MODUL BRYOPHITA (Lumut) BOTANI TUMBUHAN RENDAH

Disusun Oleh:

Mohamad Helindra. M (07330057)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI 2008

dari itu hutan tadi sering juga disebut hutan lumut atau hutan berkabu Seperti yang telah disebut dimuka lumut yang benar-benar hidup submers di dalam air jarang terdapat tetapi di daerah iklim sedang atau iklim dinginlumut banyak menempati daerah yang berair-air seperti rawa-rawa atau gambut. Beberapa macam diantaranya dapat sampai berbulan-bulan menahan kekeringan sampai bertahun-tahun. berkabut. Kebanyakan dari lumut daun suka pada tempat yang basah. maka tak mengherankan jika tubuhnya menunjukkan struktur yang bermacam-macam pula. bahkan melindungi tanah itu dari penguapan air yang terlalu besar. Disamping itu terdapat rezoid-rezoit melekat pada substratnya. Aerobrysis longissima. bahkan di atas pasir yang bergerak pun tumbuhan ini dapat hidup. Demikian pula di daerah tundra disekitar Kutub Utara. furaria. Sporofit pada umumnya lebih kecil . Daun-daun muski tersusun radial dalam spiral atau bilateral pada muski yang batanganya berbaring dengan daun-daun yang tersusun dalam spiral daun-daunya seringkali menghadap ke satu sisi atau terpisa dalam 2 baris. Lumut yang membentuk bantalan karena tidak berakar hampir-hampir tidak menghisap air dari dalam tanah. dan gambut tingggi dengan luas ber-km2 dapat tertutup sama sekali oleh lumut. pada batang-batang dan cabang-cabang. banyak bercabang-cabang. Pada tempat-tempat yang kering lumut membentuk talus yang berupa bantalan atau gebalan. bersifat fototrop positif. berumur pendek dan hidup tergantung pada gametofit. dan dengan mata bisa kelihatan seperti hipa cendawan berwarna hijau protonema itu mengeluarkan Rizoid-rizoid tidak berwarna. tetapi jarang di dalam air. mempunyai struktur seperti akar yang disebut rizoid dan struktur seperti daun. Lumut daun terdiri atas lebih kurang 12. tetapi ada juga yang suka akan tempat. Mengingat tempat tumbuhnya yang bermacam-macam itu. Contoh lumut ini antara lain: polytricum juniperinum. Siklus hidup lumut mengalami pergantian antara generasi haploid dengan diploid. Lumut daun yang . di atas cadas. Tumbuhan lumut daun selalu dapat di bedakan dalam bagian-bagian berupa batang berupa daun-daun. pogonatum cirratum. yang terdiri atas benang-benang berwarna hijau. Spora lumut daun ditempat yang cocok berkecambah merupakan protonema. Selain itu lumut ini dapat jugs kita temukan di antara rumputrumput.MUSCI (Lumut Daun) Lumut daun banyak terdapat ditempat – tempat yang lembab.tempat yang kering. dan lumut gambut sphagnum. Suasana dalam hutan yang demukin amat lembab. sehingga padanya dapat dibedakan sisi atas atau pungug dan sisi prut. di rawa-rawa.000 jenis dan tersiar kemanakemana. dan diatas tanah-tanah hutan-hutan seringkali merupakan suatu lapisan yang menyerupai beludru. terdiri atas banyak sel dengan sekat-sekat miring. Lumut ini dapat tumbuh di tanah-tanah yanng gundul yang periodik mengalami masa kekeringan. Dalam hutan-hutan pegunungan dari daerah tropika batang-batang dan cabang pohon-pohonan penuh dengan lumutlumut ini yang menempel berupa bantal atau bergantungan dari semua bagian tanaman hingga hutan itu pohon-pohonya seakan-akan penuh dengan lumut yang mencucurkan air. bahkan ada yang ada pada daun-daun pohon-pohonan. bersifat pototrop nigatif masuk kedalam tanah dan bercabang-cabang.

Segmen-segmen segera membelah-belah lagi menjadi selsel yang letaknya berada di pinggir dan sel-sel di sebelah dalam. Lumut yang memebentuk bantalan karena tidak berakar hampir-hampir tidak menghisap air dari dalam tanah. segera menghasilkan anteridium. Sel-sel saluran leher yang banyak jumlah nya itu (10 sampai 30 atau lebih) tidak semua dibentuuk oleh sel pusat. Hal itu terjadi karena sel-sel dinding yang letaknya diujung menjadi berlendir dan mengaembang. Kemudian alat-alat kelemin itu dikatakan bersifat banci atau berumah satu. dan satu sel berada ditengah berbentuk tetraeder. jika dalm kelompok itu terdapat baik arkegonium maupun anteridium. tetapi sebagian oleh sel pusat. sehingga daun-daun itu dorsiventral. dan setelah membentuk beberapa daun. alat-alat steril itu pun disebut parafisa. Sel-sel disebelah dalam seterusnya membentuk jaringan spermatogen. anteridium mebuka pada ujungnya. Alat kelamin terdapat pada ujung batang atau cabang dan daun-daun yang paling atas mengaliliingi alat kelamin tersebut seperti hiasan bunga yang mengelilingi putik serta benang sari. dan satu sel yang letaknya dipusat. dan demikian terbentuklah sekl tutup. bahkan melindungi tanah itu dari penguapan air yang terlalu besar. . hingga kutikulanya pecah. sel-sel calon dinding arkegonium. Diantara alat-alat kelamin tadi dapt pula ditemukan organ steril yang seperti heminium pada badan buah pada cendawan. tetapi kemudian sel ujungnya berubah menjadi sel induk arkegonium. dan dengan dinding-dinding pemisah yang periklinal lalu membentuk 3sel pinggiran. dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya paling atas. dan dinamakan berumah dua apabila kumpulan arkegoniun dan anterigonium terpisah tempatnya. yaitu sel-sel saluran leher yang tempatnya dibagian atas. Perkembangan anteridium mual-mula sejalan dengan arkogonium. jarang sekali daun-daunnya tersusun dalam dua baris saja. dan semuanya berasal dari segmen-segmen hasil pembelahan sel pemula. Pada Anteridium sel pemula di ujung berbentuk pasak. tetapi sebagian sel-sel saluran leher berasal dari sel tutup. Musci ada yang berumah satu ada yang berumah dua. Pada Musci alat-alat kelamin terkumpul pada ujung batang atau ujung cabang-cabangnya. Musci dengan batang yang berbaring daundaunnya seringkali semuanya menghadap ke satu arah saja. Jika sudah masak. dalam suatu spiral atau bilateral. Sel di tengah yang berbentuk tetraeder itu lalu membentuk sekat melintang. Daun-daun itu kadang-kadang mempunyai bentuk dan susunan yang khusus. tepi bagian dinding yang terbuka itu lalu membengkok keluar dan berbentuk seperti corong. atau tersusun dalam dua baris. Pada arkegonium. Pada Musci tertentu yang berumah dua. Diantara alat-alat kelamin dalm kelompok itu biasanya terdapat sejumlah rambutrambut yang terdiri atas banyak selnya dan dapat mengeluarkan suatu cairan. Hal yang serupa terjadi pula dengan arkegonium yang sel telurnya telah siap dibuahi. oleh seba itu daun-daun tadi pun dinamakan”periantium”pula. Pada Musci seringkali nampak habitus yang sangat mendekati Cormophyta dengan sub pokok serta daun-daun yang tersusun radier. Sel pusat itulah yang bakal membentuk sel telur dan sel saluran perut. Sel-selnya mempunyai susuna yang rumit. tumbuhan jantan hanya kecil saja. Anteridium dan arkegonium Musci mempunyai tangkai dan pada Archegoniata yang lainnya.tenggelam jarang kita temukan.

dan akhirnay masing-masing sel induk spora dengan pembelahan reduksi akan menghasilkan 4 spora. Sehabis pembuahan. zigot membentuk sekat-sekat melintang dan berkembang menjadi embrio yang bentuknya memanjang.Kotak spora dengan perlengkapan untuk mengeluarkan spora yang terdiri atas tutup dan peristom. Pada sel yang paling ujung letaknya.Bryales Spora lumut daun ditempat yang cocok berkecambah merupakan protonema. terdiri atas sel-sel yang berseret membujur. tetapi sporofitnya yang pada lumut kita namakan sporogonium itu belum merupakan individu yang terpisah.atau terobek menjaadi 4 bagian yang masing-masing juga tergulung keluar. yang sebenernya tidak lain dari dinding arkegonium yang tetap menyelubungi ujung sporofit tadi.Sphagnales . Dalam ke 4 kuadran itu terbentuklah dinding pemisah periklinal sehingga terjadilah diferensiasi dalam sel-sel luar dan sel-sel dalam. Sel ini memisahkan segmen-segmen berturut-turut ke kiri dan ke kanan. masuk kedalam tanah dan bercabang-cabang. terdiri atas banyak sel dengan sekat-sekat miring. terbentuk dinding pemisah radial yang berdiri tegak lurus pada dinding segmen. tangkainya. Seperti yang telah dikemukakan oleh Musci membiak dengan spora dan telah menunjukkan pergantian keturunan yang jelas. banyak bercabang-cabang. sehingga pada penampang melintang pada embrio kelihatan ada 4 kuadran. . Dalam sel yang akan memebentuk kapsul spora.Kaliptra.Seta. Kotak sporanya di pusat mempunyai jaringan steril yang berbentuk silinder dan disebut kolumela. dan dengan mata biasakelihatan seperti hifa cendawan yang berwarna hijau. Baik spermatozoid maupun sel telur memiliki kloroplas kecil. baik yang letaknya di sebalah kiri maupun yang di sebelah kanan. Musci dalam sistematik dibedakan dalam beberapa bangsa/ordo: . Kuncup mula-mula berupa penonjolan-penonjolan kesamping dari sel-sel bawah pada suatu cabang . Protonema itu mengeluarkan rizoid-rizoid yang tidak berwarna. . Jika cukup mendapat cahaya. melainkan seakan-akan merupakan buah tanaman lumut tadi dan dapat dibedakan dalam: .Andreales . bersifat fototrop negatif. Lapisan endotesium yang keluar menjadi askeospora. pada protonema lalu trebantuk kuncupkuncup yang akan berkembang menjadi tumbuhan lumut baru. yang seterusnya dapat mengadakan pembelahan sel lagi. besifat fototrof positif. yang terdiri atas benang-benang berwarna hijau. Rhixoid telah mulai terbentuk pada pembelahan spora yang pertama pada sisi yang tidak terkena cahaya. yang kemudian membentuk sel-sel induk spora. Spermatozoid Musci berlainan dengan spermatozoid Hepaticae menunjukkan reaksi komunitaksis terhadap sakarosa. akhirnya terbentuk sekat-sekat baru yang miring dan dengan demikian terjadilah sel pemula yang berbentuk pasak.

. Juga dalam daun nya terdapat sel-sel yang menebal berbentuk cincin atau spiral dan merupakan idioblastae di antara sel-sel yang lain yang hidup. bagian atas berrcabang-cabang dan semakin luas. Bangsa ini hanya terdiri atas satu suku sphagnaceae dan satu marga Sphagnum. yaitu cabang yang menjadi pendukung alat-alat kelamin. Cabang betina mempunyai arkogenium pada ujungnya. Karena batang dari bawah mati sedikit-demi sedikit. Sehingga kelihatan seperti batang lumut itu bercabang menggarpu. maka tumbuahn lumut seringkali tersusun seperti dalam suatu rumpun. Dinding-dinding yang membujur maupun yang melintang mempunyai tiang-tiang yang bulat. Cabang-cabang batang ada yang memepunyai bentuk dan warna khusus. Sel-sel yang hidup itu panjang dan mengandung banyak korofil.protonema. Kapsul spora berbentuk bulat. Batangnya banyak bercabang-cabang. Kulit dari batang Sphagnum terdiri atas selapis atau beberapa lapis sel yang telah mati dan kosong dan dapat menghisap banyak air. cabang yang daunnya sudah tua terkulai dan menjadi pembalut bagian bagian batang. sedangkan yang bawah mulai mati dan bagian yang mati itulah yang ikut menyusun tanah-tanah gambut. jadi seperti lumut hati. rawa. sedang bagian bawah yang ada dalam air mati dan berubah menjadi gambut. Bangsa : Spagnales Bangsa ini merupakan suatu bangsa yang monotipik. dan akhirnya berkembanglah tumbuhan lumutnya. Askespora pada Sphagnum tidak berasal dari endotesium. Karena adanya idioblast dengan struktur ynag spesial itu maka badan yang berasal dari Sphagnum memepunyai daya penyerapan yang besar. Lumut ini merupakan rumpun. maka cabang-cabang akhirnya merupakan tumbuhan yang terpisah-pisah. yang dari atas tiap-tiap tahun tampak bertambah luas. di dalamnya terdapat kolumela berbentuk setengah bola yang diselubungi oleh jaringan sporogen.sporogonium hanya membentuk tangkai pendek dengan kaki yang memebesar. melainkan merupakan suatu badan berbentuk daun kecil. Protonema tidak berbentuk benang. tepinya bertoreh-toreh dan hanya terdiri atas selapis sel saja. Jika banyak trrbentuk kuncup-kuncup demikian tadi. Cabang-cabang jantan memepunyai anteridium yang bulat dan bertangkai di ketik-ketiak daunnya. maka dalam sel ujungnya menjadi sel serupa dengan piramid. Sel itu yang tiap kali memisahkan suatu segmen sebagai sel-sel anakan baru. terdiri atas satu suku saja: Sphagnaceae dan satu marga: Spagnum yang terdiri atas beberapa jenis yang kebanyakan hidup di tempat-tempat yang berair-air. atau gambut. Sel-sel bentuk piramid itulah yang seterusnya merupakan sel pemula yangmeristematik. karena terbentuknya sekat-sekat yang miring. Marga ini melipiti sejumla besar jenis lumut yang kebanyakan hidup ditempat yang berrawa-rawa dan membentuk rumpun-rumpun atau bantalan. dan berbeda dengan lumut daun umumnya. dan sampai lama diselubungi oleh pada kaki sporogonium. oleh sebab itu di sebut juga lumut gambut. Cabanng arkegonium itu tidak memepunyai sel pemula yang berbentuk limas pada ujungnya. Setelah kuncup itu merupakan 1-2 sel tangkai.

Sel-sel kaliptra yang masih memperoleh makanan dari sporogonium. Kolumela dan ruang spora di kelilingi oleh ruang antar sel. Bagian atas seta dinamakan Apofisis. Sporogeniumnya mempunyai suatu tangkai yang elastis. susunan sporogoniumnya amat sederhana. Tangkai dengan kaki sporogeniumnya tertanam dalam jaringan tumbuhan gametofitnya. dapat berkembang terus dan menghasilkan rambut-rambut yang menyerupai benang-benang protonema dengan pertumbuahn yang terbatas. Pada beberapa jenis lumut yang tergolong pada marga Archdium. Pada ujung tangkai terdapat kapsul sporanya yang bersifat radial dan dorsifentral dan mula-mula diselubungi oleh kaliptra. Tangkai dengan kaki sporogoniumnya tertanam dalam jaringan tumbuhan gametofitnya. lagi pula bersifat antiseptik. Sel-sel kaliptra yang masih memperolehzat-zat makanan dari sporogonium. Phascum. dapat berkembang terus dan menghasilkan rambutrambut yang menyerupai benang-benang berupa protonema dengan pertumbuhan yang terbatas. Dalm bangsa ini kapsul sporanya telah mencapai deferensiasi yang paling mendalam. Yang terdapat didalam jaringan dinding kapsul spora. karena mengandung J dan juga lebih murah dari kapas. Ruang spora berbentuk tabung mengelilingi kolumela itu. dan dengan demikian . Pada ujung tangkai terdapat kapsul sporanya bersifat radial atau dorsiventral dan mula-mula diselubungi Kaliptra. Sporogoniumnya memepunyai suatu tangkai yang telastis. Kapsul spora memepunyai tutup yang akan membuka. Bagian atas dinding kapsul spora tersusun merupakan tutup (operkulum). tergantung pada keadaan cuaca membuka atau menutup kapsul spora. Pada jenis lumut-lumut tertentu (antara lain pada warga Funaria) kaliptra melebar seperti perut dan berguna sebagai penimbun air bagi sporangium yang masih muda. Pada jenis-jenis lumut tertentu apofisis mempunyai bentuk dan warna yang khusus menurut poros dan bujurnya kapsul spora ini mempunyai kolumela. Gigi-gigi peristom dapat mengadakan gerakan higroskopik keluar dan kedalam. Pada-pada warga-warga musci terdapat perbedaan bentuk dan susunan peristomnya. Kaliptra ini berasal dari bagian atas dinding Arkegonium. jika spora sudah masak. yang di namakan seta. Ephemerum. Sel-selnya mengandung lendir yang dapat mengembang . Pada bangsa ini kapsul sporanya telah mencapai diferensiasi yang paling mendalam. Dari itu Sphagnum banyak digunakan sebagai pengganti kapas dam pembedahan. yang dinamakan Seta. Kecepatan menjadi jenuh setengah-sepertiga dari kapas penghisap. Jika udara kering gigi-gigi peristom mengarah keluar dengan posisi demikian itu spora dapat keluar dari kapsul spora. Bangsa Brayales Sebagian besar lumut daun tergolong dalam bangsa ini. Pada jenis-jenis lumut tertentu kaliptra melebar dan berguna sebagai penimbun air bagi sporogonium yang masih muda. Di bawah tepi operkulum itu terdapat suatu mintakat berbentuk lingkaran sempit dan dinamakan cincin.tetapi berasal dari lapisan terdalam amfitesium.

cincin maupun peritom. A rupestris.. bahkan dapat menggunakan lengas dalam udara. Di dalam ruangruang antar sel tersebut di simpan air. Ephemerum. Bagi lumut yang belum memiliki akar sejati itu. dengan satu marga andreaea. Pada waktu kekeringan segera daun-daun menempel pada batang karena adanya suatu mekanisme kohesi. Pada warga-warga Musci terdapat perbedaan bentuk dan peristomnya. jika sudah mask pecah dengan 4 katup-katup. Sel-sel lapisan atas mengandung banyak klorofil. Kapsul spora mula-mula diselubungi oleh kaliptra yang bentuknya seperti kopyah bayi. Gigi ini dapapt mengadakan gerakan higroskopik keluar dan kedalam. Dinding kapsul spora memebuka tidak beratuaran karena adanya bagian-bagian dinding yang busuk.protonema yang berbentuk pita yang cabang-cabang. memebuka atau menutup kapsul sporal. yaitu suku andreaeaceae. tersusun menurut poros panjang daun. Terdapat gigi-gigi yang menutupi lubang kapsul spora ini dinamakan peristom. Untuk rumah tangga airnya.dan dapat menyebabkan terbukanya operkulum. dan dengan demikian. dan perlindungan terhadap kekurangan air. Sistem kapiler itu dapat menghisap banyak air. Bangsa Andreales Bangsa ini hanya memuat satu suku. sehingga jaringan asimilasi ditempatkan pada suatu posisi yang terlindung dari penguapan air yang terlalu besar. pengankutan air ke atas berlangsung dengan sistem kapiler yang terdiri atas batang dan daun-daun yang telah terkulai. bergantung pada keadaan cuaca. Pada beberapa jenis lumut yang tergolong marga : Archidium. Contoh-contoh andreaea petrophila. Daunnya terdiri atas beberapa lapisan sel. Phascum. Jika udara ke ring gigi-gigi peristom mengarah keluar. susunan sporogoniumnya amat sederhana. Kolumela diselubungi oleh jaringan sporogen.padanya tidak terdapat operkulum. dan merupakan jaringan asimilasi. jaringan pengangkutan yang masih amat sederhanahanya memainkan peranan penting dalam tangkai sporogonium saja. . dan dalam posisis seperti itu spora dapat keluar dari kapsul spora. penyerapan air.

Dari yang hidup epifitik ada yang diantaranya hidup pada daun pohon-pohonan dalam rimba daerah pegunungan di daerah iklim tropik. mempunyai rizoid. yaitu lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. mengeluarkan sperma menuju ke arkegonium. diatas tanah atau cadas. menggun akan spora dan tunas. minyak tadi tidak pernah ditemukan pada tumbuhan lain. tangkai dan kapsul. Pada rusuk tengah terdapat badan seperti piala dengan tepi yang bergigi. dan karena hidupnya di atas daun itu lalu disebut epifit. yang disebut piala eram/keranjang eram (kupula/mangkok). Kapsul berisi sel-sel induk spora yang berkelompok yaitu benangbenang memanjang dengan dinding bagian dalam terpilin. Sehingga jenis itu perlu memepunyai struktur tubuh yang xeromorf. Kemudian kun cup-kuncup eram atau tunas yang disebut gamma (mudah terlepas oleh air hujan ).HEPATICAE (Lumut Hati) Hepaticae kebanyakan hidup di tempat-tempat basah. b. Dasar bunga betina agak melebar dan berbentuk paying dengan cuping berbentuk jari umumnya berjumlah 9. Bentuk lain jarang ditemukan. Sebagian lumut hati mempunyai sel-sel yang mengandung minyak. misalnya pada kulit-kulit pohon. kadang-kadang mepunyai alat penyimpan air atu dapat menjadi kering dengan tidak menyebabkan kematian. meskipun ada yang berada pada tempat-tempatyang amat kering. Alat kelamin terletak pada bagian dorsal talus atau pada jenis tertentu terletak pada bagian terminal. Anteridium terpancang pada permukan atas. sporogonium sederhana tersusun atas kaki dan kapsul atau kaki. Bagian terbesar dari janin membentuk kapsul yang dipisahkan dari bagian kaki oleh zona yang terdiri dari sel-sel yang disebut tangkai. Anteredium merekah. Secara aseksual. Daun bila ada tanpa rusuk dan tersusun tiga deret pada batang (sumbu). • Protonema lumut hati pada umumnya hanya berkembang menjadi satu bulu yang pendek. contohnya Marchantia. Dalam bentuk demikian. bagian ats (dorsal) berbeda dengan bagian bawah (ventral). bentuknya seperti cakram. Zigot membelah membentuk embrio (bentuk bola) bagian pangkal dari embrio membentuk kaki masuk ke jaringan reseptakel. Mekanisme merekatnya kapsul tidak menentu dan tidak teratur. • Menyerupai talus (dorsiventral). bercabang menggarpu dan mempunyai rusuk ditengah. Minyak itu terdapat dalam bentuk yang spesifik. dari itu talusnya mempunyai struktur yang higromorf. arkegonium tumbuh pada alur-alur diantara cuping-cuping dengan leher menekuk ke bawah. Setelah meiosis . • Seperti pita. Pada umumnya dalam masyarakat tumbuhan rendah. lumut hati tidak mengambil peranan penting. c. Secara seksual. Generasi sporofit dari telur yang sudah dibuahi (zigot). kebanyakan dalam bentuk tetes-tetes minyak atsiri. Perkembangbiakan a. Berdasarkan bentuk talusnya. lumut hati di bagi menjadi dua kelompok. 4.

oleh sebab itu hanpir mungkin dilalui oleh air. Anteridiu lumut hati ini terjadi sebagai berikut. tangkai dan kapsul. Alt kelamin terletakpadda bagian dorsal talus atau pada jenis tertentu terletak pada bagian terminal. Menyerupai talus (dorsiventral). kebanyakan berupa kumpulan tetes-tetes minyak atsiri. yang dalam bentuk demikian itu belum pernah ditemukan pada tumbuhan lain. Jika dilihat dari atas.tiap-tia petak didapat suatu liang udara yang menghubungkan liang udara tadi dengan dunia luar liang udara itu berbentuk seperti tong. bahkan sel-sel epedermispun mempunyai kloropil. Mekanisme merekanya kapsul tidak menentu dan tidak teratur. elater menggulung. Salah satu sel pada permukaan membelah menjadi beberapa segmen dengan perantaraan sekat-sekat melintang.terbentuklah tetraspora tangkainya memanjang. Sel-sel yang letaknya dibagian dalam merupakan sel-sel spermatogen yang kemudian menghasilkan spermatozoid. yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit.kelihatan berpetak-petak. Jika anteridium telah masak. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. lepasnya spora dari kapsul di bantu oleh elater yang sifatnya higroskopik. Hepaticae dibedakan dalam beberapa bangsa: . yaitu lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma. Sel-sel lainnya.mempunyai dindin yang lebih tinggi dari permukaan talus untuk mencegah masuknya air. dapat memerlihatkan menutup pada dasar ruang udara terdapat sel-sel yang mengadung kloroplas dan merupakan jaringan asimilasi. bagian atas (dorsal) berbeda dengan bagian bawah (ventral). Protonema lumut hati kebanyakan hanya berkembang menjadi suatu buluh yang pendek.Anthocerotales . sehingga membantu memencarkan spora. arkegonium yang melebar jadi pecah dan kapsul jadi terdorong ke bawah.Marchantiales . daun bila ada tanpa rusuk dan tersusun tiga deret pada batang (sumbu). Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Di antara lumut hati ada yang tidak berklorofil dan jenis itu lalu hidup sebagai saprofit. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka. menjadi kering dan menggandakan gerakan sentakan yang melemparkan spora ke udara. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Dinding liang itu terdiri atas 4 cincin masing-masing cincin terdiri atas 4 sel pada marga tertentu sel cincin yang letaknya paling dalam. sel-sel dindingnya menjadi lendir dan mengembang hinga spermatozoid-spermatozoid dapat keluar dan berkumpul . Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella. sporogonium sederhana tersusun atas bagian kapsul atau kaki.Jungermaniales Berdasarkan bentuk talusnya. Masing-masing segmen membelah lagi menjadi 4 sel oleh sekat-sekat yang lurus oleh sekat-sekat yang dibuat pertama-tama. lumut hati di bagi menjadi 2 kelompok. Kapsul lalu mongering dan terbuka memancarkan spora. Permukaan atas talus mempunyai lapisan kutikola. Sebagian besar dari lumut hati di dalam suatu bagian di dalam selnyamengandung minyak dalam bentuk yang spesifik. Akibat mengeringnya kapsul.

Kapsul spora mula-mula masih diselubungi oleh bekas dinding Arkegonium yang ikut terangkat pada perkembangan sporogonium. Kemudian kuncup-kuncup eram atau tunas yang disebut gemma (muadah terlepas oleh air hujan). 3 sel terdapat di pinggir. Ketiga sel yang dipinggir itula yang selanjutnya membelah-belah menjadi dinding perut dan leher Arkegonium. Tempat hidup Dijumpai di tepi-tepi sungai atau danau dan seringkali di sepanjang selokan. sel saluran perut dan sel-sel saluran leher. Pendukung Gametangium berakhir dengan suatu badan berbentuk bintang. bercabang menggarpu dan mempunyai rusuk di tengah. Susunan tubuh Tubuh utama berupa gametofit yang mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh. Sel yang bawah akan menjadi tangkai dan yang atas akan membelah lagi membujur hingga menjadi 4 sel. yaitu pada pembentangan tangkai sporogonium kapsul marchantiales dapat menghasilkan beberapa ratus ribu spora. Kaki-kaki bintang itu biasanya berjumlah 9. Pada Marchantia kapsul spora itu mempunyai dinding terdiri dari selapis sel. Spermatozoid itu beraksi kemotaksis terhadap zat putih telur.dalam suatu tetes air hujan yang terdapat diatas cakram pendukung Gametangium tadi. Pembuatan berlangsung dalam cuaca hujan. sehingga sisi atas bagian yang mendukung sisi bawah badan yang berbentuk bintang tadi. Pada rusuk tengah terdapat seperti piala eram atau keranjang. Protonema lumut hati umumnya hanya berkembang menjadi suatu buluh yang pendek. Selsel epidermis badan pendukung arkegonium mempunyai papilla dan membentuk suatu sistem kapilar pada permukaan alat tersebut yang memudahkan tergelincirnya spermatozoid masuk kedalam arkegonium. Letak Arkegonium pada pendukungnya berderetan Setiap baris diselubungi oleh selaput yang bergigi yang dinamakan periketium. biasanya melekat pada tanah dengan perantaraan rizoid 2. sedang yang 1 ditengah-tengah lalu membelah lagi melintang. dengan penebalan-penebalan seperti serabut pada ujung kapsul dinding terdiri dari 2 lapis sel. tepinya melipat kebawa. dan selanjutnya berkembang membentuk talus. tutup terpecah. Dari sel dalam akhirnya terbentuk sel telur. Ditempat itu kapsul pada waktu masak mulai robek. . dan dinding berkerut membentuk gigi-gigi. Oleh percekan air hujan cairan yang mengandung spermatozoid terlempar dari anterediofor ke arkegionofor. di tepi jalan yang basah atau lembab. membentuk sel tutup dan sel dalam. Mempunyai rizoid. Sebagian besar lumut hati Bangsa Anthocerotales (lumut tanduk) 1. Seperti pita. Spora itu jika jatuh ditempat yang cocok akan berkecambah menjadi protonema yang berupa benang pendek yang mengandung klorofil. Pada pembentukan Arkegonium suatu sel pada permukaan membelah menjadi dua.

Anteredium terkumpul pada suatu lekukan sisi atas talus. yang disebut arkespora. Bagi sporogonium kaki itu berfunngsi sebagai alat penghisap. arkespora juga menghasilkan sel-sel mandul yang dinamakan elatera. biasanya melekat pada tanah de ngan perantara rizoid-rizoid. Pada sisi bawah talus terdapat stoma engan dua sel penutup yang berbentuk ginjal. pangkal sporofit dibungkus dengan selubung dari jaringan gametofit. yang bawah membelah-belah merupakan kaki sporogonium. hingga mengingatkan kita pada kloroplas sel-sel ganggang. diikuti juga oleh sel bagian bawah yang membelah terus menerus membentuk kaki sporogonium. dan selain itu sel-selnya mengandung kloroplas. Sel yang di atas terus membelah engan diikuti sporogonium. Sporogonium tidak bertangkai. 3. Kolumela itu diselubungi jaringan yang kemudian akan menghasilkan spora. Sel-sel yang membentuk sporogonium berbentuk sebagai rizoid. masaknya kapsul spora pada sporogonium itu tidak bersama-sama. yang disebut arkespora. panjangnya 10-15 cm. sporogonium Anthocerotales mempunyai susunan dalam yang lebih rumit. akan tetapi dimulai dari atas dan berturut-turut hingga pada bagian bawahnya. Kolumela ini diselubungi oleh jaringan yang kemudian akan m enghasilkan spora. Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.Susunan talusnya masih sederhana sel-selnya hanya mempunyai satu kloroplas dengan satu pirenoid besar. Dinding sporogonium memepunyai sel stoma dengan dua sel penutup. bila sporogonium masak akan pecah seperti buah polongan. Zigot mula-mula membelah menjadi 2 sel dengan suatu dinding pisah melintang. Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dngan tepi yang betoreh. Bangsa ini hanya memuat marga yang biasanya dimasukkan dalam satu suku saja. Jika sudah masak pecah seperti buah polongan. Berbeda dengan lumut hati lainnya. Berlainan dengan golongan lumut hati lainnya. Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas sel-sel mandul yang dinamakan kolumela. Zigot mula-mula membelah menjad dua sel dengan suatu dinding pemisah melintang. Stoma itu hampir selalu terisi lendir. Bagi sporogonium. Bangsa Marchantiales Perkembangan secara seksual yaitu. Sel yang diatas terus membelah yang merupakan sporogonium. Arkegonium juga terkumpul pada suatu lekukan pada sisi atas talus. Permulaan kematangan seksual pada Marchantia ditunjukkan oleh perkembangan cabang khusus yang tumbuh vertikal . Beberapa anteridium terkumpul dalam suatu lekukan pada sisi atas talus. kaki itu berfungsi sebagai alat penghisap (haustorium). Selain spora. yaitu suku Anthocerotacea. Pada sisi bawah talus terdapat stoma dengan dua sel penutup berbentuk ginjal Sporofit umumnya berupa kapsul yang berbentuk silinder dengan panjang anatara 5 sampai 6 cm. dengan membentuk anteredium dan arkegonium. mempunyai bentuk seperti tanduk. melekat pada talus gametofitnya. demikian pula arkegoniumnya. menghasilkan jaringan yang terdiri dari beberapa deretan sel-sel mandul yang dinamakan kolumela.perkembangbiakan Secara seksual. Susuna talusnya masih sederhana.

yang dihasilkan pada sisi dorsal talus pada organ yang berbentuk cawan. Arkegonium itu sebenarnya terbentuk disisi cakram muda tetapi waktu cakram itu berkembang jarinngan diantara jejari itu tumbuh ke bawah dan ke dalam sedemikian rupa sehingga membawa arkegonium ke bagian bawah. tugu dari sel-sel saluran leher pada bagian tengah leher akan pecah. satu individu anteridium yang besar terikat oleh tangkai pendek kepada dasar tiap rongga. Marchantia adalah diosis jadi satu individu tumbuhan dapat berupa jantan atau betina. Pada tumbuhan jantan cabang perkembangannya disebut anteridiofor berbentuk seperti payung. bercabang-cabang menggarpu. Anteridiumnya tenggelam dalam rongga dalam yang berbentuk bulat telur dan terbuka pada permukaan cakram sebelah atas. kecil dan puncak payung itu membbentuk sebuah cakram dengan pinggiran bergelombang. membentuk suatu saluran penuh lendir yang menembus leher dan memungkinkan sesuatu dari luar dapat mencapai telur yang ada di dalam venter Ada dua cara perkembangbiakan aseksual pada Marchantia. Tiap gemma berupa tubuh dwicembung bersel banyak dengan titik tumbuhnya terletak pada takik kecil pada pinggiran setiap sisi. ± 2cm lebarnya. Sebagai contoh Marchantia polymorpha. Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel-sel yang menyerupai daun-daun yang dinamakan sisiksisik perut atau sisik ventral. disebut gemma. Sebuah gemma yang jatuh di tanah yang lembab akan tumbuh menjadi sebuah talus berujung dua. Terbentuknya gemma merupakan cara perkembangbiakan yang sangat efektif . berdaging.keatas dan mengandung alat kelamin diatas bagian talus lainnya. Yang pertama adalah yang umum bagi semua lumut yang talusnya bercabang dikotom yaitu dengan talus yang lebih tua dan terletak di belakang akan mati segera setelah cabang baru tumbuh di bagian depan. dan mempunyai suatu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol. dan segera dapat terpencar oleh cipratan tetesan hujan atau oleh serangga dan binatang kecil lain. Sebuah anteridium muncul dari sel superfisial tunggal yang berkembang menjadi sebuah tubuh bulat telur bertangkai yang tersusun atas suatu masa tengah dari sel induk anterizoid yang dikelilingi oleh dinding setebal satu sel. maka setiap cabang akan terus hidup bebas dan menjadi tumbuhan terpisah. Setelah dewasa gemma terlepas dari tangkai pendek tempat tumbuhnya. Jika arkegonium siap di buahi. Talus seperti pita. Jika proses kematian itu mencapai suatu dikotom. dari situ dua tumbuhan akan muncul dengan jalan membusuknya bagian tengah talus yang sedang berkembang itu. Selain itu pada sisi bawah talus tedapat rizoid-rizoid. seperti tampak pada terbentuknya sejumlah besar tumbuhan dari gemma-gemma yang bermunculan dalam jangka waktu pendek sekitar tumbuhan vegetatif Marchantia. Tiap sel induk anterizoid setelah dewasa akan menjadi anteriuzoid tunggal berflagela dua. Pada tumbuhan betina cabang pembiakannya disebut arkegoniofor mirip pohon palem mini yanng memiliki kurang lebih 10 cuping berbentuk jari yang terpencar dari sebuah cakram di bagian bawah cakram diantara sepasang jejari. agak tebal. . Sebagian lumut hati yang tergolong dalam bangs aini mempunyai susunan talus yang agak rumit. Cara kedua ialah terjadinya tubuh pembiakan aseksual khusus. Setelah matang tiap arkegonium akan berupa organ berbentuk botol berleher panjang dengan bagian bawah menggembung yaitu pada bagian yang di sebut venter.

jadi Marchantiales bersifat berumah berbeda. yang merupakan piala pengeram atau keranjang pengeram dengan di dalamnya terdapat sejumlah alat-alat pembiakan vegetatif yang disebut badan-badan pengeram. Sisa jaringan talus berupa sel-sel yang tidak mengandung klorofil dan berguna sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan. Pada sisi atas rusuk tengah umumnya terdapat bahan-bahan seperti piala dengan tepi yang bergerigi. yang merupakan piala eram atau keranjang eram. Spermatozoidspermatozoid dapat keluar dan berkumpul dalam suatu tetes air huajn yang terdapat di atas cakram pendukung gametangium tadi. Pada sisi atas rusuk tengah. Masing-masing segmen membelah lagi menjadi 4 sel oleh sekat-sekat yang lurus pada sekat-sekat yang dibuat pertama-tama. maka pembuahan hanya berlangsung dalam suasana hujan. Salah satu sel pada permukaan membelah menjadi beberapa segmen dengan perantaraan sekat-sekat melintang.bagian atas cabang tadi berulang-ulang mengadakan percabangan menggarpu. Tempat anteridium dan arkegonium terpisah. Alat-alat pembiakan generatif anteridia dan arkegonia terdapat pada individu yang berlainan.berderetan menurut arah jari-jari. Mengingat tempat dari alat-alat kelamin tadi. Letak arkogonium pada pendukung nya. sehingga sisi atas bagian yang mendukung arkegonium itu menghadap kebawah pula. umumnya terdapat badan-badan seperti piala dengantepi yang bergerigi. Badan-badan tersebut berguna sebagai alat pembiakan vegetatif bagi gametofit. Pada sisi atas cakram itu terdapat ruang-ruang berbentuk botol yang bermuara pada permukaan atas dengan sebuah liang yang kecil. sbagian mengandung minyak. hingga akhirnya membentuk suatu badan seperti bintang. Gametangium Marchantiales di dukung oleh suatu cabang talus yang tumbuh tegak. Jiak anteridiun telah masak. Pendukung gametangium jantan menyerupai suatu tangkai dengan cakram bertoreh delapan pada ujungnya. Akibatnya arkogenium seakan-akan terdapat pada sisi bawah badan yang berbentuk bintang tadi. merupakan suatu tangkai. Anteridium pada lumut hati ini terjadi sebagai berikut. Pendukung gametangium betina berakhir dengan badan yang berbentuk bintang. sel-sel dindingnya menjadi lendir dan mengambang. di dalam gulungan tersebut terdapat suatu saluran dengan benang-benang rizoid. yang letaknya ada didalam adalah sel-sel spermatogen yang kemudian membentuk spermatozoid. Spermatozoid dapat sampai ke arkegonium dengan perantara percikan air hujan. tepinya melipat ke bawah. Sel-sel yang letaknya di pinggir kemudian menjadi dinding anteridium. . Pada sisi bawah parenkim. yang pada puncaknya bercabang-cabang dan cabang-cabang itu terdapat anteridia atau arkegonia. Pendukung anteridium dinamakan anteridiofor. jadi Marchantiales berumah dua.yang bersfat fototrop negatif dan dinding selnya mempunyai penebalan kedalam yang bentuknya seperti sekat-sekat yang tidak sempurna. alat-alat kelamin itu terdapat berkumpul pada suatu organ yang terdiri dari cabang talus yang menggulungdan berdiri tegak. tempat penimbunan makanan cadangan tersebut tertutup oleh selapis sel-sel. dengan di dalamnya sejumlah kuncup-kuncup eram. Bagian bawah cabang talus ini tergulung. Kaki-kaki bintang itu biasanya berjumlah 9.

dan akhirnya merupakan suatu sporogonium bertangaki pendek. tetapi mempunyai penebalan-penebalan berbentuk spiral yang di sebut elatera. Contoh-contoh suku Marcantiaceae antara lain: Marcantia polymorpa. Sel yang kecil tumbuh menjadi sel-sel yang panjang berbentuk seperti serabut. dulu dipergunakan sebagai obat penyakit Hepar (Hati) dari sebab itu lumut dinamakan lumut hati.air hujan cairan yang mengandung spermatozoid terlempar dari anteridiofor. Kapsul spora mula-mula masih di selubungi oleh bekas dinding arkegonium yang ikut terangkat pada pembentangan tangkai sprogonium. Sel-sel epidermis badan pendukung arkegonium mempunyai papila dan memebentuk suatu sistem kapiler pada permukaan alat tersebut. dindingnya terdiri atas dua lapis sel. Di tempat itu kapsul pada waktu masak mulai robek. berdinding lunak. dan berwarna hijau. yang memudahkan tergelincirnya spermatozoid masuk kedalam arkegonium. yaitu pada pebentangan tangkai sporogonium. Spora itu jika jatuh pada tempat yang cocok akan berkecambah menjadi protonema yang mengandung klorofil. Marcantia geminata . dengan penebalan-penebalan seperti serabut. Spermatozoid itu bereaksi kemotatif terhadap zat putih telur. sel teratas hasil pembalahan zigot yang pertama. dan dinding berkerut membentuk gigi-gigi. kecil berbentuk jorong. Dari sel dalam akhirnya terbentuk sel telur. zigot berkembang menjadi embrio yang terdiri atas banyak sel. tutup terpecah. Setelah selesai pembuahan. Setelah kapsul spora membuka. dan selanjutnya berkembang membentuk talus yang karakteristik bagi Marchantiales tersebut. Karena ada dinding perikrinal. yang lainya lebar. Ketiga sel yang dipinggir itulah yang kemudian membelah–membelah menjadi dinding perut dan leher arkegonium. Oleh percikan. Sel yang bawah berkembang menjadi kaki dan tangkai sporogonium. Tiap sel askospora membelah menjadi dua sel. sel saluran perut. alatera dapat bergerak dengan suatu mekanisme kohesi yang dapat membantu pengeluaran spora dari kapsul tadi. membentuk sel tutup dan sel dalam. Pada ujung kapsul. Seperti pada Anthocerotales. sel-sel dalam kapsul dapat dibedakan dalam sel-sel dinding dan jaringan askespora yang ada di dalam. Sel yang bawah akan menjadi tangkai dan yang atas membelah lagi melintang. dan selsel saluran leher. yang satu sempit(kecil). Sel anakan yang lebar itu ada yang langsung merupakan sel induk spora. ada yang membelah lagi beberapa kali sebelum menjadi sel induk spora. akhirnya berkembang menjadi kapsul spora. Selain itu setip kapsul diselubungi oleh bekas dinding arkegoniumyang ikut terangkat pada perkembangan sporogonium. Selain dari itu tiap kapsul juga di selubungi suatu selaput tipis yang berasal dari tangkai arkegonium. Pembuahan berlangsung dalam cuaca hujan. Kapsul spora Machantiales dapat menghasilkan beberatus ribu spora. Pada Marchantia kapsul spora itu mempunyai dinding yang terdiri atas selapis sel.Tiap baris diselubungi oleh selaput bergerigi yang disebut periketium. Pada pembentukan arkegonium suatu sel pada permukaan memebelah menjadi dua.

sedang sel yang di atas menjadi kapsul spora. Bagian-bagian serupa daun-daun yang letaknya kesamping itu terbagi dalam helaian atas dan helaian bawah. sel yang dibawah kemudian menjadi kaki sporogonium. Sebaliknya ada pula yang rusuk tengah talusnya telah memberi kesan seperti batang dengan bagianbagian talus kesamping yang telah menyerupai daun-daun. Perkembangan anteridium dan perkembangan permulaan embrionya pun sedikit menyimpang dari cara-cara yang telah kita kenal pada Hepaticeae. Seperti biasanya. dengan diatasnya tumbuhan lumutnya yang hanya mempunyai sedikit saja bagian seperti daun dan mendukung alat-alat kelaminnya. lalu berbentuk kantung dan berguna sebagai alat penyimpan air. Selain dua baris bagian-bagian yang serupa daun-daun yang kesamping tadi. dan seperti bunga tumbuhan tinggi (Angiospermae) bagian-bagian itu di sini juga dinamakan periantium.. pada . Bangsa ini meliputi ± 900 jenis dan merupakan 90% dari semua Hepaticeae. Kebanyakan Jungermaniales telah mempunyai semacam batang dan menjadi bagian tubuhnya yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh dorsiventral. hidup di atas tanah atau batang-batang pohon. Berbeda dengan Marchantia. dan seperti bunga tumbuhan tinggi (Angiospermae) bagian-bagian itu di sini juga dinamakan periantium. yang tubuhnya menyerupai batang dengan daun-daun. pada Jungermaniales tidak kita dapatkan mulut-mulut kulit. yang tubuhnya menyerupai batang dengan daun-daun. tetapi ada pula yang protonemanya pipih dan menjadi bagian tubuhnya yang vegetatif. Helaian bawah itu untuk jenis-jenis yang tumbuh di tempat-tempat yang ada kemungkinan bahaya kekurangan air. dan dinamakan daundaun perut atau amfigastrium. Bagian-bagian serupa daun kecil itu telah mempunyai ibu tulang.- Reboulia hemisperica Bangsa jungermaniales Lumut hati yang kebanyakan kecil. Pada Jungermaniales yang tubuhnya bersifat talus. arkegeniumnya dikelilingi oleh bagian-bagian yang mempunyai bentuk yang khusus. dari kedua sel anakan sebagai hasil pembelahan zigot yang pertama kali. Bentuk-bentuk tubuh yang masih sederhana sangat menyerupai Marchantia.. arkegoniumnya diliputi oleh periketium. Pada bagian seperti batang itu terdapat dua baris semacam daundaun kecil yang letaknya agak miring. arkegeniumnya dikelilingi oleh bagian-bagian yang mempunyai bentuk yang khusus. di daerah tropika juga sebagai epifit pada daun pohon-pohon dalam hutan. talus berbentuk pita. Protonema Jungermaniales hanya terdiri atas beberapa sel saja. arkegoniumnya diliputi oleh periketium. seringkali terdapat sederetan bagianbagian semacam daun lagi yang terletak pada sisi bawah. sempit dan bercabang-cabang menggarpu. tetapi bagian yang serupa batang belum mempunyai berkas pembuluh pengangkutan. Perkembangan anteridium dan perkembangan permulaan embrionya pun sedikit menyimpang dari cara-cara yang telah kita kenal pada Hepaticeae. Pada Jungermaniales yang tubuhnya bersifat talus. Berbeda dengan lumut hati lainnya.

hidup pada batang pohon-pohon atau di atas batubatu cadas. Suku Haplomitriaceae Talusnya bersifat radial. sporogonium terdapat pada sisi punggung dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium. Suku Ancrogynaceae Ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan arkegonium. talus terdiri atas sumbu dengan tiga baris bagianbagian seperti daun. Sel-sel dinding kapsul spora mempunyai penebalan berupa rigi-rigi. mempunyai rusuk tengah pada tepi talusnya mulai tampak terbentuknya alat-alat seperti daun 2. Banyak tumbuh di daerah tropika • Frullania tamarisci. Kapsul spora yang terdapat pada ujung tangkai berbentuk bulat. talus berbentuk pita yang sempit. Sisa dinding akhirnya tinggal pada pangkal sporogonium sebagai suatu selubung. Yang tergolong disini antaralain: • Pellia epiphylla. Pecahnya kapsul spora disebabkan oleh daya kohesi air dalam sel-sel yang menguap dengan disertai berkerutnya dinding yang tidak menebal (mekanisme kohesi). Menurut duduknya sporogonium. hidup diatas tanahtanah yang basah • Metzgeria furcata. bercabang-cabang menggarpu. Kapsul spora mempunyai dinding yang terdiri atas beberapa lapis sel. tetapi juga elatera. misalnya: • Plagiochila asplenoides. Suku Acrogynaceae Arkegonium jadi juga sporogonium.letaknya pada ujung bagian yang seperti batang. dan jika sudah masak membuka dengan empat katup. Contoh: • Calobryum mnioides yang umumnya terdapat di daerah tropika • Calobryum blumei yang tumbuh di jawa • Haplomitrium di eropa . terdapat pada ujung bagian yang seperti batang atau cabangnya. kecuali dinding yang luar. mempunyai bagian seperti batang dengan tiga baris bagian-bagian serupa daun.Jungermaniales ini kapsul spora mempunyai tangkai. warna pirang 3. Alat-alat kelamin terdapat diantara bagian-bagian yang seperti daun-daun. tidak mempunyai kolumela. Sporogonium telah selesai terbentuk sebelum tangkai memanjang dan menembus dinding arkegonium. hidup pada batang-batang pohon-pohonan atau diatas batu-batu cadas • Metzgeria conjugate • Blasia pusilla. atau seluruh dinding sel menebal. Jungermaniales dibedakan dalam tiga suku 1. telur lebar. Dalam golongan ini termasuk jenis-jenis lumut hati yang berdaun yang bersifat dorsiventral. Yang dikeluarkan tidak hanya spora saja. talus mempunyai Marchantia.

Smith. Anthocerotacea. Anthocerotales. Gembong. (online). . (online). Anonimous. www.com.celiasmith. 2008. (online). Sphagnales. Marchantiophyta (online). www. (online).ehrenberg.bukuajarprotista. Lumut Daun. 2008. (online). (online).oceanlink. Diakses tanggal 06 November 2008. www. Malang.Daftar Pustaka Latifah. Diakses tanggal 10 November 2008.blogspot. Diakses Tanggal 08 November 2008.com.com. Anonimous.highbeam. Diakses tanggal 10 November 2008. Marchantiales – 1. 2008. 1991. Diakses tanggal 10 November 2008. Botani Tumbuhan Rendah.wikipedia. Diakses tanggal 7 November 2008.com. Tjitrosoepomo. Diakses tanggal 10 November 2008. UGM Press.org. 2007. Taksonomi Tumbuhan. 2006.org. Celia.wikipedia. (online). www. www. Anonimous. www. Riche.Anonimous. Yogyakarta. 2008. www.com. 2008. Hariyati. 2001. www. 2008. Andreales. UMM Press.com. Brayales. Roimil dan Eko Susetyorini. Anonimous.edu2000. Diakses tanggal 09 November 2008. Anonimous.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful