MANAGEMENT (LEADERSHIP) 4th MEETING

KEPEMIMPINAN, FORMAL vs INFORMAL ‡ KEPEMIMPINAN FORMAL : pemimpin yang secara resmi diangkat untuk menduduki suatu jabatan ‡ KEPEMIMPINAN INFORMAL : kepemimpinan yang tidak didasarkan atas suatu pengangkatan KRITERIA KEPEMIMPINAN INFORMAL ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kemampuan memikat hati orang lain Kemampuan dalam membina hubungan yang serasi dengan orang lain Penguasaan atas makna tujuan organisasi yang hendak dicapai Penguasaan tentang implikasi-implikasi pencapaian dalam kegiatan-kegiatan operasional Pemilihan atas keahlian tertentu yang tidak dimili ki oleh orang lain

PERBEDAAN ANTARA PIMPINAN dengan NON PIMPINAN PEMIMPIN 1. 2. 3. 4. 5. Memberikan inspirasi kepada bawahan Menyelesaikan pekerjaan dan mengembangkan bawahan Memberikan contoh kepada bawahan bagaimana melakukan pekerjaan Menerima kewajiban-kewajiban Memperbaiki segala kesalahan atau kekeliruan

NON PIMPINAN 1. 2. 3. 4. 5. Memberikan dorongan kepada bawahan Menyelesaikan pekerjaan dan mongorbankan bawahan Menanamkan perasaan takut pada bawahan dan memberikan ancaman. Melimpahkan kewajiban kepada orang lain. Melimpahkan kesalahan kepada orang lain dengan apabila terdapat kekeliruan atau penyimpangan-penyimpangan

SYARAT-SYARAT PEMIMPIN YANG BAIK a) b) c) d) e) f) g) i) j) k) l) m) n) o) Pendidikan umum yang luas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang genoralist yang baik juga. Kemampuan berkembang secara mental Ingin tahu Kemampuan analistis Memiliki daya ingat yang kuat Mempunyai kapasitas integratif Keterampilan mendidik Personalitas dan objektivitas Pragmatismo Mempunyai naluri untuk prioritas Sederhana Berani Tegas dan sebagainya

STAF, PENTINGKAH ???? Dua macam staf: ‡ Penerjemah ‡ Pelaksana Staf diinginkan apabila : ‡ Keterbatasan kemampuan pimpinan untuk melaksanakan tugas-tugas secara baik ‡ Tugas-tugas yang harus dijalankan belum dapat didelegasikan kepada bawahan karena bawahan belum mempunyai kemampuan Beberapa kelemahan penggunaan staf : ‡ Menambah biaya administrasi ‡ Dapat menimbulkan kebingungan bagian operasional karena sering mereka menerima instruksi dua atasan yaitu lini dan atasan fungsionil. ‡ Menambah kompleks hubungan kerja dalam organisasi. ‡ Staf biasanya terdiri dari tenaga spesialis.Karena itu pertimbangan dan nasehat-nasehat mereka dipandang dari pencapaian tujuan organisasi kurang terpadu. ‡ Keputusan yang harus diambil biasanya menjadi lambat WEWENANG adalah kekuasaan menggunakan sumberdaya untuk mencapai tujuan organisasi Sumber wewenang: ‡ Institutional approach ‡ Subordinate acceptance approach ‡ Sikap yang melancarkan pendelegasian wewenang : a) Personal receiptiveness. Simanajer harus bersedia memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengemukakan gagasan dan pendapat-pendapatnya. b) Willingness to let go. Manajer harus bersedia dan sepenuh hati melepaskan wewenang kepada bawahannya. c) Wilingness to trust subordinate. Delegasi yang efektif cenderung bahwa si manajer telah mempercayai bawahannya dan menganggap bawahannya telah matang dan mampu melaksanakan aktivitas yang dipercayakan kepadanya. d) Wilingness to establish and exercise broad control. Manajer harus bersedia melatih dan mengawasi bawahannya secara luas. Dengan demikian memberikan pendidikan dalam bentuk latihan dan sistem pengawasan dapat dipergunakan sebagai alat untuk melaksanakan pendelegasian wewenang yang efektif.

MUSTI SAMA YA? BERCERMIN YUKS!!!  TUJUAN BERADA DI KELAS MANAJEMEN APA SIH?  TUJUAN KULIAH APAAN SIH?  APA UNTUK HADIR KULIAH PERLU KOORDINASI DENGAN PIHAK LAIN? KENAPA?  SETELAH BERADA DI RUANG KULIAH. wewenang. MANA SIH YANG DULUAN MUNCUL? PROSES MENGORGANISIR  Melakukan identifikasi & klasifikasi pekerjaan  Mengelompokkan pekerjaan  Menyiapkan pihak yang akan menangani pekerjaan  Mengetahui wewenang & tanggung jawab serta melakukan pekerjaan  Menyusun mekanisme koordinasi Karakteristik organisasi formal:  Macam pokok-pokok kegiatan organisasi  Pembagian menjadi kelompok atau subsistem  Adanya hirarki. MASIH PERLU GA SIH KOORDINASI? . MAKSUDNYA? TUJUAN DALAM ORGANISASI. & tanggung jawab bagi kelompok & pimpinan  Pengaturan kerjasama. jalur pelaporan & komunikasi.MANAJEMEN & ORGANISASI MANAJEMEN & ORGANISASI. meliputi jalur vertikal & horisontal ALUR VERTIKAL & HORIZONTAL DALAM ORGANISASI. IT S BORING YOU KNOW!!! MANAJEMEN. YA POKOKNYA GITU DEH ORGANISASI ? YA YANG KAYAK PARTAI POLITIK GITU KAN? KAITAN MANAJEMEN & ORGANISASI ? MANAJEMEN & ORGANISASI.

. BOWLING & MANAJEMEN ITU PUNYA SPECIAL RELATIONSHIP LHO . NAH. jalur pelaporan & komunikasi. UNTUK JADI MANAGER HANDAL ITU MUSTI. wewenang. WAJIB. & tanggung jawab bagi kelompok & pimpinan Pengaturan kerjasama. meliputi jalur vertikal & horisontal MAU JADI MANAGER HANDAL? ADA CERITA NIH . NGERTI YANG NAMANYA FEED BACK KARYAWAN ITU . KUDU.MANAJEMEN & ORGANISASI AKTIVITAS MANAJEMEN PLANNING ORGANIZING ACTUATING / LEADING CONTROLLING / EVALUATING PROSES MENGORGANISIR Melakukan identifikasi & klasifikasi pekerjaan Mengelompokkan pekerjaan Menyiapkan pihak yang akan menangani pekerjaan Mengetahui wewenang & tanggung jawab serta melakukan pekerjaan Menyusun mekanisme koordinasi KARAKTERISTIK ORGANISASI FORMAL : Macam pokok-pokok kegiatan organisasi Pembagian menjadi kelompok atau subsistem Adanya hirarki. TERNYATA. ADA YANG JADI PEMENANG ADA JUGA YANG BERPOTENSI MENJADI PEMENANG .

YANG BISA MENGENDURKAN MOTIVASI KARYAWAN: MENGKRITIKNYA DI HADAPAN ORANG LAIN MENGHINA / MERENDAHKAN KARYAWAN MENGANGGAP KARYAWAN SEBAGAI ALAT BERLAKU TIDAK ADIL HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI RAGU-RAGU DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN MELEMPARKAN TANGGUNG JAWAB KAKU. TAPI TIDAK BERARTI MENURUNKAN STANDAR KUALITAS MENUNJUKKAN KETIDAKPERCAYAAN ACUH TAK ACUH TERHADAP KARYAWAN Build your men s motivation then they will have billions of actions. . SEBAGAI MANAJER HARUS BISA JAGA DIRI. ADA KUNCINYA LHO HINDARI TINDAKAN-TINDAKAN YANG MEMBUNUH MOTIVASI KARYAWAN. JANGAN TERUS-TERUSAN MENDORONG KARYAWAN UNTUK BERPRILAKU MOTIVATIF. TAPI KITA. HUMAN SKILL ITU MENUNTUT SESEORANG MENJADI MOTIVATOR EMANG KARYAWAN MUSTI DIMOTIVASI? YA IYA LAH . KALO KITA JADI MANAJER JUGA MUSTI BISA KASIH MOTIVASI BIAR BAWAHAN KITA JADI GETOL & SEMANGAT KERJANYA BIAR KITA BISA MEMOTIVASI KARYAWAN.MASIH INGET YANG NAMANYA HUMAN SKILL? ITU LHO GIMANA CARANYA ORANG TERPENGARUH ALIAS TERSIHIR UNTUK MELAKUKAN KEWAJIBANNYA & MAU KERJA SAMA MA ORANG LAIN INTINYA. MAKSUDNYA JAGA DIRI? PERCAYA ATO NGGA. SIKAP NEGATIF KITA BISA NGALANGIN SESUATU YANG POSITIF DARI ORANG LAIN. MASA YA IYA DONG COBA PIKIRKAN. ARTINYA. APA YANG BIKIN KITA SEMUA MAU CAPEK2 KERJA? NAH.

Kepemimpinan Managerial adalah kepemimpinan yang kegiatannya dilakukan berdasarkan efisiensi atau berdasarkan perhitungan real antara usaha yang dijalankan dengan hasil yang diharapkan. 4. walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan. sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Cara-cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut adalah dengan menjalankan fungsi-fungsi manajemen seperti yang diuraikan sebelumnya. bahkan dapat dinyatakan. tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki kepemimpinan . Sedang pengertian kepala menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja. 1.KEPEMIMPINAN Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orangorang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. kepemimpinan adalah inti dari managemen. 3. Jenis-jenis kepemimpinan Sepanjang perjalanan sejarah manusia. 2. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen. Kepemimpinan di bidang rohaniah Kepemimpinan di bidang politik Kepemimpinan di bidang militer. . selalu ditemui adanya pemimpin-pemimpin dalam berbagai bidang kegiatan yang pada dasarnya dapat digolongkan menjadi 4 jenis kepemimpinan: 1. maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan). dan Kepemimpinan di bidang managerial Adapun yang menjadi pokok masalah pembahasan dalam buku ini adalah jenis kepemimpinan yang terakhir atau kepemimpinan di bidang manajerial khususnya dalam bidang seni pertunjukan . Di dalam kenyataan.

Sebaliknya jika orang tuanya bukan atau tidak pernah menjadi pemimpin. Panji. . 3.Dengan jalan membentuk diri sendiri Orang-orang yang memiliki kemampuan mencipta atau orang-orang yang kreatif dan memiliki prakarsa (inisiatif) yang tinggi dapat memupuk dan mengembangkan kemampuannya sehingga akhirnya akan dapat menciptakan suatu usaha yang dipimpinnya sendiri secara baik. tetapi karena pengaruh situasi dan kondisi masyarakat.2. Lihat misalnya dalam ceritera pewayangan: Mahabarata. diantaranya adalah: . pengalaman. Ramayana. Teori-teori Kepemimpinan Ada 2 macam pendapat atau konsepsi tentang timbulnya kemampuan seseorang untuk menggerakan orang-orang lain dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan. teori ini banyak ditentang. Teori ini biasanya hidup di kalangan bangsawan.Teori Genetik (pembawaan sejak lahir) Di masa lalu banyak orang percaya bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena darah atau keturunan. Dalam alam demokrasi sekarang ini.Teori Sosial Teori sosial mengatakan bahwa kepemimpinan bukannya diperoleh berdasarkan keturunan. Teori sosial ini sekarang lebih banyak dipakai karena lebih sesuai dengan alam demokrasi dan tuntutan hak-hak asasi manusia. dan sejarah kerajaan-kerajaan hindu dan islam di Indonesia. anak-anaknya dipandang tidak akan mampu menjadi pemimpin. . Jalan Menjadi Pemimpin Ada beberapa jalan bagi seseorang untuk menjadi pemimpin. Dalam hal ini hanyalah keturunan raja saja yang dapat menggantikan kedudukan ayah atau orang tuanya untuk memerintah sebagai seorang pimpinan. Dengan perkataan lain teori ini menyatakan bahwa semua orang dapat saja menjadi pemimpin asal memiliki bakat-bakat yang cukup dapat dikembangan melalui pendidikan. . dan latihan tergantung pula akan ada tidaknya kesempatan serta iklim yang memungkinkannya menjadi pemimpin.

seseorang dapat menjadi pemimpin karena ditunjuk oleh orang lain yang lebih tinggi kedudukannya dalam instansi yang bersangkutan. dan sebagainya. serikat sekerja. 2. dan kemudian para anggota memilih salah seorang dari calon-calon tersebut. olahraga. Lazimnya pemimpin yang dipilih orang banyak ini bertugas dalam jangka waktu yang terbatas: dua tahun. dan kemudian atasan memilih salah satu diantaranya. organisasi kesenian. Akibatnya jika ada pekerjaan yang gagal.Melalui kombinasi pemilihan dan penunjukan Dalam hal ini dua macam cara yang dapat ditempuh: 1. . dikenal adanya beberapa tipe kepemimpinan: -Kepemimpinan Pribadi Tipe kepemimpinan di mana pemimpin secara langsung mengadakan kontak dengan bawahan. Dari atasan ditunjuk beberapa calon pemimpin. banyak pihak tidak mau ikut bertanggung jawab. Dalam hal ini mudah timbul kepemimpinan yang sentralistis yang kurang memperhatikan hirarki atau pendelegasian wewenang dan tanggung jawab. Para anggota memilih beberapa calon pemimpin. Sehingga hasil kerja langsung diketahui oleh pimpinan tingkat atas yang juga menginginkan mengetahui segala hal sampai detail. .Melalui penunjukan Pada kantor-kantor pemerintah dan banyak kantor swasta. 4.. Tipe dan Aspek Kepemimpinan Tipe-tipe kepemimpinan Berdasarkan sikap-sikap pemimpin dan dari cara mereka menjalankan kepemimpinan. dan seterusnya. . tiga tahun.Melalui pemilihan orang banyak Biasanya hal ini terjadi di dalam organisasi-organisasi politik.

gerak tuntutan. membimbing. pendapat. . sehingga dalam waktu singkat dapat menggerakkan banyak pengikut. dan tujuan organisasi yang dipimpinnya.F. Termasuk pemimpin semacam ini misalnya: Gandhi.-Kepemimpinan Non-Pribadi Tipe kepemimpinan di mana pimpinan tidak mengadakan kontak langsung dengan bawahan. Kepemimpinan semacam ini sering dianggap berbahaya dan banyak mengandung resiko. -Kepemimpinan Otoriter Tipe kepemimpinan di mana pemimpin menganggap bahwa kepemimpinan adalah hak pribadinya sehingga ia tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain dan tidak boleh ada orang lain yang turut campur. adalah pandangan seorang pemimpin ke arah masalah masalah ketatalembagaan yang meliputi: keadaan. yaitu aspek internal dan aspek eksternal yang sekaligus harus dimiliki oleh seorang pemimpin. J. -Kepemimpinan Demokratis Tipe kepemimpinan di mana pemimpin selalu bersedia menerima dan menghargai saransaran. Pada dasarnya kepemimpinan semacam ini baik.Aspek internal.Kennedy dan Khomeini. tetapi kelemahannya tidak memberikan kesempatan kepada bawahan untuk tumbuh menjadi dewasa dan lebih bertanggung jawab -Kepemimpinan Karismatis Tipe kepemimpinan di mana pemimpin memiliki daya tarik yang amat kuat. Aspek-aspek kepemimpinan Pada umumnya dikenal 2 aspek kepemimpinan. mengajar. mengasuh. melalui forum musyawarah untuk mencapai kata sepakat -Kepemimpinan Kebapakan Tipe kepemimpinan di mana pemimpin bertindak sebagai ayah kepada anak-anaknya: mendidik. . melainkan melalui saluran jenjang hirarki yang sudah ada. karena segala sesuatu harus diputuskan melalui tingkatan-tingkatan hirarki yang panjang. dan menasehati. Kepemimpinan tipe ini adalah baik selama pemimpin berpegang teguh kepada moral yang tinggi dan hukum-hukum yang berlaku. Dengan demikian masing-masing bagian lebih merasa bertanggung jawab. Kelemahannya ada kemungkinan pekerjaan dan keputusan berjalan lambat. Seolah-olah dalam diri pemimpin tersebut terdapat kekuatan yang luar biasa. dan nasehat dari staf dan bawahan.

adalah pandangan seorang pemimpin yang diarahkan ke luar organisasi untuk melihat perkembangan situasi masyarakat 1. tingkatan dan bahkan juga latar belakang budaya dan kebangsaan. .Aspek eksternal atau aspek politik. Banyaknya sifat-sifat ideal yang dituntut bagi seorang pemimpin berbedabeda menurut bidang kegiatan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan dilaksanakan dengan baik. Hubungann dengan bawahan harus terbina baik sehingga mudah mendapatkan dukungan dan menggerakan mereka. dan bahkan berdasarkan tradisi masyarakat tertentu. Pandangan pemimpin terhadap organisasi harus menyeluruh. Menurut Dr. 2. Sifat-sifat atau syarat-syarat kepemimpinan Karena seorang pemimpin bertugas menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. maka sudah barang tentu ia harus memiliki sifat-sifat yang lebih dari orang-orang yang dipimpinnya. Roeslan Abdulgani seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dalam 3 hal dari orang-orang yang dipimpinnya : . 3. mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan baik secara vertikal (antara bawahan dan atasan) maupun secara horisontal (antar bagian atau unit).danmengawasi. tetapi dengan menggerakan orang-orang yang dipimpinnya. pemuka masyarakat. tepat. Tugas-tugas kepemimpinan Tugas pokok seorang pemimpin sebenarnya telah jelas yaitu melaksanakan fungsi-fungsi managemen seperti yang telah disebutkan sebelumnya yang terdiri dari: merencanakan. Untuk memperoleh perbandingan yang luas berikut ini akan diuraikan sifat-sifat atau syarat-syarat kepemimpinan yang diajukan oleh beberapa ahli. 4. dan tegas. 5. serta memimpin dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan. jenis atau tipe kepemimpinan. Agar orang-orang yang dipimpin mau bekerja secara efektif seorang pemimpin di samping harus memiliki inisiatif dan kreatif harus selalu memperhatikan hubungan manusiawi. Secara lebih terperinci tugas-tugas seorang pemimpin meliputi: pengambilan keputusan menetapkan sasaran dan menyusun kebijaksanaan. Pengambilan keputusan harus dilakukan dengan cepat. Tugas dan Sifat Kepemimpinan. 2. mengorganisasikan. Terlaksananya tugas-tugas tersebut tidak dapat dicapai hanya oleh pimpinan seorang diri.Dalam aspek ini harus diperhatikan bahwa : 1.menggerakkan. mengorganisasikan dan menempatkan pekerja.

yang akan mampu menimbulkan semangat. Dan dapat memberikan keyakinan kepada orang-orang yang dipimpin ke arah berhasilnya tujuan. Kecakapan berkomunikasi: kemampuan menyampaikan ide. gairah. sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya. Terry menyebutkan adanya 8 buah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik. Memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk menjalankan organisasi secara efisien. Artinya seseorang pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang tujuan dan asas organisasi yang dipimpinnya. -Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaa Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain. 2. dan kesederhanaan watak. . Motivasi dan dorongan pribadi. dan ketekunan dalam bekerja. Artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang memancarkan keluhuran budi. Artinya dengan kelebihan ketahanan jasmaniah ini seorang pemimpin akan mampu memberikan contoh semangat dan prestasi kerja sehari-hari yang baik kepada orang-orang yang dipimpin.-Kelebihan dalam bidang ratio. pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain. ketinggian moral. serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan. -Penguasaan emosional Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa. 1. -Kelebihan dalam bidang rohaniah. -Kelebihan dalam bidang lahiriah/jasmaniah. yaitu memiliki: -Kekuatan atau energi Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

Kemampuan teknis kepemimpinan: mengetahui azas dan tujuan organisasi. -Heling artinya ingat atau sadar Seorang pemimpin harus selalu ingat kepada orang-orang yang dipimpinnya atau kepada rakyat. menerangkan yang belum dengan gambaran jelas serta memperbaiki yang salah. -Hening artinya cipta Seorang pemimpin harus memiliki ide. mengawasi. seringkali dapat kita pelajari sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Mampu merencanakan. 4. 5. Jika mudah gelisah maka anak buah pun akan menjadi gelisah. Kecakapan bergaul: dapat mengetahui sifat dan watak orang lain melalui pergaulan agar dengan mudah dapat memperoleh kesetiaan dan kepercayaan. Dalam dunia pewayangan ke-8 sikap atau laku ini disebut dengan Hasta Brata . prakarsa. mendelegasikan wewenang. Selanjutnya berikut ini 8 sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sebagaimana diajarkan oleh Sri Rama kepada Wibisana ketika hendak menjadi raja di Alengka menggantikan Rahwana kakaknya.3. Heling. Hening. Misalnya seperti yang diajarkan oleh Resi Abiyasa kepada ksatriya Arjuna dalam kisah-kisah Mahabarata: Heneng. mengambil keputusan. -Hawas artinya waspada Seorang pemimpin harus selalu waspada terhadap segala sesuatu yang mungkin terjadi. meliputi : . dan Hawas: -Heneng artinya tenang Seorang pemimpin harus memiliki sifat tenang dalam menghadapi segala persoalan. Dari dunia pewayangan dan pustaka lama pun. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya. mengorganisasi. dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Kecakapan mengajar pemimpin yang baik adalah guru yang mampu mengajar dan memberikan teladan dan petunjuk-petunjuk. Dengan ketenangan segala persoalan akan lebih mudah dihadapai. dan kreatif. Sebaiknya bawahan juga bersedia bekerja dengan senang hati dan sukarela untuk mencapai tujuan.

yang dapat membuat senang siapa saja yang menatapnya. -Indra Brata Indra artinya hujan. Seorang pemimpin harus mengetahui dan memahami perasaan dan kehendak serta pikiran anak buah. -Dhana Brata Dhana artinya harta atau kekayaan. Maksudnya seorang pemimpin harus memiliki sifat seperti matahari yang dapat memberikan penerangan kepada dunia. . Pemimpin harus tegas dalam menegakan keadilan seperti halnya Dewa Yama yang tanpa ragu-ragu dan tanpa pandang bulu mencabut jiwa (jika perlu) mereka yang salah. yang memberikan kesuburan. -Bayu Brata Bayu artinya angin. sehingga dapat memberikan kesejukan kepada segenap bawahannya. Cakap berkomunikasi dan mengajar bawahan untuk menjelaskan segala yang belum dimengerti. bersikap ramah tamah dan memiliki budi yang tinggi. Sebaliknya pemimpin bahkan harus memberikan contoh sikap hidup dan cara hidup yang sederhana. Seorang pemimpin harus dapat menggunakan harta kekayaan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama dan bukan hanya untuk kepentingan sendiri. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara pemimpin menyenangi dan menghargai bawahannya (anak buah) -Yama Brata Yama artinya jiwa. Siapa yang salah wajib dikenai hukuman yang setimpal dengan menegakan keadilan. Maksudnya seorang pemimpin harus dapat mengusahakan dan menjamin kesejahteraan lahir dan batin orang-orang yang dipimpinnya. -Sasi Brata Sasi artinya bulan. Seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang membuat dirinya disenangi oleh orang-orang yang dipimpinnya.-Surya Brata Surya artinya matahari. yang memberikan kesejukan kepada siapapun saat udara panas. Pemimpin harus mampu memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan organisasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia 1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian. Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. tampak betapa tinggi sifat-sifat atau syarat-syarat yang dituntut bagi seorang pemimpin. membangkitkan semangat bekerja yang berapi-api. namun pada umumnya hanya terbagi menjadi 2 (dua) bagian saja. 2. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi Apakah kepemimpinan itu? Pelbagai definisi telah disusun oleh banyak ahli. Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan / Pemimpin Klasik Otoriter. sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan. sehingga tepat mengenai sasarannya. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic. Dari bandingan-bandingan yang diberikan di atas. artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat seperti api yang memberikan kehangatan kepada anak buah. Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. 3.-Pasa Brata Pasa adalah senjata dewa Baruna yang tak pernah meleset mengenai sasarannya. Di dalam kenyataan memang tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk memenuhi sifat-sifat tersebut secara sempurna. Demokratis dan Bebas . bijaksana. . -Agni Brata Agni artinya api. yaitu yang memandang kepemimpinan sebagai PROSES dan kepemimpinan sebagai SENI. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut. Maksudnya dalam mengambil keputusan seorang pemimpin harus berdasarkan pertimbangan dengan melihat fakta-fakta.

Seorang pemimpin melakukan hal-hal yang benar. dan berbeda dari manajer. untuk (melaksanakan pekerjaan/tugas) mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya." Mereka yang memegang jabatan sebagai pemimpin menerapkan seluruh atribut kepemimpinannya (keyakinan. managers do everything right). (b) Kepemimpinan adalah "suatu proses terencana yang dinamis melalui suatu periode waktu dalam situasi yang di dalamnya pemimpin menggunakan perilaku (pola/gaya) kepemimpinan yang khusus dan sarana serta prasarana kepemimpinan (sumbersumber) untuk memimpin (menggerakkan/mempengaruhi) bawahan (pengikutpengikut) guna melaksanakan tugas/ pekerjaan (menyelesaikan tugas) ke arah (dalam upaya pencapaian) tujuan yang menguntungkan (membawa keuntungan timbal balik) bagi pemimpin dan bawahan serta lingkungan sosial di mana mereka ada/hidup. dan ketrampilan). orang. (c) Kepemimpinan ialah "seni penggalangan yang diwujudkan melalui kemampuan memadukan gagasan." (d) Kepemimpinan ialah "seni mempengaruhi dan menggerakkan orang untuk bekerja secara terkoordinasi di mana setiap orang tergerak mengerjakan pekerjaannya serta menyelesaikan tugasnya dengan baik berdasarkan program yang telah dicanangkan dalam kinerja keorganisasian secara menyeluruh.1. atau tujuan dan mengarahkan organisasi yang membuatnya lebih kohesif dan koheren. sedangkan seorang manajer melakukan hal-hal dengan benar (Leaders do right things. mau. sedangkan seorang majikan menyuruh orang-orang untuk menunaikan suatu tugas atau mencapai tujuan. dan iman. Robert Clinton dalam bukunya. The Making of A Leader dan dimodifikasi oleh Y. waktu. dalam bukunya." (b) Kepemimpinan ialah "seni pemenuhan kebutuhan orang yang dipimpin dalam melaksanakan pekerjaan mencapai tujuan bersama. tugas. Kepemimpinan Yang Dinamis. Jadi seorang pemimpin berbeda dari majikan. 2. nilai-nilai. Kepemimpinan sebagai SENI (a) Kepemimpinan ialah "seni bekerja (tahu. benda. dan aktif bekerja) bersama dan melalui orang lain. Kepemimpinan sebagai PROSES (a) Kepemimpinan adalah suatu proses yang kompleks dimana seseorang mempengaruhi orang-orang lain untuk menunaikan suatu misi." . Seorang pemimpin menjadikan orang-orang ingin mencapai tujuan dan sasaran yang tinggi. pengetahuan. etika. karakter. Tomatala. Definisi ini dikemukakan oleh J.

Gung Ho. Buku LTB mengisahkan tentang tiga orang karakter yang mewakili tiga aspek kepemimpinan yang melayani. yaitu seorang pendeta. dan Everyone s Coach. karena apa yang diucapkan dan dijanjikan ketika kampanye dalam Pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketika sudah duduk nyaman di kursinya. dan TANGAN yang melayani (servant HANDS). Kenneth Blanchard dan kawan kawan. Kembali betapa banyak kita saksikan para pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupun pejabat publik. (g) Kepemimpinan ialah "seni mendaya-gunakan sumber-sumber daya: manusia. Tiga aspek kepemimpinan tersebut adalah HATI yang melayani (servant HEART).(e) Kepemimpinan ialah "seni merangkum dan menyampaikan perintah. berjudul Leadership by The Book (LTB). Ken Blanchard adalah juga co-author dari buku-buku manajemen yang sangat laris. yaitu: . dan sebagainya dalam upaya mempertahankan optimalisasi kerja yang tinggi sehingga menciptakan hasil yang bernilai lebih yang semakin besar yang membawa sukses kerja dalam organisasi. Kepemimpinan menuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. serta kekuatan atau kuasa menggunakan segala sumber untuk melaksanakan peta tersebut menjadi produk yang berdaya-guna. Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan-kawan. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam dan kemudian bergerak ke luar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. dan kemampuan menerjemahkan peta tersebut menjadi suatu kerangka keinginan yang nyata. seperti The One Minute Manager. dan seorang profesional yang sangat berhasil di dunia bisnis. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorang pemimpin untuk menjadi pemimpin sejati dan diterima oleh rakyat yang dipimpinnya. KEPALA atau pikiran yang melayani (servant HEAD). seorang professor." (f) Kepemimpinan ialah "seni membuat peta keinginan tentang masa depan organisasi. ada sejumlah ciri-ciri dan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani. yang olehnya orang yang dipimpin tergerak dan bergerak melaksanakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. infrastruktur. Hati Yang Melayani (Karakter Kepemimpinan) Kepemimpinan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. justru tidak memiliki integritas sama sekali. Sebuah buku yang menarik tentang kepemimpinan yang melayani (servant leadership) ditulis oleh Dr. Raving Fans. teknologi. alam.

Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapat diandalkan. Artinya seluruh perkataan. Mau mendengar setiap kebutuhan. impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya. . Jika sebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitas pemimpin. karena keberhasilan sebuah organisasi sangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. pikiran dan tindakannya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik atau kepada setiap anggota organisasinya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat. impian dan harapan dari mereka yang dipimpinnya. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannya untuk membangun orang-orang di sekitarnya. Seorang pemimpin sejati selalu dalam keadaan tenang.Tujuan paling utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yang dipimpinnya. penuh pengendalian diri dan tidak mudah emosi. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupun golongannya tetapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikan ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan publik atau mereka yang dipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan. Seorang pemimpin sejati justru memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan mereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelompoknya. kepentingan. Ciri keempat seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas (accountable). Entah hal ini sebuah impian yang muluk atau memang kita tidak memiliki pemimpin seperti ini. Hal ini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the Leaders Around You. organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat. Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yang dipimpinnya. yang jelas pemimpin yang mengutamakan kepentingan publik amat jarang kita temui di republik ini. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar.

Kepala Yang Melayani (Metoda Kepemimpinan) Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata. bahkan mungkin Mahatma Gandhi. Tanpa visi. Contoh adalah para pemimpin karismatik ataupun pemimpin yang menjadi simbol perjuangan rakyat. seperti Corazon Aquino. Visi inilah yang mendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar. Bahkan dikatakan bahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Tidak banyak pemimpin yang memiliki kemampuan metoda kepemimpinan ini. tetapi juga harus memiliki serangkaian metoda kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpin yang efektif. Kepemimpinan secara sederhana adalah proses untuk membawa orang-orang atau organisasi yang dipimpinnya menuju suatu tujuan (goal) yang jelas. kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Hal ini karena mereka tidak memiliki metoda kepemimpinan yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya. justru tidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metoda kepemimpinan yang baik. Visi yang jelas dapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Oleh karena itu seringkali kami dalam berbagai kesempatan mendorong institusi formal agar memperhatikan ketrampilan seperti ini yang kami sebut dengan softskill atau personal skill. Seorang pemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas dari aspek yang pertama. serta berkembang dalam . Abdurrahman Wahid. Nelson Mandela. tetapi ketika menjadi pemimpin formal. dan masih banyak lagi menjadi pemimpin yang tidak efektif ketika menjabat secara formal menjadi presiden. Ada tiga hal penting dalam metoda kepemimpinan. yaitu karakter dan integritas seorang pemimpin. Dalam salah satu artikel di economist. Karena hal ini tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah formal. yaitu memiliki visi yang jelas kemana organisasinya akan menuju. yang mendorong terjadinya proses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagai keahlian dari orangorang yang ada dalam organisasi tersebut.com ada sebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught. Jelas dalam artikel tersebut dibahas bahwa kepemimpinan (dalam hal ini metoda kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka yang memiliki karakter kepemimpinan.Visi ini merupakan sebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan. yaitu: Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas.

melakukan kegiatan sehari-hari (monitoring dan pengendalian). Tangan Yang Melayani (Perilaku Kepemimpinan) Pemimpin sejati bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas. dikatakan dan diperbuatnya. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagi orang-orang yang dipimpinnya (performance coach). tetapi untuk melayani sesamanya. kebutuhan. dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata. yaitu: Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpinnya. Ada dua aspek mengenai visi. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuh kasih dan penghargaan. yaitu visionary role dan implementation role. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang sangat responsive. Dalam buku Ken Blanchard tersebut disebutkan ada empat perilaku seorang pemimpin. Dia memiliki misi untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan. . serta memiliki kemampuan dalam metoda kepemimpinan. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramal lebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan. rencana kebutuhan sumber daya. tetapi dia harus menunjukkan perilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin.mempertahankan survivalnya sehingga bisa bertahan sampai beberapa generasi. Artinya dia hidup dalam perilaku yang sejalan dengan Firman Tuhan. target atau sasaran. mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusun perencanaan (termasuk rencana kegiatan. Artinya dia selalu tanggap terhadap setiap persoalan. Artinya seorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagi organisasinya tetapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tersebut ke dalam suatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu. Artinya dia memiliki kemampuan untuk menginspirasi. dan mengevaluasi kinerja dari anak buahnya. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi organisasinya. harapan dan impian dari mereka yang dipimpinnya. dan sebagainya). Pemimpin sejati fokus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesan duniawi. tetapi sungguhsungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan.

relasi. penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence. Melalui solitude (keheningan). memiliki spiritualitas yang tinggi. karyawan netral ini walaupun tidak terlibat langsung sebagai pelaku konflik. masalahnya kedua-duanya memiliki kans untuk memenangkan konflik. terbuka. baik pengetahuan. mampu memahami orang lain dengan baik. mampu menerima kritik. Merupakan kesulitan tersendiri bagi karyawan untuk memberikan komitmen terhadap oranisasi. menunjukkan bahwa pemimpin-pemimpin yang berhasil membawa perusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yang tinggi. mengenal dirinya sendiri dengan baik. . salah satu tolok ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servant leadership). kesehatan. dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain. mereka akan mejadi imbas (impact). terinspirasi oleh visi. rendah hati. Setiap hari senantiasi menselaraskan (recalibrating) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dan sesama. Mereka biasanya adalah orang-orang yang memiliki integritas. dan sebagainya. Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang menurut kami sangat relevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. karena organisasi telah memecah menjadi dua organisasi yang sama-sama mangklaim mejadi pengelola sah. Kalaupun mereka akan memutuskan untuk bergabung dengan salah satu pihak. prayer (doa) dan scripture (membaca Firman Tuhan). (ORGANIZATIONAL TRUST) ATAS TERJADINYA KONFLIK ORGANISASI Dalam organisasi selalu ada karyawan yang tidak mau terlibat dalam konflik kelompok. Bahkan menurut Danah Zohar. keuangan.Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek. komitmen juga tidak bisa serta merta terbentuk dengan kuat. Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan Kate Luderman.

5) menyerahkan resourcesnya kepada organisasi. 2) less desire to win the respect of other. melihat seberapa jauh kepercayaan karyawan terhadap organisasi. indikator yang digunakan berjumlah 19 yang terdiri dari: 1. 4) memperbolehkan organisasi metnpengaruhi diri karyawan. 3. 3) memiliki loyalitas dan tanggung jawab pada tugas dan organisasi. dan 7) berkeinginan mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi. . 3) memberikan informasi yang benar. 5) yakin dan menerima tujuan serta nilai organisasi. mengukur pengaruh kedua variabel di atas terhadap komitmen karyawan dan kondisi karyawan setelah terjadinya konflik. 6) berkeinginan membantu organisasi mencapai tujuannya. 2) mau bekerjasama. 4) unfriendly. Indikator konflik. 3) interpersonal animosity yang besar. Indikator tersebut disadur dari pendapat Forsyth (1999). Ada 7 indikator yakni: 1) memiliki rasa memiliki terhadap organisasi (sense of belonging to organization). ada 6 indikator kepercayaan yakni: l) berani mengambil resiko. dan 6) memiliki komitmen terhadap kemungkinan gagal akibat tindakan organisasi. 5) non-intimate. Indikator komitmen karyawan.Untuk meneliti pengaruh konflik dan kepercayaan terhadap komitmen. 4) yakin pada kemampuan manajemen mencapai tujua organisasi. untuk melihat apakah karyawan terbawa situasi konflik yang diciptakan oleh top manajemen ataukah tidak. 2) tertarik dan bergairah dalam melaksanakan tugas. Indikator kepercayaan pada organisasi. yakni: 1) less interdependency. dan 6) un-involving 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful