PENGARUH POPULASI TANAMAN TERHADAP SIFAT AGRONOMIS SERTA KADAR C1 DAUN TEMBAKAU VIRGINIA RAJANGAN PADA TANAH VERTISOLS

DI BOJONEGORO
ABDUL RACHMAN dan MAHFUDZ

Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat
RINGKASAN Percobaan lapang telah dilakukan pada tanah vertisol di Kebun Percobaan Pekuwon, Bojonegoro, dimulai Mei sampai September 1996, untuk mempelajari pengaruh populasi tanaman tembakau terhadap sifat agronomis dan kadar C1 daun tanaman tembakau virginia yang diolah dengan cara dirajang. Tinggi tempat dari lahan percobaan 13 m dpl, dan dengan tipe iklim D. Tanah bertekstur liat dengan 80 Persen liat, 15 Persen debu dan 5 Persen pasir, 0.62 Persen C-organik, 0.10 Persen N, dan pH 8.20. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari enam taraf populasi tanaman tembakau (12 000; 18 000, 24 000; 36 000, 48 000, dan 60 000 tanaman per ha atau setara dengan 144, 216, 288, 432, 576, dan 720 tanaman per petak). Ukuran petak 12 m x 10 m. Dalam percobaan ini akan dipelajari pula pengaruh bentuk hasil (rajangan dan krosok) terhadap kadar Cl daun. Sepuluh tanaman per petak diolah secara flue-curing di dalam oven mini, untuk dianalisis kadar Cl daunnya. Varietas tembakau adalah DB 101. Hasil dan indeks tanaman masih terus meningkat sampai populasi tertinggi, sedangkan mutu dan rendemen tidak terpengaruh oleh peningkatan populasi. Peningkatan populasi sebaliknya menurunkan ukuran daun, bobot tiap daun, tinggi tanaman, lingkar batang, dan jumlah daun yang dapat dipanen. Berdasar hasil, mutu dan mudahnya pengelolaan di lapang populasi yang optimal adalah 24 000 tanaman per ha, untuk tembakau virginia rajangan di Bojonegoro. Peningkatan populasi hanya berpengaruh pada kadar Cl daun atas saja. Sedangkan bentuk hasil tembakau rajangan dan krosok tidak berpengaruh pada kadar Cl daun. Kata kunci: Nicotiana tabacum, tembakau, tembakau virginia rajangan, populasi tanaman, vertisols, sifat agronomis, kadar Cl, bentuk olahan. ABSTRACT

PENDAHULUAN Di Kabupaten Bojonegoro, tembakau virginia ditanam seluas 11 000 hektar per talum (ANON., 2003). Tembakau ini dapat diproses menjadi tembakau rajangan maupun krosok. Informasi teknologi mengenai tembakau virginia yang dirajang masih belum banyak diketahui. Sampai saat ini paket teknologi yang dipakai berdasarkan pada pengalaman tembakau virginia yang diproses dengan menggunakan oven menjadi krosok (daun utuh yang telah mengalami proses pengeringan di dalam oven). Pada kesempatan ini akan dilihat kembali pengaruh populasi terhadap hasil serta mutu tembakau virginia rajangan, karena dari berbagai tipe tembakau terdapat keragaman yang besar pada populasi tanaman (TSO, 1999). Populasi anjuran dari Balittas untuk tembakau flue-cured adalah 18 000 tanaman per ha (tembakau yang dioven menjadi krosok dalam ruangan tertutup berventilasi yang diberi panas buatan yang dialirkan melalui pipa-pipa asap). Tetapi dengan adanya perubahan pengolahan tembakau menjadi tembakau, rajangan populasi tanaman tembakau yang dipraktekkan petani sekitar 25 000 tanaman/ ha.
COLLINS dan HAWKS (1993), mengemukakan bahwa populasi tanaman sangat menentukan tingginya hasil dan sifat-sifat daun. Jumlah tanaman dan pengaturannya di lapang harus sedemikian rupa, sehingga sistem akar dapat menggunakan faktor tanah secara maksimal. Demikian pula kanopi tanaman sedapat mungkin menutup tanah, agar mampu menangkap energi radiasi matahari yang cukup (FLOWER, 1999). Susunan daun jangan terlalu rapat, karena ke mu n g kina n b er pen g ar uh je le k pa da mut u ya n g disebabkan oleh penaungan yang berlebihan (PAPENFUS dan QUIN, 1984). Tanaman tembakau yang ditanam terlalu rapat akan menghasilkan daun kering yang tipis, warna kuning lemah, aroma kurang kuat, kandungan pigmen coklat dan alkoloid yang rendah (ANDERSON et al., 1985).

Effect of plant population on agronomic characteristics and leaf Cl content of sliced virginia tobacco grown in vertisols of Bojonegoro
The experiment was conducted in vertisol soil of Bojonegoro in 1996 to study the effect of plant population on agronomic characteristics and Cl content of sliced tobacco leaves. The experiment was site located 13 m above sea level, with D climatic type. The soil characteristics were clay texture with 80 Persen clay, 15 Persen silt and 5 Persen sand, 0.62 Persen C-organic, 0.10 Persen N, and pH 8.2. The treatment consisted of six plant populations (12.000 up to 60.000 plants per ha equal with 144, 216, 288, 432, 576, and 720 plants per plot) was arranged in a randomized block design, with four replications. Plot size was 12 m x 10 m. Plant population per plot based on the six treatment levels. For C1 content analysis, 10 plants plot was also taken to be processed with fluecuring method in mini oven. Tobacco variety was DB 101. Yield and crop index increased steadily as plant population increased up to the highest plant population. However the increase in plant population decreased the size, weight, number of leaves, and plant height. While grade index, percentage of dry to fresh leaf yield and Cl content of lower and middle leaves were not affected by the increa se in pla nt popula t ion. Ba se on yield , qua li ty, a nd ea sier management, the recommended plant population was 24 000 plant per ha. The increase in plant population only affected the Cl content of upper leaves. The form of sliced and flue-cured tobacco leaves did not affect the Cl content of the leaves. Key words : Nicotiana tabacum, tobacco, sliced virginia tobacco, plant population, vertisols, agronomic characteristic, C1 content, product form

Di Bojonegoro, usaha penanaman tembakau juga menghadapi masalah tingginya kadar khlor (Cl) tembakau, oleh karena itu usaha penurunan kadar Cl tembakau juga penting. Kadar Cl daun tembakau yang tinggi menghasilkan daun tembakau kering dengan daya bakar jelek dan aroma tidak enak. Kadar Cl daun tembakau yang bisa diterima tidak boleh lebih dari 1 Persen (AKEHURST, 1981; CHOUTEAU dan FOUCONNIER, 1988; COLLINS dan HAWKS, 1993), Dari sigi (survey) MUKANI et al. (1992) berdasar pengambilan c on t oh da un dar i pet ani d i 3 4 desa di Ka bu pate n Bojonegoro, diketahui bahwa kisaran kadar Cl daun dari 22

1

dan 60 000 tanaman per hektar). Dalam percobaan ini diharapkan kadar Cl daun rajangan (pengeringan dengan panas matahari) akan lebih rendah dari pada dengan pengolahan flue-curing (hasilnya adalah krosok). 1988. RACHMAN et al. jumlah daun dipanen.48 Persen C1) lebih rendah dari pada pengolahan dengan air curing (dengan mengalirkan udara biasa) (0. 288. maka tiap plot diambil 10 tanaman secara acak. Pupuk Sp-36 dan ZK diberikan pada saat tanam. 1999). pengeringan daun. dan 720 tanaman. kemudian daun rajangan dijemur di atas widik selama 2 hari. 1983. Kabupaten Bojonegoro pada musim tanam Mei sampai September 1996. Ukuran petak 12 m x 10 m. Pupuk ZA diberikan dua kali. Tanah bertekstur liat dengan 80 Persen liat. yang mengikuti kebiasaan petani setempat. 2 . daun diperam selama 3-6 hari tergantung tingkat kemasakan dan posisi daun pada batang. Komponen pertumbuhan dan hasil meliputi : tinggi tanaman. yang dipanen tersendiri menjadi krosok. Karena proses perajangan dengan membuang sebagian tangkai daun. pada titik 15 cm di atas permukaan tanah. Dari beberapa penelitian ternyata perubahan populasi tanaman dapat mempengaruhi kadar kimia daun (COLLIN et al. PAPENFUS dan OUIN. diangin-anginkan selama satu malam. 1992). dan pH 8. Pemangkasan dilaksanakan setelah populasi tanaman berbunga 10 Persen. pengikatan warna. dan hanya 12 desa yang berkadar C1 daun di bawah 1 Persen. PEEDIN.. Pengendalian hama ulat dengan Decis 35 EC ( De ca me tr i n) da n Or the ne 40 0 E C ( Ase f at) ya n g disemprotkan setelah tanaman berumur 3 minggu setelah tanam dan diulang setiap 10 hari sekali sampai dengan tanaman dipangkas. Kadar Cl yang tinggi beberapa pabrik rokok tidak membeli tembakau dari daerah Bojonegoro. Perhitungan indeks mutu dan indeks tanaman dapat dilihat pada SHOLEH dan MURDIYATI (1994). 36 000.. CHOUTEAU dan FOUCONNIER.87 Persen C1..10 Persen N. Lingkar batang diukur bersamaan dengan pengukuran tinggi tanaman. 432. Tinggi tanaman diukur pada saat terbentuknya primordia bunga (umur 60 hari). 11. dan diukur mulai permukaan tanah sampai ujung tunas. 576. parameter-parameter tersebut diukur dari 10 tanaman contoh yang ditetapkan secara acak. bobot dan ukuran daun produksi. 1951). Penetapan kadar C1 daun dengan metoda volumetri dari YOSHIDA (1971) dengan ekstraktan petroleum ether. Ukuran dan bobot kering daun produksi pada posisi daun ke 5.. Pemupukan Untuk mengetahui pengaruh dari perbedaan bentuk olahan yaitu rajangan dan krosok. Letak percobaan dengan elevasi 13 m . Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak 4 kali.. pupuk. Prosesing hasil dengan cara dirajang. tipe iklim D (SCMIDTH dan FERGUSON. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan pada tanah vertisol di Kebun Percobaan Pekuwon. 1981. AKEHURST. (2). 1969. dan pengeringan tangkai daun. karena ada efek persaingan antar tanaman mempunyai peluang untuk dapat digunakan sebagai cara untuk menurunkan kadar klor daun. yang dapat berasal dari tanah. (3) daun dirajang. daun yang baru dipetik disortasi sesuai dengan tingkat kemasakan daun. indeks mutu. Tingginya kadar Cl daun karena tanaman menyerap Cl dari dalam tanah dalam jumlah besar. dan terakhir digulung.33 Persen. 15 Persen debu. apakah keduanya ada pengaruh berbeda pada kadar Cl daun tembakau. 48 000. Prosesing mengikuti prosedur sebagai berikut : (1). air pengairan atau air hujan (REISENAUER et al. Pengendalian tunas ketiak dilaksanakan secara kimia dengan Prowl (Pendimetalin). TSAI. P dan K dari daun tembakau dengan makin tingginya populasi tanaman. 1999). 216. indeks tanaman. Fase pengeringan meliputi berturut-turut: penguningan. masingmasing 1/2 dosis. dan 5 Persen pasir. dan jumlah daun yang dibentuk. Populasi tanaman. lingkar batang. 1986. komponen pertumbuhan dan hasil dan kadar C1 daun. CAMPBELL et al. 0.1 minggu dan 3 minggu setelah tanaman. 24 000. Sebagai perlakuan terdiri dari 6 taraf populasi (12 000.2. Jumlah daun dipanen dan jumlah seluruh daun ditetapkan pada saat panen. Dari TSO (1999) diketahui bahwa pengolahan hasil secara flue-curing (memakai panas buatan di dalam oven tertutup) memberikan kadar Cl (0. Selain itu karena adanya dua cara pengolahan hasil yang berbeda. Oleh karena itu dalam percobaan ini akan dilihat pula apakah peningkatan p opulasi dapat menurunkan kadar Cl tembakau. Sedangkan daun tembakau yang dijadikan krosok mengikuti prosedur umum untuk tembakau virginia fluecured yaitu daun dikeringkan dalam bangunan tertutup persegi empat (disebut oven) yang dilengkapi dengan ventilasi dan pemberian panas buatan. 18 000. 1973. Jumlah tanaman per petak sesuai dengan perlakuan adalah : 144. yang diberikan 300 kg ZA + 100 kg SP-36 + 150 kg ZK per hektar. Tangkai daun ini mengandung Cl empat kali di helaian daun (AKEHURST. LINDSAY. dengan suhu mulai 35 .62 Persen Corganik. 1980. Dosis pupuk per tanaman tergantung populasi tanaman per ha dihitung dengan rumus g per ha pupuk dibagi populasi tanaman per ha.72 Derajad Celcius (PEEDIN.23 sampai 5. Kecamatan Sumberrejo. 1979. Bahan tanaman yang digunakan adalah kultivar DB 101. dan 17 juga ditetapkan pada saat panen. FLOWER (1999) menunjukkan terjadi penurunan kadar N-total. SUWARSO et al. Pengamatan meliputi data hasil. 1981). 0. 1976.desa adalah 1.

Oleh karena itu kebutuhan tenaga siram untuk tembakau di Bojonegoro cukup tinggi.05 3 . 18 000-20 000 tanaman per ha (RACHMAN. 0. Rata-rata curah hujan di Bojonegoro selama musim tembakau sekitar 250 mm (RACHMAN. Dari Tabel 1 terlihat bahwa hasil daun basah maupun rajangan kering meningkat terus sampai dengan populasi yang tertinggi. Dalam percobaan ini populasi optimal 24 000 tanaman per ha.. ke 11. tetapi perlu dipertimbangkan mutu tembakau dan kemudahan praktek di lapang seperti kebutuhan tenaga siram.70 10.53 a 57. dan selama panen 362 mm).01 a 12.25 a 16. Populasi ini termasuk tinggi. Hal ini menunjukkan populasi pada batas-batas tertentu kecil pengaruhnya pada mutu tembakau rajangan. ke 11. Namun pada saat pertumbuhan daun lebih atas.75 :*) Angka dalam setiap kolom yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf p. Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi populasi makin tipis daun yang dihasilkan.80 Persen.. dan ke 17 berturut-turut sebesar 6. Walaupun hasil mampu meningkat terus. dan Rendemen Pengaruh populasi tanaman terhadap hasil.55 Persen. dimana tanaman sudah besar dan tajuk sudah saling Tabel 1.222 a 1. persaingan antar tanaman masih belum terjadi atau masih ringan. dan ke 17. Pada tembakau virginia flue-cured pada tanah ringan. berturut-turut sebesar 4.ABDUL RACHMAN dan MAHFUDZ: Pengaruh populasi tanaman terhadap sifat agronomic serta kadar Cl daun tembakau virginia rajangan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil.572 bc 1. Mereka mengemukakan bahwa pada saat pertumbuhan daun-daun bawah.23 a 58.43 Persen.. grade indeks. 1995). Karena indek mutu tidak terpengaruh oleh kenaikan populasi. dan pada tanah berat Bojonegoro.772 c 16. pembumbunan dan panen.390 ab 1.50 7. 1984). 13. dan bobot daun ke 5. Mutu. Demikian pula rendemen tidak terpengaruh oleh kenaikan populasi. panjang daun ke 5. crop indeks dan rendemen disajikan pada Tabel 1. maka kenaikan indek tanaman mengikuti tingginya hasil daun. 26. populasi optimal 15 000 tanaman per ha (PAPENFUS dan QUIN. dan 57.65 Persen. Nampaknya tembakau virginia sebagai pengumpul biomasa daun kering maksimum dicapai pada populasi tinggi. Seperti ditunjukkan pula oleh beberapa pakar hasil tembakau virginia mampu meningkat terus sampai populasi 100 000 tanaman per ha (CAMPBELL et al.50 8.16 a 16. berturut-turut sebesar 14. 1994). peningkatan populasi menurunkan ukuran dan bobot daun produksi. Kekurangan air ini oleh petani dipenuhi dengan meyiram untuk tiap tanaman. Penurunan ukuran dan bobot daun produksi makin besar dengan makin naiknya posisi daun pada batang. grade index. dan 31.70 Persen. Seperti yang dikemukakan oleh COLLINS et al. Populasi dalam praktek petani sekitar 20 000 .14 Persen.628 c 1. yang membatasi petani untuk dapat menanam populasi tembakau dalam jumlah banyak. 0. berpengairan.17 a 16.683 c 1.60 a 16. Pengaruh populasi tanaman terhadap hasil .50 11.60 Persen. 1980. Seperti peningkatan populasi dari 18 000 tanaman menjadi 60 000 tanaman per ha menurunkan lebar daun ke 5. Dari angka-angka penurunan tersebut terlihat pula penurunan bobot daun lebih besar dari pada penurunan ukuran daun. Keadaan ini juga dijumpai oleh PAPENFUS dan QUIN (1984). tipe daun yang diinginkan. grade indeks.25 000 tanaman/ha. 46. WOODLIEF et al.32 a 58. dry to fresh yield ratio Hasil Yield Populasi Population (tan/ha plant/ha) Rajangan kering Dry sliced leaf (kg/ha) 2 144 a 2 383 ab 2 699 bc 2 876 c 2 815 c 3 098 c Indeks mutu Grade index Indeks tanaman Crop index Rendemen Dry to fresh yield ratio (Persen) Daun basah Fresh leaf (kg/ha) 12 743 a*) 13 850 a 16 072 b 17 095 bc 17 154 bc 18 416 c 12 000 18 000 24 000 36 000 48 000 60 000 KK CV (Persen) Keterangan Note 57. karena ditunjang oleh intensitas curah hujan yang tinggi selama pertumbuhan tanaman dan saat panen yaitu setinggi 748 mm (selama pertumbuhan vegetatif 386 mm.47 a 16.88 Persen. kecuali daun ke 5. dan faktor ekonomis yang menentukan pentingnya hasil dan mutu daun. 1981). Keadaan ini dijumpai pula oleh RACHMAN (1994).00 a 58. Hal ini karena kondisi ekonomi keban yakan petani kurang mampu dalam menyediakan tenaga siram untuk populasi tinggi. 1979). the same letters are not significantly different at DMRT p. sedangkan kebutuhan air untuk pertumbuhan optimal 400-600 mm (DOORENBOS et al. The effect of plant population on yield. (1969) besarnya populasi tanaman tergantung pada potensi pertumbuhan tanaman. crop index.79 a 57. maka populasi tembakau virginia rajangan termasuk kata gori sangat tinggi. Apabila hasil percobaan ini dibandingkan dengan rekomendasi populasi dari tembakau virginia flue-cured.23 a 1. dan 25.11 Persen. Bila hasil pada populasi 18 000 tanaman per hektar (populasi anjuran untuk tembakau virginia flue-cured) dibandingan dengan populasi tertinggi (60 000 tanaman per hektar) terjadi kenaikan hasil sebesar 30 Persen. Pada Tabel tersebut terlihat bahwa. Kenaikan hasil ini tenyata tidak diikuti oleh penurunan mutu hasil rajangan (indeks mutu). dan ke 17.05 dengan Uji Jarak Berganda Duncan :*) Numbers in each column followed by. crop indeks dan rendemen Table 1. ke 11.

59 c 173...51 a 20..72 a 17... 1999)...72 8. Table 3.14 bc 22.. G/daun g/leaf . 0.88 ab 2..75 32...74 bc 185..89 ab 17.27 a 9. number of harvestable leaves...49 ab 21.00 a 31.14 b 22..40 a 27.05 Tabel 3.....92 a 32.03 b 22... DESEMBER 2003 menaungi.. dan radiasi matahari) makin besar... dan jumlah daun.. Peningkatan populasi tanaman dari 12 000 ke 24 000 tanaman per ha cenderung meningkatkan tinggi tanaman..35 b 22.. 1981). stem circle.00 a 2.. hara..34 30.63 a 2.....50 a 3. FLOWER... The effect of plant population on size and weight of leaves Populasi (tan/ha) Population (plant/ha) Lebar daun Leaf width Ke 5 Leaf 5 Ke 11 Leaf 11 Ke 17 Leaf 17 Hal ini disebabkan karena inisiasi primordia lebih tahan terhadap pengaruh cekaman faktor pertumbuhan dari pada pe mbesara n dan pembelahan sel..73 Keterangan :*) Angka dalam setiap kolom yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf p. (K RA M E R ... Pada keadaan demikian makin banyak daun-daun yang menerima radiasi dengan nisbah radiasi merah/radiasi merah jauh yang rendah.. Nampaknya jumlah daun yang terbentuk pada varietas tembakau virginia DB 101 lebih Panjang daun Leaf length Ke 5 Leaf .....00 a 12.63 ab 3..25 abc 3..09 bc 159.61 Keterangan Note :*) Angka dalam setiap kolom yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf p..... Tinggi Tanaman.... the same letters are not significantly different at DMRT p...24 a 19.69 a 42....31 a 9. Tetapi jumlah seluruh daun (yang terbentuk) tidak terpengaruh oleh peningkatan populasi... 1976... cm ...71 a 18.. 1981)...34 c 185...63 a 2. Na mu n jumla h selur uh daun yang terbentuk tidak terpengaruh oleh peningkatan populasi tanaman (Tabel 3). 0......63 a 21...9 NO..16 bc 41.16 Lingkar batang Stem circle Jumlah daun dipanen Harvestable leaves Jumlah seluruh daun Number of whole leaves daun/tan.02 c 28...00 bc 26...... 1976.. and whole leaves Populasi (tan..93 25..67 a 31..16 b 18. Pengaruh populasi tanaman terhadap ukuran dan bobot daun Table 3.88 a 2. KASPERBAUER (1971) menunjukkan bahwa daun yang ternaungi oleh daun yang lain menerima radiasi merah jauh lebih banyak...75 a 3.97 a 8.42 44..40 a 36.....74 5053 c 48... Pengaruh populasi tanaman terhadap tinggi tanaman....79 b 27.45 KK CV ( Persen) 7. dan Jumlah Daun Peningkatan populasi sangat berpengaruh terhadap tinggi tanaman.05 dengan Uji Jarak Berganda Duncan :*) Numbers in each column followed by.05 4 ...... 1981. SMITH.48 a 6.37 a 3.63 a 11...47 b 26.17 a 36.. lingkar batang dan jumlah daun produksi....56 ab 16. jumlah daun dipanen.....00 bc 6.36 a 7........28 a 29. leaves/plant 33. ukuran lingkar batang.. lingkar batang... Lingkar Batang. Akibatnya walaupun ukuran daun menurun dengan adanya peningkatan populasi tetapi pembentukan daun tidak terpengaruh.63 a 30.82 a 35. Hal ini dapat disebabkan karena makin tinggi populasi makin banyak daun-daun saling menaungi. SMITH.80 abc 23. 1969).36 b 44..13 a*) 18....00 a 2.. 0...........00 ab 21.25 .. 0... hara..45 c 24......... Tabel 2.11 a 10.... Ukuran dan Bobot Kering Daun Produksi Pengaruh peningkatan populasi terhadap ukuran dan bobot daun disampaikan pada Tabel 2.... different at DMRT p.... sehingga tanaman merespon dengan memperpanjang batang (TRENBATH.05 dengan Uji Jarak Berganda Duncan Note : *) Numbers in each column followed by the same letters are not significantly..05 a 29...75 c 7. Populasi makin tinggi makin besar pula saling menaungi antar daun./ha) Population (plants/ha) Tinggi tanaman Plant height ....61 a 9.88 ab 2.42 ab 37. Pada keadaan demikian tanaman mengembangkan daun-daun yang tipis (TRENBATH.......25 b 4..21 c 26... Peningkatan populasi lebih dari 24 000 tanaman per ha justru menurunkan tinggi tanaman.....cm 12 000 18 000 24 000 36 000 48 000 60 000 KK CV( Persen) 178....21 ab 19.13 a 8. dan caha ya).20 a 29..98 a 30.. sehingga semua ukuran tanaman menurun (SNAYDON dan HARRIS..89 ab 20. Pada situasi tersebut pengaruh persaingan makin intensif terhadap semua faktor pertumbuhan (air..JURNAL LITTRI VOL.......... 12 000 18 000 24 000 36 000 48 000 60 000 20....04 b 39. dan jumlah daun dipanen menurun dengan meningkatnya populasi. Seperti yang ditunjukkan oleh Tabel 3... persaingan antar tanaman dalam penggunaan faktor pertumbuhan (air.26 ab 146.91 6.78 c 47... The effect of plant population on plant height..5 Ke 11 Leaf 11 Ke 17 Leaf 17 Bobot kering daun Leaf dry weight Ke 5 Leaf 5 Ke 11 Leaf I I Ke 17 Leaf 17 .88 ab 4.81 abc 22.19 ab 37...21 a 6.4....... 3..85 a 32.....63 24....

Tabel 4.…. Pengaruh bentuk hasil terhadap kadar C1 daun Table 5. Longman. R.t. 11./ha) Population (plants/ha) Kadar C1 daun Cl content of leaves Ke 5 Leaf 5 Ke 11 Leaf 11 Ke 17 Leaf 17 Tabel 5.70 Keterangan:*) Angka dalam setiap kolom yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf p. Pada populasi makin kecil berarti jarak tanam makin renggang. Kecenderungan ini sesuai dengan kaidah makin besarnya persaingan antar tanaman dengan makin tingginya populasi. . Walaupun ukuran berbagai bagian tanaman menurun termasuk jumlah dan ukuran daun produksi (Tabel 3). 5 .845 a 1.05 ANDERSEN. Pengaruh bentuk hasil terhadap kadar Cl daun disampaikan pada Tabel 5. Peningkatan populasi selanjutnya kadar Cl cenderung menurun.63 10.881 a 15.825 a 11. 0.904 a 0. Agron. 764 p.145 a 17. sehingga tanah lebih panas. Shade during growth : effects on chemical composition and leaf color of air cured burley tobacco. UCAPAN TERIMA KASIH Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada PT PR Djarum (P2TD) yang telah melakukan kerja sama dengan BALITTAS. Pada daun atas kadar Cl tertinggi pada populasi 24 000 tanaman per ha. Keadaan tersebut tidak dapat diterangkan dari pengaruh persaingan antar tanaman. tinggi tanaman. bobot tiap daun. A. DAFTAR PUSTAKA 12 000 18 000 24 000 36 000 48 000 60 000 KK CV( Persen) ……………. 1981. J.05 KESIMPULAN Hasil dan indeks tanaman masih terus meningkat sampai populasi tertinggi. 1967. lingkar batang.05 dengan Uji Jarak Berganda Duncan Note :*) Numbers in each column followed by the same letters are not significantly different at DMRT p. Tidak lupa pula kami sampaikan kepada Bapak DR Soewarjiman (Pimpinan P2TD) yang telah memberikan pengarahan dan kepercayaan kepada kami untuk melaksanakan penelitian ini. RACHMAN (1994) juga menjumpai hal yang sama. Tobacco.Persen………. dan jumlah daun yang dapat dipanen. 1984). Pengaruh populasi tanaman terhadap kadar C1 daun Table 4. London. Pada tabel di atas terlihat bahwa bentuk hasil tidak berpengaruh pada kadar Cl daun ke 5. R. C. BURTON.. Peningkatan populasi hanya berpengaruh pada kadar Cl daun atas saja.837 a 1. sehingga penelitian ini dapat terwujud.153 a 1.. untuk tembakau virginia rajangan di Bojonegoro. Kadar CL Daun Pengaruh peningkatan populasi terhadap kadar Cl daun tembakau disampaikan pada Tabel 4. maka peningkatan populasi cenderung meningkatkan hasil (Tabel 1). Apabila populasi ini dapat dilaksanakan oleh petani akan sangat menguntungkan dari segi produksi dan efisiensi. sedangkan mutu dan rendemen tidak terpengaruh oleh peningkatan populasi.906 ab 1. makin banyak sinar matahari yang mengenai tanah. M.090 a 1. The effect of plant population on C1 content of the leaves Populasi(tan. Perlakuan populasi tanaman hanya berpengaruh pada kadar Cl daun atas saja. FUQUA et a. 0.342 a 1.080 a 0.60 19. Peningkatan populasi sebaliknya menurunkan ukuran daun. Berdasar hasil dan mutu populasi optimal adalah 24 000 tanaman per ha.077 a 0.076 a*) 1.144 a 1. The effect of product form on Cl content of the leaves Bentuk hasil (tan. Note :*) Numbers in each column followed by the same letters are not singnificantly different at DMRT p.73 AKEHURST.50 1. Pada kondisi tanah yang lebih panas dan didukung oleh tersedianya air cukup. 1976).064 b 1. 0./ha) Product form (Plants/ha) Rajangan Sliced tobacco Krosok Flue-cured tobacco KK CV( Persen) Kadar C1 daun Cl content of leaves Ke 5 L e a f 5 Ke 11 Leaf 1 1 Ke 17 Leaf 17 1.048 a 0. tetapi karena makin banyaknya jumlah tanaman yang dipanen.77 : 543-546. dan 17. and H. J.038 a*) 1.878 a 1. B. KASPERBAUER.061 a 0.129 a 0. 0. tetapi tidak berpengaruh pada jumlah seluruh daun yang terbentuk.090 a 1. mikro-organisme nitrifikasi akan bekerja lebih aktif. Tetapi pada populasi kurang dari 24 000 tanaman per ha juga ada kecenderungan makin menurunkan kadar Cl daun..045 a 1.103 a 0.253 a 1. sehingga nitrat akan tersedia lebih banyak (BARBER. Salah satu faktor yang mungkin berpengaruh adalah persaingan serapan Cl dengan nitrat (MCCANTS dan WOLTZ.. 1.75 12. 1985. Keterangan :*) Angka dalam setiap kolom yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada taraf p. Sedangkan bentuk hasil tembakau (rajangan dan krosok) tidak berpengaruh pada kadar Cl daun.ABDUL RACHMAN dan MAHFUDZ: Pengaruh populasi tanaman terhadap sifat agronomic serta kadar Cl daun tembakau virginia rajangan kuat dipengaruhi oleh faktor genetik daripada faktor lingkungan.05 dengan Uji Jarak Berganda Duncan. perubahan amonium dari pupuk ZA akan lebih cepat.

RACHMAN. Tata McGraw Hill. M. Effect of plant spacing and height of topping at two nitrogen rates on some agronomic characteristics on bright tobacco. dan A.. DESEMBER 2003 ANONYMOUS. Plant Physiol. MUKANI. 1969. Penel. COLLINS. F. India. In Soil Testing and Plant Analysis.. L. REISENAUER. Ltd. 1984. C. PEEDIN. H. D. Sanches. L. 1994. FERGUSON. A. and C. eds. 6 . WOLTZ. J. 16p. W. Johnson. M. TRENBATH. SIMS. H. HAWKS. DOORENBOS. Close-grown tobacco : agronomic characteristics. Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. B. A. 27695. Chemistry. L. O. 1 9 8 1. Soc. G. D. SCMIDTH. KASAM. Am. S. H. 129-169. KASPERBAUER. M. Davis and M. S. Pertumbuhan. 1976. 1980. Physiologigal Processes Limiting Plant Productivity. H. D. 607-636. Agron. 1967. P. Tob. R. H. Pengaruh dosis pupuk N dan populasi tanam sorgum terhadap pertumbuhan dan hasil sistem tumpangsari tembakau dengan sorgum pada tanah Vertisols Bojonegoro. Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat 10 (1) : 18-32 1986. Rainfall types based on dry and wet period for Indonesia with Western New Guinea. dan D. Blackwell Sci. 2. IPI Bull 11. W.. E. 20 p. Jatim. . New York. T. L. Data jumlah kebutuhan Tembakau. 1 (2) : 41-48. and W. 1999. W. Disbun TK I Prop. COLLINS. Davis and M. J. Ltd. A. L. K. Workshop on Intercropping. LOGGET. K. P . A. dan A.4. B. Balittas. B. M. and J. a n d P . RACHMAN. JOHNSON. 188-201.. 398p. C. The P h ys i ol o g y of Tr o p i c a l Fi e l d C r op s . 1999. M. RACHMAN. Bull. USA. L. CHAPLIN. Tob. 1981. J. and Technology. 104-142. 1988. hasil dan mutu tembakau f. Fertilizing for high quality and yield. Goldworthy and N. 1992. D. 10:39-46. Indust. 342 p. 1976. S. Philippines 201p. p. K. Gudang Garam. SHOLEH. Davis and M. Beaton. Seed to smoke. Production practices : flue-cured tobacco. 317 p. D. C. D. 1999. W. Nitrate and chloride fertilization effects on yield and composition on burley tobacco leaves and smokes. p. V.. F. Fisher eds. A. 2003 di Jawa Timur. Chemical equilibria in soils. MINER. John Willy and Sons. dan F. Nielsen eds. 8 : 150-152. and B. HOLT.. S. Growth and mineral nutrition of tobacco. eds. ed. Chemistry. S. 173-196. N. S N A Y D O N . C. Principles of fluecured tobacco production. LINDSAY. 7(1) : 20-28. Plant interactions in mixed crop communities. H. Nu tr ie nt interactions and rooting pattern interactions below ground : the use of nutrients and water. L.9 NO. L. Ca. pp. 1995.. Adv. total alkoloid. TSO. Effect of variety and harvest treatments on protein yield of close-grown tobacco. KRAMER. 1976. 1971. CHAPLIN. 25 :83-86. J. SM ITH. KITTRELL. HAWKS. FOUCONNIER. Plant Sci.R. N. C. H. Of Agron. Chemistry. BENNER. and Technology. 72 : 773-776. F. and D. and w. Verhandelingen No. J. Application of chemical sucker control and its effect on yield and quality of flue-cured tobacco. Yield response to water. T. 1973. Sci. QUIN. p. G. F. I. Tob. CAMPBELL.JURNAL LITTRI VOL. Wisconcin. pp. A. A Wiley Interscience Publ. R. D E JON G. 1971. YOSHIDA. SAROSO. Madison. Laporan Hasil Penel. 20 p. Co. F. C. Papendick. 2003. dengan Balittas.. SSSA. 1951. pp. 47 : 775-778. Spectral distribution of light in tobacco canopy and effects of end-of-day light quality on growth and development. B. Blackwell Sci. and chlorine. Testing soil for sulphur. MURDIYATI.. 33. Hyderabad. Kementerian Perhubungan Djawatan Meteorologi dan Geofisika. p. FAO Irrigation and Drainage paper No. Plant and soil water relationships modern synthesis. (316 p). T. and Technology. dan S. and R. W.. 1984. T. Nielsen eds. BARBER. 1993.76-103. C. Tobacco : Production. RACHMAN.1-31. Sigi produktivitas dan mutu tembakau virginia di Kabupaten Bojonegoro. Sci. R . N. ATKINSON. R. In Agron. Multiple Cropping. Blackwell Sci. Inst. L. J. . MURDIYATI. TSAI. boron. S. Uji varietas dan jarak tanam tembakau madura. C. Nielsen eds. Crops Res.. PAPENFUS. A. BENTVELSEN. C. dan DJAYADI. Butherworth. S. M. pada sistem tumpang sari pada berbagai populasi tanam. Chichester. and G. G. J. M. Wis. London. TT. UPLB. 160-173. 1979. Pengaruh pemupukan KCI pada padi terhadap kadar C1 krosok tembakau virginia yang ditanam sesudah padi. CAMPBELL. B. SUWARSO. G. Triplett. WOODLIEF. MURDIYATI. 52p. Tobacco. pp. dan A. Tobacco : Production. 1979. Penelitian Kerjasama Balittas-Disbun TK I Prop. Uptake of chloride by flue-cured tobacco in Taiwan. A. and sugar content.. Los Banos. CHOUTEAU. J. K. Res. SUWARSO. 19 : 165-211. Field practices. 1994. New Delhi.PT PR Djarum. MCCANTS. 1981. W . Soil nutrients bioavailability : a mechanistic approach. Jatim 3p. 1969. FUQUA. John-Wiley and Sons. Adaptation to shade. RACHMAN. M . New York. S. A. R. W. H A R R I S . Laboratory manual for physiological studies of rice. 279 p. and C. FLOWER. WALSH. R . L. Madison. 1992. Malang. J. RACHMAN SK. Djakarta. M. c. 56 : 893-899. B. Walsh and J. Tobacco : Production. Kerjasama P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful