. Namun. kepincangan-kepincangan dalam masyarakat. Di antaranya kesengsaraan kehidupan.. Pada bait ketiga terdiri atas dua baris. kemiskinan. untuk menolong orang yang terluka saja tentara-tentara tetap menembaki anggota Palang Merah. Filsafat eksistensialisme mulai tampak dalam puisi ”Aku”. Banyak yang ditakutinya timbul. Mengemukakan masalah kemasyarakatan. secara makna bait 1 dan 2 berhubungan. Misalnya.. Banyak alur sorot balik. Prosa a. Isa berdiri terengah-engah karena sudah tidak biasa berlari lagi. perbedaan kaya dan miskin. Dalam puisi ”Aku” terdapat kalimat-kalimat ambigu yang menyebabkan banyak tafsiran seperti kalimat Aku mau hidup seribu tahun lagi yang berarti penyair benar-benar ingin hidup sampai seribu tahun lagi atau penyair ingin gagasan dan semangatnya diteruskan dari generasi ke generasi walaupun penyair telah meninggal. Bahkan.. Jakarta. Hari-hari depan yang kabur dan menakutkan. Penghidupan yang semakin mahal.Puisi ”Aku” tidak terikat pembagian bait.. ketakutanketakutan manusia. c. Dan gaji yang tidak cukup. Gadis-gadis Palang Merah itu hendak kembali mengambil orang Tionghoa yang luka. Hutang pada warung yang sudah dua bulan tidak dibayar. sehingga alurnya padat. ”Jangan.. Hubungan baris dan kalimat pada puisi ”Aku” tidak terlihat.. pada bait 1 dan 2 secara kosakata tidak berhubungan. Pustaka Jaya. meskipun ada juga alur lurus. eksploitasi manusia oleh manusia. dan persajakan.. Penokohan secara analisis fisik tidak dipentingkan. pelanggaran hak asasi manusia. Mochtar Lubis. Puisi ”Aku” mengekspresikan kehidupan batin manusia yang tetap berpegang teguh pada pendiriannya untuk hidup bebas. Diksi atau pilihan kata yang digunakan adalah kosakata sehari-hari.. e. Keselamatan istri dan anaknya. Sisipan-sisipan cerita dihindari. jumlah baris. impian perdamaian. tetapi tidak dengan analisis langsung. Pada bait kedua terdiri atas satu baris. 1990 Dari kutipan tersebut dapat diketahui masalah yang dikemukakan adalah masalah kemiskinan yang dihadapi tokoh utamanya (Guru Isa). Jakarta. Pustaka Jaya. Mochtar Lubis. Sewa rumah yang sudah dihutang tiga bulan. Masalah yang diungkapkan adalah masalah hak asasi manusia untuk bebas dan berpegang teguh pada prinsipnya. masalah kesengsaraan karena perang. Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung.

Mengungkapkan masalah-masalah sosial seperti. Ada gambaran suasana muram karena menggambarkan hidup yang penuh penderitaan. c. . 4. Puisi a... Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung. belum adanya pemerataan hidup. Sekarang dia tahu . pengangguran.. Selintas masuk ke dalam pikirannya rasa waswas tentang keselamatan istri dan anaknya.. . Dikutip dari: Jalan Tak Ada Ujung. . Periode Angkatan 50 (1950) Sesungguhnya ciri-ciri karya sastra Angkatan 45 dan Angkatan 50 sukar dibedakan. Selain itu. perbedaan kaya miskin yang besar. .” ... Contoh: . Hampir-hampir tanpa penonton. ada juga latar kehidup masyarakat sehari-hari. Contoh: Blues untuk Bonnie Kota Boston lusuh dan layu kerna angin santer. meskipun ada juga latar perang menentang Jepang. Berikut ini ciri-ciri karya sastra Angkatan 50. . Pustaka Jaya. Dan malam larut yang celaka. Gaya epik (bercerita) berkembang dengan berkembangnya puisi cerita dan balada. Mochtar Lubis. Gaya ulangan mulai berkembang. terutama perang kemerdekaan melawan Belanda. udara jelek.. Latar cerita pada umumnya latar peperangan. Angkatan 45 diteruskan oleh Angkatan 50. atau ”Nyanyian Angsa”. Rasa sakit siksaan pada tubuhnya tidak menakutkan lagi. . . . Jakarta. Pustaka Jaya. Contoh: . Jakarta.. .. Di dalam cafe itu seorang penyanyi Negro tua bergitar dan bernyanyi. . Mochtar Lubis. . seperti ”Balada Terbunuhnya Atmo Karpo”. ”Blues untuk Bonnie”. b. g. 1990 Latar kutipan novel Jalan Tak Ada Ujung menunjukkan latar suasana mencekam karena masih dalam suasana peperangan. Guru Isa merasa perubahan dalam dirinya... Guru Isa sedang berjalan kaki menuju sekolahnya di Tanah Abang.. Mengemukakan pandangan hidup dan pikiran-pikiran pribadi untuk memecahkan sesuatu masalah.f. Ketika tembakan pertama di Gang Jaksa memecah kesunyian pagi. Tiap orang punya ketakutannya sendiri dan mesti belajar hidup dan mengalahkan ketakutannya. 1990 Dari kutipan di atas diketahui bahwa tokoh Guru Isa mengemukakan pikirannya untuk mengatasi rasa takut dan ia berhasil.. d. . Misalnya: Puisi-puisi karya Rendra. dengan gaya yang lebih sederhana.. orang harus belajar hidup dengan ketakutan-ketakutannya .. kemiskinan.

c. Puisi ”Blues untuk Bonnie” menggambarkan suasana muram dan penderitaan kaum Negro yang tinggal di gubug-gubug yang bocor. Jakarta. b. Mempergunakan teknik pengungkapan ide secara sederhana. . Jakarta. Pustaka Jaya. b. Georgia yang jauh. Dari kutipan di atas dapat dilihat adanya gaya ulangan. Masalah yang diungkapkan dalam kutipan puisi di atas adalah masalah kemiskinan yang dihadapi oleh seorang penyanyi Negro tua. dan bebas dari pencemaran kehidupan modern. dan kritik atas penyelewengan. hidup merdeka.. 1976 Puisi ”Blues untuk Bonnie” berbentuk balada. d. Tidak terdapat sisipan cerita sehingga alurnya padat. Georgia. Berikut ini ciri-ciri karya sastra periode Angkatan 1970. bebas dari penindasan. dengan kalimat-kalimat biasa atau sederhana. c. d. Menuntut hak-hak asasi manusia misalnya: kebebasan. 2002 J. Lagu dan kata ia kawinkan lalu beranak seratus makna. Waluyo. e. Mengemukakan kritik sosial atas kesewenang-wenangan terhadap kaum lemah. Cerita perang mulai berkurang. Pada baris kelima tersebut kata Georgia diulang.Ia bernyanyi. Periode Angkatan 1970 Dalam periode ini mulai berkembang sastra pop dan novel pop. Mempergunakan sarana kepuitisan yang khusus berupa frasa. . Puisi a. Menggambarkan kehidupan masyarakat sehari-hari. Rendra. Contoh: Solitude Oleh: Sutardji Calzoum Bachri yang paling mawar yang paling duri yang paling sayap yang paling bumi yang paling pisau yang paling risau yang paling nancap yang paling dekap samping yang paling kau! Sumber: Apresiasi Puisi.. seperti pada baris kelima. Prosa a. 5. menuntut kehidupan yang layak. Kehidupan pedesaan dan daerah mulai digarap. Mengemukakan kehidupan batin religius yang cenderung mistik. Suaranya dalam. Herman Gramedia. Dikutip dari: Blues untuk Bonnie. Banyak mengemukakan pertentangan-pertentangan politik. e.

Puisi ”Solitude” menunjukkan kesepian hati penyair. f. 1976 Dari kutipan di atas dapat dilihat bahwa novel Ziarah menggunakan sudut pandang orang ketiga. Sebagai . 1976 Dari kutipan tersebut dapat dilihat bahwa penulis hanya mengeksploitasi manusia sebagai makhluk individu yang hanya menghargai keberadaan dirinya sendiri. Dikutip dari: Ziarah. ”Tiap langkahnya adalah dia yang ziarah pada kemanusiaan. Periode Angkatan 2000 Pada dasarnya.. muatan tematik. baik yang dilakukan oleh anggota masyarakat lain atau oleh pihak-pihak yang berkuasa. 6. Puisi ”Solitude” menggunakan kata-kata dan kalimat-kalimat yang sederhana. bukan sebagai makhluk komunal.. inspiratif.. c. Contoh: . dan mengandung pergeseran pemikiran dengan cara mengungkapkan pemikiranpemikiran baru dan pendirian-pendirian baru dengan bentuk yang berbeda dari angkatan sebelumnya sehingga melahirkan wawasan estetik yang baru. adanya karya sastra yang inovatif. latar belakang kebudayaan lokal. Mengedepankan warna lokal (subkultur). Penyair merasa bahwa Tuhanlah segala-galanya dan ditunjukkan dengan kalimat: samping yang paling Kau! Kata Kau! pada puisi ”Solitude” mengacu kepada Tuhan.. Perkembangan perpuisian Indonesia mutakhir adalah keberagaman gaya dan tema sebagai ciri khas Angkatan 2000. Kedua. Secara umum ”Sastra Angkatan 2000” menampakkan makna yang sangat berharga sebagai sumbangan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bukti bahwa sastra Indonesia dinamik dan terus berkembang dan konsisten membela hak-hak masyarakat meskipun ditekan oleh kebijakan penguasa yang hampir tidak mendukung kehidupan berkesusastraan yang kondusif. puncak pencapaian secara monolit terdapat dalam bahasa dan pengucapan Afrizal Malna. Penulis menyebut tokoh utama dengan sebutan ”dia”.. Pada dirinya sendiri. Ciriciri yang lain adanya pembaruan estetik.. Djambatan. Mengemukakan tuntutan atas hak-hak asasi manusia untuk bebas dari kesewenang-wenangan.. Mengemukakan kehidupan yang tidak jelas.Pada puisi ”Solitude” kata yang paling diulang-ulang. Pusat pengisahan bermetode orang ketiga. spesifik. Iwan Simatupang. Prosa a Alur berbelit-belit. e.. karakter yang spesifik. Jakarta. b. Djambatan. adanya sekelompok sastrawan yang menjadi pendukung angkatan sastra tersebut. kreatif. Dalam mainstream perpuisian angkatan ini. terbentuknya sebuah angkatan sastra harus memenuhi dua syarat.. Dikutip dari: Ziarah...” . Mengeksploitasi kehidupan manusia sebagai individu. Jakarta. Pertama.” . Hal ini dapat dilihat dari kalimat pada dirinya sendiri. Contoh: . ”Tiap langkahnya adalah dia yang ziarah pada kemanusiaan. Iwan Simatupang. d. Pada dirinya sendiri.

Itulah sebabnya Sawitri selalu merasa gemetar setiap kali mendengar bunyi hujan mulai menitik di atas genting (”Bunyi Hujan di Atas Genting”). Estetik massal ini merupakan penemuan Afrizal yang unik dan menunjukkan bahwa sumber keindahan itu memang berada di tengah massa. pada mulut gang itu tergeletak mayat bertato. . Afrizal melahirkan pembaruan yang merupakan wujud wawasan estetik Angkatan 2000. Afrizal Malna menggeser peran aku lirik kepada benda-benda yang menunjukkan bahwa muncul makna penting dari estetik. Afrizal mengubah arus dasar plot pikiran dan tema yang mengalir dari awal larik hingga akhir bait ke arah komunikasi kata per kata di dalam sajak. Selain itu. estetik religiusitas dapat ditemukan pada karya Ahmadun Yosi Herfanda. Puisi tidak pernah punya selesaian karena sajak dapat dibalik ke atas atau ke bawah. Pembaruan juga terdapat pada pilihan dan kedudukan kata yang membawa pergeseran pada penempatan lirikus dari ”aku lirik” kepada ”benda-benda”. Shoim Anwar menulis kegetiran sosial secara lebih mengenaskan. Dengan revolusi tipografi tersebut. Maka juru cerita itu pun bercerita tentang Sawitri: Setiap kali hujan mereda. Tokoh-tokoh dibangun dari kenyataan sehari-hari tentang orang sehari-hari yang dijalin dari peristiwa sehari-hari. Contoh: ”Lalu bapak menyusun dirinya kembali. Pergeseran wawasan estetik ditandai berubahnya struktur larik dan bait. Meskipun realitas yang dibangun kadang surealistik dan absurd. misalnya yang dinyatakan lewat ”Pot dalam Otak Kepala Desa” (1995). Wacana bangunan kisah yang menggunakan pola dongeng memperlihatkan kuatnya unsur lisan guna membingkai ide-ide jenial yang menjadi muatan cerita. dari body lotion. seperti yang dilakukan juga . Seno memaparkan sifat fiksional dalam tragedi yang diselubungi dunia dongeng. mirip awal dongeng kanakkanak. Pergeseran itu terasa memberi maknawi utuh seperti tampak dari beberapa baris yang mencerminkan kedudukan benda-benda. Larik pada Afrizal Malna bersifat netral karena puisi Afrizal sebenarnya tersusun dalam bait yang sesungguhnya nirbait. maknanya tidak akan berubah. .” (Kisah Cinta Tak Bersalah) Afrisal Malna melansir estetik baru yang digali dari sifat massal benda-benda dan manusia yang dihubungkan dengan peristiwaperistiwa tertentu dari interaksi massal. dan pil strong of night: Indonesia Raya! Sumpah Pemuda! Pembangunan! Kenapa aku membangun kamar mandi seperti itu juga. Pembaruan dalam prosa terlihat pada pembaruan Seno Gumira Ajidarma yang tampak dari pilihan terhadap model sastra lisan yang mengembalikan realitas fiktif kepada realitas dongeng. Aku lirik ke estetik benda-benda yang dipertaruhkan sederajat dengan kedudukan manusia. . Dalam kumpulan cerpen Penembak Misterius (1993) ia memulai cerpennya dengan pembukaan yang relatif sama. Sajak-sajak tersebut mencerminkan nuansa religius yang khusuk dan teduh. siih . Hubungan transendental antara umat dan khalik dibina dalam peleburan dan peluluhan yang menyatu secara imanen. styling foam. Larik sama fungsi dan kedudukannya dengan bait karena larik tersebut merupakan bait. Contoh: ”Ceritakanlah padaku tentang ketakutan” kata Alina pada juru cerita itu. M.pemimpin literer puisi dan pemikiran sastra angkatan ini. Dengan narasi yang keras Shoim memperlihatkan perlawanan yang sia-sia meskipun kadang memunculkan konvensi hero. tokoh-tokoh itu terasa realistis karena dibangun dari kenyataan-kenyataan faktual.

Nenden Lilis A. kebebasan tokoh dan pengarang sejajar untuk menemukan ruang-ruang estetik yang pas. Hanya kepala tanpa badan. Sifat kolase itu menempatkan segi-segi kompositoris dengan wacana gabungan fiksional esai dan puisi. Palti R. Pada cuplikan berikut. Plot yang tidak linier dibangun dalam susunan yang saling mengisi antara arus realistik dengan stream of consciousness dan saling menunjang penokohan dan karakter tokoh. Lindap. Tamba. Penggunaan tokoh berhubungan dengan sebutan yang disesuaikan dengan atmosfer cerita. nada-nada yang dibangun merujuk kepada irama yang diseleksi dari kejadian dan tokoh. Dalam tataran yang lebih membumi tampak pada karya-karya Mona Sylviana. Warna malam ataukah aku berada dalam rahim?” Komposisi yang dibangun secara unik itu melahirkan perkaitan plot yang menautkan hubungan-hubungan simultan antartokoh. orang kedua. Jujur Prananto. Tokoh-tokoh itu bereksistensi di dalam ruang latar yang spesifik karena dibangun oleh wacana yang dinapasi oleh kekuatan narasi dan dramatisasi yang elastis dan dinamik. Hubungan kemanusiaan hanya terjalin dalam tataran badani dan kadang lebih rendah dari sifat hewani. tak ada jantung. dan absurditas merupakan pilihan narasi fiksional angkatan ini dengan geraian ungkap metaforis dan alegoris. Tak ada jari-jari. Kelucuan. Lompatan-lompatan plot dan lompatanlompatan peristiwa menegaskan konsep persambungan dan gabungan kronik-kronik literer dan cerpen menjadi rangkaian fiksi novel yang menunjukkan bahwa novel merupakan imitasi autobiografi . Bre Redana melahirkan percikan romantik. Pada karya Radhar Panca Dahana kehilangan itu mencerminkan rusaknya masa silam karena faktor-faktor moral dan runtuhnya perikatan sosial. Arie MP Tamba. diberi tempat dari peristiwa-peristiwa kasar yang menandai adanya perbedaan hakiki antara derajat karakter dan derajat rohani setiap individu. ”Ia terbangun dan merasa dirinya sebesar kepala. Segi lain pembaruan angkatan ini adalah munculnya secara kuat arus narasi kehilangan. yaitu perubahan dari orang ketiga tunggal (ia) kepada orang pertama tunggal (aku). sehingga sebutan itu kadang bergantiganti antara akuan.oleh Yanusa Nugroho dengan kisah-kisah dari dunia wayang dan dunia supranatural. Hutabarat kehilangan itu bersifat budaya yang tergerus modernisasi. kekerasan. Pembaruan fiksional novel dilakukan oleh Ayu Utami dengan novel Saman (1998) yang mencirikan teknik-teknik khas sehingga mampu melahirkan wawasan estetik baru. Pembaruan itu tampak dari pola kolase yang meninggalkan berbagai warna yang dilahirkan oleh tokoh maupun peristiwa yang secara estetik menonjolkan kekuatankekuatan literer. Tanti R. Pada karya Joni Ariadinata kehilangan itu bersifat dehumanisasi yang dilahirkan oleh kepelikan sosial. Muncul pertalian naluriah yang memungkinkan kehidupan daging lebih penting dari kehidupan moral karena sebenarnya kemuliaan hanya mampu ditemukan di dalam segala yang kumuh. tampak perubahan kedudukan tokoh secara drastis. Dengan menekankan segi-segi eksistensi. Dalam fiksi-fiksi Rainy Mp. Dengan pola seperti itu. Pada karya Agus Noor derajat itu lebih dalam memasuki kegilaan atau irasionalitas yang dibangun dari peristiwa-peristiwa sensasional. atau narator. Skober. Sebagai komposisi. Percikan itu pada karya Kurnia J.. Peristiwa melahirkan latar dan atmosfer yang memberi perkuatan pada kehadiran kisah.R. Cerita mempertalikan tokoh dan tokoh mencirikan kejadian dan karakter. dan lain-lain. Komposisi memperkaya plot dan plot menghidupkan tokoh-tokoh di dalam aktivitas dan aksi keseharian. Dia tidak eksis di luar kepalanya.

prosa. 2000. prosa. dan Rafilus menyajikan nuansa muram kehidupan sehingga wacananya membawa kengerian atau melankoli. Skenario Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. . Meskipun menampilkan keliaran dan keterbukaan yang memberi ruang kemerdekaan sangat luas.pengalaman-pengalaman kemanusiaan yang mendapatkan tafsiran kreatif. fiksi ini sebenarnya menggagas dan menyodorkan realisme moral secara gembira. prosa. prosa. dan naskah drama yang dipilih/yang dibuat • Masing-masing kelompok menganalisis ragam sastra dari setiap periode • Masing-masing kelompok Menentukan cirriciri setiap periode (puisi. Saman menyodorkan liberalisasi yang menempatkan ruang keriangan di tengah kesumpekan pergaulan hidup real sehari-hari. drama) • Masing-masing kelompok Mengelompokkan ragam karya sastra di Indonesia setiap periode (puisi. Korrie Layun Rampan. drama) berdasarkan periodisasi sastra • Masing-masing kelompok Memaparkan para pengarang penting (puisi. yaitu Menganalisis Alokasi Waktu 10 menit Metode perkembangan genre sastra di Indonesia • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan puisi. drama) yang dominant dipengaruhi oleh aliran kesusastraan dalam periode tertentu • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. drama) pada setiap periode dengan alas an • Masing-masing kelompok berdiskusi tentang perkembangan ragam karya sastra (puisi. Bumi Manusia. Belenggu. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. prosa. Sumber: Angkatan 2000 dalam Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo E.

Bacalah prosa karya sastra beberapa periode! 3. Bentuklah kelompok yang terdiri atas lima orang siswa! 2. Alat Penilaian Lakukan kegiatan berikut ini! 1. 1 Januari 2009 Mengetahui. Analisislah karakteristik karya sastra tiap-tiap periode! 5.F. S.Pd . Laporkan hasil diskusi kelompok Anda kepada guru! Pasuruan. Berdiskusilah tentang unsur pembangun karya sastra tersebut! 4. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.

Mengubah cerpen ke dalam bentuk drama sesuai dengan kerangka yand dibuat D.1Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak C. atau latar suasana). . a. Mengungkapkan pikiran. Tokoh-tokoh dan perwatakannya. seorang ibu rumah tangga. dan sangat mencintai suami serta anak-anaknya. b. penokohan 3. yaitu teknik analitik dan teknik dramatik. c. Contoh: Tokoh Martini : Wanita setengah baya. Materi Pokok Teknik penulisan drama dengan memperhatikan : 1. bijaksana. alur 4. Menentukan tema cerpen yang di baca 2. Latar yang Anda temukan akan diubah menjadi setting dalam naskah drama. pemaaf. Indikator 1. amanat 6. Standar kompetensi 17. atar suasana : suasana yang menegangkan. suami Martini. Tokoh Suseno : Laki-laki setengah baya. informasi. Kompetensi Dasar 17. Contoh: Latar tempat : di rumah sebuah keluarga. Hal-hal yang harus Anda temukan saat membaca cerpen sebagai berikut. Membaca dengan saksama cerpen yang akan diubah menjadi naskah drama. dan sangat mencintai istri serta anak-anaknya. Teknik menentukan karakter tokoh dalam cerpen. rendah diri. dialog (penjelasan gerak dan mimic) 2. latar tempat. perasaan. Menentukan isi cerpen dan karakter tokoh-tokohnya 3. emosional. Tokoh-tokoh yang Anda temukan dalam cerpen akan menjadi para pelaku dalam naskah drama. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra B.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 A. Dalam pelukisan tokoh-tokoh suatu cerita dapat dibedakan menjadi dua teknik. latar 5. Latar cerpen (latar waktu. tema Langkah-Langkah Mengubah Cerpen Menjadi Naskah Drama Ikutilah langkah-langkah mengubah cerpen menjadi naskah drama! 1.

Pada perasaannya Sri mulutnya ada mengatakan ”Gusti. . (Sri Sumarah dan Bawuk. Sri ingat peringatan orang-orang tua Jawa yang sering mengataka bahwa dalam satu tempat pengeraman pasti akan ada satu atau dua telur yang rusak. . dan penyabar. tua umur–tetapi badannya masih muda rupanya . rupanya dan cakapnya. Jangan berpura-pura. sedang hatinya masih terus mencoba menghayati kejadian itu. keinginan ini selalu saja tenggelam. dan mudah tersinggung). ”Kamu sama sekali tidak jujur. Tangannya terus mengelus anaknya. 1975:26–7) Kutipan di atas menggambarkan sifat Sri yang penyayang. 1978. Hampir di dalam segala perkara ia hendak di atas dan terkemuka . d) Tempat atau lingkungan sang tokoh Contoh: . Ratna Indraswari Ibrahim. Tin. Martini mempunyai sifat yang rendah diri karena status sosialnya. mudah menangis. Namun. Tiga Serangkai. . Karakter tokoh digambarkan melalui beberapa cara berikut ini. watak.. b) Tingkah laku atau perbuatan tokoh yang mencerminkan sifat Contoh: Sri diam menatap anaknya. (Katak Hendak Jadi Lembu. 2003 Kutipan dialog di atas menggambarkan sifat Martini yang emosional (mudah marah. Ratna Indraswari Ibrahim. terbalut oleh kebesaran lampu kristal itu. tetapi selalu ditundanya saat melihat kebesaran keluarga suaminya. pikir Sri. Tahu-tahu ia hanya mengelus kepala anaknya. di mana dia dulu menjadi karyawati sebuah toko karena himpitan ekonomi. Ia sudah lebih dari separuh baya– sudah masuk bilangan orang tua.. 12–13) 2)Teknik dramatik Teknik dramatik tidak menggambarkan karakter tokoh secara langsung. Sifatnya ditunjukkan dengan membelai dan memaafkan anaknya yang telah bersalah. Aneh sekali. Herdy lagi suntuk di kamar kosnya yang berantakan itu. ada yang . Dikutip dari: Noda Pipi Seorang Perempuan. Tetapi bila dalam tempat pengeraman itu hanya ada satu telur dan rusak juga bagaimana? Di dalam hati dia menggelengkan kepala. dan ciri fisik tokoh. Dia mulai menendangi celana denimnya yang tersebar di lantai kamar. ”Percayalah. Kesedihan itu sangat tampak oleh mata saya. Contoh: Bapaknya yang masih duduk senang di atas kursi rotan itu jadi manteri kabupaten di kantor patih Sumedang. tingkah laku. Solo. tentang dirinya. a) Cakapan sang tokoh atau tokoh lain Contoh: Suaminya menatapnya dengan aneh dan mulai berkata.” Martini jadi meledak.” Dikutip dari: Noda Pipi Seorang Perempuan. nyuwun ngapura. Ia ingin bercerita mengenai masa lalunya. Solo. yang sudah biarlah berlalu. c) Pikiran sang tokoh atau tokoh lain Contoh: Martini selalu tersodok.1) Teknik analitik/secara langsung Teknik analitik menggambarkan watak/karakter tokoh secara langsung dengan menyebutkan sifat. Tiga Serangkai. .” tetapi kenapa tidak terdengar. Ingin sekali dia bercerita lain. 2003 Dilihat dari kutipan pikiran di atas. pemaaf. ..

Jangan lupa berikan judul pada naskah drama Anda. edisi 16/ 2004 Dilihat dari kutipan di atas dapat disimpulkan sang tokoh mempunyai watak yang jorok dan malas. . lari ke kamar dan menunggu suaminya masuk ke kamar) Suseno : (Mengikuti Martini dan duduk di sebelah Martini. Sesaat keheningan melayang sangat tajam. 2. lalu dipakai tapi belum juga dicuci sampai sekarang. Percakapan dalam naskah drama ditulis di antara tanda petik (”. Di ruang keluarga terdapat sofa dan sebuah meja. Kemudian terdengar suara Suseno yang dingin penuh kepercayaan. Lampu itu terjatuh sendiri ketika saya senam pagi . ”Maaf.” kata Martini lagi. Dikutip dari: ”Pacar Baru”. Ada ruang keluarga dan ruang tidur. Mencatat dialog/percakapan yang terdapat dalam cerpen. .. Contoh: Martini : (masuk ruangan dengan mata terbelalak dan napas tertahan) ”Maaf. ada yang kemarin sore dipakai. . Suseno sedang membaca koran. Judul naskah drama Anda dapat sama dengan judul cerpen yang Anda ubah.. .”). Kemudian. saya sangat menyesal. Rangkaikan tokoh. Ia menunggu suaminya masuk ke kamar. Ini berarti sang tokoh malas untuk membersihkan kamar dan mencuci. berkata dengan penuh kepercayaan) ”Peristiwa ini tidak usah diributkan. Menuliskan naskah drama.” Kalimatnya terpotong. saya sangat menyesal.. . . Suseno dan anaknya duduk di sofa. . dan ada juga yang dua minggu. N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. setting. karya Lya Muryanto. Kemudian ia menghambur ke kamar. Watak tokoh dapat dilihat jelas dari tempat kosnya yang berantakan dan celanacelana yang belum dicuci. Kumpulan Cerita Cinta.” (Kalimatnya tidak diteruskan. ”Saya menyesal. dan dialog yang telah Anda buat menjadi sebuah drama. bekas seminggu lalu dipakai. Contoh: . bukan?” . yaitu Menyadur Alokasi Waktu 10 menit Metode E.. .. Kemudian. mencoba menekan perasaannya sampai wajahnya basah bergetar menahan gejolak. Lampu itu terjatuh sendiri ketika saya senam pagi . 4. 3. Mengubah dialog/percakapan yang terdapat dalam cerpen menjadi dialog/percakapan dalam naskah drama. ”Peristiwa ini tidak usah diributkan. 5. Langkah-langkah Pembelajaran cerpen ke dalam bentuk drama satu babak • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok . Contoh: Setting : Menggambarkan sebuah rumah dalam suasana yang menegangkan. bukan?” Mengubah latar cerpen menjadi setting pada drama..

Usahakan jumlah tokoh dalam teks drama yang Anda tulis berjumlah 4 orang! Pasuruan. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Perhatikan ejaan dan tanda baca! 4. Carilah cerpen yang memiliki tokoh 4 orang atau lebih! 3. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Ubahlah cerpen tersebut menjadi drama. 1 Januari 2009 Mengetahui. Alat Penilaian Lakukan kegiatan berikut! 1.Pd . Buatlah kelompok yang beranggota 4 siswa! 2. F.• Masing-masing kelompok mempersiapkan cerpen yang dipilih/yang dibuat • Masing-masing kelompok Menentukan tema cerpen yang di baca • Masing-masing kelompok Menentukan isi cerpen dan karakter tokoh-tokohnya • Masing-masing kelompok Mengubah cerpen ke dalam bentuk drama sesuai dengan kerangka yand dibuat • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. S.

menentukan isi hikayat 5. alur.2Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen C. Mengungkapkan pikiran. Standar kompetensi 17. teknik mengarang 4. teknik penulisan cerpen (pemaparan dan dialog berdasarkan hikayat) Mengubah Hikayat Menjadi Cerpen Apakah Anda pernah mengarang kreatif. Jadi. teknik mengubah hikayat menjadi cerpen 3. menyajikan rangkaian peristiwa. Ringkaslah atau buatlah sinopsis penggalan hikayat tersebut! 2. cerpen bisa ditulis berdasarkan fakta. menentukan latar cerpen 4. cerpen (hasil pengubahan hikayat) 5. Di sisi lain. Kompetensi Dasar 17. informasi. Materi Pokok Teks hikayat/ cerpen 1. isi hikayat dengan memperhatikan unsure-unsur intrinsic yang membangun 2. dan sudut pandang. Pada saat menulis cerpen Anda harus menyajikan beberapa unsur penting. Langkah-langkah Pembelajaran N Kegiatan Alokasi Metode . seperti tema. tokoh. dan konflik antartokoh yang menarik. Bagaimana caranya? 1. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra B. Pilihlah konflik yang menarik (mengesankan) berdasarkan data konflik yang sudah Anda rumuskan! 4. menentukan amanat 3.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 A. Cerpen juga dapat ditulis dengan mengubah hikayat. Anda harus dapat mengembangkan tema. Daftarlah konflik-konflik antartokoh dalam penggalan hikayat tersebut! 3. latar. konflik. Kembangkan pilihan konflik tersebut menjadi cerita pendek! E. cerpen boleh ditulis dari sesuatu yang dikhayalkan penulis. Khayalan tersebut dihidupkan dalam alam fantasi yang sama sekali jauh dari realitas kehidupan sehari-hari. perasaan. terutama menulis cerpen? Di satu sisi. mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memuncukan konflik tertentu dan penyelesaiannya D. Indikator 1. Menentukan tema hikayat yang dibaca 2.

Alat Penilaian A. Adapun raja di Kota Maligai itu namanya Paya Tu Kerub Mahajana. Selama Paya Tu Naqpa kerajaan itu sentiasa ia pergi berburu. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. maka dinamai anakanda baginda itu Paya Tu Antara. Bacalah ”Hikayat Patani” berikut ini! 2. asal raja yang berbuat negeri Patani Darussalam itu. dan isi hikayat tersebut! B. amanat.bi-ILâhi al-a’lâ. Syahdan maka Paya Tu Antara pun kerajaanlah menggantikan ayahanda baginda itu. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Kerub Mahajana pun matilah. yaitu Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab 2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat yang dipilih/yang dibuat • Masing-masing kelompok Menentukan tema Menentukan tema hikayat yang dibaca • Masing-masing kelompok Menentukan menentukan amanat • Masing-masing kelompok menentukan latar cerpen • Masing-masing kelompok menentukan isi hikayat • Masing-masing kelompok mengubah hikayat ke dalam bentuk cerpen dengan memuncukan konflik tertentu dan penyelesaiannya • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. Inilah suatu kisah yang diceterakanoleh orang tua-tua. Lakukan kegiatan berikut! 1. 3 F. Tentukan tema. Wabihî nasta’înu.o 1 Waktu Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Daftarlah konflik-konflik yang terdapat dalam penggalan hikayat ”Patani”! Hikayat Patani Bismi-iLâhi-rrahmân-irrahîm. Maka Paya Tu Kerub Mahajana pun beranak seorang lakilaki. Pada suatu hari Paya Tu Naqpa pun duduk di atas takhta kerajaannya dihadap oleh segala menteri pegawai hulubalang . latar. Ia menamai dirinya Paya Tu Naqpa.

Maka baginda pun bertemu dengan sebuah rumah orang tua laki-bini duduk merawa dan menjerat. mana titah Duli Yang Mahamulia patik junjung.” Maka titah baginda: ”Apa nama engkau?” Maka sembah orang tua itu: ”Nama patik Encik Tani. Maka titah baginda suruh bertanya kepada orang tua itu. patik dengar pun demikian juga. pada hutan sebelah tepi laut ini terlalu banyak bekasnya. maka baginda pun kembalilah pada kemahnya. Maka anjing itu pun dilepaskan oranglah. Maka baginda pun menitahkan orang pergi melihat bekas rusa itu. maka baginda pun bertemulah dengan segala orang yang menurut anjing itu. Setelah Paduka Nenda sampai kepada tempat ini.” Maka titah baginda: ”Baiklah esok pagi-pagi kita berburu” Maka setelah keesokan harinya maka jaring dan jerat pun ditahan oranglah. seekor perburuan tiada diperoleh. Maka pada masa Paduka Nenda berangkat pergi berbuat negeri ke Ayutia. Itulah yang dihambat oleh anjing itu. besarnya seperti kambing. karena asal patik ini duduk di Kota Maligai. maka baginda pun berangkatlah dengan segala menteri hulubalangnya diiringkan oleh rakyat sekalian. maka patik pun dikerah orang pergi mengiringkan Duli Paduka Nenda berangkat itu. Setelah keesokan harinya maka segala menteri hulubalang pun menyuruh orang mudik ke Kota Maligai dan ke Lancang mengerahkan segala rakyat hilir berbuat negeri itu.” Arkian setelah datanglah pada keesokan harinya.dan rakyat sekalian. maka patik pun kedatangan penyakit.” Setelah baginda mendengar sembah orang itu. adapun patik ini hamba juga pada ke bawah Duli Yang Mahamulia. Maka pelanduk itu pun lenyaplah pada pantai ini. Maka hamba raja itu pun menjunjungkan titah baginda kepada orang tua itu. maka patik pun ditinggalkan oranglah pada tempat ini.” Maka sembah segala menteri hulubalangnya: ”Daulat Tuanku. Setelah sampai pada tempat berburu itu. Ada seekor pelanduk putih. Setelah sudah segala menteri hulubalang dititahkah oleh baginda masingmasing . maka baginda pun berangkat berjalan kepada tempat itu. Esok hari kita hendak pergi berburu ke tepi laut itu.” Maka sembah segala menteri: ”Daulat Tuanku. Maka segala rakyat pun masuklah ke dalam hutan itu mengalan-alan segala perburuan itu dari pagi-pagi hingga datang mengelincir matahari. Setelah baginda datang kepada suatu serokan tasik itu. Maka titah baginda: ”Apa yang disalak oleh anjing itu?” Maka sembah mereka sekalian itu: ”Daulat Tuanku. Hatta ada sekira-kira dua jam lamanya maka berbunyilah suara anjing itu menyalak.” Setelah sudah baginda mendengar sembah orang tua itu. Maka baginda pun amat hairanlah serta menitahkan menyuruh melepaskan anjing perburuan baginda sendiri itu. Dan pada malam itu baginda pun berbicara dengan segala menteri hulubalangnya hendak berbuat negeri pada tempat pelanduk putih itu. dari mana datangnya maka ia duduk kemari ini dan orang mana asalnya. warna tubuhnya gilang gemilang. Maka baginda pun segera mendapatkan suara anjing itu. Maka sembah orang tua itu: ”Daulat Tuanku. maka sekalian rakyat pun berhentilah dan kemah pun didirikan oranglah. Arkian maka titah baginda: ”Aku dengar khabarnya perburuan sebelah tepi laut itu terlalu banyak konon. Maka baginda pun turunlah dari atas gajahnya semayam di dalam kemah dihadap oleh segala menteri hulubalang rakyat sekalian. Hatta setelah orang itu datang menghadap baginda maka sembahnya: ”Daulat Tuanku. sungguhlah seperti titah Duli Yang Mahamulia itu. patik mohonkan ampun dan karunia.” Maka titah Paya Tu Naqpa: ”Jikalau demikian kerahkanlah segala rakyat kita.

5.kisah. Hatta maka canang itu pun dipalu oranglah pada segerap daerah negeri itu. Bacakan cerpen hasil pengubahan yang telah Anda buat! 4. Arkian maka baginda pun sangat kesakitan duduk tiada ikrar.. Tanggapi pula cerpen yang dibuat teman Anda! Pasuruan. Arkian pangkalan yang di tempat pelanduk putih lenyap itu [dan pangkalannya itu] pada Pintu Gajah ke hulu Jambatan Kedi. Kembangkan konflik yang Anda pilih menjadi sebuah cerpen! Contoh pengubahan hikayat menjadi cerpen: Paya Tu Naqpa gemar berburu. raja ambilkan menantu. Dan] pangkalan itulah tempat Encik Tani naik turun merawa dan menjerat itu. 2. Syahdan kebanyakan kata orang nama negeri itu mengikut nama orang yang merawa itulah. Ia mendengar ada hutan yang banyak binatang buruannya. Apa itu benar?” Paya Tu Naqpa menanyakan kabar yang ia dengar. dan yang tua laki-laki bernama Kerub Picai Paina dan yang tengah perempuan bernama Tuanku Mahajai dan bungsu laki-laki bernama Mahacai Pailang. Saya juga mendengar bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan. ikut seperti titah baginda itu.” 3. Maka bendahara pun segera bermohon keluar duduk di balairung menyuruhkan temenggung memalu canang. [itulah. . Bahwa sesungguhnya nama negeri itu mengikut sembah orang mengatakan pelanduk lenyap itu. Hatta antara dua bulan lamanya. pegawai.. Sumber: www.dengan ketumbukannya. Lakukan kegiatan berikut! 1.kg C. Pilihlah salah satu konflik yang paling mengesankan bagi Anda! Contoh: Konflik yang dipilih keinginan Paya Tu Naqpa untuk berburu di hutan. maka baginda pun berputra tiga orang. Hatta berapa lamanya maka Paya Tu Naqpa pun sakit merkah segala tubuhnya. Arkian maka temenggung pun segera bermohon keluar menyuruhkan orangnya memalu canang. dan negeri itu pun dinamakannya Patani Darussalam [negeri yang sejahtera].” Paya Tu Naqpa mengeluarkan perintah. Ia pun memanggil seluruh menteri. ”Jika demikian. Teman Anda akan memberikan tanggapan pada cerpen yang Anda buat. Maka baginda pun pindah hilir duduk pada negeri yang diperbuat itu.united. Maka baginda pun memberi titah kepada bendahara suruh memalu canang pada segala daerah negeri: barang siapa bercakap mengobati baginda. Yang Mulia. maka baginda pun berangkat kembali ke Kota Maligai..” jawab menteri. ”Baik. ”Benar. tujuh hari lamanya. 1 Januari 2009 . Yang Mulia. jikalau sembuh. Aku minta engkau mengerahkan seluruh pengawal. dan hulubalang hadir di persidangan. Demikianlah hikayatnya. dan beberapa segala hora dan tabib mengobati tiada juga sembuh. besok kita pergi berburu ke tempat itu. Ia ingin mengajak seluruh pengawal pergi berburu. Hatta antara berapa tahun lamanya baginda di atas tahta kerajaan itu. maka seorang pun tiada bercakap. Perintah Yang Mulia akan saya laksanakan.net. maka negeri itu pun sudahlah. ”Aku mendengar berita bahwa hutan di sebelah tepi laut banyak binatang buruan.

Pd . Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA.Mengetahui. S.

Kapten : Tidak perlu pakai penutup mata pelindung rasa takut. Tajam pandangannya menatap Letnan. Kopral masuk. Indikator 1. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. informasi dan pengalama. Mendiskusikan ulasan pementasan drama D. Dengan ikatan persatuan bulat teguh rakyat pejuang. dan perasaan. Dan semua mata tertuju ke arah Kapten yang tegak dengan segala ketenangannya. Sebab aku enggan sembunyikan kerubuhan tubuhku dengan sandaran tangan yang gemetar ketakutan. Kopral : Siap untuk melaksanakan. Materi Pokok Pemeranan dengan memperhatikan 1. Kompetensi Dasar 18. Letnan senyum. Membahas kesesuian pemeranan pelaku-pelaku 2. Kapten : Namun ada tiga hal yang sangat kutakuti. pada tangan kanannya sapu tangan merah. Mengungkapkan pikiran.1Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi C. format penilaian pemeranan drama contoh naskah drama: Di luar terdengar suara genderang pengiring upacara hukum tembak. Yang senantiasa akan mengalahkan dan menghancurkan kehadiran titisanku. Aku mau tantang terkaman maut pada kilatan api peluru pleton. bermain peran dan diskusi B. Standar kompetensi 18. gerak-gerik 2. Dan semangat yang pantang menyerah. .RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 A. Memberi tanggapan atas pemeranan drama yang di tonton 3. Mayor dan Kopral berganti. pewarispewaris revolusi yang konsekuen jatmika. ekspresi (sesuai karakter tokoh) 3. tenang mengembuskan asap rokok. Membuat ulasan pementasan drama 4. intonasi 4. Yakni kewaspadaan yang waskita. Tidak perlu mengikat tangan itu. pada tangan kiri tergenggam seutas tali. Letnan dan Mayor hampir berbareng. Kapten mengembuskan asap rokok membuang dan menginjak puntungnya lalu ia menengadahkan mukanya. Kapten menegakkan tubuhnya. Kapten melangkah ke pintu di ambang ia berhenti.

Selain itu. Mayor : Kami akan senantiasa tempa api semangat pantang menyerah. Bahwa tidak boleh ada yang lebih merasa pahlawan. Mari kini kita bersama siapkan penggempuran tentara penjajah. Letnan : Terima kasih. dan cinta tanah air. Sepi sejenak. • Teks drama tersebut bagus diperankan siswa karena dapat menumbuhkan sikap patriotisme siswa. Kutipan tersebut merupakan bagian akhir drama. • Teks drama tersebut menyajikan dialog panjang sehingga siswa akan sulit menghafal dialog. memberi hormat terus diiringi Kopral. Aku akan senantiasa hadir di sepanjang zaman. Waspadalah! Kapten sedikit mengangkat tangan kanannya. 2006. Mayor lalu menatap Letnan dengan wajah penuh kesungguhan. Suara genderang menggemuruh. Yogyakarta. Mayor : Siap! Sumber: Domba-Domba Revolusi. aku patahkan segala sentimen pribadi terhadap pribadimu. dan waktu ditulis secara lengkap. Tidak boleh ada yang menonjolkan bahwa keyakinannyalah yang lebih berarti terhadap revolusi. Dan seiring ini. Langkah-langkah Pembelajaran N o 1 Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. untuk menggulung kehadiranmu. lalu henti. Berdasarkan teks drama tersebut. ada beberapa hal yang dapat dievaluasi seperti berikut. B. Letnan. Hikayat Teks drama tersebut berjudul ”Gempa”. • Teks drama tersebut dapat dipentaskan dengan bagus karena keterangan atau petunjuk suasana. kami secara sukarela meleburkan diri dan bersumpah setia pada tentara nasional. mendadak ditimpa suara tembakan. Letnan : Kami akan senantiasa waspada dan siaga sepanjang keturunan untuk menghancurkan setiap kehadiranmu.Kapten : Waspadalah kalian hai pewaris-pewaris revolusi yang setia. Soelarto. Letnan. Mayor : Semua ini menggugah kesadaranku. pemberani. tempat. dan pembulatan persatuan rakyat pejuang sepanjang masa. Mayor. Juga tidak boleh ada sikap merendahkan martabat golongan dan jenis lain. Yang penting bagiku kini adalah siapa saja yang sanggup membuktikan kepemimpinannya secara konsekuen. Petunjuk pemain berekspresi juga disertakan sehingga pemain dapat memahami karakter tokoh yang diperankan. E. tokoh-tokoh yang dimunculkan memiliki sikap pantang menyerah. yaitu Mengevaluasi Alokasi Waktu Metode teks drama atau pementasan dalam kegiatan diskusi jawab drama • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- . lebih merasa berjasa dalam andil revolusi. kami siap sedia melaksanakan segala instruksimu selaku komandan sektor yang berwenang.

D. Guru Anda akan membentuk kelompok. berlatihlah memerankan tokoh protagonis! 4. Diskusikan dengan kelompok Anda ulasan yang telah Anda buat! . Sebaliknya. Kelompok yang tidak mendapat giliran memerankan drama menyimak penampilan kelompok lain dengan saksama! Kelompok tersebut akan memberikan tanggapan tentang kesesuaian karakter tokoh kepada kelompok yang memerankan drama. Jika Anda mendapat peran antagonis. berlatihlah menjadi tokoh antagonis. Kelompok Anda dan kelompok teman Anda akan bergiliran memerankan drama sesuai naskah drama yang diberikan oleh guru Anda. Lakukan kegiatan berikut! 1. Bergabunglah dengan kelompok Anda! B. Berlatihlah memerankan drama. Hayati peran yang Anda dapatkan! 3. Buatlah ulasan pementasan drama yang telah dipentaskan kelompok teman Anda! E. Berbagilah peran yang ada dalam naskah drama! 2. Bacalah dengan saksama naskah drama tersebut! C. Perankanlah drama yang Anda dapatkan bersama kelompok Anda! 5.2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan teks drama • Guru mempersiapkan contoh drama dan menampilkannya melalui rekaman video • Masing-masing kelompok menyimak • Masing-masing kelompok Membahas kesesuian pemeranan pelaku-pelaku • Masing-masing kelompok Memberi tanggapan atas pemeranan drama yang di tonton • Masing-masing kelompok Memberi tanggapan atas pemeranan drama yang di tonton • Masing-masing kelompok Membuat ulasan pementasan drama • Masing-masing kelompok Mendiskusikan ulasan pementasan drama • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Alat Penilaian A. Guru Anda akan memberi naskah drama. 3 F. jika Anda mendapat peran protagonis.

Pd . TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. S. 1 Januari 2009 Mengetahui. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs.Pasuruan.

pengaitan nilai-nilai dengan kehidupan D. : SMA : Sastra Indonesia : XI / 2 : : 2008-2009 Standar kompetensi Memahami hikayat. yaitu Alokasi Waktu Metode Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel • Guru memotivasi siswa dengan bertanya- jawab . Hikayat dan Novel Karya sastra dibagi menjadi karya sastra lama dan karya sastra modern. Novel adalah karangan fiksi yang menceritakan kejadian yang luar biasa pada pelakunya sehingga terjadi konflik yang menimbulkan perubahan nasib. N o 1 Langkah-langkah Pembelajaran Kegiatan Kegiatan Awal • Guru mengecek kehadiran siswa melalui presensi Guru menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. belum ditulis.RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/ Semester Waktu Tahun Pelajaran A.1Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel C. dan belum dibukukan seperti novel modern. nilai-nilai dalam hikayat dan novel (budaya. novel dan cerpen B. Kompetensi Dasar 19. Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam hikayat 3. Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam penggalan novel 2. agama dan social) 2. Novel termasuk hasil karya sastra modern yang berbentuk prosa. Indikator 1. Menghubungkan nilai budaya dalam penggalan novel dengan nilai budaya dalam kehidupan sekarang Materi Pokok Nilai-nilai dalam hikayat dan novel: 1. Salah satu hasil karya sastra lama yang berbentuk prosa yaitu hikayat. Hikayat ini berisi kehidupan putra raja yang gagah perkasa beserta putri yang cantik molek. Karya sastra ini disebarkan secara lisan. Hikayat adalah cerita kuno sejenis roman bahasa Melayu yang penuh dengan khayal. 19. moral. E.

F. lalu membuang plastik hitam. dan mrica. tibatiba orang menangkapnya. Anakanaknya masih di sana. Kemudian direbus dalam dandang di atas air mendidih. Ia mengeluarkan potonganpotongan ular. Tapi. Lakukan kegiatan berikut! 1. mengurut badannya sampai remuk tulangnya. menerima bungkusan plastik hitam. dan penjual duduk di bawah pohon munggur. Abu membayar makanan di warung. Ia sedang dalam perjalanan mengunjungi anak-anaknya sebab sudah janji. Ia kembali ke pasar. dan dengan mantra yang biasa ia menghanyutkan setiap isinya. Ia terduduk di tepi jalan. • Guru menugasi siswa mengerjakan latihan pada LKS. Ia tahu ke mana harus dibawa plastik itu. menuntunnya ke kecamatan dan menambatkan pada sebuah patok. mengeluarkan sepeda motor. Ia membuka kantor. bawang. Pelan-pelan air matanya membasahi pipin.2 Kegiatan Inti • Siswa dibagi menjadi 8 kelompok • Masing-masing kelompok mempersiapkan hikayat dan novel Masing-masing kelompok Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam penggalan novel • Masing-masing kelompok Mengidentifikasi nilai yang terdapat dalam hikayat Masing-masing kelompok Menghubungkan nilai budaya dalam penggalan novel dengan nilai budaya dalam kehidupan sekarang • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya • Kelompok lain meniliai • Siswa bersama-sama guru mendiskusikan hasil kegiatan pembelajaran • Guru memberikan saran guna perbaikan 3 Kegiatan Penutup • Siswa menyimpulkan pembelajaran dan guru memberikan penegasan. ingin tahu yang terjadi. Alat Penilaian A. menunggu-menunggu. Bayangkan. Lalu dipotong kepalanya. Menciumnya. Penjual menyebut jumlah dan harga. Dunia ini serasa gelap. Bacalah pula penggalan novel Mantra Pejinak Ular bagian ”Cinta Ular Cinta Lingkungan” berikut ini! melengos tidak sampai hati melihat potonganpotongan itu. . Belum ada orang di kantor.” Abu mengambil kuda. Kerumunan bertambah banyak. Abu pergi. Ular itu punya anak-anak. lalu menghilang. membayar. ke sebuah sungai yang berbatu-batu dan deras. Dengan sepeda motornya ia pergi ke bawah. ”Tidak dihabiskan?” ”Tidak dihabiskan?” ”Sudah kenyang. Lalu dipotong-potong badannya. Diberi garam. Bacalah penggalan ”Hikayat Si Miskin” di depan sekali lagi! 2. Merenungi nasib ular yang sial itu.

ia muntah-muntah. Tetapi.” ”Ya. lalu memijitmijit pundaknya. hooek. melihat-lihat pasar. Abu tidak bisa menahan tangisnya.Tetapi induknya tidak pernah akan datang. Lalu. 1 Januari 2009 Mengetahui. dan nilai yang masih berlaku di daerah Anda dengan teman sebangku Anda! 4. to?” ”Iya. hikayat. 2000 B. ”Itu. Tetapi Abu menunjuk ke satu arah.Pd . Bandingkan penggalan hikayat dan novel tersebut. Kemudian Abu kembali. Maka dibuangnya ikan tak berdosa itu. ketika ia akan makan ikan itu di rumah. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Drs. Jakarta. S. ikan gabus. sudah jadi potongan-potongan. hoo-ek”. ”Hoo-ek.” ”Ini bukan ular tapi kutuk. Kompas. Diskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam kutipan novel. Rangkumlah hasil diskusi Anda! Pada pelajaran yang lalu Anda telah belajar mengaran Pasuruan. potongan ular itu. Temukan nilai-nilai yang terdapat dalam kutipan hikayat! 3. Ketika melihat dagangan orang ia lari ke tempat sepi.” Untuk menebus kesalahan ia membeli ikan itu. Sumber: Mantra Pejinak Ular. TAUFIKURRACHMAN NIP 130927363 YULAILI RAHMADONA. yang ada di benaknya ialah ular dan sekali lagi hooek. Temukan nilai-nilai yang terdapat dalam kutipan novel! 2. Beberapa perempuan mengira dia masuk angin. Temukan persamaan dan perbedaannya! Kerjakan kegiatan berikut! 1.

.

bermain peran dan diskusi 10. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. Memahami kegiatan pementasan drama 9. .PROGAM SEMESTER ( PROMES ) SEKOLAH : SMA NEGERI 4 PASURUAN MATA PELAJARAN : SASTRA INDONESIA 2009/2010 STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR 9. tema. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.1 Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama 12. informasi dan KELAS/SEMESTER : XII / Genap TAHUN PELAJARAN : NO 9. Mengungkapkan pikiran dan perasaan.1 Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini 13. ALOKAS I WAKTU 8 4 4 BULAN / MINGGU JAN 1 2 FEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 1 APRIL 2 3 4 5 1 MEI 2 3 4 1 JUNI 2 3 4 JULI 1 2 Ket 10. 8 4 4 6 11.1Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. 12. dan pesan 9.1 Memerankan tokoh drama atau penggalan drama 11.2 Membuat resensi tentang drama yangditonton 10. bermain peran dan diskusi 12. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 11. 2 4 10 13.

perasaan.1 Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial 14. STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pikiran.14. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra 17. novel dan cerpen 14. Mengungkapkan pikiran.1 Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen 4 6 10 NO 15. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 16. dan ALOKAS I WAKTU BULAN / MINGGU JAN 1 2 FEBRUARI 1 2 3 4 MARET 1 2 3 4 1 APRIL 2 3 4 5 1 MEI 2 3 4 1 JUNI 2 3 4 JULI 1 2 Ket 15. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 15. Memahami hikayat. pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 13. informasi. informasi. 17.2 Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen 18.1 Menganalisis perkembangan genre sastra Indonesia 17. perasaan. Mengungkapkan pikiran. 4 6 6 4 16.1 Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak 17.1 Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen 16. 2 8 4 4 18. .

Kepala Sekolah Drs. informasi dan pengalama.TAUFIKURRACHMAN NIP19561230 198103 1 014 Dra.1 Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel 8 2 6 Guru Mata Pelajaran Mengetahui. novel dan cerpen 19.19. bermain peran dan diskusi 18.1 Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi 19. Memahami hikayat. perasaan. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006 . informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.

PEMBAGIAN PEKAN EFEKTIF
MATA PELAJARAN SEMESTER KELAS TAHUN : SASTRA INDONESIA : GENAP : XII : 2009/2010

A. PENGHITUNGAN ALOKASI WAKTU I. Banyaknya Pekan dalam Satu Semester NO 1 2 3 4 5 6 7 Januari 2010 Februari 2010 Maret 2010 April 2010 Mai 2010 Juni 2010 Juli 2010 JUMLAH II Banyak Pekan Tidak Efektif 1. Ulangan Tengah Semester 2. UNAS 3. Ulangan semester genap 4. ULTAH SMA 5. Libur Semester JUMLAH : : : : : : 1 2 2 1 1 7 : : NAMA BULAN BANYAKNY A PEKAN 1 4 4 5 4 4 2 24 Pekan Pekan Pekan Pekan Pekan Pekan 17 Pekan 68 Jam

III. Banyak Pekan Efektif ( 24 - 7 ) IV. Banyak Jam Pelajaran Eektif ( 17x 4 ) Pelajaran

B. DISTRIBUSI ALOKASI WAKTU NO STANDAR KOMPETENSI/KOMPETENSI DASAR ALK WKT 9 9. Memahami kegiatan pementasan drama 9.1 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi, tema, dan pesan 9.2 Membuat resensi tentang drama yangditonton 10 10. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita, bermain peran dan diskusi 10.1Memerankan tokoh drama atau penggalan drama 11 11. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 11.1 Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama 12 12. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita, bermain peran dan diskusi 12.1Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini 13 13. Mengungkapkan pikiran dan perasaan, informasi dan pengalaman dalam kegiatan

produksi dan transformasi bentuk karya sastra 13.1Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial 14 14. Memahami hikayat, novel dan cerpen 14.1Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen 15. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 15.1Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen 16. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 16.1Menganalisis perkembangan genre sastra Indonesia 17. Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra 17.1 Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak 17.2 Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen 18. Mengungkapkan pikiran, dan perasaan, informasi dan pengalama, informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita, bermain peran dan diskusi 18.1 Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi 19. Memahami hikayat, novel dan cerpen 11.1 Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel

15

16

17

18

19

Mengetahui, Kepala Sekolah

Guru Mata Pelajaran

Drs.TAUFIKURRACHMAN NIP19561230 198103 1 014

Dra. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006

dan drama Menulis drama pendek berdasarkan cerita pendek atau novel Memahami penokohan dialog. Memahami penokohan. Mengungkapkan pengalaman dalam puisi.1 Mengidentifikasi penokohan.PRORAM TAHUNAN ( PROTA ) SMA NEGERI 4 PASURUAN MATA PELAJARAN : SASTRA INDONESIA KELAS : XII TAHUN PELAJARAN : 2009/2010 SEMESTER I NO 1 STANDAR KOMPETENSI/ KOMPETENSI DASAR 1.1 Mengaplikasikan komponen-komponen kesastraan dalam menelaah berbagai karya sastra 8. SEMESTER II NO 9 KOMPETENSI DASAR 9. cerita pendek. cerita pendek dan drama 7. dialog.1 Menganalisis nilai-nilai yang terdapat dalam cerita pendek 6. Menguasai komponen komponen kesastraan dalam menelaah berbagai karya sastra 4. dialog.1 Menceritakan secara lisan narasi yang berasal dari cerita pendek atau novel yang pennah dibaca 7. Mengungkapkan pikiran. 8. 7.2 Mengekspresikan karakter para pelaku ALK WKT 2 3 4 5. dan informasi dalam kegiatan bercerita. dan latar dalam pementasan drama 1.2 Menganalisis pementasan drama berkaitan dengan isi. novel.1 Mendeklamasikan puisi dari berbagai angkatan dengan menggunakan volume suara dan irama yang sesuai 8. berdeklamasi. Mengngkapkan pengalaman dalam puisi. dan latar dalam pementasan drama 2. tema.1 Membuat resensi tentang drama yang ditonton 9. dan pesan ALK WKT . dan hikayat 5. Memahami kegiatan pementasan drama 9. dan latar dalam pementasan drama 4. dialog. berdeklamasi dan membawakan dialog drama 8.1 Menganalisis kesesuaian penokohan dialog. 6. dan perilaku. dan membawakan dialog drama 6. dan latar dalam pementasan drama 3.plot dan konflik) untuk menelaah karya sastra drama 5. Memahami cerita pendek.1 Menggunakan komponen kesastraan teks drama (pelaku dan perwatakan . Mengungkapkan pikiran dan perasaan dan informasi dalam kegiatan bercerita.

Memahami hikayat. perasaan.1Menceritakan kembali sastra lama (hikayat) denga bahasa masa kini 13.2 Mengubah penggalan hikayat kedalam cerpen 18. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 15.1 Mengarang cerpen berdasarkan realitas sosial 14. Mengungkapkan pikiran. Mengungkapkan pikiran dan perasaan. novel dan cerpen 14.1 Mengevaluasi teks drama atau pementasan drama dalam kegiatan diskusi 19. Mengungkapkan pikiran.10. Memahami hikayat. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita.1 Menganalisis perkembangan genre sastra Indonesia 17. informasi dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasi bentuk karya sastra 13. perasaan. bermain peran dan diskusi 10.1 Mengubah penggalan hikayat ke dalam cerpen 16.1 Menyadur cerpen ke dalam bentuk drama satu babak 17. bermain peran dan diskusi 12. novel dan cerpen 19. Mengungkapkan pikiran. Menguasai komponen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 16.1 Membandingkan naskah hikayat dengan cerpen 15. Menguasai kompenen kesastraan dalam teks drama dan perkembangan genre sastra Indonesia 11.1 Mengidentifikasi kompenen kesastraan dalam teks drama 12. informasi dan pengalama. dan pengalaman dalam kegiatan produksi dan transformasikan bentuk karya sastra 17.1 Membandingkan penggalan hikayat dengan penggalan novel Mengetahui.1Memerankan tokoh drama atau penggalan drama 11. informasi dan pengalaman melalui kegiatan bercerita. informasi. informasi. dan perasaan. bermain peran dan diskusi 18. Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran . Mengungkapkan pikiran dan perasaan. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Mengungkapkan pikiran dan perasaan.

Drs.TAUFIKURRACHMAN NIP19561230 198103 1 014 Dra. WIWIK WIJAYANTI NIP19570520 198203 2 006 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->