Tugas Dr.rahmat Lagi

Batas jantung anak pada

y y y y parasternal kanan ICS 2 ( bunyi katup aorta), parasternal kiri ICS 2 ( bunyi katup pulmonal), parasternal kiri ICS 3-4 ( bunyi katup tricuspid), mid klavikula kiri ICS 5 ( bunyi katup mitral)

Klasifikasi Penyakit Jantung Bawaan :
1. Tidak Sianosis: tanpa pirau (pengalihan) 1. Stenosis Katup Pulmonal (PS) 2. Koarktasio (Penyempitan) Aorta (KA) 2. Tidak Sianosis: dengan pirau kiri ke kanan 1. Defek Septum Ventrikel (VSD) 2. Duktus Arteriosus Patent (Terbuka) (PDA) 3. Defek Septum Atrium (ASD) 3. Sianosis: dengan pirau kanan ke kiri 1. Tetralogi Fallot 2. Transposisi Arteri-arteri Besar

Stenosis Katup Pulmonal
Ada 4 tipe : ‡ Valvuler: sering, terutama krn penebalan katup ‡ Infundibuler: hipertrofi otot pintu keluar dari Ventrikel Kanan.  Kelainan pada otot yang berupa pita, dapat membagi Ventrikel kanan menjadi 2.  Biasanya terjadi bersama dengan stenosis pulmonal tipe valvuler. ‡ Atresia Katup Pulmonal: terberat. Hanya bias hidup bila ada PDA juga atau pembuluh kolateral lain ‡ Stenosis Cabang Arteri Pulmonaris: akibat dari infeksi Rubella intra uterin. Gambaran Klinis : ‡ Kalau stenosis ringian tidak ada gejala, tetapi bising terdengar ‡ Getaran sistolik terletak pada sela iga ke 2 kiri pada tipe infundibular. ‡ Bisingnya keras (4-5 /6) kasar & bersifat ejeksi, tumpang-tindih dengan bunyi jantung II ‡ Bila stenosis berat, anak sangat lelah, namun belum dispnea. ‡ Bising paling keras di sela iga ke2 atau ke3 kiri dan penjalarannya lebar. ‡ Jelas dapat teraba getaran bising. ‡ Sering teraba gelombang ³a´ pada vena leher yang menunjukkan adanya hipertrofi Ventrikel kanan

Koarktasio (Penyempitan) Aorta
Lebih sering terjadi pada laki-laki bila koarktasi merupakan satu-satunya kelainan. Dua tipe: Infantil & Dewasa KA: Tipe Infantil ‡ Konstriksi letaknya proksmal terhadap duktus arteriosus. ‡ Biasanya berat & berhubungan dengan PDA & VSD.

KA: Tipe Anak/Dewasa ‡ Konstriksi letaknyanya tepat disebelah distal arteri subklavia kiri & duktus (yang tertutup) ‡ Sering katup aorta bicuspid. tetapi denyut arteri2 femoral tidak ada. Gambaran klinis pada bayi KA ‡ Pada hari2 pertama mungkin tampak sehat. II. Defek Septum Ventrikel (VSD) . ‡ Sulit menyentukan nadi femoral yang lebih lemah & terlambat dibandingkan nadi radial. ‡ Karena aorta desendens terutama mendapat pasokan darah dari arteri pulmonaris melalui duktus yang terbuka ‡ Maka kalau duktus mulai menutup.‡ ‡ Sirkulasi kolateral biasanya sedikit sekali (atau tidak ada) pada koartasio/penyempitan praeduktal (infantil) karena hanya sedikit darah yang mengalir melalui arkus aorta pada waktu kehidupan janin.) cabang-cabang arteri subklavia di leher Koarktasi Aorta Tipe Anak/Dewasa (Pascaduktus) Gambaran klinis pada KA anak besar & KA dewasa (Pasca-duktus) ‡ Biasanya tidak bergejala. ‡ Pada tipe pascaduktal ini terbentuk kolateral selama prenatal. & ditemukan pada pemeriksaan rutin karena ada bising atau hipertensi (di lengan). bayi akan perburukan serta gagal/payah jantung & asidosis berat . sebagai jalan utama darah untuk menuju ke bagian bawa tubuh yang distal dari penyempitan. ‡ TD tungkai < TD lengan. ‡ Karena itu terjadi anastomosis (sambungan) antara (a.) arteri mamaria interna & arteri epigastrika dan (b. ‡ Bising sangat bervariasi. biasanya bising ejeksi sistolik yang berasal dari katup aorta atau segmen aorta yang sempit. Kelompok Tidak Sianosis serta Pirau Kiri ke-kanan 1. ‡ Pembuluh koateral dapat terlihat atau teraba pada bagian atas tubuh. ‡ Diagnosis dibuat dengan katerisasi jantung segera.

sehingga paru-paru lebih rentan terhadap infeksi: bronkitis & pneumonia (paru-paru basah) Defek Septum Ventrikel Besar . Defeknya biasanya terletak pada daerah membranosa atau ventrikuler atas tetap dibawa katub aorta. gagal tumbuh dll b.2. terjadi pirau (shunting) dari Venrikel kiri ke Ventrikel kanan. Jantung kelebihan beban sehingga terjadi gagal jantung. a. takpnea. ‡ Pirau ini menambah beban pada Ventrikel kanan sampai. Kongesti paru. Ia. Duktus Arteriosus Patent (Terbuka) (PDA) 3. Defek Septum Ventrikel Besar ‡ Bising mungkin tidak ada pada hari-hari pertama sesudah lahir ‡ Tetapi bersamaan dengan menurunnya resistensi vaskular paru normal. Defek Septum Atrium (ASD) Defek Septum Ventrikel (VSD) ‡ ‡ Lesi congenital jantung yang paling sering terjadi.

Ratio: wanita 3X lebih sering daripada pria. USG. menempati bunyi jantung sepanjang fase diastolik. Duktus biasanya menutup beberapa minggu sesudah lahir. ‡ Kemudian: bising sampai melewati bunyi jantung II. EKG. ‡ Bunyi jantung II keras jika terdapat hipertensi pulmonal. ‡ Impuls Ventrikel kiri jelas & mungkin diraba. seringkali disertai getar bising pada sela iga ke2 kiri. ‡ Tanda-tanda gagal/payah jantung. maka terjadi pirau (shunt) kiri-ke-kanan. Jarang perlu tindakan apa-apa. Ini adalah jenis bising yang klasik: tipe sistolo-diastolik. 1b. tertunda pada bayi premature terutama yang kena sindroma gawat nafas (RDS).Gambaran Klinis VSD: ‡ Kardiomegali ‡ Bising pansistolik keras dan getar bising pada sela iga ke4 kiri. jika ada. Ditemukan pada pemeriksaan rutin karena bising sistolik. ‡ Bising pengaliran pada pertengahan periode diastolik (mid-diastolic flow murmur) pada apeks jantung. ‡ Bisingnya Khas: pada mulanya ejeksi sistolik yang keras. Duktus Arteriosus Patent (PDA) ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kelainan jantung kongenital ke2 tersering. Ukuran/besarnya duktus mempengaruhi perjalanan klinis selanjutnya. Sesudah beberapa waktu bising menjadi kontinu (sinambungan). . Defek Septum Ventrikel Kecil ‡ Biasanya tiada gejala. Eko normal ‡ Defek kecil ini dapat menutup spontan. Gambaran Klinis PDA ‡ Nadi lebih mudah diraba karena tekanan nadi (pulse pressure) besar. Didapatkan pada saat resistensi pulmonal menurun beberapa hari setelah lahir dengan bising ejeksi sistolik Karena tekanan aorta lebih daripada tekanan arteri pulmonaris.

) . ‡ Venous Hum dapat terdengar pada anak yang berumur lebih tua. biasanya tidak bergejala. Defek Ostium Sekundum B. Pada PDA besar namun tidak kena payah jantung berat. ‡ Bunyi Jantung II terpecah. ‡ Venous hum dapat hilang dengan ganti posisi dari tegak kemudian telentang. keras dibawah kedua klavikula > pada kiri. melebar dan menetap (tidak berubah selama inspirasi & ekspirasi) ‡ Pada daerah pulmonal terdengar bising ejeksi sistolik (karena tambahnya aliran darah pulmonal) ‡ Pada daerah sternum bawah terdengar bising mid-diastolik (tambahnya aliran darah melalui katup trikuspid. ‡ Pada dada di sisi parasternal terlihat heave (gerakan menonjol/timbul). Aorto-pulmonary window & Trunkus arteriosus. Defek Septum Atrium (ASD) Tiga Tipe ASD : A. bising kontinu sulit dibedakan dari VSD besar. Diagnosis PDA: ‡ Pada tahun 1.‡ ‡ Pada PDA besar pirau kiri-ke-kanan bertambah serta beban pada jantung sampai mulai gagal/payah umur 2 ± 4 bulan. dari kelibihan beban pada Ventrikel kanan. Defek Ostium Primum C. masih cenderung kena: ‡ Infeksi saluran pernafasan berulang ‡ Perkembangan motorik terlambat ‡ Tampak lebih lemah daripada bayi lain. Foramen Ovale Persisten Defek Ostium Sekundum ASD: ‡ Paling sering terjadi.

menjepit arteri femoral ‡ Sesudah keadaan sinanosis kronis. 4. ujung jari membesar & tampak seperti: pentung/club . Gejala-gejala Tetralogi Fallot ‡ Pada mulanya sering kali tiada gejala (Ada sianosis bila berat) ‡ Selanjutnya terjadi dispnea dan sianosis kalau beraktivitas. ‡ Sering duduk berjongkok. misalnya menyusu. Stenosis Pulmonal* Hipertrofi Ventrikel Kanan (sekunder) Aorta terletak diatas VSD Defek Septum Ventrikel Tetralogi Fallot Stenosis Pulmonal mengalirkan darah ventrikel kanan menuju Aorta melalui VSD. 2. 3.Tetralogi Fallot 1.

sianosis berat & lemah ‡ Mata terputar ke atas & kurang sadar ‡ Rx: Posisi berjongkok. VSD. ‡ Anak tampak kemerah-merahan ‡ Ujung tangan & kaki menjadi sianosis ‡ Hiperpnea. 8. PDA. 5. 2. PFO Tanda dan Gejala: ‡ Sianosis sejak lahir ‡ Bising ejeksi sistolik yang halus bila ada PDA ‡ Bising pansistolik bila ada VSD ‡ Gagal/payah jantung mulai dalam minggu pertama sejak lahir. 4. Bronkiolitis Bronkitis alergika Gagal jantung kongesif Aspirasi benda asing Atelektasis Abses paru Tuberculosis Empiema . morfin Transposisi Arteri-arteri Besar ‡ Kelainan sianotik yang paling sering pada neonatus ‡ Posisi Aorta & Arteri Pulmonar terbalik. 3.Terjadi ³Tet spell´ /Serangan biru waktu istirahat. 6. O2. 7. ‡ Maka Aorta mendapat darah dari Ventrikel kanan dan Arteri Pulmonar mendapat ‡ darah dari Ventrikel kiri ‡ Harus ada campuran melalui ASD. DD/ Pneumonia Lobaris : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful