Universitas Muhammadiyah Malang

Department of Syariah - student-research.umm.ac.id

WARIA (AL-KHUNTSA) SEBAGAI SUBYEK HUKUM ISLAM, PERILAKU, AKTIFITAS, PERKEMBANGAN DAN PELEMBAGAANNYA DALAM MASYARAKAT (STUDI ANALISIS PERILAKU, KAUM WARIA DI KOTA JOMBANG)

Oleh: Lutfiyah Ningsih

Abstract

Dunia waria merupakan kehidupan yang relatif unik dan menarik serta aneh bagi orang yang tidak mengenal sama sekali dunia tentang mereka. Bahkan kehadiran mereka pun seringkali dianggap sebagai sampah masyarakat. Dimana masyarakat hanya mengenal waria itu identik dengan para pelacur yang menjajakan seks di pinggir jalan. Kehadiran mereka di tempat-tempat umum menjadi pusat perhatian dan pergunjingan. Pusat perhatian masyarakat berkisar pada keanehan perilaku dan penampilannya, yakni seorang laki-laki yang berdandan seperti layaknya seorang wanita. Sedangkan dalam norma sosial, masyarakat pada umumnya sangat menolak dengan tegas seorang laki-laki yang berpakaian wanita dan itu dianggap suatu penyimpangan. Akan tetapi dalam interaksi sosial masyarakat di Kota Jombang tidak terdapat jarak antara kaum waria dengan kaum masyarakat. Karena secara sosial sebenarnya kaum waria di Kota Jombang itu tidak menutup diri untuk bergaul dengan masyarakat luas disekitarnya. Dan keterbukaan akan hal itu sepenuhnya diikuti dengan penerimaan masyarakat dalam lingkungannya bahkan lingkungan mereka sendiri. Dalam perilaku dan aktivitasnya sehari-hari kaum waria di Kota Jombang tidak ubahnya seperti wanita pda umumnya, misalnya dalam hal bersolek, berpakaian, berkomunikasi, dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakukan di Kotamadya Jombang dengan tujuan. 1. Untuk mengetahui kedudukan waria atau al-khunsa sebagai subyek hukum islam (mukhallafin) baik dalam Ahwal al-Syakhsiyah, hukum jinayat, muamalah, ibadah, waris dan munakahat. 2. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana perkembangan dan pelembagaan kaum waria di Kota Jombang. 3. Untuk mengetahui bagaimana perilaku dan aktivitas kaum waria di Kota Jombang. Adapun yang menjadi responden dari penelitian ini adalah para waria yang tergabung dalam organisasi Ikatan Waria Jombang (IWAJO). IWAJO adalah satu-satunya organisasi kaum waria yang ada di Kotamadya Jombang yang resmi dan dilegalkan oleh Bupati Jombang serta tidak terikat partai politik. Di bawah organisasi tersebut kaum waria dapat lebih menunjukkan eksistensinya pada masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang positif. Teknik yang dipergunakan untuk menggali data adalah angket, interview dan dokumentasi, dimana peneliti berusaha melibatkan diri sebagai teman pada situasi subyek yang diteliti. Dalam pengambilan sampel sebagai sasaran obyek yang diteliti menggunakan teknik random sampling. Peneliti menyebarkan angket secara acak dan tidak pilih-pilih terhadap obyek yang ditelitinya dengan karakteristik yang dimiliki oleh kaum waria di Kota Jombang, yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa latar belakang responden menjadi waria dikarenakan faktor bawaan (gen),suka dengan sesama jenis, lingkunan yang mayoritas wanita, cinta ditolak, takdir dari Allah (Tuhan) dan adanya pengalaman pertama hubungan seks yang salah dan itu dilakukan pada usia yang relatif muda. Pengalaman ini merupakan penegasan fantasi bahwa dirinya lebih cocok berperan sebagai wanita. Dengan keadaan mereka yang seperti itu ternyata semua masyarakat disekitarnya tidak, menolak dengan kehadiran mereka, ini dapat dilihat dari penerimaan masyarakat pada keikutsertaan kaum waria dalam kegiatan kemasyarakatan. Dan masyarakatpun menempatkan mereka dalam pekerjaan-pekerjaan wanita. Translation Waria world represent life which unique relative bizarre interesting and also to one who do not know [is] at all world about them. Even their attendance even also [is] oftentimes considered to be scum of the earth. Where society only recognizing that waria [is] equal to [all] prostitute which vending sex [in] roadside. Their attendance [in] [common/ public] place become slander and cynosure. Society cynosure centre around behavioral oddity and its appearance, namely a men which dress up like within reason a woman. While in social norm, society in general very refusing emphatically a that dressy men [of] woman and assumed [by] a deviation. However in social interaction [of] society [in] Town Jombang [do] not there are distance [among/between] waria clan with society clan. Because socially in fact waria clan [in] that Town Jombang [do] not isolate xself to associate with with wide [of] [about/around] nya. and Openness as respects to that [is] fully followed with acceptance [of] society in its environment even themselves environment. In behavior and [his/its] everyday activity [of] waria clan [in] Town Jombang [do] not alter womanly nya in general, for example in the case of dresseding up is, dressy, communicating, and others. This research [is] [done/conducted] [by] [in] Municipality Jombang with a purpose to 1. To know to to domicile al-khunsa or waria as subyek punish islam ( good mukhallafin) in Ahwal al-Syakhsiyah, punish jinayat, muamalah,

page 1 / 2

matching with the target of research.Universitas Muhammadiyah Malang Department of Syariah . This experience represent coherently [of] fantasy that x'self more compatible personate woman.id religious service. refuse with their attendance. environmental which [is] woman majority.ac. Below/Under the organization [of] waria clan earn more showing its[his] [him/ it] [at] society [pass/through] activity which are positive.umm. Technique utilized to dig data [is] enquette. destiny from Allah ( Tuhan) and existence of first experience [of] that wrong coitus and [done/conducted] [by] [at] relatively young age. where researcher try to entangle x'self as friend [at] accurate subyek situation. In intake [of] sampel as accurate obyek target use sampling random technique. documentation and interview. do not. As for becoming responder from this research [is] [all] merged into waria [is] Tying Waria Jombang organization ( IWAJO).pdf page 2 / 2 . heir and munakahat 2. Keyword : waria. IWAJO [is] the single waria clan organization exist in legal and formal Municipality Jombang by unattached Regent Jombang and also political party.suka with type humanity. hukum islam Related Link : http://skripsi.id/files/disk1/10/jiptummpp-gdl-s1-2004-lutfiyahni-470-Pendahul-n. Researcher propagate enquette at random and [do] not select. From result of this research [is] concluded that responder background become waria because of wafting factor ( gen). With their such a situation in the reality all society [about/around]. this can be seen from acceptance [of] society [at] waria clan taking part in activity [of] social.choose to [his/its] accurate obyek with characteristic had by waria clan [in] Town Jombang.student-research. To know and analyse how waria clan institute and growth [in] Town Jombang 3.umm. To know how waria clan activity and behavior [in] Town Jombang.ac. love refused. and Society place them in work [of] woman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times