BAB I KEADAAN SOSIOLOGI Meskipun Ibn Kholdun telah memperkenalkan sains tentang masyarakat (‘ilm al ‘umran) sejak sekitar

tahun 1377,namun dewasa ini umumnya orang menisbatkan akar-akar sosiologi modern kepada tulisan-tulisan seorang filosof prancis,\Auguste Comte (1798-1857),yang lahir hamper 450 tahun setelah Ibn Khaldun. Sosiologi kontemporer merupakan salah satu sjmbangan mutakhir yang diberikan oleh peradaban barat kepada intelek manusia. Di satu sisi,mereka memusatkan perhatian kepadahubungan antar pribadi dalam siutasi kelompok kecil.Di sisi lain,mereka mempelajari proses-proses lebih luas yang dihasilkan mereka dalam masyrakat-masyarakat manusia. Persepsi kalangan awam terhadap para sosiologi pun beragam.Sebagian memandang para sosiologi sebagai para filosof social,ataw sebagian orang-orang yang menciptakan teori-teori besar yang bersifat menara daging, yang dipetik dari serjarah.Sedangkan orang-orang yang cenderung memisahkan urusan kemasyaraktan dari urusan politik dan ekonomi, memandang para sosiolog sssebagai para ahli dalam urusa keluarga. Kecendrungan-kecendrungan Dominan Menurut bagi para sosiolog modern, Comte nyaris bukan merupakan suatu sumber yang memberikan banyak inspirasi, tapi penekenennye pada metodologi positif dalam mempelajari fenomena manusia –yang berbeda dengan fulsafat-filsafat politik dan social spekulatif di masa sebelumnya masih menjadi suatu kepercayaan fundamental dalam keyalinan sosiologi modern.karerna sosiologi adalah suatu ilmu, maka para sosiolog diharapkan mendaaasarkan pandangan mereka pada,serta mendiskusikan teori-teori dan hipotesis-hipotesis mereka dari temuan-temuan empiris saja. Yang pertama adalah pendekatan srtuktural-fungsional.Pendekatan ini, yang menjadi terkenal pada akhir tahun 1930-an, mengandung pandangan makroskopis terhadap masyarakat. Pendekatan ini didasarkan pada dua asumsi dasar: |Pertama,masyarakat terbentuk atas substruktur-substruktur yang dalam fungsi-fungsi mereka masing-masing,saling bergantung,sehingga perubahan yang terjadi dalam struktur atau substruktur,dengan sendirinya akan tercermin pada perubhan-perubahan yang terjadi dalam substruktur-substruktur lainnya

Untuk melihat adanya pengeksploitasian ekonomis di dalam dan di antara masyarakatmasyarakat. Dewasa ini. Di satu pihak. Karl marx (1818-1883) adalah tokohyang sangat terkenal sebagai pencetusgerakan sosialis internasional.setiap substruktur yang telah mantap berfungsi sebagai penopang aktivitas-aktivitas atau substruktur lainnya dalam suatu sistem social.Kedua. Bertolak dari memandang sejarah manusia dengan cara seperti ini.dan di pihak lain untuk mengetahui cara mencegah jangan sampai masyarakat menjadi porak-poranda.bukannya consensus dan kerjasama. Agaknya sosiologi tidak akan lengkap. marx mengajukan hasil sosialismenya.yang barangkali sangat spekulatif pada tahapananalisis sekarang ini. yakni suatu solusi final agar seluruh sumberdaya dapat dimiliki oleh semua orang.hanya tindakan-tindakan repfleks atau tindakan kebiasaan saja yang dianggap tak terkrna kaidah ini. |Kedua. Yang kedua adalah pendekatan Marxian atau pendekatan konflik. Beberapa pertimbangan metidologis canggih pendekatan ini belum disadari oleh sebagian besar penganutnya. pendekatan ini merupakan pendekatan alternative paling menonjol terhadap pendekatan structural-fungsional dalam sosiologi makro.kalau tidak ada pendekatan yang melihat dari dekat interaksi manusia yang merupakan landasan masyarakat manusia.karena itu. kita tidaklah harus menjadi pengikut Marx Dengan demikian. model masyarakatmanusia menurut marx dikenal sebagai model konflik. Di sisi lain. interaksionisme simbolis atau teori diri bertolak dari interaksi social pada tingkat paling minimal.ia memandang kegiatan ekonomi sebagaifaktor penentu utama semua kegiatan kemasyarakata. Sosiologi marx didasarkan atas dua asumsi pokok: |Pertama.para penganut model ini nampaknya tak menyembunyikankeyakinan mereka bahwa sosialisme merupakan satu-satunya obat untuk menghilangkan pengeksploitasain dan konflikabadi dalam masyarakat ini. Interaksionisme-simbolis atau teori diri (self teory) merupakan sebuah perspektif mikro dalam sosiologi. .sedangkannpengeksploitasian dan konflik dipandang sebagai proses-proses dasar masyarakat manusia. tekanan ideologis teori-teori mereka di satu pihak mencerminkan hasrat untuk mengetahui cara memorakporandakan masyarakat. ia melihat masyasarakat manusia terutama dari sudut konflik di sepanjang sejarah. Sebagaimana dikesankan oleh namanya.masyarakat manusia dipandang sebagai penuh dengan konflik dan perselisihan.pula.

Akar-akar pendekatan interaksionis tertancap didalam rasionalismenya John Locke dan epistemology idelisnya Kant.karena ia mengasumsikan tak terduganya tindakan manusia seraya mencoba mengemukakan suatu pemahaman tentangnya dari perspektif si pelaku. Pendekatan interaksionis ini digambarkan sebagai nonilmiah(bukannya tak ilmiah). .

yang pertama meperlemah klaimnya sebagai sains sebagai sains yang dapat diterapkan secara universal.perbedaan-perbedaan ini bias dihilangkan dengan interaksi yang lebih akrab antara para sosiolog eropa dan amerika.fenomenologi. Ada cara-cara lain dalam memahami sifat masyarakat.dengan demikian. Pakistan.merupakan suatu bidang yang benar-benar diperdulikan dalam sosiologi.melainkan juga pendekatan mereka tidak konsisten kalaupun mereka sesekali mengkaji islam. Tak sedikit contoh tentangkelemahan dalam sosiologi ini.diantaranya adalah teori pertukaran. dan teori kritis.maka akan kita lihat bahwa studi sistematis mengenai islam . tetapi kita akan kerap merasakan adanya kenyataan yang janggal bahwa pendekatan-pendekatan sosiologi barat didasarkan pada asumsi-asumsi dan penelitian-penelitian asing bagi realitas social di masyarakat –masyarakat non barat.BAB II SOSIOLOGI ADALAH APA YANG DILAKUKAN OLEH PARA SOSIOLOG Sosiologi kontemporer tidak terbatas pada tiga pendekatan yang dibicarakan dalam bab terdahulu.kendati secara perlahanlahan. Benarkah universal? Sebagaimana dikemukakan oleh Marx: ”sosiologi telah dikembanghkan di sebuah sudut kecil dunia dan.misalnya teori tentang kejahatan dari pelanggaran serta penyimpangan pada umumnyatidak menerangkan masalah kejahatan dan penyimpangan di Uni Soviet. Memang telah ada upaya-upaya untuk meredakan perbedaan-perbedaan sosiologi antara satu Negara barat dengan Negara barat lainnya. Mesir.mat terbatas sebagai suatu skema universal. Sosiologi modern masih harus mengatasi dua dilemma utama.etnometedologi.Dapat dakatakan sedikit banyak teoritoeri ini merupakan sebab atau akibat terus merosotnya.yang kedua memperlemah kemampuannya untuk melayani umat manusia.pendekatan structural-fungsional selama dua puluh tahun belakangan ini. Indonesia.dan di masyarakat-masyarakat serupa lainnya. Para sosiolog barat pada umumnya bukan hanya mengabaikan islam sebagai sebuah unit analisis. Bila kita beralih ke masyarakat muslim.ini merupakan salah satu dilemma paling serius dalam sosiologi modern yang akan menimbulkan kesulitan bagi para sosiolog yang melecehkannya. Namun .

Sosiologi intuk apa? Dalam sebagian besar ilmu.teori konflik menganggap agama sebagai satu pranata masyarakat.kita tidak berharap mereka menjadikan islam sebagai pedoman. yang bias dilihat dari pandangan islam merupakan cacat paling mencolok dalam sosiologi modern.karena soal penerapan sosiologi niscaya menimbulkan masalah nilai-nilai. sebagaimana aliran structural-fungsional.maka studi-studi mereka terhadap agama sedemikian mirip dengan bagaimana agama dipandang di amerika yakni sebagai salah satu da banyak pola interaksi dalam masyarakat.melainkan juga sebagai perencana dan pemecah masalah.maka sebaliknya. sebagai candu bagi massa. Tetapi dalam hal ini kita sebaiknya lebih berhati-hati.jadi sosiolog bukan Cuma berperan sebagai analis social.adalah sikapnya terhadap agama secara umum.maka para sosiologi barat yang melibatkan masalah harus menjawab pertanyaan: nilai-nilai yang mana?. Yang dibutuhkan adalah sustu strategi masyarakat (tentang agama dan masyarakat)yang lebih bersifat mempersoalkan ketimbang mengikuti asumsi-asumsi yang kini dipegang kuat tentang agama dan masyarakat ini.tetapi sosiologi merupakan suatu ilmu yang tetap menghidupkan perdebatan ini sampai sekarang Yang mengerjakan tugas-tugas lain di samping mengejar dan meneliti.tentu saja.kelemahan-kelemahan kainnya. . Namun karena kebanyakan penganut interaksionis adalah orang amerika. Sementara para teoritisi konflik memandang agama sebagai sesuatu yang niscaya akan buruk atau.kontroversi antara yang murni dan yang terapan dewasa ini kurang akademis.terdapat ilmu-ilmi social.seperti ditandaskan oleh karl Marx.

yang dipakai untuk menilai karakter orang-orang yang menceritakan dan menyebarluaskan segala sesuatu yang berkenaan dengan nabi pada masa itu. menggambarkan suatu paradoks. Ibn Khaldun agaknya tepat jika disebut sebagai bapak ilmu sosial. Berbeda dengan para pendahulunya. . banyak cendikiawan-cendikiawan Islam yang hidup di masa lampau turut memerikan ‘sumbangan’ terhadap ilmu sosiologi. dan di sisi lain.BAB III SUMBANGAN KAUM MUSLIM BAGI SOSIOLOGI Sumbangan Klasik Jika kita tinjau lebih dalam. di satu sisi. Sebut saja Ibn Khaldun. pada mulanya bebal. Selain Ibn Khaldun. dimaksudkan untuk menjernihkan sejarah. ia mengemukakan suatu kerangka teoritis yang. Allah memberi manusia kekuatan untuk melakukan penalaran dan pemikiran yang abstrak. Metode mereka dikenal dengan nama tadwin. dan Abu Muslim. manusia didorong oleh egoismenya untuk berbuat sesuatu dengan caranya sendiri dan sesuka hatinya. menurut Gumplowicz. juga memberikan sumbangannya terhadap ilmu sosiologi. Di sisi lain. kerangka ini memberikan suatu pola deduktif bagi kebiasaan ‘mengumpulkan data’ para ahli etnografi pada masa itu. Lantaran situasi yang paradoks ini. masyarakat manusia senantiasa mengidap kemungkinan terjadinya konflik di dalam dan di luar dirinya. Di satu pihak. Teori yang digagas oleh Ibn Khaldun. Ibn Khaldun menjabarkan teori mengenai sifat manusia dan sifat masyarakat manusia. Bukhari. Ibn Khaldun melihat masyarakat sebagai suatu alat manusia yang sengaja diciptakan guna mengimbangi kelemahan manusia dan memperbesar peluang-peluangnya untuk mempertahankan hidupnya. Tapi. peluang-peluangnya untuk mempertahankan hidupnya hanya sedikit sekali jika ia hanya mementingkan egoismenya sendiri dan tidak mau bekerja sama dengan sesamanya. Menurutnya. manusia itu lemah. Bertolak dari premis ini. Hal tersebut. Tadwin merupakan metode yang digunakan untuk menilai keshahihan peristiwa-peristiwa sejarah yang melibatkan nabi Muhammad saw. Para pengumpul hadits ini menggunakan metode yang dapat kita sebut pula dengan metode reputasi. Dalam teorinya. menurutnya. dan pada dasarnya egois. Tirmidzi. merupakan teori pertama mengenai konflik dan perubahan sosial yang diupayakan secara universal. di sisi lain.

dan sejarah. politik. dan dalam beberapa kasus pengendalian terhadap tingkat kejahatan. Dia menolak watak sekular dan aneka ragam dari sosiologi Barat umumnya. Berbeda halnya dengan perkembangan sosiologi di negara Islam. mempengaruhi pola pikir mereka menjadi pola pikir Barat. sejumlah mahasiswa Muslim mendapat pendidikan sosilogis di Barat. para ulama-ulama mampu menetapkan aturan-aturan yurisprudensi (hukum) Islam dan mengajukan suatu kumpulan hukum yang dapat diterapkan pada situasi riil dan juga yang diduga akan timbul pada zaman mereka. ada sebagian dari mereka yang mempelajari Islam tatkala belajar di universitasuniversitas Barat. Jika diperhatikan. Hal ini kemudian. tentu saja tidak semua mahasiswa Muslim yang belajar di Barat lalu menjadi Barat. Tanpa Islam. Para Sosiolog Muslim Kontemporer Selama hampir setengah abad belakangan ini. sedikit-banyak. atau dididik oleh orang-orang yang memperoleh pendidikan dalam tradisi sosiologi Barat. Karena. Jadi tidak seperti rekan-rekan mereka di Barat. sensus dan kependudukan.Monumental lainnya yang mengandung nilai sosiologis yang besar muncul pada masa pemerintahan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. keluarga berencana. sehingga banyak dari mereka yang menulis sejumlah literatur tentang ekonomi.Perhatian utama mereka kadangkala hanya berkisar pada penerapan secara membuta. Salah satu tokoh yang produktif dalam membuat literatur adalah Basyarat ‘Ali. Di masa itu. dan jauh dari karakter Islam. sosiologi di dunia Muslim menunjukkan bahwa tema-tema yang sering digarap adalah pembangunan komunitas dan bangsa. para intelektual Muslim ini sudah memberontak terhadap klaim-klaim intelektual Barat dan sistem-sistem ekonomi dan politik yang usang dan rusak yang dibawa masuk ke hampir semua negeri Muslim. Semasa menjadi mahasiswa di universitas-universitas Barat. para sosiolog Muslim tampaknya tidak mengalami krisis identitas sehubungan dengan peranan sosiologi dalam masyarakat. Pada masa itu terdapat suatu monumental yang disebut dengan sosiologi hukum. . Kalau kaum Khawarij berjuang dengan menghunus senjata melawan pemerintahan dinasti selama berabad-abad. di zaman modern ini para mahasiswa Muslim berjuang dengan menggunakan intelektualitasnya. Tapi. ‘Ali menganggap kebudayaan ideal terkandung dalam Islam. dan sosiologi Amerika khususnya.

menurutnya. bukannya meredamnya. Dia sesungguhnya adalah sebuah unsur dan sebuah faktor dalam semangat revolusioner.”. Syari’ati bukanlah seorang teoritikus besar seperti ‘Ali ataupun seorang peneliti lapangan. Sedangkan tugas dari sosiologi terapan ialah menjawab pertanyaan dari “Apa faktor pokok yang menyebabkan suatu masyarakat tiba-tiba berubah dan berkembang. Syari’ati melihat dengan sangat jelas dua aspek sosilogi. atau mendadak rusak dan runtuh?”. . yaitu aspek murni dan aspek terapan. ‘Ali Syariati (pemuda Iran berpendidikan Prancis) mungkin memiliki ambisius yang sama besarnya. Seperti halnya Basyarat ‘Ali. Tugas dari sosilogi murni ialah “mengenal dan mengartikan Islam sebagai sebuah mazhab pemikiran. masyarakat akan membenarkan bahkan mendorong konflik manusia. sebagai sebuah disiplin ilmiah.

seperti “menurut ketentuan-ketentuan alam…”. dan bisa dijabarkan langsung dari. Dalam wujudnya. dan Dia memiliki kekuasaan atas segala yang ada di dalamnya. 15:26. Asumsi ini menolak pernyataan-pernyataan yang menggantikan peran Allah dengan apa yang mereka namakan dengan “alam”. dan pernyataan serupa lainnya yang menyingkapkan nilai-nilai atheistis maupun agnostisisme. Al-Qur’an.S 2:31 tertulis bahwasannya “Dan Allah mengajarkan kepada Adam ‘semua nama’”. 22:5. dan dengan demikian menunjuk kepada pengetahuan mengenai seluruh makhluk. Allah mencampurkan keburukan dan kebaikan. asumsi ini berarti bahwa eksistensi manusia dapat digambarkan sebagai suatu proses terus-menerus di antara dilema-dilema tanpa akhir. lumpur hitam atau tanah busuk (hamain masnun). • ASUMSI 1. manusia memiliki kehendak bebas di dalm dirinya. lalu jadilah manusia utuh. • ASUMSI 2. 23:12. dan debu (turab). manusia telah diberikan kemampuan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan. Pada Q. yakni kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan. Oleh karena itu.S 55:14. yaitu: lempung keras (shalshal kal-fakhkhar). ‘Semua nama’ yang tercantum pada ayat tersebut kemudian ditafsirkan oleh sebagian besar pengkaji Islam sebagai hakikat-hakikat dari segala makhluk. dan Ruh Illahi dianggap sebagai sumber segala yang mendorong ke arah kebaikan. “alam mengharuskan supaya…”. 6:2. Ada beberapa perujukan ke sumber penciptaan manusia. Sifat Alam: Asumsi ini menjelaskan bahwa Allah merupakan pencipta seluruh alam semesta termasuk manusia. Ketiga. Dalam pengertian luasnya. Pertama. .BAB IV TEORITIS Berikut ini ialah penjabaran dari asumsi-asumsi pokok sosiologi Islam murni atau teoritis. manusia terbuat dari unsur-unsur yang berlawanan. 17:61. asumsi ini menolak nilai sekular dalam sosiologi Barat kontemporer. Hal ini dikarenakan “alam” itu sendiri ialah ciptaan Allah. Sesudah itu. Kedua. tanah biasa (thin). Sifat Manusia: Sifat manusia dapat diringkaskan menjadi empat karakteristik yang digambarkan dalam. Dia menghembuskan dari Ruh-Nya ke dalamnya. yang tercantum dalam Q. Allah membentuk tubuhnya. Lumpur atau tanah busuk dianggap sebagai sumber dari segala sesuatu yang mendorong manusia menuju ke hal-hal yang duniawi dan temporal.

dengan memberi manusia kualitas-kualitas unik ini. Allah menjadikannya makhluk terbaik di antara semua makhluk. Sifat Sejarah Manusia: Manusia tidak hanya terhimpit dalam dilema di dalam dirinya. dan hukum-hukum yang mengajut mereka bersama serta yang dianggap patuh oleh mereka. yaitu pluralitas manusia. seperti proses konsensus dan kerjasama di satu sisi dengan konflik dan kompetisi di sisi lain. Teori Islam memperhatikan eksistensi material dan juga spiritual manusia. • Kedua. terutama asal-usul penciptaan manusia berikut sifat gandanya. • ASUMSI 3. kita dapat menarik kesimpulan yang mencirikannya. • Ketiga. Teori ini memusatkan perhatian kepada proses penalaran dan pengambilan keputusan. • Keempat. Teori ini mampu berkembang hingga mencakup proses-proses yang lebih besar. Sifat Tata Sosial: Masyarakat manusia dapat didefinisikan dari segi dua unsur pokok. • ASUMSI 4. yaitu: • Pertama.Keempat. • Kelima. Menuju Teori Islam tentang Masyarakat Dengan mengikuti asumsi-asumsi yang telah dijabarkan sebelumnya. . melainkan juga seluruh sejarah manusia menggambarkan gerak maju dan pilihanpilihan dialektis antara tata sosial yang adil dan tidak adil dalam sejarah manusia. dengan memilih di antara alternatif-alternatif yang merupakan landasan-landasan pokok interaksi sosial pada tingkat minimum. Teori ini harus bisa mencakup proses-proses manusiawi yang mencerminkan kubu- kubu saling berlawanan di dalam lingkup hubungn antar manusia. bahkan lebih unggul daripada malaikat. Teori ini memiliki kemampuan untuk menjelaskan perubahan pola-pola perilaku individual dan juga tata sosial dari segi proses-proses internal (misalnya evolusi dan revolusi) maupun faktor-faktor eksternal (misalnya asimilasi dan invasi).

masing-masing memiliki corak yang berbeda. Diantara keduanya. pendidikan. islam sudah tampil sebagai jalan tengah. dengan wawasannya sendiri tentang kehidupan dan alam semesta. politik. Islam bertujuan menciptakan sebuah system yang terletak di tengah rangkaian kesatuan ini. ekonomi. yang selanjutnya dapat dipakai untuk mengukur tingkat penyimpangan praktek-praktek kaum muslim dari islam.BAB V KRITIS Teori islam haruslah mengikuti jalan tengah. dengan demokrasi kapitalis di satu ujung. ia harus menghindari sikap-sikap ekstrem. islam menghindari ekstrem-ekstrem keduanya. Islam Sebagai Sikap Hidup Islam bukanlah sekedar suatu formula ritual. Karena terletak di tengah antara kedua posisi ideologis tersebut. baik urusan keluarga. Seharusnya jauh lebih logis memandang system-sistem yang ada sebagai suatu rangkaian kesatuan. Tetapi sebenarnya system islam bukan campuran dari keduannya. Ia adalah proses ketaatan terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh Allah berkenaan dengan hubungan antara manusia dengan Dia dan hubungan antar sesama manusia. sekaligus mempunyai beberapa persamaan dengan keduanya. alangkah baiknya terlebih dahulu menjelaskan gambaran tentang suatu masyarakat ideal islam dalam zaman modern agar gambaran ini digunakan seperti apa yang dinamakan para sosiolog yaitu “tipe ideal”. rekreasi dan semua bidang yang secara bersama-sama menopang sepenuhnya kehidupan kemasyarakatan dan interaksional di muka bumi. selain itu islam sudah dikenal jauh sebelum demokrasi kapitalis dan sosialisme ada sebagai ideology-ideologi yang dikenal. Sebelum membahas hal-hal spesifik tentang apa yang dilakukan sosiolog untuk membantu memajukan islam. guna menilai sejarah kaum muslim di masa lalu dan masa kini. Jadi jika suatu masyarakat memilih jalan yang bertentangan . Ia sendiri memang asli. Gambaran ini berfungsi sebagai sebuah model. Islam Sebagai Ideologi Menganggap seluruh dunia hanya memiliki dua posisi ideologis yaitu: demokrasi kapitalis dan sosialisme adalah terlalu sederhana. maksudnya untuk mencakup ekstrem-ekstrem dalam proses-proses manusiawi. dan sosialisme di ujung lainnya.

Kontrak ini harus diselenggarakan dengan penerapan penuh kebebasan memilih. segala praktek pernikahan yang didahului dengan kebebasan melakukan hubungan seks pranikah. Masalah lain contoh mengenai “jalan tengah” dalam islam. pacaran ataupun sebagaimana yang umum terjadi dalam masyarakat-masyarakat tertentu dilarang tegas. Tapi dipihak lain. Tujuan ini dapat dicapai dengan memeratakan sumber-sumber daya. Contoh lainnya. para kerabat yang mempunyai peranan dalam pernikahan tersebut harus menghormati hak-hak kedua mempelai. di bidang ekonomi: Masyarakat islam didasarkan pada ekonomi pasar bebas dan menghormati hak milik pribadi. Pernikahan dalam islam hakikatnya adalah sebuah kontrak sosial antara mempelai pria dan mempelai wanita. islam memandang keberhasilan dalam mengumpulkan kekayaan belum tentu sebagai petunjuk mendapatkan rahmat Allah.dengan islam. karena kebaikan sejati terdapat di akhirat nanti. manusia diberi kemampuan untuk memilih. walaupun masyarakat itu masyarakat muslim. Sebagaimana etika kerja protestan. Tak seperti benda-benda lain. etika kerja islam mendorong dan memajukan dedikasi dalam kerja untuk memperoleh penghidupan. Islam mengajarkan sebuah system yang terletak di tengahtengah antara otoritarianisme dan demokrasi. namun pilihan ini hampir tidak mungkin ada tanpa bantuan orangorang disekitarnya. ia akan berhasil mencapai kebaikan. tetapi tak seperti etika protestan. Masyarakat islam ideal terletak ditengah antara system yang mendukung dan mengklaim tingkat kebebasan berbuat dan berekspresi yang tinggi. maka ia akan menuju kerusakan dan keruntuhan. walaupun masyarakat itu masyarakat non muslim. Maka dari itu. dalam hubungan-hubungan kekusaannya. Asumsi ini meletakkan manusia ditengah antara kebebasan penuh dan keterbatasan total. Jadi. Islam bersifat otoritas maksudnya otoritas tertinggi dalam Negara islam . islam bertujuan mengurangi deskriminasi antara si kaya dan si miskin dalam masyarakat. islam bukanlah otoritarian dan bukan juga demokrasi meskipun ia mengandung unsur-unsur kedua system ini. Dengan demikian. Tetapi dipihak lain. Dalam alqur’an mengajarkan mengejar dunia material secara membabi-buta adalah hal yang sia-sia. tapi potensi ini dibatasi dan disalurkan melalui islam. bidang politik. Tetapi dalam islam. Sebaliknya jika suatu masyarakat mengatur dirinya dengan mengikuti hukum ini. anggota keluarga harus berperan sebagai perantara. kencan. Berikut ini contoh kasus dalam bidang pernikahan dan keluarga untuk menjelaskan maksud dari posisi tengah antara kebebasan penuh dan keterbatasan total. secara ideal islam memberikan kebebasan memilih dalam pernikahan.

dan suatu problem tidak akan dapat diselesaikan tanpa mempertimbangkan semua orang yang terlibat dalam masalah itu. Dalam bidang politik. Hal ini lazim dipahami berdasarkan ayat “”taatilah Allah. Orang-orang yang bertanggung jawab menyelenggarakan Negara islam adalah wakil-wakilNya. Syuro dalam aspek-aspek politiknya. Permasalahan ini telah terjawab dengan sendirinya. demi Allah. Sebagai amir dalam menjalankan tugas-tugasnya. merupakan sebuah system yang berasal dari kehendak Allah. Harus diingat. hukumNyalah yang harus ditegakkan. dan melalui otoritas Allah. yang wajib dipatuhi selama mereka menaati aturan Allah dan RasulNya. Ia merupakan suatu proses dinamis dengan tujuan menemukan solusi atas masalah-masalah yang muncul dalam kancah kehidupan bersama sebagai anggota suatu masyarakat. dan bagaimana proses munculnya otoritas ini. melainkan juga menetapkan mekanisme yang mengatur cara dilahirkan dan dijalankan otoritas tersebut. Syuro bukanlah suatu lembaga konsultasi.terletak di tangan Yang Mahakuasa sendiri. 42:38). Pendekatan sosiologis apa pun terhadap islam. . dan Rasul serta orang-yang memegang otoritas di antara kalian. 24:54).” (QS. mementingkan keikutsertaan rakyat. baik masalah individu maupun masalah yang berkaitan dengan proses-proses dalam masyarakat sebagai suatu keseluruhan. Namun. penerapan hukum-hukum Al-qur’an yang sangat tegas pun mungkin tidak cocok untuk situasi-situasi tertentu dan tradisi nabi juga tidak memberikan contoh cukup. ia memperoleh banyak petunjuk dari tradisi nabi. Ayat ini sekaligus menjawab permasalahan. Berbagai pedoman diberikan untuk mengatasi situasi-situasi probematis semacam itu. Ayat diatas dalam pengertiannya memberikan cara pemecahan masalah. misalnya: ijma. hendaknya tidak boleh mengabaikan makna syuro (musyawarah). yang diselenggarakan dalam batas-batas otoritas Allah. jika solusi-solusi yang diperlukan tidak terdapat secara jelas dalam al-qur’an dan sunnah. syuro tidak hanya mencerminkan suatu proses yang melaluinya otoritas tertinggi dimunculkan. orang yang memiliki otoritas dalam masyarakat islam harus muncul melalui proses syuro. yaitu mengenai siapa orang yang memiliki otoritas sebagai wakil Allah atas kaum muslim. bahwa proses-proses ini berkaitan langsung dengan perintah Al-qur’an: “dan syura merupakan otoritas di antara mereka” (QS. maka ditempuhlah suatu proses yang menunjukkan betapa Negara islam. ijtihad dan qiyas atau pemikiran kita sendiri dengan mempertimbangkan Alqur’an dan sunnah.

ketaatan kepada keputusan itu. semua orang yang terlibat dalam masalah tersebut 3. yang meliputi: 1. maksudnya proses yang tidak melampaui batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasulNya. perbedaan pendapat diantara orang-orang tersebut 4. Ini merupakan satu-satunya cara memahami makna ayat: “Allah tidak pernah membebani setiap jiwa lebih daripada yang mampu dipikulnya” (QS 2:286).Syuro merupakan prinsip organisasi islam. syuro hanya mendapat perhatian sedikit dalam praktek dan literature islam. . Masalah 2. baik itu di lembaga kemahasiswaan. ataupun pemerintahan. Tetapi yang mengherankan. Tanpa adanya syuro tidak akan muncul organisasi di kalangan kaum muslim. Dengan contoh ketiga kasus tersebut. perusahaan. syuro adalah proses ketakwaan. masyarakat islam dapat menempuh suatu jalan tengah yang menghindari kebebasan maupun pembatasan yang berlebihan. kelompok kerja social. pengambilan keputusan oleh orang-orang tersebut 5.

Bersama intelektual-intelektual lainnya para sosiolog telah memainkan peranan penting dalam usaha-usaha pembangunan ini dinegeri mereka masing-masing. kemerdekaan politik yang diperoleh negeri-negeri ini dengan perjuangan berat. sementara kaum buruhnya mengalami alienasi yang sangat akut. Dalam sebuah karya tentang Asia yang cukup sering dikutip oleh Marydal. menunjukkan unsur korupsi dan birokrasi dubeberapa negara berkembang ini. Dia menyebut negara-negara ang dililit korupsi dengan istilah “negara lunak”. nestapa terbesar yang menimpa masyarakat-masyarakat muslim kontemporer adalah keterbelakangan ekonomi. kekayaan yang baru diperoleh belum dimanfaatkan untuk memproduksi hal-hal yang bermanfaat. jumlah uang yang di investasikan bagi pertumbuhan industri adalah kecil. penggelapan. masyrakatmasyrakat muslim yang mengikuti sosialisme mengalami otoritarianisme dan ketidakefesienan birokrasi. sebab mereka masih harus membayarkan semua dividen.BAB VI STRATEGIS Seperti sudah disebutkan. negeri-negeri muslim ini mengikuti pedoman-pedoman kapitalisme atau sosialisme. Masyarakat muslim yang mengenut sistem pembangunan kapitalis barat ternyata merupakan masyarakat-masyarakat yang paling ketrat dililit utang dunia. Sedang dinegara-negara lainnya. Para ahli sosiologi pembangunan dinegeri muslim memang telah menyarankan cara-cara dan sarana-sarana untuk mengubah sikap penduduk tradisional supaya menerima. Di pihak lain. yang telah menyebabkan terjadinya pemborosan besar atas sumber-sumber daya nasional. Tetapi mereka hampir tidak memperdulikan dampak negatif yang mungkin menimpa massa dan keluarga diperkotaan. meskipun kenyataannya upaya pembangunan ini telah berlangsung lebih dari seperempat abad. menjadi hilang karena ketergantungan ekonomi. dan problem keterbelakangan tetap saja bercokol kuat. misalnya keluarga berencana atau teknik pertanian. . dan penyalahgunaan dana-dana pemerintah menggejal sedemikian rupa. Di beberapa negara. Dan upaya mereka membangun perekonomian masing-masing. sehingga dengan mudah hukum dilanggar dan dikesampingkan oleh para pejabat. Akibatnya. Di sejumlah negeri penyuapan. Masyarakat-masyarakat muslim memperlihatkan tingkat pertumbuhan spektrum tingkat pertumbuhan penduduk yang berbeda-beda.

Dakwah merupakan hal yang fundamental dalam Islam. Jiwa manusia yang terdapat dalam tubuh material yang fana. Perubahan sosial Islam mempunyai dua aspek utama: yang pertama “Orientasi Internal” dan “Orientasi Eksternal”. dan sebagian yang lain tetap bersikeras dengan gagasan revolusi. Masyarakat-masyarakat muslim yang mengikuti sistem-sistem initidak akan mampu mengatasi problem rillnya. Orientasi Eksternal Pada saat ini sukar menemukan kaum muslim yang mengupayakan kegiatan dakwah secara serius dan sistematis. Ia akan lebih memilih sistem lainyang bisa membebaskannya dari penderitaan. Model pembangunan Islam bertujuan untuk membentuk suatu masyarakat Islam yang ideal berdasarkan lingkungan politik dan sosial ekonomi yang memenuhi kebutuhan material dan spritual manusia. Dalam dua kasus tersebut terlihat kurangnya komitmen pribadi terhadap proses pembangunan-pembangunan yang lebih luas. selalu ada gerakan-gerakan dalam setiap dunia muslim untuk membangun kembali sistem tersebut. Orientasi Internal Sejak kekhalifahan Islam terhapus. karena problem tresebut bukanlah semata-mata bersifat ekonomi tapi bersifat manusia. Dari pandangan orang-orang yang berada diambang kelaparan seluruh argumen ini seakan terdengan tak relevan. Pita merah penekan merupakan fenomena dimana sang birokrat tak berfungsi sebagai orang yang menjalankan kewajiban.Tetapi ada bentuk lain korupsi yang masih belum dibahas oleh para ahli ilmu sosial. Demikian pula mereka harus menunjukkan kapan dan dalam keadaan apa suatu aktifitas evolusioner baik yang disulut oleh rakyat maupun pemerintah mempunyai peluang yang besar untuk berhasil. atau bahkan memedihkan. Lantaran tidak ada istilah yang tepat kami menyebutnya “pita merah penekan”. Sebagian memilih Evolusioner. merupakan unsur paling murni yang dikaruniakan oleh Allah kepada manusia. Yang dibutuhkan dan perlu ditampilkan masyarakat muslim muslim kepada dunia adalah model pembangunan Islam. Kegiatan inilah . Karen itu tugas sosiolog Islam adalah menjelaskan kapan revolusi merupakan suatu hal yang bukan hanya diidamkan tapi juga sesuatu yang mungkin. tidak pula menuntut imbalan apa-apa. Tetapi pendekatan yang lebih digunakan oleh Islam kontemporer ini sangat beragam.

pada awalnya tersebar diarabia dan tempat-tempat lain. Ada dua jenis penduduk yang harus menjadi sasaran dakwah Islam: • • Minoritas non-muslim diwilayah-wilayah mayoritas muslim. Mayoritas non muslim hidup bersama minoritas muslim. . yaitu Nabi SAW sendiri.yang akhirnya menyebabkan Islam. Para sosiolog dapat memberikan sumbangan dan tekhnik-tekhnik dakwah sebagaimana yang digunakan oleh praktisi kegiatan ini yang palin sukses dalam Islam.

SOSIOLOGI AGAMA KELOMPOK 9 Adysha Citra R Ilyas Rosadi Meiliani Sujati Siti Zuhriyah JURUSAN ILMU AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful