You are on page 1of 7

Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu

:
• •

Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu

Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan. Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya. Menurut pandangan para penganut fungsionalisme struktur sistem sosial senantiasa terintegrasi di atas dua landasan berikut :

Suatu masyarakat senantiasa terintegrasi di atas tumbuhnya konsensus (kesepakatan) di antara sebagian besar anggota masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat fundamental (mendasar) Masyarakat terintegrasi karena berbagai anggota masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan sosial (cross-cutting affiliation). Setiap konflik yang terjadi di antara kesatuan sosial dengan kesatuan sosial lainnya akan segera dinetralkan oleh adanya loyalitas ganda (cross-cutting loyalities) dari anggota masyarakat terhadap berbagai kesatuan sosial.

Penganut konflik berpendapat bahwa masyarakat terintegtrasi atas paksaan dan karena adanya saling ketergantungan di antara berbagai kelompok. Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar masyarakat memiliki kesepakatan tentang batas-batas teritorial, nilai-nilai, norma-norma, dan pranata-pranata sosial
http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial

org Precedence: bulk INDONESIA-L X-within-URL: http://www.net> Forwarded message: From owner-indonesia-l@igc. terdapat usaha-usaha untuk mengganti dasar negara dengan ideologi-ideologi lain. dan berbagai kegiatan politik praktis lainnya.org Thu Oct 24 06:17:03 1996 Content-Transfer-Encoding: 7bit Content-Type: text/plain.digex. Setelah menghadapi sekutu yang diboncengi Belanda.digex.html Integrasi: Masalah Kita Bersama Judul : Integrasi Nasional Penyunting : Saafroedin Bahar dan AB Tangdililing Penerbit : Ghalia Indonesia.net Date: Thu Oct 24 1996 .net X-Mailer: ELM [version 2. yang ingin bercokol kembali di bumi persada ini. Kemudian muncul upaya-upaya disintegrasinya yang berbau SARA. charset=US-ASCII Date: Wed. .digex.08:16:00 EDT From: John MacDougall <apakabar@access.org MIME-Version: 1.Integrasi Nasional From: apakabar@access.TAA14902@access1.apc.0 Message-Id: <199610232346.apc.SuaraPembaruan.net> Subject: IN/BUKU: PMB . negara Indonesia yang masih sangat muda harus menghadapi keinginan beberapa wilayah untuk memiliki pemerintahan sendiri.4 PL25] Sender: owner-indonesia-l@igc.com/News/1996/10/231096/Info/integras/integras. Selain itu.Integrasi Nasional To: apakabar@clark.IN/BUKU: PMB . 1996 Tebal : 328 halaman Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia menghadapi berbagai aksi dan gerakan yang mengarah kepada disintegrasi. 23 Oct 1996 19:46:11 -0400 (EDT) From: indonesia-l@igc.

editor Jurnal Analis (CSIS). Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) menyelenggarakan seminar nasional mengenai masalah ini antara tanggal 20 hingga 22 Januari 1992 di Pontianak. AIPI mengundang pemakalah dari kalangan pakar ilmu politik.Berdasarkan semua itu. Kelompok bahasan pertama menyajikan tulisan-tulisan dari Nazaruddin Sjamsuddin MA PhD. staf peneliti PPW-LIPI. dosen FISIP UI dan Fakultas Pascasarjana UI. serta dosen FISIP Universitas Guna Darma. dan Saafroedin Bahar. tinjauan empiris kewilayahan. peneliti masalah-masalah politik. dan anggota Dewan Redaksi Jurnal Ilmu Politik. negarawan. Jenderal Rudini dalam kapasitasnya sebagai Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Pembangunan V. Dr AB Tangdililing. Pontianak. dosen tetap Jurusan Ilmu Politik FISIP UI. dan ABRI guna mengetengahkan teori-teori. J Soedjati Djiwandono MSc PhD. Dr A Rahman Zainuddin. Kelompok bahasan kedua menyajikan tulisan-tulisan dari Dr Maswardi Rauf. staf pengajar Jurusan Ilmu Politik pada FISIP UI. konflik-konflik politik sebagai problematika integrasi nasional. dosen Fakultas Pascasarjana UI. Kelompok Bahasan Buku ini dibagi dalam empat kelompok bahasan. Sebagian dari makalah-makalah yang disampaikan dalam forum tersebut disajikan kembali dalam buku yang berjudul Integrasi Nasional. Surabaya. dimensi-dimensi integrasi nasional. staf pengajar Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga dan peneliti pada Pusat Studi Sosial. masalah integrasi nasional merupakan masalah mendasar yang perlu mendapat perhatian serius dari segenap bangsa Indonesia. Dr Ikrar Nusa . Untuk menyemarakkan forum itu. staf ahli Menteri Sekretaris Negara. konsep-konsep. Sarwono Kusumaatmadja dalam kapasitasnya sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan V. lektor kepala madya pada FISIP Universitas Tanjungpura. Medan. anggota Dewan Direktur CSIS (Centre for Strategic and International Studies). Kacung Maridjan. Kelompok bahasan ketiga menyajikan tulisan-tulisan dari Erni Budiwanti. staf peneliti Puslitbang Politik dan Kewilayahan-LIPI (PPW-LIPI). Mengingat pentingnya masalah integrasi nasional bagi Republik Indonesia. Tri Ratnawati. Ekonomi. dan tinjauan empiris negara-negara lain. tidak hanya menjadi tugas aparatur pemerintah saja. dan pokok-pokok pikiran mereka mengenai integrasi nasional. dan Komunikasi Massa (Pussekom) Paramawidya. dan Jenderal Try Sutrisno dalam kapasitasnya sebagai Panglima ABRI pada kabinet pembangunan yang sama. Yaitu.

Hak tersebut perlu dibatasi pada suatu taraf tertentu. Yaitu (1) harus peka terhadap tuntutan. politik. peneliti pada PPW-LIPI. dan budaya. tuntutan desentralisasi adalah sekadar masalah manajemen nasional. Persoalan hakiki dalam integrasi politik adalah bagaimana membina kesetiaan nasional yang menyangkut pengaturan hubungan antara rakyat dengan negara. Dua aspek lanjutan dari masalah integrasi nasional. yaitu bagaimana membuat rakyat tunduk dan patuh kepada negara dan bagaimana meningkatkan konsensus normatif yang mengatur tingkah laku politik masyarakat atau individu-individu di dalamnya. persatuan nasional jelas akan dibahayakan. kebutuhan. Surabaya. Budaya politik suatu negara tidak selalu mendukung proses integrasi nasional karena berbagai hambatan. (2) . Ia mencatat ada tiga tuntutan terhadap birokrasi berkaitan dengan integrasi nasional. staf peneliti PPW-LIPI. Masalah integrasi nasional timbul karena berdirinya suatu negara-bangsa baru. Karena itu. dan Muhammad Asfar. dosen Fakultas Pascasarjana UI. Namun. Hermawan Sulistyo. ekonomi. Yaitu. Nazaruddin menyimpulkan bahwa dalam kurun orde baru kondisi integrasi nasional jauh membaik. menurut Nazaruddin.Bhakti. dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga. khususnya wawasan kebangsaan dan kualitas partisipasi rakyat. prestasi. Sarwono memandang. Rumusan J Soedjati Djiwandono merumuskan masalah integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri. serta peneliti pada PPW-LIPI. tidak perlu dianggap sebagai ancaman. Kelompok bahasan keempat menyajikan tulisan-tulisan dari Alfitra Salamm PhD. Bila tidak. dan meliputi aspek vertikal dan horizontal. baik suprastruktur maupun infrastruktur politik perlu mempunyai kemampuan yang sama dalam menerjemahkan wawasan integrasi nasional itu. dan Al Baroto. anggota CSIS. Sarwono Kusumaatmadja (pada saat menyampaikan makalah) menyebut birokrasi sebagai komponen yang paling menentukan dalam integrasi nasional. dan kepuasan kualitatif rakyat dan pola pelayanannya. dosen Universitas Jayabaya. Dr Nazaruddin Sjamsuddin merumuskan integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya. aspek sosial. Berkaitan dengan wawasan nasional.

kreativitas. Rudini menganjurkan keterbukaan dan demokratisasi yang bertumpu pada kesamaan hak dan kewajiban warga negara. faktor persatuan dan kesatuan merupakan jiwa integrasi nasional. (1) kepemimpinan nasional yang efektif. dan peneliti masalah-masalah politik. negarawan. dan . yang memerlukan adanya stabilitas berkelanjutan. Rudini merumuskan ide pokok integrasi nasional sebagai memaksimalkan persamaan dan meminimalkan perbedaan dalam pendayagunaan potensi. Ia memandang primordialisme sebagai perilaku disintegratif yang sulit dijinakkan. (2) kemampuan sistem politik nasional dalam mengakomodasikan aspirasi masyarakat. Masih banyak pokok-pokok pikiran dari pemakalah-pemakalah lainnya yang patut disimak dalam buku ini. yang berwujud dalam egoisme sektoral. kesenjangan dimensi pertahanan keamanan. stabilitas berkelanjutan dan dinamis bertumpu pada tiga hal. pemenuhan aspirasi. (1) kesadaran pentingnya memelihara eksistensi bangsa dari segala bentuk ancaman. politik. Ia mengingatkan jajaran birokrasi agar tidak berwawasan sempit. dan (3) kemampuan desentralisasi pemerintah sebagai salah satu faktor untuk memperbesar kesadaran. Kamboja. Selain pokok-pokok pikiran para pakar ilmu politik. dan (3) memperlakukan jajarannya sebagai sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas pengabdian birokrasi. ada tiga aspek dari integrasi nasional. dan penanggulangan setiap masalah kebangsaan. dan (3) partai politik yang berpengaruh dominan. serta waspada terhadap adanya kolusi elite. serta sosial budaya dapat menyebabkan terjadinya instabilitas. Namun. Ia menganjurkan dikembangkannya wawasan kebangsaan dan agar setiap pihak membenahi kemampuan mikronya. Faktor Persatuan Jenderal Try Sutrisno menekankan.harus berani terbuka dan mengakui unsur modernisasi dari proses sosial-politik. ekonomi. dalam buku ini juga dikemukakan kasus-kasus berkaitan dengan integrasi nasional mulai dari tingkat desa hingga tingkat nasional serta masalah-masalah integrasi nasional yang dihadapi negara-negara lain seperti di Malaysia. (2) angkatan bersenjata yang utuh dengan loyalitas yang tinggi. Menurutnya integrasi nasional sekaligus sebagai state-building dan nation-building. Menurutnya. dan kontribusi masyarakat sebagai salah satu pilar utama integrasi nasional. Ia berpendapat. Yaitu. Yaitu. menghindari pragmatisme politik.

khususnya yang berminat terhadap bidang politik. . serta aktivis hak-hak asasi manusia.edu/apakabar/basisdata/1996/10/24/0000.hamline. dosen. aktivis mahasiswa. Buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran jernih tentang integrasi nasional kepada generasi muda.html . Buku ini penting juga dibaca para pejabat pemerintah. perwira ABRI. tokoh daerah. tokoh partai politik dan Golongan Karya.Akhria Nazwar _________________________________________________________________ http://www.Srilangka.