Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan/Bab II

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas < Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Langsung ke: navigasi, cari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang ←Bab I Disempurnakan Bab II

Bab III→

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan edisi kedua berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September Daftar isi 1987.

[sunting] II. Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring
[sunting] A. Huruf Kapital atau Huruf Besar

A. Huruf Kapital atau Huruf Besar B. Huruf Miring

1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Dia mengantuk. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. Pekerjaan itu belum selesai. 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya: Adik bertanya, "Kapan kita pulang?" Bapak menasihatkan, "Berhati-hatilah, Nak!" "Kemarin engkau terlambat," katanya. "Besok pagi," kata Ibu, "Dia akan berangkat". 3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya: Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kristen Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.

Misalnya: Siapa gubernur yang baru dilantik itu? Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar. nama instansi. 5. Tahun ini ia pergi naik haji. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. 6.Bimbinglah hamba-Mu. dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. suku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Misalnya: Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama sejenis atau satuan ukuran. atau nama tempat. kehormatan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. dan bahasa. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husen Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Irian Jaya Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang. atau nama tempat. keturunan. Misalnya: bangsa Indonesia . Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7. 4. ya Tuhan. Huruf kapital sebagai huruf pertama nama bangsa. keturunan.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun.suku Sunda bahasa Inggris Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. bulan. hari raya. Misalnya: Asia Tenggara Kali Brantas Banyuwangi Lembah Baliem Bukit Barisan Ngarai Sianok Cirebon Pegunungan Jayawijaya Danau Toba Selat Lombok Daratan Tinggi Dieng Tanjung Harapan Gunung Semeru Teluk Benggala Jalan Diponegoro Terusan Suez Jazirah Arab Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Misalnya: berlayar ke teluk mandi di kali menyeberangi selat pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Misalnya: mengindonesiakan kata asing keinggris-inggrisan 8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. 9. Misalnya: garam inggris gula jawa . Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. hari. dan peristiwa sejarah. Misalnya: bulan Agustus hari Natal bulan Maulid Perang Candu hari Galungan tahun Hijriah hari Jumat tarikh Masehi hari Lebaran Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. suku bangsa. dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. sarjana hukum S. majalah. lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan.11. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Tahun 1972 Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara. 13. tuan . lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Misalnya: Republik Indonesia Majelis Permusyawaratan Rakyat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak Keputusan Presiden Republik Indonesia. badan. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.S. Misalnya: menjadi sebuah republik beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menurut undang-undang yang berlaku Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. 12. Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata". dan sapaan. kacang bogor pisang ambon Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. Misalnya: Dr. doktor M. pangkat. 14. dari. ke. sarjana sastra Prof. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Nomor 57. master of arts S. surat kabar. yang. dan. profesor Tn.A. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. serta nama dokumen resmi.H. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku. dan judul karangan kecuali kata seperti di. serta dokumen resmi.

Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. Besok Paman akan datang. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. [sunting] B. Misalnya: "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. Dia bukan menipu. ibu. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. nyonya Sdr. Tetapi: . Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Huruf Miring 1. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. Misalnya: Huruf pertama kata abad ialah a. majalah. Misalnya: majalah Bahasa dan Kesusastraan buku Negarakertagama karangan Prapanca surat kabar Suara Karya 2. 16. kata. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. "Silakan duduk. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. tetapi ditipu. Adik bertanya. bagian kata. Bu?" Surat Saudara sudah saya terima. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. adik. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi 'pandangan dunia'. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. kakak. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. "Itu apa. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Dik!" kata Ucok. saudara. Politik divide et impera pernah merajalela di negeri ini. 3. atau kelompok kata. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menulis nama buku. saudara 15.Ny. Misalnya: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima.

Berita itu sudah saya baca dalam harian “KOMPAS”. a-2. Misalnya: majalah Bahasa dan Kesusastraan buku Negarakertagama karangan Prapanca surat kabar Suara Karya 2. huruf atau kata yang akan dicetak miring diberi satu garis di bawahnya. kata. Huruf Miring 1. Dia bukan menipu. . Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. b-1. tetapi ditipu. Buatlah kalimat dengan berlepas tangan. Buku “Negeri Salju” dikarang oleh Yasunari Kawabata. Ibu rumah tangga menyenangi majalah Femina. Ibu rumah tangga menyenangi majalah “FEMINA”. b-2. Politik divide et impera pernah merajalela di negeri ini. Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital. Catatan: PEMAKAIAN HURUF MIRING (ITALIK) 1. 3. Berita itu sudah saya baca dalam harian Kompas. c-1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menulis nama buku.Huruf miring (italik) dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. atau majalah dituliskan seperti dibawah ini.Negara itu telah mengalami empat kudeta. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. majalah. Tetapi: Negara itu telah mengalami empat kudeta. dan surat kabar yang dikutip dalam karangan. surat kabar. Misalnya: Huruf pertama kata abad ialah a. c-2. penulisan tersebut termasuk penulisan yang salah. Contoh: a-1. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. atau kelompok kata. majalah. kalau judul buku. bagian kata. Penulisan yang benar ialah. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana. Buku Negeri Salju dikarang oleh Yasunari Kawabata. Weltanschauung antara lain diterjemahkan menjadi 'pandangan dunia'. Jadi.

yang sudah diindonesiakan dan dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia? Edisi Ketiga 2002.Huruf miring dipakai juga untuk menulis kata bahasa asing atau bahasa daerah. Apakah tidak sebaiknya kita menggunakan kata “penataran” untuk kata “upgrading”? b-1. sedangkan kata sashimi ditulis dengan huruf miring. Contoh: bushido judo judoka kabuki karaoke karate karategi karateka kendo kimono kumico obi sake sakura samurai sumo yakitori Di samping itu dalam KBBI terdapat pula kata-kata warisan tentara Jepang pada Perang Dunia II. Miki disapa Neng Geulis dalam bahasa Sunda. (Pusat Bahasa. Kebanyakan orang Indonesia lebih suka “yakitori” daripada “sashimi”. Departemen Pendidikan Nasional) tidak ditulis dengan huruf miring. Apakah tidak sebaiknya kita menggunakan kata penataran untuk kata upgrading? b-2. Penulisan yang benar ialah. Mungkin Anda bertanya. tetap ditulis dengan huruf miring. seperti : heiho keibodan kempetai romusa sondanco (?) (mungkin yang dimaksud shodancho) Sedangkan. Kebanyakan orang Indonesia lebih suka yakitori daripada sashimi. Waktu di Bandung. Untuk kata-kata asing. c-1. misalnya bahasa Jepang. padahal kata asal dua-duanya adalah bahasa Jepang. Contoh: geisha shabu-shabu sashimi sukiyaki sushi takoyaki yakiniku . (khususnya di kalangan penggemar masakan Jepang di Indonesia) tetapi belum dibakukan. c-2. b-2 tidak ditulis dengan huruf miring.2. jadi bukan dengan tanda petik seperti contoh di bawah ini: Contoh: a-1. kata-kata yang sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. a-2. mengapa kata yakitori pada contoh 2. Waktu di Bandung. Miki disapa “Neng Geulis” dalam bahasa Sunda.