P. 1
maserasi

maserasi

|Views: 1,417|Likes:

More info:

Published by: Sii Wienn Cheweluchuu on Oct 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

Marine Science Padjadjaran University

y y y

Beranda cErAh (cerita kehidupan) dear all,,

Laporan Praktikum Farmakologi
November 21, 2009 oleh Darmadi I. Mata Acara Praktikum : Pembuatan Simplisia dan Ekstrak Bahan Alam BAB I Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Farmakologi merupakan Ilmu tentang interaksi antara senyawa kimia dengan sistem biologi, Ilmu tentang kerja obat pada organisme sehat atau sakit. Hal ini merupakan gambaran umum tentang farmakologi, latar belakang kita mempelajari ilmu ini kaitannya dengan disiplin ilmu kita yang berbasis biotekhnologi kelautan adalah sangat erat dimana kita akan mengeksplor bahan hayati dari laut guna dijadikan sedian obat alami. Dalam praktikum kali ini kita akan membuat suatu simplisia dari bahan alam (temu kunci) serta mengekstraknya dalam beberapa tahapan guna mendapatkan suatu ekstrak murni bahan alam yaitu temu kunci. Bentuk-bentuk obat serta tujuan penggunaannya antara lain adalah sebagai berikut: a. Pulvis (Serbuk) Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. b. Pulveres Merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum. c. Tablet (Compressi) Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan. * Tablet Kempa : paling banyak digunakan, ukuran dapat bervariasi, bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan. * Tablet Cetak : dibuat dengan memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan. * Tablet Trikurat : tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris. Sudah jarang

Solutiones (Larutan) Merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut. h. suspensi sirup kering. umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi. tidak meninggalkan rasa pahit. Dapat juga dikatakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. cara peracikan atau penggunaannya. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu: * Menutupi bau dan rasa yang tidak enak * Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari * Lebih enak dipandang * Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis). mudah ditelan. f. Macam suspensi antara lain: suspensi oral (juga termasuk susu/magma). Pada etiket tertulis ³tidak untuk langsung ditelan´. Kapsulae (Kapsul) Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit). tidak dimasukkan dalam golongan produk lainnya (Ansel). * Mudah ditelan. suspensi optalmik. Emulsi Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase cairan dalam sistem dispersi. * Tablet Kunyah : cara penggunaannya dikunyah. * Tablet Bukal : digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut. Suspensi Merupakan sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya. suspensi tetes telinga (telinga bagian luar). yang karena bahan-bahannya. Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah. . atau tidak enak. * Tablet Efervescen : tablet larut dalam air. Pilulae (PIL) Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. sekarang diberikan secara oral. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu. g.ditemukan * Tablet Hipodermik : dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. * Tablet Sublingual : dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar. e. misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. d. biasanya dilarutkan dalam air. suspensi topikal (penggunaan pada kulit).

kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan. Injectiones (Injeksi) Merupakan sediaan steril berupa larutan.i. yang disuntikkan dengan cara merobek . Immunosera (Imunoserum) Merupakan sediaan yang mengandung Imunoglobin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. p. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. m. l. emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan. dan inflamasi karena hemoroid. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain: Guttae (obat dalam). Guttae Auriculares (tetes telinga). digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes beku yang disebutkan Farmacope Indonesia. Galenik Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari. aspirin untuk analgenik antipiretik. Infusa Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 900 C selama 15 menit. melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan yaitu: * Penggunaan lokal >> memudahkan defekasi serta mengobati gatal. iritasi. vagina atau uretra. Dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. o. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular) dan mengikat kuman/virus/antigen. Unguenta (Salep) Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. umumnya meleleh. emulsi. chlorprozamin untuk anti muntah. Guttae Nasales (tetes hidung). Suppositoria Merupakan sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk. j. atau suspensi. Guttae Ophtalmicae (tetes mata). k. Guttae Oris (tets mulut). Extractum Merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai. * Penggunaan sistemik >> aminofilin dan teofilin untuk asma. n. Guttae (Obat Tetes) Merupakan sediaan cairan berupa larutan. yang diberikan melalui rektal. chloral hydrat untuk sedatif dan hipnotif.

2. Khasiat guazumae atau jati belanda adalah membantu menurunkan kelebihan lemak dan kolesterol. Tujuannya yaitu kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut. 1. Tujuan Praktikum Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengambil ekstrak dari sedian bahan obat alam (sampel temu kunci) dengan metode maserasi. Rheum palmatum. Pengertian simplisia menurut Departemen Kesehatan RI adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apa pun.2. Tanaman yang terkenal dengan nama kelembak ini memiliki ciri khas mikroskopik berupa kristal kalsium oksalat berbentuk roset (yang berwarna hitam dan bentuknya kecil).2. Kulit kayu dari kina yang banyak tumbuh di Indonesia ini mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna sebagai obat. Ekstraksi . Yang menjadi ciri khas simplisia ini adalah adanya rambut penutup yang berbentuk seperti bintang. Indofarma. Salah satu produk yang terkenal adalah Prolipid yang diproduksi oleh PT. BAB II Tinjauan Pustaka 2. dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan. Dan yang terakhir adalah Rhei radix.jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Macam ± Macam Teknik Pembuatan Simplisia dan Sediaan Obat Dalam praktikum kali ini untuk pembuatan simplisia dan sediaan bahan obat dari alam kita menggunakan beberapa tahapan teknik pembuatan simplisia sediaan bahan obat tersebut diantaranya : a. Ini adalah simplisia Kina atau Chincona spp. Dalam pembuatan sediaan bahan obat terutama dari alam. Ciri mikroskopik simplisia ini adalah serabut sklerenkim yang berwarna coklat terang.1. Tinjauan Umum Simplisia Simplisia merupakan istilah yang dipakai untuk menyebut bahan-bahan obat alam yang berada dalam wujud aslinya atau belum mengalami perubahan bentuk. nama spesies dari kelembak ini berkhasiat sebagai purgatif/laksatif. pertama kali kita harus membuat simplisia dari sampel (temu kunci) yang akan kita jadikan sedian bahan obat melalui beberapa tahapan dalam pembuatan simplisia ini diantaranya kita harus mempersiapkan bahan untuk proses ekstraksi setelah itu dilanjutkan dengan maserasi dan perkolasi dengan menggunakan methanol dalam medium botol. Dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinin untuk penyakit malaria dan kinidin untuk penyakit jantung. Contoh Simplisia : Ini adalah penampilan serbuk Guazumae folium di bawah mikroskop.

BAB III Metodologi Praktikum 3.2009). hal ini bisa mengakibatkan pencabutan atau pengendapan dari suatu mineral(Wikipedia. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum Tempat Praktikum : Lab.2. jangan sampai meninggalkan sisa tanah pada sampel š Mengeringkan sampel tersebut dengan tissue š Lalu merajang / mencacah sampel tersebut dengan menggunakan pisau š Memasukan kedalam medium botol š Memasukan methanol sampai terendam lalu tutup botol tersebut . Temu kunci 3. Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Unpad Waktu : Jum¶at.2009). Perkolasi Perkolasi merupakan suatu perembesan yang mengaliri dari air melalui substrat yang solid.2009).1.Merupakan proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Deposisi tersebut disimpan terlindungi dari cahaya langsung (mencegah reaksi yang dikatalisis cahaya atau perubahan warna) dan dikocok kembali(Wikipedia. biasanya air dan yang lainnya pelarut organik(Wikipedia.00 ± 12. Prosedur kerja Maserasi Bahan Alam : š Menimbang sampel temu kunci seberat 100 gram š Mencuci sampel dengan air kran sampai bersih. melunakan) adalah cara ekstraksi yang sederhana. Maserasi Maserasi (macerare = mengairi. Bahan yang dihaluskan sesuai dengan persyaratan farmakope (umumnya terpotong-potong atau diserbukkasarkan) disatukan dengan bahan ekstraksi. Methanol 3. Prosedur kerja a. 15 Mei 2009 Pukul 10. Alat dan Bahan Alat : 1. Pipet volumetrik 6. Medium botol / Gelas piala 4.00 WIB (shift 1) 3. Batang pengaduk 2. Pisau 7. Gelas ukur 3. b.3. Evaporator Bahan : 1. Pipet tetes 5. Ethanol 2. c.

Bahan yang dihaluskan sesuai dengan persyaratan farmakope (umumnya terpotong-potong atau diserbukkasarkan) disatukan dengan bahan ekstraksi.2. š Ekstraksi cair-cair atau dikenal juga dengan nama ekstraksi solven. Hasil Hasil dari praktikum ini adalah ekstrak dari bahan alam temu kunci yang telah melalui beberapa tahapan untuk pembuatan simplisia sediaan bahan obat diantaranya Ekstraksi. dan Perkolasi. Proses ekstraksi dapat berlangsung pada: š Ekstraksi parfum. Disini juga kita erat kaitannya dengan maserasi dimana pengertian maserasi tersebut adalah Maserasi (macerare = mengairi. melunakan) adalah cara ekstraksi yang sederhana. Ekstraksi jenis ini merupakan proses yang umum digunakan dalam skala laboratorium maupun skala industri. Hasil ekstrak ini digunakan sebagai bahan praktikum selanjutnya.2009). Persyaratan untuk ini adalah pengulangannya pengocokannya diposisi (kira-kira tiga kali sehari). ekstrasi (difusi) dari bahan kandungan sel yang masih utuh. Pembahasan Pembuatan simplisia dan ekstrak dari bahan alam ini (temu kunci) tidaklah sulit jika kita benar ± benar tekun untuk menjalaninya. Waktu maserasi adalah berbeda-beda. biasanya air dan yang lainnya pelarut organic (Wikipedia. masing-masing farmakope mencantumkan 4-10 hari. Deposisi tersebut disimpan terlindungi dari cahaya langsung (mencegah reaksi yang dikatalisis cahaya atau perubahan warna) dan dikocok kembali. Melalui usaha ini dijamin suatu keseimbangan konsentrasi bahan ekstraktif yang lebih cepat ke dalam cairan. . Ekstraksi merupakan proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Setelah waktu ini sebaiknya ditetapkan antara bahan yang diekstraksi dalam bagian sebelah dalam sel dengan yang masuk ke dalam cairan dan dengan demikian difusi akan berakhir. Keadaan diam selama maserasi menyebabkan turunnya perpindahan bahan aktif. š Leaching. pembuatan simplisia dan ekstrak ini ada standar resmi yang dilakukan pemerintah guna membuatnya. Dimana kelompok kami menghasilkan warna ekstrak temu kunci yang berwarna kuning pekat dari proses Maserasi yang telah dilakukan. 4. Kurang lebih diperlukan lima hari untuk mendapatan hasil larutan bahan dari sel akan rusak yang terbentuk pada penghalusan. adalah proses pemisahan kimia yang bertujuan untuk memisahkan suatu senyawa kimia dari matriks padatan ke dalam cairan. tidak sembarangan dalam mengerjakannya. untuk mendapatkan komponen dari bahan yang wangi.1. Maserasi.š Merendam hingga 24 jam š Mengganti dengan methanol baru diaduk sekali ± kali š Menguapkan supernata/cairan hasil rendaman menggunakan evaporator š Hasil ekstrak BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.

http://thepharmacyst.2009. diakses 18 juni 2009 Anonim.Ekstraksi. 1.html.http://dikaameliaifani. Pelarut diganti setiap waktu tertentu. Analisis Mikroskopik Simplisia. Proses mencuci.net.undip. Daftar Pustaka Ameliaifani.2009.2008.http://www.Dika. Cara kerja dari proses ini sendiri yaitu pertama-tama yang harus dilakukan adalah serbuk sampel dimasukkan ke dalam gelas piala atau tempat seperti botol terbalik.wikipedia. diakses 18 juni 2009 Anonim.IsolasiTemulawak.ac.Maserasi.com/ Anonim. Kemudian ditambahi pelarut etanol sampai sampel terendam. .http://www.html. lalu cairannya dituang dan disaring./perembesan/translate. Terakhir akan didapatkan hasil berupa ekstrak dan gunakan pelarut yang tidak mudah menguap.2008.perkolasi. Semakin besar perbandingan ekstrak terhadap cairan ekstrasksi akan semakin baik hasil yang diperoleh.iptek.blogspot.ekstraksi./id/html. tersebut berlaku untuk memperoleh kandungan bahan ekstraktif dan untuk menyeimbangkan kembali kehilangan saat penguapan yang terjadi pada penyarian dan pengepres.1. Untuk ini digunakan pengepres tingtur (pengepres kincir) atau pengepres hidrolik.setelah maserasi maka deposisi diperas (kain pemeras) dan sisanya diperas habis.id/indeks.id/ind/cakara_tanaman obat . Hasil ekstraksi disimpan dingin beberapa hari. Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum pembuatan simplisia dan ekstrak bahan alam ini adalah pembuatan simplisia bahan alam dimana kelompok kami menghasilkan ekstrak temu kunci berwarna kuning pekat.blogspot.com/ Anonim. Pusat kajian obat dari bahan alam.php.maserasi. Saran Praktikum ini sangatlah membantu guna menunjang mata kuliah farmakologi laut tetapi dalam masalah sampel alangkah lebih baiknya lagi jika kita lebih meneliti sampel dari bahan hayati laut guna dijadikan bahan sediaan obat yang bermutu tinggi.2009.http://Wikipedia.(online).Definisi Simplisia. suatu penyumbatan dan dengan demikian ekstraksi absolut tidaklah mungkin. Cairan maserasi dan cairan yang diperoleh melalui perasan disatukan dengan mencuci sisa perasan dengan bahan ekstraksi diberikan pada kandungan atau jumLah yang telah diperoleh. http://www./id/html.Secara teoritis pada suatu maserasi. Diakses 17 juni 2009 Anonim.2.Perkolasi.http://Wikipedia. Diaduk sekali-sekali. BAB V Kesimpulan dan Saran 1.2009. perlu kita tingkatkan dengan cara meneliti berbagai hasil alam lainnya terutama bahan hayati laut yang belum diketahui kandungan serta dapat dijadikan bahan sediaan obat tertentu disini tugas kita sebagai mahasiswa ilmu Kelautan untuk mengembangkan bakat dan potensinya supaya sumberdaya laut Indonesia dapat di eksplorasi lagi demi hajat hidup orang banyak.

Dewasa ini telah ribuan senyawa alkaloid yang ditemukan dan dengan berbagai variasi struktur yang unik. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi .1 Latar Belakang Dalam kajian farmakologi tentang pengujian komponen farmaka dalam simplisia bahan sediaan obat erat kaitannya sebagai uji fitokimia pada suatu sampel pada dasarnya adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam sediaan bahan obat tersebut dari sampel yang praktikum yang kita lakukan pada minggu yang lalu. 1. Alkaloid dapat juga berbentuk amorf atau cairan. BAB II Tinjauan Pustaka 2. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam sampel hasil ekstraksi pada praktikum minggu lalu. mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit.diakses 18 juni 2009 Voight Rudolf. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Reaksi utama yang mendasari biosintesis senyawa alkaloid adalah reaksi mannich antara suatu aldehida dan suatu amina primer dan sekunder. Tinjauan Umum Komponen Farmaka Bahan Alam Dalam praktikum kali ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terlkandung dalam sampel kita harus melakukan beberapa tahap pengujian diantaranya adalah uji alkaloid guna mengetahui apakah sampel tersebut mengandung senyawa alkaloid dan uji senyawa yang lainnya seperti flovanoid. Yogyakarta. Dari segi biogenetik. saponin steroid. fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin. II. alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik. triterpenoid. 1994. tannin & polifenol. Kebanyakan alkaloid berbentuk padatan kristal dengan titik lebur tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. dimana senyawa yang akan kita ketahui yaitu alkaloid. kuinon. Mata Acara Praktikum : Pengujian Komponen Farmaka Dalam simplisia BAB I Pendahuluan 1.1. dan suatu senyawa enol atau fenol. kuinon. ‡ Alkaloid Alkaloid secara umum mengandung paling sedikit satu buah atom nitrogen yang bersifat basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik. flovanoid. dan triftopan yang menurunkan alkaloid indol. tannin dan polifenol.2. saponin. steroid da triterpenoid dalam tahapan tertentu sesuai dengan pengujian untuk mengetahui senyawa kimia tersebut. Gajahmada University Press.

anggur putih. ‡ Polifenol Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Saponin ada pada seluruh tanaman dengan konsentrasi tinggi pada bagian-bagian tertentu. atau merupakan waste product dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur.[2] Polifenol dapat ditemukan pada kacang-kacangan. Namun. . teh strong. Besi. mungkin sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat. Senyawa-senyawa ini merupakan zat warna merah. Pada beberapa penelitian disebutkan bahwa kelompok polifenol memiliki peran sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan. Sifat-sifat Saponin adalah: 1) Mempunyai rasa pahit 2) Dalam larutan air membentuk busa yang stabil 3) Menghemolisa eritrosit 4) Merupakan racun kuat untuk ikan dan amfibi 5) Membentuk persenyawaan dengan kolesterol dan hidroksisteroid lainnya 6) Sulit untuk dimurnikan dan diidentifikasi 7) Berat molekul relatif tinggi.rangkap oksidatif fenol dan metilasi. strong oxidizing agents dan zinc sulfate. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. pahit tanaman Polyphenols baik yang mengikat dan mengendapkan atau mengecilkan protein. dan delima. Kemungkinan lain adalah sebagai pelindung terhadap serangan serangga. dan dipengaruhi oleh varietas tanaman dan tahap pertumbuhan. ‡ Flavonoid Senyawa flavonoida adalah suatu kelompok senyawa fenol yang terbesar yang ditemukan di alam. Toksisitasnya mungkin karena dapat merendahkan tegangan permukaan (surface tension). Fungsi dalam tumbuh-tumbuhan tidak diketahui. teh putih. Terdapat penelitian yang menyimpulkan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer. cokelat hitam. minyak zaitun dan turunannya. garam logam. air kapur. Jalur poliketida dan jalur mevalonat juga ditemukan dalam biosintesis alkaloid. Dan sebagai zat warna kuning yang ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan. The astringency dari tannin menyebabkan perasaan kering pada mulut dengan konsumsi wina merah. dan jeruk. ungu. anggur merah. apel.000. istilah ini secara luas dirujukan untuk any besar polyphenolic kompleks yang mengandung cukup hydroxyls dan lainnya sesuai kelompok (seperti carboxyls) untuk membentuk dengan kuat dari kompleks protein dan lainnya macromolecules. gelatin. logam berat. Tannin memiliki berat molekul dari 500 hingga 3. [2] Tannins adalah bertentangan dengan alkalies. [1]. atau buah unripened fruit. ‡ Tannin Tannin adalah zat. Istilah tannin merujuk pada Penggunaan dalam tannin tanning animal hides ke kulit. Antioksidan polifenol dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker. dan analisis hanya menghasilkan formula empiris yang mendekati. ‡ Saponin Saponin adalah suatu glikosida yang mungkin ada pada banyak macam tanaman. teh hijau. Kadar polifenol yang lebih tinggi dapat ditemukan pada kulit buah seperti pada anggur. dan biru.

Tetapi penggunaan steroid sebagai pereda nyeri dan meningkatkan mood juga mempunyai efek samping yang kadang-kadang justru membahayakan.Steroid dapat mengurangi massa tulang dan meningkatkan risiko patah tulang dalam penggunaan jangka panjang.Saat diminum. saponin dapat dibagi dalam dua kelompok: 1) Steroids dengan 27 C ¬ atom.Dengan hidrolisa lengkap akan dihasilkan sapogenin (aglikon) dan karbohidrat (hexose..Steroid dapat menyebabkan kemampuan tubuh untuk merespon emosi dan rasa sakit fisik berkurang. protein. Lalu kita teliti apakah ada perubahan warna pada setiap bagian dimana jika peraksi dragendorf positif jika cairan berubah menjadi adanya endapan jingga. steroid dapat menyebabkan gastritis atau mag. 2) Triterpenoids. pentose dan saccharic acid). Seseorang yang tidak mengalami peradangan tetapi mengkonsumsi steroid dapat merasa nyaman dalam waktu yang relatif cepat. Teknik Pengujian Komponen Farmaka Bahan Alam Dalam praktikum kita kali ini adalah untuk pengujian komponen farmaka dalam suatu simplisia yang telah kita dapatkan pada minggu lalu dalam ekstraksi temu kunci. pertama kali harus membasahkan sampel dengan ammonia 10 % lalu ditambahkan CHCl3 dan dikocok lalu lapisan atas diambil lalu ditambahkan HCl 1N dan dikocok kembali. Asam amino.2. pereaksi meyer. nukleotid. atau karbohidratnya. gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid.Steroid dapat menghentikan suplai darah pada sendi terutama di paha dan menyebabkan rasa nyeri degeneratif yang disebut avascular necrosis. yaitu berbeda pada aglikon (sapogenin) dan juga karbohidratnya.Steroid dapat menekan fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan resiko infeksi. peptida. dengan 30 C ¬ atom. seperti: ‡ Quillage saponin : campuran dari 3 atau 4 saponin ‡ Alfalfa saponin : campuran dari paling sedikit 5 saponin ‡ Soy bean saponin : terdiri dari 5 fraksi yang berbeda dalam sapogenin. Berdasarkan atas sifat kimiawinya. ada beberapa teknik pengujian simplisia bahan alam ini pertama untuk uji senyawa alkaloid.. sedangkan pereaksi meyer adanya endapan berwarna putih dan pereaksi wagner ada endapan coklat merah. sehingga tumbuh-tumbuhan tertentu dapat mempunyai macam-macam saponin yang berlainan. alkaloid adalah sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan). lalu ambil fasa airnya dibagi 3 lalu pada masing ± masing bagian pereaksi diantaranya pereaksi dragendorf. BAB III .. selain itu steroid yang langsung bekarja pada kimiawi otak juga bermanfaat untuk meningkatkan mood.Efek samping yang ditimbulkan akibat penggunaan steroid antara lain:. dan pereaksi wagner. atau dalam kedua-duanya. asam nukleik. ‡ Steroid Steroid merupakan obat ampuh dalam mengatasi peradangan dan meredakan nyeri.Kebanyakan mengkonsumsi steroid bakal melepas lemak 2. Macam-macam saponin berbeda sekali komposisi kimiawinya.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum Tempat Praktikum : Lab. terdapat endapan coklat merah 2. Uji Kuinon pertama kali mengkocok sampel dengan air panas lalu mendidihkan selama 5 menit dan menyaringnya kedalam filtrate lalu ditambahkan NaOH 1 % . terdapat endapan jingga b. HCl 2 % 8. Prosedur Kerja Pengujian golongan senyawa kimia yang terkandung : 1.pereaksi dargendorf .00 WIB (shift 1) 3. Uji Alkaloid sampel dibasahkan dengan ammonia 10 % tambahkan CHCl3 dan dikocok lalu ambil dan tambahkan HCl 1 N lalu kocok lagi. a. 22 Mei 2009 Pukul 10.Metodologi Praktikum 3.pereaksi meyer .1. setelah itu ambil fasa airnyalalu dibagi 3 dan pada masing ± masing bagian ditambahkan . Ammonia 10 % 5. FeCl3 1 % 10. Alat dan Bahan Alat : 1. jika positif berwarna merah 4. Penjepit 5. Peraksi dragendorf 2.2. Pereaksi meyer 3. setelah dingin disaring filtratnya . HCl 1 N 6. Gelas ukur 4. Pereaksi (H2SO4 + asam asetat anhidida) 3. lalu disaring jika terdapat warna merah yang dapat ditarik amil alcohol berrati sampel tersebut positif mengandung senyawa flovanoid. Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Unpad Waktu : Jumat.00 ± 12. Gelatin 10 % 11. CHCl3 7. Uji Flovanoid memanaskan sampel dengan campuran logam magnesium dan asam klorida 2 %. Uji Tanin dan polifenol sampel ditambahkan air panas dan didihkan selama 5 menit. Bunsen 3. NaOH 1 % 9. Tabung reaksi 2. 3. Pereaksi wagner 4.3.pereaksi wagner . Saringan Bahan : 1. terdapat endapan putih c.

nukleotid. plifenol. BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.pereaksi meyer (+) ada endapan berwarna putih c. gula amino dan antibiotik biasanya tidak digolongkan sebagai alkaloid. setelah dingin disaring filtratnya sebanyak 10 ml diambil lalu dikocok selama 10 detik . adanya busa setinggi 1 cm yang stabil dan resisten pada penambahan 1 tetyes HCl 0. Hasil dari praktikum ini adalah kita dapat mengetahui bahwa sampel temu kunci yang telah diekstraksi itu mengandung senyawa kimia sebagai berikut : .peraksi wagner (+) ada endapan berwarna coklat ± merah mengandung senyawa alkaloid 2. tidak mengandung senyawa Flavonoid 3. Uji Steroid & triterpenoid . tidak mengandung senyawa Saponin 6. hasil yang didapat pada praktikum kali ini adalah terdapatnya senyawa alkaloid pada pereaksi meyer dan wagner dalam sampel temu kunci yang sudah dekstraksi. Uji Kuinon . Uji Steroid dan Triterpenoid sampel digerus dengan eter. flavonoid.FeCl3 . (-) berwarna kuning. Uji Alkaloid . protein. saponin. Pembahasan Dalam praktikum kali ini kita akan mencoba menguji untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam sampel temu kunci yang sudah diekstraksi. warna biru hingga biru hijau (tannin dan polifenil) b. dan triterpenoid.FeCl3 1 % (-) berwarna coklat b. Pada residunya ditambahkan pereaksi (H2SO4 + asam asetat anhidida) . a. endapan putih (tanin) 5. Uji Saponin .gelatin . asam nukleik. steroid. warna merah. warna merah ungu (triterpenoid) . tanin.gelatin 10 % (-) tidak ada endapan tidak mengandung senyawa Tanin & Polifenol 5.1.1 N 6. Uji Flovanoid . a. masing ± masing ditambahkan dengan . Uji Saponin sampel ditambahkan air panas dan dan didihkan selama 5 menit. a. peptida. hijau ± biru (steroid). Ada beberapa senyawa kimia yang akan kita uji seperti alkaloid. Uji Tanin & Polifenol . fasa eter dipipet lalu diuapkan pada cawan penguap sampai kering. (-) hasilnya tidak berbusa. tidak mengandung senyawa Kuinon 4. Hasil Hasil dari praktikum ini adalah kita dapat mengetahui bahwa sampel temu kunci yang telah diekstraksi itu mengandung senyawa kimia sebagai berikut : 1.2. (-) berwarna hijau kehijaun.triterpenoid (-) berwarna coklat b. kuinon. Senyawa alkaloid merupakan sebuah golongan senyawa basa bernitrogen yang kebanyakan heterosiklik dan terdapat di tetumbuhan (tetapi ini tidak mengecualikan senyawa yang berasal dari hewan).steroid (-) berwarna coklat tidak mengandung senyawa Steroid & Triterpenoid Jadi. Kaitannya dalam praktikum kali ini adalah kita sebagai uji fitokimia dimana bahan dari alam untuk dijadikan bahan sediaan obat merujuk kepada sifat kimiaanya guna mengetahui senyawa yang terkandung dalam bahan alam sediaan obat (temu kunci). 4. a. Asam amino.pereaksi dargendorf (-) berwarna coklat b.dibagi 2.

Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum ini adalah bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak temu kunci adalah senyawa alkaloid yang bereaksi dengan pereaksi dragendorf dan pereaksi meyer.2. 5. maupun mineral. Uji Saponin . binatang. dan uji toksisitas akut maupun kronis. Ekstrak bahan alam ini adalah obat tradisional yang disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat.gelatin 10 % (-) tidak ada endapan tidak mengandung senyawa Tanin & Polifenol 5. Uji Tanin & Polifenol .steroid (-) berwarna coklat tidak mengandung senyawa Steroid & Triterpenoid Fitofarmaka merupakan bentuk obat tradisional dari bahan alam yang dapat disejajarkan dengan obat moderen karena proses pembuatannya yang telah terstandar. tidak mengandung senyawa Flavonoid 3. a. Uji Steroid & triterpenoid . (-) hasilnya tidak berbusa.pereaksi meyer (+) ada endapan berwarna putih c.1. standart pembuatan obat tradisional yang higienis.1. Selain proses produksi dengan tehnologi maju. Saran Dalam praktikum kali ini alangkah baiknya kita menguji dari sampel bahan hayati laut dengan mencari bahan hayati laut dalam kuliah lapangan. tidak mengandung senyawa Kuinon 4. ditambah dengan tenaga kerja yang mendukung dengan pengetahuan maupun ketrampilan pembuatan ekstrak. dalam pembuatannya memerlukan tenaga ahli dan biaya yang besar ditunjang dengan peralatan berteknologi moderen. a. . Untuk melaksanakan proses ini membutuhkan peralatan yang lebih kompleks dan berharga mahal.FeCl3 1 % (-) berwarna coklat b. tidak mengandung senyawa Saponin 6. Uji Flovanoid . ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia. standart pembuatan ekstrak tanaman obat. Uji Alkaloid .triterpenoid (-) berwarna coklat b.peraksi wagner (+) ada endapan berwarna coklat ± merah mengandung senyawa alkaloid 2. (-) berwarna hijau kehijaun. (-) berwarna kuning. a. Oleh karena itu.pereaksi dargendorf (-) berwarna coklat b. jenis ini pada umumnya telah ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik seperti standart kandungan bahan berkhasiat. Uji Kuinon . BAB V Kesimpulan dan Saran 5.

jlcome. Warta Tumbuhan Obat Indonesia Vol.Zat-zat Toksik Alamiah.2007. 1996. Sundari Dian .Sinly. 3 Nomor 2.2009. Tanaman Kencur (Kaemferia galang) Informasi Tentang Fitokimia dan Efek Farmakologi.Dra.http://www.html . Winarno W . p.2009.com/2008/02/meracikobatsecara_rasional.http://id.org/ Anonim.wikipedia.Kam.Daftar Pustaka Alkaloid. diakses 18 juni 2009 Anonim.blogspot.id/ Yun Astuti .Flavonoid.wikipedia.chem-istry.Alkaloid Senyawa Organik Terbanyak Di Alam.2008.alkaloid.http://id.2009. diakses 18 juni 2009 Nia.html.http://www.co.Jangan Remehkan Efek Samping Steroid.2009.info/ Anonim.org/ Handayani.Polifenol.http://blogkita.http://www.kalbe. 1996. .http://www. 26-27.shvoong./farma/translate.com/ Evan Putra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->