Pengertian Kewajiban Menurut Prof Notonagoro Wajib adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau

diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan .Sehingga Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan. Kewajiban Warga Negara Indonesia sesuai yang diatur dalam UUD 45(Amandemen): 1. Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi: ³segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 2. Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUd 1945 menyatakan : ³setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara´. 3. Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan: ³Setiap orang wajib menghormati hak asai manusi orang lain 4. Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : ³Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan makasud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.´ 5. Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan: ³tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.´ Contoh Kewajiban Warga Negara Indonesia 1. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh

dan rakyat. Setiap warga negara berkewajiban taat. . dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. 2. melayani masyarakat. Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia. serta menegakan hukum. melindungi. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. 4. hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republin Indonesia didalam menjalankan tugasnya. sebagai kekuatan pendukung. sebagai kekuatan utama. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi. serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan distur dengan undang-undang. dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat. serta dijalankan dengan sebaik baiknya 4. syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. 5.2. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 kewajiban warga Negara salah satunya pada pasal 30 yang berbunyi : 1. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) 3. mengayomi. hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara. tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara indonesia 5. Kepolisian Negara Republik Indonesia. 3. Angkatan Laut.

2. 6. sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing .VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI. Tap MPR No.Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara : 1.VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI.29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat. bahwa setiap warganegara harus turut serta dalam setiap usaha pembelaan negara. terpadu.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. Undang-Undang No. Pengertian Pembelaan negara atau bela negara adala tekad. Tap MPR No. Bagi warganegara Indonesia. bahwa setiap warganegara turut serta dalam menentukan kebijakan tentanhg pembelaan negara melalui lenbaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD 1945 dan perundang-undangan yang berlaku. usaha pembelaan negara dilandasi oleh kecintaan pada tanah air (wilayah Nusantara) dan kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia dengan keyakinan pada Pancasila sebagai dasar negra serta berpijak pada UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Undang-Undang No. sikap dan tindakan warganegara yang teratur. Kewajiban Bela Negara a.3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. menyeluruh. dan berlanjut yang dilandasi oleh cinta tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. Tap MPR No. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. Kedua. 4. 7. b. Pertama. Hal ini menunjukkan adanya asas demokrasi dalam pembelaan negara yang mencakup dua arti. Undang-Undang No. Amandemen UUD '45 Pasal 30 dan pasal 27 ayat 3.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. 5. Asas Demokrasi dalam Pembelaan Negara Bahwa usaha pembelaan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warganegara. 3.

c. 5) Perkembangan dan kemajuan IPTEK di bidang persenjataan. Membela negara tidak harus dalam wujud perang tetapi bisa diwujudkan dengan cara lain seperti : 1. Motivasi dalam Pembelaan Negara Ada beberapa dasar pemikiran yang dapat dijadikan dasar pemikiran yang dapat dijadikan motivasi setiap warganegara untuk ikut serta membela negara Indonesia: 1) Pengalaman sejarah perjuangan RI. Dengan hak dan kewajiban yang sama setiap orang Indonesia tanpa harus dikomando dapat berperan aktif dalam melaksanakan bela negara. hambatan dan gangguan pada NKRI / Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan NKRI. tantangan. Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya kita turut serta dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ATHG / ancaman. Belajar dengan tekun pelajaran atau mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan atau PKN 4. 3) Keadaan demografis yang besar. 6) Kemungkinan timbulnya bencana perang. 2) Kedudukan wilayah geografis Nusantara yang strategis. . Ikut serta dalam mengamankan lingkungan sekitar (seperti siskamling) 2. Ikut serta membantu korban bencana di dalam negeri 3. Mengikuti kegiatan ekstraklurikuler seperti Paskibra. PMR dan Pramuka. 4) Kekayaan sumber daya alam.