MAKALAH PERALATAN INDUSTRI PROSES

EVAPORATOR DALAM INDUSTRI GULA
(Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Peralatan Industri Proses).

Dosen Pembimbing : Ir. Agus Djauhari, M.T.

Disusun oleh :

Ria Aprillia Puspa Kelas 2 ± A

(08401020)

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2010

dimana vertical tube digunakan The basket type lebih sering digunakan di industri gula . sehingga menurunkan temperatur didih larutan. Variasi dari tipe ini adalah tipe keranjang/basket type. Sirkulasi yang alami ini menaikkan koefisien perpindahan panas. Cara lain untuk menurunkan temperatur didih larutan adalah dengan mengalirkan gas inert (udara) panas yang berfungsi untuk menurunkan tekanan parsial uap. ada cara lain untuk menurunkan temperatur penguapan yaitu dengan cara menurunkan tekanan parsial uap air didalam fase gas dengan cara pengaliran udara. Namun sistem vakum memerlukan biaya tinggi. Karena pendidihan dan penurunan dalam massa jenis. Terdapat banyak tipe evaporator yang dapat digunakan dalam industri kimia. Tipe ini siring disebut short-tube evaporator. Tipe ini tidak digunakan untuk cairan yang kental.BAB I PENDAHULUAN Evaporator adalah alat yang banyak digunakan dalam industri kimia untuk memekatkan suatu larutan. Evaporator yang ada di industri gula merupakan evaporator dengan jenis vertical-type natural circulation evaporator (cairan berada dalam tube/pipa dan steam mengkondensasikan dari luar tube. Umumnya evaporator dioperasikan pada kondisi vakum untuk menurunkan temperatur didih larutan.cairan yang ada di dalam tube naik dengan sirkulasi yang alami dan mengalir ke bawah melalui celah terbuka yang cukup besar di tengah/downcomer. Hal ini menggantikan prinsip evaporasi secara vakum yang memungkinkan penguapan dengan temperatur rendah.

Gula yang kita konsumsi adalah Gula Kristal Putih (GKP) atau Plantation White Sugar atau gula SHS (Superiuer Hoof Suicker). Pemurnian 3. Secara garis besar langkah pemrosesan tebu menjadi gula sebagai berikut : 1. Pengeringan dan Pengepakan Pada industri gula. Tebu diperas dan diambil larutannya yaitu nira dan menghasilkan produk samping berupa ampas (bagasse). Penguapan 4. yaitu menggunakan gilingan dan diffuser. Seperti diketahui. evaporasi. adsorpsi. Berikut ini adalah penjelasan beserta analisis mengenai alasan pemilihanproses pemisahan tersebut. dan sentrifugasi. Pemisahan 6. hanya ada dua pabrik gulayang menggunakan diffuser. Pada daerah tropis. Pengkristalan 5.1 Industri Gula dan Peralatannya Gula adalah benda manis yang setiap hari kita makan. 1. produksi gula kebanyakan menggunakan bahan baku dari Tebu. Larutan nira atau disebut dengan nira mentah akan di bawah ke unit pemurnian. Proses pemisahan tersebut terdiri atas proses ekstraksi. maka kita gunakan proses ekstraksi. Proses ekstraksi tebu Ada dua alat yang digunakan untuk mengekstrak nira dari tebu. Kebanyakan pabrik gula di Indonesia menggunakan gilingan.BAB II ISI 2. sedangkan ampas yang diperoleh diangkut ke ketel dan digunakan sebagai bahan bakar.Ekstraksi di Gilingan 2. nira dan tebu berwujud cairan sehingga untuk memisahkan zat cair yang satu dari zat cair lainnya. Proses ekstraksi digunakan karena kita ingin mendapatkan larutan nira dari tebu. . terdapat minimal 5 jenis proses pemisahan. kristalisasi.

asam organik dan anorganik. Tujuan dari penguapan nira encer ini adalah untuk menaikkan konsentrasi dari nira mendekati konsentrasi jenuhnya. Penggunaan . Nira mentah terlebih dahulu dipanaskan melalui heat exchanger sehingga suhunya naik menjadi 700 C. Pada proses penguapan digunakan multiple effect evaporator dengan kondisi vakum. larutan nira mentah yang masuk ke dalam proses akan diadsorpsi dengan suatu zat padat sehingga didapat output yang diinginkan yaitu larutan nira yang lebih murni dan bebas pengotor. Input proses adalah nira encer dengan kandungan brix sekitar 12 ± 13 %. Pemurnian nira melalui proses adsorpsi Nira mentah mengandung sukrosa.Mg. Tahap akhir dari proses pemurnian nira dialirkan ke bejana pengendap (clarifier). Proses adsorpsi dipilih karena dapat menghilangkan atau mengurangi zat bukan gula dari nira mentah seoptimal mungkin. Setelah itu nira akan dialirkan kedalam sulfitator dan direaksikan dengan gas SO2. Nira jernih dialirkan ke proses selanjutnya (penguapan). yaitu defekasi. Nira mentah ini akan dimurnikan melalui proses adsorpsi. Proses penguapan (evaporasi) Penguapan dilakukan dalam bejana evaporator. Proses defekasi ini dilakukan secara bertahap ( 3 kali ) sehingga diperoleh pH akhir sekitar 9 ± 10. Dalam hal ini. dan sebagainya. Pada proses pemurnian nira secara adsorpsi terdapat tiga buah jenis proses. Fungsidari susu kapur ini adalah untuk membentuk inti endapan sehingga dapat mengadsorp bahan bukan gula yang terdapat dalam nira dan terbentuk endapan yang lebih besar. sedangkan nira kotor diolah dengan rotary vacuum filter menghasilkan nira tapis dan blotong. Setelah itu nira tersebut dialirkan kedalam defekator untuk dicampur dengan susu kapur. Reaksi antara nira dan gas SO2 akan membentuk endapan CaSO3 yang berfungsi untuk memperkuat endapan yang telah terjadi sehingga tidak mudah terpecah.2. atom-atom (Ca. aluminium. Pada proses pengendapan ini ditambahkan flokulan yang berfungsi untuk mempercepat pengendapan.Al) yang terikat pada asam-asam. asam-asam kieselgur yang mudah mengikat besi. pH akhir dari reaksi adalah 7. lilin.Fe. sulfitasi. 3. gula invert (glukosa+fruktosa). Hasil dari proses pengendapan adalah nira jernih dan bagian yang terendapkan adalah nira kotor. dan karbonatasi. zat warna.

4. Karena nira pada suhu tertentu ( > 1250 C) akan mengalamai karamelisasi atau kerusakan. Nira yang keluar dari evaporator badan akhir diharapkan mencapai brix 60 . kita ingin mengkristalisasi nira dari larutannya.multiple effect evaporator dengan pertimbangan untuk menghemat penggunaan uap. Dengan kondisi vakum maka titik didih nira akan terjadi pada suhu 700 C. Untuk lebih menyempurnakan dalam proses kristalisasi maka palung pendingin dilengkapi pengaduk agar terdapat sirkulasi. Uap baru digunakan pada evaporator badan I sedangkan untuk penguapan pada evaporator badan selanjutnya menggunakan uap yang dihasilkan evaporator badan I. Setelah itu dilakukan langkah membuat bibit. Di pabrik gula biasanya menggunakan 4 (quadrupple) atau 5 (quintuple) buah evaporator. Dengan adanya pendinginan di palung pendingin dapat menyebabkan penurunan suhu masakan dan nilai kejenuhan naik sehingga dapat mendorong menempelnya sukrosa pada kristalyang telah terbentuk. Pada proses masak ini kondisi kristal harus dijaga jangan sampai larut kembali ataupun terbentuk tidak beraturan. Pada proses penguapan. . yaitu dengan memasukkan bibit gula kedalam pan masak kemudian melakukanproses pembesaran kristal. Dengan pemekatan secara terus menerus koefisien kejenuhannyaakan meningkat. Proses kristalisasi dilakukan untuk mendapatkan zat padat dari zat cairnya. Proses kristalisasi Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Penguapan dilakukan pada kondisi vakum dengan pertimbangan untuk menurunkan titik didih dari nira. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah nira pekat .65 %. Tujuan dari palung pendingin ialah melanjutkan proses kristalisasi yang telah terbentuk dalam pan masak. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan airnya sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Dalam hal ini. selanjutnya larutan dialirkan ke palung pendingin untuk proses Na±Kristalisasi. Sistem multiple effect evaporator terdiri dari 3 buah evaporator atau lebih yang dipasang secara seri. Setelah proses masak dirasa cukup. air yang terkandung dalam nira akan diuapkan.

Proses penyaringan sengan sentrifuguasi dilakukan untuk memisahkan kristal gula dari larutan pekatnya dimana pada alat puteran ini terdapat saringan. Proses penyaringan dengan sentrifugasi Proses pemisahan kristal gula dari larutannya menggunakan alat centrifuge atau puteran. Sistem kerjanya yaitu dengan menggunakan gaya sentrifugal sehingga masakan diputar dan larutanakan tersaring.5. . Kristal gula yang memiliki berat molekul lebih besar akan tertinggal dalam puteran.

dari air menjadi uap air. Energi yang diperlukan molekul dapat disebut petensial termodinamika dari air pada larutan. Setalah proses pra-treatment dan separasi. Energetics Air dapat dihilangkan dari larutan dengan dengan cara lain dari evaporasi. Energi juga diperlukan untuk menghilangkan tegangan permukaan dari larutan. kristalisasi. dan mendaur ulang pelarut. Panas akan merubah air pada larutan menjadi uap air. dan presepsiasi. konsentrasi. bukan solid. Perbedaan evaporasi dengan metode pengeringan lain adalah produk akhir evaporasi adalah liquid terkonsentrasi. karena membutuhkan peraltan yang lebih besar. Proses evaporasi terjadi pada tahap konsentrasi dari proses downstream dan digunakan secara luas untuk proses pembuatan makanan. Pada umumnya mesin evaporator terdiri dari empat bagian. 2008 by kodokaja Evaporator Dengan sistem downstream. luratan sering kali mengandung 85% air. antara lain yaitu ekstrasi liquid-liquid. beberapa tahap dapat digunakan untuk isoloasi dan pemurnian produk. Hal ini tidak cocok dengan penggunaan industri karena biaya yang dikeluarkan dalam proses dengan jumlah larutan yang banyak. jumlah uap yang diperlukan tiap unit massa pada konsentrasi yang telah ditentukan. Panas diperlukan sebagai energi untuk molekul pada solvent pindah dari larutan menuju udara sekitar. Saat menguapkan air.2 Evaporator Tentang Evaporator (dari wikipedia) October 10th. Uap air digunakan sebagai pengubah fasa saat mengkonsentrasi komponen yang tidak tahan panas seperti protein dan gula. Proses evaporator berlangsung pada temperature tinggi dengan tekanan yanf rendah. lebih dari 99% energi diperlukan untuk memasok panas penguapan. Saat merancang evaporator. Panas yang harus dipasok oleh uap pendingin sama dengan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan larutan dan menguapkan air. q A = luas permukaan transfer panas q = transfer panas total How Evaporator Works Larutan yang mengandung produk diinginkan dimasukkan ke dalam evaporator dan melawati sumber panas. bagian pemanas terdiri dari medium pemanas dimana uap dimasukkan. pemisahan solid-liquid.2.. kimia. Struktur keseluruhan dari proses adalah pra-treatment. Energi yang diperlukan pada proses ini juga besar karena harus merubah fase. bagian . Bagian konsentrasi dan pemisahan dimana uap air yang dihasilkan dari penguapan air pada larutan dikeluarkan. Tujuan dari evaporasi adalah menguapkan air yang ada pada larutan yang mengandung produk yang diinginkan. Uap air dibuang dari larutan dan dikondensasikan saat larutan konsentrasi tersebut masuk ke evaporasi tahap dua atau dikeluarkan dari sistem. Keseimbangan energi harus digunakan dengan asumsi panas yang hilang keluar sistem sangat kecil. Panas diberikan pada larutan dan sebagian dari solvent berubah menjadi uap. purifikasi dan formulasi.

Untuk menghidari hal ini dapat digunakan sirkulasi paksa. Tipe ini cocok untuk menangani larutan kental sehingga sering digunakan untuk industri kimia. Larutan dan uap masuk ke separasi yang nantinya uap akan disalurkan ke condenser. bila lebih seringkali ditemui biaya pembuatan melebihi penghematan energi. Scale Plate Evaporator Mempunyai luas permukaan yang besar. aka bisa menguap walau air pendingin hanya bersuhu 70-80 derajat celcius.. saat air mulai mendidih. Sering kali pendidihan mengakibatkan sistem kering. Kecepatan gerakan larutan akan mempengaruhi karakteristik medium pemanas yag juga mengalir menurun.Jumlah evaporasi bergantung dari perbedaan temperatur uap dengan larutan. Tipe-tipe dari Evaporator Evaporator Sirkulasi Alami/paksa Evaporator sirkulasi alami bekerja dengan memanfaatkan sirkulasi yang terjadi akibat perbedaan densitas yang terjadi akibat pemanasan. Distribusi larutan yang seragam sangat penting. yaitu dengan manambahkan pompa untuk meningkatkan tekanan dan sirkulasi sehingga pendidihan tidak terjadi. Plate biasanya tidak rata dan ditopangoleh bingkai (frame). Uapan air laut dilewatkan di demister lalu didestilasi untuk kemudian disimpan sebagai cadangan air minum. Eveporator jenis ini sering dipakai pada industri susu dan fermntasi karena fleksibilitas ruangan. Uap mengalir melalui ruang-ruang di antara plate. pendidihan berlangsung di dalam tabung dengan sumber panas berasal dari luar tabung (biasanya uap). Application Kegunaan utama dari evaporator adalah menguapkan air pada larutan sehingga larutan memiliki konsentrasi tertentu.kondensasi yang akan mengkondesasi uap air. Biasanya maksimal terdiri dari tujuh tahap. Uap mengalir secara co-current dan counter current terhadap larutan. aliran maju dimana larutan masuk dari tahap paling panas ke yang lebih rendah. dan fermentasi. maka buih air akan naik ke permukaan dan memulai sirkulasi yang mengakibatkan pemisahan liquid dan uap air di bagian atas dari tabung pemanas. Falling Film Evaporator Evaporator ini berbentuk tabung panjang (4-8 meter) yang dilapisi dengan jaket uap (steam jacket). Tidak efektif untuk larutan kental dan padatan Multi-effect Evaporator Menggunakan uap pada tahap untuk dipakai pada tahap berikutnya. Buih air akan timbul dan menimbulkan sirkulasi. Cocok untuk menangani produk yang sensitive terhadap panas sepertienzum dan protein. dan bagian pompa vakum yang menyediakan tekanan untuk meningkatkan sirkulasi sistem. Pada industri makanan dan minuman. Ada dua tipe aliran. Pada evaporator tabung. dibutuhkan evaporasi. agar memiliki mutu yang sama pada jangka waktu yang lama. dan aliran mundur yang merupakan kebalikan dari aliran maju. Semakin banyak tahap maka semakin rendah konsumsi energinya. bisa juga untuk menguapkan limbah agar proses penanganan limbah lebih murah. Larutan masuk dan memperoleh gaya gerak karena arah larutan yang menurun. Kegunaan lainnya adalah mendaur ulang pelarut mahal seperti hexane ataupun sodium hydroxide pada kraft pulping. . Marine Use Air pendingin (setelah mendinginkan mesin) masih dilewatkan pada heat exchanger yang berisi air laut karena air laut tekanannya telah direndahkan. Rising Film (Long Tube Vertical) Evaporator Pada evaporator tipe ini. makanan.

Penurunan Tekanan (dP) Pada Multiple Effect Evaporator March 20th. Seperti diketahui luas permukaan pemanas dapat dilihat dari rumus perpindahan panas : Multiple Effect Evaporator Diposkan oleh Ivan Hadinata Rimbualam di 15:30 | Label: Teknik Kimia 1. Deskripsi Umum Multiple Effect Evaporators Multiple effect evaporators merupakan peralatan yang dirancang dengan tujuan meningkatkan efisiensi energi dari proses evaporasi yang berlangsung dengan menggunakan energi panas dari steam (uap) untuk menguapkan air. Proses penguapan dilakukan pada kondisi vakum. Tujuan dari proses evaporasi adalah untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Tujuannya adalah menurunkan titik didih nira. Untuk pemakaian multiple effect evaporator yang perlu diperhatikan adalah pengawasan dan pengaturan tekanan uap absolute di masing-masing badan. Proses penguapan ini dilakukan di evaporator dan operasinya disebut evaporasi. Susunan evaporator biasanya secara quadruple atau quintuple (multiple effect). ketika steam awal (steam langsung) sedang memanasi komponen yang berada pada unit first effect. karena nira dengan brix tinggi akan mengalami kerusakan apabila dipanaskan pada suhu diatas 1000C. Uap yang terbentuk dari separator first effect akan memanasi komponen yang sedang berada di unit second effect. 2009 | Author: Tahapan proses pembuatan gula antara lain adalah penguapan. masing-masingnya dilangsungkan pada tekanan yang . Pada suatu multiple-effect evaporator. Dalam keadaan normal. air dididihkan pada suatu rangkaian wadah (vessel). sebagai pelarut biasanya air. Sejak awal abad XIX penggunaan evaporator di PG memegang peranan penting. penurunan tekanan uap absolute dari badan ke badan berikutnya berlangsung secara stabil. Didalam mendesain pan penguapan diantaranya mempergunakan factor penurunan tekanan absolute sebagai dasar perhitungan besarnya luas permukaan pemanas di masing-masing badan. Apabila dasar tersebut tidak terpenuhi maka dapat mengganggu proses penguapan karena luas permukaan pemanas yang tersedia tidak sesuai dengan kapasitas. Prinsip dasar dari jenis evaporator ini yaitu menggunakan panas/kalor yang dilepaskan/disediakan dari proses kondensasi pada satu efek untuk memberikan panas bagi efek lainnya.

Sejarahnya : Multiple-effect evaporator ditemukan oleh seorang insiyur African-American bernama Norbert Rillieux. Karena titik didih dari air berkurang/menurun seiring dengan penurunan tekanan maka uap yang terbentuk dari satu wadah dapat digunakan untuk memanaskan unit berikutnya dan hanya pada vessel pertama.(pada tekanan tertingi) membutuhkan sumber panas eksternal. dia tidak membangun industri yang mengaplikasikan evaporator ini untuk pertama kalinya sampai tahun 1845.lebih rendah dibandingkan dengan dengan unit sebelumnya. Teknologi ini sekarang menjadi berkembang pesat digunakan di semua aplikasi industri yang memerlukan teknologi untuk menguapkan air dalam jumlah yang banyak seperti produksi garam dan desalinasi air.3 http://www.in/?Evaporators 2. 2. Semulanya dirancang untuk memekatkan gula pada jus sugar cane. Gambar Multiple Effect Evaporators 2.000 LPH. Laju alir berbagai jenis bagi multiple effect berkisar antara 3000 LPH sampai dengan 50. Meskipun beliau mungkin saja telah merancang peralatan tersebut semenjak 1820-an dan membangun konstruksi prototypenya pada 1834.4 Sumber gambar : .3rtechnology. Laju uap dan air pendingin bagi unit double effect diperkirakan 50% dibandingkan dengan unit single effect.

dengan prosesnya menggunakan gas panas dengan suhu di atas 250 0C atau biaya uap yang rendah pada tekanan moderat sekitar 7 bar sampai 21 bar yang dibangkitkan dari energi biomassa/ batubara/ waste heat yang tersedia. Sistem ini sudah terbukti sangat ekonomis. 4. Industri Makanan Proses memekatkan jus manis (sugar juice) 5. Industri Air .Sumber gambar : http://www. Ekonomi energi bagi multiple effect evaporators bergantung pada jumlah unit efek (number of effects) dan berkisar dari 220 kkal energi panas per 1 kg air yang diuapkan. Oleh karena biaya operasi dari sistem Multiple Effect Evaporators ekonomis maka sistem dengan aliran dengan debit besar menyukai aplikasi ini pada semua sektor industri dan khususnya pada proses produksi garam dan desalinasi air. Proses Desalinasi Air Laut 2. Produksi Garam 3.untuk Triple Effect Evaporator sampai dengan 120 kkal untuk sebuah Six Effect Evaporator. Industri Tekstil Proses recovery tanaman kaustik (kaustik = bahan tajam yang dapat membakar kulit) pada pemintalan tekstil. Aplikasi dan Keuntungan Multiple Effect Evaporators Keuntungan utama penggunaan sistem Multiple Effect Evaporators yaitu energi yang ekonomis dan efisien. Aplikasi Multiple Effect Evaporators : 1.com/Water%20Recycling.tespl.htm 3.

Cat 15. Farmasi 11. Proses ekstraksi pelarut 17. Pupuk 10. Bahan Pencelup 12. Polimer 13. Faktor yang mempengaruhi perpindahan panas dapat dilihat dari rumus dibawah : . Pemurnian Air PRINSIP PERPINDAHAN PANAS PADA EVAPORATOR April 8th. oleh karena itu evaporator akan bekerja maksimal apabila proses perpindahan panas berjalan lancar. Otomotif 14. Recovery protein 16. Pelepasan Senyawa Kimia dengan cairan 0 % (zero liquid) 9. Daur ulang limbah cair 8. Proses Evaporator 7.Daur ulang air dari sungai penyulingan 6. 2009 | Author: Prinsip kerja dari evaporator adalah perpindahan panas.

Pada pengoperasian evaporator di pabrik gula.3.3. Kondisi tersebut mempengaruhi desain peralatan. Pada umumnya pipa pemanas dipilih dari bahan kuningan (brass) atau stainless steel yang mempunyai daya hantar panas yang bagus. Selain itu terbentuknya lapisan tipis kondensat dan minyak pada pipa pemanas sisi uap juga mempengaruhi nilai U.Dari rumus diatas apabila Q besar maka perpindahan panas maksimal. Koefisien perpindahan panas beberapa bahan Pemilihan macam bahan untuk pipa pemanas tidak hanya dari daya hantar panas dari bahan tersebut. dimana bahan yang dipanaskan adalah nira harga U dapat berubah-ubah karena terbentuknya kerak pada permukaan pipa pemanas sisi nira. Oleh karena secara periodik pipa pemanas evaporator dibersihkan baik secara kimiawi maupun mekanis untuk menjaga harga U supaya tetap tinggi. Harga Q akan menjadi besar apabila faktor ± faktor pengali masing-masing besar atau paling tidak salah satu faktor mempunyai harga yang besar.3 Cara kerja evaporator (how multiple effect/stage evaporator works) 2. tetapi juga mempertimbangkan mudah tidaknya bahan tersebut rusak oleh korosi maupun pertimbangan teknis lainnya.2 Spesifikasi evaporator 2. tabel 1. Tabel 1.1 Fungsi dari evaporator 2. 2.4 Gambar dan foto dari evaporator .3. Harga U dipengaruhi oleh jenis bahan yang digunakan yaitu pipa pemanas. Kerak terbentuk dari bahan-bahan bukan gula terutama silikat yang terlarut dalam nira.3.

org/docrep/V5030E/V5030E0R.freepatentsonline.org/wiki/Multiple-effect_evaporator Tanggal Akses : 6 Mei 2009 http://www.com/4756797.com/MEE.in/?Evaporators Tanggal Akses : 6 Mei 2009 http://en.3rtechnology.fao.thewatertreatmentplant.1 Kesimpulan DAFTAR PUSTAKA http://www.html Tanggal Akses : 6 Mei 2009 http://www.html Tanggal Akses : 6 Mei 2009 http://www.com/multiple-effect-evaporators.BAB III PENUTUP 3.wikipedia.GIF Tanggal Akses : 6 Mei 2009 http://www.htm Tanggal Akses : 6 Mei 2009 .apsiminc.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful