BAB I PENDAHULUAN

Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menghubungkan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Hal ini disebabkan karena di dalam laporan keuangan terdapat informasi-informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Pihakpihak yang berkepentingan terbagi menjadi dua yaitu pihak internal dan pihak eksternal1. Laporan keuangan ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi para pemakainya. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Fokus utama pelaporan keuangan adalah informasi tentang laba dan komponen-komponennya karena informasi ini memainkan suatu peranan yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan oleh pihak eksternal. Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang, dan menaksir risiko investasi atau meminjamkan dana. Hal ini menyebabkan para investor lebih cenderung memperhatikan laba dalam laporan laba rugi untuk keperluan pengambilan keputusan. Perilaku investor inilah yang disadari oleh manajemen yang akhirnya mendorong untuk melakukan perilaku yang tidak semestinya (dysfunctional behaviour). Di lain pihak terdapat asimetri informasi antara manajemen dengan pengguna laporan keuangan lainnya seperti investor. Asimetri informasi memberikan kesempatan pada manajemen unutk menetralisir ketidakpastian lingkungan dan memperkecil variabilitas dalam kinerja operasi perusahaan. Hal ini disebabkan karena dengan adanya asimetri informasi, manajemen merasa
1

Pihak internal yaitu manajemen sedangkan pihak eksternal adalah pemegang saham, kreditur, pemerintah, karyawan, pemasok, konsumen, dan masyarakat umum lainnya.

1

Cara yang biasa dilakukan manajemen untuk mempengaruhi angka pada laporan keuangan adalah dengan melakukan manajeman laba (earning management). The National Commision on Fraudulent Financial Reporting (Treadway Commision). manajer yang menolak risiko memiliki daya dorong untuk melakukan perataan laba. Tindakan manajemen laba telah memunculkan beberapa kasus skandal pelaporan akuntansi yang secara luas diketahui. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas laba dalam laporan keuangan. World Com dan mayoritas perusahaan lain di Amerika Serikat. Teknik perataan laba yaitu perilaku meratakan laba dari waktu ke waktu sehingga pelaporan nilainya tidak berfluktuasi. Berdasarkan pada pengaruh manipulasi terhadap laba usaha manajemen laba itu dapat dibedakan menjadi dua. Merck. 2 . International Edition.leluasa untuk memilih berbagai alternatif metoda akuntansi. 2005. yaitu usaha memaksimumkan atau meminimumkan laba dan usaha untuk mengurangi fluktuasi laba (perataan laba).43. Salah satu teknik yang dilakukan daam manajemen laba yaitu perataan laba (income smoothing). Manajer yang menolak resiko. Bahkan aktivitas manajemen laba juga dinyatakan dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan dan kadangkala merupakan indikasi terjadinya tindakan ilegal yang serius dalam pelaporan keuangan2. Manajemen laba menambah bias dalam laporan keuangan dan dapat mengganggu pemakai laporan keuangan yang mempercayai sepenuhnya pada angka laba hasil rekayasa tersebut. Beberapa penelitian di Indonesia juga menemukan indikasi dilakukannya tindakan perataan laba oleh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Manajemen laba merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kredibilitas laporan keuangan karena ada earning smoothing hypothesis dan income smoothing hypothesis yang menaksir bahwa laba dimanipulasi untuk mengurangi fluktuasi sekitar tingkat yang dipertimbangkan normal bagi perusahaan. 2 Syukriy. antara lain Enron. yaitu manajer yang menghindari pinjaman dan pemberian pinjaman di pasar modal.hlm.

Penulis tertarik untuk membuat karya tulis berbentuk makalah mengenai creative accounting atas penggunaan 3 Motivasi internal menunjukan maksud pemilik untuk meminimalisasi biaya kontrak manajer dengan membujuk manajer agar melakukan perataan laba. perataan laba dapat diartikan sebagai suatu sarana yang digunakan manajemen untuk mengurangi variabilitas pelaporan penghasilan relatif terhadap target yang terlihat karena adanya manipulasi variabel-variabel (akuntansi) semu atau (transaksi) riil. Alasan perataan laba bertujuan memperbaiki hubungan dengan kreditur. level dan tingkat pertumbuhan besaran perusahaan. (4) Kepuasan yang sama tergantung pada tingkat pertumbuhan dan stabilitas laba perusahaan. Sedangkan proposi yang diajukan berkaitan dengan perataan laba adalah : (1) kriteria yang digunakan manajemen perusahaan dalam memilih metode akuntansi adalah untum memaksimumkan kepuasan atau kemakmuran. Motivasi eksternal ditunjukan oleh usaha pemilik saat ini untuk mengubah persepsi investor terhadap nilai perusahaan. Selain itu pemilik mendukung perataan penghasilan karena adanya motivasi internal dan motivasi eksternal3. karena setiap fluktuasi dalam laba akan berpengaruh langsung dalam kompensasi. 3 . Berdasarkan dari uraian tersebut di atas. (2) kepuasan merupakan fungsi dari keamanan pekerjaan.Besarnya kesempatan dan insentif bagi para manajer untuk melakukan perataan laba mendorong peneliti-peneliti untuk mengevaluasi praktik perataan laba dan faktor-faktor yang diduga berpengatuh terhadap perataan laba. Manajemen diuntungkan dengan adanya praktik perataan laba. Perataan laba dianggap suatu tindakan yang umum dilakukan untuk mencapai suatu aliran yang stabil selama beberapa periodetertentu atau dalam satu periode. (2) fluktuasi dalam kinerja manajemen dapat mengakibatkan intervensi pemilik untuk mengganti manajemen dengan cara pengambilan atau penggantian manajemen secara langsung. (3) Kepuasan pemegang saham dan kenaikan performa perusahaan dapat meningkatkan status dan reward bagi manajer. yaitu : (1) skema kompensasi dihubungkan dengan kinerja perusahaan yang disajikan dalam laba akuntansi yang dilaporkan. Oleh sebab itu. investor dan karyawan serta meratakan siklus bisnis melalui proses psikologis.

earning smoothing dengan judul “Earning Smoothing dan Pelaporan Keuangan” BAB II KONSEP DAN TEORI 4 .

Harapan keuntungan yang dapat dinikmati dari investasi anatara lain : 1. Hlm. membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang dan menaksir resiko investasi atau meminjamkan dana. 3. Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan menilai kinerja manajemen. Penerbit BPFE. Saham juga didefinisikan sebagai unit kepemilikan dalam senuah perusahaan. Edisi 4. Capital Gain merupakan keuntungan yang diperoleh dati selisih jual dengan harga belinya. variabilitas perubahan akan nampak lebih besar pada saat laba diumumkan daripada saat lain selama tahun yang bersangkutan karena terdapat perubahan dalam keseimbangan nilai harga saham selama periode pengumuman. 2001. Manfaat non financial yaitu timbul kebanggan dan kekuasaan memperoleh suara dalam menentukan jalannya perusahaan. 4 Bambang Riyanto. Income smoothing sangat berkaitan dengan kandungan informasi atas laba sehingga penelitian tentang kandungan informasi atas laba sangat mendukung karena bila pengumuman laba tahunan mengandung informasi. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. 2.240 5 .Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di dalam laporan keuangan yang sangat penting bagi pihak internal dan eksternal. Saham menarik investor karena adanya keuntungan yang dapat dinikmati. 2. Saham merupakan tanda bukti pengambilan bagian atau peserta dalam suatu perseroan terbatas4. Pengumuman laba dikatakan mengandung informasi jika laba yang diumumkan berbeda dengan laba yang diprediksikan oleh investor.1 Kinerja Saham Suatu perusahaan dapat menjual kepemilikannya dalam bentuk saham. Dividen merupakan bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagiakn pada pemilik saham. Yogyakarta. Sedangkan menurut Anaroga (2001:58) saham adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu atau institusi dalam suatu perusahaan.

76. Market Price (harga pasar) Harga pasar merupakan harga pada pasar riil dan merupakan harga yang paling mudah di tentukan karena merupakan harga dari suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung atau jika pasar sudah ditutup maka harga pasar adalah harga penutupannya (closing price). 6 .2006. Saham tidak menjanjikan pendapatan yang bersifat tetap atau pasti. Base Price (harga dasar) Harga perdana (untuk mentukan) nilai dasar dipergunakan dalam perhitungan indeks harga saham. yaitu : 1. Penerbit Rineka Cipta. Harga pasar ini merupakan harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk 5 Anaroga. Jakarta. Jenis saham dibedakan menjadi dua saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). STIE BPD Jateng. Panji dan Piji Pikarti. Pemilik atau pemegang saham biasa akan memiliki hak untuk ikut serta dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 2. Saham biasa tidak memiliki masa jatuh tempo tertentu.Berdasarkan fungsinya nilai suatu saham dapat dibagi atas tiga5. Nilai ini tidak digunakan untuk mengukur sesuatu. Harga pasar inilah yang menentukan naik atau turunnya suatu saham dan setiap hari harga saham ini diumumkan pada media. Pengantar Pasar Modal. 3. Harga dasar akan berunag sesuai dengan aksi emiten. hlm. Par Value (nilai nominal) Nilai nominal merupakan nilai yang tercantum pada saham untuk tujuan akuntansi. 3. Saham pada umunya mempunyai tiga karakteristik utama yang membedakan dengan kesempatan investasi yang lain : 1. Saham biasa merupakan saham yang tidak memperoleh hak istimewa. 2.

saham ini disebut saham biasa (common stock). Pemilik saham mempunyai hak suara dalam RUPS sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Harapan investor terhadap tingkat pendapatan deviden untuk masa yang akan datang. antara lain : 1. Akan tetapi pada umumnya. Hak-hak priorotas dari saham preferen yaitu hak atas dividen yang tetap dan hal terhadap aktiva jika terjadi likuidasi. Apabila perusahaan hanya mengeluarkan satu kelas atau satu jenis saham saja. Dengan kinerja yang baik maka kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan juga akan lebih terkamin sehingga harapan investor untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang terpenuhi. Apabila tingkat pendapatan dan deviden suatu saat stabil maka harga saham cenderung stabil. Akan tetapi hasil studi yang terbaru lebih mendukung bahwa deviden mengandung informasi. Dividen mempunyai informasi jika kekuatan prediksi model laba menjadi meningkat dan menyebabkan laba. namun masih banyak perusahaan yang membayar dividen bahkan meningkatkan nilai devidennya.saham preferen tidak mempunya hak veto seperti yang dimilki oleh saham biasa. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga saham. Dalam suatu penelitian tidak ditemukan bukti bahwa dividen mengandung informsi.memperoleh dividen selama perseroan memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika tingkat 7 . Deviden yang diperoleh oleh investor dipengaruhi oleh kemampuan manajemen perusahaan untuk beroperasi secar menguntungkan ditangah-tengah lingkungan usaha yang semakin kompetitif. Saham preferen mempunyai hak-hak prioritas lebih dari saham biasa. Untuk menarik investor potensial lainnya suatu perusahaan mungkin juga mengeluatkan kelas lain dari saham yaitu yang disebut dengan saham preferen (preffered stock). Beberapa pendekatan telah digunakan untuk menguji kandungan informasi dari dividen. Saham preferen erupakan saham yang diberikan atas hak untuk mendapatkan deviden atau bagian kekayaan pada saat perusahaan dilikuidasi terlebih dahulu dari saham biasa. Pendekatan yang dilakukan adalah memasukan dividen kedalam model laba untuk memperediksi laba masa depan. Dividen sifatnya tidak relevan didalam menentukan nilai dari perusahaan.

Accounting Theory.pendapatan dan deviden berfluktuasi karena siklus perusahaan atau perubahan teknologi maka harga saham berfluktuasi juga. Teori Akuntansi. Tetapi IAI memiliki pengertian sendiri mengenai income. Jakarta. panduan dalam melakukan investasi dan pengambilan keputusan dan satu elemen dalam peramalan masa depan. 3. 2. 8 . Laba pada umumnya dipandang sebagai dasar untuk perpajakan. IAI justru tidak menterjemahkan income sebagai laba tetapi dengan istilah penghasilan. Definisi 6 Ahmed Riahi Belkaoui. Buku 2. hlm 226. Tingkat pendapatan perusahaan. Penerbit Salemba Empat. Edisi 5. penentu dari kebijakan. 2007. Menurut Belkaoui laba adalah hal yang mendasar dan penting dari laporan keuangan dan memiliki banyak kegunaan di berbagai konteks6. Apabila fluktuasi dari EPS semakin besar maka harga saham akan semakin besar pula. pembayaran deviden.2 Informasi Laba Laba secara akuntansi merupakan perbedaan antara realisasi penghasilan yang berasal dari transaksi perusahaan apada periode tertentu dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan tersebut. Kondisi yang akan datang selalu dipengaruhi oleh kondisi perekonomian saat ini. Apabila kondisi perekonomian saat ini stabil dan mantap maka investor optimis terhadap kondisi yang akan datang sehingga harga saham cenderung stabil dan demikian sebaliknya. Tingkat pendapatan perusahaan tercermin dari earning per share (EPS) terkait dengan kenaikan harga saham. 2. Laba akuntansi secara operasioanal dapat didefinisikan sebagai perbedaan antara realisasi laba yang tumbuh dari transaksi-transaksi selama periode berlangsung dan biaya-biaya histori yang berhubungan. Dalam konsep Penyusunan dan enyajian Laporan Keuangan income diartikan sebagai kenaikan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribus penanam modal. Kondisi perekonomian.

2.tersebut menunjukan adanya lima karakteristik yang terdapat dalam laba akuntansi : 1. 9 . Laba akuntansi meminta penghasilan yang terealisasi diperiode tersebut dihubungkan dengan biaya-biaya relevan yang terkait. 5. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang dilakukan oleh perusahaan (laba muncul dari penjualan barang atau jasa dikurangi biaya-biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penjulan tersebut). Salah satu tindakan manajemen atas laba yang dapat dilakukan adalah tindakan income smoothing. 3. Tidak adanya persamaan pendapat untuk mendefinisikan laba secara tepat disebabkan oleh luasnya penggunaan konsep laba. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periode dan mengacu pada kinerja keuangan dari perusahaan selama satu periode tertentu. Nilai pada laporan keuangan seperti laba bersih perusahaan dianggap sebagai sinyal yang menunjukan nilai dari perusahaan. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip laba dan membutuhkan definisi pengukuran dan pengakuan pendapatan. Para pemakai laporan keuangan mempunyai konsep laba sendiri yang dianggap paling cocok untuk pengambilan keputusan mereka. Seoarang investor yang rasioanal akan membuat prediksi terlebih dahulu sebelum membuat keputusan dengan mengamati sinyal yang di berikan perusahaan. Hal ini menjasikan perhatian investor dan calon investor terpusat pada laba suatu perusahaan. yang menunjukan ketaatan yang tinggi pada prinsip biaya. Hal ini mendorong manajer untuk melakukan manajemen atas laba (earning management) dan menyebabkan manajemen untuk mnegelola laba dalam usahanya membuat entitas tampak bagus secara finansial. Laba akuntansi meminta adanya pengukuran beban-beban dari segi biaya historinya terhadap perusahaan. 4. Investor sering memusatkan perhatiannya hanya pada informasi laba tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba tersebut.

BAB III PEMBAHASAN Pembahasan dari makalah ini dimulai dari penjelasan konsep earning management yang dapat dimulai dari pendekatan agency dan signalling theory. 10 .

Kondisi ini memberikan kesempatan kepada manajer untuk menggunakan informasi yang diketahuinya untuk menata pelaporan keuangan sebagai usaha untuk memaksimalkan kemakmurannya. harga saham. Asimetri informasi terjadi ketika manajer mempunyai informasi internal perusahaan yang relatif lebih banyak dan mengetahui informasi tersebut relatif lebih cepat dibandingkan pihak eksternal. Skema kompensasi manajemen yang tehubung langsung dengan kinerja perusahaan. Mekanisme pasar yang kompetitif sehingga mengurangi jumlah pilhan yang tersedia bagi manajemen. rencana bonus. sektor industri. 3. sedangkan teori signal (signalling theory) membahas bagaiman seharusnya signalsignal keberhasilan atau kegagalan manajemen (agen) disampaikan kepada pemilik atau prinsipal. Teori keagenan (agency theory) menyatakan bahwa praktik earning management (dalam makalah ini income smoothing) dipengaruhi oleh adanya konflik kepentingan antara agen (manajemen) dengan pricipal (pemilik) yang timbul ketika setiap pihak berusaha untuk mencapai atau mempertahankan tingkat kemakmuran yang dikehendakinya. Dalam hubungan keagenan. leverage operating. manajer mempunyai asimetri informasi terhadap pihak eksternal perusahaan sperti investor dan kreditor. Penyampaian laporan keuangan dapat dianggap sebagai signal mengenai kinerja manajemen. Batasan yang mungkin mempengaruhi para manajer untuk melakukan perataan laba adalah : 1.Kedua teori ini membahas masalah perilaku manusia yang memiliki keterbatasan rasional (bounded rationallity) dan menolak resiko (risk averse). Ancaman penggantian manajemen. Faktor-faktor yang memepengaruhi income smoothing antara lain ukuran perusahaan. 2. para manajer yang termotivasi melakukan perataan laba atau penghasilan pada dasaranya ingin mendapatkan berbagai keuntungan ekonomi dan psikologis. profitabilitas. antara lain : mengurangi total pajak terutang. Apabila dipandang dari sisi manajemen. meningkatkan kepercayaan diri manajer yang 11 .

Kepuasan yang sama tergantung pada tingkat pertumbuhan dan stabilitas dari pendapatan perusahaan. Perataan laba mungkin terkait dengan ukuran perusahaan. 2. Untuk itu diusulkan : 1. Perataan riil mengacu pada transaksi aktual yang terjadi maupun tidak terjadi dalam hal pengaruh perataan sedangkan perataan artifisial mengacu pada prosedur akuntansi yang diimplementasikan terhadap pergeseran biaya dan pendapatan dari satu periode ke periode yang lain. Perataan melalui adanya kejadian dan atau pengakuan. Media yang biasanya digunakan oeleh manajemen dalam melakukan income smoothing yaitu real smoothing dan artificial smoothing. 3. keberadaan insentif bonus dan penyimpangan laba aktual dengan laba ekspektasi yang telah disebutkan di atas. Sedangkan tujuan lainnya adalah untuk memberikan kesan baik pada pemilik kreditor terhadap kinerja manajemen untuk menjaga posisi atau kedudukan mereka dalam perusahaan. meningkatkan hubungan manajer dengan karyawan karena pelaporan penghasilan yang meningkat tajam memberi kemungkinana munculnya tuntutan kenaikan gaji dan upah. 4. Kriteria yang dipakai oelh manajemen perusahaan dalam memilih prinsip-prinsip akuntansi adalah untuk memaksimalkan kegunaan dan kesejahteraan.bersangkutan karena penghasilan yang stabil mendukung kenijakan deviden yang stabil pula. yaitu : 1. Kegunaan yang sama adalah suatu fungsi keamanan pekerjaan. Namun disamping kedua media tersebut masih terdapat dimensi atau media lain untuk melakukan income smoothing. siklus peningkatan dan penurunan penghasilan dapat ditandingkan dan gelombang optimisme atau pesimisme dapat diperlunak. 12 . Kepuasan dari pemegang saham terhadap kinerja perusahaan meningkatkan status dan penghargaan dari para manajer. peringkat dan tingkat pertumbuhan gaji serta peringkat dan tingkat pertumbuhan ukuran perusahaan.

2. Selain itu bentukbentuk manipulasi laba adalah sebagai berikut : 13 . 3. Pendapat tersebut sependapat dengan tulisan Sofyan Safiri (2003:232) yakni income smoothing dapat dilakukan dengan tiga cara mengatur waktu kejadian transaksi. Manajemen dapat mengalokasikan pendapatan atau biaya tertentu utnuk beberapa periode akuntansi. down grading penurunan produk) dan unsur biaya (memecah-mecah faktur. memilih prinsip atau metode alokasi. Manajemen dapat menentukan waktu terjadinya kejadian tertentu melaui kebijakan yang dimiliki untuk mengurangi variasi laba yang dilaporkan. manajemen memiliki kendali yang lebih bebas terhadap determinasi atas periodeperiode yang dipengaruhi oelh kuantifikasi dari peristiwa. mengatur penggolongan laba yanki antara laba operasi normal dengan laba yang bukan dari operasi normal. Unsur laporan keuangan yang sering dijadikan sasaran perataan laba adalah unsur penjualan ( saat membuat faktur. Manajemen memilki kebijakan sendiri untuk mengklaisfikasikan pospos laba atau rugi tertentu dalam kategori yang berbeda.Manajemen dapat menentukan waktu transaksi aktual terjadi sehingga pengaruhnya terhadap pelaporan pendapatan akan cenderung mengurangi variasi dari waktu ke waktu. Melalui kejadian dan pengakuan atas suatu peristiwa. 3. Perataan melalui klasifikasi. 2. Perataan laba yang melalui periode waktu tertentu dapat dilakukan dengan tiga cara : 1. mencatat prepaymen atau biaya dibayar dimuka sebagai biaya). pembuatan pesanan atau penjualan fiktif. Dilakukan melalui pengklasifikasian pos-pos laporan intralaba untuk menurunkan variasi yang terjadi dari waktu ke waktu dalam statistik. Perataan melalui alokasi terhadap waktu.

2. Perataan laba dimana manajemen dalam tahun-tahun yang baik mengurangi laba (menunda pendapatan atau keuntungan dan mengakui segera biaya atau kerugian). Kalsifikasi berita baik dan buruk Dimana manajemen cenderung melaporkan berita baik sebagai bagian dari operasi dan melaporkan berita buruk sebagai pos-pos luar biasa. Rata-rata laba (average reported earning) Rata-rata laba yang dicari dengan menjumlahkan semua laba yang hendak diamati dan dibagi dengan jumlah periode pengamatan. Standar deviasi yang semakin besar menunjukan variabilitas yang lebih besar (laba yang lebih tidak stabil). 4. Rata-rata laba pesimis (average pessimistic earning) Rata-rata laba pesimis didasarkan atas kemungkinan terburuk yang dapat dialami perusahaan.1. Indeks instabilitas laba (instability index of eraning) 14 . Dari laba minimum tersebut di cari rata-ratanya. Bigh bath behaviour yang merupakan kontras dari perataan laba dimana pada tahun yang suram manajemen cenderung mengakui kerugian potensial sehingga pada tahun-tahun berikuntany tersebut tidak muncul. Hal ini dilakukan dengan menyatakan kembali laba menjasi laba minimum dari periode-periode yang hendak diamati. d. Perubahan akuntansi Stabilitas laba dapat diukur dengan menggunakan beberapa ukuran stabilitas : a. penggunaan laba minimum ini berguna ketika perusahaan beresiko tinggi. 3. Standar deviasi Standar deviasi dicari untuk laba atau laba pesismi. b. c.

BAB IV KESIMPULAN 15 . Apabila beta meningkat maka variabilitas perusahaan lebih besar jika terjadi perubahan dalam pasar. contohnya adalah Swedia.Indeks ini mencerminkan deviasi antara laba aktual dan laba trend. Semakin tinggi indeks maka semakin rendah kualitas laba perusahaan. Tidak semua negara menganggap income smoothing sebagai tindakan manipulasi yang dilarang. e. sepanjang dilakukan dan dibuat secara transparan hal tersebut boleh dilakukan. Beta Beta merupakan ukuran resiko sistematis yang tidak dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi.

menggelembungkan pendapatan maupun biaya. dapat disimpulkan bahwa income smoothing adalah salah satu teknik manipulasi laporan keuangan dengan menyusun laporan keuangan menjadi sedemikian rupa sehingga laba menjadi lebih besar misalnya dengan mencatat pendapatan fiktif pada laporan keuangan atau bisa juga di sebut perataan laba. Income smoothing merupakan salah satu bentuk kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan. maka terjadi pemalsuan dasar penilaian sebuah perusahaan. dan melindungi semua pemangku kepentingan. karena GCG memfasilitasi adanya sistem check and balance serta didukung transparansi yang memungkinkan dilakukannya pengawasan oleh berbagai pihak untuk memitigasi risiko penyalahgunaan kewenangan. perlakuan tidak adil terhadap pemangku kepentingan (stakeholders) lain. Dan hal ini berdampak besar pada valuasi nilai perusahaan. kredibilitas perusahaan. Untuk mencegah adanya praktek income smoothing maka perusahaan harus menerapkan GCG. Ketika perusahaan berusaha menutupi adanya hutang. DAFTAR PUSTAKA 16 . perpajakan. bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan perusahaan. menyajikan ulang laba.Berdasarakan pembahasan di atas. mengecilkan jumlah pengeluaran dengan mengkapitalisasi biaya dan mendepresiasi asset dalam jangka waktu yang sangat panjang.

2008. 2007. 2003. Yogyakarta : Graha Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta. Suwardjono. Ahmed Riahi. Sofyan Safiri. Jakarta : Bina Aksara. Purba. Panji dan Piji Pikarti. 17 . Edisi Ketiga. STIE BPD Jateng. Wirda. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan. Yogyakarta: PT. 2001. 2009. Suatu Tinjauan terhadap Dampak Krisis Keuangan. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007. Marisi P. Belkaoui. Asumsi Going Concern. Teori Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat. Pengantar Pasar Modal. Raja Grafindo Persada. Accounting Theory Teori Akuntansi Buku Dua Edisi 5. Faktor-faktor Yang Mmempengaruhi Tindakan Perataan Laba (income smoothing) Pada Perusahaan.Anaroga. Fatkhiya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful